Uploaded by jeanyangelia47

Laporan Kasus: Otitis Media Supurativa Kronik (OMSK)

advertisement
CASE REPORT :
OMSK
Oleh:
Joseph Adrian Sangkereng / 202406010135
Jeany Angelia / 202406010217
Pembimbing : dr. Ricky Yue, Sp. THT-KL
P
Kepaniteraan Klinik Ilmu Telinga, Hidung, dan Tenggorokan
Rumah Sakit Universitas Katolik Atma Jaya
FKIK Universitas Katolik Atma Jaya
Periode 3 Agustus - 5 September 2026
BAB I
PAPARAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama
Ny. OGK
Usia
54 Tahun
Agama
Buddha
Tanggal Masuk RS
3 Agustus 2026
Tanggal Pemeriksaan
3 Agustus 2026
Label here
Label here
Keluhan
Utama
Keluar cairan
pada lubang
telinga kiri sejak
3 hari yang lalu
Keluhan
Tambahan
Telinga
berdenging,
Penurunan
pendengaran,
nyeri telinga sejak
2 tahun lalu
Label here
Label here
Riwayat penyakit sekarang
Ny. OGK, 54 tahun, datang ke poli THT RSAJ dengan keluhan keluarnya cairan
pada lubang telinga kiri sejak 3 hari yang lalu. Cairan berwarna jernih
kekuningan, cair, dan tidak berbau. Tidak ada darah. Pasien menyumpal telinga
nya dengan tisu terutama dimalam hari. Munculnya cairan diawali dari pilek Label here
sejak 4 hari lalu dengan sekret jernih dan kental. Tidak ada batuk dan
demam.Dalam 2 tahun terakhir pasien mengalami keluhan serupa sebanyak 2x
dimana setiap episode berlangsung selama 1 hari. Pasien belum melakukan
Label here
pengobatan dan hanya menyumpal dengan tissue
Pasien juga mengeluhkan nyeri pada telinga yang dirasakan seperti rasa penuh
pada telinga kiri sejak 3 hari yang lalu. Keluhan terasa menetap dan tidak
membaik dengan perubahan posisi. Keluhan ini juga disertai dengan gangguan
pendengaran pada telinga kiri.
Riwayat penyakit sekarang
Keluhan juga disertai dengan telinga kiri berdenging nada rendah yang muncul ketika
pasien sedang beristirahat dan pada tempat sunyi. Tidak ada gangguan konsentrasi
atau gangguan tidur.
Label here
Pasien memiliki kebiasaan untuk mengkorek kuping dengan korekan besi. 2 tahun
yang lalu, pasien mengatakan sempat keluar cairan bening bercampur darah pada
telinga kiri setelah pasien mengkorek telinga terlalu dalam. Pasien sempat berobat,
Label here
mendapatkan obat tetes tapi lupa namanya dan dikatakan bahwa gendang telinga nya
robek akibat korekan kuping tersebut. Pasien tidak pernah kontrol setelahnya
Pasien mengatakan tidak ada keluhan pusing berputar dan rasa gatal pada telinga
Riwayat Penyakit Dahulu
●
Perforasi membran timpani ec trauma → 2 tahun lalu
Riwayat Penyakit Pengobatan
●
Obat tetes telinga 2 tahun lalu → lupa nama
Riwayat Penyakit Keluarga
●
Riwayat keluhan serupa disangkal
Label here
Label here
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Tampak sakit ringan
Status Antropometri
Kesadaran
Compos Mentis (E4V5M6)
Tanda-tanda Vital
Laju nadi
89 x/menit
Laju napas
18 x/menit
Suhu
36.6 °C
SpO2
99% on room air
BB
53 kg
TB
156 cm
BMI
21,8 kg/m²
Status Gizi
BMI normal menurut ASIA
pasifik
Label here
Label here
Pemeriksaan Fisik
Kepala
Normocephalic, deformitas (-)
Wajah
Simetris
Mata
Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Label here
Telinga
Deformitas (-/-), sekret (-/-)
Hidung
Deformitas (-/-), sekret (-/-)
Mulut
Mukosa oral lembab
Leher
Limfadenopati (-), deviasi trakea (-)
Paru-paru
Vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
S1/S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Label here
Pemeriksaan Fisik
Abdomen
Inspeksi
Simetris
Auskultasi
BU + di seluruh lapang abdomen
Label here
Perkusi
Deformitas (-/-), sekret (-/-)
Palpasi
Deformitas (-/-), sekret (-/-)
Label here
Ekstremitas
