disain komparator presisi teknologi cmos ams

advertisement
DISAIN KOMPARATOR PRESISI TEKNOLOGI CMOS AMS-0,35J.1ID
UNTUK ADC-PIPELINE 80 MSPS
Any K. Yapie', Dyah Nur+ainingsih'',
Suci Br. Kembaren",
Hamzah
Afandi".
Teknik Elektro, 3Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri,Universitas Gunadarma
JI. Margonda Raya 100 Depok, 16424
1 [email protected],
2 [email protected],
3suci [email protected]
[email protected]
',2,4
Abstrak
Disain ADC-pipeline (analog to digital converter) yang diaplikasikan untuk kamera kecepatan tinggi mengambil
bagian yang penting pada sistem akusisi piksel kolom secara paralel sebagai pengkonversi piksel analog ke
digital. Karena sinyal analog dari sensor kamera CMOS kecepatan tinggi 10,000 frame/s yang dilakukan dengan
menggunakan matrik 64x64 piksel (4096 piksellframe) memerlukan pemrosesan sinyallebih lanjut.
Untuk mendukung kinerja kamera tersebut, diperlukan 64 ADC yang dipasang paralel dengan spesifikasi ADC
yang harus memiliki laju konversi tinggi, daya dan tegangan rendah, serta resolusi tinggi. Pemilihan ADC jenis
pipeline dengan resolusi keluaran 8 bit 80 MSPS sangat tepat. Setiap stage ADC-Pipeline dibangun oleh
komparator bersama dengan penguat operasional dan sakelar kapasitor, serta clock non-overlapping dan sistem
delay untuk menghasilkan resolusi 8 bit yang seirama. Fungsi komporator sangat signifikan yaitu menghasilkan
digital biner dari proses DAC pada saklar kapasitor. Kemampuan komparator yang memiliki kecepatan,
tegangan histerisis yang presisi dan daya rendah digunakan untuk mengurangi kesalahan DNL, INL dan
tegangan residu. Untuk kebutuhan itu dibutuhkan komparator presisi tinggi dengan spesifikasi Vos "" OV,
tegangan set poin VSP = 1,65V dan konsumsi daya rendah < ImW.
Disain dan sirnulasi Komparator Presisi pada ADC-Pipeline dilakukan dengan perangkat lunak Mentor Graphics
dengan teknologi CMOS AMS-0,35Ilm.
Kata kunci : ADC pipeline, I bit per stage, komparator
1.
Pendahuluan.
.lC"'ixei
CMOS untuk sensor gambar telah berkembang
dalam beberapa tahun terakhir sebagai altematif
yang menjanjikan untuk menggantikan teknologi
yang konvensional, yaitu Charge Coupled Devive
(CCD). CMOS menawarkan konsumsi daya yang
rendah, lebih fungsional dan memungkinkan untuk
mengintegrasikan sistem terpadu
ke dalam chip
tunggal.
Proyek penelitian
dalam
pengembangan
kamera kecepatan tinggi 10.000 frames/s pada
Gambar 1 memerlukan ADC jenis Pipeline 64 buah
secara parallel[41[6][71. Disain ADC pada Gambar 2
dengan kecepatan tinggi yaitu 80 MSPS harus
memiliki akurasi dan resolusi yang tinggi. Untuk
mendukung kinerja
ADC terse but diperlukan
komponen penyusun yang
valid pada setiap
stagenya[1][21.Salah satu komponen tersebut adalah
komparator yang berfungsi untuk membandingkan
sinyal masukan dengan tegangan acuan (sub-ADC)
dan mengubahnya ke dalam biner digital. Spesifikasi
komparator harus memiliki tegangan histerisis yang
presisi, kecepatan tinggi dan daya rendah.
•
•
64
64 :eamlkJ Digital
Processors Elernenrs
Gambar I. Blok kamera CMOS 10.000 frames/s
One Ek1 Per SIage
ADC
One Ek1 Per SIage
ADC
~------------------f
·
.
··
h--il >-----<{}-!-----;-J·
..
Vres(N ...
D(N-2)
Gambar 2. Diagram ADC Pipeline I-bit! stage
369
2.
