nematoda usus - WordPress.com

advertisement
NEMATODA
USUS
CIRI-CIRI UMUM
• Simetris bilateral, tripoblastik, tidak memiliki
appendages
• Memiliki coelom yang disebut pseudocoelomata
• Belum memiliki organ peredaran darah, respirasi
dengan permukaan tubuh
• Hidup bebas atau parasit
• Cincin saraf yang mengelilingi esofagus merupakan
pusat sistem saraf
• Berumah dua, fertilisasi internal, tidak dapat
melakukan reproduksi aseksual
Ascaris lumbricoides
Necator americanus
Ancylostoma duodenale
KLASIFIKASI
Trichuris trichiura
Strongiloides stercoralis
Enterobius vermicularis
Trichinella spiralis
Ascaris lumbricoides
KLASIFIKASI
Phylum
Class
Subclass
Ordo
Family
Genus
Species
:Nemathelminthes
: Nematoda
: Secernentea
: Ascaridida
: Ascarididae
: Ascaris
: Ascaris lumbricoides
MORFOLOGI
•
•
•
•
Bentuk silindris
Kepala & ekor lancip
Kutikula bergaris-garis melintang
Mulut mempunyai 3 buah bibir, 1 dorsal-2
papil peraba, 2 ventrolateral 1 papil peraba
MORFOLOGI…….
CACING
JANTAN
• panjang 15-31 cm
• diameter 2-4 mm
• ekor melingkar
• 2 spikula
CACING
BETINA
• panjang 22-35cm
• diameter 3-6mm
• ekor lurus
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI….
INFEKSI RINGAN
10-20 ekor cacing – tanpa gejala klinis
Keluhan. Sakit
perut
INFEKSI BERAT DAN LAMA
kurang gizi, Bb turun, rambut kering spt jerami & perut buncit.
INFEKSI SANGAT BERAT
dapat terjadi obstruksi /penyumbatan perut
(ileus).
menyebabkan
gangguan gizi berat
EPIDEMIOLOGI
Necator americanus
KLASIFIKASI
Phylum
Kelas
Ordo
Family
Genus
Species
: Nematoda
: Secernentea
: Strongylida
: Uncinariidae
: Necator
: Necatoramericanus
MORFOLOGI
• Cacing dewasa berbentuk silindrik, ukuran cacing
jantan 11-13mm cacing betina 5-10mm, bentuk
necator americanus seperti huruf S sedangkan
anyslostoma duodenale seperti huruf C, rongga
mulut kedua species ini lebar dan terbuka.
• Telur cacing tambang yang besarnya kira-kira
60x40 mikron berbentuk bujur dan mempunyai
dinding tipis. Didalamnya terdapat 4-8 sel. Larva
rabditorform panjangnya kira-kira 250 mikron,
sedangkan larva filariform panjangnya kira-kira
600 mikron.
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI
STADIUM
LARVA
STADIUM
DEWASA
terjadi perubahan
kulit yang disebut
ground itch
Spesies dan
jumlah cacing
Perubahan pada
paru biasanya
ringan
Keadaan gizi
menderita (Fe dan
protein)
EPIDEMIOLOGI
• Kejadian penyakit (Incidens)ini di Indonesia sering ditemukan pada
penduduk yang bertempat tinggal di pegunungan, terutama di
daerah pedesaan, khususnya di perkebunan atau pertambangan.
Cacingini menghisap darah hanya sedikit namun luka-luka gigitan
yang berdarah akan berlangsung lama, setelah gigitan dilepaskan
dapat menyebabkan anemia yang lebih berat. Kebiasaan buang air
besar di tanah dan pemakaian tinja sebagai pupuk kebun sangat
penting dalam penyebaraninfeksi penyakitini (Srisasi Gandahusada,
2000:15). Tanah yang baik untuk pertumbuhan larva adalah tanah
gembur (pasir, humus) dengan suhu 16 optimum 32°C-38°C.
