KREATIVITAS GURU PADA PEMBELAJARAN IPS

advertisement
KREATIVITAS GURU PADA PEMBELAJARAN IPS DALAM MENGGUNAKAN
PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMP NEGERI 1 TAMBAN
KABUPATEN BARITO KUALA
Rahmad Jayadie
Guru SMP Negeri 3 Tamban
[email protected]
Abstract
This certainly brings great effects to teaching and learning process, and one of the effects is
the implementation of Scientific Approach which develops 5M (observing, questioning,
experimenting, reasoning and communicating). It requires the understanding of the teachers
of social studies on teaching and learning in elaborating the scientific approach used in
Curriculum 2013. The research method is descriptive qualitative. The primary data sources
are two Social Science teachers at SMPN 1 Tamban and the secondary data sources are
taken by observation, interview and documentation. The research results showed that Social
Science teachers in SMP Negeri 1 Tamban have understood the teaching and learning
approach of Curriculum 2013 which is scientific with 5 M activities including observing,
questioning, experimenting, reasoning and communicating or collaborative networking. With
the facilities and infrastructures which are less supportive toward scientific teaching and
learning activities in Social Science, the teachers of SMP Negeri 1 Tamban have been able to
develop their creativity by directing students to think critically and creatively to build their
independence in solving social problems in society. This can be exposed through the use of
scientific teaching and learning model like Problem-Based Learning, Discovery and Inquiry.
Social Science teachers creativity in scientific teaching and learning activities can be seen in
the teachers efforts in the formulation of the lesson plan based on the steps in the scientific
teaching and learning activities, the preparation of materials, the classroom management,
media use, the utilization of study sources, the implementation of a teaching and learning
model and the submission of study results.
Key Words: creativity of teachers, teaching and learning process of social studies, scientific
approach
PENDAHULUAN
Manusia adalah satu-satunya makhluk di muka bumi ini yang diberikan oleh Allah
S.W.T akal dan nafsu, sewajarnya dengan kemampuan akalnya dapat memberikan
perubahan-perubahan apa saja yang ada pada dirinya dan bermanfaat untuk kepentingan
dirinya sendiri maupun orang lain. Utami Munandar (2009:6), mengatakan bahwa pendidikan
mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri
individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan Negara. Kemajuan suatu kebudayaan
tergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali, menghargai, dan memanfaatkan
sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan
kepada anggota masyarakatnya.
Pada proses pembelajaran, siswa banyak dipengaruhi oleh kegiatan mengajar guru. Ciri
belajar yang baik adalah dilihat dari kadar kegiatan siswa belajar, makin tinggi kegiatan
belajar siswa, makin tinggi peluang berhasilnya pengajaran. Seorang guru yang profesional
harus memiliki seperangkat, pengetahuan keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalnya. Dengan kata
lain, potensi merupakan perpaduan dari penguasaan pengetahuan, keterampilan, nilai dan
sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan
tugas/pekerjaannya atau gabungan dari kemampuan, pengetahuan, kecakapan sikap, sifat,
pemahaman, apresiasi, dan harapan yang mendasari karakteristik seseorang untuk berunjuk
kerja dalam menjalankan tugas atau pekerjaan guna mencapai standar kualitas dalam pekerja
nyata, sehingga memunculkan ide-ide atau kreativitas dalam pembelajaran.
Guru dituntut untuk kreatif dalam proses pembelajaran dengan harapan siswa tidak
mudah bosan dengan materi yang diberikan, dan siswa antusias mengikuti pelajaran. Dengan
belajar kreatif, maka pembelajaran akan berjalan dengan baik dan sederhana. Dalam
mengajar itu sendiri memerlukan dan mencakup pengembangan kreativitas. Kreativitas itu
sendiri bagian dari kebiasaan, bagian dari tindakan dan ide sehari-hari yang harus diciptakan
oleh seorang guru dalam pembelajaran.Kondisi proses pembelajaran, yang menyenangkan
dan tidak membosankan akan tercapai apabila adanya kreativitas guru dalam mengajar.
kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan panca inderanya dalam
menemukan suatu gagasan atau pikiran yang didukung dengan lingkungan tempat tinggalnya,
yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan intelgensinya dan kemampuan sosialnya dalam
bermasyarakat. Dengan kemampuan tersebut seorang guru dapat meningkatkan dan
mengembangkan kreativitasnya dalam membuat rencana dan tindakan dalam proses
pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif. Kreativitas Guru merupakan salah satu faktor
yang paling menentukan berhasilnya proses belajar mengajar pendidikan yang mana sebagai
pemikul tanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan pembelajaran suatu pendidikan.
Dengan pembelajaran yang variasi maka diharapkan siswa mampu meningkatkan aktivitas
dan prestasi belajar siswa.
Dengan adanya perubahan kurikulum pembelajaran IPS yaitu dari KTSP ke Saintifik di
SMP Negeri 1 Tamban menuntut guru untuk memahami bagaimana pembelajaran saintifik
dengan pengembangan kreativitasnya dapat mendukung proses pembelajaran IPS yang
menyenangkan sehingga aktivitas siswa meningkat, selain itu juga terciptanya siswa yang
kreatif serta
suasana kelas yang menyenangkan akan terwujud sehingga proses belajar
mengajar dapat terlaksana dengan baik yang tentu saja akan beraplikasi pada tercapainya
tujuan pendidikan sesuai yang dimanatkan dalam kurikulum 2013.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang
bersifat deskriptif bertujuan mendeskripsikan secara terperinci dan mendalam tentang
pemahaman guru dan pengembangan terhadap kreativitas guru dalam pembelajaran IPS
dengan menggunakan pendekatan saintifik di SMP Negeri 1 Tamban.
Penelitian
dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tamban, Km. 6 Tamban, Barito Kuala. Tempat penelitian ini
dipilih dengan pertimbangan , SMP Negeri 1 Tamban adalah salah satu sekolah negeri yang
paling awal
ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan kurikulum 2013 (piloting)
sehingga disini dituntut kreativitas guru dalam pengembangan pembelajaran IPS, SMP
Negeri 1 Tamban adalah sekolah yang mampu mewakili sekolah yang ada di Tamban karena
sarana dan prasarana yang cukup memadai, sehingga disini akan memberikan kemudahan
guru IPS dalam pengembangan pembelajaran kurikulum 2013. Selain itu juga SMP Negeri 1
Tamban adalah sekolahan yang berada di jalur sungai, perkampungan, dan kondisi geografis
yang mendukung dalam pengembangan pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik.
Sumber data ialah situasi yang wajar atau “natural setting”, peneliti mengumpulkan data
berdasarkan observasi situasi yang wajar, sebagaimana adanya, tanpa dipengaruhi dengan
sengaja. Data yang diperoleh dikelompokkan dalam 2 (dua) sumber, yaitu sumber data
primer, yang bersumber dari 2 orang guru IPS, wakasek kurikulum, kepala sekolah dan guruguru bidang lain. Sumber data sekunder, yaitu data dokumentasi berupa gambar-gambar yang
menunjukkan alat yang digunakan guru dalam menunjang kreativitas dan kegiatan yang
dilakukan oleh guru dalam mengorganisasikan pembelajaran kreatif sehubungan dengan
pembelajaran saintifik.. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui
observasi/pengamatan, wawancara, dan dokumen. Uji keterpercayaan data melalui teknik
tianggulasi. Teknik analisa data kualitatif terdiri dari tiga tahap pokok yaitu reduksi data,
penyajian/paparan data dan penyimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian kualitatif yaitu :
Uji kredibilitas, Pengujian Transferabilitas Pengujian Dependability dan Pengujian
Konfimrability.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.
