geologi dan karakteristik sesar

advertisement
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Daerah penelitian terletak pada fisiografi Zona Gunung Api Kuarter yang
dicirikan oleh endapan vulkanik berumur Kuarter. Aktivitas vulkanisme yang
menghasilkan batuan vulkanik di daerah penelitian berkaitan erat dengan jalur
magmatisme periode Tersier Akhir (Miosen Akhir - Pliosen) dan periode Kuarter yang
dicirikan dengan deret magmatik tertentu berdasarkan posisi tektoniknya.
Penelitian ini ditekankan pada genesa gunungapi dan penentuan stratigrafi
batuan vulkanik di daerah penelitian berdasarkan pengamatan lapangan dan analisis
petrografi. Analisis petrografi dilakukan untuk klasifikasi dan penamaan batuan, juga
untuk mempelajari tekstur dan himpunan mineral dari masing-masing contoh batuannya.
1.2 Maksud dan Tujuan
Penelitian Tugas Akhir ini dimaksudkan sebagai salah satu syarat kelulusan
sarjana strata satu (S-1) di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi
Kebumian, Institut Teknologi Bandung.
Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mempelajari tatanan geologi
daerah penelitian meliputi aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan sejarah
geologi. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menentukan urutan
volkanogenetik di daerah penelitian.
1.3 Lokasi dan Kesampaian Daerah Penelitian
Secara administratif daerah penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan
Cisurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sedangkan secara geografis terletak
pada koordinat : 070 17’ 00’’ - 070 20’ 00’’ LS dan 1070 42’ 30’’ - 1070 45’ 00’’ BT.
Daerah penelitian memiliki luas ± 35 km2 (5 km x 7 km) dan terletak ± 30 km
sebelah barat kota Garut, yang dapat dicapai menggunakan kendaraan umum melalui
1
jalan raya Nagrek selama ± 1 jam perjalanan dari kota Garut atau ± 4 jam perjalanan dari
kota Bandung. Daerah penelitian dapat dicapai dengan menggunakan alat transportasi
darat melalui dua jalur, yaitu:
1. Jalan alternatif pertama, melalui kota Garut (lama perjalanan sekitar 2
jam), lalu menuju Kecamatan Cisurupan (lama perjalanan sekitar 30 menit)
dan dari sini dilanjutkan hingga Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 25
menit).
2. Jalan alternatif kedua, melalui Pangalengan, melewati daerah perkebunan
Garut Selatan (Perk. Sedep dan Malabar) hingga perkebunan Cileuleuy
(lama perjalanan sekitar 3 jam), dari sini dilanjutkan menuju Kawah Mas
(lama perjalanan sekitar 30 menit).
Gambar 1-1 Peta lokasi daerah penelitian.
2
1.4 Kondisi Umum Daerah Penelitian
Sebagian
besar
daerah penelitian merupakan kawasan hutan tropis,
persawahan, perladangan dan pemukiman penduduk. Kondisi tanah umumnya cukup
subur dengan curah hujan yang tinggi setiap tahun. Hampir semua jenis tanaman dapat
tumbuh dengan baik disini, baik tanaman padi untuk daerah yang beririgasi dan tanaman
sayuran maupun perkebunan untuk daerah non irigasi.
Masyarakat yang tinggal di daerah ini pada umumnya adalah suku Sunda dan
sebagian besar beragama Islam. Mata pencaharian utama mereka adalah sebagai petani,
peternak, gurandil (penambang emas tradisional), buruh, tukang ojek, pegawai negeri
dan pedagang. Ketersediaan air bersih pada sebagian masyarakat di daerah ini sangat
baik, yang dialirkan dari sungai sungai yang mengalir sepanjang tahun.
Sarana perhubungan di daerah penelitian umumnya cukup baik. Untuk
menghubungi satu desa dengan desa lainnya sebagian besar berupa jalan berbatu dan
jalan tanah, dan sebagian kecil berupa jalan aspal yang dapat dilalui oleh kendaraan roda
dua dan roda empat. Sedangkan untuk mencapai daerah-daerah pelosok masih harus
melalui jalan setapak. Sarana transportasi satu-satunya di daerah penelitian adalah
sepeda motor yang di pakai sebagai ojek.
Kondisi singkapan umumnya cukup baik dan segar, terutama yang ditemukan
di sungai-sungai. Sedangkan di jalan raya, singkapan umumnya telah mengalami
pelapukan kuat menjadi tanah.
1.5 Batasan Masalah
Batasan utama penelitian ini berupa pemetaan geologi daerah penelitian.
