rancang bangun prototipe rangkaian penerima sistem daya tanpa

advertisement
RANCANG BANGUN PROTOTIPE RANGKAIAN PENERIMA SISTEM
DAYA TANPA KABEL
Disususn sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada Jurusan
Teknik Elektro
Fakultas Teknik
oleh:
FREDI BIMANTARA
D 400 130 012
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
1
HALAMAN PERSETUJUAN
RANCANG BANGUN PROTOTIPE RANGKAIAN PENERIMA SISTEM
DAYA TANPA KABEL
PUBLIKASI ILMIAH
Oleh:
FREDI BIMANTARA
D 400 130 012
Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji oleh:
Dosen Pembimbing
Aris Budiman, ST.MT
NIK 885
i
HALAMAN PENGESAHAN
RANCANG BANGUN PROTOTIPE RANGKAIAN PENERIMA
SISTEM DAYA TANPA KABEL
OLEH
FREDI BIMANTARA
D 400 130 012
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pada hari………, .…….. 2017
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Dewan Penguji:
1.
Aris Budiman, ST.MT
(……..……..)
(Ketua Dewan Penguji)
2.
Hasyim Asy’ari, ST.MT
(……………)
(Anggota I Dewan Penguji)
3.
(…………….)
Ir. Jatmiko, MT
(Anggota II Dewan Penguji)
Dekan,
Ir. Sri Sunarjono, M.T, Ph.D.
NIK. 682
ii
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang
pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan
orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya di atas, maka akan
saya pertanggungjawabkan sepenuhnya.
.
Surakarta, …………….. 2017
Penulis
FREDI BIMANTARA
D 400 130 012
iii
RANCANG BANGUN PROTOTIPE RANGKAIAN PENERIMA SISTEM
DAYA TANPA KABEL
Abstrak
Perkembangan teknologi pada perangkat elektronik semakin cepat dan penggunaannya
semakin luas. perlu daya listrik dan kabel sebagai alat transfer dayanya. Penggunaan
teknologi tanpa kabel saat ini sudah mulai berkembang. Adanya teknologi ini pada
berbagai keperluan akan memudahkan para pengguna elektronik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat prototipe rangkaian penerima sistem
transfer daya listrik tanpa kabel. Metode yang digunakan pada penelitian ini antara lain
studi literatur, pengumpulan data, perancangan alat, pembuatan alat, selanjutnya
pengujian menggunakan suplai daya 16 volt DC/5 Ampere. Lilitan pemancar
menggunakan pipa tembaga dengan luas penampang 28,26 mm². Sedangkan pada
penerima led kecil menggunakan kabel tembaga 1,5mm² kemudian dibandingkan
dengan penerima led 1 watt menggunakan kabel tembaga 1,5 mm² dan penerima led 3
watt menggunakan kabel tembaga 2,5mm² pada jarak 1-21 cm.
Hasil dari pengujian ini memiliki efisiensi tertinggi 91,92% pada jarak 1 cm saat
dibebani lampu 3 watt, semakin jauh jarak akan semakin menurunkan efisiensi. Transfer
daya hanya bisa maksimal pada jarak 21 cm saat dibebani lampu led.
Kata kunci: Tanpa kabel, Jarak, luas penampang
Abstract
Technological developments in electronic devices is faster and more in widespread use
now. it needs electrical power and cable as a mean of power transfer. Uses of wireless
technologies are now in developing. So as to ease of use while wearing an electronic
device that can transfer electric power wirelessly can certainly ease when used.
The purpose of this research is to create a prototype of a wireless electric power transfer
receiver. The method used in this research include the study of literature, data
collection, design the device, device-making, further testing using 16 V DC / 5A power
supply. Transmitter coil uses a copper pipe with the cross-sectional area of 28,26 mm².
While at the receiver using copper cable 1,5 mm² small led then compared with 1 watt
led receiver using copper cable 1,5 mm² and 3 watt led receiver using copper cable 2,5
mm² at a distance of 1-21 cm.
