pelayanan perizinan usaha secara paralel

advertisement
PELAYANAN PERIZINAN USAHA
SECARA PARALEL
A. Latar Belakang Inovasi
Pelayanan
kegiatan
publik
atau
kegiatan
adalah
rangkaian
dalam
pemenuhan
pelayanan
rangka
kebutuhan
sesuai
peraturan
dengan
perundang-
undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas
barang,
jasa,
dan/atau
pelayanan administratif yang
disediakan
penyelenggara
oleh
pelayanan
publik. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan
pelayanan dalam hal perizinan adalah melalui ditetapkannya Peraturan
Menteri
Dalam
Negeri
No.
24
Tahun
2006
tentang
Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu yang bertujuan
untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta memberikan akses yang
lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik serta
terwujudnya pelayanan publik yang cepat, murah, mudah, transparan, pasti
dan meningkatnya hak-hak masyarakat terhadap pelayanan publik.
Dengan adanya kelembagaan dan pemberian pelayanan perizinan
dengan
sistem
terpadu
satu
pintu
(one
stop
service)
membuat
waktu pembuatan seluruh perizinan dan non-perizinan menjadi lebih singkat
disamping dapat terlayani dalam satu lembaga, pengurusan administrasi
berbasis teknologi informasi, input data cukup dilakukan sekali, dan
administrasi bisa dilakukan secara simultan. Harapan yang ingin dicapai
adalah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi
dan bertujuan meningkatkan kualitas layanan publik.
Pelayanan
perizinan
saat
ini,
secara umum dapat dikatakan
sangat efektif dan efisien, baik dari
sisi
waktu,
prosedur
dan
mekanisme pelayanan perizinan.
Akan tetapi bagi masyarakat dunia
usaha yang membutuhkan waktu
yang cepat dan sederhana akan
menjadi
permasalahan,
karena
dalam mengajukan pendaftaran
izinnya harus satu persatu sesuai
dengan pembagian rumpun izin
tersebut. Dengan melihat perkembangan dunia usaha tersebut, maka perlu
memberi pilihan kepada masyarakat, dalam melaksanakan pendaftaran
perizinan usaha dapat secara sendiri-sendiri per jenis izin maupun secara
paralel dari beberapa izin yang dibutuhkan.
Sebagai ilustrasi berikut kami gambarkan tahapan Perizinan Usaha di
Pemerintah Kota Yogyakarta sbb:
IZIN DASAR
1. IMB
2. HO 12
IZIN
OPERASIONAL
1.
2.
3.
4.
5.
6.
SIUP 3
TDUP 9
IUTM 6
IUP2T 6
IUPP
TDG
TDP
Berdasarkan
peluang-peluang
yang
memungkinkan
dapat
dilakukan
penyederhanaan proses pelayanan publik dengan mendasarkan regulasi
yang ada dan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana yang
tersedia di Dinas Perizinan Kota Yogyakarta, maka dicetuskan sebuah inovasi
yaitu “Pelayanan Perizinan Usaha Secara Paralel”. Pelayanan perizinan
dengan sistem paralel ini membuat waktu pembuatan izin menjadi lebih
singkat. Pasalnya,dengan penggabungan beberapa izin dapat didaftarkan
dalam satu kali saja dan diproses secara terpadu dan bersamaan serta
pengurusan administrasi berbasis teknologi informasi, input data cukup
dilakukan sekali, dan administrasi bisa dilakukan secara simultan, maka
membutuhkan keberanian dan kreatifitas
dari aparatur pelayanan
masyarakat.
Tujuan inovasi ini secara umum adalah untuk melaksanakan reformasi
birokrasi di bidang pelayanan publik dengan tujuan untuk meningkatkan
kualitas pelayanan publik di Kota Yogyakarta dengan harapan dapat
meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat
Kota Yogyakarta. Adapun tujuan khususnya dalam inovasi ini adalah untuk:
1. Terwujudnya penyederhanaan persyaratan dan proses pelayanan
perizinan
Usaha
serta
penyederhanaan
waktu
kunjungan
masyarakat/pelanggan ke dinas perizinan dalam pengurusan izin
2. Terwujudnya
pelayanan
public
yang
telah
menerapkan
Standar
Pelayanan Publik (SPP)
3. Terwujudnya pelayanan yang pasti dalam, waktu, biaya, persyaratan
dan akuntabel
4. Terwujudnya kepastian hukum dan transparansi bagi masyarakat dan
aparatur dalam pelayanan perizinan.
