perpustakaan - Repository - Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

advertisement
GAMBARAN KINERJA PERAWAT DITINJAU DARI DOKUMENTASI
ASUHAN KEPERAWATAN DI BANGSAL PENYAKIT DALAM
(BOUGENVILE) RSUD WATES KABUPATEN KULON PROGO
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Keperawatan
STIKES Achmad Yani Yogyakarta
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
S
TIK
E
D
EN
J
S
E
L
A
R
Disusun Oleh :
ADE HERIANTO
NPM : 3208097
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
JENDERAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2012
i
7 Agustus 2012
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
ii
GAMBARAN KINERJA PERAWAT DITINJAU DARI DOKUMENTASI
ASUHAN KEPERAWATAN DI BANGSAL PENYAKIT DALAM
(BOUGENVILE) RSUD WATES KABUPATEN KULON PROGO
Ade Herianto1, Maria H. Bakri2, Sriyono3
INTISARI
Latar Belakang : Pelayanan keperawatan yang bermutu, memenuhi karakteristik
proses keperawatan yaitu sistem terbuka dan fleksibel terhadap kebutuhan pasien
serta dinamis, mutu asuhan keperawatan dapat tergambar antara lain pada
dokumentasi proses keperawatan. Berdasarkan pengamatan penulis di Bangsal
Penyakit Dalam (Bougenvile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo terhadap 10
dokumentasi asuhan keperawatan, terlihat bahwa pelaksanaan pendokumentasian
telah dilakukan sesuai dengan format yang sudah ditentukan oleh pihak pimpinan
rumah sakit, namun belum seluruhnya melakukan pendokumentasian dengan
lengkap.
Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran kinerja perawat ditinjau dari
dokumentasi asuhan keperawatan di RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo.
Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional.
Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik total sampling yaitu dokumen
asuhan keperawatan pasien pada tanggal 1 juni sampai dengan 20 juni 2012 yang
dirawat di Instalasi Penyakit Dalam (Ruang Bougenvil) RSUD Wates Kabupaten
Kulon Progo sebanyak 40 dokumen. Hasil penelitian dianalisis dengan rumus
distribusi frekuensi prosentase.
Hasil penelitian : Kinerja perawat pada tahap pengkajian keperawatan pada
kategori baik (57,5%). Kinerja perawat pada tahap diagnosis keperawatan pada
kategori cukup (75%). Kinerja perawat pada tahap perencanaan asuhan
keperawatan pada kategori kurang (62,5%). Kinerja perawat pada tahap intervensi
keperawatan pada kategori kurang (57,5%). Kinerja perawat pada tahap evaluasi
keperawatan pada kategori baik (85%). Kinerja perawat pada catatan asuhan
keperawatan adalah pada kategori baik (100%).
Kesimpulan : Kinerja perawat pada pendokumentasian asuhan keperawatan di
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevil) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo secara
keseluruhan adalah pada kategori cukup (62,5%).
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
Kata kunci : Kinerja perawat, dokumentasi asuhan keperawatan.
DESCRIPTION OF NURSES’ PERFORMANCE BASED ON NURSING
1
Mahasiswa PSIK STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta Dosen POLTEKKES Yogyakarta 3
Perawat RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten 2
iii
CARE DOCUMENTATION IN INTERNAL MEDICINE WARD
(BOUGENVILE) WATES GENERAL HOSPITAL
IN KULON PROGO DISTRIC
Ade Herianto1, Maria H. Bakri2, Sriyono3
ABSTRACT
Background : A quality nursing care meets the characteristics of nursing process
which in an open system and flexible to patiens’ need and also dynamic. The
quality of nursing care can be reflected in nursing process. Referring to writer’s
observation in internal medicine ward (bougenvile) wates general hospital in
kulon progo distric on 10 nursing care
documentation, it is depicted that the implementation of documenting is suitable
with the format determined by hospital management, yet not all domenting’s is
completed.
Objective : To figure out description of nurses’ performance based on nursing
care documentation in internal medicine ward (bougenvile) wates general hospital
in kulon progo distric.
Method : Method in this research is observational descriptive. Sampling
techniqueis total sampling which are patient’s nursing care documents in date 1
june until 20 june 2012 in internal medicine instalation (bougenvile room) wates
general hospital in kulon progo district as many as 40 documents. The result of
research is analized with relative frequency distribution procentation.
Result : Nurses’ performance in observation stage is good (57,5%). Nurses’
performance in nursing diagnosis stage is sufficient (75%). Nursing performance
in nursing care planning stage is less (62,5%). Nurses’ performance in nursing
intervertion stage is less (57,5%). Nurses’ performance in nursing evaluation is
good (85%). Nurses’ performance in nursing care notes is good (100%).
Conclusion : nurses’ performance in nursing care documenting in internal
medicine ward (Bougenvile) Wates General Hospital in Kulon Progo Distric is
sufficient (62,5%).
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
Keyword : Nurses’ performance, Nursing care documentation.
1
Student of Nursing Education Programme Achmad Yani Yogyakarta 2
3
Lecture of Nursing of Education Health Polytechic Yogyakarta
Nurse Of General Central Hospital dr. Soeradji Tirtinegoro Klaten iv
HALAMAN PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya tulis
yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan
tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak pernah ditulis atau diterbitkan
orang lain kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam
daftar pustaka.
Yogyakarta,
Agustus 2012
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
Ade Herianto
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
v
KATA
A PENGANTAR
A
Assalamual
laikum, Wr. Wb.
Syukkur Alhamduulillah saya panjatkan kehadirat
k
Alllah SWT seb
bagai Sang
P
Penguasa
allam semestaa yang Mahha Pemurah dan Maha Penyayang yang telah
m
melimpahka
an rahmat, taufik,
t
hidayyah dan inayyah-Nya keppada penulis sehingga
p
penulis
bisa menyelesaikan skripsi ini yang berrjudul: Gambbaran kinerjja Perawat
d
ditinjau
darri Dokumen
ntasi Asuhann Keperawaatan di banngsal penya
akit dalam
(
(Bougenvile)
) RSUD Wattes Kabupatten Kulon Prrogo.
Skrippsi ini telah dapat diselesaikan, ataas bimbingann, arahan, daan bantuan
N ARTA
A
A AK
b
berbagai
piihak yang tidak bisa penulis seebutkan satuu persatu, dan pada
k
kesempatan
m
n terima kassih dengan
ini penulis dengan renndah hati mengucapkan
K OGY
A
T IY
s
setulus-tulus
snya kepada :
1. Allah SWT,
S
yang telah mem
mberikan keemudahan kkepada penuulis dalam
S . YAN
U
P A
penyelessaian skripsi ini.
2 Bapak dr.
2.
d I. Edy Puurwoko, Sp.. B. Selaku Ketua STIK
KES Jenderaal Achmad
ER
Yani Yoogyakarta
P
L
A
R
E
3 Ibu Dwii Susanti, S.K
3.
Kep., Ns. Seelaku Ketua Program Sttudi Ilmu Keeperawatan
D
EN
STIKES Jenderal Achmad Yanii Yogyakarta yang telahh memberikaan izin dan
J
S
E
kesempaatan untuk melaksanakan
m
n studi khusuusnya dalam
m pembuatan skripsi ini
IKWennny Savitri,SS.Kep.,MNS,, Selaku dosen penguji sskripsi ini.
