MAKALAH SEMINAR LITERATUR KIMIA PEMBUATAN DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) MENGGUNAKAN TIO2 DOPING ZNO SEBAGAI SEMIKONDUKTOR DAN EKSTRAK UBI UNGU SEBAGAI DYE SENSITIZER Dosen pengampu: Alizar S.Pd., M.Sc., Ph.D. apt. Della Rosalynna Stiadi, M.Farm. Disusun Oleh: AULIA DEVI EKA RIANI NIM: 23036010 DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2025 DAFTAR ISI DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................................................... iii ABSTRACK .......................................................................................................... iv BAB I ...................................................................................................................... 5 PENDAHULUAN .................................................................................................. 5 1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 5 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 6 1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................... 6 1.4 Manfaat Penulisan .................................................................................... 7 BAB 2 ..................................................................................................................... 8 TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................... 8 2.1 Kerangka Teoritis .......................................................................................... 8 BAB 3 ................................................................................................................... 12 PEMBAHASAN ................................................................................................... 12 3.1 Pengaruh TiO₂ Doping ZnO pada Kinerja DSSC ...................................... 12 3.2 Potensi Eksrak Ubi Jalar Ungu pada DSSC ................................................ 12 3.3 Karakteristik DSSC Berbasis TiO₂-ZnO dan Dye Alami ............................ 13 3.4 Permasalahan pada DSSC TiO₂ Doping ZnO dengan Dye Ekstrak Ubi Jalar Ungu 13 3.5 Alternatif Solusi pada DSSC TiO₂ Doping ZnO dengan Dye Ekstrak Ubi Jalar Ungu ......................................................................................................... 14 BAB 4 ................................................................................................................... 15 PENUTUP ............................................................................................................. 15 4.1 Kesimpulan ................................................................................................. 15 4.2 Saran ............................................................................................................ 15 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 16 ii Kata Pengantar Puji syukur kepada Allah SWT atas anugerah dan rahmat-Nya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “Pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan TiO₂ Doping ZnO sebagai Semikonduktor dan Ekstrak Ubi Ungu sebagai Pewarna Sensitizer” dengan baik. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Seminar Literatur Kimia serta sebagai sarana memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan semikonduktor dan dye alami dalam pengembangan energi terbarukan. Penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Seminar Literatur Kimia dan semua pihak yang telah memberikan saran serta motivasi sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, baik dalam hal pengorganisasian maupun konten. Karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran konstruktif untuk perbaikan di masa yang