Paper Title (use style: paper title)

advertisement
Erudio ( Journal of Educational Innovation), Volume 3, Nomor, 1 Desember 2015
e-ISSN: 2302 – 884X, p-ISSN : 2303 -9021
55
Integrasi Materi Otentik dalam Kegiatan Ekstra Kurikuler
Bahasa Inggris SD
Rina Wahyu Setyaningrum
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, UMM ([email protected])
Fardini Sabilah
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, UMM ([email protected])
ABSTRACT
The newest 2013 Curriculum in Indonesia puts English as an extracurricular activity. It is an irony
regarding the long process of elevating English as a foreign language accepted worldwide. As now
English is an extra- curricular activity, there is no standard to achieve. That aforementioned fact
requires that English practitioners seek for solutions. One of the proposed solutions is by involving
non-English teachers from all grades in Primary School in managing English extracurricular activities
by integrating authentic materials. The steps, drawn from the qualitative data collecting technique,
incorporated the forms of training all teachers at primary schools, writing a guideline in conducting
extra-curricular activities by integrating authentic materials, constructing the guideline advisory
processes, and presenting the guideline in the form of lesson plans. The results of this current study
propose insightful description on how English extra-curricular activities are supposed to be properly
and well conducted.
Keywords: Curriculum 2013, authentic materials, English, Primary Schools
___________________________________________________________________________________________
kurikulum
PENDAHULUAN
Pembelajaran tematik terintegrasi /
2013
ini
haruslah
menjadi
penyemangat untuk melakukan perubahan
dan perbaikan kualitas generasi penerus
terpadu merupakan ciri dari kurikulum 2013
bangsa.
pada tingkat SD. Tarik ulur pelaksanaan
Implementasi Kurikulum 2013 di SD
kurikulum terbaru ini masih terjadi sehingga
ini bukan hanya terpusat pada pembelajaran
ada banyak sekolah yang memilih kembali
tematik
menggunakan kurikulum KTSP senyampang
terintegrasi
dengan
pendekatan
scientific yang mengaktifkan siswa pada
menunggu kepastian kurikulum mana yang
ranah kognitif, afektif dan psikomotorik saja,
akan efektif diimplementasikan di Indonesia.
melainkan harus melengkapinya pula dengan
Sampai saat ini beberapa daerah yang merasa
kegiatan ekstrakurikuler
mampu mengimplementasikan kurikulum
wajib Pramuka
ditambah dengan beberapa pilihan lain
2013 masih menetapkan kurikulum 2013
termasuk Bahasa Inggris. Pada awalnya,
dalam pembelajaran. Hal ini tentunya turut
Bahasa Inggris yang merupakan muatan
menentukan aksi riil apa saja yang perlu
lokal favorit di seluruh Indonesia telah diatur
dilakukan. Oleh karena itu, implementasi
55
Rina Wahyu Setyaningrum dan Fardini Sabilah, Integrasi Materi Otentik dalam Kegiatan …
pelaksanaannya sesuai dengan standar isi
guru
kurikulum KTSP SD dan dilakukan pada
sebenarnya menjadi masalah bagi guru yang
jam
telah
pembelajaran
efektif.
Dengan
kelas.
Pergantian
56
tersertifikasi
sebagai
inilah
yang
guru
mata
diberlakukannya Kurikulum 2013, Bahasa
pelajaran karena mereka harus beralih status
Inggris harus digantikan oleh kegiatan di
menjadi guru kelas dengan latar belakang
luar
dituntut
pendidikan guru PGSD. Di satu sisi ini
kreatifitasnya agar tercipta kegiatan yang
menjadi masalah, akan tetapi beberapa
menyenangkan.
sekolah
jam
efektif
Perjalanan
dan
guru
panjang
di
kota
Batu
Jawa
Timur
memasukkan
menanggapinya secara positif dengan masih
Bahasa Inggris dalam kurikulum SD menjadi
memanfaatkan kemampuan guru Bahasa
pelajaran
penyelenggara
Inggris di SD sebagai master teachers dalam
pendidikan pada tingkat tersebut. Bagaimana
pelaksanaan ekstra kurikuler Bahasa Inggris
tidak, ketika Bahasa Inggris menjadi muatan
yang harus melibatkan semua atau beberapa
lokal
guru
berharga
bagi
sekolah
mendatangkan
berlomba-lomba
guru
khusus
kelas
dalam
pelaksanaannya.
