1 POLA PENDIDIKAN SEKS ALKITABIAH BAGI

advertisement
POLA PENDIDIKAN SEKS ALKITABIAH BAGI REMAJA DALAM
KELUARGA MENURUT KITAB AMSAL
Yushak Soesilo1
ABSTRAKSI
Perkembangan zaman yang didukung oleh kemajuan dalam dunia
teknologi informasi telah juga mengubah gaya hidup remaja, termasuk
juga gaya hidup seksual remaja. Perilaku seks menyimpang remaja di
Indonesia
sudah
sampai
pada
taraf
yang
mengkuatirkan.
Penanggulangannya tidak lain adalah melalui pendidikan seks kepada
remaja. Permasalahannya ada pandangan sebagian orang bahwa
membicarakan seks adalah tabu. Hal tersebut berakibat pendidikan seks
tidak berjalan secara optimal. Penulis dalam tulisan ini menganalisa pola
pendidikan seks alktabiah dengan menggunakan metode eksegesa
terhadap Amsal 7:1-27. Melalui eksegesis tersebut ditemukan bahwa
pendidikan seks telah ada sejak zaman Perjanjian Lama dan mewarnai
kehidupan umat pilihan Tuhan. Pendidikan seks bukanlah hal yang tabu,
namun sebaliknya menjadi bagian pendidikan dalam keluarga orang
percaya.
BIBLICAL SEXUAL EDUCATION PATTERN FOR TEENAGER
IN A FAMILY ACCORDING TO PROVERBS
ABSTRACT
This progressive information technology time has changed teen
lifestyle, including in their sexual lifestyle. Teenager sexual deviation in
Indonesia has come to a worrying level. Sexual education for teenager is a
way to prevent this sexual deviation. The problem is considered taboo
talking abaout sex in Indonesian custom. That condition results in
unoptimaly sexual education. In this article, the writer analizes biblical
sexual education by using Proverbs 7:1-27 exegesis method. Through this
exegesis found that sexual education had been in existence since the Old
Testament time and painted the Lord chosen people daily life. Sexual
education is not taboo, on the other hand, sexual education should be part
in the beliefer family education.
Keywords:eksegesa, eksegesis, pola pendidikan seks alkitabiah, remaja,
keluarga, amsal.
1
STT “INTHEOS” Surakarta ([email protected])
1
kelamin (petting) hingga berhubungan
PENDAHULUAN
seksual.5 Penelitian tersebut memang
Perilaku
seks
pranikah
pada
tidak mewakili keseluruhan kondisi
remaja pada akhir-akhir ini memang
meningkat.
Berdasarkan
data
remaja, namun paling tidak penelitian
yang
tersebut memberikan gambaran perilaku
dihimpun oleh PKBI (Perkumpulan
seksual
Keluarga Berencana Indonesia) tahun
Fenomena
melakukan hubungan seksual di luar
berkaitan
pernikahan adalah remaja usia 13-19
Penelitian
lainnya,
di
persen
kecanduan pada pornografi ini. Remaja
dengan sangat mudah dapat mengakses
konten-konten
remaja
internet
mengalami kehamilan dan kelahiran
Kesehatan
remaja
Masyarakat
yang
leluasa
pornografi.
untuk
Fakta
menjadi pengunduh situs porno terbesar
pelajar setingkat SMA di Jakarta telah
seks
handphone
menyatakan bahwa remaja Indonesia
menunjukkan bahwa lima dari seratus
hubungan
semakin
mengakses
Universitas Indonesia (FKM UI) juga
melakukan
maupun
melalui
rata gagap terhadap teknologi membuat
penelitiannya untuk meraih gelar doktor
Fakultas
pornografi
canggih. Keadaan orang tua yang rata-
sebelum nikah.4Rita Damayanti dalam
di
adalah
saat ini menjadi salah satu pemicu
luar
2010 di daerah kota besar seperti Jakarta
20,6
remaja
terus berkembang dengan sangat pesat
nikah.3 Sebuah studi lainnya pada tahun
menunjukkan
pada
seks
Kecanggihan teknologi informasi yang
dan enam persen remaja pria pernah
seks
perilaku
yang
masalah kecanduan pada pornografi.
fakta bahwa satu persen remaja wanita
hubungan
semakin
lainnya
dengan
menyimpang
yang
dilakukan pada tahun 2007, menemukan
melakukan
yang
memprihatinkan.
2006 menunjukkan remaja yang pernah
tahun.2
remaja
di dunia.6 Kecanduan pada pornografi
sebelum
tersebut
menikah. Pola pacaran yang dilakukan
tentu
dapat
meningkatkan
tindak kejahatan seksual, seks bebas di
antara lain mulai berciuman bibir,
kalangan remaja, maupun merusak otak
meraba-raba dada, menggesekkan alat
remaja.
2
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/183
3410/60-remaja-indonesia-kecanduan-seksbebas> “Seks Usia Dini Memprihatinkan: 60%
Remaja Indonesia Kecanduan Seks Bebas”.
3
http://kosmo.vivanews.com/news/read/319
315-bahaya-perilaku-seks-bebas-pada-remaja>
“Seks Bebas pada Remaja Kian Marak”.
4
Ibid.
5
http://remaja.suaramerdeka.com/2010/05/2
0/seks-bebas-di-kalangan-remaja-sma/>
PIKRemaja AL-HIKMAH, “Seks Bebas di
Kalangan Remaja SMA”.
6
http://www.lampungpost.com/Keluarga/re
maja-lemot-karena-kecanduan-pornografi.html>
“Remaja Lemot Karena Kecanduan Pornografi”.
2
Perilaku seks yang menyimpang
hal-hal yang berhubungan dengan seks
seperti yang disebutkan di atas jelas
kepada anak-anak mereka adalah sama
merupakan suatu pelanggaran terhadap
artinya
norma agama. Hukum ketujuh dari Dasa
untuk berperilaku seks menyimpang.
