pengaruh return on equity (roe) - JURNAL EFEKTIF

advertisement
efektif
Juni 2014Jurnal Bisnis dan EkonomiFeri Citra Febriyanto dan Nurwiyanta
19
Vol. 5, No 1, Juni 2014, 19 - 30
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), RETURN ON ASSETS (ROA),
DAN NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP HARGA SAHAM
PADA SEKTOR REAL ESTATE AND PROPERTY
DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008 – 2011
Feri Citra Febriyanto
[email protected]
Nurwiyanta
[email protected]
Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Yogyakarta
ABSTRACT
This study aimed to examine the effect of ROE, ROA, and NPM on stock prices in
the Indonesia Stock Exchange, especially in real estate companies and property both
together (simultan) and individual (partial). This study uses a quantitative approach
with multiple linear regression analysis model. The number of samples of real estate
companies and property used in this study were 27 companies that meet the criteria of the
48 companies with the observation period 2008 to 2011. The results showed that three
variables Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), and Net Profit Margin NPM)
jointly/simultaneous effect on stock prices. While the individual (partial) ROE and ROA
has a positive and significant effect on stock prices, the only variable that NPM has a
negative and significant effect on stock prices.
Keywords: Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA), Net Profit Margin
(NPM), Stock Prices.
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Harga saham sebagai indikator
nilai perusahaan berperan untuk
menggambarkan keadaan perusahaan.
Beaver (1989) mengemukakan bahwa
harga saham penting bagi para investor
karena
mempunyai
konsekuensi
ekonomi. Perubahan harga saham akan
mengubah volume perdagangan serta
nilai pasar yang pada akhirnya mengubah
kesejahteraan para investor.
Menurut Weston dan Bringham
(1993:26-27) faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi pergerakan harga saham
adalah: proyeksi laba per lembar saham
saat diperoleh laba, tingkat risiko dari
proyeksi laba, proporsi utang perusahaan
terhadap ekuitas, serta kebijakan
pembagian dividen. Faktor lain yang
dapat mempengaruhi pergerakan harga
saham adalah: kendala eksternal seperti
kegiatan perekonomian secara umum,
pajak dan keadaan bursa saham. Kondisi
internal perusahaan, kendala eksternal
serta kekuatan penawaran dan permintaan
saham di pasar juga dapat mempengaruhi
fluktuasi harga saham. Variasi harga
saham ditentukan oleh banyak faktor
termasuk faktor di atas. Dalam penelitian
Murtiningsih (2011:14) Return On
20
efektif Jurnal Bisnis dan Ekonomi
Equity (ROE) dan return on asset
(ROA) secara parsial tidak berpengaruh
signifikan terhadap harga saham, namun
Net Profit Margin (NPM) secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap harga saham. Sementara dalam
penelitian Rinati (2008:10) menunjukkan
bahwa net profit margin, return on asset,
dan return on equity secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap harga
saham. Sedangkan secara parsial hanya
variabel return on asset berpengaruh
signifikan terhadap harga saham.
Selanjutnya penelitian Amaliah (2012:10)
menunjukkan bahwa net profit margin,
return on equity, dan return on asset
secara simultan berpengaruh terhadap
harga saham, sedangkan secara parsial
ketiga variabel tersebut tidak signifikan
berpengaruh terhadap harga saham.
Hasil-hasil penelitian terdahulu
terhadap ketiga variabel NPM, ROA,
dan ROE masih menunjukkan hasil yang
kontradiktif satu dengan lainnya. Dengan
demikian penelitian ini menguji kembali
pengaruh faktor-faktor (ROE, ROA,
dan NPM) terhadap harga saham pada
perusahaan real estate and property di
pasar modal.
2. Perumusan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang tersebut,
maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah:
a. Apakah ROE, ROA, dan NPM secara
simultan berpengaruh signifikan
terhadap harga saham pada sektor
real estate and property di Bursa
Efek Indonesia?
b. Di antara ROE, ROA, dan NPM,
faktor manakah yang paling dominan
berpengaruh terhadap harga saham
pada sektor real estate and property
di Bursa Efek Indonesia?
Juni 2014
TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
1. Pengertian Investasi
Investasi adalah komitmen atas
sejumlah dana atau sumber dana lain
yang dilakukan pada saat ini dengan
tujuan memperoleh keuntungan di
masa yang akan datang (Tandelilin,
2001:3). Investasi juga merupakan
pengeluaran pada saat ini dimana hasil
yang diharapkan dari pengeluaran itu
baru akan diterima lebih dari satu tahun
mendatang (Gitosudarmo dan Basri,
1994:145). Sementara pengertian lain
menyatakan investasi adalah kegiatan
menanamkan modal, baik langsung
maupun tidak langsung dengan harapan
pada waktunya nanti pemilik modal
mendapatkan sejumlah keuntungan
dari hasil penanaman modal tersebut
(Sumantoro, 1990:14). Dari pengertian
investasi tersebut dapat dipahami bahwa
investasi adalah suatu penanaman modal
yang jangka waktu kembalinya dalam
jangka panjang.