dengan
Antisipasi terhadap kesiapan sekolah untuk
kualifikasi latar belakang pendidikan Bahasa
benar-benar memasukkan Bahasa Inggris
Inggris dengan kemampuan mengajar pada
sebagai Ekstra Kurikuler tersebut dilakukan
anak atau yang dikenal dengan English for
oleh
Young Learners (EYL). Selain itu, pada
memperbolehkan
daerah tertentu, seperti kota Batu di Jawa
Inggris dalam salah satu mata pelajaran
Timur, pengangkatan guru bidang Studi
seperti
Bahasa Inggris di SD telah dilaksanakan. Hal
Pendidikan Lingkungan Hidup
ini berarti bahwa guru Bahasa Inggris di SD
benar-benar menjadi ekstra kurikuler. Pada
haruslah guru dengan latar belakang Sarjana
akhir tahun pelajaran 2014-2015, Bahasa
Pendidikan Bahasa Inggris, yang selanjutnya
Inggris masih masuk pada mata ujian akhir
mereka juga tersertifikasi sebagai guru mata
semester di SD di wilayah tersebut.
pemerintah
halnya
dengan
masih
memasukkan
Bahasa
Bahasa
Daerah
dan
sebelum
pelajaran Bahasa Inggris. Pemberlakuan
Terdapat lima hal mendasar yang perlu
bahasa Inggris sebagai muatan lokal itu
diperhatikan dalam kurikulum 2013 untuk
akhirnya harus terhenti karena pemberlakuan
mata pelajaran Bahasa. Pertama, materi yang
kurikulum
diajarkan
2013
pembelajaran
yang
tematik
mengedepankan
terpadu
ditekankan
pada
kompetensi
dengan
berbahasa sebagai alat komunikasi untuk
pendekatan scientific dan berlaku bagi semua
menyampaikan gagasan dan pengetahuan.
kelas. Hal ini menyebabkan status guru
Itu berarti bahwa materi yang diajarkan tidak
Bahasa Inggris di SD harus berubah menjadi
lagi ditekankan
pada
tata bahasa atau
Erudio ( Journal of Educational Innovation), Volume 3, Nomor, 1 Desember 2015
e-ISSN: 2302 – 884X, p-ISSN : 2303 -9021
57
struktur bahasa sebagaimana yang terjadi
kebijakan
bahasa
pada kurikulum sebelumnya. Kedua, siswa
ekstrakurikuler. Untuk mengatasinya banyak
harus dibiasakan membaca dan memahami
sekolah yang tetap melakukan pembelajaran
makna teks serta meringkas dan menyajikan
Bahasa
ulang dengan bahasa sendiri. Sedangkan
sebelum diberlakukan kurikulum 2013.
Inggris
Inggris
sebagai
sebagaimana
biasanya
pada kurikulum lama siswa hanya diminta
Namun sebagaimana pengertiannya,
mengulang apa yang sudah dibaca. Ketiga,
kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan
siswa dibiasakan menyusun teks
yang
yang dilakukan siswa di luar jam belajar
sistematis, logis, dan efektif melalui latihan-
sebagaimana tercantum dalam kurikulum
latihan penyusunan teks. Hal ini tidak terjadi
standar. Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan
pada
agar
kurikulum
sebelumnya.