S4.45.5TIbu
Ibu Marria H Bakri SKM.,M.K
Kes, Selaku dosen pembbimbing I, terimakasih
t
atas sem
mua bimbinggan, waktu ddan ilmu yanng sudah ibuu berikan keepada saya,
semoga ilmu yang ibbu berikan kepada
k
saya bermanfaat baik di dun
nia maupun
di akhirrat amin, serta tidak lupa juga terimakasih
t
saya ucappkan untuk
kesabaraan ibu dalam
m membimbinng saya selama ini.
6 Bapak Sriyono,
6.
S
S.K
Kep., Ns. Seelaku dosen pembimbingg II, terima kasih atas
semua bimbingan,
b
w
waktu
dan ilmu
i
yang sudah
s
bapakk berikan keepada saya,
semoga ilmu yang ibbu berikan kepada
k
saya bermanfaat baik di dun
nia maupun
vi
di akhirat amin, serta tidak lupa juga terimakasih saya ucapkan untuk
kesabaran bapak dalam membimbing saya selama ini.
7. Dosen-dosen Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Achmad Yani
Yogyakarta, terima kasih ilmu yang kalian berikan kepada saya semoga ilmu
yang kalian berikan bermanfaat dunia dan akhirat amin.
8. Seluruh Civitas Akademik STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
9. Ibu Sumarsi S.Kep.,Ns. Selaku Kepala Diklat RSUD wates, kabupaten kulon
progo terima kasih atas doa, motivasi dan bantuan ibu sehingga bisa
terselesaikannya penelitian ini.
10. Bapak H. Rusdi, AMK, selaku Kepala Ruang dan seluruh Perawat Rawat Inap
Bangsal Penyakit Dalam (Bougenvile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo,
N ARTA
A
A AK
terima kasih atas bantuan nya sehingga terselesainya penelitian ini.
11. Orang tua saya, ayah dan omak, Lubis (Alm) dan Hj Rosyani terima kasih atas
K OGY
A
T IY
doa, motivasi dan kasih sayang yang telah kalian berikan kepada saya.
12. Kakak-kakak, Adik-adik khususnya kakak saya Rohiman S.Kep serta seluruh
S . YAN
U
P A
keluarga penulis yang telah memberikan doa, motivasi dan kasih sayang.
13. Seluruh teman-teman seperjuangan
ER
PSIK Stikes Achmad Yani angkatan
L
A
R
(2008) terima kasih yang telah memberikan dorongan dan semangat.
P
E
14. Seluruh teman-teman kost pondok bambu terima kasih yang telah memberikan
D
EN
dorongan dan semangat.
J
S
E
Peneliti menyadari bahwa masih banyak keterbatasan dan kekurangan dalam
TIK skripsi ini, oleh karena itu peneliti mengharapkan saran dan kritik yang
Spenyelesaian
bersifat membangun demi perbaikan penyusunan dimasa-masa mendatang. Akhirnya
peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya
perkembangan Ilmu Keperawatan di masa yang akan datang. Amien.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Yogyakarta,
Agust 2012
Ade Herianto
vii
DAFTAR ISI
Halaman
i
HALAMAN JUDUL ………………………………………………………
ii
HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………….
iii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................
iv
INTISARI …………………………………………………………………..
v
ABSTRACT …………………………………………………………………
vi
HALAMAN PERNYATAAN……………………………………………..
vii
KATA PENGANTAR …………………………………………………….
ix
DAFTAR ISI.............................................................................
xi
DAFTAR TABEL........................................................................................
xii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................
xiii
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................
A. Latar Belakang...............................................................................
B. Perumusan Masalah......................................................................
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum.............................................................................
2. Tujuan Khusus............................................................................
D. Manfaat Penelitian...........................................................................
E. Keaslian Penelitian..........................................................................
1
1
4
5
5
5
6
7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................
A. Tinjauan Teori.................................................................
1. Perawat ……………………………………………..
2. Kinerja Perawat……………………………………
3. Standar Asuhan Keperawatan ………………………
4. Dokumentasi Keperawatan ……………………………
B. Landasan Teori................................................................................
C. Kerangka Teori……………………………………………………
D. Kerangka Konsep...........................................................................
9
9
9
12
14
23
37
38
39
BAB III METODE PENELITIAN................................................................
A. Desain Penelitian......................................................................
B. Lokasi dan Waktu Penelitian..........................................................
C. Variable Penelitian......................................................................
D. Defenisi Operasional................................................................
E. Populasi dan sampel penelitian....................................................
F. Alat dan Metode pengumpulan data…………………………..
G. Jalannya Penelitian …………………………………………….
H. Metode Pengolahan dan Analisa Data…………
41
41
41
41
42
45
46
48
50
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
51
51
viii
BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo …….
B. Hasil Penelitian................................................................
C. Pembahasan ………………………………………….
D. Keterbatasan Penelitian …………………………………
52
55
60
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ………………………………………...........
B. Saran ……………………………………………. ............
62
62
62
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Table 3.1 Kisi-kisi Instrumen penilaian Standar Dokumentasi Asuhan
Keperawatan
Tabel 4.1 Dstribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Pengkajian
Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Diagnosis
Tabel 4.3.Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Perencanaan
Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Implementasi
Tabel 4.5.Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Evaluasi
Tabel 4.6.Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Catatan Asuhan
Keperawatan
Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Kinerja Pendokumentasian Asuhan
Keperawatan Secara Keseluruhan
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
x
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka teori..............................................................................
38
Gambar 2.2 Kerangka konsep..........................................................................
39
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Instrumen Pengamatan Penilaian Dokumentasi Standar Asuhan
Keperawatan di Rumah Sakit
Lampiran 2 Lembar Rekaman Asuhan Keperawatan Bangsal Penyakit dalam
RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Lampiran 3 Jadwal Penyusunan Skripsi Mahasiswa Tahun Akademik 2011/2012
Lampiran 4 Surat ijin Studi Pendahuluan
Lampiran 5 Surat Keterangan/ ijin Penelitian
Lampiran 6 Lembar Bimbingan Skripsi
Lampiran 7 Hasil Penelitian
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
xii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, pada dasarnya adalah
organisasi pelayanan umum. Oleh karenanya selain memberikan pelayanan medis
yang profesional, rumah sakit perlu memiliki kinerja profesional yang baik sesuai
dengan harapan pasien. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor
36 Tahun 2009 mencantumkan bahwa tenaga kesehatan harus memenuhi
ketentuan kode etik, standar, hak pengguna pelayanan kesehatan, standar
pelayanan dan standar prosedur operasional. Pelayanan profesional yang
N ARTA
A
A AK
merupakan bagian utama atau inti dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan
medik dan pelayanan perawatan, dimana keduanya saling berhubungan, saling
K OGY
A
T IY
menunjang dan saling menentukan (Ilhamsyah, 2004).
Pelayanan asuhan keperawatan yang optimal merupakan suatu tuntutan bagi
S . YAN
U
P A
organisasi pelayanan kesehatan. Kecenderungan yang terjadi pada masyarakat saat
ER
ini adalah suatu jasa pelayanan sudah bergeser dari mengutamakan hasil
P
L
A
R
pelayanan ke arah proses dari pelayanan yang diterimanya. Hal ini menuntut
DE
N
E bagi konsumen, etis dan bermoral serta dapat
memberikan kepuasan
J
ES
dipertanggungjawabkan.
