Untitled - Website Resmi Dinkes Prov Sulut

advertisement
KATA PENGANTAR
Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil pemantauan terhadap
pencapaian hasil pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Sulawesi Utara di tahun 2009 adalah Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009. Dengan demikian dapat dikatakan Buku Profil Kesehatan ini pada intinya berisi berbagai data dan informasi yang menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di Sulawesi Utara pada tahun 2009. Selain itu Buku Profil Kesehatan dapat digunakan untuk membuat
perencanaan ke depan.
Oleh karena kedudukannya yang sangat strategis itu, penyusunan Buku Profil Kesehatan
Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009 ini perlu disusun dengan cermat dan sedapat mungkin diusahakan kesesuaian antara berbagai sumber data yang menjadi acuan dalam penyusunan Buku
Profil Kesehatan ini, baik data yang berasal dari lingkungan Dinas Kesehatan tingkat Provinsi,
Tingkat Kabupaten/ Kota maupun dengan sektor terkait dari berbagai tingkatan administrasi.
Isi Buku profil Kesehatan dimulai dengan Pendahuluan, Gambaran Umum Pembangunan
Kesehatan Daerah, Pencapaian Pembangunan Kesehatan, Upaya Pelayanan Kesehatan, Sumber
Daya Kesehatan, Penutup dan Daftar Pustaka.
Buku Profil Kesehatan ini disajikan dalam bentuk hard copy (pencetakan buku) dan soft
copy (CD), dan dapat diakses dalam website resmi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara
dengan alamat http:www.depkes.go.id/ dinkessulut
Kepada tim yang telah bekerja keras serta kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan dan terima kasih.
Kami menyadari bahwa data yang tersedia dan bentuk penyajian dalam Buku Profil
Kesehatan ini masih terdapat kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan masukan dari
pengguna untuk perbaikan buku ini di masa mendatang. Semoga Buku Profil Kesehatan Provinsi
Sulawesi Utara Tahun 2009 ini dapat bermanfaat.
Manado, Oktober 2010
Kepala Balai Data, Surveilans dan Sistem Informasi Kesehatan
Dr. Nora Lumentut
NIP. 196201081996032001
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
i
KATA SAMBUTAN
KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA
Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat dan karuniaNya sehingga Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009 dapat
diterbitkan sebagai wujud kerja keras dan partisipasi seluruh jajaran lingkup Dinas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Utara.
Saya menyambut baik terbitnya Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun
2009 ini karena di era informasi dan teknologi sekarang ini, semakin dirasakan bahwa data dan
informasi kesehatan sangat dibutuhkan, baik untuk manajemen kesehatan, pelaksanaan
pelayanan kesehatan, pengambilan keputusan serta dapat digunakan sebagai salah satu rujukan
data dan informasi.
Oleh karena itu perlu dibangun kerjasama dalam mengembangkan “Data Kesehatan”
dengan cara meningkatkan koordinasi dalam pertukaran data dan informasi baik di lingkungan
Dinas Kesehatan tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten/ Kota maupun dengan sektor terkait di
berbagai tingkatan administrasi. Kerja sama tersebut dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas
data yang dibutuhkan untuk manajemen kesehatan.
Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik untuk penyempurnaan buku ini sangat
kami harapkan, kerja sama yang telah dibina dalam proses penyusunan buku ini harus terus
ditingkatkan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam
menyumbangkan usulan, pikiran, data dan informasi dalam pembuatan Buku Profil ini.
Semoga Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara ini dapat bermanfaat.
Manado, Oktober 2010
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara
Dr. MAXI R. RONDONUWU, DHSM
NIP. 140 268 410
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
ii
DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN
i
KATA PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
iii
DAFTAR TABEL
iv
DAFTAR GAMBAR
v
BAB I
PENDAHULUAN
1
BAB II
GAMBARAN UMUM
3
A. KEPENDUDUKAN
4
B. KEADAAN EKONOMI
4
C. INDEKSPEMBANGUNAN MANUSIA
6
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
9
A. UMUR HARAPAN HIDUP
9
B. MORTALITAS
9
C. MORBIDITAS
18
D. STATUSGIZI
33
UPAYA PELAYANAN KESEHATAN
35
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR
35
B. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
44
C. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN
49
D. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
50
E. PELAYANAN KESEHATAN DALAM SITUASI BENCANA
54
F. PEMBERANTASAN PENYAKIT
56
G. PENYEHATAN LINGKUNGAN
62
SUMBER DAYA KESEHATAN
67
A. SARANA KESEHATAN
67
B. TENAGA KESEHATAN
72
C. PEMBIAYAAN KESEHATAN
75
PENUTUP
79
BAB III
BAB V
BAB VI
BAB VII
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
iii
DAFTAR TABEL
TABEL I.1.
LUASWILAYAH, JUMLAH PENDUDUKDAN KEPADATAN PENDUDUK
MENURUT KABUPATEN/ KOTA SE PROPINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2009
4
TABEL I.2.
PERBANDINGAN IPM KABUPATEN / KOTA TAHUN 2008-2009
6
TABEL I.3.
KOMPONEN PENYUSUN IPM MENURUT KABUPATEN/ KOTA SE
PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
7
TABEL IV.1.
DATA PUSKESMAS,TENAGA KESEHATAN DILATIH MTBSDAN SDIDTK
PADA TAHUN 2009
35
TABEL IV.2.
DATA PUSKESMAS, TENAGA KESEHATAN DILATIH MANAJEMEN
ASFIKSIA DAN BBLR PADA TAHUN 2009
36
TABEL IV.3.
JUMLAH BIDAN / BIDAN DESA & BIDAN KIT TAHUN 2009
40
TABEL IV.4.
JUMLAH PUSKESMASDAN RUMAH SAKIT DI SULAWESI UTARA YANG
MAMPU MELAKSANAKAN PONED & PONEK
40
TABEL IV.5.
JUMLAH DUKUN DAN DUKUN YANG BERMITRA DI PROVINSI SULAWESI
UTARA S/ D TAHUN 2009
41
TABEL IV.6.
REKAPITULASI KEGIATAN BKMM TAHUN 2009
44
TABEL IV.7.
KUNJUNGAN PENDERITA DI BKMM TAHUN 2006– 2009
45
TABEL IV.8.
10 PENYAKIT YANG DITEMUKAN DI BKMM T.A. 2006– 2009
46
TABEL IV.9.
ANGKA KEBUTAAN YANGDITEMUKAN DI BKMM TAHUN 2006-2009
46
TABEL IV.10. KEGIATAN OPERASI MATA TAHUN 2006-2009
46
TABEL IV.11. KUNJUNGAN PASIEN TAHUNPADA KEGIATAN LUARGEDUNG
2006– 2009
47
TABEL IV.12. KUNJUNGAN PASIEN TAHUNPADA KEGIATAN LUARGEDUNG 2006–
2009
47
TABEL IV.13. ANGKA KEBUTAAN YANGDITEMUKAN DI LUARGEDUNGTAHUN 20062009
47
TABEL IV.14. JENISOPERASI YANGDILAKUKAN DI LUARGEDUNGTAHUN 2006-2009
47
TABEL IV.15. KABUPATEN,KECAMATAN, PUSKESMASDAN NAMA PULAU YANG TERMASUK DTPK SULAWESI UTARA TAHUN 2009
48
TABEL IV.16. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN DAN JPKM
KABUPATEN / KOTA TAHUN 2009
50
TABEL IV.17. HASIL CAKUPAN PROGRAM GIZI TAHUN 2000—2009
51
TABEL IV.18. JENIS, WAKTU KEJADIAN DAN KAB/ KOTA TERDAMPAK
55
TABEL IV.19. PERSENTASE PENDUDUK10 TAHUN KE ATASMENURUT
PENGETAHUAN TENTANG HIV/ AIDS DAN KABUPATEN/ KOTA DI
PROVINSI SULAWESI UTARA
57
TABEL V.1.
76
PERBANDINGAN DANA KESEHATAN DEKONSENTRASI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2005-2009 (X 1.000)
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
iv
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR II.1.
PETA WILAYAH PROVINSI SULAWESI UTARA DAN 13 KABUPATEN/ KOTA TAHUN
2009
3
GAMBAR II.2.
PROPORSI LUASKABUPATEN/ KOTA SE PROPINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
3
GAMBAR II.3.
PDRBPROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2005 - 2009 (TRILIUN RUPIAH)
5
GAMBAR II.4.
STRUKTUREKONOMI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
5
GAMBAR II.5.
PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2001 - 2009
5
GAMBAR III.1.
TREN UMUR HARAPAN HIDUP PROVINSI SULAWESI UTARA
9
GAMBAR III.2.
PERBANDINGAN AKB NASIONAL DAN PROVINSI SULAWESI UTARA
10
GAMBAR III.3.
PERBANDINGAN AKN, AKB DAN AKABA PROPINSI SULAWESI UTARA DENGAN
PROPINSI LAIN SE INDONESIA MENURUT SDKI 2007
11
GAMBAR III.4.
PERSENTASE PENYEBAB KEMATIAN NEONATAL DI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
11
GAMBAR III.5.
PERSENTASE PENYEBABKEMATIAN BALITA ( 0—4 TAHUN) PROVINSI SULAWESI
UTARA TAHUN 2009
12
GAMBAR III.6.
PERBANDINGAN JUMLAH KEMATIAN BAYI PROVINSI SULAWESI UTARA MENURUT 12
KAB/ KOTA TAHUN 2008 DAN 2009
GAMBAR III.7.
PETA DISTRIBUSI KASUSKEMATIAN BAYI PROPINSI SULAWESI UTARA
13
GAMBAR III.8.
PERBANDINGAN ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL NASIONAL DAN SULAWESI
UTARA
14
GAMBAR III.9.
JUMLAH KEMATIAN IBU DAN AKI DI PROPINSI SULAWESI UTARA TAHUN 20072009
15
GAMBAR III.10.
DISTRIBUSI JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KABUPATEN/ KOTA SE PROPINSI
SULAWESI UTARA TAHUN 2009
15
GAMBAR III.11.
PETA DISTRIBUSI KASUSKEMATIAN IBU DI PROPINSI SULAWESI UTARA MENURUT KAB/ KOTA TAHUN 2009
16
GAMBAR III.12.
PERSENTASE PENYEBABLANGSUNG KEMATIAN IBU DI PROVINSI SULAWESI
UTARA TAHUN 2009
16
GAMBAR III.13.
SEPULUH (10) BESAR PENYAKIT MENULAR MENONJOL DI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
18
GAMBAR III.14.
JUMLAH KASUSAFP PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
20
GAMBAR III.15.
NON POLIO AFP RATE PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2005-2009
20
GAMBAR III.16.
JUMLAH KASUSHIV/ AIDSPROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 1997 - 2009
21
GAMBAR III.17.
DISTRIBUSI KASUSHIV/ AIDSTOTAL TAHUN 1997S/ D FEBRUARI 2010 MENURUT
KAB/ KOTA SE PROVINSI SULAWESI UTARA
22
GAMBAR III.18.
PENDERITA MALARIA KLINISDAN AMI DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2005 – 2009
23
GAMBAR III.19
DISTRIBUSI KASUSMALARIA KLINISKAB/ KOTA SE PROVINSI SULAWESI UTARA
TAHUN 2009
24
GAMBAR III.20
SPR KASUSMALARIA KLINISSEPROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2005 S/ D
2009
24
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
v
GAMBAR III.21.
JUMLAH KASUSDBD DAN KEMATIAN SELANG TAHUN 2005-2009
25
GAMBAR III.22.
GRAFIK IR DAN CFR DBD 2005 - 2009
26
GAMBAR III.23.
KASUSDBD DAN KEMATIAN DI PROVINSI SULAWESI UTARA MENURUT
BULAN TAHUN 2009
26
GAMBAR III.24.
DISTRIBUSI KASUSDBD MENURUT BULAN SE PROVINSI SULAWESI UTARA
TAHUN 2005-2009
27
GAMBAR III.25.
PETA DISTRIBUSI KASUSDBD DI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
27
GAMBAR III.26.
CDR TB PARU PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
28
GAMBAR III.27.
HASIL PENGOBATAN (CURE RATE) TBPARU PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
29
GAMBAR III.28.
KASUSDIARE BALITA DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
30
GAMBAR III.29.
DISTRIBUSI KASUSPENUMONIA BALITA SE PROPINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
31
GAMBAR III.30.
KASUSGIGITAN DAN LYSSA DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2003 - 2009
31
GAMBAR III.31.
KASUSGIGITAN DAN PEMBERIAN VAR DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2003 - 2009
32
GAMBAR III.32.
DISTRIBUSI KASUSGIGITAN DAN LYSSA PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2009
32
GAMBAR III.33.
DISTRIBUSI KASUS GIZI BURUK KAB/ KOTA SE PROVINSI SULAWESI UTARA
TAHUN 2009
33
GAMBAR IV.1.
CAKUPAN PELAYANAN K1 IBU HAMIL PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2009
37
GAMBAR IV.2.
CAKUPAN PELAYANAN K4 IBU HAMIL PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2009
37
GAMBAR IV.3.
CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN PROVINSI
SULAWESI UTARA TAHUN 2009
38
GAMBAR IV.4.
PERSENTASE DISTRIBUSI PENOLONG PERSALINAN PROVINSI SULAWESI
UTARA
38
GAMBAR IV.5.
DETEKSI IBU HAMIL RISTI/ KOMPLIKASI KABUPATEN/ KOTA SE PROVINSI
SULAWESI UTARA TAHUN 2009
39
GAMBAR IV.6.
GRAFIK CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN NEONATAL (KN LENGKAP)
PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
39
GAMBAR IV.7.
CAKUPAN UCI DESA KAB/ KOTA SE PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
41
GAMBAR IV.8.
PETA UCI DESA PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
42
GAMBAR IV.9.
CAKUPAN IMUNISASI DPT1-HB1 PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
42
GAMBAR IV.10.
CAKUPAN DO (DPT1-CAMPAK) KABUPATEN/ KOTA SE-PROVINSI SULAWESI
UTARA TAHUN 2009
43
GAMBAR IV.11.
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PEKERJA INFORMAL PROVINSI SULAWESI
UTARA TAHUN 2009
48
GAMBAR IV.12.
KUNJUNGAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA DI PUSKESMASSE PROVINSI
SULAWESI UTARA TAHUN 2009
49
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
vi
GAMBAR IV.13.
.
CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA N/ D KABUPATEN/ KOTA SE PROVINSI
SULAWESI UTARA TAHUN 2009
52
GAMBAR IV.14.
CAKUPAN PEMBERIAN KAPSUL VIT A PADA BAYI BULAN FEBRUARI DAN
AGUSTUS KABUPATEN/ KOTA SE PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
52
GAMBAR IV.15.
CAKUPAN PEMBERIAN KAPSUL VIT A PADA ANAK BALITA BULAN FEBRUARI
DAN AGUSTUSKABUPATEN/ KOTA SE PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2009
53
GAMBAR IV.16.
CAKUPAN PEMBERIAN TABLET BESI FE-1 DAN FE-3 DI PROVINSI SULAWESI
UTARA TAHUN 2008
54
GAMBAR IV.17.
JUMLAH KASUSHIV/ AIDSPROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 1997 - 2009
56
GAMBAR IV.18.
JUMLAH KASUSAIDSDAN KEMATIAN DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
1997 S/ D 2008
56
GAMBAR IV.19.
CASE NOTIFICATION RATE TAHUN 2004 – 2008 PROVINSI SULAWESI UTARA
58
GAMBAR IV.20.
POLA PENEMUAN KASUSTBC PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2001 2008
58
GAMBAR IV.21.
PENDERITA BARU BTA POSITIF (CDR) DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2009
59
GAMBAR IV.22.
ERROR RATE HASIL CROSSCHECKDI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN
2004 - 2009
59
GAMBAR IV.23.
DATA CURE RATE PENDERITA BARU BTA (+) PER KAB/ KOTA DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
60
GAMBAR IV.24.
CDR KUSTA (/ 100.000 PENDUDUK) DI SULAWESI UTARA DALAM 10 TAHUN
TERAKHIR
60
GAMBAR IV.25.
PROPORSI CACAT 2 DAN PROPORSI ANAKTAHUN 1999—2009
61
GAMBAR IV.26.
TREND % RUMAH YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN DI SULAWESI
UTARA TAHUN 2007 S/ D 2009
62
GAMBAR IV.27
TREND % JAMBAN YANG MEMENUHI SYARAT (MS) KESEHATAN DI SULAWESI UTARA TAHUN 2007 S/ D 2009
63
GAMBAR IV.28.
TREN % SPAL YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN DI SULAWESI UTARA
TAHUN 2007—2009
64
GAMBAR IV.29.
TREN % TP PESTISIDA YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN DI SULAWESI
UTARA TAHUN 2007—2009
64
GAMBAR IV.30.
TREN % TTU YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN DI SULAWESI UTARA
TAHUN 2007-2009
65
GAMBAR IV.31.
TREN % TPM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN DI SULAWESI UTARA
TAHUN 2007-2009
65
GAMBAR V.1.
DISTRIBUSI PUSKESMASMENURUT JENISPELAYANAN SE PROVINSI
SULAWESI UTARA TAHUN 2009
67
GAMBAR V.2.
RASIO PUSKESMAS– PENDUDUK PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009
68
GAMBAR V.3.
PERKEMBANGAN PUSKESMASSE SULAWESI UTARA TAHUN 2006-2009
68
GAMBAR V.4.
DISTRIBUSI RUMAH SAKIT DI SULAWESI UTARA BERDASARKAN KEPEMILIKAN
TAHUN 2009
69
GAMBAR V.5.
PERKEMBANGAN JUMLAH RUMAH SAKIT DI SULAWESI UTARA TAHUN
2006—TAHUN 2009
69
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
vii
GAMBAR V.6.
.
PERKEMBANGAN RSDI SULAWESI UTARA MENURUT KEPEMILIKAN TAHUN
2006-2009
72
GAMBAR V.7.
TREN % TPM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN DI SULAWESI UTARA
DALAM PERSEN TAHUN 2006 S/ D 2008
72
GAMBAR V.8.
PERKEMBANGAN POSYANDU DI SULAWESI UTARA TAHUN 2006-2009
73
GAMBAR V.9.
JUMLAH DESA SIAGA DAN POSKESDESMENURUTKABUPATEN/ KOTA TAHUN
2009
74
GAMBAR V.10.
PERSEBARAN TENAGA MEDISDI PUSKESMASMENURUT KABUPATEN/ KOTA
TAHUN 2009
74
GAMBAR V.11.
DISTRIBUSI TENAGA PERAWAT/ BIDAN YANG BEKERJA DI PUSKESMASMENURUT KABUPATEN/ KOTA TAHUN 2009
75
GAMBAR V.12.
RASIO DOKTER PER 100.000 PENDUDUK KABUPATEN/ KOTA TAHUN 2009
75
GAMBAR V.13.
KEBERADAAN JUMLAH DOKTER UMUM DAN DOKTER GIGI PTT PROVINSI
SULAWESI UTARA S/ D DESEMBER 2009
76
GAMBAR V.14.
JUMLAH PESERTA DIDIK DI POLTEKKESDEPKES-MANADO MENURUT JURUSAN DAN PROGRAM PENDIDIKAN TAHUN 2009
77
GAMBAR V.15.
DANA KESEHATAN SUMBER DEKONSENTRASI SULAWESI UTARA MENURUT
PROGRAM TAHUN 2005-2009 ( DALAM JUTA )
78
GAMBAR V.16.
APBD KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA 2004-2009 (DALAM MILYAR)
79
GAMBAR V.17.
PERBANDINGAN DANA KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA SUMBER
DEKONSENTRASI DAN SUMBER APBD (BELANJA PUBLIK) TAHUN 2005-2009
(DALAM MILYAR)
79
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
viii
BAB I
PENDAHULUAN
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara
adalah gambaran situasi kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara yang diterbitkan setahun sekali. Profil
ini memuat data tentang kesehatan, baik yang
meliputi derajat kesehatan, upaya kesehatan dan
sumber daya kesehatan. Profil kesehatan juga
menyajikan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan, data sosial ekonomi, data lingkungan. Data
dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.
Dalam setiap penerbitan Profil Kesehatan
Sulawesi Utara selalu terdapat perbedaan baik
dari segi materi, analisis maupun dari bentuk tampilan fisiknya sesuai masukan dari para pengelola
program di lingkungan Dinas Kesehatan dan pemakai pada umumnya.
Informasi yang disajikan dalam profil ini
bersumber dari beberapa pihak baik dari bidangbidang di lingkungan internal Dinas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota se Sulawesi Utara maupun yang
bersumber dari luar seperti kantor statistik (BPS
Sulawesi Utara) dan hasil-hasil survey dan riset
seperti Riset Kesehatan Daerah tahun 2007 (yang
dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan) dan
Survei Kesehatan dan Demografi Indonesia
(Indonesia Demographic and Health Survey 2007
(yang dilaksanakan oleh Macro International
bekerja sama dengan Depkes, BKKBN dan BPS)
Bab II Gambaran Umum. Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Sulawesi Utara. Selain uraian tentang letak geografis, demografis,
administrasi, pendidikan ekonomi, bab ini juga
menyajikan uraian singkat mengenai Indeks Pembangunan Manusia
Bab III. Situasi Derajat Kesehatan. Bab ini
berisi uraian tentang situasi Derajad Kesehatan,
antara lain Umur Harapan Hidup, Angka Kematian,
Angka Kesakitan dan Status Gizi.
Bab IV. Situasi Upaya Kesehatan. Bab ini
menguraikan hasil-hasil upaya-upaya kesehatan
baik upaya kesehatan wajib seperti Kesehatan Ibu
dan Anak, Perbaikan Gizi, Promosi Kesehatan,
Pengendalian Penyakit Menular (dan Tidak Menular), Lingkungan Sehat maupun upaya kesehatan
pengembangan, termasuk uraian singkat tentang
situasi jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin.
Bab V. Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab
ini menguraikan tentang sarana kesehatan, ketenagaan pembiayaan kesehatan.
Bab VI. Penutup.
Tujuan utama diterbitkannya Profil Kesehatan Sulawesi Utara 2009 adalah untuk memberikan informasi / gambaran keadaan kesehatan / hasil pembangunan di bidang kesehatan di
Provinsi Sulawesi Utara, khususnya untuk tahun
2009 dalam bentuk narasi , tabel dan gambar.
Profil Kesehatan Sulawesi Utara 2009 ini
terdiri dari 6 (enam) bab yaitu:
Bab I Pendahuluan. Bab ini menyajikan
tentang maksud dan tujuan penulisan Profil Kesehatan Sulawesi Utara serta sistematika penyajiannya
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
1
2
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
BAB I I
GAMBARAN UMUM
Provinsi Sulawesi Utara dengan ibu kota
Manado terletak antara 0°15’ – 5°34’ Lintang
Utara dan antara 123°07’ – 127°10’ Bujur Timur,
yang berbatasan dengan Laut Sulawesi, Republik
Philipina dan Laut Pasifik disebelah utara serta
Laut Maluku di sebelah timur. Batas sebelah
selatan dan barat masing-masing adalah Teluk
Tomini dan Provinsi Gorontalo.
Gambar II. 1. Peta wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan 15 Kabupaten/ Kota Tahun 2009
Luas Wilayah Sulawesi Utara tercatat
15.273,60 km2 (luas ini memang mengalami
perubahan karena dihitung dengan menggunakan
peta rupa bumi skala 1 : 50.000) yang meliputi
sembilan kabupaten dan empat kota.
Bolaang Mongondow merupakan kabupaten
terluas dengan luas wilayah 6.230,95 km2 atau
40,79 persen dari wilayah Sulawesi Utara. Pada
akhir tahun 2008 wilayah Kabupaten Bolaang
Mongondow telah mengalami pemekaran menjadi
tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bolaang
Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow
Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow
Selatan sehingga total seluruhnya terdapat 15
kabupaten/ Kota se Sulawesi Utara.
Gambar II.2. Proporsi Luas Kabupaten/ Kota se propinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
B i t u n g , 2 .0
T o m o h o n , 1 .0
M an ad o ,
1 .0 B o l t i m , 5 .9
Ko tam o b agu ,
2 .8
B o l m o n g , 2 3 .2
B o l s e l , 1 1 .7
M in a h a sa ,
6 .7
M it r a ,
4 .7
B o l m u t , 1 1 .1
M i n s e l , 9 .0
Sa n g i h e ,
4 .1
T a l a u d , 8 .2
SI T A R O , 2 . 5
M i n u t , 6 .1
Sumber : BPS2009
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
3
Di Sulawesi Utara terdapat 41 gunung yang RI Tahun 2009, jumlah penduduk di Sulawesi
tersebar
pada beberapa kabupaten/ kota.
Utara tahun 2009 sebanyak 2.228.856 jiwa.
Sedangkan jumlah danau tercatat ada sebanyak
Secara keseluruhan jumlah penduduk yang
berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari
17 danau dan jumlah sungai yang mengaliri
penduduk yang berjenis kelamin perempuan,
wilayah Sulawesi Utara sebanyak 30 sungai.
yang tercermin dari angka rasio jenis kelamin
Berdasarkan pencatatan Stasiun Meteorologi
yang lebih besar dari 100 yaitu 103,82. Jika
Sam Ratulangi, rata-rata temperatur di Kota
dibandingkan dengan luas wilayah propinsi
Manado dan sekitarnya sepanjang tahun 2007
yang seluas 15.273,60 km2 maka kepadatan
adalah sekitar 26,2 oC.
penduduk / km2 adalah 145,9 jiwa/ km2.
a. Kependudukan
Luas wilayah, jumlah penduduk (dijabarkan
Berdasarkan estimasi data penduduk menurut
menurut rumus estimasi) dan kepadatan
Buku Penduduk Sasaran Program Pembangunan
penduduk menurut Kabupaten/ Kota dapat
Kesehatan 2007 -2011 yang diterbitkan oleh
dilihat pada tabel berikut.
Pusat data dan Informasi Departemen Kesehatan
Tabel I.1. Luas Wilayah, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk menurut
Kabupaten/ Kota se Propinsi Sulawesi Utara tahun 2009
Kabupaten / Kota
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Minahasa
Kab. Kepulauan Sangihe
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Utara
Kab. Kepulauan SITARO
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Minahasa tenggara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Tomohon
Kota Kotamobagu
Jumlah
Luas
Wilayah
(km2 )*
3,547.49
1,025.85
625.96
1,250.92
1,368.41
937.65
387.07
1,696.09
710.69
1,783.54
899.42
157.91
304
146.6
431.5
15.273,10
Jumlah
penduduk
**
196.263
300.226
130.449
74.997
182.818
176.480
61.781
80.508
95.525
52.122
59.401
434.845
180.618
83.718
119.105
2.228.856
Kepadatan
penduduk
(jiwa/km2)
55.3
292.7
208.4
60.0
133.6
188.2
159.6
47.5
134.4
29.2
66.0
2753.8
594.1
571.1
276.0
145.9
Sumber * : BPS Sulawesi Utara, **: Depkes RI
b.
Keadaan ekonomi
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Ekonomi Sulawesi Utara tahun 2009 tumbuh 7,85
persen, meningkat dibandingkan tahun 2008 yang
tumbuh sebesar 7,56 persen. Di tahun 2009, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan
positif.
Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengangkutan & komunikasi yang mencapai 16,89 persen,
sementara pertumbuhan terendah terjadi di sek4
tor pertanian yang hanya tumbuh sebesar 2,07
persen.
Sementara PDRB menurut harga konstan (ADHK)
pada tahun 2005 sebesar 10.93 triliun, pada tahun
2009 telah mencapai 16,64 triliun, sebagaimana
terlihat pada grafik II.2 di bawah.
Semakin lebarnya perbedaan nilai antara PDRB
atas dasar harga berlaku dengan PDRB atas dasar
harga konstan yang terlihat pada gambar 2 di
bawah menunjukkan semakin tingginya nilai inflasi
yang terjadi di tingkat harga produsen di Provinsi
Sulawesi Utara.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Gambar II. 3. PDRBProvinsi Sulawesi Utara Tahun 2005 - 2009 (Triliun Rupiah)
Sumber : BPS2010
Struktur ekonomi.
Di tahun 2009, semua sektor ekonomi mengalami
pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengangkutan & komunikasi yaitu
sebesar 16,89 persen, diikuti oleh sektor listrik,
gas, dan air bersih yang tumbuh sebesar 14,89
persen, sektor perdagangan, hotel, & restoran
12,31 persen, sektor keuangan persewaan & jasa
perusahaan 7,57 persen, sektor industri pengolahan 7,02 persen, sektor jasa-jasa 6,85 persen, sektor bangunan 6,10 persen, sektor pertambangan
& penggalian 5,50 persen, serta sektor pertanian
2,07 persen
Gambar II. 4. Struktur ekonomi Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
Sumber : BPS2010
Pertumbuhan ekonomi
Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi
di Provinsi Sulawesi Utara mengalami peningkatan
dimana nilai pada tahun 2001 dan 2005 adalah
masing-masing 2.13 dan 4.9, pada tahun 2008 dan
2009 menjadi masing-masing 7.56 dan 7.85.
Gambar II. 5. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2001 - 2009
Sumber : BPS2009
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
5
C.
Indeks Pembangunan Manusia (Human
Development Index)
Indeks pembangunan manusia digunakan
sebagai alat ukur untuk melihat dampak kemajuan
pembangunan, IPM tersebut menggunakan empat
indicator yaitu Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran per kapita riil. Secara nasional tahun 2009
Provinsi Sulawesi Utara berada di posisi ke- 2 na-
sional dengan IPM 75,68 lebih tinggi dibandingkan IPM tahun 2008 sebesar 75,16. Meskipun
demikian jika dibandingkan dari 13 Kabupaten/
Kota, Kota Manado mempunyai ranking nasional
tertinggi yaitu ranking 13, sedangkan Kabupaten
Bolaang Mongondow Selatan mencapai ranking
297, ranking terendah. . Selengkapnya seperti
pada table l berikut
Tabel II.2. Perbandingan IPM Kabupaten / Kota Tahun 2008-2009
IPM
IPM
KABUPATEN/ KOTA
RANKING
RANKINGNAS
NAS
IONAL
IONAL
2008
2008
2009
2009
2008
2008
2009
2009
Bolang
BolangMongondow
Mongondow
72,11
72,11
72,52
72,52
158
158
159
159
Minahasa
Minahasa
74,86
74,86
74,67
74,67
74,34
74,34
73,79
73,79
75,33
75,33
75,28
75,28
75,21
75,21
74,83
74,83
74,18
74,18
75,57
75,57
66
66
70
70
79
79
89
89
56
56
65
65
67
67
78
78
92
92
57
57
71,84
71,84
72,27
72,27
180
180
182
182
71,87
71,87
72,31
72,31
175
175
176
176
72,58
72,58
72,86
72,86
142
142
147
147
Bolmong
BolmongSSelatan
elatan
69,65
69,65
70,03
70,03
282
282
297
297
Bolmong
BolmongTimur
Timur
71,49
71,49
77,28
77,28
74,61
74,61
71,85
71,85
77,79
77,79
75,00
75,00
191
191
13
13
71
71
196
196
13
13
72
72
76,65
76,65
76,09
76,09
50
50
47
47
74,46
74,46
75,16
75,16
75,03
75,03
75,68
75,68
74
74
22
70
70
22
SSangihe
angihe
Talaud
Talaud
Minahasa
MinahasaSSelatan
elatan
Minahasa
MinahasaUtara
Utara
Bolmong
BolmongUtara
Utara
Minahasa
MinahasaTenggara
Tenggara
SSiau
iauTagulandang
TagulandangBiaro
Biaro
Manado
Manado
Bitung
Bitung
Tomohon
Tomohon
Kotamobagu
Kotamobagu
SSULUT
ULUT
Sumber : BPS2010
Jika dilihat dari indikator-indikator kesehatan
dalam IPM tersebut, maka Angka Harapan Hidup
di Sulawesi Utara Tahun 2009 mencapai 72,12,
Angka melek huruf 99.41 %, Rata-rata lama seko-
6
lah 8.82 tahun dan Pengeluaran per kapita riil
adalah Rp. 631,00,- sebagaimana terlihat pada
tabel II.3.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Tabel II. 3. Komponen penyusun IPM menurut Kabupaten/ kota se Provinsi Sulawesi Utara
tahun 2009
No
Kab/ Kota
Angka
Harapan
Hidup
(tahun)
Angka
Melek
Huruf
Rata-rata Pengeluaran
Lama Seko- per kapita riil
lah (tahun) (.000 Rp.)
1
Bolang Mongondow
71,38
98,23
7,39
631,00
2
3
4
5
6
7
8
9
Minahasa
Sangihe
Talaud
MinSel
MinUt
Bolmong Utara
Minahasa Tenggara
Siau Tagulandang Biaro
72,33
72,75
71,59
72,09
72,40
69,68
69,90
68,46
99,68
98,54
99,36
99,42
99,70
98,31
99,48
99,68
9,01
7,71
8,65
8,54
9,09
7,31
8,09
8,30
612,39
621,74
633,60
625,68
614,47
624,14
622,01
610,08
10
11
12
13
14
15
Bolmong Selatan
Bolmong Timur
Manado
Bitung
Tomohon
Kotamobagu
71,25
71,28
72,50
70,35
72,39
71,58
98,31
99,50
99,86
99,13
99,84
99,60
6,10
6,35
10,59
9,20
9,89
9,00
625,12
593,25
631,88
632,04
622,79
624,16
SULUT
72,12
99,41
8,82
631,00
Sumber : BPS2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
7
8
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
Untuk menggambarkan derajat kesehatan
masyarakat di Sulawesi Utara, maka digunakan
angka-angka Umur Harapan Hidup, mortalitas dan
morbiditas serta status gizi masyarakat.
67.97 tahun pada tahun 2000, dan menjadi 69
tahun pada tahun 2005.
UHH penduduk Sulawesi Utara juga mengalami peningkatan, dari 64.96 tahun tahun 1997
menjadi 69 tahun pada tahun 2000 (SP 2000) tahun 2004 meningkat lagi menjadi 70.9 tahun (BPS
Sulut 2004), tahun 2007 dan tahun 2008 sebesar
70,9 tahun dan 72.01 tahun dengan posisi lebih
tinggi dari angka nasional yang 68.5 tahun (BPS
Sulut 2009) dan tahun 2009 meningkat menjadi
72,12.
A.
UMUR HARAPAN HIDUP WAKTU LAHIR
Umur harapan hiidup (UHH) penduduk Indonesia dari tahun ke Tahun terus mengalami
peningkatan yang bermakna terutama pada periode tahun 1980-1995. Estimasi UHH sebesar
52.41 pada tahun 1980 (SP 1980) meningkat menjadi 63,48 tahun pada tahun 1995 (SUPAS 1995),
Gambar III.1. Tren Umur harapan Hidup Provinsi Sulawesi Utara
74
72
70
68
66
64
62
60
72,01
72,12
70,9
69
64,96
1997
2000
2004
2008
2009
Sumber : BPS2010
B. MORTALITAS
Untuk mengevaluasi program program kesehatan / pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini biasanya dihubungkan dengan angka kematian bayi dan anak. Angka Kematian Bayi (AKB) bukan hanya digunakan untuk
mengevaluasi kemajuan program kesehatan tetapi
juga dimanfaatkan untuk memonitor situasi demografi dan memberikan masukan untuk proyeksi
penduduk. Selain itu juga dapat digunakan untuk
mengidentifikasi subpopulasi yang yang mempunyai risiko kematian yang tinggi.
a). Angka Kematian Bayi (AKB).
Angka kematian Bayi (AKB) adalah angka
probabilitas untuk meninggal di umur antara lahir
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
dan 1 tahun dalam 1000 kelahiran hidup. AKB di
Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun .
Berdasarkan SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) berturut-turut tahun 1997, 20022003 dan 2007, AKB Indonesia adalah 46, 35 dan
34.
AKB di Provinsi Sulawesi Utara mempunyai
pola yang berbeda dengan AKB nasional menurut
SDKI. Jika pada tahun 1994 AKB Sulawesi Utara
berdasarkan SDKI adalah 66/ 1.000 KH , menurun
menjadi 48 pada SDKI 97, selanjutnya menurun
tajam pada tahun 2002 menjadi 25/ 1.000 KH,
tetapi tetapi di tahun 2007 meningkat menjadi
35/ 1.000 KH.
9
Perbandingan AKB Nasional dan Provinsi
Sulawesi Utara menurut tahun SDKI seperti terli-
hat pada gambar IV.2 di bawah
Gambar III. 2. Perbandingan AKB Nasional dan Provinsi Sulawesi Utara
Sumber : Indonesia Demographic Health Survey, 2008
Adapun jumlah kasus kematian bayi menurut tahun seperti pada gambar berikut.
Jika melihat tren/ perkembangan jumlah kematian
bayi dan balita menurut tahun di Propinsi Sulawesi Utara beberapa faktor berpengaruh terhadap peningkatan angka kematian bayi termasuk di
dalamnya status sosial ekonomi, lingkungan dan
faktor biologis. Faktor sosioekonomi termasuk di
dalamnya tempat tinggal, pendidikan ibu dan
indeks kesejahteraan ibu. Faktor biologis termasuk didalamnya jenis kelamin anak, usia ibu, paritas dan interval kelahiran. Beberapa variabel lain
seperti berat waktu lahir, pemeriksaan antenatal
dan penolong persalinan juga dipertimbangkan
berpengaruh terhadap angka kematian bayi yang
tinggi tersebut, yang untuk tahap lanjutan perlu
dila-kukan studi lebih dalam. Sebagai contoh,
anak-anak yang dilahirkan ibu yang tinggal di kota
mempunyai angka kematian yang lebih rendah
dibandingkan dengan anak yang dilahirkan ibu
yang tinggal di daerah rural, hal ini mungkin berhubungan dengan ketersediaan fasilitas dan praktek “health seeking” masyarakat yang tinggal di
perkotaan.
Komitmen untuk terus melakukan upaya
percepatan penurunan AKB secara nasional tetap
diperlukan. Bayi sangat rentan terhadap keadaan
kesehatan dan kesejahteraan yang buruk; karena
10
itu AKB merefleksikan derajat kesehatan masyarakat yang sekaligus juga mencerminkan umur
harapan hidup pada saat lahir.