Keempat,
siswa
mampu
melakukan
siswa diperkenalkan dengan aturan-aturan
pengembangan diri, yang meliputi antara
teks yang sesuai sehingga tidak mengalami
lain
kerancuan dalam proses penyusunan teks,
minat, dan kemampuannya di berbagai
yaitu menyesuaikan dengan situasi dan
bidang di luar bidang akademik. Kegiatan ini
kondisi, seperti siapa, apa, dimana. Kelima,
biasanya
siswa
swadaya oleh pihak sekolah maupun siswa
dibiasakan
untuk
mengekspresikan
dapat
dirinya
pengetahuannya
dengan
dan
bahasa
yang
Hal
itu
ekstrakurikuler
Pembelajaran Bahasa Inggris di SD
secara
berarti
bahwa
Bahasa
kegiatan
Inggris
akan
dilakukan di luar jam belajar siswa di
kehidupan sehari-hari. Selain itu, productive
sudah ditetapkan oleh Kemendikbud dalam
skills seperti writing dan speaking lebih
Kurikulum
ditekankan. Meskipun receptive skills seperti
menegaskan bahwa mata pelajaran bahasa
listening
Inggris harus dimasukkan ke dalam kegiatan
reading
diajarkan
siswa
didanai
sekolah dengan mengikuti kaidah yang
dan
kebutuhan
dan
bakat,
dalam
keduanya
pada
diadakan
kepribadian,
itu sendiri.
meyakinkan secara spontan.
terfokus
pengembangan
juga
dalam
diajarkan,
rangka
2013.
ekstrakurikuler
memperkuat dan mengasah productive skills.
peserta
didik
Abduhzen
agar
tidak
di
sekolah.
(2013)
membebani
Kegiatan
Status Bahasa Inggris yang telah
pembelajaran Bahasa Inggris nantinya harus
menjadi ekstrakurikuler dalam Kurikulum
dihadirkan dalam suasana ceria, santai, dan
2013 belum dibarengi dengan aturan atau
menggembirakan sehingga ilmu-ilmu bahasa
konsep yang diinginkan secara jelas. Oleh
ini mudah diserap dan dicerna. Karena
karena itu sekolah dan guru mengalami
tujuan pembelajaran ekstrakurikuler
kesulitan
bersifat
ketika
mengimplementasikan
57
komunikatif
sebagimana
SD
yang
Rina Wahyu Setyaningrum dan Fardini Sabilah, Integrasi Materi Otentik dalam Kegiatan …
58
dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,
menguasai bahasa asing terutama Bahasa
maka desain pembelajaran harus dekat
Inggris
dengan
wisatawan
kebutuhan
siswa
dan
melatih
productive skills (speaking dan writing).
Pembelajaran
atau
lebih
dengan
baik,
sehingga
mancanegara
lebih
para
memilih
menggunakan pemandu wisata dari luar Kota
tepatnya
Wisata
Batu.
Mulyanto
(2014)
juga
pembiasaan berbahasa Inggris di Kota Batu
menambahkan bahwa pemandu wisata yang
memang perlu dilakukan sejak dini. Sejak
bisa berbahasa Inggris dengan baik masih
memisahkan diri dari Malang dan menjadi
sangat sedikit.
wilayah kota baru dan mandiri, kota Batu
Fakta tersebut menunjukkan bahwa
telah berkembang dengan pesat baik dari sisi
kemampuan
pendidikan, ekonomi, kesehatan, maupun
penting untuk dikuasai oleh penduduk Kota
pariwisata.
Wisata
Salah
satu
kebijakan
yang
berbahasa
Batu
Inggris
agar
sangat
mereka
dapat
mendasari perkembangan yang pesat adalah
meningkatkan taraf hidup. Jika kemampuan
penetapan kota Batu sebagai kota wisata
berbahasa Inggris tidak dimiliki, maka
dengan mengubah nama menjadi Kota
potensi pendapatan daerah yang begitu besar
Wisata Batu. Salah satu program unggulan
dari
untuk menjadikan Batu sebagai kota wisata
pembangunan di Kota Wisata Batu akan
adalah penetapan sembilan desa sebagai
terganggu. Oleh karena itu, kemampuan
Desa Wisata, yaitu Desa Tlekung, Desa
berbahasa Inggris harus diajarkan sejak dini,
Sumbergondo, Desa Oro-Oro Ombo, Desa
yaitu dari taman kanak-kanak atau sekolah
Torongrejo, Desa Punten, Desa Sumberejo,
dasar.
wisatawan
akan
hilang
sehingga
Desa Gunungsari, Desa Sidomulyo, dan
Menilik dari pentingnya pembiasaan
Desa Pendem. Program kota wisata inilah
berbahasa Inggris di kota Batu sebagai kota
yang saat ini dan di masa yang akan dating
wisata ini, sekolah masih menunggu adanya
menjadi andalan pemasukan Kota Wisata
Peraturan Walikota tentang pelaksanaan
Batu.