Titah menyebutkan “Jangan berzinah”
Hal tersebut mengakibatkan
(Kel. 20:14). Dari hukum tersebut
justru
kemudian diberikan ketentuan-ketentuan
mengenai seks dari sumber-sumber yang
yang
dalam
tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh
Ulangan 22:1 – 23:14, yang mengatur
karena tidak mendapatkan pendidikan
dengan kekudusan hidup seksual. Aturan
seks dari orang tuanya.
lebih
praktis,
seperti
dengan
merangsang
mendapatkan
remaja
remaja
pengetahuan
yang mengatur perilaku kudus secara
Kitab Amsal merupakan suatu
seksual tersebut berisi larangan-larangan
bukti bahwa pendidikan seks sebenarnya
yang disertai dengan ancaman hukuman
telah ada sejak zaman Perjanjian Lama.
apabila
Namun
Membicarakan mengenai seks dalam
atau
keluarga ternyata bukanlah hal yang
menanggulangi masalah perilaku seks
tabu dalam zaman Perjanjian Lama,
menyimpang
tidaklah
yang kita kenal begitu konservatif dalam
memberikan
hal yang demikian. Penulis dalam
aturan-aturan, yang berisi larangan-
tulisan ini akan memaparkan pola
larangan
ancaman
pedidikan seks dalam keluarga melalui
suatu
eksegesis terhadap Kitab Amsal 7:1-27
pendidikan seks bagi remaja, terutama
untuk kemudian dapat menjadi suatu
untuk menumbuhkan pengertian dan
inspirasi dan pembelajaran bagi keluarga
pemahaman dari dalam diri remaja
dalam menerapkan pendidikan seks
sendiri untuk terhindar dari perilaku seks
alkitabiah bagi anggota keluarganya.
melanggarnya.
demikian,
mudah
menyelesaikan
pada
hanya
remaja
dengan
disertai
hukuman.
dengan
Perlu
adanya
menyimpang.
DEFINISI DAN TUJUAN
Pendidikan
seks
yang
ideal
PENDIDIKAN SEKS
adalah dilakukan di dalam keluarga.
Pendidikan seks dapat diartikan
Namun demikian, masih banyak ditemui
sebagai
bahwa orang tua merasa tabu untuk
memberikan
dengan menanamkan moral, etika, serta
dengan seks kepada anak-anak mereka.
komitmen agama agar tidak terjadi
Ada yang mungkin beranggapan bahwa
atau
untuk
pengetahuan tentang organ reproduksi
membicarakan hal-hal yang berkaitan
membicarakan
upaya
penyalahgunaan
memberitahukan
3
organ
reproduksi
tersebut.7
Kristen,
Sedangkan
pendidikan
secara
teologi
sendiri sebagai individu seksual, serta
seksual
adalah
mengadakan
pembinaan untuk mengenal diri selaku
hubungan
interpersonal
yang baik.
ciptaan Allah menurut citra-Nya.8 Oleh
Tujuan diberikannya pendidikan
karenanya, pendidikan seksual dalam
seksual, menurut Borrong adalah agar
teologi Kristen mencakup dua hal.9
sejak dini anak mengenal dengan baik
Pertama, Tuhan menciptakan manusia
keberadaan
sebagai laki-laki dan perempuan (Kej.
mengembangkan
1:26),
sehingga
manusia
dirinya,
12
harus
citra Allah.
menerima,
pribadinya
dan
sebagai
Sedangkan tujuan khusus
10
bertumbuh sesuai dengan kodratnya.
diberikannya pendidikan seks adalah
Kedua, karena diciptakan sebagai citra
supaya anak dapat menghargai alat
Allah, maka manusia itu suci, termasuk
kelaminnya sebagai anugerah Tuhan
dalam
yang pada saatnya akan berfungsi sesuai
hal
seksual
manusia
harus
menjaga kesucian dan kekudusannya.11
Pendidikan
seks
tujuan
Tuhan
menciptakan
mengaruniakannya.13
dapat
dikelompokkan ke dalam dua bagian,
yaitu sex instruction dan education in
sexuality.Sex
instruction
adalah
penerangan
mengenai anatomi,
dan
mengenai biologi dari reproduksi, juga
termasuk
di
pembinaan
dalamnya
keluarga
mencakup
dan
metode
kontrasepsi dalam mencegah terjadinya
kehamilan. Sedangkan education in
sexuality adalah meliputi bidang etika,
moral,
fisiologi,
ekonomi,
dan
pengetahuan lainnya yang dibutuhkan
agar seseorang dapat memahami dirinya
7
http://blog.umy.ac.id/sintaherawati/2011/12
/01/pendidikan-seks-bagi-remaja/> Sinta
Herawati, “Pendidikan Seks bagi Remaja”.
8
Robert P. Borrong, Etika Seksual
Kontemporer (Bandung: Ink Media, 2006),
hlm. 57.
9
Ibid.
10
Ibid.
11
Ibid.
12
13
4
Borrong, op.cit., hlm. 60.
Ibid.
dan
EKSEGESA AMSAL 7:1-27
Terjemahan Sementara14
Ayat
1 Anakku peganglah perkataanku
Dan perintah-perintahku simpanlah bersamamu
2 Peganglah perintah-perintahku dan hiduplah
Dan ajaranku seperti biji matamu
3 Ikatlah semuanya itu di atas jari-jarimu
Tulislah semuanya itu di atas loh hatimu
4 Katakanlah kepada hikmat saudara perempuanku engkau
Dan saudara kepada pengertian katakanlah
5 Untuk melindungi engkau dari perempuan jalang
Dari perempuan asing yang perkataannya licin
6 Ketika pada jendela rumahku
Jauh di kisi-kisi jendelaku aku dilihat
7 Dan aku dilihat di antara yang tidak berpengalaman
Aku didapati di antara anak-anak, anak muda yang tidak berakal budi
8 Menyeberang jalan dekat sudutnya
Jalan rumahnya ia tuju
9 Pada waktu senja, pada petang hari
Pada tengah malam, dan waktu kegelapan
10 Dan lihatlah seorang perempuan menyongsongnya
Pakaian sundal dan hati dijaga
11 Cerewet ia dan keras kepala
Di rumahnya sendiri ia tidak tenang kakinya
12 Sebentar di jalan, sebentar di lapangan-lapangan
Dan dekat setiap sudut ia akan menghadang
13 Dan ia memegangnya dan menciumnya
Dan dengan wajah kurang ajar ia berkata kepadanya
14 Korban keselamatan ada padaku
Pada hari ini telah kubayar nazarku
14
Diterjemahkan dari Alkitab Perjanjian Lama Ibrani-Indonesia (LAI, 1999), dengan teks Ibrani:
Biblia Hebraica Stuttgartensia, 4th revised edition 1990.