Kelompok/sasaran yang akan mendapatkan keuntungan dari inovasi ini
adalah masyarakat pada umumnya dan pelaku usaha pada khususnya.
Masyarakat dan pelaku usaha akan mendapatkan kualitas layanan publik
yang baik cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan meningkatnya hakhak masyarakat terhadap pelayanan publik yang efektif dan efisiensi.
B. MEKANISME INOVASI PELAYANAN PERIZINAN USAHA SECARA MANDIRI.
Tahapan kronologis dalam inovasi ini adalah mengidentifikasi latar belakang
dan diskripsi inovasi daerah yang direncanakan. Dalam pelaksanaan
pelayanan perizinan usaha secara paralel ini tetap harus mendasarkan pada
regulasi yang berlaku, namun mencari kreatifitas dan terobosan-terobosan
yang baru untuk lebih menyederhanakan proses tanpa meninggalkan hakiki
dari suatu layanan yang berkualitas. Dari identifikasi tersebut dapat disusun
kronologis atau tahapan kuncinya yaitu meliputi:
1. Pembentukan Tim Inovasi Dinas Perizinan;
2. Koordinasi
antar bidang dalam inovasi pelayanan izin usaha secara
parallel;
3. Penyusunan persyaratan-persyaratan izin yang dapat dilaksanakan
pendaftaran secara parallel;
4. Penyusunan bagan alur pelayanan perizinan usaha secara parallel;
5. Penetapan waktu proses pelayanan perizinan usaha;
6. Penyusunan Paket/pengelompokan izin-izin yang dapat dilaksanakan
pendaftaran secara parallel;
7. Penandatanganan Regulasi Pendaftaran Perizinan;
8. In Hause Tranning (IHT);
9. Pembuatan SIM Pendaftaran secara Paralel;
10. Uji coba inovasi;
11. Sosialisasi;
12. Implementasi;
13. Monitoring dan evaluasi.
Sedangkan dilihat dari pelaksanaan inovasi ini adalah dengan membentuk
Tim Kerja dengan memberikan diskripsi uraian tugas masing-masing tim,
sehngga seluruh komponen tim dapat bekerja dengan optimas dan efektif.
Adapun tim kerja tersebut disusun sebagai berikut:
Deskripsi
Struktur
Bagan Tim Inovasi Dinas Perizinan Kota
Sponsor
Yogyakarta.

Menjadi motivator dan
pendorong projest Leader pada
khususnya dan seluruh
pelaksana inovasi daerah pada
umumnya.
Memberikan petunjuk dan
arahan strategis pada semua
unsur pelaksana inovasi daerah
.
Memberikan saran dan advis
terhadap permasalahan yang
dihadapi Project Leader,
Project Leadership dan Team
Working.


SPONSOR
KepalaDinas
Project leader
KabidReg. dan PK
Project Leader

Project Leadership
Kasi Regulasi


Team Working
Team Working
SKPD Terkait
Internal Dinas
Peran Tim dalam inovasi ini sangat
besar sekali memberi dorongan dan
dukungan yang sangat efektif, hal ini
karena semua unsur dalam TIM
mempunyai fungsi dan tugas sesuai

Memberi penjelasan teknis dan
detail mengenai inovasi
daerah kepada semua
pelaksana inovasi.
Memimpin teknis operasional
dan menyusun strategi inovasi.
Memberikan solusi pemecahan
masalah yang terjadi pada
Project Leadership dan Team
Waorking.
Memantau dan monitoring
pelaksanaan keseluruhan
inovasi..
Project Leadership
rencana inovasi yaitu dari unsur
Organisasi memberikan pedoman
dalam pembuatan mekanisme
pelayanan publik secara umum serta
sebagi pembina dalam tatalaksana
pelayanan publik, sedangkan Bagian
Hukum mempunyai peranan yang
sangat besar dalam memberikan
pedoman dan mekanisme kaidahkaidah penyusunan regulasi didaerah.
