Pengukuran Listrik dan Instrumentasi UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Fungsi dan Sifat Hak Cipta Pasal 4 Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a merupakan hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi. Pembatasan Pelindungan Pasal 26 Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 25 tidak berlaku terhadap: i. Penggunaan kutipan singkat Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait untuk pelaporan peristiwa aktual yang ditujukan hanya untuk keperluan penyediaan informasi aktual; ii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk kepentingan penelitian ilmu pengetahuan; iii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk keperluan pengajaran, kecuali pertunjukan dan Fonogram yang telah dilakukan Pengumuman sebagai bahan ajar; dan iv. Penggunaan untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang memungkinkan suatu Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait dapat digunakan tanpa izin Pelaku Pertunjukan, Produser Fonogram, atau Lembaga Penyiaran. Sanksi Pelanggaran Pasal 113 1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Pengukuran Listrik dan Instrumentasi Ahmad Firyal Adila, Indhana Sudiharto Mochammad Machmud Rifadil, Endro Wahjono Moh. Zaenal Efendi & Yahya Chusna Arif PENGUKURAN LISTRIK DAN INSTRUMENTASI Penulis : Ahmad Firyal Adila, Indhana Sudiharto, Mochammad Machmud Rifadil, Endro Wahjono Moh. Zaenal Efendi, [dan 1 lainnya] Desain Cover : Rulie Gunadi Sumber : (Nimedias) www.shutterstock.com Tata Letak Proofreader : Hifzillah Fahmi : Mira Muarifah Ukuran: x, 62 hlm., Uk.: 15.5x23 cm ISBN: 978-623-02-9104-3 ISBN Elektronis : 978-623-124-886-2 (PDF) Tahun Terbit Digital : 2024 Hak Cipta 2024 pada Penulis Copyright © 2024 by Deepublish Digital All Right Reserved PENERBIT DEEPUBLISH DIGITAL (Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA) Anggota IKAPI (076/DIY/2012) Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No. 3, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman Jl. Kaliurang Km. 9,3 – Yogyakarta 55581 Telp./Faks : (0274) 4533427 Website : www.penerbitdeepublish.com E-mail : [email protected] www.deepublishstore.com Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit. Isi di luar tanggung jawab percetakan. KATA PENGANTAR PENERBIT Segala puji kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan segala anugerah dan karunia-Nya. Dalam rangka mencerdaskan dan memuliakan umat manusia dengan penyediaan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan industri processing berbasis sumber daya alam (SDA) Indonesia, Penerbit Deepublish Digital dengan bangga menerbitkan buku dengan judul Pengukuran Listrik dan Instrumentasi. Buku ini terbagi ke dalam 14 bab, dan disusun berdasarkan urutan penyampaian dalam perkuliahan serta dilengkapi dengan instrumentasi. Cakupan materi dalam buku ini meliputi pengenalan multitester analog dan digital; penggunaan DC voltmeter; penggunaan DC ammeter; kesalahan data percobaan; oscilloscope– kalibrasi, pembangkitan gelombang sinus, dan pengukuran beda fasa 2 sinyal; akibat pembebanan voltmeter dan ammeter; perencanaan DC voltmeter, DC ammeter, dan ohmmeter; hingga daya DC. Terima kasih dan penghargaan terbesar kami sampaikan kepada tim penulis yang telah memberikan kepercayaan, perhatian, dan kontribusi penuh demi kesempurnaan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua pembaca, mampu berkontribusi dalam mencerdaskan dan memuliakan umat manusia, serta mengoptimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air. Hormat Kami, Penerbit Deepublish Digital Pengukuran Listrik dan Instrumentasi v DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PENERBIT ........................................................... v DAFTAR ISI…........................................................................................vi DAFTAR GAMBAR ..............................................................................vii DAFTAR TABEL....................................................................................ix BAB I Pengenalan Multitester Analog dan Digital ................................ 1 BAB 2 Penggunaan DC Voltmeter ........................................................ 8 BAB 3 Penggunaan DC Ammeter ....................................................... 12 BAB 4 Kesalahan Data Percobaan....................................................... 15 BAB 5 Oscilloscope –Kalibrasi ........................................................... 19 BAB 6 Oscilloscope – Pembangkitan Gelombang Sinus ...................... 