Pengantar Ekonomi

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Pengertian Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi sebagai salah satu cabang Ilmu Pengetahuan diberi
gelar sebagai the oldest art, and the newest science yaitu seni yang tertua
dan ilmu pengetahuan yang termuda. Masalah-masalah ekonomi lahir
serentak dengan terbitnya matahari kemanusiaan puluhan ribu tahun silam.
Tidak ada satu cabang ilmu pun yang lebih tua ataui lebih dahulu lahir
daripadanya. Kebutuhan-kebutuhan manusia akan makanan, pakaian dan
tempat tinggal telah memaksa manusia, penghuni-penghuni pertama bumi
ini, untuk bergumul dan bergaul dengan masalah-masalah ekonomi. Pada
saat-saat awal kehidupan manusia, istilah ekonomi sendiri belum ada.
Istilah ekonomi lahir di Yunani (Greek) dan dengan sendirinya istilah
ekonomi berasal dari kata-kata bahasa Yunani. Asal katanya Oikos Nomos
yang artinya management of household or estate (tata laksana rumah tangga
dan kepemilikan).
Definisi paling terkenal ilmu ekonomi adalah salah satu cabang ilmu
pengetahuan yang berdaya upaya untuk memberikan pengetahuan dan
pengertian tentang gejala-gejala masyarakat yang timbul karena perbuatan
manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mecapai
kemakmuran. Definisi tersbut sebuah definisi ringan dan sebuah definisi
yang disediakan untuk orang-orang awam, sedangkan yang kita perlukan
adalah sebuah definisi yang memadai.
Dalam hal ini Paul Anthony Wamuelson, seorang ahli ekonomi dari
Massachusetts Institute of Technology, telah mengumpulkan enam buah
definisi dari berbagai ahli lain. Keenam definisi tersebut adalah :
1.
Ilmu ekonomi atau ekonomi politik (political economy), adalah suatu
studi tentang kegiatan-kegiatan yang, dengan atau tanpa menggunakan
uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar
manusia;
Pengantar Ilmu Ekonomi
1
2.
Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang
menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber
produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal semisal mesin,
dan pengetahuan teknik) yang langkah dan terbatas jumlahnya, untuk
menghasilkan berbagai-bagai barang (misalnya daging, mantel, perahu
layar,
konser
mendistribusikan
musik,
jalan
raya,
(membagikannya)
pesawat
kepada
pembom)
pelbagai
serta
anggota
masyarakat untuk mereka pakai/konsumsi;
3.
Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup
mereka sehari-hari, (untuk) mendapat dan menikmati kehidupan;
4.
Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah
pekerti
untuk
mengorganisir
kegiatan-kegiatan
konsumsi
dan
produksinya;
5.
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan;
6.
Ilmu ekonomi adalah studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.
Profesor Paul Anthony Samuelson menyatakan bahwa setiap sarjana
ekonomi bisa saja memperluasnya menjadi berkali-kali lipat lebih banyak.
Namun demikian, Profesor Paul Anthony Samuelson akhirnya memberikan
pernyataan sebagai kesimpulan. Tulisnya: Para ahli ekonomi sekarang lebih
sepakat untuk menerima kebenaran sebuah definisi umum sebagai berikut :
Economic is the study of how man and society end up choosing, with
or without the use of money, to employ scare productive resources
that could have alternative uses, to produce various commodities and
distributive them for consumption, now or in the future, among
various people and groups in society. It analizes the cost and benefits
of improving pattern of resoursces allocation.
Ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan
masyarakat menentukan/menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa
menggunakan uang untuk menggunakan sumber-sumber produktif
yang langkah yang dapat mempunyai penggunaan-penggunaan
alternatif, untuk memprodusir pelbagai barang serta membagikannya
untuk dikonsumsi, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan
Pengantar Ilmu Ekonomi
2
datang, kepada pelbagai golongan dan kelompok di dalam masyarakat.
Ilmu
ekonomi
itu
menganalisis
besarnya
biaya-biaya
serta
keuntungan-keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan di
dalam pola alokasi sumber-sumber.
Melihat definisi diatas terlihat beberapa hal yang menjadi pokok
pikiran. Pertama. bahwa masalah utama (main or central problem) setiap
tingkah laku ekonomis atau masalah utama di dalam ilmu ekonomi, adalah
masalah pemilihan (problem of choice). Yang dimkasud “pemilihan” disini
adalah pemilihan cara-cara penggunaan sumber-sumber produktif yang
dapat mempunyai penggunaan alternatif. Artinya bahwa setiap barang
mempunyai tidak hanya satu saja penggunaan. Misalnya, dari sebidang
tanah harus dilakukan pilihan, untuk ditanami, dijual atau untuk didirikan
diatasnya bangunan, tidak mungkin untuk menggunakan sebidang tanah
bagi ketiga kepentingan tadi sekaligus. Dalam hal pemecahan problem of
choice, ilmu ekonomi turun tangan sehingga pemilihan dapat dijatuhkan
kepada penggunaan yang paling menguntungkan.
Kedua,
adalah kenyataan bahwa sumber-sumber produktif itu
merupakan barang yang langka atau jarang. Langkanya sumber-sumber
produktif itu memberi arti bahwa penggunaannya harus cermat dan tepat.
Dan masalahpun kembali kepada problem of choice.
Ketiga, tentang penggunaan uang. Dinyatakan dalam definisi diatas
bahwa keharusan penggunaan uang didalam proses perekonomian hanyalah
merupakan soal kedua saja. Soal utamanya adalah menentukanpilihan
penggunaan seperti yang sudah disebutkan diatas, untuk kemudian
berdasarkan
pilihan itu dilakukan produksi. Bagaimanapun pentingnya
uang dalam proses perekonomian, tetapi tidak boleh dikatakan bahwa proses
perekonomian harus terhenti karena tiadanya uang.
Kempat, adalah mengenai produksi serta pembagian hasilnya kepada
anggota masyarakat untuk dikonsumsi. Didalam setiap masyarakat apakah
itu masyarakat komunis yang kolektif atau suatu kabilah penghuni South
Pengantar Ilmu Ekonomi
3
Sea Island, atau suatu bangsa yang kapitalis, kedua hal ini, yaitu produksi
dan konsumsi sebenarnyalah harus selalu ada bersama-sama.
Harus selalu ada sekelompok dari anggota masyarakat yang membuat
barang-barang dan jasa-jasa guna dipakai atau dinikmati hasilnya oleh
sekelompok anggota masyarakat yang lain. Bahkan, apa yang disebut
sebagai The Three Fundamental and Interdependent Economic Problem
seperti di bawah ini, dengan jelas mencakup masalah ini
1.
What commodities shall be produced and in what quantities ? Barangbarang apa yang akan dibuat dan seberapa banyak ? artinya, berapa
banyak serta yang manakah diantara barang-barang dan jasa-jasa yang
sekian banyaknya itu yang dipilih untuk dibuat dan dihasilkan ?
2.
How shall good be produced? – Dengan cara bagaimanakah barangbarang itu akan dihasilkan? Artinya, siapa yang akan mengerjakan dan
dengan sumber-sumber apa serta dengan system teknologi yang
bagaimanakah barang-barang itu dihasilkan.
3.
From whom shall goods be produced- Untuk siapakah barang-barang
yang dihasilakn itu nantinya? – artinya, siapakah yang harus
menikmati serta memperoleh manfaat daripada yang dihasilkannnya
barag-barang tersebut ? atau dengan perkata lain bagaimanakah
seluruh produk (hasil produksi) nasional dibagikan kepada anggota
masyarakat?
Ketiga masalah di atas, yaitu What, How dan For whom, bersifat
fundamental sekali, serta dihadapi oleh setiap perekonomian-perekonomian
yang sedang berkembang maupun yang sudah maju, perekonomian komunis
ataupun kapitalis, perekonomia kuno maupun modern, perekonomian desa
maupun kota tetapi tidak semua perekonomian itu memecahkan ketiga
masalah tersebut dengan cara yang sama.
Ketiga masalah di atas, yaitu What, How dan For whom erat sekali
bersangkut paut dengan masalah keempat yang terdapat di dalam definisi
ilmu ekonomi yang telah tersebutkan diatas.
Pengantar Ilmu Ekonomi
4
Kelima, adalah tentang bagian terakhir definisi diatas yaitu. Bunyinya
adalah “Ilmu ekonomi itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta
keuntungan-keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan di dalam pola
alokasi sumber-sumber”.
1.2
Ekonomi Sebagai Ilmu
Ilmu pengetahuan telah dan selalu akan mengembangkan alam dan
seni dan bahkan ilmu pengetahuan itu sendiri, ke arah yang semakin baik
dan maju, sehingga membuahkan hasil yang bermanfaat bagi manusia dan
kemanusiaan. Maka, alangkah pentingnya ilmu itu. Namun lebih daripada
itu, sungguh Maha Besar Penciptanya. Ibarat sebatang pohon yang maha
besar, yang akan menghujam dalam ke pusat bumi, cabang rantingnya
menutup sudut-sudut cakrawala serta tingginya menggapai awan bahkan
langit. Tetapi sejak muncul dari tanah “pohon” itu telah terwujud dua batang
pokok, sehingga semua cabang dan ranting “pohon” itu tumbuh dari kedua
batang pokok itu. Kedua batang pokok itu adalah Ilmu Pengetahuan Alam
dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Ilmu Pengetahuan Alam sesuai dengan namanya, menyelidiki keadaan
alam dan isinya. Ilmu alam, ilmu bumi, ilmu pasti, ilmu kimia dsb adalah
contoh Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial
menjadikan manusia dan masyarakat sebagai pembicaraan. Didalam ruang
lingkup ilmu pengetahuan sosial ini, terdapatlah ilmu-ilmu Sosial, Hukum,
Ekonomi, Agama, dsb.
Dari segi lain ilmu dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Ilmu murni (Pure Science)
Ilmu murni bertugas untui makin menyempurnakan dan menjaga
kelangsungan hidup serta pengembangan ilmu itu sendiri.
2. Ilmu terapan (Applied Science)
Ilmu terapan berguna untuk diterapkan di dalam hidup dan kehidupan
manusia sehari-hari
Pengantar Ilmu Ekonomi
5
Contoh dari kedua ilmu tersebut misalnya Sosiolologi sebagai ilmu
murni dan Sosiatri sebagai ilmu terapan, Psikologi sebagai ilmu murni
dan Psikiatri sebagai ilmu terapan. Dan beberapa cabang ilmu yang lain
tidak mempunyai nama-nama khusus untuk ilmu murni dan ilmu
terapannya sebagaimana yang dipunyai Sosiologi dan Psikologi. Ilmu
Ekonomi, misalnya, bagian-bagiannya bernama Pure Economics (Ilmu
Ekonomi Murni) atau Economic Theory dan Applied Economics (Ilmu
Ekonomi Terapan).
Subyek Ilmu Ekonomi sebagai bagian dari ilmu sosial yang pertama
manusia dan kedua adalah badan-badan yang terlibat di dalam kegiatan
perekonomian, misalnya toko, perusahaan, departemen keuangan, lembaga
konsumen dsb. Adapun obyek ilmu ekonomi adalah cara-cara serta
tindakan–tindakan yang ditempuh oleh manusia di dalam mengalokasikan
sumber-sumber yang ada.
Ilmu Ekonomi sebgai bagian dari Ilmu Sosial mendapat julukan
sebagai The Queen of the Sosicial Science (maharani ilmu-ilmu sosial)
karena ilmu ekonomi satu dari antara ilmu-ilmu sosial yang menggunakan
metode kuantitaif didalam analisis-analisisnya.
Dibalik metode kuantititif terdapatlah metode kualitatif. Sebagai
contoh dari kedua metode tersebut adalah sebagai berikut: Analisis yang
bersifat kualitatif hanya dapat menyatakan : “ kalau harga naik jumlah
sesuatu barang yang dibeli masyarakat akan berkurang”, sedangkan sebuah
analisis ynag menggunakan metode kuantitatif dat menyatakan: “ kalau
harga naik dengan sekian rupiah jumlah barang yang dibeli masyarakat
berkurang sebanyak sekian”.
Dalam pada itu ilmu ekonomi memang mempunyai du macam alat
utama untuk analisis-analisnya yaitu:
1. Metode induksi dan deduksi
Metode ini banyak dipakai dalam analisis-analisis kualitatif, sekalipun
analisis kuantitatif juga memerlukannya. Metode induksi adalah suatu
metode penyelidikan, dimana hari hal-hal khusus disimpulkan hal-hal
Pengantar Ilmu Ekonomi
6
yang bersifat umum. Contoh pembagian masyarakat ke dalam sitem
kasta yang ketatseperti terdapat dalam agama hindu di India menjadi
sebab terhambatnya laju pertumbuhan perekonomian, begitu juga
penguasaan atas hak tanah kepada golongan gereja Nasrani di Eropa
sebelum revolusi kaum Protestan oleh Marthin Luther telah pula
menyebabkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi
2. Matematika dan statistika
Matematika : khususnya matematika ekonomi. Dengan Matematika
orang bisa merumuskan fungsi-fungsi yang berlaku diantara peubahpeubah (variabel-variabel) ekonomi.
Contoh: Dlm teori Ekonomi : Permintaan terhadap suatu barang adalah
wujud dari hubungan antara harga barang tsb (P) dengan jumlah barang
tsb (Q) yang dibeli masyarakat pada berbagai tingkat harga. Matematika
dapat merumuskan bentuk fungsi kedua variabel itu yakni harga(P) dan
Jumlah barang (Q).
Tdk semua asas dalam matematika diterapkan dalam menelaah ilmu
ekonomi.Dalam hal ini matematika mengabdi pada ilmu ekonomi bukan
sebaliknya. Nilai-nilai negatif dalam matematika tidak dipakai dalam
ilmu ekonomi.
Statistika merupakan kelanjutan dari metode induksi, metode deduksi
dan matematika. Statistika dilasanakan dengan mengumpulkan datadata yang terdpt dalam dunia nyata. Statistika erat hubungannya dengan
dunia nyata
Kedua alat tersebut (matematika & Statistika) bagian dari ilmu pasti
telah dianggap sebagai alat utama untuk memecahkan masalah-masalah
ekonomi. Matematika & Statistika bersama-sama dengan teori ekonomi
murni keduannya tergabung dalam suatu ilmu ekonomi yang disebut
Ekonometrika (Econometrics).
Econometrics berasal dari kata Economics : (Ilmu Ekonomi) dan
Metric: (pengukuran /measuremen). Econometrics artinya : Metode
pengukuran di dalam ilmu ekonomi
Pengantar Ilmu Ekonomi
7
Gejala-gejala ekonomis adalah : semua kejadian, kenyataan,
peristiwa, serta tingkah laku manusia yang bernada atau mempunyai
nilai dan arti ekonomis .
Contoh : Inflasi (gejala berlebihannya uang beredar dalam masyrakat)
Kemiskinan (gejala merosotnya pendapatan nasional maupun
pendapatan perkapita), dsb
Diantara gejala ekonomis terdapat saling hubungan. Hubungan antara
gejala-gejala ekonomis dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
o Hubungan sebab akibat (casual relationship) : gejala yang satu
merupakan sebab sedang gejala yang lain merupakan akibat.
Contoh : bencana alam & hasil panen
Sebab
akibat
o Hubungan Fungsional (Functional relationship): Gejala-gajala
ekonomis yang terdapat pengaruh.
Contoh: P & Q yang dibeli
Jika P sebagai variabel bebas (independent variabel) dan Q sebagai
variabel terikat (dependent variabel) jika P naik maka Q akan turun.
Jika Q sebagai variabel bebas (independent variabel) dan P sebagai
variabel terikat (dependent variabel) jika Q naik maka P naik
Asumsi (asumption)/anggapan penting dalam hal melihat derajat
kebenaran ilmu ekonomi.
Manfaat ilmu ekonomi :
1. Individu
2. Dunia usaha
3. Pemerintah
1.3. Pembagian Ilmu Ekonomi
Menurut Alfred W. Stoiner & Douglas C. Hagues dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi diskriptif) : Mengumpulkan
semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan/topik yang
tertentu.
Pengantar Ilmu Ekonomi
8
Contoh : Sistem pertanian dari Basutoland dan Industri katun di India
2. Economics
Theory
(ilmu
ekonomi
teori/teori
ekonomi/analisis
ekonomi) : memberikan penjelasan-penjelasan yang disederhanakan ttg
caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari
sistem seperti itu.
3. Aplied Economics (ilmu ekonomi terapan) : Mempergunakan rangka
dasar umum dari analisis yang diberikan oleh teori ekonomi untuk
menerangkan sebab-sebab dan arti penting kejadian yang dilaporkan
oleh para ahli ekonomi deskriptif.
Teori ekonomi terbagi menjadi dua yaitu :
a.
Teori ekonomi Mikro (Microeconomic Theory) : merupakan
bagian Ilmu Ekonomi yang mempelajari tingkah agen (pelaku)
ekonomi secara individual
b.
Teori ekonomi Makro (Macroeconomic Theory) : merupakan
bagian Ilmu Ekonomi yang mempelajari perilaku agen (pelaku)
ekonomi secara keseluruhan atau hubungan-hubungan variabelvariabel ekonomi yang bersifat aggregat.
Perbedaan antara teori ekonomi Mikro & teori ekonomi Makro :

