BAB I - bappeda - Kabupaten Lamandau

advertisement
BAB III
KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana
telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Daerah, daerah (kabupaten/kota) menjadi titik
sentral otonomi daerah. Daerah mempunyai kewenangan otonomi yang didasarkan pada
azas desentralisasi dalam wujud otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab. Ini
berarti daerah diberikan keleluasaan menjalankan pemerintahan dan pembangunannya
secara bertanggungjawab dengan melihat kondisi dan potensi lokalnya.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, penyusunan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah menjadi tahapan yang sangat krusial dalam memulai roda pemerintahan dan
pembangunan setiap tahunnya dalam mewujudkan pelayanan dan kesejahteraan kepada
masyarakat
dengan
lebih
baik
melalui
perencanaan,
pelaksanaan,
pengawasan,
pengendalian dan evaluasi pembangunan.
Selanjutnya, Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka
penyelenggaraan pemerintahan daerah tang dapat dinilai dengan uang, termasuk
didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah
dalam kerangka Anggaran, Belanja dan Pembiayaan. Hal tersebut menjadikan keuangan
daerah merupakan salah satu faktor penentu dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi
pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kebijakan keuangan daerah dituangkan dalam Kebijakan Umum APBD yang merupakan
dokumen dalam penyusunan APBD dengan memuat pokok-pokok pikiran melalui proses
penjaringan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan
daerah termasuk kinerja pelayanan yang telah dicapai dalam tahun anggaran sebelumnya.
Kebijakan Umum APBD mempertimbangkan pula Rencana Stratejik Pemerintah Daerah dan
Dokumen Perencanaan lainnya, kebijakan Pemerintah Pusat, pertimbangan kondisi sosial,
politik, ekonomi dan isu-isu global yang berkembang di masyarakat.
Kebijakan Keuangan Daerah diarahkan untuk meningkatkan struktur keuangan yang
lebih baik melalui peningkatan kemampuan keuangan daerah, pengelolaan keuangan daerah
dan pengawasan keuangan daerah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan
kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD serta kebijakan belanja pemerintah
daerah yang lebih efisien, efektif dan selektif dalam belanja modal serta berorientasi pada
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
38
peningkatan ekonomi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas publik serta penerapan
good governance.
Untuk kebijakan pembiayaan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber
penerimaan daerah dalam menutupi defisit tahun anggaran berjalan dan pengeluaran
lainnya. Kebijakan keuangan meliputi komponen-komponen dan kinerja pelayanan yang
diharapkan pada setiap kewenangan Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan dalam satu
tahun anggaran.
Kebijakan Umum APBD (KUA) Kabupaten Lamandau tahun anggaran 2014 mengacu
pada Visi dan Misi Kabupaten Lamandau, disusun dengan memformulasikan pemikiran
pemerintah, aspirasi masyarakat serta pokok-pokok pikiran DPRD, sesuai dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang menyatakan bahwa Pemerintah
Daerah bersama-sama DPRD menyusun dan menyepakati Kebijakan Umum APBD (KUA).
Kebijakan Umum APBD tersebut menjadi dasar bagi penyusunan PPAS yang merupakan
formulasi
kegiatan
prioritas
yang
terpilih dari
sejumlah
usulan
kegiatan
dengan
mempertimbangkan kondisi anggaran serta potensi sumber daya yang ada dalam rangka
pencapaian tujuan secara efisien dan efektif. KUA dan PPAS APBD selanjutnya menjadi
pedoman bagi perangkat daerah dalam menyusun usulan program, kegiatan dan anggaran
yang dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Kebijakan Umum APBD TA.
2014 ditetapkan dengan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Lamandau dengan
DPRD
Kabupaten
Lamandau
Nomor:
050/1523/Bapp.C/XI/2013
–
Nomor:
170/900.1252/DPRD-LMD/XI/2013, tanggal 19 November 2013. Dan Kebijakan Umum
Perubahan APBD TA. 2014 ditetapkan dengan Nota Kesepakatan antara Pemerintah
Kabupaten Lamandau dengan DPRD Kabupaten Lamandau Nomor: 050/997/Bapp.C/IX/2014
– Nomor: 170/900.926/DPRD-LMD/IX/2014, tanggal 26 September 2014.
Selanjutnya, melalui Peraturan Daerah Kabupaten Nomor: 20 Tahun 2013 Tentang APBD
Kabupaten Lamandau TA. 2014, dan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 11
Tahun 2014 tentang Perubahan APBD Kabupaten Lamandau TA. 2014, Pemerintah
Kabupaten Lamandau bersama unsur Legislatif telah menyusun dan menetapkan anggaran
untuk Tahun Anggaran 2014. APBD Tahun Anggaran 2014 dalam penyusunannya
berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
39
Sebagai
upaya
untuk
meningkatkan
efisiensi
dan
efektivitas
pelaksanaan
program/kegiatan pembangunan tahun anggaran 2014, diperlukan kebijakan-kebijakan
pemerintah daerah yang bertujuan mengatur pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah
antara lain (1) Sinkronisasi kebijakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah, (2) Penyelarasan
hasil musrenbang desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten yang sudah terpilah menurut
usulan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Lamandau, APBN dan sumber pendanaan
lainnya dengan rencana kerja pemerintah khususnya untuk kegiatan yang akan dibiayai dari
dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan, (3) Memperhatikan isu-isu strategis SKPD yang
berasal dari RPJMD dan Renstra SKPD Kabupaten Lamandau, (4) Konsistensi rencana
kegiatan yang diusulkan dari hasil Musrenbang dengan rancangan RKP dan Rancangan Renja
Kementerian/Lembaga yang dihasilkan Musrenbang Pusat, (5) Melakukan pembahasan
kesesuaian antara rencana kegiatan yang diusulkan Pemerintah Daerah dengan kegiatan
Kementerian/Lembaga yang akan dilaksanakan di daerah melalui dana dekonsentrasi dan
atau tugas pembantuan.
A. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH
Otonomi daerah mempunyai makna adanya pelimpahan kewenangan yang
sebelumnya dijalankan oleh Pemerintah Pusat dialihkan kepada Pemerintah Daerah. Hal
tersebut membawa konsekuensi bahwa Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban
menyelenggarakan segala kewenangan yang diberikan untuk mencapai kemakmuran,
kesejahteraan, dan memberi pelayanan yang mampu memberikan kepuasan kepada
masyarakat. Untuk dapat menyelenggarakan itu semua diperlukan kemampuan
pendanaan dan pemerintah yang berujung kepada upaya melakukan optimalisasi
sumber-sumber pendapatan daerah.
Sumber pendapatan daerah merupakan seluruh penerimaan yang berasal dari
daerah itu sendiri maupun alokasi dari Pemerintah Pusat sebagai wujud dari negara
integralistik. Sumber-sumber pendapatan daerah yang berasal dari Pemerintah Pusat
selanjutnya diatur melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Dalam rangka melakukan optimalisasi sumber pendapatan daerah terutama yang
berasal dari penerimaan Asli daerah, mempunyai dampak yang tanpa disadari
melupakan substansi dan nilai-nilai pelayanan. Hal ini sering terjadi dimana suatu
Instansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dibentuk untuk memberikan
pelayanan kepada masyarakat, disisi lain efek pelayanan tersebut memberi dampak
kepada penerimaan daerah sehingga SKPD menghadapi dualisme fungsi yang saling
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
40
kontraproduktif. Kondisi ini pada akhimya akan mengakibatkan tidak optimalnya
pelayanan kepada masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah Kabupaten Lamandau menyadari dan
konsisten dalam menjalankan kebijakan terutama terhadap peraturan daerah yang
mengatur mengenai fungsi-fungsi kelembagaan. Pemerintah Kabupaten Lamandau
menyadari hal tersebut sehingga kebijakan yang diterapkan dalam menggali sumbersumber penerimaan daerah tetap memperhatikan aspek pelayanan dan senantiasa
menciptakan
iklim
yang
kondusif
bagi
berkembangnya
dunia
usaha,
serta
memperhatikan kepentingan masyarakat miskin.
Dalam
rangka
mewujudkan
visi
daerah
dan
percepatan
pelaksanaan
pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Lamandau, tentunya diperlukan pembiayaan.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Lamandau terus berusaha menggali semua potensi
sumber pendapatan. Upaya ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun
1999 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Upaya tersebut dilaksanakan melalui
kebijakan antara lain :
1) Meningkatkan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap sumber-sumber
pendapatan;
2) Mencegah kebocoran terhadap sumber-sumber pendapatan daerah;
3) Meningkatkan kemampuan operasional secara merata dan berkesinambungan, serta
meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait;
4) Meningkatkan kemampuan operasi di semua lini;
5) Meningkatkan kemampuan keuangan daerah dari segi pendapatan.
Strategi penerimaan daerah untuk tahun 2014 tetap memperhatikan sektor
perekonomian daerah dan nasional, dimana dalam rangka peningkatan pendapatan
daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi baik terhadap subyek maupun obyek pajak
dan retribusi daerah maupun lain-lain pendapatan daerah tanpa mengkesampingkan
potensi pendapatan yang lain.
Prioritas pendapatan daerah diarahkan untuk selalu meningkatkan sumber
pendapatan yang sah dengan prinsip tidak memberatkan masyarakat dan tidak
mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy) dan digunakan semata-mata
hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
41
1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah
Pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai nilai
kekayaan bersih. Pendapatan Daerah meliputi semua penerimaan uang melalui
rekening kas umum daerah yang menambah ekuitas dana lancar, yang merupakan
hak Pemerintah Daerah dalam 1 (satu) Tahun Anggaran yang tidak perlu dibayar
kembali oleh daerah. Pendapatan daerah yang dianggarkan dalam APBD Kabupaten
Lamandau Tahun Anggaran 2014 merupakan perkiraan yang terukur secara rasional
yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan. Pada tahun 2014, pendapatan
daerah Kabupaten Lamandau bersumber dari pendapatan asli daerah, dana
perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pendapatan daerah
tersebut masih didominasi oleh penerimaan yang bersumber dari dana perimbangan
yang meliputi bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum dan dana
alokasi khusus. Diakui bahwa kontribusi pendapatan asli daerah terhadap total
pendapatan daerah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah masih sangat
rendah. Meskipun pada prinsipnya sebagai daerah otonom seyogianya lebih
mengandalkan
pada
kemampuan
sendiri
untuk
membiayai
pelaksanaan
pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada
masyarakat.
Kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamandau khususnya
untuk meningkatkan target pendapatan asli daerah meliputi: memperkuat produk
hukum daerah yang berkaitan dengan berbagai sumber pendapatan asli daerah
serta menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah lainnya. Hasilnya, dapat
dilihat dari kecenderungan peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah dalam
beberapa tahun terakhir.
Untuk mewujudkan peningkatan pendapatan daerah akan terus dilakukan
langkah-langkah :
a.
Pemutakhiran Sistem Informasi Perpajakan Daerah sehingga tersedianya
software dan hardware sistem perpajakan demi meningkatnya Pendapatan Asli
Daerah (PAD);
b.
Meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi penagihan pajak dan retribusi
daerah;
c.
Kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan pengurusan izin usaha;
d.
Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
membayar kewajiban pajak dan retribusi daerah;
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
42
e.
Meningkatkan koordinasi, evaluasi dan peningkatan potensi pendapatan dengan
SKPD terkait yang melakukan pemungutan pajak dan retribusi daerah;
f.
Meningkatkan iklim investasi yang kondusif;
g.
Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM bidang pendapatan melalui
pendidikan dan pelatihan teknis bidang pendapatan;
h.
Penyediaan infrastruktur penunjang pertumbuhan dan distribusi ekonomi
daerah;
i.
Dalam rangka peningkatan pencapaian target pendapatan khususnya sektor
PBB-P2 yang pengelolaannya mulai Januari 2014 diserahkan ke daerah,
Pemerintah Daerah mempersiapkan sarana prasarana penunjang baik berupa
Peraturan Daerah, Struktur Organisasi, serta Sumber Daya Manusia di Bidang
Perpajakan;
j.
Diversifikasi usaha pertanian dan perkebunan, misalnya dengan penambahan
varietas tanaman lain seperti coklat, jagung, dan tanaman lainnya.
Intensifikasi adalah suatu upaya yang dilakukan dengan meningkatkan
kinerja aparatur dalam upaya peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah
yang ada, dengan kata lain melakukan upaya optimal dengan jenis pajak dan
retribusi yang sudah ada dan secara terus menerus mengupayakan peningkatan
pendapatan dan minimalisasi tunggakan baik pajak maupun retribusi yang sudah
ada atau dimiliki. Sedangkan ekstensifikasi adalah suatu upaya mencari terobosan
baru dengan perluasan jenis pajak dan retribusi yang mempunyai potensi untuk
meningkatkan pendapatan daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Keberhasilan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan melalui
pajak daerah dan retribusi daerah, tergantung pada dua hal, yaitu:
1. Komitmen pemerintah daerah;
2. Metode/cara pemungutan pajak dan retribusi tersebut dilakukan.
Komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan PAD tercermin dari besarnya
nilai PAD yang ditargetkan dalam APBD. Semakin besar PAD yang ditargetkan
menunjukkan bahwa pemerintah daerah mempunyai komitmen yang kuat dalam
menggali dan memanfaatkan potensi PAD yang ada di daerahnya. Sedangkan cara
pemungutannya, khususnya untuk Pajak Daerah, dapat dilakukan dengan dua cara,
yaitu self assesment system dan official assesment system.
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
43
Self assesment system adalah sistem pemungutan pajak daerah, dimana
wajib pajak menghitung sendiri jumlah pajak yang harus dibayar. Perhitungan
tersebut tentunya harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam sistem ini wajib pajak diberi kepercayaan untuk menghitung sendiri serta
melaporkan pajak yang harus dibayar kepada dinas/instansi yang terkait.
Sedangkan
Official assesment system adalah suatu sistem pemungutan pajak, besarnya
jumlah pajak yang harus dibayar dihitung oleh petugas pajak. Dalam sistem ini,
inisiatif dan kegiatan dalam menghitung dan melakukan pemungutan pajak
sepenuhnya ada pada aparatur perpajakan.
Dengan menggunakan official assesment system
ini berarti pemerintah
daerah harus didukung sumber daya yang memadai baik secara kualitas maupun
secara kuantitas. Selain itu, dengan menggunakan official assesment system ini
harus memiliki kemampuan adaptif dalam menangkap peluang dan perubahanperubahan untuk dipertimbangkan dalam melakukan official assesment system.
Pemungutan pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Lamandau, pada
umumnya melalui kegiatan official assesment system. Sehingga secara periodik
perlu dilakukan pembaharuan data (updating). Hasil assesment bulan/tahun
sebelumnya,
diperbaharui
untuk
dipakai
sebagai
dasar
pemungutan
pada
bulan/tahun sekarang atau bulan/tahun berikutnya. Dalam kata lain, Pemerintah
Kabupaten Lamandau perlu melakukan re-assesment terhadap jumlah wajib pajak
dan besaran pajak yang harus dibayar.
Ada beberapa alasan mengapa kegiatan updating perlu dilakukan: (1)
setting ekonomi-sosial dalam wilayah Kabupaten Lamandau senantiasa berubah,
yang tentunya akan mengubah jumlah PAD yang berpotensi untuk di pungut. (2)
adanya tuntutan peraturan perundang-undangan untuk senantiasa memperbaiki
dan mengoptimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. (3) adanya
tuntutan masyarakat (melalui lembaga legislatif) kepada pemerintah daerah
(lembaga
eksekutif)
untuk
senantiasa
meningkatkan
pelayanannya
kepada
masyarakat.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan berkaitan dengan intensifikasi dan
ekstensifikasi Pendapatan Daerah Tahun 2014 meliputi:
a). Penggalian dan pengembangan sumber-sumber pendapatan asli daerah,
meningkatkan pendataan potensi pajak/retribusi daerah serta meningkatkan
pemungutan pajak/retribusi daerah.
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
44
b) Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak dan
retribusi daerah, menyiapkan sarana untuk pemasangan iklan, pekan panutan
pembayaran PBB, pemberian penghargaan bagi petugas pemungut yang
berprestasi, penegakan sanksi bagi wajib pajak/wajib retribusi yang tidak
memenuhi kewajibannya.
c). Meningkatkan koordinasi dengan para pengusaha serta memberi kesempatan
kepada
pengusaha
berpartisipasi
dalam
mengelola
dan
melaksanakan
pembangunan khususnya bagi yang telah memenuhi kewajiban pajak/retribusi.
d). Mengutamakan produksi lokal dalam pelaksanaan pembangunan daerah,
sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya
berdampak pada kemampuan memenuhi kewajiban pajak/retribusi.
e). Memberikan
kemudahan
dalam
pelayanan
kepada
masyarakat
guna
meningkatkan kesadaran membayar pajak/retribusi.
f). Melakukan pendataan ulang terhadap aset atau kekayaan daerah yang dapat
menjadi sumber pendapatan daerah serta mengoptimalkan penggunaannya
dalam memaksimalkan pendapatan daerah.
g). Mengintensifkan dan mengevaluasi semua Peraturan Daerah yang berkaitan
dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah dengan memfungsikan tupoksi
masing-masing Dinas/Badan sampai ketingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa.
h). Meningkatkan koordinasi, konsultasi maupun rekonsiliasi khususnya bagi
pendapatan yang bersumber dari Dana Perimbangan maupun Bantuan
Keuangan dari Provinsi, sehingga diharapkan realisasi pendapatan tersebut
dapat terlaksana secara transparan sesuai dengan Peraturan perundangundangan yang berlaku.
2. Target dan Realisasi Pendapatan
Pada tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Lamandau menganggarkan belanja
sebesar
Rp.
Rp.
628.056.503.376,-
607.800.053.511,-
dan
sehingga
menargetkan
terdapat
defisit
pendapatan
sebesar
anggaran
sebesar
Rp. 20.256.449.865,-. Realisasi pendapatan dan belanja masing-masing sebesar
Rp. 621.640.023.012,11 dan Rp. 576.085.223.932,35, sehingga terdapat selisih
surplus sebesar Rp. 45.554.799.079,76.
Kontribusi Pendapatan Daerah masih didominasi oleh pendapatan yang
bersumber
dari
Dana
Perimbangan
yang
ditargetkan
sebesar
Rp. 539.214.106.766,- realisasinya sebesar Rp. 539.872.421.099,- atau 102,28%
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
45
yang memberikan kontribusi sebesar 86,85%, sedangkan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) yang ditargetkan sebesar Rp. 20.902.124.600,- realisasinya sebesar
Rp. 32.841.415.587,92 atau 157,12% baru dapat memberikan kontribusi sebesar
5,28% sedangkan dari Lain-lain Pendapatan Yang Sah dari target sebesar
Rp. 47.683.822.145,- realisasinya sebesar Rp. 48.926.186.325,19 atau 102,61%
hanya memberikan kontribusi sebesar 7,87%. Hal ini menunjukkan bahwa
ketergantungan APBD Kabupaten Lamandau kepada Pemerintah Pusat masih sangat
besar. Namun bila dibandingkan dengan tahun 2013, maka terlihat bahwa adanya
pergeseran kontribusi dari jenis pendapatan daerah yang menunjukkan terjadinya
peningkatan kontribusi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2013
kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 3,31%,
Dana Perimbangan
sebesar 88,38% dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah sebesar 8,32%.
Gambar 9. Diagram Kontribusi Jenis Pendapatan Daerah TA.2014
Kontribusi Terhadap Pendapatan Daerah TA.2014
7.87%
5.28%
Pendapatan Asli Daerah
(PAD)
Dana Perimbangan
86.85%
Lain-Lain Pendapatan
Daerah Yang Sah
Gambar 10. Diagram Perbandingan Kontribusi Jenis Pendapatan Daerah
TA.2013 dan TA.2014
Perbandingan Kontribusi Jenis Pendapatan Daerah 2013-2014
2013
2014
88.38 86.85
3.31
8.32
5.28
PAD
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
Dana Perimbangan
7.87
Lain-Lain Pendapatan
Daerah Yang Sah
46
Adapun target dan realisasi Pendapatan Daerah TA.2014 secara terperinci dapat
dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah TA. 2014
Kode
Rek.
Target
Uraian
(Rp.)
4
PENDAPATAN
4.1
PENDAPATAN ASLI DAERAH
4.1.1
Pendapatan Pajak Daerah
Hasil Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Dipisahkan
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah
Yang Sah
4.1.2
4.1.3
4.1.4
4.2
DANA PERIMBANGAN
4.2.3
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan
Pajak
Dana Alokasi Umum (DAU)
Dana Alokasi Khusus (DAK)
4.3
LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
4.3.1
Pendapatan Hibah
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
& Pemda lainnya
Dana Penyesuaian dan Otonomi
Khusus
Bantuan Keuangan dari Provinsi
atau Pemda Lainnya
4.2.1
4.2.2
4.3.3
4.3.4
4.3.5
Realisasi
Jumlah Pendapatan
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
(Rp.)