Komparator
Presisi
Komparator
presisi diimplementasikan
pada
setiap stage dari ADC. Disain ini menggunakan
komparator presisi dengan pengkoreksi digital untuk
meminimalkan
kesalahan offset komparator dan
untuk memperoleh output yang lebih baik.
Komparator
berfungsi
sebagai pembanding
sinyal masukan dengan tegangan acuan (sub-ADC).
Keluaran komparator merupakan logika biner 0 atau
I. Simbol dan blok diagram komparator presisi
ditampilkan pada Gambar 3[1][2][3][5].
Masing-masing
Blok
diperlihatkan
pada
Gambar 4. Blok pertama adalah Pre-arnplifier jenis
differensial dan diatur untuk input kapasitansi
dengan beban aktif. Ukuran transistor M 1 dan M2
ditetapkan
dengan
mempertimbangkan
transkonduktansi
diff-arnp dan input kapasitansi.
Blok ke-dua adalah umpan balik yang positif atau
rangkaian decision, yang merupakan jantung (inti)
dari komparator yang berfungsi untuk mengubah
arus ke tegangan. Rangkaian ini menggunakan
umpan balik positif dari hubungan silang gerbang
M8 dan M9 untuk meningkatkan gain dari elemen
decision. Dan blok yang ke-tiga adalah output
buffer, yang mengubah
output dari rangkaian
decision menjadi sinyal logika. Inverter (MI8 dan
M19) ditambahkan untuk mengisolasi apapun beban
kapasitansi dari bias penguat diferensialnya.
3. Perancangan
Gambar 3. Diagram Komparator Presisi
Komparator ini terdiri dari tiga blok, yaitu Preamplifier, rangkaian decision (keputusan) dan output
buffer (penyangga).
s--
30
-
-,i
Presisi
ADC l-bit/stage memerlukan sub-ADC yang
teliti dan memiliki ketepatan dan kecepatan tinggi.
Komparator ini adalah komparator presisi yang
memiliki Vos ""OV seperti Gambar 5.
l
- M3
Komparator
I
V0I+ i
V0I-)
U V0l0lJT)
--i
15·,··
20_
IS
-------
.~-
_
//
----
VSP
10
__ r.r~
-
, '/
,t-:·~I
t.
_
~!.
'.
-
Co,TI.".,.:""",1
00_.,/
1~~'~i~~I~'-'1
~'-'I~'
'1-"-'1-
.,,"'J
_I
00
(a) Rangkaian Pre-amplifier
- -- .J .
t-
~~,
I
~t)
1;
M1 ~_
....,--
t-
-
.1,
M'IO
~
I
1
-, '>-\ v,>
I
--
10
IS
2' 0
2' 5
) 0
Gambar 5. Transient DC Offset Komparator Presisi.
Disain komparator presisi dapat dimulai dengan
langkah sebagai berikut;
!
I
"!v~
r$htr[1?r t-ils!-:reSI5
I
05
(of')
(b) Rangkaian Decision
• Mendisain
blok
pre-amp
yang
berfungsi
mengubah level tegangan ke level arus seperti
pada Gambar 6, dengan menentukan penguatan
komparator A v ::::::5 untuk meminimalkan offset
error dengan Iss = 30J-lA supaya mendapatkan
mode bersama pada tegangan= 1,65V.
MI4
MI3
[
]
L
J
.j{~ •• --.--...:
I
/,fl'-,
I.n'}
,....J
---,-
L
_
(c) Rangkaian Penyangga
Gambar 4. Rangkaian Komparator Presisi
370
Gambar 6. Rangkaian Pre-Arnp
Diketahui VOS3= 1,6SV dan IDJ = ISflA maka
ukuranM3 adalah:
P
B
v
SPH
I
Kp W
D3=--(VCSJ
+Vmp)
2 2L
2
= v". -vo,
(1)
_I
Iss PA
=-'n- jorP
B
~PA
(6)
'
gm ~+I
P.•
---) VSPH= VSPL= 40m V dari V sp.
