Akuntansi Pemerintahan.

advertisement
Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi
Keuangan
Akuntansi Bisnis
Akuntansi Biaya
Mikro
Akuntansi Sektor
Publik
Akuntansi
Akuntansi
Pemerintahan
Pemerintah
Daerah
Pemerintah Pusat
Akuntansi Nirlaba
Makro
Akuntansi Sosial
Gambar Struktur Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi Pemerintahan
Tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa pengertian akuntansi pemerintahan sama
dengan akuntansi sektor publik. Namun, berberapa literatur (e.g. Halim (2009) dan Bastian
(2001)) membedakan keduanya. Sektor publik dalam arti luas dimaknai sebagai bidang yang
membahas metoda manajemen negara, sedangkan dalam arti sempit didefinisikan sebagai
pungutan negara (pajak). Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa cakupan sektor publik
adalah luas dan longgar.
Entitas (organisasi) sektor publik mencakup diantaranya: lembaga pemerintah, instansi
pendidikan, organisasi agama, organisasi sosial, organisasi politik, lembaga swadaya masyarakat
(LSM) dan berbagai lembaga atau yayasan sosial lainnya. Organisasi sektor publik seperti halnya
perusahaan komersial (sektor bisnis) juga umumnya melakukan transaksi ekonomi untuk
mencapai tujuannya. Namun, berbeda dengan sektor bisnis, laba bukan tujuan utama dari
organisasi sektor publik (not for profit oriented). Dari pemaparan di atas dapat dipahami bahwa
akuntansi pemerintahan merupakan bagian dari akuntansi sektor publik.
Akuntansi pemerintahan dapat didefinisikan sebagai bidang akuntansi yang terkait
dengan lembaga pemerintahan. Akuntansi pemerintahan merupakan proses pengidentifikasian,
pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) yang dilakukan oleh
entitas pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Lebih jauh lagi, akuntansi
pemerintahan daerah (pemda) dikenal dengan istilah akuntansi keuangan daerah.
Menurut Baswir (2000), akuntansi pemerintahan mempunyai karakteristik sebagai berikut:
Tujuan utama lembaga pemerintahan bukanlah mencapai laba, sehingga konsekuensinya
tidak ada catatan maupun pelaporan laba-rugi selama satu perioda,
Dimiliki secara kolektif oleh publik (rakyat) sehingga tidak terdapat pencatatan atas
pemilikan pribadi. Dengan demikian, kepemilikan atas sumber daya tidak diwujudkan
dalam bentuk surat bukti kepemilikan (saham) yang dapat diperjualbelikan,
Bentuk akuntansi pemerintahan antar negara tidak sama tergantung dari bentuk negara
yang bersangkutan,
Penyelenggaraan akuntansi pemerintahan tidak terlepas dari mekanisme pengelolaan
keuangan serta sistem anggaran suatu negara.
Perbedaan Akuntansi Bisnis dengan Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi Pemerintahan
PerbedaanTujuan
Akuntansi Bisnis
Tidak ada perhitungan laba rugi, yang
ada hnya surplus atau defisit
Tidak revaluasi aset
Terdapat perhitungan laba rugi
Dimungkinkan adanya revaluasi aset
Adanya penyusutan aset tetap
Tidak ada penyusutan aset tetap
Perbandingan
anggaran
terhadap
realisasi dari pendapatan dan belanja
Perbandingan antara pendapatan dan
beban
Masalah Pendapatan
Akuntansi Pemerintahan
Pendapatan tidak bersifat resolusing
artinya tidak dapat diputar lagi untuk
belanja thn yad
Akuntansi Bisnis
Pendapatan tahun berjalan dpt disimpan
untuk digunakan pad thn yad
Pendapatan diperoleh dari pihak lain yg
Sebagian pendapatan diperoleh dari
pemaksaan/icompulsory (contoh pajak)
Penerimaan
pendapatan
pinjaman
sukarela membeli brg/jas
Penerimaan
kewajiban
dijadikan
pinjaman
dijadikan
Masalah Beban
Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi Bisnis
Menggunaqkan istilah expenditure (belanja), Menggunakan istilah expense (beban/biaya)
dimana cakupannya lebih sempit daripada
dimana didalamnya termasuk :
expenditure
Expense (beban/biaya)
Pembayaran angsuran
Pelunasan utang
Pembelian aset tetap
Masalah Penganggaran
Akuntansi Pemerintahan
Terdapat
akuntansi
(budgetory accounting)
Akuntansi Bisnis
anggaran
Terdapat rekening-rekening anggaran
Perbandingan antara nggaran dan
realisasinya
dilakukan
secara
intrakompatable (dalam pembukuan)
Tidak terdapat akuntansi
(budgetory accounting)
anggaran
