194 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan

advertisement
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan
hasil
penelitian
tindakan
kelas
dengan
penerapan
pendekatan kontekstual dengan media konkret berupa bangun prisma tegak
segiempat dan prisma tegak segitiga dalam peningkatan pembelajaran Matematika
tentang sifat-sifat bangun prisma siswa kelas V SDN Gumilir 04 tahun ajaran
2015/2016 yang telah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1.
Langkah-langkah penerapan pendekatan kontektual dengan media konkret
berupa bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga yang tepat
digunakan dalam peningkatan pembelajaran Matematika tentang sifat-sifat
bangun prisma siswa kelas V SDN Gumilir 04 tahun ajaran 2015/2016
meliputi: (1) konstruktivisme dengan media konkret berupa bangun prisma
tegak segiempat dan prisma tegak segitiga; (2) bertanya mengenai media
konkret berupa bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga; (3)
inkuiri melalui media konkret berupa bangun prisma tegak segiempat dan
prisma tegak segitiga; (4) masyarakat belajar mengenai media konkret berupa
bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga; (5) permodelan
dengan menggunakan media konkret berupa bangun prisma tegak segiempat
dan prisma tegak segitiga; (6) refleksi; dan (7) penilaian autentik.
2.
Penerapan pendekatan kontekstual dengan media konkret berupa bangun
prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga yang dilaksanakan sesuai
langkah-langkah yang tepat dapat meningkatkan pembelajaran Matematika
tentang sifat-sifat bangun prisma siswa kelas V SDN Gumilir 04 tahun ajaran
2015/2016. Peningkatan ini dibuktikan dengan adanya peningkatan
pembelajaran di setiap siklusnya. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru
meningkat, pada siklus I sebesar 77,70%, pada siklus II sebesar 81,43% dan
pada siklus III sebesar 86,76%. Pembelajaran yang dilakukan oleh siswa juga
meningkat yakni pada siklus I sebesar 69,69%, siklus II sebesar 77,74% dan
siklus III sebesar 85,88%. Proses dan hasil belajar siswa juga mengalami
194
195
peningkatan. Persentase ketuntasan proses belajar siswa pada siklus I sebesar
54,70%, siklus II sebesar 71,43% dan siklus III sebesar 87,04%. Sedangkan
persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 74,67%, siklus
II sebesar 83,93% dan siklus III sebesar 98,15%.
3.
Kendala yang ditemukan pada penerapan pendekatan kontekstual dengan
media konkret berupa bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak
segitiga dalam peningkatan pembelajaran Matematika tentang sifat-sifat
bangun prisma pada siswa kelas V SDN Gumilir 04 tahun ajaran 2015/2016
yaitu (1) Guru belum mampu mengelola pembelajaran dengan baik, karena
banyak jeda dimana guru terdiam ketika sedang melakukan penjelasan
terhadap siswa, (2) guru masih mengalami kesulitan untuk menstimulus siswa
agar mau bertanya maupun mengeluarkan pendapat, (3) guru kurang
menyimpulkan pembelajaran bersama siswa, (4) Ada beberapa siswa yang
bermain sendiri ketika guru menjelaskan materi dan pada saat diskusi, (5)
siswa masih terlihat malu utnuk mengeluarkan pendapat maupun bertanya,
(6) siswa belum menyatu dengan kelompok, (7) belum semua siswa ikut aktif
dalam pembelajaran.
Berdasarkan kendala pada siklus I sampai III yang telah diuraikan,
solusi dari kendala tersebut yaitu: (1) guru lebih menguasai rencana
pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya, (2) guru
menghadirkan sesuatu yang menarik siswa untuk bertanya maupun
mengeluarkan pendapat, (3) guru mengajak siswa untuk menyimpulkan
materi pelajaran bersama-sama, (4) guru menciptakan suatu kegiatan yang
menarik dalam penyampaian materi pembelajaran maupun diskusi kelompok
kecil, (5) siswa diberi semangat agar lebih aktif dan percaya diri dalam
bertanya, (6) siswa meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok dalam
menyelesaikan permasalahan, dan (7) siswa diberi pengarahan lebih untuk
aktif dalam pembelajaran.
196
B. Implikasi
Berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan serta kesimpulan
penelitian, maka implikasi dari penelitian ini sebagai berikut.
1.
Melalui konstruktivisme dengan media konkret berupa bangun prisma tegak
segiempat dan prisma tegak segitiga, siswa mengkonstruksi pengetahuan
tentang bangun ruang berdasarkan pengalaman yang diperoleh dalam
kehidupan sehari-hari sehingga berakibat siswa akan terbiasa berpikir logis,
konkret dan kontekstual serta pemahaman siswa terhadap materi menjadi
meningkat.
