plagiat merupakan tindakan tidak terpuji plagiat

advertisement
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN
MENGGUNAKAN FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN
HARGA JUAL DENGAN COST PLUS PRICING
Studi Kasus pada UKM Langgeng Roti
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi akuntansi
Oleh:
Vita Krisnamurti
NIM:112114023
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
i
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
SKRIPSI
PENGMTUNGAFT HARGA POKOK PRODUKSI DENGIN
MENGG{'NAKAN FULL C(NTING SEBAGAI DASAR PEI\TENTUAN
HARGA JUAL DENGAI{ COST PLAS PRICING
Studi Kasus pada UKM Lmggeng Roti
Vita Krisnamu
Pembimbing
Fq,
wirfi-qK
M.Si-, Ak., QIA., CA
Tanggal : 09 September 2015
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
SKRIPSI
PENGIDTUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN
MENGGUNAKAN FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN
HARGA JUAL DENGAN COST PLUS PRICING
Studi Kasus pada UKM Langgeng Roti
Dipersiapkan dan ditulis oleh
Vita Krisnamurti
NlM: 112114023
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
Pada tangga128 Oktober 2015
dan dinyatakan memenuhi syarat
Susunan Panitia Penguji
Nama Lengkap
Tanda tangan
Ketua
Dr. Fr. Reni Retno Anggraini, M.Si., Akt., C.A.
Sekretaris
Lisia Apriani, S.E., M.Si., Akt., QIA., C.A.
Anggota
Ir. Drs. Hansiadi Yuli H., M.Si., Ak., QIA., C.A.
Anggota
Dr. FA. Joko Siswanto, M.M., Akt., QIA
Anggota
Dr. Fr. Ninik Yudianti, M.Acc., QIA.
~~r""'akarta, 30
Oktober 2015
~~~ Ekonomi
s Sanata Dharma
iii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
I]N.IYERSITAS SANATA DHARMA
I'AKTILTAS EKONOMI
JURUSAN AI(UNTANSI _ PROGRAM STUDI AI(UNTAI\SI
PERNYATAAIY KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan batrwa skripsi dengan
judul: Penghitungan Harga Pokok koduksi Dengan Menggunakan Full Costing
Sebagai Dasar Penentuan Harga Jual Dengan Cost Plus Pricing (Studi Kasus di
UKM
Langgeng Roti Klaten) dan diajukan untuk diuji padatanggal28 Oktober 2015 adalah
hasil karya saya.
Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini
tidak terdapat keseluruhan tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin,
atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan
atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai
tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya
salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan
pada penulisan aslinya.
Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak,
dengan ini saya menyatakan menarik stripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan
saya sendiri ini. bila kemudian terbulti bahwa saya ternyata melakukan tindakan
menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri,
berarti gelar dan rjasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.
Yogyakarta, 0 Oktober 2015
4
Penulis,
VitaKrisnamurti
lv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
PERI{YATAAI\ PERSETUJUAI\I PUBLIKASI KARYA TIILN
Saya yang bertandatangan di bawah
ini:
Nama: VitaKrisnamurti
NIM: 1l2ll4023
Menyatakan bahwa demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyemhkan
kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya imiatr saya yang berjudul:
Penghitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakat Full Costing
Sebagai I)asar Penentuan llarga Jual I)engan Cost Plus Pricing (Studi Kasus di
UKM Langgeng Roti Klaten). Dengan demikian saya memberikan hak kepada
Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengelola,
mendistibusikan secaraterbatas, dan mempublikasikannya di intemet atau media lain
untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya selama tetap
mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Yogyakart4 30 Oldober 2015
Penulis,
Vita Krisnamurti
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
MOTTO
“Jangan pernah merasa bahwa kau seorang yang gagal.
Tetapi percayalah bahwa kau ada di jalan menuju
kebenaran”
(Ajahn Brahm)
“To succeed in life, you need two things: Ignorance and
Confidence”
(Mark Twain)
“Being successfull doesn’t necessarily make you great is
when you
reach back and help somebody else become great.”
(Joel Osteen)
“I am thankful to all those who said NO. Because of them
I did it myself”
(Albert Einstein)
“We cannot solve our problems with the same thinking we
used when we
created them”
(Albert Einstein)
vi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
PERSEMBAHAN
Skripsi ini dipersembahkan untuk:
*Papa…VincentiusYuliRustamaji
*Mama…Vincentia UniSovianawati
*Kakak…Mutiara Krisnamurti& Wiwid Widjaja
*My Beloved Boyfriend…Raymundus Indra Y
vii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terimakasih kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan
skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi
Universitas Sanata Dharma.
Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan, dan
arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang
tak terhingga kepada:
a. Drs. Johanes Eka Priyatma, M. Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata
Dharma.
b. Dr. Herry Maridjo, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata
Dharma.
c. Drs. YP. Supardiyono, M.Si.,Akt., QIA. CA selaku Ketua Program Studi
Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
d. Ir. Drs. Hansiadi Yuli H., M.Si., Akt., QIA., CA. selaku dosen pembimbing
yang telah membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini.
e. Bp. Rosi selaku pemilik UKM Langgeng Roti yang memberikan izin untuk
melakukan penelitian di UKM miliknya serta kerjasama selama penyusunan
skripsi ini.
viii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….....
I
HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………….......
ii
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………....
iii
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS…………………………………....
iv
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA TULIS…………..........
v
HALAMAN MOTTO……………………………………………………………....
vi
HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………….....
vii
KATA PENGANTAR………………………………………………………….......
viii
DAFTAR ISI.…………………………………………………………………….....
x
DAFTAR TABEL....................................................................................................
xiv
ABSTRAK...............................................................................................................
xvi
ABSTRACT..…………………………………………………………………….....
xvii
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………….
1
A. Latar Belakang Masalah…………………………………………………..
1
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………
2
C. Tujuan Penelitian……………………………………………………….....
3
D. Batasan Penelitian…………………………………………………………
3
E. Manfaat Penelitian………………………………………………………...
3
F. Sistematika Penulisan…………………………………………………......
4
x
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB II. LANDASAN TEORI....................................................................................
A. Usaha Kecil Menengah (UKM)..............……………………………….....
6
6
a.
Menurut UU No.20/2008 Tentang UMKM. Bab IV Pasal ayat 1-4.....
6
b.
Menurut World Bank............................................................................
7
B. Biaya dan Penggolongannya……………………………………………....
8
C. Harga Pokok Produksi……….....………………………………………....
11
a. Manfaat Harga Pokok Produksi……………………………………...
12
b. Unsur-Unsur Harga Pokok Produksi.........…………………………..
14
D. Metode Pengumpulan dan Penetapan Harga Pokok Produksi....................
16
a. Sistem Periodik..............................................….....…………………
16
b. Metode Pengumpulan Biaya Produksi.....……….....………………..
16
c. Metode Penentuan Biaya Produksi
19
E. Perbedaan Hasil dalam Metode Full Costing dengan Variable Costing….
22
a. Dengan Menggunakan Full Costing....................................................
22
b. Dengan Menggunakan Variable Costing.............................................
22
F. Sistem Harga Pokok Taksiran ....................................................................
23
G. Harga Jual. ..................................................................................................
24
a. Pentingnya Penentuan Harga Jual (Pricing) yang Baik.......................
24
b. Metode Penetapan Mark Up.................................................................
24
c. Menentukan Harga Jual Dengan Cost Plus Pricing.............................
27
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN……………………………………….......
29
xi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
A. Jenis Penelitian……………………………………………………….........
29
B. Waktu dan Tempat Penelitian……………………………………............... 29
C. Subyek dan Obyek Penelitian……………………………………..............
29
D. Teknik Pengumpulan Data………………………………………..............
30
E. Teknik Analisa Data……...………………………………………….........
30
BAB IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN………………………………….
34
A. Sejarah Singkat Perusahaan…………………………………………........
34
B. Lokasi Perusahaan……………………………………………………........ 35
C. Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan…………………………………..........
35
D. Struktur Organisasi Perusahaan……………………………………...........
36
E. Proses Produksi..…………………………………………………..............
36
BAB V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN……...........................................
38
A. Analisis Data......................................................………………......….......
38
a. Perbedaan Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan Dengan
Metode Full Costing................................................................................ 38
1) Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan....................................... 38
2) Harga Pokok Produksi Menurut Metode Full Costing.......................
48
3) Perbandingan Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan Dengan
Menurut Metode Full Costing............................................................. 54
b. Perbedaan Harga Jual Menurut Perusahaan Dengan Metode Cost Plus
Pricing.....................................................................................................
xii
56
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1) Harga Jual Menurut Perusahaan.......................................................... 56
2) Harga Jual Menurut Metode Cost Plus Pricing.................................. 57
3) Perbandingan Harga Jual Menurut Perusahaan Dengan Menurut
Metode Cost Plus Pricing.................................................................
58
B. Pembahasan................................................................................................
62
a. Harga Pokok Produksi.........................................................................
62
b. Harga Jual Produk................................................................................
63
BAB VI. PENUTUP…………………………………………………………..……..
65
A. Kesimpulan…………………………………………………………… 65
B. Keterbatasan Penelitian......................................................................... 65
C. Saran………………….…………………………………………........
65
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………… 66
xiii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel5.1:
Data Penjualan Tahun 2014...................................................................... 38
Tabel5.2:
Data Biaya Bahan Baku Perusahaan........................................................
40
Tabel 5.3: Data Biaya Tenaga Kerja Perusahaan.....................................................
42
Tabel 5.4: Data Biaya Air Perusahaan.....................................................................
43
Tabel 5.5: Data Biaya Listrik Perusahaan...................………….............................
44
Tabel 5.6: Data Biaya Plastik...................................................................................
45
Tabel 5.7: Data Biaya LPG Perusahaan…………...................................................
46
Tabel 5.8: Harga Pokok Produksi Perusahaan......................……………...............
46
Tabel 5.9: Rincian Biaya Bahan Baku Aktual Per Unit...........................................
48
Tabel 5.10: Biaya Tenaga Kerja Perusahaan Tahun 2014.........................................
49
Tabel 5.11: Biaya Air Aktual Tahun 2014.................................................................
50
Tabel 5.12: Biaya Listrik Aktual Tahun 2014............................................................
51
Tabel 5.13: Biaya Plastik Aktual Tahun 2014............................................................
52
Tabel 5.14: Biaya LPG Aktual Per Unit Tahun 2014.................................................
53
Tabel 5.15: Biaya LPG Aktual Tahun 2014...............................................................
53
Tabel 5.16: Biaya Depresiasi Alat Produksi...............................................................
54
Tabel 5.17: Biaya Pemeliharaan dan Perawatan Alat Produksi..................................
55
Tabel 5.18: Tabel Harga Pokok Produksi Menurut Metode Full Costing Tahun
2014.............................................................................................................................. 57
Tabel 5.19: Perbandingan Harga Pokok Produksi Metode Perusahaan dengan
xiv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Metode Full Costing..................................................................................................... 57
Tabel 5.20: Biaya Produksi Perusahaan Taksiran Tahun 2015................................... 58
Tabel 5.21: Penentuan Harga Jual Tahun 2015........................................................... 59
Tabel 5.22: Harga Jual Menurut Perhitungan Perusahaan Dengan Metode Cost
Plus Pricing.................................................................................................................. 61
Tabel 5.23: Harga Jual Aktual Dengan Metode Cost Plus Pricing.............................
xv
61
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ABSTRAK
PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN
MENGGUNAKAN FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA
JUAL DENGAN COST PLUS PRICING
Studi Kasus pada UKM Langgeng Roti
Vita Krisnamurti
NIM: 112114023
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2015
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penghitungan harga pokok
produksi UKM Langgeng Roti selama tahun 2014 dan untuk mengetahui penentuan
harga jual roti di perusahaan. Penghitungan harga pokok produksi dengan
menggunakan metode full costing dan penentuan harga jual dengan menggunakan
cost plus pricing.
Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah
data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik perusahaan dan catatan
penjualan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari biaya-biaya produksi
selama tahun 2014.
Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa harga pokok produksi yang
dihitung sebagai dasar penentuan harga jual menggunakan metode perusahaan lebih
rendah dibandingkan dengan menggunakan metode full costing. Harga pokok
produksi yang dihitung menggunakan metode perusahaan yaitu sebesar Rp2.074 dan
menurut metode full costing sebesar Rp2.088. Ini disebabkan dalam penghitungan
biaya overhead pabrik perusahaan tidak memperhitungkan biaya depresiasi dan
perawatan alat produksi.
Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Full Costing, Cost Plus Pricing.
xvi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ABSTRACT
THE CALCULATION OF PRODUCTION COST BASED ON
FULL COSTING AS THE BASIS FOR DETERMINING THE SELLING PRICE
BASED ON COST PLUS PRICING
Case Study on Langgeng Roti SME Klaten
Vita Krisnamurti
NIM: 112114023
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2015
There are two purposes of this study, firstly, analyzing the calculation of
production cost and secondly determining the white bread selling price at Langgeng
Roti SME in the year 2014. Analyzing the calculation of production cost was based
on full costing method and the determination of selling price was based on cost plus
pricing method.
There are two different type of data in this study, primary data and secondary
data. The primary data was collected through interview and documentation.
Secondary data was collected through documentation of production cost in the year
2014.
The result showed that the production cost calculation by the Langgeng Roti
SME was lower than that of full costing method. Cost production calculation by
company’s method was Rp2.074 whereas by full costing method was Rp2.088 per
unit. Production cost calculation was different because the calculation of the
company was not taking into account the depreciation expense and maintenance
expense.
Keywords: Production Cost, Full Costing, Cost Plus Pricing
xvii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini persaingan antar perusahaan semakin ketat. Setiap perusahaan
bersaing untuk mendapatkan konsumen sebanyak mungkin dan meningkatkan
penjualan dari tahun ke tahun. Hal ini menuntut adanya manajemen yang
memiliki pandangan serta sikap profesional untuk memajukan bisnis tersebut.
Salah satu usaha yang dilakukan adalah menetapkan harga jual produk dengan
tepat, namun tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Harga pokok
produksi merupakan salah satu data yang penting untuk dipertimbangkan dalam
penentuan harga jual produk. Dengan menentukan harga pokok produksi, maka
perusahaan dapat mengetahui biaya produksi yang akan dikeluarkan dan lebih
mudah menentukan harga jual produk. Laba yang diperoleh perusahaan pun
menjadi lebih optimal. Sebab, harga jual yang ditetapkan ditentukan oleh
besarnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi produk tersebut.
Penentuan harga jual suatu produk tidak lepas dari penghitungan harga
pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan. Ketepatan penghitungan harga
pokok produksi merupakan hal yang sangat penting dalam penentuan harga jual.
Penghitungan harga pokok produksi yang kurang tepat akan menyebabkan harga
1
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
jual produk yang ditetapkan menjadi kurang sesuai, misalnya terlalu tinggi atau
terlalu rendah. Harga jual yang terlalu rendah jelas akan merugikan bagi
perusahaan, sedangkan harga jual yang terlalu tinggi akan menyebabkan
perusahaan tidak mampu bersaing dengan perusahaan yang memproduksi produk
serupa.
UKM Langgeng Roti adalah sebuah perusahaan manufaktur yang
memproduksi roti tawar untuk roti bakar. Perusahaan ini memasarkan hasil
produksi melalui pelanggannya yang tersebar di kota Klaten. UKM Langgeng
Roti menetapkan harga jual dengan metode naive cost plus pricing, yaitu
menetapkan harga apa adanya. Harga ditetapkan dengan menambah mark up
yang dianggap pantas pada kos barang.
Mengingat pentingnya penghitungan harga pokok produksi bagi
kemajuan perusahaan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
“Penghitungan Harga Pokok Produksi dengan Menggunakan Full Costing
Sebagai Dasar Penentuan Harga Jual dengan Cost Plus Pricing” dengan
mengambil studi kasus pada UKM Langgeng Roti.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah ada perbedaan antara harga pokok produksi yang dihitung
menggunakan metode perusahaan dengan harga pokok produksi yang dihitung
berdasarkan metode full costing?
2
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Apakah ada perbedaan antara harga jual yang ditetapkan menggunakan
metode perusahaan dengan harga jual yang ditetapkan menggunakan metode
cost plus pricing?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara harga pokok produksi
yang dihitung menggunakan metode perusahaan dengan harga pokok produksi
yang dihitung berdasarkan metode full costing
2. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara harga jual yang
ditetapkan menggunakan metode perusahaan dengan harga jual yang
ditetapkan menggunakan metode cost plus pricing.
D. Batasan Penelitian
Kemungkinan kurang tepatnya dalam pengukuran nilai ekonomis untuk
alat-alat produksi yang digunakan.
E.
Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dan
pertimbangan yang bermanfaat bagi perusahaan khususnya dalam hal
penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing.
2. Bagi Universitas Sanata Dharma
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah wacana ilmiah tentang
harga pokok produksi dan dapat menjadi koleksi kepustakaan yang dapat
3
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
berguna sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya. Bagi ilmu akuntansi,
penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai
penghitungan harga pokok produksi di dalam perusahaan manufaktur.
3. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan menjadi sarana untuk pengembangan diri dan
menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama masa kuliah ke
dalam praktek yang sesunguhnya serta menambah wawasan baru mengenai
masalah yang diteliti.
E. Sistematika Penulisan
Bab I:
Pendahuluan
Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian
dan sistematika penulisan.
Bab II:
Landasan Teori
Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang relevan dengan
permasalahan
yang
diangkat
antara
lain:
pengertian
UKM/UMKM, biaya dan penggolongannya, pengertian harga
pokok produksi, metode pengumpulan biaya dan penetapan harga
pokok produksi, perbedaan hasil dalam metode full costing dan
variable costing, sistem harga pokok taksiran, harga jual.
4
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Bab III:
Metode Penelitian
Bab ini meliputi jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian,
teknik pengumpulan data, dan teknik analisa data.
Bab IV:
Gambaran Umum Perusahaan
Bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan yang terdiri
dari sejarah singkat perusahaan, lokasi perusahaan, visi, misi dan
tujuan perusahaan, struktur organisasi perusahaan, serta proses
produksi perusahaan.
Bab V:
Analisis Data dan Pembahasan
Bab ini menguraikan mengenai deskripsi data dan uraian secara
terinci mengenai analisis dari penelitian yang telah dilakukan.
Bab VI:
Penutup
Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran-saran bagi
perusahaan.
5
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Usaha Kecil Menegah (UKM)
Usaha Kecil Menengah (UKM) atau yang juga dikenal dengan Usaha
Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah salah satu penggerak perekonomian
di Indonesia. Tidak sedikit masyarakat yang mulai memilih untuk menekuni
usaha ini. Dilihat dari namanya, besarnya modal awal yang dibutuhkan tidak
terlalu besar. Kesuksesan bisnis ini secara garis besar lebih bergantung pada
pemilik usaha bisnis tersebut. Misalnya jumlah karyawan yang dimiliki,
pangsa pasar yang menjadi sasaran, dan tingkat laba yang ingin dicapai.
Berikut beberapa definisi UKM/UMKM menurut UUD dan World Bank:
1. Menurut UU No.20/2008 tentang UMKM. Bab IV pasal ayat 1 - 4
a. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut (ayat 1):
1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima
puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha;
atau
2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00
(tiga ratus juta rupiah)
b. Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut (ayat 2):
1) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh
juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima
6
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha;
atau
2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah).
c. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut (ayat 3):
1) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus
juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00
(sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat
usaha; atau
2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
2. Menurut World Bank
a. Medium enterprise, dengan kriteria:
1) Jumlah karyawan maksimal 300 orang.
2) Pendapatan setahun hingga sejumlah US$ 15 juta, dan
3) Jumlah aset hingga sejumlah US$ 15 juta.
b. Small enterprise, dengan kriteria:
1) Jumlah karyawan kurang dari 30 orang.
2) Pendapatan setahun tidak melebihi US$ 3 juta, dan
3) Jumlah aset tidak melebihi US$ 3 juta.
c. Micro enterprise, dengan kriteria:
1) Jumlah karyawan kurang dari 10 orang.
7
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2) Pendapatan setahun tidak melebihi US$ 100 ribu, dan
3) Jumlah aset tidak melebihi US$ 100 ribu.
B. Biaya dan Penggolongannya
Konsep biaya telah berkembang sesuai dengan kebutuhan akuntan,
ekonom, dan insinyur. Akuntan telah mendefinisikan biaya sebagai “suatu
nilai tukar, pengeluaran, atau pengorbanan yang dilakukan untuk menjamin
perolehan manfaat. Dalam akuntansi keuangan, pengeluaran atau pengorbanan
pada tanggal akuisisi dicerminkan oleh penyusutan atas kas atau aset lain yang
terjadi pada saat ini atau di masa yang akan datang.” (Carter: 2009).
Menurut Ony dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Biaya” (2012:
12-15), dalam akuntansi biaya, biaya digolongkan dengan berbagai macam
cara yang kemudian dikenal dengan konsep “different cost for different
purposes”
1. Menurut objek pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar
penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan
bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar
disebut “biaya bahan bakar”.
8
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Menurut fungsi pokok dalam perusahaan
a. Biaya produksi
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku
menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut objek
pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi:
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead
pabrik (factory overhead cost).
b. Biaya pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan
pemasaran produk. contohnya adalah biaya iklan, biaya promosi, biaya
angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan
bagian pemasaran, biaya contoh (sample) dan lain-lain.
c. Biaya administrasi dan umum
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan
koordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. contohnya adalah
biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi, personalia, dan
bagian hubungan masyarakat, biaya fotocopy dan lain-lain.
3. Menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
a.
Biaya langsung (Direct cost)
Biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya
sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada,
maka biaya langsung ini tidak akan terjadi.
9
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
b.
Biaya tidak langsung (Indirect Cost)
Biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang
dibiayai. Biaya ini tidak mudah diidentifikasi dengan produk tertentu.
4. Menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume
kegiatan:
a.
Biaya variabel
Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan. Contohnya: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung.
b.
Biaya semivariabel
Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume
kegiatan.
c.
Biaya semifixed
Biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah
dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
d.
Biaya tetap
Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume tertentu.
5. Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya
a.
Pengeluaran modal (Capital expenditures)
Biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Contoh pengeluaran modal adalah pengeluaran untuk pembelian aktiva
tetap, untuk reparasi besar terhadap aktiva tetap, untuk promosi besar10
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
besaran, dan pengeluaran untuk riset dan
pengembangan suatu
produk.
b.
Pengeluaran pendapatan (Revenue expenditures)
Biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi
terjadinya pengeluaran tersebut. Contoh pengeluaran pendapatan
adalah biaya iklan dan biaya tenaga kerja.
C. Harga Pokok Produksi
Menurut Iman (2013: 57), harga pokok produksi adalah penjumlahan
seluruh pengorbanan sumber ekonomi yang digunakan dalam pengolahan
bahan baku menjadi produk jadi.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa harga pokok
produk merupakan biaya produksi yang telah dinikmati oleh setiap unit
produk yang dihasilkan dalam proses produksi. Harga pokok produk bisa
dikatakan sama dengan biaya produksi karena merupakan biaya-biaya yang
dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang terdiri
dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead
pabrik. Biaya tersebut akan melekat pada persediaan sebagai harga pokok
produksi sebelum produk tersebut laku dijual. Apabila sudah laku dijual,
maka cost berubah menjadi expense yaitu sebagai harga pokok penjualan yang
dipertemukan dengan penghasilan pada periode yang bersangkutan. Berikut
adalah rumus harga pokok penjualan menurut Harnanto dalam bukunya yang
berjudul “Akuntansi Biaya” (1992: 207).
11
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Harga Pokok Produk Dihasilkan
Produk Jadi Awal Periode
Produk Tersedia untuk Dijual
Produk Jadi Akhir Periode
Rpxx
Rpxx +
Rpxx
Rpxx _
Harga Pokok Penjualan
Rpxx
1. Manfaat Harga Pokok Produksi
Menurut Mulyadi (2005: 65), dalam perusahaan yang berproduksi
massa, informasi harga pokok produksi yang dihitung untuk jangka waktu
tertentu bermanfaat bagi manajemen untuk:
a. Menentukan harga jual produk.
Dengan diketahuinya harga pokok produk total maupun per unit,
maka dapat ditentukan pula laba yang diinginkan untuk ditambah ke
dalam harga pokok produk tersebut sebagai harga jual. Dari biaya
produk yang sebenarnya maka dapat diadakan perbandingan dengan
biaya produksi atau harga jual dari perusahaan sejenis lainnya yang
merupakan pesaing, kemudian dapat diambil suatu kebijaksanaan harga
jual. Bagi produksi yang bersifat massal, maka perlu dikalkulasikan unit
cost atau biaya per unit dari hasil produksi setengah jadi maupun hasil
jadi atau barang jadi.
b. Memantau realisasi biaya produksi.
Berdasarkan harga pokok produk yang sesungguhnya, maka dapat
diperbandingkan dengan biaya standar yang telah ditentukan sebelum
proses produksi dimulai. Dari hasil perbandingan tersebut dapat
12
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
diketahui penyimpangan serta dapat sekaligus mengetahui sampai di
mana tingkat efisiensinya
c. Menghitung laba atau rugi periodik.
Manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang telah
dikeluarkan untuk memproduksi produk dalam periode tertentu.
