BAB I PENDAHULUAN

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Karya sastra diciptakan oleh sastrawan untuk dinikmati, dipahami, dan
dimanfaatkan oleh masyarakat. Sastrawan itu sendiri adalah anggota masyarakat,
ia terikat oleh status sosial tertentu. Sastra adalah lembaga sosial yang
menggunakan bahasa sebagai medium, bahasa itu sendiri merupakan ciptaan
sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah
suatu kenyataan sosial (Damono, 1979:01).
Kehidupan yang dimaksudkan adalah kehidupan yang mencakup
hubungan antarmasyarakat, antara masyarakat dan seseorang, antarmanusia, dan
antarperistiwa dalam batin seseorang. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam batin
seseorang tersebut yang sering dijadikan bahan dalam sastra, karena peristiwa itu
adalah adalah pantulan seseorang dengan orang lain atau dapat juga dengan
masyarakat. Dengan kata lain, karya sastra dapat menggambarkan kehidupan
masyarakat, atau tema-tema masyarakat tersebut banyak dimuat di dalam sebuah
karya sastra.
Pengarang merupakan
bagian
dari
masyarakat
yang
melukiskan
pengalamannya ke dalam karya sastra. Suatu hal yang dialami oleh masyarakat
dialami juga oleh pengarang sehingga dapat dilukiskan oleh pengarang dalam
sebuah karya sastra juga dialami oleh masyarakat.
1
2
Seorang pengarang hidup dalam ruang dan waktu tertentu dan di dalamnya
pasti akan bertemu dengan berbagai macam permasalahan yang ada. Ruang dan
waktu tertentu yang dimaksud adalah masyarakat, tempat berbagai pranata nilai di
dalamnya berinteraksi. Dalam konteks ini, dapat dikatakan bahwa sastra bukanlah
sesuatu yang berdiri sendiri atau otonom, tetapi sesuatu yang terikat dengan
situasi dan kondisi masyarakat pada saat karya sastra itu dilahirkan.
Karya sastra dapat menggambarkan kehidupan dalam masyarakat dan
mengangkat tema-tema kemasyarakatan yang sangat menarik untuk dikaji. Tematema dalam karya sastra menampilkan cerminan masyarakat yang dialami oleh
pengarang, dan pengarang menyampaikan bentuk gagasannya ke dalam karya
sastra. Problem sosial remaja adalah salah satu tema masyarakat yang terdapat
dalam karya-karya sastra dan sangat menarik untuk dikaji. Selain problem sosial
remaja, banyak tema lain dalam karya sastra, misalnya percintaan, persahabatan,
ketidakadilan sosial, dan lain-lain.
Problem-problem sosial remaja sangat menarik untuk diteliti karena
problem sosial itu melibatkan seluruh aspek kehidupan remaja, walaupun
seringkali kehadirannya tidak disadari sebagai masalah sosial oleh masyarakat
yang bersangkutan. Problem sosial sosial remaja tersebut relevan untuk diteliti
karena dapat dipakai untuk memberikan solusi saat problem sosial remaja marak
terjadi di masyarakat dan meningkatkan rasa sosial serta kemanusiaan.
Novel Virgin merupakan novel yang mengangkat tema kenakalan remaja
sebagai problem sosial masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan adanya problem
3
sosial remaja yang terdapat pada novel Virgin sebagai sebuah karya sastra, yaitu
seks bebas, alkoholisme, disorganisasi keluarga, pelacuran, kekerasan seksual,
kehamilan di luar nikah, dan lain-lain.
Pada era globalisasi yang diiringi dengan kemajuan teknologi dan
perkembangan zaman, sosok remaja mengalami perkembangan gaya kehidupan
pula. Kecanggihan alat-alat komunikasi dan sarana pergaulan semakin meningkat,
mengalami perbedaan yang cukup banyak dibandingkan dengan zaman dahulu.
Sebagai generasi muda yang terus berkembang, remaja menampilkan sisi positif
dan negatif dalam tindakannya. Sisi positif remaja dapat tercermin dari
kecerdasannya memanfaatkan teknologi dan banyaknya prestasi yang diraih.
Kegiatan postif remaja banyak dimuat di media massa dan mendapat tanggapan
baik dari masyarakat, seperti rubrik Kompas Muda dalam koran Kompas yang
terbit setiap hari Jumat. Rubrik ini memuat kegiatan positif dan karya remaja yang
patut dibanggakan. Seperti contohnya adalah artikel yang dimuat dalam media
elektronik kompasmuda.com (pada hari Selasa, 25 Juli 2013) dan diunduh pada
hari Senin, 18 November 2013 (pukul 19.00 WIB) dengan judul “Diskusi
Interaktif PRESTASI vs ANARKI; Forum Muda & Diskusi Kampus”. Dari artikel
dapat dilihat sisi positif remaja dengan mengunggulkan prestasi daripada
kekerasan seperti tawuran dan perkelahian antarremaja.
