analisis kinerja organisasi di unit kerja administrasi umum dan

advertisement
“ STANDAR DAN PROSEDUR KERJA SEBAGAI SALAH SATU PEDOMAN
UNTUK PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI BAGIAN ADMINISTRASI
AKADEMIK , KEMAHASISWAAN & PERENCANAAN SISTEM INFORMASI
(AKPSI) POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG “
Oleh : Supriyadi Sadikin
ABSTRAK
Sistem manajemen yang dirancang dengan baik dan dijalankan secara efektif
tidak akan memperumit birokrasi organisasi. Sistem ini akan memastikan bahwa
organisasi mengidentifikasi kebutuhan pelanggannya; menetapkan proses-proses yang
digunakan dalam menyediakan produk dan jasa untuk memenuhi persyaratanpersyaratan tersebut; mengidentifikasi cara terbaik untuk mengendalikan tiap proses;
dan memastikan bahwa pengendalian dilaksanakan secara efektif. Sistem manajemen
yang efektif juga akan memastikan bahwa suatu organisasi memantau dan mengukur
kinerjanya serta mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan
Cara yang ditempuh oleh suatu organisasi untuk membangun dan menjalankan suatu
sistem manajemen tergantung pada beberapa faktor : budaya, pasar, pelanggan dan
politik. Menjalankan suatu sistem manajemen merupakan suatu keputusan yang strategis
yang akan berdampak signifikan pada cara kerja organisasi
PENDAHULUAN
Untuk mengarahkan dan mengoperasikan suatu organisasi dengan sukses, perlu diarahkan
dan dikendalikan dengan cara yang sistematis dan transparan. Keberhasilan bisa berasal
dari pelaksanaan dan pemeliharaan suatu sistem manajemen yang dirancang untuk
meningkatkan kinerja secara berkelanjutan memperhatikan kebutuhan semua pihak-pihak
yang berkepentingan. Mengelola suatu organisasi mencakup manajemen mutu yang
antara lain adalah disiplin manajemen
Apabila Politeknik Manufaktur Negeri Bandung terutama pada Bagian administrasi
Akademik dapat melaksanakan sistem manajemen yang berpedoman pada standar dan
prosedur kerja yang direncanakan dengan baik yang sesuai dengan prinsip-prinsip
manajemen mutu, maka efisiensi , kinerja dan mutu pelayanan pegawai di Bagian
Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi akan
meningkat dan mereka akan bekerja dengan lebih giat dan lebih baik lagi.
Latar Belakang
Suatu organisasi untuk berfungsi efektif harus mengetahui dan mengelola sejumlah
kegiatan yang saling berhubungan. Suatu kegiatan yang memakai sumber daya, dan
dikelola untuk memungkinkan transformasi masukan menjadi keluaran, dapat dianggap
sebagai suatu proses. Acapkali keluaran suatu proses merupakan masukan bagi proses
berikutnya.
Aplikasi suatu sistem proses dalam sebuah organisasi, bersama identifikasi dan interaksi
proses-proses tersebut, serta pengelolaannya, dapat dinamakan “pendekatan proses”.
Keunggulan pendekatan proses adalah kendali terus menerus yang diberikannya terhadap
hubungan antara proses-proses secara individu yang ada dalam sistem proses, maupun
kombinasi dan interaksi diantara proses-proses tersebut.
1/15
Bila dipakai dalam sistem manajemen mutu, pendekatan seperti itu menekankan
pentingnya :
a.
b.
c.
d.
Memahami dan memenuhi persyaratan
Kebutuhan untuk mempertimbangkan proses dalam pengertian nilai tambah
Memperoleh hasil kinerja proses dan keefektifannya; dan
Perbaikan berkesinambungan dari proses berdasarkan pengukuran yang objektif
Suatu proses mentransformasikan masukan (nyata maupun tidak nyata) menjadi
keluaran-keluaran dengan menggunakan mekanisme/sumber daya dan biasanya dikelola
dan diatur melalui pengendalian.
FEEDBACK LOOP (UMPAN BALIK)
INPUTS
PROCESS
OUTPUTS
CONTROLS
(PENGENDALIAN)
ORGANISATIONAL
PROCESSES (PROSES
ORGANISASI)
CUTOMER
SATISFACTION
(KEPUASAN
PELANGGAN)
RESOUCESS (SUMBER DAYA)
Gambar.1.1
Identifikasi dan pengelolaan berbagai proses di dalam suatu organisasi, dan interaksiinteraksi antara proses-proses ini, dapat disebut sebagai ‘pendekatan proses untuk
manajemen’. Pendekatan proses memfasilitasi kemampuan suatu organisasi untuk
mengidentifikasi dan memahami kegiatan-kegiatan dan saling ketergantungannya. Hal ini
memungkinkan suatu organisasi untuk mendefinisikan dan mengendalikan kegiatankegiatan ini.
