(tato) dan return on asset(roa)

advertisement
ISSN-P 2407-2184
Jurnal Akuntansi Politeknik Sekayu ( ACSY )
Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
PENGARUH TOTAL ASSETS TURNOVER (TATO) DAN RETURN ON ASSET(ROA) TERHADAP
HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2010-2012
Maria
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Sriwijaya
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Total Assets Turnover (TATO) dan Return On Asset (ROA)
terhadap harga saham pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi
dalam penelitian ini adalah 32 perusahaan dan yang dijadikan sampel 20 perusahaan dengan teknik purposive
sampling. Data diperoleh melalui Capital Market Dictionary (ICMD).Selanjutnya data dianalisis dengan
menggunakan regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan secara bersama-sama bahwa TATO dan
ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dan secara parsial, TATO tidak berpengaruh
terhadap harga saham sedangkan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
Kata kunci: TATO, ROA dan harga saham
1.
PENDAHULUAN
seeker), investor yang tidak menyukai risiko (risk
Pasar modal sebagai lembaga perantara
averse) dan investor yang bersifat netral (risk
(intermediaris) merupakan penghubung antara
netral).Sifat
pihak yang membutuhkan dana dengan pihak
menyukai risiko (risk averse). Oleh karena itu,
yang mempunyai kelebihan dana. Kehadiran
investor bersedia mengambil suatu kesempatan
pasar modal memperkaya pilihan sumber dana
investasi yang lebih berisiko jika mengharapkan
perusahaan khususnya dana jangka panjang.
tingkat pengembalian (return) yang lebih tinggi.
Dengan adanya pasar modal diharapkan dapat
Dengan
meningkatkan kemampuan perusahaan dalam
keuntungan yang diharapkan maka semakin besar
menentukan struktur modal yang optimal.Salah
pula tingkat risiko yang dihadapi. Sebaliknya,
satu wujud investasi dalam pasar modal yaitu
semakin
investasi saham. Harapan akan keuntungan yang
diharapkan maka semakin rendah tingkat risiko
diperoleh
yang dihadapi (high risk high return and low risk
(dividen
memengaruhi
dan
keputusan
capital
gain)sangat
investor
dalam
low
investor
demikian,
rendah
return),
pada
umumnya
semakin
tingkat
Markoni
besar
tidak
tingkat
keuntungan
(2009).
Untuk
yang
itu,
melakukan investasi saham. Dividen, bagian dari
perusahaan harus mampu mempertimbangkan
sejumlah
keefektifan penggunaan sumber-sumber daya
perusahaan
keuntungan
kepada
para
yang
dialokasikan
pemegang
saham
yang dimilikinya.Satu satu upaya yang dapat
sedangkan capital gain merupakan selisih lebih
dilakukan yaitu dengan mengukur rasio aktivitas
antara harga jual saham dengan harga beli saham.
perusahaan.
Hal yang harus diperhatikan oleh investor
Total Assets Turnover (TATO) adalah
bila ingin berinvestasi pada saham adalah tingkat
salah satu rasio
aktivitas
keuntungan yang diperoleh maupun tingkat risiko
menunjukkan
yang mungkin terjadi. Ada tiga tipe investor
keseluruhan aset perusahaan dalam menghasilkan
dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan
volume penjualan tertentu. Semakin tinggi rasio
yaitu investor yang menyukai risiko tinggi (risk
TATO, berarti semakin efisien penggunaan
Jurnal ASCY, Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
32
tingkat
yang ada.TATO
efisiensi
penggunaan
keseluruhan
aset
dalam
menghasilkan
penjualan/pendapatan. TATO dinilai penting bagi
menjadi salah satu saham leading sector pada
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
para kreditur dan pemilik perusahaan, karena akan
menunjukkan
efisien
tidaknya
penggunaan
seluruh aset dalam suatu perusahaan. Selain
2.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Total Assets Turnover (TATO)
TATO, indikator penting untuk menilai prospek
Perputaran total aset atau Total Asset
perusahaan dimasa mendatang adalah dengan
Turnover (TATO) merupakan salah satu rasio
melihat pertumbuhan profitabilitas. Indikator ini
aktivitas. Rasio ini membandingkan penjualan
penting diperhatikan untuk mengetahui investasi
dengan
yang
mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan
akan
dilakukan
investor
dalam
total
aset
yang
penjualan
yang diisyaratkan investor.
