Uploaded by common.user152799

Pendampingan Pengembangan Produk dan Pemasaran di Agroindustri Kopi Wulan

advertisement
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
http://journal.ummat.ac.id/index.php/jmm
Vol. 4, No. 5, November 2020, Hal. 859-869
e-ISSN 2614-5758 | p-ISSN 2598-8158
: https://doi.org/10.31764/jmm.v4i5.3027
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PRODUK DAN METODE
PEMASARAN PADA AGROINDUSTRI KOPI WULAN
KABUPATEN BONDOWOSO
Elida Novita1*, Luh Putu Suciati2, Nian Riawati3, Idah Andriyani4,
Hendra Andiananta Pradana5
1,4,5
Teknik Pertanian, Universitas Jember, Indonesia
Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis, Universitas Jember, Indonesia
3
Administrasi Negara, Universitas Jember, Indonesia
[email protected]
2
ABSTRAK
Abstrak: Produk olahan yang diupayakan di Agroindustri Kopi Wulan baru berupa kopi
bubuk danukegiatan pemasarannya berjalan kurang efektif. Penjualan produk di
agroindustri tersebut masih bersifat konvensional sehingga memiliki keterbatasan waktu
dan jangkauan pemasaran. Salah satu alternatif metode promosi dan penyebaran informasi
adalah implementasi teknologi informasi serta komunikasi berupa pemanfaatan websitedan
media sosial.Tujuandari Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang
dilaksanakan di Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Bondowoso yaitu melakukan
pendampingan pembuatan inovasi produk dengan memanfaatkan daun kopi sisa
pemangkasan dan limbah kulit buah kopi sertapengmebangan metode pemasaran serta
penyebaran informasi menggunakan websitedan media sosial pada produk Agroindustri
Kopi Wulan.Tahapan pendampingan berupa pembuatan teh dari kulit buah kopi (casacara)
dan daun kopi (konoha) serta pengembangan sarana promosi dalam jaringan yaitu
inventarisasi kondisi dan kegiatan agroindustri kopi, dokumentasi kegiatan, dan pembuatan
konten serta pemeliharaan website. Hasil pendampingan pembuatan tehcascara dan konoha
berpotensi meningkatkan antusiasme dan pengetahuan peserta pelatihan dalam
pemanfaatan limbah dari pengolahan komoditi kopi.nMediaonline yang sudah dibuat dan
digunakan sebagai media promosi produk Agroindustri Kopi Wulan yaitu Website,
Instagram, Facebook, YouTube, dan e-commerce Shopee. Capaian dari kegiatan perluasan
pemasaran ini berupa potensi peningkatan penjualan produk Agroindustri Kopi pada Tahun
2019 diperkirakan sebesar 500% dari tahun 2018.
Kata Kunci: penjualan; online; pemanfaatan limbah; media sosial; diversifikasi dan inovasi
produk
Abstract: The sale of products in the Wulan Coffee Agroindustry is still conventional, so it
has limited time and marketing reach. The objectives of the PPPUD were to assist in product
innovations created by utilizing waste and developing marketing methods using online media
(websites and social media) on Wulan Coffee Agroindustry products in Maesan District,
Bondowoso Regency. Several stages of assisting the coffee pulp tea (cascara) and leaves coffee
tea (konoha) production and development of promotional tools in the network, i.e. an
inventory of the conditions and activities of the coffee agroindustry, taking documentation of
activities, and creating content and maintaining the website. The results of assistance in
cascara and konoha tea production showed the potential to increase the enthusiasm and skill
of participants in waste management from coffee processing. The online media that has been
created and used as a promotional media for Wulan Coffee Agroindustry products, i.e. the
Website, Instagram, Facebook, YouTube, and Shopee e-commerce. The achievement of this
activity is the potential to increase the sales of Wulan Coffee Agroindustry products in 2019,
an estimated 500% from 2018.