Investasi juga didefinisikan sebagai
berikut: investasi merupakan suatu
tindakan melepaskan dana saat sekarang
yang diharapkan untuk memperoleh arus
kas masuk pada waktu yang akan datang
selama umur proyek itu. Investasi ini bisa
dalam bentuk investasi (1) aktiva nyata
(real assets), misalnya pendirian pabrikpabrik, pendirian hotel dan restoran dan
lain-lain, (2) aktiva keuangan (financial
assets) seperti pembelian surat-surat
berharga berupa saham, obligasi, warrant,
opsi (Napa dan Mulyadi, 1989:2).
Terdapat beberapa alasan mengapa
seseorang melakukan investasi antara
lain (Sumantoro, 1990:15):
a. Untuk mendapatkan kehidupan yang
layak di masa yang akan datang. Hal
ini merupakan hakikat hidup yang
senantiasa berupaya meningkatkan
Juni 2014
Feri Citra Febriyanto dan Nurwiyanta
taraf hidupnya dari waktu ke waktu
atau setidaknya berusaha bagaimana
mempertahankan tingkat pendapatan
yang ada sekarang agar tidak
berkurang.
b. Mengurangi
tekanan
inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam
pemilikan perusahaan, seseorang
dapat menghindarkan diri dari risiko
penurunan nilai kekayaan atau hak
miliknya akibat adanya pengaruh
inflasi.
c. Menghemat pajak. Di berbagai
negara, banyak melakukan kebijakan
yang bersifat mendorong timbulnya
investasi di masyarakat melalui
pemberian
fasilitas
perpajakan
kepada masyarakat yang akan
melakukan investasi pada bidangbidang tertentu.
21
modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh
pemerintah, public authorities, maupun
perusahaan swasta. Dengan demikian
pasar modal merupakan konsep yang lebih
sempit dari pasar keuangan (financial
market). Dalam financial Market, semua
berbentuk hutang dan modal sendiri,
baik dana jangka pendek maupun jangka
panjang, negotiable ataupun tidak.
Sedangkan menurut U TunWai dan
Hugh. T. Patrick terdapat 3 pengertian
pasar modal yaitu: (Danareksa, 1986 dan
Ekonomika FE UI. 1987)
a. Menyimpan uangnya atau membeli
emas dan disimpan (hoardings).
b. Membeli tanah atau rumah (real
estate).
c. Meminjamkan uangnya kepada pihak
lain atau investasi pada valuta asing.
d. Menabung di bank.
e. Melakukan investasi langsung pada
bidang usaha tertentu.
f. Investasi di pasar modal dengan
membeli saham, obligasi, atau surat
berharga pasar modal yang lain.
a. Definisi luas
Pasar modal adalah kebutuhan sistem
keuangan yang terorganisir, termasuk
bank-bank komersial dan semua
perantara di bidang keuangan serta
surat-surat berharga jangka panjang
dan jangka pendek, primer dan tidak
langsung.
b. Definisi dalam arti menengah
Pasar modal adalah semua pasar
yang terorganisir dari lembaga –
lembaga yang memperdagangkan
warkat-warkat kredit (biasanya yang
berjangka waktu lebih dari 1 tahun)
termasuk saham, obligasi, pinjaman
berjangka, hipotik dan tabungan serta
deposito berjangka.
c. Definisi dalam arti sempit
Pasar modal adalah pasar yang
terorganisir yang memperdagangkan
saham-saham dan obligasi dengan
memakai jasa makelar, komisioner
dan underwriter.
2. Pengertian Pasar Modal
Banyak para ahli mengemukakan
pendapat mengenai pengertian pasar
modal, tetapi pada dasarnya pendapatpendapat tersebut mempunyai arah yang
sama. Menurut Husnan (1993:1) pasar
modal adalah sebagai pasar untuk berbagai
instrumen keuangan (atau sekuritas)
jangka panjang yang diperjualbelikan,
baik dalam bentuk hutang ataupun
Dengan adanya pasar modal, maka
perusahaan-perusahaan akan lebih mudah
memperoleh dana sehingga kegiatan
ekonomi di berbagai sektor dapat
ditingkatkan. Terjadinya peningkatan
kegiatan ekonomi, akan menciptakan
dan mengembangkan lapangan kerja
yang luas, yang dengan sendirinya
dapat menyerap tenaga kerja dalam
jumlah besar, sehingga secara langsung
Investor individu ataupun kelompok
dapat melakukan investasi dalam berbagai
bentuk seperti:
22
efektif Jurnal Bisnis dan Ekonomi
dapat berpengaruh dalam usaha untuk
mengurangi pengangguran.
