KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Bimbingan dan Konseling
Disusun oleh:
Yosef Kaprino Parto
111114045
HALAMAN JUDUL
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2017
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Bimbingan dan Konseling
Disusun oleh:
Yosef Kaprino Parto
111114045
HALAMAN JUDUL
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2017
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
MOTTO
“Teruslah mencari apa yang diinginkan dirimu atas hidup ini. Jika kamu belum
mendapatkannya juga, kamu harus bisa membuat tempat tersendiri untuk dirimu
dan menciptakan apa yang diinginkan atas dirimu”
(Yosef Kaprino Parto)
“ketika kau melakukan usaha mendekati cita-citamu, di waktu yang bersamaan
cita-citamu juga mendekatimu. Alam semesta bekerja seperti itu”
(Fiersa Besari)
““Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disurga juga
akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,
Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu”
(Matius 6:14-15)
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan :
Tuhan Yesus yang menjadi teman dalam kesulitan maupun kebahagiaan sampai
hari ini,
Almamaterku, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta,
Program Studi Bimbingan dan Konseling,
Kedua orangtuaku tercinta, Leo Parto dan Paulina Jemimu
Adik tercinta Maria Sutrini Wati Parto
Semua orang yang mendukungku baik dalam doa maupun bantuan secara
langsung.
Semua sahabat-sahabatku yang selalu mendukung dan menemani dalam
mengerjakan.
Untuk seseorang yang menjadi teman dekat, yang selalu memberi semangat dan
bantuan dalam pembuatan karya ini 
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Yosef Kaprino Parto
Universitas Sanata Dharma
2017
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui sejauh mana pemahaman orang
tua terhadap pemanfaatan gadget yang tepat pada anak. 2) Untuk mengetahui cara
orang tua memberikan pemahaman kepada anak tentang penggunaan gadget yang
tepat dan bijaksana. 3) Mengetahui hambatan yang dialami oleh orang tua dalam
memberikan penjelasan pada anak tentang pemanfaatan gadget sehingga anak
terhindar dari dampak negative gadget tersebut. 4) Mengetahui usaha-usaha yang
yang dilakukan orang tua untuk mencegah dampak negatif gadget kearah yang salah
oleh anak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode studi kasus.
Subyek penelitian adalah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah, seorang ibu
dan seorang anak usia sekolah. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan
observasi dengan menggunakan alat pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik
triangualasi sumber untuk menguji keabsahan dan keterpercayaan data. Peneliti melakukan
analisis data melalui analisis domain.
Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan keluarga khususnya orang tua tentang
pemanfaatan gadget dalam keluarga. Pemanfaatan gadget dalam hal ini meliputi dampak yang
ditimbulkan dari gadget bagi keluarga khususnya anak, bagaimana orang tua berkomunikasi
dengan anak berkaitan mencegah dampak gadget yang negative, hambatan yang dirasakan
orang tua dalam mencegah dampah gadget yang negative, dan usaha-usaha yang dilakukan
oleh orang tua sebagai upaya mengatasi dan mencegah dampak negative gadget khususnya
pada anak.
Kata Kunci: Orang tua, anak, komunikasi, gadget,
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
PARENTS’ COMMUNICATION TO THEIR CHILDREN IN
PREVENTING THE NEGATIVE IMPACTS OF GADGET USE
Yosef Kaprino Parto
Sanata Dharma University
2017
The study aimed at: 1) identifying how far the parents understood the proper
gadget use among their children; 2) identifying how the parents made their children
understand the proper and wise gadget use; 3) identifying the obstacles that the
parents had in explaining the gadget use to their children, so that their children wuld
avoid the negative impact of the gadget use; and 4) identifying the parents‟ efforts to
prevent the negative impacts of the gadget use that their children might have.
This study was a qualitative research using case study method. The subjects in
this study were a family that consisted of a father, a mother and a school-age child. In
gathering the data, the researcher employed interview and observation; in conducting
the interview, the researcher also employed the interview guideline. This study also
made use of source triangulation in order to tesr data validity and trustworthiness.
The researcher analyzed the data through domain analysis.
The results of this study show the family‟s knowledge, especially the parents
knowledge about the gadget use in the family. The gadget use in this case includes
the impact that have been caused by the gadget use in the family especially among the
children, how the parents establish communication with their children about the
prevention toward the negative impact of gadget use, and the efforts that the parents
have pursued in order to prevent and to overcome the negative impacts of the gadget
use especially among the children.
Keyword: Parents, children, communication, gadget.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat yang telah
dilimpahkan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Proses penulisan
skripsi ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi penulis dalam
mempraktekkan
penulisan
pengetahuan-pengetahuan
yang
dipelajari
selama
penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak akan dapat
berjalan dengan lancar tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak yang telah
mendukung dan mendampingi selama proses penyusunan. Oleh karena itu secara
khusus peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1. Dr. Gendon Barus, M,Si selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan
Konseling dan dosen pembimbing skripsi.
2. Juster Donal Sinaga, M.Pd selaku Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan
Konseling.
3. Para dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta yang telah membimbing dan telah memberi pengetahuan
kepada penulis selama proses perkuliahan hingga penyusunan skripsi ini.
4. Kedua orangtuaku tercinta yaitu bapak Leo Parto dan ibu Paulina Jemimu
yang selalu memberikan perhatian, kasih sayang, motivasi, doa, dukungan,
dan membiayai seluruh kebutuhan demi terselesainya skripsi ini.
5. Adikku Maria Sutrini Wati Partoyang selalu memberikan dukungan, motivasi,
dan doa.
6. Sahabat-sahabat terbaikku, Sugeng, Pius, Noel, Windri yang selalu
mendukung dalam susah maupun senang.
7. Teman-teman BK angkatan 2013 yang telah memberikan semangat, dan
masukan demi terselesaikannya skripsi ini.
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu
dalam motivasi, dukungan, serta dalam setiap doanya.
Yogyakarta, 27 juli 2017
Yosef Kaprino Parto
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii
HALAMAN MOTO ............................................................................................. iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ...........................................................................v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYAILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... vii
ABSTRAK .......................................................................................................... viii
ABSTRACT .......................................................................................................... ix
KATA PENGANTAR ............................................................................................x
DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii
DAFTAR TABEL ................................................................................................xv
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah ...............................................................................1
B. Identifikasi Masalah .....................................................................................4
C. Pembatasan Masalah ....................................................................................5
D. Rumusan Masalah ........................................................................................5
E. Tujuan Penelitian .........................................................................................5
F. Manfaat Hasil Penelitian ..............................................................................6
1. Manfaat Teoritis ...............................................................................6
2. Manfaat Praktis ................................................................................6
G. Definisi Istilah ..............................................................................................7
BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................................9
A. Komunikasi ..................................................................................................9
1. Sejarah ..............................................................................................9
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2. Pengertian Komunikasi ....................................................................9
3. Tujuan Komunikasi ........................................................................10
4. Unsur-unsur Komunikasi ...............................................................11
5. Hambatan Dalam Komunikasi .......................................................13
B. Komunikasi Antarpribadi ...........................................................................14
1. Pengertian Komunikasi Antarpribadi .............................................14
2. Ciri-ciri Komunikasi Antar Pribadi ................................................16
3. prinsip-prinsip dalam Komunikasi Antar Pribadi ..........................18
C. komunikasi Dalam Keluarga ......................................................................19
1. Pengertian Keluarga .......................................................................19
2. Komunikasi Orang Tua dengan Anak ............................................20
3. Panduan Untuk Komunikasi Efektif Dalam Keluarga ...................21
D. Tugas Perkembangan Keluarga dengan Anak Usia Sekolah .....................22
1. Tugas Perkembangan Anak Usia Sekolah .....................................22
2. Tugas Perkembangan Orang Tua Anak Usia Sekolah ...................23
3. Tugas Perkembangan Keluarga pada Tahap Anak Usia Sekolah ..23
E. Hakikat Gadget Beserta Dampaknya .........................................................23
1. Pengertian Gadget ..........................................................................23
2. Manfaat Dan Kerugian Gadget ......................................................24
3. Cara Mengatasi Dampak Negatif Gadget pada Anak ....................28
BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................30
A. Jenis Penelitian ...........................................................................................30
B. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................................30
C. Subjek Penelitian........................................................................................32
D. Teknik Instrumen Pengumpulan Data ........................................................32
E. Keabsahan Keterpercayaan Data................................................................38
F. Teknik Analisis Data ..................................................................................38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................................40
A. Deskripsi Data Secara Umum ....................................................................40
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
B. Hasil Penelitian ..........................................................................................41
C. Pembahasan ................................................................................................45
BAB V PENUTUP ................................................................................................51
A. Kesimpulan ................................................................................................51
B. Saran-saran .................................................................................................53
C. Keterbatasan Penelitian ..............................................................................53
D. Penutup.......................................................................................................53
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................55
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 3.3 Panduan wawancara ........................................................................ 31
Tabel 3.2 Daftar Subyek Penelitian .................................................................. 32
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ............................................................................. 33
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 ..................................................................................................... 56
Lampiran 2 ..................................................................................................... 60
Lampiran 3 ..................................................................................................... 63
Lampiran 4 ...................................................................................................... 65
Lampiran 5 ...................................................................................................... 67
Lampiran 6 ...................................................................................................... 70
Lampiran 7 ...................................................................................................... 72
Lampiran 8 ...................................................................................................... 74
Lampiran 9 ...................................................................................................... 77
Lampiran 10 .................................................................................................... 80
Lampiran 11 .................................................................................................... 83
Lampiran 12 .................................................................................................... 86
Lampiran 13 ................................................................................................... 88
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB 1
PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat hasil penelitian, dan definisi operasional variabel.
A. Latar Belakang Masalah
“Gadget” siapa yang tidak tahu tentang kata tersebut. Meski merupakan
bahasa asing, kata “Gadget” sendiri merupakan kata yang tidak asing ditelinga
kita. Biasanya ketika kita bertanya tentang pengertian gadget itu sendiri, sebagian
besar orang akan mengartikannya sebagai suatu alat yang digunakan untuk
mengakses atau menjalankan suatu program tertentu yang menarik dan bersifat
mengasah
kreativitas.
Alat
yang
digunakan
untuk
menjalankan
atau
mengoprasikan aplikasi menarik seperti game, media social, dan beberapa
aplikasi pendukung kreativitas lainnya berupa ponsel, smartphone, PC, laptop
dan beberapa alat lainnya.
Berbicara tentang gadget pada era yang sangat modern dan serba internet
ini, tentunya bukan sesuatu yang aneh. Bahkan, jika kita perhatikan setiap
kalangan masyarakat baik kaya maupun miskin, tua maupun muda, semuanya
rata-rata memiliki gadget, khususnya ponsel dan smartphone yang digunakan
dalam keseharian. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh DS annual startup
report pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 281,9 juta orang
yang aktif menggunakan ponsel di Indonesia. Jumlah itu menggambarkan bahwa
setiap orang diindonesia menggunakan sekitar 1,13 unit ponsel. Dengan adanya
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
ponsel dan smartphone segala aktivitas kita menjadi sangat terbantu. Bayangkan
saja, manusia bisa dengan mudah menemukan alamat yang kita tuju hanya
dengan mengoprasikan aplikasi GPS. Setiap manusia juga bisa menemukan dan
berhubungan dengan orang lain dalam jarak yang sangat jauh, hanya dengan
mengoperasikan aplikasi media social yang diinstal di smartphone yang dimiliki.
Bahkan sekarang, banyak sekali akun-akun media social seperti facebook,
instagram, dan twitter yang dipakai sebagai sarana untuk berbisnis. Melihat
beberapa alasan diatas, bisa dikatakan bahwa tidak ada alasan buat kita untuk
tidak memiliki gadget seperti smarthone, dan lain-lain.
Gadget tentunya sangat berguna bagi kita apabila kita tahu dan bijak
dalam menggunakan gadget untuk meningkatkan produktivitas kita ke arah yang
positif sebagai manusia. Melihat besarnya manfaat yang didapat dari adanya
gadget dalam kehidupan kita, tentunya kita akan sangat terbantu dan merasa
dipermudah untuk meningkatkan produktivitas diri. Namun, gadget juga
meninggalkan
beberapa
hal
negatif
seperti
maraknya
aksi
penipuan
menggunakan media social dan internet, adanya kasus penculikan melalui media
social, mudahnya mengakses konten pornogravi dan masih banyak hal lain yang
patut untuk mendapat perhatian. Menyikapi kasus tentang mudahnya mengakses
konten pornogravi melalui gadget, pantaskah kita khawatir dengan anak-anak
yang masih duduk di sekolah dasar yang tidak menutup kemungkinan mereka
sudah memiliki gadget?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
Berdasarkan pengamatan dari penulis, baik itu pada saat melakukan
kegiatan PPL di salah satu SD di Yogyakarta, maupun saat memperhatikan
kebiasaan-kebiasaan anak usia sekolah dasar yang tinggal di sekitar lingkungan
rumah penulis, penulis menyimpulkan bahwa anak-anak usia sekolah dasar saat
ini sudah sangat familiar dengan gadget. Sebagai buktinya, penulis pernah
mendapati beberapa anak yang setiap hari hanya melakukan aktivitas didepan
gadget yang iya miliki maupun gadged yang dimilik oleh orang tuanya. Mereka
rata-rata sudah sangat pandai dalam mengoprasikan beberapa aplikasi
smartphone seperti game bahkan mereka juga sudah mempunyai akun media
social seperti facebook, instagram, BBM, twitter, youtube dan sebagainya. Jika
kita melihat kenyataan seperti itu, tidak menutup kemungkinan bahwa anak
sekolah dasar yang mampu mengoperasikan beberapa aplikasi di gadget dengan
lancar, bisa dengan gampang menemukan dan mengakses aplikasi atau situs-situs
pornografi yang sangat banyak jumlahnya di internet dan terkoneksi dengan
gadget.