Untuk mewujudkannya, maka perawat harus mampu
K
I
T
Smemberikan asuhan keperawatan secara profesional kepada pasien. Dalam upaya
pelayanan kesehatan harus lebih berkualitas dan profesional, artinya dapat
untuk mencapai suatu asuhan keperawatan profesional diperlukan suatu
pendekatan yang disebut proses keperawatan dan dokumentasi keperawatan
sebagai data tertulis yang menjelaskan tentang penyampaian informasi, penerapan
suatu standar dokumentasi dan pelaksanaan proses keperawatan (Nursalam,
2011).
Perawat memerlukan suatu standar dokumentasi sebagai petunjuk dan arah
terhadap cara penyimpanan dan teknik pendokumentasian yang benar. Standar
dokumentasi adalah suatu pernyataan tentang kualitas dan kuantitas dokumentasi
1
2
yang dipertimbangkan secara akurat dalam situasi tertentu. Dengan adanya
standar dokumentasi dapat memberikan informasi bahwa adanya suatu ukuran
terhadap kualitas dokumentasi keperawatan. Perawat memerlukan suatu standar
dokumentasi untuk memperkuat pola pencatatan dan sebagai petunjuk atau
pedoman praktek pendokumentasian dalam memberikan tindakan keperawatan.
Dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting bila dilihat dari
berbagai aspek, yaitu hukum, jaminan mutu, komunikasi, keuangan, pendidikan
dan akreditasi (Nursalam, 2007).
Menurut Fisbach dalam Muryadi (1999) menyatakan bahwa pelayanan
keperawatan yang profesional dengan menggunakan metode pendekatan proses
keperawatan dibuktikan dan dipertanggungjawabkan melalui suatu catatan
N ARTA
A
A AK
tertentu dari kegiatan asuhan keperawatan. Kegiatan asuhan keperawatan
dikatakan sempurna apabila sudah didokumentasikan. Pelayanan keperawatan
K OGY
A
T IY
yang bermutu, memenuhi karakteristik proses keperawatan yaitu sistem terbuka
dan fleksibel terhadap kebutuhan pasien serta dinamis, mutu asuhan keperawatan
S . YAN
U
P A
dapat tergambar antara lain pada dokumentasi proses keperawatan (Gillies dalam
Pancaningrum, 2010).
ER
L
A
R
Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas perlu dilakukan evaluasi
P
E
secara terus-menerus. Penilaian mutu pelayanan keperawatan dilakukan melalui
D
EN
penilaian penerapan standar asuhan keperawatan, dimana salah satu aspek
J
adalah
S
E
penilaian
dokumentasi
asuhan
keperawatan
(Maryorita,
TIK dalam melaksanakan tugas atau dokumentasi merupakan
SKemampuan
utama didalam menilai kinerja seseorang. Dokumentasi keperawatan
2003).
unsur
harus
dilaksanakan segera pada setiap tahap dalam asuhan keperawatan. Hal ini perlu
diperhatikan karena dokumentasi dapat memberikan kontinyuitas pelayanan
keperawatan kepada pasien dan juga merupakan wahana komunikasi bagi tenaga
kesehatan termasuk didalamnya tenaga keperawatan.
Keperawatan sebagai profesi merupakan salah satu pekerjaan dimana
dalam menentukan tindakannya didasari pada ilmu pengetahuan serta memiliki
keterampilan yang jelas dalam keahliannya, selain itu sebagai profesi keperawatan
mempunyai otonomi dan kewenangan dan tanggung jawab dalam tindakan serta
3
adanya kode etik dalam bekerjanya, kemudian juga berorientasi pada pelayanan
melalui pemberian asuhan keperawatan pada individu, kelompok atau masyarakat
(Lubis, 2011).
Asuhan keperawatan itu sendiri merupakan suatu proses dalam praktek
keperawatan yang langsung diberikan kepada klien pada berbagai tatanan
pelayanan keperawatan, dengan metodologi proses keperawatan, berpedoman
pada standar keperawatan, dilandasi etika keperawatan dalam lingkup wewenang
serta tanggung jawab keperawatan. Praktek keperawatan juga merupakan tindakan
mandiri, perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan
pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan
sesuai dengan lingkup wewenang dan tanggung jawabnya (Lubis, 2011).
N ARTA
A
A AK
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit,
pemerintah menyusun Standar Pelayanan di Rumah Sakit yang diberlakukan
K OGY
A
T IY
melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 436/MENKES/SK/VI/1993
dan Standar Asuhan Keperawatan yang diberlakukan melalui SK Dirjen
S . YAN
U
P A
Pelayanan Medik No.YM.00.03.2.6.7637 tahun 1993. Standar tersebut berlaku
dimanapun asuhan keperawatan dilakukan dan berfungsi sebagai alat ukur untuk
ER
L
A
keperawatan yang diselenggarakan
R di rumah sakit sudah sesuai dengan standar
E
D
yang ada. Bila sudahN
sesuai, maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan tersebut
E
J
dapat dipertanggungjawabkan
maka dapat dikatakan bahwa pelayanan juga
S
E
TIKbaik (Tim Depkes RI, 1997). Manfaat dari penilaian dari dokumentasi
Sdikatan
adalah memungkinkan dilakukannya perbandingan dari waktu ke waktu dan
mengetahui,
P
memantau,
dan
menyimpulkan
apakah
pelayanan/asuhan
diantara atau rumah sakit (Oconnor dalam Lintang Sari 2005)
RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo sebagai lembaga pelayanan
kesehatan juga memberikan pelayanan keperawatan. Dalam memberikan
keperawatan kepada masyarakat pihak rumah sakit telah menetapkan standardisasi
pelayanan asuhan keperawatan yang mengacu pada standar asuhan keperawatan di
rumah sakit yang ditetapkan pemerintah. RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
berupaya untuk memenuhi kebutuhan terlaksananya proses keperawatan dan
dokumen asuhan keperawatan yang baik.
4
Dokumentasi keperawatan dalam bentuk dokumen asuhan keperawatan
merupakan salah satu alat pembuktian atas perbuatan perawat selama menjalankan
tugas layanan keperawatan. Dokumentasi asuhan keperawatan menjadikan hal
yang penting sebagai alat bukti tanggung jawab dan tanggung gugat dari perawat
dalam menjalankan tugasnya. Perawat profesional dihadapkan pada suatu tuntutan
tanggung jawab yang lebih tinggi dan tanggung gugat setiap tindakan yang
dilaksanakan. Artinya intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien harus
dihindarkan terjadinya kesalahan-kesalahan dengan melakukan pendekatan proses
kepeerawatan dan pendokumentasian yang akurat dan benar( Nursalam, 2011).