Sementara unsur internal mempunyai
peranan yang cukup besar dalam
mendukung keberhasilan inovasiini.





Merencanakan isu-isu dalam
inovasi dan mengelola kerja
Team working.
Menyelesaikan hambatanhambatan yang muncul dalam
inovasi.
Menfasilitasi, menyiapkan
sarana dan prasarana
kebutuhan Tim dalam inovasi..
Melaporkan secara berkala
proses pelaksanaan inovasi
daerah kepada Kabid Regulasi
dan Pengembangan Kinerja.
Melakulan monitoring dan
evaluasi inovasi.
Team Working
 Melaksanakan tugas-tugas
yang pembahasan dan
pencermatan pokok bahansan
inovasi.
 Melaksanakan sinkronisasi dan
harmonisasi dalam
pembahasan inovasi.
 Melaksanakan tugas dan
kewajiban sesuai dengan tata
kala yang ditetapkan dengan
tepat waktu.
 Membuat laporan atau risalah
pelaksanaan tugas.
C. PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM INOVASI PELAYANAN PERIZINAN USAHA
SECARA PARALEL
Secara Internal, pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan inovasi
ini adalah seluruh pejabat struktural dan pegawai pada Dinas Perijinan
Kota Yogyakarta,
yaitu : Kepala Dinas Perizinan, Sekretaris, Ka Bidang
Regulasi dan Pengembangan Kinerja, Ka Bidang Pelayanan, Ka Bidang
Pengawasan dan Pengaduan, Ka Bidang Data dan Sistem Informasi, Kasie
Regulasi, Kasi Pengembangan Kinerja, Kasi Administrasi dan Advis Planing,
Kasi Koordinasi Lapangan, Kasi Data, Kasi Sistem Informasi, Kasi
Pengawasan, Kasi Pengaduan, Kasubag Umum, Kasubag Keuangan,
Kasubag
Administrasi
dan
Laporan,
Staf
Bidang
Regulasi
dan
Pengembangan Kinerja, dan Staf Bidang Pelayanan.
Sedangkan dari eksternal, pemangku kepentingan terdiri dari Bagian
Hukum (Kasubag Tatalaksana Bagian Organisasi Setda Kota Yogyakarta),
Bagian Organisasi (Kasubag Perundang-undangan Bagian Hukum Setda
Kota Yogyakarta), Bagian Tata Pemerintahan, Masyarakat, Pelaku Usaha,
LPMK, dan Paniti Kismo Kraton Ngayojokarta.
D. PENGGUNAAN DAN MOBILISASI SUMBER DAYA.
Dari keterkaitan stakeholders di atas didapat gambaran yang memberi
dorongan dan hambatan serta daya dukung dalam keberhasilan proyek
ini, yaitu Masyarakat dan LPMK. Adanya sebagian masyarakat dan LPMK
yang menyatakan setiap perizinan sebelum diajukan di Dinas Perizinan
terlebih dahulu harus adanya persetujuan dari stakeholder tersebut. Hal ini
akan
menambah
proses
pelaksanan
perizinan,
sehingga
tujuan
penyederhanaan pelayanan perizinan akan menjadi tidak optimal lagi.
Keterlibatan
instansi teknis (semua unsur internal Dinas Perizinan dan
Bagian Hukum dan Bagian Organisasi) dalam perizinan adalah tidak
langsung dalam proses pelaksanaan penerbitan perizinan, namun sebagai
persyaratan dalam mengajukan suatu perizinan (contoh antara lain
Dokumen Lingkungan dikeluarkan oleh BLH, Rekomendasi pemanfaatan
tanah negara dikeluarkan oleh Bag. Tapem dll)
E. OUTPUT YANG DIPEROLEH
Output yang dihasilkan dalam renvana inovasi pelayanan usaha secara
paralel ini adalah sebagai berikut:
Nama
Deskripsi
1. Tim pelaksana inovasi
Tersusunnya ketugasan dan anggota
personel pelaksanaan penyusunan
regulasi pendaftaran perizinan
usaha.