Berbicara tentang penggunaan Gadget oleh anak, tentunya hal ini tidak
lepas dari peran serta orang tua didalamnya. Peran serta orang tua dalam hal ini
yaitu misalnya penyediaan gadget oleh orang tua terhadap anaknya. Hal ini juga
terlihat oleh penulis di lingkungan sekitar tempat tinggal penulis. Orang tua
terlihat lebih memilih memberikan gadget kepada anaknya untuk sarana bermain.
Hal ini menyebabkan anak bisa dengan mudah menggunakan gadget untuk
kepentingannya. Peran serta orang tua dalam hal penggunaaan gadget pada anak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
juga ditunjukkan dengan memberikan pemahaman kepada anak tentang cara
memanfaatkan gadget secara bijaksana. Pemberian pemahaman kepada anak
tentang cara memanfaatkan gadget dengan bijaksana, bisa dan akan mudah
dilakukan apabila orang tua mengetahui serta menerapkan pola komunikasi yang
tepat tentang pemanfaatan gadget yang bijaksana oleh anak.
Melihat beberapa kenyataan di atas, maka penulis sangat tertarik
mengangkat judul “Komunikasi Orang Tua Kepada Anak dalam Mencegah
Terjadinya Dampak Negatif Gadget” dalam penelitian ini.
B. Identifikasi Masalah
Berangkat dari latar belakang masalah di atas, terkait dengan Pola
Komunikasi Orang Tua terhadap Anak untuk Mencegah Terjadinya
Dampak Negatif Gadget diidentifikasikan masalah berikut:
1.
Adanya kesempatan untuk mengakses konten-konten pornografi melalui
internet yang terkoneksi dengan gadget yang digunakan oleh anak.
2.
Adanya kemungkinan anak menjadi tergantung terhadap penggunaan gadget.
3.
Banyak waktu yang sia-sia dihabiskan oleh anak ketika hanya sibuk dengan
gadget yang dimiliki.
4.
Pola komunikasi dari orang tua yang tidak efektif dalam memberikan
pemahaman tentang cara pemanfaatan gadget yang bijaksana..
5.
Kurangnya pengetahuan orang tua tentang cara pemanfaatan gadget yang
bijaksana, yang bisa meningkatkan kualitas pribadi anak kearah yang lebih
positif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
C. Pembatas Masalah
Dalam penelitian ini, fokus kajian diarahkan pada menjawab
masalah-masalah yang termuat pada butir
nomer 1, 2, 4, dan 5 yang
teridentifikasi di atas khususnya masalah mengenai pola komunikasi orang
tua yang tidak efektif dalam memberikan pemahaman tentang pemanfaatan
gadget secara bijaksana.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti menyimpulkan
perumusan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana pemahaman orang tua terhadap pemanfaatan gadget yang tepat
pada anak?
2.
Bagaimana cara orang tua dalam berkomunikasi, memberikan pemahaman
tentang penggunaan gadget yang tepat pada anak?
3.
Hambatan apa saya yang dialami oleh orang tua dalam berkomunikasi pada
anak terkait upaya mencegah dampak negatif gadget?
4.
Usaha apa yang dilakukan oleh orang tua untuk mencegah dampak negatif
gadget terhadap anak?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini yaitu:
1.
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman orang tua terhadap pemanfaatan
gadget yang tepat pada anak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
2.
Untuk mengetahui cara orang tua memberikan pemahaman kepada anak
tentang penggunaan gadget yang tepat dan bijaksana.
3.
Mengetahui hambatan yang dialami oleh orang tua dalam memberikan
penjelasan pada anak tentang pemanfaatan gadget sehingga anak terhindar
dari dampak negative gadget tersebut..
4.
Mengetahui usaha-usaha yang yang dilakukan orang tua untuk mencegah
dampak negatif gadget kearah yang salah oleh anak.
F. Manfaat Hasil Penelitian
Dengan adanya penelitian ini, peneliti berharap muncul beberapa manfaat
sebagai berikut:
1.
Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pengetahuan
tentang pola komunikasi orang tua terhadap anak dalam hal penggunaan dan
pemanfaatan gadget. Dengan adanya penelian ini kiranya pembaca bisa
mendapatkan gambaran tentang pola komunikasi yang umumnya dilakukan
oleh orang tua khususnya pada anak anak dalam hal pengguaan dan
pemanfaatan gadget.
2.
Manfaat Praktis
a.
Bagi Orang Tua
Penelitian ini diharapkan menjadi gambaran tantang bagaimana orang
tua menyikapi tentang pemanfaatan gadget pada anak. Penelitian ini
juga memberikan gambaran tentang bagaimana pola komunikasi yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
umumnya dilakukan oleh orang tua terkait pemanfaatan dan penggunaan
gadget oleh anakanak khususnya anak. Dengan adanya pengetahuan
tentang pola komunikasi yang umumnya dilakukan oleh orang tua
tersebut, pembaca khususnya orang tua bisa memilah-milah dan lebih
selektif dalam menerapkan cara berkomunikasi dengan anak dalam hal
pemanfaatan gadget yang lebih efektif dan bisa meningkatkan
produktivitas anak sebagai individu ke arah yang positif.
b.
Bagi Anak
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa anak mampu
mengetahui dan memahami tentang peran komunikasi yang dilakukan
oleh orang tua dalam hal penggunaan gadget.
c.
Bagi Peneliti
Peneliti bisa mengetahui tentang pola komunikasi orang tua terhadap
anak dalam hal penggunaan gadget yang umumnya terjadi di
masyarakat.
G. Defenisi Istilah
Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini yaitu:
1.
Orang tua adalah orang yang dituakan, atau orang yang berperan dalam
melahirkan anak yang dalam hal ini yaitu ayah dan ibu. Orang tua juga
merupakan orang yang membesarkan anak, dan mengajarkan kepada anak
tentang hal-hal baik dan positif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
2.
Anak secara umum bisa dikatakan sebagai seseorang yang dilahirkan sebagai
hasil perkawinan antara seorang ayah dan ibu.
3.
Komunikasi berasal dari bahasa inggris yang memiliki asal usul kata dari
bahasa latin yaitu communis artinya milik bersama atau membagi yang
merupakan sebuah proses untuk membangun kebersamaan dan pengertian.
Kemudian secara terminologi, komunikasi adalah proses penyampaian suatu
pernyataan oleh satu pihak kepada pihak yang lainnya atau banyak pihak
supaya bisa terhubung dengan lingkungan yang ada disekitarnya.
4.
Gadget sebagai suatu alat yang digunakan untuk mengakses atau
menjalankan suatu program tertentu yang menarik dan bersifat mengasah
kreativitas. Alat yang digunakan untuk menjalankan atau mengoprasikan
aplikasi menarik seperti game, media social, dan beberapa aplikasi
pendukung kreativitas lainnya berupa ponsel, smartphone, PC, laptop dan
beberapa alat lainnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Pada bab ini dipaparkan mengenai hakekat komunikasi, pengertian keluarga,
komunikasi orang tua dan anak, pengertian gadget, manfaat dan kerugian dari gadget
serta cara mengatasi dampak negatif gadget pada anak.
A. Komunikasi
1.
Sejarah
Hutagalung (2015:1), Pada awal kemunculannya ilmu komunikasi
adalah multidisipliner karena dipengaruhi oleh disiplin ilmu lain. Di bidang
kajian
psikososial,
topic-topik
riset
popular
menyertakan
kajian
komunikasi terhadap perilaku individu seperti persuasi, dinamika
kelompok, maupun propaganda.
Schramm (Hutagalung, 2015:2), membuat analogi yang menarik
mengenai pengaruh disiplin lain pada ilmu komunikasi. Ia menganalogikan
ilmu komunikasi seperti sebuah „oase’. Berbagai disiplin ilmu mendatangi
ilmu komunikasi karena ilmu komunikasi dipandang menarik. Dengan
adanya hubungan indisipliner tersebut,ilmu komunikasi berkembang dan
memiliki spesialisasi khusus, seperti komunikasi antarpribadi yang
memiliki hubungan erat dengan ilmu psikoligi sosial.
2.
Pengertian Komunikasi
Menurut DeVito (2011) komunikasi mengacu pada tindakan oleh
satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi
9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
gangguan (noise), terjadi dalan suatu konteks tertentu, mempunyai
pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
Wollf (Priyanto, 2009 :7) berpendapat bahwa komunikasi merupakan
proses timbal balik suatu pengalaman dimana pengirim dan penerima pesan
berpartisipasi secara simultan.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan
bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi antara
individu atau kelompok, baik secara verbal maupun nonverbal yang dapat
menimbulkan respons timbal balik antara pengirim dan penerima informasi
(Priyanto, 2009: 8)
3.
Tujuan Komunikasi
Menurut DeVito (2011) ada empat tujuan komunikasi. Tujuan
komunikasi tersebut, antara lain:
a. Menemukan
Salah satu tujuan utama komunikasi menyangkut penemuan diri
(personal discovery.) Berkomunikasi dengan orang lain, berarti belajar
tentang diri sendiri dan orang lain. Dengan berbicara kepada orang lain,
kita memperoleh umpan balik yang berharga mengenai perasaan,
pemikiran, dan perilaku kita.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
b. Untuk berhubungan
Perasaan ingin dicintai dan menyukai orang lain, membuat manusia
termotivasi untuk membina dan memelihara hubungan baik dengan
orang lain.
c. Untuk meyakinkan
Komunikasi dalam hal ini yaitu bertujuan untuk mengubah sikap dan
perilaku manusia.
d. Untuk bermain
Manusia menggunakan komunikasi untuk bermain dan menghibur
diri.Sebagai contoh, kita mendengarkan pelawak, pembicara, music dan
film melakukan komunikasi untuk menghibur.
4.
Unsur-unsur komunikasi
Menurut Priyanto (2009), komunikasi memiliki unsur tertentu agar
maksud yang disampaikan tercapai dengan baik. Unsur-unsur tersebut yaitu
a.
Sumber (source)
Sumber merupakan dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan
dan fungsi sebagai rangka yang memperkuat pesan itu sendiri,
sehingga pesan yang diterima mempunyai tingkat validitas tinggi.
Sumber dapat berupa lembaga atau instansi, orang, buku, dokumen,
dan lain-lain.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
b.
Pesan
Pesan adalah serangkaian informasi yang ingin disampaikan oleh
komunikator. Pesan yang disampaikan mempunyai isi yaitu inti pesan
untuk mempengaruhi perilaku komunikan sesuai dengan tujuan yang
diharapkan komunikator. Keakuratan pesan ditentukan oleh faktorfaktor sebagai berikut:
c.
1)
Penyampaian pesan
2)
Bentuk pesan
Perumusan pesan
Pesan yang akan disampaikan harus tersusun baik, tepat, dan jelas
sehingga sesuatu yang diharapkan dapat tercapai.
d.
Komunikator
Komunikator
adalah
seseorang
ataupun
kelompok
yang
menyampaikan pesan kepada komunikan. Seorang komunikator dapat
menjadi komunikan dan sebaliknya komunikan dapat berperan sebagai
komunikator. Keberhasilan komunikator dipengaruhi oleh penampilan,
penguasaan pesan atau informasi, dan penguasaan bahasa pesan.
e.
Media
Media adalah sarana dalam penyampaian pesan. Media dapat
berbentuk buku, brosur, pamflet, radio, televisi, laptop dan lain-lain.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
f.
Hasil
Hasil yang baik akan tercapai apabila pesan yang disampaikan
komunikator dapat dimengerti atau diterima oleh komunikan dan
sesuai dengan harapan komunikator.
5.
Hambatan dalam Komunikasi
Segala sesuatu yang menghalangi kelancaran komunikasi disebut
sebagai gangguan (noise). Marhaeni Fajar (Nurdianti, 2014:4) ada beberapa
hambatan dalam komunikasi, yaitu:
a.
Hambatan dari proses komunikasi
Hambatan dari proses komunikasi dibedakan lagi menjadi beberapa
bagian, antara lain:
1) Hambatan dari pengirim pesan.
2) Hambatan dalam pengandaian/symbol
3) Hambatan media. Hambatan yang terjadi dalam penggunaan
media komunikasi.
4) Hambatan dari penerima pesan.
b.
Hambatan psikologis
Hambatan psikologis terdiri dari:
1) Hambatan Sosio-antro-psikologis
Proses
komunikasi
berlangsung
dalam
konteks
situasional.intinya komunikator harus memperhatikan situasi
ketika komunikasi
dilangsungkan, terutama
situasi
yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
berhubungan
dengan
factor-faktor
sosiologis-antropologis-
psikologis.
2) Hambatan semantic
Hambatan semantic terdapat pada diri komunikator, menyangkut
bahasa yang digunakan oleh kominukator.
3) Hambatan mekanis
Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan
dalam melancarkan komunikasi.
4) Hambatan ekologis
Disebabkan
oleh
gangguan
lingkungan
terhadap
proses
berlangsungnya komunikasi. Contohnya yaitu suara siuh orangorang di keramaian.
