BAB I PENDAHULUAN

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama
kematian di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan
oleh kanker, di antaranya kanker paru, kanker hati,
kanker perut, kanker
kolorektal, dan kanker payudara. Kanker payudara merupakan penyebab terbesar
kematian setiap tahunnya (Kemenkes RI, 2015).
Kanker payudara adalah Kanker yang terjadi karena terganggunya sistem
pertumbuhan sel di dalam jaringan payudara. Payudara tersusun atas kelenjar
susu, jaringan lemak, kantung penghasil susu, dan kelenjar getah bening. Sel
abnormal bisa tumbuh di empat bagian tersebut, dan mengakibatkan kerusakan
yang lambat tetapi pasti menyerang payudara (Nurcahyo, 2010).
Selama
pembedahan,
ini
pengobatan
radiasi,
kanker
kemoterapi,
pada
umummnya,
terapi hormonal,
dilakukan
dengan
dan target biological
theraphy. Kemoterapi adalah salah satu pengobatan pada terapi kanker yang
sering digunakan (Chen et al., 2012). Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa
penggunaan kemoterapi banyak menimbulkan efek samping. Efek samping
jangka pendek yang sering muncul biasanya mual, muntah, kebotakan, dan
supresi sumsum tulang. Selain itu efek samping jangka panjang yang mungkin
terjadi seperti infertilitas,
kegagalan ovarium, dan disfungsi kognitif. Efek
samping tersebut terjadi berkaitan dengan dosis obat, lama penggunaan, dan
faktor resiko lain yang mendukung terjadi efek samping (Partidge et al., 2001).
Oleh sebab itu, usaha untuk menemukan senyawa baru dengan aktifitas
antikanker yang aman dalam penggunaannya sangat giat dilakukan oleh industri
farmasi dan pusat-pusat riset di seluruh dunia.
PDT (Photodynamic therapy) merupakan teknik baru dalam pengobatan
1
Uji Sitotoksisitas Antikanker..., Fuji Marsela Erlita, Fakultas Farmasi UMP, 2016
2
penyakit kanker yang sedang terus dikembangkan. Terapi ini memerlukan
fotosensitizer (obat) yang diberi penyinaran (cahaya) dalam lingkungan oksigen
sehingga dihasilkan oksigen singlet yang mampu menghancurkan sel kanker di
dekatnya (Castano et al., 2004). Fotosensitizer sendiri merupakan senyawa atau
obat yang dapat masuk dan berpenetrasi ke dalam sel kanker, dan bila disinari
dengan cahaya pada panjang gelombang tertentu akan mengakibatkan senyawa
atau obat tersebut menjadi aktif dan dapat membunuh sel kanker (Jayashankar,
2007). Berbeda dengan metode pengobatan penyakit kanker lainnya yang
memiliki efek samping, metode PDT relatif lebih aman karena selektifitasnya
dalam menghancurkan sel kanker. Senyawa fotosensitizer terlokalisasi hanya
pada sel kanker sehingga ketika dilakukan penyinaran, oksigen singlet yang
dihasilkan hanya akan merusak sel kanker di dekatnya dan bersifat lokal
(Castano et al., 2004). Keadaan ini memungkinkan hancurnya kanker tanpa
menimbulkan efek terhadap sel normal. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan
fisiologi antara sel kanker dengan sel normal.
Pada penelitian ini dipilih fotosensitizer dengan struktur dasar berupa
tetrapirol
makrosiklik,
senyawa
golongan
porfirin
dikenal
dengan
nama
photofrin. Namun photofrin memiliki kelemahan dalam hal kedalaman penetrasi
cahaya.