Keywords: sale; online; wasterecycle; social media; diversification and product innovation
Article History:
Received: 26-09-2020
Revised : 13-10-2020
Accepted: 14-10-2020
Online : 17-11-2020
This is an open access article under the
CC–BY-SA license
859
860 | JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) | Vol. 4, No. 5, November, hal. 859-869
A. LATAR BELAKANG
Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan di Indonesia.Beberapa
jenis kopi yang potensial dibudayakan yaitu kopi robusta dan arabika.
Kabupaten Bondowoso menjadi salah satu wilayah unggulan penghasil biji
kopi arabika. Perhatian yang cukup besar dari pemerintah daerah terhadap
perkembangan kopi di Bondowoso terutama kopi rakyat, menjadikan
daerah ini sangat potensial bagi pengembangan kopi rakyat. Hal ini
terbukti dengan telah berkembangnya brand kopi arabika rakyat berindika
sigeografis “Klaster Kopi Arabica JavaI jenRaung” dengan nomor sertifikat
IDG 000023. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Permatasari et al,
(2018), menyebutkan bahwa terdapat peningkatan produktivitas kopi
arabika dari tahun 2015 - 2016 sebesar 0,23 ton/ha di Kabupaten
Bondowoso.
Agroindustri Kopi Wulan yang terletak di Kecamatan Maesan
Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu pelaku Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) pengolahan kopi robusta dan arabika. Produk olahan
yang diupayakanbaruberupa kopi bubuk berdasarkan hasil wawancara
kepada pihak Agroindustri Kopi Wulan di tahun 2018. Di sampingitu,
kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh Agroindustri Kopi Wulan berjalan
kurang efektif berdasarkan observasi pada Program Pengembangan Produk
Unggulan Daerah (PPPUD) di tahun 2019. Penjualan produk di
agroindustri tersebut masih bersifat konvensional atau dijual langsung ke
konsumen atau pengepul sehingga memiliki keterbatasan waktu dan
jangkauan pemasaran. Oleh sebab itu diperlukan inovasi dan diversifikasi
produk serta pengembangan jaringan pasar guna mendukung
keberlanjutan agroindustri tersebut.
Optimalisasi produk – produk agroindustri pengolahan kopi dapat
dilakukan dengan inovasi dan diversifikasi produk. Diversifikasi produk
dapat memperbanyak variasi olahan produk sehingga meningkatkan nilai
tambah suatu produk (Srihidayati et al, 2018). Studi lainnya menyebutkan
bahwa variasi produk olahan kopi dan perilaku kewirausahaan petani kopi
memiliki peran penting dalam pengembangan usaha pengolahan kopi
arabika di Kampung Gayo (Fattarani et al, 2017), (Zainura et al, 2016).
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan produk
– produk olahan kopi yaitu variasi olahan produk kopi, peningkatan
keterampilan dalam menjamin mutu produk, dan pengembangan pasar
atau pemasaran dan permodalan(Rezki & Hapsari, 2019), (Zakaria et al,
2017).
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi marak diaplikasikan
dalam perluasan pemasaran olahan kopi. Implementasi media sosial
Instagram dan website sebagai media promosi produk olahan kopi
berpotensi meningkatkan penjualan (Imaniawan & Nur, 2019),(Rezki &
Hapsari, 2019). Metode tersebut dianggap lebih hemat tenaga dan biaya.
TujuandariProgram
Pengembangan
Produk
Unggulan
Daerah
861
Elida Novita, Pendampingan Pengembangan Produk...
(PPPUD)yaitu 1) pendampingan pembuatan inovasi produk dengan
memanfaatkan limbah kulit kopi dan mengembangkan metode pemasaran
serta 2)penyebaran informasi menggunakan website dan media sosial pada
produk Agroindustri Kopi Wulan di Kecamatan Maesan Kabupaten
Bondowoso.
B. METODEPELAKSANAAN
Berdasarkan permasalahan yang dialami oleh mitra dalam inovasi dan
diversifikasi produk serta pengembangan pemasaran Agroindustri Kopi
Wulan dilakukan kegiatan pendampingan. Bentuk pendampingan tersebut
pada PPPUD dan indikator capaian dijabarkan sebagai berikut.