ekstra kurikuler di wilayah tersebut. Hal
Ironisnya, program yang progresif
inilah yang menyebabkan beberapa sekolah
tersebut belum diimbangi oleh kemampuan
mulai mencari model
sumber daya manusia yang mendukung
kurikuler sebagai langkah strategis untuk
terciptanya desa wisata. Salah satunya
membiasakan siswa dan seluruh elemen
adalah
sekolah untuk mendapatkan pencerahan
kemampuan
menggunakan
Bahasa
berkomunikasi
Inggris
yang
dalam
penggunaan
memadai. Menurut Sulistio (2014), masih
sekolah.
Salah
banyak pemandu wisata di Batu yang belum
melakukannya
pelaksanaan ekstra
Bahasa
satunya
adalah
Inggris
sekolah
SDN
di
yang
Punten
2
Erudio ( Journal of Educational Innovation), Volume 3, Nomor, 1 Desember 2015
e-ISSN: 2302 – 884X, p-ISSN : 2303 -9021
59
kecamatan Bumiaji, yang berada di desa
untuk pembelajaran bahasa (Nunan, 2004),
Bumiaji, berdekatan dengan desa wisata
sehingga materi ini adalah materi yang
Kungkuk
keberadaannya didasari oleh kondisi suatu
yang
wisatawan
merupakan
asing
jujugan
maupun
Letaknya
yang
sekolah
mempunyai
daerah
atau
tempat
untuk
memenuhi
menyebabkan
kepentingan tertentu. Penggunaan materi
satu
keinginan
otentik dalam pembelajaran bahasa adalah
yang
mempunyai
untuk memberikan pengalaman bagaimana
keunggulan kemampuan siswa berbahasa
bahasa itu digunakan sebagaimana mestinya,
Inggris. Pada saat ini persiapan yang
dalam
dilakukan oleh sekolah tersebut sudah pada
kepentingan tertentu, dan sebagian dari
taraf mempersiapkan seluruh guru dengan
materi otentik tersebut telah akrab dengan
kemampuan
dan
kehidupan siswa. Menurut Guarentio dan
melakukan pembiasaan penggunaan Bahasa
Morley (2001), materi otentik dapat menjadi
Inggris dalam berkomunikasi sehari-hari.
salah satu sarana untuk memotivasi siswa
mewujudkan
strategis
domestik.
sekolah
berbahasa
Inggris
lingkungan
tertentu,
untuk
Selain SDN Punten 2 yang memang
dalam belajar. Dengan tidak mengabaikan
berdekatan dengan desa wisata Kungkuk,
materi tertulis dalam buku ajar, materi
SDN Tulungrejo 4 yang berlokasi di dekat
otentik lebih terfokus pada penggunaan
potensi wisata Cangar juga berkeinginan
bahasa secara riil dalam interaksi antara
untuk segera dapat memberikan ekstra
siswa dengan siswa ataupun siswa dengan
kurikuler Bahasa Inggris kepada siswanya
guru. Tomlinson (2012) juga menyetujui
pada tahun akademik 2015-2016. Hal ini
bahwa
didukung
yang
memberikan penekanan pada penggunaan
tingkat
bahasa dan memberikan motivasi pada siswa
Nasional dan sedang berproses menjadi
karena dapat menjembatani pembelajaran
Sekolah Adiwiyata ASEAN.
bahasa dengan penggunaan bahasa secara
oleh
merupakan
potensi
Sekolah
sekolah
Adiwiyata
Kedua sekolah tersebut sepakat bahwa
direalisasikan
otentik
Materi
otentik
yang
dimaksudkan
dengan
untuk kegiatan ekstra kurikuler di SD di kota
melakukan perencanaan yang matang yang
Batu ini adalah materi yang ada di sekitar
dikemas
dengan
yang dijadikan objek dalam penggunaan
(Authentic
Bahasa Inggris. Real Object / Realita adalah
Materials). Materi otentik yang dimaksud di
salah satu bentuk materi otentik seperti yang
sini adalah segala bentuk produk, baik
dikemukakan oleh Gebhard (1996). Oleh
tertulis maupun lisan, yang tujuannya bukan
karena itu dalam merencanakan materi ekstra
menyusun
harus
materi
riil.
