Kepemimpinan Majemuk Dalam Jemaat Lokal (Kornelius Darto)

advertisement
" Yang hUang akan Kucari. yang tersesat akan Kuba wa pulang, yang luka akan kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, ser/a yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembaJakan mereka sebagaimana seharusnya." Yehezkiel 34:16
Penerbit : Yayasan Pekabaran Injil " JALAN suel " Jalan Siamet Riyadi 48 A, Tel. (0341) 96321 , 97203 , P.O. Box 106, Lawang - 65201 , Malang-Jatim , INDONESIA. kat dan pedoman di dalam pelayanan kita.Dalam kesempatan
ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak ter­
hingga kepada semua penatua yang ada di seluruh Irian Jaya
dan Manado. Dan juga ucapan terima kasih kepada keluarga
besar LBTC serta siswa-siswi LBTC yang turut ambil bagian
dalam pembuatan/pengadaan buku ini. Untuk hal tersebu.t
biarlah kiranya berkat Tuhan Yesus memenuhi di dalam hid up
anda semua.
Pada akhirnya penulis ucapkan selamat membaca, Roh
Kudus yang hidup itu akan menghidupkan tulisan-tulisan
yang mati ini.
Tuhan yesus memberkati.
Was 5 a I a m,
Penulis
KORNELIUS DARTO S.
1
PENDAHULUAN
1
DAFfAR lSI
3
. . . . . .. . . . . . .. . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . .. .. . . ..
SIDANG JEMAAT (TUBUH KRIST US) LOKAL
......
5
............................
7
.................................
8
TUHAN YESUS SEBAGAI KEP ALA TUBUH KRISTUS ..............................................
9
PERSYARATAN UNTUK MENJADI PENATUA­
PENATUA ....... .... ................... ...... ........
10 TUG AS-TUG AS DAN TANGGUNG JAWAB PENATUA ........................................... .
22 BEBERAPA PETUNJUK YANG PERLU DI­
PERHATIKAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
38 DIAKEN-DIAKEN
55 KEPEMIMPINAN JAMAK
PENATUA ITU APA
.....................................
PENDOA SYAFAAT
.. ................................
3
58 pembentukan tubuh Kristus yang baru disatu tempat ialah
pengangkatan ketua-ketua. Hal ini perlu dilakukan sebagai
langkah perkembangan dalam jemaat tubuh Kristus seperti di­
lakukan oleh Rasul Paulus.
"Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua­
penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa,
mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan,
yang adalah sumber kepercayaan mereka ".
Kis. 14:23
Untuk mengarah kepada perkembangan yang lebih jauh,
maka setiap jemaat harus mempunyai sistem kepemimpinan
yang lengkap. Pemerintahan utama dalam jemaat ditanamkan
lewat kepenatuaan. Penatua adalah merupakan team pelayan­
an penggembalaan, di mana melalui team tersebut dapat me­
ngambil keputusan-keputusan bagi satu persekutuan tubuh
Kristus setempat. Dalam suratnya Paulus mengatakan kepada
orang-orang di Filipi;
"Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus kepa­
da semua orang kudus dalam kristus Yesus di Filipi, dengan
para penilik dan diaken"
Fif. 1:1.
5
nllrani yang suci. Mereka jllga diuji dahlliu bam ditetapkan da­
lam pe/ayanan itu setelah mereka ternyata tak bercacat. Oemi­
kian pilla istri-istri hendaklah orang terhonnat, jangan
pemfitnah, hendaklah dapat 1I1enahan diri dan dapat dipercayai
dalam segala hal. Oiaken haruslah sl/ami dari satu istri dan
meng7lrus anak-anaknya dan ke/uarganya dengan baik. Karena
mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang
baik sehingga dalam iman kepada Kristlls Yesus mereka da­
pat bersaksi dengan leluasa".
I Tim. 3:8-13.
Selanjutnya untuk memiliki sistim kepemimpinan yang
lengkap dalam jemaat, maka jemaat harus dilengkapi dengan
jawatan-jawatan rohani.
"Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota masing-masing
secara khusus suatu tempat kepada tubuh, seperti yang dikehen­
dakiNya".
I Kor. 12:18.
"Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat;
pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai peng­
ajar. Selanjutnya mereka yang mendapat kanmia untuk menga­
dakan mujizat, untuk menyembuhkan, untllk melayani, untuk
6
lam segala hal kem'ah Oia, Kristlls adalah kepala ".
Ef·4:11-15.
KEPEMIMPINAN JAMAK
"Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini,
supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur supaya
engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang
te/ah kupesankan kepadamu, yahi orang-orang yang tak berca­
cat, yang mempunyai hanya satu istri, yang anak-anaknya hi­
dup beriman dan tidak dapat dituduh hidup tidak senonoh atau
hidup tidak tertib, sebab sebagai pengatur rumah Allah penilik
jemaat harus ......
Titus 1:5~7.
"Oi liap-liap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua­
penatua bagi jemaal itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mere­
ka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan yang ada­
lah sumber kepercayaan mereka".
Kis. 14:23
"Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut
kami dengan suka hati. Pada keesokan harinya pergilah Paulus
7
Disamping mengawasi kawanan domba, penatua juga ha­
rus bisa memformulasikan visi yang didapat dari otoritas Al­
lah yang Maha Tinggi. Untuk hal itulah penatua-penatua
dituntut memiliki kerendahan hati untuk saling menaklukkan
diri dalam otoritas yang Allah percayakan kepada mereka. Ke­
lompok penatua tersebut harus mempercayai bahwa Allah ber­
bicara dengan jelas mengenai arah dan gerak jemaat menuju
pertumbuhan yang sesuai dengan kehendakNya.
PEN A T U A I T U APA
?
Dalam bahasa Yunanipenatua ialah " Pre s but e r 0 s "
artinya orang yang sudah berumur atau orang yang lebih tua
umurnya. Kata "uskup" (pengawas), penilik (overseer) dalam
perjanjian baru menunjukkan jabatan seseorang.
"Dan Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepa­
da semua orang kudus d11lam Kristus di Filipi, dengan para pe­
nilik jemaat dan diaken ".
Filipi 1:1.
8
tiap-tiap jemaat memiliki kepemimpinan sendiri-sendiri.
TUHAN YESUS SEBAGAI KEPALA TUBUH KRISTUS
Sekalipun dalam jemaat lokal Tuhan Yesus telah menentu­
kan penatua-penatua, tetapi dalam pemerintahan tubuh Kris­
tus yang menjadi kepala ialah Yesus sendiri.
-
-
I KoT. 11:3, "Tetapi aku mau supaya kamu mengetahui hal
ini, yaitu kepala daTi tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala
dari perempuan ialah laki-laki dan kepala daTi Kristus ialah
Allah"
Kristus duduk di tempat surgawi, jadi tubuhNya dalam te­
rang surgawi.
-
Kepala dan tubulu'\Jya tidak boleh dipisahkan sebagai tu­
buh, dipersembahkan segagai persembahan yang kudus.
Kita harus dirubah sarna sekali supaya kepala cocok di tu­
buhNya (kualitasnya sarna).
-
Kepala dalam bahasa aslinya tidak diartikan pemerintahan,
tetapi sumber kehidupan, jadi di dalam Kristus ada sumber
kehidupan yang mengalir kedalam tubuhNya.
9
pengabdian diri kepada Tuhan. Jadi seorang penatua harus
menyadari bahwa pekerjaan yang indah tersebut harus disertai
dengan pengabdian yang sungguh-sungguh mendasar menge­
nai kepenatuaan. Tuhan Yesus berkata barangsiapa yang mau
menjadi kepala harus menjadi hamba lebih dahulu. Hamba ar­
tinya pelayan, jongos, pramuria, pembantu dU. Jadi bukan
pangkat atau kedudukan. Lebih lanjut Tuhan Yesus berkata
"Siapakah yang lebih besar orang yang makan di depan meja
atau orang yang melayani meja ?" Tetapi Aku berkata kepada­
mu; Aku datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.
Jadi jelas sekali seorang penatua harus siap menjadi pelayan
kapan saja, baik dalam keadaan senang maupun dalam kea­
daan tidak senang. Tetapi perlu diingat penatua bukan hamba­
nya jemaat, tetapi hambanya Tuhan Yesus. Sebagai penatua
harus bisa memberikan kehidupannya kepada Jemaat. Untuk
hal itulah penatua harus memiliki persyaratan-persyaratan se­
bagai berikut :
(Ayat bacaan I Tim. 3: 1 - 7, Titus 1 : 5 - 9)
10
4. Seorang penatua haruslah bijaksana.
Bijaksana artinya harus mempunyai hikmat. Orang yang
bijak tidak tergesa-gesa mengambil keputusan sekalipun
dalam si tuasi yang begi tu mendesak, bahkan dalam kea­
daan yang sulit sekalipun orang yang bijak akan dengan
tenang mengambil langkah-Iangkah yang bijaksana. Ingat,
pada waktu raja Salomo menghadapi dua pelacur yang
memperebutkan bayinya (I Raja 3 : 16 - 27). Orang yang
bijaksana akan terlihat dari cara berkata-kata. Kata­
katanya penuh dengan hikmat dan kebijaksanaan, atau
kata-katanya seperti tong kosong yang berbunyi nyaring
(gemerincing) ? Dalam jemaat tubuh Kristus kita melihat
beraneka ragam karakter, bahkan persoalan-persoalan
yang berbeda satu dengan yang lainnya. Bisa dibayangkan
bagaimana jika berbagai masalah terjadi, padahal penatua­
nya tidak bijaksana. Kematangan rohani dan kedewasaan
seringkali dapat dinyatakan melalui tindakan/langkah­
langkah yang amat bijaksana. Jadi penatua harus memiliki
kebijaksanaan.
