MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI

advertisement
MEWIRAUSAHAKAN
BIROKRASI
Oleh:
Hariyanto
M. Adhi Ikhsanto
KONTEKS KEMUNCULAN
KONSEP MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
 Defisit fiskal yang dialami oleh
pemerintahan federal dan negara bagian AS
di tahun 1980-an.
 Organ pemerintah yang gemuk dan
lamban, sehingga cenderung bersifat
spending daripada mendatangkan profit
dalam wilayah fiskal.
 Pelayanan publik yang tidak efektif dan
lambat, sehingga melahirkan
ketidakpercayaan masyarakat pada
kapasitas pemerintah dalam
menyelrnggarakan pelayanan publik.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
1. Pemerintahan Katalis: Mengarahkan
daripada mengayuh:
 Kata pemerintahan berasal dari sebuah
kata Yunani yang berarti mengarahkan.
 Dengan demikian, tugas pemerintah
adalah mengarahkan dan bukan mengayuh
perahu, sehingga pelayanan dianggap
sebagai mengayuh dan pemerintah
tentunya tidak pandai mengayuh.
GINEOLOGI KONSEPSI
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
 William Hudnut menyatakan:
“Pemerintahan wirausaha bersedia meninggalkan
program lama. Ia bersifat inovatif, imajinatif dan
kreatif, serta berani mengambil resiko. Ia juga
mengubah beberapa fungsi kota menjadi sarana
penghasil uang daripada menguras anggaran,
menjauhkan diri dari alternatif tradisional yang hanya
memberikan sistem penopang hidup. Ia bekerja-sama
dengan sektor swasta, menggunakan pengertian
bisnis yang mendalam, menswastakan diri,
mendirikan berbagai perusahaan yang menghasilkan
laba. Ia berorientasi pasar, memusatkan pada ukuran
kinerja, memberi penghargaan pada jasa. Ia pun
harus mengatakan: mari kita selesaikan pekerjaan ini
dan tidak takut untuk memimpikan hal-hal besar.”
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
2. Pemerintah milik masyarakat: memberi
wewenang daripada melayani:
 Pemerintah harus mempercayai warga
negaranya untuk merumuskan sejumlah
program kebijakan.
 Mendesain pelayanan publik berbasiskan
kebutuhan dan kemampuan komunitas,
sehingga kewenangan tidak menjadi
monopoli bagi pemerintah.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
3. Pemerintah yang kompetitif: menyuntikkan
persaingan ke dalam pemberian pelayanan:
 Merubah perspektif, bahwa persoalannya
bukanlah provider publik versus provider
swasta, namun yang menjadi problem
krusial adalah wacana tentang monopoli
versus kompetisi.
 Membangun partisipasi aktif private sector
dalam penyelenggaraan pelayanan publik
guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pelayanan publik.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
4. Pemerintah yang digerakkan oleh misi:mengubah
organisasi yang digerakkan oleh peraturan:
 Pemerintah harus mempunyai capaian/target yang
menggerakkan aktivitasnya.
 Organisasi yang digerakkan oleh misi punya
keunggulan:
1. Lebih efisien.
2. Lebih efektif.
3. Lebih inovatif.
4. Lebih fleksibel.
5. Etos kerja lebih tinggi
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
5. Pemerintahan yang berorientasi hasil:
membiayai hasil:
 Logika aktivitas pemerintahan tidak
hanya bersifat spending saja.
 Lebih dari itu, aktivitas pemerintahan
bisa dipandang sebagai investasi,
sehingga pembiayaannya bisa
dipandang pembiayaan kepada hasil.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
6. Pemerintahan berorientasi pada pelanggan:
memenuhi kebutuhan pelanggan, bukan
birokrasi.
 Fokus pelayanan ditujukan pada warga
negara dengan melekatkan predikat
costumer kepada warga negara.
 Birokrasi tidak berorientasi ke dalam, tetapi
ke luar, sehingga menempatkan mereka
sebagai pelayan dari para pelanggan.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
7. Pemerintah wirausaha: menghasilkan daripada
membelanjakan:
 Aktivitas pemerintah didesain untuk mengurangi
beban pembiayaan dan menghasilkan profit.
 Fungsi usaha publik dibagi menjadi:
1. Aktifitas yang dirancang untuk menghasilkan laba.
2. Aktifitas yang dibentuk untuk mendapatkan modal
kembali, tetapi tidak menghasilkan laba.
3. Aktifitas yang secara parsial dapat mendukung
mereka sendiri.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
8. Pemerintah antisipasif: mencegah
daripada mengobati:
 Kebijakan diarahkan untuk
melakukan manajemen krisis dengan
mencegah kerugian yang lebih besar.
 Dengan demikian, setiap kebijakan
harus mempunyai nuansa yang
bersifat antisiapsif.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
9. Pemerintah desentralisasi:
 Kewenangan pembuatan kebijakan
tidak tersentralisasi.
 Desentralisasi diarahakan untuk
mendekatkan pelayanan publik serta
membangun demokrasi melalui
peningkatan partisipasi.
PRINSIP DASAR
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
10. Pemerintah yang berorientasi pasar:
mendongkrak perubahan melalui pasar:
 Pemerintah, selaku badan publik,
cenderung mengambil peranan sebagai
fasilitator bagi para investor yang sudah
berkembang atupun yang baru tumbuh.
 Sebagai konsekuensi, pemerintah harus
membatasi peranannya dalam penyediaan
barang dan jasa. Pada titik ini, pemerintah
hanya berperan sebagai regulator dan
bukan sebagai pemasok barang dan jasa
tertentu.
Download