Kegiatan atau operasi yang menerima masukan dan mengubahnya menjadi keluarankeluaran dapat dianggap sebagai suatu proses. Semua organisasi baik yang membuat
suatu produk dan/atau menyediakan suatu jasa terdiri atas serangkaian proses. Agar suatu
organisasi dapat bekerja secara efektif, maka ia harus mendefinisikan dan mengelola
berbagai proses-proses yang saling terkait. Seringkali keluaran dari satu proses akan
menjadi masukan untuk proses berikutnya
2/15
Dalam upaya meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan maka fokus utama dari
Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi
diarahkan kepada faktor dominan dari organisasi untuk mempertahankan keberadaannya.
Pentingnya standar kerja dalam hal ini mengenai Work Instruction atau Instruksi kerja
dan Standard Operation Procedure (SOP)/Prosedur kerja disebabkan karena pada
hakekatnya standar kerja merupakan pedoman untuk meningkatkan mutu pelayanan yang
sesuai dengan prosedur yang berlaku dan menjadi evaluasi keberhasilan dalam bidang
tugas dan pekerjaannya. Dengan demikian bagi setiap manajemen perusahaan menyadari
pentingnya Standar kerja di dalam melakukan suatu kegiatan di dalam institusi atau
perusahaan
Berdasarkan observasi penulis pada Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan
dan Perencanaan Sistem Informasi ditemukan bahwa efisiensi kerja pegawai belum
optimal, hal ini terlihat dari indikator sebagai berikut :
1. Dalam hal pengendalian dokumen, penerbitan suatu dokumen manual, masih
adanya dokumen yang belum disahkan oleh petugas standarisasi, akan tetapi
dokumen tersebut sudah dipergunakan untuk melakukan suatu kegiatan
2. Pengidentifikasian tindakan pencegahan biasanya hanya dilakukan pada SDMnya saja kurang melihat terhadap faktor-faktor lain. Pihak manajemen
menganggap setiap kesalahan terjadi karena SDM-nya yang kurang waspada,
padahal selain SDM masih ada faktor lain yang menjadi penyebab. Setelah terjadi
berulang kali baru diadakan identifikasi terhadap semua aspek
Masalah di atas diduga ada kaitannya dengan belum menerapkan standar dan
prosedur kerja sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan dengan indikatornya
sebagai berikut :
1. belum dibuatnya suatu prosedur terdokumentasi untuk menetapkan pengendalian
dokumen
2. Belum disusunnya buku pedoman (manual book) tentang sistem dan prosedur kerja di
Bagian administrasi akademik, kemahasiswaan dan perencanaan sistem informasi,
yang berfungsi sebagai pedoman untuk melaksanakan setiap kegiatan
Penulis berpendapat bahwa adanya indikasi tersebut diatas dapat mengakibatkan
tidak tercurahnya kemampuan yang dimiliki pegawai terhadap pekerjaannya,
sehingga tugas-tugas yang diembankan kepadanya tidak dapat dijalankan sesuai
dengan ketentuan. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha berupa pedoman berupa
sistem dan prosedur kerja, agar mereka mengetahui proses, menetapkan kriteria dan
metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan
dengan baik sesuai dengan ketentuan dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan
mereka untuk mencurahkan kemampuannya dalam rangka mencapai tujuan
organisasi.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan Latar belakang penelitian yang ada, penulis mengidentifikasikan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana standar dan prosedur kerja sebagai salah satu pedoman untuk
meningkatkan mutu pelayanan bagian Administrasi Akademik , Kemahasiswaan &
Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur Negeri Bandung
2. Faktor-faktor apa saja penyebab diperlukannya standar dan prosedur kerja sebagai
pedoman untuk meningkatkan mutu pelayanan di bagian Administrasi Akademik ,
3/15
Kemahasiswaan & Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur Negeri
Bandung
3. Memantau, mengukur dan menganalisis proses-proses pelaksanaan pekerjaan di
bagian Administrasi Akademik , Kemahasiswaan & Perencanaan Sistem Informasi
Politeknik Manufaktur Negeri Bandung
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan penulis mengadakan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan memahami standar dan prosedur kerja sebagai salah satu
pedoman untuk meningkatkan mutu pelayanan di bagian Administrasi Akademik ,
Kemahasiswaan & Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur Negeri
Bandung.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja penyebab diperlukannya standar dan
prosedur kerja sebagai salaha satu pedoman untuk meningkatkan mutu pelayanan di
bagian Administrasi Akademik , Kemahasiswaan & Perencanaan Sistem Informasi
Politeknik Manufaktur Negeri Bandung
3. Untuk mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan bagian Administrasi Akademik ,
Kemahasiswaan & Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur Negeri
Bandung
Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah :
1. Untuk menambah pengetahuan, wawasan serta memberikan manfaat bagi penulis
dalam melaksanakan dan membandingkan antara pengetahuan yang diperoleh selama
bekerja dengan prakteknya di lapangan, khususnya mengenai Standard Operation
Procedure (SOP)
2. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam
upaya meningkatkan efisiensi, efektifitas dan kinerja pegawai dengan adanya
prosedur kerja yang dibuat untuk memudahkan kegiatan kerja karena dibuat untuk
meningkatkan kualitas mutu kerja dan produktivitas kerja pegawai Politeknik
Manufaktur Negeri Bandung khususnya di Bagian Administrasi Akademik ,
Kemahasiswaan & Perencanaan Sistem Informasi.
