BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa berdasarkan proses terjadinya ada dua jenis yaitu; bahasa
alami dan bahasa buatan. Bahasa alami adalah bahasa yang biasa
digunakan untuk berkomunikasi antar manusia, misalnya bahasa Indonesia,
Arab, Inggris, Makassar, Bugis, dan sebagainya. Bahasa buatan adalah
bahasa yang dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu,
misalnya bahasa pemodelan atau bahasa pemrograman komputer.
Bahasa alami digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dengan
manusia lainnya, adapun bahasa buatan seperti bahasa pemrograman
komputer digunakan
untuk berkomunikasi antara manusia dan mesin.
Chomsky adalah orang yang pertama kali merepresentasikan bahasa
sebagai
rangkaian
simbol
(Akhmad,
2004
:
7).
Chomsky berhasil
memperlihatkan bahwa bahasa apapun dapat direpresentasikan dengan
suatu cara yang universal. Pemikiran Chomsky yang merepresentasikan
bahasa sebagai kumpulan simbol-simbol dan aturan yang mengatur susunan
simbol-simbol
tersebut
telah
membuka
peluang
untuk
melakukan
pemrosesan bahasa secara simbolik dengan teknologi komputer, sehingga
2
melahirkan
bidang
ilmu
Natural
Language
Processing
(NLP)
atau
computational linguistic.
Salah satu bentuk model pemrosesan bahasa alami secara simbolik
terhadap bahasa tulisan adalah beberapa bentuk aplikasi translator bahasa
alami berupa kamus-kamus digital (misalnya dari bahasa Arab ke bahasa
Indonesia atau sebaliknya). Aplikasi kamus digital bukan lagi suatu hal asing
dan sangat mudah untuk didapatkan melalui media internet, misalnya melalui
Google Translation.
Pada
awalnya,
ahli
linguistik
selalu
mencari
solusi
agar
perbendaharaan kata dalam bahasa tidak tersisih oleh bahasa–bahasa lain.
Sejalan dengan pemikiran tersebut, mereka mulai melakukan kodifikasi
bahasa yang menjadi bagian dari pembakuan bahasa tersebut atau yang
lebih dikenal sebagai proses penyusunan kamus.
Ada dua teknik yang dilakukan dalam pembuatan kamus, yang
pertama adalah membuat kamus dengan teknik penulisan secara manual
dan menjadikannya sebuah buku, yang kedua adalah membuat kamus digital
dengan bantuan komputer, yang nantinya dalam kamus digital tersebut akan
terjadi pemrosesan bahasa alami.
3
Pemrosesan bahasa alami atau NLP (natural language processing),
adalah cabang ilmu komputer dan linguistik yang mengkaji interaksi antara
komputer dengan bahasa (alami) manusia. Pemrosesan bahasa alami sering
dianggap sebagai cabang dari kecerdasan buatan dan bidang kajiannya
bersinggungan dengan linguistik komputasional (Wikipedia, 2012).
Pada penelitian tentang kepunahan bahasa sangat diperlukan adanya
pembuatan kamus untuk menyimpan kosakata dari bahasa tersebut, agar
bahasa tersebut tidak punah. Prof. Dr. Lukman, M.S dalam orasi Guru
Besarnya mengatakan bahwa 50% dari 6700 bahasa di dunia sudah
mengalami kepunahan dalam satu abad terakhir. Di Papua ditemukan
sembilan bahasa Ibu yang punah. Namun, di Maluku hanya 129 yang aktif
dituturkan dari 132 bahasa etnis. Summer Institute of Linguistic (SIL) sebuah
lembaga ahli bahasa mencatan bahwa dari 52 bahasa di Sumatera tahun
2000, kini tersisa 49 bahasa. Data terkini menjelaskan 19 dari 728 bahasa
etnis terancam punah dan 15 dinyatakan punah (Identitas, Desember 2011).
Salah satu penyebab kepunahan bahasa adalah media penyimpanan
kosakata dari bahasa tersebut yang kurang baik. Fakta yang terjadi saat ini
adalah peneliti yang meneliti masalah kepunahan bahasa hanya menyimpan
kosakata bahasa tersebut dalam sebuah buku, sehingga sulit dijangkau
ketika ada penelitian berikutnya yang menyangkut masalah tersebut.
Kesulitan
lainnya
adalah
aplikasi-aplikasi
perkamusan
yang
hanya
4
mendukung karakter latin, sehingga untuk menyimpan kosakata yang bukan
latin disimpan dalam bentuk karakter latin ke dalalm aplikasi.
Pembuatan
kamus
digital
sangat
diperlukan
untuk
mengatasi
kepunahan bahasa, karena wujudnya yang berupa aplikasi komputer
sehingga mudah untuk disimpan dan disebarluaskan melalui media internet.
Wujudnya dalam bentuk aplikasi komputer memudahkan para programer,
peneliti bahasa, tenaga pengajar, pembelajar atau siapa saja yang
menggunakan aplikasi ini untuk mengembangkan aplikasi tersebut, misalnya
dalam hal penambahan kosakata atau penambahan fitur-fitur aplikasi untuk
membantu mempertahankan bahasa yang ditelitinya.
Sejauh ini di indonesia belum ada software perkamusan yang dibuat
dengan menggunakan bahasa pemrograman visual basic 6.0
yang
mendukung karakter unicode (karakter selain latin). Unicode adalah standard
yang dirancang untuk mengizinkan teks dan simbol dari semua sistem tulisan
di dunia untuk ditampilkan serta dimanipulasi secara konsisten oleh komputer
(Satria 2012). Metoda ini diharapkan dapat menjembatangi berbagai karater
yang tidak sama dengan tulisan latin (Dimas 2010). Bahasa-bahasa yang
menggunakan karakter unicode adalah bahasa Arab, India, Portugal, Prancis,
Jepang, Korea, Vietnam, bahasa-bahasa daerah di dunia yang tidak
memakai karakter latin termasuk bahasa daerah di sulawesi selatan (aksara
5
lontara), dll. Dengan adanya software perkamusan yang mendukung karakter
unicode, seorang peneliti tidak lagi merasa kesulitan dalam hal penulisan
kosakata bahasa yang tidak menggunakan karakter latin. Oleh karena itu,
pembuatan software perkamusan yang mendukung karakter unicode sangat
membantu dalam pembuatan kamus digital sebagai usaha untuk pelestarian
bahasa.
Selain untuk menjaga kelestarian bahasa, kamus juga digunakan
dalam pembelajaran bahasa. Kamus bahasa sangat membantu pebelajar
dalam menemukan kosakata yang tidak diketahuinya. Seorang pebelajar
untuk mendapatkan sebuah kamus mereka harus meminjamnya di
perpustakaan atau pada dosen pengajar dan bahkan mengeluarkan biaya
yang cukup besar untuk mendapatkan kamus tersebut. Adapun untuk
pengajar bahasa terkadang menerima keluhan dari pebelajar tentang sulitnya
mendapatkan kamus bahasa tertentu, sulitnya dalam menggunakan kamus
tersebut atau kamus yang dimaksud terlalu tebal dan sulit dibawa.
Untuk mengatasi permasalahan di atas, sangat mendesak adanya
sebuah aplikasi atau software pemrosesan bahasa alami berupa kamus
digital yang mendukung karakter unicode. Dalam penelitian ini dibagi menjadi
dua tahap yaitu; rancang bangun aplikasi kemudian melakukan uji efektivitas.
Adapun judul penelitian yang ingin penulis bahas adalah : “Perancangan dan
6
Efektifitas Penggunaan Aplikasi Kamus Digital Bahasa Daerah Di Sulawesi
Selatan”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan
uraian
yang
telah
dikemukakan
di
atas,
dapat
dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Perancangan aplikasi mammiri.
2. Bentuk pemrosesan bahasa alami pada aplikasi kamus digital.
3. Media penyimpanan kosakata suatu bahasa yang kurang baik,
sehingga untuk mendapatkan kembali kosakata bahasa tersebut
sangat sulit.
4. Tidak adanya kamus digital yang mendukung karakter unicode
sehingga memudahkan peneliti bahasa dalam mendokumentasikan
bahasanya.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang dijelaskan di atas, masalah pokok yang
hendak dijawab dalam penelitian ini dirumuskan dalam sebuah pertanyaan
yaitu:
1. Bagaimanakah proses perancangan aplikasi mammiri ?
7
2. Bagaimanakah cara pemrosesan bahasa alami berkarakter unicode
dan latin pada aplikasi kamus digital ?
3. Bagaimanakah cara penggunaan program mammiri software dalam
penyusunan aplikasi kamus yang mendukung karakter unicode?
D. Tujuan Penelitian
1. Menjelaskan proses perancangan aplikasi mammiri.
2. Menjelaskan proses pemrosesan bahasa alami yang terjadi pada
aplikasi kamus digital.
3. Menjelaskan cara penggunaan program mammiri software.
4. Menjelaskan efektivitas penggunaan program mammiri software dalam
pembuatan kamus digital.
E. Manfaat dan Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik
bersifat teoretis maupun bersifat praktis
1. Manfaat Teoretis
Manfaat teoretis yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
8
1) Menghasilkan aplikasi perkamusan yang mendukung karakter
unicode sebagai upaya dalam pelestarian bahasa, khususnya
bahasa daerah di sulawesi selatan.
2) Memberikan sumbangan pemikiran tentang pemrosesan bahasa
alami dalam pembuatan aplikasi perkamusan.
3) Memberikan kemudahan untuk memperkenalkan suatu bahasa
melalui media internet.
4) Memberikan masukan bagi penelitian selanjutnya, khususnya
penelitian tentang pemrosesan bahasa alami dalam bidang
komputerisasi linguistik.
2. Manfaat Praktis
Manfaat praktis yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1) Pembuatan aplikasi perkamusan, baik yang berkarakter latin
maupun
yang
berkarakter
unicode
dapat
dibuat
dengan
menggunakan aplikasi yang dihasilkan dari penelitian ini.
2) Bagi para peneliti bahasa daerah, aplikasi perkamusan yang
dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai media
penyimpanan kosakata bahasa yang ditelitinya.
3) Bagi para pelajar, aplikasi perkamusan yang dihasilkan dari
penelitian ini dapat membantu dalam proses pembelajaran
bahasa.
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Interaksi Manusia dengan Komputer
Interaksi Manusia dengan komputer (IMK) adalah sebuah disiplin ilmu
yang
mempelajari
perancangan,
implementasi,
dan
evaluasi
sistem
komputasi interaktif dan berbagai aspek terkait (Hewett dalam Santoso, 2009
: 5).
Dari perspektif ilmu komputer, fokus IMK adalah pada interaksi,
khususnya interaksi antara satu atau lebih manusia
(sebagai pengguna
komputer) dengan satu atau lebih mesin komputasi (komputer) (Santoso,
2009 : 5)
Istilah “interaksi manusia dengan komputer” atau “interaksi manusia
dengan mesin” melingkupi dua sisi, yaitu mesin dan manusia. Istilah mesin
lebih dikenal dengan nama komputer. Berbagai jenis komputer yang kita
kenal antara lain adalah mainframe, workstation, dan komputer pribadi.
Komputer pribadi biasanya dalam bentuk komputer meja, atau notebook.
10
Terdapat beberapa sudut pandang yang lain yang akan menempatkan
fokus IMK secara berbeda dibandingkan ilmu komputer, seperti halnya fokus
tentang basis data yang berbeda antara sudut pandang ilmu komputer
dengan sudut pandang bisnis. IMK merupakan bidang antar disiplin ilmu, dan
masing-masing disiplin ilmu memberi penekanan pada aspek yang berbeda.
Beberapa disiplin ilmu tersebut antara lain (Downtown dalam Santoso, 2009 :
6):
a. Ilmu komputer
Membahas tentang perancangan aplikasi rekayasa/perancangan antar
muka untuk dapat digunakan oleh manusia dengan mudah. Dalam hal ini
menyangkut pemilihan program bantu pendukung, bahasa pemrograman,
teknik pemrograman, serta bidang ilmu komputer lain seperti pemrosesan
bahasa alami, struktur data, basis data, dal lain-lain.
b. Linguistik
Pada saat kita menggunakan komputer, seolah-olah kita sedang
melakukan dialog dengan komputer yang ada di hadapan kita. Untuk dapat
melakukan dialog, kita memerlukan sarana komunikasi yang memadai.
Sarana komunikasi ini berbentuk bahasa khusus, misalnya bahasa grafis,
bahasa alami, ataupun bahasa perintah. Linguistik merupakan cabang ilmu
11
pengetahuan yang mempelajari bahasa. Beberapa aspek seperti komputasi
linguistik dan teori bahasa formal membentuk bidang khusus dalam ilmu
komputer. Sarana komunikasi inilah yang akan mengarahkan pengguna
ketika ia berurusan dengan komputer.
2. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
Kecerdasan buatan berasal dari bahasa Inggris Artificial Intelligence
atau disingkat (AI), yaitu intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas,
sedangkan artificial artinya buatan. Kecerdasan yang dimaksud di sini
merujuk pada mesin yang mampu berpikir, menimbang tindakan yang
diambil, dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan manusia.
(Mulyanto, 2011:1)
Alan (1950 : 7), ahli matematika berkebangsaan Inggris yang dijuluki
bapak komputer modern dan pembongkar sandi Nazi dalam era Perang
Dunia II 1950, menetapkan definisi Artificial Intelligent: “Jika komputer tidak
dapat dibedakan dengan manusia saat berbincang melalui terminal
komputer, bisa dikatakan komputer itu cerdas, mempunyai kecerdasan”.
Simon
(dalam
Sutojo,
2011:2),
Kecerdasan
buatan
(artificial
intellegence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi, dan instruksi yang
12
terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan suatu hal yang
dalam pandangan manusia adalah cerdas.
Encyclopedia Britannica (dalam Murhada, 2011:190), (AI) merupakan
cabang ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih
banyak
menggunakan
memproses
informasi
bentuk
simbol-simbol
berdasarkan
metode
daripada
bilangan
heuristis
atau
dan
dengan
berdasarkan sejumlah aturan.
Selanjutnya, Winston and Prendergast (dalam Turban dan Aronson,
2001) menyatakan bahawa tujuan dari kecerdasan buatan adalah :
1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)
Berdasarkan definisi ini,
kecerdasan buatan menawarkan media
maupun uji teori tentang kecerdasan. Teori-teori ini dapat diterapkan dalam
bahasa pemrograman dan aplikasinya dapat dibuktikan pada komputer.
3. Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing)
Persoalan-persoalan yang ditangani kecerdasan buatan makin lama
makin berkembang sehingga memungkinkan bagi kecerdasan buatan untuk
13
merambah kebidang ilmu yang lain. Hal ini disebabkan karakteristik cerdas
sudah mulai dibutuhkan di berbagai disiplin ilmu dan teknologi.
Salah satu subdisiplin ilmu dari AI adalah pemrosesan bahasa alami
(Natural
Language
Processing).
Pemrosesan
bahasa
alami
adalah
pembuatan program yang memiliki kemampuan untuk memahami bahasa
manusia. Akhmad (2004 : 1) mengatakan pada prinsipnya bahasa alami
adalah
suatu
bentuk
representasi
dari
suatu
pesan
yang
ingin
dikomunikasikan antar manusia. NLP adalah cabang ilmu komputer yang
berfokus pada mengembangkan sistem yang memungkinkan komputer untuk
berkomunikasi dengan orang yang menggunakan bahasa sehari-hari (Mooney,
2010 : 1).
Bentuk utama representasinya adalah berupa suara/ucapan (spoken
language), tetapi sering pula dinyatakan dalam bentuk tulisan. Dengan
pemrosesan bahasa alami ini diharapkan pengguna dapat berkomunikasi
dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Tujuannya
adalah melakukan proses pembuatan model komputasi dari bahasa sehingga
dapat terjadi suatu interaksi antara manusia dengan komputer dengan
perantara bahasa alami.
Dipandang dari sisi implementasi teknologinya, pemerosesan bahasa
lisan dan tulisan adalah sangat berbeda. Bahasa lisan lebih banyak
14
melakukan pemrosesan bunyi atau suara, sedangkan bahasa tulisan lebih
banyak melakukan pemrosesan simbol-simbol tertulis. Sebagai akibatnya
penelitian di bidang bahasa lisan pada awalnya lebih banyak dilakukan dalam
bidang signal processing, sedangkan penelitian-penelitian untuk pemrosesan
bahasa tulisan lebih banyak dilakukan dalam bidang AI.
Penerapan ilmu inguistik dalam rana komputasi sudah terapkan dalam
bentuk aplikasi font lontara. Font ini bernama lontara yusring yang berbasis
windows (Baso, 2014). Sebenarnya penerapan kaidah lingusitik ini sudah
digunakan oleh yang bersangkutan sejak tahun 2009 (Baso, 2008)
Sistem Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing)
Bahasa dapat dibedakan menjadi bahasa alami dan bahasa buatan.
Bahasa buatan dibuat untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan dirancang
dengan hati-hati agar mematuhi aturan-aturan yang diperlukan untuk
kemudahan pemrosesannya.