Menurut Kasmir (2012:185), “TATO merupakan
satu
digunakan
rasio
untuk
profitabilitas
mengukur
aset
yang
untuk
memberikanreturn yang sesuai dengan tingkat
Salah
berdasarkan
bermanfaat
dimiliki.
yang
rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran
kemampuan
semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih, yaitu
mengukur
Return
ini
diperoleh dari tiap rupiah aktiva”. Menurut
menggambarkan tingkat laba yang diperoleh
Prastowo (2011:94),”TATO mengukur aktivitas
perusahaan
aktiva
On
Assets
dengan
ditanamkan.ROA
kemampuan
(ROA).
tingkat
investasi
digunakan
sejumlah
Rasio
aset
yang
dan
berapa
jumlah
kemampuan
penjualan
yang
perusahaan
dalam
untuk
melihat
menghasilkan penjualan melalui penggunaan
yang
dimiliki
aktiva tersebut”. Rasio ini juga mengukur
perusahaan dalam menghasilkan laba. ROA
seberapa
efisien
aktiva
diperoleh dengan cara membandingkan antara Net
dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan.
Income After Tax (NIAT) terhadap Total Assets.
Menurut
ROA yang semakin besar, menunjukkan kinerja
menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari
keuangan yang semakin baik karena tingkat
volume penjualan dengan kata lain seberapa jauh
return semakin besar.
kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan.
Harahap
tersebut
(2009:309),
telah
“TATO
ROA
Semakin tinggi rasio ini semakin baik”.Standar
terhadap harga saham telah dilakukan beberapa
industri perputaran pada TATO adalah sebanyak
peneliti sebelumnya. Sasongko dan Wulandari
dua kali. Jika perputaran TATO lebih dari dua
(2006), menemukan bahwa secara parsial EPS
kali maka dikatakan baik, namun bila kurang dari
berpengaruh
dua
Penelitian
mengenai
terhadap
pengaruh
harga
saham
pada
kali
rasio
aktivitasnya
belum
baik
perusahaan manufaktur sedangkan EVA, ROA,
(Kasmir:2012). Menurut Riyanto (2010), TATO
ROE, ROS, dan BEP tidak berpengaruh terhadap
dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
harga saham. Selanjutnya penelitian Nurmalasari
Total Assets Turnover =
(2008) yang dilakukan terhadap harga saham
LQ45 menyimpulkan bahwa ROA dan EPS
2.2
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga
saham.Penelitian ini dilakukan pada perusahaan
pertambangan
dengan
pertimbangan
saham-
penjualan
Total Aset
Return On Asset (ROA)
Menurut Tandelilin (2010:372),” Return
On
Asset
menggambarkan
sejauh
mana
kemampuan asset-aset yang dimiliki perusahaan
saham dari sektor pertambangan berpotensi
Jurnal ASCY, Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
33
bisa menghasilkan laba”. ROA merupakan bagian
terhadap penggunaan keseluruhan jumlah aset
dari rasio profitabilitas dalam analisis laporan
serta dinyatakan dalam bentuk persen (%).
keuangan atau pengukuran kinerja keuangan
Standar ROA menurut Bank Indonesia (BI)
perusahaan dan merupakan bentuk yang paling
adalah sebesar 15%.Bila kurang dari 15%, maka
mudah
perusahaan belum baik, namun bila lebih dari
dari
analisis
profitabilitas
dalam
menghubungkan laba bersih setelah pajak yang
15%
dilaporkan terhadap total aset.Pengertian ROA
baik.ROA menurut Riyanto (2010), bisa dihitung
menurut
dengan rumus sebagai berikut:
Hanafi
dan
Halim
(2009:80),
“Perputaran aktiva tetap, mengukur sejauh mana
maka
perusahaan
dapat
dinyatakan
Laba bersih
Total Aset
Return on Asset =
kemampuan menghasilkan penjualan berdasarkan
aktiva tetap yang dimilliki perusahaan.”ROA
yang positif menunjukkan bahwa dari total aset
2.3
Pengertian Saham, Harga Saham dan
yang dipergunakan untuk beroperasi, perusahaan
Faktor yang Mempengaruhinya
mampu
perusahaan.