akan dating. emoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi sumber referensi tambahan dalam pengembangan energi alternatif yang berbasis bahan alami. Padang, 02 Oktober 2025 Penulis iii ABSTRACK iv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan sumber energi yang bersih dan berkelanjutan terus meningkat seiring makin menipisnya bahan bakar fosil serta dampak buruknya terhadap lingkungan. Sel surya sensitized pewarna (DSSC) menjadi salah satu kandidat solusi karena proses pembuatannya yang relatif sederhana dan potensi penggunaan bahan-bahan lokal dan alami. Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) muncul sebagai alternatif sel surya generasi baru yang menawarkan proses pembuatan lebih sederhana, biaya rendah, serta menggunakan material yang mudah diperoleh. Prinsip kerja DSSC didasarkan pada penyerapan cahaya oleh zat pewarna (dye), yang kemudian mengeksitasi elektron untuk ditransfer melalui semikonduktor menuju elektroda (Oktavia & Sanjaya, 2019) Sinar matahari dapat dirubah menjadi energi listrik menggunakan sel surya dengan cara mengkonversi secara langsung radiasi mata hari menjadi energi listrik. Berdasarkan bahan pembuatannya, sel surya terdiri dari dua ma cam. Yang pertama yaitu sel surya yang terbuat dari bahan silikon, tetapi pembuatan sel surya yang berbahan silikon membutuhkan biaya yang sangat mahal. Yang kedua adalah Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) (Damayanti et al., 2014). DSSC merupakan sel surya yang di kembangkan pertama kali oleh Gratzel et.al, se hingga disebut juga sel Gratzel(Damayanti et al., 2014). Keunggulan DSSC yaitu bahan dasar pembuatannya relatif lebih murah dan ramah lingkungan. Semikonduktor TiO₂ sering digunakan sebagai fotoanoda dalam DSSC karena stabilitasnya dan kemampuannya dalam menyediakan permukaan yang luas untuk adsorpsi dye. Namun, TiO₂ murni masih memiliki keterbatasan, khususnya dalam hal mobilitas elektron dan laju rekombinasi yang bisa 5 menurunkan efisiensi (Safriani et al., 2023). Dengan menambahkan ZnO sebagai doping atau komposit ke dalam TiO₂, studi menunjukkan peningkatan densitas fotokurret dan efisiensi, karena ZnO punya mobilitas elektron yang lebih tinggi dan bisa membantu mengurangi rekombinasi (Nasution et al., 2023). Di sisi pewarna, penggunaan dye alami menjadi semakin menarik karena lebih ramah lingkungan dan biaya yang lebih rendah. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) diketahui mengandung antosianin yang dapat menyerap cahaya di rentang panjang gelombang tampak yang efektif untuk DSSC (Nadia et al., 2022). Selain itu, penelitian terbaru menggunakan ekstrak ubi jalar ungu dalam metode cocktail dye (dicampur dengan pewarna lain) menunjukkan bahwa dye tersebut dapat memberikan performa yang menjanjikan bahkan sebelum dilakukan optimasi lebih lanjut (Hayat et al., 2025). Mengingat potensi dari kombinasi TiO₂ doping ZnO sebagai semikonduktor dan ekstrak ubi jalar ungu sebagai dye, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi pengaruh doping ZnO terhadap TiO₂ serta kinerja DSSC ketika menggunakan dye dari ubi ungu. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang dapat dipaparkan berdasarkan latar belakang adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana prinsip kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan memanfaatkan semikonduktor TiO₂ doping ZnO dan dye alami? 