Di lain pihak, bahasa alami tumbuh secara alami untuk memenuhi
kebutuhan komunikasi antar manusia. Bahasa alami tidak dirancang untuk
memperhatikan berbagai kendala untuk kemudahan pemrosesan. Sebagai
akibatnya, pemrosesan bahasa alami jauh lebih sulit dilakukan dibandingkan
15
dengan bahasa buatan. Bahkan beberapa masalah mendasar dalam bahasa
alami masih belum terpecahkan hingga kini.
Akhmad (2004:15) memberikan beberapa alasan yang menyulitkan
pemrosesan bahasa alami, seperti :
1. Dalam bahasa alami, sering terjadi ambiguity atau makna ganda.
Fenomena ini terjadi pada berbagai level implementasi bahasa,
mulai dari simbol-simbol huruf dan tanda baca sebagai unit terkecil
bahasa tulisan, tingkat kata frasa, kalimat, bahkan paragraf. Simbol
titik tidak selalu berfungsi sebagai tanda akhir kalimat, tetapi dapat
menjadi bagian dari singkatan (misalnya Ir., Dr., Jl.) atau bagian
dari bilangan. Contoh lainya, kata “bisa” mungkin mempunyai
pengertian “racun” atau “dapat”. Fenomena ini dapat terjadi pula
dalam penentuan jenis kata (part of speech), misalnya kata
“advance” dapat berfungsi sebagai kata kerja aktif (bentuk lampau),
kata kerja pasif, atau kata sifat.
2. Jumlah kosa kata dalam bahasa alami sangat besar dan
berkembang dari waktu ke waktu.
Karakteristik-karakteristik tersebut menyebabkan sulitnya melakukan
pemrosesan bahasa alami. Manusia sendiri menghadapi masalah ambiguitas
tersebut berdasarkan analisis konteks yang didukung pengetahuan yang
16
dimiliki dalam otaknya. Mesin atau komputer yang tidak dilengkapi dengan
pengetahuan seperti itu menjadi sulit melakukannya. Jika NLP diterapkan
untuk aplikasi bahasa lisan, kesulitan lainnya, mungkin terjadi. Dalam bahasa
lisan, manusia sangat sering membentuk ucapan yang tidak sesuai dengan
aturan-aturan yang berlaku dalam bahasa yang digunakan.
Selanjutnya Akhmad (2004:16) mengemukakan bahwa teknologi
Natural Language Processing (NLP) atau pemrosesan bahasa alami adalah
teknologi
yang
memungkinkan
untuk
melakukan
berbagai
macam
pemrosesan terhadap bahasa alami yang biasa digunakan oleh manusia.
Sistem ini biasanya mempunyai masukan dan keluaran berupa bahasa
tulisan (teks). NLP mempunyai aplikasi yang sangat luas. Beberapa di
antaranya berbagai kategori aplikasi NLP adalah sebagai berikut.
1. Natural Language Translator, yaitu translator dari satu bahasa
alami ke bahasa alami lainnya, misalnya translator bahasa Inggris
ke bahasa Indonesia, bahasa Indonesia ke bahasa Jawa dan
sebagainya. Translator bahasa alami bukan hanya kamus yang
menerjemahkan kata per kata, tetapi harus juga mentranslasikan
sintaks dari bahasa asal ke bahasa tujuannya.
2. Translator bahasa alami ke bahasa buatan, yaitu translator yang
mengubah perintah-perintah dalam bahasa alami menjadi bahasa
17
buatan yang dapat dieksekusi oleh mesin atau komputer. Sebagai
contoh, translator yang memungkinkan kita memberikan perintah
bahasa alami kepada komputer. Dengan sistem seperti ini,
pengguna sistem dapat memberikan perintah dengan bahasa
sehari-hari, misalnya, untuk menghapus semua file, pengguna
cukup memberikan perintah “komputer, tolong hapus semua file !”
translator akan mentranslasikan perintah bahasa alami tersebut
menjadi perintah bahasa formal yang dipahami oleh komputer,
yaitu “dir*.* <ENTER>”.
3. Text
Summarization,
yaitu
sistem
yang
dapat
“membuat
ringkasan” hal-hal yang penting dari suatu wacana yang diberikan.
4. Bahasa Pemrograman
Program digunakan dalam fase implementasi atau produksi dalam
pengembangan sistem. Salah satu aktivitas selama fase implementasi adalah
membuat program (coding). Agar informasi yang diperlukan oleh pengguna
dapat dipenuhi,
diperlukan seorang programmer untuk menulis atau
memodifikasi program. Program komputer (computer program) adalah
sekumpulan perintah yang memberitahukan komputer cara mengerjakan
tugas-tugasnya.
18
Untuk
menuliskan
perintah
program,
programmer
biasanya
menggunakan bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman (programming
language) adalah sejumlah kata, simbol, dan kode yang digunakan oleh
programmer untuk menyampaikan perintah kepada komputer (Hadi, 2012 :
56-57). Programer menggunakan berbagai macam bahasa dan tool
pemrograman untuk menulis, atau membuat program.
Terdapat beberapa macam bahasa pemrograman yang mempunyai
aturannya masing-masing dalam menulis perintah. Bahasa pemrograman
biasanya dirancang untuk tujuan tertentu, seperti aplikasi ilmiah, bisnis,
multimedia, atau website.
Ada dua jenis bahasa pemrograman yang utama, yaitu bahasa
pemrograman tingkat rendah (low level language) dan bahasa pemrograman
tingkat tinggi (high level language). Bahasa pemrograman tingkat rendah
adalah bahasa pemrograman yang bergantung pada mesin, dan hanya dapat
dijalankan pada satu jenis komputer. Setiap perintah pada bahasa
pemrograman tingkat rendah biasanya disesuaikan dengan satu perintah
mesin saja. Bahasa pemrograman tingkat tinggi pada umumnya merupakan
bahasa pemrograman yang tidak bergantung pada mesin, dan dapat
digunakan pada berbagai jenis komputer dan sistem operasi. (Shelly dalam
Hadi, 2012 : 57)
19
a. Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah
Dua jenis bahasa tingkat rendah adalah bahasa mesin (machine
language) dan bahasa assembly (assembly language). Bahasa mesin adalah
satu-satunya bahasa yang secara langsung dapat dikenali oleh komputer.
Perintah bahasa mesin menggunakan digit biner (1 dan 0) atau kombinasi
angka dan huruf yang mewakili digit biner, seperti pada gambar 1 digit binner
1 atau 0 sesuai dengan kondisi elektrik nyala dan mati.
FD
F3
96
F9
71
63
F0
10
431F
4267
4260
41F3
4153
4321
43BA
Gambar 1. Program pada bahasa mesin
Dengan
bahasa
assembly,
programmer
menulis
perintah
menggunakan kode perintah dalam bentuk simbol, seperti pada gambar 2
Bahasa assembly juga menggunakan alamat-alamat simbolik. Alamat
simbolik adalah nama dengan arti yang mengidentifikasi lokasi penyimpanan.
Meskipun memiliki beberapa keunggulan, bahasa assembly sulit untuk
dipelajari. Selain itu, programmer harus mengkonversi program bahasa
assembly ke bahasa mesin sebelum komputer dapat mengeksekusi atau
menjalankan program.
20
PROGRAM8
CARDFIL
REPFIL
BEGIN
START 0
DTFCD DEVARD=SYSRDR, RECFORM = FIXUND, IOAREA1=CARDREC, C
TYPEFILE=INPUT, BLKZSIZE=80, EOADDR=FINISH
DTFPR DEVADDR=SYSLTS, IOAREA1=PRNTREC, BLKSIZE=132
BALR 3. 0 REGISTER 3 IS BASE REGISTER
Gambar 2. Program dalam bahasa assembly
b. Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi
Kelemahan-kelemahan
bahasa
pemrograman
tingkat
rendah
mengakibatkan dikembangkannya bahasa prosedural pada akhir 1950-an
dan 1960-an. Dengan bahasa prosedural, yang seringkali disebut bahasa
pemrograman generasi ketiga (third-generation language – 3GL) programer
menggunakan kata-kata seperti bahasa inggris untuk menulis perintah,
seperti begin, end, write, dan lainnya, seperti pada Gambar 3.
Program Perkalian;
Uses
Crt;
Var
a, b. c : integer
Begin
a := 10;
b := 5;
c := a/b;
writelen (c);
End.
Gambar 3. Program pada bahasa pemrograman prosedural
21
Terdapat ratusan bahasa prosedural, namun hanya sedikit yang
digunakan cukup luas untuk industri, bisnis, pendidikan, dan sains yang
dianggap sebagai standar. Di antaranya adalah COBOL, C, Pascal,
FORTRAN.
c. Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek
Gagasan dasar pemrograman berorientasi objek (Object-Ori-ented
Programming = OOP) adalah menggabungkan data dengan fungsi. Fungsi
objek disebut member function (fungsi anggita) yang dapat memanggil suatu
objek. Fungsi ini mengakses data dan mengembalikan diri. Data dan fungsi
terbungkus pada suatu entry tunggal, data terlindung dari akses yang
dilakukan oleh fungsi lain yang tidak dikehendaki. Data encapsulation dan
data hiding adalah tema pokok dari pemrograman berorientasi objek. Contoh
bahasa pemrograman berorientasi objek adalah Smaltalk, C++, dan Java.
Program C++ pada umumnya terdiri dari beberapa objek yang
berkomunikasi dengan objek lain dengan memanggil fungsi anggotanya.
Fungsi anggota dalam C++ juga disebut method pada bahasa pemrograman
berorientasi objek lain (seperti Smalltalk), data juga sama dengan atribut atau
instance variable. Memanggil fungsi anggota dari suatu objek juga berarti
22
mengirim message ke objek tersebut. Hal ini bukanlah terminologi baku
dalam C++, tetapi digunakan dengan jumlah frekuensi yang terus meningkat,
terutama pada desain berorientasi objek.
Keunggulan
utama
dari
OOP
adalah
kemampuannya
untuk
menggunakan kembali dan memodifikasi objek-objek yang sudah ada (Hadi,
2012:59). Sebagai contoh, sekali programmer membuat objek Siswa, objek
tersebut dapat digunakan oleh program yang sudah ada atau di masa yang
akan datang, sehingga programmer dapat menggunakan kembali objek yang
sudah
ada
secara
berulang-ulang.
Program
yang
dikembangkan
menggunakan pendekatan berorientasi objek memiliki beberapa keuntungan.
Objek dapat digunakan kembali pada berbagai sistem, dan dikembangkan
untuk penggunaan yang berulang-ulang. Selain itu, programmer dapat
menciptakan aplikasi dengan waktu yang lebih singkat, karena dapat
membuat program baru menggunakan objek yang telah ada. Gambar 4
memperlihatkan program berorientasi objek dengan C++.
23
// bilangan.cpp
#include<iostream.h>
//__________________________________________
class Bilangan
//mendeklarasikan kelas
{
private:
float tempC, tempR, tempF;
// atribut
public:
void masuk_data() //fungsi untuk memasukkan data //method
{cout << ” Masukkan temperatur Celcius = “;
cin >> tempC;}
void konversi()
//fungsi untuk memasukkan data
{tempR = 4/5 * tempC;
tempF = 9/5 * tempC + 32;}
void tampil_data()
// fungsi untuk menampilkan data
{cout << ”konversi temperatur” >> endl;
cout << ”Temperatur Celcius= “ << tempC << endl;
cout << “Temperatur Reamur= “ << tempR << endl;
cout << “Temperatur Fahrenhei= “ << tempF << endl;}
};
//__________________________________________
int main()
{
Bilangan angka1;
// mendefinisikan objek dalam kelas
angka1.masuk_data();
// memasukkan data
angka1.konversi();
angka1.tampil_data();// menampilkan data
return 0;
}
Gambar 4. Program pada bahasa pemrograman berorientasi objek C++
24
d. Bahasa pemrograman ActionScript
Pemrograman dengan ActionScript dapat digunakan untuk pembuatan
visualisasi di segala bidang terutama aplikasi interaktif berbasis Web.
ActionScript
adalah
pemrograman
visual
berorientasi
objek.
Seperti
JavaScript, ActionScript mempunyai sintaks, tata bahasa dan struktur yang
mirip dengan bahasa pemrograman C++ (Hadi, 2012:61). ActionScript
memiliki operator yang sama dengan C++, sehingga hampir semua masalah
yang menggunakan pemrograman dengan operasi matematika dan logika
dapat
dilakukan
dengan
pemrograman
ActionScript.
Gambar
5
memperlihatkan program konversi temperatur seperti program yang dibuat
dalam C++ dengan ActionScript.
On(release){
tempR = 4/5 * Number(tempC)
tempF = 9/5 * Number(tempC) + 32;
}
Gambar 5. Program menggunakan ActionScript
ActionScript merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam
Adobe Flash. Pengguna ActionScript mempunyai beberapa tujuan, di
antaranya :
25
1. Memberikan kebebasan berkreasi bagi desainer
2. Membuat animasi interaktif
3. Membuat visualisasi matematika dan logika
4. Dapat menampikan animasi tertentu (non linier)
e. Bahasa Scripting
Programmer membuat script, applet, servlet, dan AktiveX kontrol
menggunakan bahasa pemrograman seperti java, C++, C#, dan Visual Basic.
Namun, banyak programmer yang lebih senang menggunakan bahasa
scripting. Bahasa scripting adalah bahasa terjemahan (interpreted) yang
biasanya mudah dipelajari dan digunakan. Bahasa-bahasa scripting yang
populer adalah JavaScript, Perl, PHP, dan VBScript.
JavaScript adalah bahasa scripting yang memungkinkan programer
menambahkan muatan dinamis dan elemen-elemen interaktif pada suatu
halaman Web. Elemen-elemen ini mencakup pesan peringatan, teks berjalan,
animasi, drop-down menu, formulir untuk memasukkan data, pop-up window,
dan lainnya.
PERL
(Practical
Extraction
and
Report
Language)
awalnya
dikembangkan oleh Larry Wall di Jet Prepolsion Laboratory NASA sebagai
suatu bahasa prosedural yang menyerupai C dan C++. Akan tetapi,versi Perl
26
yang terakhir merupakan bahasa scripting. Dengan kemampuan pemrosesan
teks yang dimilikinya, Perl merupakan bahasa yang populer digunakan untuk
menulis script.
VBScript (Visual Basic, Scripting Edition) adalah bagian dari keluarga
Visual
Basic
yang
memungkinkan
para
programmer
menambahkan
interaktivitas pada halaman-halaman Web. Seperti JavaScript, kode VBScript
dapat ditambahkan langsung ke dalam suatu dokumen HTML.
5. Visual Basic
Bahasa Basic pada dasarnya adalah bahasa yang mudah dimengerti
sehingga pemrograman di dalam bahasa Basic dapat dengan mudah
dilakukan meskipun oleh orang yang baru belajar membuat program (Ary,
tanpa tahun : 1). Hal ini lebih mudah lagi setelah hadirnya Microsoft Visual
Basic, yang dibangun dari ide untuk membuat bahasa yang sederhana dan
mudah dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) untuk graphic
pengguna interface yang dikembangkan dalam sistem operasi Microsoft
Windows.
Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah
dipelajari,
dengan
teknik
pemrograman
visual
yang
memungkinkan
penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan suatu program
27
aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan dalam visual basic adalah form,
dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian dijalankan dalam
script yang sangat mudah. Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan
kemampuan Visual Basic untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di
dalam sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan
komponen ini memungkinkan penguna untuk memanggil dan menggunakan
semua model data yang ada di dalam sistem operasi windows. Hal ini juga
ditunjang dengan teknik pemrograman di dalam Visual Basic yang
mengadopsi dua macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman Visual dan
Object Oriented Programming (OOP).
Visual Basic 6 merupakan salah satu RAD (Rapid Application
Development) Tool yang sangat terkenal mudah untuk dipelajari, digunakan
dan cepat dalam membangun suatu aplikasi visual berbasis Windows.
Dengan melalui Visual Basic, konsep pengembangan aplikasi akan dimulai
dengan pembentukkan pengguna interface, kemudian mengatur properti dari
objek-objek yang digunakan dalam pengguna interface (warna tombol, warna
layar, judul layar, dll) , dan baru dilakukan penulisan kode program untuk
menangani kejadian-kejadian (event) (Purbo 2009 : 1).
Secara umum manfaat dari Visual Basic di antaranya seperti :
1. Untuk membuat program aplikasi maupun animasi berbasis windows.
28
2. Untuk membuat objek-objek Add-in seperti kontrol ActiveX, file Help,
aplikasi Internet, dan lain sebagainya.