Anggapan Dasar dan Hipotesis
Anggapan dasar
Dalam memenuhi kepuasan pelanggan, Bagian Administrasi Akademik,
Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi yang mempunyai tugas memberikan
layanan dibidang administrasi akademik, kemahasiswaan, kerjasama, registrasi,
perencanaan dan sistem informasi di lingkungan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.
Urusan akademik mempunyai tugas melakukan urusan administrasi pendidikan,
penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama dengan instansi lain,
urusan kemahasiswaan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi pembinaan
kemahasiswaan dan urusan perencanaan dan sistem.
Untuk mendapatkan hasil dan pelayanan yang baik dimulai dengan mengatur tata
kerja agar dapat teratur dan dapat didokumentasikan secara baik. Cara yang diambil
dalam pengaturan tatakerja adalah dengan mengadopsi sistem Quality Procedure ISO
9001:2000, yang mengatur segala tata cara kerja sehingga memberikan hasil yang baik
dalampencapaian target. Maka semakin baiknya tata kerja karyawan dalam suatu
perusahaan akan semakin mempermudah pencapaian hasil yang baik serta mempermudah
dalam kualitas produk dan pelayanan yang diinginkan
4/15
Landasan Teori
Untuk mengarahkan dan mengoperasikan suatu organisasi dengan sukses, perlu
diarahkan dan dikendalikan dengan cara yang sistematis dan transparan. Keberhasilan
bisa berasal dari pelaksanaan dan pemeliharaan suatu sistem manajemen yang dirancang
untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan memperhatikan kebutuhan semua
pihak-pihak yang berkepentingan. Mengelola suatu organisasi mencakup manajemen
mutu yang antara lain adalah disiplin manajemen
Delapan Prinsip-prinsip Manajemen Mutu :
1. Organisasi yang berfokus pada pelanggan
Organisasi tergantung kepada pelanggannya dan oleh karena itu seharusnya
memahami kebutuhan pelanggan yang ada sekarang atau yang akan datang perlu
memenuhi kebutuahn pelanggan dan berusaha memenuhi harapan-harapan pelanggan
2. Kepemimpinan
Para pemimpin menetapkan kesatuan maksud dan arah organisasi. Mereka harus
menciptakan dan menjaga lingkungan internal dimana orang dapat terlibat penuh
dalam pencapaian sasaran-sasaran organisasi
3. Keterlibatan personel
Personel disemua level adalah esensi dari suatu organisasi dan keterlibatan penuh
mereka memungkinkan kemampuan mereka untuk digunakan begi benefit organisasi.
4. Pendekatan proses
Suatu hasil yang dikehendaki dicapai secara efisien jika kegiatan-kegiatan dan
sumber daya terkait dikelola sebagai suatu proses
5. Pendekatan sistem manajemen
Mengidentifikasi, memahami dan mengelola proses-proses yang saling terkait
sebagai suatu sistem yang memberikan kontribusi bagi efektivitas dan efisiensi
organisasi dalam mencapai sasaran-sasarannya
6. Peningkatan yang berkelanjutan
Peningkatan berkelanjutan keseluruhan kinerja organisasi harus tetap menjadi sasaran
organisasi
7. Pendekatan faktual untuk pengambilan keputusan
Keputusan-keputusan yang efektif didasarkan pada analisisi data dan informasi
8. Hubungan pemasok yang saling menguntungkan
Organisasi dan pemasoknya saling tergantung dan hubungan yang saling
menguntungkan meningkatkan kemampuan keduanya untuk menciptakan nilai
Suatu organisasi untuk berfungsi efektif harus mengetahui dan mengelola
sejumlah kegiatan yang saling berhubungan. Suatu kegiatan yang memakai sumber daya,
dan dikelola untuk memungkinkan transformasi masukan menjadi keluaran, dapat
dianggap sebagai suatu proses. Acapkali keluaran suatu proses merupakan masukan bagi
proses berikutnya
Sistem manajemen mutu adalah bagian dari manajemen sistem organisasi yang
memfokuskan pada pencapaian keluaran-keluaran (hasil-hasil), berdasarkan sasaran mutu
untuk memenuhi kebutuhan dan harapan para pelanggannya. Sasaran-sasaran ini
5/15
melengkapi sasaran organisasi lain seperti yang terkait dengan pertumbuhan, pendanaan,
profitabilitas, keselamatan dan lingkungan.
