BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam

advertisement
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan Penelitian
Dalam mencari jawaban yang mendasar dari sebuah peristiwa
untuk dijadikan sebuah objek penelitian diperlukan pemahaman secara
mendalam dan menyeluruh oleh seorang peneliti. Untuk itu dalam
penelitian ini dilakukan sebuah pendekatan penelitian yang berarti sebagai
kumpulan dari berbagai macam asumsi yang memiliki korelasi dengan
peristiwa, kejadian, atau fenomena yang terjadi di tempat dilaksanakannya
penelitian itu sendiri. Dan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif,
diamana pendekatan ini dilakukan dengan menekankan pada proses
penelitian yang induktif dan membutuhkan kedalaman berfikir dari peneliti
dalam menjawab permasalahan yang terjadi di tempat dilakukannya
penelitian dengan menggunakan logika yang ilmiah. Peneliti memilih
pendekatan penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil yang kongkrit
dari penelitian sebuah budaya organisasi dimana budaya itu sendiri
sifatnya sangat unik dan tidak dapat untuk digeneralisasikan. Pada
dasarnya pendekatan kualitatif ini digunakan untuk mengembangkan
konsep yang paling sensitif dari masalah yang terjadi di tempat penelitian
dan menciptakan pemahaman akan suatu fenomena yang dihadapi selama
peneliti melakukan penelitian.
3.1.1
Ciri-ciri Penelitian Kualitatif
Disini peneliti akan mencoba untuk menguraikan beberapa asumsi
kunci yang terkait dengan ciri-ciri penelitian kualitatif. Menurut Gorman
and Clayton, beberapa ciri penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:
1. Laporan berdasarkan penelitian kualitatif berisi pengamatan
berbagai kejadian dan interaksi yang diamati langsung oleh
peneliti dari tempat kejadian.
25
26
2. Peneliti yang menggunakan pendekatan penelitian kualitatif
harus terlibat secara partisipatif di dalam observasi
penelitiannya.
3. Peneliti berada dan hadir di dalam kejadian yang berkaitan
dengan penelitiannya.
4. Sifat kejadian pada penelitian kualitatif ialah spesifik
(Santana, 2007 : 28).
Gorman dan Clayton secara langsung mengungkapkan bahwa
penelitian
kualitatif
membutuhkan
penelitinnya
untuk
melakukan
pengamatan atau observasi langsung ditempat objek penelitian.Peneliti
harus menjadi bagian dari populasi orang atau kelompok yang dijadikan
objek penelitian dan secara sadar untuk selalu hadir di dalam kejadian
yang berkaitan dengan penelitiannya. Mengingat pada penelitian kualitatif
dibutuhkan
permasalahan
kedalaman
yang ada,
berfikir
oleh
maka
peneliti
hal-hal
dalam
tersebut
menjawab
dilakukan
guna
mendapatkan data-data yang lebih akurat, mendalam, dan spesifik untuk
hasil penelitiannya.
3.1.2 Penelitian Kualiatif Menurut Para Ahli
Menurut Gorman & Clayton (1997) penelitian kualitatif adalah
suatu penelitian yang berupa laporan mengenai pengamatan tentang
berbagi kejadian yang diamati secara langsung dari tempat kejadiannya
(Santana, 2007 : 28). Dengan kata lain penelitian ini hanya dapat
dilakukan ketika peneliti benar-benar terjun langsung di tempat
dilakukannya penelitian untuk dapat mengamati dan meneliti secara lebih
mendalam tentang objek penelitiannya. Dan bentuk dari penelitian ini
berupa sebuah laporan yang telah ditulis secara sistematis disesuaikan
dengan struktur penulisan yang baik.
Menurut McMillan & Schumacher (2003) penelitian kualitatif
merupakan
suatu
pendekatan
investigasi
karena
biasanya
data
dikumpulkan dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan
27
orang-orang di tempat penelitian (Gunawan, 2008 : 32). Mcmillan &
Schumacher memberikan pengertian bahwa penelitian yang layak disebut
sebagai penelitian kualitatif adalah ketika peneliti mengamati secara
langsung objek penelitiannya di tempat dilakukannya penelitian dengan
menjadi bagian dari mereka, bertatap muka secara langsung, bahkan
menjadi bagian dari mereka untuk benar-benar dapat mengamati secara
lebih mendalam.