Informasi biaya tersebut untuk mengetahui apakah kegiatan produksi
dan pemasaran perusahaan dalam periode tertentu mampu menghasilkan
laba bruto atau rugi bruto, selanjutnya untuk mengetahui kontribusi
produk dalam menutup biaya non produksi dan menghasilkan laba atau
rugi tiap periode.
d. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk
proses yang disajikan dalam neraca.
Pada penyajian laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan
rugi laba, harus ada unsur harga pokok persediaan produk jadi dan harga
pokok produk yang ada pada tanggal neraca masih dalam proses.
Berdasarkan catatan biaya produksi tiap periode, manajemen dapat
menentukan biaya produksi yang melekat pada produk jadi yang belum
laku dijual pada tanggal neraca. Berdasarkan catatan tersebut,
manajemen dapat pula menentukan biaya produksi yang melekat pada
produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses penyimpanan.
13
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Unsur – Unsur Harga Pokok Produksi
a. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1) Biaya Bahan Baku Langsung
Bahan yang dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke barang jadi.
Contoh biaya bahan baku langsung ini adalah kayu dalam pembuatan
meja.
2) Biaya Bahan Baku Tidak Langsung.
Bahan baku yang tidak dapat secara mudah dan akurat ditelusuri ke
produk. Contoh biaya bahan baku tidak langsung ini adalah paku
dalam pembuatan meja.
b.
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang terlibat
secara langsung dalam pembuatan barang jadi dan pembayaran upahnya
berdasarkan unit yang dihasilkan atau berdasarkan jam kerja. Biaya
tenaga kerja langsung dapat dengan mudah ditelusuri dengan akurat ke
bahan baku.
c. Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik
merupakan biaya tidak langsung produk. Salah satu biaya overhead
pabrik adalah biaya penyusutan pabrik. Karena biaya overhead pabrik
14
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
merupakan biaya tidak langsung produk, maka tidak dapat secara
langsung dibebankan ke produk.
Pembebanan Biaya Overhead Pabrik Atas Dasar Tarif yang
Ditentukan di Muka
Menurut Mulyadi (2005: 196), pembebanan biaya overhead pabrik
atas dasar biaya yang sesungguhnya terjadi seringkali mengakibatkan
berubah-ubahnya harga pokok per satuan produk yang dihasilkan dari
bulan satu ke bulan yang lain. Apabila biaya overhead pabrik yang
sesungguhnya terjadi dibebankan kepada produk, maka harga pokok
produksi per satuan mungkin akan berfluktuasi karena sebab berikut ini:
a. Perubahan tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan.
b. Perubaan tingkat efisiensi produksi.
c. Adanya biaya overhead pabrik yang terjadinya secara sporadik,
menyebar tidak merata selama jangka waktu setahun.
d. Biaya overhead pabrik tertentu sering terjadi secara teratur pada
waktu-waktu tertentu.
D. Metode Pengumpulan dan Penetapan Harga Pokok Produksi
1. Sistem Periodik
Menurut Harnanto dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Biaya” (1992:
207), dalam sistem periodik aliran biaya pada perusahaan manufaktur dapat
diikhtisarkan seperti dalam gambar 2.1 berikut:
15
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Gambar 2.1
Aliran Biaya, Pada Sistem Periodik
2. Metode Pengumpulan Biaya Produksi
Menurut Mulyadi (2012: 17), pengumpulan kos produksi sangat
ditentukan oleh cara produksi. Secara garis besar, cara memproduksi
produk terbagi dua macam, yaitu produksi atas dasar pesanan dan produksi
massa. Perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan akan melakukan
proses produksi hanya jika ada pesanan yang diterima dari pihak luar.
Perusahaan yang berproduksi secara massal akan akan berproduksi untuk
memenuhi persediaan gudang. Ada dua sistem akuntansi biaya yang biasa
digunakan dalam pengumpulan harga pokok produksi, yaitu metode harga
16
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
pokok pesanan/Job Order Costing Method dan metode harga pokok
proses/Process Costing Method.
a. Metode Harga Pokok Pesanan/Job Order Costing Method
Metode
ini
biasanya
digunakan
oleh
perusahaan
yang
melaksanakan kegiatan produksinya atas dasar pesanan. Dalam metode
ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan kos
produksi per satuan produk yang dihasilkan untuk memenuhi pesanan
tersebut
dengan
jumlah
satuan
produk
dalam
pesanan
yang
bersangkutan (Mulyadi, 2005: 17).
Karakteristik metode harga pokok pesanan
a. Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan
spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga
pokok produksinya secara individual.
b. Biaya produksi harus digolongakn berdasarkan hubungannya dengan
produk menjadi dua kelompok berikut ini: biaya produksi langsung
dan biaya produksi tidak langsung.
c. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung, sedangkan biaya tidak langsung disebut
dengan istilah biaya overhead pabrik.
d. Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga pokok
produksi pesanan tertentu berdasarkan biaya yang sesungguhnya
17
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan kedalam
harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
e. Harga pokok produksi per unit dihitung pada saat pesanan selesai
diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang
dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang
dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.
b. Metode Harga Pokok Proses/Process Costing Method
Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang
berproduksi secara massal. Dalam metode ini biaya-biaya produksi
dikumpulkan untuk periode tertentu dan kos produksi per satuan produk
yang dihasilkan dalam periode tersebut dihitung dengan cara membagi
total biaya produksi untuk periode tersebut dengan jumlah satuan
produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan (Mulyadi,
2005: 17).
Karakeristik Metode Harga Pokok Proses
a. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar.
b. Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama.
c. Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi
yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu
tertentu.
18
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3. Metode Penentuan Biaya Produksi
Menurut Mulyadi (2012: 17), metode penentuan kos produk adalah
cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produksi. Dalam
memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produk terdapat dua
pendekatan yaitu metode full costing dan variable costing.
a. Full Costing Method
Metode full costing adalah metode penentuan kos produk yang
memperhitungkan semua biaya produksi ke dalam kos produksi, yang
terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap. Dengan
demikian kos produksi menurut metode full costing terdiri dari unsur
biaya produksi berikut ini.
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Overhead Pabrik Variabel
Biaya Overhead Pabrik Tetap
Rp xx
Rp xx
Rp xx
Rp xx +
Kos Produk
Rp xx
Kos produk yang dihitung dengan pendekatan full costing terdiri
dari unsur kos produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap)
ditambah
dengan
biaya
nonproduksi
administrasi dan umum).
19
(biaya
pemasaran,
biaya
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Menurut Ony, Sri, dan Donny (2011: 66), dalam full costing,
biaya overhead pabrik baik yang berperilaku tetap maupun variabel
dibebankan kepada produk yang diproduksi atas dasar tarif yang
ditentukan dimuka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead
pabrik yang sesungguhnya. Oleh karena itu biaya overhead pabrik tetap
akan melekat pada harga pokok persediaan produk dalam proses akhir
dan persediaan produk jadi yang belum laku dijual, dan barang dianggap
sebagai biaya (unsur harga pokok penjualan) apabila produk tersebut
telah dijual.
b. Variable Costing Method
Menurut Mulyadi
merupakan
metode
(2012, 18), metode
penentuan
kos
variable costing
produksi
yang
hanya
memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam
kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Dengan demikian kos
produksi menurut metode variable costing terdiri dari unsur biaya
produksi berikut ini:
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Overhead Pabrik Variabel
Rp xx
Rp xx
Rp xx +
Kos Produk
Rp xx
Menurut Mulyadi (2012: 19), kos produk yang dihitung dengan
pendekatan variable costing terdiri dari unsur kos produksi variabel
20
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
(biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead
pabrik variabel) ditambah dengan biaya nonproduksi variabel (biaya
pemasarann variabel dan biaya administrasi umum variabel) dan biaya
tetap (biaya overhead pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya
administrasi dan umum tetap).
Menurut Ony, Sri, dan Donny (2011: 67), dalam metode variable
costing, biaya overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai period costs
dan bukan unsur harga pokok produk sehingga biaya overhead pabrik
tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya. Dengan
demikian biaya overhead tetap di dalam metode variable costing tidak
melekat pada persediaan produk yang belum laku dijual, tetapi langsung
dianggap sebagai biaya dalam periode terjadinya.
Berdasarkan Harnanto dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Biaya”
(1992: 207), dalam sistem periodik aliran biaya pada perusahaan manufaktur
dapat diikhtisarkan bahwa harga pokok produk dimasukkan ke dalam proses
produksi atau yang dalam buku “Akuntansi Biaya” milik Mulyadi (2012: 17),
disebut juga dengan kos produk merupakan hasil penjumlahan dari biaya
bahan baku, biaya overhead pabrik dan biaya tenaga kerja langsung.
Sementara harga pokok produksi dihasilkan dihitung dengan menambahkan
produk dalam proses awal periode dan dikurangkan dengan produk dalam
proses akhir periode.
21
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Penjelasan di atas dapat diringkas seperti dalam rumus dibawah ini:
Harga Pokok Produk Dimasukkan ke Dalam Proses
Produk Dalam Proses Awal Periode
Harga Pokok Produk dalam Proses
Produk Dalam Proses Akhir Periode
Rp xx
Rp xx +
Rp xx
Rp xx _
Harga Pokok Produk Dihasilkan
Rp xx
E. Perbedaan Hasil dalam Metode Full Costing dengan Variable Costing
Pada dasarnya, perbedaan kedua metode tersebut terletak pada waktu
(timing) perlakuan fixed overhead cost. Variable costing, beranggapan bahwa
fixed overhead cost harus segera dibebankan pada periode terjadinya. Namun
tidak demikan dengan absorption costing, fixed overhead cost harus
dibebankan dan dikurangkan dari pendapatan untuk setiap unit yang terjual.
Setiap unit produk yang tidak terjual (terdapat fixed overhead cost yang
melekat pada unit produk) akan dilekatkan di persediaan dan akan dibawa ke
periode berikutnya sebagai aset. Perubahan persediaan merupakan poin kunci
untuk memahami perbedaan kedua metode ini.
1. Dengan menggunakan full costing
a. Biaya overhead pabrik baik yang variabel maupun yang tetap,
dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka
pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead yang
sesungguhnya.
22
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
b. Selisih biaya overhead pabrik akan timbul apabila BOP yang
dibebankan berbeda dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya
terjadi.
2. Dengan menggunakan variable costing
a. Biaya overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai period costs dan
bukan sebagai unsur harga pokok produk, sehingga biaya overhead
pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.
b. Dalam kaitannya dengan produk yang belum laku dijual, BOP tetap
tidak melekat pada persediaan tersebut tetapi langsung dianggap sebagai
biaya dalam periode terjadinya.
Penundaan pembebanan suatu biaya hanya bermanfaat jika dengan
penundaan tersebut diharapkan dapat dihindari terjadinya biaya yang sama
periode yang akan datang.
F. Sistem Harga Pokok Taksiran
Sistem harga pokok taksiran adalah salah satu sistem harga pokok
yang ditentukan di muka untuk mengolah produk atau jasa tertentu dengan
jalan menentukan besarnya taksiran biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik yang diperlukan untuk mengolah produk
atau jasa di waktu yang akan datang.
Pembebanan harga pokok sesungguhnya adalah pembebanan harga
pokok kepada produk sesuai dengan harga pokok yang sesungguhnya
23
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dinikmati. Sistem harga pokok sesungguhnya memiliki kelemahan sebagai
berikut:
1. Harga pokok produk baru dapat dihitung pada akhir periode setelah biaya
sesungguhnya dapat dikumpulkan.
2. Sistem ini hanya bermanfaat untuk penentuan harga pokok produk,
sedangkan untuk tujuan pengendalian biaya dan sebagai dasar
pengambilan keputusan tidak dapat menyajikan informasi yang memadai
disebabkan:
a. Tidak ada alat untuk mengukur prestasi pelaksanaan sehingga tidak
dapat dilakukan pengukuran terhadap daya guna danhasil guna yang
dicapai.
b. Untuk pengambilan keputusan diperlukan informasi biaya yang
diperkirakan akan terjadi untuk menghasilkan produk atau pesanan.
Data yang disajikan oleh sistem harga pokok sesungguhnya sudah
terlambat atau tidak relevan dengan tujuan tersebut.
G. Harga Jual
Menurut Samryn (2012: 38), harga merupakan salah satu jenis
informasi penting yang diterima pelanggan tentang suatu produk. Penetapan
harga juga berhubungan dengan seluruh tujuan jangka pendek dan sasaran
jangka panjang sebuah perusahaan.
1.
Pentingnya penentuan harga jual (pricing) yang baik
24
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Menurut Gunawan (2011: 112), kelangsungan hidup suatu
perusahaan dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh keputusan
pricing ini, karena harga jual produk akan mempengaruhi:
a. Kesediaan pembeli untuk menggunakan produk perusahaan.
b. Daya saing perusahaan menghadapi pesaing-pesaingnya.
c. Tingkat penghasilan, biaya dan laba perusahaan.