Standar ini menentukan persyaratan sistem manajemen mutu, apabila sebuah
organisasi :
a. Perlu memperagakan kemampuannya secara konsisten menyediakan produk yang
memenuhi persyaratan pelanggan dan peratuan yang berlaku ;dan
b. Bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui aplikasi sistem secara efektif,
termasuk proses perbaikan berkesinambungan dari sistem dan kepastian
kesesuaiannya dengan persyaratan pelanggan serta peraturan yang berlaku
Pengertian Standarisasi
Standarisasi adalah aturan tentang apa saja yang dianggap perlu untuk dibakukan dan
dikomunikasikan secara tertulis
Standarisasi dalam bekerja
Standarisasi yang dibahas disini adalah standar kerja yang perlu dibuat secara
tertulis dan berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan, secara umum disebut
dengan WI (Work Instruktion) atau IK (Instruksi Kerja), selanjutnya disebut
Standar Kerja
Definisi Standar kerja
Lembar petunjuk yang berupa instruksi atau cara kerja yang wajib dilakukan oleh semua
yang terlibat dalam proses tersebut agar proses dan hasil kerja sesuai dengan yang
diharapkan.
Tujuan dari standar kerja
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Salah satu sarana untuk implementasi BIQ (Build in Quality)
Sebagai visualisasi untuk mendapatkan problem dan melakukan pengendalian
Petunjuk atau panduan kerja bagi yang melakukan proses tersebut
Menghindari terjadinya penyimpangan proses
Sebagai Visual Control dari proses kerja
Menjaga agar proses yang dilakukan oleh siapapun tetap sama
Kaitan Standar kerja dengan pekerjaan
Standar kerja akan menentukan proses kerja, dan proses kerja akan banyak
mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran/target serta untuk mengendalikan faktorfaktor QCDSMPE:
Q = Quality
C = Cost
D = Delivery
S = Safety
M = Man
P = Productivity
E = Environment
Jenis Standar Kerja
a. Work Instruktion/Instruksi Kerja
Berbentuk order pekerjaan, isinya instruksi untuk melaksanakan suatu pekerjaan
yang menekankan pada urutan kerja (Sequence) dan waktu yang digunakan atau
“What to do, apa yang dilakukan”.
6/15
b. Prosedur Kerja (Standard Operation Procedure)
Berbentuk cara kerja yang lebih rinci, isinya bertujuan memberi penjelasan
bagaimana melakukan pekerjaan tersebut atau “How to do, Bagaimana
melakukan pekerjaan tersebut”.
Secara umum Suatu sistem manajemen mutu haru didokumentasikan, dijalankan,
dipelihara dan secara berkelanjutan ditingkatkan sesuai dengan persyaratan khusus
standar, proses-proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu hendaknya
mencakup proses untuk kegiatan manajemen, penyediaan sumber daya, realisasi produk
dan pengukuran
Konsep Kualitas Pelayanan
Pelayanan diperlukan manusia sebagai salah satu bentuk pemenuhan kebutuhannya baik
itu untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan umum
Pengertian pelayanan menurut Albrecht dalam Lovelock (Sedarmayanti, 1999:194)
sebagai berikut :
A total organizational approach that makes quality of service as perceived by the
customer, the number one driving force for the operation of the business. (Suatu
pendekatan organisasi total yang menjadikan kualitas pelayanan yang diterima
pengguna jasa, sebagai kekuatan penggerak utama dalam pengoperasian bisnis).
Pengertian pelayanan yang dikemukakan Albrecht lebih mendekati definisi pelayanan
pada usaha jasa, dimana kebijakan perusahaan seluruhnya ditujukan untuk pemenuhan
kepuasan pelanggan yang menentukan dinamika hidup perusahaan
Pelayanan yang dikeluarkan Departemen Pendayagunaan Aparatur Negara dengan yang
lain adalah adanya unsur kekuatan hukum, yaitu peraturan perundang-undangan yang
dapat menjadi salah satu kerangka pelaksanaan pelayanan. Hal ini muncul sebagai
konsekuensi dari tugas kementrian yang menjadi salah satu induk dikeluarkannya
peraturan/undang-undang untuk mengatur secara umum segala pelaksanaan yang berada
di bawah tanggung jawabnya.
Pelayanan umum menurut Keputusan MENPAN harus mengandung sendi-sendi
sebagai berikut :
1. Kesederhaan, prosedur/tata kerja pelayanan umum diselenggarakan secara
mudah, lancar, cepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan mudah
dilaksanakan.
