analisis kualitas air tambak desa kalangayar kecamatan sedati

advertisement
ANALISIS KUALITAS AIR TAMBAK DESA KALANGAYAR
KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO
Atik Widiyanti
Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, 61213 Sidoarjo
E-mail: [email protected]
Abstrak
Penurunan kualitas air tambak diketahui telah banyak terjadi. Salah satunya adalah tambak di Desa
Kalanganyar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kualitas air tambak dan jenis ektoparasit yang sering menginfeksi ikan di tambak tersebut.
Parameter yang diukur antara lain Total Suspended Solid (TSS), Salinitas, Deterjen, TPC dan
ektoparasit. Metode analisa TSS, salinitas, deterjen, TPC dan ektoparasit dilakukan menggunakan
metode grafimetri, salinometer, spektrofotometri, TPC dan mikroskopis secara berurutan. Sampel
ektoparasit diambil dari ikan bandeng (Chanoschanos) dan sampel kualitas air diambil dari bagian hulu
dan hilir tambak. Hasil analisa air di bagian hulu tambang menunjukan konsentrasi TSS 80 mg/L;
salinitas 61,80 ppt; deterjen 3,08 mg/L LAS dan TPC 220 sel/mL. Sedangkan di bagian hilir konsentrasi
TSS 116 mg/L; salinitas 37,90 ppt; deterjen 1,29 mg/L LAS dan TPC 1780 sel/mL. Dan kelompok
ektoparasit yang temukan adalah Nematoda, Protozoa, Crustacea dan Trematoda.
Kata kunci: ektoparasit, kualitas air, tambak
Abstract
The decline in water quality is known to have a lot going on. One of them is the pond in the village
Kalanganyar Sedati District Subdistrict Sidoarjo.Oleh Therefore, this study aims to determine the water
quality and the type of ectoparasites that often infect fish in the pond. Parameters measured include
Total Suspended Solid (TSS), Salinity, Detergents, TPC and ectoparasites. TSS analytical methods,
salinity, detergent, TPC and ectoparasites performed using methods grafimetri, salinometer,
spectrophotometry, TPC and microscopic sequentially. Samples taken from fish ectoparasites
(Chanoschanos) and water quality samples taken from the upstream and downstream of the pond.
Results of analysis of water upstream of the mine shows the TSS concentration of 80 mg / L; 61.80 ppt
salinity; detergents 3.08 mg / L LAS and TPC 220 cells / mL. While downstream of TSS concentration
of 116 mg / L; 37.90 ppt salinity; detergents 1.29 mg / L LAS and TPC 1780 cells / mL. And a group of
ectoparasites were found was Nematoda, Protozoa, crustacean and trematodes.
Key Word: ectoparacitre, water quality, pond
tanah, namun akhir-akhir ini sampah juga telah
PENDAHULUAN
Seiring peningkatan jumlah penduduk,
pencemaran
sampah
menjadi
mencemari
lingkungan
perairan.
Selain
permasalah
sampah, pencemaran limbah domestik maupun
nasional yang belum sepenuhnya dapat diatasi.
limbah industri juga mencemari. Limbah
Pencemaran sampah tidak hanya terjadi di
domestikyang berasal dari rumah tangga
1
langsung
dibuang
kebadan
sungai,
seperti virus, bakteri, jamur dan parasit (Kordi
mengakibatkan penurunan kualitas air. Seperti
K dan Tancung, 2010).
yang terjadi di kawasan DKI Jakarta diketahui
Perairan tambak merupakan salah satu
83% sungai disana Indeks Kualitas Air (IKA)
lahan
yang
dinyatakan buruk (Hendrawan, 2005).
meningkatkan
dapat
dimanfaatkan
sektor
untuk
perekonomian.