Penurunan AKB menunjukan adanya peningkatan
dalam kualitas hidup dan pelayanan kesehatan
masyarakat.
Upaya percepatan penurunan AKB memperhatikan kondisi yang mempengaruhi AKB, antara
lain lokasi geografis, taraf sosio-ekonomi masyarakat serta perilaku hidup sehat. Berdasarkan Riskesdas 2007, proporsi kematian bayi pada kelompok umur di bawah 1 tahun di daerah pedesaan
labih besar dari perkotaan, yaitu 11% di pedesaan
dan 6,3% di perkotaan.
Strategi percepatan penurunan AKB mencakup:
1. Peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan
kesehatan Ibu dan bayi baru lahir / anak berdasarkan bukti ilmiah.
2. Kerjasama lintas programa dan lintas sector
terkait, mitra lain, pemerintah, DPR, Organisasi
Profesi, Swasta.
3. Pemberdayaan perempuan dan keluarga.
4. Pemberdayaan masyarakat.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Sebagai perbandingan data Angka Kematian
Neonatal, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita Prop. Sulawesi Utara dibandingkan den-
gan propinsi lain se Indonesia sebagaimana terlihat pada gambar berikut.
Gambar III. 3. Perbandingan AKN,AKB dan AKABA Propinsi Sulawesi Utara dengan
propinsi lain se Indonesia menurut SDKI 2007
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
Adapun penyebab kematian neonatal tersebut di atas adalah seperti grafik IV.4 berikut :
Gambar III. 4. Persentase penyebab kematian neonatal di Sulawesi Utara Tahun 2009
Sumber : Bidang KIA Kesga, 2009
Penyebab kematian terbesar pada neonatal
tahun 2009 adalah gangguan pernafasan (36%),
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
diikuti prematuritas (32%) dan sepsis (12%)
seperti terlihat pada gambar di atas.
11
Gambar III. 5. Persentase penyebab kematian balita ( 0—4 tahun)
Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
Sumber : Bidang KIA Kesga, 2010
Dari gambar di atas terlihat bahwa persentase penyebab kematian balita di Propinsi Sulawesi Utara adalah masalah-masalah neonatal itu
sendiri (36%), diikuti dengan penyakit Diare
(17,2%) dan penyakit pneumonia (13 %). Penyebab lainnya adalah kondisi malformasi congenital.
Meningitis, tetanus.
Dalam tahun-tahun kedepan, khususnya menghadapi tahun 2015, dimana tenggat waktu dari pencapaian indicator MDG’ s yang semakin dekat,
maka diupayakan bahwa kematian anak di bawah
5 tahun dan kematian bayi adalah 2/ 3 kematian
anak di bawah 5 tahun antara tahun 1990 dan
tahun 2015
Gambar III. 6. Perbandingan jumlah kematian bayi Provinsi Sulawesi Utara
menurut kab/ Kota tahun 2008 dan 2009
Sumber : Bidang KIA Kesga, 2010
Jika dilihat dari kejadian menurut Kab/ Kota
maka terdapat variasi kejadian kematian menurut
tahun 2008 dan 2009. Namun secara umum dapat
dikatakan bahwa kasus kematian bayi menurun
dari 218 kasus pada tahun 2008 menjadi 210 ka12
sus pada tahun 2009. Meskipun demikian terdapat 2 kabupaten dimana kasus kematian bayi yang
terjadi meningkat pada tahun 2009 dibanding kan
tahun 2008
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Gambar berikut memperlihatkan peta distribusi kematian bayi di kabupaten/ kota sepanjang
tahun 2009. secara gradual. Terlihat bahwa tidak
ada daerah yang tidak mempunyai kasus kematian
bayi ((0 kasus), dan Nampak bahwa daerah yang
paling banyak bermasalah adalah di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur, diikuti dengan Kabupaten
Talaud dan Kabupaten Minahasa Tenggara. 3
daerah yang mempunyai kasus kematina bayi
yang sedikit (1-3) yaitu Kota Tomohon (1), Kab.
Bolaang Mongondow Selatan (2). Kot Manado (3)
dan Kota Kotamobagu (3). Jika dibandingkan
antara kasus tahun 2008 dan tahun 2009, dimana
terdapat perubahan yang positif dari jumlah
daerah
yang bermasalah (wilayah merah),
meskipun terdapat perubahan negatif daerah
yang tidak mempunyai kasus (wilayah hijau).
Gambar III. 7. Peta distribusi kasus kematian bayi Propinsi Sulawesi Utara menurut
kab/ Kota tahun 2009
Sumber : Bidang KIA Kesga, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
13
Angka Kematian Balita (AKABA)
Angka kematian balita (0-4 ) tahun adalah angka
probabilitas kematian anak umur umur 0-4 tahun
per 1.000 anak. AKABA mengambarkan tingkat
permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor
lingkungan yang ber-pengaruh terhadap kesehatan anak Balita seperti gizi, sanitasi, penyakit
menular dan kecelakaan. Indikator ini menggambarkan tingkat kesejahteraan sosial dan tingkat
kemiskinan penduduk.
AKABA di Indonesia menurut SDKI 97,
2002-2003 dan 2007 adalah 58, 46 dan 44. AKABA
di Provinsi Sulawesi Utara menurut SDKI 2007
adalah 43 yang masih lebih rendah dari angka nasional.
Dari hasil penelitian terhadap semua kasus
kematian balita yang disurvey pada SKRT 1995 dan
Surkesnas 2001 diperoleh gambaran bahwa gambaran besarnya proporsi penyebab utama kematian balita menunjukkan adanya pola penyakit
penyebab kematian balita dimana penyakit infeksi
masih merupakan penyebab kematian terbanyak.
Pneumonia merupakan penyakit terbanyak penyebab kematian diikuti oleh Diare.
Angka Kematian Ibu Maternal.
Kematian maternal didefinisikan sebagai
setiap kematian ibu yang terjadi pada waktu kehamilan, melahirkan, atau dua bulan setelah melahirkan atau penghentian kehamilan. Kematian
maternal juga didefinisikan sebagai proporsi kematian pada wanita usia reproduktif atau proporsi kematian pada semua wanita di usia reproduktif yang disebabkan oleh penyebab maternal.
Analisis Angka Kemat ian Mat ernal
(MMR=Maternal Mortality Ratio) Indonesia sesuai
SDKI 1994 adalah 390 per 100.000 kelahiran. Data
SDKI (yang tidak dipublikasi) 1997 mengimplikasikan sedikit penurunan yaitu 334 kematian per 100.000 kelahiran selama periode 19931997. SDKI 2002-2003 mendapatkan estimasi AKI
Maternal Indonesia sebesar 307 kematian per
100.000 kelahiran dan menurun lagi pada SDKI
2007 menjadi 228 kematian per 100.000 kelahiran. Angka ini semakin mendekati target nasional
RPJMN sebesar 226 / 100.000 kelahiran.
Gambaran tersebut menegaskan bahwa
tren AKI maternal di Indonesia menurun, diperjelas dengan analisis angka pengurangan tahunan
(Annual reduction rate=ARR) antara SDKI 20022003 dan SDKI 2007 sekitar 5 persen, dibandingkan ARR antara SDKI 1997 dan SDKI 2002-2003
sebesar 2 persen. Namun jika dibandingkan dengan target yang ingin dicapai secara nasional pada
tahun 2010 yaitu 125 per 100.000 kelahiran maka
apabila penurunannya masih seperti gambaran di
atas, maka dapat dipastikan target tersebut tidak
akan dapat tercapai.
Di Provinsi Sulawesi Utara, AKI maternal
menggunakan data SKRT 1992 sebesar 421 kematian per 100.000 kelahiran dan berdasarkan SDKI
1994 sebesar 390 kematian per 100.000 kelahiran.
Sedangkan menurut SUPAS 1995 sebesar 212 kematian per 100.000 kelahiran. Tahun 2005 berdasarkan laporan Depkes bahwa situasi AKI maternal di Sulawesi Utara sebesar 150 kematian per
100.000 kelahiran.
Gambaran tren AKI maternal Indonesia dan
Provinsi Sulawesi Utara sebagaimana terlihat pada
gambar berikut.
Gambar III. 8. Perbandingan Angka Kematian Ibu maternal Nasional dan Sulawesi Utara
Sumber : SDKI 2007
14
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
pat 100.000 kelahiran hidup di Sulawesi Utara,
maka pada tahun 2007, 2008 dan 2009 , maka
Angka kematian Ibu (Maternal Mortality Ratio di
Sulawesi Utare adalah 184, 130 dan 139.
Sementara itu berdasarkan data yang didapatkan dari program kesehatan keluarga, jumlah
kematian ibu dalam 3 tahun terakhir mempunyai
kecenderungan menetap dengan perubahan yang
sangat kecil, yaitu 60 di tahun 2007, 50 di tahun
208 dan 51 di tahun 2009. Jika senadainya terda-
Gambar III. 9. Jumlah kematian ibu dan AKI di Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2007-2009
200
184
180
160
140
130
120
139
∑ † Ibu
100
80
AKI
60
60
50
51
Thn 2008
Thn 2009
40
20
0
Thn 2007
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
Adapun jumlah kasus menurut Kabupaten / kota seperti
dilihat pada gambar di bawah, dimana kabupaten
Sangihe, Talaud dan Minut merupakan wilayah yang
menyumbang jumlah yang besar dari total kasus kematian ibu seanyak 51 kasus
Gambar III. 10. Distribusi Jumlah kematian ibu menurut Kabupaten/ Kota
se Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Sumber : Bidang kesga dan Gizi, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
15
Gambar berikut memperlihatkan pemetaan
kasus kematian ibu sepanjang tahun 2009 berdasarkan data yang didapat dari program Kesga.
Terlihat bahwa wilayah Minahasa Utara (7), Bitung
(6), Kota Manado (6), Kab. Talaud (7) dan Kab.
Sangihe (9) merupakan daerah yang paling berma-
salah dalam kematian ibu (wilayah merah) dari sisi
jumlah kematian.Terdapat 2 daerah yang tidak
terdapat kasus kematian ibu yaitu di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Tenggara.
Gambar III. 11. Peta distribusi kasus kematian ibu di Propinsi Sulawesi Utara
menurut kab/ Kota tahun 2009
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
Adapun penyebab-penyebab langsung dari
51 kejadian kematian ibu seperti terlihat pada
gambar berikut.
Gambar III. 12. Persentase penyebab langsung kematian ibu di Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Lain -lain , 1 7 ,
33%
Par t u s
Lam a,
1,2%
Pe r d ar ah an ,
25,49%
H i p e r t e n si , 7 ,
14%
A b o r t u s, 1 ,
2%
In f e k si , 0 , 0 %
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
16
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Karena itulah Provinsi Sulawesi Utara memprioritaskan upaya kesehatan ibu dan penurunan
AKI searah dengan kebijakan Departemen Kesehatan dalam dalam menurunkan AKI yaitu
mendekatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi
baru lahir berkualitas kepada masyarakat untuk
mewujudkan 3 pesan kunci untuk persalinan yang
sehat (Making Pregnancy Safer):
1. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih.
2. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal ditangani secara memadai.
3. Setiap perempuan usia subur memiliki akses
terhadap pencegahan kehamilan yang tidak
diinginkan dan penanganan komplikasi abortus
yang tidak aman.
Seperti diketahui bahwa kematian ibu dan bayi
masih menjadi tantangan utama dunia. Data/
informasi yang dapat dipercaya tentang AKI/ AKB
dan kecenderungannya merupakan hal yang sangat mendasar dalam menyusun perencanaan dan
kajian kemajuan program khususnya dalam pencapaian indicator MDG’ s tahun 2015 yaitu pada indicator ke 4 dan 5.
Sasaran MDGs 5 adalah penurunan 3/ 4 AKI
dari kondisi 1990 pada tahun 2015, sehingga target yang harus dicapai pada tahun 2015 adalah
102/ 100.000 KH atau sekitar 37 kematian ibu
dalam 1 tahun. Kondisi saat ini diperkirakan terdapat 51 kematian ibu dalam satu tahun, oleh
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
karena itu menjadi tangung jawab bersama untuk
dapat mencapai penurunan sekitar 35 % dari
kondisi saat ini. Jika dilihat dari pendekatan untuk
mendeterminasi kematian ibu, maka didapatkan
masalah yang menjadi penyebab kematian ibu
yang banyak.
Faktor determinan dari ibu sendiri, seperti masalah gizi, adanya penyakit menular/ penyakit lain,
“4 terlalu” hingga menyebabkan komplikasi persalinan, ditambah determinan lain
seperti
“terlambat merujuk” yang dipengaruhi oleh faktor
geografi, ekonomi, gender, pendidikan ibu/ suami,
dan budaya setempat, sehingga menyebabkan
“terlambat sampai” selanjutnya “terlambat mendapat pertolongan adekuat” yang dipengaruhi
oleh faktor tenaga, sarana, obat dan manajerial.
Akibat dari semua hal tersebut adalah kematian
ibu. Oleh karena itu penguatan pelayanan kesehatan ibu tentu saja haruslah dimulai dari keluarga, yang dipengaruhi oleh masyarakat, peran
kader dan dukun setempat, selanjutnya ke tingkat
yang lebih tinggi yaitu pelayanan ANC di Posyandu, penguatan di Puskesmas Pembantu dan
Bidan di desa Poskesdes, Puskesmas (dengan
memPONEKkan Puskesmas, hinga pelayanan di
Rumah Sakit PONEK.
Penguatan pelayanan kesehatan ibu tersebut diyakini pada akhirnya dapat mengurangi kasus kematian ibu.
17
C. MORBIDITAS
Angka Kesakitan penduduk diperoleh dari
data yang bersumber dari masyarakat (community
based data) yang diperoleh melalui survey serta
hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh Dinas
Kesehatan yang berasal dari fasilitas kesehatan
(facility based data) dan dikelola melalui sistem
pencatatan dan pelaporan seperti pelaksanaan
Surveilans Penyakit Terpadu (STP).
Berdasarkan laporan hasil Riset Kesehatan
Dasar (RISKESDAS) 2007, penyakit menular untuk
wilayah Sulawesi Utara dalam satu bulan terakhir,
berdasarkan diagnosa+gejala penyakit malaria,
penyakit ini ditemukan di semua kabupaten/ kota
dengan prevalensi sangat bervariasi antara 0,3%11,2%.
Dalam 12 bulan terakhir, berdasarkan diagnosa+gejala penyakit DBD, penyakit ini juga ditemukan di semua kabupaten/ kota dengan prevalensi 0,1%-0,7%. Filariasis diketemukan di lima
kabupaten/ kota.
Dalam 1 bulan terakhir, berdasarkan diagnosa+gejala penyakit ISPA diketemukan di semua
kabupaten/ kota dengan prevalensi 20,5% penduduk, sementara dalam 12 bulan terakhir, prevalensi TBC sebesar 0,6%, lebih rendah ketimbang
angka nasional.
Prevalensi diare dalam satu bulan terakhir 5,4%,
dan tertinggi di Kabupaten Kepulauan Talaud
(8,8%).
Untuk penyakit tidak menular prevalensi
hipertensi berdasarkan pengukuran cukup tinggi
(31,2%), dan diketemukan dua kabupaten dengan
prevalensi >40% yakni Kabupaten Minahasa dan
Kota Tomohon.
Prevalensi penyakit sendi juga cukup tinggi
(25%), dengan prevalensi tertinggi 34% diketemukan di Kabupaten Minahasa Selatan. Dalam satu
tahun terakhir, berdasarkan diagnosa+gejala penyakit jantung, prevalensi jantung 8,2%, dan prevalensi asma 2,7%. Secara rerata di Provinsi Sulawesi
Utara hampir 1 di antara 10 penduduk (8,97%)
menderita gangguan mental emosional, dan
tertinggi di Kabupaten Kepulauan Talaud (20%).
Prevalensi low vision dan kebutaan penduduk
umur ≥ 5 tahun dalam 5 tahun terakhir 3,4 % dan
0,5%. Di Sulawesi Utara, berdasarkan diagnosa+gejala katarak, prevalensi katarak penduduk
umur ≥ 30 tahun sebesar 20%, dengan prevalensi
tertinggi 34% di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Hampir satu di antara tiga penduduk di Provinsi
Sulawesi Utara mempunyai masalah gigi-mulut
18
namun persentase yang menerima perawatan gigi
baru satu di antara empat.
Sebagai negara tropis, Indonesia termasuk di
dalamnya Provinsi Sulawesi Utara menghadapi
permasalahan penyakit menular, diantaranya Tuberkolosis (TB), malaria, dan Demam Berdarah
Dengue (DBD) selain HIV/ AIDS dan beberapa penyakit lainnya.
a ) 10 penyakit menonjol
Berdasarkan pengolahan data laporan dari
Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota melalui surveilans terpadu penyakit didapatkan sepuluh besar penyakit menonjol di Sulawesi Utara tahun
2008 dengan urutan ranking sebagaimana pada
tabel IV.2. di bawah.
Gambar III. 13. Sepuluh (10) besar penyakit
menular menonjol di Sulawesi Utara tahun 2009
Sumber : Seksi Surveilans, 2010
Dari tabel IV. 2. di atas terlihat bahwa sama
seperti laporan pada profil tahun 2008, di tahun
2009 penyakit influenza masih menjadi penyakit
yang paling banyak di derita oleh masyarakat dan
yang berobat ke Puskesmas diikuti oleh penyakit
Diare dan malaria klinis. Meskipun demikian data
10 penyakit menonjol tersebut sangat dipengaruhi
oleh kelengkapan laporan dari Dinas Kesehatan
Kabupaten / Kota yang merupakan indikator
utama dari pelaksanaan surveilans terpadu penyakit.
Secara umum
laporan STP Kabupaten/ Kota
dikirimkan setiap bulan, namun beberapa Kabupaten/ Kota tidak mempunyai cakupan kelengkapan laporan STP 100 persen.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
b)
Acute Flaccid Paralysis (AFP)
Polio merupakan penyakit menular yang
sangat berbahaya yang disebabkan oleh virus yang
menyerang sistem saraf. Penyakit ini umumnya
menyerang anak usia 3 tahun ini dan dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, lumpuh layu
(kecacatan) bahkan kematian. Penyakit ini tidak
dapat diobati dan hanya bisa dicegah dengan
pemberian imunisasi polio sebanyak empat kali
pada bayi umur dibawah satu tahun.
Setalah cacar, polio merupakan penyakit yang dapat dieradikasi dari muka bumi. Pada hakekatnya,
polio belum sepenuhnya dapat diberantas total
dan masih menjadi masalah kesehatan yang perlu
ditangani secara seksama.
Dengan target mencapai status Indonesia Bebas
Polio pada tahun 2010, Departemen Kesehatan
memfokuskan strategi pemberantasan polio pada
upaya surveilans Acute Flaccid Paralysis atau AFP
secara ketat dan peningkatan cakupan imunisasi
rutin. Starategi tersebut dijabarkan sebagai berikut :
1. Melaksanakan program imunisasi dasar lengkap pada seluruh bayi dibawah satu tahun
secara konsisten dan berkesinambungan.
2. Meningkatkan surveilans secara berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia.
3. Mengamankan virus polio di laboratorium,
4. Memanfaatkan Posyandu sebagai sarana
sosialisasi sekaligus pelaksanaan imunisasi.
5. Sosialisasi pentingnya imunisasi bagi balita
melalui berbagai media secara terus menerus
di seluruh wilayah Indonesia.
6. Menjalin kerjasama dengan ormas perempuan, ormas keagamaan, toko masyarakat,
serta pihak-pihak lain yang relevan untuk bersama-sama mendorong masyarakat melaksanakan imunisasi bagi balita.
sanakan pada tahun 1995, 1996, 1997, 2000,
2005, dan 2006 dengan Sub-PIN dilaksanakan
pada tahun 1998, 2000, 2001 dan 2006. Sasaran PIN adalah anak usia sekolah 6 – 14 tahun, dengan tujuan memutuskan rantai penularan virus polio liar. WHO merekomendasikan
pemberian imunisasi sejak anak lahir sebanyak
4 kali dengan interval 6 sampai 8 minggu, yang
kemudian diulang pada usia 1,5 tahun dan 15
tahun.
3. Surveilans AFP atau penemuan penderita yang
dicurigai lumpuh layu pada usia dibawah usia
15 tahun, untuk kemudian diperiksa tinjanya
agar dapat dipastikan apakah karena polio
atau bukan.
4. Mopping-Up, yaitu pemberian vaksinasi massal didaerah yang ditemukan penderita polio,
terhadap anak usia dibawah 5 tahun tanpa
melihat status imunisasi polio sebelumnya.
Keberhasilan program eradikasi polio secara
global dinilai dari keberhasilan pelaksanaan surveilans AFP. Melalui pelaksanaan surveilans AFP
maka pendeteksian secara dini munculnya kasus
polio liar yang mungkin terdapat di masyarakat
dilakukan sehingga memungkinkan untuk segera
dilakukan upaya penanggulangan. Terdapat 4 indikator pelaksanaan AFP diantaranya adalah Non
Polio AFP rate anak berusia kurang dari 15 tahun.
Secara nasional ditetapkan indikator non polio
AFP rate 2 per 100.000 anak berusia kurang 15
tahun.
Target Indonesia Bebas Polio 2010 mengukur keberhasilan pelaksanaan strategi melalui indikator tercakupnya seluruh balita Indonesia
(100%) dalam kegiatan imunisasi serta tidak
adanya kasus serangan polio di seluruh wilayah
Indonesia. Upaya program atau kegiatan yang dilakukan mencakup :
1. Imunisasi rutin dengan sasaran anak / balita
usia kurang dari 1 tahun yang bertujuan
melindungi anak secara individual agar tidak
terserang polio.
2. Pekan Imunisasi Nasional atau PIN yang dilak-
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
19
Gambar III. 14. Jumlah kasus AFP Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
8
7
7
6
5
5
4
4
4
3
3
2
2
2
2
2
1
1
0
1
0
0
0
0
Sumber : Seksi Surveilans, 2010
Dari grafik di atas terlihat bahwa kontribusi
terbanyak pada penemuan kasus AFP adalah Kota
Manado sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja
surveilans AFP Kota Manado lebih baik dibanding-
kan Kabupaten/ Kota lainnya . Non Polio AFP rate
Provinsi Sulawesi Utara dalam 5 tahun terakhir
masih di atas indikator nasional (2.62 untuk tahun
2009) seperti terlihat pada gambar III. 15 berikut.
Gambar III. 15. Non Polio AFP rate Provinsi Sulawesi Utara tahun 2005-2009
7
6
5
4
3
2
1
0
6.1
5.46
4.6
4
3.5
2.44
2005
2006
2.46
2007
NP AFPRate
2.54
2008
2.62
2009
Indikator Nas
Sumber : Seksi Surveilans, 2010
20
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
(Lembaga Pemasyarakatan) serta yang tidak kalah
penting pemantauan dan penelitian terhadap
kelompok umur beresiko rendah seperti ibu
rumah tangga.
Sejauh ini belum ditemukan obat atau vaksin yang
efaktif bagi kasus HIV / AIDS; pengobatan terhadap HIV / AIDSdikelompokan sesuai tujuannya :
a. Pengobatan suportif yang bertujuan meningkatkan keadaan umum penderita, mencakup
pemberian gizi yang baik, obat simtomatik,
vitamin dan dukungan psikososial.
b. Pengobatab infeksi oportunistik yang dilakukan secara empiris
c. Pengobatan anti-retrovital (ARV) yang dapat
menghambat perkembangbiakan virus HIV,
namun belum dapat menyembuhkannya
atau membunuh virus HIV. Pengobatan ini
terbukti dapat memperbaiki kualitas hidup
penderita karena kemungkinan untuk menjadi infeksi oportunistik lebih jarang atau mudah diatasi.
c)
Penyakit HIV/ AIDS
HIV / AIDS merujuk pada sindroma menurunnya kekebalan tubuh yang berakibat fatal.
HIV / AIDS telah menjadi masalah kesehatan pada
tataran global, terutama pada negara-negara
berkembang seperti Indonesia.
Selama satu dasawarsa terakhir (1997 – 2007) kasus AIDS yang dilaporkan meningkat tajam, dengan kasus AIDS terbanyak DKI Jakarta, Papua,
Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Menurut kelompok umur 20 – 29 tahun yaitu sebesar 54% dari
keseluruhan kasus; suatu hal yang mengkhawatirkan mengingat kelompok umur ini adalah
kelompok umur yang produktif, dan dapat berdampak buruk terhadap pembangunan sosioekonomi Indonesia serta berpotensi menyebabkan umur harapan hidup menurun. Berdasarkan
cara penularan, kasus penularan AIDS terbanyak
adalah melalui penggunaan jarum suntik bersama
terutama di kalangan penyalahguna NAPZA suntik
(IDU).
Upaya penanggulangan penyakit HIV / AIDS
ditujukan bukan hanya pada penanganan penderita yang ditemukan, tetapi juga diarahkan pada
upaya pencegahan melalui penemuan penderita
secara dini melalui upaya penjangkauan yang dilanjutkan dengan upaya konseling.
Upaya penemuan penderita dilakukan melalui skrining HIV / AIDS terhadap darah donor,
pemantauan terhadap kelompok beresiko penderita Penyakit Menular Seksual (PMS), penyalahguna obat dengan suntik IDUs), penghuni Lapas
Di Provinsi Sulawesi Utara , kasus HIV/ AIDS
yang pertama kali dilaporkan pada tahun 1997,
selang empat tahun terakhir terjadi peningkatan
kasus yang cukup bermakna. Total kasus HIV/ AIDS
di Provinsi Sulawesi Utara adalah sampai akhir
tahun 2009 adalah 613 kasus dengan perincian
240 kasus HIV dan 373 kasus AIDS. Adapun dari
613 penderita, yang sudah meninggal sebanyak 96
kasus, atau masih ada 517 penderita yang masih
hidup.
Gambar III. 16. Jumlah kasus HIV/ AIDS Provinsi Sulawesi Utara tahun 1997 - 2009
120
100
80
60
40
20
0
1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
HIV
0
0
0
3
5
5
2
9
30
61
29
55
38
AIDS
1
1
1
4
1
13
6
9
47
38
43
93
112
Sumber : Bidang PMK, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
21
Perubahan status HIV ke AIDS yang memerlukan waktu pada akhirnya akan mempengaruhi
gambaran kurva dari tahun ke tahun pada waktu
data di”update”. Diharapkan dengan pemberian
ARV yang adekuat maka proses perubahan status
HIV ke AIDS menjadi lebih lama atau bahkan tidak
sama sekali.
Dari 15 Kabupaten / Kota se Provinsi Sulawesi Utara maka Kota Manado, Kota Bitung dan
Kabupaten Minahasa adalah 3 kabupaten/ kota
penyumbang kasus terbanyak, yaitu masingmasing 237, 146 dan 63 . Distibusi kasus HIV/ AIDS
menurut Kabupaten/ Kota dapat dilihat pada gambar di bawah.
Gambar III. 17. Distribusi kasus HIV/ AIDStotal tahun 1997s/ d februari 2010 menurut Kab/ Kota
se Provinsi Sulawesi Utara.
Sumber : Bidang PMK, 2010
Melihat perkembangan kasus AIDS yang
menunjukkan peningkatan yang signifikan dari
waktu ke waktu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara mengikuti kebijakan Departemen
Kesehatan dalam hal penanggulangan yang berfokus pada pencegahan, yang diintegrasikan dengan
perawatan, dukungan dan pengobatan. Upaya
meningkatkan akses layanan kesehatan bagi
penderita AIDSdilaksanakan melalui :
1. Pelayanan VCT di Rumah Sakit. Hingga akhir
2008 terdapat lima Rumah Sakit di Sulawesi
Utara yang memberikan layanan terapi antiretoviral (ARV) dan Voluntary Counselling and
Testing (VCT) yaitu RSU Prof. Dr. R. D. Kandou-Manado, RS TNI Teling-Manado, RS Prof.
Ratumbuysang-Manado, RSUD Bitung, RSU
Bethesda-Tomohon
2. Meningkatkan cakupan penderita yang mendapatkan perawatan anti-retoviral, serta
meningkatkan cakupan penderita yang mem-
22
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
peroleh Terapi Anti-retroviral Kombinasi.
3. Mengembangkan layanan MST (Maintenance
Substitution Treatment).
d) Malaria
Pengendalian penyakit Malaria telah menjadi
prioritas penanggulangan masalah kesehatan
masyarakat di dunia, termasuk Indonesia lebih
khusus Provinsi Sulawesi Utara. Hampir disetiap
bagian dunia, tidak terkecuali Indonesia yang merupakan salah satu negara yang beresiko malaria,
penyakit malaria muncul sebagai Kejadian Luar
Biasa.
Upaya pemberantasan penyakit malaria dilakukan melalui strategi yang menekankan empat
aspek, yaitu :
1. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat.
2. Pengendalian vektor yang selektif.
3. Pengendalian Kejadian Luar Biasa.
4. Sistem Surveillans yang efektif.
Strategi tersebut dijabarkan dalam program-program berikut :
1. Pencegahan dan perlindungan kelompok
masyarakat beresiko tertular malaria melaui
kegiatan kelambunisasi dengan kelambu berinsektisida yang tahan lama (long lasting
nets) untuk pencegahan. Tahun 2003-2008
telah dibagikan kelambu berinsektisida didaerah berpotensi/ endemis malaria
2. Integrasi dan peningkatan penemuan kasus
malaria (active case detection) dan pengendalian malaria.
3. Penggunaan rapid diagnostic tests untuk
mempermudah diagnosis
4. Pengobatan profilaksis dan penggunaan obat
malaria kombinasi derivat artemesinin.
5. Peningkatan jangkauan penemuan, pengobatan dan perawatan malaria yang berkualitas didaerah terpencil :
a. Pembentukan revitalisasi Pos Malaria
Desa (Posmaldes)
b. Pelatihan dan pemberdayaan kader Posmaldes yang aktif
c. Pendirian pos malaria desa di wilayah yang
sulit dijangkau tenaga kesehatan.
d. Penggunaan pokesdes pada Desa Siaga
6.
Memenuhi kebutuhan obat.
Target dan tujuan pemberantasan penyakit
malaria adalah eliminasi penyakit ini yang dilakukan secara bertahap dimana untuk wilayah Sulawesi ditargetkan tereliminasi di tahun 2020.
Selain itu, ditetapkan pula tujuan-tujuan
khusus pemberantasan penyakit malaria sebagai
berikut:
1. Penurunan 50% jumlah desa dengan kasus
malaria lebih dari 5 per 1.000 penduduk pada
tahun 2010.
2. Seluruh kabupaten / kota mampu melaksanakan pemeriksaan atas sediaan darah malaria
dan memberikan pengobatan secara tepat dan
terjangkau pada tahun 2010.
3. Seluruh wilayah Indonesia telah melaksanakan
intensifikasi dan integrasi dalam pengendalian
malaria pada tahun 2020.
Di Provinsi Sulawesi Utara, jumlah penderita
malaria klinis tidak mempunyai pola yang tetap,
namun jumlah kasus malaria klinis pertahun selama lima tahun terakhir berkisar pada angka
30.000 kasus, seperti pada gambar III.18. di
bawah.
Gambar III. 18. Penderita Malaria Klinis dan AMI di Provinsi Sulawesi Utara
Tahun 2005 – 2009
18
34000
16
33000
14
32000
12
10
31000
8
30000
6
4
29000
28000
2
2005
2006
2007
2008
2009
Kasus
32120
33321
30341
30856
30070
AMI (0/ 00)
15.23
15.56
13.88
13.97
12.62
0
Sumber : Bidang PMK, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
23
Dari grafik IV.12 terlihat bahwa selama lima
tahun terakhir kasus malaria klinis menunjukkan
tren penurunan dengan Annual Malaria Incidence
(AMI) per 1.000 penduduk Provinsi Sulawesi
Utara lebih rendah dari indikator yang ditetapkan
oleh Departemen Kesehatan Penyakit malaria.
AMI adalah Angka Kesakitan Malaria yang didasari
oleh gejalah-gejalah klinis tanpa melalui tes laboratorium.
Sepanjang tahun 2009, Kabupaten Kepulauan Sangihe melaporkan kasus malaria terbanyak diikuti oleh Kabupaten Minahasa Tenggara
dan Kabupaten Minahasa, sementara Kota Tomohon melaporkan kasus yang paling kecil diikuti
oleh Kota Manado dan Kabupaten Sitaro. Distribusi kasus malaria klinis dapat dilihat pada grafik
distribusi kasus malaria klinis dan angka kematian
karena malaria.
Gambar III. 19. Distribusi kasus malaria klinis kab/ Kota se Provinsi Sulawesi Utara
Tahun 2009
128
185
251
TOMOHON
MANADO
SITARO
BOLMONG SELATAN
BOLMONG TIMIUR
MINAHASASELATAN
MINAHASAUTARA
KEP.TALAUD
BITUNG
KOTAMOBAGU
BOLMONG UTARA
BOL.MONGONDOW
MINAHASA
MINAH ASATENGGARA
KEP.SANGIHE
573
579
1354
1858
2123
2511
2760
2782
3159
3198
3315
5294
0
1000
20 00
3000
4000
5000
6000
Sumber : Bidang PMK, 2010
Dari sejumlah kasus malaria klinis sebagaimana grafik di atas, rata-rata selama 5 tahun terakhir hanya 35.5 persen yang diperiksa, dengan
hasil positif (slide positive rate) sebesar 52.5 persen, seperti pada gambar IV. 14. berikut.
Gambar III. 20. SPR kasus malaria klinis se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2005 s/ d 2009
60
50
47
48.4
51.7
48.8
60.5
40
30
20
10
0
2005
2006
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK, 2009
24
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Malaria positif ditemukan dengan persentase
meningkat dari tahun ke tahun.
Penyakit malaria adalah penyakit musiman dimana penyakit ini akan semakin meningkat seiring
dengan pergantian cuaca. Malaria biasanya meningkat pada kondisi dimana curah hujan pada
waktu itu meningkat sehingga menyebabkan
“breeding place” akan meningkat. Oleh karena itu
upaya penyemprotan dilaksanakan pada saat-saat
dimana curah hujan tinggi agar kepadatan nyamuk
penular penyakit malaria akan berkurang.
Sementara itu, angka kematian karena malaria
berhasil ditekan dari 0.92 % pada tahun 2005
menjadi 0,42% pada tahun 2006 dan 0,56% pada
tahun 2008.
e)
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegpti ini telah berkembang
menjadi masalah kesehatan yang semakin serius.
Selain faktor nyamuk penular serta keganasan virus yang terus berevolusi seiring dengan perubahan iklim (pemanasan global), serta keterlambatan mencari pengobatan dan kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan, menyebabkan
kasus (Incidence Rata) penyakit DBD ini masih
muncul dari tahun ke tahun.
Target atau sasaran pengendalian DBD
adalah menjaga Case Fatality Rate di bawah 1%
dengan menurunkan Incidence Rate dan Case Fatality Rate.
Upaya pemberantasan penyakit DBD mencakup
langkah-langkah pencegahan dan penemuan kasus yang dapat secara efektif mengendalikan penyakit ini, yang meliputi:
a) Upaya pencegahan yang memiliki peran
penting dalam pemberantasan DBD :
1. Gerakan 3M Plus : Menguras, dan Menutup
tempat penampungan air serta Mengubur
barang-barang bekas, ditambah dengan
menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk dan kelambu dan
menaburkan bubuk abate.
2. Memberantas sarang nyamuk.
3. Melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, baik secara mandiri maupun oleh Jumantik.
4. Memberantas nyamuk dewasa melalui
pengasapan (fogging) secara periodik.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
5.Menghilangkan genangan air
6.Menggalakkan perilaku hidup sehat dan
bersih.
b) Upaya penemuan kasus DBD dan pemberian
pengobatan bagi penderita DBD yang dirawat
di RS rujukan, dan disarana pelayanan kesehatan lain untuk menerima kartu Jamkesmas.
c) Meningkatkan ketatalaksana kasus dan pelayanan kesehatan melaui pembentukan tim
penanggulangan saat wabah KLB, penerapan
sistem monitoring dan pengembangan Rapid
Diagonostic Test untuk deteksi dini kasus DBD
d) Meningkatkan kesadaran dan peran serta
masyarakat dan pemerintah daerah untuk
melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan DBD
e) Penerapan COMBI (communication for behavioral inpact atau komunikasi perubahan
perilaku), sebuah metode baru dalam program PSN DBD baik di pusat maupun daerah,
suatu metode pendekatan PSN yang bersifat
spesifik di suatu wilayah dan dengan cara PSN
yang tepat (local area spesific), lebih mengoptimalkan kerjasama lintas sektor dan
didukung data (evidence base) terutama data
sosial budaya. Pelaksanaan COMBI telah dilaksanakan di Jakarta Timur(2005), Mojokerto
(2006), Padang (2007), dan Yokyakarta
(2007). Sedang dalam pelaksanaan di Surabaya, Semarang, Bandung, KabupatenTangerang dan Jakarta Selatan (2008).
Keberhasilan pengendalian penyakit DBD
ditujukan keberhasilan oleh persentase jumlah
kasus yang ditangani. Kasus DBD dengan CFR di
Provinsi Sulawesi Utara selama tahun 2005 s/ d
2009 terlihat seperti gambar IV. 15 berikut.
Gambar III. 21. Jumlah Kasus DBD dan kematian
selang tahun 2005-2009
2500
30
2000
25
20
1500
15
1000
10
500
5
0
Kasus
meninggal
0
2005
2006
2007
2008
2009
1926
1290
1430
1865
1616
26
19
16
24
20
Sumber : Bidang PMK, 2009
25
duduk) dan Case Fatality Rate ( Angka kematian),
maka didapatkan pola yang berbeda seperti pada
gambar IV. 16. berikut.