3. Menguji program (debugging) dan menghasilkan program (.exe) yang
bersifat Executable.
a. Tampilan lembar kerja Visual Basic 6
Interface antar muka Visual Basic berisi menu, toolbar, toolbox, form,
project explorer dan property seperti terlihat pada gambar 6 berikut:
Gamabar 6. Lembar kerja Visual Basic 6
1. Menu Visual Basic 6
2. Toolbar Visual Basic 6
29
3. Form Visual Basic 6
4. Toolbox Visual Basic 6
5. Project Explorer Visual Basic 6
6. Property Visual Basic 6
7. Tampilan Jendela Form saat dijalankan
Pointer Arrow
Picture
Label
Text Box
Groupbox
Command Button
Check Box
Radio Button
Combo Box
List Box
Horizontal Slider
Vertical Silder
Timer
Drive List Box
Dir List Box
File List Box
Shape
Line
Image
Data Control
OLE
Gamabar 7. Komponen Standar dalam Toolbox
Pembuatan program aplikasi menggunakan Visual Basic dilakukan
dengan membuat tampilan aplikasi pada form, kemudian diberi script
program di dalam komponen-komponen yang diperlukan. Form disusun oleh
30
komponen-komponen yang berada di [Toolbox], dan setiap komponen yang
dipakai harus diatur propertinya lewat jendela [Property].
Menu pada dasarnya adalah operasional standar di dalam sistem
operasi windows, seperti membuat form baru, membuat project baru,
membuka project dan menyimpan project. Di samping itu terdapat fasilitasfasilitas pemakaian visual basic pada menu. Untuk lebih jelasnya Visual
Basic menyediakan bantuan yang sangat lengkap dan detail dalam MSDN.
Toolbox berisi komponen-komponen yang bisa digunakan oleh suatu
project aktif, artinya isi komponen dalam toolbox sangat tergantung pada
jenis project yang dibangun.
b. Konsep Dasar Pemrograman Dalam Visual Basic
Konsep dasar pemrograman Visual Basic adalah pembuatan form
dengan mengikuti aturan pemrograman Property, Metode dan Event. Hal ini
berarti:
1. Property: Setiap komponen di dalam pemrograman Visual Basic
dapat diatur propertinya sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Property
yang tidak boleh dilupakan pada setiap komponen adalah “Name”,
yang berarti nama variabel (komponen) yang akan digunakan dalam
scripting. Properti “Name” ini hanya bisa diatur melalui jendela
31
Property, sedangkan nilai peroperti yang lain bisa diatur melalui script
seperti
Command1.Caption=”Play”
Text1.Text=”Visual Basic”
Label1.Visible=False
Timer1.Enable=True
2. Metode: Bahwa jalannya program dapat diatur sesuai aplikasi dengan
menggunakan metode pemrograman yang diatur sebagai aksi dari
setiap komponen. Metode inilah tempat untuk mengekpresikan logika
pemrograman dari pembuatan suatu prgram aplikasi.
3. Event: Setiap komponen dapat beraksi melalui event, seperti event
click pada command button yang tertulis dalam layar script
Command1_Click, atau event Mouse Down pada picture yang tertulis
dengan
Picture1_MouseDown.
Pengaturan
event
dalam
setiap
komponen yang akan menjalankan semua metode yang dibuat.
c. Mengenal Komponen dasar Visual Basic
1)
Project Standard EXE
Merupakan sebutan bagi sebuah software yang sedang melalui tahap
pembuatan menggunakan Visual Basic, belum menjadi sebuah aplikasi.
Terdapat berbagai jenis project di antaranya project pembuatan aplikasi
Windows, project pembuatan aplikasi console, dan sebagainya.
32
Gamabar 8. Jendela New Project untuk memilih jenis project di sesuaikan
dengan aplikasi yang ingin dibuat (dalam penelitian ini digunakan Standard
EXE)
2)
Form
Form adalah sebuah jendela yan merupakan wadah bagi komponen
yang terpasang dalam aplikasi. Form sendiri dapat bertindak sebagai jendela
program, kotak dialog, dan jendela peringatan (Rijal, 2010).
Form tersebut adalah sebuah tampilan pertama yang akan kita
gunakan dalam membuat project, dan merupakan tempat kita untuk
membentuk pengguna interface. Dalam form kita dapat membuat sebuah
control contohnya label, combo box, textbox, listbox,optionbutton (Rijal,
2010).
33
Gamabar 9. Tampilan form pada saat memuai pembuatan aplikasi
3)
Label
Komponen ini berguna untuk menampilkan sebuah huruf atau teks di
dalam aplikasi. Property yang paling banyak digunakan dari komponen ini
adalah property text, yang berguna untuk menentukan teks yang akan
ditampilkan (Priyanto, 2009 : 63).
34
Gambar 10. Label pada Aplikasi
4)
Textbox
Fungsi utama dari komponen textbox adalah menampilkan dan
memasukkan teks dalam sebuah kotak (box) (Junindar, 2010 : 44).
Gambar 11. Textbox pada Aplikasi
35
5)
Button
Komponen button berguna untuk menampilkan sebuah tombol di
dalam aplikasi (Priyanto, 2009 : 70)
Gambar 12. Button pada Aplikasi
6)
Radiobutton
Radiobutton berguna untuk memberikan pilihan kepada seorang
pengguna (Priyanto, 2009 : 73)
36
Gambar 13. Radiobutton pada Aplikasi
7)
Panel dan Groupbox
Panel dan Groupbox adalah sebuah komponen yang berguna sebagai
container bagi komponen lain. Container adalah sebuah wadah atau tempat
di mana beberapa komponen diletakkan di dalamnya (Priyanto, 2009 : 76).
Gambar 14. Panel dan Groupbox pada Aplikasi
37
8)
Listbox
Listbox digunakan untuk memberikan sebuah pilihan item berbentuk
seperti sebuah list kepada seorang pengguna (Priyanto, 2009 : 78)
Gambar 15. Listbox pada Aplikasi
9)
Combobox
Seperti halnya Listbox, Combobox juga berguna untuk memberikan
beberapa pilihan item kepada seorang pengguna (Priyanto, 2009 : 84).
38
Gambar 16. Combobox pada Aplikasi
10)
Picturebox
Picturebox digunakan unutk menampilkan sebuah foto atau gambar di
dalam aplikasi. Property yang penting dalam komponen ini adalah image
(Priyanto, 2009 : 85)
Gambar 17. Picturebox pada Aplikasi
39
11)
Listview
Listview digunakan untuk menampilkan sebuah pilihan item dengan
beberapa bentuk. Pilihan item yang ditampilkan dapat kita atur sendiri, mirip
seperti pengaturan tampilan folder pada Windows Explorer (List, Tile, Detail
dan sebagainya) (Priyanto, 2009 : 90).
Gambar 18. Listview pada Aplikasi
12)
Richtextbox
Sama halnya dengan textbox, tetapi komponen ini mempunyai fungsi
lebih seperti; bisa menampung banyak teks dan menganalisi setiap teks yang
ada pada box. Sebagai contoh penggunaan komponen Richtextbox pada
aplikasi bahasa daerah, yang mana tiap kata atau teks daerah di seleksi dan
40
dipilah antara kata yang sudah ada dalam database dan kata yang belum
ada dalam database.
Gambar 19. Richtextbox pada Aplikasi
d. Mengenal Database Management System
Wira (2009 : 29) menyatakan Database Management System atau yang
biasa disingkat dengan DBMS merupakan perangkat lunak atau program komputer
yang dirancang secara khusus untuk memudahkan pengelolaan database. Salah
satu macam DBMS yang populer dewasa ini berupa RDBMS (Relational DataBase
Management System), yang menggunakan model basis data relasional atau dalam
bentuk tabel-tabel yang saling terhubungkan adalah Microsoft Access.
41
1) Database dengan Microsoft Access
Microsoft Access merupakan salah satu program aplikasi pengolah
database berbasis RDBMS yang paling mudah dan sering digunakan. Selain
dapat dipakai sebagai single standing system, database yang dibuat
menggunakan Microsoft Access juga dapat dihubungkan dengan program
aplikasi pembangun progam lain termasuk Visual Basic.
2) Koneksi Visual Basic dengan Database Access
Untuk dapat menghubungkan Visual Basic dengan database Access,
kita akan menggunakan komponen ADO Data Control (ADODC). Komponen
ini dapat dihubungkan dengan beberapa komponen yang digunakan untuk
mengakses data seperti textbox, datagrid, dsb. Untuk dapat menggunakan
ADODC, ada beberapa properti yang harus kita lakukan pengaturan antara
lain:
Properti
ConnectionString
RecordSource
CommandType
Fungsi
Untuk mendefinisikan database yang akan digunakan
Adodc.
Untuk mendefinisikan tabel/query yang akan
digunakan Adodc.
Untuk mendefinisikan perintah yang digunakan Adodc.
Tabel 1. Pengaruran property
42
6. Aplikasi kamus digital
Aplikasi adalah satu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani
kebutuhan akan beberapa aktivitas (Buyens, dalam Agustina 2010).
Kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan,
biasanya disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makna dan
pemakaiannya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kamus disusun sesuai
dengan abjad dari A-Z dengan tujuan untuk memudahkan pengguna kamus
dalam mencari istilah yang diinginkannya dengan cepat dan mudah. Kamus
memiliki kegunaan untuk memudahkan penggunanya dalam mencari istilahistilah yang belum dipahami maknanya.
Kamus digital lebih mengutamakan pada fasilitas pengolah kata
elektronis, yaitu sebuah fasilitas yang memungkinkan aplikasi pengolah kata
memeriksa ejaan dari dokumen yang diketik. Hal ini dapat meminimumkan
kemungkinan salah eja atau salah ketik. Di negara-negara maju, pengguna
fasilitas pengolah kata elektronis sangat umum, sehingga menjadi salah satu
indikator pemilihan terhadap pengolah kata yang hendak dipakai (Rinarizky,
dalam Agustina 2010).
Penggunaan kamus elektronis atau kamus digital dalam aplikasi
pemrosesan teks merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Kamus
43
merupakan basis pemeriksaan, basis pengetahuan, bahkan sebagai basis
penyelidikan. (Rinarizky, dalam Agustina 2010).
7. Unicode
Unicode adalah suatu standar sistem pengkodean (encoding)
terhadap karakter universal yang digunakan untuk merepresentasikan teks
pada komputer. Unicode menyediakan suatu cara yang konsisten untuk
melakukan encoding terhadap berbagai bahasa. Tujuan dari adanya standar
ini adalah untuk memudahkan para pengguna komputer ketika berhubungan
dengan teks dari berbagai bahasa. Selain itu pengguna komputer pengguna
komputer yang menggunakan berbagai simbol matematis ataupun simbol
teknis lainnya, akan sangat dimudahkan dengan standar Unicode.
Ide dasar dari desain Unicode adalah kesederhanaan dan konsistensi
pada standar ASCII. Tidak seperti ASCII yang hanya mampu melakukan
pengkodean
terhadap
alphabet
latin,
Unicode
memiliki
kemampuan
melakukan encoding terhadap hampir seluruh bahasa tulis yang ada di dunia.
Hal ini dilakukan dengan memberikan suatu nilai numerik dan nama yang
unik untuk tiap karakter yang ada. Dasar dari standar Unicode itu adalah:
44
a. Code point
Metode encoding sebelum Unicode menggunakan asumsi dasar
bahwa sebuah huruf diwakilkan oleh sekelompok bit. Pada Unicode sebuah
huruf diwakilkan oleh sebuah code point. Code point adalah konsep logik,
sehingga terbebas dari masalah penulisannya didalam memori atau disk.
Sebagai contoh code point untuk karakter "A" adalah :U+0041. Untuk setiap
karakter yang telah terdaftar dalam Unicode akan diberi satu code point.
Didalam Unicode setiap karakter yang diwakilkan oleh code point
bersifat platonic ideal. Dimana huruf "A" berbeda dengan "B" atau "a" tetapi
sama dengan "A"(dalam italic) dan "A"(dalam ukuran huruf yang berbeda).
b. Encoding Form
Encoding Form pada Unicode akan mendefinisikan bagaimana suatu
code point jika direpresentasikan dalam bentuk bit biner, atau dengan kata
lain bagaiman suatu code point disimpan didalam memori atau disk.
Dalam unicode, saat ini terdapat tiga metode encoding (Unicode
Transformation Format/ UTF) yang memungkinkan representasi hingga 232.
Ketiga metode encoding ini adalah UTF-8 (8 bit), UTF-16 (16 bit) dan UTF-32
(32 bit). Unicode tidak membatasi encoding hanya pada UTF-32. Jika
45
diperlukan, dapat disusun model encoding dengan menggunakan jumlah bit
yang lebih banyak, misalnya UTF-64.
Sebagai contoh sebuah string "Hello" akan menjadi(dalam basis
heksadesimal, ditulis per byte):
Code Point : U+0048
UTF-8
:
U+0065
48
65
UTF-16 : 00 48
00 65
U+006C
U+006C
U+006F
6C
6C
6F
00 6C
00 6C
00 6F
UTF-32 : 00 00 00 48 00 00 00 65 00 00 00 6C 00 00 00 6C 00 00 00 6F
UTF-8 sangat populer pada HTML dan protokol sejenisnya. Pada
metode encoding ini seluruh karakter Unicode disimpan pada byte atau
kelompok byte yang panjangnya bervariasi. Keuntungan terbesar metode
encoding ini seluruh karakter Unicode yang memiliki code point U+0000 U+007F akan disimpan dalam satu byte, sehingga memiliki bentuk yang
sama seperti ASCII(0-127). Hal ini membuat banyak perangkat lunak yang
berbasis ASCII masih dapat menggunakan UTF-8. Untuk code point U+0080
(ASCII 128) dan keatas akan disimpan dalam 2, 3 atau bahkan 4 byte.
UTF-16 sangat baik digunakan pada lingkungan operasi dimana
diperlukan keseimbangan antara kecepatan akses karakter dan jumlah ruang
46
penyimpanan yang dipergunakan. Pada metode encoding ini hampir seluruh
karakter yang sering pergunakan dapat masuk kedalam kode 16-bit.
Sementara untuk karakter yang lain dapan diakses melalui 2 buah kode 16bit.
UTF-32 biasanya digunakan pada lingkungan operasi dimana jumlah
memori bukan menjadi masalah utama. Pada metode ini setiap code point
disimpan dalam satu buah kode 32-bit.
47
B. Kerangka Pemikiran
KARAKTER
BAHASA ALAMI
PERANCANGAN
APLIKASI
PEMROSESAN
BAHASA ALAMI
UJI APLIKASI
KAMUS DIGITAL:
KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN
EFEKTIVITAS
PENGGUNAAN
APLIKASI KAMUS
DIGITAL
CARA
PENGGUNAAN
48
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, penelitian
deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan atau
menggambarkan objek penelitian apa adanya.
B. Waktu dan Lokasi Penelitian
1. Waktu penelitian
Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan, yaitu terhitung mulai bulan
Mei sampai dengan bulan Juni 2012.
2. Lokasi penelitian
Penelitian ini diadakan Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Makassar.
C. Alat dan Bahan Penelitian
1. Alat penelitian
Penelitian ini menggunakan alat penelitian berupa perangkat keras
dan perangkat lunak, yaitu :
49
a. Perangkat keras
-
Notebook
-
Printer
b. Perangkat Lunak
-
Sistem operasi yang digunakan adalah Windows Seven dan
Windows XP.
-
Pemrograman yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi ini
adalah Visual Basic 6.
-
Aplikasi objek Unicode
2. Bahan penelitian
-
Kuesioner
-
Karakter unicode dan latin
D. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Sastra Daerah
konsentrasi PSGBD, Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.
50
2. Sampel
Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Sastra Daerah
konsentrasi
PSGBD,
Fakultas
Sastra
Universitas
Hasanuddin,
angkatan 2009, yang dipilih dengan menggunakan teknik kuota, yaitu
sebanyak 50 orang.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam proses pembuatan aplikasi ini penulis menggunakan beberapa
metode studi literatur sebagai data primer, yaitu mencari dan mengumpulkan
referensi serta dasar teori yang diambil dari literatur seperti buku, jurnal dan
sumber ilmiah lain seperti internet untuk mendukung pembuatan aplikasi ini,
serta penyebaran kuesioner untuk mendapatkan data sekunder sebagai
bahan melihat keefektivitasan aplikasi ini.
F. Definisi Operasional
Ada beberapa penggunaan istilah dalam penelitian ini yang perlu
didefinisikan, yaitu :
1. Karakter adalah huruf, angka dan simbol yang muncul pada posisi kursor
ketika tombol dari keyboard ditekan.
51
2. Kotak pada perancangan aplikasi adalah Objek yang berbentuk kotak
yang ada pada form aplikasi mammiri.
3. Bahasa alami adalah Bahasa yang digunakan oleh manusia dalam
berinteraksi, seperti; bahasa Indonesia, Arab, Inggris, daerah, dll.
4. Bahasa buatan pada perancangan aplikasi adalah sistem pengkodean
pada aplikasi atau bahasa pemrograman.
5. Efektivitas adalah Penggunaan, kemudahan, desain tampilan, dan
fasilitas dalam aplikasi mammiri.
6. Karakter yang digunakan pada aplikasi mammiri lontara adalah karakter
latin yang menggunakan font lontara.