Menurut Hanafi dan Halim (2009:15),
Sebaliknya apabila ROA negatif menunjukkan
“saham merupakan klaim paling akhir urutannya
bahwa
atau
memberikan
dari
total
laba
aset
bagi
yang
dipergunakan,
haknya.Bila
perusahaan
mengalami
suatu
kebangkrutan, maka kas yang ada dipakai untuk
tinggi,
melunasi utang terlebih dahulu, baru kemudian
perusahaan tersebut berpeluang besar dalam
jika terdapat sisa, kas tersebut digunakan untuk
meningkatkan
sendiri.
membayar pemegang saham”.Menurut Darmadji
Sebaliknya, jika total aset yang digunakan
dan Fakhrudin (2012:5), “saham (stock) dapat
perusahaan
didefinisikan
perusahaan
mendapat
perusahaan
mempunyai
kerugian.
ROA
pertumbuhan
tidak
Bila
yang
modal
memberikan
laba,
maka
sebaga
tanda
penyertaan
atau
perusahaan akan mengalami kerugian dan akan
kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
menghambat
sendiri.
perusahaan atau perseroaan terbatas”. Disisi lain,
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ROA
Fahmi (2012:81) menyatakan saham sebagai
merupakan salah satu alat untuk mengukur kinerja
“tanda bukti penyertaan kepemilikan modal/dana
keuangan perusahaan dan mengukur kemampuan
pada suatu perusahaan, kertas yang tercantum
manajerial dalam menghasilkan laba perusahaan
dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan dan
berdasarkan penggunaan aset.
diikuti dengan hak dan kewajiban yang dijelaskan
peertumbuhan
modal
Gibson (2011:303) menyatakan “Return
on assets measures the firm’s ability to utilize its
assets to create profits by comparing profits with
kepada setiap pemegangnya, dan persediaan yang
cukup dijual”.
Harga
saham
cerminan
dari
kinerja
the assets that generate the profits”. Sependapat
keuangan perusahaan. Harga saham merupakan
dengan Gibson, Prihadi (2008) mengemukakan
nilai selembar saham suatu perusahaan/emiten.
ROA bertujuan untuk mengukur kemampuan
Pada periode yang singkat, harga suatu saham
perusahaan dalam mendayagunakan aset untuk
bisa sangat berfluktuatif.Oleh karenanya tiap
memperoleh laba dan mengukur hasil total untuk
akhir periode penutupan harga saham merupakan
seluruh kreditur dan pemegang saham selaku
acuan yang tepat dalam membandingkan atau
penyedia sumber dana. Dengan kata lain, ROA
menganalisis suatu penelitian. Menurut Sunariyah
menunjukkan tingkat pengembalian laba bersih
(2011:180),
Jurnal ASCY, Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
“harga saham ditentukan dan
34
dibentuk
oleh
mekanisme
pasar”
Menurut
Selanjutnya
menurut
Wira
(2014),
Tandelilin (2010:341), “harga saham merupakan
terdapat dua teknik analisis yang biasa dipakai
cerminan dari ekspektasi investor terhadap faktor-
oleh investor untuk mengetahui suatu saham
faktor earning, aliran kas, dan tingkat return yang
layak beli pada saat tertentu atau tidak.Yakni
disyaratkan investor yang mana ketiga faktor
dengan menggunakan analisis fundamental dan
tersebut juga sangat dipengaruhi oleh ekonomi
analisis teknikal. Analisis fundamental digunakan
makro suatu negara serta kondisi ekonomi global.
untuk
Investor
pada
(overvalued) atau murah (undervalued), apakah
dengan
perusahaan tersebut sehat atau tidak, serta
tanda
digunakan untuk mengetahui valuasi saham,
mencapai
berapa nominal rupiah saham perusahaan layak
dapat
perusahaan
melakukan
melalui
memperoleh
pasar
saham
kepemilikannya.
investasi
modal,
sebagai
Jika
perusahaan
mengetahui
dihargai.
suatu
saham
Analisis
mahal
prestasi yang baik, maka saham perusahaan
untuk
tersebut akan banyak diminati oleh banyak
memperhitungkan berbagai faktor, seperti kinerja
investor. Prestasi baik yang dicapai perusahaan
perusahaan, analisis persaingan usaha, analisis
dapat dilihat dalam laporan keuangan yang
industri, analisis ekonomi dan pasar makro-
dipublikasikan oleh perusahaan.
