1- frequently asked question (faq) surat edaran

advertisement
FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ)
SURAT EDARAN NOMOR 16/22/DPM TANGGAL 24 DESEMBER 2014
TENTANG KRITERIA DAN PERSYARATAN SURAT BERHARGA,
PESERTA, DAN LEMBAGA PERANTARA DALAM OPERASI MONETER
Q : Apa latar belakang penerbitan Surat Edaran ini?
A : Surat Edaran ini diterbitkan sebagai upaya meminimalkan potensi
terjadinya gangguan likuiditas sistem keuangan melalui penyediaan
instrumen Operasi Moneter khususnya penggunaan Surat Berharga
dalam valuta asing dalam Operasi Moneter.
Q : Apa jenis, dan persyaratan Surat Berharga yang dapat
dipergunakan dalam Operasi Moneter?
A : Jenis dan persyaratan Surat Berharga antara lain
a. Untuk Surat Berharga dalam mata uang rupiah:
1) diterbitkan oleh Bank Indonesia, dan/atau Negara
Republik Indonesia;
2) tercatat di BI-SSSS; dan
3) tidak sedang diagunkan.
b. Untuk Surat Berharga dalam valuta asing:
1) Diterbitkan oleh negara lain yang bank sentralnya memiliki
kerjasama dengan Bank Indonesia dalam bentuk cross
border collateral arrangement;
2) sesuai denominasi asal negara penerbit;
3) tercatat pada aktiva Peserta Operasi Moneter yaitu yang
tercatat pada rekening surat berharga milik Peserta
Operasi Moneter di lembaga kustodian yang disepakati;
4) memiliki peringkat investasi (investment grade); dan
5) tidak sedang diagunkan.
Q : Apa kriteria Surat Berharga yang dapat dipergunakan dalam
Operasi Moneter?
A : Surat berharga yang memenuhi kriteria untuk dipergunakan dalam
Operasi Moneter, yaitu:
a. SBI yang memiliki sisa jangka waktu paling singkat 2 hari kerja
pada saat second leg Transaksi Repo.
b. SDBI yang memiliki sisa jangka waktu paling singkat 2 hari
kerja pada saat second leg Transaksi Repo.
c. SBN yang memiliki sisa jangka waktu paling singkat 3 hari kerja
pada saat second leg Transaksi Repo.
d. Surat berharga jangka pendek atau jangka panjang yang
diterbitkan oleh pemerintah negara lain (sovereign bond) yang
memiliki sisa jangka waktu paling singkat 30 hari kalender pada
saat second leg Transaksi Repo.
-1-
Q : Bagaimana penetapan harga dan haircut Surat Berharga dalam
Operasi Moneter?
A : Harga dan haircut SBI:
- Harga SBI dengan mempertimbangkan antara lain rata-rata
tertimbang tingkat diskonto saat penerbitan dan sisa jangka
waktu setiap seri SBI.
- Haircut SBI ditetapkan sebesar 0%.
Harga dan haircut SDBI:
- Harga SDBI dengan mempertimbangkan antara lain rata-rata
tertimbang tingkat diskonto saat penerbitan dan sisa jangka
waktu setiap seri SDBI.
- Haircut SDBI ditetapkan sebesar 0%.
Harga dan haircut SBN dan Surat Berharga dalam valuta asing
- Harga SBN dan Surat Berharga dalam valuta asing dengan
mempertimbangkan antara lain harga pasar masing-masing
jenis dan seri SBN dan Surat Berharga dalam valuta asing
(sovereign bond).
- Haircut SBN ditetapkan sebesar 5% sementara haircut Surat
Berharga dalam valuta asing adalah sebagaimana diumumkan
oleh Bank Indonesia pada saat pelaksanaan transaksi.
Q : Siapa saja yang dapat menjadi Peserta Operasi Moneter dan apa
saja persyaratannya?
A : Operasi Moneter dalam Rupiah, dapat diikuti oleh peserta berupa
Bank yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a.
berstatus aktif sebagai peserta di BI-SSSS dan Sistem BIRTGS;
b.
tidak sedang dikenakan sanksi penghentian sementara untuk
mengikuti kegiatan Operasi Moneter;
c.
wajib memiliki rekening giro di Bank Indonesia; dan
d.
wajib memiliki rekening surat berharga di BI-SSSS.
Operasi Moneter dalam valuta asing, dapat diikuti oleh peserta
berupa bank devisa yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. tidak sedang dikenakan sanksi penghentian sementara untuk
mengikuti kegiatan Operasi Moneter;
b. wajib memiliki rekening giro valas di Bank Indonesia; dan/atau
c.
wajib memiliki rekening surat berharga di lembaga kustodian
yang ditunjuk Bank Indonesia, untuk transaksi Operasi
Moneter dengan surat berharga dalam valuta asing yang tidak
ditatausahakan di Bank Indonesia.
-2-
Download