2. Apa peran doping ZnO terhadap sifat elektronik dan fotovoltaik dari TiO₂ sebagai semikonduktor dalam DSSC? 3. Bagaimana potensi ekstrak ubi ungu (Ipomoea batatas L.) yang mengandung antosianin sebagai dye sensitizer dalam meningkatkan kinerja DSSC? 4. Sejauh mana kombinasi TiO₂ doping ZnO sebagai semikonduktor dan ekstrak ubi ungu sebagai dye sensitizer dapat mendukung pengembangan teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan? 1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah: 6 1. Menjelaskan prinsip kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) berbasis semikonduktor oksida logam dan dye alami. 2. Menganalisis peran doping ZnO terhadap karakteristik TiO₂ sebagai semikonduktor pada DSSC. 3. Mengkaji potensi ekstrak ubi ungu (Ipomoea batatas L.) yang kaya antosianin sebagai dye sensitizer ramah lingkungan. 4. Mengevaluasi keunggulan dan tantangan dari kombinasi TiO₂ doping ZnO dan ekstrak ubi ungu dalam meningkatkan kinerja DSSC sebagai teknologi energi terbarukan. 1.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat penulisanmakalah ini adalah: 1. Memberikan informasi ilmiah yang mendalam mengenai prinsip kerja DSSC dengan semikonduktor TiO2 doping ZnO dan pemanfaatan dye alami dari ekstrak ubi jalar ungu sebagai alternatif bahan pewarna ramah lingkungan. 2. referensi bagi peneliti dan pengembang teknologi energi terbarukan, khususnya dalam pengembangan DSSC berbasis bahan lokal dan alami yang lebih murah dan ramah lingkungan, sehingga berkontribusi pada pengurangan ketergantungan energi fosil. 3. membantu menyampaikan pentingnya penggunaan sumber daya alam dan bahan alami yang berkelanjutan dalam teknologi energi, meningkatkan kesadaran untuk menggunakan bahan alternatif ramah lingkungan. 7 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teoritis 1. Pengertian dan Prinsip Kerja DSSC DSSC ialah sel surya berbasis yang akan mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik. Pada DSSC ini atau molekul zat warna akan mengabsorpsi foton dari cahaya matahari sehingga elektron dari molekul zat warna akan mengalami eksitasi (Hardeli et al., 2013). DSSC terdiri dari beberapa komponen, antara lain ialah kaca, semikonduktor, lapisan zat warna, lapisan elektrolit, dan elektroda lawan (Nugraha & Susanti, 2015). Zat warna pada DSSC dapat berasal dari bahan organik atau anorganik. Zat warna anorganik biasanya menghasilkan efisiensi lebih tinggi dari zat warna organik, namun memiliki harga yang mahal dan bersifat toxic bagi lingkungan, sedangkan zat warna organik biayanya murah dan ramah lingkungan (Calogero et al., 2014). Pada DSSC dapat digunakan beberapa zat warna organik yaitu diantaranya ialah beta karotine, antosianin, klorofil, kurkumin, tanin, dan flavonoid. TiO₂ sering dipilih sebagai fotoanoda karena kestabilannya dan luas permukaan spesifik yang besar, namun mobilitas elektron yang rendah serta laju rekombinasi yang tinggi membuat efisiensinya terbatas. Doping TiO₂ dengan ZnO terbukti meningkatkan sifat elektronik dan fotovoltaik, karena ZnO memiliki mobilitas elektron yang lebih tinggi dan mampu menurunkan rekombinasi (Destari & Hardeli, 2023). Pada dasarnya prinsip kerja DSSC mengkonversi energi cahaya ke listrik dalam skala molekular dalam bentuk reaksi dari transfer elektron, secara skematik. Gambar 1. Prinsip Kerja Dye Sensitized Solar Cell Sedangkan proses yang terjadi di dalam DSSC dapat dijelaskan sebagai berikut: 8 1. Ketika foton menimpa elektroda kerja pada DSSC. Maka molekul dye mengalami absorbsi foton sehingga electron akan tereksitasi dari ground state (S) ke excited state (S*). S + hv menghasilkan S* 2. Elektron dari excited state kemudian langsung terinjeksi menuju conduction band (ecb) ZnO sehingga molekul dye teroksidasi (S+). S* + ZnO (ZnO) e cb + S+ 3. Dengan adanya donor elektron oleh elektrolit (I-) maka molekul dye kembali kekeadaan awalnya (ground state) dan mencegah penangkapan kembali elektron oleh dye yang teroksidasi. 