(%)
Kontribusi
(%)
20.902.124.600,00
2.995.306.250,00
5.726.678.701,00
32.841.415.587,92
8.899.255.536,00
6.868.509.145,00
157,12
297,11
119,94
5,28
1,43
1,10
3.622.428.606,00
3.622.428.605,35
100,00
0,58
8.557.711.043,00
13.451.222.301,57
157,18
2,16
539.214.106.766,00
539.872.421.099,00
100,12
86,85
74.868.250.766,00
75.526.565.099,00
100,88
12,15
424.351.636.000,00
39.994.220.000,00
424.351.636.000,00
39.994.220.000,00
100,00
100,00
68,26
6,43
47.683.822.145,00
5.000.000.000,00
48.926.186.325,19
2.056.743.888,00
102,61
41,13
7,87
0,33
18.393.156.145,00
21.366.248.437,19
116,16
3,44
15.840.666.000,00
17.053.194.000,00
107,65
2,74
8.450.000.000,00
8.450.000.000,00
100,00
1,36
607.800.053.511,00
621.640.023.012,11
102,28
100,00
Gambar 11. Diagram Target dan Realisasi Pendapatan Daerah TA.2014
Target
Realisasi
600,000,000,000
400,000,000,000
200,000,000,000
-
Pendapatan Asli
Daerah (PAD)
Dana
Perimbangan
Target
20,902,124,600
539,214,106,766
Lain-Lain
Pendapatan
Daerah Yang
Sah
47,683,822,145
Realisasi
32,841,415,588
539,872,421,099
48,926,186,325
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
47
Sumber Pendapatan Daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD),
Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Anggaran dan
realisasi pendapatan tahun 2014 dapat dijelaskan dibawah ini:
1) Pendapatan Asli Daerah
Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari empat jenis, yaitu:
Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah.
Rincian anggaran dan realisasi masing-masing jenis sampai akhir tahun 2014
adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1. Target dan Realisasi Penerimaan PAD Menurut Jenis
Pendapatan TA. 2014
Kode
Rek.
Uraian
4.1
PENDAPATAN ASLI DAERAH
4.1.1
Pendapatan Pajak Daerah
Hasil Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Yang Dipisahkan
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah
Yang Sah
4.1.2
4.1.3
4.1.4
Target
(Rp.)
20.902.124.600,00
2.995.306.250,00
5.726.678.701,00
Realisasi
(Rp.)
32.841.415.587,92
8.899.255.536,00
6.868.509.145,00
Kontribusi (%)
157,12
5,28
297,11
1,43
119,94
1,10
3.622.428.606,00
3.622.428.605,35
100,00
0,58
8.557.711.043,00
13.451.222.301,57
157,18
2,16
(%)
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
Dari tabel diatas terlihat bahwa dari total target PAD tahun 2014 sebesar
Rp.
20.902.124.600,- realisasinya
sebesar
Rp.
32.841.415.587,92
atau
157,12%. Dari empat komponen PAD tersebut diatas, Lain-lain Pendapatan Asli
Daerah Yang Sah merupakan komponen penyumbang terbesar yakni dengan
kontribusi sebesar 2,16% sedangkan yang paling kecil adalah Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan yang hanya memberikan kontribusi sebesar
0,58%. Rincian capaian dari masing-masing komponen dapat dilihat pada
uraian berikut:
a) Pajak Daerah
Realisasi Pendapatan yang berasal dari Pajak Daerah Tahun 2014
ditargetkan
sebesar
Rp.
2.995.306.250,-
dan
realisasinya
sebesar
Rp. 8.899.255.536,- atau 297,11%. Kontribusi paling besar untuk jenis Pajak
Daerah Kabupaten Lamandau adalah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB) yang menyumbang sebesar Rp. 5.458.543.959,- atau
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
48
61,34%, sedangkan yang paling kecil adalah dari Pajak Air Bawah Tanah
yang hanya memberikan kontribusi sebesar Rp. 10.707.000,- atau 0,12%.
Pencapaian prosentase realisasi nilai pajak paling tinggi dari target
anggaran yang ditentukan untuk tahun 2014 dicapai oleh Bea Perolehan Hak
Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yaitu 5.458,54%, sebaliknya pencapaian
realisasi pajak paling rendah adalah Pajak Reklame, yang realisasinya
sebesar 64,05%. Pada tahun 2014 ada penambahan jenis Pajak baru yaitu
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang
merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. PPB P2 yang sebelumnya merupakan
pajak pusat, kini dialihkan menjadi pajak daerah kabupaten/kota. Hal ini
tentunya membawa pengaruh positif bagi peningkatan PAD Kabupaten
Lamandau. Rincian anggaran dan realisasi pajak daerah selengkapnya dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.2. Target dan Realisasi Pajak Daerah TA. 2014 Menurut
Jenis Pajak
Kode
Rek.
4.1.1
Uraian
PAJAK DAERAH
- Pajak Losmen/Hotel/Rumah Kos
- Pajak Rumah Makan/Restoran
- Pajak Hiburan
- Pajak Reklame
- Pajak Penerangan Jalan
- Pajak Air Bawah Tanah
- Pajak Mineral Bukan Logam &
Batuan
- PBB P2
- BPHTB
Target
(Rp.)
2.995.306.250,00
95.087.500,00
330.000.000,00
17.718.750,00
214.500.000,00
1.026.000.000,00
12.000.000,00
Realisasi
(Rp.)
8.899.255.536,00
117.764.500,00
530.882.685,00
21.744.503,00
137.386.020,00
1.425.756.615,00
10.707.000,00
297,11
123,85
160,87
122,72
64,05
138,96
89,23
800.000.000,00
692.271.235,00
86,53
7,78
400.000.000,00
100.000.000,00
504.199.019,00
5.458.543.959,00
126,05
5.458,54
5,67
61,34
(%)
Kontribusi (%)
100,00
1,32
5,97
0,24
1,54
16,02
0,12
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
b) Retribusi Daerah
Penerimaan Retribusi Daerah Tahun 2014 dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu
Retribusi Jasa Umum, Jasa Usaha dan Perizinan Tertentu. Retribusi Daerah
ditargetkan
sebesar
Rp.
5.726.678.701,-
dan
realisasinya
sebesar
Rp. 6.869.109.145,- atau 119,95% dengan kontribusi terbesar dari Retribusi
Jasa Umum yaitu jenis Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar 48,50%.
Sedangkan kontribusi paling kecil adalah Retribusi Penggantian Biaya KTP
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
49
dan Akte Catatan Sipil sebesar 0,03%. Namun, juga ada 1 (satu) objek
Retribusi Jasa Umum yang tidak terealisasi yakni Retribusi Penggantian Biaya
Cetak Peta.
Realisasi paling besar untuk komponen Retribusi Jasa Usaha dicapai
oleh Retribusi Tempat Khusus Parkir yang mencapai 109,34% dari anggaran
sebesar Rp. 45.000.000,-. Namun, juga ada 1 (satu) objek Retribusi Jasa
Usaha yang tidak terealisasi yakni Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga.
Untuk komponen Retribusi Perizinan Tertentu, realisasi paling besar
dicapai oleh Retribusi Gangguan/HO/ Keramaian yang mencapai 167,67%
dari target anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-. Namun, juga ada 1 (satu)
objek Retribusi Perizinan Tertentu yang tidak terealisasi yakni Retribusi Izin
Trayek.
Disamping itu, ada sebanyak 7 (tujuh) objek Retribusi yang tidak
ditargetkan justru turut menyumbang penerimaan yaitu dari Retribusi Jasa
Umum yang terdiri dari Retribusi Jasa Pelayanan Pendidikan, Sewa Alat
Berat, Sewa Aula, Sewa Kursi, Sewa Sound System, Sewa Proyektor dan
Sewa GPU.
Anggaran dan realisasi Retribusi Daerah secara rinci dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.3. Target dan Realisasi Retribusi Daerah TA. 2014 Menurut
Jenis Retribusi
Kode
Rek.
4.1.2
Uraian
RETRIBUSI DAERAH
Retribusi Jasa Umum
- Pelayanan Kesehatan Puskesmas/
Pustu/
- Pelayanan Persampahan/Kebersihan
- KTP, Akte Capil, Kartu Keluarga
- Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum
- Pelayanan Pasar
- Pengujian Kendaraan Bermotor
- Penggantian Biaya Cetak Peta
- Jasa Pelayanan Pendidikan
- Pengendalian Menara Telekomunikasi
- Sewa Alat Berat
- Sewa Aula
- Sewa Kursi
- Sewa Sound System
- Sewa Proyektor
- Gedung Pertemuan Umum (GPU)
- Pelayanan Kesehatan
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
Target
(Rp.)
5.726.678.701,00
4.637.660.701,00
Realisasi
(Rp.)
6.869.109.145,00
5.918.405.095,00
Kontribusi (%)
119,95 100,00
127,62
86,16
2.372.500.000,00
2.078.098.500,00
87,59
30,25
55.537.500,00
2.000.000,00
7.000.000,00
140.000.000,00
55.620.000,00
20.000.000,00
37.803.810,00
1.947.199.391,00
42.650.000,00
1.815.000,00
10.725.000,00
137.833.850,00
180.354.000,00
3.885.000,00
43.705.590,00
23.273.250,00
24.890.000,00
3.130.000,00
400.000,00
600.000,00
35.570.000,00
3.331.474.905,00
76,79
90,75
153,21
98,45
324,26
115,61
171,09
0,62
0,03
0,16
2,01
2,63
0,00
0,06
0,64
0,34
0,36
0,05
0,01
0,01
0,52
48,50
(%)
50
Retribusi Jasa Usaha
- Pemakaian Kekayaan Daerah
- Terminal
- Tempat Khusus Parkir
- Rumah Potong Hewan (RPH)
- Tempat Rekreasi dan Olah Raga
Retribusi Perizinan Tertentu
- Izin Mendirikan Bangunan
- Izin Gangguan/HO/ Keramaian
- Izin Trayek
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
579.018.000,00
499.018.000,00
10.000.000,00
45.000.000,00
20.000.000,00
5.000.000,00
149.434.000,00
77.185.000,00
2.028.000,00
49.205.000,00
21.016.000,00
-
25,81
15,47
20,28
109,34
105,08
-
2,18
1,12
0,03
0,72
0,31
0,00
510.000.000,00
250.000.000,00
250.000.000,00
10.000.000,00
801.270.050,00
382.099.875,00
419.170.175,00
-
157,11
152,84
167,67
-
11,66
5,56
6,10
0,00
c) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dirinci menurut
obyek pendapatan yang mencakup: Bagian Laba Atas Penyertaan Modal
Pada Perusahaan Milik Daerah (BUMD), yaitu PT. Bank Pembangunan
Kalteng (BPK). Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah tersebut pada tahun
2014 dianggarkan sebesar Rp. 3.622.428.606,- dan realisasinya sebesar
Rp. 3.622.428.605,35 atau 100%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel
dibawah ini:
Tabel 3.4. Target dan Realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
yang dipisahkan TA. 2014 Menurut Bagian Laba Atas
Penyertaan Modal Pada Perusahaan Milik Daerah
(BUMD).
