WORD PMPM - Universitas Borneo Tarakan

advertisement
TUGAS
PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
OLEH :
ERNAWATI
12.601040.042
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2014
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya
lah saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan lancar. Semoga dengan selesainya tugas
“Pengembangan Media Pembelajaran Matematika” ini dapat membantu nilai saya yang
kurang. Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu saya
selama pembuatan tugas ini. saya menyadari bahwa tugas saya ini masih jauh dari
sempurna untuk itu saya menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi
kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
saya pada khususnya.
Penulis,
A. PENDAHULUAN
Teknologi baru terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting
dalam proses pembelajaran. Banyak orang percaya bahwa multimedia akan dapat
membawa kita kepada situasi belajar dimana learning with effort akan dapat
digantikan
dengan
learning
with
fun.
Jadi
proses
pembelajaran
yang
menyenangkan, kreatif, tidak membosankan akan menjadi pilihan tepat bagi para
guru. Sistem pembelajaran yang selama ini dilakukan yaitu sistem pembelajaran
konvensional (faculty teaching), kental dengan suasana instruksional dan dirasa
kurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang demikian pesat. Lebih dari itu kewajiban pendidikan dituntut untuk juga
memasukkan nilai-nilai moral, budi pekerti luhur, kreatifitas, kemandirian dan
kepemimpinan, yang sangat sulit dilakukan dalam sistem pembelajaran yang
konvensional. Sistem pembelajaran konvensional kurang fleksibel dalam
mengakomodasi perkembangan materi kompetensi karena guru harus intensif
menyesuaikan materi pelajaran dengan perkembangan teknologi terbaru. Adalah
Kurang bijaksana jika perkembangan teknologi jauh lebih cepat dibanding dengan
kemampuan guru dalam menyesuaikan materi kompetensi dengan perkembangan
tersebut, oleh karenanya dapat dipastikan lulusan akan kurang memiliki
penguasaan pengetahuan/teknologi yang terbaru.
Pada kenyataannya bahwa saat ini Indonesia memasuki era informasi yaitu
suatu era yang ditandai dengan makin banyaknya medium informasi, tersebarnya
informasi yang makin meluas dan seketika, serta informasi dalam berbagai bentuk
yang bervariasi tersaji dalam waktu yang cepat. Penyajian pesan pada era informasi
ini akan selalu menggunakan media, baik elektronik maupun non elektronik.
Terkait dengan kehadiran media ini, Dimyati (1996) menjelaskan bahwa suatu
media yang terorganisasi secara rapi mempengaruhi secara sistematis lembagalembaga pendidikan seperti lembaga keluarga, agama, sekolah, dan pramuka. Dari
uraian tesebut menunjukkan bahwa kehadiran media telah mempengaruhi seluruh
aspek kehidupan, termasuk sistem pendidikan kita, meskipun dalam derajat yang
berbeda-beda.
Dengan demikian hasil belajar seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yang
mempengaruhinya. Salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianya
media pembelajaran yang memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajari
materi pembelajaran, sehingga menghasilkan belajar yang lebih baik. Selain itu
juga gaya belajar atau learning style merupakan suatu karakteristik kognitif, afektif
dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil bagi
pembelajar yang merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan
belajar.
B. PEMBAHASAN
I.
Pengertian Media Pembelajaran
Secara umum media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses
belajar mengajar. Sesuatu apa pun yang dapat dipergunakan untuk
merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan kemampuan atau ketrampilan
pebelajar tersebut sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar atau
kegiatan pembelajaran. Batasan dari media pembelajaran ini cukup luas
dan mendalam dengan mencakup pengertian sumber, manusia dan
lingkungan setra metode yang dimanfaatkan dari tujuan pembelajaran atau
pelatihan tersebut. Media pembelajaran dapat membangkitkan motivasi
belajar siswa, karena media pembelajaran pada umumnya merupakan suatu
yang baru bagi siswa sehingga dapat menarik perhatiannya.
Media mendorong siswa untuk ingin tahu lebih banyak dan
memungkinkan untuk berbuat sesuatu. Media pembelajaran metematikapun
lebih cenderung disebut sebagai suatu alat peraga yang penggunaannya
diintegrasikan dengan tujuan dan isi GBPP bidang studi matematika dan
bertujuan untuk mempertinggi mutu kegiatan belajar mengajar. Jadi, Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan bahan pembeljaran sehingga dapat merangsang perhatian,
minat, pikiran, dan perasaan belajar siswa dalam kegiatan belajar untuk
mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Pengertian media menurut para ahli :

Santoso S. Hamidjojo, media adalah semua bentuk perantara yang
dipakai orang penyebar idea, sehingga gagasannya sampai pada
penerima.

Mc Luhan, media adalah sarana yang disebut pula channel, karena
pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang
kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar dan melihat
batas-batas jarak, ruang dan waktu tertentu, kini dengan bentuan
media batas-batas itu hampir menjadi tidak ada.