23 BAB 7 Oscilloscope – Pengukuran Beda Fasa 2 Sinyal ....................... 28 BAB 8 Akibat Pembebanan Voltmeter ................................................ 33 BAB 9 Akibat Pembebanan Ammeter ................................................. 37 BAB 10 Perencanaan Dc Voltmeter ...................................................... 40 BAB 11 Perencanaan Dc Ammeter ....................................................... 43 BAB 12 Perencanaan Ohmmeter ........................................................... 46 BAB 13 Pengukuran Daya DC .............................................................. 50 BAB 14 Pengukuran Daya AC 1 Fasa ................................................... 57 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 61 vi Pengukuran Listrik dan Instrumentasi DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1: Rangkaian Percobaan ....................................................... 2 Gambar 2.2: Rangkaian Percobaan DC Voltmeter ................................ 9 Gambar 3.3: Rangkaian Percobaan DC Ammeter ............................... 13 Gambar 4.4: Rangkaian Percobaan Kesalahan Data Percobaan ........... 17 Gambar 5.5: Rangkaian Percobaan Kesalahan Data Percobaan ........... 20 Gambar 6.6: Rangkaian Percobaan Kesalahan Data Percobaan ........... 25 Gambar 7.7: Perbedaan fasa antara 2 gelombang sinyal ...................... 28 Gambar 7.8: Perbedaan fasa dengan Gambar Lissajaus ....................... 29 Gambar 7.9: Rangkaian percobaan beda fasa antara 2 gelombang sinyal ............................................................................. 31 Gambar 8.10: Rangkaian Percobaan Pembebanan Voltmeter ................ 34 Gambar 9.11: Rangkaian Percobaan Pembebanan Ammeter ................. 38 Gambar 10.12: Rangkaian DC Voltmeter ............................................... 41 Gambar 10.13: Rangkaian Percobaan perencanaan DC Voltmeter .......... 41 Gambar 11.14: Rangkaian DC Ammeter ................................................ 44 Gambar 12.15: Rangkaian Ohmmeter..................................................... 47 Gambar 12.16: Rangkaian Percobaan Ohmmeter .................................... 48 Gambar 13.17: Rangkaian pengukuran Daya DC dengan metode Volt-Ampere .................................................................. 50 Gambar 13.18: Rangkaian pengukuran Daya DC dengan metode Ampere-Volt .................................................................. 51 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi vii Gambar 13.19: Rangkaian percobaan pengukuran Daya DC metode Volt-Ampere .................................................................. 52 Gambar 13.20: Rangkaian percobaan pengukuran Daya DC metode Ampere-Volt .................................................................. 52 Gambar 13.21: Rangkaian percobaan pengukuran Daya DC metode Wattmeter....................................................................... 53 Gambar 14.22: Rangkaian pengukuran Daya AC Metode 1..................... 57 Gambar 14.23: Rangkaian pengukuran Daya AC Metode II .................... 58 Gambar 14.24: Rangkaian percobaan Metode I ....................................... 59 Gambar 14.25: Rangkaian percobaan Metode II...................................... 59 viii Pengukuran Listrik dan Instrumentasi DAFTAR TABEL Tabel 1.1: Pengukuran besarnya tahanan ............................................... 3 Tabel 1.2: Pengukuran besarnya tegangan ............................................. 6 Tabel 2.3: Pengukuran besarnya tegangan ........................................... 10 Tabel 3.4: Pengukuran besarnya arus .................................................. 14 Tabel 4.5: Pengukuran kesalahan data percobaan ................................ 18 Tabel 5.6: Pengukuran Oscilloscope - Kalibrasi .................................. 22 Tabel 6.7: Pengukuran Oscilloscope – Pembangkitan sinyal sinus ....... 26 Tabel 7.8: Pengukuran Oscilloscope – Pembangkitan sinyal sinus ....... 32 Tabel 8.9: Pengukuran Oscilloscope – Pembangkitan sinyal sinus ....... 35 Tabel 9.10: Pengukuran Oscilloscope – Pembangkitan sinyal sinus ....... 48 Tabel 10.11: Pengukuran Perencanaan DC Voltmeter ............................. 42 Tabel 11.12: Pengukuran Perencanaan DC Voltmeter ............................. 45 Tabel 12.13: Pengukuran Percobaan Ohmmeter ...................................... 49 Tabel 13.14: Pengukuran Percobaan Daya DC dengan metode VoltAmpere .............................................................................. 