Namun, pada sisi lain remaja pada zaman sekarang cenderung lebih berani
dan pintar memanfaatkan kemajuan zaman, termasuk budaya luar negeri yang
masuk ke negara sendiri. Keberanian dan bebasnya tingkah laku remaja dalam
bergaul tidak jarang menimbulkan problem sosial di kalangan remaja karena
4
perilaku remaja tersebut menyimpang dari norma-norma masyarakat. Contoh
berita pada media elektronik caysf.com (diunduh pada hari Senin, 18 November
2013 pukul 19.00 WIB) dengan judul “Kenakalan Anak Remaja Zaman Sekarang
- Media Bugil”) menguak sisi kenakalan remaja pada pemanfaat teknologi, yaitu
alat komunikasi dan internet, untuk membuka situs porno dan membuat mereka
penasaran untuk melakukannya.
Salah satu motivasi remaja bertindak nakal adalah sebagai perngaruh
perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dan perubahan-perubahan itu
tidak sesuai dengan cita-cita dan tujuan remaja (Tambunan, 1982:24). Dijelaskan
bahwa segala perubahan menjadi pengaruh yang besar bagi remaja untuk berbuat
nakal dan melanggar norma-norma masyarakat.
Novel Virgin ini sangat menarik untuk dikaji karena terdapat problem
sosial remaja yang relevan terjadi di masyarakat. Problem sosial remaja seperti
seks bebas, alkoholisme, remaja sekolah yang merokok, serta pelacuran, marak
terjadi dan sudah menjadi problem umum pada remaja di lingkungan sekitar kita.
Novel ini juga merupakan novel yang mempunyai unsur aktual. Keaktualan novel
ini sebagai bahan kajian terletak pada problem sosial remaja yang terkandung
dalam cerita novel. Problem sosial adalah problem yang aktual terjadi di
masyarakat, tanpa dibuat-buat, memang dalam kehidupan masyarakat banyak
terdapat problem sosial yang timbul baik perorangan maupun kelompok. Novel
ini juga mempunyai nilai kemanfaatan, yaitu apabila dikaji, dapat menguak
beberapa macam problem sosial pada kalangan remaja marak yang terjadi dan
menemukan makna dari problem sosial.
5
Penggolongan pokok-pokok problem sosial remaja dalam kehidupan
sehari-hari menjadi tumpuan untuk mengambil macam-macam problem sosial
yang terdapat dalam novel Virgin ini, yaitu kenakalan remaja seperti seks bebas,
minum-minuman keras, membolos, merokok, dan lain-lain, serta permasalahan
identitas diri, yaitu latar belakang keluarga mereka. Mereka berasal dari keluarga
yang kurang didikan dan kasih sayang, juga ada yang berasal dari keluarga yang
tidak mampu. Terdapat pula masalah yang sangat menonjol dan paling disorot,
yaitu merelakan diri menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) demi mendapatkan
uang.
Penjelasan beberapa pokok problem sosial remaja di atas, baik remaja
lelaki maupun perempuan memiliki keadaan yang hampir sama. Namun remaja
perempuan dirasa lebih sensitif dan tabu dalam masyarakat. Karena sosok
perempuan dianggap lebih rendah daripada laki-laki, tidak jarang remaja
perempuan mendapat sorotan lebih dari masyarakat. Masalah pendidikan,
penggunaan waktu luang, pemenuhan kebutuhan yang dirasa belum cukup,
kehidupan seksual remaja perempuan, dan identitas seorang remaja perempuan
tergambar dalam novel ini. Problem sosial remaja sebagai perempuan yang
merasa hidupnya sudah tidak ingin diatur lagi, ingin mendapatkan jalan pintas,
mendapatkan
kesenangan
dan
dapat
memenuhi
kebutuhannya
sendiri,
mengakibatkan perilaku yang menyimpang dari norma masyarakat. Perilaku
menyimpang tersebut, yaitu mengorbankan keperawanannya demi mendapatkan
kebutuhan yang diinginkan, atau hanya untuk tuntutan seksual semata dan
kesenangan, serta bermasalah lebih dahulu pada identitasnya. Seorang remaja
6
perempuan rela menjadi nakal demi terlihat keberadaannya. Kenakalan remaja ini
termasuk problem sosial yang sangat umum terjadi di masyarakat, terutama pada
masyarakat perkotaan yang mendukung terjadinya kenakalan tersebut.
