Ancaman, Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG) Globalisasi

advertisement
MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN
GEOSTRATEGI INDONESIA
Fakultas
Program Studi
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
Tatap Muka
05
Kode MK
Disusun Oleh
90003
Panti Rahayu, SH, MH
Abstract
Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi
negara Indonesia untukmenetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai
tujuan nasional bangsa Indonesia.
Kompetensi
Mahasiswa dapat memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan
guna mewujudkan masadepan yang lebih baik, aman dan sejahtera.
Geo Strategi Indonesi
1. Pengertian Geostrategi Politik
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategos yang diartikan sebagai “the art of the
generalship” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.
a. Pengertian Strategi ditinjau dari kepentingan militer
1)
Henri A. lomini (1779- J 869) : strategi adalah seni menyelenggarakan peperangan di
atas peta meliputi seluruh kawasan perang.
2)
Karl von Clausewitz (1780-1831) : Perang merupakan kelanjutan politik dengan cara
(sarana) lain. Strategi adalah cara menggunakan pel1empuran untuk mencapai tujuan
perang. Taktik adalah suatu cara menggunakan kekuatan/militer dalam pertempuran.
3)
Sir B.H. Liddle Hart (1921 – 1953) strategi adalah seni menggunakan kekuatan militer
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh kebijakan politik sedangkan politik
mengendalikan strategi
Jadi secara umum strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan miIiter untuk
memenangkan perang. Strategi adalah pemilihan alternatif terbaik dari alternatif terpilih
untuk memenangkan Dalarn abad ke XX berkembang, bahwa untuk memenangkan perang
tidak semata-mata karena strategi militer.
b. Perkembangan Pengertian Strategi
1). Andre de Beaufre: strategi menggunakan kekuatan sedemikian rupa sehingga kekuatan
memberikan sumbangan yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang ditentukan oleh
kebijabn bidang poitik.
2014
2
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2). Henry E. Eceoles: strategi adalah mengerahkan berbagai kekuatan
secara
komprehensif agar dapat memenuhi tujuan atau sasaran yang lebih luas termasuk
penjatwallan melalui sasaran antara, agar tercapai sasaran utama.
3). Prof. H. Bintoro Tjokroamidjoyo, M.A.: strategi merupakan perhitungan mengenai
rangkaian kebijaksamlan dan !angkah_ langkab pelaksanaan perlu diformulasikan secara
mantik dengan pendekatan disiplin tertentu secara ilmiah
4). Gordon J. Pearson: strategi melaksanakan tugas untuk kemakmuran yang lama dan
untuk meyakinkan bahwa sumber daya darat digunakan seefektif mungkin selama sepuluh
hingga dua puluh tahun
5). John M. Comns: strntegj nasional, adalah
penggunaan kekuat.an militer dart non miIiter, kekuatan nasional untuk usaha perang,
usaha keamanan dan lisaha damai, usaha kesejahteraan untuk mencapai tujuan nasional.
Secara skematis Strategi Nasional dapat digambarkan sebagai berikutc. Teori Penerapan
Strategi
Untuk menerapkan strategi dengan tepat, pedu pengkajian lebih lanjut, yang berupa pilihan
atas beberapa hal yang saling berhadapan atau bertolak belakang, antara lain:
1) Tujuan yang terbatas >< Tujuan yang tidak terbatas
2) Pendekatan langsung >< Pendekatan tid,tk langsung
3) Operasi garis dalam >< Operasi garis luar
c. Unsur Pokok Penyusunan Strategi
1) Tujuan atau sasaran
2) Situasi lingkungan strategik
3) Tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan (TAHG) yang harus diantisipasi
4) Ketahanan nasional sebagai kondisi.
2014
3
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya
mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi
negara Indonesia untukmenetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai
tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang
bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masadepan yang lebih
baik, aman dan sejahtera.Oleh karena itu geostrategi Indonesia bukanlah merupakan
geopolitik untuk kepentingan politik dan perang tetapi untuk kepentingan kesejahteraan dan
keamanan.
Dalam abad modern sekarang ini penggunaan strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau
seni seorang panglima perang dalam peperangan, tetapi sudah digunakan sec:ara luas,
temasuk dalam ekonomi, teknik, sosial, politik; maupun dalam bidang olahraga. Dalam.
pengertian umum, strategi adalah cara mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan.
Dengan demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer,
tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada dasamya merupakan seni
dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatari (ideologi, poIitik, ekonomi, sosialbudaya dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
d.
Politik Nasional dan Strategi Nasional (polstranas)
Politik Nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk
mencapai cita-cita nasional dan tujuan nasiouaI. Jadi politik nasionaI adalah asas, haluan,
usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan,
pemetiharaan dan pengendalian) sena penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai
tujuan nasional
Strategi nasional di susun untuk pelaksanaan politik nasional, misalnya strategi jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jadj strategi nasional adalah cara
melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh
politik nasional
Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa baik pada masa lampau,kini,
manapun mendatang. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah
menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebgai ruang hidup
2014
4
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
nasional untuk menentukan kebijakan,sarana dan sasaran perwujudan kepentingan dan
tujuan nasional melalui pembangunan sehingga bangsa itu tetap eksis dalam arti
ideologis,politis, ekonomis,sosial budaya dan Hankam.
Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar
dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan
upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia,memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
Geostrataegi Indonesia pada dasarnyanya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam
memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional guna
merancang arahan tentang kebijakan,sarana dan sasaran pembangunan untuk mencapai
kepentingan dan tujuan nasional tersebut diatas.
Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi ”Ketahanan Nasional”.