2. Koordinasi antar Bidang dalam
perencanaan inovasi daerah
Terlaksananya koordinasi
perencanaan inovasi antar bidang di
lingkungan Dinas Perizinan Kota
Yogyakarta
3. Persyaratan Perizinan Usaha
secaraParalel.
Tersusunnya persyaratan-persyaratan
yang tetap dan baku dalam izin
usaha secara paralel yang harus
dipenuhi oleh masyarakat.
3.
Bagan alir pelayanan perizinan
usaha secara paralel
Memberikan petunjuk mengenai alur
proses pelaksanaan pendaftaran
perizinan usaha secara paralel yang
merupakan gambaran alur yang
harus dilalui oleh masyarakat yang
akan mengajuka permohonan
perizinan usaha.
4.
Penetapan waktu proses
pelayanan perizinan usaha.
Lamanya waktu yang dibutuhkan
dalam proses pelaksanaan perizinan
usaha.
5.
Paket atau golongan izin yang
dapat di laksanakan Pendaftaran
Perizinan usaha secara paralel.
Pengelompokan izin-izin yang dapat
dilaksanakan pendaftaran secara
parallel sesusi dengan kebutuhan
masyarakat.
6.
Regulasi pendaftaran perizinan
usaha secara paralel sudah
ditandatangani oleh
Penyelenggara Pelayanan Publik.
Regulasi pendaftaran perizinan
usaha secara paralel sudah
ditetapkan dan dapat dijadikan
dasar hukum dalam pelaksanaan
pelayanan perizinan.
7.
In Hause Tranning (IHT)
Terlaksanannya pelatihan (IHT) bagi
pelaksanaan pelayanan publik.
8.
Pembuatan SIM Pendaftaran
secara Paralel.
Tersusun dan terpasannya aplikasi
pendaftaran perizinan dengan
terkoneksi dengan SIM yang telah
ada.
9.
Uji coba inovasi.
Terlaksannnya uji coba pelaksanaan
perizinan secara paralel.
4.
10. Sosialisasi.
Terlaksanaanya sosialisasi
pelaksanaan perizinan secara
paralel.
11. Implementasi.
Penerapan perizinan secara paralel
dalam layanan publik.
12. Monitoring dan evaluasi
Terlaksanannya monitoring dan
evaluasi pelaksanan perizinan secara
paralel.
F. KENDALA YANG DIHADAPI DALAM PENERAPAN INOVASI
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan inovasi daerah ini akan muncul
dalam tataran teknis pelaksanaannnya yaitu meliputi:
1. Pelaksanaan proyek perubahan tidak sesuai dengan tata kala yang
ditetapkan karena susahnya koordinasi antar SKPD.
Pendekatan solusi : Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan diberitahukan
jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan dan menunjuk
secara personal dalam undangan.
2. Kekhawatiran tidak dapat dilaksanaanya proyek perubahan karena
susahnya pelaksanaan atau belum siapnya sumber daya manusia
pelaksanan dari pendaftaran perizinan usaha secara paralel.
Pendekatan solusi
: Dilaksanakan In hause tranning/pelatihan singkat bagi
petugas pelaksana terhadap regulasi pendaftaran
secara paralel serta penetapan prosedur yang jelas.
3. Munculnya sengketa/gugatan Tata Usaha Negara (TUN) atas pendaftaran
perizinan usaha secara paralel karena proses perizinan akan lebih lama.
Pendekatan solusi
:
- Dalam penyusunan Regulasi pendaftaran secara
paralel dilaksanakan dengan hati-hati, teliti dan
mengikuti pedoman pembentukan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
- Memberlakukan pelaksanaan perizinan secara
sendiri-sendiri per jenis izin
G. DAMPAK INOVASI YANG DIRASAKAN MASYARAKAT DAN PELAKU USAHA YAITU.
Dampak dari inovasi ini adalah adanya kemudahan dan penyerderhanaan
persyaratan serta mempercepat proses pelayanan usaha di Kota yogyakarta
pada umumnya. Adapun penyederhanaan tersebut dapat terlihat pada
daftar tabel berikut:
1. Adanya penyederhanaan PERSYARATAN, Perbandingan Persyaratan:
Izin Gangguan (HO)
SIUP
TDP
1) Foto copy KTP
1) Foto copy KTP.