Tentang luas sempit ruang lingkupnya masing-masing.
Ibarat hutan , maka ekonomi mikro mempelajari pohon-pohon
maka teori ekonomi makro mempelajari hutan

Tentang kesempatan kerja :
Teori ekonomi mikro berasumsi bahwa semua sumber-sumber
produktif sdh bekerja dan dipergunakan sepenuhnya (full
employment)
Teori ekonomi makro berasumsi bahwa perekonomian tdk selalu
berada dalam keadaan full employment
Teori Ekonomi Makro
Ruang lingkup Ekonomi Makro

Analisis pendapatan nasional (GNP, GDP, NI), C, I, G, X, M, Ms,
Md,
Pengantar Ilmu Ekonomi
tingkat
bunga,
inflasi,
pengangguran,
Perdagangan
9
Internasional, Neraca Pembayaran (BoP), Sistem kurs devisa,
APBN, utang pemerintahdan kebijakan ekonomi (terutama fiskal
& moneter).
Model, Variabel serta hubungan antar variabel dalam ekonomi
makro:
Model merupakan suatu perwujudan dari suatu abstraksi berbagai aspek
realita/dunia nyatayang dibuat untuk satu atau beberapa tujuan tertentu.
Dan juga bisa didefinisikan sebagai
dideduksi
dari
teori)
atau
suatu konstruksi teoritis (yang
kerangka
analisis
ekonomi
yang
mencerminkan hubungan antara antar variabel.Adapun fungsi model
sebagai alat untuk menjelaskan gejala-gejala/perilaku-perilaku yang ada
maupun yang belum diketahui.
Asumsi : mendasai pembuatan model
Contoh : model tentang penentuan tingkat konsumsi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi : pendapatan, kekayaan, jumlah
anggota keluarga, tingkat bunga, selera, agama dll.
Untuk memudahkan analisa digunakan asumsi bahwa konsumsi hanya
dipengaruhi oleh pendapatan, sementara faktor-faktor lain seperti
kekayaan, jumlah anggota keluarga, dll dianggap tetap (Ceteris paribus)
Model terdiri atas :
1.
Seperangkat definisi yang secara jelas merumuskan variabelvariabel yang akan digunakan.
2.
Sejumlah asumsi yang menggambarkan berbagai kondisi dimana
suatu teori berlaku.
3.
Satu atau lebih hipotesis tentang hubungan antar variabel –variabel
yaitu tentang derajat keeratan dan arah hubungan antar variabel.
Variabel
adalah
besaran
(konsep
teori)
yang
dapat
memuat
kemungkinan ilai yang berbeda.Variabel merupakan elemen dasar dari
sebuah model.
Variabel ada 2 :
Pengantar Ilmu Ekonomi
10
1.
Variabel stock : konsep/besaran ekonomi yang tidak memiliki
dimensi waktu.
Contoh : Persedian barang atau material perusahaan
2.
Variabel flow : konsep/besaran ekonomi yang memiliki dimensi
waktu
Contoh : Jumlah penjulan perusahaan
Hubungan antar variabel dalam ilmu ekonomi terdiri dari 4 tipe:
1.
Hubungan perilaku : menggambarkan hubungan satu variabel
dengan satu atau beberapa variabel.
Contoh : Bentuk hubungan jumlah uang yang diminta dengan
pendapatan dan suku bunga ®
Md = a + bY + cR ,a, b0 ; c  0
2.
Hubungan identitas : merupakan hubungan defisional yang tepat
sama antara satu variabel dengan satu atau beberapa variabel lain.
Contoh : reaksi TC karena perubahan jumlah output yang
diproduksi.
3.
Hubungan teknologi : menggambarkan hubungan antar variabel
yang disebabkan oleh sifat fisik variabel tersebut.
Contoh : reaksi TC karena perubahan jumlah output yang
diproduksi.
4.
Hubungan kelembagaan: yaitu hubungan yang terjadi karena
pengaruh tindakan suatu lembaga
1.4.
Permasalahan Perekonomian :
1.
Pertumbuhan ekonomi
Bagaimana perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang
menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat
bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
Pengantar Ilmu Ekonomi
11
2.
Ketidakstabilan kegiatan ekonomi
Hal ini terjadi sebagai akibat dari ketidakstabilan siklus kegiatan
perusahaan
sehingga
diperoleh
sehingga
diperoleh
kondisi
perekonomian yang bersifat konjuntur.
3.
Pengangguran dan inflasi
Pengangguran adalah bagian dari AK yang ingin mendapatkan
pekerjaan tetapi tidak bisa terpenuhi.
Penyebab pengangguran antara lain:
1. Kekurangan pengeluaran aggregate
2. Mencari pekerjaan yang lebih baik
3. Modernisasi teknik produksi
4. Ketidaksesuaian keterampilan yang ada
Akibat pengangguran :
1. Mengurangi Pendapatan (Y) dan kemakmuran masyarakat
2. Mengurangi kesehatan keluarga
3. Mengurangi kesejahteraan masyarakat
Inflasi adalah suatu gejala kenaikan harga yang berlaku pada
umumnya dalam perekonomian
Macam Inflasi
1. Rendah : 4-6%
2. Menengah
: 5-10%
3. Tinggi bisa mencapai lebih 100% dalam setahun
Sebab-sebab inflasi
1. G melebihi kemampuan perusahaan
2. Pekerja menuntut upah
3. Kenaikan harga barang impor
4. Penawaran uang yang berlebih tanpa diikuti pertambahan produksi
dan penawaran barang
5. Kekacauan politik dan ekonomi
Akibat inflasi:
1. Menurunkan tingkat kemakmuran masyarakat
Pengantar Ilmu Ekonomi
12
Karena kenaikan upah lambat mengikuti inflasi
2. Prospek perekonomian semakin memburuk
Karena I turun, X turun dan menaikkan M sehingga pertumbuhan
ekonomi
menurun
Indikator kegiatan ekonomi:
1. Pendapatan Nasional
Karena dapat menggambarkan hasil produksi setiaap tahun
2. Penggunaan TK dan pengangguran
TK
: penduduk yang masuk usia kerja
AK
: penduduk yang mencari dan masuk usia kerja
Penganggur = AK - pekerja
3. Perubahan harga
IH & IHK (indek harga & indek harga konsumen)
4. Neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Karena dapat menunjukkan kondisi perekonomian
Neraca
pembayaran
adalah
ringkasan
pembukuan
yang
menunjukkan aliran pemabyaran yang dilakukan dari negaranegara lain ke DN dan dari DN ke negara lain.
Neraca perdagangan : X dan M
Defisit Neraca perdagangan : MX
Akibat defisit neraca pembayaran:
1.
Kegiatan ekonomi menurun karena konsumsi barang impor
2.
Harga valas meningkat
3.
Harga barang impor semakin mahal
1.5.Kebijaksanaan Ekonomi Makro
Bentuk-bentuk kebijakan ekonomi yang dilakukan suatu negara dalam rangka
menghadapi permasalahan ekonomi secara makro
Tujuan kebijakan makro :
1.
Untuk mencapai kesempatan kerja
Dalam rangka mengurangi pengangguran
Pengantar Ilmu Ekonomi
13
2.
Meningkatkan produksi nasional
Pemerintah berupaya untuk meningkatkan produksi
3.
Meningkatkan pendapatan nasional
Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional menunjukkan adanya
kemajuan dalam bidang ekonomi.
4.
Mengingingkan perekonomian stabil
5.
Mencapai neraca pembayaran yang seimbang
6.
Distribusi pendapatan yang lebih merata
Diusahakan adanya distribusi pendapatan untuk mencapaui ketenangan
hidup.
Selain itu ada yang berpendapat tujuan kebijaksanaan ekonomi makro :
1.
Menstabilkan kegiatan ekonomi
2.
Mencapai TK penuh tanpa inflasi
3.
Menciptakan pertumuhan Ekonomi
4.
Menghindari inflasi
Kebijaksanaan pemerintah dapat berupa :
1.
Kebijakan fiskal (T dan G)
Berhubungan dengan langkah-langkah untuk membuat perubahan
mengenai fiskal dan pengeluaran pemerintah untuk mempengaruhi
pengeluaran aggregate
2.
Kebijakan Moneter (mengatur Ms dan i)
Kebijaksanaan pemerintah melalui Bank Sentral untuk merubah
penawaran uang dalam perekonomian atau merubah tingkat
bunga
dengan maksud untuk mempengaruhi pengelauran aggregate
3.
Kebijakan dalam segi penawaran
1 dan 2 merupakan kebijakan dari segi permintaan
3 dari segi penawaran : upaya mempertinggi effisiensi kegiatan
perusahaan sehingga dapat menawarkan barang yang lebih murah atau
dengan mutu yang tinggi.
Pengantar Ilmu Ekonomi
14
BAB II
KONSEP-KONSEP DASAR
2.1. Para pelaku Ekonomi
Para pelaku atau aktor banyak sekali jumlahnya dalam seluruh kegiatan
ekonomi ini. Namun, sekalipun jumlah subyek-subyek ekonomi itu banyak
sehingga tidak mungkin terhitung lagi, pada hakekatnya mereka itu hanya
terbagi menjadi 2 kelompok saja dengan dua cara pembagian pula.
1.
Pembagian yang pertama, bahwa para pelaku di dalam kegiatan
ekonomi dibagi menjadi dua yaitu :
a. Kaum produsen yaitu mereka yang di dalam suatu proses
perekonomian berfungsi sebagai pihak yang menyediakan barang
dan jasa.
b. Kaum konsumen yaitu para pemakai barang dan jasa yamg
dihasilkan oleh kaum produsen.
Kedua pihak ini adalah dua pihak yang serentak harus ada dalam
setiap perekonomian. Dalam suatu perekonomian akan timbul suatu
jabatan rangkap artinya mungkin saja atau bahkan mungkin sekali
seseorang menjadi produsen dan konsumen sekaligus. Misalkan
seseorang pembuat sepatu adalah seorang produsen tetapi ia pun juga
seorang konsumen sebab ia perlu makan, pakaian dan sebagainya.
Satu-satunya pihak yang tidak dapat melakukan konsumsi adalah
business. Setiap business apapun bentuknya dapat dan pasti melakukan
produksi, tetapi tidak dapat melakukan konsumsi, yang dapat dilakukan
disamping produksi adalah melakukan investasi (investmen). Direktur
business, manajer dan karyawan dapat mengkonsumsi untuk keperluan
hidupnya sehari-hari, tetapi yang mengkonsumsi adalah individu-individu,
dan bukan businessnya.
2.
Pembagian yang kedua adalah pembagian pelaku-pelaku kegiatan
ekonomi ke dalam dua pihak yang lain yaitu :
a.
Pemerintah.
Pengantar Ilmu Ekonomi
15
Pemerintah
merupakan penguasa (authority) di dalam perekonomian.
Bentuk-bentuk kekuasaan pemerintah di lapangan perokonomian
, seperti yang dikemukakan Meade adalah sebagai berikut :
1.
Banking System (Sistem Perbankan) atau Monetary
Authority (Penguasa Moneter). Adalah lembaga-lembaga
yang bertugas untuk menetapkan dan mengendalikan
banyaknya uang yang beredar di dalam masyarakat.
2.
Fiscal Authority (Penguasa Fiskal). adalah bentuk
kekuasaan pemerintah yang berhubungan dengan masalah
perpajakan. Yang dimaksud dengan istilah penguasa fiskal
adalah semua lembaga pusat maupun daerah yang bertugas
untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran dana-dana
pemerintah.
3.
Comercial Authority (penguasa Perdagangan)., yaitu suatu
bentuk kekuasaaan pemerintah mengatur lalu lintas
perdagangan , misalnya pengatur ekspor, impor, jenis
barang dagangan, pengaturan para pedagang dan lainlainnya.
4.
Exchange Controll (Pengendali Devisa), adalah kekuasaan
pemerintah yang bertanggung jawab atau yang mengatur
pelembagaan
serta
bekerjanya
setiap
kontrol
atau
pengendalian pemerintah atas pembayaran-pembayaran
yang dilakukan oleh suatu daerah.
b.
Swasta
Pihak swasta diperkenankan untuk melakukan apapun, untuk
memenuhi kebutuhan serta untuk mencapai keuntungan yang
sebesar-besarnya (laba maksimum atau maximum profit), dalam
usaha sekedar tidak menyalahi kekuasaan pemerintah dan
menggangu kepentingan umum.
Pengantar Ilmu Ekonomi
16
2.2. Barang dan Jasa
Barang adalah setiap benda yang dibutuhkan manusia karena berguna atau
bermanfaat (useful).
Barang berguna bagi manusia karena beberapa sebab, yaitu :
1. Form Utilty (berguna karena bentuknya). Maksudnya adalah bahwa
sesuatu barang itu menjadi berguna bagi manusia sebab bentuknya
memenuhi syarat,atau sesuatu benda menjadi berguna bagi manusia
setelah bentuknya diubah untuk disesuaikan dengan keadaan.
2. Time Utility (berguna karena waktu) bahwa sesuatu barang manjadi
bermanfaat bagi manusia karena segera digunakan atau karena dsimpan
terlebih dahulu untuk nanti digunakan pada saat yang tepat .
3. Place Utility (berguna karena tempatnya) artinya sesuatu barang mejadi
bermanfaat bagi manusia karena tempatnya atau karena sudah
dipindahkan tempatnya.
4. Own Utility (berguna karena kepemilikannya) artinya sesuatu barang
mejadi bermanfaat bagi manusia karena barang tersebut dimiliki dan
tidak lagi (atau : kurang ) berguna jika tidak dimiliki
5. Element Utilty (Berguna karena unsurnya). Misalnya, tanah di
Kalimantan Barat yang amat besar kadar humusnya, tanah di Saudi
Arabia yang mengandung emas hitam atau emas cair atau minyak tanah.
Barang dibagi menjadi tiga yaitu :
1.
Pembagian barang menurut penyediannya.
Dalam hal ini barang dibagi menadi dua yaitu :
a.
Barang-barang bebas (Free Goods) yaitu barang-barang yang
tersedia berlimpah-limpah, dan setiap orang dapat memperolehnya
dengan bebas dengan cara yang terlampau mudah.
b.
Barang-barang ekonomi (Economic Goods) yaitu barang-barang
yang penyediaanya relatif jarang atau langka (scarce)
2.
Pembagian barang menurut daya tahannya di bagi menjadi :
a.
Barang-barang tahan lama (durable goods) adalah barang-barang
yang bisa dipakai lebih dari sekali.
Pengantar Ilmu Ekonomi
17
b.
Barang-barang tidak tahan lama (perishable goods atau non
durable goods) adalah barang-barang yang akan segera lenyap
atau habis dengan sekali pakai saja.
3.
Pembagian barang menurut penggunanya di bagi menjadi dua pula yaitu
:
a.
Barang-barang konsumsi (consumption goods) adalah barangbarang yang langsung dapat dipakai atau dinikmati.
b.
Barang-barang investasi (Investment goods) adalah barang-barang
yang hanya dapat dinikmati hasilnya; jadi bukan barang itu
sendirilah yang dinikmati, melainkan hasilnya.
Barang (goods) dan jasa (service). Jasa (service) adalah tidakan-tindakan
ekonomis, yang dilakukan oleh individu-individu maupun oleh bisnis serta
mampu memenuhi kebutuhan manusia. Untuk selanjutnya dan pada
umumnya di beberapa literatur menyebutkan good berarti di dalamnya
termasuk barang jasa Perbedaan baran dan jasa adalah :
1. Perbedaan Teknis
Barang berwujud dan jasa tidak berwujud
2. Perbedaan ekonomi
Barang terdapat tenggang waktu antara produksi dan konsumsi sedangkan
jasa tida ada tenggang waktu antara produksi dan konsumsi.
2.3. Kebutuhan Manusia
Kebutuhan manusia bertingkat-tingkat adanya.
1. Pada tingkat pertama –primary needs atau kebutuhan primer.
2. Pada tingkat kedua –secondaryy needs atau kebutuhan sekunder.
3. Pada tingkat ketiga –Tertiary needs atau kebutuhan tersier.
4. Pada tingkat keempat –quqrtiqry needs
2.4. Produksi
Produksi adalah setiap proses yang menciptakan nilai atau memperbesar
nilai sesuatu barang. Atau juga bisa diartikan setiap usaha yang menciptakan
Pengantar Ilmu Ekonomi
18
atau memperbesar daya guna barang. Untuk bisa melakukan produksi, orang
memerlukan tenaga manusia, sumber-sumber alam, modal dalam segala
bentuknya, serta kecakapan. Semua unsur itu disebut factor-faktor produksi
(factors of productions). Jadi,
semua
unsur itu yang menopang usaha
penciptaan nilai atau usaha memperbesar nilai barang disebut sebagai factorfaktor produksi. Faktor-faktor produksi terdiri atas :
a.
Tanah
(land) atau sumber daya alam (natural resources) yang
dimaksud adalah segala sesuatu yang bisa menjadi factor produksi dan
berasal dari atau disediakan oleh alam, yang antara lain meliputi :
1.
Tenaga penumbuh daripada tanah, baik untuk pertanian,
perikanan, maupun pertambangan;
2.
Tenaga air, baik untuk pengairan, penggaraman, maupun
pelayaran. Termasuk juga di sini adalah misalnya air yang
dipakai sebagai bahan pokok oleh perusahaan air minum;
3.
Ikan dan mineral, baik ikan dan mineral darat(sunga, danau,
tambak, kuala,dsb.) maupun ikan dan mineral laut.
4.
Tanah yang diatas didirikan bangunan
5.
Living stock, seperti ternak dan binatang-binatang lain yang
bukan ternak;
b.
6.
Iklim, cuaca, curah hujna, arus angin dan sebangsanya;
7.
dan lain-lainnya, seperti bebatuan dan kayu-kayuan.
Tenaga Kerja (labor) dan sumber daya manusia (human resources)
Di dalam human resources tercakup tidak saja tenaga fisik atau tenaga
jasmani manusia tetapi juga kemampuan mental atau kemampuan non
fisiknya, tenaga terdidik, tanaga tidak terdidik, tenaga terampil dan
tenaga yang tidak terampil. Human resources bisa diartikan semua
kemampuan
manusiawi
yang
dapat
disumbangkan
untuk
memungkinkan dilakukannya produksi barang-barang dan jasa-jasa.
c.
Modal (capital) atau Barang-barang modal riil (real capital goods),
yang
meliputi semua jenis barang dan jasa yang dibuat untuk
menunjang kegiatan produksi barang-barang lain serta jasa-jasa.
Pengantar Ilmu Ekonomi
19
Misalnya mesin-mesin, pabrik-pabrik, jalan-jalan raya, pembangkit
tenaga listrik, gudang serta peralatan-peralatannya. Pengertian capital
(modal) sebagaimana yang dimaksud tersebut merupakan salah
daripada pegertian modal seluruhnya, sebagimana yang sering
dipergunakan oleh para ahli ekonomi. Sebab, modal jug mencakup arti
uang yang tersedia di dalam perusahaan untuk membeli mesin-mesin
serta factor produksi lainnya. Maka, pentinglah untuk membedakan
dengan tegas perbedaan antara barang modal riil (capital real goods)
dan modal uang (money capital). Modal uang (money capital) yakni
dana yang yang digunakan untuk membeli barang-barang modal dan
factor produksi lainnya. Yang dimaksud dengan modal dalam factorfaktor produksi adalah barang-barang modal bukan modal uang.
Produksi meliputi produksi barang-barang konsumsi dan produksi
yang menghasilkan barang-barang modal. Oleh karena itu adalah
istilah produksi tidak langsung (indirect production) yaitu pembuatan
suatu alat, sebuah mesin ataupun setiap jenis barang modal, yang pada
dasarnya akan membantu dalam hal pembuatan barang-barang yang
dipakai langsung (atau barang-barang konsumsi), untuk memenuhi
kebutuhan manusia.
d.
Kecakapan tata laksana (entrepreneurship) merupakan factor produksi
yang intangible (tak dapat diraba) tetapi sekalipun demikian
peranannya justru amat menentukan.
Keempat faktor produksi yang telah disebutkan diatas, adalah unsur-unsur
yang harus bekaerja demi terlaksananya
proses produksi yang akan
menuntut balas jasa atas hasil kerjanya. Balas jasa untuk factor-faktor
adalah sebagai berikut :
1.
Tanah atau sumber daya alam adalah sewa (rent).
2.
Tenaga kerja (labor) atau sumber daya manusia (human resources)
adalah upah (wage), gaji (salary) dan royalty.
3.
Modal (capital) atau capital resources adalah bunga (interest)
4.
Kecakapan tata laksana (entrepreneurship) adalah laba (profit)
Pengantar Ilmu Ekonomi
20
BAB III
PENDAPATAN NASIONAL
3.1
Kegiatan Ekonomi
1.
Perusahaan (Business)
2.
Rumah tansgga (Household)
3.
Pemerintah (Government)
4.
Luar Negeri
Pembayaran faktor produksi
Penyerahan faktor produksi
Busines
Household
Penyerahan barang dan jasa
Pembelian barang dan jasa
Diagram 1 : Kegiatan Ekonomi tanpa Pemerintah
Pada diagram tersebut, lingkaran luar merupakan aliran uang yang berputar
sesuai jarum jam, sedangkan lingkaran dalam merupakan perputaran barang
atau aliran barang.
Aliran uang diperoleh dari kegiatan :
Perusahaan mengeluarkan uang untuk menyewa faktor-faktor produksi yang
dimiliki oleh rumah tangga; rumah tangga mengkonsumsi barang dan jasa
terhadap hasil produksi yang diperoleh perusahaan.
Aliran barang diperoleh dari kegiatan :
Perusahaan menyewa barang-barang dari faktor-faktor produksi yang
dimiliki oleh rumah tangga; perusahaan menyerahkan barang dan jasa
terhadap rumahtangga untuk dikonsumsi.
Adanya kegiatan ekonomi tersebut dari faktor produksi dapat menghasilkan
:
1.
Tanah dapat menghasilkan sewa tanah (rent)
2.
Modal dapat menghasilkan bunga modal (interest)
3.
Tenaga kerja dapat menghasilkan upah (wages) atau gaji (salaries)
Pengantar Ilmu Ekonomi
21
4.
Pimpinan pengusaha dapat menghasilkan surplus usaha atau laba
Pembayaran rent, interest, wages/salaries, profit
Penyerahan faktor produksi
Upah
Barang dan Jasa
Business
(Perusahaan)
Government
(Pemerintah)