2.
Metode penetapan mark up
Menurut Samryn, (2012: 352), mark up adalah selisih antara harga
jual suatu produk atau jasa dengan harga pokoknya. Selisih ini biasanya
dinyatakan sebagai persentase dari biaya yang dapat diperhitungkan. Dua
pendekatan yang dapat digunakan adalah penetapan mark up atas biaya
variabel, dan mark up atas biaya penuh. Jika target harga jual didasarkan
pada sejumlah biaya maka pendekatan ini disebut metode harga jual
berdasarkan
biaya
plus.
Berikut
adalah
menentukan mark up:
a.
Mark up: Harga Pokok Produk/Cost Plus
b.
Mark up: Beban Pemakaian Bahan
25
metode-metode
dalam
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
c.
Mark up: Beban Pemakaian Bahan dan Waktu
Sesuai dengan namanya yang diperhitungkan sebagai elemen biaya
dalam metode ini adalah nilai dari komponen waktu tersebut dan nilai
bahan langsung seperti suku cadang yang dikonsumsi dalam
produksi. Komponen waktu biasanya dinyatakan sebagai tarif tenaga
kerja per jam. Tarif ini dihitung dengan menambahkan secara
bersama-sama tiga elemen harga jual yang terdiri dari:
Biaya tenaga kerja langsung
Cadangan untuk biaya penjualan, biaya administrasi dan umum
organisasi.
Cadangan untuk laba yang diinginkan per jam tenaga kerja.
d.
Mark up Modal Terpakai: Harga Pokok Penuh
e.
Mark up Modal Terpakai: Harga Pokok Variabel
26
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan memproses
produknya berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan.
Dengan demikian biaya produksi pesanan yang satu akan berbeda dengan
biaya produksi yang lain, tergantung pada spesifikasi pesanaan yang
dikehendaki pemesan. Oleh karena itu harga jual yang dibebankan kepada
pemesan sangat ditentukan oleh besarnya biaya produksi yang akan
dikeluarkan untuk memproduksi pesanan tersebut. Formula untuk
menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan adalah
sebagai berikut:
Taksiran biaya produksi untuk pesanan
Rp xx
Taksiran biaya nonproduksi yang dibebankan kepada pemesan Rp xx +
Taksiran total biaya pesanan
Laba yang diinginkan
Rp xx
Rp xx +
Taksiran harga jual yang dibebankan kepada pemesan
Rp xx
Dari formula tersebut terlihat bahwa informasi taksiran biaya
produksi yang akan dikeluarkan untuk memproduksi pesanan yang
diinginkan oleh pemesan dipakai sebagai salah satu dasar untuk
menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan.
Untuk menaksir biaya produksi yang akan dikeluarkan dalam
memproduksi pesanan tertentu perlu dihitung unsur-unsur berikut ini:
27
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
a. Taksiran biaya bahan baku
b. Taksiran biaya tenaga kerja langsung
c. Taksiran biaya overhead pabrik
Taksiran Biaya Produksi
3.
Rp xx
Rp xx
Rp xx
+
Rp xx
Menentukan harga jual dengan cost plus pricing
Menurut Samryn (2012: 353), cara menentukan harga jual yang
paling sederhana adalah menambahkan sejumlah mark up atas harga
pokok produk yang akan dijual. Sesuai dengan elemennya pendekatan ini
disebut dengan cost plus mark up. Mark up ditetapkan dengan formula
umum berikut ini:
Sehingga harga jual dengan cost plus pricing adalah:
Menurut Mulyadi (1992: 265), dalam penentuan harga jual,
taksiran biaya penuh yang secara langsung berhubungan dengan volume
produk dipakai sebagai dasar penentuan harga jual, sedangkan taksiran
biaya penuh yang tidak dipengaruhi oleh volume produk ditambahkan
kepada laba yang diharapkan untuk kepentingan persentase mark up.
28
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode studi kasus (case study).
Dimana penelitian dipusatkan pada suatu obyek tertentu. Kesimpulan yang
diambil hanya akan berlaku terbatas untuk obyek yang diteliti.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilaksanakan di UKM Langgeng Roti, Pandanrejo, Klaten
Tengah, Klaten 57413.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2015
3. Periode Pengamatan
Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil sampel pada periode
pengamatan tahun 2014.
C. Subjek dan Objek Penelitian
Subyek penelitian: Pimpinan Perusahaan.
Obyek Penelitian: Elemen-elemen biaya dan penentuan besarnya harga pokok
produk.
29
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Wawancara
Data yang dikumpulkan melalui interaksi secara langsung dengan pemilik
perusahaan dengan mengadakan tanya jawab guna memperoleh data yang
diperlukan. Data yang akan dikumpulkan adalah:
a. Sejarah singkat perusahaan
b. Struktur organisasi perusahaan
c. Proses produksi roti.
2. Dokumentasi
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi.
Dari teknik ini, data yang akan dikumpulkan adalah:
a. Gambaran umum perusahaan.
b. Data biaya produksi roti yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja, dan biaya overhead pabrik selama tahun 2014.
c. Penghitungan harga pokok produksi roti selama tahun 2014.
d. Data persentase mark up yang diharapkan selama tahun 2014.
e. Data lain yang relevan dengan penelitian selama tahun 2014.
E. Teknik Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis dengan langkahlangkah sebagai berikut:
30
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1.
Analisis rumusan masalah pertama akan dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
a. Mendeskripsikan penentuan harga pokok produksi menurut perusahaan
dengan menggunakan data penentuan harga pokok produk milik
perusahaan.
b. Mendeskripsikan penentuan harga pokok produksi menggunakan metode
full costing dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menghitung biaya aktual bahan baku tahun 2014.
2) Menghitung biaya aktual tenaga kerja tahun 2014.
3) Menghitung biaya aktual overhead pabrik variabel dan biaya overhead
pabrik tetap tahun 2014.
4) Menghitung kos produk selama tahun 2014 dengan metode full costing
seperti di bawah ini:
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Overhead Pabrik Variabel
Biaya Overhead Pabrik Tetap
Rp xx
Rp xx
Rp xx
Rp xx
Kos Produk/Biaya Produksi
Rp xx
Produk dalam Proses Awal Periode
Harga Pokok Produksi dalam Proses
Produk Dalam Proses Akhir Periode
Rp xx +
Rp xx
Rp xx _
Harga Pokok Produksi Dihasilkan
Rp xx
+
5) Menghitung taksiran harga pokok produksi tahun 2015 dengan asumsi
akan ada kenaikan untuk biaya produksi.
31
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
c. Membuat tabel perbandingan harga pokok produksi tahun 2014 menurut
perusahaan dengan dengan menurut metode full costing.
2.
Analisis rumusan masalah kedua akan dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
a. Mendeskripsikan penentuan harga jual produk menurut perusahaan dengan
menggunakan data penentuan harga jual menurut perusahaan.
b. Mendeskripsikan penentuan harga jual dengan menggunakan metode cost
plus pricing dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menghitung Harga Pokok Penjualan tahun 2014 seperti di bawah ini:
Harga Pokok Produk Dihasilkan
Produk Jadi Awal Periode
Produk Tersedia untuk Dijual
Produk Jadi Akhir Periode
Rp xx
Rp xx
Rp xx
Rp xx
Harga Pokok Penjualan
Rp xx
+
_
2) Menghitung persentase mark up atas dasar Harga Pokok Produk dengan
rumus di bawah ini:
3) Menentukan harga jual dengan cost plus pricing, dengan rumus di
bawah ini:
32
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
c. Membuat tabel perbandingan taksiran harga jual tahun 2015 menurut
perhitungan perusahaan dan dengan menurut metode cost plus pricing.
33
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat Perusahaan
Langgeng Roti merupakan usaha yang didirikan oleh Bapak Rosi bersama
dengan istrinya pada bulan Februari tahun 2002 yang berlokasi di Jalan Bali, Gg.
Romong No. 2 Pandanrejo, Klaten. Pada awal produksinya UKM Langgeng Roti
masih belum sebesar seperti sekarang. Awalnya usaha ini hanya mencoba
keberuntungan memproduksi roti tawar untuk roti bakar yang banyak diminiati
oleh konsumen pada waktu itu. Melihat peluang yang lumayan besar untuk bisnis
roti bakar di Klaten, maka Bapak Rosi mulai mempromosikan usahanya ini
melalui mulut ke mulut.
Usaha pembuatan roti tawar yang seaat ini sudah berjalan sekitar 13 tahun
ini seiring dengan berjalannya waktu, usaha roti tawar ini semakin berkembang.
UKM Langgeng Roti tidak hanya memproduksi roti tawar, namun juga mulai
menjual berbagai isian untuk roti bakar seperti meises, keju, dan aneka selai roti.
UKM ini pun tidak hanya melayani pesanan roti tawar yang diterima tapi juga
menerima pesanan roti keju bila ada yang menginginkan. Jumlah pelanggan yang
dimiliki pun semakin bertambah. Hingga sekarang sudah memiliki sekitar 15
pelanggan yang pasti memesan untuk setiap harinya.
Selama 13 tahun menjalankan usaha ini bukanlah hal yang mudah bagi
Langgeng Roti. Seperti kebanyakan usaha pada umumnya, UKM Langgeng Roti
34
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
juga mengalami banyak kendala dalam menjalankan serta mempertahankan
bisnisnya. Seperti harga bahan baku yang terus melambung tinggi, banyaknya
pesaing, serta cuaca yang tidak pasti.
B. Lokasi Perusahaan
UKM Langgeng Roti terletak di Jalan Bali, Gg. Romong No. 2, Pandanrejo,
Klaten Tengah, Klaten.
C. Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan
1. Visi Perusahaan
a. Mendapatkan
keuntungan
sebanyak
mungkin
dengan
tidak
mengesampingkan nilai gizi pada roti yang diproduksi.
b. Menjadi usaha roti yang selalu berkembang dan menjadi kepercayaan
masyarakat.
2. Misi Perusahaan
a. Mempersembahkan
produk
dan
pelayanan
terbaik
dengan
tetap
mempertahankan tradisi.
b. Menyajikan roti yang berkualitas baik serta selalu konsisten untuk menjaga
kepercayaan konsumen atas kualitas roti dari generasi ke generasi.
3. Tujuan Perusahaan
Tujuan awal dari UKM Langgeng roti ini adalah dapat memenuhi
kebutuhan kehidupan sehari-hari keluarga. Namun seiring berjalannya waktu
tujuan perusahaan pun beralih menjadi mengembangkan kreatifitas dalam
mengembangkan aneka jenis roti yang diproduksi dan juga selalu berusaha
35
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Dengan demikian bisnis
roti tawar pun akan selalu terjalin.
D. Struktur Organisasi Perusahaan
UKM Langgeng Roti tidak memiliki struktur organisasi formal. Usaha
yang dijalankan oleh Bapak Rosi beserta istrinya ini memiliki 5 orang karyawan
yang setiap harinya membantu proses produksi dari awal hingga akhir. Secara
keseluruhan proses produksi dipantau oleh Bapak Rosi dan istrinya. Semua yang
terkait dengan jumlah produksi, bahan baku, serta harga jual tergantung pada
kebijakan Bapak Rosi sendiri selaku pemilik UKM tersebut.
E. Proses Produksi
UKM Langgeng Roti menerima pesanan dan memproduksi sendiri pesanan
yang diterima. Setiap harinya usaha ini mampu memproduksi hingga 450 roti.
Namun jumlah produksi tersebut bersifat fluktuatif karena tergantung pada
jumlah pesanan yang diterima pada malam sebelumnya. Tempat produksi
menyatu dengan rumah pemilik bisnis tersebut, tidak terlalu besar namun sudah
cukup untuk menjalankan usaha tersebut. Di dalam pabrik tersebut terdapat
beberapa alat yang digunakan untuk proses produksi seperti, mixer, oven dua
pintu, dan loyang cetakan sebanyak 216 unit.
Proses pembuaan roti tersebut terdiri dari beberapa tahapan proses.