55 Tabel 13.15: Pengukuran Percobaan Daya DC dengan metode Ampere-Volt ...................................................................... 55 Tabel 13.16: Pengukuran Percobaan Daya DC dengan metode Wattmeter .......................................................................... 56 Tabel 14.17: Pengukuran Percobaan Metode I ........................................ 60 Tabel 14.18: Pengukuran Percobaan Metode II ....................................... 60 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi ix BAB I PENGENALAN MULTITESTER ANALOG DAN DIGITAL 1.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami dan mengoperasikan peralatan multitester analog dan digital secara benar. 1.2. Teori Dalam memahami penggunaan multitester analog dan digital secara benar dan tepat maka dilakukan pembacaan data pengukuran pada multitester tersebut secara berulang-ulang. Dari data-data yang diperoleh, dicarilah data yang mendekati benar. Untuk itu diperlukan rumus sebagai berikut: Di mana: 𝑌𝑛 – 𝑋𝑛 |} 𝑥 100% %𝑘𝑒𝑡𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 = {1 − | 𝑌𝑛 Yn: Nilai secara teori Xn: Hasil pengukuran Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 1 BAB 2 PENGGUNAAN DC VOLTMETER 2.1. Tujuan Mahasiswa dapat menggunakan dan membaca alat ukur DC voltmeter dengan benar. 2.2. Teori Voltmeter DC merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengukur beda potensial tegangan DC antara dua titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Pada voltmeter arus searah atau DC voltmeter tahanan shunt dipasang seri dengan kumparan putar magnet permanen (permanent magnet moving coil) PMMC yang berfungsi sebagai pengali. 2.3. Peralatan dan Komponen 1. Regulator DC power supply 1 2. Decade resistor 1 8 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi BAB 3 PENGGUNAAN DC AMMETER 3.1. Tujuan Mahasiswa dapat menggunakan dan membaca alat ukur DC Ammeter dengan benar. 3.2. Teori Amperemeter arus searah / Ammeter DC adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui besarnya arus listrik yang mengalir pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Amperemeter menggunakan gerak D’Arsonval yaitu gerakan dasar PMMC (Permanent Magnet Moving Coil). 3.3. Peralatan dan Komponen 1. Regulator DC power supply 1 2. Decade resistor 1 3. Multitester digital 1 4. Resistor 1 kΩ 1 12 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi BAB 4 KESALAHAN DATA PERCOBAAN 4.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami sumber kesalahan pada data pengukuran dan menganalisis kesalahan dengan menggunakan beberapa persamaan. 4.2. Teori Kesalahan didefinisikan sebagai penyimpangan pembacaan dari harga yang ditunjukkan dengan pengukuran yang bervariasi. Saat mengukur, beberapa kesalahan tidak dapat dielakkan seperti pada perhitungan hasil yang didapat. Analisis data percobaan, salah satunya adalah sumber kesalahan dan kesalahan tersebut mempengaruhi data yang benar. Pada percobaan ini terdiri dari dua bagian, yaitu: Bagian pertama adalah memperkenalkan kesalahan yang diakibatkan oleh toleransi komponen. Di mana sumber kesalahan yang lain diakibatkan data-data yang didapat dan kesalahan yang diakibatkan Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 15 BAB 5 OSCILLOSCOPE –KALIBRASI 5.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami dan mengoperasikan peralatan oscilloscope. 5.2. Teori Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari. Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 19 BAB 6 OSCILLOSCOPE – PEMBANGKITAN GELOMBANG SINUS 6.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami dan mengoperasikan peralatan oscilloscope dan function generator. 6.2. Teori Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari. Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop dapat Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 23 BAB 7 OSCILLOSCOPE – PENGUKURAN BEDA FASA 2 SINYAL 7.1. Tujuan Mahasiswa dapat mengukur beda fasa antara 2 buah sinyal tegangan yang frekuensinya sama. 7.2. Teori Perbedaan fasa antara dua gelombang dapat diukur dengan metode seperti pada gambar 1. Gambar 7.7: Perbedaan fasa antara 2 gelombang sinyal 28 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi BAB 8 AKIBAT PEMBEBANAN VOLTMETER 8.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami akibat pembebanan voltmeter pada suatu rangkaian elektronika. 