urgensi pembiasaan menggunakan Bahasa
Inggris
penggunaan
dalam
materi
Study
Club
otentik
59
Rina Wahyu Setyaningrum dan Fardini Sabilah, Integrasi Materi Otentik dalam Kegiatan …
60
kurikuler di kedua SD tersebut disepakati
Tulungrejo 4 Kecamatan Bumiaji Kota Batu
tema sebagai berikut.
sebagai master teacher. Keduanya adalah
1) Let’s have some fun (singing and playing
guru
games)
kelas
yang
berlatar
belakang
pendidikan Bahasa Inggris dan PGSD.
2) Greetings New People
Pemilihan
3) What is this? (Describing people, objects,
langkah antisipatif terhadap berjalannya
place)
keduanya
dilakukan
sebagai
program yang dilaksanakan. Selanjutnya
4) Where is…? (Asking directions)
keduanya
5) Tourist Destination (Nature, Shopping,
berguna untuk mengingatkan kembali materi
Culinary)
memberikan
pelatihan
yang
Bahasa Inggris sehari-hari dan bagaimana
6) How do you feel?
7) Environment
cara menyusun materi ekstra kurikuler
(Green
and
Clean
Environment,
Bahasa Inggris yang dikemas dalam bentuk
Study Club.
3Rs)
Secara lengkap, pelatihan pertama yang
8) From Batu with “Batik”
dilakukan dibagi menjadi dua sesi. Sesi
9) Arts and Festivals (Bantengan, Dance,
pertama adalah pelatihan General English.
Flower Festival)
Pelatihan ini bertujuan untuk mengingat
10) Hometown
kembali ungkapan dalam Bahasa Inggris
yang
Dari
materi
yang
keseluruhan
tema
diutamakan
tersebut,
adalah
sering
digunakan
sehari-hari
di
sekolah, baik di luar maupun di dalam
yang
pembelajaran. Pelatihan yang dilaksanakan
berkaitan dengan potensi lokal kota Batu,
di SDN Tulungrejo 4 ini mendapat sambutan
yaitu budaya, tempat wisata, dan benda seni.
yang sangat baik dari kedua sekolah mitra
dengan menugaskan hampir seluruh guru
METODOLOGI
untuk terlibat dalam pelatihan General
Terdapat tiga tahap yang ditempuh dalam
mengintegrasikan
materi
otentik
dalam
English yang dilaksanakan di area kebun dan
gazebo di sekitar sekolah.
Dari kegiatan
pelaksanaan ekstra kurikuler Bahasa Inggris
tersebut dapat diperoleh gambaran tentang
di SD ini, yaitu pelatihan penyusunan materi
penguasaan Bahasa Inggris setiap guru,
Study
terutama guru non-Bahasa Inggris.
Club,
Study Club,
pendampingan
penyusunan
dan presentasi materi Study
Dari
kondisi inilah kemudian dilakukan evaluasi
Club. Pelaksanaan kegiatan ini diawali
yang
dengan terpilihnya dua orang guru dari dua
pembiasaan menggunakan Bahasa Inggris
sekolah mitra yaitu SDN Punten 2 dan SDN
semampunya harus dilakukan setiap hari.
menghasilkan
kesepakatan
bahwa
Erudio ( Journal of Educational Innovation), Volume 3, Nomor, 1 Desember 2015
e-ISSN: 2302 – 884X, p-ISSN : 2303 -9021
Sesi kedua
dari
pelatihan
ini
dilaksanakan
secara khusus oleh master
61
dalam aktivitasnya. Dari materi dan contoh
yang
telah
dimilikinya,
kedua
master
teachers dengan bentuk penulisan materi Study
teachers
Club dengan mangintegrasikan materi otentik
bimbingan atau pendampingan kepada guru
tersebut
bertugas
memberikan
yang dipilih oleh sekolah untuk menyusun
Level
1
Grade
1-2
1.