Akral hangat, capillary refill time <2 detik, edema (-/-/-/-)
Kulit
Turgor kulit kembali cepat
Pemeriksaan Telinga
AD
-
Auricula
Bentuk
Laserasi
Hematoma
Edema
Massa
Kista
Nyeri tekan
auricula
Nyeri tekan
tragus
AS
-
Label here
Label here
Pemeriksaan Telinga
AD
Retroauricular
AS
-
Nyeri ketok mastoid
-
-
Hiperemis
-
-
Edema
-
-
Fistula
-
-
Abses
-
Tumor
-
-
Sikatriks
-
Label here
Label here
Pemeriksaan Telinga
AD
Liang Telinga
AS
Lapang
Lapang/ sempit
Lapang
-
Hiperemis
-
-
Sekret
+, bening, cair
-
Serumen
-
-
Granulasi
-
-
Lain-lain
-
Label here
Label here
Pemeriksaan Telinga
AD
Membran TImpani
AS
Putih mutiara
Warna
Abu abu
Licin
Permukaan
Licin
+ , kecil pada pars
tensa
Perforasi
Label here
+ , kecil pada pars Label here
tensa
-
Refleks cahaya
-
-
Retraksi
-
-
Bulging
-
Pemeriksaan Hidung
Dextra
Eksternal
Sinistra
Normal
Bentuk
Normal
-
Kelainan kulit
-
-
Edema
Hiperemis
-
Label here
Label here
-
Normal
Nares anterior
Normal
-
Nasal crease
-
-
Massa
Tanda fraktur
-
Pemeriksaan Hidung
Dextra
Rhinoskopi anterior
Sinistra
Normal
Vestibulum
Normal
Tidak ada deviasi
Septum nasi
Tidak ada deviasi
merah muda
eutrofi
-
Mukosa
Konka
Sekret
Polip
Massa
Corpus Alienum
Darah
merah muda
eutrofi
-
Label here
Label here
Pemeriksaan Sinus Paranasal
Dextra
Nyeri Tekan
Sinistra
-
Sinus Frontalis
-
-
Sinus Ethmoidalis
-
-
Sinus Ethmoidalis
-
Label here
Label here
TES PENALA
Dextra
Tes penala
Sinistra
+
Rinne
-
-
Weber
Lateralisasi ke kiri
Kesimpulan : Tuli konduktif ADS
Label here
Label here
Pemeriksaan Rongga Mulut
Bibir
Hiperpigmentasi (-), mukosa lembab, lesi (-)
Lidah
Terletak di tengah, lesi (-), deformitas (-), coated tongue (-)
Mukosa bukal
Warna merah muda, lembab, lesi (-)
Palatum durum
Kesan normal
Palatum molle
Kesan normal
Gigi geligi
Lengkap, nyeri ketok (-)
Gusi
Warna merah muda, hiperemis (-), edema (-)
Uvula
Terletak di tengah
Arcus faring
Simetris, hiperemis (-)
Oropharynx
Hiperemis (-), PND (-), granula (-)
Tonsilla palatina
T1/T1, hiperemis (-/-), kripta melebar (-/-), detritus (-/-), tonsilith (-/-)
Label here
Label here
ENDOSKOPI
AD
Membran TImpani
AS
Putih mutiara
Warna
Abu abu
Licin
Permukaan
+ , kecil pada pars
tensa
Perforasi
Label here
Licin
+ , kecil pada pars
tensa
-
Refleks cahaya
-
-
Retraksi
-
-
Bulging
-
Label here
RESUME
Ny. OGK, 54 tahun datang dengan otorrhea AS sejak 3 hari yang lalu bersifat jernih dan
tidak berbau. Keluhan disertai rinorrhea dan obstruksi nasi sejak 4 hari yang lalu. Pasien
juga mengeluhkan otalgia AS sejak 3 hari, gangguan pendengaran dan tinnitus bernada
rendah yang muncul disaat sedang istirahat. Pasien memiliki riwayat perforasi membran
Label here
timpani ec trauma AS sejak 2 tahun yang lalu
Pada pemeriksaan fisik ditemukan GCS compos mentis, TTV dbn, BMI normoweight, pada
Label here
pemeriksaan generalisata dbn. Pemeriksaan Telinga ditemukan sekret -/+ cair, bening,
MT intak -/- ukuran kecil pada pars tensa, dan RCL -/-. Tes pennala rinne +/-, weber -/+
Pada pemeriksaan penunjang endoskopi didapatkan sekret -/+ cair, bening, MT intak -/ukuran kecil pada pars tensa, dan RCL -/-
DIAGNOSIS UTAMA
●
●
OMSK AS tipe tubotimpani fase aktif
OMSK AD tipe tubotimpani fase inaktif
DIAGNOSIS BANDING
Label here
● Label here
SARAN PEMERIKSAAN PENUNJANG
●
●
CT scan
audiometri
TATALAKSANA
●
●
●
●
●
Aural toilet
Ofloxacin 0.3% 2x4 tetes selama 7-14 hari
Pseudoephedrine 2x60mg PO
Cetirizine 1x10mg PO
Kontrol dalam 2 minggu
Label here
Label here
TATALAKSANA NON FARMAKOLOGI
●
●
●
●
Jaga Telinga Tetap Kering
Tutup liang telinga luar dengan kapas saat mandi agar air tidak masuk ke
telinga tengah.