The results of this test has the highest efficiency of 91.92% at a distance of 1 cm when
under a 3 watt led lamp, the greater the distance will further lower the efficiency.
Transfers can only be a maximum power at a distance of 21 cm when under the LED
lights.
Keywords: No cable, distance, cross-sectional area
1
1. PENDAHULUAN
Kemajuan perkembangan teknologi transfer daya wireless atau tanpa kabel dewasa ini semakin
banyak dan meningkat pesat. Hal ini dilandasi semakin meningkatnya teknologi pada perangkat
elektronik karena kebutuhan telekomunikasi dan kebutuhan sehari-hari. Dalam setiap perangkat
elektronik pasti memerlukan daya listrik sebagai perannya, seperti pada pengisian baterai,
pengunaan kabel disini berperan penting untuk transfer daya listrik (Marincic.,1982). Dikehidupan
sehari-hari terasa ketergantungan manusia terhadap perangkat elektronik dimana dalam perangkat
elektronik memiliki banyak kabel untuk dibutuhkan sebagai transfer daya pada setiap perangkat ada
juga digunakan untuk pengisian baterai selain itu dalam tahun inimasih banyak para peneliti
menemukan hal menarik (Zhou et al., 2014). Penggunaan transfer daya tanpa kabel pada perangkat
elektronik tentunya akan memudahkan manusia, karena lebih efisien dan paraktis. Kopling
magnetik dianggap alat yang sangat baik digunakan sebagai teknologi untuk ini karena prosesnya
tidak menggunakan kontak fisik tetapi memakai induksi pada magnet yang saling berinteraksi
sebagai pengirim dayanya (Boylestad., 1998).
Ilmuwan Nicola Tesla pada abad ke-19 meneliti dan mempelajari tentang pemancar dan
penerima pada daya listrik tanpa melalui kabel penghantar. Sistem induksi elektromagnetik
dikembangkan dan dipelajari pada kumparan Tesla sampai akhirnya menara bernama Wardenclyffe
dibangun oleh Nicola Tesla. Tujuan menara tersebut sebagai pembangkit dan pemancar daya listrik
serta pemancar informasi ke seluruh dunia. Karena berhentinya sumber dana maka akhirnya menara
ini dihancurkan sebelum beroperasi. Bahwa induksi elektromagnetikdigunakan pada pengiriman
daya listrik contohnya trafodapat mengirimkan daya listrik dari lilitan ke lilitan lain dengan
memerlukan inti besi tanpa menghubungkan kedua lilitan. Inti besi sebagai tempat untuk
berjalannya aliran induksi elektromagnetik kurang efisien karena jarak yang cukup dekat (Zhao et
al., 2013).
Penelitian disini, penulis membuat rangkaian penerima sistem daya tanpa kabel yang terdiri
rangkaian penerima dengan menggunakan resonansi magnet. Rangkaian pada pemancar memiliki
fungsi sebagai pengubah energi DC menjadi energi AC melalui frekuensi untuk mengirimkan
medan magnet dan kemudian menginduksi lilitan pada penerima (Chunbo Zhu., 2008). Pada
pengujian untuk memudahkan penulis menganalisa membuat frekuensi pada pemancar dan pada
penerima memakai kapasitor dibuat sama maka bisa mempengaruhi frekuensi daya pada
pemancarnya maupun yang penerimanya (Mahardika. 2014). Selain menganalisa pada besar lilitan
yang berbeda pada rangkaian penerima pada beban memakai lampu yang bervariasi dan
membandingkan setiap lilitan pada jarak yang berbeda sehingga jarak transfer daya listrik cukup
ideal disetiap pasang lilitan. Karena pada lilitan memiliki panjang, jumlah lilitan dan besar
2
penampang yang berbeda maka memiliki optimalisasi sendiri-sendiri (Sulistyo, Aan.2016). Dengan
pengujian ini maka setiap pasangan lilitan dapat diketahui berapa daya dihasilkan di jarak yang
ideal. Maka sangat disarankan beradaptasi sistem yang memiliki kemampuan baik pada variasi
beban dan memiliki stabilitas pada frekuensi yang baik (Chapman. 2002).