2.
3.
2
3-4
1.
2.
3.
3
5-6
1.
2.
3.
Descriptor
Familiar with specific
vocabularies based on
particular topic.
Recognize speech sound
of specific vocabulary
based on particular
topic.
Refer to objects by
means of English
Link one to another
specific vocabulary to
introduce
particular
topic.
Produce single English
utterance by means of
specific
vocabulary
based on particular
topic.
Provide simple English
response by utilizing
specific
vocabulary
based on particular
topic.
Incorporate
more
vocabulary to bring up
particular topic
Able
to
produce
elaborated
English
utterances by means of
specific
vocabulary
based on particular
topic.
Provide commonicative
English responses by
utilizing
specific
vocabulary based on
particular topic.
materi dengan tema yang telah ditentukan.
Dari ke sepuluh tema yang ada, guru bebas
memilih kelas mana yang akan dibuatkan
materi, dengan mengikuti benchmarks yang
telah disediakan.
Memberi kebebasan memilih materi
sesuai
dengan
dimaksudkan
kemampuan
kelas
untuk
masing-masing
melihat
guru-guru
bagaimana
tersebut
dalam
membuat materi sesuai dengan benchmarks
yang ada. Selanjutnya, apabila guru harus
mengajar pada level yang lain, maka tema
yang
ada
dapat
dipakai
dengan
menyesuaikan materi dengan benchmarks
yang ada.
Tahap
selanjutnya
adalah
pendampingan, yang sebaiknya dilakukan
secara langsung dengan mendatangi guru di
sekolah dan mengevaluasi hasil pekerjaan
yang ada. Namun demikian, apabila kendala
waktu dan ruang tidak dapat diatasi, maka
pendampingan dapat langsung dilakukan
oleh master teachers di sekolah dan evaluasi
dilakukan melalui email. Pada tahap ini
kemudian dilakukan penyuntingan untuk
menyeragamkan tulisan dan
tata
letak
tulisan. Materi Study Club yang telah
tersusun ini selanjutnya disajikan, baik
61
Rina Wahyu Setyaningrum dan Fardini Sabilah, Integrasi Materi Otentik dalam Kegiatan …
62
secara lisan maupun tulisan, dalam bentuk
dilakukan berbarengan dengan penulisan
kumpulan Lesson Plans.
materi.
Hal terakhir yang ditunjukkan oleh
HASIL DAN PEMBAHASAN
guru dalam penyusunan materi study club ini
Melalui tiga tahap kegiatan pokok
dalam merencanakan integrasi materi otentik
pada
kegitan
ekstra
kurikuler
di
SD
diperoleh hasil akhir berupa sepuluh unit
materi yang siap digunakan direncanakan
dalam kegiatan ekstra kurikuler. Di antara
materi yang telah dikumpulkan oleh guruguru tersebut terdapat variasi isi, tata letak,
dan tingkat kebahasaan.
adalah keberagaman tingkat kebahasaan.
Sebagian besar
Bahasa Inggris sesuai dengan kesepakatan
yang telah dibuat, namun pada Unit 5,
hampir semua bagian ditulis menggunakan
Bahasa Indonesia. Meskipun demikian, isi
unit tersebut telah memenuhi syarat sebagai
materi
otentik,
antara
lain
dengan
menyebutkan tujuan wisata budaya, belanja
Di antara sepuluh unit tersebut, isi
yang disajikan setiap unit pun bervariasi.
Sebagai contoh, materi yang diberikan pada
Unit 1 sangat terperinci dan dilengkapi
dan kuliner di Kota Batu. Pada Unit 5 siswa
dihadapkan dengan kegiatan percakapan
tentang objek wisata seperti Gunung Banyak
dan Kaliwatu Rafting.
dengan lampiran untuk materi, seperti lagu
dan chant yang disarankan, sedangkan
materi pada Unit 3 hanya dipaparkan secara
singkat, yaitu hanya dengan memberikan
petunjuk tentang materi apa yang dapat
digunakan dalam pembelajaran pada unit
tersebut.