1. Pendataan atau inventariasi ulang terkait proses produksi, jenis – jenis
produk, dan kegiatan pengolahan kopi arabika dan robusta yang dapat
digunakan sebagai pertimbangan pengembangan produk dan inputpada
platform media sosial daring.
2. Pembuatan produk turunan kopi robusta dan arabika serta
pemanfaatan daun kopi untuk pembuatan teh daun kopi (Konoha) dan
kulit buah kopi sebagai teh kulit buah kopi (Cascara). Upaya – upaya
tersebut diharapkan mampu memperkaya produk – produk dari usaha
pengolahan kopi di Agroindustri Kopi Wulan.
3. Pendampingan perluasan jaringan pasar offline berupa pemasaran
produk secara langsung ke konsumen dengan ikut serta dalam kegiatan
ekspo atau bazardan online dengan memanfaatkan website dan media
sosial guna meningkatkan penjualan produk – produk olahan kopi.
Kegiatan pendampingan PPPUD dilakukan di UMK atau Agro industri
Kopi Wulan yang digerakkan oleh KelompokTaniSinarTani 01B di Desa
Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan ini
dilakukan selama 45 hari kerja pada tanggal 5 Agustus – 20 September
2019. Pendampingan ini melibatkan Kelompok Tani beranggotakan 40
orang dan Agroindustri Kopi Wulan dengan jumlah personil 7 orang.
Metode pembuatan teh cascara merujuk pada percobaan yang dilakukan
oleh (Muzaifa et al, 2019). Tahapan pembuatan teh cascara atau teh dari
kulit buah kopi dimulai dengan pengumpulan dan pemilahan kulit buah
kopi arabika setelah melewati pulping. Selanjutnya dilakukan tahapan
pengeringan. Metode pengeringan dilakukan hingga kadar air teh kulit
buah kopi mencapai ± 12%. Pengeringan ini dilakukan selama 2 – 4 hari
jika menggunakan sinar matahari (Muzaifa et al, 2019). Kemudian kulit
buah kopi yang sudah kering dihaluskan dengan menggunakan
diskmillatau ditumbuk dan dikemas dalam kantung teh. Pengemasan
lanjutan dilakukan dengan menggunakan kemasan alumunium sebagai
secondarypackaging. Pada kemasan ditambahkan juga teknik penyeduhan
yang merujuk pada percobaan yang dilakukan oleh Nafisah &
Widyaningsih (2018).
862 | JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) | Vol. 4, No. 5, November, hal. 859-869
Diversifikasi produk juga dilakukan dengan memanfaatkan kulit kopi
sebagai teh atau disebut teh konoha. Metode pembuatannya hampir serupa
dengan pembuatan teh cascara. Tahapan pembuatan teh konoha terdiri
atas pemilihan daun kopi yang masih segar dan dikeringkan hingga kadar
air 12%. Penyajian teh ini dapat dalam bentuk serbuk maupun dalam
lembaran daun yang dipotong – potong dengan ukuran tertentu(Novita et al,
2018).
Pengembangan promosi dan penjualan produk secara offline dilakukan
dengan sistem directselling dan ikut serta dalam kegiatan ekspo atau
pameran. Pendampingan pembuatan media sosial dan website dilakukan
sebagai upaya perluasan pemasaran dan penyebaran informasi terkait
produk dan profil Agroindustri Kopi Wulan.Pengembangan media promosi
dalam jaringan atau online dianggap efektif dalam peningkatan penjualan
pada produk – produk agroinudstri (Dewi & Garside, 2014). Media dalam
jaringan dibuat dengan tahapan yang meliputi pengumpulan data profil
agroindustri, pengisian data pada media dalam jaringan yang berbentuk
video pada Youtube, website, Instagram,Facebook, dan e-commers Shopee,
operasi dan pemeliharaan media dalam jaringan.Evaluasi kegiatan
dilakukan dengan cara mendeskripsikan pola jaringan pemasaran sebelum
dan sesudah pelaksaan PPPUD serta dampak kegiatan ini terhadap potensi
penjualan produk – produk Agroindustri Kopi Wulan.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Inventarisasi Produk dan Pengembangan Kemasan Produk
Agroindustri Kopi Wulan
Agroindustri Kopi Wulan menjadi salah satu industri pertanian
dalam pengelolaan komoditi kopi. Perkebunan kopi menjadi salah satu
sumber mata pencaharian Masyarakat Desa Tanah Wulan yang
berada di Lereng Pegunungan Argopuro. Pengembangan pengolahan
kopi menjadi salah satu strategi dalam pemantapan ekonomi lokal.