3.2 Tipe/Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan
untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat tentang
fakta-fakta dan sifat-sifat dari populasi suatu objek tertentu (Kriyantono,
2012 :3). Peneliti menggunakan jenis penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan secara lebih mendalam tentang objek penelitian yang dimiliki
agar data-data yang diperoleh dapat dijelaskan secara lebih sistematis
dengan sifat yang faktual dan akurat.
Tipe penelitian ini didasarkan pada pertanyaan “bagaimana” dari
sebuah masalah atau peristiwa yang menyangkut objek penelitian. Disini
peneliti tidak hanya cukup dengan mengetahui peristiwa apa yang terjadi
tetapi juga bagimana peristiwa tersebut dapat terjadi. Dengan jenis
penelitian ini hasil yang didapatkan menjadi lebih terperinci, lebih
mendalam, dan luas dikarenakan peneliti tidak hanya meneliti masalah
atau peristiwa yang terjadi tetapi juga variabel-variabel lain yang berkaitan
dengan masalah atau peristiwa tersebut.
Penelitian deskriptif menghasilkan penelitian yang tarafnya
memberikan penjelasan mengenai gambaran tentang ciri-ciri suatu gejala
yang diteliti. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan suatu masalah dan
keadaan sebagaimana adanya. Dalam penelitian ini, peneliti memaparkan
dan melaporkan suatu keadaan, objek, atau suatu peristiwa tanpa menarik
kesimpulan umum.
28
3.2.1 Ciri-ciri Penelitian Deskriptif
1. Penelitian ini mempuanyai sifat yang mendeskripsikan sebuah
kejadian atau peristiwa yang terbilang faktual. Penelitian ini
bertujuan hanya untuk membuat deskripsi atau uraian tentang
sebuah peristiwa tanpa harus mengaitkannya dengan hubungan
antarvariabel, dan hipotesis dari penelitian.
2. Penelitian ini dilakukan dengan survei karena itu penelitian
deskriptif seringkali disebut sebagai penelitian survei.
3. Bersifat mencari informasi yang faktual dengan cara atau
metode yang terperinci sehingga hasilnya pun menjadi lebih
detail.
4. Mengidentifikasikan masalah yang sedang terjadi berdasarkan
praktik-praktik
yang
sedang
berlangsung
di
tempat
dilakukannya penelitian.
5. Mendeskripsikan tentang objek yang sedang dikelola oleh
kelompok orang tertentu dalam waktu yang bersamaan.
Berdasarkan cirri-ciri penelitian deskriptif diatas maka dapat
disimpulkan
bahwa
penelitian
deskriptif
memiliki
sifat
yang
mendeskripsikan kejadian yang faktual tanpa harus mengkaitkan dengan
hipotesis penelitian. Dan biasanya penelitian ini dilakukan dengan cara
melakukan survei, oleh karena itu seringkali penelitian ini disebut sebagai
penelitian survei.Metode yang digunakan pada penelitian ini pun
merupakan metode yang terperinci agar dapat menghasilkan informasi
yang lebih detail. Mengidentifikasi atau mengelompokan masalah yang
sedang terjadi berdasarkan pengamatan langsung ditempat dilakukannya
penelitia, oleh karena itu penelitian deskriptif ini juga menuntut adanya
keterlibatan dari peneliti secara langsung dalam melakukan pengamatan
pada objek penelitian.
29
3.3 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan sebuah cara atau metode yang
digunakan untuk memperoleh informasi akan suatu pengetahuan ilmiah
dengan tujuan untuk menemukan hal-hal yang baru (Ruslan, 2010 : 24).