Dapat dilihat bahwa selama tahun 2009 terjadi penurunan kasus dan CFR dibandingkan tahun
2008. Jika dihitung dengan menggunakan Incidence Rate (angka kejadian per 100.000 pen-
Gambar III. 22. Grafik IR dan CFR DBD 2005 - 2009
100
1.6
90
1.4
80
1.2
70
60
1
50
0.8
40
0.6
30
0.4
20
0.2
10
0
0
2005
2006
2007
2008
2009
IR
90.4
59.6
63.6
86.1
72.9
CFR
1.3
1.5
1.1
1.3
1.24
Sumber : Bidang PMK, 2009
Pada tahun 2006, meskipun jumlah kasus
dan kematian lebih rendah dibandingkan dengan
tahun 2005 tetapi CFR tahun 2006 menunjukkan
pola yang berlawanan dengan pola pada grafik
IV.15. Terjadinya peningkatan CFR dapat disebabkan oleh masalah manajemen kasus dan perilaku
pencarian pengobatan selain oleh virulensi virus
sendiri.
Sepanjang tahun 2009, jika dianalisis menurut bulan maka terlihat bahwa kasus dan kematian
tertinggi terjadi pada bulan Desember. Namun
Pola ini hampir serupa seperti pola tahun-tahun
yang sebelumnya. Begitu juga dengan kasus meninggal dimana banyak terjadi di bulan Januari.
Gambar III. 23. Kasus DBD dan kematian di Provinsi Sulawesi Utara menurut bulan Tahun 2009
250
7
6
200
5
4
150
3
100
2
1
50
0
0
Kasus DBD
Kematian
-1
AGU
SEP OKT NOP DES
S
JAN
PEB MAR APR
MEI JUN
JUL
102
161
151
133
116
110
123
169
110
105
123
213
1
3
0
1
1
0
0
3
1
2
2
6
Sumber : Seksi surveilans, 2010
26
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Gambar III.24. memperlihatkan grafik dengan pola 5 tahunan (2005-2009) kasus DBD di Sulawesi Utara. Pada grafik tersebut nampak bahwa
pola tahun 2005 dan tahun 2009 terlihat serupa
(grafik berwarna merah dan grafik berwarna biru)
sehingga memperkuat asumsi pola penyakit dengan siklus 5 tahunan.
Gambar III. 24. Distribusi kasus DBD menurut bulan se Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2005-2009
450
400
350
300
250
200
150
100
50
0
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agst
Sept
Okt
Nop
Des
2005
217
296
176
102
130
85
92
146
97
150
168
267
2006
424
230
155
89
73
57
82
50
33
17
25
55
2007
124
307
239
137
74
81
107
126
141
199
83
90
2008
361
279
188
133
101
68
38
23
48
60
59
72
2009
102
161
151
133
116
110
123
169
110
105
123
213
Sumber : Seksi Surveilans, 2010
Gambar III. 25. Peta Distribusi kasus DBD di Sulawesi Utara Tahun 2009
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
27
Gambar IV. 18. memperlihatkan peta distribusi kasus DBD di kabupaten/ kota se propinsi Sulawesi utara tahun 2009. Dari peta tersebut Nampak bahwa selama tahun 2009 kasus DBD banyak
terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan,
Kabupaten Minahasa, Kota Manado dan kota Bi-
tung (wilayah berwarna merah tua), semenytara
kasus DBD hanya sedikit dilaporkan di wilayah Kabupaten Talaud, Kabupaten Bolaang Mongondow
Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
f)
2. Menyembukan 85% dari semua pasien tersebut dan mempertahankanya. Angka kesembuhan menujukan persentase pasien baru TB
paru BTA positif yang menyelesaikan pengobatan (baik yang sembu maupun pengobatan
lengkap) diantara pasien baru TB paru BTAS
positif yang tercatat.
Tuberkolosis (TB)
Secara global, Tuberkolosis atau TB masih
menjadi masalah kesehatan yang serius, sedangkan secara nasional beban TB masih sangat tinggi;
data Riskesdas 2007 menunjukan sekitar 7,5 %
angka kematian Indonesia disebabkan oleh penyakit yang mematikan ini.
Dari data tersebut juga didapatkan prevalensi
TB paru DI Provinsi Sulawesi Utara cenderung
meningkat sesuai bertambahnya umur dan
prevalensi tertinggi pada usia lebih dari 65 tahun.
Prevalensi TB paru 20% lebih tinggi pada laki-laki
dibandingkan perempuan, tiga kali lebih tinggi di
pedesaan dibandingkan perkotaan dan empat kali
lebih tinggi pada pendidikan rendah dibandingkan
pendidikan tinggi.
Target pengendalian TB mencakup:
1. Tercapainya penemuan pasien baru TB menular (Basil Tahan Asam positif / BTA positif setidaknya sebanyak 70 % dari perkiraan. Angka
Penemuan Kasus (Case Detectian Rate) =
CDR) adalah persentase jumlah pasien baru
BTA positif yang ditemukan dan diobati dibandingkan dengan jumlah pasien baru BTA
positif yang diperkirakan dalam suatu
wilayah.
Penyakit TB Paru bukan hanya membawa
kerugian terhadap sector kesehatan dan social,
tetapi juga terhadap sector ekonomi, karena 75%
penderita TB adalah mereka yang berusia produktif secara ekonomi (15-54 tahun) dan pada kelompok ekonomi lemah serta yang berpendidikan rendah. TB Paru menyebabkan sumberdaya manusia
ekonomis berkurang, tingkat produktifitas ekonomi menurun, pendapatan berkurang dan pada
akhirnya berdampak terhadap ekonomi secara
luas.
Tahun 2009, Angka penemuan kasus Baru TB
Paru di Sulawesi Utara (CDR)secara umum memperlihatkan hasil yang baik kecuali di beberapa
Kabupaten/ Kota masih rendah/ belum memenuhi
target nasional >80 %, seperti terlihat pada gambar IV. 19.
Gambar III. 26. CDR TB Paru Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
140
120
100
80
60
40
20
0
123 121
95
94
87 85
76 73
71 69
67
80
54 53
51 49
Sumber : Bidang PMK, 2010
28
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Dari 15 Kabupaten/ Kota, 6 diantaranya sudah
mencapai target nasional (>80%) yaitu Kotamobagu dan Kabupaten Talaud (diatas 100%), Kota
Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung
dan Kota Tomohon. Sementara 5 wilayah dengan
CDR kurang dari 70 % dengan Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur yang tidak sampai 50 %. Secara Propinsi CDR Sulawesi utara mencapai 80%
akibat 2 kabupaten yang pencapaian CDR di atas
100%. Dari analisis kesembuhan penderita kasus
2007 didapatkan hasil sebagaimana terlihat pada
grafik gambar IV. 20
Dari analisis kesembuhan penderita kasus
2007 didapatkan hasil sebagaimana terlihat pada
grafik gambar IV. 20.
Gambar III. 27. Hasil Pengobatan (Cure Rate) TB Paru Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
%
100
80
60
40
20
0
100 100 99 98 96 96 95
92 91 89 86 86
85
88
75
Sumber : Bidang PMK 2010
Dari 15 Kabupaten/ Kota di Provinsi, hanya
satu diantaranya yang belum mencapai hasil yang
diharapkan yaitu angka kesembuhan ≥ 85 % kasus
yang ditangani sepanjang tahun 2008 yaitu Kota
Manado. Meskipun demikian namun demikian
secara provinsial telah melebihi target yang diharapkan.
Keberhasilan penanganan penyakit TB tidak
terlepas dari program peningkatan akses kepada
pelayanan kesehatan dan peningkatan peran serta
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
masyarakat melalui upaya kesehatan berbasis
masyarakat serta mengaktifkan para kader Pos
yandu untuk terlibat dalam penemuan suspek
penderita TB.
Selain itu keterlibatan Puskesmas Pembantu
dan bidan desa serta para kader PKK diberbagai
Kabupaten/ Kota juga berkontribusi terhadap peningkatan penemuan dan kesembuhan penderita.
29
g) Diare
Penyakit Diare sampai saat ini masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat, walaupun secara
umum angka kesakitan masih berflukutuasi.
Menurut data Riskesdas 2007, pada tingkat
Provinsi, prevalensi penyakit diare di Sulawesi
Utara lebih rendah daripada angka nasional.
Sebaran antar kabupaten/ kota bervariasi dari
3,1% - 9,4%. Prevalensi terendah (3,1%)
ditemukan di Kota Manado, dan tertinggi di
kabupaten Kepulauan Talaud. Prevalensi diare
berdasarkan kelompok umur tertinggi berturutturut adalah 55 - 64 tahun, 45-54 tahun,1-4 tahun
dengan prevalensi yang lebih banyak di daerah
persedaan berbeda dengan typhoid yang
cenderung lebih banyak diperkotaan. Sepanjang
tahun 2009, kasus diare terlaporkan lebih banyak
terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara. Keseluruhan penderita Diare yang ditemukan dilaporkan ditangani (100 %).
Gambar III. 28. Kasus Diare Balita di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
5.000
4419
4.000
3.000
3106
2756
1653
2.000
1.000
2931
2823
2400
1861
1798
1675
1591
734
657
198
180
0
Sumber : Bidang PMK, 2010
h)
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
Menurut laporan Riskesdas bahwa infeksi
saluran pernafasan akut (ISPA) tersebar di seluruh
Provinsi Sulawesi Utara dengan bervariasi dengan
rerata prevalensi tingkat Provinsi dalam satu
bulan terakhir sebesar 20,5%, dengan rentang
(12,1 – 34,6%). Angka prevalensi ISPA dalam
sebulan di atas 20% ditemukan di 5 kabupaten/
kota. Seperti diketahui ISPA yang tidak ditangani
dengan tuntas dapat berkembang menjadi
pneumonia. Di Provinsi Sulawesi Utara, secara
rerata, prevalensi penyakit pneumonia dalam satu
bulan terakhir sebesar 1%, di bawah angka
nasional (1,88%), dengan rentang 0,5 – 2,7%.
Prevalensi terendah ditemukan di Kota Bitung dan
Kota Tomohon, masing-masing 0,5% dan tertinggi
didapatkan di Kabupaten Kepulauan Talaud
(2,7%).
30
Prevalensi ISPA tertinggi pada balita (>35%),
sedangkan terendah pada kelompok umur 15 - 24
tahun. Prevalensi cenderung meningkat lagi sesuai
dengan meningkatnya umur. Prevalensi antara
laki-laki dan perempuan relatif sama, dan sedikit
lebih tinggi di perdesaan. Prevalensi ISPA
cenderung lebih tinggi pada kelompok dengan
pendidikan dan tingkat pengeluaran RT per kapita
lebih rendah.
Sepanjang Tahun 2009, kasus Pneumonia balita
tertinggi terlaporkan dari Kabupaten Minahasa,
diikuti oleh Kota Manado dan Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara. Terdapat 3 daerah yang
melaporkan tidak mempunyai kasus pneumonia
balita yaitu Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa
Tenggara dan Kabupaten Siau Tagulandang dan
Biaro. Distribusi kasus pneumonia balita menurut
Kabupaten/ Kota dapat dilihat pada gambar dan
tabel berikut.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Gambar III. 29. Distribusi kasus Penumonia balita se Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Kab/ Kota
Pn. Balita
Kematian
Pn. Balita
Manado
Bitung
Tomohon
Minahasa
498
4
0
737
0
0
0
0
Bolmong
116
0
5
211
365
79
0
0
37
389
10
14
2.465
0
0
0
0
0
2
0
0
2
0
Sangihe
Talaud
Minsel
Minut
Mitra
Sitaro
Kotamobagu
Bolmut
Boltim
Bolsel
Jumlah
h)
RABIES
Penyakit Rabies masih menjadi masalah
kesehatan di Sulawesi Utara. Kasus gigitan rabies
dalam empat tahun terakhir menunjukkan kecenderungan meningkat dibandingkan dengan
tahun 2003 dan tahun 2004. Dalam tujuh tahun
terakhir rata-rata kasus gigitan setiap tahun
adalah 1.371 kasus dengan kematian karena ra-
2
bies (lyssa) tidak pernah kurang dari 10. Angka ini
masih jauh di atas harapan nasional yaitu 0 kematian pada setiap kasus gigitan. Untuk melihat
gambaran kasus gigitan dan kasus lyssa tahun
2003 – 2009, dapat terlihat pada gambar IV.21
berikut.
Gambar III. 30. Kasus gigitan dan Lyssa di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2003 - 2009
2000
35
1800
30
1600
1400
25
1200
20
1000
800
15
600
10
400
5
200
0
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
Gigitan
506
598
1455
1769
1790
1619
1859
Lyssa
14
16
30
19
15
14
12
0
Sumber : Bidang PMK, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
31
Kasus lyssa yang terjadi mungkin akan menjadi wajar jika melihat perbandingan antara jumlah kasus gigitan dengan jumlah kasus yang mendapatkan vaksin anti rabies. Gambar IV.22
menunjukkan bahwa ketersediaan VAR untuk
mencegah terjadinya kasus Lyssa di Sulawesi
Utara masih kurang setiap tahun.
Gambar III. 31. Kasus gigitan dan pemberian VAR di Provinsi Sulawesi Utara
tahun 2003 - 2009
2.000
1.500
1.000
500
0
Gigitan
VAR
2003
506
2004
598
205
1455
2006
1769
207
1790
2008
1620
2009
1859
156
143
636
613
583
481
689
Distribusi kasus gigitan menurut kabupaten/
kota se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009 dan
kasus lyssa seperti pada tabel 4.2 berikut
Gambar III. 32. Distribusi kasus gigitan dan Lyssa Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Kab/ Kota
Sumber : Bidang PMK, 2010
32
Gigitan
Lyssa
Manado
223
1
Bitung
212
0
Tomohon
217
1
Minahasa
517
0
Bolmong
39
0
Sangihe
35
0
Talaud
84
2
Minsel
190
5
Minut
168
0
Mitra
Sitaro
90
56
0
2
Kotamobagu
7
0
Bolmut
0
0
Boltim
21
1
Bolsel
Jumlah
0
1.859
0
12
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
D.
STATUSGIZI
Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang mengambarkan tingkat kesejahteraan
masyarakat. Tinggi rendahnya prevalensi gizi buruk dan kurang mengindikasikan ada tidaknya masalah gizi pada balita, tetapi tidak memberikan
indikasi apakah masalah gizi tersebut bersifat
kronis atau akut.
Jumlah kasus gizi buruk Provinsi Sulawesi Utara
tahun 2009 sebanyak 103 kasus. Jumlah tersebut
meningkat serupa kasus pada tahun 2007 yaitu
106 kasus atau meningkat deibandingkan dengan
kasus tahun 2008 sebanyak 49 kasus.
Kota Manado merupakan penyumbang terbesar
kasus gizi buruk di Sulawesi Utara tahun 2009,
yakni sebanyak 23 kasus seperti terlihat pada
gambar berikut.
Gambar III. 33. Distribusi kasus Gizi buruk kab/ kota se
Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
KABUPATEN/ KOTA
KASUS
BOLMONG
10
BOLMONG SELATAN
0
BOLMONG TIMUR
0
BOLMONG UTARA
9
SANGIHE
8
TALAUD
16
BITUNG
0
KOTAMOBAGU
6
MANADO
25
TOMOHON
0
MINAHASA
8
MINAHASA SELATAN
8
MINAHASA TENGGARA
8
MINAHASA UTARA
3
SITARO
2
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
33
34
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
BAB IV
UPAYA PELAYANAN KESEHATAN
Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan
kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan,
dan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Sulawesi Utara dimana salah satu strategi utamanya
adalah Meningkatkan Kinerja dan Upaya Kesehatan, maka dilakukan berbagai upaya pelayanan
kesehatan masyarakat.
Berikut ini diuraikan situasi upaya kesehatan
sepanjang tahun 2009.
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR
Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan
langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar
secara tepat dan cepat, diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat di
atasi. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang
dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan
adalah sebagai berikut.
1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
a. Kesehatan Anak
Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan
bahwa Angka Kematian Neonatal (AKN) di Provinsi
Sulawesi Utara adalah 24/ 1000 kelahiran hidup,
Angka Kematian Bayi 33/ 1000 kelahiran hidup,
Angka Kematian Anak Balita 43/ 1000 kelahiran
hidup. Cakupan kunjungan neonatal (KN 1) hanya
56%, cakupan kunjungan bayi 53% (target nasional 83%), Cakupan penanganan komplikasi neonatal 9%(target nasional 70%), cakupan imunisasi
Hepatitis B 0 38,8%(target nasional 80%), cakupan
injeksi Vitamin K 03,55%, Cakupan imunisasi lengkap 58%, Cakupan ASI eksklusif 67,7%, dan cakupan inisiasi menyusui dini 67,7%.
Prevalensi bayi dengan berat badan lahir rendah
(BBLR) 7-20%, prevalensi balita dengan gizi kurang
11,4%, prevalensi balita gizi buruk 4,3% dan
prevalensi gizi.
Penyebab kematian terbesar pada bayi
adalah BBLR dan asfiksia, sedangkan penyakit pe nyebab kematian pada umur lebih dari 1 bulan
sampai 5 tahun adalah diare dan pneumonia.
Selain itu faktor-faktor seperti persalinan
yang terjadi di rumah dan masih ditolong oleh biang kampung/ dukun bayi, status gizi ibu hamil
masih kurang, sarana dan prasarana masih terbatas, adanya disparitas pendidikan, sosial ekonomi
dan pelayanan kesehatan, kendala geografis
(DTPK), sumber daya manusia dan kompetensi
yang masih belum memadai menjadi pernyebab
masih tingginya angka kematian bayi.
Dari gambaran tersebut di atas menunjukkan
bahwa kesehatan anak masih merupakan masalah
yang harus dilakukan langkah-langkah strategis
untuk penanggulangannya
Jika ditinjau dari kesiapan petugas dalam
hal kapasitasnya untuk penangulangan masalah
kesehatan anak, maka hingga tahun 2009 telah
dilakukan beberapa pelatihan dengan data sebagaimana terlihat dalam tabel V.1 dan V.2.
Tabel IV. 1. DATA PUSKESMAS,TENAGA KESEHATAN DILATIH MTBS DAN SDIDTK PADA TAHUN 2009
PUSKESMAS
PKM DILATIH
TT
NON TT
MTBS
SDIDTK
80
89
21
15
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
35
Tabel IV. 2. DATA PUSKESMAS, TENAGA KESEHATAN DILATIH MANAJEMEN ASFIKSIA DAN BBLR
PADA TAHUN 2009
MANAJEMEN
BBLR
MANAJEMEN
ASFIKSIA
Dr
Bidan
Pera
wat
34
110
30
Jlh. PKM
Yg
tenaganya
tlh dilatih
Dr
Bidan
Pera
wat
94
46
78
36
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
Dari data tersebut di atas terlihat bahwa
seharusnya cukup banyak tenaga kesehatan dan
puskesmas yang sudah pernah mengikuti
pelatihan MTBS, SDIDTK, manajemen asfiksia dan
BBLR tapi hasil yang dicapai belum optimal. Masih
banyak petugas pengelolah program kesehatan
anak yang merangkap tugas lain sehingga
pencapaian program mengalami kendala.
b. Kesehatan Ibu
Seorang ibu mempunyai peran yang sangat
besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Ganguan yang dialami seorang ibu
yang sedang hamil bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran
dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya.
Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru
lahir secara khusus berhubungan dengan pelayanan antenatal, persalinan, nifas dan perawatan
bayi baru lahir yang diberikan di semua jenis fasilitas kesehatan, mulai dari Posyandu sampai Rumah
Sakit baik pemerintah maupun swasta.
Pelayanan Antenatal (K1 dan K4)
Masa kehamilan merupakan masa yang rawan kesehatan, baik kesehatan ibu yang mengandung maupun janin yang dikandungnya sehingga dalam masa kehamilan perlu dilakukan
pemeriksaan secara teratur. Hal ini dilakukan guna
menghindari gangguan sedini mungkin dari segala
sesuatu yang membahayakan terhadap kesehatan
ibu dan janin yang dikandungnya.
36
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan
kesehatan oleh tenaga kesehatan professional
(dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat) yang meliputi pengukuran ber badan dan tekanan darah, pemeriksaan tinggi fundus uteri, imunisasi Tetanus Toxoid
(TT) serta pemberian tablet besi kepada ibu hamil
selama masa kehamilannya sesuai pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik berat
pada kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan dapat dilihat dari cakupan pelayanan kunjungan ibu hamil K1 dan K4.
Cakupan K1 atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu
hamil yang telah melakukan kunjungan pertama
ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal.
Sedangkan Cakupan K4 ibu hamil adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapatkan
pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar serta
paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada
trimester kedua dan dua kali pada trimester
ketiga. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan kepada ibu
hamil. Cakupan pelayanan K1 dapat dilihat pada
grafik berikut.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Gambar IV.1. Cakupan pelayanan K1 ibu hamil Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
120
107
104
100
100
100
96
95
94
93
92
92
89
86
90
79
80
68
54
60
40
20
00
Sumber : Profil kab/ Kota 2009
Dari grafik di atas, maka cakupan K1 terbesar pada tahun 2009 adalah di Kabupaten Bolaang
Mongondow (Minahasa 107,2 %) dan Kota Kotamobagu merupakan daerah dengan cakupan K1
terkecil (54 %).
Semenara itu jika dilihat dari cakupan K4 (grafik
V.2) maka cakupan terbesar adalah di Kabupaten
Minahasa (94,1 %) dan Kota Kotamobagu merupakan kabupaten dengan pelayanan K4 terkecil
(46 %).
Gambar IV.2 Cakupan pelayanan K4 Ibu hamil Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
100
94
87
85
85
84
83
83
80
80
78
76
78
71
61
60
57
55
46
40
20
00
Sumber : Profil kab/ kota 2009
Pertolongan Persalinan oleh tenaga Kesehatan
dengan Komptensi Kebidanan
Komplikasi dan kematian ibu maternal serta bayi
baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan, hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilkaukan oleh tenaga kesehatan
yang mempunyai kompet ensi kebidanan
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
(professional). Pada grafik terlihat cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menurut kabupaten/ kota tahun 2008 dengan cakupan
tertinggi adalah Kabupaten Bolmong (98.2%), sedangkan cakupan terendah adalah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (57.51%). Secara Provinsial, cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan
adalah 80.92%.
37
Gambar IV.3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
100
100
99
97
96
96
100
94
80
93
87
87
82
79
78
89
68
55
60
40
20
00
Sumber : Profil kab/ kota 2009
Angka-angka di atas cukup baik dibandingkan dengan target nasional yaitu 60 %, juga ketika membandingkan dengan data SDKI 2007, dimana dari
seluruh kejadian kelahiran hidup, hanya 55 % yang
ditolong di lokasi / fasilitas kesehatan, yaitu 26.6
% di fasilitas kesehatan pemerintah dan 28.4% di
fasilitas swasta. Berdasarkan SDKI 2007, persentase distribusi penolong persalinan dari yang ditolong di fasilitas kesehatan adalah seperti pada
gambar di bawah.
Gambar IV. 4. Persentase distribusi penolong persalinan Provinsi Sulawesi Utara
Sumber : IDHS, 2007
Dari gambaran di atas terlihat bahwa persentase
terbanyak penolong persalinan adalah Bidan/
perawat/ bidan desa, yang memperlihatkan bahwa
peranan mereka sangat besar dalam menekan
angka kematian ibu maternal.
Deteksi Risiko dan Penanganan Komplikasi
Kegiatan deteksi dini dan penanganan ibu
hamil berisiko/ komplikasi kebidanan perlu lebih
ditingkatkan baik di fasilitas pelayanan Kesehatan
Ibu dan Anak (KIA) maupun di masyarakat. Deteksi
38
Risiko oleh tenaga kesehatan untuk tahun 2008
Provinsi Sulawesi Utara adalah sebesar 30,76 %.
Risiko/ komplikasi adalah keadaan penyimpangan
dari normal, yang secara langsung menyebabkan
kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Risti/
komplikasi kebidanan meliputi Hb< 8 g%, Tekanan
darah tinggi (systole >140 mmHg, diastole > 90
mmHg). Oedema nyata, eklamsia, perdarahan pervaginam. Ketuban pecah dini, letak lintang pada
usia kehamilan >32 minggu, letak sungsang pada
primigravida, infeksi berat/ sepsis, persalinan premature.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Dari 15 kabupaten/ kota yang melakukan
penanganan komplikasi obstetric, maka cakupan
tertinggi penanganan komplikasi tertinggi terdapat pada Kabupaten Minahasa Tenggara yaitu
108,25 dan Kota manado deteksi risiko tinggi ibu
hamil, Kota Tomohon mendeteksi ibu hamil paling tinggi yaitu 62,56 dan Kabupaten Minahasa
Utara sementara terendah di Kota Manado yaitu
1,61.
Gambar IV. 5. Deteksi ibu hamil risti/ komplikasi Kabupaten/ Kota
se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
120
100
80
60
40
20
0
108,25
80,32
62,6
44,9
43,65
23,8
6
12,92
15,6
1,81
6
0
4,83
1,61
6,2
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi 2010
Kunjungan Neonatus (KN1 dan KN2)
Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya kesehatan
yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut
antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua
kali, satu kali pada umur 0-7 hari (KN1) dan satu
kali lagi pada umur 8-28 hari (KN2).
Dalam melaksanakan pelayanan neonatus,
petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konsel-
ing perawatan bayi kepada ibu.Pelayanan tersebut
meliputi pelayanan kesehatan neonatal dasar
(tindakan resusitasi, pencegahan hipotermia,
pemberian ASI dini dan eksklusif, pencegahan infeksi berupa perawatan mata, tali pusat, kulit dan
pemberian imunisasi ); pemberian vitamin K;
manajemen terpadu balita muda (MTBM); dan
penyuluhan perawatan neonatus di rumah mengunakan buku KIA.
Cakupan kunjungan neonatal (KN2)menurut kabupaten/ kota tahun 2009 seperti pada grafik berikut.
Gambar IV. 6. Grafik Cakupan pelayanan kesehatan neonatal (KN Lengkap)
Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
120
100
80
60
40
20
0
Bolsel Sitaro Bolmo Talaud Tomoh Sangih Minah Mitra Boltim Kotam Bitung Bolmu Manad Minsel Minut Propin
ng
on
e
asa
obagu
t
o
si
Cak KNLengkap 44,55 49,55 58 58,56 59,99 70,59 78,53 83,71 85,2 90,26 91,06 92,57 93,29 95,69 107,39 78
Sumber : Profil kab/ kota 2008
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
39
Dari grafik tersebut terlihat bahwa cakupan KN
lengkap tertinggi adalah Kabupaten Minahasa
Utara dan terendah pada Kabupaten Bolaang
Mongondow Selatan
Jika dilihat dari sumberdaya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan ibu, maka di
sektor pemerintah telah ada bidan desa / bidan
PTT yang ditempatkan di Poskesdes / Polindes
namun penyebarannya belum merata di seluruh
wilayah Provinsi Sulut. Melalui program desa siaga
telah dilatih bidan desa dan bidang Koordinator
serta dokter puskesmas di beberapa Puskesmas di
Provinsi Sulawesi Utara. Sampai dengan tahun
2009 telah ada 1440 desa siaga di Provinsi
Sulawesi Utara.
Data Kesehatan Ibu 2009
menunjukkan terdapat 933 orang bidan desa di
Provinsi Sulawesi Utara. 779 orang bidan tinggal
di desa dan 666 orang bidan desa yang memiliki
bidan kit. Data menunjukkan belum semua desa
memiliki bidan desa demikian juga untuk Kab./
Kota dimana masih ada 7 Kabupaten / Kota yang
belum memiliki dokter spesialis kebidanan yaitu
Kab. Bolaang Mongondow Utara, Kab. Minahasa
Tenggara, Kab. Sitaro, kabupaten Talaud,
Kabupat en Bolaang Mongondow Timur,
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kota
Tabel IV.3.Jumlah Bidan / Bidan Desa & Bidan Kit tahun 2009
Total
Total
Bidan
Bidan
Desa
Bidan
Desa
Tinggal di
779
Desa
511
1.649
933
Telah APN
305
Mampu
Punya
GDON
Bidan Kit
347
666
Sumber : Bidang Kesga dan gizi, 2010
Di tingkat Puskesmas yang mempunyai
dokter umum dan bidan, khususnya Puskesmas
dengan tempat tidur, belum semua mampu
memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal
Emergensi Dasar. Di Provinsi Sulawesi Utara dari
80 Puskesmas Rawat Inap hanya 34 Puskesmas
yang sudah mampu PONED. Demikian pula untuk
Rumah Sakit Kabupaten / Kota belum semua kab./
kota yang memiliki
memberikan Pelayanan
Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif
( PONEK). Di Provinsi Sulawesi Utara terdapat 29
Rumah Sakit Pemerintah / Swasta hanya 9 Rumah
Sakit yang mampu PONEK.
Tabel IV.4. Jumlah Puskesmas dan Rumah Sakit di Sulawesi Utara
yang mampu melaksanakan PONED & PONEK
Jumlah PKM
Mampu
Jumlah RS
Mampu PONEK
RI
80
PONED
34
33
11
Sumber : Bidang Kesga dan gizi, 2009
Sistem Pencatatan dan Pelaporan pelayanan kesehatan ibu di Kabupaten / Kota
masih masih belum adekuat. Pelayanan Kesehatan Ibu di Rumah Sakit belum dapat didata
secara tepat. Beberapa Kabupaten tidak bisa
menyertakan data dari rumah sakit. Format –
format untuk pendataan dan pelaporan data
tidak tersedia di tingkat Puskesmas. Posyandu
yang dikelola oleh Kader Kesehatan memberi
40
pelayanan antenatal dengan bantuan Bidan di
desa. Dukun bayi diharapkan bermitra dengan
bidan dalam memberikan pelayanan kehamilan, persalinan dan nifas. Di Provinsi Sulawesi
Utara terdapat 1062 orang dukun bayi namun
data 2009 menunjukkan yang bermitra hanya
771 atau orang dukun bayi.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Tabel IV.5. Jumlah Dukun dan Dukun yang Bermitra di Provinsi Sulawesi Utara
s/ d tahun 2009
Total Dukun
Bermitra
1062
771
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2009
Fasilitas bidan praktek swasta terdapat di
desa dan kota yang juga memberikan pertolongan
persalinan. Namun sistem pencatatan data dan
penyampaian laporan ke Puskesmas tidak ada.
Sesuai data Riskesdas 2007 pemanfaatan pelayanan polindes / bidan di desa masih sangat rendah
yaitu < 20 %. Lebih dari 50 % responden memberikan alasan yang tidak jelas mengapa tidak memanfaatkan polindes / bidan di desa. Jenis pelayanan polindes / bidan yang paling banyak dimanfaatkan dalam 3 bulan terakhir adalah pengobatan
( > 80 % ).
Dalam hal pembiayaan program, pembiayaan
program kesehatan ibu di Provinsi Sulawesi Utara
untuk tahun 2009 berasal dari APBN dan APBD
Provinsi.
Program kesehatan ibu terdapat pada beberapa instansi pemerintah disamping Dinas Kesehatan seperti Badan Pemberdayaan Perempuan,
BKKBN, Bappeda, Biro Sosial dan Dinas Sosial.
Dinas dan Badan tersebut di atas tidak jarang
mempunyai kepentingan yang sama di beberapa
bidang namun kadang – kadang kegiatan ini sulit
untuk diintegrasikan di lapangan, sehingga dapat
menciptakan tumpang tindih yang tidak dapat
dihindari.
5.
Pelayanan Imunisasi
Kegiatan imunisasi rutin meliputi pemberian
imunisasi untuk bayi umur 0-1 tahun (BCG, DPT,
Polio, Campak, Hb), imuisasi untuk Wanita Usia
Subur/ Ibu hamil (TT) dan imunisasi untuk anak SD
(kelas 1:DT dan kelas 2-3: TT), sedangkan kegiatan
imunisasi tambahan dilakukan atas dasar ditemukannya masalah seperti Desa non UCI, potensial/
risti KLB, ditemukan/ diduga adanya virus polio liar
atau kegiatan lainnya berdasarkan kebijakan teknis.
Pencapaian Universal child Immunization (UCI)
pada dasarnya merupakan proksi terhadap cakupan atas imunisasi secara lengkap pada sekelompok bayi. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu, berarti dalam wilayah
tersebut tergambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat atau bayi (herd immunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi (PD3I). Dalam hal ini Pemerintah
menargetkan pencapaian UCI pada wilayah administrasi desa/ kelurahan.
Suatu desa/ kelurahan telah mencapai target UCI
apabila >80% bayi di desa/ kelurahan tersebut
mendapat imunisasi lengkap. Secara Provinsi, pencapaian UCI tingkat desa/ kelurahan tahun 2009
seperti pada grafik berikut.
Gambar IV. 7. Cakupan UCI Desa Kab/ kota se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
120
100
100
97,7
93,8
92,5
87,7
87,4
87,1
80
60
80,8
80,8
80,3
76,7
76,4
65,6
61,1
60,7
48,4
40
20
0
Sumber : Bidang PMK, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
41
Gambar IV. 8. Peta UCI Desa Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Dari grafik di atas, 5 Kabupaten tidak mencapai target UCI yaitu Talaud, Sitaro, Sangihe, Kotamobagu dan Bolaang Mongondow, sementara
seratus persen desa/ kelurahan di Kota Bitung tercakup dengan UCI diikuti oleh Kabupaten Minahasa (97,7%) dan Bolaang Mongondow Timur
(93,8%) .
Sedangkan target tingkat perlindungan imunisasi
bayi ditunjukkan dengan cakupan imunisasi campak karena imunisasi inim erupakan antigen kontak terakhir dari semua imunisasi yang diberikan
pada bayi. Untuk menunjukkan tingkat efektifitas
program digunakan angka drop out (DO)DPT1 –
Campak..
Target jangkauan imunisasi bayi ditunjukkan dengan cakupan imunisasi DPT1, karena imunisasi ini
merupakan salah satu antigen kontak pertama
dari semua imunisasi yang diberikan pada bayi.
Cakupan imunisasi DPT1-HB seperti terlihat pada
grafik berikut
Gambar IV. 9. Cakupan imunisasi DPT1-Hb1 Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
160
150,7
140
120
100
104,2 102,9 98,8
93,6
80
60
93
90,9 89,7 88,2 85,5
77,7 72,4
71,8
57,2
48
40
20
0
Sumber : Bidang PMK, 2010
42
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Untuk menunjukkan tingkat efektifitas program
digunakan angka drop out (DO)DPT1 – Campak,
seperti terlihat pada grafik berikut.
Gambar IV. 10. Cakupan DO (DPT1-Campak) kabupaten/ kota se-Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
35
28
21
14
7
0
-7
-14
Bolm Bolm Bolm Bolm Sangi Talau Bitun Kota Mana Tomo MINA Minse Mina Minhs Sitaro
ong ong ong ong
he
d
g
moba do
hon HASA
l
hasa Utara
Selata Timur Utara
gu
Tengg
n
DO 7.2
34
3
20
13
6.8
8.6 12.4 -7.8
1.5 -0.7 12.6 ara
4.7
2.6
7.7
Sumber : Bidang PMK, 2010
Adapun DO terbesar terdapat di kabupaten
Bolaang Mongondow Selatan, dan 3 kabupaten
lain yang tidak mencapai target dimana pencapaian lebih dari 10 % yaitu Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara Kabupaten Sangihe dan Kota
Kotamobagu.
Cakupan imunisasi bayi untuk masing-masing jenis
vaksinasi menurut kabupaten/ kota dapat dilihat
pada lampiran tabel 23.
Maternal and Neonatal Tetanus Elimination
(MNTE) merupakan salah satu kegiatan imuniasi
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
tambahan yang bertujuan untuk menurunkan
jumlah kasus Tetanus Neonatal di setiap Kabupaten hingga < 1 kasus per 1000 kelahiran hidup
pertahun.
Pada masa lalu sasaran kegiatan MNTE adalah
calon penganten dan ibu hamil namun pencapaian
target agak lambat sehingga dilakukan kegiatan
akselerasi berupa pemberian TT 5 dosis pada seluruh Wanita Usia Subur termasuk ibu hamil (usia 15
– 49 tahun). Untuk cakupan imunisasi TT ibu hamil
tahun 2008 dapat dilihat pada lampiran tabel 26.
43
berbagai masalah dan kebutuhan bagi usia lanjut
di bidang kesehatan. Prioritas pembangunan kesehatan saat ini masih ditujukan pada upaya
penanggulangan penyakit menular, kekurangan
gizi, kematian ibu maternal, sementara pada saat
yang bersamaan pola penyakit juga bergeser
yakni meningkatnya penyakit degeneratif dan kardiovaskuler. Dengan keterbatasan sumber daya
yang ada, maka upaya promotif dan preventif harus ditingkatkan kepada kelompok pra usia lanjut
di samping upaya kuratif yang perlu biaya tinggi.
B. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
Seperti diketahui, bahwa Upaya kesehatan
pengembangan merupakan salah satu kegiatan
Puskesmas di samping upaya kesehatan wajib.
Kegiatan upaya kesehatan pengembangan tersebut dilaksanakan bila upaya kesehatan wajib telah
terlaksana secara optimal (target cakupan dan
mutu terpenuhi), namyn dalam keadaan tertentu
ditetapkan sebagai penugasan dari Dinas kesehatan). Pemilihan kegiatan kesehatan Pengembangan oleh Puskesmas dilakukan bersama-sama
dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dengan
mempertimbangkan masukan dari Badan penyantun Pelayanan (BPP).
Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas
adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan
Puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan
dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok yang
telah ada, yakni :
Upaya Kesehatan Usia Lanjut
Upaya Kesehatan Kerja
Upaya Kesehatan Indera
Upaya Kesehatan Olah Raga
Upaya Pembinaan pengobatan Tradisional
Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
Upaya Kesehatan Jiwa
Perawatan Kesehatan Masyarakat
Kesehatan Indera
Kegiatan Program kesehatan indera dalam hal
ini dilaksanakan oleh Balai Kesehatan Mata
Masyarakat Propinsi Sulawesi Utara yang adalah
suatu institusi pelayanan kesehatan yang dapat
melaksanakan intervensi pelayanan medis
spesialistik dan dapat melakukan upaya kesehatan
masyarakat khususnya pelayanan kesehatan
mata, dapat melaksanakan kegiatannya di dalam
dan luar gedung sehingga merupakan suatu
institusi yang menjadi pemecah masalah
keterbatasan kemampuan kewenangan Rumah
Sakit maupun Puskesmas.
