peningkatan hasil belajar bilangan bulat melalui model

advertisement
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BILANGAN BULAT
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
JIGSAW BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 28 KOTO BARU
KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK
Yurnelli1), Zulfa Amrina2), Marsis2)
1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
2) Dosen Program Studi Pendiidkan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Bung Hatta
Abstrak
Back pround of this research from the basic fact learning models are
ganerally used in conventional so the learning act cornes achiesed uruatis
pastory based on data from test score mid 2nd semester macth class V. There are
still momy students who recerued grades belaw the standard there fora researhes
thaug action re a fach write to try to improve macth learning. Learning out come
trough cooperative learning in class V jigsaw in SD 28 Koto Baru Kab. Solok.
This research is classroom action research wich consist of two cycle.
Methodes foor stoges planning action, observation, reflection. The data of this
study in the from of information a bacel the proses and out camer measure of
data obtained from observation and test result, from the result of research
study es that house been dore, it appears that in created student learning out
comer of 49 . students on the bosis of the merune in the firts cycle increareb an
avarage 69 thaen heldage the action in the second cytla.
The average student seares reac head 83 from these result it conbe ded
tha, travy the jigsau coverative learning can imprave learning out comes of
student in V grade SD 28 Koto Baru Kabupaten Solok..By there for it is suggested
that here con mele ment the learning prose sthroug the jigsaw improve student
learning out comes and student learning aktivity
Keyword : cooperative learning type jigsaw, out comes learning
sebagai salah satu disiplin ilmu
A. PENDAHULUAN
Secara
sangat
nyata
berguna
matematika
bagi
merupakan pengetahuan yang sangat
kehidupan
penting
terutama
dalam
era
manusia, karena matematika dapat
globalisasi sekarang ini, dengan arti
melatih seseorang berpikir kritis dan
kata
logis,
dalam
matematika tidak terlepas kaitannya
dalam
dengan
juga
melakukan
bermanfaat
perhitungan
kehidupan sehari-hari. Matematika
dalam
perkembangannya,
perkembangan
ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
0
Berdasarkan
pengalaman
Hasil belajar matematika pada
peneliti sebagai guru kelas V di SD
umumnya kurang tercapai dengan
Negeri 28 Koto Baru Kecamatan
hasil yang memuaskan. Sebagaimana
Kubung Kabupaten Solok peneliti
yang telah peneliti lihat dalam data
menemukan beberapa permasalahan
nilai
dalam
pembelajaran
matematika.
Matematika kelas V SD Negeri 28
Pada
pembelajaran
matematika
Koto
ujian
semester
2
Kecamatan
Kubung
tentang bilangan bulat, peneliti lihat
Kabupaten Solok, masih
banyak
keaktifan
saat
siswa memperoleh nilai di bawah
dan
standar.
siswa
pembelajaran
pada
rendah,
Baru
mid
Berdasarkan
data
dapat
penguasasan konsep tentang bilangan
dilihat rendahnya hasil belajar yang
bulat pun rendah. Masalah ini terlihat
dicapai
setelah guru menjelaskan materi
semester, dari 18 orang siswa hanya
bilangan bulat, lalu memberi contoh
4 orang siswa yang tuntas, atau 22%,
soal, kemudian guru memberikan
sedangkan 14 orang tidak tuntas
sebuah soal tentang penjumlahan
atasu
bilangan positif dan negatif misalnya
kenyaataan
8 + (-5) = ..... Dari soal tersebut
diperlukan
usaha
nyata
banyak siswa yang menjawab 13.
dilakukan
oleh
guru
Siswa
memperbaiki hasil belajar siswa.
bilangan
langsung
yang
menjumlahkan
ada
tanpa
siswa
78%.
pada
saat
Untuk
menyikapi
tersebut,
Berdasarkan
mid
maka
yang
untuk
kenyataan-
memperhatikan ada bilangan negetif
kenyataan yang didapatkan, peneliti
yang seharusnya hasilnya adalah 3.
mencoba
untuk
Contoh soal yang guru berikan lagi
penelitian
tindakan
misalnya (-6) – (-4)=.....