2. Kejelasan dan kepastian, dalam arti :
 procedure/tata cara pelayanan umum;
 persyaratan pelayanan umum, baik teknis maupun administratif;
 unit kerja dan atau pejabat yang berwenang dan tanggung jawab dalam
memberikan pelayanan umum;
 jadwal waktu penyelesaian umum
3. Keamanan, dalam arti proses serta hasil pelayanan umum dapat memberikan
keamanan dan kenyamanan serta dapat memberikan kepastian hukum.
7/15
4. Keterbukaan, yaitu prosedur dan tata kerja pelayanan, persyaratan, satuan kerja,
pejabat penanggung jawab memberi layanan wajib diinformasikan secara terbuka
agar mudah dipahami oleh masyarakat baik diminta maupun tidak diminta.
5. Efisien :
 Persyaratan pelayanan dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan
pencapaian sasaran pelayanan;
 Mencegah pengulangan kelengkapan persyaratan dari satuan kerja lainnya.
6. Ekonomis, yaitu pengenaan biaya ditetapkan secara wajar, dengan
memperhatikan barang/jasa pelayanan, konidisi dan kemampuan masyarakat
untuk membayar, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7. Keadilan yang merata, yaitu cakupan/jangkauan pelayanan diusahakan seluas
mungkin.
8. Ketepatan waktu, dalam arti pelaksanaan diselesaikan dalam waktu yang telah
ditentukan.
Dari kedelapan sendi pelayanan umum tersebut diatas yang harus disadari dan
dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari secara efektif dan efisien sehingga
tercapainya tujuan.
Hipotesis
Berdasarkan anggapan dasar tersebut maka penulis mengajukan hipotesis sebagai
berikut “ Jika Standar dan Prosedur Kerja menjadi salah satu pedoman dalam
melaksanakan suatu kegiatan pekerjaan, Maka Mutu Pelayanan di Bagian Administrasi
Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur
Negeri Bandung akan meningkat dan hasil kerja sesuai dengan yang diharapkan “.
Pendekatan yang dilakukan untuk standar dan prosedur kerja adalah pendekatan proses,
keunggulan pendekatan proses adalah kendali terus menerus yang diberikannya terhadap
hubungan antara proses-proses secara individu yang ada dalam sistem proses, maupun
kombinasi dan interaksi diantara proses-proses tersebut. Bila dipakai dalam sistem
manajemen mutu, pendekatan seperti itu menekankan pentingnya :
a.
b.
c.
d.
Memahami dan memenuhi persyaratan
Kebutuhan untuk mempetimbangkan proses dalam pengertian nilai tambah
Memperoleh hasil kerja proses dan keefektifannya, dan
Perbaikan berkesinambungan dari proses berdasarkan pengukuran yang objektif
Metode Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
2.3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif. Menurut
Moh. Nazir, Metode Deskriptif adalah :
8/15
“ Suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set
kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa
sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi,
gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,
sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki “ (Nazir,1988:63 ).
Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah
melalui :
1. Studi kepustakaan, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mempelajari buku-buku yang ada kaitannya dengan penelitian dan mempelajari
dokumen-dokumen yang diperoleh dari hasil penelitian.
2. Studi lapangan, yaitu mengumpulkan data dengan cara terjun langsung ke lapangan
yang menjadi objek penelitian melalui :
Observasi, yaitu mengumpulkan data dengan cara mengadakan pengamatan
lansung pada objek penelitian, dengan tujuan guna mendapatkan data mengenai
standar dan prosedur kerja di Bagian administrasi Akademik, Kemahasiswaan
dan Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.
Observasi yang dilakukan adalah observasi participant dimana penulis ikut serta
dalam proses kerja.
Data Penelitian
Dari setiap Kegiatan pelayanan yang dilaksanakan di Bagian administrasi Akademik,
Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi belum semuanya dibuatkan
Standarisasi Prosedur Kerja, dari hasil pengamatan dan analisa penulis melalui observasi
participan diketahui bahwa :
1. Pernyataan karyawan di Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan
Perencanaan Sistem Informasi tentang memahami tugas dan Tanggung jawab
dalam pekerjaannya
2. Pernyataan karyawan di Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan
Perencanaan Sistem Informasi tentang memahami prosedur kerja, dan
3. Pernyataan tentang Pengetahuan atas tugas dan tanggung jawab,
Dengan belum adanya Buku Pedoman mengenai sistem dan prosedur kerja di Bagian
Administrasi Akademik akan menimbulkan hambatan dalam meningkatkan kualitas
pelayanan akademik diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Di dalam hal menyamakan persepsi dengan semua pihak tentang
pengetahuan, keterampilan dan sikap, karena masih terdapatnya berbagai
reaksi yaitu siap bekerjasama, tidak mau bekerjasama atau bersikap pasif.