11
inginkan Firman Tuhan tersebut, maka kita akan sopan
san tun kepada semua orang, baik dalam tingkah laku
maupun kata-kata. Dan perlu diingat sopan santun ini ti­
dak boleh dibuat-buat atau dengan pura-pura (munafik)
karena Tuhan tidak suka dengan budaya kepura-puraan.
Kita harus bersopan santun karena kita memang sopan.
6.
Seorang penatua suka memberi tumpangan.
Artinya rei a memberi tempat tinggal untuk waktu-waktu
tertentu bagi siapapun yang membutuhkan pertolongan.
Hal ini harus dilakukan dengan kerelaan dan senang hati.
Kebaikan ini jangan dilakukan seolah-olah kepada ma­
nusia, tetapi lakukan itu buat Tuhan.
"Dan segafa sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan
atau perbuatan, /akukanlah semuanya itu dalam nama Tu­
han Yesus, sambil mengucap syubr oleh Dia kepada Allah,
Bapa kita.
Kol.3 : 17.
Tuhan Yesus pernah berkata; waktu Aku lapar kan1u ti­
dak memberi Aku makan, waktu Aku haus kamu tidak
memberi Aku minum, demikian juga waktu Aku tidak
12
yang baik akan mengalir hal-hal yang baik juga. 01ehnya
kita perlu mendapatkan sumber/perbendaharaan tersebut
yaitu melalui belajar Firman Tuhan sebanyak mungkin.
Para rasul di jemaat mula-mula itu, lebih banyak ber­
doa/membaca Firman Tuhan karena dari situlah sumber
pengajaran, khotbah dan lain-lain. Pengajaran yang murni
akan menjadi pewahyuan illahi, jika kita senantiasa hadir
dalam Dewan' Musyawarah Tuhan untuk menerima
petunjuk-petunjuk dan segala keputusanNya.
"Sebab siapakah yang hadir dafam Dewan Musyawarah Tuhan,
sehingga ia memperhatikan dan mendengar FirmanNya? Sia­
pakah yang memperhatikan FirmanNya dan mendengarnya?
Sekiranya mereka hadir dafam Dewan MusyawarahKu, niscaya­
fah mereka akan mengabarkan FinnanKu pada UlnatKu, mem­
bawa mereka kembali dari tingkah langkahNya yang jahat dan
dari perbuatan-perbuatannya yang jahat ".
Yer. 23 : 18,22.
Kemampuan mengajar dan berkhotbah tidak cukup jika
tidak disertai dengan kehidupan yang sesuai Firman Tu­
han itu sendiri. Kita tidak sekedar menjadi corongnya Tu­
han, tetapi lebih dari itu kita harus menjadi contoh atau
13
Nya penatua boleh mengalirkan kepada jemaat atau umat
Tuhan yang ada. Oleh sebab itu, peranan Roh Kudus sa­
ngat penting, di dalam hidup kita, sehingga dengan ke­
kuatanNya kita akan mampu memberitakan atau menga­
jar (khotbah) Firman itu dalam segala keadaan.
"Beritakanlah Finnan, siap sedialah baik atau tidak baik waktu­
nya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah de­
ngan segala kesabaran dan pengajaran".
II Tim. 4:2.
8. Bukan pemarah.
Seorang penatua seharusnya orang yang tidak mudah ma­
rah, tetapi peramah. Pemarah lawan katanya penyabar.
Tuhan Yesus adalah contoh yang nyata dalam hal ini. Ke­
sabaranNya, kelembutan hatiNya yang akhirnya mampu
memberi pengampunan kepada orang-orang yang ber­
dosa.
"Belajarlah kepadaKu karena Aku lemah lembut dan rendah
hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan ". Matius 11 :29.
Tetapi Tuhan tidak pemah kompromi dengan orang­
orang yang munafik, tegar tengkuk. Dia juga marah akan
14
telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada ka­
mi".
. 2 Kor. 5:18
Tidak hanya persoalan yang sulit-sulit saja, tetapi dalam
keadaan bagaimanapun juga perdamaian itu harus nya;ta.
Untuk hal tersebut diperlukan, kasih Allah yang hilus
ikhlas dalam hati kita sehingga bisa bertindak adil, ·tidak
memihak siapapun. Kita harus memiliki posisi yang ne­
tra!. Sebagai wakil Allah kita harus' berada di tengah­
tengah an tara satu dengan yang lainnya . Seorang penatua .
bagaikan imam yang mewakili Allah terhadap umatNya.
Dalam hal inilah kita bertugas menjembatani antara satu
dengan yang lainnya di hadapan Allah. Sekalipun timbul
persoalan-persoalan diantara mereka maka akan dapat di­
damaikan. Dan Allah sumber damai seiahtera itu akan
memberikan damaiNya diantara kita semuQ.­
10. Bukan hamba liang.
Cihta akan uang adalah akar dari kejahatan (J Tim 6:10).
Sebab oleh uanglah beberapa orang 'telah menyimpang
dari imandan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka. Untuk melaksanakan kegiatan, kebutuhan hidup,
15
jemaat kepada orang-orang yang mampu melakukannya,
dengan syarat orang tersebut harus jujur di hadapan Tu­
han dan man usia. Sekali lagi kita tidak perlu kuwatir de­
ngan kebutuhan kita. Allah yang akan memperdulikan
kita dan mencukupkan segala kebutuhan dan keperluan
kita.
11. Seorang kepala keluarga yang baik.
Seorang penatua harus bisa menjadi kepala keluarga yang
baik dengan demikian dia dapat memimpin rumah tang­
ganya. Sebab jika dia tidak bisa memimpin rumah tangga­
nya bagaimana akan mengurus jemaat tubuh Kristus? Ke­
pemimpinan seorang penatua dapat dilihat/diukur mela­
lui kemampuannya mengepalai rumah tangganya. Sebagai
seorang kepala keluarga dia harus dapat menghayati hu­
kum pemikahan. Hal yang pertama disebutkan bahwa
suami Oaki-Iaki) adalah kepala ism, dan kepala suami
adalah Tuhan sendiri.
16
diwujudkan di dalam hidupnya. Fungsi sebagai kepala
dari istn menunjukkan ketenkatan yang amat dekat dima­
na suami harus bisa memberikan perlindungan kepada is­
tri dan anak-anaknya . Sesuai dengan bahasa Indonesia
yang benar kepala artinya;
a. Bagian ujung yang terutama, terpenting, dan yang
pokok.
b. Penghulu atau pimpinan.
c. Tempat otak yaitu sebagai pusat pikiran, akal budi.
Oalam bahasa yang lain kepala artinya sumber kehidupan.
Sedangkan kita mengetahui bahwa sumber kehidupan ia­
lah Tuhan Yesus. Jadi dan pengertian di atas kita dapat
menyimpulkan bahwa seorang suami (kepala keluarga)
akan dapat menjadi sumber kedamaian bagi keluarganya,
sumber kebahagiaan dan segala sumber yang indah bagi
keluarganya, asal seorang suami tetap menaruh Knstus
sebagai kepala dalam hidupnya. Tetapi akan terjadi hal
yang sebaliknya jika tidak dapat menempatkan dirinya se­
·suai dengan aturan yang Tuhan buat. Suami akan menjadi
17
Demikian juga suami hams mengasihi istrinya sama seperti tu­
buhnya sendiri; siapa mengasihi istrinya mengasihi dirinya sen­
diri. Sebab tidak perlUlh orang membenci tubuhnya sendiri,
tetapi mengasuhnya dan merawatnya, sama seperti Kristus ter­
hadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuhNya. Sebab itu
laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu
dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi saotu daging. Raha­
sia ini besar tetapi yang kuinakSudkan ialah hubungan Kristus
dan jellUlat. BagaimalUlpun juga, bagi kamu masing-masing
berlaku; kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hen­
daklah menghormati suaminya ".
Et.5:22-33.
Jika perkara-perkara yang di atas dapat kita lakukan maka
dengan senditinya istri dan anak-anak akan mudah diu­
rus, karena mereka akan menempatkan dirinya masing­
masing dalam kedtidukan yang Allah sudah tentukan.