• Penyebaran cacing ini di seluruh daerah katulistiwa dan ditempat
lain dengan keadaan yang sesuai,misalnya di daerah pertambangan
dan perkebunan.prevalensi di indonesia tinggi terutama di daerah
pedesaan .Antara tahun 1972-1979 prevalennsi di berbagai
pedesaan di indonesia adalah sekitar 50 %.
Ancylostoma duodenale
KLASIFIKASI
Phylum
Kelas
Ordo
Family
Genus
Species
: Nematoda
: Secernentea
: Strongylida
: Ancylostomatidae
: Ancylostoma
: Ancylostomaduodenale
MORFOLOGI
• Memiliki plat-plat pemotong dorsal yang
mengelilingi pinggir sebelah dalam mulut.
• Memiliki kutikula yang mempunyai garis-garis
melintang.
• Terdapat sepasang papillae, masing-masing
satu pada sisi tubuh dekat pertengahan
esophagus.
• Cacing jantan dewasa panjangnya 11mm,dan
betina 13mm.
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI
EPIDEMIOLOGI
Trichuris trichiura
(cacing cambuk)
KLASIFIKASI
Phylum : Nemathelminthes
Class
: Nematoda
Subclass : Adenophorea
Ordo
: Enoplida
Famili : Ttichinelloidea
Genus : Trichuris
Species : Trichuris trichiura
MORFOLOGI
• Ukuran: panjang cacing jantan 30 – 45 mm,
cacing betina 35 – 50 m.
• 3/5 bagian (anterior) seperti benang terdiri atas
kepala dan esofagus.
• 2/5 bagian (posterior) badan membesar berujung
tumpul, berisi intestinum
• dan alat-alat reproduksi.
• Cacing jantan : ekor melengkung ke ventral,
dilengkapi dengan spekulum.
• Cacing betina : ekornya lurus dan runcing.
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI
Cacing Trichuris pada manusia terutama hidup di
sekum, akan tetapi dapat juga ditemukan di kolon
asendens. Pada infeksi berat terutama pada anak,
cacing ini tersebar di seluruh kolon dan rektum.
Kadang-kadang terlihat di mukrosa rektum yang
mengalami prolapsus akibat mengejannya penderita
pada waktu defekasi. Cacing ini memasukan kepalanya
ke dalam mukosa usus, hingga terjadi tyrauma yang
menimbulkan iritasi dan peradangan mukosa usus.
Pada tempat perlekatannya terjadi pendarahan. Di
samping ini ternyata cacing ini menghisap darah
hospesnya, sehingga dapat menyebabkan anemia.
EPIDEMIOLOGI
Infeksi sering terjadi pada masyarakat yang
miskin dimana fasilitas sanitasi tidak
ada.Infeksi terbanyak pada anak-anak,mereka
terkontaminasi tanah tempat mereka
bermain.Dapat terjadi reinfeksi pada mereka
melalaui telur dari tanah ke mulut.Telur tidak
dapat bertahan dalam suasana kering atau
dingin sekali.
Trichuris trichiura
(cacing cambuk)
KLASIFIKASI
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI
MORFOLOGI
EPIDEMIOLOGI
Strongyloides stercoralis
KLASIFIKASI
Phylum
Class
Ordo
famili
Genus
Species
: Nematoda
: secernentea
: strongylida
: strongylida
: Strongyloides
: Strongyloides stercoralis
MORFOLOGI
• Cacing betina kecil,langsing seperti benang
danukurannya kira-kira 2mm, dengan kedua
ujungnya runcing.
• Cacing jantan lebih besar
• Saluran pencernaan terdiri dari kapsul bukal
kecil, esofagus panjang memanjang melalui
pertigaan anterior tubuh dan usus yang tipis.
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI
• Bila larva filaform ini menembus kulit, timbul
kelainan kulit yang dinamakan creeping
eruption yang disertai denagn rasa gatal yang
hebat. Cacing dewasa menyebabkan kelainan
pada mukosa usus muda.Infeksi ringan pada
umumnya tidak menimbulkan gejala.