2. Belum optimalnya pelaksanaan kerjasama antara jurusan dan bagian
administrasi akademik & kemahasiswaan dalam pelayanan akademik, karena
beberapa kegiatan yang berhubungan dengan jurusan belum ada pedoman
sistem dan prosedur kerja yang harus dilakukan sehingga sering terjadi
duplikasi dalam pekerjaan
3. Belum memadainya kemampuan pegawai dalam melakukan pekerjaan secara
komputerisasi dengan menggunakan aplikasi baru, sehingga penyelesaian
pekerjaan belum optimal.
9/15
4. Belum semua pegawai memahami Job description-nya masing-masing,
karena dari sisi pekerjaan masih ada pegawai yang beban kerjanya cukup
besar dan diluar deskripsi pekerjaannya
Analisa dan Pembahasan
Pada bagian ini penulis akan menguraikan dan menganalisis data yang diperoleh dari
hasil penelitian mengenai “Standar dan prosedur kerja sebagai salah satu pedoman untuk
meningkatkan mutu pelayanan di Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan
Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur Negeri Bandung”. Adapun data dan
informasi yang diperoleh yaitu dengan melakukan studi kepustakaan dan lapangan
melalui observasi dan ikut serta dalam proses kerja
Persyaratan Umum
Setiap Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, mengimplementasikan,
memelihara sistem manajemen mutu dan terus menerus memperbaiki keefektifannya
sesuai dengan persyaratan standar.
Organisasi harus :
1. Mengetahui proses yang diperlukan untuk Sistem Manajemen Mutu dan aplikasinya
di seluruh organisasi
2. Menetapkan urutan dan interaksi proses-proses tersebut
3. Menetapkan kriteria dan metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa baik
operasi maupun kendali proses-proses tersebut efektif
4. Memastikan tersedianya sumber daya dan informasi yang diperlukan untuk
mendukung operasi dan pemantauan proses-proses tersebut
5. Memantau, mengukur dan menganalisis proses-proses tersebut;dan
6. Mengimplementasikan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang
direncanakan dan perbaikan berkesinambungan dari proses-proses tersebut
Proses-proses tersebut harus dikelola oleh organisasi sesuai dengan persyaratan standar
Kondisi Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem
Informasi (AKPSI) mengenai hal tersebut diatas adalah :
1. Belum semua pegawai mengetahui proses yang diperlukan untuk Sistem Manajemen
Mutu dan aplikasinya
2. Belum semua kegiatan yang dilakukan di Bagian AKPSI ada sistem dan dan
proseudr kerjanya hal ini dapat dilihat dari tabel di bawah ini
Berikut adalah Tabel Sistem dan Prosedur Kegiatan yang ada di AKPSI :
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Kegiatan
Penerimaan Mahasiswa Baru
Daftar Ulang/Registrasi
Pembuatan KTM Mahasiswa
Absensi dan Kedisiplinan Mahasiswa
Program Praktik Lapangan
Asuransi Kecelakaan Mahasiswa
Pembuatan Surat Keterangan
Presentasi Industri
SOP ?
Sudah
Sudah
Sudah
Sudah
Sudah
Belum
Sudah
Belum
Tindakan
proses pembuatan
proses pembuatan
10/15
No
9.
10.
11.
12.
Kegiatan
SOP ?
Cuti Mahasiswa
Belum
Penyelesaian Laporan Semester
Sudah
Laporan EPSBED
Sudah
Transkrip Nilai, Diploma dan SK Sudah
Kelulusan Mahasiswa
13. Pelaksanaan Wisuda
Belum
Tabel 3.1
Tindakan
proses pembuatan
proses pembuatan
Dari tabel diatas terlihat bahwa suatu kegiatan yang telah ada SOP-nya, menjadi
pedoman bagi setiap pegawai untuk melaksanakan pekerjaan dan sudah berjalan dengan
baik
3. Dari beberapa kegiatan yang dilakukan di Bagian AKPSI sudah menetapkan kriteria
dan metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa baik operasi maupun kendali
proses-proses tersebut efektif
4. Belum maksimalnya sumber daya dan informasi yang diperlukan untuk mendukung
operasi dan pemantauan proses manajemen mutu, sehingga diperlukan adanya suatu
pelatihan untuk mendukungnya
5. Dalam hal memantau, mengukur, menganalisis serta mengimplementasikan yang
diperlukan dan proses manajemen mutu sudah dilakukan oleh Bagian AKPSI dalam
sasaran mutu dan pencapaian kinerja yang telah dilakukan secara periodik baik
perbulan, perkuartal maupun persemester.
