Uploaded by santosoantonbudi0

Pengaruh Pelatihan Kerja dan Kedisiplinan Terhadap Produktivitas Karyawan Outsourcing

advertisement
Page 1 of 174 - Cover Page
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Anton BUDI SANTOSO
SKRIPSI RADEN GILANG PRABANGKARA SURYALAGA (1).docx
8-14 Juni 2026
Pemeriksaan Paper, Tugas, Skripsi, Thesis, & Desertasi
Universitas Widyatama Bandung
Document Details
Submission ID
trn:oid:::1:3591117157
166 Pages
Submission Date
34,238 Words
Jun 10, 2026, 10:04 AM GMT+7
201,209 Characters
Download Date
Jun 10, 2026, 11:37 AM GMT+7
File Name
SKRIPSI_RADEN_GILANG_PRABANGKARA_SURYALAGA_1_.docx
File Size
1.4 MB
Page 1 of 174 - Cover Page
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 2 of 174 - Integrity Overview
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
31% Overall Similarity
The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database.
Filtered from the Report
Bibliography
Quoted Text
Top Sources
21%
Internet sources
20%
Publications
14%
Submitted works (Student Papers)
Page 2 of 174 - Integrity Overview
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 3 of 174 - Integrity Overview
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Top Sources
21%
Internet sources
20%
Publications
14%
Submitted works (Student Papers)
Top Sources
The sources with the highest number of matches within the submission. Overlapping sources will not be displayed.
1
Internet
repository.unissula.ac.id
2
Student papers
Universitas Muhammadiyah Buton
3
4
5
1%
Internet
www.coursehero.com
6
1%
Internet
anzdoc.com
7
<1%
Publication
Yulia Yulia, Muhammad Yusuf, Asri Jaya. "Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Te…
<1%
Student papers
Universitas Riau
9
<1%
Internet
lib.ibs.ac.id
<1%
Publication
Kiki Awaliyah, Iwan Asmadi. "Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivai Kerja terhadap …
11
1%
Internet
digilib.esaunggul.ac.id
10
2%
Student papers
Universitas Diponegoro
8
5%
<1%
Publication
Dhini Dwi Cahyani, Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman. "Pengaruh Pelatihan …
Page 3 of 174 - Integrity Overview
<1%
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 4 of 174 - Integrity Overview
12
Publication
Hellen Indriyani, Ridho Riadi Akbar. "Pengaruh Pelatihan Kerja dan Lingkungan K…
13
<1%
Student papers
Konsorsium PTS Batch 5
25
<1%
Publication
Hasna Nursyfa, Andhika Mochamad Siddiq. "Pengaruh Motivasi, Kedisiplinan dan…
24
<1%
Publication
Mohamad Rahmadhika, Sumartik. "Pengaruh Pelatihan, Motivasi Kerja dan Buda…
23
<1%
Student papers
UPN Veteran Yogyakarta
22
<1%
Publication
Ali Mundzir. "Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivit…
21
<1%
Publication
Sri Dewi, Jurisman Simanjorang, Sunday Ade Sitorus. "Pengaruh Motivasi, Pelatih…
20
<1%
Publication
Praftawa Hadi Surya, Dg. Maklassa, Sitti Marhumi. "Pengaruh Motivasi Dan Disipl…
19
<1%
Publication
Nur Ainun, Muhammad Yusuf, Asri Jaya. "Pengaruh Literasi Digital Dan Disiplin K…
18
<1%
Student papers
Universitas Sebelas Maret
17
<1%
Internet
e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id
16
<1%
Student papers
Universitas Sangga Buana YPKP
15
<1%
Student papers
Universitas Pasundan
14
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
<1%
Student papers
Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Page 4 of 174 - Integrity Overview
<1%
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 5 of 174 - Integrity Overview
26
Publication
Tasya Dwi Tami Putri, Iskandar Iskandar. "Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin …
27