Hentikan kebiasaan mengkorek telinga
Label here
Miringkan kepala selama 3–5 menit setelah antibiotik diteteskan agar obat
meresap masuk ke telinga tengah
Label here
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI
Label here
Label here
Label here
ANATOMI
Label here
ANATOMI
DEFINISI
● Otitis media supuratif kronik merupakan peradangan pada rongga telinga tengah dan sel-sel
mastoid yang menyebabkan otore (keluarnya sekret dari telinga) melalui perforasi membran
timpani kronis yang bersifat menetap atau berulang selama setidaknya 3 bulan.
● Klasifikasi:
Label here
○ Otitis media kronik tanpa kolesteatoma
■ Atelektasis
Label here
■ Otitis media adhesiva
○ Otitis media kronik dengan kolesteatoma
■ Acquired
■ Kongenital
Kolesteatoma → Lesi inklusi epidermal jinak pada tulang temporal
EPIDEMIOLOGI
● Diperkirakan terdapat 65–330 juta penderita aktif di seluruh dunia.
● Sekitar 60% penderita (39–200 juta orang) mengalami gangguan pendengaran bermakna.
● CSOM menyebabkan lebih dari 2 juta DALYs → merupakan salah satu penyebab utama
gangguan pendengaran yang dapat dicegah. Label here
● 90% kasus global berasal dari negara berkembang,
● terutama Asia Tenggara, Western Pacific, dan Afrika
○ Kelompok risiko : anak kecil, penduduk negara berkembang dan tertinggal, populasi
Label here
miskin, padat penduduk, higenitas buruk.
FAKTOR RISIKO
● Predisposisi Genetik (Atopi) → riwayat keluarga dengan kondisi atopik ( rinitis alergi, asma,
dermatitis atopik, atau alergi makanan).
● Riwayat Penyakit Atopik Lain
● Faktor Epigenetik → Perubahan ekspresi gen akibat pengaruhi oleh lingkungan.
● Paparan Lingkungan Berulang: alergen spesifik dan zat pemicu inflamasi (capsaicin, bradikini,.)
pada mukosa hidung secara terus-menerus.
OMSK tanpa Kolesteatoma
Etiologi
Patogen
● Disfungsi tuba Eustachius yang menyebabkan
hipoventilasi dan gangguan aerasi telinga tengah.
● Otitis media akut yang berulang
● Inflamasi dan infeksi kronis pada telinga tengah dan
mastoid
● Obstruksi atau gangguan fungsi tuba Eustachius →
sinusitis, massa nasofaring, atau riwayat radiasi
● Bakteri aerob
○ Pseudomonas aeruginosa
○ Staphylococcus aureus
○ Klebsiella pneumoniae
○ Proteus mirabilis
○ Eschericia coli
○ Proteus vulgaris
● Bakteri anaerob
○ Bacteroides sp.
○ Clostridium sp.
○ Prevotella sp.
○ Fusobacterium nucleatum
● Jamur
○ Aspergilus sp. dan Candida albicans
OMSK tanpa Kolesteatoma
Patofisiologi
● Gangguan aerasi telinga tengah → tekanan negatif dan hipoventilasi kronis.
● Inflamasi kronis, edema, dan jaringan granulasi → menghambat jalur aerasi menuju
epitympanum dan mastoid.
● Perforasi membran timpani persisten → memungkinkan kontaminasi dari liang telinga dan
mempertahankan infeksi kronis.
● Inflamasi kronis → perubahan mukosa, granulasi, fibrosis, dan erosi struktur telinga tengah.
● Erosi atau perubahan osikula serta timpanosklerosis → dapat menyebabkan gangguan
pendengaran konduktif.