Di Indonesia, pengertian pasar modal
sebagaimana tertuang di dalam Keputusan
Presiden (Kepres) No. 52 tahun 1976
tentang pasar modal disebutkan bahwa
pasar modal adalah bursa efek seperti yang
dimaksudkan dalam Undang-undang No.
15 Tahun 1952 (Lembaran Negara Tahun
1952 No. 67). Jadi pasar modal adalah
bursa-bursa perdagangan di Indonesia
yang didirikan untuk perdagangan uang
dan efek. Sedangkan bursa adalah gedung
atau ruang yang ditetapkan sebagai
kantor dan tempat kegiatan perdagangan
efek. Lebih lanjut pengertian efek disini
adalah setiap saham, obligasi atau bukti
lainnya, termasuk sertifikat atau surat
pengganti serta bukti sementara dari
surat-surat tersebut, bukti keuntungan
dan surat-surat jaminan opsi, obligasi
atau bukti penyertaan dalam modal atau
pinjaman lainnya, serta setiap alat yang
lazim dikenal sebagai efek.
3. Faktor-Faktoryang Mempengaruhi
Keberhasilan Pasar Modal
Pasar modal merupakan pertemuan
antara supply dan demand dana jangka
panjang yang transferable. Oleh karena
itu keberhasilan pembentukan pasar
modal dipengaruhi oleh supply dan
demand. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan pasar modal
adalah:
a. Supply Sekuritas
Faktor ini berarti harus banyak
perusahaan yang bersedia menerbitkan sekuritas di pasar modal.
Di samping itu pula perusahaan
harus memenuhi persyaratan full
discloser artinya perusahaan bersedia
mengungkapkan kondisinya yang
dituntut pasar modal.
b. Demand akan Sekuritas
Faktor ini berarti bahwa harus
terdapat anggota masyarakat yang
Juni 2014
memiliki jumlah dana yang cukup
besar untuk digunakan membeli
sekuritas-sekuritas yang ditawarkan.
Sehubungan dengan faktor ini,
maka pendapatan per kapita suatu
negara dan distribusi pendapatan
mempengaruhi
besar
kecilnya
demand akan sekuritas.
c. Kondisi Politik dan Ekonomi
Kondisi politik yang stabil akan ikut
membantu pertumbuhan ekonomi
yang pada akhirnya mempengaruhi
supply dan demand akan sekuritas.
d. Masalah Hukum dan Peraturan
Kebenaran informasi, kecepatan
dan kelengkapan informasi sangat
penting bagi calon investor (pembeli
sekuritas). Oleh sebab itu peraturan
yang melindungi pemodal dari
informasi yang tidak benar dan
menjadi mutlak diperlukan.
4. Harga Saham
Harga
saham
adalah
suatu
saham yang mempunyai nilai untuk
diperjualbelikan di Bursa Efek yang
diukur dengan nilai mata uang dimana
harga saham tersebut akan ditentukan
antara demand dan supply. Harga pasar
saham adalah nilai saham yang terjadi
akibat
diperjualbelikannya
saham
tersebut oleh emiten (issuingfirm) dan
penjamin emisi (underwriter). Jadi harga
jual merupakan harga jual merupakan
kesepakatan kedua belah pihak (harga
yang terbentuk merupakan negotiated
price). Selain metode tersebut, terdapat
cara lain untuk menentukan harga jual
saham di pasar perdana, yaitu competitive
bidding. Dimana penerbit saham akan
memilih underwriter yang menawarkan
harga tertinggi atau membebankan biaya
terendah, cateris paribus (Roos dan
Westerfield, 1990:44).
Banyak
sekali
faktor
yang
mempengaruhi harga saham baik itu
bersifat fundamental maupun teknikal.
Juni 2014
Feri Citra Febriyanto dan Nurwiyanta
Namun demikian secara sederhana
variabilitas harga saham bergantung pada
bagaimana earning dan dividend yang
terjadi pada suatu perusahaan (Fullerand
Farrel, 1987:205). Secara garis besar,
faktor-faktor yang mempengaruhi harga
saham adalah sebagai berikut (Arifin,
2007:115):
a. Penawaran dan Permintaan
Harga saham ditentukan oleh
kekuatan pasar, dalam arti tergantung
pada permintaan dan penawaran (saham
mengalami likuid). Jumlah permintaan
dan penawaran akan mencerminkan
kekuatan pasar. Jika penawaran lebih
besar dari permintaan, pada umumnya
kurs harga akan turun. Sebaliknya, jika
penawaran lebih kecil dari permintaan,
pada umumnya kurs harga akan naik.