5
15 Oleh sebab itu aku keluar menyongsong engkau
Untuk mencari wajahmu, dan aku menemukanmu
16 Sebuah sprei telah kubentangkan di atas tempat tidurku
Kain lenan beraneka warna dari Mesir
17 Aku telah menaburi pembaringanku
Dengan mur, gaharu, dan kayu manis
18 Marilah kita memuaskan cinta sampai pagi
Marilah kita nikmati cinta
19 Suami tidak ada di rumah
Telah pergi dalam perjalanan jauh
20 Sekantong uang ia bawa ditangannya
Pada waktu bulan purnama ia akan pulang
21 Ia merayunya dengan semua perkataannya
Dengan mulut manisnya ia menggodanya
22 Ia mengikutinya tiba-tiba
Seperti lembu yang datang ke penjagalan
Seperti rusa jantan melangkah menuju perangkap
23 Sampai anak panah akan membelah hatinya
Seperti burung dengan cepat menuju perangkap
Dan tidak sadar bahwa ia membayar dengan hidupnya
24 Dan sekarang anak-anak dengarkan aku
Dan perhatikan perkataan mulutku
25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu
Janganlah tersesat di jalan-jalannya
26 Karena banyak orang yang tidak senonoh dijatuhkannya
Dan sangat banyaklah orang yang telah ia bunuh
27 Rumahnya jalan menuju dunia orang mati
Turun ke ruangan-ruangan maut
6
Anotasi Teks15
yBiän:v.a,
Frase
jendelaku”,
imperfectorang
ay.
6b)
dalam
yang berbentuk qal waw consecutive
mendapatkan
versi
tunggal
diterjemahkan menjadi “dan dia dilihat”
(“kisi-kisi
imperfectorang ketiga tunggal feminine,
anotasi “ÖÑ ta.j platei,aj”, yang artinya
bahwa
pertama
di mana seperti pada ayat 6b, “dia” yang
terjemahan
dimaksudkan adalah perempuan jalang
Septuaginta frase “kisi-kisi jendelaku”
tersebut.
diterjemahkan dengan kata benda “luar,
Frase
jalan” (ta.j platei,aj). Terjemahan dari
~yI©at'P.b; (“di antara orang
yang tidak berpengalaman”, ay. 7a)
versi LXX tersebut nampaknya lebih
r[;nå:”,
tepat dengan konteks keseluruhan dari
mendapatkan anotasi “frt huc tr
ayat tersebut.
yang artinya barangkali kata r[;n:å (“anak
Frase
yTip.q")v.nI
(“aku dilihat”,
muda”)
dipindahkan
pada
bagian
r[;n:å
ay. 6b) mendapatkan anotasi “ÖãÑ 3f
tersebut. Namun demikian, kata
sg”, yang artinya bahwa frase “aku
tersebut lebih menunjuk kepada usia
dilihat” yang berbentuk niphal perfect
yang masih muda dan belum menikah.
orang
dalam
Tidak selalu bahwa orang yang masih
terjemahan Septuaginta dan Siria adalah
berusia muda adalah seseorang yang
dalam bentuk niphal perfect orang
mudah
ketiga
jalang.
pertama
tunggal
tunggal
feminine.
Dengan
demikian, frase tersebut akan menjadi
dikelabui
Frase
oleh
hn"ybiÛa'«
perempuan
(“aku didapati”,
“dia terlihat.” Kata ganti “dia” di sini
yang
dimaksud
adalah
ay. 7b) mendapatkan anotasi “>Ö,ãÑ 3f
perempuan
sg”, yang artinya frase tersebut tidak
jalang tersebut.
Frase
ar<aeÛw"
ada dalam versi terjemahan Septuaginta,
(“dan aku dilihat”,
sedangkan dalam versi terjemahan Siria
ay. 7a) mendapatkan anotasi
bahwa
frasedengan
frase
dengan
imperfectorang
tersebut
disesuaikan
membandingkannya
tersebut
pertama
(qal
tunggal)
frase
terdapat dalam bentuk orang ketiga
sebelumnya dalam ayat 6b. Dengan
tunggal feminine. Penafsir memilih
demikian, frase “dan aku dilihat”, yang
untuk menghilangkan frase tersebut
berbentuk
seperti
qal
dengan
bentuk
waw
consecutive
dalam
Septuaginta
15
Berdasarkan catatan kaki yang terdapat
dalam teks Biblia Hebraica Stuttgartensia 4th
revised edition 1990.
agar
dengan baris 7a.
7
versi
baris
terjemahan
7b
pararel
~ynI©B'b;
Frase
kola ayat 10b tersebut dibandingkan
(“di antara anak-
dengan frase “dan hati dijaga.” Tradisi
anak”, ay. 7b) mendapatkan anotasi
“>ãåç, prp
~yliÞb'n>b;”,
pada saat itu, seorang perempuan sundal
yang artinya
dapat
bahwa frase tersebut tidak terdapat
frase
m cs vel tr, ad
usulan
(“sampai
~ydIdâo ”,
yang artinya
bahwa frase “sampai pagi” dihilangkan
karena pertimbangan metrum dalam
ayat tersebut.
!AvïyaiB.
sajak/
(“pada tengah”,
ay. 9b) mendapatkan anotasi “l
!Wvïa/B,
pindahkanlah
berbunyi “marilah kita memuaskan
cinta” atau “marilah kita memuaskan
sebagai “mendekati waktu” (!Wvïa/B,)
sampai pagi cinta.” Oleh karena tidak
20:20.
berpengaruh pada makan teksnya, maka
Secara keseluruhan baris ayat 9b akan
penafsir memilih untuk menghilangkan
berbunyi
menjelang
frase “sampai pagi” tersebut untuk
malam, dan waktu kegelapan.” Usulan
mendapatkan keseimbangan irama pada
tersebut sangat baik, karena dapat
ayat tersebut.
“pada
Amsal
atau
(~ydIdoâ) sehingga baris tersebut akan
“pada tengah” tersebut untuk dibaca
dengan
irama,
tempatnya pada tempat kata “cinta”
cf 20,20”, yang artinya bahwa frase
bandingkan
yang
pagi”, ay. 18a) mendapatkan anotasi “dl
tersebut lebih sesuai dengan konteks
Frase
rq,Bo+h;-d[;
Frase
~yliÞb'n>b;
(“di antara orang bebal”). Penafsir
bahwa
pakaian
wajah (bd. Kej. 38:15).
dan Vulgata, diusulkan agar frase
menganggap
dari
dikenakannya dan mengenakan penutup
dalam versi terjemahan Siria, Targum,
tersebut diganti dengan frase
dikenali
waktu
membentuk suatu kesejajaran sinonim
Kata keterangan
dengan baris pada ayat 9a.