Balai Kesehatan Mata Masyarakat saat ini
melayani rawat jalan baik untuk kegiatan dalam
maupun luar gedung, dengan fasilitas dan sumber
daya yang ada meliputi medis maupun penunjang
medis mampu melayani 14.792 pasien dengan
9962 kasus untuk kegiatan dalam gedung, dan
4830 pasien pada 15 Kab/ Kota untuk kegiatan
luar gedung tahun 2009.
Sebagai hasil pembangunan terlihat adanya
peningkatan umur harapan hidup yang membawa
dampak peningkatan jumlah usia lanjut dengan
Tabel IV.6. Rekapitulasi Kegiatan BKMM tahun 2009
Kegiatan
Tindakan
Gangguan
Medis/ Operatif
penglihatan
Dalam Gedung
630
9962
Luar Gedung
451
4830
1081
14.792
Jumlah
Sumber : BKMM,2010
Di Provinsi Sulawesi Utara, dengan jumlah
penduduk ± 2,1 juta jiwa maka angka kebutaan
1.5 x 2.100.000 penduduk = 31.500 orang buta.
Penyebab akibat katarak ; 0.78 x 31.500 = 16.380
orang buta/ tahun . Sedangkan angka insidens/
kejadian baru katarak 0.1% x 2.100.000 = 2100
44
insiden baru/ tahun. Berarti di Sulawesi Utara
setiap tahun terdapat 16.380 orang buta
ditambah kejadian baru penderita katarak 2100
adalah 18.480 orang
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Terjadinya angka kebutaan yang tinggi
tersebut terutama disebabkan karena adanya
ketidakseimbangan
antara angka insiden
( kejadian baru 0.1 % atau 210.000/ tahun)
dengan kemampuan pelaksanaan operasi katarak
( ±80.000 orang/ tahun). Dengan demikian terjadi
backlog katarak yang cukup tinggi. Ada beberapa
alasan backlog katarak cukup tinggi tersebut
antara lain akibat rendahnya daya jangkau
pelayanan operasi katarak akibat ketidaktahuan
masyarakat dan tingginya biaya operasi. Dilain
pihak, ketersediaan tenaga dan fasilitas pelayanan
kesehatan mata sampai saat ini masih terbatas.
Bila keadaan ini dibiarkan tanpa adanya upaya
yang serius, maka angka kebutaan akan
bertamabah terus. Untuk itu diperlukan tambahan
upaya untuk membendung laju kebutaan dan
menurunkannya, sehingga tidak lagi menjadi
masalah kesehatan masyarakat. Dalam mengatasi
masalah tersebut WHO telah mencanangkan
VISION 2020 – The Right to Sight, yaitu inisiatif
global untuk mengeliminasi kebutaan yang
seharusnya dapat ditanggulangi. Selanjutnya di
Indonesia, pada tanggal 15 Februari 2000, Wakil
Presiden
Megawati
Soekarno
Puteri,
mencanangkan pula Vision 2020- The Right to
sight bagi seluruh warga negara Indonesia, artinya
pemberian hak untuk melihat dengan optimal bagi
setiap warga negara Indonesia.
Cakupan pelayanan medis spesialis yang
umumnya dilakukan di Rumah sakit kurang
mampu meningkatkan cakupan pelayanannya
karena tidak adanya kewenangan untuk
melakukan pelayanan medis dan kesehatan diluar
gedung. Sedangkan Puskesmas yang mempunyai
kewenangan pelayanan medis dan kesehatan di
luar gedung hanya mampu menyelenggarakan
pelayanan medis dasar. Oleh karena itu
kesenjangan antara kebutuhan pelayanan medis
spesialistik dengan jumlah dan sebaran sarana
yang tersedia menyebabkan dibutuhkannya satu
institusi yang dapat mengurangi kesenjangan
pelayanan dan mendekatkan pelayanan medis
spesialistik tersebut ke masyarakat.
Tahun 2007
dan 2008 BKMM Provinsi
Sulawesi Utara, telah mengirim satu Dokter
Spesialis Mata mengikuti Program Fellowship
Fakoemulsifikasi selama 3 bulan dan satu orang
dokter spesialis mata mengikuti Program
Fellowship Glaucoma di RS. Cipto Mangunkusumo
serta seorang Perawat Mahir Mata mengikuti
Program
Inservice
Training
Mid
Level
Opthalmologi Personal selama 3 bulan di Jakarta
Eye Center menggunakan anggaran APBD 2007 2008. Tahun 2009, seorang perawat diikutkan juga
dalam Pelatihan Comunity Eye Nursing di RS. Mata
Cicendo Bandung selama 6 minggu dan di tahun
yang sama BKMM ketambahan 2 orang tenaga
Sub Spesialis Vitreoretina lulusan Bangkok dan
Sub Spesialis Infeksi dan Imunologi dari RSUP
Cipto Mangunkusumo. Dalam hal peralatan medis
dan sarana prasarana kantor untuk meningkatkan
pelayanan, BKMM melaksanakan pengadaan alatalat kesehatan, AC, meja, kursi rapat, dll tetapi
semuanya habis di lalap api pada tanggal 4 Maret
2010. Untuk kegiatan pelayanan BKMM
melaksanakan kegiatan dalam gedung dan luar
gedung dengan berkoordinasi dan bermitra
dengan organisasi-organisasi sosial keagamaan
dan lintas sektor di seluruh wilayah Kab/ Kota se
Provinsi Sulawesi Utara. BKMM Provinsi Sulawesi
Utara juga melayani pasien Jamkesmas.
Untuk kegiatan dalam gedung, didapatkan
hasil seperti pada table berikut,
Tabel IV.7. Kunjungan Penderita di BKMM tahun 2006– 2009
Kunjungan
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Penderita Baru
2006
2716
2007
7370
2008
6562
2009
5432
Penderita Lama
771
4505
4415
4530
3487
11.875
10.977
9962
Jumlah
Sumber : BKMM,2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
45
Tabel IV.8. 10 Penyakit Yang Ditemukan di BKMM T.A. 2006– 2009
N
Jenis Penyakit
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
1
Kelainan Refraksi
5520
4598
3091
3610
2
Katarak
1134
1062
1807
2001
3
Konjunctivis
75
529
593
553
4
Pterygium
176
393
389
397
5
Gloucoma
76
51
152
191
6
Sikatrik Kornea
8
2
1
3
7
Hordeolum
105
45
25
78
8
Blepharitis
37
40
39
41
9
Trichiasis Trachoma
28
9
5
11
1
Lain-lain
2044
3503
2030
3077
Sumber : BKMM,2010
Tabel IV.9. Angka Kebutaan yang ditemukan di BKMM Tahun 2006-2009
Kebutaan
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
Satu Mata
556
1405
790
991
Dua Mata
216
665
488
540
Sumber : BKMM,2010
Tabel IV.10. Kegiatan Operasi Mata Tahun 2006-2009
No
Jenis Operasi
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
1
Katarak
505
538
815
534
2
Pterygium
73
113
121
54
3
Hordeolum
1
5
25
22
4
Torsotomi / SBL
-
-
-
-
5
Glaukoma
-
-
-
5
6
Lain-lain
8
12
15
Sumber : BKMM,2010
46
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Pada kegiatan luar gedung didapatkan hasil sebagai berikut
Tabel IV.11. Kunjungan Pasien tahunpada kegiatan luar gedung 2006– 2009
Kunjungan
Jumlah Pasien
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2006
661
2007
5637
2008
4789
2009
4830
9
9
13
15
Lokasi
Sumber : BKMM, 2010
Tabel IV.12. Kunjungan Pasien tahunpada kegiatan luar gedung 2006– 2009
No
Jenis Penyakit
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
1
Kelainan Refraksi
902
3391
2623
2771
2
Katarak
284
1153
1101
1321
3
Konjunctivis
40
96
105
110
4
Pterygium
42
436
349
367
5
Glaucoma
4
22
17
34
6
Sikatrik Kornea
4
10
14
17
7
Hordeolum
-
16
17
24
8
Blepharitis
4
14
22
27
9
Trichiasis NonTrachoma
-
2
3
5
10
Lain-lain
42
496
494
154
Sumber : BKMM, 2010
Tabel IV.13. Angka kebutaan yang ditemukan di luar gedung tahun 2006-2009
Kebutaan
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
Satu Mata
241
417
420
512
Dua Mata
43
134
131
171
Sumber : BKMM, 2010
Tabel IV.14. Jenis operasi yang dilakukan di luar gedung tahun 2006-2009
Jenis Operasi
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Katarak
273
408
326
Tahun 2009
404
Pterygium
49
166
110
43
Hordeolum
-
-
-
-
18
3
1
4
Lain-lain
Sumber : BKMM, 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
47
2. Upaya Kesehatan pengembangan lainnya
Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam
Upaya Kesehatan pengembangan yaitu Kesehatan
kerja, Kesehatan Indera, Kesehatan Olah Raga,
Battra, Kesehatan Gigi Mulut, Kesehatan jiwa dan
Perawatan Kesehatan Masyarakat.
Pelayanan kesehatan kerja tidak dilaksanakan oleh semua kabupaten/ kota oleh karena
keterbatasan program dimana sarana pekerja
formal yang dilayani sesuai program tidak
tersedia. Oleh karena itu kegiatan pelayanan kesehatan kerja hanya pada beberapa Kabupaten/ Kota
saja. Adapun cakupan pelayanan kesehatan kerja
pekerja formal seperti pada grafik berikut.
Gambar IV. 11. Cakupan pelayanan kesehatan pekerja informal Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
Sumber : Bidang UPK, 2009
3. Upaya Pelayanan Kesehatan Daerah
Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK)
Upaya pelayanan kesehatan di DTPK se
Provinsi Sulawesi Utara dilaksanakan dalam kerangka upaya kesehatan komunitas di daerah
DTPK. Pada tahun 2009 pelayanan kesehatan
DTPK masih dilaksanakan di beberapa kabupaten
yang mempunyai DTPK sesuai Keppres 78/ 2005
tentang Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan, sebagaimana dalam tabel berikut.
Tabel IV.15. Kabupaten,Kecamatan, Puskesmas dan nama pulau yang termasuk DTPK Sulawesi Utara
tahun 2009
Sumber : Bidang UPK, 2010
48
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Adapun kegiatan pelayanan kesehatan di daerah
tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan
meliputi :
1. Penguatan fasilitas kesehatan sehingga lebih
mandiri khususnya pelayanan kesehatan di
dalam gedung
a. Kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
b. Perbaikan gizi
c. Promosi kesehatan
d. Kesehatan Lingkungan
e. Pengobatan dasar pelayanan kesehatan keliling
f. Pencegahan dan Pemberantasan penyakit
Menular
2. Peningkatan pelayanan kesehatan luar gedung
melalui Tim Medis Keliling berbagai tingkat
administrasi antara lain dalam Pusling Roda 4,
Pusling Terapung, Pusling jalan kaki dan lainlain
3. Peningkatan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan
kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan melalui pembentukan dan pengemban-
gan desa siaga, posyandu dan lain-lain.
4. Peningkatan pengelolaan (perencanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi program
DTPK.
C. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN
Sebagaimana diketahui bahwa salah satu program Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2004-2009 adalah upaya kesehatan perorangan yang bertujuan meningkatkan
akses, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan yang aman melalui sarana pelayanan kesehatan perorangan (Puskesmas, Rumah Sakit dan
fasilitas kesehatan lainnya). Beberapa kegiatan
pokok upaya kesehatan perorangan adalah peningkatan kesehatan rujukan, pelayanan kesehatan
bagi penduduk miskin di kelas III di rumah sakit
dan lain-lain.
Disatribusi kunjungan Rawat jalan Tingkat Pertama di Puskesmas se propinsi Sulawesi Utara tahun 2009 dapat terlihat sebagaimana grafik berikut
Gambar IV. 12. Kunjungan Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas
se Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
80.000
70.629
60.000
49.740
40.000
20.000
18.403
17.033
11.433
24.751
6.147
10.098
49.219
34.467
28.827
25.132
26.411
10.422
799
0
Dari gambar di atas terlihat bahwa kunjungan
rawat jalan di Puskesmas pada Kabupaten Sitaro
sepanjang tahun 2009 adalah yang paling sedikit
dibandingkan 15 Kabupaten/ Kota yang lain sementara kunjungan rawat jalan tingkat pertama di
Puskesmas pada Kabupaten Minahasa menunjukkan grafik yang paling tinggi. Kelengkapan data
dari kabupaten Sitaro yang sangat sedikit tersebut
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
masih perlu dilakukan validasi lebih lanjut. Jika
hasilnya memang demikian, maka dapat disimpulkan bahwa aksesabilitas pencarian pelayanan kesehatan di kabupaten sitaro sangat rendah,. Kondidi ini cukup memprihatinkan mengingat jumlah
Puskesmas yang dibangun di Kabupaten Sitaro
sudah mencapai 10 Puskesmas dengan 5 Puskesmas di antaranya adalah Puskesmas Perawatan.
49
Di Provinsi Sulawesi Utara, jumlah seluruh
masyarakat miskin tahun 2009 adalah 61`1.847
orang. Dari jumlah tersebut 92.66 % dicakup oleh
Jamkesmas adalah 485.084 orang dan yang tercakup dengan pelayanan Jamkesda sejumlah 55,148
orang, sehingga total 540.232 jiwa yang dicakup
ol;eh jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
(JPKM). Terdapat 9 Kabupaten/ kota yang mem-
punyai kerjasama dengan PT Askes untuk pelaksanaan Jamkesda .
Cakupan masyarakat miskin yang mendapatkan pelayanan Jamkesmas dan Jamkesda menurut
kabupaten/ kota pada tahun 2009 seperti pada
tabel berikut.
Tabel IV.16. Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin dan JPKM
Kabupaten /Kota Tahun 2009
KAB/ KOTA
JML MASKIN
DICAKUP JPKM
JAMKESMAS
JAMKESDA
Bolmong
Minahasa
46.544
63.343
43.544
59.343
0
0
Sangihe
Talaud
Minsel
Minut
Bolmut
Sitaro
Mitra
Bolsel
Boltim
Manado
Bitung
Tomohon
Kotamobagu
58.826
57.462
41.533
68.216
21.173
14.480
33.486
17.622
12.681
82.073
31.244
28.088
35.076
54.826
41.834
36.535
46.916
15.130
8.180
18.126
16.622
10.582
60.406
29.166
18.798
25.076
1.455
0
2.535
21.300
2.000
0
0
1.000
2.059
21.667
132
0
3.000
Provinsi Sulut
611.847
485.084
55.148
Sumber : Bidang Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2010
Dari grafik di atas nampak bahwa terdapat
enam kabupaten yang tidak semua masyarakat
miskinnya terjangkau oleh Jamkesda
Dalam program JPKMM, masyarakatmiskin tidak
hanya mendapat pelayanan kesehatan umum/
dasar, tetapi juga untuk penyakit-penyakit berat
misalnya hemodialisa, operasi jantung, cesar dan
kanker.
D. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakikatnya dimaksudkan untuk menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Berdasarkan
pemantauan yang telah dilakukan ditemukan beberapa permasalahan gizi yang sering dijumpai
pada kelompok masyarakat antara lain kekurangan vitamin A dan anemia gizi
50
Gambaran status gizi masyarakat pada saat
ini ditandai dengan tingginya masalah kekurangan
gizi dan mulai meningkatnya masalah kelebihan
gizi dan masalah-masalah gizi lain yang terkait
penyimpangan gaya hidup. Masalah-masalah
kekurangan zat gizi makro terutama kurang energi
protein balita dan kekurangan gizi seperti anemia
gizi besi (AGB), kurang vitamin A (KVA) dan
gangguan akibat kekurangan iodium (GAKY) belum
secara tuntas dapat diatasi.
Hasil cakupan program dari tahun 2000 s/ d 2009
dapat dilihat pada tabel berikut
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Tabel IV.17. Hasil Cakupan Program Gizi tahun 2000—2009
HASIL CAPAIAN
NO
1
KEGIATAN
-
-
-
Bayi bulan
Peb.
bulan
Agust
Balita bulan
Peb
bulan
Agust
Ibu Nifas
4
Tablet Tambah Darah
Fe1
Fe3
Pemantauan Balita
D/ S
N/ D
BGM
ASI Ekslusif
5
Pemantauan Status Gizi
2
3
6
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
81
54
50
64
80
84
93
89,6
89,8
88,7
81
76
54
85
92
83
93,6
94,7
90,5
84,6
88
81
53,6
84
84,8
92
94,9
88,9
83,4
88,3
84
79
76,5
52
76,2
36
87,6
28
92,2
57
94,8
38,6
89
51,9
95,7
50,8
87,2
59
89,2
80,4
81
81
54
76
50
54
64
85
80
92
79
72,1
79,1
70,1
76,3
70,2
86,2
77,7
89,2
77,3
67,8
82,4
73
83,3
77,3
88,6
67
78
73
83
-
-
-
-
13
71,9
81,7
4,1
69
65,8
84,9
5,7
23,8
70,5
84,3
1,2
16,9
67,9
84
0,8
19,2
72,5
91,7
8,3
18,02
Vitamin A
-
Gizi Buruk
1,5
0,55
0,99
0,56
0,74
0,44
0,6
4,3
-
-
-
Gizi Kurang
Gizi Baik
Gizi Lebih
11,1
76,4
2,2
7,36
89,4
2,69
9,42
87,86
2.02
7,31
89,43
2,7
6,27
90,69
2,3
6,07
89,11
1,71
8,2
89,07
2,63
11,4
81,2
3,1
-
-
-
-
-
-
-
-
257
106
49
103
Kasus Gizi Buruk
Sumber : Bidang Kesga & Gizi, 2009
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN
Pemantauan pertumbuhan balita adalah salah satu
kegiatan penting untuk mengetahui adanya hambatan
dalam pertumbuhan (growth faltering) secara dini. Untuk mengetahui hambatan tersebut perlu dilakukan
penimbangan rutin setiap bulan di posyandu. Dalam
pelaksanaan penimbangan di posyandu ditemukan
kecenderungan makin tinggi umur anak, makin rendah
cakupan penimbangan rutin. Jadi makin tinggi umur
anak makin rendah pula persentase anak yang ditimbang diposyandu.
Balita yang naik berat badannya pada tahun 2009 sebesar 91,7% melebihi target nasional sebesar 80% Kabupaten Minahasa Utara adalah daerah yang paling
tinggi jumlah balita yang naik berat badannya yaitu
sebesar 97,4% sedangkan daerah yang paling rendah
adalah sebesar 72,4 persen di Bolaang Mongondow
Selatan . Balita dengan hambatan pertumbuhan yang
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
ada di Sulawesi Utara adalah sebesar 8,3 %. Lebih tinggi
dari target nasional sebesar 5%. Hambatan pertumbuhan terbesar ada didaerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebesar 27,6 % sedangkan hambatan
pertumbuhan terkecil ada di Kabupaten Minahasa
Utara sebesar 2,6 %. Tingginya persentase balita dengan gangguan pertumbuhan dibandingkan tahun 2008
salah satunya disebabkan meningkatnya pastisipasi
masyarakat untuk datang ke Posyandu (72,5 %).
Dengan meningkatnya Partisipasi masyarakat maka
gangguan pertumbuhan pada balita dapat ditemukan.
Untuk meningkatkan dan mempertahankan capaian
pada tahun 2010 akan dilaksanakan Pelatihan Penggunaan Standar Pemantauan Pertumbuhan balita bagi
petugas Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan dalam melakukan tugas sehari-hari.
51
Gambar IV. 13. Cakupan penimbangan balita N/ D Kabupaten/ Kota se Provinsi Sulawesi
Utara tahun 2009
97
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
97
96
96
96
96
91
91
90
89
87
92
86
78
77
72
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
Pemberian Kapsul Vitamin A
Kurang vitamin A masih merupakan masalah gizi
utama, meskipun Kurang Vitamin A tingkat berat hamper sudah tidak ditemukan lagi tetapi kurang vitamin A
tingkat subklinis yaitu ingkat yang belum menampaknan gejala nyata, masih menimpa masyarakat
kelompok luas terutama kelompok balita.
Masalah kurang vitamin A dapat diibaratkan
“fenomena gunung es” yaitu masalah kurang vitamin A
berat hanya sedikit tampak dipermukaan tetapi kurang
vitamin A subklinis yang ditandai dengan rendahnya
kadar vitamin A dalam darah masih perlu mendapat
perhatian besar.
Untuk mencegah dan menanggulangi masalah
kurang vitamin A ditempuh kebijakan untuk memberi
suplementasi vitamin A bagi bayi 6-11 bulan dan balita
usia 12-59 bulan serta ibu nifas yang bertujuan menu-
runkan prevalensi dan mencegah kekurangan vitamn A
pada bayi dan balita.
Suplementasi vitamin pada bayi 6-11 bulan dan
balita umur 12-59 bulan dilakukan 2 kali setahun yaitu
bulan Pebruari dan bulan Agustus sedangkan untuk ibu
nifas diberikan selama 2 hari berturut-turut setelah
bersalin atau pada saat nifas.
Cakupan pemberian vitamin A pada bulan Pebruari
untuk bayi 6-11 bulan adalah 90, % dan pada bulan
Agustus 85,%. Cakupan pemberian vitamin A pada
balita pada bulan Pebruari adalah 88% dan bulan Agustus 89 %. Cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas
pada tahun 2008 adalah sebesar 80%.
Turunnya cakupan pemberian vitamin A pada Bayi 6 –
11 bulan pada bulan Agustus disebabkan kurangnya
stok vitamin A Biru.
Gambar IV. 14. Cakupan pemberian kapsul vit a pada bayi bulan Februari dan Agustus
kabupaten/ kota se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
100
80
60
40
20
0
MAN BITU TOM MIN MINS MIN BOL SAN TALA BOL MITR SITA KOTA BOLT BOLS PROP
ADO NG OHO AHAS EL UT MON GIHE UD MUT A
RO MOB IM
EL INSI
N
A
G
AGU
FEBRUARI 94
84 93
94 90
92 81 93
73 87
89 87
83 100 84 90
AGUSTUS 71
98
85
90
86
86
99
66
95
85
75
62
94
100 100
85
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
52
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Gambar IV. 15. Cakupan pemberian kapsul vit a pada Anak balita bulan Februari
dan Agustus kabupaten/ kota se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
100
80
60
40
20
0
MANA BITUN TOMO MINAH MINSE MINUT BOLM SANGI TALAU BOLM MITRA SITARO KOTA BOLTI BOLSEL PROPI
DO G HON ASA L
ONG HE D UT
MOBA M
NSI
GU
FEBRUARI 97 97 90 92 91 83 88 88 71 70 88 88 74 79 69 88
AGUSTUS 97
96
88
92
88
83
99
61
96
79
78
90
73
98
100
89
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2010
ASI EKSKLUSIF
Untuk membantu menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan meningkatkan status gizi
bayi di Sulawesi Utara, dilakukan pemberian Air
Susu Ibu Eksklusif yaitu Air susu ibu yang diberikan
kepada bayi sampai bayi berusia 6 bulan tanpa
diberikan tambahan makanan dan minuman.
Cakupan ASI Eksklusif (ASIE) didapat dengan
meng-hitung Jumlah bayi yang mendapat hanya
ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan di satu
wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi
dengan jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan disatu
wilayah kerja pada kurun waktu yang sama dikali
100 persen.
Di Sulawesi Utara jumlah bayi usia 0-6 yang
mendapat ASIE pada tahun 2009 sebanyak 46.244
bayi dan yang mendapat ASIE sebesar 16.164
bayi.
anemia dan penanggulangan anemia, karena jenis
anemia ini yang paling banyak di Indonesia.
Suplementasi besi merupakan cara yang
efektif karena kandungan gizinya padat dan dileng
kapi asam folat yang sekaligus dapat mencegah
dan menanggulangi anemia akibat kekurangan
asam folat. Terutama pada ibu hamil untuk menurunkan risiko Bayi Berat Lahir Rendah,
Perdarahan pada saat persalinan yang dapat
mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Adapun
cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil sebanyak 90 tablet di Sulawesi Utara adalah sebesar
77,7%. Kabupaten Minahasa Utara tertinggi
adalah 91, 87 paling rendah adalah Sitaro sebesar
47,45%.
Cakupan pemberian ASI Eksklusif tahun
2009 adalah sebesar 18,2 persen. Rendahnya
cakupan ASI eksklusif disebabkan ketidaktahuan
ibu akan gunanya ASI, gencarnya iklan susu formula, kurang trampilnya dan kurang pedulinya
petugas kesehatan pada kebutuhan ibu dan bayi
tentang manajemen laktasi.
PEMBERIAN TABLET FE
Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah
kekurangan gizi besi . Suplementasi besi merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
53
Gambar IV. 16. Cakupan pemberian tablet besi Fe-1 dan Fe-3 di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2008
Sumber : Bidang Kesga dan Gizi, 2009
Dari grafik di atas nampak bahwa cakupan
pemberian tablet besi Fe-1 dan Fe-3 terendah
berada di Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Sitaro.
E. PELAYANAN KESEHATAN DALAM SITUASI
BENCANA
Bencana di Indonesia dapat dikategorikan
menjadi 2 macam yaitu bencana lingkungan hidup
dan bencana alam. Bencana lingkungan hidup terjadi akibat kerusakan lingkungan seperti banjir,
tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan
lahan, kecelakaan industry, tumpahan minyak di
laut, sedangkan bencana alam terjadi sebagai akibat aktifitas lapisan/ kerak bumi/ fenomena alam
seperti gempa bumi, gelombang tsunami, letusan
gunung berapi, badai atau angin rebut yang kejadiannya sulit diprediksi.
Provinsi Sulawesi Utara yang telah ditetapkan Depkes sebagai Pusat Penanggulangan Krisis
Regional 8 yang membawahi provinsi Sulawesi
Utara, Gorontalo dan Makassar menjadi tulang
punggung dalam penanganan bencana yang terjadi di tiga Provinsi tersebut. Tercatat selama tahun 2009 terdapat 13 kejadian bencana alam, mulai dari banjir bandang, angin kencang, tanah longsor, gunung meletus, tanah longsor dimana kejadiannya tersebar di hamper seluruh kabupaten/
54
kota se Provinsi Sulawesi Utara sesuai dengan tabel.
Untuk menghadapi situasi bencana, maka
hingga tahun 2009, kesiapsiagaan mutlak diperlukan yaitu adanya SDM kesehatan (kualitas dan
kuantitas) yang mampu untuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. Untuk itu berbagai pelatihan telah dilakukan untuk mempersiapkan sumberdaya manusia yang mampu bereaksi cepat dalam penanggulangan bencana.
Khususnya dalam menghadapi World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Summit (CTI)
yang dilaksanakan di Manado, maka telah disiapkan beberapa tenaga terlatih untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak
terduga/
diinginkan. Untuk itu dilaksanakan beberapa pelatihan seperti GELS yang melibatkan dokter yang
berdomisili di manado, puskesmas daerah tujuan
wisata di Sulawesi utara khususnya kabupaten
Minahasa dan Minahasa Utara, pelatihan BTLS
yang melibatkan perawat sebagai peserta , Pelatihan Radio Medic, pelatihan SAR untuk kecelakaan
khususnya di gedung dan di laut. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Depkes RI dengan fasilitator
dari Tim Siaga Bencana dari Makassar.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Tabel IV.18. Jenis, Waktu kejadian dan Kab/ Kota Terdampak
Jenis Bencana
Banjir/ Longsor
Banjir/ Air pasang
Longsor
Angin Putting Beliung
Gempa Bumi
Gunung berapi
Waktu Kejadian
11/ 01/ 2009
12/ 01/ 2009
12/ 01/ 2009
14/ 01/ 2009
Feb-09
30/ 06/ 2009
Dec-09
15/ 01/ 2009
11/ 02/ 2009
Nov 2009
12/ 02/ 2009
19/ 04/ 2009
31/ 05/ 2009
Kab/ Kota terdampak
Kab. Sitaro
Kota Manado
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Sitaro
Kota Manado
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Talaud
Kab. Talaud
Kab. Sitaro
Sumber : Bidang PMK 2010
Untuk menangani bencana secara cepat, maka
telah dibentuk tim di masing-masing unit, yaitu
Tim Reaksi Cepat, Tim BSB (petugas Rumah Sakit
Kandouw), Satgas bencana (Puskesmas dan Kabupaten/ Kota).
Berbagai peralatan kesehatan emergency
seperti peralatan resusitasi jalan nafas, resusitasi
jantung, peralatan pneumatic/ listrik, peralatan/
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
perlengkapan penanganan luka serta peralatan
RS lapangan sudah dimiliki untuk menunjang
penanganan bencana di regional Sulawesi utara.
Begitu pula dengan sarana transportasi dan alat
komunikasi telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan penanggulangan pada setiap kejadian
bencana.
55
F. PEMBERANTASAN PENYAKIT
kasus yang meninggal berjumlah 87 orang. Kasus
HIV dan AIDS tersebut tersebar di 11 (sebelas)
Kabupaten / Kota dari 15 Kab/ Kota yang ada di
Provinsi Sulawesi Utara. Penyebaran kasus ini sangat cepat terutama pada kelompok usia produktif, sedangkan hubungan seks merupakan cara
penularan tertinggi
1. Penyakit Menular Langsung
a. HIV DAN AIDS
Kasus AIDS pertama kali ditemukan di Sulawesi utara pada tahun 1997 di Rumah Sakit Bethesda. Sejak penemuan kasus tersebut jumlah
kasus HIV dan AIDS di Provinsi Sulawesi Utara
terus bertambah dari tahun ke tahun, sampai dengan bulan Desember tahun 2009 HIV dan AIDS di
Provinsi Sulawesi Utara berjumlah 456 kasus, 257
diantaranya penderita AIDS sementara jumlah
Hal ini memberikan gambaran bahwa epidemi HIV
dan AIDS berkembang dengan kecepatan yang
mengkhawatirkan seperti terlihat dalam grafik di
bawah ini.
Gambar IV. 17. Jumlah kasus HIV/ AIDS Provinsi Sulawesi Utara tahun 1997 - 2009
120
100
80
60
40
20
0
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
HIV
0
0
0
3
5
5
2
9
30
61
29
55
2009
38
AIDS
1
1
1
4
1
13
6
9
47
38
43
93
112
Sumber : Bidang PMK 2010
Gambar IV. 18. Jumlah kasus AIDSdan kematian di Provinsi Sulawesi Utara
Tahun 1997 s/ d 2008
Sumber : Bidang PMK 2009
Dari Grafik di atas terlihat gambaran fatalitas dari HIV/ AIDS di Provinsi Sulawesi Utara. Apabila kasus HIV dan AIDS dikelompokkan menurut
kelompok umur, maka penderita terutama berasal
56
dari kelompok umur produktif yakni 20-29 tahun
(50%) dan 30-39 tahun (26%) seperti yang terlihat
pada grafik 3 dibawah ini:
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Kasus HIV/ AIDStertinggi ditemukan pada:
usia 20-29 tahun : 50%
usia 30-39 tahun : 28%
usia 40-49 tahun : 11%
kelompok umur tersebut mempunyai risiko
penularan lebih tinggi untuk tertular HIV/ AIDS
karena merupakan kelompok seksual aktif.
Berdasarkan jenis pekerjaan
kasus HIV/ AIDSpaling tinggi adalah :
Swasta/ Wiraswasta : 22 %
IRT : 17%,
PSK : 10%
Pelaut : 8 %.
masyarakat tentang HIV/ AIDS masih pada level
menengah seperti terlihat dalam tabel di bawah
ini.
Secara rerata di tingkat Provinsi, 58% penduduk
yang berumur ≥ 10 tahun di Provinsi Sulawesi
Utara pernah mendengar tentang HIV/ AIDS. Persentase tertinggi di Kota Manado (77%) dan terendah di Kabupaten Bolaang Mongondow (20%).
Secara rerata yang mempunyai pengetahuan
benar tentang HIV/ AIDS hanya 12,5% atau satu di
antara delapan penduduk yang berumur ≥ 10 tahun. Sementara yang berpengetahuan benar tentang cara penularan HIV/ AIDS sebesar 50% dari
yang pernah mengetahui.
Hasil Riskesdas menunjukkan bahwa kesadaran
Tabel IV.19. Persentase Penduduk 10 tahun ke Atas menurut Pengetahuan Tentang HIV/
AIDS dan Kabupaten/ Kota di Provinsi Sulawesi Utara
Kabupaten/ Kota
Bolaang Mangondow
Minahasa
Kepulauan Sangihe
Kepulauan Talaud
Minahasa Selatan
Minahasa Utara
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Tomohon
Sulawesi Utara
Pernah
Mendengar
20,2
72,5
30,8
38,8
63,3
65,8
77,3
68,1
69,0
58,6
Berpengetahuan benar
tentang penularan
HIV/ AIDS
5,3
15,4
5,1
6,0
11,3
2,2
20,9
5,7
7,3
12,5
Berpengetahuan benar
tentang pencegahan
HIV/ AIDS
30,8
32,2
25,6
28,1
63,7
43,8
72,5
57,7
45,9
51,8
Sumber : Riskesdas 2007
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
57
b. TUBERKULOSIS
Sejak mulai di pakai di provinsi Sulawesi Utara
pada tahun 1993, maka strategi DOTS telah diterapkan di seluruh Kabupaten/ Kota dan 95 %
Puskesmas telah mengadopsi strategi ini, sisanya
belum dapat dikembangkan berhubungan dengan
keterbatasan sumber daya tenaga kesehatan yang
akan mengimplementasikan strategi ini terutama
di puskesmas pemekaran
Trend penemuan kasus pada 5 tahun terakhir tergambar pada Grafik Case Notification Rate
di bawah ini.
Gambar IV. 19. Case Notification Rate Tahun 2004 – 2008 Provinsi Sulawesi Utara
190
200
160
184
167
158
146
163
120
80
40
0
2004
2005
2006
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK 2010
Fokus penemuan tetap pada penderita BTA
positif untuk menuntaskan sumber penularan,
tanpa meninggalkan kasus lainnya, sepertin terlihat dalam grafik 6 di bawah ini.
Gambar IV. 20. Pola penemuan kasus TBC Provinsi Sulawesi Utara
tahun 2001 - 2008
5000
4000
3000
2000
1000
0
B T A P O S IT IF
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
1737
1715
2393
3055
3344
4149
3753
4054
275
550
581
717
747
522
519
485
B T A N E G A T IF
Sumber : Bidang PMK 2009
58
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Angka penemuan kasus baru pada beberapa tahun terakhir ini menggambarkan fluktuasi yang bukan disebabkan oleh pergeseran epi-
demiologis, tetapi lebih banyak disebabkan oleh
dinamika program, seperti terlihat dalam grafik di
bawah ini.
Gambar IV. 21. Penderita baru BTA positif (CDR) di Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
140
123
121
120
95
100
94
87
85
76
80
73
80
71
69
67
54
60
53
51
49
40
20
0
Sumber : Bidang PMK 2010
Kualitas Diagnosa TB menunjukkan perkembangan yang cukup baik dimana sejak tahun 2004
Error rate cross check slide selalu dibawah <5 %
atau sesuai dengan standar yang diharapkan.
Meskipun demikian masih terdapat kabupaten/
kota yang bermasalah dan perlu untuk lebih di
bina karena pencapaian error rate yang diatas 5%
seperti kabupaten Sitaro dan Kabupaten Sangihe.
Gambar IV. 22. Error rate hasil cross check di Provinsi Sulawesi Utara
tahun 2004 - 2009
4
3
3
3
3
2
2
2
1
1
0
2004
2005
2006
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
59
Kegiatan pembinaan pengobatan selama
tahun 2008 terakhir ini berlangsung cukup baik
dimana angka kesembuhan mencapai diatas 85 %
di seluruh Kabupaten/ Kota, kecuali kota Manado
yang hanya 75 % seperti terlihat pada grafik di
bawah ini.
Gambar IV. 23. Data Cure rate penderita baru BTA (+) per kab/ kota di Provinsi Sulawesi Utara
Tahun 2009
%
100 100 99
100
98
96
96
95
92
91
89
86
86
80
85
88
75
60
40
20
0
Sumber : Bidang PMK 2010
5.KUSTA
Perubahan visi Program penanggulangan
kusta dari orientasi eliminasi kemudian bergerak
kearah kesinambungan program yang berkualitas
di lapangan, melahirkan beberapa kebijakan baru
yang lebih memperhatikan aplikasi teknis pelayanan kusta yang berkualitas dari level Puskesmas
ke level rujukan. Ekspansi program kearah
kegiatan rehabilitasi medik maupun sosial ekonimi
juga mulai dijajaki. Akan tetapi secara epidemiologis masalah kusta di Sulawesi utara terlihat sangat
statis. Perlangsungan penyakit dan beberapa faktor lainnya yang masih belum terjawab diperkirakan menyebabkan hal ini.
Gambar IV. 24. CDR Kusta (/ 100.000 penduduk) di Sulawesi Utara dalam 10 tahun terakhir
30
28
25
23
20
23
20
19,7
15
12,5
21
19
19
13,6
10
5
0
2000
60
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
kegiat an pemeriksaan kont ak. Hasilnya
menggambarkan stagnansi dan kecenderungan
penurunan yang sangat lambat. CDR 19/ 100.000
pada tahun 2009 sama dengan pencapaian pada
tahun 2008, walaupun pada tahun 2009 terdapat
peningkatan kegiatan RVS di kabupaten/ kota
karena adanya pengusulan dana tambahan di NLR
dan APBD Kabupaten/ Kota, tetapi hal ini tidak
serta merta meningkatkan jumlah kasus secara
bermakna.