Kode
Rek.
Uraian
HASIL PENGELOLAAN
KEKAYAAN DAERAH
YANG DIPISAHKAN
Bagian Laba Atas Penyertaan
Modal Pada Perusahaan
Milik Daerah/BUMD
- PT. Bank Pembangunan
Kalteng (BPK)
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.1.3
Target
(Rp.)
Realisasi
(Rp.)
(%)
Kontribusi (%)
3.622.428.606,00
3.622.428.605,35
100,00
100,00
3.622.428.606,00
3.622.428.605,35
100,00
100,00
d) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah disediakan untuk
menganggarkan penerimaan daerah yang tidak termasuk dalam jenis Pajak
Daerah, Retribusi Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan. Secara umum dari anggaran sebesar Rp. 8.557.711.043,realisasinya sebesar Rp. 13.451.222.301,57 atau 157,18%. Dari jumlah
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
51
tersebut kontribusi terbesar diperoleh dari Penerimaan Rekening Deposito
pada Bank Kalteng sebesar 64,59%. Disamping itu, terdapat 2 (dua)
komponen yang tidak dianggarkan tetapi turut berkontribusi yaitu
Pendapatan Denda Pajak Bumi & Bangunan Perdesaan & Perkotaan (PBB
P2), dan Pendapatan dari Pengembalian (Pendapatan yg masih perlu
Konfirmasi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini:
Tabel 3.5. Target dan Realisasi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah
Yang Sah TA. 2014
Kode
Rek.
Target
Uraian
LAIN-LAIN PENDAPATAN
ASLI DAERAH YANG SAH
Hasil Penjualan Aset Daerah
yang Tidak Dipisahkan :
- Penjualan Hasil Peternakan
Penerimaan Jasa Giro :
- Jasa Giro Kas Daerah
Penerimaan Bunga Deposito :
- Rekening Deposito pada Bank
Kalteng
Pendapatan Denda Pajak :
- Denda Pajak Reklame
- Denda Penerangan Jalan
- Denda Pajak Mineral Bukan
Logam dan Batuan
- Denda Pajak Bumi & Bangunan
Perdesaan & Perkotaan (PBB P2)
Pendapatan Denda Retribusi :
- Pendapatan Denda Retribusi Jasa
Umum
Pendapatan dari Pengembalian :
- Pendapatan Lainnya
- Pendapatan yg masih perlu
Konfirmasi
- Pendapatan dari Hasil Temuan
Bawasda/ Inspektorat & BPK
Pembayaran Hutang Pensiun
Dapem Induk :
- Pembayaran Hutang Pensiun
Dapem Induk
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.1.4
Realisasi
(%)
Kontribusi
(%)
(Rp.)
(Rp.)
8.557.711.043,00
13.451.222.301,57
157,18
100,00
300.000.000,00
399.459.000,00
133,15
2,97
806.235.484,00
947.032.725,00
117,46
7,04
7.064.000.000,00
8.687.500.001,00
122,98
64,59
4.500.000,00
20.000.000,00
5.898.145,00
-
131,07
-
0,04
0,00
100.000,00
17.050,00
17,05
0,00
-
5.619.198,00
-
0,04
108.505.500,00
380.340.000,00
350,53
2,828
50.000.000,00
2.338.587.060,02
4.677,17
17,39
-
19.583.830,00
-
0,15
120.220.059,00
615.793.932,55
512,22
4,58
84.150.000,00
51.391.360,00
61,07
0,38
2). Dana Perimbangan
Dana Perimbangan merupakan pendapatan yang berasal dari Pemerintah
Pusat. Dana Perimbangan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu Bagi Hasil
Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak/ Sumber Daya Alam; Dana Alokasi Umum
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
52
(DAU); dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Realisasi Dana Perimbangan TA. 2014
sebesar
Rp.
539.872.421.099,-
atau
100,12%
dari
anggaran
sebesar
Rp. 539.214.106.766,- dan merupakan jenis pendapatan dengan kontribusi
terbesar yaitu mencapai 86,85% dari total realisasi Pendapatan Daerah.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.6. Target dan Realisasi Dana Perimbangan TA. 2014
Kode
Rek.
4.2
Uraian
DANA PERIMBANGAN
Bagi Hasil Pajak/ Bukan Pajak
Dana Alokasi Umum (DAU)
4.2.3
Dana Alokasi Khusus (DAK)
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.2.1
4.2.2
Target
(Rp.)
539.214.106.766,00
74.868.250.766,00
424.351.636.000,00
39.994.220.000,00
Realisasi
(Rp.)
539.872.421.099,00
75.526.565.099,00
424.351.636.000,00
39.994.220.000,00
Kontribusi (%)
86,85
12,15
68,26
6,43
(%)
100,12
100,88
100,00
100,00
Secara terperinci target dan realisasi Dana Perimbangan per jenis
objeknya dapat dilihat pada uraian berikut:
a) Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak
Jenis Pendapatan ini dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu Bagi
Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam (SDA). Bagi Hasil
Pajak terealisasi sebesar Rp. 30.392.692.619,- atau 147,68% dari target
sebesar Rp. 20.579.436.044,- dengan kontribusi terbesar disumbang oleh
jenis objek Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 35,90%.
Sedangkan
Bagi
Hasil
Bukan
Pajak/SDA
terealisasi
sebesar
Rp. 45.133.872.480,- atau 83,14% dari target sebesar Rp. 54.288.814.722,dengan kontribusi terbesar diperoleh dari jenis objek Bagi Hasil Iuran
Eksplorasi dan Iuran Eksploitasi (Royalti) sebesar 33,69%.
Adapun rincian realisasi objek Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.7. Target dan Realisasi Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan
Pajak (SDA) Menurut Jenis Pendapatan TA.2014
Kode
Rek.
4.2.1
Target
Uraian
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan
Pajak
Bagi Hasil Pajak
- Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan
Bangunan
- Bagi Hasil Pajak Penghasilan (PPh)
Psl 25 & Psl 29 Wajib Pajak Org
Pribadi dlm negeri
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
Realisasi
(%)
Kontribusi
(%)
(Rp.)
(Rp.)
74.868.250.766,00
75.526.565.099,00
100,88
100,00
20.579.436.044,00
30.392.692.619,00
147,68
40,24
16.597.505.007,00
27.115.099.950,00
163,37
35,90
70.335.685,00
58.931.941,00
83,79
0,08
53
- Bagi Hasil dari Pajak PPh pasal 21
- Bagi Hasil Pajak Cukai Tembakau
Bagi Hasil Bukan Pajak/ (SDA)
- Iuran Hak Pengusahaan Hutan
- Provisi Sumber Daya Hutan
- Dana Reboisasi
- Iuran Tetap (Land-rent)
- Iuran Eksplorasi & Eksploitasi
(Royalti)
- Iuran Pungutan Hasil Perikanan
3.911.595.352,00
-
3.211.437.883,00
7.222.845,00
82,10
-
4,25
0,01
54.288.814.722,00
3.111.150.505,00
6.497.049.307,00
8.632.793.384,00
2.055.957.120,00
45.133.872.480,00
1.555.575.252,00
6.981.729.807,00
9.176.158.750,00
1.589.994.892,00
83,14
50,00
107,46
106,29
77,34
59,76
2,06
9,24
12,15
2,11
33.589.449.920,00
25.447.231.369,00
75,76
33,69
402.414.486,00
383.182.410,00
95,22
0,51
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
b) Dana Alokasi Umum (DAU)
Dana Alokasi Umum (DAU) adalah sejumlah dana yang dialokasikan
kepada setiap Daerah Otonom (provinsi/kabupaten/kota) setiap tahunnya
sebagai pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai
kebutuhan Daerah Otonom dalam rangka pelaksanaan desentralisasi,
dengan besaran yang berbeda sesuai formulasi statistik yang kompleks
antara lain menggunakan variabel jumlah penduduk dan luas wilayah. Dana
Alokasi Umum (DAU) merupakan kontributor terbesar terhadap kelompok
Pendapatan Dana Perimbangan. Pada tahun 2014 Dana Alokasi Umum
dianggarkan sebesar Rp. 424.351.636.000,- realisasinya 100%. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.8 Target dan Realisasi DAU TA. 2014
Kode
Rek.
Uraian
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Umum (DAU)
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.2.2
Target
(Rp.)
424.351.636.000,00
424.351.636.000,00
Realisasi
(Rp.)
424.351.636.000,00
424.351.636.000,00
(%)
100,00
100,00
Kontribusi (%)
100,00
100,00
c) Dana Alokasi Khusus (DAK)
Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah alokasi dari APBN kepada
provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan
khusus yang merupakan urusan Pemerintah Daerah dan sesuai prioritas
nasional, dengan besaran yang berbeda sesuai perhitungan indeks
berdasarkan kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis. Dana Alokasi
Khusus (DAK) merupakan kontributor terbesar ketiga setelah DAU dan Bagi
Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) terhadap kelompok Pendapatan
Dana Perimbangan, bahkan terhadap Pendapatan Daerah. Pada tahun 2014
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
54
Dana Alokasi Khusus terdiri dari 13 bidang urusan dengan total anggaran
sebesar Rp. 39.994.220.000,- realisasinya 100%. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.9 Target dan Realisasi DAK TA. 2014
Target
(Rp.)
4.2.3 Dana Alokasi Khusus (DAK)
39.994.220.000,00
- DAK Bidang Pendidikan
9.986.390.000,00
- DAK Bidang Kesehatan
3.805.330.000,00
- DAK Bidang Infrastruktur Jalan
8.013.280.000,00
- DAK Bidang Air Bersih
1.044.470.000,00
- DAK Bidang Kelautan & Perikanan
1.926.820.000,00
- DAK Bidang Pertanian
4.229.380.000,00
- DAK Bidang Lingkungan Hidup
1.896.510.000,00
- DAK Bidang Irigasi
2.127.600.000,00
- DAK Bidang Sanitasi
1.366.020.000,00
- DAK Bidang Keluarga Berencana
739.790.000,00
- DAK Bidang Transportasi Darat
382.350.000,00
- DAK Bidang Kehutanan
1.724.850.000,00
- DAK Bidang Energi Pedesaan
2.751.430.000,00
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
Kode
Rek.