Olehnya tunjukkan keteladananmu mulai dati keluarga
senditi. Baik dalam kasih, kata-kata, ibadah, pelayanan
maupun perhatian dalam keluarga. Hal yang tidak kalah
pentingnya ialah kita harus dapat menjaga keseimbangan
18
hnmba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan
sebagai manusia, fa telah merendahkan diriNya dan taat sampai
mati di kayu salib.
Fil. 2:5-8 .
Tanpa Dia sebenarnya kita tidak ada apa-apanya. Oleh se­
bab itu tidak ada yang perlu kita banggakan dari diri sen­
diri, sebab jika tidak maka keangkuhan (kesombongan) itu
akan membuat kita merasa Iebih dati pada yang lain. Biar­
lah kita memiliki pengertian sebagai berikut; kelebihan
orang lain merupakan kekurangan kita, dengan demikian
kita akan memiliki kerendahan hati yang tulus. Semakin
Tuhan memakai kita dan memenuhi dengan segala karu­
niaNya, maka perlu semakin rendah hati. Seperti padi ma­
kin berisi makin menundukkan diri. Jika ada perasaan
sudah berjasa dalam pekerjaan Tuhan atau merasa berjasa
dalam keberhasilan tertentu, inilah yang membuat kita
mengarah kepada menara-menara keangkuhan. Ingat !
Tuhan tidak segan-segan menghukum, jika mendapati
orang-orang kepercayaanNya berbuat seperti itu. Raja
Daud sempat mengalami pengalaman yang cukup pahit.
Mengapa Tuhan terpaksa mengedangkan (menekankan)
19
Mal. 2:7.
Sebagai seorang pena tua harus dapat memegang teguh
perkataan yang ben ar, sudah tentu perkataan yang dida­
sari kebenaran Firman Tuhan. Sebab jika kita menyimpang
dari jalan tersebut, maka banyak orang akan tergelincir
oleh pengajaran yang kita sampaikan. Oengan penyim­
pangan tersebut, kita telah merusakkan perjanjian Tuhan
dengan umatNya. Akibatnya ialah Oia akan membuat kita
hina dan rendah bagi seluruh umat yang ada. Akhimya
untuk menghindarkan diri dari hal-hal tersebut hendaklah
perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya dian­
tara kamu sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar
dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menya­
nyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani,
kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu
(Kol. 3:16). Oasar inilah yang akan membuat setiap perka­
taan kita menjadi lebih jelas atau nyata, mudah dimengerti •
dan diikuti oleh umat. Janganlah membuat umat gelisah,
resahlah karena perkataan-perkataan kita yang tidak ada
ujung pangkalnya. Tetapi nyatakanlah kepada umat
20
lam jemaat maupun di dalam masyarakat, agar jangan di­
gugat orang sehingga jatuh ke dalam jerat Iblis. Kesaksian
hidup yang nyata dalam Kristus akan menunjukkan dan
membuktika n hidup kita sebagai ciptaan yang baru. Nama
baik seseorang !tanya dapat diwujudkan di dalam kehidu­
pan yang baru di dalam Kristus. Walaupun mungkin jauh
sebclum mengenal Kristus, hidu p ini diwarnai dengan
berbagai macam keduniawian (kekafiran) bahkan mung­
kin tingkah laku yang kriminal, sehingga membu at nama
kita tcrcemar di tenga h-tengah ma syarakat. Un tuk menja­
d i penatua sesuai dengan syarat d i a tas harus mempu nyai
nama yang baik. Jadi untu k memperbaiki citra yang tak
baik perJu ada tenggang waktu untuk membuktikan bah­
wa kita tida k hid up seperti dull! lagi. Pembuktian kehi­
d upan yang baru d alam Kristus secara nya ta harus kita
tu nju kkan kepada masyarakat sehingga lambat lau n ma­
syarakat aka n mengakui citra yang baru dalam hidup kita.
Finnan Tuhan menyatakan seorang penatua janganiah
orang yang baru bertobat. Hal ini membuktikan bahwa
tenggang waktu itu harus ada, agar semua orang dapat
21
Sebagaimana diketahui penatua diangkat untuk meng­
awasi, jemaat tubuh Kristus lokal dalam bidang rohani. Dalam
arti tertentu adalah orang yang cukup lama mengikut Tuhan
dan cukup matang (dewasa) yang dapat menjadi penatua. Dan
penatua itu diangkat secara resmi, dan diteguhkan di hadapan
jemaat setempat. Rasul-rasul a ta u pelayanan kerasulan yang
akan menetapkan atau mengangkat seseorang untuk menjadi
penatua, sehingga secara resmi orang tersebut mendapat pe­
ngakuan dari jemaat setempat.
"Oi tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan pe/Ultua­
pe/Ultua bagi jemaat itu, dan setelah berdoa dan berpllasa, mere­
ka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan yang ada­
lah sumb~r kepercayaan mereka ".
Kis. 14:23.
Orang-orang yang telah diangkat atau diteguhkan menjadi
orang yang dikhususkan untuk melakukan pelayanan dan
tanggung jawab, mereka harus bisa membuktikan pelayanan
secara nyata. Hal ini sangat penting karena menunjang per­
kembangan jemaat dan menjadi soko guru yang menopang ke­
benaran Tuhan. Secara pribadi, seorang penatua harus
22
Nya aan 1I1enghimpllnkanl1ya aengan tanganNya; anak-anak
a01l1 ba aipangkuNya, inallk-il1dllk domba ditul1tllnNya dengan
hati-hati.
Yes. 40:11.
Untuk dapat mengawasi atau memastikan bahwa domba­
domba tersebut aman dan terpelihara, seorang gembala
harus mengenal satu persatu domba-dombanya dan juga
dikenal oleh domba-dombanya. Hal ini menunjukkan ke­
akraban dan pendekatan dengan domba-dombanya. Dan
dengan kewaspadaan yang tinggi kita dapat mengawasi
domba tersebu t.
"Ka rena itu jagalah airimll dan jagalah seillruh kawanan, kare­
na ka1l1!1lah yang ditetapkan Roh KlIalls menjaai penilik IIntlik
menggembalakan jematlt Allah yang diperolehNya dengan aa­
rah AnakNya sendiri. Aku tahll sesudah aku peTgi, serigala­
seTigala yang ganas akan masuk ke tengah -tengah kamu dan ti­
dak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara
kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran
palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang
benar supaya mengikut mereka ".
Kis. 20:28 - 30
23
Engkau mengllrapi kepalaku dengan /I1inyak, pialaku penuh
melimpah . . . ".
Maz. 23.
a. Membawa ke tempat yang tenang yaitu ke rumput
yang hijau dan sumber air yang segar, serta membiar­
kan domba-domba itu berbaring dengan tenang.
Sungguh berat tugas bagi seorang gembala, karena ha­
rus dapat menciptakan suasana seperti di atas, berba­
gai macam persoalan dan kesulitan-kesulitan yang
dialami oleh jemaat harus dapat diatasi. Jangan meng­
hindarkan diri dari situasi yang dialami oIeh jemaat,
tetapi a tasiIah semua keadaan tersebut dengan me­
ngandaIkan pertoIonganNya. Maka jemaat akan men­
galami kemenangan-kemenangan dari semua persoal­
an yang ada. Kehadiran gembala tidak membuat makin
keruh, sulit, tetapi akan menciptakan nuansa yang baru
bagi jemaat. BawaIah mereka kepada ketenangan, kese­
garan dan makanan yang cukup secara rohani.
24
adalah tanggung jawab kita. Keluar masuknya setiap
domba harus lewat pintu dan pintu itu ialah gembala
itu sendiri (Yoh. 10:1-7). Domba itu biasanya mengikuti
gembalanya dari belakang, jadi kalau ada yang tersesat
pasti karena domba itu tidak dengar-dengaran. Seo­
rang gembala harus merasa pasti bahwa domba­
dombanya aman waktu di luar dan lengkap waktu di
kandang. Gembala-gembala di Israel mengumpulkan
domba-dombanya dalam kandang yang dibuat dari
batu, dan batu itu disusun begitu rupa sehingga me­
nyerupai tembok keliIing. Tetapi kandang tersebut ti­
dak mempunyai daun pintu, karena pintunya ialah
gembala itu sendiri. Jadi jika malam teIah tiba dia akan
berbaring di pintu tersebut, sehingga siapapun yang
akan masuk atau keluar harus melewati gembaIa. Jika
ada serigala-serigala yang akan meneuri domba-domba
pasti akan mengalarni kesulitan, karena harus melewati
gembala, dan dengan tongkatnya serigala tersebut pas­
ti diusimya. Sis tim pengawasan seperti di atas, akan
membuat domba-domba aman dan tidak mudah hi­
lang, jadi harus ada penga wasan yang ketat sehingga
25
maat yang tersesat/hilang untuk kembali dan memper­
baharui hidupnya.
"Dan Aku sendiri akan meng1llnplilkan sisa-sisa kambing
dOl11baKli dari segala negeri kel11ana Aku mencerai-beraikan
mereka, dan Akll akan membawa mereka kembali kepadang
mereka; mereka akan berkembang biak dan bertambah ba­
nyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala
yang akan lIlenggembalakan mereka, sehingga mereka tidak
takut lagi, tidak terkejllt dan tidak hilang seekorpun de/l1i­
kianlah Firman Tuhan ".