2.
Melaui bertanya mengenai media konkret berupa bangun prisma tegak
segiempat dan prisma tegak segitiga, siswa dituntut untuk aktif melakukan
tanya jawab mengenai materi sifat-sifat bangun prisma dan media konkret
yang digunakan dalam pembelajaran dengan guru maupun siswa lain
sehingga berakibat siswa menjadi terbiasa berpikir kritis dan aktif dalam
pembelajaran.
3.
Inkuiri melalui media konkret berupa bangun prisma tegak segiempat dan
prisma tegak segitiga, siswa mempelajari dan memahami materi tentang sifatsifat bangun prisma berdasarkan penemuan sendiri yang berakibat siswa
menjadi kreatif.
4.
Melalui masyarakat belajar mengenai media konkret berupa bangun prisma
tegak segiempat dan prisma tegak segitiga, siswa secara berkelompok
menyelesaikan permasalahan tentang sifat-sifat bangun prisma sehingga
membentuk siswa memiliki sikap kerjasama yang baik, tanggung jawab,
saling menghargai orang lain, dan berani dalam menyampaikan pendapat.
5. Melalui permodelan dengan menggunakan media konkret berupa bangun
prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga, siswa menggunakan
media konkret dalam pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan
sekitar sehingga berakibat siswa semangat dan tidak bosan dalam
pembelajaran, siswa lebih cepat serta mudah dalam memahami materi
sifat-sifat bangun prisma;
197
6. Melalui refleksi, siswa bersama guru mengulang proses pembelajaran
sehingga dapat meningkatkan daya ingat siswa; dan
7. Melalui penilaian autentik, siswa mengerjakan tugas dan soal evaluasi
yang diberikan guru untuk penilaian proses dan hasil sehingga dapat
melatih siswa untuk bertanggung jawab.
C. Saran
Berdasarkan simpulan dan implikasi yang telah diuraikan, perlu
disampaikan saran sebagai berikut.
1.
Bagi Guru
a. Seorang guru khususnya guru SD hendaknya menerapkan pendekatan
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar dan kondisi siswa,
salah satunya adalah menggunakan pendekatan kontekstual dengan media
konkret berupa bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga
sehingga kegiatan belajar menjadi lebih
bermakna dan keberhasilan
pembelajaran dapat tercapai.
b. Guru hendaknya mempunyai kompetensi untuk melaksanakan variasi
mengajar dengan menggunakan pembelajaran yang inovatif seperti
pendekatan kontekstual dengan media konkret berupa bangun prisma tegak
segiempat dan prisma tegak segitiga sehingga keberhasilan pembelajaran
dapat tercapai pada target yang telah ditentukan.
c. Sebelum penerapan pendekatan kontekstual dengan media konkret berupa
bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga dilaksanakan
hendaknya guru mempersiapkan secara matang segala kebutuhan baik alat
maupun bahan yang akan digunakan selama proses pembelajaran sehingga
pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
2.
Bagi Siswa
a. Siswa sebaiknya mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik supaya
keberhasilan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
b. Siswa sebaiknya mempunyai motivasi dan keaktifan yang tinggi dalam
kegiatan pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang maksimal,
198
khususnya dalam kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan
kontekstual dengan media konkret berupa bangun prisma tegak segiempat
dan prisma tegak segitiga.
3.
Bagi Lembaga Pendidikan
a. Pihak-pihak penentu kebijakan sebaiknya melaksanakan monitoring
maupun pembinaan pelaksanaan pembelajaran-pembelajaran yang inovatif
seperti pembelajaran melalui pendekatan kontekstual dengan media
konkret berupa bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga
pada guru-guru sekolah dasar.
b. Pihak-pihak penentu kebijakan sebaiknya memberikan fasilitas yang
memadai kepada guru-guru sekolah dasar untuk melaksanakan pendekatan
kontekstual dengan media konkret berupa bangun prisma tegak segiempat
dan prisma tegak segitiga.
4.
Bagi Peneliti Lain
a. Peneliti sebaiknya lebih kritis dalam menghadapi masalah yang muncul
dalam dunia pendidikan, khususnya dalam masalah pembelajaran sehingga
hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam memberikan
informasi tentang pelaksanaan pendekatan kontekstual dengan media
konkret berupa bangun prisma tegak segiempat dan prisma tegak segitiga.
b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi
peneliti lain untuk menggunakan pendekatan, model maupun media
pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran Matematika tentang sifatsifat bangun prisma.
Download