OMSK dengan Kolesteatoma
Patofisiologi Kongenital
1. Berasal dari sisa epitel janin → Kolesteatoma kongenital tumbuh dari area epitel yang
mengalami keratinisasi di telinga tengah.
2. Pada masa kehamilan → Area kecil epitel keratinisasi di kavum timpani anterior pada tulang
temporal janin berkembang pada usia kehamilan 10 hingga 33 minggu.
OMSK dengan Kolesteatoma
Patofisiologi
1. Teori Invaginasi (Wiitmacck Theory)
2. Teori Epithelial Ingrowth (Habermann Theory)
3. Basal Cell Hyperplasia (Ruedi Theory)
4. Squamous Metapalasia (Wendt/SadeTheory)
5. Mucosal Traction Theory
OMSK dengan Kolesteatoma
Teori Invaginasi Membran Timpani
1. Terjadi Disfungsi Tuba Eustachius (ETD),
peradangan, atau penumpukan cairan di telinga.
2. Kondisi ini menciptakan tekanan negatif di dalam
ruang telinga tengah.
3. Tekanan negatif menarik membran timpani (terutama
bagian pars flaccida yang tipis) ke arah dalam
(retraksi/invaginasi).
4. Kantong retraksi yang terbentuk mengubah jalan
normal pembuangan sel kulit mati.
5. Serpihan keratin menumpuk di dalam kantong
tersebut dan perlahan membesar menjadi
kolesteatoma.
OMSK dengan Kolesteatoma
Teori Epithelial Ingrowth
1. Terdapat perforasi pada membran timpani terlebih
dahulu (infeksi, trauma, atau bekas operasi).
2. Sel-sel epitel penghasil keratin dari luar bergerak
mendekati tepi robekan.
3. Sel epitel tersebut terus bermigrasi masuk melewati
tepi perforasi ke dalam rongga telinga tengah.
4. Epitel yang tumbuh dan terperangkap di rongga
telinga tengah ini kemudian membentuk
kolesteatoma.
OMSK dengan Kolesteatoma
Teori Hiperplasia Sel Basal
1. Terjadi kerusakan atau celah pada lapisan dalam
membran timpani (membran basal), meskipun dari
luar gendang telinga tampak masih utuh.
2. Sel-sel epitel berproliferasi dan masuk melalui celah
tersebut.
3. Sel epitel menginvasi jaringan ikat subepitel di
bawahnya.
4. Pertumbuhan sel di dalam jaringan ini membentuk
kista-kista kecil (mikro-kolesteatoma).
5. Mikro-kolesteatoma terus membesar dari dalam dan
pada akhirnya mendesak hingga merobek membran
timpani.
OMSK dengan Kolesteatoma
Teori Metaplasia Skuamosa
1. Terjadi infeksi, atau inflamasi kronis di rongga telinga
tengah.
2. Sel epitel normal telinga tengah (yang awalnya
berbentuk skuamosa sederhana atau kuboid)
mengalami perubahan metaplasia
3. Sel berubah menjadi jenis epitel yang mampu
memproduksi lapisan keratin.
4. Epitel berkeratin ini terus berproduksi dan menumpuk
di telinga tengah.
5. Tumpukan keratin yang disertai infeksi berlanjut
menjadi massa kolesteatoma yang merusak
membran timpani.
OMSK dengan Kolesteatoma
Teori Traksi Mukosa
1. Sistem pembersihan alami telinga (gerakan
mukosiliar) secara konstan bekerja di permukaan
mukosa.
2. Gerakan ini secara mekanis terus-menerus
mendorong dan menarik lapisan epitel mukosa ke
arah atas (attic).
3. Tarikan (traksi) ini memaksa bagian pars flaccida
gendang telinga melengkung ke dalam.
4. Lengkungan ini membentuk "kantong retraksi"
(retraction pocket).
5. Lendir (mukus) serta serpihan epitel terjebak di dalam
kantong tersebut dan berkembang menjadi
kolesteatoma.
OMSK dengan Kolesteatoma
Terlepas dari teori pembentukannya, kolesteatoma yang berasal dari retraksi
pars flaccida akan berkembang mengikuti jalur anatomi telinga tengah.
Urutan penyebarannya:
○ Berawal dari Prussak's space.
○ Meluas ke epitympanum (attic).
○ Menyebar ke lateral tubuh inkus.
○ Meluas ke kavum timpani (mesotimpanum).
○ Dapat meluas ke anterior menuju protympanum.