Pengertian Geostrategi
Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk
menentukan kebijakan, tujuan,sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional, geostrategi
dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan
tujuan politik.

Pengertian Geostrategi Indonesia
Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia
untukmenetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional
bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang
strategi pembangunan guna mewujudkan masadepan yang lebih baik, aman dan
sejahtera.Oleh karena itu geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk
kepentingan politik dan perang tetapi untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan.
e. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia
2014
5
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan
komando Angkatan Darat (SSKAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia
yang terumus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di
kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Geostrategi
Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan
membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman
komunis di Indocina.
Pada tahun 1965 an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi
Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: bahwa geostrategi Indonesia
harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan,
pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal. Dalam gagasan agak lebih
progresif tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekedar membangun
kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya.
Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang
geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. Pada era itu konsepsi
geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan
nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna menajga identitas
kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuan nasional dapat tercapai.
Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk
rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam pemmbangunan
nasional. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh
negara-negara yang lain, bertujuan untuk:

Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional baik yang berbasis pada
aspek ideologi, politik, sosial budaya dan hankam mupun aspek-aspek alamiah, bagi
upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa untuk mewujudkan citacita proklamsi dan tujuan nasional.

Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam:
1. Menegakkan hukum dan ketertiban (Law and Order)
2. Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (Welfare and Prosperity)
3. Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (Defense and Prosperity)
4. Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (Yuridical Justice and Social
Justice)
2014
6
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
5. Tersedianya kesempatn rakyat untuk mengaktualisasikan diri (Freedom of the
People)
Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok:

Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan
geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman,
gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa
dan negara Indoesia.