1.1 Rumusan Masalah
Bagaimana cara merancang sebuah alatdan membuat prototipe rangkaian penerima
sistem daya tanpa kabel dengan jarak ideal pada daya maksimal.
1.2 Tujuan Penelitian
Dapat membuat dan merancang alat yang dapat mengirim dengan baik daya listrik tanpa
kabel pada jarak cukup ideal.
1.3 Manfaat Penelitian
a. Dalam kehidupan setiap hari dapat mempermudah penggunaan perangkat pada
elektronik sebagai pengisi baterai pada handphone maupun bisa dipakai pada
lampu belajar.
b. Pengembangan teknologi tanpa kabel kedepannya lebih efisien dan praktis dalam
penggunaan semua perangkat elektronik.
1.4 Landasan Teori
Terdapat dua hal yang saling berhubungan antara listrik dan magnet, bisa dicontohkan
pada trafo terdiri dua lilitan yang tidak besentuhan yang dililitkan inti pada besi jika
dialiri listrik bolak-balik maka timbul magnet disekitar penghantar pada salah satu
lilitan tersebut dan akan menimbulkan GGL induksi apabila aliran arus listrik mengalir
dari ujung penghantar ke ujung satunya. Dapat ditentukan GGL induksi dari arah arus
listrikpada penghantar yang mengalir. Ketika GGL induksi melalui inti besi maka
kumparan satunya akan terinduksi. Pada setiap GGL induksi selalu membawa energi
medan listrik maka pada kumparan yang terinduksi elektromagnetik akan muncul energi
listrik, yang besarnya berbanding lurus dengan besar induksi magnet yang diterima.
Besarnya induksi magnet yang diterima pada kumparan tersebut selalu berbanding lurus
dengan banyaknya lilitan. Medan magnet pada manusia lebih aman dibanding dengan
medan listrik, sehingga proses transfer daya listrik cocok digunakan induksi magnet.
Apabila jarak antara lilitan tersebut dijauhkan maka efisensi pada trafo akan berkurang.
Untuk membangkitkan resonansi induksi magnet hal tersebut digunakan rangkaian
resonator untuk mengatasinya. Induksi magnet pada trafo digambar berikut dibawah ini.
3
Gambar 1. Gambar kontruksi trafo
Resonansi pada elektromagnetik terdiri berupa medan magnet dan medan listrik
saling berkaitan, pada jarak tertentu dalam proses pemancaran dan penerima daya listrik
menggunakan medan magnet dari pada menggunakan medan listrik supaya lebih aman.
Meskipun tidak ada media penghantar gelombang elektromagnetik akan memancar
merambat contoh berupa trafo memakai inti besi pada proses jalannya induksi GGL.
Prinsip resonansi terjadi apabila frekuensi pada sumber arus bolak-balik bernilai sama
saat frekuensi resonansi pada kumparan. Jika rangkaian menggunakan sumber arus
searah maka menggunakan rangkaian L dan C untuk digunakan membangkitkan
frekuensi resonansi. Maka pada frekuensi resonansi bisa dibangkitkan dari rangkaian L
dan C memakai cara sebagai berikut:
………………………………………………………(1)
Gambar berikut menunjukanhubungan antara medan listrik dan medan magnet pada
resonansi gelombang elektromagnetik untuk memperjelas pengertian diatas.