7. Uji aplikasi adalah proses yang bertujuan untuk melihat keefektivitasan
dari aplikasi mammiri.
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
deskriptif kuantitatif, medeskripsikan dan menjelaskan hasil dari pemrosesan
bahasa alami, kemudian menganalisis hasil kuesioner dengan menggunakan
aplikasi statistik untuk melihat seberapa efektif media penyimpanan dengan
menggunakan aplikasi kamus digital yang mendukung karakter unicode.
52
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Proses Perancangan Aplikasi Mammiri
Pada proses perancangan aplikasi ini terbagi menjadi tiga tahap, yang
pertama adalah proses desain tampilan dari aplikasi, kedua penentuan
database yang akan dipakai, ketiga pembuatan script pada setiap form, dan
keempat proses packag
e.
1. Desain Tampilan
Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan software Visual Basic 6.0,
tipe project yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah tipe project
Standard EXE. Project ini menghasilkan file EXE yang dapat dieksekusi
secara langsung dan dilengkapi dengan form.
53
Gambar 20. Tipe Project Standard EXE
Setelah icon Stanaard EXE dipilih, software Visual Basic akan
menampilkan lembar kerja dari Standard EXE. Pada lembar kerja tersebut
telah dilengkapi dengan komponen-komponen untuk membuat aplikasi dalam
hal ini adalah aplikasi mammiri.
Pembuatan aplikasi mammiri diawali dengan mendesain tampilan form
yang dianggap lebih penting dan utama. Form yang sangat penting dalam
aplikasi ini adalah form utama, kemudian yang lebih penting selanjutnya
54
adalah form tambah kata, dilanjutkan dengan form-form seperti, form afiksasi,
form judulkamus, form tambah kalimat, dll. Hal yang pertama dilakukan
sebelum menambahkan objek-objek kedalam form adalah memberikan nama
form yang ada pada property objek pada lembar kerja visual basic. Saat ini
akan dibuat form yang bernama form utama. Setelah pemberian nama form,
selanjutnya menambahkan objek-objek yang dibutuhkan dalam form utama
ini, seperti; objek bahasa sumber, objek arti, objek kata dasar, objek gambar
icon mammiri, objek mammiri – versi 1.0, objek tombol edit kata, objek tombol
tambah kata, dll. Pembuatan objek diambil dari toolbox yang ada di sebelah
kanan tampilan kerja visual basic. Pada setiap objek mempunyai property
seperti; nama objek, warna dari objek, font, alignment, appearance, autosize,
dll.
Setelah proses desain form utama selesai, selanjutnya mendesain
form yang lebih penting selanjutnya, yaitu; form tambah, form afiksasi, form
tambah kalimat, dll kata. Cara mendesain form-form ini sama seperti pada
saat mendesain form utama, diawali dengan pemberian nama objek form,
pembuatan objek, dan mengatur property dari objek tersebut.
55
Gambar 21. Tampilan kerja visual basic, pembuatan objek, pemberian
nama objek, dan pengaturan property dari objek
56
2. Pembuatan Database Aplikasi Mammiri
Database yang digunakan dalam aplikasi ini adalah database
microsoft access, untuk membuat database ini penulis menjalankan aplikasi
microsoft access pada notebook/PC, memilih tipe blank database, kemudian
memilih tombol create.
Pada tampilan kerja microsoft access, yang pertama kali dilakukan
ialah membuat tabel dan memberikan nama pada tabel tersebut. Jumlah
tabel disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yang telah dibuat. Aplikasi
mammiri membutuhkan empat tabel, yaitu; tblafiksasi, tblkata, tblsetting, dan
tblkalimat. Setiap tabel memiliki kolom yang berbeda jumlahnya, jumlah
kolom pada tabel disesuaikan dengan seberapa banyak jenis item yang akan
disimpan dalam database. Sebagai contoh pada aplikasi mammiri terdapat
item bahasa sumber dan arti, maka pada tabel database penulis membuat
kolom yang khusus untuk item bahasa sumber dan item arti.
57
Gambar 22. Pemilihan tipe database
Gambar 23. Tabel dan kolom pada database
58
3. Pembuatan Script Aplikasi Mammiri
Setelah proses desain tampilan dan pembuatan database selesai,
selanjutnya
adalah
pembuatan
script
untuk
menghubungkan
dan
memberikan fungsi pada setiap objek yang dimasukkan pada saat
mendesain tampilan dari aplikasi mammiri.
Objek tidak akan berfungsi tanpa adanya script yang menyertainya.
Sebagai contoh objek tombol simpan yang tidak memiliki script (perintah)
menyimpan padanya, ketika dipilih, tidak akan menjalankan fungsinya
sebagai objek tombol yang bisa menyimpan. Berbeda dengan objek tombol
simpan yang telah dilengkapi dengan script (perintah) untuk menyimpan,
ketika dipilih, script (perintah) menyimpan yang ada padanya akan berjalan.
Secara umum setiap objek yang ada pada aplikasi mammiri memiliki
script yang disesuaikan dengan fungsi dari masing-masing objek.
Script pada tombol simpan Aplikasi Mammiri
Private Sub cmdsimpan_Click()
On Error GoTo kesalahan
Dim rs As New ADODB.Recordset
Dim katadaerah, kataindo, fonetik, katadasar, afiksasi, kelaskata, keterangan
As String
Dim sql As String
Dim i As Integer
'MENYIMPAN DATA DI TABEL KATA
katadaerah = txtdaerah.Text
59
kataindo = txtarti.Text
fonetik = txtfonetik.Text
katadasar = txtkatadasar.Text
kelaskata = txtkelaskata.Text
keterangan = txtketerangan.Text
'ambil semua dari List Afiksasi
If lbafiksasi.ListCount = 1 Then
afiksasi = lbafiksasi.List(i)
ElseIf lbafiksasi.ListCount > 0 Then
For i = 0 To lbafiksasi.ListCount - 1
afiksasi = afiksasi & lbafiksasi.List(i) & ","
Next i
End If
If MODE_EDIT = False Then
'MENCEK APAKAH KATA YANG DIMASUKKAN SUDAH ADA ATAU
BELUM
rs.Open "SELECT * FROM tblkata WHERE katadaerah='" & katadaerah & "'",
con, adOpenStatic
If rs.RecordCount > 0 Then
MsgBox "Maaf Kata yang dimasukkan sudah ada", vbInformation, "KATA
TERSEDIA"
Exit Sub
End If
rs.Close
sql = "INSERT INTO tblkata VALUES('" & katadaerah & "'," & _
"'" & kataindo & "'," & _
"'" & fonetik & "'," & _
"'" & katadasar & "'," & _
"'" & afiksasi & "'," & _
"'" & kelaskata & "'," & _
"'" & keterangan & "')"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = ""
'MENYIMPAN DATA DI TABEL CONTOH KALIMAT
If lbcontohkalimat.ListCount > 0 Then
For i = 0 To lbcontohkalimat.ListCount - 1
sql = "INSERT INTO tblkalimat(katadaerah,kalimat,Kalimatindo) VALUES('" &
katadaerah & "','" & lbcontohkalimat.List(i) & "','" & lbcontohkalimatindo.List(i)
& "')"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = ""
Next
End If
60
MsgBox "Kata " & UCase(katadaerah) & " Berhasil Ditambah", vbInformation
Call kosongkan_form
Exit Sub
Else
sql = "UPDATE tblkata SET katadaerah ='" & katadaerah & "'," & _
"kataindo ='" & kataindo & "'," & _
"fonetik ='" & fonetik & "'," & _
"katadasar ='" & katadasar & "'," & _
"kelaskata ='" & kelaskata & "'," & _
"keterangan ='" & keterangan & "'," & _
"afiksasi ='" & afiksasi & "'" & _
"Where
katadaerah
='"
&
frmutama.lvbahasasumber.List(frmutama.lvbahasasumber.ListIndex) & "';"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = ""
'MENGHAPUS KALIMAT TERLEBIH DAHULU
For i = 0 To UBound(IDdaerah)
sql = "DELETE FROM tblkalimat WHERE kalimat='" & IDdaerah(i) & "'"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = ""
Next i
'MENYIMPAN DATA DI TABEL CONTOH KALIMAT
If lbcontohkalimat.ListCount > 0 Then
For i = 0 To lbcontohkalimat.ListCount - 1
sql = "INSERT INTO tblkalimat(katadaerah,kalimat,Kalimatindo) VALUES('" &
katadaerah & "','" & lbcontohkalimat.List(i) & "','" & lbcontohkalimatindo.List(i)
& "')"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = ""
Next
End If
MsgBox "Kata " & UCase(katadaerah) & " Berhasil Diedit", vbInformation
frmutama.txtjumlahkata.Text = jumlah_kata
Exit Sub
End If
kesalahan:
MsgBox "Gagal Memproses Data Kata" & vbCrLf & "[" & err.Number & "] " &
err.Description
End Sub
61
4. Proses Package Aplikasi Mammiri
Proses ini berguna untuk menjadikan project yang telah dibuat menjadi
sebuah aplikasi yang siap dijalankan. Proses ini bisa dijalankan melalui tool
yang ada pada aplikasi visual basic 6.0 yang bernama package &
deployment wizardI. Pada saat menjalankan tool ini, jendela package akan
muncul dan meminta memasukkan project aplikasi mammiri yang telah
dibuat, kemudian memilih tombol package untuk menjadikan project mammiri
menjadi sebuah aplikasi yang siap untuk dijalankan.
Gambar 24. Proses package project aplikasi mammiri
62
B. Pemrosesan Bahasa Alami (Bahasa Berkarakter Unicode)
Bahasa alami yang digunakan dalam aplikasi ini adalah bahasa alami
yang berkarakter latin dan unicode, kedua karakter itulah yang akan diproses
dalam aplikasi ini.
Pemrosesan bahasa alami yang terjadi dalam aplikasi kamus digital
mammiri terbagi atas tiga tahap, dimulai dari tahap pengimputan kata,
pemrosesan kata dan output dari pemrosesan kata.
1. Input
Pada aplikasi mammiri, teks yang dimasukkan pada aplikasi ini adalah
teks yang berkarakter unicode dan latin, teks yang telah dimasukkan akan
disimpan dalam database. Database yang digunakan dalam aplikasi mammiri
adalah database microsoft access, kemudian untuk menghubungkan antara
aplikasi mammiri dan database, digunakan script :
Script :
Public Sub koneksi()
Dim stringKon As String
stringKon = "Provider=Microsoft.ACE.OLEDB.12.0;Data
Source=dbMamirialim.accdb;Jet OLEDB:Database Password=*************"
con.ConnectionString = stringKon
If con.State = 1 Then
con.Close
Set con = Nothing
Else
con.Open
63
End If
Exit Sub
Sebelum memanipulasi data, baik itu memanipulasi data seperti;
INSERT, UPDATE, SELECT dan DELETE, terlebih dahulu pengguna harus
terhubung ke database dengan menggunakan script di atas. Pada aplikasi
Mammiri script di atas ditempatkan pada module. Module adalah tempat
penulisan script-script yang bersifat global, salah satunya adalah script untuk
menghubungkan
dengan
database.
Pada
module,
script
untuk
menghubungkan dengan database dideklarasikan dengan script yang lebih
sederhana yaitu koneksi, sehingga ketika pengguna ingin menggunakan
script tersebut pengguna hanya menjalankan perintah call disertai script
sederha yang telah pengguna deklarasikan dalam module.
Koneksi dengan database hanya dijalankan sekali pada saat form
menu utama atau jendela menu utama terbuka, event yang terjadi di sini
adalah load seperti yang terlihat pada script di bawah ini :
Script :
Private Sub Form_Load()
Call koneksi
Pengimputan yang pertama dalam aplikasi ini adalah pengimputan
judul kamus. Judul kamus dimasukkan pada jendela judul kamus yang bisa
diakses melalui menu toolbar tab menu > judul kamus. Pengimputan teks
64
judul kamus akan disimpan pada tabel setting pada kolom bahasa_kamus. Di
bawah ini akan ditampilkan gambar dan script penginputan judul kamus :
Gambar 25. : Jendela Judul Kamus pada Aplikasi Mammiri
Gambar 26. : Tabel Setting dalam Database Access
Script :
sql = "UPDATE tblsetting SET bahasa_kamus ='" & txtjudulkamus.Text & "'"
& "WHERE id=1"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = "SELECT bahasa_kamus FROM tblsetting WHERE id=1"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
65
Manipulasi data yang digunakan di sini adalah Update dan Select,
update berfungsi menggantikan isi yang ada pada tabel setting, sedangkan
select berfungsi untuk memilih data yang ada dalam tabel setting. Ketika
tombol simpan pada jendela judul kamus dipilih (lihat gambar 20), script di
atas akan dijalankan dan teks yang ada pada txtjudulkamus akan di simpan
dalam database tepatnya pada tabel setting kolom bahasa_kamus baris
pertama (lihat gambar 21). Proses penyimpanan teks terlihat pada gambar di
bawah ini :
Gambar 27. Proses penyimpanan teks ke database
Pengimputan selanjutnya adalah pengimputan data teks kamus
seperti; kata daerah, arti, kata dasar, kelas kata, afiksasi, simbol fonetik,
contoh kalimat bahasa daerah, contoh artikalimat bahasa daerah dan
keterangan. Berbeda dengan pengimputan judul kamus, manipulasi data
66
yang dilakukan di sini adalah INSERT. Fungsi INSERT adalah untuk
memasukkan data ke dalam tabel yang ada di database. Script yang
digunakan yaitu :
Pendeklarasian variabel
Dim rs As New ADODB.Recordset
Dim katadaerah, kataindo, fonetik, katadasar, afiksasi, kelaskata, keterangan
As String
Dim sql As String
Dim i As Integer
Event yang terjadi
Private Sub cmdsimpan_Click()
On Error GoTo kesalahan
Menentukan posisi tabel :
katadaerah = txtdaerah.Text
kataindo = txtarti.Text
fonetik = txtfonetik.Text
katadasar = txtkatadasar.Text
kelaskata = txtkelaskata.Text
keterangan = txtketerangan.Text
Menentukan posisi tabel afiksasi :
afiksasi = afiksasi & lbafiksasi.List(i) & ","
Proses penginputan :
sql = "INSERT INTO tblkata VALUES('" & katadaerah & "'," & _
"'" & kataindo & "'," & _
"'" & fonetik & "'," & _
"'" & katadasar & "'," & _
"'" & afiksasi & "'," & _
"'" & kelaskata & "'," & _
"'" & keterangan & "')"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = ""
Proses pengimputan kalimat :
67
If lbcontohkalimat.ListCount > 0 Then
For i = 0 To lbcontohkalimat.ListCount - 1
sql = "INSERT INTO tblkalimat(katadaerah,kalimat,Kalimatindo) VALUES('" &
katadaerah & "','" & lbcontohkalimat.List(i) & "','" & lbcontohkalimatindo.List(i)
& "')"
rs.Open sql, con, adOpenStatic
sql = ""
Next
End If
Script di atas akan berjalan ketika event dari tombol simpan pada
jendela tambah kata terjadi (dipilih), seperti terlihat pada script “Private Sub
cmdsimpan_Click()” yang menandakan bahwa ketika tombol simpan dipilih
maka script selanjutnya akan dijalankan. Dimulai dari pendeklarasian
katadaerah, kataindo, fonetik, katadasar, afiksasi, kelaskata dan keterangan
dengan menggunakan tipe data string. Tipe data string adalah tipe data
bentukan yang merupakan deretan karakter yang membentuk satu kata atau
satu kalimat (Suarga 2012:21). Dilanjutkan menentukan pasangan teks
dengan tabel yang ada dalam database, seperti di tuliskan dalam script di
atas “katadaerah = txtdaerah.Text” yang berarti teks yang ada dalam
txtdaerah akan disimpan dalam kolom katadaerah yang ada pada tabel kata
dalam database. setelah pendeklarasian dan penentuan kolom tibalah proses
penyimpanan teks dalam database pada kolom yang telah di tentukan.
68
Gambar 28. Proses penyimpana teks ke dalam database
69
2. Pemrosesan
Pemrosesan yang dimaksudkan di sini adalah teks yang telah
dimasukkan akan muncul pada jendela menu utama ketika pengguna atau
pengguna aplikasi menginginkan teks tersebut ditampilkan. Pemrosesan
seperti ini memerlukan script di bawah ini :
Pendeklarasian variabel
Private Sub PopData(strTextSearch As String)
Dim lstX As ListItem
Dim strSQL As String
Dim rs As ADODB.Recordset
Dim ch As ColumnHeader
Dim intCounter As Integer
Event yang terjadi
Private Sub txtcari_Change()
PopData (txtcari.Text)
End Sub
Menampilkan keseluruhan teks
If strTextSearch = "" Then
strSQL = "select katadaerah from tblkata Order by katadaerah ASC"
Else
Penampilkan teks sesuai dengan teks yang dimasukkan pengguna
strSQL = "Select katadaerah from tblkata katadaerah " & _
"where katadaerah like '%" & strTextSearch & "%' order by katadaerah asc"
End If
Set rs = New ADODB.Recordset
rs.Open strSQL, con, 3, 1
Penghapus teks
lvbahasasumber.ListItems.Clear
Menampilkan di kotak daftar bahasa sumber
With rs
70
If .RecordCount > 0 Then
.MoveFirst
intCounter = 1
While Not .EOF
Set lstX = lvbahasasumber.ListItems.Add(1, , Trim(!katadaerah))
intCounter = intCounter + 1
.MoveNext
Wend
End If
End With
Diawali pendeklarasian variabel dan penentuan tipe data pada setiap
variabel. Pemrosesan teks akan dilakukan jika event perubahan teks pada
kotak txtcari terjadi. Event yang terjadi di sini adalah Change, artinya adalah
jika ada perubahan teks yang terjadi pada kotak txtcari,
script akan
dilanjutkan.