Sehingga fotosensitizer tersebut hanya mampu menghancurkan sel
kanker yang terdapat pada permukaan jaringan. Hal ini berkaitan dengan
absorptivitas molar yang kecil pada pita Q 1. Serapan pada pita Q 1 merupakan pita
serapan pada panjang gelombang atau lamda (λ) paling besar pada spektrum
absorbsi
senyawa
menghasilkan
singlet
Reduksi cincin
yang
digunakan
oksigen
sehingga
untuk
dapat
eksitasi
fotosensitizer
menghancurkan
yang
sel kanker.
pirol diketahui dapat memperbaiki karakteristik
spektrum
absorbsi senyawa fotosensitizer. Energi transisi yang dihasilkan akan bergeser
kearah merah, akan terjadi peningkatan intensitas absorbsi
pada pita Q 1 ,
sehingga fotosensitizer lebih efektif membunuh sel kanker yang berada pada
jaringan yang lebih dalam dengan konsentrasi yang lebih rendah (Bonnet, 2000).
Uji Sitotoksisitas Antikanker..., Fuji Marsela Erlita, Fakultas Farmasi UMP, 2016
3
Penelitian terdahulu menunjukan bahwa feoforbid a yang memiliki struktur
dasar berupa tetrapirol makrosiklik dengan 1 cincin pirol tereduksi diketahui
lebih efektif menghancurkan sel kanker dibandingkan dengan protoporfirin IX
yang memiliki struktur dasar tetrapirol makrosiklik tidak tereduksi (Djalil et al.,
2012a). Namun kedua struktur senyawa tersebut bukan merupakan deret
homolog. Prediksi toksisitasnya secara in silico terhadap kedua senyawa yaitu
feoforbid a dan bakteriofeoforbid a dimana dari kedua senyawa tersebut berbeda
pada struktur cincin pirol yang tereduksi dan tidak tereduksi. Feoforbid a lebih
toksik dibandingkan dengan bakteriofeoforbid a pada saat tanpa penyinaran,
sehingga bakteriofeoforbid a dianggap lebih berprospek sebagai fotosensitizer
pada PDT (Djalil et al., 2012b). Namun, belum diketahui lebih dalam apakah
reduksi cincin pirol pada senyawa tetrapirol makrosiklik akan meningkatkan
produksi oksigen singlet yang akan berefek pada efektifitas fotosensitizer dalam
menghancurkan sel kanker. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk
mengunkap pengaruh reduksi cincin pirol pada senyawa tetrapirol makrosiklik
terhadap kemampuannya sebagai fotosensitizer membunuh sel kanker.
Meso-tetraphenylporphine (MTPP) dan meso-tetraphenylchlorin (MTPC)
merupakan
senyawa
dengan
struktur dasar tetrapirol makrosiklik
dimana
perbedaan dari keduanya terletak pada 1 cincin pirol yang tereduksi. Pada
penelitian ini akan digunakan sel kanker payudara T47D untuk menguji aktivitas
senyawa
meso- tetraphenylporphine
dan meso-tetraphenylchlorin
sebagai
antikanker dan melihat toksisitas dari keduanya.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan perumusan
masalah sebagai berikut:
1. Apakah MTPP dan MTPC sebagai fotosensitizer pada PDT aman
digunakan?
2. Apakah dengan adanya reduksi 1 cincin pirol pada senyawa tetrapirol
Uji Sitotoksisitas Antikanker..., Fuji Marsela Erlita, Fakultas Farmasi UMP, 2016
4
makrosiklik
dan
perbedaan
kepolarannya
dapat
mempengaruhi
kemampuan senyawa tersebut dalam menghancurkan sel kanker?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui senyawa MTPP dan MTPC sebagai fotosensitizer
secara PDT aman digunakan.
2. Menungkap fenomena reduksi 1 cincin pirol pada senyawa tetrapirol
makrosiklik dalam menghancurkan sel kanker.
D. Manfaat Penelitian
1. Mendapatkan senyawa fotosensitizer yang efektif membunuh sel kanker
secara PDT.
2. Memberikan informasi pengaruh fenomena reduksi 1 cincin pirol pada
senyawa tetrapirol makrosiklik dalam menghancurkan sel kanker.
Uji Sitotoksisitas Antikanker..., Fuji Marsela Erlita, Fakultas Farmasi UMP, 2016
Download