Pemahaman Guru IPS Terhadap Pembelajaran Saintifik
Pendekatan Saintifik adalah pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa
sehingga peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui
tahapan-tahapan mengamati, menanyakan, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan
mengkomunikasikan (Kemdikbud, 2014:10). Menurut peneliti pendekatan saintifik
adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengarahkan kepada siswa untuk menggali
suatu informasi yang berasal dari mana saja, kapan saja yang tergantung arahan dari guru
dengan memanfaatkan media berupa internet dan sumber belajar lain seperti buku paket
atau buku yang relevan dan dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya. Untuk
menggali dan menginformasikan hasil belajar ,maka siswa diharuskan melakukan
kegiatan eksplorasi dengan pendekatan ilmiah yang dimulai dengan mengamati,
menanyakan,
menalar/mengumpulkan
informasi,
mengasosiasi/mencoba
dan
mengkomuniksikan serta membuat jejaring sosial.
Sebagian guru IPS di SMP Negeri 1 Tamban telah memahami dan melaksanakan
prinsip pembelajaran kurikulum 2013, hal ini dapat dilihat pada tahapan-tahapan
pembelajaran yang mereka laksanakan,yaitu :
a. Kegiatan pendahuluan : adanya
motivasi yang megarah dalam meningkatkan semangat belajar siswa. b. Kegiatan Inti :
dengan menarapkan
langkah-langkah pembelajaran saintifik yaitu Mengamati,
Menanya, Menalar , Mencoba, Jejaring pembelajaran/Mengkomunikasikan, c. Kegiatan
penutup : pengayaan materi pelajaran yang dikuasai siswa.
2. Kreativitas Guru IPS dalam Pembelajaran dengan menggunakan pedekatan
Saintifik
a. Pembelajaran IPS Dalam Kurikulum 2013
Implementasi Kurikulum 2013 berbasis kompetensi dalam pembelajarannya dapat
dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pendekatan tersebut antara lain pendekatan
pembelajaran konstektual (constextual teaching and learning), bermain peran,
pembelajaran partisipatif (participative teachinfg and learning), belajar tuntas (mastery
learning) dan pembelajaran konstruktivisme (constructivism teaching and learning).
Sedangkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran IPS banyak diarahkan pada
pendekatan dan model pembelajaran IPS yang dikembangkan dalam kurikulum 2013.
Pembelajaran IPS harus disajikan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik.scientific)
dan menggunakan model discovery, inquiry based learning, problem based learning dan
project based learning.
SMP Negeri 1 Tamban, guru IPS mempunyai latar belakang pendidikan ilmu sosial
yang mendukung dalam pemahaman pembelajaran IPS sehingga, guru IPS telah
melakukan kegiatan memahami perubahan kurikulum dengan mengkaitkan mata
pelajarannya, hal ini dapat dilihat pada saat supervisi kelas mereka telah membuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengarah pada pendekatan saintifik
yaitu dengan menggunakan model problem solving, penemuan dan kinerja proyek.
Dalam mengorganisasikan pembelajaran guru IPS telah memperhatikan langkah-langkah
pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik, seperti yang diungkapkan dalam
Kemdikbud (2014:11) yaitu:
1)
Peserta didik melakukan pengamatan atas suatu fenomena yang berupa gambar,
video dan lingkungan sekitarnya
2)
Peserta didik merumuskan pertanyaan berdasarkan hal-hal yang ingin diketahui
pada saat melakukan pengamatan
3)
Mengumpulkan data atau informasi dengan berbagai teknik, seperti membaca buku
siswa, mencari di internet, wawancara atau observasi
4)
Menganalisis data atau informasi yang diperoleh dari berbagai sumber untuk
menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan sampai menemukan jawaban yang
telah dirumuskan
5)
Mengkomunikasikan kesimpulan dengan mempresentasikan di kelas.
