Potensi dan masalah iain sunan ampel

advertisement
Potensi dan masalah iain
sunan ampel
Potensi iain sunan ampel
(kondisi obyektif sekarang)
2006
Potensi dosen (1)









Jumlah dosen
Pendidikan dosen
Pendidikan dan pelatihan
Penelitian kompetitif (Diknas, Depag., Balitbangdepag., Menristek,
balitbangda, iain sunan ampel, instansi lainnya.
Penelitian individual non kompetitif
Karya ilmiah (buku, diktat, tulisan di jurnal, koran, majalah, komentar di
SK)
Karya seni, olahraga, tehnologi pendidikan, dsab.
Prestasi (akademik, keterlibatan dalam seminar nasional/
internasional.
Keterlibatan dalam organisasi sosial kemasyarakatan di nasional,
internasional dan organisasi profesi di nasional dan internasional.
Potensi dosen (2)
 Keterlibatan individual dalam pengembangan
masyarakat lokal, nasional.
 Menciptakan inovasi baru dalam pengembangan
masyarakat, lembaga baik lokal maupun nasional
 Menghasilkan karya ilmiah, tehnologi dan seni
untuk pengembangan masyarakat
 Penelitian aksi untuk pengembangan masyarakat
 Keterlibatan dalam perumusan kebijakan di tingkat
lokal, nasional.
Potensi karyawan






Jumlah karyawan
Pendidikan karyawan
Jenjang kepangkatan karyawan
Kinerja karyawan
Pendidikan dan pelatihan
Prestasi yang diraih
Potensi mahasiswa
 Jumlah mahasiswa iain (total)
 Jumlah pendaftar (calon mahasiswa rata-rata
pertahun)
 Jumlah mahasiswa masuk (rata-rata pertahun)
 Latar belakang pendidikan mahasiswa (asal
sekolah)
 Sebaran peminatan calon mahasiswa
 Sebaran mahasiswa per fakultas/jurusan/prodi
 Prestasi mahasiswa (akademis, non akademis)
 Tingkat sosial ekonomi mahasiswa
Potensi lulusan
 Jumlah lulusan sampai 2006
 Rata-rata lulusan tiap tahun
 Relevansi disiplin keilmuan dengan dunia
kerja
 Prosentasi Serapan lulusan dalam dunia
kerja
 Daftar masa tunggu lulusan
Potensi kelembagaan (1)

IAIN Sunan Ampel (sekarang sedang ada di mana)
–
–
–
–
–

Fakultas-fakultas (sekarang sedang ada dimana)
–
–
–
–
–

Dosen (dibandingkan uin dari sisi profesor, dan doktor )
Jumlah mahasiswa
Sarana
Kurikulum
Tehnologi Informasi
Dosen (dibandingkan uin dari sisi profesor, dan doktor )
Jumlah mahasiswa
Sarana
Kurikulum
Tehnologi Informasi
Jurusan/Prodi (sekarang sedang ada dimana)
–
–
–
–
–
Dosen (dibandingkan uin dari sisi profesor, dan doktor )
Jumlah mahasiswa
Sarana
Kurikulum
Tehnologi Informasi
Potensi kelembagaan (2)




Lembaga-lembaga struktural (Lemlit, LPM)
Lembaga dibawah lemlit (Pusat pengembangan Akademik dan pembelajaran,
PSG) dan lpm (unit pengembangan wlayah)
Lembaga otonom (LSAS, PSP2W, lembaga pesantren, tahfidzul Qur’an, )
UPT (perpustakaan, UPB, quality assurance) sekarang ada di mana.
–
–
–
–

Laboratorium (sekarang ada di mana)
–
–
–
–



SDM
Sarana
Tehnologi Informasi
Produk dan jasa
SDM
Sarana
Tehnologi Informasi
Produk dan jasa
Lembaga pendukung (Bank, unit usaha, dll)
Lembaga kemahasiswaan
Bagian-bagian administrasi (Biro AKU, AAKPSI dan bag. Dibawahnya)
Proses Belajar Mengajar (Pending
konsul ke ahlinya)
 Kurikulum (kurikulum yang digunakan sekarang, relevansi
kurikulum dg kebutuhan stakeholder, komposisi
Kurnas/kurlok, relevansi kurikulum dg kebutuhan
Akademis/profesional, relevansi kurikulum dg kompetensi
lulusan, relevansi kurikulum dg tuntutan perubahan)
 Media pembelajaran (persentase penerapan IT untuk
pembelajaran)
 Metode pembelajaran (kondisi obyektif sekarang, metode
yang digunakan: persentasenya, relevansinya,
responsinya, dsb)
 Evaluasi belajar (kondisi obyektif sekarang: cara evaluasi,
model evaluasi, metode evaluasi)
Potensi sarana/prasarana