Pertama-tama semua bahan baku seperti tepung terigu, gula, mentega, dry yeast
atau ragi, bread improver atau pengempuk roti, dan juga garam akan dicampur
ke dalam mixer. Secara perlahan-lahan adonan akan diaduk dengan sedikit demi
36
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
sedikit memasukan 14 liter air (2 ember hitam kecil). Pengadukan akan terus
dilakukan hingga adonan menjadi kalis. Tunggu ±1 jam hingga adonan
mengembang. Selanjutnya adonan akan dipindahkan ke wadah sementara
sebelum dicetak ke dalam loyang, masing-masing cetakan memiliki berat 300
gram. Setelah ditimbang adonan tidak segera dimasukkan kedalam loyang tapi
harus ditunggu ±15 menit terlebih dahulu. Sekiranya sudah 15 menit, masingmasing adonan tersebut akan dimasukkan kedalam loyang yang sudah diolesi
dengan mentega sebelumnya. Adonan yang dimasukkan tidak akan segera
memenuhi loyang, oleh karena itu perlu ditunggu lagi ±1,5 jam hingga fermentasi
full (adonan mengembang hingga mmenuhi loyang). Setelah adonan terjadi
fermentasi full maka bisa segera dimasukkan kedalam oven yang telah
dipanaskan sebelumnya ±15 menit. Tahapan terakhir dari proses produksi di
UKM Langgeng roti adalah tahap pengemasan. Roti yang sudah matang akan
dikeluarkan dari oven dan diletakan diatas meja. Setelah dirasa roti sudah tidak
terlalu panas, maka roti siap untuk dikemasi dengan plastik yang berukuran 20 ×
35 cm.
37
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data
1. Perbedaan Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan dengan
Metode Full Costing
a. Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan
Jumlah penjualan roti tawar selama tahun 2014 selalu mengalami
perubahan setiap bulannya. Tingkat permintaan dari konsumen yang
terus berubah-berubah disebabkan karena iklim yang terus berubahubah. Data penjualan yang terjadi di perusahaan dapat dilihat dalam
tabel 5.1.
Tabel 5.1
Data Penjualan Tahun 2014
Produksi
Bulan
(Unit)
Januari
13.500
Februari
13.240
Maret
13.260
April
13.155
Mei
13.145
Juni
13.130
Juli
13.135
Agustus
13.135
September
13.330
Oktober
13.400
November
13.450
Desember
13.500
TOTAL
159.380
Sumber: UKM Langgeng Roti
38
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Dari tabel di atas dapat kita lihat setiap bulannya perusahaan mampu menjual
roti hingga diatas angka 13.000 unit. Penjualan tertinggi terjadi pada bulan
Januari dan Desember karena pada bulan tersebut terdapat hari raya yang
dirayakan semua orang yaitu tahun baru dan perayaan natal. Mengingat produk
yang ditawarkan adalah roti tawar untuk roti bakar sehingga banyak diminati
masyarakat untuk sekedar teman berkumpul bersama keluarga di hari raya.
Penjualan terendah terjadi pada bulan Juni, pada bulan ini diyakini banyak
konsumen yang sedang berhemat untuk menyiapkan pendidikan anak-anaknya,
namun walaupun demikian jumlah penjualan kembali mengalami peningkatan
pada bulan-bulan berikutnya.
1) Biaya Produksi Menurut Perusahaan Tahun 2014
Komponen biaya untuk menentukan harga pokok produksi adalah biayabiaya yang digunakan dalam proses produksi roti tawar. Dalam
penghitungan harga pokok produksi, cara yang digunakan oleh perusahaan
masih sederhana. Hasil dari penghitungan harga pokok produksi ini
nantinya tidak hanya akan digunakan sebagai dasar untuk penentuan harga
jual namun juga digunakan untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh
perusahaan selama tahun 2014.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data selama tahun 2014,
selama tahun tersebut perusahaan setiap harinya mampu memproduksi
hingga ±450 roti tawar. Berikut ini adalah rincian biaya yang digunakan
untuk memproduksi roti tawar selama tahun 2014.
39
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
a) Biaya Bahan Baku Tahun 2014
Perusahaan menggunakan beberapa bahan baku dalam proses produksi roti
tawar. Bahan baku tersebut antara lain terigu, mentega, gula pasir, bread
yeast/ragi, bread improver/pengempuk roti, serta garam. Data biaya bahan baku
yang digunakan oleh perusahaan selama tahun 2014 dapat dilihat dalam tabel 5.2.
Tabel 5.2
Biaya Bahan Baku UKM Langgeng Roti Tahun 2014
Bahan Baku
Harga (Rp)
Nama
/Satuan
Terigu
7000/kg
Mentega
10.000/kg
Gula Pasir
10.800/kg
5000/plastk
Dry Yeast
(3ons)
2500/plastk
Bread Impr
(2gr)
Garam
1000/buah
Total
Sub Total
Sumber: UKM Langgeng Roti
Januari
Februari
Maret
Kuantitas
2250 kg
150 kg
150 kg
Biaya (Rp)
15.750.000
1.500.000
1.620.000
Kuantitas
2225 kg
147 kg
147,5 kg
Biaya (Rp)
15.575.000
1.470.000
1.593.000
Kuantitas
2200 kg
148 kg
147 kg
Biaya (Rp)
15.400.000
1.480.000
1.587.600
180 ons
300.000
177 ons
295.000
177 ons
295.000
180 gram
150 buah
225.000
150.000
19.545.000
178 gram
148 buah
222.500
148.000
19.303.500
176 gram
147 buah
220.000
147.000
19.129.600
57.978.100
Tabel 5. 2
Biaya Bahan Baku UKM Langgeng Roti Tahun 2014 (Lanjutan)
Bahan Baku
Harga (Rp)
Nama
/Satuan
Terigu
Mentega
Gula Pasir
Dry Yeast
Bread Impr
Garam
April
Kuantitas
Mei
Biaya (Rp)
Kuantitas
Juni
Biaya (Rp)
Kuantitas
Biaya (Rp)
7000/kg
2200 kg
15.400.000
2175 kg
15.225.000
2200 kg
15.400.000
10.000/kg
146 kg
1.460.000
146 kg
1.460.000
146 kg
1.460.000
10.800/kg
5000/plastik
(3ons)
2500/plastik
(2gram)
146,5 kg
1.582.200
146 kg
1.576.800
147 kg
1.587.600
177 ons
295.000
177 ons
295.000
171 ons
285.000
176 gram
220.000
174 gram
217.500
176 gram
220.000
1000/buah
146 buah
146.000
146 buah
146.000
146 buah
Total
19.103.200
Sub Total
Sumber: UKM Langgeng Roti
18.920.300
146.000
19.098.600
57.122.100
40
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 5.2
Biaya Bahan Baku UKM Langgeng Roti Tahun 2014 (Lanjutan)
Bahan Baku
Juli
Agustus
Harga (Rp)
Nama
/Satuan
Kuantitas Biaya (Rp) Kuantitas Biaya (Rp)
Terigu
7000/kg
2175 kg 15.225.000
2200 kg 15.400.000
Mentega
10.000/kg
146 kg
1.460.000
146 kg
1.460.000
Gula
Pasir
10.800/kg
145 kg
1.566.000
145,5 kg
1.571.400
Dry
5000/plastik
Yeast
(3ons)
177 ons
295.000
174 ons
290.000
Bread
2500/plastik
Impr
(2gram) 176 gram
220.000 174 gram
217.500
Garam
1000/buah 146 buah
146.000 146 buah
146.000
Total
18.912.000
19.084.900
Sub Total
September
Kuantitas
2225 kg
148 kg
Biaya (Rp)
15.575.000
1.480.000
148,5 kg
1.603.800
177 ons
295.000
178 gram
148 buah
222.500
148.000
19.324.300
57.321.200
Sesuai dengan data penjualan milik perusahaan (tabel 5.1), maka biaya bahan
baku untuk bulan Januari dan Februari adalah yang tertinggi. Hal ini sesuai
dengan jumlah penjualan pada bulan tersebut. Biaya bahan baku terbesar terdapat
pada terigu sekaligus sebagai bahan pokok utama dan kemudian diikuti dengan
gula pasir, mentega, bread yeast/ragi, bread improver/pengembang roti hingga
garam.
a) Biaya Tenaga Kerja Tahun 2014
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan tidak membagi proses produksinya
kedalam beberapa departemen tertentu. Semua proses produksi dari awal
hingga akhir dilakukan secara bersama-sama oleh karyawannya. Proses
produksi baru akan dimulai jika bahan baku produksi sudah tersedia
seluruhnya.
41
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Upah karyawan yang diberikan oleh perusahaan disesuaikan dengan Upah
Minimum Regional (UMR) setiap tahunnya. Untuk tahun 2014 kota Klaten
memiliki tingkat UMR sebesar Rp1.070.000 dengan jumlah karyawan
sebanyak 5 orang, maka dapat diketahui biaya tenaga kerja langsung untuk
setiap bulannya adalah Rp5.350.000 (Rp1.070.000 × 5 karyawan). Biaya
tenaga kerja perusahaan selama tahun 2014 dapat dilihat dalam tabel 5.3.
Tabel 5.3
Biaya Tenaga Kerja
Perusahaan Tahun 2014
Bulan
Januari
Upah
Rp5.350.000
Februari
5.350.000
Maret
5.350.000
April
5.350.000
Mei
5.350.000
Juni
5.350.000
Juli
5.350.000
Agustus
5.350.000
September
5.350.000
Oktober
5.350.000
November
5.350.000
Desember
5.350.000
TOTAL
Rp64.200.000
Sumber: UKM Langgeng Roti
b) Biaya Overhead Pabrik Tahun 2014
1. Biaya Air Langgeng Roti Tahun 2014
Biaya air perusahaan masih menyatu dengan rumah tangga. Namun dalam
penentuan harga pokok produksi perusahaan menggunakan air sebanyak 6
42
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ember hitam kecil (7 liter/ember) dalam satu hari. Ini berarti dalam satu
hari perusahaan akan membutuhkan ±42 liter dan ±1260 liter (1,26m3)
dalam satu bulan. Pemilik perusahaan menggunakan estimasi harga air
dalam penghitungan harga pokok produksi per m3 adalah Rp3.000. Maka
biaya air untuk setiap bulannya adalah:
Biaya Air = pemakaian (m3) × estimasi tarif air
= 1,26 × 3000
= Rp3.780
Dari hasil perhitungan di atas diketahui biaya air yang diestimasikan
perusahaan untuk setiap bulannya adalah Rp3.780. Biaya air perusahaan
dapat dilihat lebih lengkap pada tabel 5.4.
Tabel 5.4
Biaya Air Langgeng Roti
Tahun 2014
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
TOTAL
Biaya Air
Rp3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
3.780
Rp45.360
Sumber: UKM Langgeng Roti
43
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Biaya Listrik Langgeng Roti Tahun 2014
Biaya listrik yang dikeluarkan oleh pemilik perusahaan selama satu bulan
berkisar ± Rp225.000. Biaya listrik yang dikeluarkan tersebut masih berupa
biaya listrik gabungan antara listrik rumah tangga dengan listrik untuk
perusahaan. Perusahaan mengestimasikan besarnya biaya listrik untuk
rumah tangga adalah 70% dan untuk perusahaan adalah 30%, sehingga
biaya listrik untuk rumah tangga adalah Rp157.500 (Rp225.000×70%) dan
biaya listrik untuk perusahaan sendiri adalah Rp67.500 (Rp225.000×30%).
Biaya listrik perusahan dapat dilihat pada tabel 5.5.
Tabel 5.5
Biaya Listrik Langgeng Roti
Tahun 2014
Bulan
Biaya Listrik
Januari
Rp67.500
Februari
67.500
Maret
67.500
April
67.500
Mei
67.500
Juni
67.500
Juli
67.500
Agustus
67.500
September
67.500
Oktober
67.500
November
67.500
Desember
67.500
TOTAL
Rp810.000
Sumber: UKM Langgeng Roti
3. Biaya Plastik Langgeng Roti Tahun 2014
Biaya plastik yang dikeluarkan oleh perusahaan selama tahun 2014 selalu
berubah-ubah setiap bulannya mengingat biaya plastik di sini adalah biaya
44
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
variabel, yaitu biaya yang besarnya akan berubah mengikuti jumlah unit
yang diproduksi. Perusahaan membeli plastik dalam satuan pack, yang
mana dalam 1pack = 1000 lembar plastik. Harga beli setiap 1 pack plastik
tersebut adalah Rp50.000. Perhitungan biaya plastik perusahaan tahun
2014 dapat dilihat pada tabel 5.6.
Tabel 5.6
Biaya Plastik Langgeng Roti
Tahun 2014
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
TOTAL
Kuantitas
(Pack)
14
13
13
14
13
13
13
13
14
13
13
14
160
Biaya
Per Satuan
Rp50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
Biaya
Rp700.000
650.000
650.000
700.000
650.000
650.000
650.000
650.000
700.000
650.000
650.000
700.000
Rp8.000.000
Sumber: UKM Langgeng Roti
4. Biaya LPG Langgeng Roti Tahun 2014
Biaya LPG yang digunakan oleh perusaahaan merupakan biaya variabel,
semakin banyak jumlah unit yang diproduksi maka semakin tinggi juga
biaya LPG yang dikeluarkan perusahaan. Dalam proses produksi
perusahaan menggunakan gas LPG ukuran 12kg. Berdasarkan informasi
yang diperoleh dari perusahaan, 1 tabung gas bisa dimanfaatkan untuk
memproduksi roti tawar sebanyak 600 unit roti. Perusahaan membeli LPG
45
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
(12kg) dengan harga per tabungnya adalah Rp100.000. Data biaya LPG
perusahan selama tahun 2014 dapat dilihat di dalam tabel 5.7.