Persyaratan Dokumentasi
Dokumen Sistem Manajemen Mutu harus mencakup :
1. Pernyataan terdokumentasi dari kebijakan mutu dan sasaran mutu
2. Pedoman mutu
3. Prosedur terdokumentasi yang disyaratkan oleh standar kerja
4. Dokumen yang diperlukan oleh organisasi untuk memastikan perencanaan, operasi
dan kendali prosesnya secara efektif
5. Adanya rekaman yang sesuai dengan standar dan ketentuan
Kondisi di Bagian AKPSI mengenai hal Dokumen Sistem Manajemen Mutu masih
belum dilaksanakan secara maksimal hal ini seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya
masih ada beberapa kegiatan yang belum mempunyai sistem dan prosedur yang
disyaratkan oleh standar kerja dan sistem pendokumentasian dan pengarsipan yang
belum tertata dengan baik
Di Dalam ISO 9001 secara khusus mewajibkan didokumentasikannya prosedur-prosedur
untuk pengendalian dokumen, pengendalian, audit internal, tindakan korektif, tindakan
pencegahan dan pengendalian yang tidak sesuai, selain hal tersebut diatas juga mencakup
dokumen-dokumen untuk memastikan perencanaan, operasi dan pengendalian proses
yang efektif. Penting dicatat bahwa prosedur bisa dalam bentuk apa saja
Analisa
Pelayanan Pada Bagian Administrasi Akademik , Kemahasiswaan dan PSI
Pelayanan pada Bagian Administrasi Akademik , Kemahasiswaan & PSI meliputi
kegiatan yang dilakukan secara rutin, semester dan kegiatan yang bersifat proyek,
11/15
Berikut kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Bagian Administrasi Akademik,
Kemahasiswaan & PSI
PROYEK
SEMESTER
RUTIN
No.
KEGIATAN
1
Korespondensi Internal (Nota Dinas, Pengumuman, Und)
2
Korespondensi Eksternal (Srt. Kep, Srt. Ket, Srt. Dinas)
3
Asuransi Kecelakaan (Klaim Lisan, Tertulis, Biaya
Pengobatan, Laporan/thn)
4
Legalisir, Transkrip Nilai sblm 1994, Terjemahan Transkrip
Nilai dan Diploma
5
Filling (Srt. Keluar, Srt. Masuk, Data Mhs-Pelatihan-Magang,
STTB-NEM, Diploma yg blm diambil)
6
7
Melayani Mahasiswa, Alumni, Orang Tua, Tamu Masyarakat
dan seluruh Pegawai POLMAN
Pelatihan
7.1 Proses persiapan dan perencannaan
7.2 Proses penutupan dan penerbitan Sertifikat
1
Proses Jumlah Mahasiswa
2
Proses Data Pribadi Mahasiswa
3
Proses Penyusunan Jadwal Perkuliahan
4
Proses pembuatan form absensi mahasiswa
5
Proses Pembuatan Laporan Semester
6
Proses Hasil Laporan Semester
7
Program Praktik Lapangan (PPL)
8
Proses Spesialisasi Jurusan Teknik Manufaktur
1
Ujian Masuk / Penerimaan Mahasiswa Baru :
1.1 Persiapan dan Perencanaan
1.2 Ujian Masuk Tahap I dan Tahap II
1.3 Daftar Ulang Mahasiswa Baru, pembuatan KTM
Presentasi Industri
Wisuda
2.1 Persiapan dan Perencanaan
2.2 Penyelenggaraan Wisuda
Magang/Pelatihan/Retooling
3.1 Persiapan dan Perencanaan
3.2 Ujian Masuk Tahap I dan Tahap II
3.3 Daftar Ulang Peserta Magang
Tabel 3.2
2
3
4
Dari tabel 3.2 diatas dapat dilihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Bagian AKPSI,
dari semua kegiatan yang dilakukan beberapa kegiatan sudah dibuat suatu pedoman
12/15
berupa sistem dan prosedur kerja dan prosedur terdokumentasi untuk menetapkan
pengendalian dokumen, sehingga mereka mengetahui proses, menetapkan kriteria dan
metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan
baik sesuai dengan ketentuan dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan., kegiatan
yang sudah mempunyai sistem dan prosedur dapat dilihat pada tabel 3.1,
Dari hasil pengamatan dan observasi participant tersebut dapat dikatakan bahwa secara
umum persepsi karyawan untuk pernyataan Paham tugas dan Tanggung jawab, paham
prosedur kerja dan Pengetahuan atas tugas dan tanggung jawab, menunjukkan bahwa
rata-rata lebih dari 70% menyatakan setuju atas dimilikinya pengetahuan oleh pelaksana
administrasi dalam memberikan pelayanannya
dimana posisi tersebut termasuk dalam kategori baik, artinya bahwa pengetahuan yang
digunakan melalui Paham tugas dan tanggung jawab, Paham prosedur kerja dan
Pengetahuan atas tugas dan tanggung jawab telah dimiliki oleh pelaksana administrasi
meskipun tidak 100%. Ini menunjukkan bahwa kompetensi pelaksana administrasi
khususnya unsur pengetahuan tidak sepenuhnya dimiliki oleh pelaksana administrasi
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam hal kualitas mutu pelayanan di
Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi pada
saat ini telah cukup baik tetapi belum maksimal, karena masih dalam taraf perbaikan dan
pembenahan.