4. Setelah mencapai elektroda TCO, elektron mengalir menuju counter elektroda melalui rangkaian eksternal. Dengan adanya katalis pada counterelektroda, elektron diterima oleh elektrolit sehingga hole yang terbentuk pada elektrolit (I3-), akibat donor elektron pada proses sebelumnya, berkombinasi dengan elektron membentuk iodida (I- ) 5. Dengan kata lain, I3- dihasilkan elektroda ZnO dan digunakan pada counter electrode, dengan demikian penyebarannya pada elektrolit saling berhubungan. Demikian pula, I2 dihasilkan pada counterelektroda dan disebarkan ke arah yang berlawanan dalam elektrolit. Iodida (I- ) ini digunakan untuk mendonor elektron kepada dye yang teroksidasi sehingga terbentuk suatu siklus transport electron. Dengan siklus ini terjadi konversi langsung dari cahaya matahari menjadi listrik . 2. Dye (Pewarna) Zat warna berperan dalam eksitasi dan transfer elektron ke pita konduksi lapisan semikonduktor. Zat warna pada DSSC bersifat menyerap cahaya tampak yang dihasilkan cahaya matahari [8]. Zat warna yang digunakan pada DSSC yaitu zat warna sintetis dan zat warna alami. Zat warna sintetis memerlukan biaya mahal dan tidak ramah lingkungan sehingga memerlukan uji toksisitas. Sedangkan zat warna alami relatif terjangkau, mudah didapat dan ramah lingkungan. Zat warna alami biasanya digunakan buah buahan dan sayur sayuran yang menghasikan warna yang terdapat antosanin yang berfungsi sebagai penyerap foton pada DSSC. Pada 9 penelitian kai ini menggunakan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) sebagai zat warna/dye pada DSSC. Gambar 2. Ubi Jalar Ungu Ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas)memiliki kulit dan daging umbi gelap berwarna ungu. Ubi jalar ungu mengandung pigmen warna antosianin. Total ungu konten pada ubi jalar antosianin adalah 519 mg / 100 g berat basah. Pigmen ungu (antosianin) di ubi jalar ungu bermanfaat sebagai antioksidan karena dapat bereaksi dengan radikal bebas dalam sel-sel tubuh untuk mengurangi kapasitas radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. Gambar 3. Struktur utama antosianin dalam ubi ungu (Ipomoea batatas) Beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan antosianin adalah suhu, pH, cahaya, oksigen, enzim, struktur dan konsentrasi, keberadaan asam askorbat, gula, garam sulfit, ion logam dan copigments [12]. Intensitas dan jenis warna antosianin dipengaruhi oleh jumlah hidroksil dan Metoksil : jika gugus hidroksil mendominasi, maka warnanya cenderung ke arah warna yang lebih kebiruan tetapi jika kelompok metoksil lebih dominan maka warnanya kemerahan. 10 3. Semikonduktor TiO2 Doping ZNO3 Komponen DSSC selanjutnya yaitu semikonduktor, Titanium Oksida merupakan semikonduktor yang umum digunakan dalam DSSC dan berupa jenis material metal oksida yang digunakan sebagai fotoanoda pada DSSC karena memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kestabilan efesiensi pada sel surya. TiO2 mempunyai energi band gap yang lebar (3,2 eV) dan transmisi optik yang baik serta berstruktur nanopori yang dapat menaikkan kinerja pada sistem. Band gap inilah yang akan menaikkan jumlah dye teradsorbsi dan menjadikan jumlah cahaya yang terserap juga meningkat. Efesiensi akan meningkat dengan meningkatnya jumlah cahaya yang terserap. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan daya serap dari semikonduktor yaitu melakukan modifikasi pada permukaan TiO2 dengan mendoping logam. Doping yaitu salah satu metode yang digunakan untuk mencampurkan logam transisi atau non logam kedalam semikonduktor TiO2 yang bertujuan untuk membantu kinerja TiO2 dalam menggeser penyerapan TiO2 pada tingkat energi yang lebih rendah sehingga kinerja TiO2 menjadi lebih optimal. Logam yang digunakan untuk mendoping pada penelitian ini yaitu ZnO karena menurut (Fatiatun, 2015), ZnO merupakan senyawa yang tidak beracun, mudah diperoleh, tahan terhadap radiasi, dan stabilitas termal yang tinggi. ZnO memiliki lebar celah pita sebesar 3,37 eV (Lupan et al., 2009), dengan adanya penambahan pita baru ZnO pada celah pita ITO akan mengakibatkan berkurangnya energi foton yang dibutuhkan untuk eksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi sehingga menghasilkan konduktivitas elektron yang lebih tinggi. 11 BAB 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengaruh TiO₂ Doping ZnO pada Kinerja DSSC Penambahan ZnO pada TiO₂ sebagai doping atau komposit memberikan efek nyata dalam meningkatkan kinerja DSSC. ZnO memiliki mobilitas elektron lebih tinggi dibandingkan TiO₂ murni, sehingga dapat mempercepat transfer elektron dan menekan laju rekombinasi pada permukaan semikonduktor (Nasution et al., 2023) menunjukkan bahwa penambahan ZnO ke dalam TiO₂ meningkatkan densitas fotokurret dan menambah nilai efisiensi dari DSSC yang dibuat, karena formasi semikonduktor campuran ini membuat arus lebih stabil dan proses injeksi elektron pada dye lebih optimal. Karakterisasi XRD pada pasta TiO₂ doping ZnO juga menunjukkan adanya perubahan struktur kristal yang berpengaruh terhadap luas permukaan spesifik dan penyerapan dye, di mana fasa anatase tetap dominan namun didukung area aktif dari partikel ZnO. 3.2 Potensi Eksrak Ubi Jalar Ungu pada DSSC Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) diketahui mengandung antosianin sebagai pigmen utama, yang efektif menyerap cahaya pada rentang panjang gelombang tampak (480–580 nm) dan sangat sesuai untuk aplikasi DSSC yang bergantung pada serapan cahaya untuk menghasilkan eksitasi elektron (Nadia et al., 2022). Warna ungu yang khas pada ubi jalar berasal dari antosianin, sejenis antioksidan flavonoid alami. Senyawa ini berfungsi sebagai fotosensitizer (penyerap cahaya) dalam DSSC. Antosianin bersifat peka terhadap perubahan pH, yang memengaruhi stabilitas dan spektrum warnanya (merah pada pH asam, dan berubah menjadi ungu, biru, hijau, dan kuning pada pH yang lebih tinggi). Karakteristik ini penting dalam proses ekstraksi dan preparasi DSSC untuk mencapai performa optimal. Ekstrak ini menunjukkan karakteristik penyerapan cahaya yang baik, dengan nilai bandgap sekitar 2,043 eV. Pengujian spektroskopi FTIR pada ekstrak ubi ungu menunjukkan keberadaan gugus –OH dan –C=C aromatik, yang memastikan interaksi kuat antara dye dan permukaan TiO₂ saat proses adsorpsi dan 12 transfer elektron berlangsung. Studi (Pescador Prieto, 2022)menunjukkan bahwa teknik pencampuran langsung pasta TiO₂ dengan dye ekstrak ubi ungu menghasilkan efisiensi DSSC lebih tinggi dibanding teknik perendaman, karena interaksi antosianin dan semikonduktor lebih merata dan stabil. 3.3 Karakteristik DSSC Berbasis TiO₂-ZnO dan Dye Alami DSSC yang dibuat dengan TiO₂ doping ZnO dan dye ubi jalar ungu menampilkan karakteristik optoelektronik menjanjikan. Serapan cahaya dye mampu mengaktifkan transfer elektron yang optimal, sementara pasta semikonduktor campuran membantu menekan kehilangan energi. Adam et al. (2019) menemukan bahwa fasa anatase pada TiO₂ dominan setelah dikalsinasi, dengan ukuran partikel sekitar 30–40 nm, sehingga memudahkan adsorpsi dye dalam jumlah maksimal. Penggunaan cocktail dye (campuran ekstrak ubi ungu dengan sumber dye lain) dapat meningkatkan performa DSSC, baik dalam efisiensi maupun durabilitas perangkat. Variasi konsentrasi polimer elektrolit (misal PEG) dalam DSSC dengan dye alami juga terbukti menambah kestabilan dan memperpanjang masa pakai sel surya (Destari & Hardeli, 2023). 