Uraian
Realisasi
(Rp.)
39.994.220.000,00
9.986.390.000,00
3.805.330.000,00
8.013.280.000,00
1.044.470.000,00
1.926.820.000,00
4.229.380.000,00
1.896.510.000,00
2.127.600.000,00
1.366.020.000,00
739.790.000,00
382.350.000,00
1.724.850.000,00
2.751.430.000,00
(%)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
Kontribusi (%)
100,00
24,97
9,51
20,04
2,61
4,82
10,57
4,74
5,32
3,42
1,85
0,96
4,31
6,88
3). Lain – Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Lain – lain pendapatan daerah yang sah terdiri dari Pendapatan Hibah,
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemda Lainnya, Dana Penyesuian dan
Otonomi Khusus, Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya, serta
Sumbangan Pihak Ketiga.
Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah tahun 2014 dianggarkan sebesar
Rp.
47.683.822.145,-
realisasinya
sebesar
Rp.
48.926.186.325,19 atau
102,61%. Adapun rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.10 Target dan Realisasi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang
Sah TA. 2014
Kode
Rek.
Uraian
4.3
LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
4.3.1
Pendapatan Hibah
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
& Pemda lainnya
Dana Penyesuaian dan Otonomi
Khusus
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau
Pemda Lainnya
4.3.3
4.3.4
4.3.5
Target
(Rp.)
47.683.822.145,00
5.000.000.000,00
Realisasi
(Rp.)
48.926.186.325,19
2.056.743.888,00
Kontribusi (%)
102,61
7,87
41,13
0,33
18.393.156.145,00
21.366.248.437,19
116,16
3,44
15.840.666.000,00
17.053.194.000,00
107,65
2,74
8.450.000.000,00
8.450.000.000,00
100,00
1,36
(%)
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
55
a) Pendapatan Hibah
Realisasi Pendapatan Hibah Tahun 2014 sebesar Rp. 2.056.743.888,atau 41,13% dari anggaran sebesar Rp. 5.000.000.000,-. Untuk lebih
jelasnya secara rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.11 Target dan Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
TA. 2014
Kode
Rek.
Uraian
Pendapatan Hibah
Pendapatan Hibah dari
Badan/Lembaga/ Organisasi
Swasta Dalam Negeri
- Badan/lembaga/organisasi swasta
Bidang Kehutanan dan Perkebunan
- Badan/lembaga/organisasi swasta
Bidang Pertambangan
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.3.1
Target
(Rp.)
5.000.000.000,00
Realisasi
(Rp.)
2.056.743.888,00
Kontribusi (%)
41,13 100,00
2.500.000.000,00
1.518.087.888,00
60,72
73,81
2.500.000.000,00
538.656.000,00
21,55
26,19
(%)
b) Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi Tahun 2014 sebesar
Rp.
21.366.248.437,19
atau
116,16%
dari
anggaran
sebesar
Rp. 18.393.156.145,-. Untuk lebih jelasnya secara rinci dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Tabel 3.12 Target dan Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
TA. 2014
Kode
Rek.
Uraian
Dana Bagi Hasil Pajak dari
Provinsi dan Pemda lainnya
Dana Bagi Hasil Pajak dari
Provinsi
- Pajak Kendaraan Bermotor
- Pajak Kendaraan Diatas Air
- Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor
- Bea Balik Nama Kendaraan
Diatas Air
- Pajak Bahan Bakar Kendaraan
Bermotor
- Bagi Hasil Pajak Pengambilan &
Pemanfaatan Air Permukaan
- Bagi Hasil dari Pajak Rokok
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.3.3
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
Target
(Rp.)
Realisasi
(Rp.)
(%)
Kontribusi (%)
18.393.156.145,00
21.366.248.437,19
116,16
100,00
3.265.947.069,00
1.329.712,00
3.159.093.669,18
-
96,73
-
14,79
0,00
4.527.572.544,00
5.742.410.765,74
126,83
26,88
1.329.710,00
-
-
0,00
8.956.051.279,00
11.499.431.597,13
128,40
53,82
12.396.129,00
9.556.790,84
77,09
0,04
1.628.529.702,00
955.755.614,30
-
4,47
56
c) Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
Realisasi Dana Penyesuaian tahun 2014 sebesar Rp. 17.053.194.000,atau 107,65% dari target sebesar Rp. 15.840.666.000,-. Untuk lebih jelasnya
secara rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.13 Target dan Realisasi Dana Penyesuaian TA. 2014
Kode
Rek.
Uraian
Target
(Rp.)
Dana Penyesuaian dan Otonomi
15.840.666.000,00
Khusus
Dana Penyesuaian
- Tunjangan Profesi Guru PNSD
15.011.216.000,00
- Tambahan Penghasilan Guru
829.450.000,00
PNSD / Non Sertifikasi
- Pendapatan Dana Proyek
Pemerintah Daerah &
Desentralisasi (DP2D2)
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.3.4
Realisasi
(Rp.)
(%)
Kontribusi (%)
17.053.194.000,00
107,65
100,00
15.011.216.000,00
100,00
88,03
829.450.000,00
100,00
4,86
1.212.528.000,00
-
7,11
d) Bantuan Keuangan dari Provinsi
Realisasi Bantuan Keuangan dari Provinsi tahun 2014 sebesar
Rp. 8.450.000.000,- atau 100% dari target sebesar Rp. 8.450.000.000,-.
Untuk lebih jelasnya secara rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.14 Target dan Realisasi Bantuan Keuangan dari Provinsi
TA. 2014
Kode
Rek.
Uraian
Bantuan Keuangan dari
Provinsi atau Pemerintah
Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari
Provinsi
- Bantuan Keuangan dari Provinsi
DAK Kalteng Harati
- Bantuan Keuangan dari Provinsi
DAK Kalteng Barigas
- Bantuan Keuangan dari Provinsi
DAK Kalteng TMMD
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
4.3.5
Target
(Rp.)
Realisasi
(Rp.)
(%)
Kontribusi (%)
8.450.000.000,00
8.450.000.000,00
100,00
100,00
5.300.000.000,00
8.450.000.000,00
159,43
100,00
3.000.000.000,00
-
-
0,00
150.000.000,00
-
-
0,00
3. Permasalahan dan Solusi
a. Permasalahan
Dalam pelaksanaan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah banyak
hambatan baik dari internal SKPD maupun dari eksternal SKPD pengelola. Untuk
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
57
itu
dapat
disampaikan
kendala,
permasalahan/hambatan
yang
dihadapi
dilapangan sebagai berikut:
1. Keterbatasan sumber daya manusia, yang ada di DPPKAD sehingga tidak
dapat melakukan pengawasan/pemantauan secara optimal terhadap aktivitas
usaha yang berkaitan dengan pajak daerah.
2. Tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak /retribusi masih
rendah.
3. Belum adanya sanksi yang tegas bagi para wajib pajak yang melanggar
ketentuan Peraturan Daerah tentang pajak.
b. S o l u s i
Berdasarkan permasalahan diatas, dapatlah disampaikan solusi atau upaya
pemecahan masalah dalam rangka Pengembangan dan
Peningkatan Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten Lamandau sebagai berikut :
1. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, magang, study
banding dll.
2. Meningkatkan intensitas dan efektifitas pendataan dan penagihan PAD.
3. Dalam
rangka
meningkatkan
kesadaran
wajib
pajak/retribusi
perlu
dilaksanakan sosialisai, pemyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat yang
lebih efektif dan tepat sasaran.
4. Menyempurnakan sistem dan prosedur pemungutan dan pengaturan serta
penatausahaan penerimaan PAD.
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
58
B.
Pengelolaan Belanja Daerah
1.
Kebijakan Umum Keuangan Daerah
Belanja daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai
pengurangan
kekayaan
bersih.
Belanja
daerah
dirinci
menurut
urusan
pemerintahan daerah, organisasi, program, kegiatan, kelompok, jenis, obyek dan
rincian obyek belanja. Adapun Arah dan Kebijakan Umum Belanja Daerah, tetap
mengacu pada Kebijakan Umum Belanja Daerah yang telah ditetapkan, sesuai
dengan prinsip anggaran kinerja yang telah disepakati untuk dilaksanakan secara
penuh. Oleh sebab itu, Belanja Daerah diarahkan pada pelaksanaan Tupoksi
(Tugas Pokok dan Fungsi) setiap Dinas, Badan, Satuan Unit Kerja dalam
melaksanakan Administrasi Pemerintah, Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat
sesuai dengan ketersediaan dana yang ada.
Arah dan kebijakan belanja daerah ditetapkan dengan menyesuaikan
kebutuhan pembangunan daerah dan target pendapatan dan penerimaan daerah,
yaitu sebagai berikut:
1. Mempercepat reformasi kelembagaan ekonomi dan mewujudkan iklim usaha
yang kondusif;
2. Penanggulangan kemiskinan dan penanggulangan bencana;
3. Peningkatan Aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan;
4. Revitalisasi pertanian dalam arti luas dan pembangunan pedesaan;
5. Peningkatan kesempatan kerja, investasi dan ekspor;
6. Percepatan pembangunan infrastruktur;
7. Pembangunan desa perbatasan dan desa terisolir;
8. Perencanaan belanja daerah dengan menerapkan pendekatan anggaran
berbasis kinerja;
9. Pengalokasian anggaran belanja dengan menggunakan asas efisiensi, asas
ekonomis dan asas efektivitas;
10. Belanja
daerah
diupayakan
untuk
mendukung
tercapainya
tujuan
pembangunan.
Langkah kebijakan belanja daerah Tahun Anggaran 2014 dalam upaya
peningkatan pembangunan daerah sebagai berikut :
1. Kebijakan dalam bidang infrastruktur (jalan, jembatan, irigasi dan
drainase) meliputi pembangunan dan pemeliharaan jalan dalam kota,
pembangunan jembatan, sarana air bersih, drainase, peningkatan jalan dalam
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
59
kota, peningkatan jalan dalam ibukota kecamatan dilaksanakan setiap tahun,
pembukaan/peningkatan jalan tembus antar kecamatan/desa dan peningkatan
jalan desa;
2. Dalam bidang kesehatan meningkatkan kapasitas dan pelayanan kesehatan
RSUD, Puskesmas, Pustu dan Polindes serta pemberantasan penyakit
menular. Bidang kesehatan lebih difokuskan kepada penyediaan alat – alat
kesehatan dan obat – obatan terutama untuk Rumah Sakit Umum Daerah,
Puskesmas, Pustu dan Polindes. Peningkatan pelayanan kesehatan melalui
berobat gratis melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) pada tingkat
pelayanan dasar yaitu diseluruh puskesmas, puskesmas pembantu dan
polindes. Pembangunan dan rehabilitasi sarana kesehatan terus ditingkatkan
termasuk peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan. Pemberian
penghargaan bagi tenaga kesehatan teladan juga memacu bagi pekerja
dibidang kesehatan agar selalu bersaing dalam peningkatan kualitas layanan
kesehatan
bagi
masyarakat.