Upaya Yang Dilakukan Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Akademik
Upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik adalah :
1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pelaksana administrasi
akademik pada bidang yang sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan.
2. Melakukan koordinasi secara kontinue sehingga terjalin kerjasama yang baik
antara jurusan dan bagian administrasi akademik & kemahasiswaan sehingga
pelayanan dapat optimal
3. Melakukan pertemuan dan pelatihan untuk pegawai akademik untuk
mensosialisasikan sistem aplikasi baru dan menciptakan budaya kerja yang baru
yaitu bekerja secara komputerisasi seluruh kegiatan, agar pekerjaan dapat
dilakukan dengan cepat dan termonitor.
4. Dengan terpenuhinya sarana dan prasarana tentu dalam hal pelayanan akademik
akan berjalan dengan lancar.
5. Disusunnya Buku Panduan Sistem dan Prosedur di Bagian Admiistrasi
Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi, sebagai petunjuk
atau panduan kerja bagi yang melakukan proses tersebut dan Menghindari
terjadinya penyimpangan proses serta menjaga agar proses yang dilakukan oleh
siapapun tetap sama
Penutup
1. Dengan melaksanakan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 secara baik dan konsisten,
maka Politeknik Manufaktur Bandung dalam hal ini Bagian Administrasi Akademik,
Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang signifikan, baik terhadap institusi, pelanggan, karyawan, maupun
pada masyarakat pada umumnya. Perbaikan secara berkelanjutan terhadap proses-
13/15
proses sistem manajemen mutu, secara umum dipastikan dapat meningkatkan
kesesuaian prosedur dengan persyaratan dan kegunaannya, yang pada akhirnya juga
akan meningkatkan kualias kerja dan produktivitas kerja.
2. Dengan adanya pedoman berupa sistem dan prosedur kerja, dalam beberapa kegiatan
yang dilakukan di Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan PSI, dapat meningkatkan
kualitas pelayanan dan mengetahui proses, menetapkan kriteria dan metode yang
diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik
sesuai dengan ketentuan
3. Dengan disusunnya Buku Panduan Sistem dan prosedur di Bagian AKPSI yang
memuat berbagai prosedur kerja, diharapkan kegiatan bekerja dapat teratur, sehingga
mengingkatkan produktivitas kerja akan semakin mudah dilakukan dan mutu
pelayanan dapat lebih ditingkatkan
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik, maka dalam penelitian ini penulis
menyarankan sebagai berikut :
1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pelaksana administrasi akademik
pada bidang yang sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan.
2. Membuat sistem aplikasi baru secara komputerisasi untuk seluruh kegiatan, dan
memberikan pelatihan bagi pegawai administrasi akademik pada bidang kompetensi
yang diperlukan, sehingga terbentuk budaya kerja yang baru dan setiap pekerjaan
dapat dilakukan dengan cepat dan termonitor
3. Melakukan koordinasi secara kontinue sehingga terjalin kerjasama yang baik antara
jurusan dan bagian administrasi akademik & kemahasiswaan sehingga pelayanan
dapat optimal
4. Untuk beberapa kegiatan yang belum mempunyai sistem dan prosedur kerja harus
segera dibuat, sistem dan prosedur kerja dibuat harus memudahkan kegiatan kerja
karena dibuat untuk meningkatkan mutu kerja dan produktivitas kerja
14/15
DAFTAR PUSTAKA
Buku – buku :
Penjelasan ISO 9001:2000, SAI GLOBAL, 2005
http://www. management.com
Santoso, 1992. Prosedur dan Dokumentasi menurut ISO. Jakarta : PT. Sagitarius
Tjiptono, Fandy & Anastasia Diana, 2003. Total Quality Management – Edisi
Revisi. Yogyakarta : Penerbit ANDI
Lukman, Sampara (1999), Manajemen Kualitas Pelayanan, Jakarta, STIA LAN Press.
Moekijat. 1989 Perencanaan Sumber Daya Manusia. Jogjakarta : Gajah Mada
University Press.
Moekijat. 1995. Perencanaan dan Pengembangan Karier Pegawai. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya.
Moenir. 1993. Pendekatan Manusiawi dan Organisasi Terhadap Pembinaan
Kepegawaian. Jakarta : Gunung Agung
Moh. Nazir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia
Sugiyono. 1997. Metodologi Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta
15/15
Download