mikro.Analisis
teknikal
fundamental
adalah teknik
yang
Tinggi rendahnya harga saham perusahaan
menganalisis fluktuasi harga saham dalam rentang
di pasar modal ditentukan oleh tinggi rendahnya
waktu tertentu. Dari pergerakan tersebut akan
permintaan
yang
terlihat pola tertentu yang dapat digunakan
bersangkutan. Semakin besar permintaan dengan
sebagai dasar untuk melakukan pembelian atau
asumsi penawaran tetap, maka semakin tinggi
penjualan saham. Pada dasarnya analisis teknikal
harga saham tersebut. Sebaliknya jika penawaran
digunakan untuk menentukan apakah suatu saham
tinggi karena banyak investor yang menjual
sudah overbought (jenuh beli) atau oversold
saham
(jenuh jual).
akan
yang
saham
perusahaan
dimilikinya,
maka
akan
menyebabkan turunnya harga saham. Terdapat
dua faktor yang memengaruhi perubahan harga
2.4
saham, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal yang memengaruhi harga
saham, seperti laba perusahaan, pendapatan,
Rerangka Pemikiran
Berdasarkan landasan teori dan penelitian-
penelitian sebelumnya, rerangka berfikir dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
aliran kas, serta indikator rasio-rasio keuangan
sering
digunakan
oleh
para
analis
untuk
mengukur rencana keuangan perusahaan.Faktor
eksternal yakni faktor fundamental mencakup
Gambar 1 Rerangka Pemikiran
perkembangan ekonomi dan politik. Beberapa
bentuk faktor fundamental antara lain angka
Hipotesis
pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga yang
H1 =
TATO dan ROA secara bersama-sama
memengaruhi kegiatan investasi, Gross Domestic
berpengaruh signifikan terhadap harga
Product (GDP), stabilitas politik dan ekonomi
saham perusahaan pertambangan yang
yang
terdaftar di BEI tahun 2010-2012.
menyangkut
moneter,
perpajakan,
infrastruktur serta teknologi informasi.
Jurnal ASCY, Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
35
H2 =TATO berpengaruh signifikan terhadap
atau tidak.Dalam penelitian ini untuk menguji
harga saham perusahaan pertambangan
data berdistribusi normal dengan menggunakan
yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012.
uji Kolmogorof Smirnov.Hasil uji normalitas
H3=ROA berpengaruh signifikan terhadap harga
membuktikan bahwa data dalam penelitian ini
saham perusahaan pertambangan yang
berdistribusi normal.Variabel TATO memiliki
terdaftar di BEI tahun 2010-2012.
distribusi normal dengan angka probabilitas
(Asymp.Sig) sebesar 0,101.Angka tersebut lebih
3.
METODA PENELITIAN
dari probabilitas 5%.ROAdan harga
3.1
Populasi dan Sampel Penelitian
kurang dari angka probabilitas5%, artinya data
Populasi penelitian yaitu 32 perusahaan
dari dua variabel ini memiliki distribusi tidak
pertambangan yang terdaftar di BEI (2010-2012).
normal. Kedua variabel tersebut perlu dilakukan
Dengan teknik purposive sampling, perusahaan
transformasi data agar plot distribusi normal dan
yang aktif mempublikasikan laporan keuangan,
di
publikasi harga saham dan laporan keuangan
logaritma, yaitu transformasi data ke dalam
diaudit maka sampel terpilih sebanyak 20
Logaritma Natural (LN) (Ghozali:2009). Dengan
perusahaan.
demikian data yang sudah di trettment dan sudah
Dengan
demikian
data
yang
digunakan 60 laporan keuangan.
trettmen
normal
dengan
saham
menggunakan
model
dapat digunakan untuk pengujian
selanjutnya.