Penggunaan realia sebagai bagian dari
materi otentik yang disarankan telah terlihat
jelas dalam draft materi Study Club yang
disusun oleh guru dari kedua sekolah. Hal ini
tidak sulit mereka lakukan karena mereka
telah mengetahui realia yang ada di wilayah
kota Batu yang perlu diintegrasikan dalam
Tata letak tidak banyak diperhatikan
oleh guru karena mungkin mereka lebih
terfokus
guru telah menggunakan
pada
isi
unit
kegiatan ekstra kurikuler Bahasa Inggris
yang dikemas dalam Study Club.
masing-masing.
Kesalahan tata letak yang banyak terjadi
meliputi ketidakseragaman jenis dan ukuran
font yang digunakan. Ketidakseragaman
layout ini boleh jadi bukan menjadi masalah
besar karena dapat dirapikan pada tahap
akhir, akan tetapi keterlambatan proses cetak
akan dapat dihindari apabila hal ini dapat
Umpan balik yang diberikan untuk
draft
yang
menunjukkan
telah
disusun
kemajuan
oleh
yang
guru,
sangat
signifikan pada presentasi secara tertulis
yang dilakukan oleh setiap guru di setiap
unit. Hal ini terlihat ketika penyunting
cukup melakukan penyuntingan akhir pada
segi bahasa saja. Penyuntingan ini dilakukan
Erudio ( Journal of Educational Innovation), Volume 3, Nomor, 1 Desember 2015
e-ISSN: 2302 – 884X, p-ISSN : 2303 -9021
63
agar tidak terjadi kesenjangan penggunaan
kecerdasan kognitif yang menghasilkan nilai
bahasa antara yang tinggi dengan yang
dalam bentuk angka saja.
rendah.
Dari pembahasan di atas, maka jelas
Realia
sebagai
salah satu
materi
kiranya bahwa pembelajaran Bahasa Inggris
otentik yang telah disebutkan oleh Gebhard
untuk siswa SD tidak hanya mengedepankan
(1996) telah diintegrasikan dalam rancangan
nilai yang diperoleh siswa tetapi lebih
kegiatan ekstra kurikuler Bahasa Inggris
ditekankan pada cara belajar bahasa yang
yang akan dikemas dalam bentuk Study Club
menyenangkan. Dengan demikian tidak akan
di SDN Punten 2 dan SDN Tulungrejo 4
ada siswa yang merasa keberatan belajar
kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur.
bahasa terutama bahasa selain bahasa ibu
Secara lengkap hampir semua potensi
yang telah mereka kuasai sebelumnya.
lokal yang ada di Kota Batu telah disebutkan
KESIMPULAN
dalam rancangan kegitan ekstra kurikuler
Dalam
tersebut. Sesuai dengan pendapat Guarentio
menyusun
kegiatan
ekstra
dan Morley (2001) dan Tomlinson (2012)
kurikuler di sekolah yang notabene tidak
dengan memasukkan otentik material, maka
harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan
siswa akan merasakan bahwa mereka tidak
oleh pemerintah, guru dapat lebih leluasa
hanya belajar bahasa tetapi belajar sesuatu
mengembangkan
yang baru, sehingga hal tersebut dapat
dibawakan dalam kegiatan tersebut. Materi
memotivasi
otentik adalah salah satu materi yang dapat
siswa
dalam
mendalami
materi
yang
akan
dimanfaatkan oleh guru dalam kegiatan
penggunaan bahasa tertentu.
yang
ekstra kurikuler tersebut. Akan tetapi masih
diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran,
diperlukan materi yang disusun berdasarkan
kegiatan
memperhatikan
tema yang dipilih, sebagai bahan acuan
perkembangan kecerdasan majemuk siswa.
dalam pelaksanaan ekstra kurikuler. Masih
Dengan
kecerdasan
dengan mengikuti fase pembelajaran pada
majemuk tersebut, realia digunakan dalam
umumnya, kegiatan ekstra kurikuler ini tidak
kegiatan yang mengaktifkan 8 kecerdasan
bermuara
majemuk yang dipaparkan oleh Gardner.
berbentuk angka, namun lebih pada umpan
Dengan
perkembangan
balik apa yang dapat diperoleh guru,
kecerdasan tersebut berarti pekembangan
sehingga guru dapat mengetahui sejauh
holistik siswa dapat dioptimalkan. Sehingga,
mana keberhasilan kegiatan yang telah
pembelajaran tidak hanya terpusat pada
dilakukan.
