BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Program

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Program manfaat purnakarya adalah perjanjian untuk setiap entitas
yang menyediakan manfaat purnakarya untuk karyawan pada saat atau setelah
berhenti bekerja (baik dalam bentuk iuran bulanan atau lumpsum) ketika
manfaat semacam itu, atau iuran selanjutnya untuk karyawan, dapat
ditentukan atau diestimasi sebelum purnakarya berdasarkan ketentuanketentuan yang terdapat dalam dokumen atau praktik-praktik entitas. Program
manfaat purnakarya kadang di kenal dalam berbagai istilah, seperti program
pensiun, tunjangan hari tua, program purnabakti, dan program purnakarya.
Pada prinsipnya program manfaat purnakarya ini sebagai suatu entitas
pelaporan yang terpisah dari pemberi kerja yang juga merupakan peserta
dalam program purnakarya, dan selain itu juga program purnakarya ini
merupakan suatu alternatif untuk memberikan manfaat kepada karyawan
untuk memperkecil atau mengurangi resiko-resiko yang bisa dihadapi di masa
yang akan datang, seperti resiko kehilangan pekerjaan, lanjut usia, kecelakaan
yang mengakibatkan cacat tubuh atau meninggal dunia. Resiko tersebut
berpengaruh pada kelangsungan hidup mereka, karenanya untuk mengatasi
kemungkinan resiko tersebut diciptakan suatu usaha pencegahan antara lain
dengan menyelenggarakan program manfaat purnakarya ini, yang bisa
dikelola oleh perusahaan swasta atau pemerintah.
2
Dana
yang
dikumpulkan
oleh
program
manfaat
purnakarya
merupakan kontribusi dari karyawan dan atau pemberi kerja. Untuk
membiayai masa purnakarya/pensiun ini maka program-program manfaat
purnakarya yang ada akan menyisihkan dana selama masa kerja seorang
karyawan sebagai pengganti upah yang diperoleh. Dengan kata lain program
manfaat purnakarya dapat memberikan kesinambungan penghasilan kepada
karyawan setelah purnakarya atau pensiun.
Tujuan penyelenggaraan program manfaat purnakarya ditinjau dari
kepentingan perusahaan atau pemberi kerja, terdapat dua aspek yaitu: aspek
ekonomi dan aspek sosial. Aspek ekonomis meliputi loyalitas dan kompetisi
pasar tenaga kerja. Dengan diadakannya program manfaat purnakarya
karyawan diharapkan mempunyai loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap
perusahaan, serta diharapkan perusahaan mempunyai daya saing dan nilai
lebih dalam mendapatkan karyawan yang berkualitas dan professional di
pasaran tenaga kerja. Sedangkan aspek sosial meliputi kewajiban moral,
dimana perusahaan berkewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada
karyawan pada saat mencapai usia pensiun atau purnakarya, artinya
perusahaan mempunyai tanggung
jawab sosial tidak hanya pada
karyawannya pada saat yang bersangkutan tidak mampu bekerja, tetapi juga
pada keluarganya pada saat karyawan tersebut meninggal dunia.
3
Tugas yang harus diemban dalam program manfaat purnakarya
adalah mengelola dan menginvestasikan dana yang dihimpun dari kontribusi
yang dibayarkan oleh karyawan dan atau pemberi kerja. Tugas selanjutnya
adalah membayarkan manfaat purnakarya kepada karyawan di masa
purnakarya atau pensiun. Program manfaat purnakrya ini bertanggung jawab
kepada pemberi kerja melalui Dewan Pengawas untuk pengelolaan dana yang
dikumpulkan sehingga pada waktunya dapat mencukupi dalam pembayaran
manfaat purnakarya kepada para peserta.
Agar mampu menjalankan fungsinya, program manfaat purnakarya
harus mengeloladan mengembangkan dana yang terkumpul dengan cara yang
aman dan menguntungkan, salah satunya dengan melakukan investasi.
Investasi yang dilakukan oleh program manfaat purnakarya harus sesuai
dengan kebijakan investasi dari pendiri Dana Pensiun yang sekarang menjadi
program manfaat purnakarya dan juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku
yaitu Peraturan Menteri Keuangan No.199/PMK.010/2008 yang mengatur
tentang Investasi Dana Pensiun.
Sebagai landasan hukum dan operasional bagi Dana Pensiun, pada
tanggal 20 April 1992 lahir Undang-undang Nomor 11 tahun1992 tentang
Dana Pensiun. Dengan adanya Undang-Undang tersebut program manfaat
purnakarya berdiri sebagai badan hukum yang terpisah dari pendirinya
sehingga kelangsungan pembayaran manfaat purnakarya terjamin dengan
adanya pemisahan aset manfaat purnakarya dari pendirinya. Sehubungan
dengan hal tersebut, program manfaat purnakarya memerlukan sistem
4
pelaporan yang terpisah dari pemberi kerja yang bertujuan untuk memberikan
informasi mengenai keuangan program manfaat purnakarya.