Gambar 2. Gambar hubungan medan listrik dan medan magnet
Rangkaian resonansi ini berupa rangkaian LC yang dapat menciptakan arus bolakbalik dari sumber arus yang searah. Rangkaian LC terdapat dua komponen ialah
induktor dan kapasitor yang mempunyai sifat untuk menyimpan medan energi, sifat
induktor dapat menyimpan energi pada medan magnetnya dan sifat pada kapasitor dapat
4
menyimpan energi pada medan listrik. Besar sinyal yang dibangkitkan bisa dipengaruhi
pada nilai kapasitor dan induktor.
Selain memakai alat ukur bisa menggunakan
persamaan berikut ini
L
=Nx(
I)………………………………………………………………….(2)
= N x ((BxA)/I)……………………………………………………………..(3)
x N x I)/(l x I)…………………………………………………….......(4)
=(
Maka: L
= Induktansi (Henry)
= Besar magnetik fluks (Wb),
N
= Jumlah lilitan
A
= Luas area (mm²)
B
= Kerapatan fluks
I
= Arus (A)
l
= Panjang koil (m)
= Permeabilitas (
Dari persamaan 4 diatas bisa disederhanakan menjadi persamaan 5 dibawah ini
L=
………………………………………..……………..………….(5)
2. METODE
2.1 Rancangan penelitian
Penelitian pada tugas akhir ini penulis menggunakan metode penulisan sebagai berikut:
a. Studi literatur
Referensi atas suatu kajian pada penulis yang terdiri dari karya-karya ilmiah maupun
berupa buku berkaitan dengan penulisan pada penelitian ini.
b. Pengumpulan data
Pengumpulan data dapat berupa mendesain pada rangkaian, alat yang sejenis yang
spesifikasi, dan lokasi penjual komponennya.
c. Perancangan alat
Perancangan alat dapat berupa desain pada alat, elektronika alat, dan flowchart kerja alat
d. Pembuatan alat
Pembuatan alat bisa meliputidesain pembuatan elektronika alat, pembuatan mekanika
alat pada pemancar dan penerima, dan menyusun semua komponen menjadi satu.
e. Pengujian dan Analisa data
5
Pengujian pada alat dilakukan bertahap dan berulang pada jarak yang berbeda, untuk
mempermudah menganalisa dalam pengujian, beban lampu dirubah yaitu dengan
memasang beberap lampu untuk dianalisa mana lampu yang bisa nyala dengan
kemampuan penerima yang masksimal dengan jarak paling jauh.
2.2 Peralatan Utama dan Pendukung
Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini antara lain:
Tabel 1. Peralatan Utama dan Pendukung
Nama
Spesifikasi
Software diptrace
Versi 2.4.0.2
Software proteus
Versi 8
Power suplay DC
16 Volt/5 Ampere
Pipa kapiler tembaga
Luas penampang 28,26mm²
Kabel tembaga
Luas penampang 1,5mm² dan 2,5mm²
Induktor
100 H, 3 Ampere
Mosfet IRFZ44N
49 Ampere, 55 Volt
Resistor
100 ohm
Dioda
2 ampere
Led
3 mm
Lampu
Led 1 watt dan led 3 watt
Multimeter
Digital
Penggaris
Mika
Jumlah
1
1
1 buah
1 meter
2 meter
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2.3 Gambar skema rangkaian pemancar dan penerima
Dapat dilihat pada skema rangkaian penerima sistem daya tanpa kabel yang dibuat
menggunakan Software proteus versi 8 pada Gambar 3
Gambar 3. Rangkaian skema pemancar dan penerima
6
2.4 Flowchart pada penelitian
Mulai
Mengumpulkan data
Perancangan pada alat
Pembuatan rangkaian elektronik pada alat
Rangkaian bisa
berjalan baik ?