Kualitas air pada suatu perairan akan
Masyarakat Desa Kalanganyar Kec. Sedati
mempengaruhi kualitas hidup biota yang hidup
Kab. Sidoarjo diketahui mengandalkan aktifitas
di dalamnya. Kualitas air yang baik dapat
pertambakan sebagai mata pencaharian. Namun
menunjang pertumbuhan, perkembangan, dan
dari
kelangsungan hidup ikan (Effendie, 1997).
terjadi penurunan kualitas air tambak didaerah
Menurut Peter (1979) dalam Setiawati dan
tersebut. Menurut Tamyiz (2015), nilai BOD,
Suprayudi (2003), salinitas merupakan salah
COD di daerah hulu adalah 28,00 mg/L, 60,00
satu faktor fisik yang dapat mempengaruhi laju
mg/L. Sedangkan nilai BOD, COD di daerah
pertumbuhan
konsumsi
hilir adalah 20,00 mg/L, 43,00 mg/L. Sehingga
pakannya.Selain itu faktor fisik lain yang
penelitian ini akan meneliti kualitas air dengan
berpengaruh adalah Total Suspended Solid
parameter TSS, Salinitas, Deterjen dan TPC.
(TSS). Menurut Fardiaz (1992), padatan
Selain
tersuspensi (TSS) akan mengurangi penetrasi
menganalisisjenisektoparasit pada
cahaya kedalam air, sehingga mempengaruhi
tambak Desa Kalanganyar Kec. Sedati Kab.
regenerasi oksigen untuk fotosintesis.
Sidoarjo.
biota
dan
penelitian
terdahuludiketahui
itu
penelitian
ini
bahwa
akan
ikan
di
Limbah domestik yang sering dijumpai
pada perairan adalah deterjen yang berasal dari
METODE PENELITIAN
limbah rumah tangga. Pencemaran deterjen
Penelitian ini dilakukan pada bulan
menyebabkan kerusakan struktur lapisan kulit
Januari tahun 2017. Sampel air diambil dari
untuk lapisan epidermis di stratum komeum
hulu dan hilir tambak Desa Kalanganyar Kec.
berupa inti sel memadat, inti sel kariolisis, inti
Sedati Kab. Sidoarjo Jawa Timur. Analisa
sel karioreksis, inti sel piknosis, stratum
ektoparasit sampel diambil ikan bandeng
germinativum
sangat
tipis
ikan
(Chanos chanos) dengan 2 kali pengulangan.
(Mardiastoeti,
2001).
Selain
pencemaran
Analisa kualitas air dilakukan di Laboratorium
pada
deterjen yang kerap terjadi diperairan adalah
Kualitas
Lingkungan
pencemaran biologis berupa bakteri. Adanya
Lingkungan
bakteri patogen pada suatu perairan memicuh
ektoparasite
timbulnya penyakit pada biota budidaya.
Zoologi Jurusan Biologi ITS. Analisa TSS
Timbulnya suatu penyakit pada biota budidaya
dilakukan dengan metode gravimetri dan
berhubungan erat antara kondisi lingkungan air
analisa
dengan mikroorganisme penyebab penyakit
salinometer.
ITS.
Jurusan
Teknik
Sedangkan
analisa
dilakukan
salinitas
di
dilakukan
Untuk
Laboratorium
menggunakan
analisa
deterjen
menggunakan metode spektrofotometri dan
2
jumlah bakteri dianalisa dengan metode TPC.
ke tambak dengan membawa bahan pencemar
Sedangkan jenis ektoparasit dilakukan dengan
yang berpengaruh terhadap budidaya ikan
metode pengamatan mikroskop.
ataupun udang. Bahan pencemar yang biasanya
terbawa ke air tambak berupa bahan organik
maupun bahan anorganik (deterjen, tumpahan
HASIL DAN DISKUSI
Desa Kalanganyar merupakan salah
solar, logam berat dll ). Bahan pencemar juga
satu desa yang sebagian besar mata pencaharian
biasa dibawa oleh sampah yang masuk ke
penduduknya adalah sebagai petani tambak.