Informasi yang diperoleh pada tanggal 5 Mei 2012 di RSUD Wates
Kabupaten Kulon Progo yaitu bahwa jumlah kapasitas tempat tidur yang tersedia
N ARTA
A
A AK
sebanyak 207 tempat tidur, dengan jumlah tenaga perawat sebanyak 180, dan
khusus bansal penyakit dalam ( bougenvile)
jumlah kapasitas tempat tidur
K OGY
A
T IY
sebanyak 20 tempat tidur dan jumlah perawat sebanyak 14 orang, 1 orang bagian
administrasi, dan 1 orang perawat sedang melaksanakan ijin belajar untuk
S . YAN
U
P A
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, pendidikan seluruh jumlah perawat
bangsal penyakit dalam (bougenvile) adalah DIII keperawatan. Dari seluruh
ER
L
A
R
jumlah perawat di RSUD wates mayoritas tingkat pendidikannya adalah DIII
P
E
(83,70%). Tenaga perawat berpendidikan SPK (5%), DIV (4%), dan S1/Ners
(7,30%).
D
EN
J
S
E
Berdasarkan pengamatan penulis pada tanggal 5 Mei 2012 yang dilakukan
IK Penyakit Dalam (Bougenvile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
TBangsal
Sditerhadap
10 dokumentasi asuhan keperawatan, terlihat bahwa pelaksanaan
pendokumentasian telah dilakukan sesuai dengan format yang sudah ditentukan
oleh pihak pimpinan rumah sakit, namun belum seluruhnya melakukan
pendokumentasian dengan lengkap. Sebagian besar ketidaklengkapan tersebut
terlihat dari tahap pengkajian dimana tidak terdapat pengkajian tentang riwayat
penyakit terdahulu dari pasien dan . masih ada hal yang belum terkaji, yaitu data
belum dicatat dalam komponen bio-psiko-sosio-spritual. Selain itu berdasarkan
dokumentasi pada tahap diagnosis tidak mencerminkan PE/PES dan pada tahap
perencanaan belum mencerminkan keterlibatan pasien terhadap rencana tindakan
5
yang akan dilakukan, implementasi terlihat bahwa perawat tidak mengobservasi
respons
pasien
terhadap
tindakan
keperawatan,
sehingga
dikatakan
pendokumentasian belum baik.
Berdasarkan fenomena di atas, maka penulis tertarik untuk melaksanakan
penelitian tentang “Gambaran Kinerja Perawat Ditinjau dari Dokumentasi Asuhan
Keperawatan di Bangsal Penyakit Dalam (Bougevil) RSUD Wates Kabupaten
Kulon Progo.”
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, peneliti dapat merumuskan
permasalahan penelitian yaitu “Bagaimana Gambaran Kinerja Perawat ditinjau
N ARTA
A
A AK
dari Dokumentasi Asuhan Keperawatan di RSUD Wates Kabupaten Kulon
Progo?”
K OGY
A
T IY
C. Tujuan Penelitian
S . YAN
U
P A
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui bagaimana gambaran kinerja perawat ditinjau dari
ER
L
A
R
dokumentasi Asuhan Keperawatan di RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo.
P
2. Tujuan khusus
E
D
EN
a. Untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pada tahap pengkajian
J
S
E
keperawatan.
IK mengetahui gambaran
ST b. Untuk
diagnosis keperawatan.
kinerja perawat pada tahap rumusan
c. Untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pada tahap perencanaan
keperawatan.
d. Untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pada tahap implementasi
keperawatan.
e. Untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pada tahap evaluasi asuhan
keperawatan.
f. Untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pada catatan asuhan
keperawatan
6
D. Manfaat penelitian
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi dan masukan
serta memberikan informasi kepada peneliti lain untuk menindaklanjuti atau
mengembangkannya pada penelitian sejenis berikutnya.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Pengambil Kebijakan
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pihak Rumah
Sakit tentang gambaran pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di
instalasi perawatan di RSUD Wates kabupaten Kulon progo. serta
memberikan informasi kepada pelayanan kesehatan khususnya tenaga
N ARTA
A
A AK
perawat dalam melaksanakan tugasnya.
b. Bagi Perawat Rumah Sakit
K OGY
A
T IY
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perawat tentang
pentingnya pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD
S . YAN
U
P A
Wates kabupaten Kulon progo.
c. Bagi Institusi Pendidikan Stikes Achmad Yani
ER
L
A
R
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi di perpustakaan,
P
E
untuk meningkatkan mutu kegiatan proses belajar mengajar terutama
D
EN
tentang penerapan dokumentasi asuhan keperawatan.
J
S
E
IK
Keaslian Penelitian
ST Penelitian yang berkaitanE.dengan
gambaran kinerja perawat yang ditinjau dari
dokumentasi asuhan keperawatan telah dilakukan pada beberapa tempat dengan
berbagai topik penelitian antara lain sebagai berikut:
1. Yokanan
Muryadi
(1999)
melakukan
penelitian
tentang
“Gambaran
Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Asthma
Bronkhiale di Ruang B 1 Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.” Penelitian
menggunakan desain penelitian deskriptif observasional. Populasi dalam
penelitian ini adalah dokumen asuhan keperawatan pasien kelompok asthma
bronkhiale dewasa yang di rawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bethesda
7
Yogyakarta. Metode pengambilan sampel menggunakan cluster sampling
yaitu kelompok pasien asthma bronkhiale yang dirawat di ruang B 1 Rumah
Sakit Bethesda Yogyakarta.
Perbedaannya dengan penelitian yang akan dilaksanakan terletak pada
metode pengambilan sampel, waktu, tempat penelitian . Dalam penelitian
Yokanan, 1999, Metode pengambilan sampel menggunakan teknik cluster
sampling dan tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bethesda
Yogyakarta, sedangkan dalam penelitian ini menggunakan metode teknik
total sampling atau sampel jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila seluruh
anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2007), penelitian
dilaksanakan di RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo tahun 2012.
N ARTA
A
A AK
2. Blestina Maryorita (2003) melakukan penelitian dengan judul “Kualitas
Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap Intensif Rumah
K OGY
A
T IY
Sakit Bethesda Yogyakarta.” Penelitian menggunakan desain penelitian
deskriptif observasional. Subyek dalam penelitian ini adalah status
S . YAN
U
P A
dokumentasi asuhan keperawatan pasien yang saat itu sedang, pernah dirawat
atau baru saja keluar dari perawatan di instalasi rawat intensif UPI dan IMC.
ER
L
A
R
Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel.
P
E
Perbedaannya dengan penelitian yang akan dilaksanakan terletak pada
D
EN
tempat, waktu penelitian. Dalam penelitian Blestina Mayorita, 2003, tempat
J
S
E
penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, sedangkan dalam
IK ini
ST penelitian
2012.
dilaksanakan di RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo tahun
3. Lintang Sari (2005) melakukan penelitian yang berjudul “Kualitas
Dokumentasi Asuhan Keperawatan pada pasien postoperatif di Rumah Sakit
Islam Kendal”. Penelitian menggunakan desain jenis studi dokumentasi
dengan pendekatan restropektif. Subyek dalam penelitian ini adalah berkas
rekam medis pasien bedah yang pernah dirawat di RS Islam Kendal, pada
bulan tanggal 9-14 Mei 2005. Teknik pengambilan sampel menggunakan total
sampel.
8
Perbedaan penelitian yang akan dilaksanakan terletak pada tempat dan waktu
penelitian. Dalam penelitian Lintang Sari. 2005, tempat penelitian dilakukan di
Rumah Sakit Islam Kendal. Sedangkan penelitian ini dilakukan di Rumah
Sakit Umum Daerah Wates Kabupaten Kulon Progo tahun 2012.