Pengelolaan keuangan program manfaat
purnakarya memiliki
kekhususan yang disebabkan adanya perbedaan waktu yang relatif cukup
panjang antara saat diterima hak dan saat tunainya kewajiban program
manfaat purnakarya. Hak program manfaat purnakarya adalah berupa setoran
iuran dari peserta dan pemberi kerja yang diterima secara berkala dari awal
kepesertaan sebagai peserta program manfaat purnakarya. Sedangkan
kewajiban program manfaat purnakarya adalah berupa pembayaran manfaat
purnakarya yang akan dimulai dikemudian hari, yaitu pada saat peserta
berhak mendapatkan hak program manfaat purnakaryanya sesuai dengan
kententuan program manfaat purnakarya.
Dilihat dari tujuan dan kegiatan usahanya, program manfaat
purnakarya mempunyai kekhususan yang berlainan dengan perusahaan pada
umumnya. Informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan juga
mempunyai kekhususan. Untuk itu perlu disusun suatu Standar Akuntansi
Keuangan yang berlaku khusus untuk program manfaat purnakarya. Standar
Akuntansi Keuangan tersebut sebagai pedoman proses akuntansi serta proses
penyusunan laporan keuangan bagi progrma manfaat purnakarya.
IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) mengeluarkan PSAK No. 18 tentang
Akuntansi dan pelaporan maanfaat purnakarya. Sedangkan secara teknis,
penyampaian laporan keuangan oleh pengurus program manfaat purnakarya
diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan melalui Direktorat Jendral
5
Lembaga Keuangan dengan Surat Keputusan Direktur Jendral Lembaga
Keuangan No.Kep-4777/LK/2003 tentang Data Elektronik untuk Laporan
Keuangan dan Laporan Aktuaris Dana Pensiun.
Dengan adanya standar akuntansi dan pelaporan keuangan program
manfaat purnakarya ini , diharapkan bahwa informasiyang terdapat di dalam
laporan keuangan akan dapat memberikan gambaran yang jelas dan sebenarbenarnya mengenai posisi keuangan Dana Pensiun. Sehingga informasi
tersebut dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan bagi para
pengguna laporan keuangan. Oleh karena itu, program manfaat purnakarya
yang ada di Indonesia harus mengikuti standar laporan keuangan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah dan Standar Akuntansi Keuangan yangditetapkan
oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk menulis
skripsi
dengan
judul
“ANALAISIS
PENERAPAN
PSAKNO.18
MENGENAI AKUNTANSI DAN PELAPORAN PROGRAM MANFAAT
PURNAKARYA (Studi Kasus PT Prudential Life Assurance)”.
1.2 Ruang Lingkup masalah
Dalam penelitian ini penulis hanya membatasi pada pembahasan
tentang perlakuan akuntansi terhadap pelaporan program manfaat purnakarya
hal ini untuk memudah kan penulis untuk menganalisis lebih dalam tentang
materi-materi tersebut.
1.3 Perumusan Masalah
Adapun Masalah yang akan diteliti peneliti dalam skripsi ini adalah
6
sebagai berikut:
1.
Bagaimana laporan keuangan program manfaat purnakarya di PT
Prudential Life Assurance?
2.
Bagaimana kesesuaian laporan keuangan program manfaat purnakarya
dengan psak no 18 yang mengatur tentang akuntansi dan pelaporan
program manfaat purnakarya.
1.4 Tujuan Penelitian
Melihat dari masalah yang ada, maka dapat dirumuskan tujuan dari
penelitian yang dilakukan adalah:
1. Mengetahui laporan keuangan program manfaat purnakarya PT
Prudential Life Assurance pada tahun 2012.
2. Menganalisis kesesuaian laporan keuangan program manfaat purnakarya
dengan psak no 18 yang mengatur tentang akuntansi dan pelaporan
manfaat purnakarya.
1.5 Kegunaan Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah
pelaporan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diantaranya:
1. Bagi Peserta program manfaat purnakarya
Dengan mengetahui kegiatan investasi manfaat purnakarya mereka
dapat menentukan jumlah manfaat dari program manfaat purnakarya yang
diterima, selain itu juga dapat menganalisa apakah iuran telah dilakukan
sesuai dengan peraturan dari program manfaat purnakarya atau tidak, serta
pengawasan atas kekayaan program manfaat purnakarya telah dilakukan
7
secara tepat, dan kegiatan operasional program manfaat purnakarya telah
dilakukan secara efisiendan wajar.
2. Bagi Pemberi Kerja
Dapat menganalisa apakah iuran telah dilakukan sesuai dengan
Peraturan program manfaat purnakarya, pengawasan atas kekayaan
program manfaat purnakarya telah dilakukan secara tepat, dan kegiatan
operasional program manfaat
purnakarya
telah dilaksanakan secara
efisien dan wajar.
3. Bagi Pemerintah
Dapat mengetahui apakah program manfaat purnakarya telah dikelola
sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku sehingga bisa dipakai
untuk merevisi undang-undang serta peraturan yang ada.
4. Bagi Penulis
Penulis dapat mengaplikasikan atau menerapkan teori-teori yang telah
diperoleh pada masa perkuliahan khususnya teori yang berkaitan dengan
program manfaat purnakarya Pemberi Kerja serta penerapannya dalam
praktek yang berlaku.
5. Bagi akademik
Penelitian ini dapat menjadi media informasi maupun referensi bagi
mahasiswa atau peneliti lain yang akan melakukan penelitian berikutnya
mengenai akuntansi dan pelaporan program manfaat purnakarya.
Download