B. Komunikasi Antarpribadi (interpersonal)
1.
Pengertian Komunikasi Antarpribadi (interpersonal)
Langkah awal memahami karakteristik unik dari komunikasi
interpersonal adalah dengan melacak makna dari kara interpersonal. Kata
interpersonal adalah turunana dari kata inter, yang berarti “antara”, dan
kata person yang berarrti “orang”. Dengan kata lain, komunikasi
interpersonal secara umum terjadi antara dua orang. Seluruh proses
komunikasi terjadi diantara beberapa orang, namun seluruh interaksi
tidak melibatkan seluruh orang di dalamnya secara akrab. Buber
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
(Wood, 2013:22) mengatakan interaksi sosial dibedakan dalam tiga
tingkatan yaitu:
a.
Komunikasi I-it
Dalam komunikasi I-it, interaksi kita dengan orang lain sangat
tidak personal, bisa dikatakan orang lain hanya sebagai objek.
b.
Komunikasi I-you
Jenis komunikasi I-you, yaitu jenis yang paling banyak digunakan
dalam interaksi sehari-hari. Kita memperlakukan orang lain lebih
dari sekedar objek, tetapi kita tidak sepenuhnya menganggap
mereka sebagai manusia yang unik. Komunikasi I-you dapat
terjadi secara lebih personal. Interaksi tersebut serupa dengan
komunikasi di dunia maya dan forum internet, ketika orang-orang
bertemu karena memiliki kesamaan hobi dan gagasan.
c.
Komunikasi I-Thou
Ketika berinteraksi ditingkatan I-Thou, kita melihat orang lain
dengan segala keutuhan dan kepribadiannya. Melihat seseorang
harus dari norma sosial tertentu, tetapi orang lain adalah manusia
yang unik dan kita menerima mereka secara utuh. Dalam
komunikasi I-Thou, kita terbuka sepenuhnya pada orang lain,
memercayai orang lain untuk menerima diri kita apa adanya
dalam segala kelebihan dan kekurangan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
2.
Ciri-ciri Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal)
Menurut Wood (2013), ciri-ciri komunikasi interpersonal yaitu
a.
Selektif
Manusi tidak mungkin berkomunikasi secara akrab dengan semua
orang yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
b.
Sistemis
Komunikasi interpersonal dicirikan dengan sifat sistemis karena
ia terjadi dalam sistem yang bervarisi. Terdapat banyak sistem
yang melekat pada proses komunikasi interpersonal. Setiap sistem
mempengaruhi apa yang kita harapkan dari orang lain. Cara
manusia nerkomunikasi sangat beragam berdasarkan kebudayaan
masing-masing.
Komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh sistem, situasi, waktu,
masyarakat, budaya, latar belakang personal, dan sebagainya.
Dengan menggabungkan semua sistem tersebut untuk memahami
dinamika komunikasi interpersonal. Namun yang harus dipahami
bahwa seluruh sistem tersebut saling berkaitan, setiap bagian
mempengaruhi bagian lainnya.
c.
Unik
Pada tingkatan yang paling dalam, komunikasi interpersonal
sangat unik. Pada interaksi yang melampaui peran sosial, setiap
orang menjadi unik dan oleh karena itu menjadi tidak tergantikan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
d.
Processual
Komunikasi interpersonal adalah proses yang berkelanjutan. Hal
tersebut berarti komunikasi senantiasa berkembang dan menjadi
lebih personal dari masa ke masa. Proses yang berkelanjutan tidak
memiliki awal dan akhir yang pasti.
e.
Transaksional
Komunikasi interpersonal adalah proses transaksi antara beberapa
orang. Sifat transaksional yang secara alami terjadi dalam
komunikasi interpersonal berdampak pada tanggung jawab
komunikator untuk menyampaikan secara jelas.
f.
Individual
Bagian terdalam dari komunikasi interpersonal melibatkan
manusia sebagai individu yang unik dan berbeda dari orang lain.
g.
Pengetahuan personal
Komunikasi interpersonal membantu perkembangan pengetahuan
personal dan wawasan kita terhadap interaksi manusia. agar dapat
memahami keunikan individu, kita harus memahami pikiran dan
perasaan orang lain secara personal. Komunikasi juga membuka
pemahaman terhadap kepribadian orang lain. Ketika hubungan
yang dijalin semakin dalam, kita membangun kepercayaan dan
belajar untuk berkomunikasi dengan cara yang nyaman.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
h.
Menciptakan makna
Inti dari komunikasi interpersonal adalah berbagi makna dan
informasi antara dua belah pihak. Tidak hanya bertukar kalimat,
tetapi
saling
berkomunikasi.
Menciptakan
makna
seperti
memahami tujuan setiap kata dan perilaku yang ditampilkan oleh
orang lain.
3.
Prinsip-prinsip dalam komunikasi interpersonal
Menurut Wood (2013), ada delapan prinsip dalam komunikasi
interpersonal yaitu
a.
Tidak mungkin hidup tanpa berkomunikasi
b.
Komunikasi interpersonal adalah hal yang tidak dapat diubah
c.
Komunikasi interpersonal melibatkan masalah etika
d.
Manusia menciptakan makna dalam komunikasi interpersonal
e.
Metakomunikasi mempengaruhi pemaknaan
f.
Komunikasi
interpersonal
menciptakan
hubungan
yang
berkelanjutan
g.
Komunikasi tidak dapat menyelesaikan semua hal
h.
Efektivitas komunikasi interpersonal adalah sesuatu yang dapat
dipelajari.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
C. Komunikasi dalam Keluarga
1.
Pengertian keluarga
Murdock (Lestari, 2012:3) mengatakan bahwa keluarga merupakan
kelompok social yang memiliki karakteristik tinggal bersama, terdapat kerja
sama ekonomi, dan terjadi proses reproduksi. Koerner dan Fizpatrick
(Lestari, 2012:4) mengatakan bahwa defenisi keluarga setidaknya dapat
ditinjau berdasarkan tiga sudut pandang, yaitu:
a. Defenisi structural
Keluarga didefenisikan berdaskan kehadiran atau ketidakhadiran anggota
keluarga, seperti orang tua, anak, dan kerabat lainnya.
b. Defenisi fungsional
Keluarga didefenisikan dengan penekanan pada terpenuhinya tugas-tugas
dan
fungsi-fungsi
psikososial.
perawatan, sosialisasi pada
Fungsi-funsi
tersebut
mencakup
anak,dukungan emosi dan materi, dan
pemenuhan peran-peran tertentu.
c. Defenisi transaksional
Keluarga didefenisikan sebagai kelompok yang mengembangkan
keintiman melalui perilaku-perilaku yang memunculkan rasa identitas
sebagai keluarga (family identity), berupa ikatan emosi, pengalaman
historis, maupun cita-cita masa depan.
Berdasarkan pengertian keluarga menurut para ahli di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok social yang tinggal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
bersama, memiliki hubungan yang kuat baik secara emosi maupun meteri
antara setiap indivudu. Dengan kata lain setiap orang dalam kelompok
memiliki keterikatan dan terhubung baik secara emosi maupun materi.
2.
Komunikasi Orang Tua Dengan Anak
Shek (Lestari, 2012:61), hasil-hasil penelitian mengatakan bahwa
komunikasi orang tua-anak dapat mempengaruhi fungsi keluarga secara
keseluruhan dan kesejahteraan psikososial pada diri anak. Clark dan Shileds
(Lestari, 2012:61) menemukan bukti bahwa komunikasi yang baik antara
orang tua-anak berkolerasi dengan rendahnya keterlibatan anak dalan
perilaku delinkuen.
Ginott (Mufidah, 2008:28), cara baru berkomunikasi dengan anak
harus berdasarkan sikap menghormati dan keterampilan. Hal ini menjelaskan
bahwa tindakan menghormati dan keterampilan tersebut berupa kegiatan
tegur-sapa yang tidak boleh melukai harga diri anak, begitupun sebaliknya.
Orang tua dalam hal ini bertindak sebagai pendidik yang pertama harus
memberikan contoh dan sikap pengertian kepada anak, baru kemudian
member nasehat.
Komunikasi orang tua-anak sangat penting bagi orang tua dalam
upaya melakukan kontrol, pemantauan, dan dukungan pada anak. Tindakan
orang tua untuk mengontrol, memantau dan memberikan dukungan dapat
dipersepsi positif atau negatif oleh anak, diantaranya dipengaruhi oleh cara
orang tua berkomunikasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
3. Panduan untuk Komunikasi Efektif dalam Keluarga
Menurut Wood (2013), ada empat panduan untuk komunikasi yang
efektif dalam keluarga yaitu:
a.
Mengelola keseimbangan peran dalam hubungan keluarga
Salah satu panduan terpenting dalam keberlangsungan kehidupan
keluarga yang sehat adalah menciptakan keadilan peran keluarga.
Tanggung jawab ini di emban oleh seluruh angota keluarga, bukan
tanggung jawab ayak atau ibu saja. Penghargaan adalah element yang
diinginkan dalam sebuah hubungan. Misalnya afeksi dan dukungan
sosial yang timbul dalam keluarga.
b.
Membuat pilihan sehari-hari untuk menguatkan keintiman
Panduan terpenting kedua untuk menguatkan komunikasi dalam
keluarga adalah kepekaan melihat kondisi keluarga sebagai refleksi
pilihan yang diambil oleh anggotanya. Secara spesifik keluarga
cenderung fokus pada hal-hal besar, seperti ketika sedang menangani
konflik serius. Padahal ha-hal kecil seringkali dapat mempererat
hubungan dalam keluarga Carter (Wood, 2013). Dampak dari hal-hal
kecil bila sering dilakukan dapat menciptakan pilihan yang bisa
meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
c.
Menunjukan rasa menghargai dan perhatian
Agar tercipta keluarga yang saling cinta dan memuaskan, anggota
keluarga
harus
menunjukan
bahwa
mereka
secara
konsisten
menghormati dan memerhatikan anggota lain.
d.
Jangan terluka hanya karena hal kecil
Kita semua pasti memiliki kebiasaan pribadi yang mungkin tidak
disukai oleh orang lain. Mungkin kita tidak tau bahwa ada anggota lain
yang
terganggu
dengan
aktivitas
kita.
Kadang
kita
jarang
mempertimbangkan perasaan anggota lain. Namun kita dapat membantu
pasangan untuk mengurangi kelemahan yang ia miliki. Perspektif yang
diambil ikut mempengaruhi persepsi dan perasaan yang dialami.
D. Tugas Perkembangan Keluarga dengan Anak Usia Sekolah
1.
Tugas Perkembangan Anak Usia Sekolah
Menurut Setiono (2011), tugas perkembangan anak usia sekolah yaitu:
a.
Belajar keterampilan dasar yang diperlukan untuk anak sekolah.
b.
Menguasai
keterampilan
fisik
yang
sesuai
dengan
tahapan
perkembangannya.
c.
Mengembangkan pemahaman praktis tentang penggunaan uang.
d.
Menjadi anggota keluarga yang aktif dan kooperatif.
e.
Memperluas kemampuan berhubungan dengan orang lain, baik teman
sebaya maupun orang dewasa.
f.
Senantiasa belajar mengendalikan perasaan dan impulsnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
g.
Menyadari peran jenis kelaminnya baik saat ini maupun yang akan
dating.
2.
3.
h.
Senantiasa menemukan dirinya sebagai orang yang berguna.
i.
Mengembangkan hati nurani dengan control moral dari dalam diri.
Tugas Perkembangan Orang Tua Anak Usia Sekolah
a.
Memenuhi perkembangan anak untuk perkembangannya.
b.
Menikmati hidup bersama anak.
c.
Mendorong perkembangan anak.
Tugas Perkembangan Keluarga pada Tahap Anak Usia Sekolah
a.
Memberikan keperluan anak untuk melakukan aktivitas dan privasi
orang tua.
b.
Tetap mengusahakan kebutuhan financial terpenuhi.
c.
Melakukan sosialisasi lanjut kepada anggota keluarga.
d.
Membina hubungan diluar keluarga.
e.
Mengembangkan moral keluarga.
E. Hakekat Gadget Beserta Dampaknya
1.
Pengertian gadget
Osland (Irawan dan Leni Armayati, 2013), mengatakan bahwa
gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah
alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus. Swarnadwitya
(Irawan dan Leni Armayati, 2013), mengatakan yang membedakan antara
gadget dengan perangkat lainnya yaitu unsur “kebaruan”. Yang artinya dari
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
hari ke hari gadget selalu muncul menyajikan teknologi baru yang membuat
hidup manusia menjadi praktis. Adapun beberapa contoh gadget yang
biasanya digunakan di masyarakat luas seperti handphone, netbook, ipad.
Selain contoh yang disebut, masih banyak contoh gadget lainnya. Hal ini
disebabkan oleh cakupan gadget yang sangat luas, sehingga hampir setiap
perangkat elektronik kecil dengan kemampuan khusus dan menyajikan
teknologi baru bisa disebut gadget.
2.
Manfaat dan Kerugian Gadget.
a. Dampak positif
1) Menambah pengetahuan dan kreativitas
Muduli (2014:8) mengatakan bahwa “Tech-devices and
gaming may have positive effects on investigating skills, strategic
thinking and creativity potential of the individuals” dengan kata lain,
bahwa perangkat teknologi dan gaming dapat meningkatkan
kemampuan investigasi individu, meningkatkan kemampuan berpikir
dalam hal menentukan strategi dan kreativitas individu. Ia juga
mengatakan bahwa “These tech devices and services are better
sources for learning for the youth and these are the sources of fun
and entertainment which help them distract from daily stresses of
life” (Muduli (2014:8), dengan kata lain perangkat teknologi
merupakan media yang baik untuk pembelajaran anak, serta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
merupakan
media
yang
menyenangkan
untuk
anak
dalam
menghindari stress karena rutinitas harian anak.