IPS adalah ilmu yang mempunyai disiplin ilmu terdiri dari Sejarah, Geografi,
Sosiologi dan Ekonomi. Dalam perkembangan kurikulum KTSP telah diarahkan untuk
pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Tamban diharuskan dalam pengajaran IPS secara
Terpadu tidak terpisah-pisah. Sedangkan dalam pembelajaran kurikulum 2013
merupakan pengembangan dari IPS Terpadu namun disini banyak dilakukan pada
kemampuan siswa dalam memahami dan memecahkan suatu masalah secara intensif
dengan menggunakan berbagai sumber belajar dan lingkungan.
Di SMP Negeri 1 Tamban pembelajaran IPS diarahkan pada keterampilan berpikir
kritis dan berpikir kreatif.
Menurut Sapriya (2011:144) berpikir kritis merupakan
aktivitas berpikir secara reflektif dan rasional yang difokuskan pada penentuan apa yang
harus diyakini dilakukan. Tujuan berpikir kritis adalah untuk menilai suatu pemikiran,
menaksir nilai bahkan mengevaluasi pelaksanaan atau praktik dari suatu pemikiran dan
nilai tersebut. Berpikir kritis mendorong munculnya pemikiran-pemikiran baru,
terkadang pembelajaran berpikir kritis erat kaitannya dengan berpikir kretif. Apabila
keterampilan berpikir kritis dilakukan, maka sebagaian dari pembelajaran kreatif.
Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Tamban guru IPS telah mendorong siswa untuk
memikirkan cara terbaik untuk memecahkan masalah,hal ini dapat dilihat pada kegiatan
mengamati dimana siswa diajak untuk mengamati keadaan lingkungannya yang nantinya
diaplikasikan dengan materi ajar, kemudian dilanjutkan pada tahap menanya dan
menalar, disini siswa diajak untuk mengkaitkan masalah dengan menggunakan teori
yang telah dikumpulkan baik lewat buku pegangan atau internet. Pada tahap mencoba
dan mengkomunikasikan guru IPS mengarahkan kepada siswa untuk mendiskusikan
untuk menganlisa permasalahan yang dihadapi untuk dipecahkan atau dicari solusi yng
terbaik yang nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun ternyata
siswa-siswa SMP Negeri 1 Tamban memiliki kemampuan yang sangat rendah dalam
melakukan kegiatan berpikir secara kritis dan kreatif yang tentu saja menghambat dalam
berpikir secara mandiri , sehingga diperlukan guru untuk membantu dalam memecahkan
masalah tersebut. Selain itu juga dalam mencari sumber belajar siswa menggunakan hp
masing-maasing, sedangkan hanya sedikit siswa yang memiliki hp yang android
sehingga sulit mengakses suatu materi di internet,
b.
Aplikasi Kreativitas Guru IPS dalam Pembelajaran Saintifik pada :
1) Pengorganisasian Pembuatan RPP (Rencana Perangkat Pemblajaran)
Guru IPS SMP Negeri 1 Tamban memahami dengan betul betapa pentingnya
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
efektif dan efisien. Dalam penyusunan RPP, guru IPS SMP Negeri 1 Tamban mengacu
pada silabus kurikulum 2013 yang telah dibuat oleh pemerintah kemudian, dari silabus
dimasukkan kompetensi inti dalam penyusunan RPP, menyesuaikan
dengan
kemampuan siswa disana dan lingkungan sekitarnya. Materi pelajaran yang diberikan
harus sesuai dengan tuntunan dan dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa,
perkembangan siswa, mengandung norma positif, serta memperhatikan minat dan
perhatian siswa. Kemudian format RPP yang dibuat menggunakan format langkahlangkah saintifik yang dimulai dengan mengamati, menanya, menalar, mengasosiasikan
dan jejaring kolaboratif
2) Materi Ajar
Dalam pengelolaan materi ajar guru IPS mendownload materi ajar di internet,