(“dan hati
“Ö(ã) kepfwqei,j, frt l
dijaga”, ay.10b) mendapatkan anotasi
“frt l jAl)
barangkali
yang
tr:cuîn>W”, yang artinya bahwa
frase
“dan
(“tiba-
tiba”, ay. 22a) mendapatkan anotasi
ble( tr:cuîn>W
Frase
~aoït.Piñ
hati
dijaga
artinya
~yIåat'P.vel yTiäP;”,
bahwa
terjemahan
Septuaginta
terjemahan
Siria
dalam
versi
dan
versi
frase
“tiba-tiba”
tersebut” untuk dibaca sebagai “dan
diterjemahkan “orang yang dengan
dilindungi penutup” (jAl)
mudah
Frase
“dan
dilindungi
tr:cuîn>W).
dikelabui”
(kepfwqei,j),
barangkali untuk dibaca “orang muda,
penutup”
orang
nampaknya lebih sesuai dengan konteks
8
naif,
orang
yang
mudah
diperdaya” (~yIåat'P.atau
yTiäP;). Penafsir
Vulgata kata kerja “datang”, yang
merupakan kata kerja aktif imperfect,
memilih untuk mengganti frase “tiba-
diterjemahkan sebagai kata kerja pasif,
tiba” dengan frase “orang naif” karena
lebih
sesuai
dengan
konteks
yaitu “dipimpin, dituntun” (a;getai),
ayat
sehingga
tersebut.
Kata kerja
22b)
mendapatkan
a;getai, frt l
versi
aAb+y"
Septuaginta
dibaca
imperfect “dipimpin, dituntun” (ab+y).
“Ö(ç)
Hasil terjemahan dari versi terjemahan
ab+y”, yang artinya dalam
terjemahan
untuk
sebagai kata kerja yang berbentuk pual
(“datang”, ay.
anotasi
diusulkan
LXX dan Vulgata tersebut tepat karena
dan
sesuai
dengan
konteks
kalimatnya.
Terjemahan Final16
Ayat
1 Anakku peganglah perkataanku
Dan perintah-perintahku simpanlah bersamamu
Strofa
1
2 Peganglah perintah-perintahku dan hiduplah
Dan ajaranku seperti biji matamu
3 Ikatlah semuanya itu di atas jari-jarimu
Tulislah semuanya itu di atas loh hatimu
4 Katakanlah kepada hikmat saudara perempuanku engkau
Dan saudara kepada pengertian katakanlah
2
5 Untuk melindungi engkau dari perempuan jalang
Dari perempuan asing yang perkataannya licin
6 Ketika pada jendela rumahku
Jauh di luardia terlihat
3
7 Dan dia terlihatdi antara orang yang tidak berpengalaman
di antara orang bebal, anak muda yang tidak berakal budi
8 Menyeberang jalan dekat sudutnya
Jalan rumahnya ia tuju
4
9 Pada waktu senja, pada petang hari
Pada waktu menjelang malam, dan waktu kegelapan
16
Terjemahan final merupakan hasil rekonstruksi dari terjemahan sementara dengan
mempertimbangkan usulan-usulan yang ada dalam anotasi teks. Kata atau frase atau kalimat yang dicetak
miring adalah yang telah mengalami rekonstruksi teks.
9
10 Dan lihatlah seorang perempuan menyongsongnya
Pakaian sundal dan dilindungi penutup
5
11 Cerewet ia dan keras kepala
Di rumahnya sendiri ia tidak tenang kakinya
12 Sebentar di jalan, sebentar di lapangan-lapangan
Dan dekat setiap sudut ia akan menghadang
13 Dan ia memegangnya dan menciumnya
Dan dengan wajah kurang ajar ia berkata kepadanya
14 Korban keselamatan ada padaku
Pada hari ini telah kubayar nazarku
6
15 Oleh sebab itu aku keluar menyongsong engkau
Untuk mencari wajahmu, dan aku menemukanmu
16 Sebuah sprei telah kubentangkan di atas tempat tidurku
Kain lenan beraneka warna dari Mesir
17 Aku telah menaburi pembaringanku
Dengan mur, gaharu, dan kayu manis
18 Marilah kita memuaskan cinta
Marilah kita nikmati cinta
19 Suami tidak ada di rumah
Telah pergi dalam perjalanan jauh
20 Sekantong uang ia bawa ditangannya
Pada waktu bulan purnama ia akan pulang
21 Ia merayunya dengan semua perkataannya
Dengan mulut manisnya ia menggodanya
7
22 Orang naif mengikutinya
Seperti lembu yang dituntun ke penjagalan
Seperti rusa jantan melangkah menuju perangkap
23 Sampai anak panah akan membelah hatinya
Seperti burung dengan cepat menuju perangkap
Dan tidak sadar bahwa ia membayar dengan hidupnya
24 Dan sekarang anak-anak dengarkan aku
Dan perhatikan perkataan mulutku
25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu
Janganlah tersesat di jalan-jalannya
10
8
26 Karena banyak orang yang tidak senonoh dijatuhkannya
Dan sangat banyaklah orang yang telah ia bunuh
27 Rumahnya jalan menuju dunia orang mati
Turun ke ruangan-ruangan maut
istilah
Konteks Sejarah
tersebut
mungkin
menunjuk
Amsal 7 merupakan bagian dari
kepada hubungan antara guru dan
satu komposisi Amsal 1-9. Komposisi
murid, selain juga menunjuk kepada
ini merupakan serangkaian ceramah
hubungan orang tua dan anak.20 Kedua,
pengajaran yang berkaitan dengan hal
dengan hikmat yang luar biasa, disertai
denga
ilustrasi
yang
diambil
seksual sebaiknya tidak dirohanikan
dari
atau hanya sebagai gambaran saja, akan
kehidupan sehari-hari.17 Amsal-amsal
tetapi lebih baik dipahami sebagai suatu
ini merupakan sastra hikmat baik yang
diucapkan,
atau
ditulis,
pendidikan seksual alkitabiah.21
atau
dihubungkan dengan namanya.18
Konteks Kesusastraan
Amsal ini disusun dalam suatu
Bentuk Kesusastraan
susunan gagasan atau pikiran yang
Genre dari Amsal ini adalah
pengajaran
(instruction).
menarik, yang akan membuatnya akan
Suatu
tersambung antara bagian yang satu
pengajaran memberikan nasihat secara
umum
dan
dengan yang lainnya. Tipe pikiran yang
peringatan-peringatan
ada lama strofa-strofa yang menempati
tentang kehidupan.19 Dalam genre ini
bagian tepi dari Amsal (strofa 1, 2, 7,
paling tidak ada dua hal yang perlu
diperhatikan.
Pertama,
dan 8) ini mencerminkan tindakan meskipun
konsekuensi.
menyebut “anak” Amsal ini tidak perlu
Pikiran yang terdapat dalam
dipahami secara ekslusif hanya dalam
strofa 1 adalah apabila anak menyimpan
konteks sebuah keluarga saja, karena
perkataan orang tua dalam hatinya,
maka konsekuensinya ia akan hidup.
17
Crawford H. Toy, A Critical and
Exegetical Commentary on the Book of
Proverbs (Edinburgh: T. & T. Clark)
18
William D. Reyburn and Euan McG. Fry,
A Handbook on Proverbs (New York: United
Bible Society), p. 20.
