1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pembaharuan pendidikan terletak pada tanggung jawab guru, bagaimana
pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh anak didik secara benar.
Dengan demikian, proses pembelajaran ditentukan sampai sejauh mana guru dapat
menggunakan metode dan model pembelajaran dengan baik. Guru perlu
menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan pengetahuan
yang dikembangkan siswa, pengetahuan secara aktif, pengembangan kompetensi
dan kemampuan siswa, interaksi pribadi di antara siswa dan interaksi antara guru
dan siswa. Model pembelajaran banyak macamnya, setiap model pembelajaran
sangat ditentukan oleh tujuan pembelajaran dan kemampuan guru dalam
mengelola proses pengajaran.
Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus
menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Pendidikan yang
mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang adalah pendidikan yang
mampu mengembangkan potensi peserta didik sehingga yang bersangkutan
mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya
(Trianto, 2010:1).
Menurut Buchori (dalam Trianto, 2007:1) pendidikan yang baik adalah
pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan para siswanya untuk sesuatu profesi
atau jabatan, tetapi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya
dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk
pembelajaran yang berdasarkan faham kontruktivis. Ide penting dalam
pembelajaran kooperatif adalah membelajarkan kepada siswa keterampilan kerja
sama dan kolaborasi. Keterampilan ini sangat penting bagi siswa, karena pada
dunia kerja sebagian besar dilakukan secara kelompok. Pembelajaran kooperatif
merupakan salah satu model pembelajaran yaitu siswa belajar dalam kelompok
kecil yang heterogen dan dikelompokkan dengan tingkat kemampuan yang
berbeda. Berdasarkan proses pembelajaran yang dilaksanakan dan dari hasil nilai
1
2
ulangan harian siswa dapat dilihat bahwa penggunaan metode konvensional
kurang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik . Di dalam penelitian ini
akan diterapkan pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran kooperatif
tipe group investigation pada mata pelajaran IPA. Salah satu alternatif untuk
mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melaksanakan proses pembelajaran
kooperatif tipe Group Investigation (GI). Pembelajaran kooperatif adalah proses
pembelajaran yang menekankan pada kerja sama antar peserta didik, saling
membantu dan berdiskusi dalam menyelesaikan tugas–tugas yang diberikan
(Sukardi,2013:139). Menurut
Rusman (2013;220), Group Investigation (GI)
adalah kelompok dibentuk oleh siswa itu sendiri dengan beranggotakan dua
sampai enam orang, tiap kelompok bebas memilih sub topik dari keseluruhan unit
materi (pokok bahasan ) yang akan diajarkan,dan kemudian membuat atau
menghasilkan laporan kelompok.
Samatowa (2011:5) mengungkapkan bahwa belajar IPA merupakan proses
konstruktif yang menghendaki partisipasi aktif dari siswa sehingga disini peran
guru berubah dari sumber dan pemberi informasi menjadi pendiagnosis dan
fasilitator belajar siswa. Oleh karena itu, di dalam proses belajar mengajar, guru
harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien serta
mengena pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. Salah satu langkah untuk
mencapai hal itu adalah seorang guru perlu menguasai teknik-teknik penyajian,
atau biasanya disebut dengan metode mengajar. Apabila dicermati dalam
kenyataannya proses pembelajaran guru masih kurang bervariasi, sehingga hal
tersebut berdampak kepada siswa. Mereka kurang tertarik untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan baik. Pada umumnya guru-guru dalam kenyataannya masih
menggunakan metode seperti ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan diskusi
kelompok, namun dalam metode-metode tersebut pun masih belum dilaksanakan
secara baik juga. Pelaksanaan pembelajaran tersebut masih dianggap sebagai
proses pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar
siswa, padahal dalam kenyataannya metode lama seperti ceramah mengenai
informasi pelajaran yang dibahas saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung
belum tentu dapat dipahami oleh siswa yang mendengarkan informasi guru.
3
Peran guru dalam proses pembelajaran harus menciptakan kondisi dan situasi
yang memungkinkan siswa untuk belajar aktif, membentuk makna dan bahanbahan pelajaran melalui suatu proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan
yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. Siswa
membangun secara aktif, artinya bahwa belajar suatu kegiatan yang dilakukan
siswa, bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa melalui beragam peran serta
guru tersebut, maka diharapkan siswa bukan hanya mendapatkan bekal berupa
pengetahuan belaka, tetapi pengalaman secara aktif untuk mendalami materi
pendidikan IPA. Dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Group Investigation(GI) pada pembelajaran IPA, diharapkan siswa mampu
memahami materi pelajaran dengan baik, khususnya bagi siswa SD.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses
pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi
kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan
belajarnya melalui kegiatan belajar. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat
menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk
keseluruhan kelas maupun individu.
Permasalahan mengenai penggunaan model pembelajaran yang konvensional,
yang berakibat pada hasil belajar yang rendah dan rasa kejenuhan siswa dalam
belajar inilah yang menarik bagi peneliti untuk mengadakan penelitian yang
secara teoritik perlu diuji dengan data empirik.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasi masalah yang timbul
dalam proses pembelajaran IPA diantaranya, siswa kurang antusias dalam
mengikuti pelajaran IPA. Siswa juga merasa jenuh dan bosan karena
pembelajaran kurang menarik, dan siswa hanya mendengarkan guru berceramah.
Hasil belajar siswa dari pembelajaran tersebut juga relatif rendah karena masih
banyak yang mendapat nilai di bawah KKM. Pembelajaran hanya terpusat pada
guru, sehingga siswa kurang mengalami pengalaman sendiri dalam belajar dan
cenderung pasif.
4
Jika gejala - gejala masalah tersebut tidak segera diatasi, dampak-dampak
akan muncul baik bagi siswa, guru maupun sekolah tersebut. Dampak yang
signifikasi akan muncul bagi siswa diantaranya, hasil belajar siswa menurun,
siswa tidak dapat mengikuti materi selanjutnya. Siswa merasa minder karena
tertinggal pelajaran. Jika hal ini terjadi pada akhir semester, bisa jadi siswa tidak
naik kelas. Selain bagi murid, guru juga mengalami dampak dari masalah tersebut.
Guru merasa gagal dalam proses belajar mengajar, guru tidak dapat
menyelesaikan kompetensi yang menjadi tuntutan kurikulum dengan tepat waktu.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, maka penelitian merencanakan
untuk menerapkan pembelajaran kooperatif tipe GI ( group investigation ) untuk
meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam pembelajaran IPA.
1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh
penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Kelas 4 SDN
Rowosari.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe
group investigation dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
IPA Kelas 4 SDN Rowosari.
1.5 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini mempunyai beberapa manfaat. Adapun manfaat dari
hasil penelitian ini adalah:
1.5.1. Manfaat teoritis
Manfaat teoritis penelitian ini adalah memberikan masukan tentang
pengembangan
pembelajaran
dengan
kooperatif tipe group investigation.
penggunaan
model
pembelajaran
5
1.5.2. Manfaat Praktis
1. Bagi Siswa
Siswa lebih aktif dan menumbuhkan semangat kerjasama serta lebih
mudah dalam memahami pelajaran.
2. Bagi Guru
Dengan dilakukannya penelitian ini maka guru dapat menerapkan model
pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran
dengan baik.
3. Bagi Sekolah
Dapat menjadi data awal tentang pelaksanaan pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation.
Download