Bersifat developmental/pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan
bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai
kesejaheraan rakyat.
Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas
ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan
gangguan, baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak
langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup
bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam
wilayah nasional,baik fisik maupun sosial serta memiliki hubungan erat antara aspek
didalamnya secara komprehensif integral.
Konsep ketahanan nasional merupakan konsep yang lebih luas cakupannnya, Jika
keamanan komprehensif semata-mata digunakan untuk menghadapi satu benturan fisik
dengan luar negeri, maka Ketahanan Nasional di samping digunakan untuk menghadapai
agresi dari luar, juga dimaksudkan untuk mengatasi seluruh tantangan, ancaman, hambatan
dan gangguan yang dialami satu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan
kelangsungan hidupnya (Sayidiman. 1997:13). Membangun ketahanan nasional bukan
semata-mata membangun kekuatan fisik, melainkan juga kekuatan moral dan spiritual,
keamanan dan kesejahteraan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, moralitas dan
kewibawaan sebagai hasil mawas ke dalam merupakan inti konsep ketahanan nasional,
membentuk ketahanan nasional dapat disamakan dengan seorang yang belajar bela diri, ia
2014
7
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
tidak mempunyai musuh dalam pikirannya dan hanya membentuk kesiapan kalau-kalau ada
yang mengganggunya, maka oleh sebab itu konsep ketahanan nasional dapat dibentuk oleh
negara kaya maupun negara miskin.
1. 1.
Asas dan Sifat Ketahanan Nasional Indonesia
Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia
1. Kesejahteraan dan keamanan
2. Komprehensif Integral (Menyeluruh Terpadu)
3. Mawas kedalam dan keluar
4. Kekeluargaan
Sifat-Sifat Ketahanan Nasional
Adapun sifat-sifat Ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :
1)
Manunggal
2)
Antara Trigatra dan Panca Gatra harus bersatu (integratif). Sifat integratif ini tidak
dapat diartikan mencampuradukkan, tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi dan selaras.
3)
Mawas KeDalam
4)
Ketahanan Nasional diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, karena
bertujuan mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya sendiri.
5)
Kewibawaan
6)
Ketahanan Nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat “Manunggal” tersebut
mewujudkan kewibawaan nasional yang harus diperhitungkan oleh pihak lain dan
mempunyai daya pencegah (deterent). Makin tinggi tingkat kewibawaan, makin besar daya
pencegahnya.
7)
Berubah Menurut Waktu
8)
Ketahanan Nasional suatu bangsa tidaklah tetap adanya. Ia dapat meningkat atau
menurun dan bergantung pada situasi dan kondisi bangsa itu sendiri.
2014
8
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
9)
Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan
10) Kalau konsep adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekatan fisik, maka
ketahanan nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik saja, tetapi memanfaatkan daya dan
kekuatan lain, seperti kekuatan moral suatu bangsa.
11) Percaya pada diri sendiri
12) Ketahanan Nasional dikembangkan dan ditingkatkan berdasar sikap mental percaya
pada diri sendiri.
13) Tidak tergantung pada pihak lain
Kebanyakan negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan yang masih dipengaruhi
mental kolonial dan rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Sikap mental demikian
harus dikikis habis dan sebagai gantinya ditumbuhkan sikap mental yang berkepercayaan
pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistik tanpa menjerumuskan diri ke dalam
fanatisme dan chauvinisme (nasionalisme yang sempit).
Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan
kesejahteraan serta keamanan yang seimbang, serasi, dan selaras dalam seluruh aspek
kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta Wawasan
Nusantara, dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk
meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan dapat di gambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan
mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan
merata, jasmaniah dan rohaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa
melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
2.
Aspek Astra Gatra
Pengertian konsepsi ketahanan nasional, seluruh aspek kehidupan nasional diperinci
dengan sistematika astagatra (delapan aspek), terdiri dari trigatra (tiga aspek alamiah),dan
pancagatra(lima aspek sosial).
2014
9
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Aspek Tri Gatra
Trigatra (aspek alamiah) adalah aspek aspek suatu negara yang sudah melekat pada
negara itu. Oleh karena itu, unsur-unsurnya tidak sama dalam tiap negara. Trigatra meliputi :
Aspek Geografi
Geografi suatu negara adalah segala sesuatu pada permukaan yang dapat dibedakan
antara hasil proses alam dan hasil ulah manusia, dan memberikan gambaran tentang
karakteristik wilayah kedalam maupun keluar. Menurut letak geografinya, bentuk negara
dapat dibagi dalam negara yang berada di daratan, lautan, atau keduanya. Ada negara yang
mempunyai ciri khusus berkenaan dengan letaknya yaitu :