Yer.23:3-4.
Ingat ! Jika ada jemaat yang tersesat atau hilang jangan­
lah oleh karena kelalaian atau sikap kita yang penge­
cut. Karena jika hal tersebut terjadi maka jemaat akan
teruerai-berai, dan jika umat tercerai-berai Tuhan akan
membalas.
"Sedangkan seorang upahan yang bukan gembala dan yang
bukan pemifik domba-domba itu sendiri, ketika melihat seri­
gala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lad, se­
hingga serigala itu menerkam dan mencerai-berikan
26
"Oleh sebab itu Aku sendirilah yang lI1enjadi hakill1 di anta­
ra domba gemuk dengan domba yang kurus; oleh karena se­
mua yang lemah kamu desak dengan lall1bllngmu dan
bahumu serta kamu tanduk dengan tandukll1u, sehingga
kamu menghalau mereka keluar kandang, maka Akll akan
menolong domba-dombaKu, supaya mereka jangan lagi lI1en­
jadi mangsa dan Aku akan menjadi hakill1 di antara domba
dengan domba ".
Yeh . 34:20-22.
Akibat perkara-perkara tersebut, hatinya begitu terluka
atau memang Tuhan sedang membersihkan hidupnya,
sarna seperti carang-carang yang dibersihkan, ada be­
kas sayatan-sayatan, potongan-potongan, irisan-irisan
yang meninggalkan luka-luka yang kadang-kadang
menyakitkan. Terhadap orang-orang macam ini, kita
harus datang mendekati dan membalut luka mereka.
Janganlah terlalu berharap untuk orang tersebut da­
tang kepada kita, tetapi kitalah yang harus datang ke­
pada mereka dengan cara mengunjungi ke rumahnya.
Dan hal ini tidak cukup sekali, tetapi harus berulang
kali, sebab kesembuhan tidaklah akan terjadi sekaligus
27
akan tumbuh akar yang pahit dan mencemarkan ba­
nyak orang, akibatnya banyak orang yang terluka (Ibr.
12:5). Tetapi jangan kuatir karena korban Kristus di
kayu salib, cukup untuk menyembuhkan luka-Iuka itu,
sebab darahNya sudah tercurah.
d. Menguatkan yang sakit.
"Ada orang-orang yang sakit akibat kelakuan mereka yang
berdosa, dan disiksa oleh karena kesalahan-kesalahan mereka;
mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah
sampai pada pintu gerbang maut".
Maz.107:17-18,
Keadaan di atas banyak dialami oleh anggota jemaat
tubuh Kristus yang kita layani. Olehnya kita perlu
memberi perhatian secara khusus bagi setiap anggota
jemaat, khususnya yang sedang sakit. Baik sakit secara
rohani maupun secara jasmani.
"Kalau ada di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil
para penatua jemaat supaya mereka mendoakan dia serta
mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan ".
Yak. 5:14.
28
rzya ".
.
Yeh . 34:16.
Sungguh sangat menarik ayat tersebut di aias, sebab
seringkali kita lengah sehingga tidak memperhatikap.
d omba-domba yang gemuk dan kuat,sebab perhatian
lebih banyak ditumpukan kepadayang hil ang, ya ng
luka, yang sakit sehingga yang gemuk dankuat tidak
kita lindung', karena mungkin kita anggap keaqaan nya
sudah aman. Tetapi perlu di ingat, serigala-serigala bia­
sanya sudah mengincar domba yang gemuk. Bahkan
jika ada gembala-gembala upahan atau pencuri­
pencuri d omba pasti mereka akan menginca r yang
gemuk-gemuk. Jemaat yang gemuk dan kuat dalam
arti yang luas adalah merupakan aset bagi jemaa t itu
sendiri. Oleh sebab itu para gembalaharus bisa melin­
dungi aset-aset tersebut, sehingga dapat didayaguna- .
kan bagi kepentingan jemaat tubuh Kristus yang ada.
Banyak sekali orang-orang. yang memiliki kenLampuan
bahkan kesanggupan-kesanggupan yang .bennanfaat
bagi jemaat, tetapi tidak diberi kesempa.tan J.mtuk men­
dayagunakan kemampuannya. Ada pemimpin (gem­
29
melakukan hal tersebut maka dikemudian hari, akan
terjadi berbagai persoalan di antara domba-domba itu
sendiri. Tidak menutup kemungkinan domba yang ge­
muk dan domba yang kuat itu akan mendesak dan me­
nanduk domba-domba yang kurus. Ajarkanlah penga­
jaran Tuhan kepada orang-orang yang bisa mengajar
orang lain, sebagaimana Firman Tuhan berkata;
"Apa yang telah engkau dengar dari padaA.lA di depan ba­
nyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang da­
pat dipercayai, yang juga cakap mengaja r orang lain ".
11 Tim. 2:2.
Pada akhirnya dari lima point di atas, Tuhan Yesus se­
bagai gembala yang agung akan melengkapi kita de­
ngan otoritasNya.
"Maka Ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka
dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Al­
lahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi
besar sampai ke ujung bumi".
Mika 5:3.
30
(jemaat tubuh Kristus).
"Ketahllilah, aku hendak mel1dirikan nonah bagi Tlihan, Allah­
kll /l11tllk mengllduskannya bagi Dia sllpaya di hadapanNya di­
bakar lIkllpan dari wangi-wangian, tetap diatllr roti sajian da n
dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada wak­
til petang, pada hari sabat dan bulan-bulan bam , dan pada
perayaan-perayaan yang ditentukan Tuhan, Allah kami ".
II Taw. 2:4.
Oi dalam jemaat tubuh Kristus tidak hanya dibawa kepa­
da keindahan suasana hadirat Tuhan melalui doa-doa da­
lam Roh (wangi-wangian) dan korban bakaran (orang­
orang yang bertobat) tetapi juga harus diatur roti sajian,
yang artinya Firman Tuhan, itu harus selalu diatur dengan
rapi, maksudnya selalu ada pengajaran Firman Tuhan
yang teratur sama seperti jemaat yang mula-mula di Yeru­
salem, mereka bertekun dalam pengajaran-pengajaran
para rasul (Kis. 2:42a). Mengajar Firman Tuhan serta
kebenaran-kebenaranNya adalah tanggungjawab dan tu­
gas tua-tua (penatua).
31
rus dapat menjadi delegator (pembagi tugas dan tanggung
jawab). Oleh sebab itu, kita harus memiliki kemampuan
untuk dapat melihat kemampuan setiap jemaat sehingga
setiap ada tugas atau kegiatan-kegiatan yang berhubung­
an dengan perkembangan jemaat kita dapat mengaturnya
dengan rapi dan baik. Baik di dalam kehidupan bertubuh
Kristus, peribadatan bersama, maupun pelayanan yang di­
lakukan bersama-sama.
"Dari padaNyalah selunlh tubuh, yang rapi tersllSlln dan diikat
menjadi satll oleh pelayanan semua bagiannya. Sesllai dengan
kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertZl1nbuhannya
dan membanglln dirinya dengan bersih".
Ef. 4:16.
5.
Memimpin Jemaat Tubuh Kristus.
"Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan
diriku hamba dari semua orang supaya aku boleh memenangkan
sebanyak mungkin orang".
I Kor. 9:19.
Memimpin jemaat tubuh Kristus harus dengan jalan men­
jadi hamba (pelayan). Kepemimpinan akan lebih berhasil
jika dilakukan dengan cara memberi teladan. Paulus
32
"Sebab sekaliplln kamll mempllnyai beribll-ribu pendidik dalal11
KristliS kamu tidak l11empllnyai banyak bapak. Karena aklliah
yang dalam Kristlls Yeslls telah 111enjadi bapakll1l1 oleh Injil
yang kuberitakan kepadal11l1 ".
I Kor. 4:15.
Jemaat tubuh Kristus merupakan suatu kumpulan ke­
luarga.
'Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, wnat kepllnyaan Allah
sendiri, sllpaya kamll memberitakan perbllatan-perbllatan yang
besar dari Dia yang te/ah 111e1l1anggil kamu keluar dari kegelap­
an kepada terangNya yang ajaib ".
I Pet. 2:9.
Dalam suatu keluarga yang begitu besar perlu peran keba­
paan dari para pemimpin yang ada. Banyak persoalan
yang timbul diantara jemaat Korintus, ada orang-orang
yang menyombongkan diri, ada orang yang jatuh di da­
lam percabuan, dll. Oleh karena tidak ada pelayanan ke­
bapaan maka jemaat menjadi terpecah-pecah, masing­
masing menonjo)kan pelayan yang mereka sukai sehingga
terjadi kelompok-kelompok yang mengklaim pihak rasu)­
rasul (pemimpin-pemimpin) tertentu (pihak Apolos,
33
anakkli slidah berbliat dosa dan telah II1cnglitllki Allah di dalall1
hati. Demikianlah dilakllkan Aylib sel1£1ntiasa"
Ayllb 1:5.