<1%
Internet
docobook.com
31
<1%
Internet
repository.upstegal.ac.id
32
<1%
Publication
Afina Rosse Pawitri, Artha Febriana. "Dampak pelatihan, pengalaman, dan lingku…
39
<1%
Student papers
Universitas Nasional
38
<1%
Student papers
Universitas Islam Riau
37
<1%
Student papers
Universitas Muria Kudus
36
<1%
Publication
Ni Luh Pertamawati, Putu Putri Prawitasari. "Digitalisasi Administrasi Pajak: Peng…
35
<1%
Publication
Nandi, Mulyadi. "Manajemen Kinerja Berbasis Spiritual Bonding di SMP Muhamm…
34
<1%
Publication
Nirwani Sri Devi Sitorus, Remus Silalahi, Maludin Panjaitan. "Pengaruh Rekrutme…
33
<1%
Internet
adoc.pub
30
<1%
Student papers
UIN Sultan Syarif Kasim Riau
29
<1%
Internet
repository.stiewidyagamalumajang.ac.id
28
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
<1%
Student papers
Universitas Bangka Belitung
Page 5 of 174 - Integrity Overview
<1%
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 6 of 174 - Integrity Overview
40
Student papers
Universitas Negeri Jakarta
41
<1%
Publication
Muhammad Fadli, Burhanuddin Burhanuddin, Zainal Ruma. "Pengaruh Disiplin K…
45
<1%
Publication
Viki Priyanda, Arifah Rosmayudi, Dian Herlina. "Pengaruh Kompetensi Tenaga Ke…
50
<1%
Internet
repository.radenintan.ac.id
53
<1%
Publication
Ertanto, Rangga Ulung. "Model Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia di Sek…
52
<1%
Publication
Rafli Anggara, Iwan Asmadi. "Analisis Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terha…
51
<1%
Internet
eprints.uwp.ac.id
49
<1%
Publication
Justiatin Justiatin, Sri Andayaningsih, Zalkha Soraya. "Pengaruh Beban Kerja dan …
48
<1%
Publication
Imas Komariyah, Kania Laelawati. "Analisis Pengaruh Budaya Kerja dan Disiplin K…
47
<1%
Student papers
National Institute Of Technology, Tiruchirappalli
46
<1%
Internet
eprints.uny.ac.id
44
<1%
Publication
Windah Nur Syafitri, Ruliaty Ruliaty, Aulia Aulia. "Pengaruh Citra Merek dan Kuali…
43
<1%
Internet
eprints.unpam.ac.id
42
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
<1%
Publication
Nur Istiqomah, Ruliaty Ruliaty, Samsul Rizal. "Pengaruh Fear Of Missing Out (Fom…
Page 6 of 174 - Integrity Overview
<1%
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 7 of 174 - Integrity Overview
54
Publication
Taufik Abdul Rasyd, Zulfadil Zulfadil. "Pengaruh Pengawasan dan Beban Kerja Ter…
55
<1%
Publication
Alhidayah, Evaliya Isni. "Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Iklim Ma…
67
<1%
Publication
Setiadi, Hari. "Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Disiplin Kerja, da…
66
<1%
Publication
Mustafidah, Elwafa Nur Aizzatul. "Peran Teknologi Informasi Dalam Memoderasi …
65
<1%
Publication
Chetrin Amelia Pawarrangan, Djusniati Rasinan, Mira La'bi Bandhaso. "Pengaruh …
64
<1%
Publication
Utami, Yuli Hana Puji. "Pengaruh Wisata Religi Terhadap Penguatan Spiritual dan…
63
<1%
Publication
Nurul Hamdillah, M. Hidayat, Asdar Asdar. "Pengaruh Komunikasi, Motivasi Kerja…
62
<1%
Publication
Sukiyono, Agus. "Pengaruh Budaya Kerja, Motivasi Kerja dan Tunjangan Kinerja T…
61
<1%
Publication
Sarjono. "Kepuasan Kerja Guru Pada Lembaga Paud Islam di Kabupaten Cilacap (…
60
<1%
Publication
Pratiwi, Bianda Sekar. "Pengaruh Intellectual Capability , Budaya Perusahaan Da…
59
<1%
Publication
I Nengah Tambun, I Made Suidarma. "Determinan Produktivitas Kerja Karyawan …
58
<1%
Internet
eprints.iain-surakarta.ac.id
57
<1%
Student papers
Universitas Respati Indonesia
56
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
<1%
Publication
Al-Aolawi, Mohammad Alfiqh. "Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Melal…