Script :
Private Sub txtcari_Change()
PopData (txtcari.Text)
End Sub
Gambar 29. Teks yang mengalami event change pada kotak txtcari
71
Fungsi script selanjutnya adalah menampilkan seluruh teks yang telah
dimasukkan ke dalam kotak bahasa sumber, jika teks pada kotak txtcari
kosong. Sebaliknya jika teks kotak txtcari terisi, pada kotak bahasa sumber
akan menampilkan teks-teks yang mempunyai kemungkinan sama dengan
teks yang terdapat pada kotak txtcari.
Menampilkan keseluruhan teks karena tidak terdapat teks atau
disimbolkan dengan (“”) dalam kotak txtcari
If strTextSearch = "" Then
strSQL = "select katadaerah from tblkata Order by katadaerah ASC"
Else
Pada script di atas menampilkan simbol (“”) yang menandakan tidak
adanya teks pada sebuah objek atau kotak txtcari, sehingga script dilanjutkan
dengan perintah untuk menampilkan keseluruhan isi database. Script
selanjutnya berfungsi untuk mengambil seluruh kata yang berada pada tabel
tblkata pada kolom katadaerah. ASC pada script adalah perintah untuk
mengurutkan kata secara alfabet.
72
Gambar 30. Menampilkan seluruh teks jika tidak ada tek pada kotak txtcari
Gambar 31. Lokasi pengambilan kata dalam database
73
Apa yang dijelaskan di atas adalah proses yang terjadi ketika tidak
terdapat teks dalam kotak txtcari. Selanjutnya adalah proses yang terjadi
ketika pengguna mengisi teks pada kotak txtcari. Pengambilan dalam
database disesuaikan dengan teks yang terdapat pada kotak txtcari, baik itu
berupa huruf, suku kata, dan kata itu sendiri. Script “%...%” yang berjalan
pada kotak txtcari berfungsi untuk mendetailkan kesamaan antara teks yang
ada pada kotak txtcari dengan teks yang ada pada database. Pendetailan
yang terjadi pada aplikasi ini adalah berupa huruf, suku kata dan kata itu
sendiri.
Menampilkan teks sesuai dengan teks yang dimasukkan pengguna
strSQL = "Select katadaerah from tblkata katadaerah " & _
"where katadaerah like '%" & strTextSearch & "%' order by katadaerah asc"
End If
Gambar 32. Kesamaan huruf
74
Gambar 33. Kesamaan suku kata
Gambar 34. Kesamaan kata
75
Setelah
melalui
proses-proses
di
atas,
dimulai
dari
proses
pengambilan teks pada database, kemudian proses penyamaan teks dari
kotak txtcari dengan teks yang ada dalam database, selanjutnya adalah
menampilkan teks yang telah diproses tadi pada tampilan menu utama
menggunakan script di bawah ini :
Menampilkan di kotak daftar bahasa sumber
With rs
If .RecordCount > 0 Then
.MoveFirst
intCounter = 1
While Not .EOF
Set lstX = lvbahasasumber.ListItems.Add(1, , Trim(!katadaerah))
intCounter = intCounter + 1
.MoveNext
Wend
End If
End With
3. Output
Output yang dihasilkan pemrosesan data dapat digolongkan ke dalam
4 macam bentuk, yaitu : tulisan, image, suara, dan bentuk yang hanya dapat
dibaca dan dimengerti komputer. Tiga yang pertama adalah output yang
dapat dipergunakan langsung oleh manusia, sedangkan yang ke empat
digunakan sebagai masukan untuk proses selanjutnya atau sebagai masukan
komputer yang lain.
Alat output dapat berbentuk :
76
1 Hardcopy, alat yang digunakan untuk mencetak tulisan, angka, karakter
khusus dan simbol serta image pada media hard (keras) seperti misalnya
kertas atau film. Misalnya Printer, Plotter, COM (Computer Output
Microform).
2 Softcopy, alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan, image pada
media soft (lunak) yang berupa sinyal elektronik. Misalnya video display,
flat planel display, speaker.
Pada aplikasi mammiri terdapat dua output, yaitu; output berupa
softcopy dan hardcopy. Bentuk dari softcopynya adalah berupa kamus digital
mammri dan file yang bereksitensi HTML, adapun untuk mendapatkan
hardcopy dari aplikasi mammiri dengan cara menggunakan fitur cetak yang
disediakn pada aplikasi.
77
Gambar 35. Output berupa kamus digital bahasa Arab
Gambar 36. Fasilitas cetak untuk membuat hardcopy berupa dokumen
78
C. Cara Penggunaan Mammiri Software
Dalam aplikasi mammiri terdapat 11 form, yang mana setiap form
mempunyai fungsi masing-masing, form tersebut ialah :
1. Form Menu Utama
2. Form Judul Kamus
3. Form Tambah Kata
4. Form Afiksasi
5. Form Contoh Kalimat
6. Form Cek Kata
7. Form Ekspor/Impor
8. Form Kritik dan Saran
9. Form About
10. Form Cetak
11. Form Pengaturan
Untuk mengetahui cara penggunaan mammiri software, di bawah ini
akan dijelaskan form yang terdapat dalam mammiri software serta fungsi
masing-masing
objek
yang
ada
padanya.
Angka
menunjukkan objek yang ada pada mammiri software.
berwarna
merah
79
3.1 Form Menu Utama
Form Menu Utama akan muncul pada saat pengguna pertama kali
menjalankan aplikasi mammiri software. Ada 19 objek penting dalam
form ini di antaranya :
Gambar 37. Form Menu Utama
1. Toolbar
Ada empat menu yang terdapat pada toolbar aplikasi mammir yang
pertama yaitu; berkas, alat, bantuan dan mammiri. Menu berkas berisi
lima submenu di antaranya; submenu judul kamus untuk memasukkan
80
judul kamus yang ingin dibuat, submenu ekspor/impor DB untuk
mengekspor dan mengimpor database, submenu tambah kata untuk
menambahkan kata pada aplikasi, submenu cetak untuk mencetak isi
database menjadi hardcopy, dan submenu keluar untuk keluar dari
aplikasi mammiri. Menu alat adalah kumpulan fasilitas untuk
memudahkan pengguna dalam pemrosesan database. submenu yang
terdapat dalam menu ini adalah submenu cek kata untuk mengecek
keter sedian kata dalam database. Menu bantuan berisi submenu kritik
dan saran berguna untuk pengembangan pada aplikasi mammiri.
Menu mammiri berisi tentang informasi mengenai aplikasi mammiri
sertanya mengetahui versi terbaru dari aplikasi tersebut.
2. Icon Mammiri software
Icon adalah sebuah gambar kecil yang menunjukan suatu file,
program, ataupun command. Pada mammiri software terdapat 2
gambar dalam iconnya, yaitu; perahu pinisi dan huruf lontara ma.
3. Nama Aplikasi
Nama dari aplikasi ini adalah Mammiri Software.
81
4. Kotak Masukkan Kata
Merupankan kotak tempat pengguna memasukkan teks untuk mencari
kata yang ingin di cari dalam aplikasi mammiri. Apabila pengguna ingin
mencari kata daerah atau kata Arab, terlebih dahulu pengguna harus
merubah sistem penulisan keyboard untuk menemukan kata yang
pengguna cari. Untuk mengubah sistem penulisan keyboard bisa
dengan cara menekan tombol kombinasi (Alt + Shift), atau dengan
cara memilih language bar di sebelah kanan bawah layar dekstop dan
memilih karakter yang ingin dicari.
Gambar 38. Icon Language Bar
5. Kotak Bahasa Sumber
Kotak ini berfungsi untuk menampilkan kata yang sesuai dengan teks
yang pengguna input dalam kotak Masukkan Kata tadi. Kotak ini juga
menampilkan kata-kata yang kemungkinan mempunyai kesamaan teks
yang pengguna input. Item atau kata yang ada pada kotak ini bisa di
82
pilih untuk mengaktifkan tombol edit atau untuk menghapus kata yang
terpilih.
6. Kotak Arti
Kotak ini akan menampilkan arti dari bahasa sumber ke dalam bahasa
indonesia ketika pengguna telah memilih atau memilih item kata pada
kotak bahasa sumber.
7. Kotak Kata Dasar
Kotak ini akan menampilkan kata dasar dari bahasa sumber ketika
pengguna telah memilih atau memilih item kata pada kotak bahasa
sumber.
8. Kotak Kelas Kata
Kotak ini akan menampilkan kelas kata bahasa sumber ketika
pengguna telah memilih atau memilih item kata pada kotak bahasa
sumber.
9. Kotak Afiksasi
Kotak ini akan menampilkan morfem terikat yang ada pada bahasa
sumber ketika pengguna telah memilih atau memilih item kata pada
kotak bahasa sumber.
83
10. Kotak Simbol Fonetik
Salah satu kelebihan aplikasi kamus ini dengan aplikasi kamus yang
lain adalah terletak pada kotak ini yang akan menampilkan simbol
fonetik bahasa sumber ketika pengguna telah memilih atau memilih
item kata pada kotak bahasa sumber.
11. Kotak Keterangan
Kotak ini akan menampilkan tambahan keterangan terhadap bahasa
sumber ketika pengguna telah memilih atau memilih item kata pada
kotak “bahasa sumber”.
12. Jumlah kata
Teks ini akan menampilkan jumlah kata yang telah dimasukkan.
13. Kotak Contoh kalimat bahasa sumber
Kotak ini akan menampilkan contoh kalimat bahasa sumber ketika
pengguna telah memilih atau memilih item kata pada kotak bahasa
sumber.
84
14. Kotak Arti contoh dalam bahasa Indonesia
Kotak ini akan menampilkan arti contoh kalimat bahasa sumber ke
dalam bahasa Indonesia ketika pengguna telah memilih atau memilih
item kata pada kotak bahasa sumber.
15. Tombol Edit Kata
Tombol ini berfungsi untuk mengedit kata yang telah terinput ke dalam
database. Tombol ini akan aktif ketika kata atau item telah dipilih
dalam kotak bahasa sumber. Form tambah kata berisi kata-kata yang
ingin diedit akan muncul ketika tombol ini telah dipilih.
85
Gambar 39. Tombol edit kata ketika aktif dan tidak aktif
16. Tombol Hapus
Tombol ini berfungsi untuk menghapus kata yang telah terinput ke
dalam database. tombol ini akan aktif ketika kata atau item pada kotak
bahasa sumber terpilih.
86
Gambar 40. Tombol Hapus kata ketika aktif dan tidak aktif
17. Tombol Cek Kata
Tombol ini membantu pengguna untuk masuk ke form cek kata. Form
cek kata berfungsi untuk mengecek ketersediaan kata dalam
database.
18. Tombol Tambah Kata
Tombol ini akan membantu pengguna untuk masuk ke form tambah
kata. Form Tambah Kata berfungsi untuk membantu pengguna untuk
87
memasukkan kata ke dalam database. Selain menggunakan tombol
ini, pengguna juga bisa menggunakan fungsi toolbar untuk masuk ke
form tambah kata dengan cara memilih submenu tambah kata pada
menu Berkas.
19. Picture Box
Objek gambar pada aplikasi mammiri software, berisi logo Unhas dan
logo Mammiri Software.
3.2 Form Judul Kamus
Form ini muncul setelah pengguna memilih submenu judul kamus
pada menu Berkas. Ada dua objek penting yang terdapat pada form
ini di antaranya :
Gambar 41. Form Judul Kamus
88
1. Kotak Judul Kamus
Kotak ini berfungsi untuk memasukkan judul kamus yang sesuai
untuk kamus digital yang akan dibuat. Selain latin, kotak ini
mendukung bahasa yang berkarakter unicode.
2. Tombol Simpan
Tombol ini berfungsi untuk menyimpan teks judul kamus ke dalam
database yang telah pengguna masukkan di kotak judul kamus.
3.3 Form Tambah Kata
Form ini muncul setelah pengguna memilih tombol tambah kata pada
form utama. Ada 17 objek penting dalam form ini di antaranya :
Gambar 42. Form Tambah Kata
89
1. Kotak Kata
Kotak untuk memasukkan teks kata ke dalam database. Kotak ini
mendukung bahasa-bahasa yang berkarakter unicode.
2. Kotak Arti
Kotak untuk memasukkan arti kata dari kata bahasa sumber yang
telah dimasukkan sebelumnya.
3. Kotak Kata Dasar
Kotak untuk memasukkan kata dasar dari bahasa sumber yang telah
dimasukkan sebelumnya.
4. Kotak Simbol Fonetik
Kotak untuk memasukkan simbol fonetik dari bahasa sumber yang
telah dimasukkan sebelumnya.
5. Kotak Kelas Kata
Kotak untuk memasukkan jenis kelas kata yang cocok untuk kata
bahasa sumber yang telah dimasukkan sebelumnya.
90
6. Kotak Afiksasi
Kotak untuk memilih morfem yang ada pada kata bahasa sumber yang
telah dimasukkan sebelumnya. Isi dari kotak afiksasi ini terantung
pada pengisian pada form tambah afiksasi, semakin banyak morfem
yang dimasukkan pada form tambah afiksasi”, semakin banyak pula
pilihan pada kotak afiksasi tersebut.
Gambar 43. Kotak Afiksasi
7. Tombol “+”
Tombol ini berfungsi untuk masuk ke form afiksasi untuk menambah
jumlah morfem yang dibutuhkan dari kosakata bahasa sumber yang
telah dimasukkan.
8. Kotak Daftar Afiksasi
Kotak ini berfungsi untuk menampilkan morfem-morfem yang telah
dipilih setelah tombol tambah dipilih.
91
Gambar 44. Proses pemilihan morfem
9. Tombol Hapus
Tombol ini berfungsi untuk menghapus morfem yang telah masuk di
kotak daftar afiksasi. Untuk menghapus morfem, pengguna tinggal
memilih morfem yang ingin dihapus pada kotak daftar afiksasi dengan
cara memilih satu kali, kemudian pengguna memilih tombol hapus.
10. Tombol Tambah
Tombol ini untuk menambahkan morfem ke kotak daftar afiksasi
setelah sebelumnya pengguna telah memilih morfem yang sesuai di
kotak afiksasi. Perbedaan fungsi antara tombol “+” dan tombol tambah
ialah tombol “+” berfungsi untuk memanggil form tambah Afiksasi,
sedangkan tombol tambah berfungsi untuk memasukkan morfem ke
kotak daftar afiksasi.
92
11. Kotak Contoh Kalimat
Kotak ini untuk menampilkan contoh kalimat dengan menggunakan
bahasa sumber. Kotak ini bisa menampung lebih dari 1 contoh kalimat.
12. Kotak Contoh Kalimat Indonesia
Fungsinya sama dengan kotak contoh kalimat. Hanya saja, contoh
kalimat di sini adalah contoh kalimat dalam bahasa Indonesia.
13. Tombol Tambah Kalimat
Sesuai dengan namanya, tombol ini berfungi untuk membuka form
tambah kalimat untuk menginput kalimat yang sesuai dengan kosakata
bahasa sumber.
14. Tombol Hapus Kalimat
Tombol ini berfungsi untuk menghapus kalimat yang ada pada kotak
contoh kalimat dan kotak contoh kalimat Indonesia. Pengguna memilih
atau memilih kalimat yang ingin dihapus pada kotak contoh kalimat
dilanjutkan dengan memilih tombol hapus kalimat.
93
15. Kotak Keterangan
Kotak ini berfungsi untuk menambahkan keterangan-keterangan yang
bisa menjelaskan tentang kosakata bahasa sumber yang dimasukkan.
16. Tombol Batal
Fungsi dari tombol ini adalah untuk membatalkan proses pengimputan.
17. Tombol Simpan
Tombol ini berfungsi untuk menyimpan kata bahasa sumber beserta
keterangannya ke dalam database.
3.4 Form Tambah Afiksasi
Form ini muncul setelah pengguna memilih tombol “+” pada Form
tambah kata. Ada lima objek penting dalam form ini di antaranya:
94
Gambar 45. Form Tambah Afiksasi
1. Kotak Morfem Terikat
Kotak ini berfungsi untuk menginput teks morferm terikat yang ada
pada kata bahasa sumber.