Tabel 5.7
Biaya LPG Langgeng Roti
Tahun 2014
Kuantitas
Bulan
(Tabung)
Januari
23
Februari
22
Maret
22
April
22
Mei
22
Juni
22
Juli
22
Agustus
22
September
22
Oktober
23
November
22
Desember
23
Total
267
Biaya per
LPG (12kg)
Rp100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
Biaya
Rp2.300.000
2.200.000
2.200.000
2.200.000
2.200.000
2.200.000
2.200.000
2.200.000
2.200.000
2.300.000
2.200.000
2.300.000
Rp26.700.000
Sumber: UKM Langgeng Roti
Dalam penghitungan harga pokok produksi perusahaan menjumlahkan
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, serta biaya overhead pabrik yang
terdiri dari biaya air, listrik, biaya plastik dan biaya LPG setiap bulannya.
Penghitungan harga pokok produksi menurut perusahaan lebih jelasnya
dapat dilihat dalam tabel 5.8.
46
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 5.8
Harga Pokok Produksi Langgeng Roti Tahun 2014 (Dalam Satuan Rupiah)
BIAYA
Januari
Februari
Maret
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja
April
Sub Total
19.545.000
5.350.000
19.303.500
5.350.000
19.129.600
5.350.000
19.103.200
5.350.000
77.081.300
21.400.000
-Biaya Air
-Biaya Listrik
3.780
67.500
3.780
67.500
3.780
67.500
3.780
67.500
15.120
270.000
-Biaya Plastik
-Biaya LPG
700.000
2.300.000
650.000
2.300.000
650.000
2.300.000
700.000
2.300.000
2.700.000
9.200.000
Biaya Produksi
Produk Dalam Proses Awal
Periode
Harga Pokok Produksi Dalam
Proses
Produk Dalam Proses Akhir
Periode
27.966.280
27.674.780
27.500.880
27.524.480
110.666.420
-
-
27.524.480
110.666.420
-
-
Harga Pokok Produksi Dihasilkan
Juml. Produksi (Unit)
Harga Pokok Produksi/Unit
(Pembulatan)
27.966.280
13.500
27.674.780
13.240
27.500.880
13.260
27.524.480
13.155
110.666.420
53.155
Rp2.072
Rp2.090
Rp2.074
Rp2.092
Biaya Overhead Pabrik
-
-
27.966.280
-
27.674.780
-
27.500.880
-
-
Sumber: UKM Langgeng Roti
Tabel 5.8 (Lanjutan)
Harga Pokok Produksi Langgeng Roti Tahun 2014 (Dalam Satuan Rupiah)
BIAYA
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja
Biaya Overhead Pabrik
-Biaya Air
-Biaya Listrik
-Biaya Plastik
-Biaya LPG
Biaya Produksi
Produk Dalam Proses Awal
Harga Pokok Produksi Dalam
Proses
Produk Dalam Proses Akhir
Harga Pokok Produksi
Dihasilkan
Juml. Produksi (Unit)
Harga Pokok Produksi/Unit
Mei
18.920.300
Juni
19.098.600
Juli
18.912.000
Agustus
19.084.900
Sub Total
76.015.800
5.350.000
5.350.000
5.350.000
5.350.000
21.400.000
3.780
3.780
3.780
3.780
15.120
67.500
650.000
67.500
650.000
67.500
650.000
67.500
650.000
270.000
2.600.000
2.300.000
27.291.580
2.300.000
27.469.880
2.300.000
27.283.280
2.300.000
27.456.180
9.200.000
109.500.920
-
-
27.456.180
109.500.920
-
-
-
-
27.291.580
-
27.469.880
-
-
27.283.280
-
27.291.580
27.469.880
27.283.280
27.456.180
109.500.920
13.145
Rp2.076
13.130
Rp2.092
13.135
Rp2.077
13.135
Rp2.090
52.545
Sumber: UKM Langgeng Roti
47
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 5.8 (Lanjutan)
Harga Pokok Produksi Langgeng Roti Tahun 2014 (Dalam Satuan Rupiah)
BIAYA (Rp)
September
Oktober
November
Desember
Sub Total
TOTAL
Biaya Bahan Baku
19.324.300
19.340.300
19.534.000
19.545.000
77.743.600
230.840.700
Biaya Tenaga Kerja
5.350.000
5.350.000
5.350.000
5.350.000
21.400.000
64.200.000
3.780
3.780
3.780
3.780
15.120
45.360
-Biaya Listrik
67.500
67.500
67.500
67.500
270.000
810.000
-Biaya Plastik
700.000
650.000
650.000
700.000
2.700.000
8.000.000
-Biaya LPG
2.300.000
2.300.000
2.300.000
2.300.000
9.200.000
26.700.000
Biaya Produksi
Produk Dalam
Proses Awal
Harga Pokok
Produksi Dalam
Proses
Produk Dalam
Proses Akhir
Harga Pokok
Produksi
27.745.580
27.771.580
27.905.280
27.966.280
111.418.720
330.596.060
-
-
-
-
-
-
27.745.580
27.771.580
27.905.280
27.966.280
111.418.720
330.596.060
-
-
-
-
-
-
27.745.580
27.771.580
27.905.280
27.966.280
111.418.720
330.596.060
13.330
13.400
13.450
13.500
53.680
159.380
Rp2.081
Rp2.068
Rp2.075
Rp2.072
BOP
-Biaya Air
Jum.Produksi (Unit)
Harga Pokok
Produksi/Unit
Rp2.074
Berdasarkan tabel 5.8 dapat dilihat harga pokok produksi perusahaan selalu
berfluktuasi setiap bulannya, namun meskipun demikian harga pokok produksi
relatif konstan karena selama tahun 2014 selalu berada dikisaran Rp2.000 dan
Rp2.100 dengan rata-rata harga pokok produksi yaitu Rp2.074.
b. Harga Pokok Produksi Menurut Metode Full Costing
1) Biaya Bahan Baku Aktual Tahun 2014
Harga pokok produksi dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh biaya
produksi yaitu biaya bahan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead pabrik. Metode full costing adalah metode yang mengutamakan
48
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
kedetailan dalam setiap penentuan biaya produksi. Biaya bahan baku per unit
untuk setiap kali proses produksinya dapat dilihat pada tabel 5.9 di bawah ini.
Tabel 5.9
Rincian Biaya Bahan Baku Aktual Per Unit
Bahan Baku
Biaya Bahan
Baku/Roti
Kuantitas
Biaya/Satuan
Terigu
75 kg
Rp7.000/kg
Rp525.000
Rp1.166,67
Mentega
5 kg
10.000/kg
50.000
111,11
Gula Pasir
5 kg
10.800/kg
54.000
120,00
Dry Yeast
6 ons
1.667/ons
10.000
22,22
Bread Improver
6 gram
1.667/gram
7.500
16,67
Garam
5 buah
1.000/buah
5.000
11,11
Total
Biaya
Rp651.500
Unit Diproduksi (Unit)
450
BBB Per Unit
Rp1.447,77
Penghitungan harga pokok satuan setiap elemen biaya diatas dilakukan dengan
didasarkan data produksi dalam satu hari. Dalam satu hari perusahaan dapat
memproduksi roti sebanyak 450 roti, sehingga ditampilkan juga kuantitas serta
biaya per satuan bahan baku untuk menghitung biaya per satuan elemen biaya.
Kemudian biaya per satuan elemen biaya tersebut akan dijumlahkan secara
vertikal dan menghasilkan biaya bahan baku per roti yaitu sebesar Rp1.447,77.
2) Biaya Tenaga Kerja Aktual Tahun 2014
Penghitungan biaya tenaga kerja menurut metode full costing menggunakan
data upah tenaga kerja yang sama dengan perusahaan. Ini dikarenakan biaya
tenaga kerja yang diterapkan dalam perusahaan adalah biaya tetap, yang berarti
akan selalu ada pengeluaran yang sama untuk setiap bulannya meskipun jumlah
49
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
produksi setiap harinya selalu berubah-ubah. Biaya tenaga kerja langsung yang
dikeluarkan oleh perusahaan setiap bulannya selama tahun 2014 dapat dilihat di
dalam tabel 5.10.
Tabel 5.10
Biaya Tenaga Kerja Perusahaan Tahun 2014
Bulan
Januari
Upah
Unit
Diproduksi
Rp5.350.000
13.500
Februari
5.350.000
13.240
Maret
5.350.000
13.260
April
5.350.000
13.155
Mei
5.350.000
13.145
Juni
5.350.000
13.130
Juli
5.350.000
13.135
Agustus
5.350.000
13.135
September
5.350.000
13.330
Oktober
5.350.000
13.400
November
5.350.000
13.450
Desember
5.350.000
13.500
Rp64.200.000
159.380
TOTAL
3) Biaya Overhead Pabrik Aktual Tahun 2014
Metode full costing mengharuskan untuk menggunakan semua biaya yang
terkait dalam proses produksi baik biaya variabel maupun non variabel.
Penghitungan biaya overhead pabrik ini tidak hanya memperhitungkan biaya
listrik, air, plastik dan LPG, tapi juga memperhitungkan biaya depresiasi serta
perawatan dan pemeliharaan alat-alat produksi.
50
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
a. Biaya Air Aktual Tahun 2014
Penghitungan biaya air aktual menggunakan penghitungan biaya yang
sesungguhnya dengan menggunakan tarif yang berlaku sesuai dengan
PDAM kota Klaten tahun 2014.
Untuk memproduksi 450 roti dibutuhkan 6 ember hitam kecil (1ember = 7
liter), maka dalam satu hari membutuhkan 42 liter dan dalam satu bulan
membutuhkan 1260 liter (1,26m3). Berdasarkan jumlah air yang dibutuhkan
untuk memproduksi roti sebanyak 450 roti, maka dapat dihitung jumlah air
yang dibutuhkan yaitu sebanyak 0,093 liter/unit roti. Penghitungan biaya air
aktual tahun 2014 dapat dilihat pada tabel 5.11.
Tabel 5.11
Biaya Air Aktual Tahun 2014
Kuantitas
Air/Unit
Unit
Roti
Bulan
Diproduksi
(Liter)
Januari
13.500
0,093
Februari
13.240
0,093
Maret
13.260
0,093
April
13.155
0,093
Mei
13.145
0,093
Juni
13.130
0,093
Juli
13.135
0,093
Agustus
13.135
0,093
September
13.330
0,093
Oktober
13.400
0,093
November
13.450
0,093
Desember
13.500
0,093
TOTAL
159.380
Kuantitas
Air (m3)
1,26
1,23
1,23
1,22
1,22
1,22
1,22
1,22
1,24
1,25
1,25
1,26
14,82
51
Tarif
Air / 10
m3
Rp2.100
2.100
2.350
2.350
2.350
2.350
2.350
2.350
2.350
2.350
2.350
2.350
Biaya Air
Rp2.646
2.583
2.891
2.867
2.867
2.867
2.867
2.867
2.914
2.938
2.938
2.961
Rp34.206
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
b. Biaya Listrik Aktual Tahun 2014
Biaya listrik yang dikeluarkan oleh pemilik perusahaan selama satu bulan
berkisar ± Rp225.000. Biaya listrik tersebut masih masih merupakan
biaya listrik gabungan yaitu untuk rumah tangga dan untuk perusahaan.
Namun walaupun demikian pemilik perusahaan mengestimasikan biaya
listrik yang dikeluarkan khusus untuk perusahaan adalah sebesar 30%
atau sebesar Rp67.500 setiap bulannya, dengan demikian dapat
diperhitungkan tarif listrik yang dialokasikan ke 1 buah roti adalah Rp5,
(Rp67.500/13.500 roti). Biaya listrik aktual diperoleh dari hasil perkalian
tarif listrik per unit roti dengan jumlah unit diproduksi setiap bulannya
selama tahun 2014. Perhitungan biaya listrik aktual untuk lebih jelasnya
dapat dilihat seperti dalam tabel 5.12.
Tabel 5.12
Biaya Listrik Aktual Tahun 2014
Tarif
Unit
Listrik
Bulan
Diproduksi per Unit
Januari
13.500
Rp5
Februari
13.240
5
Maret
13.260
5
April
13.155
5
Mei
13.145
5
Juni
13.130
5
Juli
13.135
5
Agustus
13.135
5
September
13.330
5
Oktober
13.400
5
November
13.450
5
Desember
13.500
5
Total
159.380
52
Biaya Aktual
Listrik
Rp67.500
66.200
66.300
65.775
65.725
65.650
65.675
65.675
66.650
67.000
67.250
67.500
Rp796.900
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
c. Biaya Plastik Aktual Tahun 2014
Perusahaan menggunakan plastik dalam proses produksi tahap akhir yaitu
untuk membungkus roti tawar yang sudah jadi sebelum akhirnya dijual
kepada konsumen. Harga untuk 1 pack plastik (1000 lembar) adalah
Rp50.000.