Pajak
Household
(Rumah tangga)
Pajak
Penyerahan Barang dan Jasa
Pembelian Barang dan Jasa
Diagram 2 : Kegiatan Ekonomi Campur Tangan Pemerintah
Selanjutnya apabila kegiatan ekonomi semakin komplek yaitu terdapat
adanya campur tangan pemerintah maka bentuk bagannya akan bertambah
subyeknya yaitu pemerintah, seperti pada diagram 2.
Dari tiga pelaku ekonomi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.
Rumah Tangga
Pendapatannya diperoleh dari pemilik faktor produksi seperti upah
atau gaji, sewa, bunga, modal dan laba.
Pengeluaran yaitu dalam bentuk uang untuk pembelian barang dan
jasa dari perusahaan dan pembayaran pajak kepada pemerintah.
2.
Perusahaan
Pendapatan diperoleh dari hasil penjualan barang dan jasa yang dibeli
oleh rumah tangga dan pemerintah.
Pengeluaran yaitu atas uang untuk membeli atau menyewa faktorfaktor produksi yang digunakan perusahaan dan pembayaran pajak
kepada pemerintah
3.
Pemerintah
Pendapatan merupakan hasil pungutan pajak dari perusahaan dan
rumah tangga.
Pengantar Ilmu Ekonomi
22
Pengeluaran :
 Pembayaran untuk membeli barang-barang dan jasa yang dihasilkan
perusahaan.
 Pembayaran untuk upah atau gaji dari household karena karyawan
atau pegawai berasal dari rumah tangga konsumsi.
Ketiga subyek ekonomi tersebut saling mengadakan interaksi dalam
usahanya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.
Apabila kegiatan ekonomi lebih komplek lagi yaitu dengan perekonomian
terbuka untuk negara lain, maka akan terdapat 4 (empat) subyek ekonomi
dalam kegiatan ekonomi, subyek tersebut yaitu :
1.
Household
2.
Business
3.
Government
4.
Luar Negeri
Dari keempat pelaku ekonomi tersebut akan membentuk 16 interaksi antara
satu subyek dengan subyek lainnya, interaksi tersebut adalah sebagai berikut
:
1.
Aliran barang dan jasa dari Business ke Household.
2.
Aliran uang dari Household ke Business.
3.
Aliran faktor produksi dari Household ke Business.
4.
Aliran income uang bagi pemilik faktor produksi dari business.
5.
Aliran pajak dari Business ke pemerintah, pajak langsung dan pajak
tidak langsung
6.
Aliran barang dan jasa dari Business ke pemerintah.
7.
Aliran barang dan jasa dari Business ke luar negeri.
8.
Aliran devisa dari luar negeri ke Business dalam negeri.
9.
Business dalam negeri impor barang dan jasa dari luar negeri dengan
devisa
10. Business membayar impor barang dan jasa dengan devisa.
11. Luar negeri mengirim barang dan jasa yang dibutuhkan pemerintah.
12. Pemerintah menarik pajak impor dari luar negeri.
13. Luar negeri berhubungan langsung dengan Household dalam negeri.
14. Household menyalurkan devisa ke luar negeri dari harga pembelian
barang impor tersebut.
15. Household menerima income dari pemerintah (upah atau gaji)
16. Pemerintah menerima uang dari Household bentuk pajak, yaitu pajak
langsung dan pajak tak langsung.
Dari aspek kegiatan ekonomi tersebut dari pelaku rumah tangga muncul
kegiatan yang namanya permintaan suatu barang dan jasa sebagai akibat
perilaku rumah tangga untuk konsumsi.
Pengantar Ilmu Ekonomi
23
3.2. Pendapatan Nasional
Adalah total daripada barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu
perekonomian tertentu dan dihitung menurut harga pasar.
3.3. Perbedaan antara GNP dengan GDP
GNP (Gross National Product)
Seluruh produk meliputi barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga
negara dalam suatu negara, baik yang berada di dalam negeri maupun di
luar negeri.
GDP (Gross Domestic Product)
Seluruh produk meliputi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara
dalam wilayah tersebut, baik oleh perusahaan negara maupun
perusahaan asing.
Berarti yang menyebabkan perbedaan antara GNP dengan GDP adalah net
factors income from aboard yaitu pendapatan netto terhadap luar negeri
dari faktor produksi.
GDP = GNP – Pendapatan Netto LN dari Faktor Produksi
3.4. Manfaat Pendapatan Nasional
1.
Dapat mengetahui dan memperbandingkan kegiatan ekonomi dari
tahun ke tahun.
2.
Untuk mengukur tinggi rendahnya taraf hidup dan kemakmuran suatu
bangsa.
3.
Dapat mengetahui struktur perekonomian suatu negara.
4.
Membandingkan antara neraca pendapatan nasional dengan neraca
pembayaran internasional, sehingga dapat diketahui seberapa besar
hubungan luar negeri terhadap perekonomian nasional.
3.5. Jenis-Jenis Pendapatan Nasional
1.
GNP
Adalah nilai total daripada barang dan jasa yang dihasilkan suatu
perekonomian dalam suatu periode tertentu (biasanya satu tahun) yang
dihitung berdasarkan harga pasar.
Dalam menghitung GNP agar tidak terjadi double account maka
dipergunakan penilaian menurut value added.
Contoh :
Tepung (intermediate goods) harganya
Roti (final goods) harganya
Value Added (nilai tambah)
Pengantar Ilmu Ekonomi
Rp. 3.000
Rp. 5.000
Rp. 2.000
24
2.
Net National Product (NNP)
Nilai total barang dan jasa akhir menurut harga pasar yang diproduksi
dalam perekonomian dalam periode tertentu, termasuk didalamnya
penyusutan capital (depreciation).
3.
National Income (NI)
Adalah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor.
NI = NNI – Indirect Business Taxes
4.
Personal Income (PI)
Adalah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga.
5.
Disposible Income (DI)
Adalah pendapatan tetap setelah dikurangi pajak perorangan atau
pendapatan yang siap dibelanjakan (Yd)
Yd = Y – Pt
3.6. Masalah yang Berhubungan dengan GNP
1.
Luas dan besarnya GNP
Berhubungan dengan kekayaan alam dan SDM
2.
Susunan GNP
Apakah agraris atau non agraris
3.
Stabilitas GNP
Berhubungan dengan Business Cycles (konjungtur)
4.
Distribution of Income
Berapa jumlah yang harus diterima oleh pemilik faktor
5.
Sebagian yang harus diterima oleh Pemerintah (T)
Taxes dapat digunakan untuk membayar :
1)
Subsidi
2)
Gaji karyawan
3)
Belanja barang
3.7. Sumber-sumber GNP
1.
Upah + Tunjangan (W)
2.
Penghasilan perusahaan perorangan
3.
Persewaan (R)
4.
Bunga (i)
5.
Devident (di)
6.
Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan (undistributed payment)
atau UP
7.
Pajak perusahaan/corporate taxes (CT)/T langsung
8.
Pajak tidak langsung/Indirect Business Taxes (IBT)
9.
Penyusutan (D)
Rumus :
GNP = 1 – 9
Pengantar Ilmu Ekonomi
25
NNP
NI
PI
DI
= GNP – Penyusutan = 1 – 8
= NNP – Pajak tidak langsung = 1 – 7
= NI – 6 – 7 – 8 – 9 + Transfer = 1 – 5
= PI – Pajak perorangan
Contoh :
1.
GNP
Depreciation (Capital allowance)
2.
NNP
Indirect Business Taxes (IBT)
3.
NI
Deviden
Social Insurance Contribution
Corporate Net Saving
Interest Payment
Transfer Payment
4.
5.
PI
Personal Taxes
DI
Consumption
Personal Saving
1.000
50 950
100 850
15
25
10
50
800
45
55
100
900
50
850
700
150
3.8. Metode Menghitung Pendapatan Nasional
1.
Production Approach
Yaitu dengan cara menjumlahkan seluruh barang dan jasa yang
dihasilkan oleh suatu masyarakat pada masa tertentu menurut harga
pasar.
Y = Q1P1 + Q2P2 + … + QnPn
Contoh pendapatan nasional menurut Value Added :
Hasil
Produsen I
Produsen II
Produsen III
Produsen IV
Kapas
Benang
Kain
Baju
Jumlah Nilai Tambah
Pengantar Ilmu Ekonomi
Nilai Akhir
2.000
5.000
9.000
15.000
Nilai Tambah
2.000
3.000
4.000
6.000
15.000
26
Contoh Penghitungan PDB menurut 11 Lapangan Usaha
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
2.
Sektor
Hasil
Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
Pertambangan dan penggalian
Industri Pengolahan
Listrik, Gas dan Air Minum
Bangunan
Perdagangan
Pengangkutan dan Komunikasi
Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
Sewa Rumah
Pemerintah dan Pertahanan
Jasa-jasa
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
Jumlah GDP
…
Income Approach
Yaitu dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diperoleh oleh
pelaku ekonomi dalam masyarakat yang berupa sewa, gaji pegawai,
laba dan bunga.
Contoh :
Penghasilan Dari
1.
2.
3.
4.
5.
Koperasi kepada Pegawai
Bunga
Sewa
Laba Perusahaan
Pendapatan dan Kekayaan
Pendapatan Nasional (NI)
Nilai
9.000
5.000
3.000
2.000
1.000
20.000
GNP = NI + Indirect Taxes + Depreciation
3.
Expenditure Approach
Yaitu dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran sektor ekonomi
meliputi RT, sektor Pemerintah, sektor Perusahaan dan sektor Luar
Negeri.
Y = C + I + G + (X – M)
Pengantar Ilmu Ekonomi
27
Contoh :
Jenis Pengeluaran
1.
2.
3.
4.
Konsumsi
Investasi
Pemerintah
Ekspor Netto
5.000
3.000
2.000
1.000
GNP
Pengantar Ilmu Ekonomi
Nilai
11.000
28
II. Analisis Pendapatan Nasional
Berdasarkan kegiatan ekonomi yang ada, maka dalam menganalisis pendapatan
nasional dapat dibagi menjai 3 yaitu :
1.
Perekonomia tertutup sederhana (perekonomian 2 sektor) = close and
private economy
2.
Perekonomian tertutup (perekonomian 3 sektor)= Close economy
3.
Perekonomian terbuka (perekonomian 4 sektor) = open economy
3.1. Perekonomian Tertutup Sederhana
3.1.1. Pendapatan Nasional Keseimbangan
3.1.1.1.
Fungsi Konsumsi
Apabila pendapatan (Y), pengeluaran (E), dan konsumsi (C) maka
keseimbangan dalam perekonomian adalah :
Y=C
Menurut Keynes
C = f (Y)
C = Co + bY
dC
b = MPC =
dY
0 < MPC < 1
C : Pengeluaran konsumsi rumah tangga
Co : Konsumsi minimal rumah tangga
b : Hasrat marjinal berkonsumsi
Perekonomian dalam keseimbangan pada saat :
Y = E  karena pengeluaran hanya C, maka :
Y = C  disebut juga BEP (Break Even Point)
Y BEP yaitu pada saat Y = C
Y  Co  bY
Y  bY  Co
1  b Y  Co
YBEP 
Pengantar Ilmu Ekonomi
Co
1  b 
29
C
Y=E
C = Co + bY
Co
0
Y BEP
Contoh :
Y1
= 100
Y2
= 200
b
Y
C1
C2
= 80
= 150
C 2  C1 
Y2  Y1 
70
100
 0,7