~ (W )3=1,2
L
jika L3=O,3Sflm maka W3 = O,4flm
J2.kp.: I DJ= 48flAN
Dangm3 =
(2)
sehingga dapat diketahui nilai gm I;
W1
-JKn LI
Av= gml-
(3)
gm3CW3
• Mendisain blok penyangga (buffer) seperti pada
Gambar 8 yang merupakan rangkaian pengubah
level tegangan differensial ke logika biner (0 dan
I), dengan menerapkan pembiasan sendiri dan
menambahkan
penyangga
not
untuk
meningkatkan penguatan dan mengisolasi dari
beban kapasitifterhadap pembiasan sendiri.
l~PL3
VDD
~S=gml
---)dangml=248flAN
48
dan dapat untuk menentukan ukuran MI ; (W)I=IO,8
L
M15
~.)-
Jt
I
i
-c---r--J-'
r
M7-
I
[M3
-"------J.------"-----r--
Gnd
Gambar 7. Rangkaian Decision
Untuk menentukan ukuran M7 sampai dengan
MII, harus diketahui spesifikasi dari rangkaian
decision, VSP = 1,6SV. Dengan catatan level Vo+
dan Vo- dibatasi pada 2VTHN= 0,92V. Sehingga
VOS7,!O = 0,6S9V dan Vosu = 0,73V dan
ukuran
M7=MI0,
M8=M9 dan Mll adalah sebagai
berikut;
10+
ID7=IDJO=T
W
M~
Gnd
Gambar 8. Rangkaian Penyangga
. i.
Tab e 11 P er hirtungan Manua IK omparator Pr esrs
Arus
Komponen Parameter
MOS
Ml
3,S/O,35
NMOS
15
M2
3,S/O,35
NMOS
15
M3
0,4/0,35
PMOS
15
0,4/0.35
M4
PMOS
15
0,4/0,35
M5
PMOS
15
M6
0,4/0,35
PMOS
15
0,7/0,35
M7
NMOS
7,5
MS
1,4/0,35
NMOS
7,5
M9
1,4/0,35
NMOS
7,5
0,710,35
MIO
NMOS
7,5
MII
1,54/0,35
NMOS
30
MI2
4,210,35
PMOS
30
MJ3
2,1/0,35
PMOS
15
MI4
2,1/0,35
PMOS
15
MI5
0,7/0,35
NMOS
15
MI6
0,7/0,35
NMOS
15
MI7
1,4/0,35
NMOS
30
MIS
4,2/0,35
PMOS
30
MI9
1,4/0,35
NMOS
30
PD
Disipasi
19MOS 396,SuW
(4)
=7,S flA
dan ukuran (-)7,10=2
OVo
ill
• Mendisain blok
decision,
sebagai
jantung
komparator
yang
mengubah
arus
menjadi
tegangan dengan menambahkan penggeser level
histeresis untuk meminimalkan noise yang terjadi
seperti pada Gambar 7.
"..
M13
V~~
danjika Ll= 0,3Sf.1mmaka Wl = 3,8flm.
Sehingga ukuran M 1=M2 dan M3=M4=MS=M6.
Besar 10+ = 10- = IS flA (awaI).
10+
i
L=O,3Sflm, W=O,7 um
L
Dengan syarat fl7 = fll0 = flA dan fl8 = fl9 = JlB
liB> 2flA sehingga ukuran M8 dan M9 adalah
L=O,3SflID,W=I,4 urn,
Diketahui ID!! = 30flA, maka ukuran M 11;
(W)II
[DII *2
= 4,4
L
Kn*(Vcs -vmNi
sehingga nilai L=0,3Sflm, W=I,S4 urn. Dan
(S)
Dimana VO+ dan Vo- bergerak dari titik tengah
1,6SV atau VDD/2 maka dapat ditentukan ukuran
M 12 sampai M 19 dengan aturan dari gerbang
NOT. M18 dan M19 membentuk gerbang NOT,
sehingga ukuran transistor PMOS = 2/3 dan
NMOS = 1/3 jika Ll8,19 = 0,3Sflm, W18= 1,4
urn dan W19= 4,2flm. Dengan cara yang sama
maka dapat ditentukan ukuran ;
M12 ; Ll2 = 0,3Sf.1m,W18= 4,2 urn
MI3 dan M14; L13,14 = 0,3Sflm, W13, 14 = 2, I urn
MIS dan MI6; LlS,16 = 0,3Sf.1m, W15, 16= 0,7 urn
M17; Ll7 = 0,3Sf.1m,W17= 1,4 urn
371
4. Simulasi Komparator
Presisi
Pada unit komparator
presisi (sub-ADC),
simulasi ditekankan pada offset komparator dan
level histerisis untuk menekan noise. Simulasi
pengujian tersebut adalah :
• Simulasi Pengujian tegangan offset Vos.