Dari cara atau metode tersebut peneliti mendapatkan hasil untuk
menegaskan teori yang berhubungan dengan penelitian. Dengan demikian
dapat ditegaskan bahwa metode penelitian merupakan rangkaian cara atau
langkah-langkah yang dilakukan peneliti secara terpola untuk menganalisis
sebuah peristiwa dan mengaitkannya dengan sebuah teori yang digunakan
dalam penelitian tersebut untuk memperoleh suatu informasi.
Metode Penelitian yang dilakukan tergolong penelitian deskriptif
kualitatif. Deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian yang memiliki
tanggapan dan jawaban yang kritis terhadap masalah yang dihadapi dalam
melakukan penelitian kualitatif.Penelitian ini juga berhubungan dengan
objek penelitian yang berupa manusia dan segala yang terkait dengan
budayanya.
Deskriptif kualitatif adalah penggambaran secara kualitatif fakta,
data, atau objek material yang bukan berupa rangkaian angka melainkan
berupa ungkapan bahasa atau wacana (apapun itu bentuknya) melalui
interpretasi yang tepat dan sistematis (Wibowo, 2011 : 43). Dengan
demikian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa metode penelitian
deskriptif kualitatif
yaitu salah satu bentuk metode penelitian yang
didasarkan pada data deskriptif yang berupa data lisan atau tulisan yang
diperoleh dari subjek yang telah diamati. Metode penelitian deskriptif
kualitatif merupakan metode analisis yang dilakukan dengan cara yang
sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dengan
metode deskriptif kualitatif akan memberikan gambaran secara sistematis
tentang budaya organisasi yang ada di dalam organisasi BeritaSatu Media
Holdings divisi marketing communication.
30
Seperti yang telah diketahui bahwa penelitian deskriptif kualitatif
juga memiliki hubungan dengan objek penelitian yang berupa manusia dan
segala yang terkait dengan budayanya. Untuk itu peneliti menggunakan
metode ini dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan objek
anggota organisasi yang ada pada divisi marcomm BeritaSatu Media
Holdings dan segala jenis budaya organisasi yang terbentuk didalam divisi
tersebut.Peneliti meyakini bahwa metode penelitian ini sangat cocok
digunakan untuk meneliti budaya organisasi di dalam divisi marcomm
BeritaSatu Media Holdings.
3.3.1 Ciri-ciri Penelitian Deskriptif Kualitatif
Dalam penyusunan sebuah penelitian yang menggunakan metode
penelitian deskriptif kualitatif, bentuk laporan yang disajikan dituntut
untuk memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
a. Data Penelitian diambil berdasarkan hasil pengamatan di
tempat kejadian peristiwa dan juga dari hasil wawancara.
b. Tidak menggunakan angka, akan tetapi melalui ungkapan
bahasa secara lisan maupun tertulis.
c. Hasil dapat ditulis dalam bentuk laporan yang tidak hanya
berisi rangkaian kata atau uraian bahasa akan tetapi juga
dapat melalui gambar.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan atau proses dalam pengumpulan data terbilang sebagai
langkah yang cukup penting dalam melakukan proses penelitian. Teknik
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini selain bertujuan
untuk mempermudah dalam pengumpulan data bagi peneliti tetapi juga
agar orang lain yang membaca penelitian ini dapat mengetahui dari mana
saja sumber data yang di dapatkan oleh peneliti. Teknik atau metode
pengumpulan data adalah cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data.
Teknik pengumpulan data ini dilakukan di organisasi BeritaSatu Media
Holdings pada divisi marketing communicationuntuk mendapatkan data
31
tentang budaya organisasi yang terjadi di dalamanya. (Kriyantono,
2012:63-64).
Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Observasi Lapangan
Dalam pengumpulan data, penelitian ini melakukan sebuah
observasi lapangan di tempat objek penelitian yaitu
BeritaSatu Media Holdings
pada
divisi
marketing
communication dengan mengamati fenomena budaya
organisasi yang terjadi di sana. Observasi ini berlangsung
selama praktek kerja lapangan pada divisi tersebut
terhitung mulai tanggal 3 maret 2014 sampai 4 Juni 2014.