2) Mempermudah anak dalam belajar
Samson (Muduli, 2014:9) mengatakan bahwa “When students
use laptops and other tech-devices by the instructor’s advice they are
connected to course learning objectives. The classroom learning and
engagement of the young students can be impacted positively by the
use of these digital devices” dengan kata lain penggunaan perangkat
teknologi seperti laptop dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam
pembelajaran.
3) Memperluas jaringan persahabatan
Tsitsika dan Jandikian (Muduli, 2014:8) mengatakan bahwa
“about 32.7% of the world’s population has access to the social
networking sites like Face book, Twitter, Linked-In, YouTube,
Flicker, blogs, wikis, and many more which let people of all ages
rapidly share their interests of the moment with others everywhere”.
Berdasarkan pernyataan pernyataan tersebut diketahui bahwa sekitar
32,7% populasi dunia menggunakan social media seperti facebook,
Twitter, youtube, blog dan berbagai social media lain untuk
membagikan momen menarik mereka dengan orang lain. Oleh karena
itu ia mengatakan “So the interconnectedness throughout the world is
growing rapidly due to internet use” (Tsitsika dan Jandikian (Muduli,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
2014:8). Hal ini menjelaskan bahwa orang-orang dihubungkan oleh
social media melalui internet, yang mana internet sendiri merupakan
bagian dari teknologi dan gadget.
b. Dampak Negatif
1) Membuat anak menjadi lemah dalam hal practical skill
Muduli (2014:9) mengatakan bahwa “The digital activities
make the youth strong in technical skills but make them weak in real
life practical skills” hal ini menjelaskan bahwa dengan adanya
aktivitas digital yang dilakukan oleh anak, membuat mereka bagus
dalam hal teknik dibandingkan dengan kemampuan prakateknya.
Muduli (2014:9) juga menambahkan “It takes the young mass away
from the reality helping them to live in their imaginary world. Due to
the time spent on the devices the youth are refrained from some
outdoor activities with friends and family” hal ini menyebabkan anak
untuk menjadi apatis dan lebih memilih tinggal dalam dunia
imajinasinya dibandingkan dengan aktivitas dengan teman dan
keluarga di dunia nyata.
2) Rawan terhadap tindakan kekerasan
Pada kenyataannya gadget seperti smartphone biasanya
memfasilitasi penggunanya untuk bermain game. Muduli (2014:9)
mengatakan bahwa “The indulgence in violent games may create
more violence in their mind” jelas dikatakan bahwa kesukaan anak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
dalam bermain game yang berbau kekerasan, dapat mempengaruhi
pikiran anak dan membuat anak menanamkan tentang perilaku
kekerasan dalam pikirannya.
3) Membuat anak malas belajar
Muduli (2014:9) mengatakan “The more they use the gadgets,
the more they are crazy about it which may distract them from study”
dengan kata lain bahwa semakin sering anak menggunakan gadget,
anak semakin asik dengan aktivitasnya tersebut sehingga anak bisa
melupakan tugas pokoknya yaitu belajar.
4) Mempengaruhi kesehatan
Muduli (2014:9) mengatakan bahwa “During the time of
playing games when they can’t achieve the set target, it may raise
their anxious level higher. After all addiction to the devices may
develop unhealthy lifestyle, poor time management and poor eating
habits among the youth” dikatakan bahwa ketika anak tidak dapat
mencapai target tertentu dalam suatu game kecemasan yang dialami
anak anak
meningkat. Ketika anak menjadi kecanduan terhadap
game, hal ini akan mengakibatkan kebiasaan hidup yang tidak sehat,
buruk dalam manajemen waktu, dan pola makan yang buruk.
Young (Muduli, 2014:10) juga mengatakan bahwa “The
addictive internet use has negative impacts on mental health. There is
a positive relationship between Internet addiction and psychiatric
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
disorders like depression, bipolar disorder, obsessive-compulsive
disorder, attention deficit disorder, etc” menjelaskan tentang dampak
negatif internet yang terhubung dengan gadget bagi kesehatan.
Beberapa penyakit yang bisa terjadi ketika kecanduan internet yaitu
gangguan psikis seperti depresi, bipolar disorder, obsessive
compulsive disorder, dan sebagainya.
3. Cara Mengatasi Dampak Negatif Gadged pada Anak
Sosok yang paling berpengaruh dalam mencegah maupun mengatasi
dampak negatif dari gadget adalah orang tua. Maka orang tua memiliki peran
besar dalam membimbing dan mencegah agar teknologi gadget tidak
berdampak negatif bagi anak. Lee (2015, Positive and Negative Impact of
Electronic
Devices
on
Children,
https://wehavekids.com/parenting/dlectronic-devices-and-gadgets-toChildren, diakses tanggal 8 juni 2017) berpendapat bahwa “It,s impossible to
completely eliminate electronic devices from a child,s life, but there are ways
to decrease their negative impact” dengan kata lain, walaupun tidak mungkin
untuk
untuk menghindarkan perangkat elektronik seperti gadget dari
kehidupan anak, orang tua masih bisa untuk mengurangi dampak negatif dari
perangkat elektronik itu sendiri, yang dalam hai ini adalah gadget. Adapun
cara-cara untuk mengatasi atau mengurangi dampak negatif gadget pada anak
yaitu:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
a.
“Know the rating of the game and television programs you child wants to
use or watch”. Ketahui rating dari game dan program televisi yang anak
ingin nonton atau konsumsi. Rating dalam hal ini maksudnya yaitu
tentang jenis permainan dan acara TV yang akan dikonsumsi anak
meupakan game atau avara tv khusus buat anak-anak atau bukan.
b. “Do not set up electronic in a child badroom” Jangan memasang
perangkat elektronik di dalam kamar anak.
c.
“Make media rules. For example, place a time limit of how often or long
a child is allowed to use an electronic device, including games and
television”. Membuat aturan yang disepakati dengan anak, misalnya
dengan meberlakukan batas waktu penggunaan gadget terhadap anak.
d. “Monitor your child’s media consumtion, including video games,
television, movies, and internet”. Orang tua mengawasi media yang
dikonsumsi oleh anak, misalnya terkait game, acara televise, film, dan
internet.
e.
“Communicated with your child about what they observe in video games,
television program or movies.Ask them how they feel about the media
they have acces to and discuss it with them”. Diskusikan dengan anak
tentang apa yang mereka lihat dan dapat dari game atau acara tv yang
mereka nonton. Tanyakan kepada anak tentang apa yang mereka rasakan
setelah bermain game atau menonton acara tv yang mereka sukai.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini memaparkan jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek dan
obyek penelitian, teknik dan instrument pengumpulan data, keabsahan data, dan
teknik analisis data. Keenam sub judul tersebut merupakan bagian-bagian dari metode
penelitian yang harus ada dalam sebuah penelitian. Masing-masing sub bagian akan
dijabarkan secara singkat, padat, dan jelas. Berikut merupakan penjabaran dari
masing-masing sub bagian
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus.
Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti
kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci.
Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data
yang mengandung makna. Makna adalah data sebenarnya, data yang pasti yang
merupakan suatu nialai di balik data yang tampak (Sugiyono, 2012:15). Metode
studi kasus adalah pengujian intensif menggunakan berbagai sumber bukti
terhadap suatu entitas tunggal yang dibatasi oleh ruang dan waktu (Tohirin,
2011:19)
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di desa Wedomartani, kecamatan Ngemplak,
Kabupaten Sleman Yogyakarta. Waktu penelitian dilakukan selama dua satu
minggu. Selama peneliti melakukan penelitian, peneliti tidak selalu datang ke
30
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
tempat penelitian, melainkan melalui wawancara. Berikut jadwal yang di
tentukan peneliti selama melakukan penelitian.
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
No
Tanggal
Keterangan
1
25 Desember
Konfirmasi kepada subjek
2016
wawancara
2
29
Tempat
Desember Persiapan wawancara
Kost
Desember observasi
Rumah subyek
Desember Wawancara pertama
Rumah subyek
2016
3
30
2016
4
31
2016
5
20 Januari 2017
Wawancara ke dua Ibu
Angkringan
6
20 Januari 2017
Observasi anak
Angkringan
7
25 Januari 2017
Wawancara
ke
tiga
Ibu
dan Aangkringan
wawancara ke dua dengan ayah.
Rumah subyek
8
10 Februari 2017
Wawancara ke dua anak
Angkringan
9
14 Februari 2017
Wawancara ke tiga anak
Angkringan
10
1 Maret 2017
Wawancara ke tiga ayah
Angkringan.
11
1
juni-10
2017
Juni Menganalisis hasil wawancara dan Kontrakan
observasi, serta membuat verbatim
hasil wawancara. Hasil wawancara
kemudian dibuat dalam bentuk
kode-kode.
dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
C. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian adalah Salah satu keluarga di desa Wedomartani
kecamatan ngemplak kabupaten sleman Yogyakarta. Keluarga tersebut terdiri
dari Seorang Ayah, Ibu, dan dua orang anak. Berikut adalah daftar jumlah subyek
peneliti yang akan menjadi sumber informasi.
Tabel 3.2 Daftar Subyek Penelitian
NO
Subjek
Jumlah
1
Ayah
1
2
Ibu
1
3
Anak
1
D. Teknik instrument Pengumpulan Data
Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informaasi
dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat di konstruksikan makna dalam
suatu topic tertentu, Estberg (dalam Sugiyono, 2012 : 317). Jenis pertanyaan
yang di gunakan oleh peneliti dalam proses wawancara adalah pertanyaan
struktur. Wawancara ditujukan kepada kepala sekolah, guru BK, dan Guru mata
pelajaran. Berikut adalah panduan wawancara terstruktur yang di aplikasikan
pada subyek.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
Tabel 3.3 Panduan wawancara
NO
ASPEK
1.
Ayah
PERTANYAAN
1. Pengertian dan pemahaman gadget dan pemanfaatan
gadget yang tepat pada anak.
a. Apa yang dimaksud dengan gadget?
b. Apa manfaat dari gadget yang dirasakan oleh Bapak
dalam kehidupan sehari-hari?
c. Apa manfaat dari gadget yang dirasakan oleh Bapak
khususnya terhadap perkembangan anak?
d. Apa saja dampak negatif dari gadget terhadap anak?
2. Cara berkomunikasi, memberikan pemahaman tentang
penggunaan gadget yang tepat oleh orang tua pada anak.
a. Apa yang dimaksud dengan komunikasi dalam
keluarga?
b. Seberapa penting komunikasi dilakukan dalam
keluarga?
c. Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dalam
sebuah keluarga, khususnya antara suami dengan
istri?
d. Bagaimana cara komunikasi yang baik antara orang
tua kepada anak-anak dalam keluarga?
e. Sebagai
seorang
ayah
dan
kepala
keluarga,
bagaimana peran bapak dalam berkomunikasi dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
anggota keluarga, yang terdiri dari ibu dan anakanak?
f.
Bagaimana cara Bapak berkomunikasi, memberikan
pemahaman kepada anak tentang cara menggunakan
gadget yang tepat?
3. Hambatan yang dirasakan dalam upaya mencegah
dampak negatif gadget.
a.
Apa saja hambatan yang membuat komunikasi dalam
keluarga menjadi kurang efektif?
b.
Dalam berkomunikasi dengan anak-anak, apa saja
hal yang paling mengganngu dan mengakibatkan
komunikasi menjadi tidak efektif?
c.
Terkait dengan mengatasi dampak negatif gadget,
apa saja hal yang membuat komunikasi antara bapak
dengan anak menjadi terganggu.
4. Usaha yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif
gadget.
a. Bagaimana cara bapak dalam menjaga keintiman
dalam hal berkomunikasi dalam keluarga?
b. Usaha apa saja yang sudah Bapak lakukan untuk
mencegah penggunaan gadget yang berlebihan oleh
anak?
2.
Ibu
1.
Pengertian dan pemahaman gadget serta pemanfaatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
gadget yang tepat pada anak.
e. Apa yang dimaksud dengan gadget?
f.
Apa manfaat dari gadget yang dirasakan oleh Ibu
dalam kehidupan sehari-hari?
g. Apa manfaat dari gadget yang dirasakan oleh Ibu
khususnya terhadap perkembangan anak?
h. Apa saja dampak negatif dari gadget terhadap anak?
2
Cara berkomunikasi, memberikan pemahaman tentang
penggunaan gadget yang tepat oleh orang tua pada anak.
a. Seberapa penting komunikasi dilakukan dalam
keluarga?
b. Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dalam
sebuah keluarga, khususnya antara suami dengan
istri?
c. Bagaimana cara komunikasi yang baik antara orang
tua kepada anak-anak dalam keluarga?
d. Sebagai seorang Ibu, bagaimana peran ibu dalam
berkomunikasi dengan anggota keluarga?
e. Bagaimana cara Ibu berkomunikasi, memberikan
pemahaman kepada anak tentang cara menggunakan
gadget yang tepat?