Pemerintah
daerah
menyediakan
biaya
operasional dan pemeliharaan pada setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten
Lamandau agar pelayanan kesehatan lancar juga kelancaran ketersediaan
pengadaan obat dan perbekalan kesehatan. Pemerintah daerah juga
menyiapkan insentif bagi dokter spesialis berupa perumahan dinas dan mobil
dinas serta menyiapkan anggaran biaya pendidikan bagi tenaga dokter yang
berminat untuk mengikuti pendidikan spesialis. Meningkatkan perbaikan gizi
dan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat akan terus dilaksanakan agar
pengetahuan kesehatan meningkat dan semakin baik;
3. Pada bidang pendidikan telah dicanangkan pendidikan gratis mulai tingkat
SD sampai dengan SLTA. Pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak (TK)
diberikan bantuan operasional pada 8 kecamatan yang ada di Kabupaten
Lamandau. Pembangunan perguruan tinggi (politeknik) yang dilakukan secara
bertahap dan telah diawali dengan studi kelayakan pada tahun 2009 dan pada
tahun 2014 ini akan dilanjutkan pembangunan gedung politeknik yang
dibarengi dengan penyediaan jasa tenaga pengajar dan tata usaha pada
politeknik tersebut. Pembangunan serta rehabilitasi sekolah/ruang belajar,
pengadaan mebeleur sekolah,
pembangunan jaringan instalasi listrik
sekolah, pembangunan dan rehabilitasi rumah dinas guru/kepala sekolah,
perpustakaan dan laboratorium terus ditingkatkan termasuk penyiapan tenaga
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
60
guru dan peningkatan kualitas pendidik melalui pendidikan formal (program
S1 dan S2), pelatihan serta sertifikasi guru. Dalam rangka memenuhi Standar
Pelayanan Minimum (SPM), bidang pendidikan juga akan dilaksanakan
pelatihan dan penyusunan SPM sehingga target yang dicanangkan pemerintah
pusat dan pemerintah daerah dapat tercapai dengan maksimal. Pemerintah
daerah juga menyiapkan alokasi dana dalam APBD untuk membantu
penyelesaian
tugas
akhir
bagi
mahasiswa yang
akan
menyelesaikan
pendidikannya serta menyiapkan anggaran bagi generasi muda yang
berprestasi dan berhasil melalui Seleksi bagi Calon Praja untuk mengikuti
pendidikan
pada
Institut
Pemerintahan
Dalam
Negeri
(IPDN).
Serta
memberikan beasiswa bagi putra/putri Kabupaten Lamandau dari setiap
desa/kelurahan, disamping itu disediakan pula beasiswa bagi siswa-siswi dari
keluarga yang kurang mampu;
4. Penyediaan sumber daya listrik bagi masyarakat telah dilakukan melalui
sewa mesin genset listrik bekerjasama dengan PT. PLN (Persero) Ranting
Nanga Bulik, pengadaan PLTS bagi desa-desa yang sulit terjangkau jaringan
listrik. Pada tahun 2014 ini, Pemerintah Daerah masih melanjutkan melakukan
sewa mesin genset listrik, bangunan terpusat pada satu lokasi (aset berupa
tanah dan bangunan seluruhnya milik pemerintah daerah), daya listrik yang
dihasilkan dijual kepada PT. PLN (Persero) di lokasi Kecamatan Menthobi Raya
untuk selanjutnya disalurkan pada masyarakat. Melalui pola ini juga
diharapkan masyarakat dapat menerima pelayanan yang lebih baik khususnya
bagi masyarakat di Nanga Bulik dan sekitarnya. Sedangkan untuk masyarakat
diwilayah lainnya akan diupayakan dengan membangun pembangkit listrik
tenaga mikro hidro (PLTMH) secara bertahap serta pembangkit listrik tenaga
surya (PLTS). Kedepannya diharapkan kecamatan lain yang belum tersedia
sumber daya listrik secara bertahap akan dilakukan sewa mesin genset listrik.
5. Penyediaan air bersih tetap menjadi prioritas dengan cara meningkatkan
kemampuan pelayanan PDAM Nanga Bulik. Dalam rangka meningkatkan
pelayanan
PDAM
terhadap
masyarakat
tentunya
dibarengi
dengan
peningkatan kualitas air bersih dan kelancaran air yang disalurkan pihak PDAM
pada pelanggannya. Pada kecamatan yang memiliki sumber air bersih dari
perbukitan, maka penyediaan air bersih dihasilkan untuk daerah-daerah
tersebut bersumber air bersih terdekat. Selain daerah tersebut diatas
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
61
penyediaan air bersih pada wilayah lainnya
dilakukan dengan pembuatan
sumur gali.
6. Bidang sarana dan prasarana perhubungan Tahun 2014 berupa
terlaksananya land clearing Bandar Udara, terlaksananya Studi Analisis
Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) pada terminal AKAP serta terlaksananya
penataan lahan untuk jembatan timbang.
7. Dibidang
pertanian,
peternakan,
perikanan,
perkebunan
dan
kehutanan serta ketahanan pangan, penanganan pasca panen dan
pengolahan hasil pertanian, peningkatan produksi dan produktivitas dan mutu
produk perkebunan juga pertanian, pendistribusian bibit ternak, peningkatan
produksi ikan hasil budidaya, pengembangan Balai Benih Ikan (BBI). Dibidang
kehutanan, pelaksanaan reboisasi dan rehabilitasi hutan, terbangunnya hutan
percontohan, pengembangan kebun rakyat dan pembangunan demplot kopi.
2.
Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2014
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali
diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, klasifikasi Belanja menurut jenis
belanja, terdiri dari:
a.
Belanja Tidak Langsung, meliputi: Belanja Pegawai, Belanja Bunga, Belanja
Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil Kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota, Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/
Kabupaten/Pemerintah Desa, dan Belanja Tidak Terduga.
b.
Belanja Langsung, meliputi: Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan
Belanja Modal.
Adapun total anggaran belanja daerah pada tahun anggaran 2014 sebesar
Rp. 628.056.503.376. dan terealisasi sebesar Rp. 576.085.223.932,35 atau
91,73% dari yang dianggarkan, dengan proporsi 39,51% Belanja Tidak Langsung
dan 60,49% Belanja Langsung. Bila dibandingkan dengan tahun 2013, maka
terlihat bahwa adanya peningkatan jumlah anggaran belanja sebesar 8,58% yaitu
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
62
dari Rp. 578.411.892.919,- dengan realisasi sebesar Rp. 532.944.433.294,11,
dengan proporsi 40,92% Belanja Tidak Langsung dan 59,08% Belanja Langsung.
Gambar 11. Diagram Proporsi Belanja Daerah TA.2014
Proporsi Belanja Daerah TA.2014
39.51%
Belanja Tidak Langsung
60.49%
Belanja Langsung
Gambar 12. Diagram Proporsi Belanja Daerah (Belanja Tidak Langsung
dan Belanja Langsung) TA.2013 - TA.2014
Perbandingan Proporsi Belanja Daerah 2013-2014
600,000,000,000.00
500,000,000,000.00
400,000,000,000.00
300,000,000,000.00
200,000,000,000.00
100,000,000,000.00
Belanja Langsung
TA. 2013
314,870,306,530.67
TA. 2014
348,482,089,752.10
Belanja Tidak Langsung
218,074,126,763.44
227,603,134,180.25
Belanja Daerah TA. 2014 secara terinci adalah sebagai berikut:
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
63
Tabel 3.15 Anggaran & Realisasi Belanja Daerah Kab. Lamandau
TA. 2014
Kode
Uraian
Rek.
5
BELANJA
5.1
BELANJA TIDAK LANGSUNG
Anggaran Setelah
Perubahan (Rp.)
Realisasi
(Rp.)
(%)
Proporsi
(%)
246.727.890.016,06
227.603.134.180,25
92,25
39,51
5.2
381.328.613.359,94
348.482.089.752,10
91,39
60,49
628.056.503.376,00
576.085.223.932,35
91,73
100,00
BELANJA LANGSUNG
Jumlah Belanja
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
Rincian per komponen belanja dapat dilihat pada penjelasan berikut:
a. Belanja Tidak Langsung
Belanja Tidak Langsung Kabupaten Lamandau tahun anggaran 2014
dianggarkan
sebesar
Rp. 246.727.890.016,06
dan
terealisasi
sebesar
Rp. 227.603.134.180,25 atau 92,25%. Belanja Tidak Langsung Kabupaten
Lamandau Tahun 2014 terdiri dari:
a.1) Belanja Pegawai
Belanja Pegawai merupakan belanja kompensasi dalam bentuk gaji dan
tunjangan, serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada PNS/CPNS
yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Kabupaten
Lamandau, termasuk gaji, uang representasi dan tunjangan pimpinan
dan anggota DPRD, gaji dan tunjangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah serta penghasilan/penerimaan lainnya yang ditetapkan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan. Kebijakan pemerintah daerah
dalam
meningkatkan
kesejahteraan
pegawai
yakni
memberikan
tambahan penghasilan/tunjangan daerah sesuai kemampuan keuangan
daerah.
Belanja
Pegawai
tahun
2014
dianggarkan
sebesar
Rp. 195.775.133.003,06,- terealisasi sebesar Rp. 180.217.975.014,- atau
92,05% dengan proporsi sebesar 31,28%.
a.2) Belanja Hibah
Anggaran untuk belanja hibah dialokasikan dalam APBD Kabupaten
Lamandau Tahun Anggaran 2014 diberikan pada pemerintah desa,
lembaga/organisasi
berupa
Hibah
kepada
TNI
(untuk
Bhakti
TNI/TMMD), hibah kepada umat Islam, hibah kepada umat Protestan,
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
64
hibah kepada umat Katolik, hibah kepada umat Hindu, LPTQ, LPP, FKUB,
fungsi pendidikan, fungsi kesenian, Dewan Adat Dayak, Marching Band
Bahaum Bakuba, Dekranasda, Wredatama, Karang Taruna, organisasi
kewanitaan, KORPRI, Kwarcab, KONI, PMI, KNPI, Dekopin, Persatuan
Wartawan, hibah Panitia Pemekaran Provinsi Kotawaringin Raya, Komisi
Penanggulangan AIDS. Dari anggaran sebesar Rp. 20.380.659.013,terealisasi sebesar Rp. 18.233.135.000,- atau 89,46% dengan proporsi
3,17%.
a.3) Belanja Bantuan Sosial.