kemudian digali kembali materi-materi ajar yang mendukung dari sumber belajar lain
berupa buku-buku lain yang relevan dan lingkungan sekolah dengan harapan dengan
tersedianya bahan ajar yang bervariasi, maka siswa akan mendapat manfaat yaitu
kegiatan pembelajaran akan lebih menarik. Untuk mengatasi kurang sedianya buku
pegangan guru dan buku siswa, di SMP Negeri 1 Tamban guru IPS melakukan inisiatif
sebagai kreativitasnya dengan membuat modul pembalajaran,
3) Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas sangat erat hubungannya dengan manajemen kelas. Menurut
Weber (1994) seperti yang dikutip oleh Gane E. Hall dkk (2008:485) Manajeman kelas
adalah kumpulan strategi-strategi yang kompleks yang digunakan para guru untuk
membuat dan mempertahankan kondisi-kondisi yang memungkinkan para siswa untuk
belajar. Sebelum memulai pelajaran Guru IPS mengajak siswa berdoa. Kemudian
memberikan apersepsi berupa pertanyaan yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari,
seperti siswa sekalian coba anda perhatikan mata pencarian apa yang paling banyak
disekitarmu .Hal ini sesuai dengan keterampilan guru dalam membuat pertanyaan yang
jelas dan singkat dengan memperhatikan kemampuan berpikir siswa dengan harapan
siswa mengerti pertanyaan guru tersebut dan langsung di jawab dengan benar. Selain itu
juga adanya kemampuan keterampilan memberi acuan dengan menjelaskan secara
singkat yang berisi informasi sesuai dengan harapan jawabannya. Dalam mengelola
kelas juga diharapkan guru mampu melakukan hal-hal yang membangkitkan semangat
belajar siswa. Selain itu juga guru IPS di SMP Negeri 1 Tamban telah megarahkan
kegiatan diskusi yang bervariasi dengan berpedoman pada pendekatan pembelajaran IPS
untuk kemampuan berpikir siswa. Menurut Savage dan Amstrong (1996) seperti yang
dikutip oleh Sapriya (2011:80) ada 4 pendekatan untuk mendorong siswa
mengembangkan kemampuan berpikir dalam IPS adalah kemampuan berpikir kreatif
(creative thinking), berpir kritis (critical Thinking), kemampuan memecahkan masalah
(problem solving) dan kemampuan mengambil keputusan (decision making).
4) Media Belajar
SMP Negeri 1 Tamban dalam proses belajar mengajar selalu menggunakan LCD
sebagai media yang utama, dalam LCD dapat ditampilkan
gambar-gambar yang
menarik dan juga dapat digunakan untuk menampilkan video pembelajaran. Kemampuan
guru IPS dalam mengoperasikan Microsoft Power Point sangat baik, seperti dalam
menjelaskan materi ajar dengan menggunakan gambar-gambar animasi yang bergerak.
Namun permasalahanya adalah apabila lampu mati saya dapat menggunakan media
pembelajaran IPS lain seperti penggunaan chart bergambar. Diharapkan dengan
menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan produktivitas pembelajaran,
pembelajaran yang bersifat alamiah, dan akses pendidikan menjadi lebih sama bagi
semua peserta didik. Dalam penggunaan media guru IPS SMP Negeri 1 Tamban selalu
memperhatikan materi-materi apa yang akan disampaikan dan juga melihat kemampuan
dari siswa dalam mengamati suatu media pembelajaran tersebut. Menurut Midun (2009)
seperti yang dikutip oleh Rayandra A. (2012:20) pemilihan dan penggunaan media
hendaknya jangan didasarkan pada kesukaan atau kesenangan pengajar, tetapi
dilandaskan pada kecocokan media itu dengan karakteristik peserta didik, disamping
kriteria lain seperti kepraktisan dan kemudahan memperolehnya, kualitas teknik
penggunaan.