Selanjutnya berperan menjadi nabi, yaitu menegur, mena­
sehati, menghibur dan menguatkan serta mampu meme­
cahkan persoalan-persoalan yang timbul juga mem­
bentahukan hal-hal yang akan terjadi.
"Kmnu tahu betapa kami seperti bapak terhadap anak-anaknya,
telah men£lsehati kamll dan mengllatkan hatimll scorang dcmi
seorang, dan meminta dengan sangat sllpaya kamll hidllp sesllai
dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam kera­
jaan dan kemuliaanNya".
1 Tes . 2: 11 - 12.
"TIl han adalah penyayang dan pengasih, panjang saba r dan ber­
limpah kasih setia ".
Maz. 103:8
Bapak harus penuh kasih dan pengampunan. Jadi hu­
bungan penatua-penatua dengan jemaat haruslah seperti
bapak dengan anak-anaknya, tidak ada jarak tetapi penuh
keakraban, mereka tidak merasa diperintah, dikuasai
ditakut-takuti, tetapi mereka akan menganggap tua-tua
adalah bapaknya. Tempat untuk mengeluarkan isi hati­
34
yang besar dan ibunya, pasti dia akan ingat untuk mem­
balas budi kepada ibunya. Sembilan bulan di dalam kan­
dungan ditambah beberapa tahun dalam perawat­
ani asuhan ibu, maka bagi anak-anak yang sadar dan
mengerti, dia akan merasa berhutang budi kepada ibunya.
Hanya anak-anak durhaka/pemberontak yang tidak ingat
dan tidak menghorma li ibunya . Sebagai tua-tua penga­
laman seperti seorang ibu tidak mustahil terjadi, olehnya
dengan hali yang besar kita perlakukan setiap amggota je­
maat yang memiliki sifa t-sifat yang berlainan tersebu t
dengan ketekunan dan kesabaran. Dalam kasih sayang
yang besar penatua harus rela memberikan hidupnya bagi
jemaat. Seperti yang Paulus katakan; "Hidup yang kuhi­
dupi ini adalah hidup bagi Tuhan, dan bagi orang-orang
lain". Tidak cukup hanya sebagai pembicara Firman Tu­
han, pengkhotbah, atau mengatur segala jadwal iba­
dah/pelayanan, tetapi kita membagikan hidup kita
kepada mereka. Sebagai penatua tidak hanya dapat men­
jadi bapak bagi anggota jemaat, tetapi juga bagi pelayan­
pelayan yang masih muda. Mereka perlu bimbingan dan
35
bapak-bapak karcnakamll mengenal Dia, yang ada dari mllla­
nlfa. Aku menlilis kepada kamll , hai orang-orang muda, karena
~mll kllat dan Firman Allah dia111 di dalam kamll, dan kamll
lelahmengalahkan yang jahal. /anganlah kamll mengasihi dll­
nia dan apCl yang ada di dala1l1nya. Jikalall orang mengasihi dll­
nia, maka kasih akan Bapa lidak ada di dalal/J orang illi. Sebab
semua yang ada di dalam dunia, yailu" keinginan daging dan
keinginan mala serla keangkuhan hidup, bllkanlah berasal dari
Bapa, mr:/ainkarz dari dunia" .
.
I Yoh . 2:13-16 .
Sebagai bapak seharusnya telah· mengenal Bapa sorgawi
dengan benar, dan melalui pengenalan tersebut, kita akan
memiliki kasih Bapa yang disalurkan kepada setiap ang­
gota tubuh Kristus yangada.
7.' Meneguhkan Panggilan/Jawatan Bagi Jemaat Yang Ter­
panggil OntUk Melayani
.
.
"Jangan lalai' dalam menipergun.qkan kaninia yang ada pada­
m!A,yang telahdiberika l1 kipadamu o!eh nubuat dan penum­
pangqn tangan sidangpenatua". .
.
1 Tim. 4:14.
36
orang yang telah dipersiapkan, bahkan harus berani mem­
berikan sebagian kewibawaannya kepada orang-orang
yang telah dikaderkan/dipersiapkan tersebut, sarna seper­
ti Musa waktu memberikan sebagian kewibaannya kepada
Yosua (Bil. 27:18-23), sehingga seluruh umat mengakui
dan menghormati kepemimpinan Yosua yang masih
muda tersebut. Kepemimpinan bukanlah warisan nenek
moyang atau warisan dari orang-orang tertentu, tetapi
merupakan panggilan Allah. Orang-orang yang akan dipi­
lih jadi pemimpin perlu dipersiapkan dengan matang. Sis­
tim anarkhi maupun dinasti tidak boleh berlaku di dalam
kepemimpinan rohani. Oleh sebab itu tua-tua harus benar­
benar mempersiapkan, melatih orang-orang yang telah
Tuhan tentukan untuk menjadi pemimpin-pemimpin dike­
mudian hari. Jika panggilan Tuhan tersebut telah nyata,
rnaka tua-tua perlu menumpangkan tangan ke atas kepala
mereka sehingga panggilan tersebut rna kin mantap. Tetapi
perlu diingat, janganlah kita terburu-buru menurnpang­
kan tangan atas seseorang.
37
. nama bersama. Hasil keputusan-keputusan itu, membuk­
tikan kebersamaan di dalam kepemimpinan mereka, bah­
kan pelayan-pelayan yang lainnyapun turut mengaminkan
keputusan-keputusan tersebut dengan jalan menyampai­
kan pesan agar jemaat-jemaat menurutinya. Kesatuan dan
kebersamaan penatua-penatua itu membuat jemaat sema­
kin teguh dalam iman dan akibatnya makin lama makin
bertambah besar jumlahnya (Kis. 16:5). Jika tua-tua sehati
dan ada kehidupan kebersamaan yang man tap, keputus­
an-keputusan yang disampaikan kepada jemaat tidak
akan membingungkan atau mengacaukan tetapi justru
akan membuat jemaat semakin mantap dalam iman. Pe­
ngambilan keputusan hendaknya berdasarkan petunjuk
yang jelas dari Roh Kudus, untuk hal tersebut perlu di­
-a dakan waktu berdoa dan bertanya-tanya kepada Tuhan.
BEBERAPA PETUNJUK YANG PERLU DIPERHATIKAN
A. Mengingat kepemimpinan di dalam tubuh Kristus lokal
tidak dilaksanakan sendiri-sendiri tetapi bersama-sama,
merupakan satu team (kelompok ked!). Maka dalam
38
tertentu dapat juga mengadakan perjamuan kasih an­
tar penatua dengan anggota keluarga (istri dan anak­
anak). Hal ini dilakukan agar bisa lebih saling menge­
nal, tidak hanya antar tua-tua tetapi juga dengan istri
dan anak-anak. Beban dan tanggung jawab pelayanan
akan terasa ringan dan senang adanya, karena kita ti­
dak menanggung sendiri tetapi bersama-sama.
"Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu ! Demikianlah
kamu memenuhihllkum Kristus ".
Gal. 6:2.
Sering terjadi ada orang-orang yang merasa sudah
mampu melayani Tuhan dan bertanggung jawab se­
hingga jika ada persoalan antar tua-tua, lalu memisah­
kan diri dan mencoba jalannya sendiri dengan
memulai pekerjaan yang baru. Ini ·sangat berbahaya !
Sekalipun prinsip-pnnsip yang dilakukan tetap sarna,
jikalau ada yang memisahkan din maka laksana ca­
rang yang tidak melekat lagi pada pokok anggur itu,
dan sudah dapat dibayangkan apa akibatnya. Untuk
dapat bertanggung jawab dan melayani bersama-sama
perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini :
39
puji-pujian yang sia-sia, Sebaliknya hendaklah dengan
rendah hati setiap orang menganggap yang lain lebih
utama dari pada dirinya sendiri".
Fi/ . 2:3.
d. Saling memperhatikan satu dengan yang lainnya.
"SlIpaya jangan terjadi perpecahan di dalam tubuh, te­
tapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling
memperhatikan ".
I Kor. 12:25 .
Ada keterbukaan, saling menegur /menasehati jika
terjadi hal-hal yang salah.
"Hendaklah perkataan Kristlls diam dengan segala ke­
kayaanNya di antara kamu, sehingga kamu dengan se­
gala hikmat mengajar dan menegur searang akan yang
lain dan sambil menyanyikan mazmur,-dan puji-pujian
dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada
Allah di dalam hatimu ".
Ko!. 3:16.
e. Saling mendahului dalam memberi hormat satu de­
ngan yang lainnya.
40
lainnya, dengan kerendahan hati, sama seperti
Kristus merendahkan/menaklukkan diriNya kepa­
da Bapa sampai mati di kayu salib.
"Dan rendahkanlah dirill1l1 seorang kepada yang lain
di dalam takllt akan Kristus ".
Ef. 4:21.