1) Foto copy KTP
Pemohon yang masih
berlaku;
2) Fotocopy IMBB atau
surat pernyataan
kesanggupan untuk
mengurus IMBB bagi
Direktur
Pemilik/Direktur
/penanggung jawab
/penanggung jawab
perusahaan;
perusahaan yang
2) Foto copy Izin
Gangguan;
berlaku;
2) Foto copy Izin Teknis;
bangunan yg belum
3) Neraca;
memiliki IMBB bagi
4) Foto copy NPWP;
pimpinan Cabang,
usaha jenis gangguan
5) Foto copy Akta
jika Perusahaan
kecil;
3) Gambar denah
pendirian /
perubahan, jika
3) Surat penunjukan
cabang;
4) TDP Pusat,Jika
bangunan untuk
berbentuk badan
usaha dan denah
hukum;
5) Foto copy Akta
6) Foto copy
pendirian /
letak tempat usaha;
4) Kajian Lingkungan,
dikecualikan untuk
jenis gangguan kecil;
5) Foto copy Akta
Pendirian
Pengesahan badan
hukum
perusahaan cabang;
perubahan, jika
berbentuk badan
hukum;
6) Foto copy Izin
Gangguan;
Perusahaan/cabang
7) Foto copy NPWP;
bagi usaha yg
8) TDP asli jika
memperbaharui;
berbentuk badan
9) Foto copy
hukum/badan usaha;
Pengesahan badan
6) Surat pernyataan
hukum/Keputusan
tidak keberatan dari
Menteri Hukum dan
pemilik tempat atau
HAM, jika berbentuk
perjanjian sewa-
PT;
menyewa apabila
10) Materai.
tempat yang
digunakan bukan milik
sendiri
7) Foto copy bukti
kepemilikan/ sertifikat
tanah atau bukti
kepemilikan lain yg
masih berlaku dan
sah;
2. Lebih mempercepat WAKTU proses layanan perizinan, Perbandingan
Waktu:
Pengurusan izin
Izin Gangguan
SIUP
TDP
JUMLAH
(HO)
Secara sendiri
12
3
3
18 hari
Secara Pararel
12
-
-
12 hari
3. Adanya penyederhanaan waktu kunjungan masyarakat/pelanggan ke
Dinas Perizinan dalam pengurusan izin.
Penyederhanaan waktu kunjungan:
a. Pengurusan secara sendiri-sendiri izin, maka setiap izin harus antri
sendiri-sendiri sesuai loket izin, sehingga membutuhkan 3 kali datang ke
Dinas Perizinan.
b. Pengurusan izin dengan secara pararel, maka 3 jenis izin dapat
diajukan bersamaan dalam sekali antri dan sekali datang ke Dinas
Perizinan.
H. LESSON LEARNED
Pelajaran atau pemahaman yang diperoleh dalam inovasi pelayanan
perizinan secara paralel ini secara umum adalah adanya penyederhanaan
pelayanan publik dari yang terkesan berbelit-belit, memerlukan waktu yang
lama dan memerlukan biaya yang besar dalam pengurusan izin akan
berubah menjadi pelayanan perizinan yang sederhana, cepat, mudah dan
transparan serta akuntabel. Inovasi itu harus ada dan berkembang dalam
pelayanan publik, karena sudah menjadi kebutuhan, keinginan, dan
permintaan dari masyarakat moderen dan berkembang.
Inovasi pelayanan perizinan secara paralel mengandung nilai atau prinsip
yang universal dan merupakan kebutuhan dalam dunia pelayanan publik,
sehingga
harus
tingkatkan
dan
dikembangkan
dalam
kehidupan
bermasyarakat. Adapun nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang terkandung dalam
inovasi tersebut meliputi:
1.
Keberanian melakukan perubahan.
2.
Kepemimpinan
3.
Konsisten untuk kemajuan
4.
Bermanfaat bagi masyarakat.
5.
Terencana dan terarah
6.
Membangun keunggulannya sendiri
7.
Memiliki ciri khusus
8.
Memiliki unsur pembaharuan
9.