Perbaikan alat
Tidak
Ya
Pengujian sistem
Analisa hasil pengujian
Membuat dan menyajikan laporan
Selesai
Gambar 4. Flowchart penelitian
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Perhitungan pada frekuensi resonansi dan induktansi
Pada rangkaian pemancar dan rangkaian penerima masing-masing untuk mengetahui berapa
induktansi lilitan yang digunakan, selanjutnya nilai induktansi dapat digunakan mengetahui
frekuensi resonansi pada pemancar dan rangkaian pada masing-masing penerima. Data
rangkaian pada lilitan penerima dan rangkaian pada penerima adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Spesifikasi rangkaian
Jenis rangkaian
Pemancar
Penerima led kecil
Penerima led 1 watt
Penerima led 3 watt
l (mm)
N ( Jumlah lilitan)
1000
2100
1800
1300
2
16
12
10
7
C
(Farad)
1x
1x
1x
1x
A (mm²)
28,26
1,5
1,5
2,5
1. Untuk hasil perhitungan induktansi dan frekuensi resonansi pada rangkaian pemancar
Perhitungan induktansi dicari memakai persamaan 5
Dimana nilai:
L = 4 x 3,14 x
.
Sehingga:
L = 0,14
Perhitungan frekuensi resonansi dicari memakai persamaan 1
Dimana nilai:
Sehingga:
fr = 13x
Hz = 13Mhz
2. Untuk hasil perhitungan induktansi dan frekuensi resonansi pada rangkaian penerima
Led
Perhitungan induktansi dicari memakai persamaan 5
Dimana nilai:
L = 4 x 3,14 x
.
Sehingga:
L = 0,22
Perhitungan frekuensi resonansi dicari memakai persamaan 1
Dimana nilai:
fr =
Sehingga:
fr = 11x
= 11Mhz
3. Untuk hasil perhitungan induktansi dan frekuensi resonansi pada rangkaian penerima 1
watt
Perhitungan induktansi dicari memakai persamaan 5
Dimana nilai:
L = 4 x 3,14 x
.
Sehingga:
L = 0,15
Perhitungan frekuensi resonansi dicari memakai persamaan 1
8
Dimana nilai:
fr =
Sehingga:
fr = 13x
=13Mhz
4. Untuk hasil perhitungan induktansi dan frekuensi resonansi pada rangkaian penerima 3
watt
Perhitungan induktansi dicari memakai persamaan 5
Dimana nilai:
L = 4 x 3,14 x
.
Sehingga:
L = 0,24
Perhitungan frekuensi resonansi dicari memakai persamaan 1
Dimana nilai:
fr =
Sehingga:
fr = 10x
= 10Mhz
3.2 Pengujian terhadap lilitan penerima led kecil dengan luas penampang 1,5 mm²
Dilakukan pengujian terhadap lilitan pemancar yang memiliki nilai frekuensi resonansi
13Mhz dengan lilitan penerima ledyang memiliki nilai frekuensi 11Mhz. Nilai hasil
pengujian tegangan dan arus ditentukan oleh tabel 3. Persamaan P = V x I untuk
menentukan nilai daya, sedangkan persamaan Eff =
efisiensi.
Gambar 5. Pengujian terhadap penerima Led kecil
9
untuk nilai
Tabel 3. Hasil pengujian terhadap penerima Led kecil
Jarak
(cm)
1
3
6
9
12
15
18
21
24
Tegangan
(V)
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
Pemancar
Arus
(A)
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
Daya
(Watt)
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
Penerima
Tegangan
Arus
(V)
(A)
23,2
0.14
20,6
0,13
17,4
0,10
14,8
0,08
12,2
0,06
9,5
0,04
7,8
0,03
5,1
0.01
2,2
0
Efisiensi
(%)
Daya
(Watt)
3,24
2,67
1,74
1,18
0,73
0,38
0,23
0,05
0
58,16
47,93
31,23
21,18
13,10
6,82
4,12
0,89
0
3.3 Pengujian terhadap lilitan penerima led 1 watt dengan luas penampang 1,5 mm²
Dilakukan pengujian terhadap lilitan pemancar yang memiliki nilai frekuensi resonansi
13Mhz dengan lilitan penerima led 1 watt memiliki nilai frekuensi 13Mhz. Nilai hasil
pengujian tegangan dan arus ditentukan oleh tabel 4. Persamaan P = V x I untuk
menentukan nilai daya, sedangkan persamaan Eff =
untuk nilai
efisiensi.