Dari hasil kegiatan penemuan kasus di
Sulawesi utara maka gambaran trend CDR terlihat
seperti pada gambar di atas. Selang 10 tahun
terakhir ini CDR tertinggi ada di tahun 2004. Hal
ini disebabkan pada tahun tersebut dilaksanakan
kegiatan Mini LEC di 5 Kab/ Kota dari total 9 Kab/
Kota yang ada di Sulawesi Utara saat itu. Tahuntahun selanjutnya kegiatan penemuan kasus
secara aktif hanya mengandalkan RVS selektif di
beberapa kantong endemis dan penguatan
Gambar IV. 25. Proporsi cacat 2 dan proporsi anak tahun 1999—2009
14
13,2
12
11,6
10
8
10
8,9
7,8
7,3
6,9
6,6
6
6,1
7,8
7,3
6,4
5,7
4,8
4
6,6
5,5
6,7
5,9
4,7
3,4
2
0
2000
2001
2002
2003
2004
Proporsi cacat 2 ks baru
2005
2006
2007
2008
2009
%anak <15 th diantara kasus baru
Sumber : Bidang PMK 2010
Kecenderungan penemuan kasus anak di
Propinsi Sulawesi Utara
memperlihatkan
gambaran kenaikan. Jumlah secara absolut juga
sangat bermakna yakni 56 kasus, dengan jumlah
t erbanyak dat ang dari Bit ung, Bolaang
Mongondow, Sitaro dan Talaud. Hasil ini
bersinergi dengan kegiatan penemuan kasus di
daerah tersebut dan juga riwayat dari kasus-kasus
yang ada di propinsi Sulawesi Utara yang datang
dari lokasi-lokasi tersebut. Gambaran ini memang
sesuai dengan analisis pada beberapa tahun yang
lalu yaitu di kabupaten Bolaang Mongondow dan
Sitaro masih terjadi transmisi penyakit ini di
masyarakat. Sedangkan di Bitung hal ini
disebabkan oleh masalah yang sama yaitu ’urban
leprosy’. Hal yang menarik juga terlapor bahwa
sebagian anak ini datang dari Puskesmas yang
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
sebelumnya belum pernah melaporkan adanya
kasus kusta, terutama di Puskesmas yang sulit
dijangkau. Ke depan nantinya perlu dilakukan
analisis yang mendalam terhadap masalah ini
karena kehadiran kasus anak di daerah terpencil
dan akseptibilitas terbatas menggambarkan
adanya sumber penularan di daerah tersebut.
Angka proporsi cacat menunjukkan trend
penurunan, dengan penyumbang terbesar datang
dari Manado dan Minahasa. Kegiatan RVS di
Minahasa dan manado berkontribusi terhadap
penemuan kasus backlog di beberapa desa. Hal ini
menggambarkan bahwa masih adanya kasuskasus tersembunyi di masyarakat yang masih
harus ditemukan. Oleh karenanya kegiatan RVS
harus tetap dilakukan pada tahun-tahun
mendatang.
61
G. PENYEHATAN LINGKUNGAN
Kepulauan Sangihe, Kota Bitung dan Kota Manado
untuk dinilai di tingkat Nasional dalam penilaian
Kota Sehat, dan hasil yang dicapai yaitu Prop.
Sulawesi Utara mendapatkan penghargaan Kota
Sehat untuk Kota Manado dan Kota Bitung dengan
Swasti Saba kategori Padapa. Sedangkan tahun
2009, hanya 4 Kaupaten/ Kota yang layak
diusulkan untuk penilaian tingkat nasional yaitu,
Kota Bitung, Kota Manado, Kabupaten Minahasa
Utara dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dengan
hasil yait u, Kot a Bit ung mendapat kan
penghargaan Swasti Saba kategori Wiwerda
sedangkan Kota Manado dan Kabupaten
MinahasanUtara dengan penghargaan Swasti Saba
kategori Padapa.,
1. Program Sanitasi Perumahan dan Lingkungan
a. Sosialisasi Pendekatan Kabupaten/ Kota Sehat.
Sampai tahun 2009 penyebaran informasi
tentang Kabupaten/ Kota Sehat telah dilaksanakan
di 15 Kabupaten/ Kota. Berkenaan dengan pelaksanaan sosialisasi, dalam rangka pembentukan
forum kota sehat melibatkan seluruh lintas sektor / program terkait disetiap kabupaten/ kota.
Dari 15 Kabupaten/ Kota, 7 kabupaten/ kota telah
melaksanakan
program pembentukan kabupaten / kota sehat yaitu Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa
Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten
Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan
Talaud. Kabupaten/ Kota tersebut telah memiliki
Forum Kabupaten/ Kota Sehat ataupun dengan
nama lainnya yang sesuai dengan daerah masingmasing, sedangkan kabupaten / kota lainnya masih dalam proses pembentukan Tim Pembina Kabupaten / Kota Sehat.
Untuk menentukan tatanan yang akan
dipilih, masing-masing daerah menyesuaikan
dengan kesiapan dan kemampuan sumber daya
yang dimiliki.
Pada tahun 2007 Prop. Sulawesi Utara telah
mengajukan 3 (tiga ) Kab/ Kota yaitu Kabupaten
b. Penyehatan Perumahan dan Lingkungan
Kondisi perumahan yang ada di Provinsi
Sulut sangat bervariasi karena hal ini dipengaruhi
oleh kemampuan masyarakat dalam membangun
rumahnya, dan data yang ada belum merupakan
hasil secara keseluruhan dari jumlah rumah yang
ada di seluruh daerah t et api hanya
menggambarkan dari jumlah rumah yang dapat
dipantau oleh petugas di Puskesmas, namun
demikian dari hasil pemantauan petugas, kualitas
perumahan yang memenuhi syarat cenderung
meningkat dari tahun ke tahun.
Gambar IV. 26. Trend % Rumah Yang Memenuhi Syarat Kesehatan di Sulawesi Utara
Tahun 2007 s/ d 2009
71
70,33
70
70
69,85
69,33
69
69
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK 2010
Jumlah rumah yang ada di Provinsi Sulawesi
Utara kurang lebih sebanyak 544.129 kegiatan
pemantauan yang dilaksanakan dari tahun 2007
yaitu
jumlah rumah yang dapat diperiksa
sejumlah 335.541 dan yang memenuhi syarat
62
sebanyak 234.363 rumah atau sebesar 69,85 % ,
dan pada tahun 2008 jumlah rumah yang dapat
diperiksa sebanyak
323.230 rumah, yang
memenuhi syarat sebanyak 227.339 rumah atau
sebesar 70,33 %.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Dari data tersebut diatas dapat dilihat penurunan
jumlah rumah yang diperiksa akan tetapi jumlah
rumah yang memenuhi syarat t erdapat
peningkatan dari 69,33% menjadi 70,33 %.
Hasil yang dicapai untuk penyehatan
perumahan tersebut telah mencapai target yang
ditetapkan pada tahun 2009 yaitu sebesar 70 %.
C. Penyehatan tempat pembuangan kotoran
manusia.
Dalam pelaksanaan pemantauan dan
pengawasan pemanfaatan jamban keluarga,
pet ugas melaksanakan kegiat an tersebut
bersamaan pada saat melakukan pemantauan
penyehatan perumahan.
Gambar IV. 27. Trend % jamban Yang Memenuhi Syarat (MS) Kesehatan di Sulawesi Utara
Tahun 2007 s/ d 2009
76
74
72
70
68
66
64
62
60
58
74,34
70,50
63,69
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK, 2010
Hasil kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2008 yaitu, pemantauan sebanyak 266.104
unit jamban. Dari sejumlah jamban yang dapat
diperiksa tersebut hasilnya menunjukkan bahwa
jumlah masyarakat yang memanfaatkan / menggunakan jamban sebanyak 78.480 atau sebesar
70,50 % %, sedangkan untuk tahun 2009 menunjukkan adanya penurunan jumlah jamban yang
dipantau yaitu sebanyak 365.879 jamban yang
dapat diperiksa, dan dari jumlah tersebut terjadi
peningkatan sebesar 301.010 unit jamban yang
digunakan masyarakat 272.006 atau sebesar
74,34 %.
Dari jumlah jamban yang dapat diperiksa tersebut,
hanya menunjukkan kuantitas / jumlah dan belum
menggambarkan segi kualitasnya. Dengan kondisi
yang demikian memungkinkan timbulnya kasus
penyakit yang berhubungan dengan masalah
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
pembuangan kotoran manusia yang tidak
memenuhi syarat kesehatan.
Disamping masalah penyakit yang mungkin dapat
timbul tersebut diatas, yang menyebabkan
terjadinya penurunan pemanfaatan jumlah
jamban keluarga yang ada mungkin disebabkan
karena sering terjadinya bencana alam sehingga
jamban tersebut tidak / belum dimanfaatkan lagi.
d. Sarana Pembuangan Air Limbah.
Penyehatan Sarana Pembuangan Air Limbah
yang ada dipermukiman masyarakat pada
umumnya dengan sistem terbuka dan masih
banyak yang di wilayah desa / kelurahan dengan
sistem peresapan secara individu karena belum
tersedianya riol yang disediakan oleh pemerintah.
Sehingga yang menggunakan sistem riolering
biasanya didaerah pusat perkotaan dan di pusat
ibukota kecamatan.
63
Dari hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa dari jumlah yang dapat diperiksa
pada tahun 2008 sebanyak 227.527, yang memenuhi persyaratan hanya sebesar 112.627 atau
46,12 %, untuk tahun 2009 yang dapat diperiksa
sebanyak 2188.254 dan yang memenuhi persyaratan sejumlah 75.386 atau sebesar 40,04 %,
Dari data tersebut diatas dapat dilihat adanya
peningkatan jumlah SPAL yang diperiksa, hal ini
dengan kondisi yang demikian, factor ini dapat
mempengaruhi kualitas lingkungan yang demikian
ini dapat digunakan vector sebagai media penularan penyakit.
Capaian kegiatan dapat dilihat seperti dibawah
ini .
Gambar IV. 28. Tren % SPALYang Memenuhi Syarat Kesehatan di Sulawesi Utara
Tahun 2007—2009
48
46
44
42
40
38
36
46,12
46,12
40,40
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK, 2010
e.Program TP3 Pestisida
e.Program TP3 Pestisida
Pengawasan Tempat Pengelolaan Pestisida.
Dari hasil pemantauan terhadap Tempat
Penyimpanan, Pengolahan dan Penjualan
Pestisida di Provinsi Sulawesi Utara, hasilnya
menunjukkan peningkatan
kualitas dalam
penanganan pestisida yaitu pada tahun 2007 dari
103 yang diperiksan Tempat Pengelolaan Pestisida
yang memenuhi syarat sebanyak 92 atau sebesar
89,32 %, dan pada tahun 2008 dari 103 TP
Pestisida yang diperiksa, yang memenuhi syarat
92 atau sebesar 89,32 %. Untuk tahun 2009
program ini tidak terpantau sebagaimana
mestinya karena keterbatasan dana serta tidak d
dilaporkan hasil kegiatan dari kabupaten/ kota.
Gambar IV. 29. Tren % TP PESTISIDA Yang Memenuhi Syarat Kesehatan di Sulawesi Utara
Tahun 2007—2009
90
80
70
60
50
40
89,30
89,30
0,00
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK, 2010
64
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
F.
Program Hygiene Sanitasi Tempat Tempat
Umum.
Kondisi tempat-tempat umum di Provinsi
Sulawesi Utara selama periode 2008 - 2009 adalah
sebagai berikut, pada tahun 2008 kegiatan yang
dilaksanakan yaitu dengan pengawasan pada
2.777 TTU yang diperiksa dan yang memenuhi
syarat sebanyak 2.183 atau sebesar 78,6 % ,
sedangkan pada tahun 2009 dari 629 TTU yang
diperiksa yang memenuhi syarat 429 atau
sebesar 68,20 %, hasil tersebut tidak dapat
dibandingkan karena jumlah yang diperiksa sangat
berbeda, karena ini dipengaruhi oleh kemampuan
dan ketersediaan sarana yang ada, namun dari
hasil tersebut masing-masing telah menunjukkan
hasil yang cukup yaitu diatas 70 % yang memenuhi
syarat.
Gambar IV. 30. Tren % TTU Yang Memenuhi Syarat Kesehatan di Sulawesi Utara
Tahun 2007-2009
90
80
70
78,61
78,60
68,20
60
50
40
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK 2020
g.
Pengawasan TPM.
Pengaw asan/ pemer i ksaan Tempat
Pengolahan Makanan dan Minuman di Provinsi
Sulawesi Utara juga belum menunjukkan hasil
yang memuaskan..Jumlah TPM yang dapat
diperiksa pada tahun 2008 sebanyak 1.823 dan
yang memenuhi syarat sebanyak 1.403 atau
sebesar 77 %, dan pada tahun 2009 dari 727 TPM
yang diperiksa, yang memenuhi syarat sebanyak
514 atau sebesar 70,7%.
Dari hasil tersebut menunjukkan adanya
penurunan TPM yang diperiksa, tetapi jumlah
TPM yang memenuhi syarat masih di atas 70 %.
Gambar IV. 31. Tren % TPM yang memenuhi syarat Kesehatan di Sulawesi Utara
Tahun 2007-2009
90
80
70
60
70,70
77,00
73,80
50
40
2007
2008
2009
Sumber : Bidang PMK 2010
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
65
h.
Program Pengawasan Kualitas Air.
Program Pengawasan Kualitas Air bertujuan
untuk memantau akses masyarakat terhadap air
bersih dari segi kuantitas terlebih memperhatikan
dan memantau kondisi kualitasnya .
Hasil pelaksanaan Program Pengawasan Kualitas
Air adalah sebagai berikut :
Dalam rangka pelaksanaan program
pengawasan kualitas air di 15 Kabupaten/ Kota,
untuk kegiatan penyediaan air bersih pedesaan
dan perkotaan penekanannya lebih besar
diberikan kepada peran serta masyarakat dalam
pencarian sumber air, perencanaan pembangunan
sarana serta pemanfaatan dan pemeliharaannya.
Ada beberapa sarana yang menjadi obyek
dalam pelaksanaan tugas pengawasan kualitas air
adalah sebagai berikut :
66
Ledeng (PDAM), Depot Air Minum (Air Isi Ulang),
PMA, PAH, PP Non PDAM, SGL, SPT, Sumur Bor,
Kolam Renang, Pemandian Umum, Sungai, Danau
dan lain – lain.
Untuk penyediaan air bersih pedesaan
perhatian lebih besar diberikan kepada peran
serta masyarakat dalam penyiapan sumber air
bersih.
Cakupan air bersih sampai dengan tahun
2006 di pedesaan sebesar 58,79 % , tahun 2007
terjadi peningkatan yaitu 60, 33% sedangkan
untuk untuk daerah perkotaan tahun 2007 adalah
61,32 % pedesaan 57 %. Sedangkan tahun 2008
perkotaan 60,37 % dan pedesaan 57 %.
Penurunan cakupan disebabkan adanya bencana
banjir yang mengakibatkan rusaknya sarana air
bersih di daerah bencana.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
BAB V
SUMBERDAYA KESEHATAN
Gambaran mengenai situasi sumber daya
kesahatan dikelompokkan menjadi sarana kesehatan, tenaga kesahatan dan pembiayaan kesehatan.
tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan.
Pembangunan kesehatan di tiap kecamatan
memiliki peran yang sangat penting dalam memelihara kesehatan masyarakat.
A. SARANA KESEHATAN
Sarana kesehatan meliputi puskesmas, rumah
sakit (rumah sakit umum dan rumah sakit khusus),
sarana Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) dan Pedagang Besar farmasi/
Apotik/ Toko Obat.
1. Puskesmas
Puskesmas merupakan unit pelaksanan
teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten/ kota yang
berada di wilayah kecamatan yang melaksanakan
Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di seluruh Sulawesi Utara sebanyak 159 unit. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 terdapat peningkatan
10 unit dari jumlah sebelumnya 149 unit.
Adapun distribusi puskesmas menurut jenis pelayanan (perawatan dan non perawatan) se kabupaten/ kota di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar V. 1. Distribusi Puskesmas menurut jenis pelayanan
se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
12
10
8
6
4
2
0
Perawatan
Non Perawatan
Bolm Bolm Bolti Bolsel Sangi Talau Sitaro Mina Minse Minut Mitra Tomo Mana Bitun Kota
ong ut
m
he
d
hasa
l
hon do
g moba
gu
5
4
3
2
12
10
5
8
5
4
4
5
3
4
0
8
2
1
3
4
9
Dari gambaran di atas terlihat bahwa jumlah
Puskesmas Non Rawat Inap lebih banyak dari
Puskesmas Rawat Inap. Kota Kotamobagu adalah
daerah yang tidak mempunyai Puskesmas Rawat
inap,
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk,
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
5
11
12
6
3
2
12
2
5
maka pada tahun 2009 rasio Puskesmas - penduduk adalah satu puskesmas melayani 14.720
penduduk, atau 6,75 Puskesmas per 100.000
penduduk.
67
Gambar V. 2. Rasio Puskesmas– penduduk Provinsi Sulawesi Utara tahun 2009
14,018
Prop. Sulut
14,850
Boltim
10,424
Bolsel
23,821
Kotamobagu
30,103
Bitung
28,990
Manado
11,960
Tomohon
13,646
Mitra
17,648
Minut
10,754
Minsel
15,801
Minahasa
6,178
Sitaro
3,947
Talaud
8,153
Sangihe
13,418
Bolmut
15,097
Bolmong
0
5,000
10,000
15,000
Dari grafik di atas, maka dapat dikatakan
bahwa rasio puskesmas pada tahun 2009 memenuhi konsep wilayah kerja Puskesmas, yaitu
rata-rata satu unit puskesmas melayani 30.000
penduduk.
20,000
25,000
30,000
35,000
Perkembangan Puskesmas di Sulawesi Utara dapat terlihat dalam tiga tahun berturut-turut, dimana meskipun kecil, namun terjadi peningkatan
dari tahun 2006 sampai tahun 2009 sebagaimana
diperlihatkan pada gambar dibawah
Gambar V. 3. Perkembangan Puskesmas se Sulawesi Utara tahun 2006-2009
160
150
140
159
142
149
147
130
Jml PKM
2006
68
2007
2008
2009
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
2.
Rumah Sakit
Indikator yang digunakan untuk menilai
perkembangan sarana rumah sakit antara lain
dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan menghitung
jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk.
sakit milik Departemen Kesehatan, Pemerintah
Provinsi Sulawesi Utara (13 RS) dan TNI/ POLRI
(5 RS) dan 16 unit dikelola oleh swasta. Dari 15
kabupaten/ kota di Sulawesi Utara, empat kabupaten tidak memiliki rumah sakit, yaitu Kabupaten
Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow
Timur, Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang
Mongondow Utara.
Pada tahun 2009, jumlah rumah sakit se Sulawesi Utara sebanyak 34 unit dimana 18 unit
dikelola oleh Pemerintah yang terdiri atas rumah
Distribusi rumah sakit se Sulawesi Utara seperti
pada gambar berikut.
Gambar V. 4. Distribusi rumah sakit di Sulawesi Utara
berdasarkan kepemilikan tahun 2009
4
3
2
1
0
Mana Minah Kotam Min. Min. Bitung Tomo Sangih Talaud Sitaro Mitra
do
asa obagu Selata Utara
hon
e
n
Pemerintah
2
2
1
1
1
1
0
1
1
2
1
Swasta
4
2
3
2
2
1
2
0
0
0
0
Milit./ Pol
3
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
Perkembangan jumlah rumah sakit di Sulawesi
Utara tahun 2006 sampai tahun 2009 dapat ter-
lihat sebagaimana pada gambar berikut,
Gambar V. 5. Perkembangan jumlah Rumah Sakit di Sulawesi Utara
tahun 2006—tahun 2009
40
30
20
10
28
29
31
34
0
RS
2006
2007
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
2008
2009
69
Jika dilihat dari kepemilikan maka perkembangan
rumah sakit dalam 4 tahun terakhir terjadi pada
rumah sakit yang dikelola oleh swasta, sebagaimana terlihat pada gambar VI. 5 di bawah
Gambar V. 6. Perkembangan RSdi Sulawesi Utara menurut kepemilikan tahun 2006-2009
36
30
24
18
12
6
0
RSPem
RSTNI/ POLRI
RSSwasta
2006
10
2007
10
2008
10
2009
13
5
5
5
5
13
14
16
16
Selain jumlah rumah sakit, untuk menggambarkan ketersediaan sarana pelayanan, perlu pula
disajikan informasi jumlah tempat tidur rumah
sakit. Rincian jumlah tempat tidur rumah sakit se
Sulawesi sebagaimana dalam lampiran table.
toko obat tersebut ditunjang pula dengan keberadaan Pedagang Besar Farmasi sebanyak 43
perusahaan dimana 42 diantaranya berdomisili
di Manado dan satu di Kota Manado (92 apotek)
3. Apotek dan Toko Obat
Sebagai penunjang pelayanan kesehatan
khususnya dalam penyediaan obat di masyarakat
maka terdapat 139 apotek dan 65 toko obat yang
tersebar di sembilan kabupaten/ kota se-Sulawesi
Utara pada tahun 2009. Keberadaan apotek dan
Distribusi apotek dan toko obat dapat dilihat
pada gambar berikut
Gambar V. 7. Distribusi apotek dan toko obat se Sulawesi Utara
tahun 2009
100
80
60
40
20
0
70
Apotik
Man Tom Sangi Bitun Talau Mnu Mins Mina Kota Mitr Bolm Bolti Bolm Bolse Sitar
ado ohon he
g
d
t
el hasa mob a ong m
ut
l
o
agu
92
8
3
12
3
2
2
6
11
0
0
0
0
0
0
Toko Obat
29
4
14
0
10
3
1
4
0
0
0
0
0
0
0
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
4. Sarana Kesehatan Bersumber daya Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat, berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada termasuk yang ada di masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin desa),
Desa Siaga.
Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM
yang paling dikenal di masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu
kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare.
Untuk memantau perkembangannya, Posyandu
dikelompokkan ke dalam 4 strata posyandu yaitu
Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri. Pada tahun 2009, jumlah Posyandu sebanyak 2.018 buah.
Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan
tahun 2007 dan 2006 yang sebanyak masingmasing 1898 dan 1888, tapi menurun jika dibandingkan dengan tahun 2008.
Jika dibandingkan dengan jumlah desa dan kelurahan, maka rasio Posyandu terhadap desa/
kelurahan adalah 1,55 artinya 2 Posyandu melayani 3 desa.
Polindes yang merupakan salah satu bentuk peran
serta masyarakatdalam rangka mendekatkan pelayanan kebidanan, melalui penyediaan tempat
pertolongan persalinan da pelayanan kesehatan
ibu dan anak, termasuk keluarga berencana.
Polindes ini juga dikelompokkan ke dalam 4 strata
atau tingkat perkembangannya yaitu Pratama,
Madya, Purnama dan Mandiri. Jika pada tahun
2006 jumlah Polindes sebanyak 425 dan pada tahun 2007 sebanyak 463, maka pada tahun 2008,
jumlah Polindes sebanyak 444 dan tahun 2009
jumlah Polindes dan Poskesdes adalah 679 yang
berarti meningkatnya partisipasi masyarakat
berkurang.
Perkembangan Posyandu dan Polindes Sulawesi
Utara tahun dalam 4 tahun berturut-turut dapat
terlihat pada gambar di bawah
Gambar V. 8. Perkembangan Posyandu di Sulawesi Utara tahun 2006-2009
2500
2000
1500
2,297
2,018
1,898
1,888
425
463
444
2006
2007
2008
1000
679
500
0
Posyandu
2009
Polindes/ Poskesdes
Sumber : Profil kesehatan kabupaten/ kota, 2009
Adapun data jumlah Posyandu dan Polindes
menurut kabupaten/ kota tahun 2009 (sumber:
laporan Profil Kabupaten/ Kota) seperti dalam table lampiran profil ini.
Salah satu kriteria desa siaga adalah memiliki
minimal satu Poskesdes dengan tenaga Poskesdes minimal 1 (satu) orang bidan dan 2(dua)
kader. Pada tahun 2008 jumlah desa siaga di Sulawesi Utara adalah sebanyak 718 buah.
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Namun jika dibandingkan dengan jumlah Poskesdes sebanyak 215 buah, hanya 30% dari seluruh desa siaga yang ditetapkan yang mempunyai
Poskesdes.
Perbandingan antara desa siaga dan poskesdes
menurut Kabupaten/ kota dapat dilihat dari gambar berikut.
71
Adapun data jumlah Posyandu dan Polindes
menurut kabupaten/ kota tahun 2009 dapat dilihat
pada table lampiran.
Utara adalah sebanyak 1.440 buah. Namun jika
dibandingkan dengan jumlah Poskesdes dan
Polindes sebanyak 679 buah, maka hanya 47 %
dari seluruh desa siaga yang ditetapkan yang
mempunyai Poskesdes / Polindes. Perbandingan
antara desa siaga dan poskesdes menurut Kabupaten/ kota dapat dilihat dari gambar berikut.
Salah satu kriteria desa siaga adalah memiliki
minimal satu Poskesdes dengan tenaga Poskesdes
minimal 1 (satu) orang bidan dan 2(dua) kader.
Pada tahun 2009 jumlah desa siaga di Sulawesi
Gambar V. 9. Jumlah Desa Siaga dan Poskesdes menurut Kabupaten/ kota tahun 2009
250
200
150
100
50
0
Bolmon Bolmon Bolmon Bolmon Minaha Minaha Minaha Minaha Sangihe Talaud
g
gUtara gTimur
g
sa saUtara sa
sa
Selatan
Selatan Tenggar
a
Poskesdes/Polindes 52
31
14
16
54
72
166
76
95
18
DesaSiaga
175
76
29
9
203
118
147
76
147
153
Sitaro Tomoho Kotamo Bitung Manado
n
bagu
10
4
48
13
7
84
35
32
69
87
Sumber : Profil kesehatan kabupaten/ kota, 2009 dan Bidang Promkes 2010
B. TENAGA KESEHATAN
1. Persebaran Tenaga Kesehatan
a. SDM kesehatan di Puskesmas
Jumlah sumber daya manusia yang
bertugas di Puskesmas di Provinsi Sulawesi
Utara pada tahun 2009 tercatat sebanyak
3.405 orang yang terdiri atas 378 orang
tenaga medis, 2.406 orang tenaga perawat
dan bidan, 107 tenaga farmasi, 158 orang
tenaga gizi, 12 orang teknisi medis, 250 orang
tenaga sanitasi serta 94 orang tenaga kesehatan masyarakat lain.
3 daerah yang mempunyai tenaga medis terbanyak adalah Kota Manado (75), abupaten
Minahasa Utara (56) dan Kabupaten Minahasa (32) seperti pada gambar di bawah.
Gambar V. 10. Persebaran tenaga medis di Puskesmas menurut Kabupaten/ Kota
tahun 2009
80
60
40
75
56
32
32
30
20
28
27
21
17
16
16
13
9
6
0
0
Sumber : Profil kesehatan kabupaten/ kota, 2009
72
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Jumlah dokter umum yang bekerja di Puskesmas
sebanyak 378 orang, sehingga jika dibandingkan
dengan jumlah Puskesmas sebanyak 159 puskesmas, maka rata-rata tiap Puskesmas dilayani oleh
2,37 dokter umum.
2,406 orang dengan 3 wilayah yang mempunyai
tenaga perawat/ bidan terbanyak adalah Kabupaten Minahasa Utara (308), Kota Manado (226)
dan Kabupaten Bolaang Mongondow (221 orang).
sebagaimana terlihat pada gambar berikut.
Jumlah paramedis (perawat dan bidan) yang
bekerja di Puskesmas tahun 2009 adalah sebanyak
Gambar V. 11. Distribusi tenaga Perawat/ Bidan yang bekerja di Puskesmas
menurut Kabupaten/ Kota tahun 2009
350
300
250
200
150
100
50
-
308
226 221 212 210 209
200
163 147
123 111
100
88
52
36
Sumber : Profil kesehatan kabupaten/ kota, 2009
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk
menurut Kabupaten/ Kota, maka rasio tenaga dok-
ter dan penduduk
grafik di bawah.
sebagaimana terlihat pada
Gambar V. 12. Rasio Dokter per 100.000 penduduk Kabupaten/ Kota tahun 2009
Sumber : Profil kesehatan kabupaten/ kota, 2009
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
73
Dari grafik terlihat bahwa rasio dokter terhadap
100 ribu penduduk terbesar berada di Kabupaten
Minahasa Tenggara, diikuti oleh Kota Tomohon
dan Kabupaten Minahasa Utara. Secara provincial,
rasio dokter dan penduduk adalah di Sulawesi
utara adalah 17 per 100.000 penduduk. Angka ini
masih jauh dari angka ideal yakni 40/ 100.000 penduduk. Meskipun demikian angka 17 tersebut
adalah dokter yang tercatat di Puskesmas, tidak
termasuk dokter swasta/ tidak bekerja di instansi
pelayanan pemerintah. Berbeda dengan dokter
spesialis. Rasio dokter spesialis dan penduduk di
Sulawesi Utara adalah 8/ 100.000 penduduk, yang
jika merujuk ke indikator Indonesia Sehat 2010
adalah 6/ 100.000, maka Provinsi Sulawesi Utara
sudah mencapai angka tersebut.
b. Tenaga kesehatan di Rumah Sakit
kesehatan sebagai pegawain tidak tetap (PTT)
yaitu dokter umum, dokter gigi, dan bidan. Sampai
dengan tahun 2009 tenaga kesehatan PTT yang
masih aktif di lapangan tercatat sebanyak 56
orang dokter umum, 4 dokter gigi .
Distribusi tenaga kesehatan di rumah sakit
tahun 2009 di rumah sakit pemerintah masih
terkonsentrasi di RSU Prof. Dr. R.D. Kandou sedangkan di rumah sakit swasta terkonsentrasi di
RS Bethesda-Tomohon sebagaimana terlihat pada
lampiran tabel no.54.
Tenaga Kesehatan lain adalah tenaga Perawat/
Bidan, Farmasi, gizi, sanitasi. Rasio tenaga—
tenaga kesehatan tersebut terhadap penduduk
adalah sebagaimana terlihat pada grafik berikut.
Dokter umum PTT terbanyak bertugas di Kabupaten Minahasa (6 orang), Kabupaten Talaud (12
orang) dan Kabupaten Minahasa Selatan (6 orang)
2. SDM Kesehatan status Pegawai Tidak tetap.
Departemen Kesehatan memiliki 3 jenis tenaga
Gambar V. 13. Keberadaan jumlah dokter umum dan dokter gigi PTT
Provinsi Sulawesi Utara s/ d Desember 2009
Sumber : Profil kesehatan kabupaten/ kota, 2009
74
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
3. Peserta didik pada Institusi Pendidikan
tenaga kesehatan.
Jumlah peserta didik pada institusi pendidikan
tenaga kesehatan dikelompokkan menjadi peserta
didik Poltekkes dan Non Poltekkes.
Pada tahun ajaran 2009/ 2010 jumlah peserta
didik di Poltekkes sebanyak 1569 orang dimana
peserta didik di jenis profesi Kebidanan mempu
nyai jumlah mahasiswa terbanyak diantara jenis
profesin yang lain, diikuti oleh keperawatan dan
gizi.
Diantara peserta didik di keperawatan dan
kebidanan terdapat peserta didik yang berasal
dari jalur khusus Kaimana (Keperawatan 60 orang,
Kebidanan 30 orang) dan jalur khusus Halamahera
Barat (Kebidanan 32 orang).
Gambar V. 14. . Jumlah Peserta didik di Poltekkes Depkes-Manado menurut jurusan dan
Program Pendidikan tahun 2009
Keperawatan
Kebidanan
Gizi
Kes.Lingkungan
Kes. Gigi
Farmasi
D-III
326
329
169
193
190
211
D-IV
26
60
42
23
0
0
Sumber : Poltekkes, 2010
Peserta didik non Poltekkes tersebar di beberapa
perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan
kesehatan seperti Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sari Putra (UNSRIT), Universitas De La
Salle, Akademi Keperawatan RS Teling, Akademi
Keperawatan Matuari waya, Akademi Fisioterapi
dan lain-lain.
Pemberdayaan Masyarakat, Kebijakan dan manajemen Pembangunan kesehatan,Upaya Kesehatan
Masyarakat, Perbaikan gizi Masyarakat, Upaya
kesehatan Perorangan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Obat-obatan dan Perbekalan
Kesehatan serta Sumberdaya kesehatan.
C. PEMBIAYAAN KESEHATAN
Pembiayaan kesehatan di Provinsi Sulawesi
Utara tahun 2009 yakni bersumber Pusat yaitu
dari Dana Depkes berupa Dana Dekonsentrasi,
Tugas Pembantuan serta dana transfer ke daerah
yakni dana perimbangan berupa dana Alokasi
Khusus (DAK) serta dana yang bersumber Pendapatan daerah yaitu APBD.
Dana Dekonsentrasi tahun 2009 berjumlah
Rp. 14.281.348.000,- yang digunakan untuk
kegiatan Pengembangan Upaya Kesehatan dan
Jika dibandingkan dari tahun ke tahun sejak
tahun 2006, maka terlihat bahwa anggaran Dekonsentrasi kesehatan di Sulawesi Utaracenderung mengalami penurunan.
Perbandingan dana dekonsentrasi menurut
program tahun 2005—2009 dapat terlihat sebagaimana grafik berikut.
Sumber : Seksi perencanaan, 2008
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
75
Gambar V. 15. Dana kesehatan sumber dekonsentrasi Sulawesi Utara menurut program
tahun 2005-2009 ( dalam juta ))
20,000
15,000
10,000
5,000
Promkes
2005
400
Manajem
en
1,063
UKM
Gizi
UKP
9,695
1,549
893
P2
Penyakit
1,750
Lingkunga Obat dan
n
Alkes
350
229
18,671
7,090
4,056
5,940
620
1,054
SDK
2006
1,647
4,465
2007
2,984
3,430
8,528
4,411
1,275
1,394
616
812
881
2008
1,208
3,220
10,371
208
-
-
-
288
1,048
2009
2,849
3,847
4,762
933
69
300
-
550
972
750
2,017
Sumber : Seksi perencanaan, 2010
Adapun tabel dana dekonsentrasi selengkapnya
menurut program tahun 2005-2009 adalah se-
bagai berikut
Tabel V.1. Perbandingan Dana Kesehatan Dekonsentrasi Provinsi Sulawesi Utara tahun 2005-2009 (x 1.000)
Program
Tahun
P2M
Lingkunga
n
Obatobatan
892,600
1,750,000
350,000
229,000
750,000
7,090,330
4,055,700
5,940,215
620,000
1,054,210
2,016,732
24,054,225
4,410,894
1,274,511
1,393,768
615,923
811,690
881,099
3,219,554
9,473,513
205,676
0
0
0
287,800
1,047,882
3.847.180
4.762..043
932.853
69.000
300.000
0
550.000
971.692
Promkes
Manajemen
2005
400,000
24,339,913
9,695,180
1,549,110
2006
1,647,065
4,465,220
18,670,643
2007
2,983,510
3,430,381
2008
1,208,100
2009
2.848.580.
UKM
Gizi
Rujukan
SDK
Sumber : Seksi perencanaan, 2010
76
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
hun 2009 kembali meningkat. Alokasi dan penyerapan dana APBD tahun 2008 dapat terlihat
pada gambar berikut.
Dana kesehatan bersumber APBD dari tahun
2005 sampai dengan tahun 2009 mempunyai
kecenderungan peningkatan, meskipun pada
tahun 2008 terjadi penurunan, namun pada ta-
Gambar V. 16. APBD Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara 2004-2009 (dalam Milyar)
20,000
15,000
10,000
5,000
0
Alokasi
2004
8,852
2005
8,983
2006
13,866
2007
17,207
2008
16,945
2009
19,459
Realisasi
8,026
8,523
12,644
15,714
15,976
18,854
Sumber : Seksi perencanaan, 2009
Jika dibandingkan antara APBD dan dana dekonsentrasi maka gambaran yang terlihat menjelas-
kan persentase APBD kesehatan terhadap dana
dekonsentrasi setiap tahun sangat kecil
Gambar V. 17. Perbandingan dana kesehatan Provinsi Sulawesi Utara sumber Dekonsentrasi
dan sumber APBD (belanja publik) tahun 2005-2009 (dalam Milyar)
50,000
40,000
30,000
20,000
10,000
0
Dekonsentrasi
2005
16,679
2006
45,560
2007
24,330
2008
16,342
2009
14,281
APBD
1,009
2,261
4,833
3,897
5,906
Sumber : Seksi perencanaan, 2009
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
77
78
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
BAB VI
PENUTUP
Dari pemaparan menurut bab demi bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum terdapat peningkatan derajat kesehatan masyarkat Sulawesi Utara di tahun 2009
yang sejalan dengan perkembangan kondisi sosial,
ekonomi serta kondisi umum masyarakat Sulawesi
Utara. Hasil ini tentu saja perlu disosialisasikan /
dikomunikasikan baik ke pimpinan maupun secara
horizontal ke lintas sektor terkait dan masyarakat.
Seperti diketahui bersama bahwa Informasi
yang disiapkan dengan baik di unit-unit kesehatan
akan membant u pembuat an keput usankeputusan dalam unit kesehatan tersebut karena
dapat berfungsi sebagai masukan dalam proses
pengambilan keputusan. Hasil-hasil yang disajikan
dalam profil kesehatan Sulawesi Utara ini tentu
saja akan menjadin informasi yang sangat penting
dan sangat dibutuhkan baik oleh jajaran
kesehatan maupun oleh lintas sektor dan
masyarakat.
keakurasian (accuracy), ketepatan waktu pelaporan (timeliness) dan kelengkapan (completeness).
Oleh karena itu menjadi tanggung jawab bersama
untuk memperbaiki / melengkapi bahkan menyempurnakan sistem yang ada saat ini menjadi
sesuatu yang optimal yang dapat dimanfaatkan
oleh semua pihak.
Akhirnya kiranya gambaran yang sudah
disajikan dalam buku profil kesehatan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Utara.
Disadari bahwa perkembangan sistem informasi kesehatan sangatlah cepat, tidak hanya disebabkan karena perubahan teknologi informasi
yang sedemikian pesatnya, akan tetapi juga metode-metode pemanfaatan data untuk pengelolaan pelayanan kesehatan dan sumber daya kesehatan selalu mengalami perkembangan.
Efisiensi dalam pengelolaan informasi kesehatan
menjadi sangat penting karena menyangkut
pengendalian biaya pelayanan kesehatan dan
efisiensi waktu. Dalam hal ini, pemanfaatan data
dalam pengelolaan kasus klinis untuk level individu maupun dalam tingkat kesehatan masyarakat
menjadi mutlak diperlukan.