,.___
•
••••
__
,
__
°r
..-
__
"·
•
_H
rr __ .~_.
-
__ ._
-s -~~":".,~~;o;.;.:':~-:
~::-:-..:~;.~
Gambar 11. Hasil Simulasi Karakteristik Penyangga
~_
!'U
...
Tegangan set point penyangga (NOT) pada posisi
1,66V mendekati
level setpoint perhitungan :
1,65V., dengan level keluaran pada logika biner
(0= OV dan 1 = 3,3V). Pergerakan tegangan bias
dari O,72V sampai dengan 2,6V .
_-_._--_ ... _-----.-------"
's
>"
• Pengujian transient komparator presisi.
"
----_._----'
.'.
J
Gambar 9. Hasil Simulasi Karakteristik Vos
r
.
:
\I
r''\
~::
i\r' N
!\
'
: :
:
1 ..
.£.
j
:
r
ii
I]
U
LJ
f'\
\
~
\1
' ,
:' 1.,~ i
i i
~
'
\
r r f t/I illI jj
I: I
,! ~!
1!
••••••
I
I I
i: I
Dengan
memberikan
masukan
Vin- dengan
tegangan DC 1,65V dan masukan Vin+ variabel
DC dari OV sampai dengan 3,3V, didapatkan
perubahan keluaran (Vout) dengan titik setpoint
pada 1,65V. Saat Vin OV s/d 1.65V maka Vout =
OV (0) kemudian saat Vin bergerak dari 1,65V s/d
3,3V maka Vout = 3,3V (I)
n
r-r-
.'
;1
-
i
, ,
l<
-,
I~ I1 I) :
1 j
,;
fl
I
I,
:1
if
j!
I
fJ
I
-
(a) Sinusoidal
• Simulasi
Pengujian
tegangan
setpoint VSP.
Hasilnya diperlihatkan pada Gambar 10 dan Tabel
2.
tu -" - -: - - - - i- - - - - - - -
"
::
~
••
_
••
':i
.•.--
/'
m'''''~~'''h
i~
·1
,
(b) (kotak)
r-"
i
Gambar 12. Hasil Simulasi Karakteristik Delay
!
:\
~'_
Gambar 10. Hasil Simulasi
;!illB
Karakteristik VSP
Tabel 2. Perbandingan Hasil Perhitungan Manual
dan Simulasi VSP
No
I
2
3
372
Parameter
Vo+
VoVSP
Manual
0,73V s/d 2,57V
0,73V s/d 2,57V
1,65V
Simulasi
0,84V s/d 2,48V
0,1 V s/d 2,43V
1,18V
Gambar 12 adalah hasil pengujian dengan melihat
efek delay perbandingan antara Vin- dan Vin+
dengan keluaran Vout. Frekuensi yang diberikan
adalah 80MHz. Pada gelombang kotak dihasilkan
perbedaan periode tinggi dan rendah dan ini tidak
dijumpai pada simulasi dengan gelombang sinus.