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
ST
IK
J
S
E
D
EN
E
L
A
R
49
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Gambaran Umum RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Rumah sakit umum Daerah wates terletak di dusun Beji kecamatan
wates, Jl. Tentara pelajar KM.1 No.5 wates kulon progo dengan luas tanah
31.010 m2, luas bangunan 8,731 m2. Pada tanggal 1 januari 2009 kedudukan
rumah sakit daerah wates menjadi badan pelayanan umum daerah (BLUD)
sehingga rumah sakit umum daerah wates ditingkatkan kelasnya menjadi kelas
N ARTA
A
A AK
B.
Pelayanan yang diberikan di rumah sakit umum daerah wates yaitu
K OGY
A
T IY
pelayanan gawat darurat (IGD), pelayanan kekritisan (ICU), pelayanan rawat
jalan, pelayanan rawat inap, serta pelayanan penunjang. Pelayanan rawat inap
S . YAN
U
P A
di RSUD wates berupa Rawat inap penyakit dalam, rawat inap penyakit
syaraf, rawat inap penyakit bedah, rawat inap penyakit anak, rawat inap
ER
L
A
R
penyakit obstetri. Pelayanan rawat jalan di RSUD Wates berupa poliklinik
P
E
penyakit dalam, poliklinik penyakit bedah, poliklinik penyakit anak,
D
EN
poliklinik penyakit syaraf, poliklinik penyakit obstetric, Ginekologi dan KB,
J
S
E
poliklinik penyakit THT, poliklinik penyakit mata, poliklinik penyakit
IK gigi
ST penyakit
fisioterapi.
dan mulut, poliklinik penyakit kulit
kelamin, poliklinik
Penelitian ini dilakukan di Bangsal Penyakit Dalam (bougenvil) Rumah
Sakit Umum Daerah Wates Kabupaten Kulon Progo Bangsal, bangsal
penyakit dalam (bougenvil) mempunyai 14 orang Perawat, 1 orang bagian
administrasi dan 20 tempat tidur. Menurt informasi dari kepala ruang Bangsal
Penyakit Dalam (Bougenvile) RSUD wates Kabupaten Kulon Progo bahwa
tingkat pendidikan seluruh perawat di Ruang Penyakit Dalam (Bougenvile)
adalah berpendidikan DIII Keperawatan, 1 orang perawat melaksanakan ijin
belajar, dan lama kerja perawat dari 14 orang perawat tersebut adalah 11
51
50
orang diantara 5-10 tahun, 2 orang di atas 20 tahun dan 1 orang perawat
kurang dari 1 tahun, rata rata perawat tersebur PNS (pegawai negeri sipil) dan
1 orang KS (kontrak sosial). Menurut informasi dari kepala ruang dan
beberapa perawat lainnya bahwa perawat-perawat di bangsal penyakit dalam
(bougenvile) sering diutus untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yaitu seperti
pelatihan Asuhan Keperawatan pada tahun 2004-2005, penanggulangan
HIV/AIDS, DOT tahun 2012, edukasi diabetes mellitus, kusta dan masih
banyak lagi pelatihan-pelatihan yang mereka ikuti.
2.
Analisis Univariat
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Gambaran Kinerja
N ARTA
A
A AK
Perawat Ditinjau dari Dokumentasikan Asuhan Keperawatan di bangsal
penyakit dalam (bougenvile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo.
K OGY
A
T IY
Hasil observasi kinerja perawat dalam mendokumentasikan asuhan
keperawatan dapat dilihat pada table berikut:
S . YAN
U
P A
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Pengkajian Keperawatan di
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Kinerja
Frekuensi
Prosentase (%)
Baik
23
57,5
Cukup
8
20
Kurang
9
22,5
ER
P
E
D
EN
J
S
E
IK
ST
L
A
R
Jumlah
40
100
Sumber: Data Primer Tahun 2012
Dari tabel 4.1 diperoleh informasi bahwa kinerja perawat pada tahap
pengkajian keperawatan sebagian besar adalah pada kategori baik yaitu 23
dokumen (57,5%) dan sebagian kecil pada kategori cukup 8 dokumen (20%).
Sedangkan pada kategori kurang sebanyak 9 dokumen (22,5%).
Tabel 4.2.
51
Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Diagnosis Keperawatan di
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevil) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Kinerja
Frekuensi
Prosentase (%)
Baik
1
2,5
Cukup
30
75
Kurang
9
22,5
Jumlah
40
100
Sumber: Data Primer Tahun 2012
Tabel 4.2 menginformasikan bahwa kinerja perawat pada tahap
diagnosis keperawatan sebagian besar adalah pada kategori cukup sebanyak
30 dokumen (75%), pada kategori kurang 9 dokumen (22,5%), sedangkan
pada kategori baik yaitu 1 dokumen (2,5%).
Tabel 4.3.
N ARTA
A
A AK
Distribusi Freuensi Kinerja Perawat pada Tahap Perencanaan Keperawatan di
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Kinerja
Frekuensi
Prosentase (%)
Baik
8
20,0
Cukup
7
17,5
Kurang
25
62,5
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
Jumlah
ER
40
Sumber: Data Primer Tahun 2012
L
A
R
Tabel 4.3 diperoleh informasi bahwa kinerja perawat pada tahap
P
DE
N
25 dokumen
(62,5%),
E sedangkan sebagian kecil pada kategori cukup yaitu 7
J
dokumen
ES(17,5,%), dan pada kategori baik sebanyak 8 dokumen (20%).
K
I
T
perencanaan asuhan keperawatan sebagian besar pada kategori kurang yaitu
S
Tabel 4.4.
Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Intervensi Keperawatan di
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Kinerja
Frekuensi
Prosentase (%)
Baik
8
20,0
Cukup
9
22,5
Kurang
23
57,5
Jumlah
40
100
Sumber: Data Primer Tahun 2012
Dari Tabel 4.4 diperoleh informasi kinerja karyawan pada tahap
Intervensi keperawatan sebagian besar pada kategori
kurang yaitu 23
52
dokumen (57,5%) dan sebagian kecil pada kategori baik yaitu 8 dokumen
(20%), dan pada kategori cukup sebanyak 9 dokumen (22,5%).
Tabel 4.5.
Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Tahap Evaluasi Keperawatan di
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Kinerja
Frekuensi
Prosentase (%)
Baik
34
85
Cukup
6
15
Kurang
0
Jumlah
40
100
Sumber: Data Primer Tahun 2012
Dari tabel 4.5 diperoleh informasi bahwa kinerja pada tahap evaluasi
asuhan keperawatan sebagian besar pada kategori baik yaitu 34 dokumen
(85%), dan kategori cukup 6 dokumen (15%) serta pada kategori kurang tidak
N ARTA
A
A AK
ada (0%).
K OGY
A
T IY
Tabel 4.6.
Distribusi Frekuensi Kinerja Perawat pada Catatan Asuhan Keperawatan di
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Kinerja
Frekuensi
Prosentase (%)
Baik
40
100
Cukup
0
Kurang
0
S . YAN
U
P A
ER
P
L
A
R
S
E
Jumlah
40
100
D
N
Sumber: Data Primer Tahun 2012
E
Dari J
tabel 4.6 diperoleh informasi bahwa kinerja pada catatan asuhan
ES pada kategori baik yaitu 40 dokumen (100%), kategori cukup
keperawatan
K
I
T
tidak ada (0%), kategori kurang tidak ada (0%) .