jawaban
meningkatkan hasil belajar operasi
siswa yang banyak adalah (-10),
bilangan bulat pada siswa kelas V
padahal jawaban yang seharusnya
SD Negeri 28 Koto Baru Kecamatan
adalah (-2). Permasalahan tersebut
Kubung Kabupaten Solok dengan
menggambarkan
menerapkan pembelajaran kelompok.
siswa
kurang
kelas
sama
untuk
mengerti dengan konsep bilangan
Siswa
positif dan bilangan negatif.
memecahkan berbagai permasalahan
1
bekerja
mengadakan
dalam
dalam pembelajaran terhadap materi
mempunyai intelektual tinggi, sedang
yang dipelajari. Dengan hal seperti
dan rendah.
itu
saling ketergantungan positif dan
dapat
mengembangkan
kemampuan
siswa
untuk
Siswa bekerjasama,
bertanggungjawab atas ketuntasan
meningkatkan hasil belajarnya.
materi
yang
dipelajarinya
menyampaikan
materi
dan
tersebut
kepada anggota kelompok lain.
B. KERANGKA TEORETIS
Pembelajaran kooperatif salah
Pada pembelajaran kooperatif
satunya yaitu dengan tipe Jigsaw.
tipe Jigsaw, terdapat kelompok asal
Ismiati
(2008:128)
dan kelompok ahli. Kelompok asal
bahwa
“Kooperatif
menjelaskan
tipe
Jigsaw
yaitu
kelompok
didesain untuk meningkatkan rasa
beranggotakan
tanggung
kemampuan
jawab
pembelajaran
siswa
terhadap
sendiri
induk
yang
siswa
dengan
latar
belakang
dan
dan
keluarga yang beragam. Penyajian
pembelajaran orang lain. Pada tipe
materi dalam kelompok asal ini
Jigsaw
kelompok
berbeda antar anggota kelompok.
dilakukan secara heterogen yang
Sedangkan kelompok ahli adalah
beranggotakan 4-6 orang. Materi
kelompok siswa yang terdiri dari
pelajaran disajikan kepada siswa
anggota
dalam bentuk teks dan setiap siswa
mempunyai
bertanggungjawab atas penguasaan
dikelompokkan dalam satu kelompok
materi dan mampu mengajarkannya
dan mendiskusikan materi tersebut
kepada anggota kelompok lainnya.
secara bersama-sama, setelah selesai
pembentukan
Pembentukan kelompok secara
heterogen
pembentukan
kelompok
materi
asal
yang
yang
sama
didiskusikan dalam kelompok ahli
maksudnya
adalah
tersebut maka anggota kelompok ahli
kelompok
tersebut
kembali pada kelompok asalnya dan
mempertimbangkan
berbagai
hal
bertanggungjawab
yang menyangkut tentang diri siswa,
mengajarkan
misalnya tingkat intelektual, jenis
materi yang dipelajarinya kepada
kelamin, agama dan lain-lain. Dalam
anngota kelompok asalnya.
kelompok
ada
siswa
yang
2
atau
untuk
menjelaskan
Kubung Kabupaten Solok. Yang
dalam
penelitiannya
diadakan
kegiatan tertentu yang didasarkan
C. METODOLOGI PENELITIAN
pada masalah-masalah nyata yang
Penelitian
adalah
yang
dilakukan
penelitian tindakan
ditemukam di lapangan. Menurut
kelas
Depdiknas
(2003:7)
”Penelitian
dengan menggunakan pendekatan
tindakan kelas adalah penelitian yang
kualitatif.
dilakukan
Jenis
berkenaan
penelitian
dengan
ini
guru
dalam
kelasnya
proses
sendiri melalui refleksi diri, dengan
rancangan
tujuan untuk memperbaiki kinerjanya
pembelajaran. Penelitian ini akan
sebagai guru sehingga hasil belajar
memaparkan data yang diperoleh
siswa meningkat”. Sejalan dengan
secara alami, mulai dari data sebelum
pendapat tersebut menurut Arikunto
mengadakan
tindakan,
selama
(2007:7) ”Penelitian tindakan bukan
tindakan
dan
sesudah
tindakan.