Kenakalan remaja bukan hanya merupakan perbuatan remaja yang
melawan hukum semata, tetapi juga termasuk di dalamnya perbuatan melanggar
norma masyarakat. Perbuatan remaja atau anak-anak muda yang nyata-nyata
bersifat melawan hukum dan antisosial tersebut pada dasarnya tidak disukai oleh
masyarakat, disebut juga problem sosial (Sudarsono, 2004:114).
Penulis memilih novel Virgin ini karena selain penjualan novel ini sangat
melejit pada tahun 2005 ketika difilmkan juga berhasil meraih penghargaan
terbaik serta dapat langsung diterima oleh masyarakat. Film Virgin meraih
beberapa penghargaan sekaligus pada acara Festival Film Indonesia, yaitu
diantaranya sebagai film terlaris, sutradara terbaik, serta penata artistik terbaik.
Novel ini memberi gambaran problematika sosial remaja SMA dengan
tokoh remaja perempuan yang terjerat kehidupan seks bebas kota dan gaya hidup
yang tidak terkendali. Novel ini melukiskan persahabatan tiga orang remaja
perempuan yang mana dua di antara mereka sudah tidak perawan, dengan segala
kemelut kisah kehidupan kota Jakarta yang keras. Maraknya pergaulan bebas di
kota Jakarta dengan permasalahan kehidupan yang ada, membuat simbol
keperawanan bagi seorang perempuan sudah tidak terlalu penting lagi bagi
sebagian remaja perempuan. Gaya kehidupan masa kini dan kebutuhan yang tidak
terhingga,
membuat
sebagian
remaja
perempuan
rela
mengorbankan
7
keperawanannya dengan jalan miris. Keadaan ekonomi dan latar belakang
keluarga sangat mempengaruhi pemikiran dan sikap mereka dalam menghadapi
kehidupan. Hal ini sangat menarik untuk diteliti karena penulis sendiri juga
seorang perempuan dan berbudaya sama dengan tokoh yang digambarkan.
Novel ini sangat menarik untuk diteliti dan dapat memberikan gambaran
kepada masyarakat luas tentang kehidupan remaja di kota besar, serta dapat
membantu menemukan solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Hal-hal seperti
ini perlu mendapat perhatian dari masyarakat karena hidup dalam masyarakat
tidak akan lepas dari norma-norma kehidupan, apalagi untuk seorang perempuan
yang masih berusia belia. Agung Bawantara menuangkan ide dan tanggapannya
yang dilukiskan dengan problem sosial remaja dalam novel ini. Oleh karena
beberapa alasan tersebut, novel Virgin ini penulis anggap sebagai novel yang
merespon kehidupan sosial masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas, maka pada kesempatan ini penulis
menganalisis novel Virgin dengan pendekatan struktural untuk mengupas unsur
intrinsiknya dan juga pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan ini diharapkan
mampu mengupas problem-problem sosial remaja yang ada di dalam novel. Sastra
dengan sosiologi sastra mempunyai hubungan yang erat karena menjadi pantulan
atau tanggapan pengarang terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Secara
khusus, sastra menunjukkan cara-cara manusia menghayati masyarakat dengan
perasaan, oleh karena itu diharapkan kepada pembaca untuk mampu menangkap
gagasan pengarang melalui tema dan amanat yang terdapat dalam karya tersebut.
8
Sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat
dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan
kehidupan kemasyarakatan. Pada dasarnya, problem sosial menyangkut nilai-nilai
sosial dan moral karena menyangkut pula tata kelakuan yang immoral,
berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak. Problem sosial itu sendiri adalah
suatu tidak kesesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang
membahayakan kehidupan kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya
keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan
kepincangan ikatan sosial (Soekanto, 1981:62). Pendekatan sosiologi sastra yang
paling banyak dilakukan saat ini menaruh perhatian yang besar terhadap aspek
dokumenter sastra landasannya adalah gagasan bahwa sastra merupakan cermin
zamannya (Damono, 2002:11).
Dalam pengkajian sastra itu sendiri, karya sastra dapat dipahami dan
ditelaah dari sisi sosiologi pengarang, sosiologi karya, dan sosiologi pembaca.
Pendekatan yang penulis akan pakai dalam penelitian ini lebih mengacu kepada
sosiologi karya karena menyangkut persoalan dan pembahasan yang ada di dalam
novel itu sendiri. Judul penelitian ini adalah Problem-problem Sosial Remaja
dalam Novel Virgin (Ketika Keperawanan Dipertanyakan) Karya Agung
Bawantara (Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra), yang selanjutnya penulis bahas
dengan menggunakan kata-kata novel Virgin saja.
9
B.
Pembatasan Masalah
Penelitian terhadap novel Virgin dikenai pembatasan masalah sebagai berikut:
1.
