PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (E-LEARNING)

advertisement
PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (E-LEARNING)
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas MataKuliah ICT
Dosen pengampu : Saiful Amien, M.Pd
Disusun oleh :
Azan Rizkiyan Jaya
201410010311069
Army Angriani
201410010311070
Tirta Utama
201410010311071
Lailiyah Dwi Cahyani
201410010311073
Afifudin Kamil
201410010311074
Uzlifah Kholifatur Rohmah 201410010311076
JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengetahuan dan pembelajaran merupakan dua hal ynag tidak dapat dipisahkan antara
satu dengan yang lain. Pengetahuan yang didapat oleh seseorang tidak akan pernah ada bila
tanpa melalui proses pembelajaran. Dan untuk memperoleh hal-hal tersebut dapat dilakukan
dengan mengikuti pelatihan atau dapat juga membaca buku. Namun dapat dibayangkan bila
pelatihan tersebut dapat diganikan dengn menggunakan bantuan alat seperti teknologi
infomasi dan komunikasi yang kini berkembang sangat pesat seiring dengn perkembngan
zaman yang telah meambah berbagai aspek kehidupa manusia. Bayangkan pula berapa waktu
dan biaya yang dapat di hemat bila proses pelatihan dan pembelajaran tersebut dapat
dilakukan tanpa memandang siapa pelakunya, dan tanpa batasan tempat dan waktu.
Dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi tersebut, manusia dapat
mengubah cara kerja dan cara hidupnya. Demikian pula, pendidikan tidak bisa terlepas dari
pengaruh teknologi. Dari beberapa penyebab kemajuan ilmu pengetahuan teknologi,
informasi dan komunikasi tersebut, dapat diambil satu petanyaan, “ Upaya apakah yang dapat
dilakukan oleh pakar pendidikan untuk memajukan bidang pendidikan tersebut?”. Realitas ini
sangat penting untuk dibahas.
1
B. Rumusan Masalah

Apa konsep pembelajaran berbasis web (E-Learning)?

Apa fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web (E-Learning)?

Bagaimana sejarah dan perkembangan E-Learning?

Apa saja prinsip-prinsip pembelajaran berbasis web?

Apa kelebihan dan kekurangan E-Learning?

Apa saja fitur E-Learning?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat :

Mengetahui apa konsep pembelajaran berbasis web (E-Learning)

Mengetahui apa fungsi dan manfaat pembelajaran berbasis web (E-Learning)

Mengetahui bagaimana sejarah dan perkembangan E-Learning

Mengetahui apa saja prinsip-prinsip pembelajaran berbasis web

Mengetahui apa kelebihan dan kekurangan E-Learning

Mengetahui apa saja fitur E-Learning
2
BAB II
PEMBAHASAN
1. Konsep pembelajaran berbasis E-Learning
E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan
tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau
media jaringan komputer lain, atau proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua
komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan
kualitas yang terjamin.
Pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang
memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet.
Pembelajaran berbasis web atau yang sering dikenal juga dengan “web based learning”
merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning).
E-learning tidaklah sama dengan pembelajaran konvensional. E-Learning memiliki
karakteristik-karakteristik sebagai berikut:

Interaktivitas (Interactivity); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak,
baik secara langsung (synchrounus), seperti chatting atau messenger atau secara
tidak langsung (asynchrounus), seperti forum, mailling list atau buku tamu.

Kemandirian (Independency); fleksibelitas dalam aspek penyediaan waktu,
tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi
lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).

Aksesbilitas (Accessibility); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah
diakses melalui pendistribusian dijaringan internet dengan akses yang lebih luas
daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.

Pengayaan (Enrichment); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan
materi pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi
seperti video streaming, simulasi dan animasi.
Dari keempat karakteristik di atas dapat diketahui akan perbedaan antara
pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis e-learning. Dalam pembelajaran elearning, daya tangkap siswa terhadap materi pembelajaran tidak lagi bergantung pada
instruktur/guru, karena siswa mengkonstruksi diri sendiri akan ilmu pengetahuannya
melalui bahan-bahan ajar yang diajarkan melalui interface situs web.
3
Pembelajaran
berbasis
web
adalah
sebuah
pengalaman
belajar
dengan
memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi dan
pembelajaran. Web dapat menciptakan sebuah lingkungan belajar maya (virtual Learning
Environtment). Lingkungan belajar yang disediakan oleh web dilengkapi dengan berbagai
fasilitas yang dapat kita kombinasikan penggunaannya dalam proses pembelajaran, antara
lain forum diskusi, chat, penilaian online, dan sistem administrasi.1
2. Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
Menurut Kruse dalam salah satu tulisannya yang berjudul “using the web for
learning” bahwasannya pembelajaran berbasis web memiliki banyak manfaat bagi peserta
didiknya. Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran berbasis web, bisa
menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi,
menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak materi pelajaran, serta mengurangi
biaya-biaya operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti
pembelajaran konvensional.
Pembelajaran berbasis web dianggap telah memberikan fleksibilitas terhadap
kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Dengan adanya web penghantaran materi
pembelajaran kini tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku atau CD-ROM,
akan tetapi berbentuk data digital yang bisa diuraikan melalui berbagai perangkat elektronik
seperti komputer, smartphone, dan lain sebagainya.
3. Sejarah dan perkembangan E-Learning
E-learning pertama kalinya diperkenalkan oleh Universitas Illinois di UrbanaChampaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted
instruction) dan
komputer bernama PLATO. Sejak itu,
e-learning
mengalami
perkembangan dari masa ke masa. Tahapan-tahapan e-learning sebagai berikut:

Tahun 1990: Era CBT (Computer-Based Training) dimana sudah mulai muncul
aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC satandlone ataupun berbentuk CDROM. Isi materi dalam bentuk tulisan atau multimedia (Video dan Audio) dalam
format mov, mpeg-1, atau avi.
1
Rusman, 2012, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi, (Jakarta: P.T. Rajagrafindo
Persada) hal 263-265.
4

Tahun 1994: Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994
CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara
massal.

Tahun
1997:
LMS
(Learning
Management
System).
Seiring
dengan
perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan
internet. Kebutuhan informasi yang dapat diperoleh denan sangat cepat mulai
dirasakan sebagai kebutuhan mutlak, dan jarak lokasi sudah bukan halangan lagi.
Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS semakin pesat membuat
pemikiran baru untuk mengatasi segala permasalahan antar LMS yang satu
dengan yang lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya
standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commette), IMS,
SCORM, IEEE LOM, ARIADNE dan lain-lain.

Tahun 1999: sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan
LMS menuju aplikasi e-learning berbasis web berkembang secara total, baik
untuk pembelajar (leaner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai
digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga
semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan
interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berulkuran
kecil.2
4.
Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Web
1. Interaksi
Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik
yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan
belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antar peserta, maupun antara peserta
dengan instruktur. Intraksi memedakan antara pembelajaran berbasis web dengan
pembelajaran berbasis komputer (computer-based instruction).
Hal ini berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak
berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun tutor)
yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan waktu yang sama. Interaksi tidak hanya
menyediakan hubungan antar manusia, tetapi juga menyediakan keterhubungan isi, dimana
setiap orang dapat saling membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi
2
http://id. Wkipedia .org/wiki/pembelajaran_elektronik, diakses 15 september 2014.
5
materi dengan berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan lapisan belajar terdalam yang tidak
bisa diciptakan oleh pengembangan media.
2. Ketergunaan
Ketergunaan yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan
web. Terdapat dua elemen penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan
kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis web ini
menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak
mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan
aktivitas belajar lain).
3. Relevansi
Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web
hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkatkan pemahaman pembelajar dan
menghindari bias. Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu
yang tepat adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan e-learning yang berhasil
melakukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta
kedinamisan pencarian dan penempatan konten (materi).3
5. Kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis E-Learning
A. Kelebihan E-Learning
1. Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi
secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan
berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak petunjuk, tempat, dan
waktu.
2. Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur
dan terjadwal melalui internet, sehinggga keduanya bisa saling menilai sampai
beberapa jauh bahan ajar dipelajari.
3. Siswa dapat belajar atau me-review bahan perkuliahan setiap saat dan dimana saja
kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
4. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang
dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di Internet secara lebih mudah.
3
Rusman, 2012, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi, (Jakarta: P.T. Rajagrafindo
Persada) hal 276-277.
6
5. Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti
dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan
wawasan yang telah luas.
6. Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif dan lebih mandiri.
7. Relatif lebih efesien, misalnya lagi mereka yang tinggi jauh dari sekolah atau
perguruan tinggi.
B. Kekurangan E-Learning
Walaupun demikian, pemanfaatan Internet untuk pembelajaran atau e-learning
juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai kritik
(Bullen,2001,Beam,1997), antara lain :
1. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya nilai dalam proses
pembelajaran.
2. Kecendrungan mengabaikan aspek psikomotorik atau aspek sosial dan sebaliknya
mendorong tumbuhnya aspek komersial.
3. Proses pembelajarannya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
4. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran
konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang berbasis pada
ICT.
5. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
6. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet atau jaringan.
7. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan mengoperasikan
internet.
8. Kurangnya personal dalam hal penguasaan pemrogaman komputer.4
6. Fitur E-Learning
Menurut Ono W.Purbo ada lima aplikasi standart internet yang dapat digunakan untuk
keperluan pendidikan, yaitu:
a. File Transfer Protocol (FTP)
“File Transfer Protocol” ( FTP) adalah salah satu aplikasi interner untuk mengambil
(“download”) dan meletakan (“upload”) suatu file di FTP server. Dengan hal ini kita dapat
bertukar file dengan cepat. Pada saat ini banyak program arau software yang bebas untuk di
4
Rusman,Log Cit., Hal:292-293.
7
“download” dari mana pun di Internet. Biasanya, alamat Internet untuk mencapai ftp ialah
( fttp://).5
b. Email (Electronic Mail)
Electronic Mail adalah surat elektronik dan merupakan salah satu aplikasi yang cukup
banyak digunakan di Internet, karena merupakan alat komunikasi yang cukup murah dan
cepat. Dengan Email kita dapat berhubungan dengan siapa saja yang terhubung ke Internet si
seluruh dunia selama mereka memiliki alamat surat elektronik. Dengan Email, data akan
dikirim secara elektronik sehingga sampai ditujuan (alamat email) dengan sangat cepat. Kita
juga dapat mengirim file-file berupa data : program, gambar, graph dan lain sebagainya. Kita
juga dapat mengirim kepada lebih dari satu orang sekaligus pada waktu yang bersamaan. Ada
banyak layanan penyedia layanan Email gratis dewasa ini, diantara adalah yahoo, Gmail,
Eudora, lycos, plasa dan masih banyak lagi yang lain. Kita dapat memanfaatkan dari sekalian
banyak free mail tersebut sesuai dengan keperluan kita.6
c. Mailing List
Ini merupakan salah satu fasilitas yang dapat digunakan untuk membuat kelompok
diskusi atau penyebaran informasi. Cara kerja mailing list adalah pemilik e-mail dapat
bergabung dalam sebuah kelompok diskusi, atau bertukar informasi yang tidak dapat
diinterversi oleh orang diluar kelompoknya. Komunikasi melalui fasilitas ini sama seperti email bersifat tidak langsung (asynchronous).7
d. News Group
Yang dimaksud “News Group” adalah forum perbincangan, atau dapat dibayangkan
dengan suatu tempat dimana terdapat ruangan-ruangan perbincangan yang khusus/unik, dan
tiap-tiap ruangan mempunyai topik perbincangan yang berbeda-beda. Disetiap ruangan itu
biasanya terdapat lebih dari satu orang yang saling bertukar pendapat atau pikiran. Jadi kita
memberikan pendapat kita kesemua orang yang ada diruangan tersebut.
Ia juga dianggap seperti “Bulletin Board (Majalah Dinding)” yang ada disekolah atau
dikantor, dimana setiap orang boleh meletakkan artikel-artikel atau pendapat-pendapatnya
5
Deni Darmawan, 2012, Sistem Jaringan Dalam Internet, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), Hal:124-125.
Tim PATI, Pelatihan Aplikasi Teknologi Informasi,(Malang:UMM Press), Hal:43.
7
http://www.livinginternet.com.
6
8
dan boleh dilihat dan dibaca semua orang. Dengan aplikasi News Group artikel atau surat
yang kita kirim dapat dengan cepat terletak di “group” yang kita inginkan.8
e.World Wide Web (WEB)
World Wide Web atau sering disebut web milai diperkenalkan tahun 1990-an fasilitas
ini merupakan kumpulan dekomentasi terbesardan yang tersimpan dalam berbagai server
yang terhubung menjadi suatu jaringan (internet). Dekumen ini dikembangkan dalam format
Hypertext Markup Language (HTML). Melalui format in dimungkinkan terjadinya link dari
suatu dokumen kedokumen lain dan fasilitas ini bersifat multimedia, yang terdiri dari
kombinasi teks, foto, grafik, audio, animasi, dan video.9
8
Deni Darmawan, 2012, Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi, (Bandung: P.T. Remaja
Rosdakarya), hal 125.
9
http://www.livinginternet.com.
9
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan E-Learning dapat disimpulkan sebagai berikut :
1) E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan
tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet
atau media jaringan komputer lain, atau proses pembelajaran yang memanfaatkan
teknologi
informasi
mengintegrasikan
dan
semua
komunikasi
komponen
(TIK)
secara
pembelajaran,
sistematis
termasuk
dengan
interaksi
pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.
2) Manfaat E-Learning adalah Menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak
materi
pelajaran, mengurangi biaya-biaya operasional. penghantaran materi
pembelajaran kini tidak lagi tergantung pada medium fisik.
3) Keuntungan menggunakan E-Learning diantaranya Tersedianya fasilitas emoderatin, siswa dapat belajar atau me-review bahan perkuliahan setiap saat dan
dimana saja, berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif dan
lebih mandiri, relatif lebih efisien.
4) Prinsip-prinsip E-Learning yaitu interaksi, ketergunaan, dan relevansi.
5) Fitur-fitur E-Learning yaitu File Transfer Protocol (FTP), E-mail (Electronic Mail),
Maling list, News Group, dan World Wide Web.
10
Daftar Pustaka
Rusman,dkk. 2012. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi. Jakarta:
P.T. Rajagrafindo Persada.
Darmawan, Deni. 2012. Sistem jaringan dalam internet. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tim PATI. Pelatihan Aplikasi Teknologi Informasi. Malang:UMM Press.
http://www.livinginternet.com.
http://id. Wkipedia .org/wiki/pembelajaran_elektronik
11
Download