Oleh sebab itu Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah
(PPPUD) di wilayah tersebut difokuskan pada diversifikasi olahan
kopi dan pengembangan pasarnya.
Diversifikasi produk yang berbahan baku biji kopi robusta dan
arabika yang sudah dilakukan oleh pihak Agroindustri Kopi Wulan
yaitu kopi arabika (gelondong kopi, kopi HS kering, dan OC kopi), kopi
robusta (gelondong kopi, kopi HS kering, dan OC kopi, serta kopi
blend(kopi arabika 75% dan kopi robusta 25%). Dukungan penjaminan
mutu produk dan brandingdalam PPPUD berupa pendampingan
pengajuan merek dagang dan standar pengemasan kopi. Brandingpada
produk kopi mempengaruhi citra positif terhadap pemasaran dan
keputusan perilaku konsumen (Rezki & Hapsari, 2019), (Ridhania,
2017). Variasi pengembangan kemasan pada PPPUD dapat dilihat
pada gambar 1.
863
Elida Novita, Pendampingan Pengembangan Produk...
(a) Arabika bubuk
(d) Robusta Sangrai
(b) Robusta bubuk
(c) Arabika-Robusta
bubuk (blend)
(e) Arabika Sangrai
Gambar 1. Kemasan Produk Olahan dari Biji Kopi Agroindustri Tanah
Wulan
2. Pendampingan Pembuatan Teh Cascara dan Konoha
Selain melakukan perbaikan dan pengembangan produk yang
sudah ada di Agroindustri Kopi Wulan dilakukan diversifikasi produk
yang berbahan dasar dari pucuk daun kopi atau daun muda dari
tanaman kopi dan kulit buah kopi.
Upaya pendampingan pada PPPUD terhadap diversifikasi produk
bertujuan untuk memberikan nilai guna pada limbah dan penerapan
zero waste. Dalam studi lainnya, penerapan zero wastedan cleaner
production dapat mengurangi emisi dan pemanfaatan kembali limbah
sebagai inputproses produksi (Santos et al, 2018).
Pembuatan teh cascara dan konoha memiliki prinsip yang sama.
Dokumentasi pendampingan pembuatan teh konoha dapat dilihat
pada gambar 2 yang juga didokumentasi oleh Kompas TV
Jembersebagai media publikasi.Peserta memiliki antusiasme yang
tinggi terhadap produk – produk berbahan baku kopi. Bahan baku
yang digunakan relatif mudah didapatkan dan melimpah.Pada
pendampingan tersebut, disampaikan juga teh dari bahan – bahan
alami tersebut berpotensi sebagai tanaman herbal. Informasi tersebut
dapat meningkatkan peminatan dan pengetahuan kelompok tani dan
pelaku usaha kopi dalam pengembangan teh cascara dan konoha.
Tampilan produk teh dari daun kopi dan kulit kopi dapat dilihat pada
Gambar 3.
864 | JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) | Vol. 4, No. 5, November, hal. 859-869
Gambar 2. Pendampingan Pembuatan Teh Konoha
Pemanfaatan daun kopi dan kulit buah kopi diharapkan menjadi
teh celup menjadi alternatif produk unggulan Desa Tanah Wulan
sebagai minuman fungsional. Pendampingan pembuatan produk –
produk tersebut juga melibatkan kelompok tani dan pelaku usaha kopi.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat petani kopi
dalam hilirisasi komoditi kopi dan pemanfaatan limbahnya.