perairan tambak. Di area pertambakan terlihat
Desa
banyak sampah yang tidak terolah dan masuk
ini
berada
di
Kecamatan
Sedati
Kabupaten Sidoarjo dan terletak di pesisir
ke
area
tambak
(Gambar
1),
yang
pantai. Air tambak Kalanganyar ini berasal dari
mengakibatkan
bau
tidak
sedap
dan
sungai dan air laut. Sehingga pasang surut air
memungkinkan
sumber
laut turut mempengaruhi kuantitas dan kualitas
budidaya ikan maupun udang.
penyakit
untuk
air tambak. Air sungai dan air laut yang masuk
Gambar 1. Tumpukan Sampah di Area Tambak Desa Kalanganyar
Kualitas air tambak yang baik harus
tambak
Kalanganyar
diketahui
bahwa
sesuai dengan baku mutu Kelas III Peraturan
konsentrasi TSS, salinitas, detergen dan TPC.
Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun
Untuk lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 1
2001.Berdasarkan hasil analisa kualitas air
dan 2.
3
Tabel 1. Hasil Analisa Kualitas Air di Bagian Hulu Tambak
1.
TSS
80,0 mg/L
Ambang Batas
Mutu Air Kelas III
PP No. 82
Tahun 2001
400,0 mg/L
2.
Salinitas
61,8 mg/L
-
3.
Deterjen
3,08 mg/L LAS
4.
TPC
220 sel/mL
No.
Parameter
Hasil Analisa
200,0mg/L LAS
-
Tabel 2. Hasil Analisa Kualitas Air di Bagian Hilir Tambak
No.
Dari
Tabel
Hasil Analisa
1.
TSS
116,0 mg/L
400,0 mg/L
2.
Salinitas
37,9 mg/L
-
3.
Deterjen
4.
TPC
1,29
mg/L
LAS
1780 sel/mL
diketahui
200,0mg/L LAS
-
bahwa
langsung dibuang ke badan air. Menurut Allan
konsentrasi deterjen melampaui ambang batas
(1995), sumber bahan organik dapat berasal
baku mutu air Kelas III sesuai PP No.82 Tahun
baik dari dalam maupun dari luar perairan
2001. Kelas air adalah peringkat kualitas air
tambak. Bahan pencemar yang berasal dari
yang dinilai masih layak untuk dimanfaatkan
dalam
bagi peruntukan tertentu. Kelas III merupakan
autochthonous(pembusukan organisme mati
air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
oleh detritus, aktifitas perifiton, makrofita dan
pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air
fitoplankton). Sedangkan bahan pencemar yang
untuk
atau
berasal dari luar badan perairan tambak dan
air
termasuk di dalamnya bahan organik yang
yang sama dengan kegunaan tersebut (PP
dibawa oleh aliran air dari daerah sekitar
No.82 Tahun 2001). Sehingga air tambak
disebut sebagai allochthonous.
imengairi
1
Parameter
Ambang Batas Mutu
Air Kelas III PP
No. 82
Tahun 2001
pertanaman,
dan
peruntukan lain yang mempersyaratkan
kalanganyar dapat digolongkan sebagai air
perairan
tambak
disebut
sebagai
Konsentrasi deterjen yang terlalu tinggi
mutu Kelas III.
dapat mengakibatkan kematian ikan. Menurut
Konsentrasi deterjen yang melampaui
Rifky et al., (2015) limbah detergen dari
ambang batas baku mutu dapat dipengaruhi
industri
oleh adanya aktifitas manusia dari hasil
mortalitas ikan nila. Semakin tinggi konsentrasi
kegiatan pencucian berupa limbah cair yang
limbah detergen akan semakin tinggi kematian
4
laundry
berpengaruh
terhadap
ikan
nila.