5) Sumber Belajar
Permasalahan yang utama bagi guru IPS disaat SMP Negeri 1 Tamban ditunjuk
sebagai piloting kurikulum 2013 adalah keterbatasan pada buku pegangan siswa, padahal
buku pegangan siswa adalah sumber belajar utama dalam memperlancar proses belajar
mengajar. Sumber belajar itu sebetulnya sangat melimpah di sekeliling kita, dan mampu
diolah oleh guru kapan saja tergantung kemauan dan kemapuan pedidik untuk
memanfaatkannya diolah menjadi bahan ajar yang menarik dan inovatif. Mengatasi
keterbatasan pegangan buku siswa ini guru IPS melakukan usaha yang kreatif dengan
mengcopy buku pegangan siswa dengan bantuan dana sekolah akhirnya dapat dicofykan
cofykan materi per materi sesuai dengan materi yang akan ajarkan saat itu dan minggu
depannya. Selain itu juga untuk menambah bahan ajar yang lain maka guru IPS
menggali informasi dari internet kemudian dimasukkannya dalam computer dengan
menggunakan LCD dapat menampilkan slide pembelajaran dengan program Microsoft
Power Point serta menganjurkan siswa saya anjurkan untuk menggali materi ajar di
internet sebagai sumber yang mendukung. Selain itu siswa diarahkan untuk
menggunakan perpustakaan kemudia perpustakaan sebagai sumber belajar dimana
disana akan diperoleh buku yang relevan dengan materi ajar. Selain itu juga guru IPS
SMP Negeri 1 Tamban dalam memanfaatkan sumber belajar dalam menjelaskan materi
dan memperkaya materi ajar, belajar lingkungan sekolah yaitu dengan mengajak siswa
ke perusahaan,dan mendatangi bank-bank untuk mendapatkan brosur/pamflet sebagai
sumber belajar, serta saya juga pernah mengajak siswa ke museum Banjar Baru sebagai
sumber belajar pada materi tentang kerajaan banjar dan penyiaran agama islam di
Kalimantan Selatan.
6) Metode Mengajar
SMP Negeri 1 Tamban guru IPS telah menggunakan kreativitasnya dalam
mengajar dengan menerapkan metode ceramah bervariasi, pengembangan metode
diskusi model kooperatif, dengan menggunakan model stik/tongkat berjalan dimana
stiknya diganti dengan spidol, model kereta api sebagai model buatan sendiri.
Selain metode diskusi di SMP Negeri 1 Tamban guru IPS juga mengembangkan Metode
proyek seperti keperusahaan dengan melakukan pengamatan dan wawancara yang telah
dibuatkan oleh saya, agar nantinya dalam bertanya siswa tidak mengambang dan sesuai
dengan materi yang akan disampaikan. Kemudian hasil wawancara dipresentasikan
kemudian siswa yang lain menanyajan hal-hal yang belum dipahami. Dengan demikian,
jelas bahwa guru IPS dengan kreativitasnya menggunakan model tersebut dengan
memanfaatkan lingkungan dan sarana prasarana yang mendukung, model ini merupakan
alternative model yang dapat digunakan dalam proses belajar IPS karena secara khusus
memfokuskan pada pelatihan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalahmasalah sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan pendapat Savage dan
Armstrong (1996) seperti yang dikutip oleh Sapriya (2011:149) bahwa sejumlah masalah
ada solusi terbaiknya secara benar dan tepat. Apabila dihadapkan pada situasi seperti ini,
guru hendaknya mendorong siswa menerapkan pendekatan problem solving.
7) Penilaian
Penilaian Kurikkulum 2013 yang dikenal disebut dengan penilain Auntentik di
SMP Negeri 1 Tamban oleh guru IPS belum sepenuhnya dilaksanakan, mereka hanya
melakukan penilaian sederhana, dikarenakan belum adanya pelatihan dalam penilaian
auntetik tersebut sehingga masih membingungkan guru di SMP Negeri 1 Tamban,
sehingga untuk itu diperlukan kreativitas dari guru tersebut dalam melakukan penilai an
secara kombinasi yaitu penilaian KBK dan Autentik Sedangkan Psikomotorik siswa
didapat dari kemampuannya berkomunikasi dalam kelompok dan kreativtasnya dalam
berdiskusi. Penilaian dalam kurikulum 2013 sangat banyak bukan saja kognitif saja,
melainkan pada afektif dan psikomotorik siswa seperti penilaian teman sejawat, namun
afektif dan psikomotorik sangat jarang dilakukan karena penilaian kurikulum 2013
sangat kompleks.