2. Kotak Istilah
Kotak ini berisi istilah-istilah seperti, awalan, sisipan, akhiran, klitik,
dan tanda “-“. Penggunaan tanda “-“ untuk kata yang tidak memiliki
morfem terikat.
95
3. Tombol Tambah
Tombol ini berfungsi untuk menambahkan morfem terikat beserta
istilahnya ke kotak daftar morfem pada objek nomor lima.
4. Tombol Hapus
Tombol untuk menghapus morfem dan istilah yang ada pada kotak
daftar morfem. Pengguna memilih atau memilih morfem yang ada
pada kotak daftar morfem. Setelah itu, dilanjutkan memilih tombol
hapus.
5. Kotak Daftar
Kotak untuk menampilkan morfem beserta istilahnya setelah
sebelumnya pengguna memilih tombol tambah.
3.5 Form Contoh Kalimat
Form ini muncul ketika pengguna memilih tombol tambah kalimat
pada form tambah kata. Ada empat objek penting dalam form ini di
antaranya:
96
Gambar 46. Form Contoh Kalimat
1. Kotak Contoh Kalimat
Kotak ini digunakan untuk memasukkan teks kalimat bahasa sumber.
2. Kotak Contoh Kalimat Indonesia
Kotak ini digunakan untuk memasukkan teks arti dalam bahasa
Indonesia dari contoh kalimat bahasa sumber.
3. Tombol Keluar
Tombol yang berfungsi untuk menutup atau keluar dari form contoh
kalimat.
97
4. Tombol Tambah
Tombol untuk menyimpan ke dua teks kalimat ke dalam database
dana menambahkannya pada kotak contoh kalimat pada form tambah
kata. Setelah pengguna memilih tombol ini, kedua kotak yang ada
pada form ini akan kosong dan siap diisi kembali dengan kalimat yang
lain.
3.6 Form Cek Kata
Salah satu kelebihan dari aplikasi ini adalah adanya fasilitas untuk
mengecek ketersedian kata dalam database, sehingga memudahkan
pengguna untuk menginput teks kosakata setiap bahasa. Dengan
fasilitas ini, pengguna akan mengetahui kata yang belum terdapat
dalam aplikasi, serta memudahkan pengguna dalam penulisan
kosakata. Form ini akan muncul ketika pengguna memilih tombol cek
yang ada pada form menu utama. Ada lima objek yang penting dalam
form ini di antaranya :
98
Gambar 47. Form Cek Kata
1. Kotak Cek Kata
Kotak ini berfungsi untuk menampung teks dalam bentuk beberapa
paragrap yang nantinya akan dicek ketersedian kata-katanya dalam
database. pengguna hanya menekan tombol (Ctrl + V) untuk
menyimpan teks-teks yang telah disalin sebelumnya dari dokumen
lain, baik itu dokumen yang berekstensi doc, ppt, pdf, dll.
2. Tombol Cek Kata
Dengan memilih tombol ini aplikasi akan memeriksa apakah teks-teks
yang terdapat pada kotak cek kata sudah terdapat dalam database
atau belum.
99
3. Kotak Kata yang ada pada kamus
Kotak ini menampilkan teks-teks yang sudah ada dalam kamus atau
database.
4. Kotak Kata yang belum ada pada kamus
Kotak ini akan menampilkan teks-teks yang belum terdapat pada
kamus atau database. pengguna hanya memilih salah satu teks pada
kotak ini dan langsung diarahkan ke form tambah kata, kata siap untuk
dimasukkan.
5. Teks Perhatian
Salah satu hal penting dalam menggunakan fasilitas ini adalah
pengguna sebaiknya tidak menggunakan tanda baca dalam penulisan
teks pada kotak cek kata.
3.7 Form Ekspor/Impor
Form
ini
akan
muncul
ketika
pengguna
memilih
submenu
ekspor/impor dalam menu berkas pada toolbar. Salah satu fungsi dari
fasilitas ini adalah mengganti database dengan database lain.
Sebagai contoh, jika pengguna A memiliki aplikasi mammiri dengan isi
database yang masih kosong dan pengguna B juga memiliki aplikasi
100
mammiri, tetapi database yang dimiliki pengguna B telah terisi banyak
kosakata bahasa. Pengguna A ingin juga memiliki database seperti
yang dimiliki oleh pengguna B, untuk menolong pengguna A,
pengguna
B
mengekspor
databasenya
kemudian
menyimpan
database tersebut ke media penyimpanan seperti flashdisk atau yang
lainnya, lalu memberikan media penyimpanan tersebut ke pengguna A
agar di impor masuk ke aplikasi yang dimiliknya, sehingga pengguna
A memiliki database aplikasi mammiri yang sama dengan pengguna B.
Fungsi lain dari fasilitas ini adalah ketika pengguna ingin mengunggah
aplikasi kamus digital yang telah dibuat ke internet, pengguna
diharuskan mengekspor database, kemudian melampirkan database
tersebut dengan aplikasi Mammiri Software. Ada dua objek yang
terdapat pada form ini di antaranya :
Gambar 48. Form Ekspor/Impor Database
101
1. Tombol Ekspor
Tombol ini berfungsi untuk memanggil form untuk menentukan
lokasi penyimpanan database yang akan diekspor. Ketika form itu
muncul, pengguna hanya menentukan di drive mana database itu
akan disimpan, kemudian memilih tombol ok.
Gambar 49. Form Mencari Lokasi Penyimpanan Database
102
2. Tombol Impor
Ketika tombol ini dipilih, pengguna akan di hadapkan dengan form
cari file database. pengguna mencari database yang akan diimpor
ke aplikasi, kemudian memilih tombol open.
Gambar 50. Form Cari File Database
3.8 Form Kritik dan Saran
Form ini muncuk ketika pengguna memilih submenu kirim saran
dalam menu bantuan pada toolbar. Fungsi form ini adalah
103
memberikan informasi seperti email dan website dari aplikasi Mammiri
Software kepada pengguna yang ingin memberika kritik dan sarannya.
Gambar 51. Form Kritik dan Saran
1. Email dari aplikasi Mammiri Software.
2. Website dari aplikasi Mammiri Software.
Saat
ini
website
pembuatan.
aplikasi
mammiri
software
dalam
tahap
104
3.9 Form About
Form ini muncul ketika pengguna memilih menu mammiri pada toolbar.
Form ini akan memberikan informasi mengenai mammiri yang
pengguna gunakan.
Gambar 52. Form Tentang Kami
105
3.10
Form Cetak
Form ini muncul ketika pengguna memilih submenu cetak dalam
menu berkas pada toolbar. Fungsi dari form ini adalah untuk
mencetak seluruh isi dari database.
Gambar 53. Form Cetak Database
1. Tombol Print
Tombol ini untuk menampilkan Form Print untuk mencetak
database. pada form print pengguna harus memilih printer yang
sedang aktif, kemudian memilih tombol print.
106
Gambar 54. Form Print
2. Tombol Ekspor ke HTML dan TXT
Tombol ini berfungsi untuk menampilkan form ekspor ke HTML
dan TXT, untuk mengekspor ke HTML, pada kotak Save as type
pengguna memilih pilihan “HTML (*.htm; *.html)”, sedangkan untuk
mengekspor ke TXT pengguna memilih pilihan “Text (*.txt)”,
selanjutnya memberi nama file yang akan diekspor, kemudian
107
memilih
tombol
save
untuk
menyimpan.
Kotak
Save
in
menandakan lokasi penyimpanan file yang telah di ekspor.
Gambar 55. Form Ekspor
3. Kotak Zoom
Kotak ini berfungsi untuk memperbesar ukuran tampilan dari
dokumen yang ingin dicetak. Tampilan standar dari dokumen
adalah 100%, ukuran yang terbesar 200%, dan terkecil 25%.
108
4. Tampilan Dokumen
Dokumen ini akan menampilkan seluruh isi database yang telah
dimasukkan. Teks dari dokumen ini tidak bisa diedit sebagaimana
teks yang ada pada aplikasi office lainnya.
3.11 Form Pengaturan
Saat ini form pengaturan masih belum diaktifkan. Secara umum fungsi
dari
form
ini
adalah
mengubah
bahasa
pada
seluruh
form
menggunakan bahasa Inggris, selain itu dengan form ini pengguna
bisa memilih ukuran font serta warna yang sesuai untuk tampilan
mammiri softwarenya.
Gambar 56. Form Pengaturan
109
D. Efektivitas Penggunaan Program Mamiri Software
Untuk melihat efektivitas penggunaan aplikasi ini, peneliti membagikan
kuesioner sebanyak 16 soal yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai
fasilitas, kemudahan dan tampilan dari aplikasi mammiri.
1. Kemudahan dalam mengerti aplikasi
Secara umum aplikasi mammiri ini dibuat untuk memudahkan
pengguna dalam pembuatan kamus digital. Bahasa yang digunakan
saat ini adalah bahasa Indonesia, mulai dari menu toolbar, teks pada
tombol dan keterangan pada objek kotak. Umpan balik yang diberikan
kepada pengguna juga menggunakan bahasa indonesia seperti
gambar di bawah ini :
Gambar 57. Umpan balik ketika pengguna telah menghapus kata
110
Hasil kuesioner dari mahasiswa terhadap kemudahan dalam mengerti
aplikasi ini dipaparkan dalam bentuk tabel dan Gambar seperti di
bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
3
17
18
1
0
Tabel 2. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam mengerti aplikasi
mammiri
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
2% 0%
8%
46%
44%
Gambar 58. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam mengerti
aplikasi mammiri
111
Terlihat pada Gambar 53, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”cukup” sebanyak 46 %, selanjutnya
jawaban “baik” sebanyak 44%, jawaban “baik sekali” sebanyak 8%,
jawaban “buruk” sebanyak 2%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa
kemudahan pengguna dalam mengerti aplikasi mammiri ini sudah
cukup baik.
2. Kemudahan dalam menjalankan aplikasi
Dalam
menjalankan
aplikasi
mammiri,
pengguna
diharuskan
menginstal beberapa komponen yang mendukung aplikasi mammiri
seperti;
aplikasi
AccessDatabaseEngine.exe
untuk
mendukung
penggunaan database Access 2010, font Lontara_Bugis_Makassar.ttf
untuk mendukung penggunaan font lontara, Ipa Keyboard untuk
mendukung penggunaan karakter simbol fonetik dan yang terakhir
adalah aplikasi mammiri itu sendiri.
Setelah proses penginstalan selesai, pengguna dihadapkan dengan
aplikasi mammiri yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi kamus
digital yang berkarakter unicode maupun yang berkarakter latin.
Kesulitan yang sering terjadi adalah ketika pengguna ingin pindah dari
karakter latin ke karakter unicode, begitu pula sebaliknya. Pengguna
112
diharuskan untuk mengarahkan kursor ke icon language bar untuk
merubah karakternya atau menekan tombol kombinasi (Alt + Shift).
Hasil
kuesioner
dari
mahasiswa
terhadap
kemudahan
dalam
menjalankan aplikasi mammiri ini dipaparkan dalam bentuk tabel dan
Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
6
14
18
1
0
Tabel 3. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam menjalankan
aplikasi
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
3%
46%
Buruk
Buruk Sekali
0% 15%
36%
Gambar 59. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam menjalankan
aplikasi mammiri
113
Terlihat pada Gambar 54, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”cukup” sebanyak 46 %, selanjutnya
jawaban “baik” sebanyak 36%, jawaban “baik sekali” sebanyak 15%,
jawaban “buruk” sebanyak 3%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa
kemudahan pengguna dalam menjalankan aplikasi mammiri ini sudah
cukup baik.
3. Petunjuk
yang
diberikan
dalam
membantu
pengguna
untuk
menggunakan aplikasi ini.
Petunjuk yang diberikan pada aplikasi ini berupa file yang berekstensi
pdf. File itu berisi gambar-gambar dari setiap form beserta objek-objek
yang ada padanya. Tiap objek pada gambar diberikan nomor dan
diberikan penjelasan sesuai dengan nomor yang ada pada objek.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi petunjuk yang
diberikan untuk membantu pengguna dalam menggunakan aplikasi
mammiri dipaparkan dalam bentuk tabel dan Gambar di bawah ini :
114
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
6
19
12
2
0
Tabel 4. Hasil kuesioner tentang Petunjuk yang diberikan dalam
membantu pengguna untuk menggunakan aplikasi mammiri
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
0%
5%
15%
31%
49%
Gambar 60. Hasil kuesioner tentang tentang Petunjuk yang diberikan
dalam membantu pengguna untuk menggunakan aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 55, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 49 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 31%, jawaban “baik sekali” sebanyak 15%,
115
jawaban “buruk” sebanyak 5%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa petunjuk
yang diberikan oleh penulis untuk mahasiswa dalam memudahkan
menggunakan aplikasi mammiri sudah baik.
4. Desain Tampilan
Ada beberapa desain komponen yang penulis gunakan untuk
menjadikan tampilan dari aplikasi ini menjadi lebih menarik di
antaranya, penggunaan warna biru langit pada warna latar form,
penggunaan font segor print pada objek teks dan teks pada tombol,
dan penggunaan font Matura MT Script Capitals pada nama Software
untuk memberikan nuansa klasik.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi desain tampilan
aplikasi mammiri dipaparkan dalam bentuk tabel dan Gambar seperti
di bawah ini :
116
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
8
25
5
0
0
Tabel 5. Hasil kuesioner tentang desain tampilan dari aplikasi mammiri
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
0% 0%
13%
21%
66%
Gambar 61. Hasil kuesioner tentang tentang desain tampilan dari
aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 56, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 66 %, selanjutnya
jawaban “baik sekali” sebanyak 21%, jawaban “cukup” sebanyak 13%,
jawaban “buruk” sebanyak 0%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
117
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa desain
tampilan aplikasi mammiri sudah baik.
5. Fasilitas untuk mengecek ketersedian kata dalam database.
Fasilitas ini dibuat untuk memudahkan pengguna dalam penulisan
kosakata. Fasilitas ini belum mampu membedakan antara kata dan
tanda baca, oleh karena itu pada form cek kata ada peringatan untuk
tidak menggunakan tanda baca pada kotak cek kata.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi fasilitas cek kata
pada aplikasi mammiri dipaparkan dalam bentuk tabel dan Gambar
seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
11
13
14
1
0
Tabel 6. Hasil kuesioner tentang fasilitas cek kata pada aplikasi
mammiri
118
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
3%
Buruk
Buruk Sekali
0%
28%
36%
33%
Gambar 62. Hasil kuesioner tentang fasilitas cek kata pada aplikasi
mammiri
Terlihat pada Gambar 57, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”cukup” sebanyak 36 %, selanjutnya
jawaban “baik” sebanyak 33%, jawaban “baik sekali” sebanyak 28%,
jawaban “buruk” sebanyak 3%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas
cek kata pada aplikasi mammiri cukup baik.
6. Kemudahan yang disediakan oleh aplikasi mammiri sebagai upaya
pemertahanan bahasa daerah di Sulawesi selatan.
119
Ada beberapa kemudahan yang penulis berikan pada aplikasi
mammiri,
seperti;
fasilitas
ekspor
dalam
bentuk
HTML
agar
memudahkan pengguna untuk menyimpan kamusnya pada website
atau blog, fasilitas cetak untuk mendokumentasikan kamus dalam
bentuk buku, dan yang lebih penting adalah output berupa aplikasi
kamus digital yang bisa disebarluaskan melalui media internet.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi Kemudahan yang
disediakan oleh aplikasi mammiri sebagai upaya pemertahanan
bahasa daerah di Sulawesi selatan dipaparkan dalam bentuk tabel dan
Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
20
7
11
1
0
Tabel 7. Hasil kuesioner tentang kemudahan yang disediakan oleh
aplikasi mammiri sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah di
Sulawesi selatan
120
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
3%
Buruk
Buruk Sekali
0%
28%
51%
18%
Gambar 63. Hasil kuesioner tentang Kemudahan yang disediakan
oleh aplikasi mammiri sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah di
Sulawesi selatan
Terlihat pada Gambar 58, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”Baik sekali” sebanyak 51 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 28%, jawaban “baik” sebanyak 18%,
jawaban “buruk” sebanyak 3%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa
Kemudahan yang disediakan oleh aplikasi mammiri sebagai upaya
pemertahanan bahasa daerah di Sulawesi selatan sudah sangat baik.
121
7. Tampilan font lontara yang digunakan pada aplikasi mammiri
Font
lontara yang digunakan dalam aplikasi ini adalah
font
Lontara_Bugis_Makassar.ttf yang dibuat oleh Yusring sanusi baso.