hanya menyangkut materi atau pokok
Tindakan
ini
dengan
bahasan itu sendiri, tetapi juga
tujuan untuk meningkatkan hasil
menyangkut penyajian topik materi
belajar siswa pada mata pelajaran
yang bersangkutan yaitu strategi,
matematika
dalam
pendekatan, metode atau cara untuk
pembelajaran bilangan bulat melalui
memperoleh hasil melalui kegiatan
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
penelitian” .
pembelajaran
dan
dilakukan
terutama
di kelas V SD Negeri 28 Koto Baru
Kecamatan
Kubung
Dari hal diatas sesuai dengan
Kabupaten
penelitian
Solok.
yang
dilakukan,
permasalahan yang harus dipecahkan
Jenis
yang
adalah masalah yang berhubungan
dilakukan adalah penelitian tindakan
dengan proses pembelajaran di kelas
kelas (classroom Action Research)
yang
dibidang
profesional, yang bertujuan untuk
dalam
penelitian
pendidikan
pengajaran
khususnya
matematika
diselesaikan
meningkatkan
tentang bilangan bulat pada kelas V
memperbaiki
SD Negeri 28 Koto Baru Kecamatan
3
secara
pemahaman
lebih
dan
tindakan-tindakan
pembelajaran yang telah berlangsung
selama ini.
D. HASIL PENELITIAN DAN
Indikator
tindakan
keberhasilan setiap
adalah
apabila
PEMBAHASAN
hasil
HASIL PENELITIAN
observasi guru dan siswa telah
1. Deskripsi Siklus I
menunjukkan
bahwa
dalam
Proses pembelajaran diawali
pelaksanaan
pembelajaran
sesuai
dengan tanya jawab tentang operasi
dengan rencana yang ditetapkan.
hitung
Hasil tes akhir dari semua subjek
membuka skemata siswa. Setelah itu
telah memperoleh skor lebih dari
peneliti
atau sama dengan KKM yang telah
pembelajaran,
ditetapkan yaitu 62. Apabila jumlah
pembelajarannya adalah agar siswa
siswa
mencapai
dapat mengetahui bagaimana proses
ketuntasan 75% baru pembelajaran
menentukan sifat komutatif, asosiatif
dapat dikatakan berhasil.
dan distributif dalam penjumlahan
yang
Instrumen
telah
bulat
menyampaikan
dimana
untuk
tujuan
tujuan
digunakan
dan perkalian. Kemudian peneliti
dalam melaksanakan penelitian ini
membentuk kelompok belajar siswa
untuk
adalah
(kelompok asal dan kelompok ahli).
lembar
Peneliti sudah cukup baik dalam
dengan
yang
bilangan
mendapatkan
data
menggunakan
observasi, hasil tes dan dokumantasi.
membagi
Data yang diperoleh dalam penelitian
pembagian
ini dianalisis dengan menggunakan
terdiri
analisis kualitatif dan kuantitatif.
akademik yang berbeda.
Analisis
data
berhubungan
kelompok,
dari
anggota
dimana
kelompoknya
tingkat
kemampuan
kualitatif
yaitu
Setelah terbentuk kelompok,
dengan
hasil
peneliti membagikan topik yang akan
pengamatan. Sedangkan analisis data
dibahas
dalam
kelompok
asal,
kuantitatif yaitu berkaitan dengan
dimana topik tersebut berbeda antara
hasil belajar siswa.
yang satu dengan yang lainnya.