Selain
meningkatkan
potensi
kontribusi suspensi dari sungai. Selain itu
kematian pada ikan nila, limbah deterjen
dipengaruhi pengadukan gelombang terhadap
diketahui
untuk
sedimen pantai yang masuk ke perairan tambak
bersih,
Untuk konsentrasi salinitas diketahui
panjang tunas dan kandungan klorofil) pada
sebesar 61,8 mg/L. Menurut Mukhtasor (2007)
Kayu Apu Pistia stratiotes L. dan Genjer
dalam Kadir (2013), penurunan salinitas dalam
Limnocharis flava L (Hermawati et al., 2005).
perairan
Adanya
biokonsentrasi
memiliki
menurunkan
kemampuan
pertumbuhan
deterjen
pada
(berat
perairan
dapat
dapat
menyebabkan
dalam
logam
tingkat
berat
pada
membahayakan manusia, dari beberapa kajian
organisme menjadi semakin besar. Namun
menyebutkan
memiliki
perbedaan salinitas 10 ‰, 20‰ dan 30 ‰ tidak
kemampuan untuk melarutkan bahan dan
menunjukan pengaruh yang nyata (F < 0,05%)
bersifat
terhadap pertumbuhan panjang ikan nila merah
bahwa
detergen
karsinogen,
misalnya
3,4
Benzonpyrene. Deterjen kationik memiliki sifat
(Rahim et al., 2015).
racun jika tertelan dalam tubuh, bila dibanding
Besarnya
TPC
pada
kalanganyar
(Arifin, 2008).
Berdasarkan pengamatan kemungkinan besaran
hulu
tambak
kalanganyar
220
tambak
deterjen jenis lain (anionik ataupun non-ionik)
Sedangkan konsentrasi TSS di bagian
mencapai
air
sel/mL.
TPC yang ada di tambak tersebut disebabkan
masih
berada
oleh sampah padat yang dibuang ke perairan
batas.Umumnya
tingkat
tambak dan adanya kotoran ternak yang ada
kekeruhan atau kecerahan suatu perairan sangat
disekitar pertambakan. Diketahui ada sebagian
dipengaruhi oleh kandungan zat padat suspensi.
masyarakat
Pada
peternak unggas (Gambar 2).
dibawah ambang
perairan
kekeruhan
air
tambak
sangat
kalangayar
dipengaruhi
ini,
disekitar
lokasi
oleh
Gambar 2. Kadang Unggas di Area Tambak Desa Kalanganyar
5
merupakan
Dari Tabel 2 diketahui tidak ada
penggunaan
deterjen
akan
menyebabkan
parameter yang melampaui ambang batas baku
penurunan kemampuan water self purifier di
mutu PP No. 82 Tahun 2001 untuk golongan air
badan air akibat terakumulasinya surfaktan dan
Kelas III. Namun konsentrasi TSS di area hilir
fosfat di perairan. Penurunan water self purifier
lebih tinggi dari pada di area hulu. Menurut
di
USEPA (1973), pengaruh padatan tersuspensi
pendangkalan, blooming algae, bertambahnya
(TSS) sangat beragam, tergantung pada sifat
beban organik dan penurunan difusi oksigen
kimia alamiah bahan tersuspensi tersebut,
(Sopiah, R.N).
perairan
khususnya bahan beracun (toksik). Untuk zat
padat
tidak
beracun
seperti
tanah
menyebabkan
masalah
Hasil analisa TPC di bagian hilir
liat,
tambak kalanganyar didapatkan sebesar 1780
penutupan oleh tanaman bentik dan hewan
sel/mL. Selain dimungkinkan adanya kotoran
tidak bertulang belakang dapat menyebabkan
unggas
angka kematian yang tinggi pada biota perairan.
menyebabkan
yang
masuk
ke
besarnya
tambak
jumlah
yang
bakteri.