Tabel 4.7.
Distribusi Frekuensi Kinerja Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Secara
Keseluruhan di Bangsal Penyakit Dalam (Bougevil) RSUD Wates Kabupaten
Kulon Progo
Kinerja
Frekuensi
Prosentase (%)
Baik
13
32,5
Cukup
25
62,5
Kurang
2
5,0
Jumlah
40
100
53
Dari tabel 4.7 diperoleh informasi bahwa kinerja pendokumentasian
asuhan keperawatan sebagian besar pada kategori cukup yaitu 25 dokumen
(67,5%) dan sebagian kecil pada kategori kurang 2 dokumen (5%).
B. Pembahasan
1. Kinerja perawat pada tahap pengajian keperawatan
Kinerja perawat pada tahap pengkajian keperawatan sebagian besar
pada kategori baik sebanyak 23 dokumen (57,5%). Namun dalam pengkajian
ada sebagian aspek yang belum terkaji secara lengkap yaitu pada komponen
psiko-sosio-spritual sebanyak 26 dokumen dan hanya diberi kode saja,
sedangkan pada komponen bio sudah dicatat/terkaji secara lengkap, padahal
N ARTA
A
A AK
menurut nursalam (2011) tujuan dari dokumentasi itu sediri adalah
mengumpulkan,
mengorganisai,
dan
mendokumentasikan
data
yang
K OGY
A
T IY
menjelaskan respons pasien yang mempengaruhi pola kesehatannya.
Pengkajian data dasar pada proses keperawatan merupakan kegiatan
S . YAN
U
P A
yang komprehensif dan menghasilkan kumpulan data mengenai status
kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan perawatan
ER
L
A
R
terhadap dirinya sendiri, serta hasil konsultasi medis (terapis) atau profesi
P
kesehatan lainnya.
E
D
EN
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan pendapat Nursalam (2008),
J
S
E
yang menyatakan bahwa pengkajian harus lengkap dan seakurat mungkin.
IK pengkajian yang komprehensif atau menyeluruh, sistematis dan logis
STSuatu
akan mengarah dan mendukung indentifikasi masalah klien. Masalah-masalah
ini menggunakan data pengkajian sebagai dasar formulasi untuk menegakkan
diagnosis keperawatan.
2. Kinerja perawat pada tahap diagnosis keperawatan
Kinerja perawat pada tahap diagnosis keperawatan sebagian besar pada
kategori cukup sebanyak 30 dokumen (75%). Hal ini disebabkan masih ada
dokumen diagnosis yang belum lengkap dalam mencerminkan PE/PES yaitu
sebanyak 39 dan yang lengkap hanya 1 dokumen. Dari Jumlah seluruh
diagnosa keperawatan sebanyak 40 dokumen tersebut terdapat 74 diagnosa,
54
dan yang yang belum mencerminkan PE/PES sebannyak 68 diagnosa,
sedangkan yang sudah mencerminkan PE/PES sebanyak 6 diagnosa.
Menurut North American Nursing Diagnosis Association (NANDA),
diagnosis keperawatan adalah keputusan klinik mengenai respons individu
(klien dan masyarakat) tentang masalah kesehatan aktual atau potensial sebagai
dasar seleksi intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan asuhan
keperawatan sesuai dengan kewenangan perawat. Semua diagnosis harus
didukung oleh data.
Menurut Nursalam (2008), diagnosis keperawatan yang belum
mencerminkan PE/PES belum dapat melihat hubungan pertimbangan perawat
mengenai masalah klien dan asuhan keperawatan yang sesuai dengan data
N ARTA
A
A AK
penunjang. Faktor penyebab belum adanya pencerminan PE/PES kemungkinan
disebabkan perawat yang berbeda harus mengambil tindakan segera.
Kinerja
K OGY
A
T IY
diagnosis
keperawatan
dipengaruhi
oleh
kinerja
dari
pengkajian. Pada pengkajian belum focus karena data belum dikelompokkan
S . YAN
U
P A
dalam psiko-sosio-spritual, sehingga belum dapat digunakan sebagai dasar
perumusan diagnosis keperawatan memakai proses PE/PES.
ER
L
A
R
3. Kinerja perawat pada tahap perencanaan keperawatan
P
E
Kinerja perawat pada tahap perencanaan keperawatan asuhan
D
EN
keperawatan sebagian besar pada kategori kurang yaitu 25 dokumen (62,5%).
J
S
E
Hal ini disebabkan pada tahap perencanaan tidak diketemukan rumusan tujuan
IK sebanyak 26 dokumen, padahal menurut Nursalam (2011) setiap
STintervensi
diagnosis keperawatan harus mempunyai sedikitnya kriteria hasil, kriteria hasil
dapat diukur dengan tujuan yang diharapkan yang mencerminkan masalah
klien yang menghubungkan tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek.
Begitu juga menurut
Carpenito (1995) dalam lintang sari (2005), tujuan
intervensi adalah membantu perawat untuk menentukan keberhasilan atau
kesesuaian rencana asuhan keperawatan, dan begitu juga rencana intervensi
belum mengacu pada tujuan sebanyak 26 dokumen, serta rencana intervensi
belum menggambarkan keterlibatan klien (pasien dan keluarga) dalam
merencanakan tindakan keperawatan sebanyak 23 dokumen. Hal ini tidak
55
sesuai dengan teori Nursalam (2008), bahwa setiap klien yang memerlukan
asuhan keperawatan perlu suatu perencanaan yang baik.
Menurut Nursalam (2008), perencanaan meliputi pengembangan
strategi desain untuk mencegah, mengurangi atau mengoreksi masalah-masalah
yang telah diidentifikasi pada diagnosis keperawatan. Kinerja perencanaan
keperawatan dipengaruhi oleh kinerja dari pengkajian dan diagnosis. Pada
dokumentasi pengkajian belum focus karena data belum dikelompokkan dalam
bio-psiko-sosio-spritual, sehingga belum dapat digunakan sebagai dasar
perumusan diagnosis keperawatan memakai proses PE/PES. Hal ini
mengakibatkan perawat mengalami kesulitan dalam menyusun rumusan tujuan
intervensi, rencana intervensi mengacu pada tujuan dan rencana intervensi
N ARTA
A
A AK
belum menggambarkan keterlibatkan klien (pasien dan keluarga) dalam
merencanakan tindakan keperawatan.
K OGY
A
T IY
4. Kinerja perawat pada tahap intervensi/implementasi keperawatan
Kinerja perawat pada tahap intervensi keperawatan sebagian besar pada
S . YAN
U
P A
kategori kurang yaitu 23 dokumen (57,5%). Hal ini disebabkan intervensi
belum mengacu pada rencana asuhan keperawatan sebanyak 26 dokumen ,
ER
L
A
R
perawat tidak mengobservasi respon klien terhadap intervensi keperwatan
P
E
sebanyak 33 dokumen, hal ini belum sesuai dengan teori Nursalam (2011)
D
EN
bahwa tujuan intervensi itu sendiri adalah untuk mengatur atau menyusun
J
S
E
asuhan keperawatan berdasarkan respons klien terhadap maslah kesehatannya,
IK sasaran mencegah, menghilangkan, atau meminimalkan penyebab yang
STdengan
mempengaruhi status kesehatan tersebut. Begitu juga revisi intervensi belum
berdasarkan hasil evaluasi sebanyak 33 dokumen.