Siswa yang mendapat topik yang
sama
bergabung
dalam
satu
kelompok (kelompok ahli). Dalam
4
kelompok ahli diberikan LKS yang
hal tersebut baru dialami siswa,
berisi
langkah-langkah
sehingga materi yang dipelajari tidak
kegiatan yang akan dilakukan dalam
sepenuhnya dipahami siswa. Setelah
menyelesaikan
akan
menjelaskan materi yang dibahasnya,
dibahas. Dalam berdiskusi, peneliti
peneliti mengarahkan siswa dalam
juga
menyimpulkan pembelajaran.
tentang
sudah
topik
cukup
membimbing
kelompok.
yang
baik
dalam
masing-masing
Namun
Pada
walaupun
peneliti
akhir
memberikan
pembelajaran,
tes
berupa
demikian, masih kurang efektif juga
memberikan pertanyaan-pertanyaan
cara belajar kelompoknya, karena
kepada siswa secara klasikal tentang
masih ada sebagian siswa yang susah
topik yang telah dibahas untuk
untuk mengaturnya. Hal ini terlihat
menguji tingkat pemahamannya..
peneliti berkeliling mengamati setiap
Hasil
temuan
proses kerja kelompok, membimbing
pengamatan
yang
kelompok
observer, atas keberhasilan mengajar
tugas
dalam
dan
menyelesaikan
menjawab
lain
atas
dilakukan
semua
dari aspek guru pertemuan I ini dapat
pertanyaan/kesulitan yang ditemui
dilihat pada pada lampiran 4. Selain
siswa.
keberhasilan
Selesai
membahas
topik,
pengamat
mengajar
juga
mengamati
perwakilan kelompok melaporkan
keberhasilan
hasil diskusinya ke depan kelas.
dapat dilihat pada lampiran 3.Dari
Waktu
uraian
berdiskusi
yang
tersedia
mencukupi
untuk
hal
belajar
guru,
tentang
siswa
yang
rambu-rambu
ini
karakteristik keberhasilan guru pada
dibuktikan dengan adanya ketuntasan
halaman sebelumnya, dapat diketahui
dalam membahas materi yang telah
bahwasannya untuk pertemuan I ini
disajikan. Setelah melaporkan hasil
persentase mengajar dari aspek guru
diskusi, siswa bergabung kembali ke
yaitu 67,5% sedangkan pada aspek
kelompok asalnya untuk menjelaskan
siswa baru mencapai 65,9%.
materi yang dibahas dalam kelompok
Berdasarkan hasil pengamatan
ahli. Dalam menjelaskan materi,
dilihat persentase aktivitas guru dan
siswa mengalami kesulitan karena
siswa
5
masih
tergolong
kedalam
kategori Cukup, perlu perbaikan
bersedia untuk melaporkan hasil
dalam
diskusinya. c) hasil diskusi siswa
pelaksanaan
pembelajaran
berikutnya.
sudah terlihat baik,. d) soal tes yang
2. Deskripsi Siklus II
dikerjakan
siswa
menampakkan
Pembelajaran siklus II diamati
siswa paham dengan masalah yang
oleh guru kelas V SD Negeri 28
telah didiskusikan, terbukti dengan
Koto
meningkatnya hasil belajar siswa.
Baru
Kecamatan
Kubung
Kabupaten Solok dan teman sejawat
Untuk
kemudian
tentang pencatatan lapangan dari
melaporkan
bahwa
keterangan
penelitian dalam pembelajaran siklus
aspak
II telah melaksanakan tugas dengan
lampiran 6.
baik. Hal ini dapat dilihat pada
lampiran
yaitu
dapat
dilihat
lanjut
pada
Dari pelaksanaan pembelajaran
ketuntasan
menyelesaikan bilangan bulat yang
belajar siswa pada siklus II. Dari
berhubungan dengan bilangan bulat
hasil temuan lain antara kolaborator
pada siklus II ini terlihat bahwa guru
dan peneliti adalah sebagai berikut:
telah melaksanakan semua langkah-
(1) Dari segi guru.
langkah pembelajaran yang disusun
Alokasi
data
guru
lebih
waktu
yang
telah
dalam RPP.
disusun sudah dapat dimanfaatkan
dengan
awal
data berdasarkan dari rambu-rambu
pelajaran sampai akhir pelajaran.
karakteristik mengajar guru pada
Dalam membimbing diskusi guru
siklus II yang dapat dilihat pada
telah melaksanakannya dengan baik,
lampiran
hal
mengajar
ini
baik,
mulai
terlihat
dari
Peneliti juga memperoleh data-
saat
siswa
melaksanakan diskusi siswa tenang
mengamati
dalam berdiskusi.
siswa
(2) Dari segi siswa.
lampiran
a) Siswa terlihat serius dengan
materi
dan
dilaksanakan.
langkah
b)
siswa
4.