C
= Co + 0,7Y
Kemudian untuk mencari Co, masukkan Y1 dan C1
80 = Co + 0,7 (100)
Co = 80 – 70
= 10
maka
C = 10 + 0,7Y
C
Y=E
C = 10 + 0,7Y
10
0
3.1.1.2.
Y
Fungsi Tabungan
Perekonomian dalam keadaan keseimbangan apabila besarnya
pendapatan sama dengan pengeluaran, karena pengeluaran ada dua
yaitu konsumsi rumah tangga (C) dan pengeluaran investasi perusahaan
(I), keseimbangan terjadi pada saat :
Pengantar Ilmu Ekonomi
30
E=C+I
Dan kesamaan pendapatan adalah :
Y=C+S
Keseimbangan terjadi pada saat
Y=E
Sehingga
C+S=C+I
S=I
Dalam ekonomi, tabungan (S) = kebocoran, Investasi (I) = suntikan.
Untuk mengetahui fungsi tabungan dapat dilakukan dengan cara aljabar
berikut ini :
Y=C+S
S=Y–C
S = Y – (Co + bY)
S = -Co + (1 – b) Y
(1 – b) = MPS
MPC + MPS = 1
Contoh :
C = 10 + 0,7 Y
S = -10 + 0,3 Y
C
Y=E
C = 10 + 0,7Y
10
S = -10 + 0,3Y
0
Y BEP
Y
-10
Hubungan MPC, MPS, APC dan APS
MPC + MPS = 1
APC + APS = 1
C
APC =
Y
APS =
S
Y
Pengantar Ilmu Ekonomi
31
3.1.1.3.
Fungsi Investasi
Investasi adalah penanaman modal dalam bentuk aktiva yang
dipergunakan untuk meningkatkan pendapatan (produk nasional).
Fungsi investasi adalah fungsi yang memperhitungkan antara tingkat
investasi dengan besarnya pendapatan, secara matematis dapat
ditunjukkan sebagai berikut :
I = Io + (MPI) Y
Macam dan jenis Investasi :
1. Autonomous Invesment
Investasi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan.
2. Induce Invesment
Investasi yang bergantung pada besarnya pendapatan.
3. Foreign Invesment
Investasi yang berasal dari luar negeri.
4. Domestic Invesment
Investasi yang berasal dari dalam negeri.
5. Private Invesment
Investasi yang dilakukan pihak swasta
6. Public Investment
Investasi yang dilakukan oleh pihak pemerintah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi :
1. Jumlah penduduk
2. Suku bunga
3. Harapan
4. Teknologi baru
5. Sumber baru
Gambar keseimbangan dengan kurva S dan I
Y=E
C
C
C = Co + bY
S = -Co + (1 – b) Y
Co+Io
10
0
-10
Y
I
Y BEP
Yeq
Y
=C+I
Pengantar Ilmu Ekonomi
32
Y
= Output Total
C + I = Permintaan Total (Aggregate Demand)
Contoh :
Diketahui
C = 10 + 0,75Y
I = 20
Ditanyakan :
1. Y, C dan S dalam keseimbangan
2. Gambar grafik
Jawab :
1. Y, C dan S dalam keseimbangan
Y CI
 10  0,75Y  20
Y  0,75Y  30
0,25Y  30
30
0,25
 120
Ye 
Atau dengan cara S = I
SI
S  10  0,25Y; I  20
 10  0,25Y  20
0,25Y  30
Ye  120
(sama)
Ce  10  0,75120
 10  90
 100
Se  10  0,25120
 10  30
 20
Benar karena S = I = 20
2.
Gambar grafik
Pengantar Ilmu Ekonomi
33
Y=E
C+I
C = 10 + 0,75Y
C
S
I
30
20
10
0
-10
Pengantar Ilmu Ekonomi
S = -10 + 0,25Y
I
YBEP
40
Ye
120
Y
34
3.1.2. Angka Pengganda (Multiplier) disingkat K
Y
=C+I
Y = Pendapatan ; (C + I ) = Pengeluaran
dY
dI
Yaitu perubahan Y yang disebabkan oleh perubahan I.
K =
KI =
1
1