Maka
tarif
plastik
per
unit
roti
adalah
Rp50
(Rp50.000/1000lbr). Biaya plastik aktual setiap bulannya diperoleh dari
hasil perkalian biaya plastik per unit roti dengan jumlah unit diproduksi
setiap bulannya. Perhitungan biaya plastik lebih jelasnya dapat dilihat
pada tabel 5.13.
Tabel 5.13
Biaya Plastik Aktual Tahun 2014
Unit
Diproduksi
Tarif
Plastik per
Unit
Januari
13.500
Rp50
Rp675.000
Februari
13.240
50
662.000
Maret
13.260
50
663.000
April
13.155
50
657.750
Mei
13.145
50
657.250
Juni
13.130
50
656.500
Juli
13.135
50
656.750
Agustus
13.135
50
656.750
September
13.330
50
666.500
Oktober
13.400
50
670.000
November
13.450
50
672.500
Desember
13.500
50
675.000
Bulan
Total
159.380
Biaya
Aktual
Plastik
Rp7.969.000
53
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
d. Biaya LPG Aktual Tahun 2014
Biaya LPG ini dihitung berdasarkan informasi yang diperoleh dari
perusahaan. Menurut perusahaan satu tabung gas (12kg) bisa digunakan
untuk mengolah adonan hingga 4 karung (100kg tepung). Penghitungan
biaya LPG secara lebih rinci disajikan dalam tabel 5.14.
Tabel 5.14
Biaya LPG Aktual per Unit Tahun 2014
Tepung
100kg
Unit (roti)
Diproduksi
600 unit
Harga
Per LPG
Rp100.000
Tarif LPG
Per Unit
Rp166,67
Dari hasil perhitungan tabel 5.16 dapat kita lihat tarif LPG untuk per roti
adalah Rp166,67. Berdasarkan tarif LPG per roti tersebut kemudian
dihitung tarif LPG sesungguhnya selama tahun 2014 yaitu dengan cara
mengalikan tarif LPG tersebut dengan jumlah produksi setiap bulannya
selama tahun 2014. Biaya LPG aktual per roti dapat dilihat pada tabel
5.15.
Tabel 5.15
Biaya LPG Aktual Tahun 2014
Bulan
Jum. Produksi
Januari
13.500
Februari
13.240
Maret
13.260
April
13.155
Mei
13.145
Juni
13.130
Juli
13.135
Agustus
13.135
September
13.330
Oktober
13.400
November
13.450
Desember
13.500
Total
159.380
Tarif LPG per Unit
Rp166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
166,67
54
Biaya Aktual LPG
Rp2.250.045
2.206.711
2.210.044
2.192.544
2.190.877
2.188.377
2.189.210
2.189.210
2.221.711
2.233.378
2.241.712
2.250.045
Rp26.563.865
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
e. Biaya Depresiasi Alat Produksi
Selama menjalankan bisnisnya perusahaan mengklasifikasikan alat
produksi sebagai modal awal perusahaan, sehingga perusahaan tidak
memperhitungkan biaya depresiasi dan juga biaya perawatan alat
produksi. Alat-alat yang digunakan oleh perusahaan di dalam proses
produksi antara lain mixer, oven, dan loyang cetakan.
Biaya depresiasi tahun 2015 digunakan untuk menghitung harga pokok
produksi taksiran menurut metode full costing. Berikut ini rumus
penghitungan biaya depresiasi alat produksi.
Berdasarkan rumus hitungan di atas maka dapat diketahui biaya
depresiasi
untuk
masing-masing
alat
produksi
setiap
tahunnya.
Penghitungan biaya depresiasi alat-alat produksi dapat dilihat di dalam
tabel 5.16.
Tabel 5.16
Biaya Depresiasi Alat Produksi
Tahun
Alat
Perolehan
Harga Perolehan
Mixer
2009
5.500.000
Oven
2009
5.000.000
Loyang
2002
2.000.000
Total
55
Usia
Ekonomis
10 tahun
8 tahun
15 tahun
Biaya
Depresiasi
Rp550.000
625.000
133.133
Rp1.308.133
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
f. Biaya Pemeliharaan dan Perawatan Alat Produksi
Perusahaan tidak pernah lupa untuk selalu memperhatikan kondisi alatalat yang digunakan dalam proses produksi. Biaya pemeliharaan alat
produksi adalah biaya yang digunakan untuk merawat maupun
memperbaiki alat produksi yang sedang rusak. Namun meskipun
perusahaan mengakui adanya biaya pemeliharaan, perusahaan tetap tidak
memasukkan biaya pemeliharaan ke dalam biaya produksi.
Beberapa kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan oleh
perusahaan misalnya membersihkan alat-alat produksi yang digunakan
melumasi mesin dengan oli hingga penggantian suku cadang mesin.
Biaya pemeliharaan dan perawatan untuk masing-masing alat produksi
yang digunakan dapat dilihat pada tabel 5.17.
Tabel 5.17
Biaya Pemeliharaan
dan Perawatan Alat Produksi
Tahun 2014
Biaya
Alat Produksi Pemeliharaan
Mixer
Rp300.000
Oven
480.000
Loyang
320.000
TOTAL
Rp1.100.000
Sumber: UKM Langgeng Roti
Penghitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing
berbeda dengan metode yang digunakan oleh perusahaan. Dalam metode full costing
56
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
semua biaya yang digunakan dalam proses produksi akan diklasifikasikan sebagai
biaya produksi, baik biaya variabel maupun non variabel.
Dalam penghitungan harga pokok produksi dengan metode full costing, ada beberapa
biaya yang tidak digunakan oleh perusahaan namun akan digunakan oleh peneliti.
Biaya-biaya tersebut antara lain biaya depresiasi dan biaya pemeliharaan alat
produksi yang sebelumnya sudah diperhitungkan rinciannya terlebih dahulu.
Perusahaan sebaiknya juga memperhitungkan harga pokok produksi untuk tahun
depan karena didasarkan berbagai macam pertimbangan-pertimbangan terkait
kebijakan pemerintah, seperti kenaikan BBM bersubsidi serta harga gas LPG yang
diperkirakan akan terus mengalami kenaikan. Berdasarkan berbagai informasi yang
diperoleh tersebut, perusahaan memperkirakan biaya produksi akan mengalami
kenaikan sebesar 25% dari tahun sebelumnya. Di tahun yang akan datang perusahaan
tidak memiliki rencana untuk menaikkan upah tenaga kerja, sehingga biaya tenaga
kerja langsung taksiran akan sama dengan biaya tenaga kerja langsung pada tahun
2014. Harga pokok produksi tahun 2014 dan taksiran harga pokok produksi tahun
2015 dapat dilihat di dalam tabel 5.18.
57
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
c. Perbandingan Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan dengan Menurut
Metode Full Costing
Harga pokok produksi yang dihitung dengan menggunakan metode full costing
menghasilkan angka yang lebih tinggi. Ini
dikarenakan metode full costing
menggunakan biaya depresiasi dan biaya perawatan mesin, sementara menurut
perusahaan kedua biaya tersebut tidak digunakan dalam penghitungan harga pokok
produksi. Perusahaan tidak memperhitungkan biaya depresiasi serta biaya
perawatan alat-alat produksi dikarenakan perusahaan memiliki anggapan bahwa
alat-alat produksi yang digunakan dalam proses produksi adalah modal awal,
sehingga sudah menjadi resiko perusahaan jika alat-alat produksi yang digunakan
mengalami kerusakan. Perbandingan harga pokok produksi menggunakan metode
perusahaan dengan metode full costing dapat dilihat dalam tabel 5.19.
58
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 5.18
Tabel Harga Pokok Produksi Menurut Metode Full Costing Tahun 2014
2014
2015
BIAYA PRODUKSI
(Aktual)
Total
(Taksiran)
Total
Biaya Langsung
Biaya Bahan Baku
-Terigu
185.943.865
232.429.831
-Mentega
17.708.712
22.135.890
-Gula Pasir
19.125.600
23.907.000
-Dry Yeast
3.541.424
4.426.780
-Bread Improver
2.656.865
3.321.081
-Garam
1.770.712
230.747.178
2.213.390
288.433.972
64.200.000
64.200.000
64.200.000
64.200.000
Biaya Tenaga Kerja
-Pengolahan
Biaya Overhead Pabrik
-Air
34.206
42.757
-Listrik
796.900
996.125
-Plastik
7.969.000
9.961.250
-LPG
26.563.865
35.363.971
33.204.831
44.204.963
Biaya Tidak Langsung
Depresiasi Mixer
550.000
550.000
Depresiasi Oven
625.000
625.000
Depresiasi Loyang
133.333
133.333
Perawatan Mixer
300.000
300.000
Perawatan Oven
480.000
480.000
Perawatan Loyang
320.000
Total Biaya Produksi
Barang Dalam Proses Awal
Harga Pokok Produksi Dalam Proses
Barang Dalam Proses Akhir
Harga Pokok Produksi
Unit Diproduksi (Unit)
Harga Pokok Produksi 2014
(Pembulatan)
59
2.408.333
320.000
2.408.333
332.719.482
399.247.268
-
-
332.719.482
399.247.268
-
-
332.719.482
399.247.268
159.380
159.380
2.088
2.505
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 5.19
Perbandingan Harga Pokok Produksi Metode
Perusahaan dengan Metode Full Costing
Full
Tahun
Perusahaan
Costing
Selisih
2014
Rp2.074
Rp2.088
Rp14
2. Perbedaan Harga Jual Menurut Perusahaan dengan Metode Cost Plus
Pricing
a. Harga Jual Menurut Perusahaan
Perusahaan tidak menggunakan besaran persentase mark up tertentu dalam
penetapan harga jual. Selama tahun 2014 perusahaan selalu menjual roti dengan
harga yang relatif konstan, yaitu pada harga Rp2.700/roti. Perusahaan
memperkirakan untuk tahun 2015 akan terjadi kenaikan biaya produksi sebesar
25% dari tahun sebelumnya. Penghitungan harga pokok produksi taksiran tahun
2015 dapat dilihat pada tabel 5.20.
60
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 5.20
Biaya Produksi Perusahaan Taksiran Tahun 2015
BIAYA
Biaya Bahan Baku
BIAYA
PRODUKSI
TAHUN 2014
BIAYA PRODUKSI
TAKSIRAN
TAHUN 2015
Rp230.840.700
Rp288.550.875
64.200.000
64.200.000
45.360
56.700
-Biaya Listrik
810.000
1.012.500
-Biaya Plastik
8.000.000
10.000.000
26.700.000
33.375.000
Biaya Produksi
Produk Dalam Proses Awal
Periode
Harga Pokok Produksi Dalam
Proses
Produk Dalam Proses Akhir
Periode
Harga Pokok Produksi
Dihasilkan
Rp330.596.060
Rp397.195.075
Rp330.596.060
Rp397.195.075
Juml. Produksi (Unit)
Harga Pokok Produksi/Unit
(Pembulatan)
159.380
159.380
Rp2.074
Rp2.492
Biaya Tenaga Kerja
BOP
-Biaya Air
-Biaya LPG
-
-
Rp330.596.060
-
Rp397.195.075
-
Berdasarkan biaya produksi taksiran tahun 2015 dan dengan pertimbangan
besarnya laba yang diinginkan, maka dapat ditentukan besarnya harga jual roti
untuk tahun 2015. Perusahaan mengharapkan mendapatkan laba sebesar
Rp105.000.000, namun walaupun demikian perusahaan tidak mengharuskannya
karena mengingat adanya persaingan harga dengan para pesaing dan
perusahaan tidak mengalami kerugian. Penentuan harga jual menurut
perusahaan dapat dilihat pada tabel 5.21.
61
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 5.21
Penentuan Harga Jual Tahun 2015
Harga Pokok Produksi
Rp397.195.075
Laba Diharapkan Tahun 2015
Rp105.000.000
502.195.075
159.380
Unit Diproduksi (Unit)
Harga Jual Diharapkan
(Pembulatan)
Rp3.151
Harga Jual Aktual 2015
Rp2.700
Dari tabel di atas diketahui bahwa harga jual yang sebaiknya ditetapkan
perusahaan untuk mencapai laba sebesar Rp105.000.000 adalah sebesar
Rp3.151. Namun walaupun demikian harga jual yang ditetapkan perusahaan
hingga saat ini masih sama dengan harga jual tahun 2014, yaitu pada harga
Rp2.700.
b. Harga Jual Menurut Metode Cost Plus Pricing
Taksiran Harga Pokok Produksi Dihasilkan
Produk Jadi Awal Periode
Produk Tersedia untuk Dijual
Produk Jadi Akhir Periode
Rp399.247.268
0
Rp399.247.268
0
Taksiran Harga Pokok Penjualan
Rp399.247.268
+
_
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik perusahaan, perusahaan memiliki
keinginan untuk bisa mencapai laba sebesar Rp105.000.000 selama tahun 2015.