Gambar 6. Pengujian terhadap penerima led 1 watt
Tabel 4. Hasil pengujian terhadap penerima led 1 watt
Jarak
(cm)
1
3
6
9
12
15
18
Tegangan
(V)
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
16,4
Pemancar
Arus
(A)
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
0,34
Daya
(Watt)
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
10
Penerima
Tegangan Arus
(V)
(A)
32,4
0,13
29,7
0,11
25,9
0,08
22.3
0,05
18,8
0,03
10.3
0,01
6,2
0
Daya
(Watt)
4,21
3,26
2,07
1,11
0,56
0,10
0
Efisiensi
(%)
75,58
58,52
37,16
19,92
10,05
1,79
0
3.4 Pengujian terhadap lilitan penerima led 3 watt dengan luas penampang 2,5 mm²
Dilakukan pengujian terhadap lilitan pemancar yang memiliki nilai frekuensi resonansi
13Mhz dengan lilitan penerima led 3 watt memiliki nilai frekuensi 10Mhz. Nilai hasil
pengujian tegangan dan arus ditentukan oleh tabel 5. Persamaan P = V x I untuk
menentukan nilai daya, sedangkan persamaan Eff =
untuk nilai
efisiensi.
Gambar 7. Pengujian terhadap penerima led 3 watt
Tabel 5. Hasil pengujian tehadap penerima led 3 watt
Jarak
(cm)
1
3
6
9
12
Pemancar
Tegangan
Arus
(V)
(A)
16,4
0,34
16,4
0,34
16,4
0,34
16,4
0,34
16,4
0,34
Daya
(Watt)
5,57
5,57
5,57
5,57
5,57
Penerima
Tegangan Arus
(V)
(A)
36,6
0,14
30,9
0,13
18,2
0,08
9,8
0,03
4.1
0
Daya
(Watt)
5,12
4,01
1,45
0,29
0
Efisiensi
(%)
91,92
71,99
26,03
5,20
0
3.5 Hasil perbandingan pengujian
Setelah pengujian selesai dengan mengganti lampu pada rangkaian penerima yang memiliki
frekuensi resonansi dan nilai induktansi yang sama dan lampu beban yang berbeda dengan
jarak berbeda, maka menghasilkan daya dan efisiensi perbandingan didapat dari masingmasing penerima adalah sebagai berikut:
11
Tabel. 6 Hasil pada seluruh hasil pengujian
Jarak
(cm)
Daya
Pemancar
(W)
1
3
6
9
12
15
18
21
5,57
Penerima
Led
P(W)
Eff(%)
3,24
58,16
2,67
47,93
1,74
31,23
1,18
21,18
0,73
13,10
0,38
6,82
0,23
4,12
0,05
0,89
Penerima
1 watt
P(W)
Eff(%)
4,21
75,58
3,26
58,52
2,07
37,16
1,11
19,92
0,56
10,05
0,10
1,79
0
0
0
0
Penerima
3 watt
P(W)
Eff(%)
5,12
91,92
4,01
71,99
1,45
26,03
0,29
5,20
0
0
0
0
0
0
0
0
Gambar 8. Grafik hubungan antara jarak dengan daya
Gambar 8 menunjukan grafik bahwa semakin dekat jarak rangkaian penerima
dengan pemancar, daya yang diterima akan semakin besar. Sebaliknya, semakin jauh
jaraknya daya yang diterima akan semakin kecil, dan tidak mampu lagi pada jarak tertentu.
Detail data pengujian terlihat pada tabel 6, dengan pembebanan lampu led kecil, led 1 watt
dan led 3 watt.