Observasi
sendiri
memiliki
arti
sebagai
suatu
penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan
menggunakan
kemampuan
panca
indera
manusia
(Endraswara, 133:2006). Observasi lapangan ini dilakukan
dengan
cara
melakukan
pengamatan
secara
langsungterhadap segala bentuk kegiatan yang terjadi
dalam sebuah
organisasi
atau
tempat
dilakukannya
penelitian yang berkaitan dengan objek penelitian yaitu
mengenai
budaya
mendapatkan
organisasi
kejelasan
dengan
mengenai
data
tujuan
untuk
yang
ingin
diperoleh untuk kelancaran proses penelitian itu sendiri.
Observasi lapangan ini menjadi salah satu teknik
pengumpulan data yang baik karena peneliti terlibat secara
langsung dalam pengamatan sehingga tingkat keakuratan
dari data yang diperoleh menjadi lebih meningkat.
32
2. Wawancara Mendalam
Teknik pengumpulan data yang juga akan digunakan untuk
mendukung penelitian ini adalah wawancara mendalam
yang akan dilakukan ke beberapa pekerja BeritaSatu
Media Holdings divisi marcomm.Wawancara mendalam
dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan informasi
yang
mendalam
dari
informan
yang
memiliki
kredibilitas dan dapat dipercaya untuk memberikan
informasi-informasi mengenai budaya organisasi yang ada
pada divisi tersebut berupa lingkungan usaha, ritual, dan
jaringan budaya. Dengan melakukan wawancaramendalam
dengan daftar pertanyaan yang tersususn secara sistematis
akan memungkinkan para narasumber untuk menceritakan
tentang pengalaman mereka ketika mengalami budaya
organisasi tersebut dan mengutarakan opini-opini mereka
tentang budaya organisasi yang ada serta motivasi yang
terbangun untuk bekerja lebih baik lagi demi organisasinya
yaitu BeritaSatu Media Holdings dimana semua hal itu
dipengaruhi oleh budayaorganisasi. Wawancara
mendalam atau depth interview merupakan metode yang
memungkinkan
pewawancara
bertanya
kepada
responden yang ingin diteliti.(West dan Turner, 2008:83).
Wawancara
mendalam
memberikan
pandangan bagi peneliti dalam mengolah
data
yang
Berikut
telah
beberapa
ia
inipun
peroleh
dilakukan
dari
namapihakinternal
para
yang
untuk
informan.
menjadi
narasumber untuk pengumpulan data dari penelitian
ini:
a. EI
(General
Manager
Communication)
b. IS (Traffic and Promotion)
c. MA (Marcomm Support
of
Marketing
33
Dalam melakukan penelitian ini jenis data yang digunakan oleh
peneliti terdiri dari dua macam, diantaranya adalah:
1. Data Primer
Data Primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh
periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus
(Istijanto, 2
005 : 45). Data primer ini merupakan data
mentah yang diolah kembali oleh peneliti yang
bertujuan
untuk
membantu
proses
penelitian
yang
dilakukan, data ini didapatkan bukan melalui penacarian
hasil penelitian yang telah ada sebelumnya. Dalam proses
pengerjaannya, data primer di dapatkan oleh peneliti
melalui hasil observasi lapangan yang dilakukan ketika
peneliti melakukan kegiatan praktek kerja lapangan pada
divisi
marketing
Holdings.
communication
Peneliti
mengamati
BeritaSatu
bagaimana
Media
budaya
organisasi yang terjadi didalam pihak internal dari divisi
tersebut.Selain melakukan observasi lapangan data primer
juga diperoleh berdasarkan hasil wawancara mendalam
yang dilakukan kepada beberapa pihak internal untuk
mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan
laporan penelitian ini.