○ Pada stadium lanjut dapat mencapai antrum dan mastoid
PATOFISIOLOGI
Francis HW, Haughey BH, Hillel AT, Lesperance MM, Lud DVJ, Park SS, Robbins KT. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Elsevier: Philadelphia; 2026
DIAGNOSIS - Anamnesis
1. OMSK Tanpa Kolesteatoma
● Otorrhea mukopurulen, tidak berbau busuk, bersifat hilang-timbul (dipicu saat
telinga Kemasukan air atau infeksi saluran napas atas).
● Keluhan Tambahan: otalgia atau pusing.
● Riwayat OMA
2. OMSK Dengan Kolesteatoma
● Otorrhea purulen dan khas sangat berbau busuk (foul-smelling) akibat
pembusukan keratin, pola persisten
● Tuli konduktif berat → risiko menjadi tuli campuran jika terjadi erosi pada labirin
telinga dalam.
● Riwayat OMA
Francis HW, Haughey BH, Hillel AT, Lesperance MM, Lud DVJ, Park SS, Robbins KT. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Elsevier: Philadelphia; 2026
DIAGNOSIS - Anamnesis
Red Flag Signs :
● Otalgia hebat atau nyeri di
area mastoid.
● Vertigo atau gangguan
keseimbangan → erosi pada
labirin telinga dalam / fistula
labirin.
● Paresis Fasialis
● Gejala Intrakranial: Demam
tinggi, sakit kepala,
mual/muntah proyektil,
kejang, atau penurunan
kesadaran
Francis HW, Haughey BH, Hillel AT, Lesperance MM, Lud DVJ, Park SS, Robbins KT. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Elsevier: Philadelphia; 2026
DIAGNOSIS - Pemeriksaan Fisik
Klinis
Kolesteatoma Kongenital Kolesteatoma Akuisisi
Kondisi Infeksi Aktif /
Komplikasi
Membran
Timpani
intak
retraksi pars flaccida atau perforasi
perforasi, inflamasi, tertutup
nanah
Visual
Massa putih mutiara
anterosuperior medial
pars tensa.
debris atau keratin pada retraksi pars
flaccida.
jaringan granulasi, nanah, atau
kotoran keratin yang sulit
dibersihkan.
Francis HW, Haughey BH, Hillel AT, Lesperance MM, Lud DVJ, Park SS, Robbins KT. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Elsevier: Philadelphia; 2026
DIAGNOSIS - Pemeriksaan Penunjang
Francis HW, Haughey BH, Hillel AT, Lesperance MM, Lud DVJ, Park SS, Robbins KT. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Elsevier: Philadelphia; 2026
DIAGNOSIS - Pemeriksaan Penunjang
High-Resolution Computed Tomography
● Erosi ossicle (tulang pendengaran)
● kolesteatoma, cairan, jaringan granulasi, jaringan parut/inflamasi, hingga ensefalokel →
opasifikasi
● erosi scutum dan demineralisasi tulang incus → tanda kolesteatoma
MRI
● Kolesteatoma → sinyal tinggi pada Diffusion-Weighted Imaging (DWI)
● tidak memiliki sensitivitas maupun spesifisitas yang tinggi untuk mendeteksi kolesteatoma
berukuran kurang dari 2 hingga 3 mm
Francis HW, Haughey BH, Hillel AT, Lesperance MM, Lud DVJ, Park SS, Robbins KT. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Elsevier: Philadelphia; 2026
DIAGNOSIS - Pemeriksaan Penunjang
Francis HW, Haughey BH, Hillel AT, Lesperance MM, Lud DVJ, Park SS, Robbins KT. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Elsevier: Philadelphia; 2026
TATALAKSANA FARMAKOLOGIS
○ antibiotik tetes golongan Kuinolon →
spektrum luas (mencakup Pseudomonas),
risiko kokleotoksisitas dan vestibulotoksisitas
rendah.
○ Kortikosteroid Topikal → jika terdapat
jaringan granulasi atau inflamasi aktif pada
liang telinga luar/tengah.
○ Antibiotik Sistemik → terapi tambahan jika
selulitis pada jaringan sekitar.
KOMPLIKASI
Klimek L, Bachert C, Pfaar O, Becker S, Bieber T, Brehler R, et al. ARIA guideline 2019: treatment of allergic rhinitis in the German health system. Allergo J Int. 2019 Nov 1;28(7):255–76.
KOMPLIKASI
Klimek L, Bachert C, Pfaar O, Becker S, Bieber T, Brehler R, et al. ARIA guideline 2019: treatment of allergic rhinitis in the German health system. Allergo J Int. 2019 Nov 1;28(7):255–76.
THANKS!
Download