Program inovasi melalui program yang
10. Memiliki tujuan.
I. REPLIKASI INOVASI
Dalam inovasi pelayanan perizinan paralel ini diharapkan dapat diterapkan
di
daerah-daerah
penyederhanaan
lainnya
pelayanan
karena
memberikan
perizinan
usaha
kemudahan
pada
khususnya
dan
dan
masyarakat pada umumnya.
Mempertahankan pelayanan secara berkelanjutan bukanlah hal yang
mudah sehingga perlu untuk memahami dan mengerti secara jelas subtansi
dan esensi dari pelayanan perizinan usaha secara paralel tersebut. Setelah
mengetahui alasan tersebut diharapkan sistem dan mekanisme pelayanan
menjadi motivasi dan semangat untuk dapat dipertahankan serta dapat
diteladani dan diterapkan di daerah lain.
Mengapa pelayanan perizinan secara paralel dipertahankan secara
berkelanjutan dan dapat diterapkan di daerah lainnya, hal ini dikarenakan
dalam pelayanan perizinan secara paralel ini mengandung nilai yang
universal dan dapat dianalisis dan dicermati bagi orang yang melakukan
inovasi dan perubahan yaitu sebagai berikut :
1. Pelayanan ini juga dapat menjadi salah satu reformasi birokrasi.
penyederhanaan dan mempercepat proses layanan perizinan usaha dari
sisi waktu, biaya dan persyaratan yang menjadi kebutuhan dan harapan
masyarakat modern dan reformasi birokrasi
2. Membantu pertumbuhan pelaku usaha.
Pelayanan ini adalah sebagai upaya untuk lebih mempermudah dan
mempersingkat proses dan prosedur pelayanan perizinan, sehingga akan
dapat
membantu
pelaku
usaha
dalam
mengembangkan
dan
meningkatkan usahanya tampa di hambat dalam administrasi proses
perizinannya.
3. Eksistensi dan nyata
Kenyataan
dan
realitas
kebutuhan
pelayanan
dapat
memenuhi
kebutuhan semua masyarakat dan nyata hadir dalam setiap layanan
perizinan usaha.
4. Kualitas atau Mutu Pelayanan
Untuk mendapatkan kualitas dan mutu pelayanan perizinan usaha yang
baik, Tim harus dibekali dengan pengetahuan dan skill yang baik agar
dapat melaksanakan pelayan yang berkualitas dan bermutu. Belajar itu
tidak ada habisnya, sehingga inovasi dan perubahan menjadi kebutuhan
pokok dalam pengembangan bermasyarakat dan bernegara.
5. Inovasi Improvisasi Pelayanan
Segmen utama pelayanan perizinan usaha secara paralel adalah
masyarakat pelaku usaha. Tim
harus mencermati apa yang menjadi
kemauan segmen utama ini, kalau tidak, maka segmen utama ini bisa
melakukan pengaduan dan komplin pada birikrasi. Tapi perlu diingat,
bahwa inovasi dan improvisasi ini jangan sampai meninggalkan kualitas
dan mutu pelayanan dan
melanggar kaidah-kaidah peraturan
perundangan-undangan yang berlaku .
6. Semangat untuk berubah
Semangat untuk melakukan perubahan pelayanan adalah juga faktor
penting yang perlu dipertahankan. Di awal pelayanan, Tim begitu
bersemangat untuk melayani,
tak jarang mereka mengorbankan
kesenangannya dan urusan penting dalam hidupnya agar perizin usaha
secara paralel dapat berjalan dengan baik. Namun seiring berjalannya
waktu, tantangan dan hambatan baik dalam diri sendiri maupun dari luar
menghadang sehingga membuat semangat dan keteguhan pelayanan
menjadi pudar. Inilah yang harus dicermati, jangan sampai tantangan dan
hambatan itu membuat semangat pelaksanaan pelayanan itu menjadi
pudar dan tidak bermakna.
7. Mengikuti perkembangan
Di setiap organisasi pasti ada regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan
tugasnya. Regulasi penting untuk selalu mengikuti perkembangan dalam
kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan pelayanan
perizinan secara paralel harus juga mengikuti perkembangan masyarakat
dunia
usaha,
mau
kearah
mana
perkembangannya,
regulasinnya pun harus mengikuti perkembangan tersebut.
sehingga
Download