Selain
materi
ini
otentik
juga
memperhatikan
memperhatikan
63
pada
ujian
dan
nilai
yang
Rina Wahyu Setyaningrum dan Fardini Sabilah, Integrasi Materi Otentik dalam Kegiatan …
Kekhawatiran
guru
64
akan
SD Negeri Punten 2 dan SD Tulungrejo 4
ketidakmampuan mereka dalam menyusun
yang telah dengan sukarela menawarkan diri
materi Study Club karena latar belakang
untuk
pendidikan non-Bahasa Inggris tidak terbukti
pembelajaran bahasa Inggris untuk SD
dalam proses pengintegrasian materi otentik
bekerjasama dengan Program Studi Bahasa
dalam kegiatan ekstra kurikuler di SDN
Inggris Universitas Muhammadiyah Malang.
menjadi
pusat
pengembangan
Punten 2 dan SDN Tulungrejo 4 kecamatan
Bumiaji Kota Batu. Keberadaan master
DAFTAR PUSTAKA
teachers di sekolah sangat membantu guru
[1] Brown, D. 2000. Principles of Language
dalam
mengaktifkan
diri
dalam
menggunakan Bahasa Inggris dan lebih
khusus dalam menyusun materi ekstra
Learning
and
Teaching.
London:
Longman.
[2] Colin,
B.
2001.
Foundations
of
kurikuler Bahasa Inggris. Dalam jangka
Bilingual Education and Bilingualism.
panjangnya, semakin sering guru tersebut
Clevedon: Multilingual Matters Limited.
mendapatkan exposure dalam menggunakan
[3] Diptoadi, Listyani, V., et.al. 2009.
Bahasa Inggris, semakin percaya diri pula
Becoming
a
Creative
Teacher:
A
mereka dalam mendampingi siswa dalam
Manual
for
Teaching
English
to
kegiatan ekstra kurikuler atau Study Club.
Indonesia Elementary Students. Jakarta:
Fungsi materi Study Club yang telah disusun
Regional
akan terlihat paling tidak ketika guru dapat
(RELO).
English Language Office
mengikuti langkah demi langkah pada setiap
[4] Gebhard, J.G. (1996). Teaching English
unit dan membuat penyesuaian apabila satu
as a Foreign Language; A Teacher Self-
unit tertentu digunakan untuk kegiatan di
Development and Methodology Guide.
kelas yang berbeda.
Ann Arbor: The University of Michigan
Press.
[5] Graham, Melanie, & Procter, Stanton.
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih kami sampaikan
pada Kementerian Riset dan Pendidikan
Tinggi
Republik
[6] Guariento, W., Morley, J. 2001. Text
melakukan
and Task Authenticity in the EFL
program ini. Selain itu, terimakasih yang
Classroom. ELT Journal, 55 (4), 347-
tidak terhingga disampaikan pada jajaran
353. (retrieved: 16 November 2012).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota
[7] Jones, P. W. 2001. Fun Class Activities.
grant
untuk
yang
Person Education North Asia Limited.
telah
memberikan
Indonesia
2003. Songs and Chants. Hongkong:
Batu serta Kepala sekolah dan dewan guru
Spain: Pearson Education Ltd.
Erudio ( Journal of Educational Innovation), Volume 3, Nomor, 1 Desember 2015
e-ISSN: 2302 – 884X, p-ISSN : 2303 -9021
[8] Nunan, D. 2004. Task-based Language
Teaching.
Cambridge:
Cambridge
University Press.
[9] Sabilah
et
al,
2009.
English
for
Elementary School Teachers.Malang:
UMM Press.
[10] Scott. W.A and Ytreberg, L. H. 2000.
Teaching English to Children. New
York: Longman Group.
[11] Tomlinson,
B.
2012
Material
Development for Language Learning
and Teaching. Lang. Teach., 45.2, 143179 (retrieved: 29 January 2013)
65
65
Download