Selain
guru,
yang
keberhasilan
pengamat
keberhasilan
dapat
dilihat
juga
belajar
pada
Dari tabel pengamatan tentang
yang
rambu-rambu
karakteristik
yang
pembelajaran
menyelesaikan
terpanggil ke depan kelas sudah
bilangan bulat yang berhubungan
6
dengan bilangan bulat di atas dapat
rata-rata
kita lihat bahwasannya untuk siklus
mencapai 88,9%. Sehingga dari hasil
II ini persentase mengajar dari aspek
analisis tes siswa pada siklus II ini
guru sudah meningkat menjadi 90 %
sudah dapat dikatakan tuntas, karena
sedangkan pada aspek siswa sudah
ketuntasan siswa sudah melebihi dari
mencapai 89,5 %.
standar
Dari pengamatan peneliti dan
%
ketuntasan
yang
telah
siswa
ditetapkan.
ketuntasan 88,89 %.
observer pada siklus II, pelaksanaan
Dari ketuntasan yang telah
penelitian pada umumnya sudah
diperoleh dapat disimpulkan bahwa
berjalan seperti yang diharapkan,
peneliti dalam pembelajaran siklus II
kemungkinan besar disebabkan oleh
telah melaksanakan tugas dengan
siswa
untuk
baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan
melakukan diskusi. Refleksi terhadap
adanya peningkatan hasil belajar
perencanaan yakni sebagai berikut:
siswa siklus II. Dengan demikian
dilihat dari hasil paparan siklus II
penelitian ini berhenti pada sliklus II
diketahui
PEMBAHASAN
sudah
terbiasa
bahwa
perencanaan
pembelajaran terlaksana dengan baik,
dan
langkah
pembelajaran
telah
dilaksanakan dengan baik.
Pada
1. Ativitas Siswa
Aktivitas
dilakukan
pada
siswa
saat
yang
kegiatan
akhir pelajaran siklus II peneliti
pembelajaran berlangsung berupa:
kembali
Mendengarkan
mengadakan
tes,
tes
diberikan secara individual.
Berdasarkan
penjelasan
guru
tentang contoh-contoh bilangan bulat
refleksi/diskusi
dalam matematika. Semua siswa
yang dilakukan oleh peneliti dan dua
mendapat
orang
diperoleh
(kelompok asal). Siswa duduk dalam
kesimpulan bahwa dari 18 orang
kelompok asal yang telah dibentuk.
siswa yang mengikuti tes yang
Semua siswa menerima topik pada
diadakan diakhir siklus II terdapat 16
kelompok asal tentang topik yang
orang yang mendapatkan nilai 7
akan
keatas. Dimana rata-rata nilai siswa
berhubungan dengan bilangan bulat.
yang tuntas adalah 8,2 sedangkan
Masing-masing
observer,
7
pembagian
dibahas,
yaitu
siswa
kelompok
soal
yang
membaca
topik yang telah dibagikan guru pada
terbukti dengan meningkatnya hasil
kelompok asal
belajar siswa.