1. Negara dikelilingi daratan. Lingkungan negara ini bersifat serba daratan atau serba
benua.
2. Negara dikelilingi lautan, dapat di bedakan dalam :
3. Negara Kepulauan (archipelagiis state) adalah suatu negara yang bersifat kepulauan
atau archipelago.
4. Negara Pulau (island state) berbeda dengan negara kepulauan, pada negara pulau
unsur darat lebih besar dari pada unsur laut.
5. Negara mempunyai bagian wilayah yang bersifat kepulauan. Negaranya sendiri
bersifat negara daratan, tetapi mempunyai suatu bagian wilayah yang bersifat
kepulauan . Ini tidak dapat disamakan dengan Negara kepulauan.
6. “Circume Marine” state adalah Negara yang komponennya hanya dapat dicapai
melalui transportasi laut sehingga di dalamnya terdapat laut mediterania.
Geografi mempunyai unsur-unsur sebagai berikut :
1)
Letak wilayah suatu negara ditentukan dari segi astronomis dengan garis lintang dan
garis bujur.
2)
Luas wilayah suatu negara ialah luas daratan yang dapat meliputi luas daratan, lautan,
landasan kontinen, dan ZEE ( Zona Eksklusif Ekonomi ).
3)
Iklim suatu negara dipengaruhi oleh letak astronominya, sehingga ada negara yang
beriklim tropis, subtropis dan dingin.
4)
Bentangan alam adalah wujud permukaan bumi.
2014
10
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
5)
Perbatasan wilayah negara ditentukan oleh proses sejarah, ketentuan politik, hukum
sosial, dan ketentuan hukum nasional, antara lain perjanjian perbatasan dan keputusan
pengadilan atau mahkamah internasional.
Aspek Kekayaan Alam
Kekayaan alam suatu negara adalah segala sumber dan potensi alam dalam lingkungan
ruang angkasa, atmosfer, permukaan bumi ( daratan dan lautan ) dan bumi yang berada di
wilayah kekuasaan / yuridiksinya.
Menurut jenisnya, kekayaan alam dibedakan dalam delapan golongan berikut :
1)
Hewani (Fauna)
2)
Nabati (Flora)
3)
Mineral (minyak bumi, uranium, bijih besi, batubara, dan lain-lain)
4)
Tanah (tempat tinggal, tempat bercocok tanam, tempat berpijak)
5)
Udara (sinar matahari, oksigen, karbondioksida, dan lainnya)
6)
Potensi ruang angkasa.
7)
Energi (gas alam, panas alam, air artetis, geothermis)
8)
Air dan lautan.
Menurut sifatnya kekayaan alam dapat digolongkan menjadi tiga golongan yaitu :
1)
Kekayaan yang dapat diperbaharui.
2)
Kekayaan yang tidak dapat diperbaharui.
3)
Kekayaan tetap.
Dengan pemanfaatan kekayaan alam akan mewajibkan setiap bangsa untuk :
2014
11
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
a)
Menyusun kebijaksanaan dan pengaturan tentang pengamanan penggunaan
kekayaan alam seefisien mungkin agar memberikan manfaat optimal dan lestari bagi nusa
dan bangsa.
b)
Menyusun pola pengelolaan kekayaan alam dengan pendekatan kesejahteraan
dan keamanan.
c)
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d)
Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan kekayaan alam.
e)
Mengadakan program pembangunan serasi.
f)
Mengadakan pembentukan modal cukup.
g)
Menciptakan daya beli, konsumsi cukup, baik di dalam maupun luar negeri.
Aspek Kependudukan
Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Adapun
faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :
Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk
Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang
meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan
angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Dan dari segi
negatifnya ialah apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.
Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk
Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama,
suku bangsa,
tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas,
fertilitas, dan migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan jenis
2014
12
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
penduduk golongan muda yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas
pendidikan, perluasan lapangan kerja, dan sebagainya.
Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk
Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan
kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan
kebijakan pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara
transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth centers), pusat-pusat industri, dan
sebagainya
Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa
untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Ketahanan nasional ini tergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara
dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial,sebagai landasan penyelenggaraan
kehidupan nasional di segala bidang. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan
semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional,baik fisik maupun sosial serta memiliki
hubungan erat antara gatra didalamnya secara komprehensif integral. Kelemahan salahsatu
bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain,yang dapat mempengaruhi kondisi
keseluruhan.
Model Asta Gatra
Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya
yang berlangsung diatas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat
dicapai dengan menggunakan kemampuannya. Model yang dikembangkan oleh Lemhanas
ini menyimpulkan adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional yaitu:
1. Aspek Tri gatra kehidupan alamiah:
2014