3.2
Uji
Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini, digunakan metode
observasi
nonpartisipan.Menurut
(2012:204)
dengan
multikolinieritas
digunakan
untuk
mengetahui ada atau tidaknya hubungan linier
Sugiyono
antar variabel independen dalam model regresi.
nonpartisipan,
Jika antar variabel bebas ada yang tinggi
peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat
(umumnya diatas 0,95), maka ada indikasi
independen.Peneliti hanya mencatat, menganalisis
multikolinieritas. Selain itu, multikolinieritas juga
dan selanjutnya membuat kesimpulan.
dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance
observasi
Inflation
3.3
Factor
Model dan Teknik Analisis
tolerance<
0,10
Model analisis, Y = a + b1X1 + b2X2 +ε
menunjukkan
(VIF).
dan
Apabila
VIF
>10
adanya
ada
nilai
maka
ini
multikolinearitas
Teknik analisis yang digunakan peneliti untuk
(Ghozali:2009). Analisis multikolinieritas SPSS
mengolah
analisis
Versi 19 menunjukkan bahwa nilai VIF dari
kuantitatif.Data berupa angka diperoleh penulis
TATO (X1) sebesar 1.167, dengan nilai tolerence
dari BEI. Data yang diperoleh dari ICMD
0.787, ROA (X2) sebesar 2.0549, dengan nilai
data
yakni
teknik
selanjutnya diolah dengan bantuan software SPSS
Tabel 1
Hasil Uji-F
ANOVAb
versi 19.
4.
HASIL
ANALISIS
DAN
PEMBAHASAN
4.1
Uji Asumsi Klasik
Uji
normalitas
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Sig.
1 Regression
106.511
3
35.504
12.185
.000a
Residual
221.442
76
2.914
Total
327.953
79
a. Predictors: (Constant), X1, X2
digunakan
untuk
b. Dependent Variable: Y
mengetahui populasi data berdistribusi normal
Jurnal ASCY, Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
36
tolerence 0,402. Nilai VIF untuk semua variabel
Berdasarkan tabel 1 diperoleh Fhitung
independen VIF < 10, dan nilai tolerence > 0,10.
sebesar 12.185 dengan sign(ρ) < 0.05, sehingga
Kedua variabel independen penelitian ini tidak
dapat disimpulkan bahwa TATO dan ROA secara
terjadi multikolinieritas. Dengan demikian hasil
bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham.
uji multikolinearitas menyimpulkan bahwa tidak
Tabel 2
Hasil Uji t
terjadi multikolinieritas karena nilai tolerance
lebih dari 0,10 dan nilai VIF (variance inflation
factor) yang kurang dari 10.
1 (Constant)
Uji heterokedastisitas digunakan untuk
mengetahui ada atau tidaknya ketidaksamaan
varian dari residual pada model regresi. Untuk
mendeteksi
ada
tidaknya
heterokedastisitas
dilakukan dengan cara melihat grafik scatterplot.
Jika dalam grafik terlihat pada pola tertentu yang
teratur (bergelombang, melebar dan menyempit)
maka indikasi telah terjadi heterokdestisitas.
apakah dalam suatu model regresi linear ada
korelasi antara kesalahan pengganggu pada
periode t dengan kesalahan pada periode t-1
(sebelumnya).Untuk mendeteksi ada tidaknya
dapat
digunakan
Watson.Hasil
pengujian
uji
autokorelasi
Standardized
Coefficients
B
Std. Error
t
Sig.
Beta
4.940
1.023
4.828
.000
X1
.091
.263
.037
.346
.730
X2
.589
.213
.408
2.763
.007
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Output SPSS Versi 19, 2014 (ICMD)
thitung untuk variabel TATO sebesar .346 dengan
sign (ρ) = 0.730. Nilai sign (ρ) > 0.05, yang
berarti bahwa tidakberpengaruh terhadap harga
saham.thitung untuk variabel ROA sebesar 2.763
dengan sign (ρ) = 0.007. Nilai sign(ρ) < 0,05,
Autokorelasi digunakan untuk menguji
autokorelasi,
Unstandardized
Coefficients
Model
Durbin
dalam
yang berarti bahwa adanya pengaruh yang positif
dan signifikan dari ROA terhadap harga saham.
Kemampuan variabel independen memengaruhi
variabel dependen dapat digunakan model regresi
sebagai berikut:
Y = 4.940 + 0,091X1+ 0,589X2
Keterangan :
penelitian ini menunjukkan nilai Durbin Watson
adalah 1,185. Rumus menganalisis nilai Durbin
Y adalah harga saham, X1 adalah TATO dan X2
Watson berdasarkan ketentuan -2 < DW < +2.
adalah ROA.