Kinerja perawat pada tahap intervensi keperawatan dipengaruhi oleh
kinerja pada tahap perencanaan intervensi keperawatan. Tidak diketemukannya
rumusan tujuan intervensi, rencana intervensi belum mengacu pada tujuan dan
rencana intervensi belum menggambarkan keterlibatan klien (pasien dan
keluarga),
sehingga
mengakibatkan
kinerja
dalam
merencanakan
perawat
pada
tahap
intervensi
keperawatan
intervensi/implementasi
keperawatan menjadi kurang. Hal ini sesuai dengan teori Iyer et al., (1996)
56
dalam Nursalam (2008), bahwa intervensi/implementasi adalah pelaksanaan
dari rencana intervensi untuk mencapai tujuan yang spesifik.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Nicolette dan Cit Rothrock dalam
Lintang sari (2005) buruknya pendokumentasian intervensi keperawatan ini
juga dipengaruhi buruknya tahap pengkajian dan perencanaan asuhan
keperawatan.
5. Kinerja perawat pada tahap evaluasi keperawatan
Kinerja perawat pada tahap evaluasi keperawatan sebagian besar pada
kategori baik yaitu 34 dokumen (85%). Dokumentasi aspek evaluasi sudah
dilakukan secara berkesinambungan dan juga terdapat parameter atau criteria
yang diukur dalam pencapaian tujuan (SOAP) yang telah ditetapkan
N ARTA
A
A AK
sebelumnya dan hasil evaluasi sudah di catat pada setiap shift. Hal ini
disebabkan sudah adanya pembakuan dokumentasi asuhan keperawatan pada
K OGY
A
T IY
setiap tahap-tahap proses keperawatan sebagai kerangka dokumentasi asuhan
keperawatan. Hal ini sudah sesuai dengan pendapat Nursalam (2008) bahwa
S . YAN
U
P A
semua tahap-tahap keperawatan didokumentasikan ke dalam format yang telah
ditetapkan oleh instansi.
ER
L
A
R
Menurut Nursalam (2008), evaluasi adalah tindakan intelektual untuk
P
E
melengkapi proses keperawatan yang menandakan keberhasilan dari diagnosis
D
EN
keperawatan, rencana intervensi dan intervensi/implementasi. Tahap evaluasi
J
S
E
pada proses keperawatan meliputi kegiatan mengukur pencapaian tujuan
IK dan menentukan keputusan dengan cara membandingkan data yang
ST(SOAP)
terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan. Tahap evaluasi
memungkinkan perawat untuk memonitor “kealpaan” yang terjadi selama
tahap
pengkajian, diagnosis,
perencanaan
dan
intervensi/implementasi
(Ignatavicius dan Bayne, 1994) dalam Nursalam (2008).
6. Kinerja perawat pada catatan asuhan keperawatan
Kinerja perawat pada catatan asuhan keperawatan seluruhnya pada
kategori baik yaitu 40 dokumen (100%). Pencatatan sudah dilakukan pada
format yang sudah baku, pencatatan sesuai dengan intervensi yang
dilaksanakan namun belum secara terinci, pendokumentasian ditulis dengan
57
jelas, ringkas dengan istilah yang baku dan benar, perawat mencantumkan
paraf, nama, serta tanggal dan jam intervensi dilakukan serta berkas catatan
disimpan sesuai dengan ketentuan.
Hasil penelitian ini telah sesuai dengan teori Nursalam (2011), bahwa
dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting dilihat dari aspek
hokum, kualitas pelayanan, komunikasi, keuangan, pendidikan, penelitian dan
akreditasi oleh karena itu data-data harus diidentifikasikan secara lengkap,
jelas, obyektif dan ditandatangani oleh tenaga kesehatan, tanggal, dan perlu
dihindari adanya penulisan yang dapat menimbulkan interpretasi yang salah.
Hal ini juga sudah sesuai dengan pernyataan Bjorvell et al, (1999)
dalam Lintang Sari (2005), bahwa sebagai dokumen yang sah, tanggal, waktu
N ARTA
A
A AK
pencatatan, dan tanda tangan pencatatan harus dicantumkan dan perawat
hendaknya menggunakan kosakata yang dapat dipahami oleh semua anggota
K OGY
A
T IY
tim kesehatan lain.
7. Kinerja
perawat
pada
pendokumentasian
asuhan
keperawatan
secara
S . YAN
U
P A
keseluruhan.
Kinerja perawat pada tahap pendokumentasian asuhan keperawatan di
ER
L
A
R
Bangsal Penyakit Dalam (Bougevile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
P
secara keseluruhan
E
cukup sebanyak 27 dokumen (67,5%). Dilihat dari
D
EN
keseluruhan aspek dokumentasi asuhan keperawatan, ternyata kinerja perawat
J
S
E
dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan yang baik adalah pada tahap
IK
evaluasi dan catatan asuhan keperawatan. Kinerja diagnosis
STpengkajian,
cukup. Sedangkan kinerja pada tahap perencanaan dan intervensi/implementasi
kurang.
Faktor yang menyebabkan kinerja dokumentasi asuhan keperawatan ini
belum baik, karena pada umumnya perawat lebih memprioritaskan pelaksanaan
tindakan langsung kepada pasien daripada melakukan dokumentasi, terbukti
dari pada tahap dokumentasi evalusi keperawatan yang sudah baik 85% dan
pada catatan asuhan keperawatan yang sudah baik 100% . Hal ini sebenarnya
tidak boleh terjadi karena asuhan keperawatan yang baik dapat dilihat dari
kinerja dokumentasi asuhan keperawatan yang baik, dengan mencakup semua
58
aspek dalam proses keperawatan yaitu pengkajian, diagnosis keperawatan,
perencanaan tindakan, intervensi dan evaluasi.
Dalam upaya untuk mencapai suatu asuhan keperawatan yang
profesional diperlukan suatu pendekatan yang disebut proses keperawatan dan
dokumentasi keperawatan sebagai data tertulis yang menjelaskan tentang
penyampaian informasi, penerapan suatu standar dokumentasi dan pelaksanaan
proses keperawatan (Nursalam, 2011). Menurut Nursalam (2007), dokumentasi
keperawatan mempunyai makna yang penting bila dilihat dari berbagai aspek,
yaitu hukum, jaminan mutu, komunikasi, keuangan, pendidikan dan akreditasi.
Kemampuan dalam melaksanakan tugas atau dokumentasi asuhan keperawatan
merupakan unsur utama di dalam menilai kinerja seorang perawat. Hal ini
N ARTA
A
A AK
sesuai dengan Isnaini (2010) yang menyatakan bahwa salah satu standar yang
dipergunakan untuk menilai seberapa baik asuhan keperawatan adalah
K OGY
A
T IY
penilaian terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan.