Gedung/Ruang perkantoran (representativitas)
Gedung/Ruang perkuliahan (jumlah dan representativitas)
Gedung/Ruang lembaga (representativitas)
Gedung/Ruang UPT (representativitas)
Sistem existing gedung, perawatan dan penggunaan
Gedung/Ruang hall
Ruang pertemuan
Gelanggang olah raga dan seni
Gedung/ruang masjid, Pesantren
Gedung/ruang laboratorium
Gedung transit, tamu, perum dinas
Gedung/ruang pendukung (bank, kantin, toko buku)
Gedung/ruang mahasiswa
Gedung/Ruang unit usaha (representativitas)
Permasalahan iain sunan ampel
dosen (1)
 Pendidikan dosen belum seimbang dengan kebutuhan
sebaran kurikulum/mata kuliah
 Sebaran keahlian dosen dengan mata kuliah banyak yang
tidak relevan (mismatched)
 Keterlibatan dosen dalam penelitian kompetitif belum
maksimal
 Keterlibatan dosen dalam penulisan karya ilmiah masih
rendah
 Keterlibatan dosen dalam lembaga profesi masih rendah
 Prestasi akademik dan nonakademik masih langka
 Linieritas jenjang pendidikan dosen
Permasalahan iain sunan ampel
dosen (2)
 Keterlibatan dalam lembaga nasional dan internasional
belum maksimal
 Keterlibatan dalam seminar nasional dan internasional
masih terbatas.
 Keterlibatan dalam pelatihan/pendidikan profesi masih
terbatas
 Keterlibatan dosen dalam riset aksi belum maksimal
 Keterlibatan dosen dalam pengembangan inovasi
pengembangan masyarakat belum maksimal.
 Keterlibatan dosen dengan kegiatan pemberdayaan
masyarakat belum maksimal
 Rasio dosen dan mahasiswa belum ideal
Permasalahan SDM karyawan
 Ada mismatched antara latar belakang
pendidikan dengan tupoksi karyawan
 Keterlibatan dalam pelatihan-pendidikan
untuk karyawan belum maksimal
 Jalur penjenjangan karir karyawan belum
maksimal
 Kinerja karyawan belum maksimal
 Ketidakseimbangan jumlah karyawan
dengan volume pekerjaan.
Permasalahan input mahasiswa
 Sistem rekruitmen yang masih belum ideal
 Sebaran minat calon mahasiswa pada
bidang studi belum ideal
 Kualitas dan kuantitas input mahasiswa
belum ideal
 Proporsi Sebaran mahasiswa pada masingmasing fakultas belum ideal
 Imaj program studi di kalangan calon
mahasiswa belum maksimal
Permasalahan Lulusan
 Kualitas lulusan masih rendah (kemampuan
standart keagamaan rendah, kualitas bahasa
minimal, standart kompetensi akademis rendah,
standard profesi rendah, kemampuan menulis
mahasiswa rendah, kualifikasi skripsi rendah,
daya serap keilmuan minimal, )
 Relevansi keilmuan agama kurang menjawab
tuntutan masyarakat
 Masih ada keraguan tentang lulusan prodi sosialhumaniora
 Lulusan iain banyak bekerja di luar keahliannya
Permasalahan PBM










Tatap muka perkuliahan belum maksimal
Kebanyakan Dosen mengajar tanpa SAP
Kebanyakan dosen belum menerapkan strategi pembelajaran.
Pemanfaatan media pembelajaran sangat rendah
Kesempatan dosen untuk mereview tugas mahasiswa rendah
Kebanyakan dosen mengajar bukan pada keahliannya
Kebanyakan dosen mengajar dalam jumlah sks yang banyak
Kebanyakan dosen mengajar tidak tepat waktu
Bimbingan kepada mahasiswa belum maksimal
Pemanfaatan sumber belajar belum maksimal (pembalajaran berbasis
perpustakaan belum dilaksanakan)
 Sistem evaluasi kurang transparan
 Sebagian besar dosen tidak melakukan kontrak belajar
Masalah sarana
 perkantoran belum ideal (ruang pimpinan dan staff sarananya masih
kurang memadai)
 Ruang perkuliahan belum mencukupi (jumlahnya kurang), sarana
belum memadai,
 Ruang dan sarana laboratorium belum ideal
 Ruang dan sarana perpustakaan belum ideal
 Ruang dan sarana unit pengembangan bahasa (UPB) masih kurang
memadai
 Ruang publik mahasiswa belum tersedia
 Ruang dan sarana pengembangan usaha belum memadai
 Ruang dan sarana pengembangan pesantren masih kurang
 Sarana mebelair untuk perkuliahan, perkantoran dan pelayanan belum
maksimal.
 Jaringan IT belum tersedia dalam semua aspeknya
 Sarana parkir belum memadai
Permasalahan lingkungan akademis
 Pengembangan kampus berbasis ilmiah belum
maksimal: seminar, diskusi, workshop
 Etika akademis masih belum maksimal: nyontek,
plagiasi dll.
 Budaya akademis belum terbangun
 Budaya menulis masih rendah
 Budaya komentar akademis belum terbangun
 Suasana kampus akademis (penataan lingkungan
belum tertata)
 Belum maksimalnya sistem pengamanan kampus
Download