Gatra letak dan kedudukan geografi

Gatra keadaan dan kekayaan alam

Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
13
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1. Aspek Panca gatra kehidupan sosial:

Gatra ideologi

Gatra politik

Gatra Ekonomi

Gatra Sosial budaya

Gatra Pertahanan keamanan
1. 3.
Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi
Globalisasi ekonomi adalah prosess Liberalisasi ekonomi dalam skala mondial (berkaitan
dengan seluruh dunia) sehingga menyebabkan barang dan jasa bebas masuk dan keluar
antar negara tanpa rintangan , baik yang bersifat tarif maupun non tarif.
Persetujuan dan kesepakatan liberalisasi perdagangan dalam bidang barang dan jasa
termuat dalam persetujuan World Trade Organization (WTO), General Agreement on Trade
and Tariffs (GATT) dan kesepakatan APEC.
Menghadapi Globalisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Globalisasi IPTEK adalah proses liberalisasi IPTEK dalam skala mondial
(berkaitan dengan seluruh dunia),sehingga menyebabkan arus IPTEK bebas masuk dan
keluar antar negara tanpa rintangan.
Menghadapi Globalisasi Budaya.
Budaya dan pendidikan bagaikan dua sisi mata uang, membicarakan pendidikan
tidak terlepas dari budaya ,demikian pula sebaliknya, oleh karena itu unsur moralitas, etika
dan estetika yang melekat dalam pendidikan melekat pula dalam budaya.
Globalisasi Budaya adalah proses liberalisasi budaya dalam skala mondial , sehingga
menyebabkan arus budaya bebas masuk dan keluar antar negara tanpa rintangan.
Ancaman, Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG) Globalisasi
2014
14
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Menurut Sunardi, 1997:2 .dalam buku Ketahanan Nasional, mendefinisikan Ancaman
,Tantangan, Hambatan dan Gangguan adalah sebagai berikut :
1).
Ancaman : usaha yang dilaksanakan seeara konseptual melalui tindakan politik dan
atau kejahatan yang diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara
dan bangsa, sesuatu yang diancamkan, perbuatan
mengancam.
.
2) Tantangan: ajakan berperang, hal atau obyek yang menggugah tekad untuk
meningkatkan kemamapuan mengawasi masalah, rangsangan untuk bekerja lehih baik,
3)
Hambatan: usaha merintangi / menghalangi proses pencapai / tujuan.
4)
Gangguan ialah halangan/rintangan/godaan, segala sesuatu yang menyusahkan,
hal yang menyebabkan ketidakwarasan/ ketidak normalan, hal yang menyebabkan
ketidaklancaran.
Nasionalisme dan Internasionalisme
Globalisasi dapat membuat semangat nasionalisme menurun ,sebab setiap
orang berusaha memaksimalkan kepuasannya dan dapat hidup dinegara
mana saja berdasarkan kopetensi dan komitmennya.
Budaya Barat dan Budaya Indonesia
Perkembangan Globalisasi juga telah mempengaruhi budaya Indonesia,
dimana sikap individualitis telah masuk ,sehingga mengurangi semangat
gotong royong,musyawarah mufakat dan toleransi
Industri dan Pertanian
2014
15
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Globalisasi telah mempengaruhi perekonomian di Indonesia, negara-negara
barat telah merelokasikan industrinya kenegara berkembang, termasuk
Indonesia,untuk industri elektronika dan tekstil ,sehingga arus globalisasi
telah menubah secara bertahap wajah Indonesia dari pertanian ke industri .
Lingkungan Hidup
Masalah lingkungan yang kita hadapi pada hakekatnya adalah masalah ekologi manusia .
Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu tidak
sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia . Akibat nya ialah terganggunya
kesejahteraan manusia . Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 1972 diadakan
konfrensi PBB tentang lingkungan hidup di Stokholm. Dengan adanya konfrensi ini
masalah lingkungan menjadi masalah Internasional . Namun , konfrensi Stokholm tidak
mampu mencegah kerusakan lingkungan hidup sehingga setelah konfrensi. itu masalah
lingkungan tidak berkurang , malahan menjadi makin parah.
Kini, masalah lingkungan hidup terutama pemanasan global,Pemanasan global adalah
adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfir ,laut dan daratan bumi . Suhu rata-rata
global pada permukaan bumi telah meningkat 0,74 -kepunahan
jenis, dan lubang ozon menjadi masalah global karena meliputi seluruh bumi . Tak ada satu
bangsa yang luput dari masalah itu . Masalah linglkungan seiring terkait dengan ekonomi
global sehingga merupakan masalah yang rumit . Karena kerumitan itu dan sifat globalnya ,
penanganan masalah lingkungan memerlukan solidaritas dan kerja sama antar
bangsa.
Masalah lingkungan yang kini kita hadapi adalah masalah yang dipandang dari dari sudut
kepentingan manusia, pada hakekatnya adalah masalah ekologi , khususnya ekologi
manusia. Masalah itu timbul karena adanya perubahan lingkungan sehingga lingkungan
tidak sesuai lagi untuk mendukung kehidupan dan kesejahteraan manusia.. Dengan makin
besarnya jumlah manusia yang disertai dengan kebutuhan yang makin meningkat dan
makin meningkat pula kemampuan manusia untuk melakukan intervensi terhadap alam, baik
2014
16
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
alam abiotik maupun alam biotik, perubahan yang terjadi pada lingkungan makin besar pula.
Perubahan yang makin besar itu , misalnya pada arus energi dan daur materi , telah
mengganggu proses alam sehingga proses ekologi alam terganggu pula. Dampak dari
gangguan ekologi alam terhadap kesejahteraan manusia makin terasa pula, baik secara
nyata maupun potensial. Pencemaran Udara merupakan hal yang perlu dicermati dalam
mengkaji masalah lingkungan hidup, karena masalah ini menyebabkan masalah yang
potensial , yaitu pemanasan global dan lubang ozon, pemanasan global akan
menyebabkan berubahnya iklim dunia dan naiknya permukaan laut yang tentunya akan
mengancam tenggelamnya beberapa daratan didunia. Lubang ozon akan mengakibatkan
menurunnya kadar ozon dilapisan statosfir, selanjutnya juga menyebabkan
bertambahnya sinar ultraviolet dari matahari yang sampai ke bumi, dampaknya adalah
kerusakan sumber daya alam, hewan, tumbuhan dan manusia bahkan akan terjadi
pengurasan sumber daya alam dan kepunahan hewan maupun tumbuhan, oleh karena itu
pada era yang akan datang agar pembangunan dapat berlanjut perlu diperhatikan tiga
syarat, yaitu ekonomi, sosial budaya dan ekologi , Pertama (1),persyaratan ekonomi
yaitu, apabila suatu proyek pembangunan tidak mempunyai persyaratan ekonomi ia akan
bangkrut atau harus diberi subsidi secara terus menerus, oleh karenanya proyek
pembangunan harus di dahului oleh sebuah studi kelayakan. Kedua (2), Pentingnya syarat
sosial budaya, terhentinya proyek bantuan luar negri karena menurunnya kepercayaan luar
negeri terhadap penggunaan bantuan, pemeliharaan dan penggunaan fasilitas yang telah
dibangun. Ketiga (3),Persyaratan ekologi adalah, adalah suatu cara untuk menghindari
masalah ekologi adalah mengadakan analisa dampak lingkungan jauh hari sebelum
kegiatan proyek pembangunan sehingga dapat di antisipasi dampak ekologi dari
pembangunan tersebut.
Indonesia dan Perdamaian Dunia
Dalam dunia modern era globalisasi hubungan antar bangsa sudah tersebar ke seluruh
pelosok dunia, tidak ada suatu bangsa yang dapat membebaskan diri dari keterlibatan
dengan bangsa dan negara lain. Karena semua bangsa merupakan warga dunia. Hubungan
internasional terdapat dalam berbagai bentuk, yaitu:

Hubungan invidual, misalnya turis, mahasiswa, pegagang dll.

Hubungan antar kelompok, misalnya lembaga-lembaga social, keagaan,
perdagangan dll.
2014
17
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Hubungan antar negara, yaitu segala macam hubungan internasional yang
dilaksanakan oleh aparatur negara atas nama negaranya masing-masing.
Hubungan yang beranekaragam antar pribadi, kelompok dan negara itu menciptakan
hubungan yang menyerap seluruh kegiatn manusia diseluruh dunia, sehingga terciptalah
masyarakat internasional. Hubungan internasional dilaksanakan dengan prinsip persamaan
derajat, yang didasari pada kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua
negara.
Setiap bangsa atau negara yang merdeka dan berdaulat melaksanakan politik luar negeri
daam pergaulan dengan berbagai bangsa dan negara lain. Politik luar negeri suatu negara
pada pokoknya mengandung dua unsur, yaitu:

Unsur tujuan nasional yang disertai strategi dan taktik pencapaiannya.

Unsur tujuan internasional yang berkaitan erat dengan kepentingan nasional bangsabangsa yang bersangkutan.
Bagi Indonesia kedua unsur tersebut terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai
landasan ideal normatif. Kebijakan politik luar negeri menyangkut perumusan sikap, arah
tindakan dan tujuan yang hendak dicapai suatu negara dalam pergaulan internasional.
Kebijakan politik luar negeri tidak sekedar penerapan keluar yang berdiri sendiri, melainkan
terkait pada kebijakan nasional yang dirumuskan secara bertahap sesuai dengan
perkembangan kondisi menyeluruh di dalam negeri. Oleh sebab itu seringkali dikatakan
bahwa kebijakan politik luar negeri suatu negara adalah pantulan atau perpanjangan dari
kondisi nyata di dalam negeri bangsa yang bersangkutan.
Kebijakan politik luar negeri berkaitan dengan tiga unsur yang saling berhubungan, yaitu:

Kepentingan nasional, sebagai ukurannya adalah keselamatan dan keamanan
nasional serta peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.

Kemampuan nasional, yaitu persepsi bangsa yang bersangkutan tentang
kemampuannya sendiri yang berupa sumber daya, baik manusia atau alam serta
posisi geografi yang melekat pada bangsa yang bersangkutan.

Dinamika dan kondisi internasional. Dinamika internasional tidak senantiasa
menampilkan situasi yang sesuai dengan keinginan suatu negara, begitu juga situasi
internasional tidak bersifat tetap (statis) melainkan mengalami perubahan dan
perkembangan, sehingga suatu negara harus menyesuaikan diri dengan
2014
18
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
perkembangan kondisi dan situasi internasional itu sepanjang tidak bertentangan
dengan konstitusi negara yang bersangkutan.
Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai Berdasarkan Persamaan Derajat
Konsepsi perdamaian sebagai suatu hak asasi manusia jelas akan membantu
meningkatkan kesadaran umum bahwa setiap orang mempunyai peran dalam memeliahar
perdamaian, memperluas dukungan umum terhadap kebijaksanaan perlucutan senjata.
Perdamaian merupakan nilai tertinggi bagi umat manusia dan satu-satunya yang diagungagungkan oleh hukum internasional. Dengan demikian menjabarkan gagasan hak asasi
manusia atas perdaiamain dapat diberi perioritas yang tinggi.
Larangan umum terhadap penggunaan kekuatan bersenjata dimaksudkan sebagai tonggak
bagi kebijakan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. Deklerasi dan
berbagai kaidah hukum internasional mengenai hubungan dan kerja sama persahabatan
antar bangsa dalam kaitannya dengan resolusi Sidang Umum PBB tanggal 24 Oktober
1970, di antara isinya menyatakan bahwa “ setiap perang agresi merupakan kejahatan
terhadap perdaiamain dan bahwa suatu ancaman atau penggunaan kekuatan merupakan
pelanggran terhadap hukum internasional.
Usaha untuk menciptakan perdamaian dunia telah banyak menjadi pemikiran para ahli
politik dan kenegaraan sejak zaman dahulu, seiring dengan sejarah umat mansia yang
dalam bentuk suatu negara menundukkan negara lain, negara yang besar menguasai
negara yang kecil, negara yang maju menjajah negara yang belum maju. Keinginan damai
sebagai akibat dari kerugian umat manusia yang telah melakukan peperangan untuk
merebut suatu kekuasaan dan kekayaan, namun pada hakekatnya negara yang kuat dan
menang dalam suatu peperangan tidaklah kekal. Suatu saat dia akan menerima akibatnya
berupa kekalahan, seperti Jerman dan Jepang yang memiliki kekuasaan yang sangat besar
setelah Perang Dunia I, kemudian kekalahan telah pada Perang Dunia II. Pada akhirnya dua
negara itu tentu akan menyadari tidak ada gunanya menindas hak-hak bangsa lain yang
berakibat runtuhnya martabat manusia. Dalam waktu yang tidak begitu lama kedua negara
(Jerman dan Jepang) itu dapat bangkit sebagai suatu bangsa yang terhormat dan besar
karena telah meninggalkan cara-cara yang dapat menimbulkanm perang atau sengketa
antar negara.
2014
19
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Setiap negara di dunia baik negara maju atau negara berkembang menginginkan adanya
suatu dunia yang tertib dan damai. Tidak ada suatu negara pun di dunia yang menginginkan
perpecahan. Namun demikian kenapa terjadi peperangan dan kersengketaan antara negara
yang satu dengan negara yang lain? Hal ini disebabkan karena setiap negara memiliki
kepentingan, keinginan serta kemauan yang berbeda-beda, yang dilandasi oleh suatu
sistem atau cara memperjuangkan kepentingan tersebut dengan cara yang berbeda-beda
pula, sehingga tidak jarang menimbulkan konflik kepentingan antar negara.
Suatu tindakan yang dilakukan oleh sebuah negara yang dianggapnya tidak akan
mempengaruhi ketertiban dunia, bahkan dinyatakan sebagai tujuan damai, tetapi oleh
negara lain dianggap sebagai suatu gerakan yang menjurus kepada bahaya terhadap
ketertiban dunia. Contohnya Agresi Amerika Serikat kepada Irak yang berakibat kehancuran
martabat umat manusia di awal abad ke 21 ini.
Penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional sudah di larang dan oleh sebab itu
sengketa-sengketa internasional harus diselesaikan secara damai. Majelis Umum PBB telah
menerima deklerasi untuk meminta semua negara menyelesaikan sengketa mereka dengan
cara damai agar perdamaian, keamanan internasional dan keadilan tidak sampai terganggu.
. Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB melarang negara anggota menggunakan kekerasan dalam
hubungannya satu sama lain.
Berdasarkan Deklerasi Manila 1982 mengenai penyelesaian sengketa internasional secara
damai, menyatakan sebagai berikut:

Prinsip bahwa negara tidak akan menggunakan kekerasan yang bersifat
mengancam integritas territorial atau kebebasan politik suatu negara, atau
menggunakan cara-cara lainnya yang tidak sesuai dengan tujuan PBB.

Prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri dan luar negeri suatu negara.

Prinsip persamaan hak dan menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa.

Prinsip persamaan kedaulatan negara.

Prinsip hukum internasional mengenai kemerdekaan, kedaulatan dan integritas
territorial suatu negara.
2014

Prinsip itikad baik dalam hubungan internasional.

Prinsip keadilan dan hukum internasional.
20
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Masalah Internasional
Setelah tamatnya perang dingin, hubungan antara negara belum memberikan jaminan ke
arah perdamaian dunia. Walaupun telah terjadi saling rujuk antara negara-negara besar.
Dunia masih jauh dari suasana damai dan aman. Selama perdamaian dunia masih
terancam, kemerdekaan bangsa-bangsa terkekang, aspirasi rakyat terhambat dan
ketidakadilan ekonomi terus berlanjut. Ketenangan dunia akan tetap terganggu. Negaranegara berkembang dihadapkan pada tantangan-tantangan bersejarah yang diakibatkan
oleh kenyataan-kenyataan baru dalam bidang politik dan ekonomi.
1. Dalam Bidang Politik
Salah satu akibat sampingan yang sungguh memperihatinkan dari saling pendekatan
antara-antara negara-negara besar adalah gejala disintegrasi dan pecahnya negara-negara
di berbagai bagian dunia. Pecahnya perang saudara yang disulut oleh pertentangan etnis
dan agama sedang melanda negara-negara, khsusnya negara dunia ketiga.
Suatu yang sangat memperihatinkan ialah kita menyaksikan rangkaian peristiwa yang
menimpa negara-negara dunia ketiga bekas Republik Federasi Sosialis Yugoslavia.
Sebelum di landa krisis, negara itu senantiasa memainkan peranan yang dinamis dalam
percaturan politik internasional. Kini, negara itu telah pecah dengan berdirinya negaranegara baru yang merdeka secara terpisah, bahkan beberapa warga/pemimpinnya telah
dianggap melakukan kejahatan kemanusiaan. Di Somalia, tragedi kemanusiaan telah
menimpa ditengah-tengah berkobarnya perang saudara. Sekalipun PBB telah turun
tangan, suatu hal yang menjadi pertanyaan bagaimana usaha melalui perundingan yang
mengarah pada rujuk dan rekonstruksi nasional.
Tragedi kemanusia yang paling dahsyat telah menimpa rakyat Irak di awal abad ini akibat
Agresi Amerika Serikat terhadap negara tersebut. Berjuta-juta manusia yang tidak berdosa
telah kehilangan nyawa. Agresi Amerika Serikat dengan sekutunya yang tidak direstui oleh
PBB itu telah mendudukan dunia kepada posisi yang tidak seimbang dan sederajat
dalam stratifikasi negara atas negara yang kuat dan besar berhadapan dengan negara kecil
dan lemah. Inilah suatu tantangan perdamaian dunia bahwa dalam kenyataan negaranegara itu tidak dalam posisi persamaan derajat. Amerika Serikat dengan leluasa
mencampuri kedaulatan negara-negara yang tidak sejalan dengannya, sebagaimana juga
2014
21
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
terjadi di Afganistan dan belahan dunia lainnya. Dengan dalih memerangi teoris
kedaulatan suatu negara menjadi tidak ada harganya.
Di Timur Tengah, perjuangan rakyat Palestina yang sudah menjadi isu kemanusiaan dan
keadilan sejagat juga belum menunjukkan jaminan perdamaian dunia di kawasan Timur
Tengah. Walaupun Palestina telah mendap otonomi, isu Baitulmaqdis masih menjadi kunci
kestablian di kawasan ini. Kematian Presiden Yasir Arafat pada akhir tahun 2004 semakin
menunjukkan belum ada tanda-tanda perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Runtuhnya bipolar di dunia secara cepat akan membawa pada suatu konstelasi keamanan
global semain belum menampakkan hasil yang mengembirakan tentang perdamaian dunia.
Pemiayaan militer global yang tidak terkendali jelas merupakan ancaman yang gawat
terhadap perdamaian dunia. Di samping pemborosan terhadap ekonomi nasional dan
internasional. Betapa mudahnya Amerika Serikat mengeluarkan biaya perang yang bergitu
besar beserta sekutunya, sementara dibelahan dunia ketiga banyak rakyat yang miskin dan
kekuranga gizi serta membutuhkan modal pembangunan ekonomi mereka. Inilah suiatu
permasalahan yang memprihatinkan banyak negara-negara berkembang dengan
pendudukan yang sangat besar.
2. Bidang Ekonomi
Pembicaraan ekonomi dunia menunjukkan bahwa tantangan-tantangan lama belum teratasi
, sementara permasalahan baru bermunculan. Masalah kemiskinan , keterbelakangan,
kemandegkan atau pertumbuhan negatif masih menimpa sebagian besara negara-negara
berkembang . Sementara itu, lingkungan global tidak mendukung. Banyak diantara negara