Tidak Terdapat rekening- rekening
anggaran
Perbandingan antara nggaran dan
realisasinya
dilakukan
secara
ekstrakompatable (diluar pembukuan)
Masalah Kepemilikan
Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi Bisnis
Tidak terdapat tanda kepemilikan, yang Terdapat tanda kepemilikan, yang diwujudkan
bertindak sebagai pemegang kebijakan adalah dlam modal saham, pemegang saham
rakyat selaku pemegang kedaulatan tertinggi
mayoritas dapat bertindak selaku pemegang
kebijakan perusahaan
Masalah Basis Akuntansi
Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi Bisnis
Basis KAS untuk pengakuan pendapatan dan Basis AKRUAL baik untuk pengakuan
beban, basis AKRUAL untuk pengakuan aset, pendpaatan, beban, aset, kewajiban dan ekuitas
kewajiban dan ekuitas
(modal)
Masalah Sistem Entry yang Digunakan
Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi Bisnis
Paralel antara SINGLE ENTRY dan DOUBLE ENTRY
DOUBLE ENTRY
Single
ENTRY
untuk
pembukuan pada bendahara
pencatatan
DOUBLE ENTRY untuk pencatatan
dengan komputerisasi pada Sistem
Akuntansi Pemerintahan
 Meskipun sektor publik memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda dengan sektor
swasta,akan tetaapi dalam beberapa hal terdapat persamaan ,yaitu :
1. Kedua sektor, baik sektor publk maupun sektor swasta merupakan bagian integral dari
sistem ekonomi
2. Keduanya menghadapi masalah yang sama,yaitu masalah kelangkaan sumber daya
sehingga baik sektor publik maupun sektor swasta dituntut untuk menggunakan sumber
daya organisasi secara ekonomis,efesien dan efektif
3. Proses pengendalian manajemen,termasuk manajemen keuangan pada dasarnya sama di
kedua sektor
4. Pada beberapa hal, kedua sektor menghasilkan produk yang sama,misalnya baik pemerintah
maupun swasta sama-sama bergerak dibidang transportasi massa,pendidikan,kesehatan
5. Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hukum lain yang
disyaratkan
 Tujuan akuntansi sektor publik
American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan
bahwa tujuan
akuntansi pada organisasi sektor publik adalah untuk :
1. Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat,efesien, dan
ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang
dipercayakan kepada
organisasi.Tujuan ini terkait dengan pengendallian manajemen (management control)
2. Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan
tanggung jawab mengelola wewenangannya.Tujuannya ini terkait dengan akuntabilitas
(accountability)
 Akuntansi sektor publik terkait dengan 3 hal pokok yaitu :
1. Penyediaan Informasi
 Informasi akuntansi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3
kelompok , yaitu :
-
Informasi sifatnya rutin ataukah ad hoc
-
Informasi kuantitatif ataukah kualitatif dan
-
Informasi disampaikan melalui saluran formal ataukah informal
2. Pengendalian Manajemen
 Akuntansi pemerintahan memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara
tepat, efisien, dan ekonomis atau suatu operasi dan alokasi sumber daya yang
dipercayakan kepada organisasi. Bagi pemerintah untuk proses pengendalian manajemen
terdiri dari :
a. Perencanaan Strategis
b. Pembuatan Program
c. Penganggaran
d. Evaluasi Kinerja, dan
e. Pelaporan Kinerja
3. Akuntabilitas
 Pengertian Akuntanbilitas Publik
Adalah kewajiban pemegang amanah ( agent ) untuk memberikan pertanggung-jawaban,
penyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas.
Akuntanbilitas publik terbagi menjadi 2 macam :
1. Akuntanbilitas Vertikal (vertical accountability) : pertanggungjawaban atas
pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi
2. Akuntanbilitas Horisontal (horizontal accountability) : pertanggungjawaban kepada
masyarakat luas
 Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas
beberapa dimensi, Ellwood (1993) menjelaskan terdapat 4 dimensi akuntabilitas yang
harus dipenuhi oleh organisasi sektor publik :
1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum ( accountability for probity and
legality)
2. Akuntabilitas proses ( process accountability)
3. Akuntabilitas program ( program accountability)
4. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability)
Download