Kekuatan pasar dapat juga dilihat dari
data mengenai sisa beli atau jual. Bagi
investor yang memerlukan investasi
jangka panjang maupun jangka pendek,
perlu memperhatikan apakah sekuritas
tersebut diminati atau tidak diminati
(Weston, 1992:77).
b. Efisiensi Pasar Modal
Efisiensi pasar modal merupakan
pasar modal yang harga sekuritassekuritasnya
mencerminkan
semua
informasi yang relevan. Efisiensi
pasar pada dasarnya meliputi efisiensi
internal dan efisiensi eksternal. Efisiensi
internal dapat mempengaruhi harga
saham, apabila biaya transaksi dalam
perdagangan sekuritas semakin rendah
maka efisiensi dikaitkan dengan besarnya
biaya untuk melakukan pembelian/
penjualan sekuritas. Kemudian efisiensi
eksternal yang dapat mempengaruhi
harga, ditentukan oleh kecepatan
penyesuaian harga sekuritas di pasar
modal terhadap informasi baru. Informasi
yang ada kemudian diserap oleh investor
untuk digunakan dalam menghasilkan
keputusan. Keputusan investasi untuk
23
membeli/menjual berdasarkan informasi
akan mempengaruhi harga sekuritas
(Husnan, 2001: 264). Eugene (1965:
70) menerangkan bahwa efisiensi
pasar berdasarkan jenis informasi yang
terkandung di dalamnya terbagi ke dalam
tiga bentuk atau tingkatan yaitu:
1) Efisiensi pasar lemah
2) Efisiensi pasar setengah kuat
3) Efisiensi pasar yangkuat
Weston dan Copeland (1992: 183)
mengatakan bahwa secara teori (proyeksi)
harga saham juga dipengaruhi oleh
tingkat pendapatan tanpa risiko, premi
risiko pasar, indeks dari risiko saham, dan
tingkat pertumbuhan yang diharapkan.
HIPOTESIS
Berdasarkan uraian di atas maka
hipotesis yang diajukan dalam penelitian
ini adalah:
H1 : Return On Equity berpengaruh positif
terhadap harga saham
H2 : Return On Assets berpengaruh positif
terhadap harga saham
H3: Net Profit Margin berpengaruh
negatif terhadap harga saham
H4 : Return On Equity, Return On Assets,
dan Net Profit Margin secara simultan
berpengaruh terhadap harga saham.
METODE PENELITIAN
1. Data dan Sampel
Penelitian ini menggunakan populasi
berupa perusahaan real estate and property
tahun 2008-2011. Dari populasi tersebut,
penelitian ini akan menggunakan 27
perusahaan dari 48 perusahaan real estate
and property yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia untuk dijadikan sampel. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian
ini adalah purposive sampling, dengan
kriteria meliputi: (1) perusahaan terdaftar
di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2008
24
efektif Jurnal Bisnis dan Ekonomi
sampai tahun 2011, (2) perusahaan
memiliki data ROE, ROA, dan NPM
dan (3) perusahaan memberikan laporan
keuangan secara periodik dari tahun 2008
sampai tahun 2011.
2. Variabel Penelitian
Penelitian ini menggunakan dua
variabel yaitu:
a. Variabel dependen
Penelitian ini menggunakan variabel
dependen harga saham perusahaan
real estate and property. Selanjutnya
data nilai harga saham dalam
penelitian ini diambil dari Indonesian
Capital Market Directory.
b. Variabel independen
Variabel
independen
dalam
pengukuran harga saham adalah
sebagai berikut:
1) ROE (Return On Equity)
ROE merupakan salah satu
rasio
profitabilitas
yang
menggambarkan sejauh mana
kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba yang bisa
diperoleh pemegang saham
(Yuliastuti, 2009:48). Rasio ROE
dihitung dengan membagi laba
bersih dengan jumlah ekuitas
perusahaan. ROE secara eksplisit
menghitung kemampuan perusahaan menghasilkan suatu
laba bagi pemegang saham
biasa, setelah perhitungan laba
biaya hutang dan dividen saham
preferen (biaya saham preferen).
