Nama : Dian Octaviani NIM : 25/563579/PSA/21053 Jurusan : Magister Sejarah Mata kuliah : Sejarah Gerakan Sosial dan Agraria di Indonesia Review Artikel Charles Tilly “Social Movements and (All Sorts of) Other Political Interactions – Local, National, and International Including Identities” Artikel ini menawarkan refleksi historis mengenai dinamika gerakan sosial dengan didasarkan dari studi kasus perjuangan Catholic Emancipation di Inggris pada akhir abad kedelapan belas hingga awal abad kesembilan belas. Melalui pendekatan historis komparatis, Tilliy tidak hanya merekonstruksi peristiwa melainkan menggunakan sebagai pintu masuk untuk meninjau ulang konsep gerakan sosial, identitas politik, dan hubungan antara ranah nasional dan internasional. Tilly menolak pandangan bahwa gerakan sosial sebagai fenomena yang berdiri sendiri, melainkan gerakan sosial merupakan jaringan interaksi yang kompleks antara aktor, kepentingan, dan struktur politik. Kekuatan artikel ini terletak pada pergeseran analitis dari pengekatan individualistik menuju pendekatan interaksional. Tilly mendefiniskan gerakan sosial sebagai tantangan berkelanjutan terhadap pemegang kekuasaan atas seluruh rakyat yang dipraktikan melalui demonstrasi publik. Konseptualisasi yang digunakan oleh Tilly dapat menekankan gerakan sosial sebagai proses politik yang tidak hanya didasri motif psikologis atua ekspresi ideologis. Dengan demikian identitas seperti Katolik, Protestan, dan warga negara dipahami sebagai hasil relasi sosial historis dan dapat berubah. Artikel ini juga memperlihatkan bagaiman perjuangan hak politik kaum katolik bukan soal doktrin agama, melainkan juga tentang pengakuan martabat dan keanggotaan penuh dalam komunitas politik. Tilly memperlihatkan bahwa ekslusi berbasis agama menciptakan segregasi sosial yang mendalam dan bahwa mobilisasi kolektif menjadi sarana untuk menuntut kesetaraan. Gerakan sosial hadir sebagai ruang di mana kelompok terpinggrikan membangun solidaritas sekaligus bernegosiasi dengan struktur kekuasaan yang ada. Artikel ini berhasil menghubungkan sejarha konkret dengan refleksi teoretis yang luas. Tilly tidak hanya menjelaskan bagaimana Catholic Emancipation berhasil, namun juga menunjukkan bagaimana gerakan tersebut dapat membentuk praktik politik modern dan mampu membuka jalan bagi reformasi selanjutnya. Pertanyaan 1. Sejauh mana pendekatan interaksional yang menekankan transaksi, jaringan, dan struktur peluang politik dalam menjelaskan gerakan sosial mampu menangkap dimensi emosional, pengalaman subjektif, serta penderitaan konkret kelompok yang terpinggirkan, tanpa mereduksinya menjadi sekadar strategi kolektif dalam negosiasi kekuasaan?