Siswa yang mendapat topik
2. Aktivitas Guru
yang sama bergabung dalam satu
Aktivitas guru dalam kegiatan
kelompok (kelompok ahli). Masing-
pembelajaran dengan menggunakan
masing kelompok ahli menerima
strategi belajar kooperatif learning
LKS dari guru. Siswa mendiskusikan
tipe jigsaw sudah baik, adapun
topik yang akan dibahas dalam
kegiatan yang dilakukan guru adalah
kelompok
sebagai
ahli
sesuai
dengan
berikut:
Membuka
petunjuk LKS. Perwakilan kelompok
pengetahun siswa tentang bilangan
ahli melaporkan hasil diskusi tentang
bulat melalui tanya jawab tentang
topik
dalam
perkalian dan penjumlahan terjadi
Masing-masing
peningkatan dari siklus I ke siklus II
anggota kelompok ahli bergabung
menjadi sangat baik. Menyampaikan
kembali ke kelompok asalnya. Siswa
tujuan pembelajaran sudah sangat
berdiskusi dalam
baik dilakukan guru pada siklus I dan
yang
kelompoknya.
dibahas
kelompok asal
tentang topik yang telah dibahas
siklus
dalam
(kelompok asal dan kelompok ahli)
kelompok
ahli.
Masing-
masing kelompok asal mengerjakan
II.
Pembagian
kelompok
sudah baik.
tes tentang topik yang telah dibahas.
Membagikan topik dan LKS
Berdasarkan hasil pengamatan
kepada siswa sudah baik dilakukan
aktivitas siswa, terlihat siswa serius
guru. Diskusi kelompok ahli (diskusi
dengan materi dan langkah yang
tentang
dilaksanakan. Siswa yang terpanggil
kelompok ahli (laporan masing-
ke depan kelas sudah bersedia untuk
masing topik ahli). Tes, dilakukan
melaporkan hasil diskusinya. Hasil
dalam masing-masing kelompok asal
diskusi siswa sudah terlihat baik,.
tentang seluruh topik yang telah
Soal tes yang dikerjakan siswa
dibahas.
menampakkan siswa paham dengan
kepada
masalah yang telah didiskusikan,
memperoleh
skor
Membimbing
siswa
8
topik
ahli).
Laporan
Penghargaan, (diberikan
kelompok
asal
yang
tertinggi).
untuk
me-
nyimpulkan
pembelajaran.
nilai
Memberikan evaluasi
menjadi
Dari hasil pengamatan yang
dilakukan
oleh
rata-rata
teman
dengan
sejawat
83
siswa
yang
diagram
kuning.
meningkat
digambarkan
batang
Berdasarkan
warna
hasil
aktivitas guru dari siklus I ke siklus
pengamatan siklus II yang diperoleh
II mengalami peningkatan dari 70%
maka pelaksanaan siklus II sudah
termasuk kategori baik ke 90% atau
baik dan guru sudah berhasil dalam
termasuk kategori sangat baik. Selain
usaha peningkatan hasil belajar siswa
itu alokasi waktu yang telah disusun
dalam
sudah dapat dimanfaatkan dengan
masalah
baik, mulai dari awal pelajaran
bilangan bulat dengan menggunakan
sampai
Dalam
pendekatan kooperatif tipe jigsaw
telah
bagi siswa kelas V SD Negeri 28
akhir
membimbing
pelajaran.
diskusi
guru
pembelajaran
yang
berkaitan
melaksanakannya dengan baik, hal
Koto
ini terlihat saat siswa melaksanakan
Kabupaten Solok.
diskusi
E. PENUTUP
siswa
tenang
dalam
berdiskusi.
Baru
penyelesaian
Kecamatan
dengan
Kubung
KESIMPULAN
3. Hasil Belajar
Dari paparan data dan hasil
Berdasarkan hasil pengamatan
siklus
I
yang
direncanakan
diperoleh
untuk
penelitian serta pembahasan pada
maka
halaman terdahulu, maka peneliti
melakukan
dapat menarik beberapa kesimpulan,
siklus II karena ada 10 orang anak
yaitu:
yang memperoleh nilai di bawah
rata-rata.
untuk
itu
Pembelajaran
penelti
matematika
dengan menggunakan strategi jigsaw
melanjutkan penelitian pada siklus II.
dapat meningkatkan hasil belajar
Dari hasil analisis penelitian siklus II
siswa. Meningkatnya hasil belajar
nilai rata-rata kelas mencapai 83.