Hasil pengukuran salinitas di bagian
Menurut Kristiawan et al., (2004), jumlah
hilir tambak adalah sebesar 37,9 mg/L.
bakteri di suatu perairan berhubungan dengan
Besarnya
ini
total organik terlarut. Bahan-bahan organik
dipengaruhi oleh air laut. Salinitas di perairan
tersebut ini secara alamiah berasal dari perairan
tambak kalanganyar ini menginformasikan
itu sendiri, melalui proses dekomposisi sisa
bahwa fluktuasi salinitas diduga dipengaruhi
pakan ikan, juga bisa berasal dari limbah
oleh
pola
domestik yang mengalir ke perairan tambak.
sirkulasi air, penguapan (evaporasi), curah
Berdasarkan Uji Pearson Correlation yang
hujan (presipitasi) dan adanya aliran sungai
dilakukan Putra et al., (2014) menunjukan
(run off) (Simon dan Platty, 2013).
bahwa korelasi positif antara jumlah bahan
salinitas
beberapa
di
faktor,
bagian
hilir
diantaranya:
Konsentrasi deterjen di bagian hilir air
organik dengan jumlah bakteri. Semakin besar
tambak kalanganyar diketahui sebesar 1,29
bahan organik maka semakin besar juga total
mg/L LAS. Sehingga masih berada dibawah
bakteri yang ada diperairan tersebut.
ambang batas yang diperkenankan. Deterjen
Tinggi
rendahnya
disebabkan
lunak. Keras lunaknya deterjen tergantung pada
dipengaruhi
pH, gugus fungsi bahan kimia penyusun
perairan.Hasil
deterjen dan panjang gugus alkil. Besarnya
dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut:
oleh
penyaki/parasitt
ikan
terbuat dari bahan kimia yang bersifat keras dan
6
oleh
kematian
kualitas
analisa
yang
lingkungan
ektoparasit
yang
Tabel 3. Analisa Ektoparasit Ikan Bandeng (Chanoschanos) Tambak Kalanganyar
Pengulangan
Kelompok
Parasit
Nematoda
Capillaris sp.
Kulit
Nematoda
Strongyloides sp.
Insang
Nematoda
Anisakis sp.
Insang
Trematoda
Acanthogyrus sp.
Kulit
Protozoa
Heneguya sp.
Insang
Protozoa
Ichthyobodo sp.
Insang
Nematoda
Capillaris sp.
Insang & Kulit
Trematoda
Acanthogyrus sp.
Insang
Trematoda
Dagtyloogyrus sp.
Insang
Protozoa
Heneguya sp.
Insang
Protozoa
Myxosporea sp.
Insang & Kulit
Crustacea
Lerneae sp
Insang
Spesies
Lokasi Infeksi
Pertama
Kedua
Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa
seperti daun dan bersifat hermanprodit kecuali
ditemukan 4 kelompok ektoparasit yaitu
cacing hati. Infeksi Trematoda yang sering
Nematoda,
dijumpai
Trematoda,
Crustacea.
Kelas
Protozoa
adalah
Skistosomiasis,
merupakan
Paragonimiasis dan Klonorkiasis (Tjahyanto
kelompok parasit yang memiliki intensitas
dan Salim, 2013). Selain mengakibatkan
paling sering menginfeksi ikan bandeng.
kematian, infeksi parasit juga menyebabkan
Nematoda
menurunkan
dapat
Anisakiasis,
Nematoda
dan
menyebabkan
merupakan
penyakit
penyakit
bobot
tubuh,
menurunkan
cacing
ketahanan tubuh, penurunan tingkat fekunditas
zoonosis pada ikan yang dapat menular kepada
ikan. Cacing ini banyak ditemukan pada hasil
manusia. Penyakit cacingan ini berasal dari
perikanan air tawar di daerah tropis hingga
jenis Nematoda. Selanjutnya kelompok yang
subtropis.
sering menginfeksi ikan adalah Protozoa dan
Trematoda.
pada
Protozoa adalah organisme uniseluler dan
kecepatan
eukariota, organisme ditandai dengan memiliki
Tingkat
materi herediter yang tertutup dalam inti yang
perpindahan/mobilitas ektoparasit akan juga
dibatasi oleh membran. Kebanyakan protozoa
dapat
inangnya
Kelimpahan
ektoparasit
Kelompok berikutnya adalah Protozoa.
mempengaruhi
perpindahannya.
meningkatkan
sehingga
dapat
serangan
ektoparasit
berukuran mikroskopis, mulai dari ukuran
mempercepat
penularan
dengan panjang sekitar 0,001-0,01 mm, tetapi
ektoparasit pada ikan.