Seiring dengan perkembangan sistem informasi,
kebutuhan data/ informasi yang akurat makin
meningkat, namun ternyata sistem informasi yang
ada saat ini masih belum dapat menghasilkan data
yang akurat, lengkap dan tepat waktu. Berbagai
permasalahan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan sistem informasi kesehatan saat
sekarang ini seperti masalah klasik tentang
mekanisme pelaporan yang berkualitas baik
Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
79
RESUME PROFIL KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA 0
TAHUN 0
NO
INDIKATOR
ANGKA/NILAI
No. Lampiran
A. GAMBARAN UMUM
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Luas Wilayah
Jumlah Desa/Kelurahan
Jumlah Penduduk
2
Kepadatan Penduduk /Km
Jumlah Penduduk Laki-laki
Jumlah Penduduk Perempuan
Rasio Beban Tanggungan
Rasio Jenis Kelamin
Pddk 10 th keatas Melek Huruf
Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki-laki)
Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)
B.
B.1
12
13
14
15
16
17
18
DERAJAT KESEHATAN
Angka Kematian
Jumlah Lahir Hidup
Jumlah Bayi Mati
Angka Kematian Bayi (dilaporkan)
Jumlah Balita Mati
Angka Kematian Balita (dilaporkan)
Jumlah Kematian Ibu Maternal
Angka Kematian Ibu (dilaporkan)
B.2
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
Angka Kesakitan
AFP Rate < 15 th
TB Paru Sembuh
Pneumonia Balita Ditangani
HIV/AIDS ditangani
Infeksi Menular Seksual ditangani
Angka Kesakitan DBD
DBD ditangani
Angka Kesakitan Diare
Diare pada Balita ditangani
Angka Kesakitan Malaria
Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)
Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)
Kasus Penyakit Filariasis ditangani
Jumlah Kasus Difteri
Jumlah Kasus Pertusis
Jumlah Kasus Tetanus
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum
Jumlah Kasus Campak
Jumlah Kasus Polio
Jumlah Kasus Hepatitis B
15,273
1580
2228856
145.9334385
1,061,527
1,027,748
54.17
103.29
86.74
86.82
86.65
34107
213
6.2
43
1.26
54
0
4.30
69.68
47.84
56.70
100
51.64
98.26
12.70
79.19
14.72
77.14285714
#REF!
80
0
0
0
0
226
1
0
Km2
Desa/Kel
Jiwa
2
Jiwa/Km
Jiwa
Jiwa
%
%
%
Bayi
Bayi
Balita
Ibu
%
%
%
%
%
%
%
%
%
Kasus
Kasus
Kasus
Kasus
Kasus
Kasus
Kasus
Tabel 1
Tabel 1
Tabel 1
Tabel 1
Tabel 2
Tabel 2
Tabel 2
Tabel 2
Tabel 5
Tabel 5
Tabel 5
Tabel 6
Tabel 6
Tabel 6
Tabel 6
Tabel 6
Tabel 7
Tabel 7
Tabel 9
Tabel 9
Tabel 9
Tabel 10
Tabel 10
Tabel 10
Tabel 10
Tabel 10
Tabel 10
Tabel 11
Tabel 12
Tabel 12
Tabel 13
Tabel 14
Tabel 14
Tabel 14
Tabel 14
Tabel 14
Tabel 14
Tabel 14
NO
INDIKATOR
B.3
39
40
41
42
43
44
45
46
Status Gizi
Kunjungan Neonatus (KN2)
Kunjungan Bayi
Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)
BBLR ditangani
Balita ditimbang
Balita BB Naik
BGM
Balita Gizi Buruk
C.
C.1
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
UPAYA KESEHATAN
Pelayanan Kesehatan
Kunjungan Ibu Hamil (K1)
Kunjungan Ibu Hamil (K4)
Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan
Deteksi Dini Tumbang Anak Balita
Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI
Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU
Peserta KB Baru
Peserta KB Aktif
Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)
Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)
Desa/Kelurahan UCI
Cakupan Imunisasi Campak Bayi
Drop-Out Imunisasi DPT1-Campak
MP-ASI Bayi BGM
Anak Balita Mendapat Vit.A 2x
Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1
Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3
WUS dg imunisasi TT5
Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk
Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk
Bumil Risti/Komplikasi
Bumil Risti/Komplikasi ditangani
Neonatal Risti dirujuk
Neonatal Risti dirujuk dan ditangani
Sarkes dg Kemampuan Yan. Gadar
Desa/Kel. Terkena KLB ditangani < 24 jam
Bayi yang diberi ASI Eksklusif
Desa/Kel. Dg Garam Beryodium yg baik
Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap
Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)
Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)
Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar
Penduduk Miskin dicakup JPKM
Penduduk Miskin Mendapat Yankes
Bayi Gakin BGM Mendapat MP-ASI
ANGKA/NILAI
No. Lampiran
90.87
83.24
1.58
46.94
85.94
84.19
1.89
4.12
%
%
%
%
%
%
%
%
Tabel 15
Tabel 15
Tabel 15
Tabel 15
Tabel 16
Tabel 16
Tabel 16
Tabel 16
89.94
77.80
89.30
54.59
32.83
29.84
22.05
80.94
100
100
64.94
0
49.72
72.36
99.06
83.04
69.01
#REF!
#DIV/0!
#DIV/0!
13.40
46.61
2.09
68.49
102.11
47.80
89.17
0.06
40.88
57.64
46.39
#REF!
#REF!
52.21
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
Tabel 17
Tabel 17
Tabel 17
Tabel 18
Tabel 18
Tabel 18
Tabel 19
Tabel 19
Tabel 20
Tabel 21
Tabel 22
Tabel 23
Tabel 23
Tabel 24
Tabel 24
Tabel 24
Tabel 25
Tabel 25
Tabel 26
Tabel 27
Tabel 27
Tabel 28
Tabel 28
Tabel 28
Tabel 28
Tabel 29
Tabel 30
Tabel 32
Tabel 33
Tabel 34
Tabel 34
Tabel 34
Tabel 36
Tabel 37
Tabel 37
Tabel 37
NO
INDIKATOR
83 Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila
84 WUS yang diberi Kapsul Yodium
C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
85 Sarkes yang memiliki Labkes
ANGKA/NILAI
48.28 %
%
-
No. Lampiran
Tabel 39
Tabel 40
%
Tabel 43
C.3 Perilaku Hidup Masyarakat
86 Rumah Tangga ber-PHBS
87 Posyandu Aktif
50.67 %
41.92 %
Tabel 45
Tabel 46
C.4
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
Keadaan Lingkungan
Rumah yang diperiksa kesehatannya
Rumah Sehat
Keluarga yang diperiksa air bersihnya
Keluarga yang memiliki akses air bersih
KK memiliki Jamban
KK memiliki Jamban Sehat
KK memiliki Tempat Sampah
KK memiliki Tempat Sampah Sehat
KK memiliki Pengelolaan Air Limbah
KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat
TUPM Sehat
Institusi dibina Keslingnya
Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes
Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes
70.90
#REF!
57.91
100
74.74
#REF!
73.14
#REF!
46.98
#REF!
68.63
74.47
42.73
67.57
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
Tabel 47
Tabel 47
Tabel 48
Tabel 48
Tabel 49
Tabel 49
Tabel 49
Tabel 49
Tabel 49
Tabel 49
Tabel 50
Tabel 51
Tabel 52
Tabel 52
D.
D.1
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
SUMBERDAYA KESEHATAN
Tenaga Kesehatan
Jumlah Tenaga Medis
Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan
Jumlah Tenaga Farmasi
Jumlah Tenaga Gizi
Jumlah Tenaga Tehnisi Medis
Jumlah Tenaga Sanitasi
Jumlah Tenaga Kesmas
Jumlah Tenaga Kesehatan
Jumlah Tenaga Dokter Spesialis
Jumlah Tenaga Dokter Umum
Jumlah Tenaga Dokter Gigi
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Tabel 53
Tabel 53
Tabel 53
Tabel 53
Tabel 53
Tabel 53
Tabel 53
Tabel 53
Tabel 55
Tabel 55
Tabel 55
D.2
113
114
115
Pembiayaan Kesehatan
Total Anggaran Kesehatan
APBD Kesehatan thd APBD KABUPATEN/KOTA
Anggaran Kesehatan Perkapita
D.3
116
117
118
Sarana Kesehatan
Jumlah Desa Siaga
Jumlah Polindes
Jumlah Posyandu
851
4542
294
267
59
373
195
6581
0
548
0
44266561230 Rp.
#REF! %
%
1,253 Desa
229 Polindes
2,158 Psyd
Tabel 60
Tabel 60
Tabel 60
Tabel 62
Tabel 62
Tabel 62
TABEL 1
LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,
DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH PROVINSI
Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/Kota
LUAS
WILAYAH
(km 2)
3
3,547.49
1,696.09
1,783.54
899.42
1,025.85
937.65
1,368.41
710.69
1,250.92
625.96
387.07
146.60
157.91
304.00
431.50
15,273.10
JUMLAH
DESA
4
152
91
60
51
194
118
179
72
142
167
80
0
0
0
17
1,323
KELURAHAN
DESA+KEL.
5
6
2
1
0
0
43
6
9
4
11
0
4
44
87
69
15
295
JUMLAH
PENDUDUK
152
91
60
51
237
125
156
76
153
167
84
40
87
69
32
7
196,263
80,508
52,122
59,401
300,226
176,480
182,818
95,525
74,997
130,449
61,781
83,718
434,845
180,618
119,105
1580
2,228,856
JUMLAH
RATA-RATA KEPADATAN
RUMAH
JIWA/RUMAH PENDUDUK
TANGGA
TANGGA
/km 2
8
9
10
34,560
6
55.32
18,605
4
47.47
13,925
4
29.22
17,278
3
66.04
88,724
3
292.66
48,711
4
188.22
42,934
4
133.60
27,633
3
134.41
21,799
3
59.95
36,531
4
208.40
18,287
3
159.61
24,924
3
571
110,016
4
2,753.75
55,703
3
594.14
24,558
5
276.03
584,188
3.8
146
TABEL 2
JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KELOMPOK UMUR,
RASIO BEBAN TANGGUNGAN, RASIO JENIS KELAMIN, DAN KABUPATEN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
KABUPATEN
1
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
JUMLAH PROVINSI
JUMLAH PENDUDUK
JUMLAH
PENDUDUK
3
196,263
80,508
52,122
59,401
300,226
176,480
182,818
95,525
74,997
130,449
61,781
83,718
434,845
180,618
119,105
591
607
7,434
1,655
1,926
1,157
770
1,769
1,970
4,609
1,011
1-4
5
10,299
2,319
3,196
2,250
10,785
6,196
5,835
4,336
1,189
2,677
2,864
13,187
3,829
2,228,856
23,499
68,962
Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota
Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3
<1
4
LAKI-LAKI (TAHUN)
5-14
15-44
45-64
6
7
8
20,943
49,715
15,371
7,790
15,058
6,493
7,315
14,639
4,547
5,713
16,760
6,084
23,825
51,585
38,364
18,749
32,529
21,006
16,192
34,102
19,306
9,970
26,078
12,220
8,421
21,603
8,299
4,891
13,883
6,181
6,968
19,911
9,476
34,187
103,657
43,711
11,791
29,984
10,649
176,755
429,504
201,707
>=65
9
4,405
2,309
1,096
1,098
18,293
6,946
9,003
3,116
2,380
3,051
3,306
13,716
2,790
JML
10
100,733
34,560
30,793
32,512
150,286
87,081
86,364
56,877
42,662
32,452
44,495
213,067
89,591
60,054
<1
11
624
618
7,020
1,764
1,812
1,096
651
2,270
2,397
4,475
958
1-4
12
10,029
2,574
2,939
2,301
10,745
6,172
5,819
4,720
1,190
2,998
3,128
12,967
3,636
71,509
1,061,527
23,685
69,218
PEREMPUAN (TAHUN)
5-14
15-44
45-64
13
14
15
18,949
43,401
15,007
7,820
15,283
6,293
6,444
12,587
4,292
5,758
16,907
6,132
23,999
51,211
38,229
18,753
32,632
20,299
15,970
33,352
19,071
10,312
22,697
10,813
7,694
19,636
7,799
5,133
13,980
6,308
6,776
19,493
8,021
33,750 106,196
37,442
11,513
29,327
10,385
172,871
416,702
190,091
>=65
16
3,852
2,284
920
1,119
18,372
7,141
9,397
3,714
2,994
3,052
452
8,135
2,722
JML
17
91,238
34,878
27,182
32,835
149,576
86,761
85,421
53,352
39,964
33,741
40,267
202,965
91,027
58,541
64,154
1,027,748
RASIO
RASIO
BEBAN
JENIS
TANG
KELAMIN
GUNGAN
18
55.4
61.0
60.8
42.4
67.2
63.3
62.3
53.5
44.1
#DIV/0!
64.0
49.0
43.0
#DIV/0!
47.6
19
110.4
99.1
113.3
99.0
100.5
100.4
101.1
106.6
106.8
#DIV/0!
96.2
110.5
105.0
98.4
102.6
54.2
103.3
TABEL 3
JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
2
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI
3
PEREMPUAN
4
LAKI-LAKI+PEREMPUAN
5
<1
1-4
5-9
10 - 14
15 - 19
20 - 24
25 - 29
30 - 34
35 - 39
40 - 44
45 - 49
50 - 54
55 - 59
60 - 64
65 - 69
70 - 74
75+
JUMLAH PROVINSI
Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten/Kota 2009
-
-
-
TABEL 4
PERSENTASE PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT
TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
LAKI-LAKI
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH PROVINSI
PEREMPUAN
TIDAK/
BELUM
PERNAH
SEKOLAH
TIDAK/
BELUM
TAMAT
SD
SD/MI
SLTP/
MTs
SLTA/ MA
AK/
DIPLO
MA
UNIVERS
ITAS
JUMLAH
3
4
5
6
7
8
9
10
1,016
0
4,038
2,563
4,535
1,224
3415
0
0
0
548
11,176
64
2,948
0
6,352
11,952
8,151
2,986
5759
0
0
0
3,102
22,452
11,645
28,579
75,347
Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2009
6,813
0
7,872
21,950
11,515
16,215
11793
0
8,749
0
8,667
38,620
20,164
152,358
3,591
0
6,352
22,433
10,280
11,137
8718
0
2,681
0
8,827
40,954
23,587
138,560
2,743
0
5,631
21,857
7,862
8,314
7061
0
1,366
0
11,948
49,250
10,643
126,675
174
0
1,235
2,513
2,045
1,772
1089
0
50
0
1,466
15,003
1,131
270
0
1,032
3,459
1,951
1,571
975
0
0
0
1,580
17,477
3,908
17,555
0
32,512
86,727
46,339
43,219
38,810
0
12,846
0
36,138
194,932
71,142
-
26,478
32,223
580,220
TIDAK/
BELUM
PERNAH
SEKOLAH
11
1,209
0
4,103
2,703
4,784
1,124
3730
0
0
0
580
6,868
57
25,158
TIDAK/
BELUM
TAMAT
SD
12
2,984
0
6,235
7,904
7,960
2,797
1361
0
0
0
3,643
20,478
11,688
65,050
SD/MI
13
6,821
0
8,671
21,071
15,186
18,349
10695
0
7,649
0
7,178
36,258
16,974
148,852
SLTP/
MTs
14
3,501
0
6,317
18,322
9,557
10,811
7767
0
2,730
0
8,504
46,630
21,603
135,742
SLTA/ MA
15
2,231
0
5,352
16,177
7,465
10,906
6723
0
1,098
0
11,290
52,140
9,116
122,498
AK/
DIPLO
MA
UNIVERS
JUMLAH
ITAS
16
239
0
1,245
2,194
1,706
2,606
1539
0
0
0
1,736
14,722
5,959
17
216
0
912
1,745
953
907
0
0
0
1,874
19,187
2,006
31,946
27,800
18
17,201
0
32,835
68,371
48,403
47,546
32,722
0
11,477
0
34,805
196,283
67,403
557,046
TABEL 5
PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF
DINAS KESEHATAN PROPINSI SULAWESI UTARA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
LAKI-LAKI
JUMLAH
3
MELEK HURUF
4
0
10,687
20,282
26,783
115,316
10,073
58,896
47,216
36,486
0
11,313
36,138
171,670
78,127
0
0
7,012
0
2,941
103,533
8,881
52,798
45,116
35,650
1,127
1,720
34,386
169,670
78,063
0
622,987
540,897
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS
PEREMPUAN
MELEK HURUF
%
JUMLAH
%
5
6
7
8
#DIV/0!
0
0 #DIV/0!
65.61
10,826
7,288
67.32
0
17,799
0
0
10.98
27,015
2,491
9.22
89.78
113,275
102,843
90.79
88.17
9,709
7,389
76.10
89.65
56,838
50,148
88.23
95.55
40,306
38,585
95.73
97.71
39,964
38,373
96.02
#DIV/0!
0
1,111 #DIV/0!
15.20
12,139
1,636 13.48
95.15
34,805
31,539
90.62
98.83
179,085
176,985
98.83
99.92
83,205
83,148
99.93
0
0
0
0
86.82
624,966
541,536
86.65
LAKI-LAKI + PEREMPUAN
MELEK HURUF
JUMLAH
%
9
10
11
0
0 #DIV/0!
21,513
14,300 66.47
38,081
0
0
53,798
5,432 10.10
228,591
206,376
90.28
19,782
16,270 82.25
115,734
102,946
88.95
87,522
83,701 95.63
76,450
74,023 96.83
0
2,238 #DIV/0!
23,452
3,356 14.31
70,943
65,925 92.93
350,755
346,655
98.83
161,332
161,211
99.92
0
0
0
1,247,953
1,082,433
86.74
TABEL 6
JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH
NO
KABUPATEN/KOTA
PUSKESMAS
1
2
3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
LAHIR HIDUP
LAHIR MATI
4
5
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
276
1,135
372
915
4,908
3,094
2,425
2,069
1,179
2,188
710
1,757
7,751
3,526
1,802
159
34,107
LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI
LAHIR MATI
6
23
29
4
15
11
31
15
29
12
31
2
11
8
26
16
263
7
299
1,164
376
930
4,919
3,125
2,440
2,038
1,191
2,219
712
1,768
7,759
3,552
1,818
7.69
2.49
1.06
1.61
0.22
0.99
0.61
1.42
1.01
1.40
0.28
0.62
0.10
0.73
0.88
34,370
0.77
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
JUMLAH BAYI
MATI
JUMLAH
BALITA
JUMLAH
BALITA MATI
8
9
10
23
14
2
4
31
12
20
18
16
13
1
9
12
26
12
213
6.2
16,729
6,205
6,135
5,553
24,427
15,606
13,413
9,056
6,681
8,701
3,696
5,992
27,423
16,879
9,304
175,800
0
6
0
0
12
0
2
3
3
1
6
2
7
1
0
43
1.3
TABEL 7
JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
PUSKESMAS
JUMLAH IBU
HAMIL
3
4
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
5,042
1,210
1,125
1,107
5,596
3,865
3,258
2,445
2,357
3,177
1,255
2,230
9,241
4,141
2,049
159
48,098
KEMATIAN
KEMATIAN
KEMATIAN
IBU HAMIL
5
IBU BERSALIN
6
7
1
3
1
0
7
2
0
8
7
0
0
1
3
1
IBU NIFAS
7
0
2
0
0
1
0
0
0
0
2
1
0
1
2
1
10
41
ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Keterangan:
- Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
JUMLAH
8
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
8
3
3
1
1
7
3
0
8
9
1
0
2
6
2
3
54
TABEL 8
JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS
DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK
DIRINCI MENURUT KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
JUMLAH
KEJADIAN
KECELAKAAN
MATI
3
4
32
757
141
0
1,541
141
971
873
40
639
125
127
118
48
184
5,737
RASIO PER 100.000 PENDUDUK
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
JUMLAH KORBAN
LUKA BERAT LUKA RINGAN
5
0
20
1
0
11
18
19
17
7
17
3
12
14
1
0
140
6
0
164
13
0
38
19
108
224
2
122
16
22
45
2
0
775
JML
7
0
573
59
0
1,490
99
920
634
31
500
81
109
74
45
184
4,799
RASIO KORBAN
PER KEJADIAN
KECELAKAAN
% KORBAN
% THD TOTAL
KORBAN
MATI
8
32
757
73
0
1,539
136
1,047
875
40
639
100
143
133
48
184
5,714
256.36
0.56
13.25
1.28
0
26.93
2.38
18.32
15.31
0.70
11.18
1.75
2.50
2.33
0.84
3.22
100.00
LUKA BERAT LUKA RINGAN
9
10
JML
11
0
2.64
0.71
0
0.71
12.77
1.96
1.95
17.50
2.66
2.40
9.45
11.86
2.08
0
0
21.66
9.22
0
2.47
13.48
11.12
25.66
5.00
19.09
12.80
17.32
38.14
4.17
0
0
75.69
41.84
0
96.69
70.21
94.75
72.62
77.50
78.25
64.80
85.83
62.71
93.75
100.00
100
52
100
96
108
100
100
100
80
113
113
100
100
2.45
13.56
83.99
100
12
1.00
1.00
0.52
#DIV/0!
1.00
0.96
1.08
1.00
1.00
1.00
0.80
1.13
1.13
1.00
1.00
1.00
TABEL 9
AFP RATE, % TB PARU SEMBUH, DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
PNEUMONIA
TB PARU
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
ANGKA KESAKITAN
AFP <
15 TH
PUSKESMAS
3
4
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
1
9
0
0
5
3
0
1
0
0
1
1
0
2
0
23
KLINIS
5
4,245
874
645
336
4,360
3,482
644
1406
2,046
512
61
244
3,224
2,648
2,594
27,321
(+)
DIOBATI SEMBUH
%
JML
JML PEND
BALITA
SEMBUH PENDERITA
6
494
111
71
31
416
345
189
202
187
168
17
49
582
321
259
7
494
83
71
70
416
345
188
202
187
168
22
80
1,458
321
259
8
454
62
19
66
493
343
113
135
187
138
12
52
643
118
206
9
91.90
74.70
27.00
94.29
118.51
99.42
60.11
66.83
100.00
82.14
54.55
65.00
44.10
36.76
79.54
10
20,942
0
0
60
669
190
572
2
27
6,478
8788
1,695
32
59
11
2,094
0
0
41
687
172
412
2
27
648
879
1,687
12
42
3,442
4,364
3,041
69.68
39,514
6,703
4.30
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS
BALITA
% BALITA
DITANGANI DITANGANI
12
116
0
0
41
687
172
412
2
27
5
0
4
1,687
12
42
3,207
13
5.54
#DIV/0!
#DIV/0!
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
0.77
#DIV/0!
0.00
100.00
100.00
100.00
47.84
TABEL 10
HIV/AIDS, INFEKSI MENULAR SEKSUAL, DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI MENURUT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
IMS
HIV/AIDS
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
ANGKA KESAKITAN
PUSKESMAS
JML
KASUS
DITANGANI
%
DITANGANI
JML
KASUS
DITANGANI
%
DITANGANI
JML
KASUS
DITANGANI
3
4
5
6
7
8
9
10
11
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
0
0
0
0
0
33
0
0
0
0
0
37
0
27
0
97
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
28
0
27
0
55
0
0
0
0
#DIV/0!
0
#DIV/0!
0
0
#DIV/0!
#DIV/0!
75.68
#DIV/0!
100
0
56.70
0
0
0
0
0
32
0
0
5
0
0
206
50
59
0
352
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS
0
0
0
0
0
32
0
0
5
0
0
206
50
59
0
352
DIARE
DBD
0
0
0
0
#DIV/0!
100
#DIV/0!
0
100
#DIV/0!
#DIV/0!
100
100
100
0
100
15
0
0
12
75
98
10
11
1
77
0
27
632
183
10
1,151
51.64
15
0
0
12
75
98
10
11
1
77
0
27
612
183
10
1,131
%
DITANGANI
12
100.00
0.00
0.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
0.00
100.00
96.84
100.00
100.00
98.26
JML
KASUS
13
2,756
1,591
475
0
1,314
4,451
2,042
1,900
1653
657
282
1,591
3,490
2,924
3,183
28,309
12.70
JLH
DIARE
PADA
BALITA
DIARE
DITANGANI
15
0
0
166
384
612
0
1,134
767
1774
657
282
1,591
0
1,658
0
9,025
0
1,591
166
384
612
4,451
1,134
767
1774
779
282
954
3,417
2,924
3,183
22,418
%
DITANGANI
16
0.00
100.00
34.95
#DIV/0!
46.58
100.00
55.53
40.37
107.32
118.57
100.00
59.96
97.91
100.00
100.00
79.19
TABEL 11
PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
PUSKESMAS
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
3
JUMLAH
ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
KLINIS
4
2,547
2,620
618
419
4,643
1,869
2,667
3,616
2,250
5,294
265
206
424
2,606
2,760
32,804
14.72
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Ket : API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)
AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)
POSITIF
5
0
212
0
0
1,999
186
17
1,049
1,184
2,448
152
2
92
350
0
7,691
3.45
MALARIA
% POSTIF
6
8.09
0
0
43.05
9.95
0.64
29.01
52.62
46.24
57.36
0.97
21.70
13.43
0
DIOBATI
7
2,547
2,136
618
419
4,643
1,869
2,504
3,616
2,250
0
192
206
472
2,606
2,760
23.45
26,838
% DIOBATI
8
100.00
81.53
100.00
100.00
100.00
100.00
93.89
100.00
100.00
0.00
0.00
100.00
111.32
100.00
100.00
81.81
TABEL 12
PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
KUSTA
RFT PB
5
PENDERITA
4
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
14
13
4
1
3
28
7
1
11
0
0
20
86
19
3
210
13
9
4
0
3
28
3
1
11
0
0
6
73
8
3
162
% RFT PB
6
92.86
69.23
100.00
0.00
100.00
100.00
42.86
100.00
100.00
0
0
30.00
84.88
42.11
100.00
77.14
TABEL 13
KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PENDERITA PENY. FILARIASIS
PUSKESMAS
JUMLAH
4
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
DITANGANI
5
% DITANGANI
6
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
2
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
2
1
0
0
0
159
5
4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
100.00
100.00
50.00
0
0
0
80.00
TABEL 14
JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH KASUS PD3I
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
DIFTERI
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
4
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
PERTUSIS
TETANUS
5
6
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
-
TETANUS
NEONATORUM
CAMPAK
POLIO
7
8
9
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
-
0
0
0
0
23
4
31
26
0
0
0
0
25
16
101
226
HEPATITIS B
10
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
-
TABEL 15
CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS, BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NEONATUS
NO
KABUPATEN/KOTA
JUMLAH
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
BAYI
BAYI LAHIR
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
KN2
%
JML BAYI
KUNJ
%
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
3,394
1,056
380
1,132
5,223
3,094
2,599
2,253
1,179
2,210
836
1,757
7,663
3,625
1,971
5
3,378
990
326
883
5,002
2,977
2,555
1,886
1,004
1,560
736
1,668
6,684
3,441
1,779
6
99.53
93.75
85.79
78.00
95.77
96.22
98.31
83.71
85.16
70.59
88.04
94.93
87.22
94.92
90.26
7
3,394
1,127
979
1,132
5,299
3,127
2,648
2,253
1,865
2,210
1,118
2,610
8,746
3,779
1,971
8
3,268
1,107
367
883
4,015
2,982
2,656
1,886
1,865
1,478
1,076
2,228
6,316
3,366
1,683
9
96.29
98.23
37.49
78.00
75.77
95.36
100.30
83.71
100.00
66.88
96.24
85.36
72.22
89.07
85.39
159
38,372
34,869
90.87
42,258
35,176
83.24
JML LAHIR
HIDUP
10
BBLR
% BBLR
276
1,135
372
915
4,908
3,094
2,425
2,069
1,179
2,188
710
1,757
7,751
3,526
1,802
13
40
0
5
62
7
274
16
4
12
23
49
13
34
14
3.52
0
0.55
1.26
0.23
11.30
0.77
0.18
1.69
1.31
0.63
0.37
1.89
34,107
539
1.58
BBLR
% BBLR
DITANGANI DITANGANI
15
40
0
5
62
7
8
16
4
9
23
32
13
34
253
16
#DIV/0!
100.00
0
100.00
100.00
100.00
2.92
100.00
#DIV/0!
100.00
75.00
100.00
65.31
100.00
100.00
46.94
TABEL 16
STATUS GIZI BALITA DAN JUMLAH KABUPATEN/KOTA RAWAN GIZI
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
% BALITA
JUMLAH BALITA
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
BALITA YANG DITIMBAN
G
ADA
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
BB NAIK
BGM
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
16,729
6,205
6,135
5,553
24,427
15,606
13,413
9,056
6,681
8,701
3,696
5,992
27,423
16,879
9,304
5
11,958
3,963
2,160
4,682
37,245
11,411
10,641
7,249
5,255
5,728
6,967
4,898
21,392
10,268
7,260
6
10,459
2,964
2,117
3,879
31,271
9,268
9,802
6,794
4,420
4,565
5,422
4,578
17,121
8,359
6,177
7
225
295
13
128
382
177
110
77
143
452
497
33
240
49
37
159
175,800
151,077
127,196
2,858
Gizi
Buruk
8
10
21
0
0
5377
386
5
3
53
0
3
0
357
0
5
6,220
DITIMBANG BB NAIK
BGM
Gizi
Buruk
9
71.48
63.87
35.21
84.31
152.47
73.12
79.33
80.05
78.66
65.83
188.50
81.74
78.01
60.83
78.03
10
87.46
74.79
98.01
82.85
83.96
81.22
92.12
93.72
84.11
79.70
77.82
93.47
80.03
81.41
85.08
11
1.88
7.44
0.60
2.73
1.03
1.55
1.03
1.06
2.72
7.89
7.13
0.67
1.12
0.48
0.51
12
0.08
0.53
0
14.44
3.38
0.05
0.04
1.01
0.04
1.67
0.07
85.94
84.19
1.89
4.12
KEC
BEBAS
RAWAN
GIZI
13
5
10
TABEL 17
CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1, K4), PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
IBU HAMIL
NO
KABUPATEN/KOTA
PUSKESMAS
JUMLAH
1
2
1 Kab. Bolaang Mongondow
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
5 Kab. Minahasa
6 Kab. Minahasa Utara
7 Kab. Minahasa Selatan
8 Kab. Minahasa Tenggara
9 Kab. Kepulauan Talaud
10 Kab. Kepulauan Sangihe
11 Kabupaten Kepulauan Sitaro
12 Kota Tomohon
13 Kota Manado
14 Kota Bitung
15 Kota Kotamobagu
0
0
JUMLAH
IBU BERSALIN
3
K1
%
K4
%
JUMLAH
DITOLONG
NAKES
IBU NIFAS
%
JUMLAH
MENDAPAT
YAN.NIFAS
%
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
5,042
1,210
1,125
1,107
5,596
3,865
3,258
2,445
2,357
2,296
1,255
2,230
9,241
4,141
2,049
5
3,966
1,294
1,037
1,036
5,820
3,865
3,012
2,265
1,264
2,182
938
2,132
7,931
3,684
2,039
6
78.66
106.94
92.18
93.59
104.00
100.00
92.45
92.64
53.63
95.03
74.74
95.61
85.82
88.96
99.51
7
3,059
858
645
841
5,257
3,283
2,756
2,131
1,094
1,842
759
1,882
7,202
3,428
1,696
8
60.67
70.91
57.33
75.97
93.94
84.94
84.59
87.16
46.41
80.23
60.48
84.39
77.94
82.78
82.77
9
4,820
828
637
1,034
5,105
3,122
3,191
2,362
1,179
2,188
1,021
1,768
7,864
3,642
1,898
10
3,271
824
500
899
4,894
3,105
2,505
1,934
1,098
1,903
766
1,765
7,540
3,521
1,785
11
67.86
99.52
78.49
86.94
95.87
99.46
78.50
81.88
93.13
86.97
75.02
99.83
95.88
96.68
94.05
3,418
1,070
634
899
5,007
3,012
3,082
2,362
1,343
2,880
401
1,833
8,259
4,656
1,898
3,282
1,070
634
899
4,920
3,012
2,510
1,934
741
1,262
359
1,743
6,647
3,229
1,803
96.02
100.00
100.00
100.00
98.26
100.00
81.44
81.88
55.17
43.82
89.53
95.09
80.48
69.35
94.99
159
47,217
42,465
89.94
36,733
77.80
40,659
36,310
89.30
40,754
34,045
83.54
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
TABEL 18
CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA, PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
ANAK BALITA (PRA SEKOLAH)
NO
KABUPATEN/KOTA
JUMLAH DIDETEKSI
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SISWA SD/MI
SISWA SMP/SMU
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
4
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
0
3,568
6,135
0
8,936
15,606
9,628
6,620
2,795
14,225
944
5,992
26,748
16,879
9,304
127,384
5
%
6
0
1,797
0
0
4,011
11,411
4742
2785
2795
0
850
4,898
22,401
10,268
3,580
0
50.36
0
0
44.89
73.12
49.25
42.07
100.00
90.04
81.74
83.75
60.83
38.48
69,538
54.59
JUMLAH DIPERIKSA
7
0
12,712
8,722
7312
28407
22,066
11,753
12,938
857
221
1200
10,432
50,810
16,086
12,855
196,371
8
%
9
0
5,001
0
0
5,850
3,401
8,718
4,499
857
0
697
5,588
28,043
1,809
0
0
39.34
0
0
20.59
15.41
74.18
34.77
100.00
58.08
53.57
55.19
11.25
0
64,463
32.83
JUMLAH DIPERIKSA
10
0
6,734
0
1,744
65,024
11,403
6,917
6,701
719
0
962
8,687
41,518
5,667
0
156,076
11
0
2,315
0
0
2,171
1,900
3,360
1,665
389
0
396
3,678
29,312
1,392
0
46,578
%
12
0
34.38
#DIV/0!
0
3.34
16.66
48.58
24.85
54.10
#DIV/0!