siswa dapat dilihat dari rata-rata nilai
Pada siklus I nilai rata-rata
siswa dari tes awal 5,8 meningkat
kelas 69 yang digambarkan dengan
pada
diagram batang warna hijau. Setelah
siklus
I
menjadi
69
pembelajaran belum dianggap tuntas
dilakukan tindakan pada siklus II
9
jika hasil yang diperoleh di bawah
mencobakan dan menerapkan model
70% dan untuk itu penelitian ini
Pembelajaran yang lebih bervariasi
dilanjutkan pada siklus II. Ternyata
dengan tujuan agar siswa dapat
Pelaksanaan tindakan pada siklus II
tertarik untuk mengikuti pelajaran
mengalami peningkatan yakni 82
yang
yang sudah melebihi dari standar
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw,
ketuntasan minimalnya. Hal
ini
karena dengan pembelajaran seperti
merupakan bukti dari pelaksanaan
ini dapat menciptakan pembelajaran
penelitian yang telah dilakukan di
yang
SD Negeri 28 Koto Baru Kecamatan
pembelajaran
Kubung
meningkatkan tanggungjawab siswa
Kabupaten
Solok
telah
berhasil.
diberikan.
Khususnya
menyenangkan
ini
dan
juga
dapat
terhadap materi pembelajaran yang
Pembelajaran kooperatif tipe
dipelajarinya.
(2)
Jigsaw dapat membuat siswa lebih
sekolah,
dapat
aktif
dapat
meningkatkan sarana dan prasarana
sama
yang menunjang keberhasilan guru
karena pembelajarannya dilakukan
dalam meningkatkan hasil belajar
secara berkelompok. Hal ini dapat
siswa serta dapat memotivasi
terlaksana
membina
dalam
meningkatkan
belajar,
sikap
karena
kerja
masing-masing
menggunakan
topik
kooperatif
telah
dibahas
menyampaikan topik itu
dan
kepada
tipe
kepala
berupaya
guru-guru
anggota kelompok harus menguasai
yang
Untuk
dan
untuk
pembelajaran
Jigsaw
dalam
pembelajaran. (3) Untuk peneliti
anggota kelompoknya.
selaku mahasiswa, dapat menambah
SARAN
pengetahuan tentang pembelajaran
Berdasarkan kesimpulan yang
kooperatif tipe Jigsaw yang nanti
telah dicantumkan di atas, maka
bermanfaat setelah peneliti turun ke
peneliti mengajukan beberapa saran.
lapangan.
(1)
Untuk
guru,
agar
dapat
10
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi dkk. 2007. Penelitian Tinadakan Kelas. Jakarta :Bumi
Aksara
Depdiknas. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:
Depdiknas
Ismiati. 2008. Pembelajaran Kooperatif Tife STAD dengan Media VCD Untuk
Meningkatkan Pretasi Belajar Matematika Siswa kelas IX B SMP Negeri 1
Banjarangkan tahun 2008/2009. (online).
(http://disdikklung.net/content/view/73/46/ Diakses 19 Februari 2013 )
Karso,dkk.2000. Materi Pokok Pendidikan Matematika I. Jakarta: universitas
Terbuka
Kunandar. 2008. Guru Profesional Implementasi KTSP dan Sukses dalam
Sertifikasi Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Nur, Muhammad. 2005. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : Depdiknas
Slavin, Robert E. 2007. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Jakarta:
Nusa Media
Solihatin, Etin. 2007. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS.
Jakarta : Bumi Aksara
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka
1
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Sudah disetujui oleh:
1. Dra. Hj. Zulfa Amrina, M.Pd
2. Dr. Marsis, M.Pd
Artikel ini disusun berdsarkan skripsi yang berjudul:
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BILANGAN BULAT MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BAGI SISWA
KELAS V SD NEGERI 28 KOTO BARU KECAMATAN KUBUNG
KABUPATEN SOLOK
Untuk persyaratan wisuda periode April 2014 dan telah direviu dan disetujui oleh
kedua pembimbing.
Padang, Maret 2014
Pembimbing II
Pembimbing I
Dra. Hj. Zulfa Amrina, M.Pd
Dr. Marsis, M.Pd
2
Download