Sebenarnya penulis telah membuat keyboard unicode lontara untuk
digunakan secara universal, baik itu pada alat browser seperti mozilla,
dan aplikasi office, akan tetapi database yang penulis gunakan pada
aplikasi mammiri yaitu database access tidak mampu mengenali
keyboard lontara yang penulis buat, sehingga untuk membuat kamus
bahasa
daerah
penulis
hanya
menggunakan
font
Lontara_Bugis_Makassar.ttf.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi tampilan font
lontara yang digunakan pada aplikasi mammiri dipaparkan dalam
bentuk tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
5
28
5
1
0
Tabel 8. Hasil kuesioner tentang tampilan font lontara yang digunakan
pada aplikasi mammiri
122
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
2%
13%
Buruk
Buruk Sekali
0%
13%
72%
Gambar 64. Hasil kuesioner tentang tampilan font lontara yang
digunakan pada aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 59, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 72 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 13%, jawaban “baik sekali” sebanyak 13%,
jawaban “buruk” sebanyak 2%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa tampilan
font lontara yang digunakan pada aplikasi Mammiri sudah baik.
8. Tampilan font latin dalam aplikasi mammiri.
123
Font yang dimaksud di sini adalah font yang ada pada setiap objek
kotak pada form aplikasi Mammiri. Font latin yang digunakan dalam
aplikasi Mammiri adalah font MPH 2B Damase dan Lucida Bright.
Alasan penulis memilihnya karena font tersebut mendukung berbagai
karakter unicode.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi tampilan font latin
dalam aplikasi Mammiri dipaparkan dalam bentuk tabel dan Gambar
seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
11
21
6
1
0
Tabel 9. Hasil kuesioner tentang tampilan font latin dalam aplikasi
mammiri
124
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
3% 0%
15%
28%
54%
rew
Gambar 65. Hasil kuesioner tentang tampilan font latin dalam aplikasi
mammiri
Terlihat pada Gambar 60, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 54 %, selanjutnya
jawaban “baik sekali” sebanyak 28%, jawaban “cukup” sebanyak 15%,
jawaban “buruk” sebanyak 3%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa tampilan
font latin dalam aplikasi mammiri sudah baik.
125
9. Fasilitas cetak yang digunakan dalam aplikasi mammiri.
Salah satu kelebihan dari aplikasi mammiri adalah disediakannya
fasilitas
cetak
untuk
memudahkan
pengguna
untuk
mendokumentasikan kamusnya dalam bentuk buku. Fasilitas ini juga
memiliki kekurangan, seperti; teks yang tidak bisa diedit dan posisi
teks yang kurang teratur, akan tetapi penulis tetap berusaha untuk
mengembangkan aplikasi ini menjadi lebih baik.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi Fasilitas cetak
yang digunakan dalam aplikasi mammiri dipaparkan dalam bentuk
tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
11
17
10
1
0
Tabel 10. Hasil kuesioner tentang fasilitas cetak yang digunakan
dalam aplikasi mammiri
126
Jumlah
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
2% 0%
28%
26%
44%
Gambar 66. Hasil kuesioner tentang fasilitas cetak yang digunakan
dalam aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 61, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 44 %, selanjutnya
jawaban “baik sekali” sebanyak 28%, jawaban “cukup” sebanyak 26%,
jawaban “buruk” sebanyak 2%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas
cetak yang digunakan dalam aplikasi Mammiri sudah baik.
127
10. Fasilitas ekspor/impor database pada aplikasi mammiri
Tujuan penulis membuat fasilitas ini adalah untuk memudahkan
pengguna dalam mempublikasikan kamus digital melalui media
internet.
Hasil
kuesioner
dari
mahasiswa
dalam
menanggapi
fasilitas
ekspor/impor database pada aplikasi mammiri dipaparkan dalam
bentuk tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
14
17
8
0
0
Tabel 11. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor/impor database
pada aplikasi mammiri
128
Jumlah
0% 0%
20%
Baik Sekali
36%
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
44%
Gambar 67. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor/impor database
pada aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 62, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 44 %, selanjutnya
jawaban “baik sekali” sebanyak 36%, jawaban “cukup” sebanyak 20%,
jawaban “buruk” sebanyak 0%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas
ekspor/impor database pada aplikasi mammiri sudah baik.
11. Fasilitas edit kata pada aplikasi mammiri
Fasilitas ini sangat membantu dalam meminimalisasi kesalahan dalam
pengimputan teks. Adapun hasil kuesioner dari mahasiswa dalam
129
menanggapi fasilitas edit kata pada aplikasi mammiri dipaparkan
dalam bentuk tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
15
18
5
1
0
Tabel 12. Hasil kuesioner tentang fasilitas edit kata pada aplikasi
mammiri
Jumlah
3% 0%
13%
Baik Sekali
38%
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
46%
Gambar 68. Hasil kuesioner tentang fasilitas edit kata pada aplikasi
mammiri
130
Terlihat pada Gambar 63, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 46 %, selanjutnya
jawaban “baik sekali” sebanyak 38%, jawaban “cukup” sebanyak 13%,
jawaban “buruk” sebanyak 3%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas
edit kata pada aplikasi Mammiri sudah baik.
12. Kemudahan dalam menyebarluaskan kamus bahasa daerah yang
telah dibuat.
Fasilitas-fasilitas
yang
memudahkan
pengguna
dalam
menyebarluaskan kamus digital yang telah dibuatnya adalah fasilitas
ekspor ke dalam bentuk file HTML, fasilitas cetak, dan fasilitas
ekspor/impor database. Fasilitas ekspor ke HTML dan ekspor/impor
database digunakan untuk menyebarluaskan kamus digital melalui
media
internet,
sedangkan
fasilitas
cetak
digunakan
untuk
menyebarluaskan kamus melalui media cetak. Adapun hasil kuesioner
dari
mahasiswa
dalam
menanggapi
kemudahan
dalam
menyebarluaskan kamus bahasa daerah yang telah dibuat dipaparkan
dalam bentuk tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
131
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
7
20
12
0
0
Tabel 13. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam
menyebarluaskan kamus bahasa daerah yang telah dibuat
Jumlah
0% 0%
18%
Baik Sekali
31%
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
51%
Gambar 69. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam
menyebarluaskan kamus bahasa daerah yang telah dibuat
Terlihat pada Gambar 64, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 51 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 31%, jawaban “baik sekali” sebanyak 31%,
132
jawaban “buruk” sebanyak 0%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa
kemudahan
yang
disediakan
aplikasi
mammiri
dalam
menyebarluaskan kamus bahasa daerah yang telah dibuat sudah baik.
13. Karakter fonetik yang digunakan dalam aplikasi mammiri.
Karakter fonetik yang digunakan dalam aplikasi ini adalah fonetik Ipa
Keyboard. Penulis mengakui bahwa pengguan karakter fonetik ini
cukup sulit, karena begitu banyak simbol-simbol fonetik yang
digunakan, sehingga membutuhkan tombol kombinasi yang banyak
pula.
Adapun hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi karakter
fonetik yang digunakan dalam aplikasi mammiri dipaparkan dalam
bentuk tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
7
21
9
2
0
Tabel 14. Hasil kuesioner tentang karakter fonetik yang digunakan
dalam aplikasi mammiri
133
Jumlah
0%
5%
18%
Baik Sekali
23%
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
54%
Gambar 70. Hasil kuesioner tentang karakter fonetik yang digunakan
dalam aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 65, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 54 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 23%, jawaban “baik sekali” sebanyak 18%,
jawaban “buruk” sebanyak 5%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Daris tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa
kemudahan yang disediakan aplikasi Mammiri tentang karakter fonetik
yang digunakan dalam aplikasi mammiri sudah baik.
134
14. Fasilitas ekspor database dalam bentuk HTML
Keunggulan dari fasilitas ini adalah database yang telah diekspor
dalam bentuk HTML bisa dengan langsung diupload ke website atau
blog, sedangkan kekurangan dari fasilitas ini adalah teks yang
dihasilkan dalam bentuk HTML
bukanlah sebuah karakter seperti
aslinya, teks yang dihasilkan berupa file image yang tidak bida diedit
oleh pengguna.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi tentang fasilitas
ekspor database dalam bentuk HTML pada aplikasi mammiri
dipaparkan dalam bentuk tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
5
21
12
1
0
Tabel 15. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam
bentuk HTML pada aplikasi mammiri
135
Jumlah
2% 0%
13%
Baik Sekali
31%
Baik
Cukup
Buruk
54%
Buruk Sekali
Gambar 71. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam
bentuk HTML pada aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 66, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 54 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 31%, jawaban “baik sekali” sebanyak 13%,
jawaban “buruk” sebanyak 2%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas
ekspor database dalam bentuk HTML pada aplikasi mammiri sudah
baik.
136
15. Fasilitas penambahan kata dalam aplikasi mammiri.
Fasilitas ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam aplikasi. Tanpa
fasilitas ini proses penginputan teks tidak dapat dilakukan. Besar form
ini terbesar kedua setelah form utama, itu menandakan banyaknya
objek yang terdapat pada form ini.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi tentang fasilitas
penambahan kata dalam aplikasi mammiri dipaparkan dalam bentuk
tabel dan Gambar seperti di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
4
24
11
0
0
Tabel 16. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam
bentuk HTML pada aplikasi mammiri
137
Jumlah
0% 0%
10%
Baik Sekali
28%
Baik
Cukup
Buruk
62%
Buruk Sekali
Gambar 72. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam
bentuk HTML pada aplikasi mammiri
Terlihat pada Gambar 67, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 62 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 28%, jawaban “baik sekali” sebanyak 10%,
jawaban “buruk” sebanyak 0%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas
ekspor database dalam bentuk HTML pada aplikasi mammiri sudah
baik.
138
16. Aplikasi secara keseluruhan
Secara keseluruhan aplikasi ini banyak memberikan fasilitas-fasilitas
yang tidak dimiliki kamus digital yang lain. Kemudahan-kemudahan
yang disediakan untuk menyebarluaskan kamus digital yang telah
dibuat, baik itu dalam bentuk aplikasi, HTML dan dokumen yang siap
dicetak. Mendukung banyak karakter unicode, sehingga bahasabahasa yang berkarakter non-latin dapat menggunakan aplikasi ini
untuk membuat kamus digital bahasanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa
aplikasi mammiri saat ini masih mempunyai kekurangan-kekurangan
pada fasilitas-fasilitas yang disediakan seperti yang dijelaskan
sebelumnya.
Hasil kuesioner dari mahasiswa dalam menanggapi tentang aplikasi
mammiri secara keseluruhan dipaparkan dalam bentuk tabel dan
Gambar seperti di bawah ini :
139
No
1
2
3
4
5
Jawaban
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
Buruk Sekali
Jumlah
8
16
15
0
0
Tabel 17. Hasil kuesioner tentang aplikasi mammiri secara
keseluruhan
Jumlah
0% 0%
21%
38%
Baik Sekali
Baik
Cukup
Buruk
41%
Buruk Sekali
Gambar 73. Hasil kuesioner tentang aplikasi mammiri secara
keseluruhan
Terlihat pada Gambar 68, jawaban yang paling banyak dipilih oleh
mahasiswa adalah jawaban ”baik” sebanyak 41 %, selanjutnya
jawaban “cukup” sebanyak 38%, jawaban “baik sekali” sebanyak 21%,
140
jawaban “buruk” sebanyak 0%, dan jawaban “buruk sekali” sebanyak
0%. Dari tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi
Mammiri secara keseluruhan sudah baik.
141
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Perancangan dari aplikasi mammiri dibagi menjadi empat tahap, tahap
yang pertama adalah mendesain tampilan dari aplikasi mammiri, tahap kedua
menentukan dan membuat database, tahap ketiga pembuatan script untuk
memberi menghubungkan dan memberi fungsi pada setiap objek, dan tahap
yang keempat menjadikan proejct aplikasi mammiri menjadi sebuah aplikasi
yang siap dijalankan melalui tool package pada visual basic 6.0.
Hasil penelitian ini menghasilkan dua versi mammiri, yaitu; mammiri
versi unicode dan mammiri versi lontara. Mammiri versi unicode dapat
mendukung dalam pembuatan kamus digital bahasa yang berkarakter
unicode seperti; bahasa Arab, Cina, Jerman, Prancis, Jepang, dll, adapun
mammiri versi lontara hanya dapat membuat kamus bahasa daerah yang
menggunakan aksara lontara.
Pemrosesan bahasa alami, baik itu yang berkarakter unicode maupun
latin berjalan dengan baik, kecuali karakter unicode lontara yang masih perlu
142
pengembangan dalam pembuatan karakternya. Solusi dari permasalahn ini
adalah dibuatnya aplikasi mammiri yang khusus untuk akasara lontara, akan
tetapi yang digunakan pada aplikasi ini bukan dari karakter lontara,
melainkan font lontara.
Agar pengguna bisa lebih mudah dalam menggunakan aplikasi
mammiri ini, dibuatlah instruksi tentang cara penggunaannya. Instruksi ini
berupa gambar form dan objek pada aplikasi mammiri. Gambar form
diberikan nomor, dan setiap nomor dijelaskan menurut objek yang ada pada
nomor tersebut.
Dilihat dari hasil keseluruhan hasil kuisioner mulai dari fasilitas,
kemudahan dan desain tampilan dapat disimpulkan bahwa efektifitas
penggunaan aplikasi mammiri sofware sudah baik.
B. Saran
1. Diharapkan dengan adanya aplikasi mammiri software dapat
membantu dalam pelestarian bahasa khususnya bahasa daerah di
Sulawesi Selatan.
2. Diharapkan dengan adanya aplikasi mammiri software dapat
membantu dalam pembuatan kamus digital yang berkarakter
unicode.
143
3. Sebagai
bahan
untuk
komputerisasi linguistik.
penelitian
berikutnya
pada
bidang
144
DAFTAR PUSTAKA
Admin.
2012.
Pemrosesan
Bahasa
Alami,
(http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrosesan bahasa alami.
tanggal 11 april 2012).
(online),
Diakses
Admin.
2012.
Aksara
Lontara,
(online),
(http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Lontara. Diakses tanggal 12 April
2012).
Akhmad Arry. 2004. Teknologi Pemrosesan Bahasa Alami sebagai Teknologi
Kunci untuk Meningkatkan Cara Interaksi antara Manusia dengan
Mesin. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Ary. Setyadi H. Tanpa Tahun. Dasar Pemrograman Visual Basic, (online),
(http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2010/02/dasarpemrograman-visual-basic1.pdf, diakses 15 April 2012).
Baso
Yusring.
2010.
Aksara
Lontara,
(online),
(http://www.unhas.ac.id/arab/el_temp.php?5f27c0c3255cdb309f7ed3
4f87dbf2bfb24535a42db0546e3b49cdcdaf0d691aab0e474b51fa3bb
17442e67cd8e71431, diakses pada tanggal 3 Juni 2010)
Baso, Y. S. (2008). Karakter Angka dan Diakritik Aksara Lontara serta
Pemanfaatan Multi Media Interaktif untuk Pembelajaran Bahasa
Makassar di Sulawesi Selatan. Jurnal Lensa Budaya, 31.
Baso, Y. S. (2014). Program True Type Font Aksara Lontarak dan
Pengintegrasiannya dalam Program Multimedia Interaktif untuk
Pembelajaran Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan. Seminar
Tahunan Linguistik Tigkat Internasional (p. 312). Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.
Darmayuda Ketut. 2009. Pemrograman Aplikasi Database dengan Microsoft
Visual Basic. Net 2008. Informatika. Bandung.
Dimas.
2010.
Kegunaan
karakter
Unicode,
(online),
(http://rupinozchocolatos.bloan-karakter-unicode.html, diakses 23
Juni 2012).
Hadi Sutopo Ariesto. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Pendidikan. Graha Ilmu. Yogyakarta.
145
Junindar. 2010. Learning and Practising Visual Basic 10 + Ms. Access 2010.
Skripta Media Creative. Yogyakarta.
Kaseng Sjaruddin. 1992. Linguistik Terapan pengantar Menuju Pengajaran
yang Sukses. Ikip Ujung Pandang. Ujung Pandang.
Murhada, Ceng Giap Yo. 2011. Pengantar Teknologi Informasi. Mitra
Wacana Media. Jakarta.
Mooney
Raymond J. 2010. Artificial Intelligence Natural Language
Processing. University of Texas at Austin. Amerika Serikat.
Pateda Mansoer. 1991. Linguistik Terapan. Nusa Indah. Yogyakarta.
Priyanto Rahmat. 2009.Langsung bisa Visual Basic. Net 2008. Andi
Yogyakarta. Yogyakarta.
Purbo Onno. 2009. Module 1 : Pengenalan Dasar Tentang Visual Basic 6.0,
(online), (http://kambing.ui.ac.id/onnopurbo/library/library-ref-ind/refind-2/application/programming/Module%201%20%20Pengenalan%20Dasar%20Tentang%20Visual%20Basic%206.0.
pdf, diakses 15 April 2012).
Ramadhana Esa. Identitas. Desember, 2011. Melestarikan Bahasa Ibu, 6.
Rijal Khaerul. 2010. Form dan Property dalam Visual Basic, (online),
(http://khairurrijalislami.wordpress.com/2010/02/26/form-danproperties-visual-basic/, diakses 17 April 2012)
Satria.
2012.
Unicode,
(http://satriaskyterror.wordpress.com/2012/02/12/unicode/,
27 Juni 2012).
(online)
diakses
Sadeli Muhammad. 2009. Visual Basic. Net 2008 untuk orang awam.