3. Hambatan yang dilakukan untuk mencegah dampak
negatif gadget.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
a. Apa saja hambatan yang membuat komunikasi
dalam keluarga menjadi kurang efektif?
b. Dalam berkomunikasi dengan anak-anak, apa saja
hal yang paling mengganngu dan mengakibatkan
komunikasi menjadi tidak efektif?
c. Terkait dengan mengatasi dampak negatif gadget,
apa saja hal yang membuat komunikasi antara ibu
dengan anak menjadi terganggu.
4. Usaha yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif
gadget.
a.
Bagaimana cara Ibu dalam menjaga keintiman
dalam hal berkomunikasi dalam keluarga?
b.
Usaha apa saja yang sudah Bapak lakukan untuk
mencegah penggunaan gadget yang berlebihan oleh
anak?
3.
Anak
1. Pengertian dan pemahaman gadget serta pemanfaatan
gadget yang tepat.
a.
Menurut adik, apa yang dimaksud dengan gadget?
b.
Apa manfaat dari gadget yang dirasakan dalam
kehidupan sehari-hari?
c.
Apa manfaat dari gadget yang dirasakan adik dalam
hal belajar?
d.
Apa saja dampak negatif dari gadget?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
2. Cara berkomunikasi, memberikan pemahaman tentang
penggunaan gadget yang tepat oleh orang tua pada anak.
a.
Bagaimana cara ayah dan ibu memberikan contoh
tentang komunikasi dalam keluarga?
b.
Bagaimana cara komunikasi yang baik antara orang
tua kepada anak-anak dalam keluarga?
c.
Bagaimana
peran
ibu
dan
ayah
dalam
berkomunikasi dengan anggota keluarga?
d.
Bagaimana cara Ibu berkomunikasi, memberikan
pemahaman kepada adik tentang cara menggunakan
gadget yang tepat?
3. Hambatan yang dirasakan dalam upaya mencegah
dampak negatif gadget.
a.
Apa saja hambatan yang membuat komunikasi
dalam keluarga menjadi kurang efektif?
b.
Apa saja hal yang paling mengganngu dan
mengakibatkan komunikasi antara adik dengan
orang tua menjadi tidak efektif?
c.
Terkait dengan mengatasi dampak negatif gadget,
apa saja yang membuat komunikasi antara orang
tua dengan anak menjadi terganggu?
4. Usaha yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif
gadget.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
a.
Bagaimana
cara
orang
keintiman
dalam
hal
tua
dalam
menjaga
berkomunikasi
dalam
keluarga?
b.
Usaha apa saja yang sudah dilakukan orang tua
supaya adik tidak menggunakan gadget secara
berlebihan?
E. Keabsahaan Keterpercayaan Data
Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi untuk melihat validitas
data. Sugiyono (2012 : 330) mengatakan bahwa ada dua jenis triangulasi yaitu
triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan satu jenis
triangulasi, yaitu triangulasi sumber. Dalam triangulasi sumber peneliti
menggunakan perbandingan tiga sumber yang berbeda yaitu Ayah, Ibu dan
Anak.
F. Teknik Analisis Data
Penelitian melakukan analisis data melalui analisis domain. Analisis domain
dilakukan untuk memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh dari
obyek/penelitian atau situasi sosial. Ditemukan berbagai domain atau kategori. Diperoleh
dengan pertanyaan grand dan minitour. Peneliti menetapkan domain tertentu sebgai
pijakkan untuk penelitian selanjutnya. Makin banyak domain yang dipilih, maka akan
semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian (Sugiyono, 2012: 348).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
Berikut merupakan langkah-langkah yang diambil peneliti dalam menganalis
data.
a.
Verbatim
Peneliti membuat verbatim setelah melakukan wawancara. Didalam
verbatim tersebut dipilih data yang dibutuhkan dalam penelitian.
b.
Coding
Setelah membuat verbatim yang dibutuhkan dalam penelitian, selanjutnya
peneliti membuat coding yaitu mengkode inti sari/ mencari kata-kata utama
dalam verbatim tersebut.
c.
Reduksi data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok,
memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan
membuang yang tidak perlu (Sugiyono, 2012).
d.
Interpretasi
Setelah direduksi maka peneliti menginterpretasi pernyataan-pernyataan
yang sudah ada dalam reduksi. Interpretasi ini merupakan gabungan reduksi
dari kepala sekolag, guru BK dan guru mata pelajran setelah itu peneliti
membuat kesimpulan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini memaparkan mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian
hasil penelitian didasarkan pada rumusan masalah yang telah disusun oleh peneliti.
A. Deskripsi data Secara Umum
Pada penelitian ini peneliti mengambil subyek penelitian sebuah
keluarga yang tinggal di desa wedomartani, ngemplak, sleman Yogyakarta.
Profil Keluarga
Keluarga terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anak. Anak pertama
seorang laki-laki umur 24 tahun, anak ke dua adalah seorang perempuan umur 20
tahun dan anak ke tiga merupakan perempuan umur 12 tahun. Ayah yang
merupakan kepala keluarga bekerja sebagai seorang driver yang biasanya jarang
berada di rumah. Ibu merupakan seorang wirausaha. Dia merupakan seorang
penjual makanan. Anak pertama dalam keluarga tersebut, sedang kuliah disalah
satu kampus swasta di Yogyakarta. Begitu juga dengan anak ke dua, dia sedang
kuliah di salah satu kampus di Yogyakarta. Anak ketiga yang berumur 12 tahun,
sedang duduk di bangku Sekolah Dasar, di salah satu SD di Yogyakarta.
Keluarga ini tinggal di Desa wedomartani kecamatan Ngemplak, Sleman
Yogyakarta.
40
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
B. Hasil Penelitian
1. Pemahaman Orang Tua terhadap Pemanfaatan Gadget yang Tepat pada
Anak.
Di era modern ini, manusia seakan tidak dapat dipisahkan dengan
teknologi. Hampir setiap barang yang kita gunakan saat ini adalah hasil
campur tangan dari perkembangan teknologi. Manusia seakan dituntut untuk
mengikuti dan menggunakan barang-barang tersebut. Salah satu hasil dari
perkembangan teknologi yang paling sering dan umumnya dimiliki oleh
manusia yaitu gadget. Gadget atau gawai yang dikenal dalam bahasa
Indonesia, sudah seperti barang kebutuhan buat manusia di era modern ini.
Mulai
dari
orang tua,
sampai
anak
kecil
dapat
dengan
mudah
mengoperasikannya. Beberapa gadget yang paling mudah ditemui dan
dimiliki masyarakat modern saat ini yaitu smartphone, televisi, computer,
ipad, dan tab.
Pesatnya perkembangan teknologi khususnya gadget, memicu
berbagai kontroversi terkait dampak positif dan negative yang akan
ditimbulkannya. Hal yang paling sering menjadi sorotan yaitu dampak dari
teknologi khususnya gadget bagi anak-anak. Terkait dengan adanya sorotan
atau perhatian tersebut, diperlukan peran orang tua dalam menanggulangi dan
mengatasi isu-isu tentang gadget tersebut. Oleh karena itu, orang tua dituntut
untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang gadget dan pemanfaatannya.
Berikut ini ulasan orang tua tentang gadget.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
“Gadget merupakan alat yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi.
Contohnya seperti handphone dan computer. (Peng.Gt.Sub)”
Gadget memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan.
Dampat positifnya yaitu :
“Mempermudah
dalam
hal
komunikasi
dan
pekerjaan.
(Man.Gt.Sub)”
“Membantu anak dalam hal belajar dan dalam meningkatkan
kreativitas anak. (Man.A.Gt)”.
Dampak negatif dari gadget khususnya terhadap anak yaitu :
“Menyebabkan efek ketergantungan dan meyebabkan anak melupakan
tugas utamanya yaitu belajar.(D.Neg.G)”
Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa orang tua
mengetahui tentang gadget dan dampak-dampaknya, khususnya buat anak.
2. Cara Berkomunikasi, Memberikan Pemahaman tentang Penggunaan
Gadget yang Tepat oleh Orang Tua pada Anak.
Hal yang perlu diperhatikan saat memberikan pemahaman tentang
penggunaan gadget yaitu cara berkomunikasi orang tua terhadap anak.
Adapun hasil ulasan orang tua terkait hal tersebut yaitu orang tua
memberikan contoh misalnya dalam berkomunikasi dengan pasangan. Hal ini
diungkapkan oleh orang tua berdasarkan hasil wawancara:
“Menghargai pasangan dengan saling mendengarkan dan tidak
mementingkan ego dalam menyelesaikan masalah. (Car.Kom.Su.I)”.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
Dalam berkomunikasi dengan anak, orang tua:
“Memberikan kebebasan dalam pengambilan keputusan
serta
mendiskusikan tentang tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
keluarga dengan anak.(Car.Kom.OT.A)”.
“Mengajarkan tentang tanggung jawab, melaksanakan tanggung
jawab kepada anak dan memberikan punishment kepada anak.
(Pe.OT.Dl.Kel)”
terkait dengan gadget:
“Orang tua memberikan pemahaman tentang hal-hal yang boleh dan
tidak
boleh
dilakukan
anak
selama
menggunakan
gadget.(Car.OT.Kom.A)”
Berdasarkan ulasan dari orang tua di atas, diketahui bahwa orang tua
sudah melakukan cara komunikasi yang baik kepada anak berkaitan dengan
gadget.
3. Hambatan yang Dirasakan Orang Tua dalam Berkomunikasi kepada
anak Terkait Upaya Mencegah Dampak Negatif Gadget.
Perkembangan teknologi khususnya gadget tidak dapat dipungkiri
sangat membantu kehidupan manusia, ada banyak dampak positif yang
terjadi karena perkembangan gadget. Selain dampak positif tersebut, gadget
juga berdampak negatif bagi manusia, khususnya anak-anak. Orang tua sudah
melakukan beberapa cara untuk mencegah dampak negatif dari gadget.
Dalam melakukan usaha-usaha tersebut, orang tua memiliki beberapa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
hambatan dalam berkomunikasi kepada anak terkait mencegah dampak
negative gadget tersebut. Adapun ulasan tentang hambatan tersebut yaitu:
“Kesibukan masing-masing anggota keluarga. (Ham.Kom.E)”.
Hal lain yang jadi penghambat komunikasi orang tua kepada anak terkait
mengatasi dampak negatif gadget yaitu:
“Emosi orang tua saat anak menggunakan gadgetdalam waktu yang
lama.(HM.Kom.OU.A)”
“Kurangnya pengetahuan tentang gadget dan emosi yang berlebihan
saat anak terlalulam main gadget.(Hl.Kom.Ku.E)”
Berdasarkan ulasan orang tua di atas, orang tua mengetahui hambatanhambatan dalam berkomunikasi dengan anak berkaitan dengan mencegah
dampak negative gadget.
4. Usaha yang Dilakukan untuk Mencegah Dampak Negatif Gadget
Terhadap Anak.
Untuk mencegah dampak negatif gadget terhadap anak, ada beberapa
usaha yang dilakukan oleh orang tua. Usaha itu antara lain
“Memberikan pengetahuan agama kepada anak, dan menyemangati
anak supaya mau mendengarkan orang tua dengan memberi hadiah
saat anak menurut dan menaati kesepakatan dan hukuman saat anak
melanggar kesepakatan atau aturan. (U.Mn.p.Ber)”.
Berdasarkan pernyataan tersebut, oran tua sudah melakukan usaha
dalam mencegah dampak negative gadget terhadap anak.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
C. Pembahasan
1. Pemahaman Orang Tua terhadap Pemanfaatan Gadget yang Tepat pada
Anak.
Berdasarkan pada hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa orang
tua memahami gadget sebagai sebuah alat yang merupakan hasil dari
kemajuan teknologi. Alat-alat tersebut berupa smatphone dan computer.
Kehadiran gadget dalam kehidupan sehari-hari manusia, mengakibatkan
dampak yang terdiri dari dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif
dari gadget yang dirasakan oleh orang tua bagi kehidupan mereka dan
perkembangan anak yaitu gadget sangat membantu pekerjaan, dengan kata
lain adanya gadget bisa membuat pekerjaan jadi lebih mudah. Manfaat lain
yang dirasakan oleh orang tua yaitu dalam hal perkembangan anaknya.
Gadget dalam hal tersebut sangat membantu anak dalam meyelesaikan tugastugas sekolahnya, dan membantu anak dalam hal mengembangkan
kreativitasnya melalui media game dan berbagai aplikasi yang ada di gadget.
Selain Dampak positif yang dimiliki oleh gadget, orang tua juga
menyebutkan tentang dampak negatif yang diberikan oleh gadget. Khusus
bagi anak, dampak negatifnya yaitu efek kecanduan terhadap konten atau
aplikasi yang terdapat dalam gadget. Efek kecanduan tersebut mengakibatkan
anak menjadi melupakan tugas utamanya sebagai pelajar.
Osland (Irawan dan Leni Armayati, 2013) mengatakan bahwa gadget
adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah alat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus. Hal tersebut bisa
dijelaskan dengan baik oleh orang tua. Begitu juga tentang dampak positif
dari gadget, orang tua bisa menjelaskan seperti apa yang dijelaskan oleh
Muduli (2014:8). Ia menjelaskan bahwa ada tiga poin besar yang menjadi
dampak positif dari gadget, yaitu menambah pengetahuan dan kreativitas;
mempermudah anak dalam belajar; dan memperluas jaringan persahatan.