1  b MPS
Diketahui
C = 10 + 0,75Y
I = 20
Ditanyakan :
Besarnya KI
Jawab :
1. YBEP (Y sebelum ada I)
Co
1  b 
10

1  0,75
10

0,25
 40
2.
YBEP 
3.
Yeq (Y setelah ada I)
Y CI
 10  0,75Y  20
Y  0,75Y  30
0,25Y  30
30
0,25
 120
Ye 
Pengantar Ilmu Ekonomi
35
4.
KI
=
1
MPS
=
1
0,25
=4
Artinya apabila ada kenaikan I (dI), maka Y naik (dY) sebesar 4 kali lipat.
Bukti :
dY = 120 – 40
= 80
Nilai 80 = KI  I
= 4  20
= 80
3.1.3. Deflationary Gap dan Inflationary Gap
Dalam perekonomian dua sektor terdapat sisi penawaran dan sisi
permintaan. Besarnya penawaran ditunjukkan oleh besarnya kemampuan
berproduksi dari perekonomian tersebut dengan menggunakan seluruh
kapasitas produksi yang ada (pendapatan nasional/YFE).
Sisi permintaan ditunjukkan oleh besarnya pengeluaran dari masyarakat
dalam perekonomian tersebut (pendapatan keseimbangan/Ye).
Apabila besarnya sisi penawaran sama dengan sisi permintaan maka
perekonomian dapat dikatakan dalam keadaan stabil atau tidak terjadi
kesenjangan (gap).
Apabila sisi permintaan (Ye) lebih besar dari sisi penawaran (YFE), maka
harga barang akan cenderung naik. Dalam keadaan perekonomian seperti
ini maka terjadi kesenjangan inflasi (inflationary gap). Apabila sisi
permintaan lebih kecil dari sisi penawaran, maka menyebabkan tingkat
harga cenderung turun berarti kondisi perekonomian terjadi kesenjangan
deflasi (deflationary gap).
Inflationary gap adalah besarnya perbedaan antara jumlah investasi yang
terjadi lebih besar dibanding saving full employment (I > S) atau terjadi
bila permintaan total lebih besar dibanding penawaran total.
Deflationary gap adalah besarnya perbedaan antara jumlah investasi yang
terjadi lebih kecil dibanding saving full employment (I < S) atau terjadi
bila permintaan total lebih kecil dibanding penawaran total.
Pengantar Ilmu Ekonomi
36
Untuk mengetahui besarnya kesenjangan pada perekonomian 2 sektor
dapat digunakan rumus sebagai berikut :
 1 
Gap  
dY
 Ke 
 1 

dY
1 b 
 MPS  dY
dY = selisih YFE dengan Ye
Kesenjangan tersebut apabila digambar dapat dilihat pada gambar berikut :
Y=E
Co + Io
IG
C
Co + Io
S = - Co + (1 – b)Y
S = - Co + (1 – b)Y
Co
IG
I
0
- Co
YBEP
S=0
Yeq
S=I
Y
Contoh :
Diketahui :
C = 20 + 0,80Y
I = 30
Ditanyakan :
1. Hitung besarnya Inflationary Gap atau Deflationary Gap, apabila
besarnya kapasitas produksi sebesar 200 (YFE).
2. Hitung besarnya Inflationary Gap atau Deflationary Gap, apabila
besarnya kapasitas produksi sebesar 300 (YFE).
3. Gambarkan grafiknya secara lengkap.
Jawab :
Y keseimbangan atau kapasitas produksi pada tingkat keseimbangan (Ye)
Pengantar Ilmu Ekonomi
37
1
a  I 
1 b
1
20  30

1  0,8
1
50

0,2
 250
Ce  20  0,8Y
 20  0,8250 
 20  200
 220
Ye 
Se  20  0,2Y
 20  0,2250 
 20  50
 30
1.
Pada saat kapasitas produksi 200 (YFE) maka saving pada full
employment (Sfe) dapat dicari sebagai berikut :
Sfe  20  0,2Y
 20  0,2200 
 20  40
 20
besarnya I > Sfe (30 > 20), maka terjadi inflationary gap.
Atau bisa juga dilihat dari besarnya penawaran aggregate, apakah
lebih kecil dari permintaan aggregate. Caranya yaitu membandingkan
antara YFE dengan (CFE + IFE).
YFE  200
CFE  20  0,8Y
 20  0,8200
 20  160
 180
Pengantar Ilmu Ekonomi
38
IFE  30
YFE  CFE  IFE 
200  (189  30)
200  210
Gap  MPS  dY
 0,2YFE - Ye 
 0,2200  250 
 10
2.
Pada saat kapasitas produksi 300 (YFE) maka saving pada full
employment (Sfe) adalah :
Sfe  20  0,2Y
 20  0,2300 
 20  60
 40
besarnya I < Sfe (30 > 40), maka terjadi deflationary gap.
Atau bisa juga dibuktikan dari perbandingan antara besarnya
penawaran aggregate dengan permintaan aggregate yaitu sama seperti
cara sebelumnya.
YFE  300
CFE  20  0,8Y
 20  0,8300 
 20  240
 260
IFE  30
YFE  CFE  IFE 
300  (260  30)
300  290
Pengantar Ilmu Ekonomi
39
Gap  MPS  dY
 0,2YFE - Ye 
 0,2300  250 
 10
3.
Gambar Grafik :
a
YBEP 
1 b
20

1  0,8
20

0,2
 100
Y=E
IG
DG
DG
20
30
20
IG
0
-20
YBEP
S=0
100
C = 20 + 0,8Y
YFE Yeq
S=I
200 250 300
I
Y
3.2. Perekonomian 3 Sektor
Adapun yang dimaksud dengan perekonomian tiga sektor yaitu
perekonomian selain kegiatan ekonomi dilakukan oleh sektor rumah tangga
dan sektor perusahaan juga terdapat sektor pemerintah.
Pada sisi pengeluaran, baik pengeluaran dari konsumsi rumah tangga (C),
pengeluaran dari sektor perusahaan berupa pengeluaran untuk investasi (I)
dan pengeluaran untuk pemerintah berupa pengeluaran pemerintah (G).
Seluruh pengeluaran yang ada dalam perekonomian dalam 3 sektor adalah
penjumlahan dari pengeluaran rumah tangga, perusahaan dan pemerintah,
sehingga keadaan kesamannya adalah sebagai berikut :
Y=C+I+G
Pengantar Ilmu Ekonomi
40
Keterangan
Y
= Pendapatan keseimbangan(Ye)
C
= Pengeluaran masyarakat
I
= Pengeluaran perusahaan
G
= Pengeluaran pemerintah
Apabila ditinjau dari sisi pendapatan masyarakat, maka pendapatan tersebut
dapat didistribusikan dalam bentuk pengeluaran rumah tangga (C),
pengeluaran dalam membayar pajak (Tx), dan sebagian dari sisanya
digunakan untuk tabungan (S). Apabila pemerintah mengeluarkan dalam
bentuk subsidi atau tunjangan lainnya (Tr), maka akan menambah
pendapatan terhadap masyarakat. Sehingga dari sisi pendapatan (Y) dapat
ditulis secara matematis sebagai berikut :
Y = C + Tx + S – Tr
Perekonomian dalam keadaan seimbang apabila besarnya pendapatan yang
diperoleh masyarakat sama dengan pengeluaran yang dilakukan oleh
masyarakat dalam perekonomian tersebut.
Keseimbangan terjadi apabila :
YE
C  Tx  S  Tr  C  I  G
Tx  S  Tr  I  G
S  Tx  G  Tr  I
atau
S  I  G  Tx  Tr
S  I  Surplus Sektor Swasta
G  Tx  Tr  Defisit Anggaran Belanja
Dalam perekonomian tiga sektor terdapat adanya campur tangan
pemerintah, antara lain :
1.
Penarikan pajak (Tx)
2.
Pembayaran transfer oleh pemerintah (Tr)
Misalnya subsidi atau tunjangan lainnya
Sehingga fungsi konsumsinya adalah :
C
= C0 + b Yd
Keterangan :
C0 = Konsumsi otonom
b
= MPC
Yd = Disposible income (Y – Tx + Tr)
Pengantar Ilmu Ekonomi
41
Pungutan pajak yang dilakukan oleh pemerintah dapat dibagi menjadi dua
bagian, yaitu :
1.
Lum sum Taxe
Adalah pajak yang sifatnya tetap.
Atau pajak yang besar kecilnya tidak bergantung pada besarnya
pendapatan.
Tx = Tx
2.
Proporsional Taxe
Adalah pajak yang besar kecilnya bergantung pada besarnya
pendapatan.
Tx = tY
t
= marginal taxe rate (tarif pajak marginal)
Apabila digambar secara umum dapat ditunjukkan pada gambar
sebagai berikut :
C
Y=E
C+I+G
C = Co + bYd
Co+Io+G
C = Co + bYd
Co
I+G
0
YBEP
S=0
Yeq
S=I
Y
- Co
3.2.1. Keseimbangan dalam Perekonomian 3 Sektor
Untuk mencari keseimbangan terdapat 2 cara :
1. Cara 1 : Ye
Pengantar Ilmu Ekonomi
42
Y CIG
 C0  bYd  I  G
 C0  bY  Tx  Tr   I  G
 C0  bY  bTx  bTr  I  G
Y  bY  C0  bTx  bTr  I  G
1  b Y  C0  bTx  bTr  I  G
Y
2.
C 0  bTx  bTr  I  G
1 b
Cara 2 : Ye
S  Tx  G  Tr  I
Yd  C  Tx  G  Tr  I
Yd  (a  bYd)  Tx  G  Tr  I
Yd  a  b(Y  Tr  Tx)  Tx  G  Tr  I
(Y  Tr  Tx)  a  bY  bTr  bTx  Tx  G  Tr  I
Y  Tr  Tx  a  bY  bTr  bTx  Tx  G  Tr  I
I  bY  a  bTr  btX  G  I
1  b Y  a  bTr  bTx  I  G
Y
a  bTr  bTx  I  G
1  b 
Contoh 1 :
(Lum sum taxe)
Diketahui : (dalam milyar rupiah)
MPC = 0,8 (hasrat marjinal berkonsumsi = b)
C0 = 10 (konsumsi minimal)
I
= 30 (pengeluaran investasi perusahaan)
G
= 20 (pengeluaran pemerintah)
Tx = 50 (pajak lum sum)
Tr = 40 (pembayaran transfer)
Ditanyakan :
1.
Berapa besarnya pendapatan nasional keseimbangan (Ye)
2.
Berapa besarnya konsumsi keseimbangan (Ce)
3.
Berapa besarnya tabungan keseimbangan (Se)
4.
Gambarkan grafiknya
Pengantar Ilmu Ekonomi
43
Jawab :
Cara 1 : (tanpa rumus)
Fungsi konsumsi
C  Co  bYd
C  10  0,8Yd
Yd  Y  Tx  Tr
(hati-hati karena 3 sektor Y menjadi Yd)
1.
Mencari besarnya Pendapatan Nasional keseimbangan
Y CIG
 (Co  bYd)  I  G
 10  0,8Yd  I  G
 10  0,8(Y  Tx  Tr)  30  20
 60  0,8(Y  50  40)
 60  0,8(Y  10)
 60  0,8Y  8
Y  0,8Y  52
0,2Y  52
Y  260
Jadi pendapatan nasional dalam keseimbangan (Ye) sebesar 260
milyar.
Mencari Ye dengan menggunakan rumus langsung :
a  bTr  bTx  I  G
Y
1  b 
10  0,840   0,850   30  20