SIMPULAN DAN SARAN
1. Simpulan
Pemahaman pembelajaran saintifik ini dapat dilihat hampir semua guru di SMP Negeri 1
Tamban dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar melakukan kegiatan 5 M, yaitu
mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan dengan tujuan
membelajarkan siswa untuk dapat berpikir kritis dan menerapkan konsep dalam kehidupan.
Guru IPS di SMP Negeri 1 Tamban memiliki ciri-ciri seorang guru yang kreatif, seperti ;
minat luas , penuh energi, , percaya diri, berani mengambil resiko, disiplin, mandiri dalam
berpikir, dan komunikatif, mempunyai prakarsa, imajinatif,
peka terhadap kemampuan
siswa dan komunikatif, rajin. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah
kreativitas guru dalam proses belajar mengajar. Guru merupakan salah satu faktor yang
memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar, hal ini dikarenakan guru adalah
orang yang berhubungan langsung dengan siswa dalam proses belajar mengajar, dengan
kreativitas guru dalam proses belajar mengajar diharapkan siswa dapat mencapai hasil belajar
yang optimalKreativitas guru di SMP Negeri 1 Tamban sehubungan dengan pembelajaran
saintifik adalah berupa :
a.
Pembuatan RPP sendiri dengan mengacu pada silabus
b.
Pengelolaan materi ajar tanpa mengandalkan buku pegangan guru dan siswa saja ,
melainkan melalui internet.
c.
Pengelolaan kelas dengan memodifikasi proses belajar mengajar baik di dalam kelas
maupun di luar kelas
d.
Penggunaan Media belajar baik konvensional maupun non konvensional di sesuaikan
dengan sarana dan prasarana serta kemampuan siswa
e.
Pengelolaan sumber belajar terutama perpustakaan dan lingkungan sekolah
f.
Penggunaan model pembelajaran yang disesuaikan dengan pembelajaran saintifik serta
mengkombinasikannya dengan model ciptaan sendiri
2. Pengolahan nilai yang mengarah pada kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik
walaupun
dikombinasikan
penilaian
KTSP
dan
Penilaian
Autentik.
Saran
Pembelajaran Sainifik di SMP Negeri 1 Tamban belum optimal dalam pelaksanaannya
karena kurang memadainya
sarana dan prasarana sehingga harapan untuk menghasilkan
pembelajaran yang lebih optimal kurang tercapai. Terkadang kreativitas guru IPS di SMP Negeri
1 Tamban dalam pembelajaran, belum dilaksanakan secara sadar dalam kegiatan proses belajar
mengajar, karena mereka melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar diawasi oleh kepala
sekolah dan pengawas. Padahal sangat diperlukan seorang guru
dengan kreativitas dalam
pembelajaran yang variatif sehingga tercapailah tujuan pembelajaran yang menyenangkan. ,
sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Asyhar Rayandra. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi.
Asep Herry Hernawan, dkk. 2010. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta :
Universitas Terbuka.
Depdikbud. 2013. Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tk. SMP/Mts Mata
Pelajaran IPS Jakarta
Depdikbud. 2014. Buku Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VIII.
Jakarta
Gene E Hall,Linda F Quinn, Donna M. Gollnick. 2008. Mengajar Dengan Senang
Menciptakan Perbedaan Dalam Pembelajaran Siswa. Jakarta : PT. Indeks.
Munandar, Utami. 1999. Kreativitas dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi
Kreatif dan Bakat. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
----------------------------. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta : PT
Rineka Cipta
Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta : Hikayat Publishing.
Sapriya, 2011. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Download