Berbeda dengan poin pengertian gadget dan dampak positif gadget,
pada poin tentang dampak negatif gadget orang tua hanya menyebutkan
bahwa gadget menyebabkan efek kecanduan saja. Efek kecanduan ini akan
berujung pada sikap anak yang tidak menghiraukan tugas pokoknya sebagai
pelajar. Hal tersebut kurang menjelaskan secara rinci tentang dampak
negative dari gadget, dimana Muduli (2014:8) menjabarkan tentang dampak
negatif gadget, antara lain:
a. Membuat anak menjadi lemah dalam hal practical skill
b. Rawan terhadap tindakan kekerasan
c. Membuat anak malas belajar
d. Mempengaruhi kesehatan.
2. Cara Berkomunikasi, Memberikan Pemahaman tentang Penggunaan
Gadget yang Tepat oleh Orang Tua pada Anak.
Berdasarkan
hasil
penelitian,
dijelaskan
bahwa
berkomunikasi dengan anaknya melalui beberapa cara yaitu:
orang
tua
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
a. Memberikan contoh kepada anak tentang sikap saling menghargai antara
anggota keluarga.
b. Orang tua menjadi fasilitator anak dan mengajari anak tentang tanggung
jawab, khususnya pada tugas masing-masing anggota keluarga. Misalnya
dalam hal penggunaan gadget, anak dibimbing dan difasilitasi tapi harus
bertanggung jawab dengan fasilitas yang dia miliki. Ketika anak
melanggar tanggung jawab yang diberikan, orang tua akan memberikan
punishment.
Ginott (Mufidah, 2008:28), cara baru berkomunikasi dengan anak
harus berdasarkan sikap menghormati dan keterampilan. Menurut Wood
(2013), ada empat panduan untuk komunikasi yang efektif dalam keluarga
yaitu:
a. Mengelola keseimbangan peran dalam hubungan keluarga
b. Membuat pilihan sehari-hari untuk menguatkan keintiman
c. Menunjukan rasa menghargai dan perhatian
d. Jangan terluka hanya karena hal kecil
Dari dua teori tersebut bisa ditemukan tentang pentingnya sikap saling
menghargai
dalam
berkomunikasi
dalam
keluarga.
Hal
ini
sudah
dipraktekkan oleh keluarga. Hal lain yang sudah dipraktekkan oleh keluarga
(orang tua) terkait cara berkomunikasi, memberikan pemahaman tentang
gadget kepada anak yaitu mengelola keseimbangan peran dalam hubungan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
keluarga. Pada poin ini, dijelaskan bahwa setiap anggota keluarga memiliki
peran masing-masing. Masing-masing peran yang dimainkan dalam keluarga
memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Dengan setiap anggota
keluarga memahami perannya dan bertanggung jawab atas peran tersebut,
keseimbangan dalam keluarga terjamin. Beberapa hal yang tidak diterapkan
oleh keluarga sesuai dengan teori di atas yaitu keluarga tidak membuat
pilihan sehari-hari untuk menguatkan keintiman dan jangan terluka hanya
karena hal kecil,
3. Hambatan yang Dirasakan Orang Tua dalam Berkomunikasi kepada
anak Terkait Upaya Mencegah Dampak Negatif Gadget.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dikatakan bahwa ada beberapa
hambatan yang dirasakan oleh orang tua dalam berkomunikasi kepada anak
terkait upaya mencegah dampak negatif gadget. Hambatan tersebut antara
lain:
a. Kesibukan masing-masing anggota keluarga.
b. Emosi yang meningkat ketika anak menggunakan gadget terlalu lama
melebihi waktu yang disepakati.
c. Kurang pengetahuan tentang penggunaan gadget yang baik.
Marhaeni Fajar (Nurdianti, 2014:4) ada beberapa hambatan dalam
komunikasi, yaitu:
a. Hambatan dari proses komunikasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
b. Hambatan psikologis
c. Hambatan mekanis
d. Hambatan ekologis
Dari apa yang dialami oleh orang tua, hambatan yang dialami terkait
menanggulangi dampak negatif gadget yaitu hambatan dari proses
komunikasi. Hambatan dari proses komunikasi terbagi dalam beberapa
bagian. Salah satu bagian yang berkaitan dengan hambatan komunikasi yang
dialami oleh orang tua adalah hambatan dari pengirim pesan. Sesuai dengan
hambatan yang dirasakan orang tua, dimana orang tua mengatakan “emosi
yang meningkat ketika anak menggunakan gadget melebihi waktu yang
disepakati. Hal ini menyebabkan emosi orang tua meningkat.
Pada poin lain tentang kesibukan yang dialami oleh orang tua dan
masing-masing anggota keluarga, serta kurangnya pengetahuan orang tua
terhadap pemanfaatan gadget yang baik, digolongkan dalam hambatan
semantic dimana
4. Usaha yang Dilakukan untuk Mencegah Dampak Negatif Gadget
Terhadap Anak.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dikatakan bahwa keluarga
melakukan usaha dalam mencegah dampak negative gadget terhadap anak.
Usaha tersebut yaitu memberikan pengetahuan agama kepada anak, dan
menyemangati anak supaya mau mendengarkan orang tua dengan memberi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
hadiah saat anak menurut dan menaati kesepakatan dan hukuman saat anak
melanggar kesepakatan atau aturan.
Lee (2015, Positive and Negative Impact of Electronic Devices on Children,
https://wehavekids.com/parenting/dlectronic-devices-and-gadgets-toChildren, diakses tanggal 8 juni 2017) menjelaskan bahwa ada beberapa cara
yang dapat digunakan oleh orang tua dalam mencegah dampak negative
gadget, antara lain:
a. Orang tua harus mengetahui rating dari game atau acara televisi yang
dikonsumsi oleh anak. Cari tau apakah media tersebut aman dan sesuai
dengan batasan usia anak.
b. Tidak memasang perangkat elektronik di dalam kamar anak.
c. Buat aturan. Aturan dalam hal ini yaitu tentang batasan waktu
penggunaan gadget buat anak
d. Awasi media yang dikonsumsi oleh anak.
e. Diskusikan dengan anak tentang apa yang mereka lihat dan rasakan saat
bermain game atau menonton acara tv dan film yang mereka suka.
Berdasarkan teori yang disampaikan di atas, bisa disimpulkan usaha
yang dilakukan orang tua belum benar-benar efektif. Berdasarkan teori di
atas, orang tua hanya menjalankan poin “buat aturan yang disepakati dengan
anak”. Hal ini membuktikan bahwa usaha orang tua dalam mencegah dampak
negatif gadget masih kurang efektif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V
PENUTUP
Bab ini berisikan uraian mengenai kesimpulan, saran, keterbatasan penelitian
dan penutup. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan dari hasil penelitian. Bagian
saran memuat saran untuk berbagai pihak. Bagian keterbatasan penelitian berisikan
kekurangan yang dialami peneliti dalam penelitian ini. Bagian penutup memuat
ucapan terimakasih
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai komunikasi orang
tua terhadap anak dalam mencegah dampak negatif gadget, bisa diambil
kesimpulan:
1. Pemahaman Orang Tua terhadap Pemanfaatan Gadget yang Tepat pada
Anak.
Secara umum orang tua sudah mengetahui beberapa hal tentang
gadget. Beberapa hal tersebut adalah tentang pengertian dari gadged dan
dampak-dampak yang diakibatkan oleh gadget. Dampak dari gadget terbagi
menjadi dua bagian, taitu dampak positif dan dampak negatif. Berkaitan
dengan dampak positif dari gadget, orang tua bisa menyebutkan dengan baik
tentang hal tersebut. Saat ditanya tentang dampak negatif dari gadget, orang
tua hanya mampu menyebutkan satu poin saja. Hal ini membuktikan bahwa
pengetahuan orang tua tentang pemanfaatan gadget yang tepat pada anak
51
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
belum cukup, terutama pengetahuan tentang dampak negative yang
ditimbulkan oleh gadget.
2. Cara Berkomunikasi, Memberikan Pemahaman tentang Penggunaan
Gadget yang Tepat oleh Orang Tua pada Anak.
Orang tua dalam memberikan pemahaman tentang penggunaan gadget
yang tepat pada anak yaitu dengan memberikan contoh komunikasi yang
baik. Komunikasi yang baik dapat terjadi karena adanya sikap saling
menghargai sesama anggota keluarga.
3. Hambatan yang Dirasakan Orang Tua dalam Berkomunikasi kepada
anak Terkait Upaya Mencegah Dampak Negatif Gadget.
Ada beberapa hambatan yang terdapat dalam proses komunikasi. Salah
satu hambatan yang dialami oleh orang tua yaitu hambatan dari pengirim
pesan. Factor anak yang tidak mendengarkan dan menaati aturan yang
disepakati bersama terkai penggunaan gadget, membuat emosi orang tua
tersulut.
4. Usaha yang Dilakukan untuk Mencegah Dampak Negatif Gadget
Terhadap Anak.
Usaha yang seharusnya dilakukan oleh anggota dalam mencegah
dampak negative gadget yaitu tidak hanya menetapkan aturan terkait
penggunaan gadget pada anak. Orang tua harus menyiapkan strategi lain
misalnya dengan tidak memberikan dan menyediakan perangkat elektronik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
dalam kamar anak. Orang tua harus banyak belajar tentang usaha-usaha yang
harus mereka lakukan dalam pemanfaatan gadget.
B. Saran-Saran
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran kepada pihak yang
terkait dengan penelitian ini, yakni sebagai berikut:
1. Untuk lebih mengoptimalkan pengetahuan orang tua tentang cara mencegah
dampak negatif gadget pada anak, penulis sarankan agar orang tua mengikuti
semeninar-seminar cara mencegah dampak negatif gadget pada anak.
2. Untuk peneliti lain yang berminat membahas tentang komunikasi orang tua
terhadap anak dalam mencegah terjadinya dampak negatif gadget, peneliti
memperbolehkan menggunakan hasil penelitian ini untuk penelitian lanjutan.
C. Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memiliki keterbatasan dalam penelitian ini,
yakni sebagai berikut:
1. Kurangnya buku referensi pasti yang membahas mengenai gadget.
2. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti masih kurang mendalam.
D. Penutup
Puji dan syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan berkat dan
rahmat-nya sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu, saran dan kritik dari teman-teman sangat diharapkan demi perbaikan dan
kesempurnaan skripsi ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
Akhir kata penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
terlibat sampai pada terselesaikannya penulisan skripsi ini. Semoga karya ini
dapat bermanfaat bagi penulis, pembaca dan bisa sebagai referensi untuk
penelitian khususnya yang terkait dengan topic penelitian ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Armayati, Lenidan Irawan, Jaka. (2013). Pengaruh Kegunaan Gadget Terhadap
Kemampuan Bersosialisasi. Riau: Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau.
Devito, Joseph A. (2011). Komunikasi antarmanusia. Tangerang selatan: Karisma
publishing group.
Hutagalung, Inge. (2015). Teori-teori Komunikasi Dalam Pengaruh Psikologi.
Jakarta: Indeks.
Lee. Yab Bee. (2015). Positive and Negative Impacts of Electronic Devices on
Children. Diakses dari https://wehavekids.com/parenting/dlectronic-devicesand-gadgets-to-Children (8 Juni 2017)
Lestari, Sri. (2012). Psikologi Keluarga. Jakarta: Kencana.
Maduli, Jyoti Ranjan. (2014). Addiction to Technoligical Gadget and Its Impact on
Health and Lifestyle: A Study on College Students. Diakses dari
http://ethesis.nitrkl.ac.in/5544/1/e-thesis_19.pdf. (8 juni 2017)
Mufidah, Hilmi. (2008). Komunikasi Antara Orang Tua dengan Anak dan
Pengaruhnya
terhadap
Perilaku
Anak.
Diakses
dari
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8215/1/HILMI%2
0MUFIDAH-FITK.pdf (8 Juni 2017)
Nurdianti, Siti Rahma. (2014). Analisis Faktor-faktor Hambatan Komunikasi dalam
Sosialisasi Program Keluarga Berencana pada Masyarakat Kebon Agung
Samarinda. Diakses dari http://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id (8Juni 2017)
Priyanto, Agus. (2012). Komunikasi dan Konseling. Jakarta: Salemba Medika..
Setiono, Kusdwiratri. (2011). Psikologi Keluarga.Bandung: PT. Alumni.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R &D). Bandung: Alfabeta.
Tohirin. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan dan Bimbingan
Konseling. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wood, Julia T. (2013). Komunikasi Interpersonal. Jakarta: Salema Humanika
55
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Bp Haris
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 31 Desember 2016
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 1
NO Pengertian dan pemahaman gadget serta pemanfaatan gadget yang tepat.
1
Pertanyaan
Jawaban
Apa yang dimaksud dengan gadget?
Gadget setahu saya yaitu alat-alat yang
dikembangkan berdasarkan kemajuan
teknologi. Contohnya seperti computer,
handphone dan sebagainya.
2
Apa manfaat dari gadget yang
Manfaat gadget dalam kehidupan
dirasakan oleh Bapak dalam
sehari-hari yaitu:
kehidupan sehari-hari?
a. Untuk komunikasi. Misalnya
berkomunikasi dengan teman dan
keluarga.
b. Mempermudah dalam hal
pekerjaan. Misalnya beberapa
56
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
aplikasi yang tersedia di gadget
seperti sosial media, dan M
Banking. M Banking memudahkan
saya untuk mentransfer sejumlah
uang hanya dengan menggunakan
gadget, khususnya handphone.