2. Data Sekunder
Data Sekunder merupakan data yang didapatkan atau
diperoleh dari sumber kedua, data ini diperoleh dari datadata penelitian terdahulu yang telah ada seperti jurnaljurnal nasional dan internasional. Menurut pengertiannya
data sekunder merupakan data-data kedua yang sudah ada,
yang telah dikumpulkan sebelumnya untuk tujuan-tujuan
yang tidak mendesak (Soegoto , 2008 : 118). Dalam proses
pengerjaannya data sekunder ini diperoleh oleh peneliti
34
dari hasil pencarian tiga jurnal internasional dan dua jurnal
nasional sebagai data pelengkap yang telah disesuaikan
sebelumnya untuk penelitian ini, sementara itu data
sekunder juga diperoleh peneliti dari buku-buku yang ada
kaitannya dengan objek penelitian yaitu budaya organisasi,
dan terakhir data sekunder diperoleh dari database yang
ada di tempat penelitian yaitu BeritaSatu Media Holdings.
Data sekunder ini nantinya bertujuan untuk melengkapi
data-data primer yang telah ada serta mendukung
keabsahan dari data primer itu sendiri.
3.5 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan sebuah langkah yang harus
dilakukan oleh peneliti untuk menganalisa, merubah, dan menguji
kebenaran data yang ia miliki untuk melanjutkan proses penelitian. Teknik
analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan
menggunakan model kualitatif, miles dan huberman menyatakan bahwa
teknik analisis ini terdiri dari:
1. Reduksi Data(Data Reduction)
Proses reduksi data melalui tahapan-tahapan seperti proses
editing dimana peneliti mengelompokan dan meringkas
data yang dimiliki, kemudian memilih, menyusun, dan
mengeliminasi data-data yang tidak diperlukan atau tidak
sesuai dengan penelitian. Peneliti setelah mendapatkan
semua informasi yang dibutuhkan dalam meneliti budaya
organisasi pada divisi marcomm BeritaSatu Media
Holdings baik itu yang berasal dari hasil wawancara dan
sejumlah data- data pendukung seperti jurnal dan kutipankutipan dari buku, maka langkah selanjutnya yang diambil
adalah
mengedit
dengan
mengelompokan
data-data
tersebut dan kemudian memilih serta menyusun data-data
35
tersebut sehingga pada akhirnya dapat mengeliminasi datadata yang tidak diperlukan dalam penelitian ini.
2. Penyajian Data (Data Display)
Dalam penyajian data, peneliti menyajikan data yang
sudah dipilih dan disusun berupa uraian-uraian yang
dikaitkan
dengan
teori
yang
digunakan
pada
penelitian.Selain berupa uraian, penyajian data disini
pun dapat berbentuk
diagram,
atau gambar
menunjukan keterkaitan antara satu gejala
yang
dengan gejala
yang lainnya. Pada tahapan ini peneliti wajib untuk dapat
memberikan
gambaran
tentang
penelitiannya
yaitu
budaya organisasi yang terjadi pada divisi marketing
communication BeritaSatu Media Holdings. Uraian-uraian
yang telah dipilih dan disusun tersebut selanjutnya
dikaitkan dengan teori yang digunakan pada penelitian
untuk menguji kebenarannya. Selain uraian peneliti juga
dapat menyajikan data dalam bentuk diagram yang
menunjukan
keterkaitan
dengan
fenomena
budaya
organisasi pada divisi tersebut.
3.
Penarikan dan Pengujian Kesimpulan (Drawing and
Verifying Conclusions)
Pada dasarnya penarikan dan pengujian kesimpulan
diimplementasikan
pada
prinsip
mempertimbangkan
pola-pola
induktif
data
yang
dengan
ada
pada
penyajian data (display data)yang juga telah direduksi
dalam bentuk laporan yang tersusun secara sistematis,
sehingga pada tahap ini juga dapat diperoleh jawaban dari
pemecahan
masalah dalam fenomena penelitian. Di
tahap yang ketiga ini peneliti menarik kesimpulan atas
hasil yang diperoleh berdasarkan
yang digunakan pada penelitian
pengumpulandata
ini
dan
setelah
itu
36
kesimpulan
diuji
untuk
mendapatkan
sebuah
jawaban dari fenomena budaya organisasi pada divisi
marketing communication BeritaSatu Media Holding
sebagai tempat dilakukannya penelitian.