41.16
42.34
70.60
24.56
0
29.84
TABEL 19
JUMLAH PUS, PESERTA KB, PESERTA KB BARU, DAN KB AKTIF MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
JUMLAH PUS
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
42,302
13,509
10,557
12,976
59,805
32,581
36,180
18,950
15,342
22,416
12,098
15,857
70,861
37,046
19,311
JUMLAH
5
6,846
2,674
2,332
2,009
19,117
5,381
8,246
4,142
2,987
4,939
2,402
5,442
13,492
7,556
4,984
159
419,791
92,549
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
PESERTA KB BARU
%
6
PESERTA KB AKTIF
16.18
19.79
22.09
15.48
31.97
16.52
22.79
21.86
19.47
22.03
19.85
34.32
19.04
20.40
25.81
JUMLAH
7
32,292
10,356
7,764
9,635
52,449
27,055
29,969
16,818
13,632
18,229
10,374
13,437
52,572
30,544
14,655
22.05
339,781
%
8
76.34
76.66
73.54
74.25
87.70
83.04
82.83
88.75
88.85
81.32
85.75
84.74
74.19
82.45
75.89
80.94
TABEL 20
JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
KABUPATEN/KOTA
IUD
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
JUMLAH PESERTA KB AKTIF
NON MKJP
MKJP
MOP/
MOW
IMP
LANT
SUNTIK
PIL
% PESERTA KB AKTIF
OBAT
KONDOM
VAGINA
LAIN
NYA
MKJP +
NON
MKJP
MKJP
IUD
MOP/
MOW
NON MKJP
IMP
LANT
SUNTIK
PIL
KONDOM
OBAT
VAGINA
3
2,513
776
649
874
7,493
1,466
7,225
3,051
1,884
1,466
766
1,688
7,055
1,752
1,379
4
1,101
115
111
191
868
328
385
352
147
436
463
404
2,089
529
676
5
6,310
2,503
1,535
1,598
5,870
4,148
2,569
3,269
3,672
4,078
903
666
4,162
3,217
2,643
6
12,445
3,373
2,654
3,203
21,316
14,208
9,881
5,518
4,085
6,792
5,779
7,625
21,314
13,569
5,266
7
9,748
3,507
2,712
3,730
16,339
6,857
9,624
4,179
2,883
5,409
2,193
2,828
16,564
11,029
4,670
8
175
82
103
39
563
48
285
449
961
48
270
226
1,388
448
21
9
-
10
-
11
32,292
10,356
7,764
9,635
52,449
27,055
29,969
16,818
13,632
18,229
10,374
13,437
52,572
30,544
14,655
12
7.78
7.49
8.36
9.07
14.29
5.42
24.11
18.14
13.82
8.04
7.38
12.56
13.42
5.74
9.41
13
3.41
1.11
1.43
1.98
1.65
1.21
1.28
2.09
1.08
2.39
4.46
3.01
3.97
1.73
4.61
14
19.54
24.17
19.77
16.59
11.19
15.33
8.57
19.44
26.94
22.37
8.70
4.96
7.92
10.53
18.03
15
38.54
32.57
34.18
33.24
40.64
52.52
32.97
32.81
29.97
37.26
55.71
56.75
40.54
44.42
35.93
16
30.19
33.86
34.93
38.71
31.15
25.34
32.11
24.85
21.15
29.67
21.14
21.05
31.51
36.11
31.87
17
0.54
0.79
1.33
0.40
1.07
0.18
0.95
2.67
7.05
0.26
2.60
1.68
2.64
1.47
0.14
18
-
40,037
8,195
47,143
137,028
102,272
5,106
-
-
339,781
11.78
2.41
13.87
40.33
30.10
1.50
-
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
LAIN NYA
19
MKJP + NON
MKJP
-
20
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
-
100.00
TABEL 21
PELAYANAN KB BARU MENURUT KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH PESERTA KB BARU
NO
3
77
32
60
26
1,074
105
739
224
81
67
4
249
379
184
289
MKJP
MOP/
MOW
4
29
9
46
1
64
5
33
14
19
86
126
224
40
344
IMP
SUN TIK
LANT
5
6
1,377
3,428
353
1,496
578
828
605
705
1,353
8,587
445
2,985
507
3,890
1,045
1,238
676
854
974
2,032
462
1,104
229
2,621
569
5,654
891
3,913
944
1,846
3,590
1,040
11,008
KABUPATEN/KOTA
IUD
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
% PESERTA KB BARU
9
-
10
-
MKJP +
NON
MKJP
11
6,846
2,674
2,332
2,009
19,117
5,381
8,246
4,142
2,987
4,939
2,402
5,442
13,492
7,556
4,984
-
-
92,549
NON MKJP
41,181
PIL
7
1,734
604
643
643
6,042
952
2,760
550
523
1,343
383
1,101
2,640
2,082
1,508
23,508
KONDO OBAT LAIN
M
VAGINA NYA
8
201
180
177
29
1,997
889
317
1,071
834
437
449
1,116
4,026
446
53
12,222
12
1.12
1.20
2.57
1.29
5.62
1.95
8.96
5.41
2.71
1.36
0.17
4.58
2.81
2.44
5.80
MKJP
MOP/
MOW
13
0.42
0.34
1.97
0.05
0.33
0.09
0.40
0.34
0.64
1.74
2.32
1.66
0.53
6.90
IMP
LANT
14
20.11
13.20
24.79
30.11
7.08
8.27
6.15
25.23
22.63
19.72
19.23
4.21
4.22
11.79
18.94
SUN
TIK
15
50.07
55.95
35.51
35.09
44.92
55.47
47.17
29.89
28.59
41.14
45.96
48.16
41.91
51.79
37.04
16
25.33
22.59
27.57
32.01
31.61
17.69
33.47
13.28
17.51
27.19
15.95
20.23
19.57
27.55
30.26
17
2.94
6.73
7.59
1.44
10.45
16.52
3.84
25.86
27.92
8.85
18.69
20.51
29.84
5.90
1.06
18
-
3.88
1.12
11.89
44.50
25.40
13.21
-
IUD
NON MKJP
PIL
KONDO OBAT
M
VAGINA
TABEL 22
PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
JUMLAH DESA/KEL
DESA/KEL UCI
% DESA/KEL UCI
4
5
6
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
152
91
60
51
237
125
156
76
153
167
84
40
87
69
32
159
1,580
54
47
43
5
187
88
205
67
76
87
39
44
72
0
12
1,026
35.53
51.65
71.67
9.80
78.90
70.40
131.41
88.16
49.67
52.10
46.43
110.00
82.76
37.50
64.94
TABEL 23
PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
BAYI
PUSKESMAS
3
JUMLAH
% BAYI DIIMUNISASI LENGKAP
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
3,394
1,127
979
1,132
5,299
3,127
2,648
2,253
1,865
2,210
1,118
2,610
8,746
3,779
1,971
159
42,258
BCG
JUMLAH
5
3,016
1,161
887
443
3,925
3,790
2,687
2,159
1,409
0
962
2,515
7,363
3,452
1,707
35,476
%
6
88.86
103.02
90.60
39.13
74.07
121.20
101.47
95.83
75.55
0
86.05
96.36
84.19
91.35
86.61
IMUNISASI
DPT1+HB1
DPT3+HB3
POLIO3
CAMPAK
JUMLAH
%
JUMLAH
%
JUMLAH
%
JUMLAH
%
7
8
9
10
11
12
13
14
2,952
86.98
2,406
70.89
2,296
67.65
2,896
85.33
1,238
109.85
1,114
98.85
1,086
96.36
1,093
96.98
993
101.43
966
98.67
981
100.20
1,051
107.35
377
33.30
441
38.96
436
38.52
1,510
133.39
3,981
75.13
4,009
75.66
4,000
75.49
3,929
74.15
4,011
128.27
3,954
126.45
3,929
125.65
3,907
124.94
2,768
104.53
2,840
107.25
2,778
104.91
2,506
94.64
2,083
92.45
2,078
92.23
1,967
87.31
1,987
88.19
1,526
81.82
1,411
75.66
1,385
74.26
1,544
82.79
0
0
0
0
0
0
0
0
1,092
97.67
1,108
99.11
1,116
99.82
1,053
94.19
2,439
93.45
2,438
93.41
2,475
94.83
2,488
95.33
7,758
88.70
7,231
82.68
7,346
83.99
7,459
85.28
3,413
90.31
3,134
82.93
3,301
87.35
3,099
82.01
1,835
93.10
1,759
89.24
1,689
85.69
1,754
88.99
36,466
34,889
34,785
36,276
85.84
DO
(%)
15
TABEL 24
CAKUPAN BAYI, BALITA YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
ANAK BGM 6-24 BLN
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
JUMLAH
MP ASI
4
5
225
295
13
128
382
177
110
53
143
452
44
33
393
49
37
2,534
225
90
13
19
153
99
48
53
95
40
33
350
0
42
1,260
ANAK BALITA (1-4TAHUN)
%
JUMLAH
BALITA GIZI BURUK
MENDAPAT
VIT A 2X
%
JUMLAH
MENDAPAT
PERAWATAN
8
9
10
11
6
100.00
30.51
100.00
14.84
40.05
55.93
43.64
100.00
66.43
0.00
90.91
100.00
89.06
0.00
113.51
7
16,729
4,478
6,135
5,553
39,680
15,626
17,521
9,056
6,681
7,051
3,696
5,992
24,222
16,879
9,304
3,572
1,488
5,553
32,091
12,360
14,703
7,248
5,015
4,298
2,956
5,188
22,501
12,825
6,684
79.77
24.25
100.00
81.00
79.10
83.92
80.04
75.06
60.96
79.98
86.58
92.89
75.98
71.84
49.72
188,603
136,482
72.36
10
18
0
0
8
3
6
3
5
4
3
0
41
0
5
106
10
18
0
0
8
3
6
3
5
4
2
0
41
0
5
105
%
12
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
66.67
0
100.00
100.00
99.06
TABEL 25
JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET Fe1, Fe3
MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
IBU HAMIL
PUSKESMAS
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Fe3
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
5,042
1,210
1,125
1,107
5,596
3,865
3,258
2,445
2,357
2,296
1,255
2,230
9,241
4,141
2,049
JUMLAH
5
3,570
1,219
1,184
977
5,166
3,658
3,003
2,265
661
1,476
1,021
2,050
7,663
3,684
1,613
%
6
70.81
100.74
105.24
88.26
92.32
94.64
92.17
92.64
28.04
64.29
81.35
91.93
82.92
88.96
78.72
JUMLAH
7
2,047
841
645
762
4,605
3,259
2,752
1,934
439
1,294
817
1,881
6,763
3,261
1,283
%
8
40.60
69.50
57.33
68.83
82.29
84.32
84.47
79.10
18.63
56.36
65.10
84.35
73.18
78.75
62.62
159
47,217
39,210
83.04
32,583
69.01
3
JUMLAH
Fe1
TABEL 26
PERSENTASE AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK
NO
SARANA PELAYANAN KESEHATAN
1
2
JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK
MEMERLUKAN
DARAH
MENDAPAT
DARAH
%
MEMERLUKAN
DARAH
MENDAPAT
DARAH
%
3
4
5
6
7
8
1 RUMAH SAKIT
a.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
RS. Pemerintah
RSU Datoe Binangkang Bolmong
RSU Mala Talaud
RSU Liun Kendage Tahuna
RSU Sam Ratulangi Minahasa
RSU Prof. Kandouw Manado
RSU Prof. Ratumbuysang Manado
RSUD Amurang Minahasa Selatan
RSUD Walanda Maramis Minut
RSUD Noongan Minahasa
RSUD Manembo-Nembo Bitung
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Swasta
RS Islam Moonow Kotamobagu
RS Monompia Kotamobagu
RS Kinapit Kotamobagu
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
1
2
3
4
5
RS TNI/POLRI
RS. Tkt III Teling Manado
Rumkit Tkt IV Bhayangkari Manado
Rumkit Tkt IV AURI Manado
RS. TNI AL Bitung
RS. Kesdim Kotamobagu
b.
c.
2 PUSKESMAS
Bolaang Mongondow Utara
JUMLAH
34
26
34
26
11
11
-
SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )
-
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
100.00
100.00
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
100.00
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
12
7
-
12
7
-
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
100.00
100.00
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
TABEL 27
JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI
MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
IBU HAMIL
PUSKESMAS
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
5,042
1,210
1,125
1,107
5,596
3,865
3,258
2,445
2,357
2,296
1,255
2,230
9,241
4,141
2,049
JUMLAH
5
75
84
152
99
510
891
275
362
522
677
148
560
1,292
38
642
159
47,217
6,327
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
BUMIL RISTI/
KOMPLIKASI
BUMIL
RISTI/KOMPLIKASI
DITANGANI
%
JUMLAH
6
7
1.49
78
6.94
73
13.51
22
8.94
12
9.11
238
23.05
11
8.44
255
14.81
362
22.15
522
29.49
200
11.79
80
25.11
535
13.98
68
0.92
38
31.33
455
13.40
2,949
JUMLAH
NEONATAL
NEONATAL
RISTI/KOMPLIKASI
NEONATAL
RISTI/KOMPLIKASI
DITANGANI
%
8
104.00
86.90
14.47
12.12
46.67
1.23
92.73
100.00
100.00
29.54
54.05
95.54
5.26
100.00
70.87
9
3,162
1,063
372
915
5,047
3,094
2,572
1,886
975
2,210
780
1,951
8,791
3,625
1,971
JUMLAH
10
35
10
3
6
21
0
8
187
39
0
5
54
28
16
391
%
11
1.11
0.94
0.81
0.66
0.42
0
0.31
9.92
4.00
0
0.64
2.77
0.32
0.44
19.84
JUMLAH
12
35
8
3
6
21
0
3
187
18
0
5
54
27
16
167
%
13
100.00
80.00
100.00
100.00
100.00
#DIV/0!
37.50
100.00
46.15
#DIV/0!
100.00
100.00
96.43
100.00
42.71
46.61
38,414
803
2.09
550
68.49
TABEL 28
PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
SARANA KESEHATAN
JUMLAH SARANA
1
2
3
MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR
JUMLAH
4
%
5
1 RUMAH SAKIT UMUM
#DIV/0!
2 RUMAH SAKIT JIWA
-
3 RUMAH SAKIT KHUSUS
-
4 PUSKESMAS
159
-
5 SARANA YANKES.LAINNYA
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
159
-
-
TABEL 29
JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM
MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
JUMLAH DESA/KEL
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
4
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
152
91
60
51
237
125
156
76
153
167
84
40
87
69
32
159
1,580
DESA/KEL TERKENA KLB
DITANGANI
JUMLAH
%
<24 JAM
5
6
7
25
30
120.00
0
0
0
4
4
100.00
1
1
100.00
56
56
100.00
38
38
100.00
1
1
100.00
8
8
100.00
0
0
0
0
0
#DIV/0!
67
67
100.00
17
17
100.00
12
12
100.00
0
0
0
8
8
100.00
237
242
102.11
TABEL 30
JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN
SERTA JUMLAH KABUPATEN/KOTA DAN DESA YANG TERSERANG KLB
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
YANG TERSERANG
NO JENIS KEJADIAN LUAR BIASA
1
2
1 Kotamobagu
- DBD
- Campak
2 Bolaang Mongondow
Demam Chikungunya
3 Bolaang Mongondow Timur
Rabies
DBD
4 Tomohon
DBD
5 Minahasa Tenggara
DBD
Campak
Rabies
Diare
6 Minahasa
DBD
Rabies
DSS
7 Minahasa Selatan
Campak
8 Manado
DBD
AFP
JUMLAH KEC JUMLAH DESA
3
4
JUMLAH
PENDUDUK
TERANCAM
5
JUMLAH
PENDERITA
JUMLAH
KEMATIAN
6
7
ATTACK RATE
(%)
CFR (%)
4
2
7
2
38,665
9,483
10
17
0
0
8
#DIV/0!
0.03
0.18
2
4
6,762
58
0
0.86
1
1
7
1
7,014
1,411
17
12
0
0
0.24
0.85
5
17
31,536
36
0
0.11
0
4
1
4
1
6
1
21
1
14,738
1,321
35,288
3,034
11
24
53
4
0
0
1
1
0.07
1.82
0.15
0.13
0
0
1.89
25.00
10
1
2
53
1
2
117,575
1,476
4,402
123
1
2
0
0
0
1
1
1,812
105
2
1
0
3
1
0
2,466
3
1
3
0
0.10
0.07
0.05
#DIV/0!
5.79
#DIV/0!
#DIV/0!
0.04
#DIV/0!
#DIV/0!
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
9
#DIV/0!
0
#DIV/0!
1.90
#DIV/0!
100.00
#DIV/0!
TABEL 31
JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
JUMLAH BAYI
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
4
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
3,394
1,127
979
1,132
5,299
3,127
2,648
2,253
1,865
2,210
1,118
2,610
8,746
3,779
1,971
159
42,258
JUMLAH BAYI YANG DIBERI
ASI EKSKLUSIF
JUMLAH
%
5
6
181
5.33
407
36.11
372
38.00
1,132
100.00
2,173
41.01
1,577
50.43
1,388
52.42
1,886
83.71
865
46.38
479
21.67
881
78.80
1,324
50.73
6,356
72.67
297
7.86
881
44.70
20,199
47.80
TABEL 32
PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
JUMLAH DESA/KEL
% DESA/KEL DG
DG GARAM
GARAM BERYODIUM
BERYODIUM YG
YG BAIK
BAIK
JUMLAH
DESA/KEL
DISURVEI
4
5
6
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
0
0
61
51
237
124
108
76
153
0
84
21
87
0
32
0
0
61
51
237
108
74
76
153
0
31
21
78
0
32
159
1034
922
0
0
100.00
100.00
100.00
87.10
68.52
100.00
100.00
#DIV/0!
36.90
100.00
89.66
0
100.00
89.17
TABEL 33
PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
PELAYANAN DASAR GIGI
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH (KAB/ KOTA)
PUSKESMAS
TUMPATAN
GIGI TETAP
3
4
PENCABUTA
N GIGI
TETAP
JUMLAH
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
135
6
0
19
2
19
114
73
15
89
14
116
174
48
141
5
2,437
125
185
22
1,156
1,019
1,231
530
566
641
466
506
4,676
1,735
425
6
2,572
131
185
41
1,158
1,038
1,345
603
581
730
480
622
4,869
1,783
566
159
965
15,720
16,685
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF)
MURID SD/MI DIPERIKSA
RASIO
TAMBAL/
CABUT
JUMLAH
MURID SD
7
8
JUMLAH
%
0.06
0.05
0
0.86
0.00
0.02
0.09
0.14
0.03
0.14
0.03
0.23
0.04
0.03
0.33
0
12,712
8,722
7,312
29,348
22,066
11,753
12,938
857
221
1,200
10,432
50,810
16,086
12,855
9
1,416
2,442
0
120
14,288
5,283
7,013
5,793
187
1,855
2,959
26,255
9,503
3,542
10
#DIV/0!
19.21
0
1.64
48.68
23.94
59.67
44.78
84.62
154.58
28.36
51.67
59.08
27.55
0.06
197,312
80,656
40.88
MURID SD/MI
JUMLAH
%
PERLU
PERAWATA MENDAPAT MENDAPAT
PERAWATA PERAWATA
N
N
N
11
12
13
923
314
0
120
4,367
375
2,678
3,036
66
653
1,666
9,647
1,117
954
25,916
0
0
74
9
108
2,591
375
1,371
1,499
66
779
6,959
600
508
23.57
0
90.00
59.33
100.00
51.19
49.37
#DIV/0!
100.00
46.76
72.14
53.72
53.25
14,939
57.64
TABEL 34
JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
PENYULUHAN KESEHATAN
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I
1 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
1 Dinkes Kab. Bolaang Mongondow
2 Dinkes Kab. Bolaang Mongondow Utara
3 Dinkes Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Dinkes Kab. Bolaang Mongondow Timur
5 Dinkes Kab. Minahasa
6 Dinkes Kab. Minahasa Utara
7 Dinkes Kab. Minahasa Selatan
8 Dinkes Kab. Minahasa Tenggara
9 Dinkes Kab. Kepulauan Talaud
10 Dinkes Kab. Kepulauan Sangihe
11 Dinkes Kab. Kepulauan Sitaro
12 Kota Tomohon
13 Kota Manado
14 Kota Bitung
15 Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH II
2 Rumah Sakit
SUB JUMLAH III
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
PUSKESMAS
3
JUMLAH
SELURUH
KEGIATAN
PENYULUHAN
JUMLAH
KEGIATAN
PENYULUHAN
MASSA
JUMLAH
4
5
6
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
218
1,092
0
185
2,908
2,480
847
912
102
0
235
355
902
996
64
0
139
61
102
300
254
172
386
0
0
29
17
371
147
39
218
1,231
61
287
3,208
2,734
1,019
1,298
102
0
264
372
1,273
1,143
103
159
0
11,296
0
0
0
2
0
18
18
0
150
4
0
0
5
124
0
2
323
2,017
0
0
0
0
0
52
5
0
50
1
0
0
1
96
0
0
205
13,313
0
0
0
2
0
70
23
200
5
0
0
6
220
2
528.00
159
11619
2222
13841
TABEL 35
CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
PENDUDUK*
PUSKESMAS
3
JUMLAH
PERSENTASE
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
196,263
80,508
52,122
59,401
300,226
176,480
182,818
95,525
74,997
130,449
61,781
83,718
434,845
180,618
119,105
159
2,228,856
JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR
ASKES
5
31,318
252
1,786
0
66,019
30,543
14,870
532
5,605
26,518
486
6,798
91,826
18,065
12,000
306,618
13.76
JAMSOSTEK ASKESKIN
6
1,746
0
0
0
0
3,605
45
0
0
0
0
992
42,000
14,025
358
7
43,544
17,130
17,622
12,641
59,343
68,216
39,070
18,126
41,834
56,281
8,180
18,798
82,073
29,298
28,076
62,771
2.82
540,232
24.24
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut KABUPATEN/KOTA
LAINNYA
8
766
0
0
0
33,529
57,446
6,887
0
2,890
1,525
0
3,979
17,000
330
0
124,352
5.58
JUMLAH
%
9
77,374
17,382
19,408
12,641
158,891
159,810
60,872
18,658
50,329
84,324
8,666
30,567
232,899
61,718
40,434
10
39.42
21.59
37.24
21.28
52.92
90.55
33.30
19.53
67.11
64.64
14.03
36.51
53.56
34.17
33.95
1,033,973
46.39
46.39
TABEL 36
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN & JPKM GAKIN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
KK MISKIN
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
JLH YANG ADA
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
46,544
21173
17,622
12,681
63,343
68,216
41,533
33,486
57,462
58,826
14,480
28,088
82,073
31,244
35,076
611,847
PELAYANAN BAYI MASY.MISKIN
JUMLAH BAYI
MASY.MISKIN
BGM
DICAKUP JPKM
JUMLAH
5
43,544
17,130
17,622
12,641
59,343
68,216
39,070
18,126
41,834
56,281
8,180
18,798
82,073
29,298
28,076
540,232
%
6
20
20
93
-
39
-
%
13
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
100.00
#DIV/0!
41.94
#DIV/0!
113
59
52.21
11
93.55
80.90
100.00
99.68
93.69
100.00
94.07
54.13
72.80
95.67
56.49
66.93
100.00
93.77
80.04
88.30
BAYI MASY.MISKIN BGM
MENDAPAT MP-ASI
-
JUMLAH
12
-
TABEL 37
PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
PELAYANAN KESEHATAN KERJA
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
JUMLAH PEKERJA
FORMAL
JUMLAH YANG
DILAYANI
4
5
%
6
0
0
0
0
0
0
0
0
2,254
4,256
1,102
0
12
87
9,952
182
7,155
0
3,175
312
0
12
87
6,943
146
7,155
0
0
0
0
#DIV/0!
25,000
17,830
0
74.60
28.31
0
100.00
100.00
69.76
80.22
0
100.00
71.32
TABEL 38
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
PRA USILA (45-59 TH)
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
USILA (60TH+)
PRA USILA DAN USILA
JUMLAH
DILAYANI
KES
%
JUMLAH
DILAYANI
KES
%
JUMLAH
DILAYANI
KES
%
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
0
3953
8,839
9,939
33,706
25,147
25,060
16,961
265
0
5,205
10,536
56,265
20,215
9,479
159
225,570
0
0
1,167
17,632
9,136
14,385
2,450
98
0
1,067
3,331
24,174
14,162
56
0
39.11
0
11.74
52.31
36.33
57.40
14.44
36.98
0
20.50
31.62
42.96
70.06
0.59
0
3140
2,016
4,494
26,664
18,268
15,876
7,932
398
0
5,441
7,638
36,805
10,119
8,010
89,204
39.55
146,801
1546
0
0
7,174
16,450
12,878
10,528
1,787
231
0
1,522
3,995
18,584
9,327
220
0
38.79
0
159.64
61.69
70.49
66.31
22.53
58.04
0
27.97
52.30
50.49
92.17
2.75
0
7,093
10,855
14,433
60,370
43,415
38,640
24,893
663
0
10,646
18,174
81,585
30,334
17,489
0
2,764
0
8,341
34,082
22,014
24,913
4,237
329
0
2,589
7,326
42,758
23,489
276
0
38.97
0
57.79
56.46
50.71
64.47
17.02
49.62
0
24.32
40.31
52.41
77.43
1.58
83,914
57.16
358,590
173,118
48.28
1218
TABEL 39
CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
WUS DI DESA/KEL. ENDEMIS SEDANG & BERAT
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
JUMLAH DESA/KEL
ENDEMIS
JUMLAH WUS
JUMLAH YANG
DIBERI KAPSUL
YODIUM
4
5
6
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
0
21
0
0
0
0
0
0
0
0
15
0
0
0
0
0
5257
0
0
0
0
23,714
18,304
0
0
2365
0
0
0
0
159
7
49,640
% YANG DIBERI
KAPSUL YODIUM
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
-
7
#DIV/0!
0
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
0
0
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
TABEL 40
PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV-AIDS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
UNIT TRANSFUSI DARAH
JUMLAH
PENDONOR
1
2
3
1
2
3
4
PMI Cabang Bitung
PMI Cabang Tomohon
PMI Cabang Manado
UTD PMI Kab. Bol-Mong
541
0
0
1,554
DONOR DARAH
JML SAMPEL
JML POSTIF
DARAH
HIV/AIDS
DIPERIKSA
4
5
541
0
0
1,466
% POSITIF HIVAIDS
6
#DIV/0!
-
0
0
1
0
0
0.07
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
JUMLAH
2,095
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
2,007
1
0.05
TABEL 41
JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN , RAWAT INAP, PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH KUNJUNGAN
NO
SARANA PELAYANAN KESEHATAN
1
1
2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Puskesmas …..
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I
1 RS ….
a.
RS. Pemerintah
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
3 RSU Liun Kendage Tahuna
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8 RSUD Walanda Maramis Minut
9 RSUD Noongan Minahasa
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
11 RSU Ratatotok Minahasa Tenggara
b.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Swasta
RS Islam Moonow Kotamobagu
RS Monompia Kotamobagu
RS Kinapit Kotamobagu
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
SUB JUMLAH II
1 Sarana Yankes lainnya
KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA
RAWAT JALAN
RAWAT INAP
JUMLAH
JUMLAH
3
4
5
6
%
7
0
25,381
18,958
119
192,224
582
79,292
65,692
1,917
103,752
0
91,303
1,388
130,132
213,275
0
1,022
94
17,359
2,832
75,791
941
713
69,212
2,930
0
85
271,015
311
0
0
26,403
19,052
17,478
195,056
76,373
80,233
66,405
71,129
106,682
0
91,388
272,403
130,443
213,275
0
8
0
0
0
1,060
210
2
0
#DIV/0!
0
130
831
356
23
#DIV/0!
924,015
442,305
1,366,320
2,620
0
553
2,621
28,641
19,600
160
115
5,046
7
1,052
-
11,157
266
1,911
64,448
44,440
12,846
2,558
5,925
10,485
9,864
11,303
19,106
4,343
5,772
187,146
0.14
0.31
0.27
0.01
0.19
#DIV/0!
1
0.03
#DIV/0!
-
#DIV/0!
#DIV/0!
-
#DIV/0!
#DIV/0!
-
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
0.04
24
#DIV/0!
-
#DIV/0!
75,073
262,219
25
0.01
1,628,539
2,645
0.16
JUMLAH
1,111,161
517,378
JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN/KOTA
JUMLAH PELAYANAN
CAKUPAN KUNJUNGAN (%)
2,228,856
2,228,856
49.85
3,174
48,241
167
1,167
5,046
24,003
2,824
7,836
74,933
54,304
15,646
24,878
-
0.03
0
0
0
1.39
0.26
0.00
0
-
23.213
TABEL 42
JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH YANG MEMILIKI
NO
SARANA KESEHATAN
JUMLAH
1
2
3
1 RUMAH SAKIT UMUM
2 RUMAH SAKIT JIWA
% YANG MEMILIKI
LABKES
4 (EMPAT)
SPESIALIS DASAR
LABKES
4 (EMPAT)
SPESIALIS DASAR
4
5
6
7
31
-
-
-
#DIV/0!
3 RUMAH SAKIT KHUSUS
4 PUSKESMAS
JUMLAH
#DIV/0!
#DIV/0!
159
190
-
-
-
-
TABEL 43
KEBUTUHAN PENGADAAN, KETERSEDIAAN OBAT ESENSIAL & OBAT GENERIK PELAYANAN KESEHATAN DASAR
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
NAMA OBAT
KEBUTUHAN
1
2
3
4
5
6
OBAT ESENSIAL
KETERSEDIAAN
PENGADAAN
JUMLAH
%
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
OBAT GENERIK
KEBUTUHAN
Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten
Ket :
* Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar
PENGADAAN
KETERSEDIAAN
JUMLAH
%
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
TABEL 44
KETERSEDIAAN OBAT GENERIK BERLOGO MENURUT JENIS OBAT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
JENIS OBAT*
KEBUTUHAN
1
2
3
1
2
3
4
5
6
Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten
Ket :
* Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar
KETERSEDIAAN
JUMLAH
4
%
5
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
TABEL 45
PERSENTASE PENULISAN RESEP OBAT GENERIK
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
PENULISAN RESEP
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
PUSKESMAS
JUMLAH
RESEP
3
RESEP
4
OBT GENERIK
5
%
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
0
47,242
0
0
0
157,037
40,510
0
711
0
0
70,452
157,643
0
104,984
0
47,182
0
0
0
41,182
40,060
0
441
0
0
70,452
105,914
0
104,984
6
#DIV/0!
99.87
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
26.22
98.89
#DIV/0!
62.03
#DIV/0!
#DIV/0!
100.00
67.19
#DIV/0!
100.00
159
578,579
410,215
70.90
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
TABEL 46
PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
RUMAH TANGGA
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
PUSKESMAS
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
JUMLAH
DIPANTAU
4
47,888
13,607
4,415
162
30,860
22,230
28,876
10,152
20,362
385
8,045
16,056
33,831
13,221
6,638
159
256,728
3
JUMLAH
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
BER PHBS *
%
5
6
6,257
8,071
0
138
23,375
15,600
18,735
6,377
14,262
163
6,259
6,849
14,486
7,863
1,648
130,083
13.07
59.32
0
85.19
75.75
70.18
64.88
62.82
70.04
42.34
77.80
42.66
42.82
59.47
20,362.00
50.67
TABEL 47
JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH POSYANDU
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
PUSKESMAS
3
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
PERSENTASE POSYANDU
PRATAMA
MADYA
PURNAMA
MANDIRI
JUMLAH
PRATAMA
4
5
6
7
8
9
-
92
72
12
6
151
-
87
31
31
13
123
45
6
59
67
43
24
103
77
13
103
24
34
124
85
151
11
6
32
44
21
36
51
26
451
722
748
36
36
1
34
10
1
-
3
4
7
1
65
6
1
10
1
98
193
91
67
48
285
146
159
76
157
177
100
61
290
129
39
39.56
53.73
2.08
11.93
6.85
0.63
58.60
40.68
12.00
9.84
52.07
-
2,018
22.35
MADYA
10
#DIV/0!
78.36
57.69
624.00
1,031.03
657.00
954.00
100.68
164.71
358.33
244.00
197.81
#DIV/0!
33.33
35.78
%
PURNAMA
MANDIRI
11
#DIV/0!
30.63
5.45
12.03
12.94
15.83
#DIV/0!
5.96
19.43
12.28
8.61
18.20
#DIV/0!
66.67
12
53.37
26.37
70.83
43.51
58.22
94.97
14.47
3.82
18.08
44.00
34.43
12.41
39.53
-
13
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
4.86
100
37.07
JUMLAH
POSYANDU
AKTIF
14
39.56
53.73
2.08
11.93
6.85
0.63
58.60
40.68
12.00
9.84
52.07
41.92
TABEL 48
PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
RUMAH
NO
KABUPATEN/KOTA
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH ( KABUPATEN/KOTA)
PUSKESMAS
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
JLH
SELURUHNYA
4
42,302
16,646
9,283
15,027
69,907
43,614
38,978
25,602
21,799
36,716
14,205
20,974
75,780
37,419
23,594
JLH
DIPERIKSA
5
26,121
14,040
4,309
2,078
44,989
29,551
29,899
13,530
19,696
21,362
11,650
16,056
59,124
27,077
18,916
159
491,846
338,398
3
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Biru : Data Program
Hitam : Profil Kab/Kota
%
6
61.75
84.34
46.42
13.83
64.36
67.76
76.71
52.85
90.35
58.18
82.01
76.55
78.02
72.36
80.17
68.80
JUMLAH
% SEHAT
SEHAT
7
8
16,756
64.15
7,060
50.28
2,166
50.27
2,044
98.36
31,188
69.32
20,840
70.52
23,013
76.97
12,565
92.87
14,469
73.46
11,932
55.86
9,734
83.55
12,178
75.85
43,257
73.16
20,279
74.89
11,975
63.31
239,456
70.76
TABEL 49
PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
159
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
4
34,560
18,605
13,925
17,278
88,724
48,711
42,934
27,633
21,799
36,531
15,535
24,924
110,016
55,703
24,558
5
20,076
10,520
4,415
152
59,721
16,218
29,620
16,466
19,696
8,113
10,257
16,056
70,026
31,286
24,097
6
58.09
56.54
31.71
0.88
67.31
33.29
68.99
59.59
90.35
22.21
66.03
64.42
63.65
56.17
98.12
7
3,561
661
27
815
22,989
3,684
16,524
96
2,268
3,827
1,205
7,113
46,604
15,579
7,492
581,436
336,719
57.91
132,445
JUMLAH
LAINNYA
KEMASAN
JUMLAH
LAINNYA
KEMASAN
10
216
198
85
124
16
342
3,493
268
189
2
6
987
4
725
382
1,419
52
634
2,406
157
6,760
12
734
47
20
8,091
1,427
4,955
309
17
1,933
1,036
1,526
4,583
693
-
13
13,518
11,450
1,913
1,382
49,949
14,979
35,696
1,410
3,732
6,831
7,476
16,056
63,580
18,811
22,301
14
26.34
5.77
1.41
58.97
46.02
24.59
46.29
6.81
60.77
56.02
16.12
44.30
73.30
82.82
33.59
15
0.53
0.10
0.00
2.17
0.88
3.82
0.96
5.25
35.21
0.01
0.09
1.81
6.96
1.80
0.43
16
67.66
83.21
98.38
37.41
35.04
58.94
34.55
62.34
83.12
10.66
23.21
40.44
8.33
9.86
35.66
17
0.00
1.89
0.00
0.00
0.40
0.57
0.35
0.00
0.43
5.01
46.72
0.00
0.42
1.00
0.01
18
0.04
8.62
0.21
0.00
1.45
2.55
3.98
3.69
0.00
0.00
0.00
3.95
3.78
0.83
30.31
19
5.43
0.41
0.00
1.45
16.20
9.53
13.88
21.91
0.46
28.30
13.86
9.50
7.21
3.68
0.00
20
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
8,012
87,776
4,933
13,532
25,371
272,069
48.68
2.94
32.26
1.81
4.97
9.33
100.00
8
71
12
-
PAH
30
442
572
342
74
1,314
1
7
290
4,424
338
95
9
9,146
9,527
1,882
517
17,504
8,829
12,332
879
3,102
728
1,735
6,493
5,295
1,855
7,952
SGL
PAH
3
SGL
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SPT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
PUSKESMAS
% AKSES AIR BERSIH
LEDENG
1
KABUPATEN/KOTA
SPT
NO
LEDENG
AKSES AIR BERSIH
JUMLAH
JUMLAH
%
KELUARGA KELUARGA KELUARGA
YANG ADA DIPERIKSA DIPERIKSA
11
TABEL 50
KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
4
34,560
18,605
13,925
17,278
88,724
48,711
42,934
27,633
21,799
36,531
18,287
24,924
110,016
55,703
24,558
159
584,188
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
5
23,422
10,635
4,415
0
57,247
21,084
31,627
16,462
19,696
12,542
16,056
78,131
24,486
23,052
338,855
6
12,418
4,218
1,232
0
46,949
17,142
26,677
11,591
16,592
11,197
14,100
56,395
20,809
13,932
253,252
11
12,613
2,498
809
560
43,078
12,330
19,552
14,320
8,806
8,486
15,283
60,649
19,215
14,067
13
56.43
78.26
18.32
197.18
77.89
68.14
66.67
86.83
44.71
0.00
71.15
95.19
85.07
73.71
60.96
15
22,598
2,582
4,415
284
57,268
11,501
29,327
16,462
19,696
9,663
16,056
70,622
25,135
18,718
16
6,395
596
595
260
30,465
6,033
13,839
6,608
31
2,212
5,412
45,664
17,872
7,001
18
28.30
23.08
13.48
91.55
53.20
52.46
47.19
40.14
0.16
0.00
22.89
33.71
64.66
71.10
37.40
74.738 317,578
232,266
73.14
304,327
142,983
46.98
8
53.019
39.661
27.905
#DIV/0!
82.011
81.303
84.349
70.411
84.24
0
89.276
87.818
72.18
84.983
60.437
% KK
MEMILIKI
10
22,353
3,192
4,415
284
55,305
18,095
29,327
16,492
19,696
11,927
16,056
71,291
26,070
23,075
% KK
MEMILIKI
JUMLAH
KK
MEMILIKI
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
JUMLAH
KK
DIPERIKSA
JUMLAH
3
% KK
MEMILIKI
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH KK
PENGELOLAAN AIR LIMBAH
JUMLAH
KK
MEMILIKI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
PUSKESMAS
TEMPAT SAMPAH
JUMLAH
KK
DIPERIKSA
1
KABUPATEN/KOTA
JUMLAH
KK
MEMILIKI
NO
JUMLAH
KK
DIPERIKSA
JAMBAN
TABEL 51
PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
143
118
7
100.00
0
0
0
100.00
90.91
100.00
77.78
#DIV/0!
84.62
74.00
80.00
94.12
82.52
1,662
1,249
145
135
76
56.30
16
75
5
0
29
375
238
152
37
488
1,003
20
86
594
307
928
4,337
17
62
2
0
29
370
213
135
30
457
861
20
86
372
252
366
3,255
18
42
2
0
22
293
77
15
422
514
15
69
244
233
232
2,180
JUMLAH
DIPERIKSA
67.09
11
12
6
0
5
5
2
15
47.06
88.89
0
100.00
47.06
66.67
23.08
84.62
100.00
85.71
0
45.45
100.00
100.00
8
8
0
2
8
6
3
JUMLAH YG
ADA
838
14
% SEHAT
13
17
9
8
2
17
9
13
10
13
12
7
0
11
5
2
JUMLAH
SEHAT
12
17
9
11
2
17
9
13
10
13
12
7
1
11
5
8
JUMLAH
DIPERIKSA
11
73.91
100.00
90.00
75.00
79.76
50.93
24.00
67.09
70.59
71.43
86.67
70.75
70.68
86.59
90.91
JUMLAH YG
ADA
10
34
5
9
6
67
137
18
53
24
15
26
75
217
142
10
% SEHAT
46
5
10
8
84
269
75
79
34
21
30
106
307
164
11
JUMLAH
SEHAT
9
60
35
13
41
99
369
150
106
34
21
30
121
352
191
40
JUMLAH
DIPERIKSA
8
JUMLAH TUPM
% SEHAT
203
3
0
0
0
5
10
9
7
11
37
20
16
JUMLAH
SEHAT
6
3
0
0
0
5
11
1
9
9
13
50
25
17
% SEHAT
5
8
0
0
0
8
12
1
1
9
9
18
58
25
54
TUPM LAINNYA
JUMLAH
SEHAT
159
4
JUMLAH YG
ADA
JUMLAH
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
PASAR
% SEHAT
3
JUMLAH
DIPERIKSA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
RESTORAN/R-MAKAN
JUMLAH YG
ADA
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
PUSKESMAS
JUMLAH
SEHAT
1
KABUPATEN/KOTA
JUMLAH
DIPERIKSA
NO
JUMLAH YG
ADA
HOTEL
20
67.74
100.00
0
75.86
79.19
57.04
50.00
92.34
59.70
75.00
80.23
65.59
92.46
63.39
21
160
11
24
72
471
465
253
81
546
1,064
57
226
884
528
928
22
128
10
18
39
449
161
81
515
929
57
205
651
446
366
23
87
9
9
30
356
85
51
368
562
47
155
392
400
232
24
67.97
90.00
50.00
76.92
79.29
#DIV/0!
52.80
62.96
71.46
60.50
82.46
75.61
60.22
89.69
63.39
66.97
5,770
4,055
2,783
68.63
TABEL 52
PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
SARANA KESEHATAN SARANA PENDIDIKAN
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
PUSKESMAS
3
JUMLA
H
DIBINA
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
4
88
57
19
19
104
94
82
59
0
0
25
40
76
62
84
5
57
57
5
19
94
81
80
59
0
0
25
40
70
62
27
159
809
676
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
%
6
64.773
100
26.316
100
90.385
86.17
97.561
100
0
0
100
100
92.105
100
32.143
JUMLA
H
7
247
140
87
99
532
289
303
173
0
0
117
144
456
176
333
83.56 3,096
DIBINA
8
133
140
11
15
475
262
291
114
0
0
110
140
409
153
89
2,342
%
9
53.846
100
12.644
15.152
89.286
90.657
96.04
65.896
0
0
94.017
97.222
89.693
86.932
26.727
SARANA IBADAH
JUMLA
H
10
330
139
124
72
658
502
343
225
0
0
172
99
399
258
169
75.646 3,490
DIBINA
11
169
139
5
550
419
314
129
0
0
139
87
346
213
29
2,539
%
12
51.212
100
0
6.9444
83.587
83.466
91.545
57.333
0
0
80.814
87.879
86.717
82.558
17.16
PERKANTORAN
JUMLA
H
13
111
129
35
49
296
194
109
140
0
0
35
69
213
123
176
72.751 1,679
DIBINA
14
52
129
5
253
154
91
68
0
0
29
67
137
106
17
1,108
SARANA LAIN
JUMLAH
%
JUMLA
H
DIBINA
%
JUMLAH
15
46.847
100
14.286
0
85.473
79.381
83.486
48.571
0
0
82.857
97.101
64.319
86.179
9.66
16
17
18
19
65.99
0
37
50
44
42
15
0
0
58
121
90
10
467
0
0 #DIV/0!