3.4 Permasalahan pada DSSC TiO₂ Doping ZnO dengan Dye Ekstrak Ubi Jalar Ungu Laju Rekombinasi Elektron Tinggi, Meski doping ZnO pada TiO₂ bertujuan mempercepat aliran elektron, proses rekombinasi elektron-hole pada permukaan semikonduktor masih menjadi kendala utama yang menurunkan efisiensi DSSC. Distribusi doping yang tidak merata dapat menciptakan defect sites yang menjadi pusat rekombinasi elektron (Nasution et al., 2023). Antosianin sebagai bahan utama dye alami dari ubi jalar ungu sensitif terhadap degradasi akibat paparan temperatur tinggi dan cahaya intens dalam jangka panjang. Hal ini mengakibatkan penurunan kinerja DSSC seiring waktu pemakaian (Pescador Prieto, 2022). Teknik perendaman dye ke pasta TiO₂ tradisional kadang menghasilkan distribusi dye yang kurang merata, membatasi interaksi dye-semikonduktor yang efisien. Hal ini berkontribusi pada penurunan ineksi electron. Elektrolit, terutama yang berbasis cair, dapat menguap dan menurunkan stabilitas DSSC dalam jangka panjang jika tidak diformulasi dengan benar (Destari & Hardeli, 2023). 13 Efisiensi konversi daya DSSC yang menggunakan ekstrak ubi jalar ungu cenderung masih relatif rendah dibandingkan dengan sel surya hibrida atau anorganik komersial. Penelitian menunjukkan nilai efisiensi tertinggi yang dicapai berada di kisaran 0,68% dalam kondisi tertentu, seperti penggunaan campuran ekstrak dengan daun pepaya atau optimasi waktu perendaman pada semikonduktor TiO₂. 3.5 Alternatif Solusi pada DSSC TiO₂ Doping ZnO dengan Dye Ekstrak Ubi Jalar Ungu Penggunaan metode sol-gel atau hydrothermal untuk doping ZnO ke TiO₂ dapat menghasilkan distribusi doping yang homogen dan meminimalisasi defect sites. Teknik ini meningkatkan mobilitas elektron dan menurunkan laju rekombinasi, sehingga potensi efisiensi DSSC meningkat (Pescador Prieto, 2022). Membuat dye campuran (cocktail dye) antara ekstrak ubi jalar ungu dengan dye alami lain dapat meningkatkan kestabilan dan spektrum penyerapan cahaya dye. Penggunaan aditif atau modifikasi kimia pada antosianin juga dapat mengurangi sensitivitas dye terhadap degradasi panas dan UV (Hayat et al., 2025). Teknik Pencampuran Langsung Pasta TiO₂ dengan Dye bisa dilaukan dengan cara mengadopsi teknik pencampuran dye langsung ke pasta TiO₂ dibandingkan metode perendaman, dapat menghasilkan distribusi dye lebih merata dan kekuatan ikatan dye-semikonduktor yang lebih baik, sehingga memperbaiki transfer elektron secara keseluruhan (Maulana et al., 2018). Penggunaan elektrolit semi-padat berbasis polimer (misal PEG) untuk menggantikan elektrolit cair dapat mengurangi penguapan dan meningkatkan stabilitas operasi DSSC. Selain itu, lapisan pelindung tipis pada permukaan semikonduktor dapat mencegah kontak tidak diinginkan dan meminimalisasi degradasi dye (Destari & Hardeli, 2023). Penelitian pada nanokomposit dengan lapisan ZnO-TiO₂ secara bertingkat (layer-by-layer) dapan digunakan sebagai alternatif untuk memaksimalkan keuntungan doping dan mengurangi defect, memungkinkan peningkatan performa DSSC yang lebih konsisten (Destari & Hardeli, 2023). 