Sedangkan pada infeksi sedang, dapat
menyebabkan rasa sakit, di daerah
epigastrium tengah dan tidak menjalar.
EPIDEMIOLOGI
Enterobius vermicularis (Oxyuris
vermicularis)
KLASIFIKASI
Kingdom
Filum
Kelas
Subkelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
: Animalia
: Nematoda
: Secernentea
: Spiruria
: Oxyurida
: Oxyuridae
: Enterobius
: Enterobius vermicularis
MORFOLOGI
• Cacing dewasa :
• Mempunyai chepalic alae.
• Cacing jantan mempunyai ukuran 2-5mm,ekor
melengkung,memiliki sebuah spikula.
• Cacing betina mempunyai ukuran 8-13 mm,ekor runcing
• Cacing betina gravid mengandung 11.000-15.000 telur dan
bermigrasi dari kolon ke daerah perianal untuk bertelur.
• Mulutnya dikelilingi 3bibir dan tidak ada kapsul buccal.
• Individu jantan panjangnya sampai5mm. Ekornya melengkung ke
arah ventral dan alaecaudallateral mengelilingi ujung.
• Individu betina panjangnya sampai13mm. Individu betina yang
matang bentuknya seperti kumparan dan mempunyai ekor yang
langsing memanjang dan runcing.
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI
• Gatal pada anus karena migrasi cacing ke anus
untuk melekatkan telur-telurnya, sehingga
menyebabkan gatal, penderita menggaruk – luka,
gelisah, tidur terganggu – lemah – mudah
terkena infeksi penyakit lain. Dalam jumlah
banyak – nausea,
vomitus, diare dan sakit
perut.
• Kadang setelah bertelur cacing tidak kembali ke
sekum tetapi masuk ke vagina pada
anak
keluar mukus dari vagina.
EPIDEMIOLOGI
• Penyakitnya disebut Enterobiasis atau
Oxyuriasis, penyakit ini umumnya tidak
berbahaya.
• Gejalaklinis,terjadikarenairitasidiantaraanus,p
erineumdaunvagina,akibatmigrasicacingdalam
jumlahbanyakketempat-tempattersebut
• Akibatnyapenderitaterganggutidurnya,lemah,
nafsumakanberkurang,danberatbadanturun
•
Trichinella spiralis (Trichina worm,
cacing trichina)
KLASIFIKASI
•
•
•
•
•
•
Phylum
Kelas
Ordo
Family
Genus
Species
: Nematoda
: Adenophorea
: Trichinellida
: Trichinellidae
: Trichinella
: Trichinellaspiralis
MORFOLOGI
• Cacing dewasa berukuran kecil berbentuk halus seperti
rambut.
• Individu jantan panjangnya1.6mm dan diameternya 50mm.
Ujung posterior tubuh tumpul dan memilki papilla kopulasi
yang besar berbentuk kerucut pada setiap sisi anus.
• Individu betina, panjangnya sampai 4mm ujung
posteriortumpul dan anus terminal.
• Cacing dewasa berukuran kecil berbentuk halus seperti
rambut
• Individu jantan panjangnya 1.6mm dan diameternya 50mm.
Ujung posterior tubuh tumpul dan memilki papilla kopulasi
yang besar berbentuk kerucut pada setiap sisianus.
•
SIKLUS HIDUP
PATOLOGI
• Larva tersebar di otot kira-kira 7-28 hari sesudah
infeksi. Pada saat ini timbul gejal nyeri otot
(mialgia) dan radang otot (miositis) yang disertai
demem, eusinofilia dan hipereosinofilia.Gejala
yang disebakan oleh stadium larva tergantung
juga pada alat yang dihinggapi misalnya, dapat
menyebabkan sembab sekitar mata, sakit
persendian, gejala pernafasan dan kelemahan
umum. Dapat juga menyebabkan gejala akibat
kelainan jantung dan susunan saraf pusat bila
larva T.spiralis tersebar di alat-alat tersebut.
EPIDEMIOLOGI
Download