Penelitian aspek struktural novel Virgin yang hanya meliputi fakta cerita,
tema, dan sarana cerita yang terbagi lagi menjadi alur, karakter atau
penokohan, latar, judul, sudut pandang, gaya, simbolisme, dan ironi.
Penelitian ini tidak membahas mengenai latar belakang pengarang maupun
unsur ekstrinsik lainnya dari novel Virgin.
2.
Penelitian aspek sosiologis yang ada di dalam novel Virgin, yaitu hanya
memfokuskan pada problem-problem sosial remaja dalam novel Virgin
yang meliputi kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah
generasi muda dalam masyarakat modern, pelanggaran terhadap norma
masyarakat, dan masalah lingkungan hidup.
C.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan pembatasan masalah di atas, maka
penelitian terhadap novel Virgin memiliki perumusan masalah sebagai berikut.
1.
Bagaimanakah aspek struktural novel Virgin?
2.
Bagaimanakah gambaran problem-problem sosial remaja yang terdapat
dalam novel Virgin?
10
D.
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah yang kemukakan, maka tujuan penelitian ini
adalah.
1.
Mendeskripsikan aspek struktural novel Virgin.
2.
Mengungkapkan problem-problem sosial remaja yang terdapat dalam
novel Virgin.
E.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, baik secara teoritis maupun
praktis, yaitu:
1.
Manfaat Teoretis
Penelitian ini dapat menjadi contoh model pembahasan novel dengan
pendekatan sosiologi sastra, khususnya pada problem-problem sosial remaja di
kota besar, seperti kota Jakarta zaman sekarang dan kota lainnya, beserta makna
problem-problem sosial tersebut.
2.
Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini mampu memberi manfaat kepada pembaca
untuk menemukan titik solusi problem-problem sosial remaja yang marak terjadi
saat ini sehingga mengatasi problem-problem sosial tersebut, dan pembaca dapat
mengetahui amanat yang terkandung dalam novel Virgin ini.
11
F.
Sistematika Penulisan
Sebuah penelitian ilmiah memerlukan adanya sistematika penulisan yang
memberikan
gambaran
mengenai
langkah-langkah
penelitian
sekaligus
permasalahan-permasalahan yang akan dibahas. Adapun sistematika dalam
penulisan ini adalah sebagai berikut.
Bab pertama adalah pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah,
pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian
serta sistematika penulisan. Latar belakang masalah menguraikan alasan
diadakannya penelitian dan pemilihan novel Virgin sebagai objek penelitian.
Pembatasan masalah menguraikan masalah-masalah yang diteliti, yang meliputi
unsur struktural, problematika sosial serta makna dari problematika sosial yang
terdapat dalam novel Virgin. Rumusan masalah menguraikan permasalah yang
akan diteliti oleh penulis, tujuan penelitian menguraikan hal yang ingin dicapai
dalam penelitian ini. Manfaat penelitian menguraikan manfaat teoretis dan praktis
yang dapat diambil. Sistematika penulisan diperlukan untuk memudahkan dalam
proses analisis permasalahan sehingga bersifat lebih sistematis.
Bab kedua adalah kajian terdahulu, kajian pustaka dan kerangka pikir.
Kajian terdahulu berisi daftar beberapa penelitian novel Virgin yang
menggunakan bermacam-macam teori, dan penelitian terhadap novel yang
menggunakan teori sosiologi sastra. Kajian pustaka berisi teori-teori yang
berkaitan dengan permasalahan yang hendak dibahas dalam penelitian ini, dan
dalam menganalisis novel ini akan digunakan teori struktural dan sosiologi sastra.
12
Bab ketiga adalah metode penelitian. Dalam bab ini dibahas tentang objek
penelitian, sumber data, data, metode penelitian, pendekatan, teknik pengumpulan
data dan teknik analisis data.
Bab keempat adalah analisis, analisis yang pertama membahas aspek
struktural novel Virgin yang berupa fakta cerita, tema, dan sarana cerita, dan
terbagi lagi menjadi alur, karakter atau tokoh, latar, tema, judul, sudut pandang,
gaya, simbolisme, dan ironi. Analisis kedua adalah analisis sosiologi karya sastra
yang mengupas problem-problem sosial remaja yang terdapat dalam novel Virgin.
Bab kelima merupakan bagian penutup yang berisi simpulan dan saran.
Bab ini berisi simpulan dan saran yang didapat setelah melakukan analisis
terhadap novel Virgin karya Agung Bawantara.
Laporan penelitian ini dilengkapi pula dengan daftar pustaka yang berisi
buku-buku yang digunakan sebagai acuan atau referensi, serta dilengkapi pula
dengan lampiran berupa sinopsis novel Virgin.
Download