ROE penting bagi investor, sebab
ROE merupakan suatu indikator
penting untuk menilai prospek
perusahaan yaitu melihat sejauh
mana pertumbuhan profitabilitas
perusahaan. Dengan demikian,
investor
akan
mengetahui
sejauh mana investasi yang akan
dilakukan suatu perusahaan yang
Juni 2014
mampu menghasilkan laba yang
tinggi, hal ini akan berpengaruh
terhadap harga saham. Rumus
ROE adalah sebagai berikut:
2) ROA (Return On Assets)
ROA adalah
rasio
yang
digunakan untuk mengukur
keuntungan
bersih
yang
diperoleh dari penggunaan aktiva
(Lestari dan Sugiharto, 2007:196
dalam Rinati, 2008:6) Dengan
kata lain, semakin tinggi rasio ini
maka semakin baik produktivitas
assets
dalam
memperoleh
keuntungan bersih. ROA secara
eksplisit
memperhitungkan
kemampuan
perusahaan
menghasilkan suatu laba bagi
pemegang saham biasa setelah
memperhitungkan bunga (biaya
hutang) dari dividen saham
preferen. Selama perusahaan
mampu meningkatkan labanya
maka setiap hutang akan
mengakibatkan naiknya ROA
dan
menguntungkan
bagi
pemegang saham biasa. Angka
ROA dikatakan baik apabila
nilainya lebih besar 2%. Rumus
ROA adalah sebagai berikut:
3.
NPM (Net Profit Margin)
Rasio ini tergolong dalam rasio
profitabiltas. Dimana rasio
tersebut adalah kemampuan
perusahaan memperoleh laba
dalam hubungannya dengan
penjualan, total aktiva maupun
modal saham. Dengan demikian
Juni 2014
Feri Citra Febriyanto dan Nurwiyanta
net profit margin adalah
mengukur prosentase setiap
nilai penjualan yang tersisa
dikurangkan dengan seluruh
pengeluaran termasuk pajak
(Sartono, 2001:122). Secara
matematis untuk menghitung net
profit margin adalah:
3. Uji Asumsi Klasik
Penelitian ini menggunakan data
sekunder. Untuk mendapatkan ketepatan
model yang dianalisis, diperlukan
pengujian atas beberapa persyaratan
asumsi klasik yang mendasari model
regresi. Ada beberapa langkah untuk
menguji model, antara lain:
a. Uji Normalitas
Untuk
mengetahui
normalitas
populasi suatu data dapat dilakukan
dengan menggunakan analisis grafik.
Pada analisis regresi ini, metode yang
digunakan adalah grafik histogram
dan normal probability plot yang
membandingkan distribusi kumulatif
dari data sesungguhnya dengan distribusi
kumulatif dari distribusi normal.
b. Uji Multikolinieritas
Pengujian ini bertujuan untuk
menguji apakah dalam model ditemukan
adanya korelasi antarvariabel independen.
Untuk
mendeteksi
ada
tidaknya
multikolinearitas digunakan tolerance
value dan variance inflation factor (VIF).
Apabila nilai VIF < 10 dan nilai tolerance
> 0,1 maka tidak terjadi multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Pengujian ini bertujuan untuk
menguji apakah dalam model terjadi
ketidaksamaan variance dari residual
satu pengamatan ke pengamatan lain.
Model regresi yang baik adalah terjadi
homokesdastisitas. Jika titik-titik yang
25
terbentuk menyebar secara acak baik di
atas atau di bawah angka 0 pada sumbu
Y, maka tidak terjadi heterokesdastisitas
pada model yang digunakan.
d. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk
menguji apakah terdapat korelasi antara
kesalahan pengganggu pada periode
t dengan kesalahan pengganggu pada
periode (t-1) dalam model regresi. Jika
terdapat korelasi maka model tersebut
mengalami
masalah
autokorelasi.
Model regresi yang baik adalah model
yang bebas dari autokorelasi. Untuk
mendeteksi
autokorelasi
dilakukan
dengan membandingkan Durbin Watson
statistik dan Durbin Watson tabel.
4. Uji Hipotesis
Untuk menjawab hipotesis pada
penelitian ini diperlukan uji hipotesis
terhadap data yang diperoleh. Dengan
diperoleh koefisien pada setiap variabel
independen yaitu Return ROE, ROA, dan
NPM maka dapat ditunjukkan pengaruh
positif atau negatif dari masing-masing
variabel independen terhadap variabel
dependen yaitu harga saham.
Uji F (F-test) atau uji koefisien
regresi secara simultan digunakan
untuk mengetahui pengaruh variabel
independen yang terdiri dari ROE, ROA,
dan NPM secara simultan terhadap
variabel dependen yaitu harga saham.
Cara pengujian uji F diolah dengan soft
ware SPSS dan ditunjukkan pada hasil
output ANOVA, selain itu juga dapat
dengan membandingkan Fhitung dengan
Ftabel. Rumus ekonometrinya sebagai
berikut:
Y = α + b1ROE + b2ROA + b3NPM + e
5. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) adalah
perbandingan antara variasi variabel
dependen yang dijelaskan oleh variabel
26
Juni 2014
efektif Jurnal Bisnis dan Ekonomi
independen secara bersama-sama sebesar
nilai koefisien nilai determinasi tersebut.