Penentuan harga jual dengan cost plus pricing menggunakan harga pokok
produksi taksiran tahun 2015, karena dalam menentukan harga jual informasi
harga pokok produksi tahun sebelumnya menjadi sangat penting untuk
dijadikan sebagai patokan sebelum mempertimbangkan berbagai macam
62
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
kemungkinan yang akan terjadi di tahun yang akan datang misalnya kenaikan
biaya produksi.
= 0,26 atau 26,29%
Metode cost plus pricing menentukan harga jual yang paling sederhana yaitu
dengan menambahkan sejumlah mark up. Berikut ini akan dihitung harga jual
dengan menambahkan mark up yang sudah dihitung terlebih dahulu.
Dari tabel di atas dapat kita lihat harga jual yang seharusnya ditetapkan oleh
perusahaan adalah Rp3.163,57/unit roti.
63
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
c. Perbandingan Harga Jual Menurut Perusahaan dengan Menurut Metode
Cost Plus Pricing
Penentuan harga jual dengan menggunakan metode cost plus pricing dilakukan
dengan cara menambahkan besarnya persentase mark up yang diinginkan
perusahaan pada tahun yang akan datang. Selisih harga jual tahun 2015
perusahaan dengan metode cost plus pricing dapat dilihat dalam tabel 5.22 dan
5.23.
Tabel 5.22
Harga Jual Menurut Perhitungan Perusahaan
Dengan Metode Cost Plus Pricing
Perhitungan
Cost Plus
Tahun
Perusahaan
Pricing
Selisih
2015
Rp3.151
Rp3.163,57
Rp12,57
Tabel 5.23
Harga Jual Aktual Dengan Metode Cost Plus Pricing
Harga Jual
Cost Plus
Tahun
Aktual
Pricing
Selisih
2015
Rp2.700
Rp3.163,57
Rp463,57
Dari tabel di atas diketahui harga jual yang seharusnya ditetapkan perusahaan
apabila ingin mencapai laba sebesar Rp105.000.000 adalah Rp3.151, meski pun
demikan pada kenyataannya hingga saat ini (2015) perusahaan masih menjual
pada harga Rp2.700.
Metode cost plus pricing menghasilkan harga jual yang seharusnya ditetapkan
perusahaan jika ingin mencapai laba sebesar Rp105.000.000 adalah sebesar
Rp3.163,57. Hal ini berati timbul selisih sebesar Rp12,57 atau 0,4% jika
dibandingkan dengan harga jual menggunakan perhitungan perusahaan yaitu
64
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
sebesar Rp3.151. Namun mengingat harga jual yang sesungguhnya ditetapkan
perusahaan saat ini (2015) adalah Rp2.700, maka selisih juga akan timbul jika
dibandingkan dengan harga jual yang ditetapkan dengan menggunakan metode
cost plus pricing yaitu sebesar Rp463,57 atau sebesar 17%.
Perusahaan mengharapkan mendapatkan laba sebesar Rp105.000.000, namun
walaupun demikian perusahaan tidak mengharuskannya karena mengingat
adanya persaingan harga dengan para pesaing dan perusahaan tidak mengalami
kerugian, oleh karena itu perusahaan tetap menetapkan harga jual sebesar
Rp2.700.
Selisih harga jual menggunakan metode full costing dengan metode cost plus
pricing timbul karena perbedaan harga pokok produksi yang sudah berbeda
sejak awal. Namun walaupun demikian harga pokok produksi bukanlah satusatunya faktor yang mempengaruhi harga jual. Harga jual juga bisa dipengaruhi
oleh selera konsumen, kualitas dan bahkan kebijakan dari perusahaan sendiri.
B. Pembahasan
1. Harga Pokok Produksi
Harga pokok produksi yang dihitung menggunakan metode full costing
menghasilkan hasil yang berbeda dengan harga pokok produksi yang dihitung
menggunakan metode perusahaan. Harga pokok produksi tahun 2014 menurut
metode perusahaan yaitu sebesar Rp2.074, sementara menurut metode full
costing menghasilkan harga pokok produksi sebesar Rp2.088. Harga pokok
produksi yang dihitung menggunakan metode full costing menghasilkan nilai
65
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
yang lebih tinggi. Perbedaan ini terdapat pada pembebanan biaya overhead
pabrik. Perusahaan menggunakan estimasi untuk menetapkan biaya overhead
pabrik. Sementara dalam metode full costing menggunakan tarif yang
sesungguhnya terjadi pada tahun tersebut. Mengingat metode yang digunakan
dalam menghitung harga pokok produksi adalah metode full costing, maka
biaya overhead pabrik akan menggunakan tarif biaya overhead pabrik
variabel dan tarif biaya overhead non variabel/tetap. Biaya overhead tahun
2015 yang dihitung oleh perusahaan dengan metode full costing memiliki
selisih sebesar Rp13/unit dengan biaya overhead masing-masing sebesar
Rp279/unit dengan metode perusahaan dan sebesar Rp292/unit dengan
metode full costing. Besarnya selisih tersebut tidak hanya ditimbulkan karena
metode full costing juga menggunakan biaya tetap, namun juga dalam
penghitungan full costing seluruh biaya dihitung menggunakan biaya yang
sesungguhnya terjadi. Selisih yang terjadi tersebut dikarenakan timbulnya
biaya perawatan alat produksi yang diakui pengeluarannya namun tidak
diperhitungkan dalam biaya produksi, sehingga biaya overhead pabrik
perusahaan jauh lebih rendah dibandingkan metode full costing yang
memperhitungkan biaya perawatan alat produksi. Selisih yang timbul di atas
menunjukkan adanya selisih anggaran (budget atau spending variance) dalam
perusahaan.
Perusahaan setiap bulannya mampu berproduksi hingga kapasitas 13.500 unit,
namun seringkali jumlah unit yang diproduksi tidak mencapai angka tersebut
66
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
setiap bulannya. Penggunaan kapasitas yang berbeda-beda tiap bulannya juga
mempengaruhi harga pokok produksi yang dihitung oleh perusahaan setiap
bulannya. Hal ini menunjukkan adanya ketidakefisienan dengan biaya
overhead pabrik tetap. Apabila perusahaan berproduksi di bawah kapasitas
yang dianggarkan (13.500 unit) sementara biaya overhead pabrik tetap
perusahaan seperti biaya depresiasi dan perawatan akan selalu memiliki
jumlah yang sama setiap bulannya. Hal ini merupakan petunjuk bahwa
perusahaan telah mengeluarkan biaya overhead pabrik terlalu besar.
2. Harga Jual Produk
Selama tahun 2014 perusahaan selalu menetapkan harga jual yang sama yaitu
pada harga Rp2.700. Perusahaan tidak menentukan besarnya laba yang ingin
ditambahkan secara pasti. Perusahaan hanya selalu berusaha agar nilai
keluaran selalu lebih tinggi dari nilai masukkan yang dikorbankan untuk
menghasilkan
keluaran
tersebut,
sehingga
perusahaan
tetap
dapat
menghasilkan laba. Perusahaan berharap dengan laba tersebut perusahaan
akan
memiliki
kemampuan
untuk
berkembang
dan
tetap
mampu
mempertahankan eksistensinya di masa yang akan datang. Perusahaan
Penentuan harga jual dengan cost plus pricing didasarkan pada harga pokok
produksi taksiran tahun 2015, karena harga pokok taksiran digunakan untuk
memastikan bahwa nilai masukkan yang dikorbankan memiliki nilai ekonomis
yang lebih rendah daripada nilai keluarannya. Nilai masukkan adalah biaya
yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang. Sementara nilai keluaran
67
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
adalah pendapatan yang diterima dari hasil penjualan produk yang diproduksi.
Berdasarkan hasil penghitungan metode cost plus pricing memberikan
penetapan harga jual produk untuk tahun 2015 yaitu sebesar Rp3.163,57
terdapat selisih harga jual sebesar Rp463,57 dengan perusahaan yang menjual
dengan harga Rp2.700/unit roti.
68
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat diambil kesimpulan:
1. Ada perbedaan antara harga pokok produksi yang dihitung menggunakan
metode perusahaan dengan harga pokok produksi yang dihitung berdasarkan
metode full costing.
2. Ada perbedaan antara harga jual yang ditetapkan menggunakan metode
perusahaan dengan harga jual yang ditetapkan menggunakan metode cost
plus pricing.
B. Keterbatasan Penelitian
Dalam melakukan penelitian, berikut keterbatasan yang timbul di dalam
penelitian di antaranya:
1. Biaya listrik dan biaya air dihitung berdasarkan estimasi dari
pemilik
perusahaan.
2. Biaya depresiasi gedung tidak diperhitungkan dalam penghitungan harga
pokok produksi karena peneliti tidak mendapatkan data terkait.
C. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan diatas maka dapat dikemukakan beberapa saran
yang dapat diberikan kepada perusahaan:
69
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1.
Saran untuk perusahaan
a. Perusahaan sebaiknya memperhitungkan seluruh unsur-unsur biaya
overhead pabrik, yaitu biaya depresiasi dan perawatan alat produksi. Ini
bertujuan supaya penghitungan harga pokok produksi dapat dilakukan
dengan tepat dan biaya produksi dapat digunakan sebagai dasar
penentuan harga jual dengan tepat.
b. Perusahaan sebaiknya menentukan besaran persentase mark up laba yang
diinginkan dalam penentuan harga jual. Ini bertujuan supaya perusahaan
mengetahui pasti jumlah laba yang diperoleh apakah laba yang
diharapkan sudah tercapai.
c. Perusahaan sebaiknya menambah jumlah unit yang diproduksi atau
meningkatkan penjualan apabila ingin mencapai laba yang diharapkan.
2.
Saran untuk penelitian selanjutnya
a. Sebaiknya peneliti menggunakan analisis biaya volume atau cost volume
profit analysis, sehingga peneliti dapat mengetahui volume penjualan atau
jumlah unit yang diproduksi untuk dapat mencapai tingkat laba yang
diharapkan perusahaan.
b. Peneliti sebaiknya memperhitungkan biaya transportasi dan gedung
pabrik kedalam biaya depresiasi dan perawatan aktiva tetap, sehingga
menghasilkan perhitungan harga pokok produksi yang lebih akurat.
70
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Adirianto, Yustinus. (2004). “Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produk Pada
Perusahaan Meubel Studi Kasus Pada CV. Panca Perkasa Solo”
Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma.
Yogyakarta.
Bustami Nurlela, Bastian. (2006). Akuntansi Biaya. Penerbit Graha Ilmu,
Jakarta.
Carter, William K. (2009). Akuntansi Biaya. Buku Pertama. Jakarta: Salemba
Empat.
Firmansyah, Iman. (2013). Akuntansi Biaya Itu Gampang, Dunia
Cerdas,Bandung.
Garrison, Norren dan Brewer. (2002). Akuntansi Manajerial. Edisi 14. Salemba
Empat. Jakarta Selatan.
Hansen & Mowen, Management Accounting 7th Edition, Salemba Empat,
Jakarta.
Mulyadi. (2001). Akuntansi Manajemen. Salemba Empat, Jakarta.
Mulyadi. (2005). Akuntansi Biaya. Unit Penerbit dan Percetakan Akademi
Manajemen Perusahaan YKPN, Yogyakarta.
Ony, Widilestariningtyas, Sonny W.F, Sri Dewi Anggadini. (2012). Akuntansi
Biaya. Graha Ilmu, Bandung
Riwayadi. (2014). Akuntansi Biaya. SalembaEmpat, Jakarta Selatan.
Samryn, L.M. (2012). Akuntansi Manajemen. Penerbit Kencana, Jakarta.
Siregar, Baldric, Bambang Suripto, Dody Hapsoro, Eko Widodo Lo, Erlina
Herowati, Lita Kusumasari dan Nurofik. (2013). Akuntansi Biaya.
Edisi 2. Salemba Empat, Jakarta Selatan.
Subiyanto, I Suripto.B. (1987). Akuntansi Biaya. Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
Tania, Irna. (2010). “Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Roti Dengan
Metode Proccess Costing Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Jual
Studi Kasus Pada UKM Edie’s Bakery, Bogor”. Skripsi Tidak
Dipublikasikan. Institut Pertanian Bogor.
Witjaksono, Armanto. (2012). Akuntansi Biaya. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Wusandari, Nurhayati. (2004). “Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produk Studi
Kasus Pada CV. Sahabat Klaten” Skripsi Tidak Dipublikasikan.
Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
71
Download