3
Apa manfaat dari gadget yang Manfaat gadget yang saya rasakan
dirasakan oleh Bapak khususnya terhadap perkembangan anak yaitu
gadget sangat membantu anak saya
terhadap perkembangan anak?
dalam hal belajarnya. Materi-materi
pelajaran yang bisa di shared di grup
Whatsapp sekolahnya, bisa menjadi
contoh manfaat gadget buat
perkembangan anak saya. Contoh lain,
ada banyak materi pelajaran dan hal
yang bisa membangkitkan kreativitas
anak yang terdapat di gadget. Game dan
beberapa aplikasi penunjang kreativitas
yang terdapat dalam gadget sangat
membantu perkembangan anak, asalkan
57
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
anak diawasi dan diajari cara
bertanggung jawab dalam menggunakan
gadget tersebut.
4
Apa saja dampak negatif dari gadget Jadi begini, Kami pernah mencoba
memberikan sebuah gadget berupa
terhadap anak?
handphone kepada alya, karena kami
melihat kalau Alya juga penting untuk
belajar tentang teknologi dan dia juga
butuh gadget untuk urusan sekolahnya.
Kami juga ingin tahu seberapa besar
tanggung jawab Alya jika diberikan
handphone. Namun, pada kenyataanya
gadget yang kami berikan tersebut lebih
banyak dipakai untuk main game, dan
melihat konten anak-anak seperti
webtoon. Sebagian besar waktunya
digunakan untuk melihat konten
webtoon dan berbain game. Jadi
mungkin efek negatifnya yaitu anak
menjadi terlalu terpaku dengan gadget
58
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dan konten-konten menarik yang
terdapat dalam gadget tersebut. Hal ini
meyebabkan anak melalaikan tugastugas utamanya misalnya belajar.
Karena kejadian tersebut, kami
mengambil keputusan untuk mengambil
handphone milik Alya
59
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Ibu Yuniati
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 31 Desember 2016
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 2
NO Pengertian dan pemahaman gadget dan pemanfaatan gadget yang tepat pada
anak
1
Pertanyaan
Jawaban
Apa yang dimaksud dengan gadget?
Gadget merupakan alat yang
diciptakan oleh kemajuan teknologi.
Contohnya handphone.
2
Apa
manfaat
dari
gadget
yang Gadget mempermudah saya dalam
dirasakan oleh Ibu dalam kehidupan berkomunikasi dengan teman-teman
misalnya melalui social media seperti
sehari-hari?
Whatsapp, dan lain-lain. Saya juga
biasanya saling bertukar resep makanan
untuk bahan jualan menggunakan
whatsapp dengan teman-teman. Jadi
intinya, gadget sangat mempermudah
saya dalam berkomunikasi dengan
60
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
teman-teman, gadget juga
mempermudah saya dalam hal
pekerjaan.
3
Apa
manfaat
dirasakan
oleh
dari
gadget
Ibu
yang Kalau untuk anak saya Alya, dia juga
khususnya memiliki group sekolah di whatsapp
yang terinstal di handphone saya. Jadi,
terhadap perkembangan anak?
besok ada tugas apa yang harus
diselesaikan berkaitang dengan jam ke0 di sekolah. Tugas-tugas tersebut di
shared lewat whatsapp. Ada juga tugas
dari ustad berkaitan tengan tugas
mengaji yang harus diselesaikan setiap
harinya oleh Alya. Tugas tersebut juga
dibagikan dan diperiksa lewat gadget
melalui Voice Note. Jika ada yang salah
bacaan dalam mengajinya, bisa
langsung dikoreksi oleh guru ngajinya.
Intinya, gadget sangat membantu anak
saya, khususnya dalam hal belajarnya.
4
Apa saja dampak negatif dari gadget Gatget memiliki dampak negative
khususnya dalam perkembangan anak.
Selama ini yang saya perhatikan,
61
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
terhadap anak?
gadget membuat anak menjadi
ketergantungan dan cenderung
menghabiskan waktu didepan gadget.
Intinya, mereka biasanya melupakan
tugas utama yaitu belajar, karena terlalu
asik memainkan gadget mereka.
62
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Alia
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 31 Desember 2016
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 3
No
Pengertian dan pemahaman gadget serta pemanfaatan gadget yang tepat.
Pertanyaan
1
Jawaban
Menurut adik, apa yang dimaksud Hmmm… Gadget itu seperti contohnya
handphone android
dengan gadget?
2
Apa manfaat dari gadget yang Bisa membaca webtoon dan main game
dirasakan
dalam
kehidupan saat suntuk.
sehari-hari?
3
Apa manfaat dari gadget yang Membantu menyelesaikan tugas-tugas
dirasakan adik dalam hal belajar?
sekolah dengan cepat. Ada tugas yang
biasanya dikirim lewat grup Wa oleh guru
misalnya pelajaran mengaji. Saya juga
biasanya mencari jawaban tugas di google.
63
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
Apa saja dampak negatif dari Hmmm… tidak tau. Saya senang main
gadget?
gadget. Saya sedang nonton webtoon di
handphone. Mungkin saya terlalu lama
nonton webtoon, saya biasa dimarahi ibu.
64
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Alia
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 11 Februari 2017
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 4
No
Cara berkomunikasi, memberikan pemahaman tentang penggunaan gadget
yang tepat oleh orang tua pada anak.
Pertanyaan
1
Jawaban
Bagaimana cara ayah dan ibu Ayah dan ibu selalu mengajarkan untuk
memberikan
contoh
tentang saling bertegur sapa dengan anggota
keluarga laiinnya.
komunikasi dalam keluarga?
2
Bagaimana cara komunikasi yang Ayah dan ibu selalu berdiskusi dengan
baik antara orang tua kepada anak- saya tentang tugas saya dirumah.
anak dalam keluarga?
3
Bagaimana peran ibu dan ayah Mengingatkan tentang tugas dan
dalam
berkomunikasi
dengan kewajiban dalam keluarga.
anggota keluarga?
65
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
Bagaimana
cara
berkomunikasi,
orang
tua Orang tua menjelaskan tentang apa yang
memberikan boleh dantidak boleh dilakukan selama
pemahaman kepada adik tentang menggunakan gadget.
cara menggunakan gadget yang
tepat?
66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Bp Haris
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 25 Januari 2017
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 5
NO Cara berkomunikasi, memberikan pemahaman tentang penggunaan gadget
yang tepat oleh orang tua pada anak
1
Pertanyaan
jawaban
Seberapa penting komunikasi
Komunikasi sangat penting dalam keluarga kami.
dilakukan dalam keluarga?
Saya sebagai kepala keluarga selalu menekankan
tentang pentingnya komunikasi tersebut. Saya
biasanya ketika berada di rumah, selalu berusaha
untuk bertanya kepada anggota keluarga tentang
pengalaman atau kejadian menarik apa saja yang
mereka alami saat seharian melakukan tugas
masing-masing. Dengan saya melakukan hal
tersebut, saya tidak merasa ketinggalan
perkembangan dan respect dari angguta keluarga
saya.
2
Bagaimana cara
Saya biasanya cenderung lebih mendengarkan
67
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
berkomunikasi yang baik
tentang kejadian-kejadian yang dialami dan
dalam sebuah keluarga,
diceritakan oleh pasangan saya selama saya pergi
khususnya antara suami
bekerja.
dengan istri?
3
Bagaimana cara komunikasi
Komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak
yang baik antara orang tua
yaitu dengan tidak membatasi ruang gerak anak.
kepada anak-anak dalam
Sebagai orang tua, saya bertanggung jawab
keluarga?
mengarahkan anak kepada hal-hal yang baik. Saya
hanya mendampingi mereka dalam menentukan
pilihan-pilihan dalam hidup mereka tanpa
memaksakan kehendah saya sebagi orang tua.
4
Sebagai seorang ayah,
Peran saya yaitu sebagai pendengar yang baik dan
bagaimana peran bapak
berusaha memberikan masukan yang baik dan
dalam berkomunikasi dengan
mengarahkan serta mendampingi anak-anak dalam
anggota keluarga?
5
menentukan pilihan terbaik dalam hidup mereka.
Bagaimana cara bapak
Memberikan gambaran tentang gadget untuk
berkomunikasi, memberikan
yang lebih bermanfaat, tapi tidak menutup
pemahaman kepada anak
kemungkingan dilakukan untuk senang-senang.
tentang cara menggunakan
Saya juga berusaha untuk memberikan
gadget yang tepat?
kebebasan tentang penggunaan gadget kepada
anak, karena saya sadar bahwa sekarang itu
jamannya teknologi. Saya tidak ingin anak saya
68
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
menjadi tertinggal dalam hal pemanfaatan
teknologi, karena saya sadar bahwa dia
membutuhkan hal tersebut.
69
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Ibu Yuniati
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 20 Januari 2017
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 6
NO Cara berkomunikasi, memberikan pemahaman tentang penggunaan gadget
yang tepat oleh orang tua pada anak.
1
Pertanyaan
jawaban
Seberapa penting komunikasi
Komunikasi dalam keluarga sangat penting. Kami
dilakukan dalam keluarga?
dalam keluarga selalu berusaha untuk saling
bertegur sapa dan berkumpul bersama setiap akhir
pekan untuk membicarakan atau sekedar sharing
apa yang sudah kami alami masing-masing dalam
seminggu lalu.
2
Bagaimana
cara
berkomunikasi
yang
baik
Komunikasi yang baik antara suami istri yaitu
dengan cara-cara yang paling sederhana seperti
ketika ada kepentingan di luar rumah, masing-
dalam
sebuah
keluarga,
masing berpamitan satu dengan yang lain. Selain itu,
khususnya
antara
suami
tidak mementingkan ego masing-masing pasangan
dengan istri?
saat menyelesaikan sesuatu masalah.
70
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
Bagaimana cara komunikasi
Saya selalu memberikan aturan yang didiskusikan
yang baik antara orang tua
dengan anggota keluarga terkait tanggung jawab
kepada anak-anak dalam
masing-masing anggota keluarga. Jadi anak-anak
sudah tau apa tanggung jawab dan tugas masing-
keluarga?
masing.
4
Sebagai
seorang
Ibu,
bagaimana peran ibu dalam
Peran saya dalam berkomunikasi dengan anak-anak
yaitu lebih ke mengingatkan tentang tanggung
jawab yang sudah disepakati bersama kepada anak
berkomunikasi
dengan
saya. Ketika mereka melanggar tanggung jawab
anggota keluarga?
mereka, saya biasanya menegur dan memberikan
hukuman.
5
Bagaimana
cara
Ibu
berkomunikasi, memberikan
Dalam keluarga kami, ada aturan main yang berlaku
kepada anak terkait penggunaan gadget. Jadi ketika
anak melanggar aturan tersebut, biasanya saya akan
pemahaman
kepada
anak
memarahi, kemudian memberikan hukuman.
tentang cara menggunakan
gadget yang tepat?
71
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Alia
Hari/Tanggal wawancara
: Selasa, 14 februari 2017
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 7
No Hambatan yang dirasakan dalam upaya mencegah dampak negatif gadget.
1
Pertanyaan
Jawaban
Apa saja hambatan yang
Hmm… ayah biasanya sibuk kerja. Ibu
membuat komunikasi dalam
juga.
keluarga menjadi kurang efektif?
2
Apa saja hal yang paling
Ibu biasanya marah kalau saya main
mengganngu dan mengakibatkan
handphone terlalu lama.
komunikasi antara adik dengan
orang tua menjadi tidak efektif?
3
Terkait dengan mengatasi
Ibu marah saat saya terlalu lama nonton
dampak negatif gadget, apa saja
webtoon.
yang membuat komunikasi antara
orang tua dengan anak menjadi
72
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
terganggu?
Usaha yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif gadget
1
Bagaimana cara orang tua dalam
Saat akhir pekan ayah dan ibu biasanya
menjaga keintiman dalam hal
mengajak sekeluarga untuk jalan-jalan.
berkomunikasi dalam keluarga?
2
Usaha apa saja yang sudah
Hmmm… memberitahu kepada saya kalau
dilakukan orang tua supaya adik
tidak baik main hp terlalu lama. Orang tua
tidak menggunakan gadget secara member saya hadiah saat saya mengikuti
berlebihan?
tugas saya dan menghukum saya saat saya
melanggar kesepakatan tentang main
handphone.
73
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Bp. Haris
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 1 Maret 2017
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 8
Hambatan yang dirasakan dalam upaya mencegah dampak negatif gadge
No
1
Pertanyaan
Apa
Jawaban
saja
yang Hambatan yang saya alami yaitu intensitas
hambatan
membuat komunikasi dalam waktu yang sedikit yang bisa saya habiskan
keluarga
menjadi
kurang sehari-hari, karena pekerjaan saya yang
menuntut untuk sering keluar rumah.
efektif?
2
Dalam berkomunikasi dengan
anak-anak, apa saja hal yang
Kurangnya kesempatan untuk bertemu dengan
anak karena tuntutan pekerjaan. Hal ini biasanya
membuat saya kurang sempat berinteraksi secara
paling
mengganngu
dan
penuh dengan anak.
mengakibatkan
komunikasi
menjadi tidak efektif?
3
Terkait dengan mengatasi
dampak negatif gadget, apa
a. Masalah waktu untuk mengawasi dan
mendampingi anak dalam penggunaan
74
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
gadget yang sangat terbatas.
saja hal yang membuat
b. Kurangnya pengetahuan saya tentang
komunikasi antara bapak
teknologi khususnya berkaitan dengan gadget
dengan anak menjadi
terganggu?
Usaha yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif gadget.