Penelitian secara umum mengenai kondisi geologi daerah penelitian dibagi menjadi
geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi dan sejarah geologi. Penelitian dilakukan
melalui pengamatan lapangan yang kemudian disesuaikan dengan kondisi geologi
regional daerah penelitian.
3
1.6 Tahapan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan melalui empat tahap yaitu : tahap persiapan, tahap
penelitian dan pengambilan data lapangan, tahap analisis dan pengolahan data, serta
tahap penulisan laporan.
1.6.1 Tahap Persiapan
Tahap persiapan ini meliputi studi pendahuluan, analisis peta topografi, analisis
citra satelit dan survey awal. Studi pendahuluan yaitu studi pustaka tentang hal-hal yang
berkaitan dengan penelitian, studi literatur peneliti terdahulu mengenai daerah penelitian
dan perencanaan penelitian serta usulan Tugas Akhir. Hasil akhir dari studi pendahuluan
adalah informasi umum daerah penelitian.
Analisis peta topografi dan citra satelit akan menghasilkan rencana lintasan
penelitian lapangan, peta geomorfologi sementara dan gambaran awal geologi daerah
penelitian. Beberapa hal yang dilakukan pada peta topografi dan citra satelit adalah
interpretasi pola aliran sungai, interpretasi pusat erupsi, interpretasi penyebaran litologi,
interpretasi pola kelurusan dan struktur geologi.
Survey awal, merupakan tahapan peninjauan daerah penelitian meliputi batas
dan kegiatan yang akan dilakukan pada saat penelitian.
1.6.2 Tahap Penelitian dan Pengambilan Data Lapangan
Tahap pengambilan data lapangan dilakukan selama 30 hari (pertengahan bulan
Juli 2009 - pertengahan bulan Agustus 2009) dengan luas daerah penelitian ± 30 km2 (5
km x 6 km). Tahap ini ditujukan untuk memperoleh data geologi detail yang akan
dianalisis dan membuktikan hipotesa pada tahap sebelumnya.
Pengambilan data lapangan meliputi :
•
Observasi geomorfologi
•
Observasi singkapan dan deskripsi batuan
•
Pengamatan struktur geologi
4
•
Pengambilan contoh batuan untuk analisis petrografi.
•
Sintesa Lapangan
Hasil dari tahap ini berupa catatan lapangan (deskripsi singkapan, deskripsi
batuan, dan sketsa), contoh batuan, foto singkapan, peta lokasi pengamatan, peta
geomorfologi, dan peta geologi sementara.
1.6.3 Tahap Analisis Dan Pengolahan Data
Analisis dan pengolahan data dilakukan di laboratorium dan studio pengolahan
data. Tahap ini dilakukan bersamaan dengan studi pustaka, studi literatur dan diskusi
dengan dosen pembimbing. Analisis laboratorium dan pengolahan data yang dilakukan
adalah sebagai berikut :
•
Analisis petrografi untuk identifikasi batuan, penentuan mineral pembentuk
batuan, dan tekstur yang terbentuk.
•
Pembuatan peta lokasi pengamatan, peta geomorfologi, peta geologi, dan
penampang geologi.
1.6.4 Tahap Penulisan Laporan
Tahap ini merupakan tahap akhir dari penelitian berupa laporan hasil penelitian.
Laporan berupa skripsi yang memuat juga peta lokasi pengamatan, peta geomorfologi,
peta geologi, dan penampang geologi. Tugas Akhir yang disusun akan memberikan
informasi dan penjelasan mengenai kondisi geologi vulkanik daerah penelitian seperti
stratigrafi, genesa gunungapi dan sejarah geologinya.
5
1.7 Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan laporan Tugas Akhir ini meliputi :
Bab I
: Pendahuluan yang membahas tentang latar belakang, maksud dan tujuan,
lokasi dan kesampaian daerah penelitian, kondisi umum daerah penelitian,
batasan masalah, tahapan penelitian, dan sistematika pembahasan.
Bab II
: Geologi Regional yang membahas tentang fisiografi, stratigrafi regional,
struktur geologi regional, dan aktivitas vulkanisme dan magmatisme untuk
memberikan gambaran umum tentang geologi daerah penelitian.
Bab III
: Geologi Daerah Penelitian yang menyajikan data hasil pengamatan lapangan
dan analisis laboratorium meliputi kajian tentang geomorfologi, stratigrafi,
struktur geologi, dan genesa gunung api.
Bab IV : Sejarah Geologi yang membahas tentang sejarah geologi pembentukan
endapan vulkanik di daerah penelitian.
Bab V
: Kesimpulan dari hasil studi Geologi di Cisurupan dan sekitarnya, Kabupaten
Garut, Jawa Barat.
6
Download