1  0,8
10  32  40  30  20

0,2
52
Y
0,2
Y = 260 (sama dan praktis)
2.
Mencari besarnya konsumsi keseimbangan (Ce)
C  10  0,8Yd
Yd  Y  Tx  Tr
 260  50  40
(Y disini = Ye = 260)
 250
Pengantar Ilmu Ekonomi
44
C  10  0,8250
 10  200
 210
3.
Jadi besarnya konsumsi keseimbangan (Ce) sebesar 210 milyar.
Mencari besarnya saving keseimbangan (Se)
S  Co  1  b Yd
 10  1  0,8Yd
 10  0,2 Y  Tx  Tr 
Y = Ye = 260
 10  0,2 260  50  40 
 10  0,2 250 
 40
Jadi tabungan pada saat keseimbangan (Se) sebesar 40 milyar.
Untuk membuktikan kebenarannya bisa dibuktikan dengan cara
melihat kesamaan keseimbangan, apakah hasilnya sama atau tidak.
Apabila dalam kesamaan tersebut sama nilainya maka berarti benar
dalam perhitungan tersebut yaitu pada saat besarnya surplus sektor
swasta (S – I) sama dengan defisit anggaran belanja (G – Tx + Tr).
S  I  G  Tx  Tr
40  30  20  50  40
10  10
4.
Gambar grafik
a
YBEP 
1 b
10

1  0,8
10

0,2
 50
Pengantar Ilmu Ekonomi
45
Y=E
C
C+I+G
C = 10 + 0,8 Yd
Co+Io+G
60
S = -10 + 0,2Yd
50
I+G
10
0
YBEP
S=0
50
Yeq
S – I = G – Tx + Tr
260
Y
-10
Contoh 2 :
(Proportional taxe)
Diketahui : (dalam milyar rupiah)
MPC = 0,8
(hasrat marjinal berkonsumsi = b)
Co = 10
(konsumsi minimal)
I
= 30
(pengeluaran investasi perusahaan)
G
= 20
(pengeluaran pemerintah)
Tx = 0,5Y + 5 (pajak proporsional)
Tr = 40
(pembayaran transfer)
Ditanyakan :
1. Berapa besarnya pendapatan nasional keseimbangan (Ye)
2. Berapa besarnya konsumsi keseimbangan (Ce)
3. Berapa besarnya tabungan keseimbangan (Se)
4. Gambarkan grafiknya
Jawab :
Cara 1 : (tanpa rumus)
Fungsi konsumsi
Pengantar Ilmu Ekonomi
46
C  Co  bYd
C  10  0,8Yd
Yd  Y  Tx  Tr
(hati-hati karena 3 sektor Y menjadi Yd)
1.
Mencari besarnya Pendapatan Nasional keseimbangan
Y  CIG
 (Co  bYd)  I  G
 10  0,8Yd  I  G
 10  0,8(Y  Tx  Tr)  30  20
 60  0,8(Y  Tx  40)
 60  0,8Y  0,8Tx  32
 92  0,8Y - 0,80,5Y  5
 92  0,8Y  0,4Y  4
 88  0,4Y
Y - 0,4Y  88
0,6Y  88
Y  146,667
Jadi pendapatan nasional dalam keseimbangan (Ye) sebesar 146,667
milyar.
Mencari Ye dengan menggunakan rumus langsung :
a  bTr  bTx  I  G
Y
1  b  bt 
10  0,840   0,80,5Y  5  30  20

1  0,8  0,8.0,5
10  32  0,4Y  4  30  20

(1 - 0,8  0,4)
88 - 0,4Y
Y
0,6
88  0,4Y  0,6Y
0,6Y  88
Y
2.
(sama dan praktis)
Mencari besarnya konsumsi keseimbangan (Ce)
C  10  0,8Yd
Pengantar Ilmu Ekonomi
47
Yd  Y  Tx  tr
 146,67  (0,5Y  5)  40
 146,67  0,5Y  5  40
 181,67 - 0,5146,67 
(Y disini = Ye = 146,67)
 181,67  73,34
 108,33
C  10  0,8108,33
 10  86,66
 96,66
Jadi besarnya konsumsi keseimbangan (Ce) sebesar 96,66 milyar.
3.
Mencari besarnya saving keseimbangan (Se)
S  Co  1  b Yd
 10  1  0,8Yd
 10  0,2 Y  Tx  Tr 
 10  0,2 146,67  Tx  40 
 10  32  0,2Tx  8
 30 - 0,20,5Y  5
Y = Ye = 160
 30  0,1Y  1
 31  0,1160 
 31  16
 15
Jadi tabungan pada saat keseimbangan (Se) sebesar 15 milyar.
Untuk membuktikan kebenarannya bisa dicek dengan kesamaan
keseimbangan, yaitu pada saat besarnya surplus sektor swasta (S – I)
sama dengan defisit anggaran belanja (G – Tx – Tr)
S  I  G  Tx  Tr
4.
Tx  0,5Y  5
15  30  20  85  50
 0,5160  5
- 15  15
Gambar grafik
 85
Pengantar Ilmu Ekonomi
48
a
1 b
10

1  0,8
10

0,2
 50
YBEP 
Y=E
C
C+I+G
C = 10 + 0,8 Yd
Co+Io+G
S = -10 + 0,2Yd
60
50
I+G
10
0
Y
Yeq
S – I = G – Tx + Tr
160
YBEP
S=0
50
-10
Contoh :
DI Konsumsi
(Y)
(C)
Tabungan
(S)
APC
C
 
Y
APS
S
 
Y
MPC
 dC 


 dY 
MPS
 dS 


 dY 
100
Pengantar Ilmu Ekonomi
49
3.2.2. Angka Pengganda (Multiplier) dalam Perekonomian 3 Sektor
3.2.2.1.
3.2.2.2.
Multiplier I, G, Tx dan Tr
1. Multiplier Investasi
dY
1
kI 

dI 1  b 
2.
Multiplier Pengeluaran Pemerintah
dY
1
kG 

dG 1  b 
3.
Multiplier Pajak
dY
-b
kTx 

dTx 1  b 
4.
Multiplier Pembayaran Pemerintah
dY
b
kTr 

dTr 1  b 
Perubahan Pendapatan Akibat Adanya Perubahan I, G, Tx dan Tr
Rumusnya adalah sebagai berikut :
1. dY = kI  dI
2. dY = kG  dG
3. dY = kTx  dTx
4. dY = kTr  dTr
Contoh :
Diketahui : C = 10 + 0,75 Yd
Mencari besarnya dY apabila terdapat kenaikan pengeluaran investasi
(dI) sebesar 2 milyar, maka pendapatan nasional akan naik sebesar :
dY
1
1
kI 


4
dI 1  b  1  0,75
dY = 4  2
=8M
Apabila terdapat kenaikan pengeluaran pemerintah (dG) sebesar 5
milyar, maka pendapatan nasional akan naik sebesar :
dY
1
1
kG 


4
dG 1  b  1  0,75
dY = 4  5
= 20 M
Pengantar Ilmu Ekonomi
50
Adanya penerimaan pajak naik (dTx) sebesar 5 milyar, maka
pendapatan nasional akan turun sebesar :
dY
-b
 0,75
kTx 


 3
dTx 1  b  1  0,75
dY = -3  5
= -15 M
Apabila terdapat kenaikan pengeluaran transfer (dTr) sebesar 4 milyar,
maka pendapatan nasional akan naik sebesar :
dY
b
0,75
kTr 


3
dTr 1  b  1  0,75
dY = 3  4
= 12 M
3.2.2.3.
Multiplier Anggaran Belanja Berimbang (ABB)
Anggaran belanja berimbang adalah pengeluaran pemerintah (G) yang
besarnya dibiayai dari besarnya pajak yang sama tetapi pendapatan
nasional akan meningkat. Apabila angka ABB disingkat menjadi kB,
maka besarnya kB adalah :
kB  kG  kTx
1
kG 
1  b 
b
kTx 
1  b 
kB 
1
b