Menurut Nursalam (2011) tujuan utama dari dokumentasi itu sendiri
S . YAN
U
P A
adalah untuk mengidentifikasi status kesehatan klien dalam rangka
mendokumentasikan kebutuhan klien, merencanakan, melaksanakan asuhan
ER
L
A
R
keperawatan, dan mengevaluasi intervensi, dokumentasi untuk penelitian,
P
E
keuangan, hukum, dan etika. Hal ini juga menyediakan : bukti kualitas asuhan
D
EN
keperawatan, bukti legal dokumentasi sebagai pertanggungjawaban kepada
J
S
E
klien, informasi terhadap perlindungan individu, bukti aplikasi standar praktik
IK
sumber informasi statistik untuk standar dan riset keperawatan,
STkeperawatan,
pengurangan biaya informasi, sumber informasi untuk data yang harus
dimasukkan, komunikasi konsep risiko asuhan keperawatan, informasi untuk
peserta didik keperawatan, persepsi hak klien, dokumentasi untuk tenaga
professional, tanggung jawab etik, dan menjaga kerahasiaan informasi klien,
suatu data keuangan yang sesuai dan data perencanaan kesehatan di masa yang
akan datang.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan Yokanan Muryadi (1999) yang
menunjukkan pengelolaan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien
59
Asthma Bronkhiale di ruang B1 Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta sudah baik
dan lengkap.
C. Keterbatasan Penelitian
Sampel yang diobservasi dalam penelitian ini hanya sebanyak 40 berkas
dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien yang dirawat di Bangsal Penyakit
Dalam (Ruang Bougenvile) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo. Hal ini
disebabkan keterbatasan sampel
penelitian dan peneliti mengalami kesulitan
untuk mendapatkan data secara lengkap, karena menurut informasi dari bagian
DIKLAT RSUD Wates
Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 16 juni 2012
N ARTA
A
A AK
bahwa dokumen yang telah sampai di bagian rekam medis belum boleh di ambil
sebagai sampel penelitian dan sampel hanya boleh di ambil di bangsal saja.
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
ST
IK
J
S
E
D
EN
E
L
A
R
60
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hasil penelitian pada bab sebelumnya tentang gambaran kinerja perawat
ditinjau dari dokumentasi asuhan keperawatan di bangsal penyakit dalam
(bougenvil) RSUD wates kabupaten kulon progo dapat diambil kesimpulkan
bahwa:
1. Gambaran kinerja perawat pada tahap pengkajian keperawatan dengan
kategori baik
2. Gambaran kinerja perawat pada tahap diagnosis keperawatan dengan
N ARTA
A
A AK
kategori cukup.
3. Gambaran kinerja perawat pada tahap perencanaan asuhan keperawatan
dengan kategori kurang.
K OGY
A
T IY
4. Gambaran kinerja perawat pada tahap intervensi keperawatan dengan
S . YAN
U
P A
kategori kurang.
5. Gambaran kinerja perawat pada tahap evaluasi keperawatan dengan
ER
kategori baik.
P
L
A
R
E
6. Gambaran kinerja perawat pada catatan asuhan keperawatan dengan
D
EN
kategori baik.
J
S
E
7. Gambaran kinerja perawat pada pendokumentasian asuhan keperawatan di
IKBangsal Penyakit Dalam (Bougevil) RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
ST
secara keseluruhan dengan kategori kurang.
B. Saran
1. Bagi Pengambil Kebijakan RSUD wates kabupaten kulon progo.
Pihak rumah sakit hendaknya melakukan evaluasi pelaksanaan dokumentasi
asuhan
keperawatan
secara
periodik
dan
berkesinambungan
karena
dokumentasi asuhan keperawatan merupakan unsur utama di dalam menilai
kinerja seorang perawat.
60
61
2. Bagi Perawat Rumah Sakit
Hendaknya
62
pendokumentasian
dalam
asuhan
keperawatan
lebih
diperhatikan, terutama kelengkapan dalam pengelompokan psiko-sosiospritual, pencerminan PE/PES, perumusan tujuan, rencana tindakan,
pencerminan keterlibatan klien, implementasi mengacu pada rencana
keperawatan, kelengkapan dokumentasi hasil observasi serta revisi
tindakan.
3. Bagi Institusi Pendidikan Stikes Achmad Yani
Hasil penelitian ini hendaknya dijadikan referensi bagi mahasiswa dan
dosen guna meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan proses belajar
N ARTA
A
A AK
mengajar terutama tentang penerapan dokumentasi asuhan keperawatan.
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
ST
IK
J
S
E
D
EN
E
L
A
R
62
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Hadari N. (2006). Evaluasi dan Manajemen Kinerja di Lingkungan Perusahaan
dan Industri. Yogyakarta: UGM Press.
Haryono S., (2004). DP 3 Salah Satu Indikator Akuntabilitas Internal Unit Kerja
Organisasi. Buletin Pengawasan No. 45 & 46 Th. 2004
www.pu.go.id/itjen/buletin/ 4546dp3.htm
Hidyat & Aziz A. (2002). Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta:
EGC.
Isnani. (2010). Gambaran Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan
Keperawatan Kasus Diabetes Militus Pada Ruang Multazam dan Firdaus Di
RSU PKU Muhammadiyah Surakarta. Skripsi. Surakarta: Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Lintang S. (2005). Kualitas Dokumentasi Asuhan Keperawatan pada Pasien
Postoperatif di Rumah Sakit Islam Kendal. Skripsi. Yogyakarta: program
Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Lubis. (2011). KTI Gambaran Penilaian Kinerja Perawat dalam Memberikan
Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum XXXXX Medan. Diperoleh
tanggal 30 April 2012 dari http://kti-akbid.blogspot.com.
Maryorita, B. (2003). Kualitas Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Instalasi
Rawat Inap Intensif Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta:
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran. Universitas Gadjah
Mada.
Muryadi, Y. (1999). Gambaran Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
pada Pasien Asthma Bronkhiale di Ruang B 1 Rumah Sakit Bethesda
Yogyakarta. Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta: Program Pendidikan D-IV
Perawat Medik Fakultas Kedokteran. Universitas Gadjah Mada.
Nanang F. (2004). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Nursalam (2007). Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik
Keperawatan Profesional Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
(2008)Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik
Keperawatan Profesional Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.
(2011). Proses dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktik.
Jakarta: Salemba Medika.
Pancaningrum, Dian. (2010). Sistem Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di
Rumah Sakit. Tesis. Yogyakarta: Pasca Sarjana Peminatan Kepemimpinan
dan Manajemen Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Islam
Indonesia.
Praptianingsih S. (2006). Kedudukan Hukum Perawat Dalam Upaya Pelayanan
Kesehatan di Rumah Sakit.- Ed.1- Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Purwanti, U.M. (2008). Analisis Pengaruh Persepsi Tenaga Keperawatan tentang
Stressor Kerja terhadap Keinginan Pindah Kerja pada Tenaga
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
ST
IK
J
S
E
D
EN
E
L
A
R
63
keperawatan di RSU dr. R. Soetrasno Rembang. Tesis. UNDIP.
Semarang.
PPNI. (2000). Standar Praktik Keperawatan. Jakarta : PPNI
Rohmah, Nikmatur, Walid & Saiful. (2009). Proses Keperawatan Teori dan
Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sugiyono. (2006). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: AlfaBeta.
N ARTA
A
A AK
K OGY
A
T IY
S . YAN
U
P A
ER
P
ST
IK
J
S
E
D
EN
E
L
A
R
Download