Sebagaimana studi lain di Aceh, menyebutkan bahwa perilaku
kewirausahaan petani kopi mempengaruhi keberlanjutan usaha Kopi
Gayo di Provinsi Aceh (Zainura et al, 2016).
Gambar 3. Produk Teh Celup dari Daun Kopi (Konoha)
dan Kulit Kopi (Cascara)
865
Elida Novita, Pendampingan Pengembangan Produk...
3. Pendampingan Pemasaran Offlinedan Online
Tahapan selanjutnya dalam PPPUD tahun 2019 adalah
pendampingan pengembangan pemasaran produk – produk Agroindustri
Kopi Wulan. Pendampingan PPPUD dalam peningkatan penjualan
produk mitrayaitu dengan pemasaran produk tersebut yaitu stand by
stand (offline)dan melalui media dalam jaringan (online) Kegiatan stand
by stand dilakukan dengan pembukaan stand dari satu tempat ketempat
lainnya. Upaya pendampingan ini dilakukan agar produk Kopi Wulan
dari hilirisasi biji kopi lebih dikenal oleh konsumen dan dapat
mengetahui preferensi produk dari konsumen secara langsung.
Dokumentasi kegiatan PPPUD dalam pendampingan pemasaran
directselling dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Pembukaan Stand di Kreanova UNEJ
Pendampingan pembuatan media pemasaran dalam jaringan
menggunakan piranti (website, video Youtube, Facebook, Instagram, dan
e-commerce Shoope). Pada halaman utama website, terdapat beberapa
tool yang disediakan sehingga dapat membantu mitra mempromosikan
produk dan informasi pada konsumen. Selain itu dalam pengenalan
produk juga diperkenalkan profil desa dan produk menggunakan media
Youtube yang terkoneksi dalam website dan instagram. Tampilan tools
dalam jaringan hasil pendampingan oleh tim PPPUD dapat dilihat pada
Gambar 5.
(a) HomePageWebsiteAgroindustri Kopi Wulan
866 | JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) | Vol. 4, No. 5, November, hal. 859-869
(b) Platform Instagram
(c) e-commerceShopee
Gambar 5. Media Promosi Produk Berbasis Dalam Jaringan
4. Evaluasi PPPUD dalam Pemanfaatan Media Promosi Dalam Jaringan
sebagai Media Promosi
Berdasarkan upaya pengembangan pemasaran yang dilakukan sejak
bulan Agustus- September 2019, maka dapat diidentifikasi perubahan
rantai pemasaran dapat dilihat pada gambar 6.
(a) Jaringan Pemasaran Produk Awal
(b) Jaringan Pemasaran Produk Saat
(Sebelum Kegiatan PPPUD)
Ini (Setelah Kegiatan PPPUD)
Gambar 6. Perbandingan Jaringan Pemasaran
Peubahan jaringan pemasaran produk Agroindustri Kopi Wulan
akibat kegiatan PPPUD berdampak positif.Totalpenjualan kopi bubuk di
Agrowisata Kopi Wulan selama dua bulan (Agustus-September) di tahun
2019 meningkat sebesar 13,7 kg di banding dengan tahun 2018 yang
mampu menjual kopi bubuk dengan total 25,5 kg namun dengan jangka
waktu satu tahun. Adapun data penjualan produk Agroindustri Kopi
Wulan dari tahun 2017 – 2019 dapat dilihat pada gambar 7. Upaya
diversifikasi produk dan pengembangan pasar secara offline dan online
dengan melibatkan stakeholder dari PPPUD cenderung meningkatkan
pendapatan mitra dan mendorong adanya optimalisasi hilirisasi
komoditi unggulan Kopi Wulan. Estimasi peningkatan pendapat mitra
setelah PPPUD pada tahun 2019 dilaksanakan sebesar 500% atau 5 kali
lipat dari pada tahun 2018.