19
Ted A. Hildebrandt, “Proverb”, Cracking
Old Testament Code: A Guide to Interpreting
the Literary Genres of the Old Testament
(Tennessee:Broadman & Holman Pusbushers,
1995), p. 240.
Kontras dengan hal itu, strofa 8
mengetengahkan
sebaliknya,
yaitu
tindakan
berpaling
yang
dari
perkataan-perkataan orang tua, maka
20
21
11
Ibid.
Ibid.
jalan menuju dunia orang mati yang
muda
akan dilaluinya. Demikian juga dengan
Sedangkan
strofa
untuk
pengamatan terhadap bujuk rayu dari
erat
perempuan sundal tersebut. Untuk dapat
membawa
memutus alur pikiran tersebut, maka
2,
suatu
membangun
dengan
hubungan
hikmat
hidupnya
tindakan
akan
dilindungi
Sebaliknya,
yang
oleh
suatu
hikmat.
yang
seorang
tidak
strofa
muda
berakal
budi.
adalah
suatu
6
tidak
perlu
harus
tindakan
mengalaminya, namun cukup untuk
perempuan
menyimpan perkataan dari orang tua,
sundal tersebut akan berakibat suatu
yang berisi pengamatan dari jauh
pertaruhan bagi hidupnya (strofa 7).
namun tajam dan tepat tentang perlunya
mendengarkan
perkataan
Tipe pikiran yang ada pada
seorang muda untuk memiliki akal budi
strofa 4 dan 5 adalah karakter sehingga dapat terhidar dari bujuk rayu
tindakan. Strofa 4 mengetengahkan
perempuan sundal tersebut.
suatu karakter orang muda yang tidak
Struktur
berakal budi yang membawanya pada
suatu
tindakan
untuk
Amsal ini dapat dibagi ke dalam
melangkah
delapan strofa, yang membentuk pola
menuju ke rumah perempuan sundal.
Strofa
pasangannnya,
strofa
ABCDD’C’B’A’,
5,
sudal tersebut, yang kemudian pergi
untuk menyongsong orang muda yang
tidak berakal budi, yang mencarinya itu.
Perhatikanlah bahwa strofa 3
dengan
tindakan
adalah
: strofa 3 (ay. 6-7)
D
: strofa 4 (ay. 8-9)
1
dan
berkorespondesi
8
(A/A’)
dalam
saling
kaitannya
dengan perintah dari orang tua kepada
anaknya untuk memegang perkataan
intinya berisi suatu pengamatan dari
3
C
Strofa
memutus alurnya. Kedua strofa ini pada
Strofa
: strofa 2 (ay. 4-5)
A’ : strofa 8 (ay. 24-27)
dapat
konsekuensi ataukah sebaliknya, akan
kejauhan.
B
B’ : strofa 7 (ay. 21-23)
menjadi penentu apakah karakter tersambung
: strofa 1 (ay. 1-3)
C’ : strofa 6 (ay. 14-20)
tipe pikiran tersebut. Strofa 3 dan 6
akan
A
D’ : strofa 5 (ay. 10-13)
dan 6 adalah menjadi sekat antara kedua
tersebut
dapat
digambarkan sebagai berikut:
mengetengahkan sifat dari permpuan
tindakan
yang
mulutnya. Perkataan mulut orang tua,
suatu
yang berisi perintah-perintah ajaran
pengamatan bahwa perempuan tidak
tersebut merupakan suatu cara bagi
senonoh tersebut ada di antara orang
12
anak itu untuk menghindarkan diri dari
Tafsiran
perempuan yang tidak senonoh, yang
Kata
“perintah”
memiliki
apabila tergoda olehnya, maka akhir
kedekatan makna dengan hikmat. Hal
hidupnya menuju kebinasaan.
tersebut dapat dilihat dari pararel antara
Strofa
2
dan
7
“perintah” yang ada dalam strofa 1
hal
dengan jalan menuju dunia orang mati
mulut manis perempuan yang tidak
yang ada dalam strofa 8. Dalam kitab
senonoh
perempuan
hikmat, jalan menuju kematian adalah
tersebut sanggup untuk membuat murid
kontras dari jalan kepada kehidupan
itu
harus
yang didapati di dalam hikmat (bd.
mempertaruhkan hidupnya untuk itu.
Ams. 12:28). Orang tua menginginkan
Oleh karena itu sang anak diperintahkan
supaya
untuk memiliki hubungan yang dekat
dipelihara dengan baik oleh anaknya,
dengan
seperti memelihara biji matanya. Biji
(B/B’)berkorespondensi
itu.
dalam
Perkataan
terperangkap
hikmat,
dan
yang
mampu
melindunginya dari perempuan itu.
pengajarannya
tersebut
mata adalah menggambarkan benda
Kesejajaran antara strofa 3 dan 6
yang sangat berharga (bd. Ul. 32:10).
(C/C’) adalah berkaitan dengan indera
Pengajaran dari sang guru tersebut juga
penglihatan dan pendengaran dari orang
harus diikat pada jari-jarinya, yang
tua. Dalam strofa 3, penglihatan yang
menggambarkan
tajam dari orang tua sanggup untuk
tersebut adalah seperti suatu meterai
melihat keberadaan perempuan sundal
(bd. Yer. 22:24), dan ditulis pada loh
tersebut. Sedangkan dalam strofa 6,
hati, bukan pada loh batu.
bahwa
pengajaran
indera pendengaran dari orang tua
Dalam strofa 2, sang guru
sanggup untuk dapat mendengarkan
selanjutnya mendesak muridnya untuk
perkataan
menjalin hubungan yang erat dengan
dari
perempuan
sundal
tersebut secara jelas meskipun orang tua
hikmat.
Istilah
tersebut berada jauh di balik jendela
perempuan”,
rumahnya.
adanya
seorang
muda
yang
4a)
menggambarkan
Strofa 4 adalah menceritakan
tAxa'
suatu
(“saudara
adalah
hubungan
asmara. Dalam Kidung Agung 4:9 –
tidak
5:1,
berakal budi, yang berjalan menuju ke
sebutan
muncul
arah rumah perempuan sundal tersebut,
“saudara
bersama-sama
perempuan”
dengan
mempelai pria. Demikian juga, istilah
dan dalam strofa 5, perempuan sundal
[d;Am (“saudara”, ay. 4b) muncul dalam
tersebut menyongsongnya.