Blake dan Horalsen, media adalah saluran dimana perantara ini
merupakan jalan atau alat untuk lalu lintas suatu pesan antara
komunikator dengan komunikan.
II.
Pentingnya Penggunaan Media Pembelajaran
Secara umum kegunaan media pembelajaran, yaitu :
1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid
dengan sumber belajar.
4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan
kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &
menimbulkan persepsi yang sama.
Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan dalam kaitannya
dengan peningkatan mutu pendidikan. Penggunaan media yang benar
dapat mengurangi jumlah kata yang diperlukan dalam proes
instruksional untuk mengomunikasikan gagasan yang bersifat konkret.
Diharapkan media dapat memperlancar proses belajar siswa serta
pemahaman dan retensinya. Penggnaan media juga akan sangat
mempengaruhi
keefektifan
sistem
intruksional
yang
diberikan.
Penggunaan media pembelajaran terbagi menjadi tiga bagian, yaitu
tujuan, fungsi, dan manfaatnya.
a. Tujuan
Tujuan penggunaan media pembelajaran agar proses belajar
mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna
yang mempermudah pendidik dalam menyampaikan informasi
materi kepada anak didiknya dan anak didik juga mampu menyerap
atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh
pendidik agar dapat mendorong keinginan anak didik untuk
mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan
yang disampaikan oleh pendidik.
b. Fungsi
Fungsi media dapat mendorong terjadinya interaksi langsung antara
peserta didik (siswa) dengan guru, siswa dengan siswa, serta siswa
dengan lingkungannya. Disamping menambah pengalaman tentang
sesuatu yang nyata dan menambah variasi dalam menyajikannya.
c. Manfaat
Manfaat media pengajaran dapat menarik dan memperbesar
perhatian anak didik terhadap materi pengajaran yang disajikan dan
dapat menumbuhkan kemampuan anak didik untuk berusaha
mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan.
Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media
pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar
mengajar.
III.
Perkembangan Media Pembelajaran
Pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar
(teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya
model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman
kongkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap atau retensi
belajar. Namun karena terlalu memusatkan perhatian pada alat bantu visual
kurang
memperhatikan
aspek
disain,
pengembangan
pembelajaran
(instruction) produksi dan evaluasinya. Semakin sadarnya orang akan
pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan.
Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan
pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang
menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi penyediaan-permintaan
dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan
individu untuk mencerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan
mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan semakin
meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta
diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan
pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media
pendidikan yang bervariasi secara luas pula.
Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia
maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun
merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang.
AECT (Associationfor Educational Communication and Technology)
membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam
proses belajar, yaitu:
1. Pesan; didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.
2. Orang; didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan
sebagainya.
3. Bahan ;merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan
pesan
pembelajaran,seperti buku paket, buku teks, modul, program
video, film, OHT (over head transparency), program slide,alat peraga
dan sebagainya (biasa disebut software).
4. Alat; yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk
menyajikan bahan pada butir 3 di atas. Di dalamnya mencakup
proyektor OHP, slide, film tape recorder, dan sebagainya.
5. Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang
dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di
dalamnya
mencakup
ceramah,permainan/simulasi,
sosiodrama (roleplay), dan sebagainya.
tanya
jawab,
6. Latar (setting); termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang,
pencahayaan, dan sebagainya.
Bahan dan alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak
lain adalah media pendidikan.
Perkembangan pembelajaran matematika di Indonesia sangat
memprihatinkan, karena rendahnya penguasaan teknologi dan kemampuan
sumber daya manusia Indonesia untuk berkompetensi secara global.
Indonesia adalah sebuah negara dengan sumber daya alam yang melimpah.
Namun masih rendahnya kemampuan anak Indonesia di bidang
matematika, mereka beranggapan bahwa pembelajaran matematika itu sulit,
serta
kurangnya
jumlah
pengajar
yang
mengikuti
perkembangan
matematika. Sekarang di Indonesia sudah ada wadah yang peduli pada
pelajaran matematika, namanya yaitu YPMI (Yayasan Peduli Matematika
Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan
pengajaran matematika di SD, SMP, SMA di Indonesia.
Dalam kemajuan pembelajaran matematika sekarang belum mampu
menciptakan pemetaan kemampuan siswa di bidang matematika antar
sekolah maupun antar daerah, serta menghasilkan siswa-siswi yang
memiliki kemampuan istimewa di bidang matematika. Sebaiknya pihak
sekolah, guru, siswa dan pemerhati pendidikan, pemerintah, lebih peduli
pada pembelajaran matematika di Indonesia sehingga dapat memberikan
dampak yang positif bagi kemajuan pembelajaran matematika di Indonesia.
Matematika dikenal sebagai ilmu dasar, pembelajaran matematika akan
melatih kemampuan kritis, logis, analitis dan sistematis. Tetapi peran
matematika tidak hanya sebatas hal tersebut, seperti bidang lain, seperti
fisika, ekonomi, biologi tidak terlepas dari peran matematika. Tetapi
kemajuan ilmu fisika itu sendiri tidak akan tercapai tanpa peran matematika
dan perkembangan matematika itu sendiri.
Download