Trematoda
beberapa, termasuk amuba tertentu, cukup
berasal
dari
filum
besar untuk dilihat dengan mata telanjang
Platyhelmintes, cacing ini berbentuk pipih
7
sering
menyebabkan
infeksi
saluran
pencernaan manusia (Safar, 2010).
KESIMPULAN
Kelompok Crustacea ditemukan sekali
Berdasarkan hasil penelitian dapat
di bagian insang ikan. crustacea adalah anggota
dari
kelas
besar
hewan
dengan
disimpulkan bahwa konsentrasi deterjen pada
tubuh
air tambak Desa Kalanganyar Kec. Sedati Kab.
tersegmentasi (beruas-ruas). Crustacea terdiri
Sidoarjo melampaui ambang batas kualitas air
dari serangga dan laba-laba. Crustacea pada
Kelas III PP No. 82 Tahun 2001. Sedangkan
umumnya hidup di air laut, di air tawar di darat.
parameter yang lain masih berada dibawah
Jika crustacea yang terinfeksi ini dimakan ikan,
ambang batas baku mutu yang diperkenankan
maka tumbuh menjadi pleroserkoid. Manusia
dan jenis ektoparasit yang ditemukan adalah
terinfeksi karena makan ikan mentah yang
terkontaminasi.
Manusia
yang
Nematoda,
terinfeksi
Trematoda,
Protozoa,
dan
Crustacea.
menunjukkan gangguan seperti gangguan saraf,
pencernaan, rasa tidak enak, dan rasa sakit pada
DAFTAR PUSTAKA
perut, kekurangan gizi dan anemi. Gangguan
Allan,
pada traktus digestivus dengan rasa penuh di
JD.
(1995).
Stream
Ecology:
Structureand Function of Running
epigastrium, nausea, dan munta (Marjiyo,
Waters. Chapman and Hall: London
2004).
Arifin. (2008). Metode Pengolahan Deterjen.
Infeksi cacing parasitik pada ikan
Madiun ; Radionuklida
terjadi akibat ketidakserasian antara tiga
Chandra KJ., Hasan M., and Basak SS. (2011).
komponen utama penyebab penyakit yaitu ikan
Prevalence of Genarchopsis dasus
sebagai inang, lingkungan perairan dan cacing
(Digenea: Hemiuridae) in Channa
parasitik itu sendiri. Studi ekologi cacing
punctatus
parasitik pada ikan menunjukkan adanya
of
Mymensingh.
The
Bangladesh Veterinarian 28(1): 47–
interaksi dari faktor ekstrinsik (habitat host)
54
seperti karakteristik lingkungan inang dan
Effendi, M.I. (1997). Biologi Perikanan.
faktor-faktor intrinsik (biologi host) seperti
Yayasan Pustaka Nusantara: Bogor
ukuran tubuh atau jenis kelamin, memainkan
Fardiaz, S. (1992). Polusi Air dan Udara:
peran yang penting (Chandra et al. 2011).
Kanisius. Bogor.
Penyakit pada ikan menyebabkan penurunan
Hermawati, E., Wiryanto, Solichatun. (2005).
kualitas ikan dan gangguan kesehatan pada
Fitoremediasi
manusia yang mengkonsumsinya. Keberadaan
Limbah
Detergen
Menggunakan Kayu Apu (Pistia
parasit dapat menyebabkan kerugian besar bagi
stratiotes
industri perikanan. Parasit tidak hanya dapat
L.
)
dan
Genjer
(Limnocharis flava L.). BioSMART
merugikan industri perikanan, tetapi juga
Vol. 7, No.2
manusia yang mengonsumsinya (Palm et al.,
2008).
8
Hendrawan, Diana. (2005). Kualitas Air Sungai
Putra, S.J.W., Mustofa, N., Niniek, W. (2014).