13
Rut 2:1; 3:2 yang menggambarkan
mengamati apa yang ada di luar, namun
peran Boaz sebagai kerabat pria yang
ia sendiri tidak dapat terlihat dari luar.
berkewajiban untuk menebus Rut. Dua
Ia melihat bahwa perempuan sundal
istilah yang secara pararel tersebut
tersebut ada di antara anak muda yang
menunjukkan kepada suatu hubungan
tidak berakal budi (ay. 7). Selain dapat
asmara
untuk
melihat, orang tua ternyata juga dapat
mengantisipasi ayat selanjutnya yang
mendengar dengan baik apa yang
juga menggambarkan tentang hubungan
dikatakan
asmara antara seorang muda yang tidak
tersebut,
berakal budi dengan seorang perempuan
keberadaan perempuan sundal tersebut
sundal.
(strofa 6). Perempuan itu adalah seorang
adalah
bertujuan
Hubungan yang intim dengan
oleh
perempuan
yang
sundal
mencerminkan
yang agamis legalis (ay. 14). Hidup
hikmat akan dapat melindungi seorang
keagamaannya
muda dari perkataan perempuan jalang
semata tanpa jiwa di dalamnya (bd. Am.
(ay. 5). Sebaliknya, jika seorang muda
5:21-23). Perempuan itu juga seorang
lebih
mendengarkan
perempuan dari golongan berada (ay.
perkataan perempuan jalang tersebut
16-17). Ia hidup dalam kemewahan
dibandingkan
dunia. Ia adalah seorang perempuan
suka
untuk
dengan
memelihara
hanyalah
formalitas
hubungan yang erat dengan hikmat,
yang
maka
tangan
dirinya (ay. 18). Ia adalah seorang
perempuan jalang tersebut (strofa 7).
peremuan yang tidak peduli akan ikatan
Yang akan diperoleh oleh orang muda
perkawinannya (ay. 19). Dan ia adalah
tersebut bukanlah hidup, seperti yang
seorang
dijanjikan oleh hikmat, namun justru ia
kesempatan
harus membayar dengan hidupnya.
mewujudkan apa yang diinginkannya,
Tanpa
sedang
karena suaminya tidak ada di rumah dan
membahayakan hidupnya sendiri (ay.
ia tahu kapan waktu suaminya pulang
21-23).
(ay. 20).
kemenangan
ia
Sang
ada
sadari
orang
di
ia
tua
kemudian
terobsesi
untuk
perempuan
yang
Pengamatan
memuaskan
yang
memiliki
baik
orang
untuk
tua
itu
menceritakan hasil pengamatannya. Ia
berlanjut. Ia melihat seorang muda yang
mengamati dari balik jendela rumahnya
tidak berakal budi yang berjalan melalui
(ay. 6). Jendela rumah merupakan suatu
jalan ke arah rumah perempuan sundal
tempat
untuk
tersebut (ay. 8). Oleh karena tidak
dapat
berakal budi, nampaknya orang itu
yang
melakukan
sangat
observasi.
bagus
Ia
14
sedang mencoba suatu pengalaman baru
yaitu tidak mau diam di rumah (ay. 11b-
di
Pararelisme
12). Suatu sikap yang tabu bagi
sinonim dalam ayat 9 adalah untuk
perempuan bersuami pada saat itu (bd. 1
menggambarkan keseluruhan kondisi
Tim. 5:13; Tit. 2:5). Perempuan itu
kegelapan.
Dalam
memegangnya,
kegelapan
adalah
luar
jalan
hikmat.
Ayub
24:13-15,
menciumnya,
dan
menggambarkan
berkata kepada orang itu dengan wajah
situasi yang baik untuk berbuat dosa.
yang kurang ajar (ay. 13). Sikap yang
Situasi malam yang dipilih oleh orang
ditunjukkan
yang tidak berakal budi ini adalah
menggambarkan
kontras dengan situasi hikmat, yaitu
perempuan itu.
situasi terang (bd. Ams. 8:1-3). Melalui
tersebut
adalah
keberanian
dari
POLA PENDIDIKAN SEKS
penggambaran tersebut, orang tua itu
ALKITABIAH
menunjukkan kepada anaknya bahwa
Sifat Pendidikan Seks Alkitabiah
jalan yang sedang ditempuh oleh orang
Pendidikan
muda yang tidak berakal budi tersebut
seks
secara
tidak
alkitabiah bukanlah suatu pendidikan
seharusnya akan ditempuh oleh orang
yang hanya bersifat mengajarkan atau
yang berakal budi.
memberi pengetahuan mengenai hal-hal
adalah
jalan
berdosa,
yang
yang berkaitan dengan seks. Pendidikan
Perempuan itu kemudian datang
menyongsongnya (ay. 10). Perempuan
seks
itu bukan hanya bertemu secara tidak
pendidikan moral. Penekanan utama
sengaja, namun ia dengan sengaja
dari pendidikan seks alkitabiah adalah
menemui
tidak
bahwa perilaku seksual menyimpang
berakal budi tersebut. Ciri-ciri pakaian
adalah dosa. Penulis Amsal di atas
yang dikenakannya (ay. 10b), mungkin
menempatkan ayat 8-13 pada pusat
hanyalah merupakan suatu simbol untuk
amsalnya.
menggambarkan
kelakuannya
yang
menggambarkan jalan dalam kegelapan,
seperti
perempuan
sundal.
yang dilalui oleh seorang muda yang
orang
seorang
muda
yang
alkitabiah
Ayat
9,
budi
bersifat
yang
Perempuan itu mempunyai gaya bicara
tidak
yang cerewet, yang menggambarkan ia
menggambarkan jalan dosa yang sedang
adalah seorang yang bebal (bd. Ams.
ditempuh oleh orang tersebut. Demikian
9:13). Ia adalah seorang yang keras
juga dengan perempuan yang datang
kepala (ay. 11a), yang menggambarkan
menyongsongnya, yang digambarkan
bagaimana sikapnya terhadap suaminya,
dengan ciri-ciri sebagai perempuan
15
berakal
adalah
adalah
berdosa. Kombinasi dua strofa pusat itu
Amsal di atas mengemukakan kontras
menegaskan bahwa perilaku seksual
antara dua pilihan, yaitu kehidupan atau
menyimpang adalah perbuatan dosa.
kematian.