Maxikom. Palembang.
Santoso Insap. 2010. Interaksi Manusia dan Komputer. Edisi kedua. Andi
Offset. Yogyakarta.
Suarga. 2012. Algoritma dan Pemrograman. Penerbit Andi. Yogyakarta
146
Sutojo, Mulyanto Edy, dan Suhartono Vincent. 2011. Kecerdasan Buatan.
Andi Offset. Yogyakarta.
Turban Efrain and Aronson Jay. E. 2001. Knowledge-Based Decision
Support: Artificial Intelligence and Expert Systems. Chapter 10.
(online), (http://www.dicksmart.net/cis325/ch10.pdf, diakses 15 April
2012).
Turing Alan. 1950. Computer Machinery and Intelligence. Vol. 59, No. 236.
Oxford University Press. oxford. Britania.
Wira Danu. 2009. Modul Pelatihan Visual Basic – Access, (online),
(http://bangdanu.files.wordpress.com/2009/02/vbasic-access.pdf
,
diakses
17
April
2012).
PERANCANGAN DAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN KAMUS
DIGITAL BAHASA DAERAH DI SULAWESI SELATAN
DESIGN AND EFFECTIVENESS THE USE OF DIGITAL
DICTIONARY OF LOCAL LANGUAGE IN SOUTH SULAWESI
ANDI AGUSSALIM
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
PERANCANGAN DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI KAMUS
DIGITAL BAHASA DAERAH DI SULAWESI SELATAN
Tesis
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Magister
Program Studi
Linguistik
Disusun dan diajukan oleh
ANDI AGUSSALIM
Kepada
PROGRAMPASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
TESIS
PERANCANGAN DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI KAMUS
DIGITAL BAHASA DAERAH DI SULAWESI SELATAN
Disusun dan diajukan oleh
ANDI AGUSSALIM
Nomor Pokok P0500210009
Telah Dipertahankan di depan Panitia Ujian Tesis Pada tanggal 23 Juli 2012
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Menyetujui
Komisi Penasihat,
Prof. Dr. Lukman, M.S.
Ketua
Ketua Program Studi
Linguistik,
Dr. Hj. Nurhayati, M.Hum.
Dr. Gusnawaty, M.Hum.
Anggota
Direktur Program Pascasarjana
Universitas Hasanuddin
Prof. Dr. Ir. Mursalim, M. Sc.
iv
PERNYATAAN KEASLIAN TESIS
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
: Andi Agussalim
Nomor Mahasiswa : P0500210009
Program Studi
: Linguistik
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tesis yang saya tulis ini
benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan
pengambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain. Apabila di kemudian hari
terbukti atau dapat dibuktikan bahwa sebagian atau keseluruhan tesis ini
hasil karya orang lain, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan
tersebut.
Makassar, 23 Juli 2012
Yang menyatakan
Andi Agussalim
v
PRAKATA
Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kepada Allah subhaanahuu
wa ta’alaa, karena hanya dengan izin-Nya akhirnya hambatan demi
hambatan dapat teratasi. Tesis ini disusun sebagai salah satu persyaratan
untuk menyelesaikan studi di Universitas Hasanuddin, Program Pascasarjana
Program Studi Linguistik.
Penulis memperoleh banyak bantuan, baik secara moral maupun
material dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala ketulusan hati,
perkenankanlah penulis mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan
yang tinggi kepada:
1. Prof. Dr. Lukman,
M.S., dan Dr. Gusnawaty,
M.Hum.,selaku
pembimbing I dan II, yang dengan tulus dan penuh perhatian
memberikan petunjuk dan bimbingan sejak rencana penelitian sampai
tahap penyelesaian tesis ini.
2. Prof. Dr. Tadjuddin Maknun, S.U., Prof. Dr. Abd. Hakim Yassi, M.A.,
dan Dr. Ery Iswary, M.Hum., selaku penguji yang telah banyak
memberikan masukan dalam upaya penyempurnaan tesis ini.
3. Dr. Hj. Nurhayati, M.Hum., selaku Ketua Program Studi (KPS)
Linguistik, yang dengan kearifan beliau telah memberikan perhatian
dan
bimbingan
selama
penulis
Pascasarjana Linguistik Unhas.
menempuh
studi
di
Program
vi
4. Ayahanda Drs. H. Nasaruddin Bin A, dan Ibunda Dra. Hj. Andi Sitti
Hadrah Lampe, yang senantiasa memberikan kasih sayang dan doa
bagi penulis.
5. Segenap saudara (Andi Agung Nasaruddin, Andi Ayu Maptuhah, S.Si.,
Apt., dan Andi Baso Aqil Nasaruddin, S.Pd I) atas doa dan motivasi
selama penulis melaksanakan studi.
6. Adinda Sulastri Said, S.Kep., Ns., yang senantiasa memberikan
motivasi dan semangat bagi penulis.
7. Sahabat Asrul Ismail, yang telah meluangkan waktunya untuk
memberikan masukan dalam penyelesaian aplikasi mammiri.
Rekan-rekan mahasiswa Program Pascasarjana Unhas terutama
Simon Petrus, S.S., Illangsari, S.S., Abd. Kasim Achmad, S.Pd., dan Ratu Siti
Ithriah, S.S., yang telah memberikan bantuan, motivasi, kritik dan saran, serta
kerjasama selama perkuliahan dan penyusunan tesis.
Dari lubuk hati yang paling dalam, penulis berdoa semoga Allah
subhaanahuu wa ta’alaa membalas semua kebaikan mereka dengan sebaikbaik balasan.
Akhirnya penulis berharap, semoga karya sederhana ini dapat
bermanfaat bagi yang membacanya dan berguna bagi pengembangan ilmu.
Makassar, 24 Juli 2012
Penulis
vii
ABSTRAK
ANDI AGUSSALIM. Perancangan dan Efektifitas Penggunaan Aplikasi
Kamus Digital Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Lukman
dan Gusnawaty).
Penelitian ini bertujuan (1) merancang aplikasi kamus digital, (2)
menjelaskan proses pemrosesan bahasa alami yang terjadi pada aplikasi
kamus digital, (3) cara penggunaan program mammiri software, dan (4)
efektivitas penggunaan program aplikasi mammiri dalam pembuatan kamus
digital.
Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Hasanuddin. Metode
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah perancangan dan pengujian
aplikasi dengan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan
Sastra Daerah Konsentrasi PSGBD angkatan 2009 Universitas Hasanuddin.
Data kuesioner dianalisis dengan menggunakan program statistik microsoft
excel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat tahap dalam
pembuatan aplikasi mammiri, yaitu; desain tampilan, pembuatan database,
penulisan script, dan package. Selanjutnya penelitian ini menghasilkan dua
aplikasi mammiri, yaitu; aplikasi mammiri unicode dan aplikasi mammiri
lontara. Pemrosesan bahasa alami di kedua aplikasi tersebut berjalan
dengan baik. Untuk memudahkan pengguna, file cara penggunaan didesain
dengan tampilan gambar form beserta objek-objeknya dan diberi nomor pada
setiap objek. Kemudian objek tersebut diberikan keterangan sesuai dengan
nomor yang ada padanya. Penggunaan aplikasi mammiri, dilihat dari
kemudahan menjalankannya, desain tampilan, dan fasilitas-fasilitas yang ada
padanya menunjukkan hasil yang baik.
viii
ABSTRACT
ANDI AGUSSALIM. Design and effective use of digital dictionary the local
language in south sulawesi. (consulted by Lukman and Gusnawaty)
The reseach aims to (1) design digital dictionary application, (2) describe the
process of natural language that occur in digital dictionary application, (3) the
ways using software Mammiri, (4) effective use of the programm .Mammiri
application in the make of digital dictionary.
The reseach was in Hasanuddin University. The method by using design and
application testing with questionnaire. The sample are students of Local
Letters, the concetration of PSGBD, 2009 0f UNHAS. Questionnaire data
were analyzed by using statistic excel microsoft.
The result of this reseach that there are four stages of make Mammiri
application are display design, make of database, take turn of script and
package. While, the result two Mammiri application that Unicode Mammiri
application and Lontara Mammiri application. The process natural language in
the two application run the good for give easy to the user. The ways using to
the file were designed with picture display form and its objects and gave
number in the each object. Thus, the object given the explanation in
accordance with the numbers it, the use of Mammiri application seen from
easy of display design and facilities to show good result.
ix
DAFTAR ISI
halaman
PERNYATAAN KEASLIAN ............................................................................ iv
PRAKATA .......................................................................................................v
ABSTRAK ..................................................................................................... vii
ABSTRACT ................................................................................................. viii
DAFTAR ISI ................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xi
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiii
I. PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A.
Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1
B.
Identifikasi Masalah ............................................................................. 6
C.
Rumusan Masalah ............................................................................... 6
D.
Tujuan Penelitian ................................................................................. 7
E.
Manfaat dan Kegunaan Penelitian ....................................................... 7
II. TINJAUAN PUSTAKA................................................................................ 9
A.
Landasan Teori .................................................................................... 9
B.
Kerangka Pemikiran ........................................................................... 47
x
III. METODE PENELITIAN ........................................................................... 48
A.
Jenis Penelitian .................................................................................. 48
B.
Waktu dan Lokasi Penelitian .............................................................. 48
C.
Alat dan Bahan Penelitian .................................................................. 48
D.
Populasi dan Sampel Penelitian ......................................................... 49
E.
Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 50
F.
Definisi Operasional ........................................................................... 50
G. Teknik Analisis Data .......................................................................... 51
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................................. 52
A.
Perancangan Aplikasi Mammiri .......................................................... 52
B.
Pemrosesan Bahasa Alami (Bahasa Berkarakter Unicode) ............... 62
C.
Cara Penggunaan Mammiri Software ................................................ 78
D.
Efektivitas Penggunaan Program Mamiri Software .......................... 109
V. PENUTUP ............................................................................................. 141
A.
Kesimpulan ...................................................................................... 141
B.
Saran ............................................................................................... 142
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 144
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................1447
xi
DAFTAR TABEL
nomor
halaman
1. Pengaruran property.............................................................................. 41
2. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam mengerti aplikasi mammiri . 110
3. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam menjalankan aplikasi ......... 112
4. Hasil kuesioner tentang Petunjuk yang diberikan dalam membantu
pengguna untuk menggunakan aplikasi mammiri .................................. 114
5. Hasil kuesioner tentang desain tampilan dari aplikasi mammiri ............. 116
6. Hasil kuesioner tentang fasilitas cek kata pada aplikasi mammiri .......... 117
7. Hasil kuesioner tentang kemudahan yang disediakan oleh aplikasi
mammiri sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah di Sulawesi
selatan................................................................................................... 119
8. Hasil kuesioner tentang tampilan font lontara yang digunakan pada
aplikasi mammiri .................................................................................... 121
9. Hasil kuesioner tentang tampilan font latin dalam aplikasi mammiri....... 123
10. Hasil kuesioner tentang fasilitas cetak yang digunakan dalam aplikasi
mammiri ................................................................................................ 125
11. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor/impor database pada aplikasi
mammiri ................................................................................................ 127
12. Hasil kuesioner tentang fasilitas edit kata pada aplikasi mammiri .......... 129
xii
13. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam menyebarluaskan kamus
bahasa daerah yang telah dibuat .......................................................... 131
14. Hasil kuesioner tentang karakter fonetik yang digunakan dalam
aplikasi mammiri .................................................................................... 132
15. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam bentuk HTML
pada aplikasi mammiri ........................................................................... 134
16. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam bentuk HTML
pada aplikasi mammiri ........................................................................... 136
17. Hasil kuesioner tentang aplikasi mammiri secara keseluruhan .............. 139
xiii
DAFTAR GAMBAR
nomor
halaman
1. Program pada bahasa mesin ................................................................. 19
2. Program dalam bahasa assembly ......................................................... 20
3. Program pada bahasa pemrograman prosedural .................................. 20
4. Program pada bahasa pemrograman berorientasi objek C++ ............... 23
5. Program menggunakan ActionScript ..................................................... 24
6. Lembar kerja Visual Basic 6 .................................................................. 28
7. Komponen Standar dalam Toolbox ....................................................... 29
8. Jendela New Project untuk memilih jenis project di sesuaikan ............. 32
9. Tampilan form pada saat memuai pembuatan aplikasi .......................... 33
10. Label pada Aplikasi ............................................................................... 34
11. Textbox pada Aplikasi ........................................................................... 34
12. Button pada Aplikasi .............................................................................. 35
13. Radiobutton pada Aplikasi ..................................................................... 36
14. Panel dan Groupbox pada Aplikasi........................................................ 36
15. Listbox pada Aplikasi ............................................................................. 37
16. Combobox pada Aplikasi ....................................................................... 38
17. Picturebox pada Aplikasi ....................................................................... 38
18. Listview pada Aplikasi ........................................................................... 39
xiv
19. Richtextbox pada Aplikasi ..................................................................... 40
20. Tipe Project Standard EXE .................................................................... 53
21. Tampilan kerja visual basic, pembuatan objek, pemberian nama objek,
dan pengaturan property dari objek ....................................................... 55
22. Pemilihan tipe database ........................................................................ 57
23. Tabel dan kolom pada database ........................................................... 57
24. Proses package project aplikasi mammiri .............................................. 61
25. Jendela Judul Kamus pada Aplikasi Mammiri ........................................ 64
26. Tabel Setting dalam Database Access .................................................. 64
27. Proses penyimpanan teks ke database ................................................. 65
28. Proses penyimpana teks ke dalam database ........................................ 68
29. Teks yang mengalami event change pada kotak txtcari......................... 70
30. Menampilkan seluruh teks jika tidak ada tek pada kotak txtcari ............. 72
31. Lokasi pengambilan kata dalam database ............................................. 72
32. Kesamaan huruf .................................................................................... 73
33. Kesamaan suku kata ............................................................................. 74
34. Kesamaan kata ..................................................................................... 74
35. Output berupa kamus digital bahasa Arab ............................................. 77
36. Fasilitas cetak untuk membuat hardcopy berupa dokumen ................... 77
37. Form Menu Utama ................................................................................ 79
38. Icon Language Bar ................................................................................ 81
39. Tombol edit kata ketika aktif dan tidak aktif ........................................... 85
xv
40. Tombol Hapus kata ketika aktif dan tidak aktif ....................................... 86
41. Form Judul Kamus ................................................................................ 87
42. Form Tambah Kata ............................................................................... 88
43. Kotak Afiksasi ........................................................................................ 90
44. Proses pemilihan morfem ...................................................................... 91
45. Form Tambah Afiksasi........................................................................... 94
46. Form Contoh Kalimat............................................................................. 96
47. Form Cek Kata ...................................................................................... 98
48. Form Ekspor/Impor Database ............................................................... 100
49. Form Mencari Lokasi Penyimpanan Database ..................................... 101
50. Form Cari File Database ...................................................................... 102
51. Form Kritik dan Saran........................................................................... 103
52. Form Tentang Kami .............................................................................. 104
53. Form Cetak Database .......................................................................... 105
54. Form Print ............................................................................................ 106
55. Form Ekspor ......................................................................................... 107
56. Form Pengaturan ................................................................................. 108
57. Umpan balik ketika pengguna telah menghapus kata........................... 109
58. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam mengerti aplikasi mammiri 100
54. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam menjalankan aplikasi
mammiri ............................................................................................... 112
xvi
55. Hasil kuesioner tentang tentang Petunjuk yang diberikan dalam
membantu pengguna untuk menggunakan aplikasi mammiri ............... 114
56. Hasil kuesioner tentang tentang desain tampilan dari aplikasi
mammiri ............................................................................................... 116
57. Hasil kuesioner tentang fasilitas cek kata pada aplikasi mammiri ......... 118
58. Hasil kuesioner tentang Kemudahan yang disediakan oleh aplikasi
mammiri sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah di Sulawesi
selatan ................................................................................................. 120
59. Hasil kuesioner tentang tampilan font lontara yang digunakan pada
aplikasi mammiri .................................................................................. 122
60. Hasil kuesioner tentang tampilan font latin dalam aplikasi mammiri ...... 124
61. Hasil kuesioner tentang fasilitas cetak yang digunakan dalam
aplikasi mammiri .................................................................................. 126
62. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor/impor database pada aplikasi
mammiri ............................................................................................... 128
63. Hasil kuesioner tentang fasilitas edit kata pada aplikasi mammiri ......... 129
64. Hasil kuesioner tentang kemudahan dalam menyebarluaskan kamus
bahasa daerah yang telah dibuat ......................................................... 131
65. Hasil kuesioner tentang karakter fonetik yang digunakan dalam
aplikasi mammiri .................................................................................. 133
66. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam bentuk
HTML pada aplikasi mammiri ............................................................... 135
67. Hasil kuesioner tentang fasilitas ekspor database dalam bentuk
HTML pada aplikasi mammiri ............................................................... 137
68. Hasil kuesioner tentang aplikasi mammiri secara keseluruhan ............ .139
Download