"Dan sekalipun la adalah Anak, la telah belajar 111enja­
di taat dari apa yang telah dideritaNya ".
lbr. 5:8.
i. Saling memberikan penghiburan satu dengan yang
lainnya, agar masa yang sulit dapat dilalui dengan
sukacita dari Tuhan .
"Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain de­
ngan perkataan-perkataan in; ".
1 Tes. 4:18.
j. Dan yang tidak kalah pentingnya ialah perlu saling
mendukung di dalam doa.
"Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu
dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa
orang yang benar jika dengan yak;n didoakan sangat
besar kuasanya".
Yak. 5:16.
2. Jika sudah ada kesatuan, kebersamaan yang mantap,
maka secara otomatis akan terjadi kerjasama yang
41
hidupnya untuk dilaksanakan agar tidak tcrjadi tum­
pang tindih. Bisa saja penatua dianugerahi oleh Tuhan
Ycsus salah satu dari kelima jawatan Roh, misalnya ra­
suI, nabi, guru, penginjil atau gembala (lihat Kis. 13).
Jika ada bebcrapa penatua sudah pasti Tuhan mem­
berikan jawatan pelayanan Roh tersebu t kepada satu
dcngan yang lain secara berbeda-beda. Bila di dalam
kcpenatuaan hanya satu jawatan Roh, itu tidak cukup,
scbab kita mcmbutuhkan scmua yang sudah disedia­
kan oleh Allah. Ia (Kristus) menycdiakan pelayanan
kelima jawatan tersebut untuk melaksanakan rencana
utamaNya. Sampai kita semua telah mencapai kesa­
tuan iman dan mencapai tingkat pertumbuhan yang
sesuai dengan kepcnuhan Kristus (Ef. 4:13). Secara pri­
badi kita harus berusaha untuk berprcstasi, tetapi tetap
prestasi tersebut dilakukan dalam batas-batas keterika­
tan satu dengan yang lainya. Karena untuk mengem­
bangkan prestasi tersebut, perlu ditunjang dan diikat
menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi dalam
menerima pertumbuhan illahiNya (Ko!. 2:19).
42
kutan maupun bagi jemaat tubuh Kristus. Sebab telah
menyalahi aturan tatanan Allah di dalam kepemimpin­
an bersama.
4. Kemuliaan sesuai dengan kadar masing-masing.
Agar tidak terjadi perpecahan, maka Tuhan dengan je­
las menginginkan agar kita mengerti dengan benar
bahwa Dia memberikan kemuliaan yang berbeda-beda
satu dengan yang lainnya.
Masing-masing anggota tubuh akan menerima kemu­
liaan yang berbeda sesuai dengan fungsinya masing­
masing. Sebagai contoh; Kehormatan (kemuliaan) yang
diterima oleh tangan berbeda dengan yang diterima
oleh kaki. Demikian juga mata atau anggota tubuh
lainnya. Untuk tangan kita harus 'membeli jam tangan
dan memakaikannya atau dncin mas pada jari manis,
betapa mahalnya barang-barang itu kita beli untuk ta­
ngan supaya kelihatan indah. Kaki tidak boleh berkata;
"Saya juga harus dibelikan cincin atau jam tangan !"
Nanti apa jadinya ? Untuk kaki ada kehormatan send i­
ri yaitu sepatu dan kaus kaki. Demikian juga untuk
43
keindahan yang sarna.
B.
Kepemimpinan Yang Efektif (Berhasil).
1. Memiliki kehidupan doa secara terus menerus.
"Oalam hidllpnya sebagai manllsia, fa telah mell1persembah­
ktm doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan
kepada Oia yang sanggup lI1enyelamatkanNya dari mallt,
karena kesalehanNya, fa telah didengarkan ".
fbr .5:7.
Untuk memiliki kehidupan yang stabil, tegar, pelayan­
an yang berhasil, perlu memiliki hubungan yang akrab
d ngan Tuhan m elalui doa. Karena melayani pekerjaan
Tuhan perlu d iimbangi dengan melayani Tuhan. Me­
layani pekerjaan Tuhan, berarti melayani pekerjaan­
Nya, sed angkan m elayani Tuhan artinya melayani
Tuhan (berdoa, berseku tu, menyembah d al am Roh).
Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang cuku p je­
las, di mana dalam kesibukan pelayananNya selalu
mengambil waktu-waktu tertentu untuk bersekutu
dengan BapaNya. Kadang pada saat dini hari, malam
hari, yang jelas Dia selalu menyediakan waktuNya
44
giatan. Dan scdiakan waktu untuk bersekutu, berdoa
di hadiratNya. Tuhan Yesus akan berkenan kepada
kita, jika Dia dinomor satukan lebih dari pekerjaan­
Nya.
"Setiap pagi la mempertajam pendengaranku untllk men­
dengar seperti seorang murid".
Yes. 50:4.
"Satu hal telah kllll1inta kepada Tuhan, itulah yang kuingi­
ni; diam di rumah Tuhan se1lJ11ur hidllPku, menyaksikan ke­
mllrahan Tuhan dan lI1enikJl1ati baitnya ". Maz 27:4 "Syll­
kurlah dan doa ".
Maz. 40.
Sebab barangsiapa lI1aslik perhatianNya, ia sendiri te/ah ber­
henti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti
dari segala pekerjaanNya ".
Ibr.4:1O.
Masuk hadiratNya berarti masuk dalam perhentian
Tuhan, dengan kata lain jika kita berhenti dari segal a
usaha kita, maka Tuhan akan mengambil alih semua
aktivitas kita. Sehingga Tuhan yang akan bekerja ganti
kita. Jika kita berdiam diri maka Tuhan akan bekerja,
tetapi jika kita yang bekerja maka Tuhan yang berdiam
diri. Luar biasa akibatnya jika kita mentaati petunjuk­
45
kiri, buang lewat telinga kanan). Bahkan kalau me­
mang sifatnya untuk membangun, kita perlu berubah
dari ketidakberesan yang ada. Tuhan sangat tahu de­
ngan kebenaran bathin kita, olehnya tidak perlu kuatir,
maju terus dan tidak perlu peduli dengan hal-hal yang
negatif, tetapi kepedulian kita, kita tujukan kepada
perkara-perkara yang positif di hadapan Tuhan. Raja
Daud rela dikritik bahkan dikutuki oleh Simei (II Sam.
16:5-14). Sebab dalam hatinya ia berpikir, jangan­
jangan orang tersebut sedang dipakai Tuhan untuk
menegumya. Tetapi jika tidak, pasti Tuhan sendiri
yang akan berurusan dengan orang tersebut. Sebab Tu­
h~n ak~n memberikan kemenangan kepada orang yang
dlUraplNya (Maz. 20:7). Daud juga mengatakan;
orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih ba­
nyak dari pada rambu t kepalaku (Maz. 69:5a). Sudah
merupakan resiko jika kita mendapatkan berbagai
kritikan-kritikan bahkan penilaian-penilaian dari ba­
nyak orang. Tuhan Yesus telah menjadi pelopor iman
kita dalam menghadapi perkara-perkara yang ada.
46
hal tersebut. Tetapi bersikaplah merendah dan menga­
takan dalam ha ti; kemuliaan, puji-pujian hanya bagi
Dia, dan segala sesuatu yang terjadi ini, itu hanyalah
karena Tuhan saja, bukan saya. Tetapi kita tidak bisa
menolak pujian atau penghargaan karena pelayanan
kita yang baik, tetapi janganlah pelayanan dimotivasi­
kan kepada pujian dan penghargaan yang diberikan
kepada kita. Tuhan Yesus berkata; kemuliaan, kehor­
matan bukan untuk diriKu, tetapi untuk BapaKu yang
mengutus Aku .
3. Mempercayai otoritas Allah.
"Roh Tuhiln Allah ada padaku, oleh Tuhiln telah me­
, ngurapi aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada
orang-orang sengsara dan merawat orang-orang yang re­
muk hilti, untuk memberitakan pembebasan kepada orang­
orang tawanan, dan kepada orang-orangnya ". Yes. 61:1-3,
"Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah
kamu teri,ma dari padaNya. Karena itu tidak perlu kamu
diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapanNya
mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaranNya
itu benar, tidak dusta dan sebagaimana fa dahulu mengajar
47
"Memangka1l1i masih hidllp di dllnia, tetapi kami tidak ber­
jllang secara dllniawi, karena senjata kami dalam perjllang­
an, bllkanlah senjata dllniawi, melainkan senjata yang di­
perlengkapi dengal1 kllasa Allah, yang sangg1lp IIntllk lI1e­
runtllhkan bentel1g-benteng. Kmni mema~ahkan setiap siasat
orang dan merubllhkal1 setiap kubll yang dibang1111 oleh
keangkuhan lIlanllsia IIntllk menentang pengenalan akan
Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklllkkannya
kepada Kristlls, dan kami siap sedia jllga untllk 1I1enghukllm
setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sem­
pI/rna ".