Dan Situ Di Dki Jakarta.Makara
Analisa Bahan Organik Dengan Total
Teknologi, Vol. 9, No. 1
Bakteri pada Tambak Udang Intensif
Kadir, H. (2013). Biokonsentrasi Logam Berat
Sistem Semibioflok di BBPBAP
Pb Pada Karang Lunak Sinularia
Jepara.
Polydactyla Di Perairan Pulau Laelae,
Maquares Vol. 3 No.3
Pulau Bonebatang Dan Pulau Badi.
Skripsi
Jurusan
Fakultas
Ilmu
Ilmu
Journal
of
Rahim, T., Rully, T., Hasim. (2015). Pengaruh
Kelautan
Kelautan
Diponegoro
Salinitas
Dan
Berbeda
terhadap
dan
Tingkat
Pertumbuhan
Perikanan Universitas Hadanuddin
Kelangsungan
Makassar
Nila Merah (Oreochromis Niloticus)
Kordi, K. M.G. dan Tancung, A.B. (2010).
Hidup Benih Ikan
di Balai Benih Ikan Kota Gorontalo.
Pengelolaan Kualitas Air Dalam
Jurnal
Budidaya Perairan. PT. Rineka Cipta:
Kelautan. Volume 3, Nomor 1
Jakarta
Ilmiah
Perikanan
dan
Rifky L. Y., E. Purwanti, Y.Pantiwati (2015).
Kristiawan, D., N. Widyorini,
Haeruddin.
Pengaruh Limbah Detergen Industri
(2014). Hubungan Total Bakteri
Laundry terhadap Mortalitas
dan
Dengan Kandungan Bahan Organik
Indeks
Nila
Total Di Muara Kali Wiso, Jepara.
(Oreochromis
Diponegoro Journal Of Maquares
Nasional XII Pendidikan Biologi
Vol. 3 No.4
FKIP UNS
Mardiyastoeti, R.D. (2001). Pengaruh Deterjen
Tawes
(Puntius
Ikan
niloticus).
Seminar
Safar R. 2010. Parasitologi Kedokteran. Bogor
Terhadap Struktur Kulit dan Insang
Ikan
Fisiologi
(ID): Yrama Widya
Javanicus
Setiawati M
dan Suprayudi A. M.(2003).
Blkr.).Skripsi Program Studi Biologi
Pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan
Fakultas Biologi Universitas Atma
nila merah yang dipelihara pada
Jaya Yogyakarta
media
Marjiyo, M.F. (2004). Parasitologi. Bahan Ajar.
bersalinitas.
Budidaya
Jurnaljurusan
Perairan.
Fakultas
Fakultas Biologi. Universitas Gajah
Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB.
Mada
Bogor.
Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001
Simon dan Platty. (2013). Distribusi Suhu,
Tentang Pengelolaan Kualitas Air
Salinitas Dan Oksigen Terlarut Di
Dan Pengendalian Pencemaran Air
Perairan Kema,
Palm, B., M. Damriyasa, Linda, and Oka.
(2008).
Molekuler
genotype
Sulawesi Utara.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 1:(3)
an
Sopiah, R.N. Pengelolaan Limbah Deterjen
Anisakis. J. Helminth. 4(1):3-12.
sebagai Upaya Minimalisasi Polutan
di
9
Badan
Air
dalam
Rangka
Pembangunan Berkelanjutan. Balai
Teknologi
Tjahyanto, A. Dan Salim, C. (eds). (2013).
Lingkungan-BPP,
Farmakologi
Teknologi Serpong
Tamyiz,
Ulasan
Bergambar.
Jakarta: EGC
M. (2015). Perbandingan Rasio
US Environmental Protection Agency (U.S.
Bod/Cod Pada Area Tambak Di Hulu
EPA). Water Quality Criteria 1972,
Dan Hilir Terhadapbiodegradabilitas
EPA-R3-73-033-March 1973. p. 177.
Bahan Organik. Journal of Research
and Technology, Vol. 1 No. 1
10
Download