Koefisien determinasi terletak antara nilai
0 sampai 1 dan jika koefisien determinasi
sama dengan 0 berarti bahwa variabel
dependen tidak dapat ditafsirkan oleh
variabel independen. Jika R2 semakin
besar atau mendekati 1, maka model akan
menjadi semakin tepat, semakin besar n
(ukuran sampel) maka nilai R2 cenderung
semakin kecil.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil UjiAsumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Dari data hasil uji normalitas
menunjukkan bahwa nilai signifikansi
dari variabel pengganggu atau residual
adalah sebesar 0,095 dan nilai tersebut
lebih besar dari 0,05 atau 5 persen, maka
dapat disimpulkan bahwa model regresi
dalam penelitian ini berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Tolerance
.538
.705
.722
c. Uji Heteroskedastisitas
Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedastis
Model
t
Sig.
Lnx1 (ROE)
-.102
.919
Lnx2 (ROA)
.549
.584
Lnx3 (NPM)
1.902
.060
Dari hasil pengujian menggunakan
uji park yang dilakukan dengan
meregresikan nilai residual (Lnei2)
dengan nilai masing-masing variabel
independen (Lnx1, Lnx2, dan Lnx3)
menunjukan bahwa nilai t hitung dari
ketiga variabel lebih kecil dari t tabel
pada DF N-2 yaitu dalam penelitian ini
pada DF 102 dan Batas Kritis 0,05 dua
sisi diperoleh t tabel 1,983. Dari ketiga
variabel nilai t hitung < t tabel maka
dapat dikatakan tidak terjadi masalah
heteroskedastisitas.
d. Uji Autokorelasi
Hasil pengujian menunjukkan nilai
Durbin–Watson 1,151. Nilai tersebut
berada di antara -2 sampai +2. Hal ini
berarti tidak ada autokorelasi pada model
dalam penelitian ini.
Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas
Model
ROA
ROE
NPM
nilai toleransi > 0,1 atau 10 persen dan
VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan
bahwa persamaan model regresi tidak
mengandung masalah multikolinearitas.
VIF
1.860
1.418
1.385
Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan
bahwa semua variabel independen
yaitu ROE, ROA dan NPM mempunyai
2. Hasil Uji Hipotesis
a. Uji F (F-test)
Dari hasil pengujian pada Tabel
3 diperoleh F hitung sebesar 13,180
Tabel 3. Hasil Uji F
ANOVAb
Sum of
df Mean Square
F
Squares
RRegression 5436000,173
3 1812000,058 13,180
Residual
1,375E7 100
137478,319
Total
1,918E7 103
Model
1
Sig.
,000a
Juni 2014
27
Feri Citra Febriyanto dan Nurwiyanta
dengan signifikansi sebesar 0,000. Nilai
signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05
atau 5 persen, nilai F hitung lebih besar
dari nilai F tabel (13,180 > 2,695). Dengan
demikian hasil uji regresi linear berganda
ini menunjukkan bahwa ROE, ROA
dan NPM secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap harga saham. Dengan
demikian hipotesis H4 yang menyatakan
variabel ROE, ROA dan NPM secara
simultan mempengaruhi harga saham
pada sektor real estate and property di
Bursa Efek Indonesia, terdukung.
b. Uji t
2) Uji Hipotesis Kedua
Hasil pengujian di Tabel 4 diperoleh
nilai koefisien ROA positif sebesar
1408,307 dan nilai signifikansi 0,002
kurang dari taraf signifikansi 0,05. Ini
berarti bahwa apabila ROA mengalami
peningkatan sebesar 1 persen maka harga
saham akan naik sebesar 0,002 persen
dengan asumsi variabel independen
lainnya konstan. Jadi, kesimpulannya
yaitu ROA berpengaruh positif dan
signifikan terhadap harga saham. Dengan
demikian, hipotesis H2 yang menyatakan
bahwa ROA berpengaruh positif terhadap
harga saham terdukung secara statistik.