11 Kor. 10:3-6.
4. Mempercayai kekuatan Tuhan dalam ketidakmampu­
an. Banyak pemimpin merasa tidak ada kemampuan
dalam dirinya, karena ada halangan-halangan (kele­
mahan-kelemahan) di dalam hidupnya.
"Sebab jika aku lemah, maka aku kuat ".
11 Kor. 11 :lOb.
"Tetapi harta ini, kami punyai dalam bejana tanah liat, su­
paya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu ber­
asal dari Allah, bukan dari diri kami".
II Kor. 4:7.
48
4.2.
tersebut dengan melaksanakan tanggung jawabnya
dengan baik. Kadang kita tidak berani berbuat sesuatu,
karena kita lihat orang-orang yang lebih hebat Tuhan
pakai. Sehingga kita grogi, sungkan, takut dll. Tetapi
hilangkan perasaan-perasaan tersebut, percayalah Tu­
han sedang memakaimu !
E h u d.
"Lalu orang Israel berseru kepada Tuhan, maka Tuhan
membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni
Ehud, anak Cera orang Benyamin, seorang yang kidal.
Dengan perantaraannya bangsa Israel boleh mengirim­
kan upeti kepada Eglon, raja Moab ".
Hakim 3:15.
Ehud adalah orang yang dipilih Tuhan untuk memim­
pin bangsa Israel, tetapi anggota tubuhnya cacat, yaitu
tangannya kidal. Secara jasmani Ehud kurang sempur­
na, tetapi Tuhan tidak melihat kekurangan tersebut.
Jangan kecil hati jika ada bagian tubuh yang tidak sem­
puma. Misalnya merasa terlalu pendek, tinggi, kurus,
gemuk, kurang cakap dB. Janganlah hal tersebut dija­
dikan ala san untuk tidak melakukan kehendak Tuhan
49
rana atau perlengkapan yang cukup. Tetapi di hada­
pan Tuhan hal tersebut tidak menjadi halangan.
Dengan sarana apa adanya, yaitu tongkat penghalau
lembu, Samgar mampu mengalahkan musuh-musuh­
nya dalam peperangan. Janganlah sarana-sarana seper­
ti gedung besar, peralatan musik transport, keuangan,
dll yang menjadi prioritas untuk melayani Tuhan. Te­
tapi hendaklah kehendak Tuhan yang menjadi priori­
tas lebih dahulu, baru sarana-sarana tersebut, Tuhan
yang akan melengkapi. Sebab jika Tuhan yang menyu­
ruh kita untuk melaksanakan kehendakNya maka Dia
akan mempersiapkan, melengkapi dan mengadakan
segala sesuatu yang kita perlukan dalam pekerjaan­
Nya.
4.4. Gideon.
"Kemudian Gideon membawa sepllluh orang hamba­
Nya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmartkan Tu­
hart kepadanya. Tetapi karma ia takut kepada kaum
keluarganya dan kepada orang-orang di kota itu untuk
50
4.5. To I a.
"Sesudah Abimelekh, bangkitlah Tola bin Pua bin
Dodo, seorang Izakhar, lIntllk menyelamatkan orang
Israel. Ia diall1 di Samir, di pegunungan Efraim ".
Hakill1 10:1
Kelemahan Tola ialah namanya tidak dikenal, dan
asalnya juga dari pegunungan (orang gunung), daerah
yang kurang terkenal dan biasanya agak terbelakang.
Banyak pelayan ingin menjadi terkenal dengan meng­
injak-injak ternan yang lain. Bahkan banyak orang
yang berusaha mencari muka, seolah-olah wajahnya
hilang. Dan yang lebih mengherankan ada pemimpin­
pemimpin yang berusaha menyembunyikan asal­
usulnya, apalagi jika orang tersebut dari desa yang ter­
pelosok atau pedalaman di suatu pulau. Mengapa ter­
jadi hal tersebut? Karena takut tidak dihargai, tidak
dihormati dan direndahkan. Sebenarnya tidak perlu
malu dan rendah diri, sekalipun kita dari suatu tempat
yang tidak dikenal. Bahkan sekalipun nama anda tidak
dikenal oleh siapapun, tetapi yang penting kita me­
51
ialah karena ia anak seorang pelacur, sungguh suatu
keadaan yang benar-benar tidak menguntungkan. Te­
tapi Tuhan tidak pemah memperhitungkan kebera­
daan yang ada dengan orang-orang lain. Jika Tuhan
telah memanggil dan memilih seseorang, panggilan itu
tidak ada hubungannya dengan orang lain, baik itu
ayah, ibu, maupun saudara-saudara kandung, tetapi
Tuhan memanggil seseorang secara pribadi . Yang
penting orang tersebut telah meninggalkan kebera­
daannya yang lama dan disiapkan sebagai orang yang
akan dipakai Tuhan. Maka keberadaan orang lain ti­
dak akan mempengaruhi panggilan yang kudus itu.
Kesediaan hati dan penyerahan hid up sepenuhnya ke­
padaNya, itulah yang merupakan kunci untuk menjadi
hambaNya, tanpa merasa tidak berarti karena kebera­
daan keluarga yang tidak baik. Sebab Tuhan telah
memberikan harga yang mahal kepada kita yaitu hi­
dupnya sendiri.
52
.\
pai garis akhir dari perjuangan kita.
"Tetapi aku tidak menghirallkan nyawaku sedikitpun, asal
saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pe­
layanan yang ditugaskan oleh Tlihan Yesus kepadaku untllk
memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah ".
Kis.20:24.
Paulus tidak menghiraukan nyawanya sed ikitpun asal
saja dapat mencapai garis akhir. Nyawa b rarti kehi­
dupan. Jika berbicara ten tang kehidupan maka me­
nyangkut tempat, pakaian, dan makanan. Dalam ke­
saksiannya rasul Paulus mengatakan; emas, perak, pa­
kaian, tidak pemah aku ingini dari siapapun juga.
"Sebab itu berjaga-jagalah dan ingat bahwa aku tiga tahun
lamanya siang dan malam dengan tiada henti-hentinya me­
nasehati kamu masing-masing dengan mencucurkan air ma­
ta".
Kis.20:23.
Hal ini menunjukkan bahwa Paulus memprioritaskan
tanggung jawabnya daripada perkara-perkara yang
berhubungan dengan kebutuhan hidupnya. Kesetiaan
53
perkara yang kecil, ia akan dipercayakan dengan
perkara-perkara yang besar. Sekecil apapun tanggung
jawab itu laksanakan dengan kesetiaan, agar Dia lebih
mempercayakan hal-hal besar. Yang penting di sini ia­
lah ketekunan orang-orang yang kudus yang menuruti
perintah Allah dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
54 ngung. Padahal jika kita mau mempercayakan tugas tersebut
kepada mereka maka tanggung jawab kita jauh lebih ringan.
Jikalau pekerjaan yang berhubungan dengan perkara-perkara
jasmani, diserahkan dan dipercayakan kepada diaken-diaken.
Mulai dari keuangan sampai soal-5Oal kecil yang berhubungan
dengan jemaat. Misalnya perawatan gedung beserta isinya,
sound sistem, elektronika, kematian dan lain sebagainya. Jika
kita telah dikhususkan oleh Tuhan untuk tugas pelayanan seca­
ra penuh, jangan mencoba untuk melakukan tugas-tugas yang
bukan merupakan tanggung jawab kita. Penulis mengalami
suatu pengalaman yang tidak akan dapat dilupakan, bagaima­
na Tuhan telah mengajar penulis untuk lebih mengkonsentrasi­
kan diri kepada pelayanan doa/Firman Tuhan. Penulis adalah
salah satu tua-tua yang ada di LBTC, dimana sejak berdirinya
LBTC pada tahun 1971, kehidupan murid-murid dan para staf
serta keluarga-keluarga mengetrapkan sis tim hidup dengan
iman. Pada suatu saat ada satu keluarga yang menyumbang
beberapa ekor sapi perah kepada LBTC untuk dipelihara de­
ngan tujuan agar hasil susunya dapat menunjang kebutuhan
sehari-hari di LBTC. Kebetulan kami memiliki lahan pertanian
55
kami jual dan lahan yang ada pada saat ini dipakai untuk latih­
an terpadu yaitu bela jar Firman Tuhan dan mengolah lahan­
lahantersebut sebagai sarana untuk pembentukan karakter. Se­
benarnya jika usaha tersebut ditangani oleh orang-orang yang
terampil dalam bidang tersebut dan juga memang karena ada
panggilan diakonia saya yakin usaha tersebut pasti berhasil.
Sayang pada saat itu kami belum memiliki orang-orang yang
dapat ditempatkan pada panggilan itu.
Sungguh menarik bila kita simak tugas para diaken tersebut
sekalipun hanya dikonsentrasikan kepada hal-hal yang jasma­
ni, tetapi Tuhan tidak sembarang (sembrono) mengangkat
orang untuk tugas tersebut. Banyak gereja begitu mudah me­
ngangkat orang, asal mereka bersedia dan menawarkan diri
tanpa melihat apakah orang tersebut sudah lahir baru, sudah
penuh Roh Kudus atau belum. Akibatnya ialah mereka tidak
banyak menolong dalam tugas-tugas tersebut tetapi lebih ba­
nyak membuat kesulitan-kesulitan sehingga pekerjaan Tuhan
menjadi kaeau.