Pada Tahun Anggaran 2014 Pemerintah Kabupaten Lamandau masih
tetap menganggarkan belanja bantuan sosial yang digunakan untuk
membantu pelaksanaan kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan.
Belanja
bantuan
sosial
diberikan
kepada
organisasi
sosial
kemasyarakatan, kelompok masyarakat, anggota masyarakat sesuai
ketentuan yang berlaku. Bantuan sosial akan diberikan secara selektif,
akuntabel, transparan dan berkeadilan dengan mempertimbangkan
kemampuan keuangan daerah. Pemberian bantuan sosial sifatnya tidak
wajib dan tidak harus diberikan setiap tahun anggaran. Dalam belanja
bantuan sosial tersebut dialokasikan anggaran untuk Bantuan BLMPNPM MP, bantuan sosial kepada anggota masyarakat pada fungsi
pendidikan
dan
fungsi
Kesra.
Dari
anggaran
sebesar
Rp. 3.350.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 2.422.351.530,- atau
72,31% dengan proporsi 0,42%.
a.4) Belanja Bantuan Keuangan.
Pada Tahun Anggaran 2014 Pemerintah Kabupaten Lamandau tetap
menganggarkan bantuan keuangan yang digunakan untuk bantuan
keuangan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Desa. Bantuan
keuangan kepada Provinsi berupa kontribusi pendanaan bersama
(sharing) terhadap kerjasama pembiayaan sewa transponder dengan
TVRI Kalteng dan Aviastar.
Sedangkan bantuan keuangan kepada pemerintahan desa berupa
Alokasi Dana Desa (ADD). Alokasi anggaran bantuan keuangan kepada
pemerintah desa meliputi TPAD kades, TPAD sekdes, TPAD kaur,
operasional dan tunjangan demang, insentif ketua BPD, insentif wakil
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
65
ketua BPD, insentif sekretaris BPD, insentif anggota BPD, alokasi dana
desa, tunjangan sekretaris damang, dan mantir adat kecamatan, desa
serta kelurahan, serta operasional 5 desa persiapan. Anggaran ADD
selanjutnya dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(APBDes). Bantuan keuangan juga diberikan kepada Partai Politik,
kepada APKASI Pusat dan Provinsi, serta FORSEDASI. Dari anggaran
sebesar Rp. 27.062.098.000,- terealisasi sebesar Rp. 26.729.672.636,25
atau 98,77% dengan proporsi 4,64%.
a.5) Belanja Tidak Terduga.
Pada tahun 2014 kebijakan Pemerintah Kabupaten Lamandau tetap
menganggarkan belanja tidak terduga untuk menanggulangi kegiatan
yang sifatnya tidak dapat diprediksi, diluar kendali dan pengaruh
pemerintah daerah seperti penanggulangan bencana alam/kejadian luar
biasa (KLB), bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya,
termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-tahun
sebelumnya yang telah ditutup. Kegiatan yang bersifat tidak biasa yaitu
untuk tanggap darurat dalam rangka pencegahan gangguan terhadap
stabilitas penyelenggaraan pemerintah demi terciptanya keamanan,
ketenteraman
dan
ketertiban.
Dari
anggaran
sebesar
Rp. 160.000.000,- terealisasi nihil atau 0% dengan proporsi 0%.
Rincian anggaran dan realisasi Belanja Tidak Langsung dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tabel 3.16 Anggaran & Realisasi Belanja Tidak Langsung TA. 2014
Kode
Rek.
5.1
5.1.1
5.1.4
5.1.5
Uraian
BELANJA TIDAK LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Keuangan kepada
5.1.7
Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemdes
5.1.8 Belanja Tidak Terduga
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
Anggaran Setelah
Perubahan (Rp.)
246.727.890.016,06
195.775.133.003,06
20.380.659.013,00
3.350.000.000,00
Realisasi
(Rp.)
227.603.134.180,25
180.217.975.014,00
18.233.135.000,00
2.422.351.530,00
92,25
92,05
89,46
72,31
27.062.098.000,00
26.729.672.636,25
98,77
4,64
160.000.000,00
-
-
0,00
(%)
Proporsi
(%)
39,51
31,28
3,17
0,42
66
b. Belanja Langsung
Belanja Langsung Pemerintah Kabupaten Lamandau tahun anggaran
2014 dianggarkan sebesar Rp. 381.328.613.359,94 dan terealisasi sebesar
Rp. 348.482.089.752,10 atau 91,39%.
b.1) Belanja Pegawai pada Belanja Langsung meliputi Honorarium PNS,
Honorarium Non PNS, Uang Lembur PNS, dan Belanja Kursus, Pelatihan,
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PNS. Pada tahun 2014 Belanja Pegawai
dianggarkan
sebesar
Rp.
36.412.887.777,-
terealisasi
sebesar
Rp. 32.754.022.668,- atau 89,95 % dengan proporsi sebesar 5,69%.
b.2) Belanja Barang dan Jasa pada tahun 2014 dianggarkan sebesar
Rp. 149.085.217.095,- terealisasi sebesar Rp. 132.025.540.616,20 atau
88,56% dengan proporsi sebesar 22,92%.
b.3) Belanja Modal dominan digunakan untuk belanja jalan, irigasi/jaringan,
belanja gedung dan bangunan serta pengadaan peralatan. Pada tahun
2014 Belanja Modal dianggarkan sebesar Rp. 195.830.508.487,94
terealisasi sebesar Rp. 183.702.526.467,90 atau 93,81% dengan
proporsi tertinggi yaitu sebesar 31,89%.
Rincian anggaran dan realisasi Belanja Langsung dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 3.17 Anggaran & Realisasi Belanja Langsung TA. 2014
Kode
Anggaran Setelah
Uraian
Rek.
Perubahan (Rp.)
5.2
BELANJA LANGSUNG
381.328.613.359,94
5.2.1 Belanja Pegawai
36.412.887.777,00
5.2.2 Belanja Barang dan Jasa
149.085.217.095,00
5.2.3 Belanja Modal
195.830.508.487,94
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
Realisasi
(Rp.)
348.482.089.752,10
32.754.022.668,00
132.025.540.616,20
183.702.526.467,90
(%)
91,39
89,95
88,56
93,81
Proporsi
(%)
60,49
5,69
22,92
31,89
Adapun rincian anggaran dan realisasi Belanja menurut organisasi atau SKPD
tahun 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.18
No.
1.
2.
3.
Anggaran & Realisasi Belanja TA. 2014 Menurut
Organisasi atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
SKPD
Dinas DIKJAR
Dinas Kesehatan
RSUD Lamandau
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
Anggaran Belanja Proporsi
(Rp.)
(%)
148.603.556.933,00
41.287.075.282,00
23.174.925.956,00
23,66
6,57
3,69
Realisasi
(Rp.)
%
137.697.111.904,00
36.127.980.439,00
20.903.141.344,78
92,66
87,50
90,20
Proporsi
(%)
23,90
6,27
3,63
67
110.827.211.574,00
7.321.405.158,00
6.989.972.800,00
5.655.080.090,00
5.124.465.287,00
3.903.961.770,00
5.539.180.315,00
10.873.542.500,00
7.648.647.500,00
5.832.445.900,00
4.770.250.035,00
3.809.282.080,00
5.309.081.500,00
3.458.672.700,00
478.400.000,00
48.608.884.248,00
14.654.005.826,00
4.312.561.678,00
63.873.282.413,00
3.099.693.680,00
7.552.360.250,00
1.923.844.808,00
3.829.383.750,00
2.915.036.652,00
2.969.609.000,00
1.714.819.482,00
1.893.262.000,00
1.891.175.000,00
1.893.635.276,00
5.348.240.000,00
5.276.367.800,00
1.621.120.000,00
16.730.602.245,00
15.485.969.638,00
21.855.492.250,00
17,65
1,17
1,11
0,90
0,82
0,62
0,88
1,73
1,22
0,93
0,76
0,61
0,85
0,55
0,08
7,74
2,33
0,69
10,17
0,49
1,20
0,31
0,61
0,46
0,47
0,27
0,30
0,30
0,30
0,85
0,84
0,26
2,66
2,47
3,48
103.537.350.761,44
6.894.481.904,00
6.205.464.290,00
5.167.992.752,00
4.727.453.308,00
3.803.525.184,00
4.485.471.381,00
10.591.051.012,05
7.066.155.536,00
5.606.817.439,00
4.341.119.180,00
3.503.323.271,00
5.228.611.212,00
3.274.468.307,00
432.188.977,00
43.770.228.898,20
13.464.307.557,00
3.949.187.068,00
59.163.260.024,25
2.860.558.546,00
6.527.487.590,00
1.850.294.389,00
3.650.734.154,00
2.717.326.401,00
2.937.929.093,00
1.657.900.304,00
1.875.506.574,00
1.871.869.062,00
1.883.977.349,00
5.120.076.748,00
4.834.104.729,00
1.338.427.663,00
15.020.640.649,63
11.373.794.375,00
20.623.904.556,00
93,42
94,17
88,78
91,39
92,25
97,43
80,98
97,40
92,38
96,13
91,00
91,97
98,48
94,67
90,34
90,05
91,88
91,57
92,63
92,29
86,43
96,18
95,33
93,22
98,93
96,68
99,06
98,98
99,49
95,73
91,62
82,56
89,78
73,45
94,36
17,97
1,20
1,08
0,90
0,82
0,66
0,78
1,84
1,23
0,97
0,75
0,61
0,91
0,57
0,08
7,60
2,34
0,69
10,27
0,50
1,13
0,32
0,63
0,47
0,51
0,29
0,33
0,32
0,33
0,89
0,84
0,23
2,61
1,97
3,58
Jumlah Belanja
628.056.503.376,00
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
100,00
576.085.223.932,35
91,73
100,00
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
Dinas Pekerjaan Umum
BAPPEDA
DISHUBKOMINFO
Badan Lingkungan Hidup
DISDUKCAPIL
BPPPAKB
DISOSNAKERTRANS
DISPERINDAGKOP & UMKM
DISPARSENIBUD
DISPORA
Badan KESBANGPOLINMAS
BPBD
Kantor SATPOL PP.