Tabel 4. Hasil Uji t
Model
1
(Constant)
ROE
ROA
NPM
Unstandardized
Coefficients
B
Std. Error
60,004
77,185
16,630
5,838
1408,307
445,110
-16,712
14,138
Berdasarkan Tabel 4 diperoleh
formulasi regresi linier berganda sebagai
berikut:
Y = 60,004 + 16,630ROE +
1408,307 ROA – 16,712NPM + e
Adapun interprestasi dari formulasi
regresi linier berganda tersebut adalah:
1) Uji Hipotesis Pertama
Hasil pengujian di Tabel 4 diperoleh
nilai koefisien ROE positif sebesar 16,630
dan nilai signifikansi 0,005 kurang dari
taraf signifikansi 0,05. Ini berarti bahwa
apabila ROE mengalami peningkatan
sebesar 1 persen maka harga saham akan
naik sebesar 0,005 persen dengan asumsi
variabel independen lainnya konstan. Jadi,
kesimpulannya ROE berpengaruh positif
dan signifikan terhadap harga saham.
Dengan demikian, hipotesis H1 yang
menyatakan bahwa ROE berpengaruh
positif terhadap harga saham terdukung
secara statistik.
Standardized
Coefficients
Beta
,287
,365
-,118
t
Sig.
,777
2,849
3,164
-1,182
,439
,005
,002
,240
3. Uji Hipotesis Ketiga
Hasil pengujian pada Tabel 4 diperoleh
nilai koefisien NPM negatif sebesar 16,712 dan nilai signifikansi 0,240 lebih
besar dari taraf signifikansi 0,05. Ini
berarti bahwa apabila NPM mengalami
peningkatan sebesar 1 persen maka harga
saham akan turun sebesar 0,240 persen
dengan asumsi variabel independen
lainnya konstan. Jadi, kesimpulannya
yaitu NPM tidak berpengaruh signifikan
terhadap harga saham. Dengan demikian,
hipotesis H3 yang menyatakan bahwa
NPM berpengaruh negatif terhadap harga
saham tidak terdukung secara statistik.
4. Uji Hipotesis Keempat
Hasil pengujian yang ditunjukkan
pada Tabel 3, diperoleh nilai signifikansi
F sebesar 0,000 kurang dari taraf
signifikansi 0,05. Jadi, kesimpulannya
yaitu ROE, ROA dan NPM secara simultan
berpengaruh terhadap harga saham.
Dengan demikian, hipotesis H4 yang
28
Juni 2014
efektif Jurnal Bisnis dan Ekonomi
menyatakan bahwa ROE, ROA dan NPM
secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap harga saham terdukung secara
statistik.
c. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Dari Tabel 5 diperoleh nilai R2 sebesar
0,283, berarti koefisien (R2) berada pada
angka 0-1, sehingga nilai R2 menunjukkan
semakin besar atau mendekati 1, maka
model penelitian ini dapat dikatakan tepat
(baik). Artinya bahwa besarnya variasi
variabel harga saham dapat dijelaskan
oleh variasi masing-masing variabel
ROE, ROA dan NPM sebesar 0,283 atau
28,3% sedangkan sisanya 0,717 atau
71,7% dipengaruhi oleh variabel lain di
luar model penelitian.
diperoleh nilai t hitung (2,849) > t tabel
(1,983), ROA secara parsial diperoleh
nilait hitung (3,164) > t tabel (1,983),
yang berarti ROE dan ROA secara parsial
berpengaruh terhadap harga saham.
Sedangkan NPM secara parsial diperoleh
nilait hitung (-1,182) < t tabel (1,983)
sehingga bisa simpulkan bahwa NPM
tidak berpengaruh terhadap harga saham
pada sektor reale state and property di
Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011.
Selanjutnya faktor yang paling dominan
pengaruh terhadap harga saham adalah
variabel ROA.
2. Saran dan Keterbatasan Penelitian
Dari penelitian ini ada beberapa
keterbatasan yaitu:
Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model
1
R
.532a
a.
R Square
Adjusted R Square
.283
.262
Std. Error of
theEstimate
370.781
Predictors: (Constant), ROE, ROA, NPM
SIMPULAN DAN SARAN
1. Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk
menguji kembali pengaruh ROE, ROA,
dan NPM terhadap harga saham pada
sektor real estate and property di Bursa
Efek Indonesia pada periode 2008-2011
dengan objek penelitian sebanyak 27
perusahaan yang diambil secara purposive
sampling.
Hasil uji F dapat disimpulkan bahwa
ROE, ROA, dan NPM secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap harga
saham pada sektor real estate and
property di Bursa Efek Indonesia periode
2008 -2011.
Hasil uji t dapat disimpulkan bahwa
hasil perhitungan ROE secara parsial
a. Penelitian ini hanya menggunakan
periode pengamatan dari tahun 20082011, oleh karena itu bagi peneliti
selanjutnya disarankan menggunakan
periode pengamatan yang terbaru dan
lebih panjang agar memperoleh hasil
yang lebih baik.
b. Penelitian selanjutnya diharapkan
menambah variabel-variabel lain yang
diperkirakan berpengaruh terhadap
harga saham, serta menggunakan
proksi lain dari penelitian ini.
c. Penelitian selanjutnya diharapkan
menambah jumlah sampel perusahaan
dan tidak terpaku pada perusahaan
real estate and property saja.