1
Bagaimana cara Bapak dalam
menjaga keintiman dalam hal
berkomunikasi
Meyempatkan waktu pada akhir pekan atau pada
saat hari libur untuk berkumpul dengan keluarga.
dalam
keluarga?
2
Usaha apa saja yang sudah
Usaha saya dalam mencegah penggunaan
Bapak lakukan untuk
gadget yang berlebihan yaitu:
mencegah penggunaan gadget
1. dengan memberikan sanksi dan
yang berlebihan oleh anak?
reward pada anak. Selain itu, anak
saya awasi dalam hal menggunakan
gadget. Dengan kata lain, saya
menetapkan aturan main yang
disepakati dengan anak terkait
penggunaan gadget. Saya juga
memberikan pemahaman kepada anak
tentang penggunaan gadget yang baik,
75
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
misalnya tentang penggunaan internet
yang baik dan tentang hal-hal yang
belum pantas buat anak yang terdapat
di internet. Misalnya, ketika anak
mencari referensi buat tugas
sekolahnya melalui media internet,
saya menganjurkan agar anak
menggunakan aplikasi google kids.
Karena biasanya google kids lebih
aman dan baik untuk digunakan oleh
anak-anak. Intinya selalu ada
pengawasan dan pendampingan
kepada anak ketika menggunakan
gadget.
2. Berusaha untuk meningkatkan
pengetahuan saya tentang
pemanfaatan teknologi khususnya
yang bisa berdampak positif buat
perkembangan anak.
76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HASIL WAWANCARA
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK
DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF GADGET
Nama Responden
: Ibu Yuniati
Hari/Tanggal wawancara
: Sabtu, 25 Januari 2017
Pewawancara
: Yosef Kaprino Parto
Lampiran 9
Hambatan yang dirasakan dalam upaya mencegah dampak negatif gadge
No
1
Pertanyaan
Apa
Jawaban
saja
membuat
hambatan
yang
komunikasi
dalam
Hambatannya yaitu kesibukan masing-masing
angguta keluarga, sehingga waktu untuk bertemu
dan berkumpul menjadi sangat kurang.
keluarga
menjadi
kurang
efektif?
2
Dalam berkomunikasi dengan
anak-anak, apa saja hal yang
Dalam berkomunikasi dengan anak yang menjadi
penghambat yaitu emosi saya yang biasanya
meluap ketika anak-anak tidak menuruti kata-kata
paling
mengganngu
dan
saya. Yang menjadi pemicu dari emosi saya yaitu
mengakibatkan
komunikasi
karena capek dalam bekerja.
menjadi tidak efektif?
3
Terkait dengan mengatasi
Hambatan yang saya rasakan dalam
77
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dampak negatif gadget, apa saja memberikan pemahaman kepada anak tentang
hal yang membuat komunikasi
cara menggunakan gadget yang tepat yaitu
antara ibu dengan anak menjadi
kalau saya lagi masak untuk mempersiapkan
terganggu.
makanan buat dijual, saya biasanya lepas
kontrol terhadap anak saya. Dia biasanya
mengambil handphone saya, kemudian
memainkannya. Jadi hambatannya berkaitan
dengan kesibukan saya sehingga kurang bias
mengawasi anak saya dalam mengoperasikan
gadget.
Usaha yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif gadget.
1
Bagaimana cara Ibu dalam
menjaga keintiman dalam hal
Kami biasanya pergi bersama saat akhir pekan.
Kami meluangkan waktu untuk berkumpul atau
sekedar jalan-jalan dan menikmati kebersamaan
berkomunikasi dalam keluarga?
kami dalam keluarga.
2
Usaha apa saja yang sudah
Saya selalu menekannkan tentang pentingnya
Bapak lakukan untuk mencegah pendidikan rohani kepada anak saya, karena
penggunaan gadget yang
dengan dasar pendidikan rohani yang baik,
berlebihan oleh anak?
anak bisa menilai sesuatu yang baik dan
buruk untuk dirinya. Usaha lain yang saya
lakukan sebagai bentuk upaya mencegah
78
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
penggunaan gadget yang berlebihan pada
anak yaitu dengan menggunakan punishment
dan reward. Saya juga biasanya langsung
memarahi anak apabila menggunakan gadget
melebihi batas waktu penggunaan gadget
yang telah disepakati.
79
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
CODING
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF
GADGET
Lampiran 10
Indikator
Ayah
Ibu
Anak
Kesimpulan(Koding)
Pengertian dan
Pengertian
Gadget adalah
Gadget adalah
Gadget yaitu
Gadget merupakan
pemahaman
Gadget
alat-alat yang
alat yang
barang-barang
alat yang dihasilkan
gadget dan
dikembangkan
diciptakan oleh
seperti
oleh kemajuan
pemanfaatan
berdasarkan
kemajuan
handphone
teknologi. Contohnya
gadget yang
kemajuan
teknologi.
(android)
seperti handphone dan
tepat pada anak
teknologi.
Contohnya
Contohnya seperti handphone.
computer,
handphone
80
computer.
(Peng.Gt.Sub)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Manfaat dari
a. Untuk
Mempermudah
Sarana refreshing
Mempermudah dalam
gadget yang
komunikasi.
dalam
hal komunikasi dan
dirasakan oleh
Misalnya
berinteraksi
pekerjaan. (Man.
Bapak dalam
berkomunikasi
dengan kolega.
Gt.Sub)
kehidupan sehari- dengan teman dan
hari.
keluarga.
b. Banyak aplikasi
yang terdapat di
gadget yang
mempermudah
pekerjaan.
Manfaat dari
Membantu anak
Mempermudah
Membantu
Membantu anak
gadget yang
dalam hal belajar,
anak dalam hal
menyelesaikan
dalam hal belajar dan
dirasakan oleh
dan
belajar dan
tugas-tugas
dalam meningkatkan
81
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
khususnya
meningkatkan
mengikuti belajar
terhadap
kreativitas
mengajar baik
perkembangan
melalui aplikasi
selama jam
anak
yang terdapat
sekolah maupun
pada gatget.
diluar jam
sekolah
kreativitas anak.
(Man.A.Gt)
sekolah regular.
dampak negatif
Menyebabkan
Menyebabkan
Menyebabkan
Menyebabkan efek
dari gadget
efek
efek
efek
ketergantungan dan
terhadap anak
ketergantungan
ketergantungan
ketergantungan
meyebabkan anak
pada anak,
pada anak, dan
melupakan tugas
sehingga
sehingga anak
utamanya yaitu
melupakan tugas
melupakan tugas
belajar.
utamanya yaitu
utamanya yaitu
(D.Neg.G)
belajar.
belajar.
82
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
CODING
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF
GADGET
Lampiran 11
Indikator
Ayah
Ibu
Anak
Kesimpulan(Coding)
Cara
Pentingnya
Menekankan
Komunikasi
Ayah dan ibu
Komunikasi penting
berkomunikasi,
komunikasi
pentingnya
dalam keluarga
selalu
untuk membina
memberikan
dalam keluarga
komunikasi
sangat penting
mengajarkan
hubungan baik dengan
pemahaman
dalam keluarga
untuk membina
untuk saling
anggota keluarga
tentang
sebagai sarana
keakraban dalam
bertegur sapa
lainnya, dan
penggunaan
untuk membina
keluarga dan
dengan anggota
menumbuhkan sikap
gadget yang
hubungan dengan untuk
keluarga
saling menghargai
tepat oleh orang
angota keluarga
mengajarkan
laiinnya.
(respect) antara sesame
tua pada anak.
lain dan
sikap saling
angota keluarga.
mendapatkan
menghargai
(Pen.Kom.Dl. Kel)
tespect dari
antara angora
anggota lain.
keluarga.
83
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Cara
Mendengarkan
Tidak
Menghargai pasangan
berkomunikasi
cerita tentang
mementingkan
dengan saling
yang baik dalam
kejadian yang
ego dalam
mendengarkan dan tidak
sebuah keluarga,
dialami istri saat
menyelesaikan
mementingkan ego
khususnya antara
suami sedang
masalah.
dalam menyelesaikan
suami dengan
bekerja.
masalah.
istri.
(Car.Kom.Su.I)
Cara komunikasi
Memberikan
Mendiskusikan
Mendiskusikan
yang baik antara
kebebasan dalam
tentang tanggung tugas anak dalam dalam pengambilan
orang tua kepada
pengambilan
jawab masing-
anak-anak.
keputusan pada
masing kepada
mendiskusikan tentang
anak, dan tugas
anak, dan
tugas dan tanggung
orang tua hanya
membimbing
jawab sebagai anggota
mmemfasilitasi
anak dalam
keluarga dengan
keluarga.
dan membimbing melakukan
anak dalam
tugasnya dalam
pengambilan
keluarga.
Memberikan kebebasan
keputusan serta
anak.(Car.Kom.OT.A)
keputusan.
peran orang tua
Memberikan
Mengingatkan
84
Mengingatkan
Mengajarkan tentang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dalam
masukan yang
tugas dan
tentang tugas
tanggung jawab,
berkomunikasi
baik kepada
tanggung jawab
dan kewajiban
melaksanakan tanggung
dengan anggota
anggota keluarga, kepada anggota
dalam keluarga.
jawab kepada anak dan
keluarga.
serta
keluarga,
memberikan
membimbing
khususnya
punishment kepada
anggota keliarga
kepada anak.
anak.
dalam
Selain itu,
(Pe.OT.Dl.Kel)
menjalanjankan
memberikan
tugas masing-
“punishment”
masing dalam
pada anak
keluarga.
apabila
melanggar
kesepakatan dan
tugasnya.
cara orang tua
Memberikan
Memberikan
Orang tua
Orang tua memberikan
berkomunikasi,
gambaran
punishment
menjelaskan
pemahaman tentang hal-
memberikan
tentang gadget
kepada anak
tentang apa yang
hal yang boleh dan tidak
pemahaman
kepada anak
ketika
boleh dantidak
boleh dilakukan anak
kepada anak
yakni tentang apa menggunakan
boleh dilakukan
selama menggunakan
85
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
tentang cara
yang boleh dan
gadget secara
selama
menggunakan
belum boleh
berlebihan.
menggunakan
gadget yang
dilakukan anak
tepat.
selama
gadget.
menggunakan
gadget.
86
gadget.(Car.OT.Kom.A)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
CODING
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF
GADGET
Lampiran 12
Indikator
Ayah
Ibu
Anak
Kesimpulan
Hambatan yang
Hambatan yang
Waktu bertemu
Waktu yang
Kesibukan
Kesibukan masing-
dirasakan orang
membuat
dengan keluarga
terbatas untuk
masing-masing
masing anggota
tua dalam
komunikasi dalam yang sangat
bertemu dengan
anggota
keluarga.(Ham.Kom.E)
berkomunikasi
keluarga menjadi
anggota keluarga
keluarga.
kepada anak
kurang efektif.
sedikit.
karena factor
terkait upaya
kesibukan
mencegah
hal yang paling
dampak negatif
gadget.
Kesibukan
Emosi yang
Orang tua marah
Emosi orang tua sat
mengganngu dan
meluap ketika
ketika
anak menggunakan
mengakibatkan
anak tidak
menggunakan
gadget dalam waktu
komunikasi
mendengarkan
gadget.
yang
menjadi tidak
perintah.
efektif ketika
berkomunikasi
87
lama.(HM.Kom.OU.A)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dengan anak.
Hal-hal yang
Kurangnya
Emosi yang
Emosi orang tua
Kurangnya
membuat
pengetahuan
muncul saat anak
saat saya terlalu
pengetahuan tentang
komunikasi antara tentang gadget.
menggunakan
lama main
gadget dan emosi yang
orang tua dengan
gadget dan tidak
gadget.
berlebihan saat anak
anak menjadi
mau
terlalulam main
terganggu dalam
mendengarkan
gadget.(Hl.Kom.Ku.E)
hal mengatasi
perintas saya.
dampak negative
gadget.
88
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
CODING
KOMUNIKASI ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM MENCEGAH TERJADINYA DAMPAK NEGATIF
GADGET
Lampiran 13
Aspek
Indikator
Ayah
Ibu
Anak
Kesinpulan
(coding)
Usaha yang
Cara orang tua
Menyempatkan
Berjalan-jalan
Jalan-jalan
Berkumpul dan
dilakukan
dalam menjaga
waktu untuk
bersama keluarga
dengan keluarga
jalan-jalan dengan
untuk
keintiman dalam hal
berkumpul
saat akhir pekan
mencegah
berkomunikasi
dengan keluarga
dampak negatif
dalam keluarga
saat libur.
gadget
Usaha yang sudah
Meningkatkan
Meningkatkan
Memberikan
Memberikan
dilakukan oleh
pengetahuan
pengetahuan rohani hadiah ketika
pengetahuan
orang tua untuk
tentang gadget
anak, sehingga bisa saya menuruti
agama kepada
anggota keluarga.
(Cr.Ki.Dl.K)
89
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
mencegah
dan memberikan
belajar memilih
perintah orang
anak, dan
penggunaan gadget
reward and
keputusan yang
tua dan
menyemangati
yang berlebihan
punishment pada
terbaik buat
mengajarkan
anak supaya mau
oleh anak.
anak.
dirinya.
ilmu agama.
mendengarkan
orang tua dengan
memberi hadiah
saat anak menurut
dan menaati
kesepakatan dan
hukuman saat anak
melanggar
kesepakatan atau
aturan.
(U.Mn.p. Ber)
90
Download