Selanjutnya sesuai ketentuan maka -2 <1,185 <
+2 dapat dinyatakan tidak ada korelasi pada data
5.
SIMPULAN DAN SARAN
penelitian.
Hasil pengujian secara bersama-sama (uji
F)
4.2
menunjukkan
bahwa
TATO
dan
ROA
Analisis Regresi Linier Berganda
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga
Uji F berdasarkan nilai Fhitung yang
saham. Artinya, apabila nilai TATO dan ROA
dibandingkan dengan nilai Ftabel, dan tingkat
meningkat atau menurun, maka nilai harga saham
signifikansi, maka dapat diketahui ada atau
juga
tidaknya pengaruh variabel independen (X) yang
penurunan.Penelitian
terdiri dari X1 (TATO), X2 (ROA) terhadap
bahwa secara parsial (hasil uji t), TATO tidak
variabel dependen (Y) yaitu harga saham. Dari
berpengaruh
hasil pengelolahan data diketahui hasil Uji-F (uji
apabila nilai TATO meningkat atau menurun,
bersama-sama) sebagai berikut.
maka
akan
mengalami
terhadap
ini
peningkatan
juga
harga
atau
membuktikan
saham.Artinya,
harga saham tidak akan mengalami
peningkatan atau penurunan. ROA secara parsial
Jurnal ASCY, Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
37
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga
saham. Berpengaruhnya ROA terhadap harga
saham
menjelaskan
bahwa
meningkat
atau
menurunnya rasio ROA akan memengaruhi
peningkatan atau penurunan harga saham.
Berdasarkan simpulan yang diperoleh,
saran-saran yang dapat diberikan:
1)
sebaiknya
perusahaan
memperhatikan
kemampuannya
menghasilkan
laba,
penggunaan
modal
lebih
dalam
mengoptimalkan
kerja
dengan
memperhatikan faktor-faktor perputaran
modal serta mengelola dana eksternal
sebaik mungkin sehingga tidak melebihi
modal sendiri.
2)
Bagi
peneliti
selanjutnya,
dapat
memasukkan variabel-variabel selain
TATO dan ROA dalam hubungannya
dengan harga saham seperti ukuran
perusahaan,
faktor
ekonomi,
jenis
perusahaan,efek industri.
Jurnal ASCY, Volume I, No. 1, Oktober 2014, h. 32-38
DAFTAR PUSTAKA
Darmadji, Tjiptono dan Hendry M. Fakhrudin.
2012. Pasar Modal di Indonesia. Edisi
Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
Fahmi, Irham. 2012. Pengantar Pasar Modal.
Bandung: Alfabeta.
Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Program SPSS. Edisi
Keempat.
Semarang:
Universitas
Diponegoro.
Gibson, Charles H. 2011. FinancialStatement
Analysis.12th edition. Canada: SouthWestern.
Hanafi, Mamduh M dan Abdul Halim. 2009.
Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta:
UPP STIM YPKN.
Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan.
Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Markoni. 2009. Pengaruh Return On Equity, Price
to
Book
Value,
Price
Earning
Ratioterhadap
Harga
Saham
pada
Perusahaan
Asuransi
BEI.
Jurnal
Manajemen &Kewirausahaan,Volume 2
Nomor 2.
Prastowo, Dwi. 2011. Analisis Laporan
Keuangan
Konsep
dan
Aplikasi.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Prihadi, Toto. 2008. Deteksi Cepat Kondisi
Keuangan: 7 Analisis Rasio Keuangan,
Penerbit PPM, Jakarta.
Riyanto,
Bambang.
2010.
Dasar-dasar
Pembelajaran Perusahaan. Yogyakarta:
BPFE.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunariyah.2011. Pengantar Pengetahuan Pasar
Modal.Edisi ke-6. Yogyakarta: Sekolah
Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan
Investasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:
Kansius
Wira, Desmond. 2014. Analisis Fundamental
Saham.Jakarta:PenerbitExceed.
www.elib.unikom.ac.id. Noer Sasongko & Nila
Wulandari.Pengaruh EVA dan Rasio-rasio
Profitabilitas terhadap Harga Saham.
https://ml.scribd.com/doc/137839273/jurnal-LQ45. Indah Nurmalasari. 2008. Analisis
pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap
Harga Saham Emiten LQ45 yang Terdapat
di
BEI
Tahun
2005-2008
38
Download