8.2. Teori Dengan adanya pemasangan atau pembebanan voltmeter, maka akan mempengaruhi hasil pengukuran tegangan. Hal ini disebabkan adanya tahanan pada voltmeter itu sendiri, sehingga dalam pengambilan data pengukuran tegangan, tahanan voltmeter akan dipararel dengan tahanan atau impedansi yang akan diukur tegangannya. 8.3. Peralatan dan Komponen 1. Multitester digital 1 2. Regulator DC power supply 1 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 33 BAB 9 AKIBAT PEMBEBANAN AMMETER 9.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami akibat pembebanan ammeter pada suatu rangkaian elektronika. 9.2. Teori Dengan adanya pemasangan atau pembebanan ammeter, maka akan mempengaruhi hasil pengukuran arus. Hal ini disebabkan adanya tahanan pada ammeter itu sendiri, sehingga dalam pengambilan data pengukuran arus, tahanan ammeter akan diseri dengan tahanan atau impedansi yang akan diukur arusnya. 9.3. Peralatan dan Komponen 1. Multitester digital 1 2. Regulator DC power supply 1 3. Resistor 10 Ω, 22 Ω, 470 Ω, 1K Ω Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 1 37 BAB 10 PERENCANAAN DC VOLTMETER 10.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami dan merencanakan DC voltmeter dengan benar. 10.2. Teori Voltmeter adalah salah satu peralatan ukur yang sering digunakan untuk menguji peralatan maupun untuk industri peralatan elektronika. Dasar dari DC voltmeter adalah pembacaan arus dengan dikonversikan ke dalam bentuk tegangan. Untuk pengukuran dengan orde yang bervariasi maka diperlukan beberapa rangkaian pembagi tegangan sehingga memungkinkan dibaca oleh meter yang mempunyai spesifikasi tertentu. 40 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi BAB 11 PERENCANAAN DC AMMETER 11.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami dan merencanakan DC Ammeter dengan benar. 11.2. Teori Ammeter adalah salah satu peralatan ukur yang sering digunakan untuk menguji peralatan maupun untuk industri peralatan elektronika. Dasar dari DC ammeter adalah pembacaan arus pada meter-meter dengan spesifikasi tertentu. Sedangkan untuk pengukuran dengan orde yang bervariasi maka diperlukan beberapa rangkaian pembagi arus sehingga memungkinkan dibaca oleh meter yang mempunyai spesifikasi tertentu. 11.3. Peralatan dan Komponen 1. Decade resistor 1 2. Regulator DC power supply 1 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 43 BAB 12 PERENCANAAN OHMMETER 12.1. Tujuan Mahasiswa dapat memahami dan merencanakan Ohmmeter serta untuk mendapatkan data pengukuran. 12.2. Teori Ohmmeter terdiri dari sebuah ammeter tipe D’Arsonval yang dihubungkan seri dengan hambatan, baterai, dan sepasang terminal yang digunakan untuk mengukur hambatan yang tidak diketahui nilainya. Arus yang mengalir tergantung dari besarnya hambatan yang tidak diketahui dan penunjukan meter sebanding dengan nilai hambatan yang tidak diketahui. Gambar 1 menunjukkan rangkaian sederhana dari single range ohmmeter. 46 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi BAB 13 PENGUKURAN DAYA DC 13.1. Tujuan Mahasiswa agar dapat memahami prinsip dasar pengukuran daya DC dengan menggunakan Voltmeter-Amperemeter dan membandingkan dengan hasil pengukuran Wattmeter. 13.2. Teori Selain menggunakan Wattmeter, daya DC dapat diukur dengan metode Volt-Ampere dan Ampere-Voltmeter dengan rangkaian sebagai berikut: Pengukuran Daya DC dengan metode Volt-Ampere Ia,Ra A Ein V V v , Rv R Gambar 13.17: Rangkaian pengukuran Daya DC dengan metode Volt-Ampere 50 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi BAB 14 PENGUKURAN DAYA AC 1 FASA 14.1. Tujuan 1. Mahasiswa dapat memahami prinsip dasar pengukuran daya arus bolak-balik dengan berbagai metode 2. Mahasiswa dapat menganalisis dan menyimpulkan hasil praktikum. 14.2. Teori A. Metode I (Menggunakan Wattmeter) 1A 120 V Vin R Gambar 14.22: Rangkaian pengukuran Daya AC Metode 1 Daya P = faktor pengali × penunjukkan jarum Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 57 DAFTAR PUSTAKA Tsuneo Furuya, Gatot K., Joke P., Pengukuran Listrik, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya, 1988 Tsuneo Furuya, Gatot K., Joke P., Praktikum Pengukuran Listrik I, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya, 1992 Moh. Zaenal E., Gigih P., Praktikum Pengukuran Listrik II, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya, 1997 David A. Bell, Electronic Instrumentation and Measurement, Prentice Hall Inc., Second Edition 1994 Larry Jones dan A. Foster Chin, Electronic Instrument and Measurement, John Wiley & Sons, New York, 1983 William D. Cooper, Electronic Instrumentation and Measurement Technique, Prentice Hall, New Jersey, 1978 Pengukuran Listrik dan Instrumentasi 61