berkembang, khususnya negara-negara yang paling terbelakang, keadaan ekonominya
telah mencapai titik krisis yang berkepanjangan di Afrika. Di benua ini penderitaan ekonomi
sosial dari berjuta-juta rakyatnya memerlukan bantuan secara cepat dan terpadu.
Globalisasi perekonomian internasional yang semakin meningkat serta kemajuan pesat ilmu
pengetahuan dan teknologi telah mengubah secara drastis pola-pola produksi,
perdagangan, dan keuangan. Secara potensial, hal itu dapat membuka peluang yang lebih
besar bagi kemajuan bersama. Namun, hal-hal tersebut telah berdampak negatif terhadap
negara berkembang. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem perekonomian di
2014
22
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Eropa Tengah dan Timur serta kelompok-kelompok ekonomi antara negara-negara maju
mungkin mempunyai aspek-aspek positif. Namun, kini disadari bahwa perkembangan ini
ternyata mengalihkan pusat perhatian dan dorongan dalam upaya mengatasi kemiskinan
dinegara-negara berkembang serta berdampak negatif terhadap prospek perdagangan.
Putaran uruguay mengenai perdagangan dunia masih menghadapi kemacetan. Jika putaran
ini selalu menghadapi kegagalan untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang
seimbang, tentu berakibat semakin meningkatnya proteksionisme.
Krisis utang luar negeri negara-negara berkembang kini bertambah meluas. Keadaan ini
diperburuk lagi oleh fruktuasi nilai tukar mata-mata uang utama serta tingkat bunga.
Akibatnya, juga kepada negara-negara yang bersungguh-sungguh membayar utangnya
belum dapat tertolong dalam penyelesaianya dengan negara-negara maju, sementara arus
dana internasional bagi pembangunan makin berkurang dan harga komoditi utama negaranegara berkembang terus menerus mengalami kemerosotan dan kemelut yang
berkepanjangan.
Pemecahan persoalan internasional dalam bidang ekonomi pada akhirnya dikembalikan
kepada masalah-masalah kemandirian nasional, keserasian antara pemerataan,
pertumbuhan, dan stabilitas nasional dari negara masing-masing, khususnya kepada negara
miskin dan berkembang. Usaha menggalang negara-negara berkembang atau negaranegara Selatan-Selatan atas dasar kemandirian bersama patut ditingkatkan.
3. Bidang Sosial Budaya
Akibat kemajuan teknologi informasi, hubungan anatara belahan dunia ini semakin dekat
dan terbuka. Tidak ada sesuatu yang dapat dirahasiakan dalam hubungan antara manusia
dan manusia lain diberbagai dunia, khususnya dengan teknologi internet. Suatu negara
dengan negara lain saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun secara tidak
langsung, terhadap kehidupan sosial budaya. Pengaruh negara-negara maju lebih memiliki
kekuatan karena masih banyaknya kalangan generasi muda dinegara-negara berkembang
menerima tanpa selektif terhadap budaya yang datang dari negara maju sehingga secara
berangsur-angsur mengaburkan identitas budaya suatu negara.
Tata nilai budaya yang begitu lama dipertahankan dalam budaya negara-negara timur ,
secara berangsur-angsur telah digantikan dengan budaya Barat. Cara berpakaian ,
2014
23
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
makanan,dan minuman dikalangan tertentu masyarakat timur telah menyerupai cara-cara
negara Barat, termasuk juga kesenian. Gejala masuknya minum-minuman keras dan obatobat terlarang telah banyak meracuni remaja-remaja di negara-negara berkembang, yang
pada gilirannya nanti akan mengkawatirkan sumber daya manusia untuk membangun
negara agar sejajar dengan negara maju.
Usaha-usaha dari negara-negara berkembang untuk memelihara dan mengembangkan
serta memperkenalkan budayanya keseluruh pelosok dunia sedang digalakkan oleh
pemerintah dalam rangka menarik industri pariwisata. Namun, suatu hal yang menjadi
pertanyaan, apakah nilai-nilai luhur dari budaya negara itu masih diamalkan oleh
masyarakat . Hal ini akan menjadi suatu tantangan dalam melestarikan budaya tersebut
apabila masyarakatnya kurang memelihara nilai-nilai luhur budayanya.
2014
24
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. Syahrial Syarbaini, Jakarta.
2. Srijanti, A Rahman HI dan Purwanto SK, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk
Mahasiswa. Graha Ilmu, Jakarta.
3.. Nuansa Aulia, 2006. UUD 1945 Sebelum dan Setelah Amandemen.
4. Srijanti. 2008. Etika Berwarga Negara Edisi 2: Pendidikan Kewarganegaraan untuk
Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
2.
2014
25
Kewarganegaraan
PANTI RAHAYU, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download