867
Elida Novita, Pendampingan Pengembangan Produk...
Gambar 7. Grafik Data Penjualan Produk Agroindustri Kopi Wulan
Upaya yang dilakukan dalam PPPUD pada tahun 2019 berfokus
pada peningkatan mutu produk, diversifikasi produk, dan perluasan
jaringan pemasaran. Mutu komoditi kopi di Agroindustri Kopi Wulan
berbasis indikasi geografis. Kopi indikasi geografis adalah kopi yang
dihasilkan dari suatu wilayah yang memiliki karakteristik khas dan
berbeda dari kopi di wilayah lainnya yang terutama berpengaruh
terhadap kopi jenis arabika. Adanya sertifikasi indikasi geografis (IG)
merupakan pengakuan internasional terhadap cirri khas dari kopi
arabikatingkat premium. IG adalah suatu tanda yang menunjukkan
daerah asal suatu produk(Yessiningrum, 2015).Faktor alam dan faktor
manusia atau kombinasi keduanya akan menghasilkan suatu reputasi,
kualitas dan karakteristik khusus suatu produk daerah. Perlindungan
indikasi geografis akan diberikan pada suatu produk selama terjaganya
reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar diberikannya
perlindungan indikasi geografis pada suatu produk. Sebagaimana kajian
yang dilakukan oleh Sudjana(2018), menyebutkan bahwa produk
berbasis indikasi geografis memiliki kepastian hukum yang diatur
dalam Undang – Undang Nomor 20 tahun 2016dans berpotensi
mendorong perekonomian lokal. Dengan demikian menunjukkan
karakteristik dan menjaga keberlanjutan IG suatu produk merupakan
hal penting.…
D. SIMPULAN DAN SARAN
Salah satucapaian kegiatan PPPUD yang menghasilkan inovasi produk
teh dari kulit buah kopi (cascara) dan teh daun kopi (konoha) merupakan
bagian dari hasil pendampingan. Media pemasaran dalam jaringan yang
sudah dibuat dan digunakan sebagai media promosi produk Kopi Wulan
yaitu Website, Instagram, Facebook, YouTube, dan e-commerce Shopee
mampu meningkatkan penjualan produk di Tahun 2019.
Sasaran kegiatan PPPUD adalah agar Agroindustri Kopi Wulan yang
telah berproduksi mampu berusaha secara berkelanjutan. Keunggulan
produk Kopi Wulan yang memiliki cirri khas dari sisi geografis dapat terus
868 | JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) | Vol. 4, No. 5, November, hal. 859-869
dikembangkan berbasis produk berindikator geografis. Selain itu,
penerapan konsep produksi bersih untuk meminimalkan dampak
lingkungan dari pengolahan kopi dapat menjadi pilihan pendampingan kopi
rakyat khususnya Agroindustri Kopi Wulan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Tim penulis mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Riset,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesiayang telah mendanai
kegiatan pengabdian ini sehingga terlaksana dengan baik. Universitas
Jember, Kelompok Tani Sinar Tani, dan Agroindustri Kopi Wulan yang
telah memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung dan
kerjasama yang baik.
DAFTAR RUJUKAN
Dewi, S. K., & Garside, A. K. (2014). Perancangan Website sebagai Media Promosi
dan Penjualan Pada Home Industry Abon. Jurnal Teknik Industri, 15(2), 170–
181. https://doi.org/https://doi.org/10.22219/JTIUMM.Vol15.No2.170-181
Fattarani, A. A., Iskandar, E., & Fajri, F. (2017). Strategi Pengembangan Usaha
Kopi Arabika (Studi Kasus: Usaha Kampung Kupi Gayo, Kabupaten Aceh
Tengah).