56
sendiri.
5. Diaken jangan penggemar anggur, artinya tidak terikat de­
ngan minuman keras, sebab jika sampai mabuk anggur,
maka akan menjadi orang yang bebal dan tidak mengerti
kehendak Allah (Ef. 5:18).
6. Diaken jangan serakah atau dengan kata lain rakus .
Ambillah tugas pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang
ada, jangan semua pekerjaan dilakukan padahal tidak
mampu melakukan!
7. Diaken orang yang dapat memelihara rahasia iman dalam
hati nurani yang suci.
8. Diaken hendaklah orang yang tidak bercacat.
9. Diaken haruslah orang yang sudah diuji dalam kehidupan­
nya, apakah cukup rohani atau memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan oleh Finnan Tuhan. Sudah tentu seorang
diaken bukanlah orang yang baru bertobat.
10.Diaken haruslah seorang kepala rumah tangga yang baik
dan suami dari satu orang istri .
57
Cara PengangkatanlPenetapan Diakonia :
1. Dipilih oleh sidang jemaat.
2. Diuji oleh tua-tua dan sidang jemaat.
3. Diangkat oleh tua-tua.
4. Ditetapkan/ditumpangi tangan oleh rasul-rasul (Kis. 6:1-7).
Kesimpulan, pelayanan diakonia akan dapat menolong se­
penuhnya pelayanan rohani yang ada.
PENDOA SYAFAAT
Tidaklah lengkap jika sistim pemerintahan dalam jemaat
tubuh Kristus lokal tidak dilengkapi dengan orang-orang yang
mendukung semua pekerjaan itu dengan mendoakannya seca­
ra terus menerus.
Didalam Perjanjian Lama, banyak diungkapkan bagaimana
para pemimpin itu telah bersyafaat untuk umaJ Tuhan. Abra­
ham, Musa, Daud, Yehezkiel, Habakuk, dan lain-lain, merupa­
kan contoh sosok-sosok hamba-hamba Tuhan yang melengkapi
pelayanannya dengan bersyafaat kepada Tuhan. Dalam era
58
Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keilihan­
keilihan yang tidak terucapkal1. Dan Allah yang menyelidiki
hati nurani, mengetahui maksud Roh itll, yaitu bahwa la, sesuai
dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus ".
Roma 8:26-27.
Orang yang berdoa di dalam Roh ialah orang yang berdoa
sesuai dengan kehendak Allah bagi orang-orang Kudus. Sia­
pakah yang dapat terus menerus mendoakan orang-orang Ku­
dus ? Jawabnya ialah orang-orang yang memang dikhusus­
kan untuk berdoa. Memang tidak mudah untuk memenuhi hal
tersebut, karena diperlukan orang-orang yang rela tidak dike­
nal, melakukan pekerjaan yang tidak dilihat oleh manusia, bah­
kan mungkin tidak diperhatikan atau tidak dihargai oleh
manusia. Sebab seorang pendoa syafaat adalah orang-orang
yang betah duduk berjam-jam di hadapan Tuhan di suatu
ruangan yang tertutup, tidak dilihat oleh manusia. Melalui
doa-doa yang dinaikkan oleh para pendoa syafaat maka akan
mengubah segala-galanya.
Baiklah kita perhatikan hal-hal di bawah ini (Kel. 17:8-16).
59
beban keadaan umat yang ada. Dengan demikian segala sesua­
tu yang terjadi dalam jemaat dapat dikontrol melalui d 0 a.
Tidak menutup kemungkinan melalui pendoa syafaat ada
petunjuk-petunjuk Tuhan yang perlu dilaksanakan dalam je­
maat maupun dalam pelaksanaan kepemimpinan tua-tua.
Tetapi dalam hal ini bukan berarti penatua melaksanakan tu­
gasnya hanya berdasarkan petunjuk-petunjuk Tuhan yang di­
terima para pendoa syafaat. Penatua perlu menguji terlebih da­
hulu setiap penyampaian pernyataan Tuhan tersebut. Jika me­
mang sesuai dengan Firman Tuhan, maka perlu ditaati apa
yang disampaikan Tuhan melalui pendoa syafaat itu. Peran
pendoa syafaat bukan memimpin penatua melalui pernyataan­
pemyataan Tuhan yang diperoleh, tetapi pendoa syafaat ada­
lah untuk mendukung, menyokong, meneguhkan bahkan me­
nanggung beban tanggung jawab penatua-penatua yang ada.
Hubungan kerjasama antara pendoa syafaat dan penatua akan
mengakibatkan pelayanan yang ada menjadi indah dan
harmonis.
60
sunggllhnya aku telah 1I1e1l1beranikan diri berkata kepada Tlihan
walallpll11 akll debll dan abu, sekiranya kllrang lima orang dari
kelima plllllh orang benar itll, apakah Engkall lI1elllllsnahkan se­
lumh kota itu kareJw yang keli1l1a orang itu ? Fir1l1anNya;
"Akll telah me1l111Snahkanl1ya, jika Klldapati e1l1pat pllluh lima
di sana. " ... Janganlah kiranya Tllhan l11urka, kalall aJw ber­
kata lagi sekali ini saja. Sekiranya seplllllh kwfapati di sana?"
FirmanNya: Aku tidak akan mell1l1snahkannya karena yang se­
puluh itu ".
Kej. 18:23-32.
2. Yakub bergumul dengan Allah untuk bertemu dengan
Esau.
"Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-Iaki ber­
grtlat dengan dia sampai [ajar menyingsing . .... lalu kata
Orang itu; "Biarkanlah aku pergi, karena [ajar telah menying­
sing". Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau per­
gi, jika engkau tidak memberkati aku ". Lalu bertanyalah orang
itu kepadanya: "Siapakah namamu ?" Sahutnya; Yakub. Lalu
kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, te­
tapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan
61
"Ketika kudengar berita ini, duduklah akll menangis dan berka­
bllng selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat
Allah semesta langit, kataku ; Ya Tllhan Allah semesta langit,
Allah yang Maha Besar dan Dahsyat, yang berpegang pada
perjanjian dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepa­
daNya dan tetap mengikllti perintah-perintahNya, berilah teli­
ngaMu dan bukalah matamu dan dengarkanlah doa hambaMu
yang sekarang kupanjatkan ke hadiratMu siang dan malam
bagi orang Israel, hamba-hambaMu itu, dengan111engaku segala
dasa yang kami orang Israel telah lakukan terhadapMu. Juga
aku dan kallln keluargaku telah berbuat dasa".
Neh.1:4-6.
S. Yehezkiel menanggung umat Israel khususnya ten tang kota
Yerusalem.
"Berpalinglah engkau pada sisi kirimu dan Aku akan me­
nanggungkan hukuman kaum Israel atasmu. Beberapa hari eng­
kau berbaring demikian, selama itulah engkau menanggung hu­
kuman mereka. Maka kujawab: "aduh, Tuhan Allah, sesung­
guhnya aku tak pernah dinajiskan dari masa mudaku sampai se­
karang tak pernah kumakan bangkai dan sisa mangsa binatang
62
penatua perlu menetapkan orang-orang tersebut melalui pe­
numpangan tangan di hadapan jemaat tubuh Kristus yang ada.
Sesudah itu, perlu diberi pengarahan-pengarahan mengenai
arti berbagai macam doa dan puasa. Selanjutnya aturlah waktu
pertemuan (persekutuan) doa secara rutin khusus bagi pendoa
syafaat dengan mendoakan berbagai macam beban- beban doa
yang ada. Pada saat-saat tertentu para penatua perlu mengam­
bil waktu untuk berdoa, bergumul bersama-sama dengan
mereka agar pendoa syafaat, merasakan bahwa para penatua
memperhatikan dan membutuhkan mereka.
Pada akhimya berdoalah dengan tiada berkeputusan.
"Karena itu mariIah kita menghadap Allah dengan hati yang
tulus ikhlas dan keyakil1an iman yang teguh, oleh karena hati
kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubllh
kita telah dibasuh dengan air yang murni.
Ibr. 10:22.
63
Oleh : John Don Basem
6. Pedoman Pelayanan Pribadi (Edisi II)
Oleh : Komelius Darto S.
Rp .1.000,­
Rp 1.500,­
7. Keindahan Di Balik Tirai
Oleh : LBTC
Rp.1.500,­
Buku-buku tersebut dapat dipesan pada alamat :
-
WI "JALAN SUCI"
J1. Slamet Riadi 48 A, Tel. (0341) 96321 ,
r:o. Box 106, Lawang-65201, MALAN G-Jatim, INDONESIA.
- LITERA TUR KRISTEN SEJAHTERA
Jl. Slamet Riadi 48 A, Tel. (0341) 96321,
P.O. Box 106, Lawang-65201, MALANG-JatiID, INDON ESIA.
Download