14 BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan Pembuatan DSSC dengan menggunakan TiO2 doping ZnO sebagai semikonduktor dan ekstrak ubi jalar ungu sebagai dye sensitizer menawarkan potensi yang besar dalam pengembangan teknologi energi terbarukan yang murah, ramah lingkungan, dan memanfaatkan bahan lokal. Doping ZnO memperbaiki sifat elektronik TiO2 sehingga meningkatkan efisiensi konversi energi, sedangkan antosianin dari ubi jalar ungu mampu menyerap cahaya efektif sebagai dye alami. Penanganan stabilitas dye perlu terus dikembangkan agar performa DSSC lebih optimal dan tahan lama. 4.2 Saran Dianjurkan untuk melakukan studi lanjut pada teknik doping ZnO yang lebih presisi dan formulasi dye cocktail untuk meningkatkan kestabilan dan efisiensi DSSC. Eksplorasi perlindungan permukaan semikonduktor dan metode preservasi dye alami juga sangat penting agar DSSC berbasis bahan ramah lingkungan dapat menjadi alternatif teknologi energi surya yang kompetitif dan berkelanjutan. 15 DAFTAR PUSTAKA Damayanti, R., Hardeli, & Sanjaya, H. (2014). Preparasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.). Jurnal Sains Dan Teknologi, 6(2), 148–157. Destari, M., & Hardeli, H. (2023). PENINGKATAN EFISIENSI SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) MENGGUNAKAN PELAPISAN TiO2 DOPING ZnO DENGAN ZAT WARNA POLI TANIN. CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science, 7(2), 204–209. https://doi.org/10.30743/cheds.v7i2.8171 Hardeli, H., Sanjaya, H., Nurul Fadhilah, A., & Lasmi, Y. (2020). Zn Electrodeposition of Titanium Dioxide for the Application of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) with Extracts of Natural Dyes That Were Co-pigmented with Salicylic Acid. 10(ICoBioSE 2019), 376–383. https://doi.org/10.2991/absr.k.200807.077 Hardeli, Suwardani, Riky, Fernando T, M., & Ridwan, S. (2013). Dye Sensitized Solar Cells ( DSSC ) Berbasis Nanopori TiO2 Menggunakan Antosianin dari Berbagai Sumber Alami. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 155–162. Hayat, A., Anriyan, Putra, A. E. E., Amaliyah, N., Sakka, A., Rudi, Radja, A. M., Syarifuddin, A., Rezki, A. D. S., & Pandey, S. S. (2025). Fabrication and Characterization of DSSC Using Natural Dyes from Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas L.) and Papaya Leaf (Carica Papaya) with Cocktail Dye Method. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics, 20(6), 1235–1242. https://doi.org/10.18280/ijdne.200605 Nadia, N., Mursal, M., & Jalil, Z. (2022). Optical characterization of purple sweet potato (Ipomoea batatas) and carrot (Daucus carota L.) extracts for Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) application. Journal of Aceh Physics Society, 11(3), 80–84. https://doi.org/10.24815/jacps.v11i3.26438 Nasution, M. A., Iwantono, Nurrahmawati, P., Syahra, N. C., Rini, A. S., Nafisah, S., Syahputra, R. F., & Morsin, M. (2023). The Enhancement Light Absorption of ZnO-TiO2 Nanocomposite as Photoanode. International Journal of Nanoelectronics and Materials, 16(4), 883–890. https://doi.org/10.58915/ijneam.v16i3.1374 Oktavia, U., & Sanjaya, H. (2019). Pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) menggunakan GMR sebagai Substrat dan Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) sebagai Dye Sensitizer. Periodic, 8(1), 58–67. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/ Safriani, L., Nurfitriani, N., Celline, A. C., Aprilia, A., & Furukawa, Y. (2023). Photocurrent Density Enhancement of DSSC with Existence of ZnO in TiO2 Based Photoanode. Indonesian Journal of Applied Physics, 13(2), 252. https://doi.org/10.13057/ijap.v13i2.74821 16 Setiawan, C. (2021). SINTESIS ZnO DOPED TiO2 DENGAN EKSTRAK BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata) SEBAGAI CAPPING AGENT UNTUK DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) SKRIPSI CHEPI SETIAWAN PROGRAM STUDI KIMIA. 1–113. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56209%0Ahttps://re pository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/56209/1/CHEPI SETIAWAN-FST.pdf 17