Jurnal
Ilmiah
Mahasiswa
Pertanian,
2(4),
323–333.
https://doi.org/http://doi.org/10.17969/jimfp.v2i4.5405
Imaniawan, F. F. D., & Nur, H. M. (2019). Perancangan dan Pembuatan Website
Penjualan Biji Kopi Pada Society Coffee House Purwokerto. EVOLUSI Jurnal
Sains
Dan
Manajemen,
7(1),
61–67.
https://doi.org/http://doi.org/10.31294/evolusi.v7i1.5030
Muzaifa, M., Hasni, D., Arpi, N., Sulaiman, M. I., & Limbong, M. S. (2019). Kajian
Pengaruh Perlakuan Pulp dan Lama Penyeduhan Terhadap Mutu Kimia Teh
Cascara.
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 23(2), 136–142.
https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jtpa.23.2.%25p.2019
Nafisah, D., & Widyaningsih, T. D. (2018). Kajian Metode Pengeringan dan Rasio
penyeduhan pada Proses Pembuatan Teh Cascara Kopi Arabika (Coffee
arabika
L.).
Jurnal
Pangan
Dan
Agroindustri,
6(3),
37–47.
https://doi.org/http://doi.org/10.21776/ub.jpa.2018.006.03.5
Novita, R., Kasim, A., Anggraini, T., & Putra, D. P. (2018). Survei Proses
Pembuatan Minuman Khwa Daun di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Jurnal
Teknologi
Pertanian
Andalas,
22(1),
32–36.
https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jtpa.22.1.32-36.2018
Permatasari, P. C., Basith, A., & Mulyati, H. (2018). Model Bisnis Inklusif Rantai
Nilai Kopi Arabika di Bondowoso Jawa Timur. Jurnal Manajemen Teknologi,
17(2), 111–125. https://doi.org/http://doi.org/10.12695/jmt.2018.17.2.3
Rezki, M. A., & Hapsari, D. R. (2019). Efektivitas Strategi Promosi Produk Kopi
Lokal di Rumah Kopi Ranin. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 17(1), 38–54.
https://doi.org/http://doi.org/10.29244/jurnalkmp.17.1.38-54
Ridhania, F. (2017). Pengaruh Citra Merek Terhadap Gaya Keputusan Konsumen
Pada Produk Starbucks. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi,
1(1), 93. https://doi.org/http://doi.org/10.21009/jppp.011.13
Santos, F. F., De Queiroz, R. D. C. S., & De Almeida Neto, J. A. (2018). Evaluation
of the application of Cleaner Production techniques in a dairy industry in
Southern
Bahia.
Gestao
e
Producao,
25(1),
117–131.
https://doi.org/10.1590/0104-530X2234-16
Srihidayati, G., Baharuddin, M. R., & Masni, E. D. (2018). Pemberdayaan
869
Elida Novita, Pendampingan Pengembangan Produk...
Kelompok Tani Melalui Peningkatan Nilai Guna Rumput Alut Gracilaria sp.
di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri),
2(2), 154. https://doi.org/http://doi.org/10.31764/jmm.v0i0.1335
Sudjana. (2018). Implikasi Perlindungan Indikasi Geografis Berdasarkan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2016 terhadap Pengembangan Ekonomi Lokal.
Veritaset Justitia, 4(1), 30-58. https://doi.org/10.25123/vej.2915
Yessiningrum, W. R. (2015). Perlindungan Hukum Indikasi geografis sebagai
Bagian dari Hak Kekayaan Intelektual. Kajian Hukum dan Keadilan, 3(7), 4253. http://dx.doi.org/10.12345/ius.v3i7.198
Zainura, U., Kusnadi, N., & Burhanuddin. (2016). Perilaku Kewirausahaan Petani
Kopi Arabika Gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Jurnal
Penyuluhan,
12(2).
https://doi.org/http://doi.org/10.25015/penyuluhan.v12i2.11606
Zakaria, A., Aditiawati, P., & Rosmiati, M. (2017). Strategi Pengembangan Usaha
Tani Kopi Arabika (Kasus pada Petani Kopi di Desa Suntenjaya Kecamatan
Lembang Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat). Jurnal
Sosioteknologi,
16(3),
325–338.
https://doi.org/http://doi.org/10.5614%2Fsostek.itbj.2017.16.3.7
Download