12
Gambar 9. Grafik hubungan antara jarak dengan efisiensi
Gambar 9 menunjukan grafik bahwa semakin dekat jarak rangkaian penerima
dengan pemancar, efisiensi yang diterima akan semakin besar. Sebaliknya, semakin jauh
jaraknya efisiensi yang diterima akan semakin kecil, dan tidak mampu lagi pada jarak
tertentu. Detail data pengujian terlihat pada tabel 6, dengan pembebanan lampu led kecil, led
1 watt dan led 3 watt.
4. PENUTUP
Hasil akhir pengujian dari prototipe rangkaian penerima sistem daya tanpa kabel dengan
mengganti lampu pada penerimanya dapat diambil kesimpulannya yaitu:
1. Hasil seluruh pengujian lilitan pada penerima paling baik saat menerima daya listrik
yaitu pada lilitan penerima led kecil dengan maksimal daya 3,24 watt dengan efisiensi
sebesar 0,89% pada jarak maksimal 21 cm.
2. Dalam pengujian ini jarak terjauh yaitu 21cm dengan tegangan pemancar 16,4 volt pada
lilitan penerima led kecil masih mampu menerima tegangan sebesar 2,2 volt pada jarak
21cm.
3. Pada pengujian terhadap lilitan penerima led 3 watt hanya mampu menghidupkan lampu
meskipun tidak bisa nyala terang pada jarak maksimal 9 cm, meskipun memiliki
efisiensi dan daya besar tidak menjamin bisa mampu menyalakan lampu led 3 watt pada
jarak yang lebih jauh.
13
PERSANTUNAN
Penulis banyak mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang senantiasa
mengeluangkan waktunya untuk memberikan bantuan dalam menyelesaikan tugas akhir sebagai
berikut:
a. Bapak dan Ibu yang tercinta selalu mendukung dan memberikan nasehat serta doa dalam
pembuatan Tugas Akhir
b. Bapak Umar S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
c. Bapak Aris Budiman, S.T, M.T. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan
dan perbaikan pada pembuatan Tugas Akhir.
d. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Teknik Elektro yang telah banyak mengajarkan ilmunya
selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
e. Teman-teman Teknik Elektro UMS angkatan 2013 yaitu Agus, Dimas copong, Rizqi F,
Wahyu wapres, Dendy, dan teman-teman yang tidak dapat penulis sebut satu per satu yang
telah memberikan semangat dan motivasinya.
f. Buat Tsaniya Ubaida tersayang terima kasih telah memberikan semangat dan dukungannya.
g. Mas Aan budi yang telah memberikan solusi dan inspirasi dalam mengerjakan Tugas Akhir.
DAFTAR PUSTAKA
Boylestad, R., Nashelsky, L., 1998, Electronic Device And Circuit Theory, Prentice Hall, Upper
Saddle River, New Jersey
Chapman, Stephen J.,”Electric Machinery and Power System Fundamentals”,McGraw-Hill, New
York, 2002.
Chunbo Zhu, Kai Liu, Chunlai Yu, Rui Ma, Hexiao Cheng. “Simulation and Experimental Analysis
on Wireless Energy Tranfer Based on Magnetic Resonances”. IEEE Vehicle Power and
Propulsion Conference (VPPP., September 3-5, 2008, Harbin, China.)
Mahardika, N.T., 2014. Analisis Perangkat Transmisi Untuk Wireless Energy Transfer, Journal of
Control and Network Systems (JCONES), Vol. 3, No. 1 (2014) pp. 112-119.
Marincic, A.S. “Nikola Tesla And The Wireless Transfer Of Energy”. IEEE Transactionson Power
and Systems, Vol. PAS-10., No. 10 October 1982.
Sulistyo, Aan Budi (2016). Rancang Bangun Dan Analisa Rangkaian Prototype Transfer Daya
Listrik Tanpa Kabel. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Zhao, l., & Liu, Y. (2013). Simulation of Magnetic Resonance for Wireless Power Transfer, 5(5),
1578-1582.
14
Download