PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

advertisement
Penyusun :
Hendra Wirawan
12601040019
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Jurusan Pendidikan Matematika
2012


Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran,
perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada diri
peserta didik.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan si belajar sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan,
dan terkendali.




Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga
dapat menumbuhkan motivasi belajar.
Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga
dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan
siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
Metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak sematamata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh
guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan
tenaga, apalagi bila guru harus mengajar untuk setiap jam
pelajaran.
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak
hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain
seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan
lain-lain.
1. Media Pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan supaya tidak
terlalu verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau hanya kata lisan)
2. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan
daya indera, misalnya;
• objek yang terlalu besar – bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai,
•
•
•
•
film, atau model.
objek yang kecil – dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau
gambar.
gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse
atau high-speed photography.
kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat
rekaman film, video, film bingkai, atau foto.
objek yang terlalu kompleks, dapat disajikan dengan model, diagram atau
melalui program komputer animasi.
konsep yang terlalu luas (gempa bumi, gunung beapi, iklim, planet dan lainlain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar dan lain-lain.
3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi
dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pembelajaran
berguna untuk;
• menimbulkan motivasi belajar
• memungkinkan interaksi langsung antara anak didik dengan
lingkungan secara seperti senyatanya.
• memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan
kemampuan dan minatnya.
4. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda diantara peserta
didik, sementara kurikulum dan materi pelajaran di tentukan sama untuk
semua peserta didik.hal ini dapat diatasi dengan media pendidikan yaitu;
• memberikan perangsang yang sama
• mempersamakan pengalaman
• menimbulkan persepsi yang sama



Pada awal sejarah pendidikan, guru merupakan satu-satunya
sumber untuk memperoleh pelajaran. Dalam perkembangan
selanjutnya, sumber belajar itu kemudian bertambah dengan
adanya buku.
Pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar
(teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual,
misalnya model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan
pengalaman kongkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya
serap atau retensi belajar. Namun karena terlalu memusatkan
perhatian pada alat bantu visual kurang memperhatikan aspek
disain, pengembangan pembelajaran (instruction) produksi dan
evaluasinya.
Jadi, dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar
abad ke-20, alat visual untuk mengkongkritkan ajaran ini
dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal dengan audio
visual atau audio visual aids (AVA) .
 Pada
akhir tahun 1950 teori komunikasi
mulai mempengaruhi penggunaan alat
bantu audio visual, yang berguna
sebagai penyalur pesan atau informasi
belajar.
 Pada tahun 1960-1965 orang-orang mulai
memperhatikan siswa sebagai
komponen yang penting dalam proses
belajar mengajar.
 Pada
tahun 1965-1970 pendekatan system
(system approach) mulai menampakkan
pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan
dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan
system ini mendorong digunakannya media
sebagai bagian integral dalam proses
pembelajaran. Setiap program
pembelajaran harus direncanakan secara
sistematis dengan memusatkan perhatian
pada siswa.
 Edgar
Dale (Edgar Dale cone of
experience).
 B.F Skinner (behaviorism theory)
 Johan Amos Comenius
 Abraham Maslow
 Carl Rogers
 Arthur Combs
 Ivan Ptrovich Pavlov
Referensi :
 Azar Arsyad. (1997). Media Pengajaran. Jakarta: Raja Grafindo
Persada. Basuki Wibawa dan Farida Mukti. (1992/1993). Media
Pengajaran. Jakarta: Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikti
Dipdikbud.
 Brown, James W, Lewis Robert B, and Harcleroad, Fred F. (1983). AV
Instructional: Technology, Media, and Method. New York: Mc.
Graw-Hill Book Company.
 Degeng, I Nyoman Sudana. (1993) Media Pendidikan. Malang: FIP
IKIP Malang. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (1991).
 Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru..... Baca Selengkapnya di :
http://www.m-edukasi.web.id/2012/05/pentingnya-mediapembelajaran.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Download