DPRD
KDH/WKDH
Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Inspektorat
DPPKAD
BPPTPM
BKPP
Kec. Bulik Timur
Kec. Bulik
Kec. Lamandau
Kec. Delang
Kec. Sematu Jaya
Kec. Menthobi Raya
Kec. Belantikan Raya
Kec. Batang Kawa
BPPKP
BPMDes
Kantor PUSTARDA
DISTANAKAN
DISHUTBUN
DISTAMBEN
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa Dinas Pendidikan dan Pengajaran
merupakan SKPD dengan jumlah anggaran tertinggi
yaitu mencapai
Rp. 148.603.556.933,- dan terealisasi sebesar Rp. 137.697.111.904,- atau
92,66% dan proporsi belanjanya terhadap total anggaran belanja yaitu
sebesar 23,90%. Hal ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah
Kabupaten Lamandau bersama DPRD dalam meningkatkan sumber daya
manusia (SDM) di bidang pendidikan sesuai amanat Pasal 31 ayat (4) UUD
1945 yaitu negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
68
20% dari APBN serta APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan
pendidikan nasional.
3.
Permasalahan dan Solusi
a. Permasalahan/kendala
- Pada dasarnya permasalahan umum yang dihadapi daerah saat ini terkait
dengan belanja daerah adalah Pemerintah Daerah seringkali dihadapkan
pada
tingginya
kebutuhan
daerah
yang
tidak
seimbang
dengan
kemampuan yang dimiliki daerah. Sementara disisi lain masyarakat
menuntut adanya perbaikan kualitas pelayanan dimana hal ini tentunya
memerlukan sumber daya yang cukup besar dalam merealisasikannya.
b. Solusi:
Dalam menghadapi situasi ini diperlukan penanganan ataupun solusi sebagai
upaya pemecahan masalah yang antara lain :
- Menetapkan skala prioritas belanja daerah dalam menghadapi begitu
banyak kebutuhan yang memerlukan pembiayaan yang besar pula dan
melakukan penghematan belanja seperti membayar honorarium dan
perjalanan dinas secara selektif dan proporsional;
- Memilih aktivitas ataupun kegiatan yang dapat memberi umpan balik
ataupun
memberikan
dampak
positif
bagi
peningkatan
sektor
pembangunan lain;
- Menetapkan standar analisis belanja yang pada saat ini masih dalam
bentuk standar harga barang dan jasa yang menjadi acuan atau batas
tertinggi dalam penganggaran belanja daerah;
- Pengendalian dan pengukuran untuk alokasi anggaran masing-masing
kegiatan untuk menilai kewajaran pembebanan biaya dalam pelaksanaan
kegiatan;
- Merealisasikan anggaran belanja sesuai kebutuhan riil karena tidak
selamanya belanja yang telah dianggarkan harus dihabiskan.
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
69
C.
Pengelolaan Pembiayaan Daerah
1. Kebijakan Umum Pembiayaan Daerah
Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali
dan/atau pengeluaran yang akan di terima kembali, baik pada tahun anggaran yang
bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan
merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara
Pendapatan dan Belanja Daerah. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan
pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Berkaitan dengan defisit APBD TA. 2014 sebagaimana tergambar dalam tabel
2. Pada Bab III, maka defisit tersebut ditutup dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
tahun anggaran sebelumnya (APBD murni), yang bukan berasal dari anggaran
kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan atau diselesaikan pada tahun 2014 dan
akan diluncurkan pada tahun 2015, tetapi dengan cara meningkatkan efisiensi dan
efektivitas penggunaan anggaran belanja dan atau memacu pendapatan daerah
tahun 2014.
a. Kebijakan Penerimaan Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan mencakup Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun
Sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan derah
yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian
pinjaman dan penerimaan piutang daerah. SiLPA mencakup pelampauan PAD,
pelampauan penerimaan dana perimbangan, penerimaan lain-lain pendapatan
daerah yang sah. Pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2014, SiLPA Tahun
Anggaran 2013 akan digunakan untuk menutup defisit anggaran serta
pembiayaan kegiatan prioritas daerah.
b. Kebijakan Pengeluaran Pembiayaan
Pengeluaran pembiayaan mencakup pembentukan dana cadangan, penyertaan
modal (investasi) pemerintah daerah, pembayaran pokok utang, dan pemberian
pinjaman daerah. Kebijakan pengeluaran pembiayaan dianggarkan untuk
penyertaan modal di PT. Bank Kalteng, penyertaan modal pada PDAM,
Perusahaan Daerah Bajurung Raya dan pada PT.JAMKRIDA Kalteng.
Kondisi umum pembiayaan dalam Rancangan APBD Kabupaten Lamandau
tahun anggaran 2014 dari sisi peneriman baru bersumber pada jenis penerimaan
yaitu sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA). Hal ini disebabkan Pemerintah
Kabupaten Lamandau belum melakukan kebijakan lain yang merupakan sumber
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
70
pembiayaan. Sedangkan pengeluaran untuk pembiayaan masih untuk membayar
penyertaan modal (Investasi) daerah pada PT. Bank Pembangunan Kalteng, PT.
JAMKRIDA Kalteng, penyertaan modal pada PDAM dan Perusahaan Daerah
Bajurung Raya.
2. Target dan Realisasi Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2014
Pembiayaan
Daerah
pada
tahun
2014
untuk
Bagian
Penerimaan
dianggarkan sebesar Rp. 95.537.991.690,- dan terealisasi 100% dari target. Begitu
pula untuk Bagian Pengeluaran dianggarkan sebesar Rp. 6.450.000.000,- dan
terealisasi 100% dari target. Karena terjadinya Defisit pada APBD Tahun Anggaran
2014 yakni sebesar Rp. 20.256.449.865,- maka Pembiayaan dianggarkan sebesar
Rp. 89.087.991.690,- (Penerimaan Daerah sebesar Rp. 95.537.991.690,-dikurangi
Pengeluaran Daerah sebesar Rp. 6.450.000.000,-),sehingga masih ada SILPA
Tahun Berkenaan sebesar Rp. 68.831.541.825,-. Adapun rincian Pembiayaan
Daerah dan realisasi tahun 2014 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.19. Target & Realisasi Pembiayaan Daerah Kab. Lamandau
TA. 2014
Kode
Rek.
6.1
6.1.1
6.1.2
6.1.4
6.2
6.2.1
6.2.2
6.2.3
Anggaran Setelah
Perubahan (Rp.)
Realisasi
(Rp.)
(%)
PENERIMAAN
Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran (SILPA)
Pencairan Dana Cadangan
Penerimaan Pinjaman Daerah
95.537.991.690,00
95.537.991.690,00
100,00
95.537.991.690,00
95.537.991.690,00
100,00
-
-
-
Jumlah Penerimaan
95.537.991.690,00
95.537.991.690,00
100,00
PENGELUARAN
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal (Investasi) Pemda
Pembayaran Pokok Utang
6.450.000.000,00
6.450.000.000,00
-
6.450.000.000,00
6.450.000.000,00
-
100,00
100,00
-
Jumlah Pengeluaran
6.450.000.000,00
6.450.000.000,00
100,00
89.087.991.690,00
89.087.991.690,00
100,00
68.831.541.825,00
134.642.790.769,76
195,61
Uraian
Pembiayaan Netto
SISA LEBIH PERHITUNGAN
ANGGARAN TAHUN
BERKENAAN
Sumber: DPPKAD Kabupaten Lamandau
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
71
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Bank
Kalteng Nomor 40 tanggal 28 Juni 2008 mengalami perubahan modal dasar
perseroan sehingga berpengaruh pada perubahan komposisi Penyertaan Modal
(investasi) Pemerintah Kabupaten Lamandau pada Perseroan Terbatas (PT) Bank
Kalimantan Tengah sebelumnya sejumlah Rp. 6.000.000.000,- bertambah sejumlah
Rp.13.500.000.000,- menjadi sejumlah Rp. 19.500.000.000,- . Modal yang telah
disetor
sampai
tahun
2009
sejumlah
Rp.
6.000.000.000,-
sisa
sejumlah
Rp. 13.500.000.000,- sesuai Perda No. 07 Tahun 2011 Penyertaan Modal dibagi
dalam 4 tahun dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 dengan kewajiban
penyertaan modal (investasi) setiap tahun rata-rata sejumlah Rp. 3.375.000.000,-.
Pada tahun anggaran 2014, penyertaan modal pada PT. Bank Kalimantan Tengah
sejumlah Rp. 2.750.000.000,Sesuai Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Penyertaan Modal
Pemerintah Kabupaten Lamandau kepada Perusahaan Daerah (PD) Bajurung Raya
dialokasikan sejumlah Rp. 10.000.000.000,- yang dibagi selama 10 (sepuluh) tahun
dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2020. Besarnya alokasi dana cadangan setiap
tahun sejumlah Rp. 500.000.000,- sampai dengan Rp. 1.000.000.000,-. Pada tahun
anggaran 2014, penyertaan modal pada Perusahaan Daerah Bajurung Raya
sejumlah Rp. 1.200.000.000,Sesuai Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2009 tentang Penyertaan Modal
Pemerintah Kabupaten Lamandau kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Kabupaten Lamandau dialokasikan sejumlah Rp. 5.000.000.000,- yang dibagi
selama 5 (lima) tahun
dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Besarnya
alokasi dana cadangan setiap tahun sejumlah Rp. 1.000.000.000,-. Pada tahun
anggaran 2014, penyertaan modal pada PDAM Kabupaten Lamandau sejumlah
Rp.1.000.000.000,-.
Pemerintah Kabupaten Lamandau pada tahun anggaran 2014 juga melakukan
penyertaan
modal
pada
PT.
JAMKRIDA
Kalimantan
Tengah
sebesar
Rp. 1.500.000.000,-
3. Permasalahan dan Solusi
a. Permasalahan/kendala yang dihadapi antara lain:
- PDAM dan PD. Bajurung Raya belum mampu berkontribusi kepada daerah;
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
72
- Penyertaan modal pada PT. Bank Kalteng besarannya masih menyesuaikan
dengan kemampuan keuangan daerah.
- Penyertaan modal pada PT. Jamkrida Kalteng baru dimulai tahun 2014.
b. Solusi yang dapat dilaksanakan yaitu:
- PDAM dan PD. Bajurung Raya harus mampu menciptakan terobosan dan
inovasi baru dalam pelaksanaan kegiatan agar mencapai target yang
diinginkan sehingga pada saatnya nanti dapat mandiri dan berkontribusi untuk
PAD Kabupaten Lamandau.
LKPJ Bupati Lamandau Tahun 2014
73
Download