1
1  b  1  b 
Contoh :
Carilah besarnya perubahan pendapatan nasional apabila dalam suatu
perekonomian besarnya G adalah 50 yang mana besarnya G tersebut
dibiayai dari besarnya pajak. Untuk itu dapat dicari besarnya dY
sebagai berikut :
dY  kB kG  kTx 
 1  50
 50
Pengantar Ilmu Ekonomi
51
3.2.2.4.
Multiplier dengan Pajak Proporsional
Analisis dengan pajak proportional dengan pajak lum sum sebenarnya
sama, hanya saja fungsi pajaknya yang berbeda, sehingga angka
penggandanya mengalami perubahan.
Secara matematis bentuk persamaan adalah :
Tx = To + tY
Apabila dicari besarnya angka pengganda, maka perlu adanya
keseimbangan terlebih dahulu dalam perekonomian, sehingga :
Y=C+I+G
Apabila
C  Co  bYd
Tx  To  tY
I = I; G = G; Tr = Tr
Yd  Y  Tx  Tr
Secara matematis dapat dicari pendapatan dalam keadaan
keseimbangan, dengan mensubstitusikan rumus yang ada seperti pada
sebelumnya, maka Ye adalah :
Ye 
Co  bTo  bTr  I  G
1  b  bt 
Dari persamaan tersebut dapat dicari besarnya perubahan pendapatan
(dY) yaitu :
dY
1
kI 

dI 1  b  bt 
kG 
dY
1

dG 1  b  bt 
kTx 
dY
-b

dTx 1  b  bt 
kTr 
dY
b

dTr 1  b  bt 
Contoh :
Diketahui :
C = 5 + 0,8 Yd
Tx = 10 + 0,2 Y
Pengantar Ilmu Ekonomi
52
Berdasarkan rumus yang ada maka dapat dicari :
1. kI
= 3,57
2. kG
= 3,57
3. kTx = -2,85
4. kTr
= 2,85
Perubahan pendapatan akibat adanya perubahan I, G, Tx dan Tr dalam
menghadapi pajak proporsional, rumusnya adalah sebagai berikut :
1. dY = kI  dI
2. dY = kG  dG
3. dY = kTx  dTx
4. dY = kTr  dTr
Contoh :
Diketahui :
C = 10 + 0,75 Yd
Tx = 5 + 0,1 Y
Mencari besarnya dY apabila terdapat kenaikan pengeluaran investasi
(dI) sebesar 2 milyar, maka pendapatan nasional akan naik sebesar :
dY
1
1
kI 


 1,48
dI 1  b  1  0,75  1  0,1
dY  1,48  2
 2,96 M
Apabila terdapat kenaikan pengeluaran pemerintah (dG) sebesar 5
milyar, maka pendapatan nasional akan naik sebesar :
dY
1
1
kI 


 1,48
dG 1  b  1  0,75  1  0,1
dY  1,48  5
 7,4 M
Apabila penerimaan pajak naik (dTx) sebesar 5 milyar, maka
pendapatan nasional akan turun sebesar :
dY
-b
- 0,75
kTx 


 -1,1
dTx 1  b  1  0,75  1  0,1
dY  1,1  5
 -5,5 M
Apabila terdapat kenaikan pengeluaran transfer (dTr) sebesar 4 milyar,
maka pendapatan nasional akan naik sebesar :
Pengantar Ilmu Ekonomi
53
kTr 
dY
b
0,75


 1,1
dTr 1  b  1  0,75  1  0,1
dY  1,1  4
 4,4 M
Pengantar Ilmu Ekonomi
54
Pengantar Ilmu Ekonomi
55
BAB IV
ANALISA PENDAPATAN NASIONAL
Berdasarkan kegiatan ekonomi yang ada, maka dalam menganalisa pendapatan
nasional dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Perekonomian sederhana (Perkonomian 2 sektor) = perekonomian tertutup
dan swasta (closed and private economy).
2. Perekonomian 3 sektor / perekonomian tertutup (closed economy)
3. Perekonomian terbuka (open economy) / perekonomian 4 sektor
1. Perekonomian Sederhana (Perkonomian 2 sektor) = perekonomian tertutup
dan swasta (closed and private economy).
Closed and private economy artinya didalam perekonomian itu GNP-nya
hanya terbentuk dari unsur konsumsi dan investasi saja, tanpa ada unsur
pemerintah (itulah sebabnya disebut perekonomian swasta ), maupun
hubungan dengan luar negeri (itulah sebabnya disebut perekonomian tertutuptertutup dari dunia luar.
1.1 Pendapatan Nasional Keseimbangan
1.1.1. Fungsi Konsumsi (Consumption Function)
Setiap pendapatan niscaya akan - pertama-tama – dikeluarkan untuk
keperluan konsumsi, sedangkan sisanya akan ditabung. Secara teknis,
pernyataan tersebut diatas dapat dituliskan dengan singkat sebagai berikut:
Y=C+S
Dimana :
Y = pendapatan (income)
C = konsumsi (consumption)
S = tabungan (saving)
Didalam ilmu ekonomi konsumsi berarti penggunaan barang dan jasa
untuk memuaskan kebutuhan manusiawi (the use of goods and services in
the satisfaction of human wants). Tetapi harap diingat bahwa beberapa
macam barang, seperti mesin-mesin maupun bahan mentah, dipergunakan
untuk menghasilkan barang lai. Hal ini dapat kita sebut sebagai konsumsi
Pengantar Ilmu Ekonomi
56
produktif (productive consumption),sedangkan konsumsi yang dapat
langsung memuaskan kebuthan disebut sebagai konsumsi akhir (final
consumption). Akan tetapi yang dimaksud dengan istilah konsumsi dalam
pembahasan kita adalah konsumsi akhir.
Apabila pendapatan (Y). pengeluaran (E) dan konsumsi (C ) maka
keseimbangan dalam prekonomian adalah :
Y=C
Menurut Keynes :
C = f (Y)
C = Co + bY
b = MPC = dC/dY
0 < MPC < 1
dimana :
C = pengeluaran konsumsi rumah tangga = consumptions
Co = konsumsi minimal rumah tangga = konsumsi pada saat seseorang
tidak memiliki pendapatan = autonomous consumption
b = MPC
= hasrat marginal berkonsumsi = Marginal Propensity to
Consume artinya seberapa besar tambahan konsumsi akibat tambahan
pendapatan. MPC bernilai positif artinya jika pendapatan naik maka
konsumsi naik pula, demikian sebaliknya.
Perekonomian dalam keseimbangan pada saat :
Y = E karena pengeluaran hanya C, maka Y = C disebut juga BEP (Break
Even Point = titik keseimbangan.
YBEP yaitu pada saat Y = C
Y
= Co + bY
Y-bY = Co
(1-b)Y = Co
Co
YBEP =
(1-b)
Pengantar Ilmu Ekonomi
57
C
Y=E
C= C0 + bY
Co
450
450
YBEP
Y
Contoh 1:
Y1 = 100
C1 = 90
Y2 =200
C2 = 150
Carilah : Fungsi konsumsi dan YBEP
Gambarkan grafiknya
Jawab :
b= C/Y = (C2 – C1)/(Y2 – Y1) = ( 150-80)/(200-100) = 70/100 = 0,7
C = Co + 0,7Y
Untuk mencari Co, masukkan Y1 dan C1
80 = Co + 0,7 (100)
Co = 80 – 70
= 10 maka fungsi konsumsinya adalah C = 10 + 0,7Y
Co
10
10
YBEP =
=
=
= 33
1-b
1-0,7
0,3
C
Y=E
C= 10+ 0,7Y
10
Latihan 2
YBEP = 33,33
Y1 = 175
C1 = 140
Y2 = 250
C2 = 200
Pengantar Ilmu Ekonomi
Y
58
Carilah : Fungsi konsumsi dan YBEP
Gambarkan grafiknya
1.1.2 Fungsi Tabungan (Fungsi Saving)
Perekonomian dalam keadaan keseimbangan apabila BESARNYA
pendapatan sama dengan pengeluaran, karena pengeluaran ada dua yaitu
konsumsi rumah tangga ( C) dan pengeluaran investasi perusahaan (I)
keseimbngan terjadi pada saat :
E=C+I
Dan kesamaan pendapatan adalah :
Y=C+S
Keseimbangan terjadi pada saat :
Y=E
C+S=C+I
S=I
Dalam perekonomian tabungan (S) = kebocoran, investasi (I0 = suntikan.
Untuk mengetahui fungsi tabungan dapat dilakukan dengan cara aljabar sebagai
berikut :
Fungsi tabungan :
Y = C+ S
S = Y- C
S = Y- (Co + bY)
S = Y –Co- bY
S = -Co + Y-bY
S = -Co + (1-b) Y
1-b = MPS = Marginal Propensity to Saving = Hasrat menabung marginal adalah
seberapa besar tambahan tabungan akibat bertambahnya pendapatan .
MPS = S/Y
Contoh 2 : dari contoh 1 diatas tentukanlah Fungsi Saving
dan gambarkan
grafiknya!
Jawab :
Fungsi konsumsi : C= 10 + 0,7Y
Pengantar Ilmu Ekonomi
59
Diketahui : Co = 10 ; b = 0,7
S = -Co + (1-b)Y
S = -10 + (1-0,7)Y
S = -10 + 0,3 Y
C
Y=E
C= 10+ 0,7Y
10
S = -10 + 0,3Y
YBEP = 33,33
Y
-10
Latihan 2 : berdasarkan hasil perhitungan pada latihan 1 tentukanlah Fungsi
Saving dan gambarkan grafiknya.
Hubungan antara MPC, MPS, APC dan APS
MPC + MPS = 1
C
S
+
=1
Y Y
C + S
=1
Y
Y
=1
Y
APC = Average Propensity to Consume (hasrat mengkonsumsi rata-rata) = C/Y
APS = Average Propensity to Saving (Hasrat menabung rata-rata) = S/Y
APC + APS = 1
C/Y + S/Y = 1
C+Y
Y
=1
Pengantar Ilmu Ekonomi
=1
60
Y
Y
Hubungan antara Y, C, S
Lengkapilah Tabel dibawah ini
Y
C
S
MPC
MPS
APC
APS
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
0
100
….
….
….
….
….
100
180
….
….
….
….
….
400
420
….
….
….
….
….
500
500
….
….
….
….
….
1000
900
….
….
….
….
….
2000
1700
….
….
….
….
….
3000
2500
….
….
….
….
….
4000
3300
….
….
….
….
….
1.3
1.4
Pengantar Ilmu Ekonomi
61
Pengantar Ilmu Ekonomi
62
Download