Tabel3. Perubahan Nilai WfL Pada Komparator
Presisi
Simul-2
Keterangan
Simul-I
No
I
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
MI
M2
M3
M4
M5
M6
M7
M8
M9
MIO
MII
MI2
MI3
MI4
MI5
MI6
MI7
MI8
MI9
PD
VSP
3,8/0,35
3,8/0,35
0,4/0,35
0,4/0.35
0,4/0,35
0,4/0,35
0,7/0,35
1,4/0,35
1,4/0,35
0,7/0,35
1,54/0,35
4,2/0,35
2,1/0,35
2,110,35
0,7/0,35
0,7/0,35
1,4/0,35
4,2/0,35
1,4/0,35
396,8uW
1,18V
21/0,35
21/0,35
0,4/0,35
0,4/0.35
0,4/0,35
0,4/0,35
0,4/0,35
1,4/0,35
1,4/0,35
0,4/0,35
mendekati 1,65V, dengan arus bergerak dari Ml l ,
dengan perbandingan dari MI2 s/d MI5 yaitu ~12
x ~15 = ~A dan ~13 x ~14 = ~B ~B> 2~A., M3 s/d
M7 membentuk
cermin arus yang berfungsi
menghasilkan 10+ dan 10- dan mengkontrol nilai
Vo+ dan Vo-. M8 s/d MlO sebagai sumber arus
tetap untuk bias M5 dan menghasilkan arus Iss.
Perubahan nilai W/L komparator presisi ditampilkan
pada Tabel3.
5. Kesimpulan
Hasil perancangan komparator presisi diperoleh
nilai komsumsi daya 410,5611W (di bawah I m W).
Tegangan set point (VSP) terdapat perbaikan dari
1,18V menjadi 1,36V mendekati 1,65V, perubahan
nilai W/L dari perancangan simulasi-I
menjadi
simulasi-2 untuk mendapatkan kinerja komparator
yang
memiliki
presisi
yang
tinggi
dalam
mengkonversikan
biner digital. Disain Lay-out
komparator presisi sebesar 781lm x 981lm.
14/0,35
2,110,35
2,110,35
2,110,35
1,4/0,35
1,4/0,35
1,4/0,35
2,110,35
1,4/0,35
41O,56uW
1,36V
Gambar 13. Rangkaian Simulasi -2 Komparator
Presisi.
Vt •.•.
•..•v •••
..
:...;.
Gambar 14. Lay Out Komporator Presisi.
Gambar 14 adalah lay-out komparator presisi
dengan ukuran 78llm x 981lm. Perubahan hasil
simulasi pada tegangan VSP diperoleh 1,59V dan
perubahan delay saat diberikan masukan.gelombang
sinus dan kotak. Hal ini dikarenakan perubahan arah
arus 10+ dan 10- yang menghasilkan Vo+ dan Vountuk menentukan tegangan setpoint pada level
7. Daftar Pustaka
[I] Afandi, Hamzah;
K, Any; Prasetyo
Eri;
Heruseto, Brahmantyo, 2009," Design Low
Power 130mW Pipeline ADC With Speed 80
MSPS 8-bif' Industrial Electronics
Seminar
2009 of Electronics Engineering Polytechnic
Institute of Surabaya.
[2] Afandi, Harnzah; Prasetyo Eri; Paindavoine,
Michel, 2007," A 8-bits Pipeline ADC Design
For High Speed Camera Application" Industrial
Electronics
Seminar
2007
of Electronics
Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
[3] Baker, Jacob; Boyce, D. E., 1998, "CMOS
Circuit Design, Layout and Simulation." IEEE
Press on Microelectronic Systems.
[4] Dubois,
Jerome;
Ginhac,
Dominique;
Paindavoine, Michel; Heyrman, Barthelemy,
March 2008, "A 10 OOO/ps CMOS Sensor with
Massively Parallel Image Processing", IEEE
Journal of Solid-State Circuits, 43(3) :706-717.
[5] Purnomo, Joko; Nur'ainingsih,
Dyah; Afandi,
Hamzah; Prasetyo, Eri, 2009" Disain Penguat
Operasional (Op-amp) Dua Stage Untuk
Aplikasi ADC Sigma Delta @) Dengan
Kecepatan
Tinggi
Menggunakan
CMOS
Teknologi AMS 0,35pm". Industrial Electronics
Seminar 2009 of Electronics
Engineering
Polytechnic Institute of Surabaya.
[6] Prasetyo,
Eri; Ginhac,
Dominique;
M.
Paindavoine; July 2005 ,"Principles of CMOS
sensors dedicated to face
tracking
and
recognition", In IEEE CAMP05 International
Workshop
on Computer
Architecture
for
Machine Perception
[7] Paindavoine, Michel, June 2006, "High-speed
camera with embedded real time image
processing', in seminar information technology
of Gunadarma University.
373
Download