Juni 2014
Feri Citra Febriyanto dan Nurwiyanta
DAFTAR PUSTAKA
Andini,
Miranda. 2011. Pengaruh
Earning Per Share, Dividend
Per Share, dan Financial
Leverage Terhadap Harga
Saham Pada Perusahaan Food
& Beverage yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia. Skripsi
Dipublikasikan, Universtas
Sumatra Utara, Medan.
Anisma, Yuenita. 2012. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Harga
Saham Perusahaan Perbankan
yang Listing di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Jurnal Sosial
Ekonomi
Pembangunan,
Tahun II No.5, hal: 149-152.
Dahlan
Darmadji
Siamat. 2004. Manajemen
Lembaga Keuangan. Edisi
Keempat. Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
Tjipto dan Hendry M
Fakhruddin. 2001. Pasar
Modal di Indonesia. Salemba
Emapat. Jakarta.
Fabozzi, Frank J. 2001. Manajemen
Investasi. Alih Bahasa oleh
Tim Salemba Empat. Edisi 1.
Jakarta.
Fajarmulya, Novi Eka. 2011. Pengaruh
Assets
Structure,
Sales
Growth, Firm Size, Bussiness
Risk, dan Kinerja Perusahaan
terhadap Kebijakan Utang:
Suatu
Analisis
Struktur
Modal.
Skripsi
Tidak
Dipublikasikan, Universitas
Janabadra, Yogyakarta.
Gito Sudarmo, Indrio dan Basri. 1992.
Manajemen
Keuangan.
Yogyakarta: BPFE.
Husnan,
29
Suad. 1994. Manajemen
Keuangan Teori dan Penetapan
(Keputusan Jangka Panjang).
Edisi Ketiga. Yogyakarta:
BPFE.
Jogiyanto. 1998. Teori Portofolio dan
Analisis Investasi. BPFE
UGM: Yogyakarta.
Mulyana, Deden. 2011. Analisis likuiditas
Saham serta Pengaruhnya
terhadap
Harga
Saham
Perusahaan yang Berada Pada
Indeks LQ45 di Bursa Efek
Indonesia. Jurnal Magister
Manajemen, Vol. 4 No.1, hal:
77-96.
Murwaningsari, Etty. 2008. Pengaruh
Volume Perdagangan Saham,
Deposito, dan Kurs terhadap
IHSG beserta Prediksi IHSG
(model Garch dan ARIMA).
Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Indonesia, Vol. 23 No.2, hal:
178-195.
Nobert, Hans. 2006. Analisis Pengaruh
Tingkat Bunga, Earning Per
Share, Dividend Pay Out
Ratio, Return On Assets
terhadap Tingkat harga Saham
Perusahaan Manufaktur di
Bursa Efek Jakarta. Skripsi
Tidak
Dipublikasikan,
Universitas
Janabadra,
Yogyakarta.
Pusparani, Sarah. 2006. Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Harga Saham
pada Industri Telekomunikasi
dan Transportasi di Bursa
Efek Jakarta. Skripsi Tidak
Dipublikasikan, Universitas
Janabadra, Yogyakarta.
Rinati, Ina. 2008. Pengaruh Net Profit
Margin, Return On Assets
30
efektif Jurnal Bisnis dan Ekonomi
(ROA) dan Return On Equity
(ROE)
terhadap
Harga
Saham pada Perusahaan
yang
Tercantum
Indeks
LQ45. Jurnal Ekonomi dan
Manajemen.
Universitas
Gunadarma.
Sutrisno. 2005. Manajemen Keuangan
Teori, Konsep, dan Aplikasi.
Yogyakarta: Ekonisi. James
C, Van Horne & Jhon
M.wachowicz, JR.
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis
Investasi dan Manajemen
Portofolio. Edisi Pertama.
Yogyakarta: BPFE
Weston
J.
Fred.
dan
Eugene
F. Brigham. 2001. DasarDasar Manajemen Keuangan.
Erlangga: Jakarta.
Juni 2014
Weston, J. Fred and Brigham, Eugene F.
1993. Managemen Keuangan
(Managerial Finance). edisi 7
Jilid 1. Erlangga.
Yuliastuti,
Ratna. (2009). FaktorFaktor yang Mempengaruhi
Harga Saham pada Sektor
Perusahaan
Perbankan
di Bursa Efek Indonesia.
Skripsi Tidak Dipublikasikan,
Universitas
Janabadra,
Yogyakarta.
Download