0
0
46
92
42 95.455
42
100
9
60
0
0
0
0
0
58
100
70 57.851
72
80
2
20.00
341
73.02
776
465
265
276
1,640
1,123
879
612
0
0
349
410
1,265
709
772
9,408
DIBINA
20
411
465
21
39
1,418
958
818
379
0
0
303
392
1,032
606
164
7,006.00
%
21
52.96
100.00
7.92
14.13
86.46
85.31
93.06
61.93
0
0
86.82
95.61
81.58
85.47
21.24
74.47
TABEL 53
PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES
MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
RUMAH/BANGUNAN
YANG ADA
PUSKESMAS
3
JUMLAH ( KABUPATEN/KOTA)
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
4
13
6
5
4
19
10
17
7
19
16
10
7
15
6
5
44,093
18,605
9,283
15,027
63,708
43,614
40,956
25,602
0
21,799
14,205
20,974
123,834
0
23,594
159
465,294
RUMAH/BANGUNAN
DIPERIKSA
RUMAH/BANGUNAN
BEBAS JENTIK
JUMLAH
JUMLAH
%
7
8
5
17,148
16195
4,309
0
23,620
21,774
25,056
13,530
0
0
5,357
8,928
62,633
0
281
198,831
%
6
38.89
87.05
46.42
0
37.08
49.92
61.18
52.85
0
0
37.71
42.57
50.58
0
1.19
42.73
0
11905
3,316
0
16,922
18,240
17,335
9,493
0
0
5,712
6,660
44,527
0
244
134,354
0
73.51
76.96
0
71.64
83.77
69.19
70.16
0
0
106.63
74.60
71.09
0
86.83
67.57
TABEL 54
PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
TENAGA KESEHATAN
NO
MEDIS
UNIT KERJA
1
2
JML
3
%
4
PERAWAT &
BIDAN
JML
%
5
6
FARMASI
JML
7
GIZI
%
8
JML
9
TEKNISI MEDIS
%
10
JML
11
%
12
SANITASI
JML
13
KESMAS
%
14
JML
15
JUMLAH
%
16
17
PUSKESMAS (termasuk PUSTU dan
1 POLINDES/POSKESDES)
1 Kab. Bolaang Mongondow
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
4.69
221
79.78
2
0.72
12
4.33
23
8.30
6
2.17
277
16
13
11.11
100
69.44
4
2.78
9
6.25
1
0.69
5
3.47
9
6.25
144
6
12.00
36
72.00
3
6.00
1
2.00
3
6.00
1
2.00
50
-
52
88.14
1
1.69
4
6.78
2
3.39
25
8.93
4
1.43
280
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
a.
-
-
-
-
-
-
-
59
32
11.43
209
74.64
3
1.07
6
2.14
6 Kab. Minahasa Utara
56
12.12
308
66.67
19
4.11
23
4.98
-
-
36
7.79
20
4.33
462
7 Kab. Minahasa Selatan
30
13.33
163
72.44
7
3.11
9
4.00
-
-
11
4.89
5
2.22
225
8 Kab. Minahasa Tenggara
32
15.69
123
60.29
14
6.86
11
5.39
1
0.49
18
8.82
5
2.45
204
9 Kab. Kepulauan Talaud
21
7.05
210
70.47
5
1.68
21
7.05
1
0.34
34
11.41
6
2.01
298
10 Kab. Kepulauan Sangihe
16
6.75
200
84.39
17
7.17
4
1.69
237
11 Kabupaten Kepulauan Sitaro
19
10.00
153
80.53
1
0.53
7
3.68
8
4.21
1
0.53
190
12 Kota Tomohon
27
15.43
111
63.43
14
8.00
7
4.00
11
6.29
5
2.86
175
13 Kota Manado
75
19.79
226
59.63
25
6.60
22
5.80
1
0.26
22
5.80
8
2.11
379
14 Kota Bitung
28
9.36
212
70.90
7
2.34
16
5.35
5
1.67
26
8.70
5
1.67
299
15 Kota Kotamobagu
17
12.06
88
31.77
6
2.17
9
3.25
1
9
3.25
11
3.97
141
-
-
-
-
0.36
-
5 Kab. Minahasa
-
1
-
1
-
0.53
-
-
2 RUMAH SAKIT
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
RS. Pemerintah
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
0 RSU Liun Kendage Tahuna
#DIV/0!
#DIV/0!
5
7.25
40
57.97
10
14.49
4
5.80
1
1.45
8
11.59
1
1.45
69
14.69
104
72.73
6
4.20
2
1.40
4
2.80
5
3.50
1
0.70
143
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
784
77.47
18
1.78
23
2.27
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
34
17.44
137
70.26
13
6.67
3
1.54
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8
34.78
12
52.17
2
8.70
1
4.35
-
-
8 RSUD Walanda Maramis Minut
13
20.97
38
61.29
3
4.84
3
4.84
-
-
1
1.61
4
6.45
9 RSUD Noongan Minahasa
11
12.94
55
64.71
3
3.53
6
7.06
-
-
7
8.24
3
3.53
#DIV/0!
2
100.00
#DIV/0!
-
-
#DIV/0!
-
-
2.27
2
1.03
#DIV/0!
-
-
15
1.48
3
1.54
#DIV/0!
784.00
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
23
#DIV/0!
144
11 RSU Ratatotok
-
21
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
-
-
-
-
0.49
1,012
3
1.54
195
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
-
5
-
23
62
85
2
b.
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
1 RS Islam Moonow Kotamobagu
RS Swasta
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
2 RS Monompia Kotamobagu
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
3 RS Kinapit Kotamobagu
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
4 RS Siti Maryam Manado
18
32.73
26
47.27
5
9.09
1
1.82
4
7.27
5 RS Pancaran Kasih Manado
16
8.89
147
81.67
6
3.33
1
0.56
8
4.44
-
2
1.11
1
-
1.82
-
55
180
6 RS Siloam Sonder Minahasa
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
7 RS Budi Setia Langowan Minahasa
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
8 RS Tonsea Minut
9 RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
6
-
10 RS Bethesda Tomohon
16
11 RSU Gunung Maria Tomohon
33
12 RSU Budi Mulia Bitung
50.00
6
50.00
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
14
100.00
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
8.70
154
83.70
9
1.09
-
-
18.75
133
75.57
8
1.14
-
#DIV/0!
#DIV/0!
4.89
2
4.55
2
#DIV/0!
13 RS Hermana Lembean
17
26.56
39
60.94
3
4.69
3
4.69
14 RS Kalooran Amurang
21
25.93
56
69.14
1
1.23
1
1.23
15 RS Advent Manado
c.
-
#DIV/0!
2
-
-
#DIV/0!
2
-
3.13
1.09
1
-
-
#DIV/0!
-
-
-
1
0.54
#DIV/0!
-
2 Rumkit Tkt IV Bhayangkara Manado
14
184
176
-
-
1.23
1
64
1.23
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
#DIV/0!
RS TNI/POLRI
1 RS. Tkt III Teling Manado
12
81
-
34
3 Rumkit Tkt IV AURI Manado
3
17.44
137
23.08
10
70.26
76.92
13
-
6.67
-
3
-
1.54
-
2
-
1.03
-
3
-
1.54
-
3
-
1.54
195
-
13
4 RS. TNI AL Bitung
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
5 RS. Kesdim Kotamobagu
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
3 INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES
1 Poltekes Manado
2 Bapelkes Manado
-
4 SARANA KESEHATAN LAIN
1 BKMM Manado
2
3
4
5
6
LABKES Manado
BTKL Manado
KKP Kls III Manado
B POM Manado
GFK Manado
3
20.00
84
5
48.00
33.33
15
-
6
50.00
6
50.00
-
4
2
6
26.67
100.00
60.00
-
10
66.67
40.00
-
8.57
-
28
2
16.00
13.33
-
-
31
3
17.71
20.00
17
2
9.71
13.33
175
15
-
-
-
-
-
-
-
-
12
-
-
-
-
-
-
-
-
15
2
10
23
2
-
-
5 DINKES KABUPATEN/KOTA
4
-
#DIV/0!
1
23
2
#DIV/0!
6.67
100.00
100.00
#DIV/0!
1 Kab. Bolaang Mongondow
2
4.26
12
25.53
4
8.51
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
3
14.29
9
42.86
3
14.29
#DIV/0!
3
-
6.38
-
#DIV/0!
-
-
-
-
#DIV/0!
15
-
#DIV/0!
-
31.91
11
23.40
47
-
6
28.57
21
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
-
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
5 Kab. Minahasa
6 Kab. Minahasa Utara
2
-
-
8
47.06
10.53
8
42.11
#DIV/0!
-
#DIV/0!
2
-
-
4
23.53
-
-
1
5.88
4
23.53
10.53
1
5.26
-
-
5
26.32
1
5.26
#DIV/0!
-
#DIV/0!
-
11
23.40
19
40.43
4
8.51
1
2.13
7 Kab. Minahasa Selatan
3
8.11
20
54.05
7
18.92
2
5.41
8 Kab. Minahasa Tenggara
2
9.52
8
38.10
3
14.29
1
4.76
-
9 Kab. Kepulauan Talaud
2
7.69
9
34.62
5
19.23
4
15.38
10 Kab. Kepulauan Sangihe
2
15.38
8
61.54
2
15.38
1
7.69
11 Kab. Kepulauan Sitaro
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
-
3
-
-
-
-
-
#DIV/0!
10.71
7
25.00
7
25.00
1
3.57
-
-
13 Kota Manado
5
21.74
14
60.87
3
13.04
1
4.35
-
-
14 Kota Bitung
5
18.52
7
25.93
2
7.41
1
3.70
-
-
3
18.75
3
18.75
-
-
294
4.47
267
4.06
JUMLAH PROPINSI
851
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Keterangan:
Medis
Perawat & bidan
Farmasi
Gizi
-
-
-
12.93
4,542
69.02
Teknisi Medis
Sanitasi
Kesmas
59
0.90
-
#DIV/0!
19
-
6.38
9
19.15
47
3
8.11
2
5.41
37
5
23.81
2
9.52
21
3
11.54
3
11.54
26
-
-
#DIV/0!
3
-
#DIV/0!
-
12 Kota Tomohon
15 Kota Kotamobagu
-
17
-
-
#DIV/0!
4
14.29
3
-
373
13
-
6
21.43
28
-
23
11.11
9
33.33
27
-
10
62.50
16
195
2.96
6,581
-
-
#DIV/0!
5.67
-
: Analis, TEM dan Penata Rontgen, Penata Anestesi, Fisioterapi
: Lulusan SPPH, APK, dan DIII Kesehatan Lingkungan
: SKM, MPH, dll
TABEL 55
JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KABUPATEN/ KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
UNIT KERJA
2
PUSKESMAS ………
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)
1 RUMAH SAKIT …..
a.
RS. Pemerintah
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
3 RSU Liun Kendage Tahuna
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8 RSUD Walanda Maramis Minut
9 RSUD Noongan Minahasa
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
11 RSU Ratatotok
b.
RS Swasta
1 RS Islam Moonow Kotamobagu
2 RS Monompia Kotamobagu
3 RS Kinapit Kotamobagu
PERAWAT
& BIDAN
4
MEDIS
4
13
16
6
32
56
30
32
21
16
19
27
75
28
17
221
100
36
52
209
308
163
123
210
200
153
111
226
212
88
388
-
FARMASI
5
TENAGA KESEHATAN
TEKNISI
GIZI
MEDIS
6
7
2
4
12
9
3
4
6
23
9
11
21
8
9
10
159
13
250
90
10
6
4
2
1
4
8
5
1
1
18
13
2
3
3
23
3
1
3
6
23
2
15
3
5
3
1
3
19
7
14
5
-
-
108
5
21
40
102
144
34
8
13
11
784
137
12
38
55
-
1
1
1
1
1
-
2,412
-
JUMLAH
1
5
1
-
7
7
22
16
9
-
KESMAS
23
5
3
2
25
36
11
18
34
17
8
11
22
26
9
1
14
25
7
6
2
SANITASI
1
-
-
-
-
-
6
9
1
4
20
5
5
6
4
1
5
8
5
11
1
7
4
3
-
277
144
50
59
280
462
225
204
298
237
190
175
379
299
141
3,420
69
141
1,012
195
23
62
85
2
-
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
1
2
3
4
5
RS TNI/POLRI
RS. Tkt III Teling Manado
Rumkit Tkt IV Bhayangkara Manado
Rumkit Tkt IV AURI Manado
RS. TNI AL Bitung
RS. Kesdim Kotamobagu
c.
18
16
26
147
6
6
14
154
133
39
56
-
16
33
17
21
-
34
3
137
10
402
1,890
5
6
1
1
-
9
8
2
2
-
3
1
3
1
-
-
-
13
4
8
-
-
2
2
0
1
0
1
-
2
-
1
-
-
-
-
1
2
-
-
3
-
-
3
-
55
180
12
14
184
176
64
81
-
3
195
13
23
2,563
-
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Keterangan:
Medis : Dokter, Dokter Gigi, Dr/Drg Spesialis
Perawat : termasuk lulusan DIII dan S1
Farmasi : Apoteker, Asisten Apoteker
Gizi : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)
100
55
Teknisi Medis
46
47
: Analis, TEM & Penata Rontgen, Penata Anestesi, dan Fisioterapi
Sanitasi
: Lulusan SPPH, APK dan DIII Kesehatan Lingkungan
Kesmas
: SKM, MPH, dll
TABEL 56
JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH TENAGA MEDIS
NO
UNIT KERJA
1
2
1 Puskesmas ………
1 Kab. Bolaang Mongondow
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
5 Kab. Minahasa
6 Kab. Minahasa Utara
7 Kab. Minahasa Selatan
8 Kab. Minahasa Tenggara
9 Kab. Kepulauan Talaud
10 Kab. Kepulauan Sangihe
11 Kabupaten Kepulauan Sitaro
12 Kota Tomohon
13 Kota Manado
14 Kota Bitung
15 Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)
1 RS …………
a.
RS. Pemerintah
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
3 RSU Liun Kendage Tahuna
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8 RSUD Walanda Maramis Minut
9 RSUD Noongan Minahasa
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
11 RSU Ratatotok
b.
RS Swasta
1 RS Islam Moonow Kotamobagu
DR SPESIALIS
DOKTER UMUM
DOKTER GIGI
JUMLAH
3
4
5
6
0
11
14
6
0
-
-
0
0
0
-
4
89
8
1
5
0
2
2
0
-
29
53
29
29
8
16
17
25
65
25
17
344
13
16
6
-
3
3
1
3
13
2
2
10
3
0
44
3
15
2
2
50
23
7
12
6
5
3
2
DOKTER
KELUARGA
7
1
0
32
56
30
32
21
16
19
27
75
28
17
388
5
21
144
34
8
13
11
2
-
2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Monompia Kotamobagu
RS Kinapit Kotamobagu
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
1
2
3
4
5
RS TNI/POLRI
RS. Tkt III Teling Manado
Rumkit Tkt IV Bhayangkara Manado
Rumkit Tkt IV AURI Manado
RS. TNI AL Bitung
RS. Kesdim Kotamobagu
c.
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
6
4
11
11
1
1
-
4
-
2
-
10
25
5
7
10
14
7
7
-
6
1
1
-
-
-
8
17
21
-
23
2
-
3
1
34
3
-
180
168
17
365
-
1 Poltekes Manado
-
2 Bapelkes Manado
-
DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
1 Kab. Bolaang Mongondow
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
5 Kab. Minahasa
16
33
-
-
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT
SARANA KESEHATAN LAIN
1 BKMM Manado
2 LABKES Manado
3 BTKL Manado
4 KKP Kls III Manado
5 B POM Manado
6 GFK Manado
18
16
-
3
-
4
4
2
5
-
3
-
2
-
-
6
4
2
6
1
-
-
0
3
0
0
2
0
2
0
2
3
0
-
0
-
-
2
2
6 Kab. Minahasa Utara
7 Kab. Minahasa Selatan
8 Kab. Minahasa Tenggara
9 Kab. Kepulauan Talaud
10 Kab. Kepulauan Sangihe
11 Kab. Kepulauan Sitaro
12 Kota Tomohon
13 Kota Manado
14 Kota Bitung
15 Kota Kotamobagu
JUMLAH SE DINAS KESEHATAN
-
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
-
11
3
2
2
2
1
-
0
0
180
JUMLAH PROPINSI
RASIO TERHADAP 100.000 PDDK
11
3
1
2
2
3
5
5
0
0
36
61
548
-
24.59
-
3
5
5
753
TABEL 57
JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
UNIT KERJA
2
Puskesmas ………
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)
1 RS …………
a.
RS. Pemerintah
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
3 RSU Liun Kendage Tahuna
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8 RSUD Walanda Maramis Minut
9 RSUD Noongan Minahasa
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
11 RSU Ratatotok
b.
RS Swasta
1 RS Islam Moonow Kotamobagu
2 RS Monompia Kotamobagu
TENAGA KEFARMASIAN
APOTEKER
3
-
-
2
1
0
0
-
-
2
2
1
0
0
0
2
3
4
1
6
2
0
1
0
-
D-IV/S1 GIZI
8
2
4
-
1
3
19
7
14
5
-
-
9
4
1
6
1
14
25
7
6
33
59
2
2
2
1
1
6
10
108
10
6
18
13
2
3
3
-
-
3
1
0
0
-
D-III GIZI
9
0
-
D-I GIZI
10
11
8
3
4
5
23
9
11
20
1
0
-
1
2
19
5
0
-
-
1
4
1
5
1
1
10
-
0
-
6
5
2
3
0
1
3
14
1
7
3
-
-
JUMLAH
7
-
-
1
5
1
1
1
-
TENAGA GIZI
S1 FARMASI D-III FARMASI ASS APOTEKER
4
5
6
0
0
0
1
3
0
0
1
0
1
-
6
7
9
14
8
1
0
13
2
1
138
20
4
2
-
1
-
18
2
1
3
5
0
2
1
1
0
JUMLAH
11
12
9
3
4
6
23
9
11
21
7
7
22
16
9
159
4
2
23
3
1
3
6
-
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Kinapit Kotamobagu
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
1
2
3
4
5
RS TNI/POLRI
RS. Tkt III Teling Manado
Rumkit Tkt IV Bhayangkara Manado
Rumkit Tkt IV AURI Manado
RS. TNI AL Bitung
RS. Kesdim Kotamobagu
c.
-
-
-
1
1
2
5
5
0
0
-
1
1
7
5
-
1
1
9
8
-
-
1
1
-
-
0
0
2
2
0
3
1
0
0
-
1
-
0
-
-
19
-
0
-
3
0
0
-
2
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
1
-
14
-
8
-
13
-
59
-
10
-
100
3
-
2
-
5
-
6
-
4
-
1
-
47
-
-
3
-
5
55
-
15
-
3
1
0
-
0
-
-
1 Poltekes Manado
2
2
-
3
1
-
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT
2 Bapelkes Manado
5
6
28
-
-
2
-
28
-
2
SARANA KESEHATAN LAIN
1 BKMM Manado
-
2 LABKES Manado
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
-
3 BTKL Manado
-
-
-
-
-
-
-
-
-
4 KKP Kls III Manado
-
-
-
-
-
-
-
-
-
5 B POM Manado
6 GFK Manado
23
-
-
-
23
-
-
-
-
2
-
-
-
2
-
-
-
-
DI DINAS KESEHATAN
-
1 Kab. Bolaang Mongondow
2
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
2
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
5 Kab. Minahasa
0
0
0
3
0
3
0
-
4
1
0
-
2
0
-
0
-
2
2
-
3
-
1
3
0
4
0
1
0
1
-
6 Kab. Minahasa Utara
-
-
7 Kab. Minahasa Selatan
1
8 Kab. Minahasa Tenggara
1
9 Kab. Kepulauan Talaud
10 Kab. Kepulauan Sangihe
-
0
3
-
1
3
2
-
1
-
3
4
0
1
0
1
3
7
0
2
0
2
1
3
0
1
0
1
3
0
4
-
-
5
2
11 Kab. Kepulauan Sitaro
1
13 Kota Manado
1
14 Kota Bitung
2
JLH SE-DINAS KESEHATAN
JUMLAH PROPINSI
RASIO TERHADAP 100.000 PDDK
1
-
-
1
-
12 Kota Tomohon
15 Kota Kotamobagu
2
0
1
-
1
2
0
0
0
3
4
-
7
0
1
0
1
3
0
1
0
1
0
2
0
1
0
1
0
3
0
3
0
3
13
7
10
15
45
2
20
38
31
51
133
253
6
205
0.27
9.20
1.70
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
1
-
22
25
236
TABEL 58
JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
UNIT KERJA
SARJANA KEPW
1
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
2
Puskesmas ………
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)
1 RS …………
a.
RS. Pemerintah
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
3 RSU Liun Kendage Tahuna
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8 RSUD Walanda Maramis Minut
9 RSUD Noongan Minahasa
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
11 RSU Ratatotok
b.
RS Swasta
1 RS Islam Moonow Kotamobagu
3
0
2
5
7
1
3
18
2
4
2
44
TENAGA KEPERAWATAN
PERAWAT
DIII PERAWAT LULUSAN SPK
JUMLAH
DIII BIDAN
4
5
6
7
23
133
156
11
43
20
63
26
2
25
27
2
7
19
26
5
27
86
115
10
69
123
192
34
13
66
79
9
29
46
80
13
81
66
154
18
55
80
136
10
63
46
112
13
31
47
96
7
34
132
168
21
45
90
139
27
31
18
51
20
553
997
2
1
14
43
13
43
13
612
43
1
13
11
86
86
9
19
34
0
0
0
1,594
29
87
711
129
10
32
45
-
226
BIDAN
BIDAN
8
JUMLAH
9
65
11
7
21
84
82
75
30
38
54
28
8
37
46
17
76
37
9
26
94
116
84
43
56
64
41
15
58
73
37
603
829
-
7
6
4
11
56
2
1
2
17
6
1
4
10
11
17
-
0
0
73
8
2
6
10
-
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Monompia Kotamobagu
RS Kinapit Kotamobagu
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
RS TNI/POLRI
1 RS. Tkt III Teling Manado
2 Rumkit Tkt IV Bhayangkari Manado
3 Rumkit Tkt IV AURI Manado
4 RS. TNI AL Bitung
5 RS. Kesdim Kotamobagu
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
1
6
26
-
-
2
3
-
12
107
2
39
20
5
11
111
106
19
15
19
36
-
-
-
19
133
5
13
152
129
38
51
-
1
1
6
13
7
14
-
1
-
-
1
1
2
4
1
1
1
1
3
1
2
-
-
1
5
3
-
-
c.
-
-
43
5
86
4
22
864
697
32
9
129
9
1,583
-
2
-
6
1
8
1
78
171
84
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT
1 Poltekes Manado
2 Bapelkes Manado
-
-
2
41
3
5
12
31
43
-
-
-
SARANA KESEHATAN LAIN
1 BKMM Manado
2
-
4
6
-
-
-
2 LABKES Manado
1
-
9
10
-
-
-
-
-
-
-
-
-
3 BTKL Manado
-
4 KKP Kls III Manado
5 B POM Manado
6 GFK Manado
-
-
2
-
2
-
4
-
DI DINAS KESEHATAN
1 Kab. Bolaang Mongondow
233
-
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
1
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
6
0
-
4
10
5
6
1
6
7
2
6
8
-
1
0
-
1
2
3
3
1
1
0
-
5 Kab. Minahasa
-
6 Kab. Minahasa Utara
1
7 Kab. Minahasa Selatan
1
8 Kab. Minahasa Tenggara
3
2
9 Kab. Kepulauan Talaud
-
10 Kab. Kepulauan Sangihe
-
0
3
-
11
3
5
8
9
13
3
4
7
4
6
1
1
2
4
7
2
0
2
5
5
11 Kab. Kepulauan Sitaro
-
3
-
12 Kota Tomohon
13 Kota Manado
-
10
0
-
14 Kota Bitung
15 Kota Kotamobagu
JLH SE-DINAS KESEHATAN
JUMLAH PROPINSI
RASIO TERHADAP 100.000 PDDK
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
0
3
-
1
6
7
2
11
13
1
0
0
0
1
1
3
4
1
2
3
1
2
5
8
6
21
78
105
12
20
32
72
1,438
1,772
3,282
322
701
1,032
147.25
-
46.30
TABEL 59
JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
UNIT KERJA
1
2
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Puskesmas ………
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)
1 RS …………
a.
RS. Pemerintah
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
3 RSU Liun Kendage Tahuna
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8 RSUD Walanda Maramis Minut
9 RSUD Noongan Minahasa
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
11 RSU Ratatotok
b.
RS Swasta
1 RS Islam Moonow Kotamobagu
2 RS Monompia Kotamobagu
TENAGA KESMAS
D-III KESMAS
4
SARJANA KESMAS[a]
3
JUMLAH
5
TENAGA SANITASI
DI SANITASI
7
DIII SANITASI
6
JUMLAH
8
6
9
1
4
20
5
5
6
4
1
5
8
5
11
0
0
0
-
4
20
5
5
6
4
1
5
9
5
11
22
4
1
2
11
24
2
5
9
5
6
8
11
15
8
91
133
-
0
0
0
1
-
90
6
9
1
1
1
1
2
14
12
9
13
25
12
2
3
11
11
1
23
5
3
2
25
36
11
18
34
17
8
11
22
26
9
117
250
-
-
1
1
5
2
4
3
0
-
1
1
-
5
3
1
-
4
3
0
7
2
-
1
3
-
3
2
-
12
1
1
0
8
5
15
3
-
1
6
0
1
7
-
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Kinapit Kotamobagu
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
1
2
3
4
5
RS TNI/POLRI
RS. Tkt III Teling Manado
Rumkit Tkt IV Bhayangkara Manado
Rumkit Tkt IV AURI Manado
RS. TNI AL Bitung
RS. Kesdim Kotamobagu
c.
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
1
-
-
-
1
0
0
1
-
-
0
0
-
-
1
-
18
-
1
-
3
1
0
-
-
1
1
-
19
18
2
-
2
2
-
-
-
1
1
1
0
-
-
1
1
2
-
-
3
-
26
44
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT
1 Poltekes Manado
17
-
17
31
2 Bapelkes Manado
2
-
2
1
15
-
31
2
3
SARANA KESEHATAN LAIN
1 BKMM Manado
2 LABKES Manado
3 BTKL Manado
4 KKP Kls III Manado
5 B POM Manado
6 GFK Manado
DI DINAS KESEHATAN
1 Kab. Bolaang Mongondow
11
0
11
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
6
0
6
0
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4
0
4
0
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
1
-
1
1
0
0
15
0
1
1
4
5
5 Kab. Minahasa
-
-
6 Kab. Minahasa Utara
9
-
9
2
1
3
7 Kab. Minahasa Selatan
2
-
2
1
2
3
8 Kab. Minahasa Tenggara
2
-
2
2
3
5
9 Kab. Kepulauan Talaud
3
-
3
1
2
3
10 Kab. Kepulauan Sangihe
-
-
-
11 Kab. Kepulauan Sitaro
12 Kota Tomohon
13 Kota Manado
14 Kota Bitung
15 Kota Kotamobagu
JLH SE DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
6
-
0
-
-
-
6
-
-
9
10
-
10
63
-
63
171
RASIO TERHADAP 100.000 PDDK
7.67
2
2
-
9
JUMLAH PROPINSI
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
Keterangan: [a] Termasuk S2 dan S3
-
-
173
2
-
3
4
-
-
3
42
151
6.77
143
336
TABEL 60
JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
1
UNIT KERJA
2
1 Puskesmas ………
1 Kab. Bolaang Mongondow
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
5 Kab. Minahasa
6 Kab. Minahasa Utara
7 Kab. Minahasa Selatan
8 Kab. Minahasa Tenggara
9 Kab. Kepulauan Talaud
10 Kab. Kepulauan Sangihe
11 Kabupaten Kepulauan Sitaro
12 Kota Tomohon
13 Kota Manado
14 Kota Bitung
15 Kota Kotamobagu
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)
1 RS …………
a.
RS. Pemerintah
1 RSU Datoe Binangkang Bolmong
2 RSU Mala Talaud
3 RSU Liun Kendage Tahuna
4 RSU Sam Ratulangi Minahasa
5 RSU Prof. Kandouw Manado
6 RSU Prof. Ratumbuysang Manado
7 RSUD Amurang Minahasa Selatan
8 RSUD Walanda Maramis Minut
9 RSUD Noongan Minahasa
10 RSUD Manembo-Nembo Bitung
11 RSU Ratatotok
TENAGA TEKNISI MEDIS
ANALIS LAB.
3
TEM & P.RONTG
4
P.ANESTESI
5
FISIOTERAPIS
6
JUMLAH
7
-
1
1
1
-
0
0
-
0
1
1
0
0
-
0
0
-
0
0
-
0
0
-
1
1
1
-
1
0
-
1
1
1
-
1
1
1
8
-
-
-
1
5
1
13
4
5
-
0
2
0
1
0
1
2
8
4
1
1
4
-
0
0
0
0
0
0
9
2
0
0
0
0
0
0
-
-
-
23
2
-
b.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RS Swasta
RS Islam Moonow Kotamobagu
RS Monompia Kotamobagu
RS Kinapit Kotamobagu
RS Siti Maryam Manado
RS Pancaran Kasih Manado
RS Siloam Sonder Minahasa
RS Budi Setia Langowan Minahasa
RS Tonsea Minut
RS Cantia Tompaso Baru Minahasa
RS Bethesda Tomohon
RSU Gunung Maria Tomohon
RSU Budi Mulia Bitung
RS Hermana Lembean
RS Kalooran Amurang
RS Advent Manado
1
2
3
4
5
RS TNI/POLRI
RS. Tkt III Teling Manado
Rumkit Tkt IV Bhayangkara Manado
Rumkit Tkt IV AURI Manado
RS. TNI AL Bitung
RS. Kesdim Kotamobagu
c.
1
1
2
2
-
1
1
4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
-
-
-
-
-
-
-
-
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
6
13
9
4
8
2
-
16
44
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT
1 Poltekes Manado
-
-
-
-
-
2 Bapelkes Manado
-
-
-
-
-
SARANA KESEHATAN LAIN
1 BKMM Manado
0
0
0
0
-
2 LABKES Manado
0
0
0
0
-
3 BTKL Manado
0
0
0
0
-
4 KKP Kls III Manado
0
0
0
0
-
5 B POM Manado
0
0
0
0
-
6 GFK Manado
0
0
0
0
-
DI DINAS KESEHATAN
1 Kab. Bolaang Mongondow
0
0
0
0
-
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara
0
0
0
0
-
3 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
0
0
0
0
-
4 Kab. Bolaang Mongondow Timur
0
0
0
0
-
5 Kab. Minahasa
0
0
0
0
-
6 Kab. Minahasa Utara
0
0
0
0
-
7 Kab. Minahasa Selatan
0
0
0
0
-
8 Kab. Minahasa Tenggara
0
0
0
0
-
9 Kab. Kepulauan Talaud
0
0
0
0
-
10 Kab. Kepulauan Sangihe
0
0
0
0
-
11 Kab. Kepulauan Sitaro
0
0
0
0
-
12 Kota Tomohon
0
0
0
0
-
13 Kota Manado
0
0
0
0
-
14 Kota Bitung
0
0
0
0
-
15 Kota Kotamobagu
0
0
0
0
-
JLH SE DINAS KESEHATAN
14
13
9
21
57
JUMLAH PROPINSI
28
26
18
42
114
1.26
1.17
0.81
1.88
5.11
RASIO TERHADAP 100.000 PDDK
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
TABEL 61
ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
NO
SUMBER BIAYA
1
2
ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN
Rupiah
3
%
4
ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:
1 APBD PROVINSI
- Belanja Tidak Langsung
- Belanja Langsung
13,553,462,130
30.618
5,905,900,000
13.342
2 APBN :
- Dekon
14,281,348,000
32.262
9,933,248,000
22.440
592,603,100
1.339
WHO
150,000,000
0.339
GAVI
356,020,000
0.804
GF TB
2,887,815,000
6.524
GF AIDS
2,309,298,255
5.217
44,266,561,230
100
- Tugas Pembantuan
3 Bantuan Luar Negri (BLN)
4 Lain Lain
TOTAL ANGGARAN KESEHATAN
TOTAL APBD KABUPATEN/KOTA
% APBD KESEHATAN THD APBD KABUPATEN
ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
#REF!
-
TABEL 62
JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
PEMILIKAN/PENGELOLA
NO
FASILITAS KESEHATAN
1
2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
PEM.PUSAT
PEM.PROV
PEM.KABUPATEN/KOTA
TNI/POLRI
BUMN
SWASTA
JUMLAH
3
4
5
6
7
8
9
RUMAH SAKIT UMUM
RUMAH SAKIT JIWA
RUMAH SAKIT BERSALIN
RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA
PUSKESMAS PERAWATAN
PUSKESMAS NON PERAWATAN
PUSKESMAS KELILING
PUSKESMAS PEMBANTU
RUMAH BERSALIN
BALAI PENGOBATAN/KLINIK
PRAKTIK DOKTER BERSAMA
PRAKTIK DOKTER PERORANGAN
PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL
POLINDES
POSKESDES
POSYANDU
APOTEK
TOKO OBAT
GFK
INDUSTRI OBAT TRADISIONAL
INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
1
9
5
15
232
367
2,158
-
TABEL 63
UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JUMLAH
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
KABUPATEN/KOTA
2
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Kab. Bolaang Mongondow Selatan
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Minahasa
Kab. Minahasa Utara
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
JUMLAH
DESA/
KELURAHAN
DESA SIAGA
POSKESDES
3
4
5
152
91
60
51
237
125
156
76
153
167
84
40
87
69
32
1,580
Sumber: Profil Kesehatan KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009
145
31
24
29
237
100
96
76
77
147
84
44
62
69
32
1,253
POLINDES
POSYANDU
6
7
0
11
1
79
21
15
13
11
30
33
28
30
58
71
2
85
27
3
0
47
6
369
1
2
1
11
5
7
229
193
91
67
48
285
160
159
76
158
292
104
61
298
127
39
2,158
TABEL 64
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2009
JENIS PELAYANAN
NO
NAMA RUMAH SAKIT[a]
UMUM/KHUSUS
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
2
RS. Datoe Binangkang Bolmong
RS. Islam Moonow Bolmong
Rumkit Kesdim Ktg Bolmong
RS. Kinapit Kotamobagu
RS. Monompia Kotamobagu
RS. Mala Talaud
RS. Liun Kendage Tahuna
RS. Sam Ratulangi Minahasa
RSUD Noongan Minahasa
RS. Sonder Siloam Minahasa
RS. Budi Setia Langowan Minahasa
RSU. Bethesda Tomohon
RSU. Gunung Maria Tomohon
RS. Cantia Tompaso Baru Minahasa
RSUD Amurang Minsel
RS. Kalooran Amurang Minsel
RS. DR. Wahyu Slamet Bitung
RS. Budi Mulia Bitung
RSUD Manembo-nembo Bitung
RS. Tkt III Teling Manado
RS. Bhayangkara Manado
RS. Siti Maryam Manado
RS. Prof. DR.V.L. Ratumbuysang
RS. Pancaran Kasih Manado
RS. Tkt IV Lanud Samrat Manado
RS. Prof. Kandow Manado
RSUD Walanda Maramis Minut
RSU Hermana Lembean Minut
Sumber: Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta
3
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
Umum
JUMLAH
TEMPAT
TIDUR
KELUAR
(HIDUP + MATI)
MATI
SELURUHNYA
4
5
6
93
30
22
20
23
100
148
106
75
50
79
226
250
50
48
86
43
111
70
169
34
73
250
170
12
531
75
15
100
JUMLAH PASIEN
JUMLAH HARI
MATI >= 48 PERAWATAN
JAM DIRAWAT
7
8
BOR
LOS
TOI
GDR
NDR
9
10
11
12
13
554
20
12
1,574
4.3
2.8
63.0
36.1
21.7
7,790
2,497
480
2,671
10,485
9,748
1,925
166
5,685
146
70
10
56
227
116
39
1
167
28
42
19
125
117
7
42
60
33,904
13,698
1,379
9,612
58,510
55,923
9,037
217
20,175
87.6
50.0
7.6
33.3
70.9
61.3
49,5
1,2
64,3
4.4
5.5
2.9
3.6
5.6
5.7
4,7
1,3
3,5
0.6
5.5
35.1
7.2
2.3
3.6
4,8
104,2
2,0
18.7
28.0
20.8
21.0
21.6
11.9
20,3
6,6
29,4
3.6
16.8
16.8
7.1
11.9
12.0
3,6
253.0
10'6
8,663
663
1,871
2,587
7,252
210
20,227
115
266
4,747
187
9
23
67
100
8
818
6
122
129
9
15
6
49
5
522
5
71
57,952
2,389
11,595
84,835
39782.0
646
148,406
5,427
826
19,607
94.0
19.3
43.4
93.0
64.1
14.8
76.6
41.0
20.0
58.0
6.7
3.6
6.2
32.8
5.5
3.1
7.3
0.0
3.1
3.9
0.4
15.1
8.0
2.5
3.1
17.8
2.2
0.0
24.0
2.9
21.6
13.6
12.3
25.9
13.8
38.1
40.3
0.0
2.2
25.7
14.9
13.6
8.0
2.3
6.8
23.8
25.7
0.0
1.1
15.1
-
Download