Hal tersebut juga semakin diperkuat
mendengarkan dan memegang nasihat
oleh strofa terakhir dari Amsal ini, yang
orang tua untuk menjauhi godaan
menyatakan
seksual,
bahwa
maut
adalah
akibatnya.
dan
apabila
sebaliknya,
mau
kematian
apabila mendengarkan perkataan manis
Pendidikan
dalam
Kehidupan
seks
keluarga
mengajarkan
alkitabiah
tidaklah
cara-cara
menghindari dampak perilaku
menyimpang,
penggunaan
seperti
alat
dari godaan seksual. Pendidikan ini
boleh
berusaha untuk membuat anak muda
untuk
mengerti
seks
seksual
mengajarkan
kontrasepsi
bahwa
itu
menuruti
artinya
godaan
memilih
jalan
menuju kematian, kehancuran bagi
untuk
hidup dan masa depannya.
mencegah kehamilan atau mencegah
Tugas Pendidikan Seks Alkitabiah
penyakit menular seksual atau HIV/
Karena bertujuan untuk menjaga
AIDS. Pengajaran dalam hal tersebut
bukanlah
merupakan
bagian
hidup seorang muda, maka pendidikan
dari
seks
pendidikan seks alkitabiah. Pendidikan
bahwa
Seperti yang telah dijelaskan dalam
konteks kesusastraan di atas, strofa 3
karena itu akan mendapatkan upah dosa,
maut.
Pengajaran
pencegahan
yang
pendidikan
seks
mencegah
supaya
dalam
alkitabiah
adalah
tidak
dan 6 adalah strofa yang berperan untuk
mengenai
diajarkan
memutus alur dari karakter agar tidak
berakhir kepada konsekuensi kematian.
Karakter yang dimaksudkan adalah
melakukan
pada dasarnya orang muda, terutama
tindakan seks menyimpang, sehingga
mencegah
perbuatan
dosa,
remaja, adalah seseorang yang sedang
bukan
dalam masa pencarian jati dirinya. Oleh
mencegah dampak dosa.
karena
Tujuan Pendidikan Seks Alkitabiah
Pendidikan
seks
suatu
seksual, yang jalannya menuju maut.
perilaku
menyimpang seksual adalah dosa dan
yaitu
merupakan
tindakan pencegahan terhadap godaan
seks alkitabiah jelas mengajarkan dan
menekankan
alkitabiah
itu,
maka
seorang
muda
memiliki jiwa petualangan yang besar
alkitabiah
untuk mencari pengalaman-pengalaman
mempunyai tujuan untuk menjaga hidup
baru, termasuk dalam hal seksual (strofa
seorang muda. Strofa 1 dan 8 dalam
4). Karakter yang ada dalam diri anak
16
muda ini akan menjadi serasi dengan
keagamaan yang takut akan Tuhan,
karakter dari godaan seksual (strofa 5),
hidup
yang
seorang
menjauhi godaan kekayaan duniawi,
perempuan jalang yang agresif, bebal,
menjauhkan anak muda dari gaya hidup
dan keras kepala.
hedonis, dan memberikan pengertian
digambarkan
seperti
dalam
kesederhanaan
dan
Untuk memutus alurnya adalah
tentang kekudusan dan tanggung jawab
dengan menunjukkan tempat di mana
dalam hubungan antar pribadi yang
godaan seksual itu akan muncul, dan
berlainan jenis.
dalam keadaan seperti apa godaan
Pendekatan dalam Pendidikan Seks
seksual itu akan berkembang menjadi
Alkitabiah
suatu perilaku seks yang menyimpang.
Pendidikan
Godaan seksual akan selalu muncul di
dengan
budi (ay. 7). Seorang muda yang tidak
jauhi
1. Seorang yang hidup keagamaannya
bersifat
formalitas
yang
hidup
bergaya
hidup
terdapat
dalam
dalam
Amsal ini
bukanlah
suatu
pendekatan
bersifat
punishment,
yang
melainkan
arah
perilaku
harus
ditanggung
namun menunjukkan akibat yang akan
atas itulah yang merupakan kondisi
seksual
yang
apabila melakukan pelanggaran seksual,
Keadaan-keadaan yang disebutkan di
diterima. Pada bagian awal dan akhir
yang
Amsal ini, sang orang tua menyajikan
seks
dua pilihan kepada murid dengan segala
menyimpang
Dengan
mencakup
yang
yang digunakan
hukuman
ikatan perkawinan (ay. 19-20).
pendidikan
ini
dialami. Amsal ini tidak menyebutkan
4. Seorang yang tidak menghargai
ke
Amsal
menekankan kepada akibat yang akan
hedonis (ay. 18).
bertumbuh
seksual.
Taurat, “Jangan berzinah.” Pendekatan
dalam
17).
yang
dosa
sebagaimana
kemewahan duniawi semata (ay. 16-
godaan
meskipun
bukan dalam bentuk perintah apodiktis
takut akan Tuhan.
suburnya
Taurat,
mengajarkan mengenai dosa seksual
dan
legalitas semata (ay. 14), tanpa ada
3. Seorang
hukum
menyampaikan pesan yang sama, yaitu
berakal budi adalah:
2. Seorang
alkitabiah
menggunakan pendekatan yang berbeda
tempat seorang muda yang tidak berakal
hanya
seks
demikian,
seks
alkitabiah
menanamkan
konsekuensinya.
tugas
Apabila
mengikuti
ajaran yang diberikan oleh orang tua
adalah
tersebut, dalam arti mengikuti jalan
hidup
17
hikmat, maka konsekuensinya adalah
sekolah adalah aspek pengetahuan. Di
hidup, sebaliknya apabila melakukan
samping itu, sekolah kurang sesuai
dosa seksual, maka konsekuensinya
untuk pendidikan yang sifatnya secara
adalah kehancuran menanti hidupnya.
privat interpersonal. Keluarga adalah
tempat yang tepat, karena dalam suatu
Pendidikan seks dalam keluarga
memang
harus
berusaha
keluarga
untuk
yang
harmonis
seorang
membangun pengertian dan kesadaran
anggota keluarga akan menghabiskan
anak akan akibat dari perilaku seks yang
sebagian
besar
menyimpang. Seorang remaja harus
keluarga.
Keluarga
dibangun
akan
untuk dapat melakukan komunikasi
konsekuensi yang harus ia tanggung
secara pribadi antara orang tua dengan
dari tindakan yang dilakukannya. Tanpa
anak. Panggilan
kesadarannya
dibangun
kesadarannya
akan
tersebut,
maka
apapun
hukuman
yang
diberikan,
hal
atau
ancaman
hanya
hukuman.
demi
Namun,
dengan
sendirinya
mengkomunikasikan
ay.
24)
dengan
baik
materi pendidikan seks kepada anaknya.
Oleh
akan
karena
harmonis
menghindarinya, karena tahu bahwa ia
itu,
keluarga
yang
tempat
yang
merupakan
terbaik untuk melaksanakan pendidikan
sendiri nanti yang akan menanggung
seks alkitabiah.
akibatnya.
