Ceramah Sejarah Singkat Perang Badar dan Hikmahnya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah. Segala bentuk pujian hanyalah bagi Allah subhanahu wa ta'ala. Karena dengan kuasa Allah, kita masih disatukan dalam iman dan bersama-sama beribadah untuk-Nya dengan menghadiri majelis kultum kali ini. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Atas usaha dakwah beliau, saat ini kita bisa merasakan manisnya keimanan dalam berislam. Keselamatan juga semoga diberikan oleh Allah kepada keluarga beliau, sahabatnya, dan seluruh umat Islam di seluruh dunia hingga datangnya Hari Akhir. --Di masa lalu, Nabi Muhammad beserta sahabatnya pernah merasakan masa genting saat menjalankan puasa Ramadan. Tepatnya pada 17 Ramadan 2 hijriah atau bertepatan dengan 13 Maret 624 masehi, terjadi peperangan sengit di Lembah Badar. Kaum muslim saat itu harus menghadapi kafir Quraisy yang melawan, dengan posisi kekuatan militer tidak seimbang. Umat Islam saat itu hanya punya 313 orang. Dan Di pihak lawan, sekira 1.000 orang kafir Quraisy juga sudah siap menggempur pasukan muslim. Perbandingan kekuatan militer saat itu sangat bertolak belakang. Pasukan muslim sebanyak 313 orang dilengkapi dengan 8 pedang, 6 baju perang, 70 unta, dan 2 kuda. Di pihak kaum kafir Quraisy telah disiapkan 1000 orang yang lengkap dengan 600 persenjataan lengkap, 700 unta, dan 300 kuda. Dalam keadaan seperti itu, secara logika, peluang umat muslim untuk memenangkan peperangan sangat tipis. Namun, apakah pasukan muslim memutuskan mundur? Tidak, Dengan semangat ketauhidan di dada mereka, pasukan muslim tetap maju ke Perang Badar. Para ust yang dirahmati Allah, Saat itu, Nabi Muhammad menempatkan pasukan muslim di sumur yang berdekatan dengan area pasukan Quraisy. Atas saran dari Al Hubab ibn Al Mundzir, sumur lain pun diblokir atau dihancurkan. Alhasil, pasukan kafir Quraisy kesulitan mengakses air. Fase kedua pasukan bertemu, pertarungan pertama dilakukan duel antara Hamzah bin Abdul Muthalib melawan Al Aswad bin Abdul Asad. Duel ini dimenangkan oleh Hamzah. Duel lanjutan pun dilakukan. Pihak kafir Quraisy meminta lawan dari kaum Muhajirin ketimbang Anshar, untuk menghindari permusuhan dengan Anshar. Ali bin Abi Thalib lantas duel melawan Ubaidah bin al-Harits. Hasilnya, Ali yang menang. Setelah beberapa duel berlangsung, akhirnya perang berubah menjadi hujan panah. Singkat cerita, peperangan itu akhirnya dimenangkan oleh pasukan muslim. Nabi Muhammad dengan cermat menerapkan strategi perang dengan satu komando. Di sisi lain, pasukan Quraisy menerapkan gaya perang Arab lama, melalui seruan beraturan dan setiap pemimpin mengendalikannya pasukan masing-masing. Keajaiban akhirnya datang berkat pertolongan Allah. Jumlah korban tewas dari pasukan Quraisy mencapai 70 orang dan 70 orang lainnya ditawan. Sementara itu, jumlah pasukan muslim yang meninggal dalam kesyahidan sebanyak 14 orang. Salah satu korban tewas dari pasukan Quraisy adalah Amr bin Hisyam (Abu Jahal) yang tidak lain paman Nabi Muhammad. Salah satu pembesar kaum Quraisy penentang dakwah Islam tersebut takluk di pedang milik dua pemuda bernama Mu'adz Ibnu Amr dan Mua'adz bin Afra. Para ust yang dirahmati Allah, Hikmah dari Perang Badar yaitu mengajarkan kita untuk senantiasa meletakkan ketauhidan dalam posisi tertinggi. Orang yang memiliki keimanan kuat akan memastikan diri untuk meyakini bahwa pertolongan dalam berbagai masalah sesungguhnya dari Allah subhanahu wa ta'ala. Selain itu, setelah kemenangan atas Perang Badar, kaum muslimin menjadi diperhitungkan sebagai kekuatan baru. Pengaruh Islam semakin luas dirasakan hingga ke dunia semesta. Alhamdulillah, Demikian kultum yang saya sampaikan. Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan kepada kita agar senantiasa tetap berada di jalan Islam yang benar. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.