3.6 Teknik Keabsahan Data
Untuk memperoleh hasil data yang benar dan dapat dipercaya,
maka diperlukan pengujian terhadap keabsahan data yang diperoleh pada
proses penelitian. Teknik yang digunakan penulis untuk menguji
keabsahan data dari penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik
triangualisi. Triangulasi sendiri lebih kepada upaya untuk menunjukan
bukti empirik untuk meningkatkan pemahaman terhadap realitas atau
gejala yang diteliti. Karena itu, seringkali peneliti menemukan bahwa data
dalam suatu penelitian kualitatif bersifat sejalan (consistent) ketika diuji
dengan data yang lain, atau dapat menghasilkan data yang tidak sejalan
(inconsistent), atau bahkan data-data tersebut sangatlah bertolak belakang
(contradictory).
Triangulasi adalah teknik keabsahan data yang dilakukan dengan
cara nelihat suatu realitas dari berbagai sudut pandang atau prespektif, dari
berbagai segi sehingga lebih kredibel dan akurat (Suparno, 2008 : 71).
Menurut pengertian diatas bahwa triangulasi merupakan metode atau
teknik pengumpulan data yang mengkombinasikan berbagai macam sudut
pandang mengeneai penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan
informasi yang lebih lengkap. Selain itu, triangulasi juga dapat dikatakan
sebagai upaya untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi
kenyataan yang ada dalam konteks pengumpulan data tentang berbagai
kejadian dan hubungan dari berbagai pandangan, dengan kata lain bahwa
pihak peneliti dapat melakukan pengecekan kembali temuan-temuannya
dengan cara membandingkan. Yaitu dengan melakukan empat jenis
triangulasi. Empat jenis triangulasi tersebut adalah:
37
a. Triangulasi Sumber Data
Triangulasi sumber membandingkan atau mengecek ulang
derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari
sumber yang berbeda. Misalnya, membandingkan hasil
pengamatan dengan wawancara atau membandingkan apa
yang dikatan oleh masyarakat umum dengan apa yang
dikatan secara pribadi.
b. Triangulasi Waktu
Perubahan suatu proses dan perilaku manusia setiap waktu
sering berubah-ubah. Artinya, periset perlu mengadakan
observasi tak hanya satu kali.Sehingga dapat diperoleh
semua data yang benar-benar aktual dari hasil observasi.
c. Triangualsi Metode
Triangulasi
metode
merupakan
usaha
pengecekan
keabsahan data dan temuan riset, maka triangulasi metode
dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik
pengumpulan data untuk memperoleh hal yang sama.
d. Triangulasi Teori
Triangulasi teori memanfaatkan dua atau lebih teori sebagai
perbandingan
untuk
keperluan
rancangan
riset,
pengumpulan data, dan analisis data secara lebih lengkap
agar hasilnya lebih komperhensif. (Ruslan, 2010 :)
Sementara yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi
sumber data. Dimana peneliti memanfaatkan sejumlah data-data yang telah
didapat dari observasi lapangan dan mewawancarai secara mendalam
beberapa anggota organisasi untuk dimintai keterangan akan sudut
pandang mereka terhadap budaya organisasi yang terjadi di divisi
marcomm BeritaSatu Media Holdings, lalu hasil antara wawancara
mendalam tersebut dan observasi lapangan dibandingkan untuk menguji
kebenaran data yang telah diperoleh. Setelah itu peneliti membuat
transcript wawancara terstruktur yang berasal dari hasil wawancara
mendalam kepada informan-informan yang telah dipilih berdasarkan
kualifikasi tertentu untuk ditanyakan kembali kepada para informan
38
tersebut apakah yang dituliskan oleh peneliti benar sesuai dengan yang
dimaksud oleh infroman atau narasumber. Hal tersebut dilakukan agar
tidak timbul adanya perbedaan interpretasi dari peneliti dan juga para
informan, sehingga data yang dihasilkan adalah valid.
Download