Guru
Pelaksanaan Pendidikan Seks
yang
terbaik
untuk
memberikan pendidikan seks adalah
Alkitabiah
Tempat
(“anak-anak”,
itulah yang dibutuhkan untuk dapat
remaja
dampak perilaku seks menyimpang,
ia
ynIB.â (“anakku”, ay. 1)
yang erat antara orang tua dengan anak
memiliki kesadaran yang baik akan
maka
memungkinkan
antara orang tua dengan anaknya. Relasi
menghindari
apabila
dalam
menggambarkan suatu relasi yang dekat
remaja
tersebut akan berusaha untuk mencari
celah
~ynIb'â
waktunya
orang tua itu sendiri. Orang tua pasti
terbaik
untuk
memiliki maksud baik bagi masa depan
melaksanakan pendidikan seks adalah
anak-anaknya.
keluarga. Sekolah memang dapat juga
mempunyai pengalaman yang baik,
menerapkan
pendidikan
memiliki instuisi yang baik akan masa
seks, namun jelas bahwa penerapan
depan.Dalam amsal di atas, ditunjukkan
pendidikan seks di sekolah adalah
bahwa orang tua memiliki indera yang
terbatas karena titik berat pendidikan di
tajam,
kurikulum
18
baik
Orang
tua
penglihatannya
juga
yang
mampu
melihat
kejauhan
dengan
(strofa
baik
3),
dari
seks dalam Kitab Amsal ini. Pendidikan
maupun
seks telah ada dalam zaman Perjanjian
pendengarannya yang dapat mendengar
Lama.
dengan baik dari kejauhan (strofa 6).
bahwa pendidikan bukanlah merupakan
Hal itu menunjukkan bahwa orang tua
sesuatu
yang
merupakan
baik,
yang
mampu
untuk
Hal
tersebut
yang
tabu,
bagian
membuktikan
namun
dari
justru
pendidikan
memberikan pendidikan seks yang baik
dalam keluarga, yang memiliki pola
bagi anak-anaknya, adalah orang tua
dalam pelaksanaan.
memiliki indera yang tajam, dalam arti
Pendidikan seks alkitabiah bukanlah
mampu mengenali bahaya-bahaya yang
masuk ke dalam ranahsex instruction,
akan ditimbulkan dari suatu perilaku
tetapi masuk ke dalam bidang education
seksual dan mampu untuk mengenali
in sexuality terutama karena tujuan dari
potensi-potensi akan timbulnya perilaku
pendidikan seks alkitabiah bukanlah
seks menyimpang dari anak-anaknya.
mencegah dampak dari perilaku seks
Untuk dapat menjadi guru yang
menyimpang
atau
mengajarkan
baik dalam pendidikan seks bagi anak-
mengenai safe sex, melainkan bertujuan
anaknya,
untuk
orang
tua
mengembangkan
harus
mencegah
penyimpangan
mengikuti
perilaku seksual itu sendiri. Perilaku
perkembangan zaman, meningkatkan
seks menyimpang adalah dosa, dan
pengetahuannya,
kalah
karena itu pendidikan seks alkitabiah
dengan anak-anaknya, sehingga tidak
adalah mencegah terjadinya dosa, dan
terjadi istilah jawa “kebo nusu gudel”,
bukan mencegah dampak dosa. Dengan
orang
tua
dirinya,
terus
agar
justru
anaknya.Orang
tua
tidak
belajar
kepada
mencegah terjadinya dosa tersebut,
harus
menjadi
maka pendidikan seks telah berhasil
untuk menjaga hidup seorang muda.
sumber informasi yang tepat dalam
pendidikan
seks,
sehingga
Meskipun
anak-
bertujuan
anaknya tidak belajar dari sumber-
mencegah
sumber lainnya, yang justru tidak dapat
menyimpang, namun pendidikan seks
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
alkitabiah berusaha untuk membangun
perilaku
seks
kesadaran tentang dampak dari perilaku
KESIMPULAN
seks
Pendidikan
terjadinya
untuk
seks
bukanlah
menyimpang
pendekatannya.
merupakan hal yang baru. Hal tersebut
Untuk
sebagai
ini
maka
keluarga merupakan tempat terbaik
dibuktikan dengan adanya pendidikan
untuk menerapkan pendidikan seks
19
alkitabiah. Orang tua, yang adalah
keluarga sehingga menjadikan keluarga
seseorang dengan pengalaman maupun
menjadi tempat yang nyaman dan aman
pemahaman yang baik akan masa depan
bagi seorang muda untuk mendapatkan
dan yang mengasihi anaknya, adalah
pendidikan seks.
guru
yang
terbaik
Orang tua juga dituntut untuk selalu
untuk
mengkomunikasikan pendidikan seks
meningkatkan
kepada orang muda.
dirinya
dan
serta
mengembangkan
memperbaharui
pengetahuannya, sehingga ia mampu
SARAN
untuk menjadi guru yang baik bagi
Oleh karena keluarga adalah tempat
anak-anaknya sendiri. Seorang anak
terbaik bagi pendidikan seks alkitabiah,
muda tidak akan lagi perlu mencari
dan orang tua adalah guru terbaik bagi
anak-anaknya
seksual,
maka
dalam
adalah
pengalaman maupun pengetahuan seks
pendidikan
dari luar, jika ia telah merasa bahwa
menjadi
orang tuanya adalah seseorang guru
kewajiban orang tua untuk menjaga
terbaik bagi dirinya dalam pendidikan
keharmonisan dan kehangatan dalam
seks.
DAFTAR PUSTAKA
Borrong, Robert P. Etika Seksual Kontemporer. Bandung: Ink Media, 2006.
Fokkelman, Jan. Menemukan Makna Puisi Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia,
2009.
Hildebrant, Ted A. “Proverb”, Cracking Old Testament Code: A Guide to Interpreting
the Literary Genres of the Old Testament . Tennessee:Broadman &Holman
Pusbushers, 1995.
Reyburn, William D. and Euan McG. Fry A Handbook on Proverbs. New York: United
Bible Society.
Toy, Crawford H. A Critical and Exegetical Commentary on the Book of Proverbs.
Edinburgh: T. & T. Clark.
http://blog.umy.ac.id/sintaherawati/2011/12/01/pendidikan-seks-bagi-remaja/> Sinta
Herawati,
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1833410/60-remaja-indonesia-kecanduan-seksbebas> “Seks Usia Dini Memprihatinkan: 60% Remaja Indonesia Kecanduan
Seks Bebas”.
http://kosmo.vivanews.com/news/read/319315-bahaya-perilaku-seks-bebas-padaremaja> “Seks Bebas pada Remaja Kian Marak”.
http://remaja.suaramerdeka.com/2010/05/20/seks-bebas-di-kalangan-remaja-sma/>
PIKRemaja AL-HIKMAH, “Seks Bebas di Kalangan Remaja SMA”.
20
Download