Page 7 of 174 - Integrity Overview
<1%
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 8 of 174 - Integrity Overview
68
Publication
Nafi, Zidni Choiron. "Pengaruh Komunikasi Organisasi dan Kepemimpinan Kepala…
69
<1%
Publication
Nadlif, Muhammad Naufal. "Model Penurunan Niat Pindah Kerja Berbasis Beban …
77
<1%
Publication
Three, Ermit. "Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Manajemen Stres Gu…
81
<1%
Publication
Arifin, Joko. "Pengaruh Program Kewirausahaan Digital dan Motivasi Berwirausa…
80
<1%
Publication
Setyanugraha, M. Arief. "Pengaruh Integritas Karyawan, Kualitas Pelayanan, dan …
79
<1%
Publication
Pujiniarti, Yayu Bondan. "Pengaruh Kompensasi, Disiplin, dan Beban Kerja Terha…
78
<1%
Internet
www.scribd.com
76
<1%
Publication
Faisal Alif Ashar, Mukhamad Kholil Aswan. "Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disi…
75
<1%
Publication
Pudiyanto, Dwi Hendro. "Peningkatan Kinerja Melalui Pengembangan Karir dan …
74
<1%
Publication
Ahmad Syamil, Intan Sari Marseto, Agus Frianto, Abd Karman et al. "Manajemen …
73
<1%
Publication
Riyanda, Fasa Yogi. "Peningkatan Employee Performance Melalui Knowledge Don…
72
<1%
Publication
Aprilla, Mega Radhita Tria. "Model Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Be…
71
<1%
Publication
Ridwan Abdullah, Sitti Nurbaya, Irwan Abdullah. "Pengaruh Lingkungan Kerja Da…
70
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
<1%
Publication
Sugino, Sugino. "Engaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisa…
Page 8 of 174 - Integrity Overview
<1%
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 9 of 174 - Integrity Submission
38
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN KEDISIPLINAN
TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
OUTSOURCING PT SABIL HUDA UTAMA PADA BAGIAN
PENGEMASAN DI PT BIOFARMA
SKRIPSI
13
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam Menempuh Ujian Sarjana
Manajemen Program Studi Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Widyatama
Disusun Oleh :
Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
40222100467
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS WIDYATAMA
Terakreditasi (Accredited) “Unggul”
Berdasarkan Surat Keputusan LAMEMBA
Nomor : 307/DE/A.5/AR.10/III/2023
BANDUNG
2026
Page 9 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 10 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
LEMBAR PENGESAHAN
38
PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN KEDISIPLINAN TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN OUTSOURCING PT SABIL
HUDA UTAMA PADA BAGIAN PENGEMASAN DI PT BIO FARMA
SKRIPSI
13
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam Menempuh Ujian Sarjana
Manajemen Program Studi Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Widyatama
Disusun Oleh:
Nama : Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
NPM : 40222100467
Menyetujui,
Dosen Pembimbing
Dr. Anton Budi Santoso, S.A.B., M.M.
NIP/NIDN : 1121111235/0401068503
67
Mengesahkan,
Mengetahui,
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Ketua Program Studi Manajemen S1
Dr. H. Nuryaman, S.E., M.Si., Ak., C.A.
Oliver Hasan Padmanegara, S.E., M.Sc.
NIP/NIDN : 1110988011/0409076201
NIP/NIDN : 1120819467/0429038803
i
Page 10 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 11 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
SURAT PERNYATAAN
30
30
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
:
Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
NPM
:
40222100467
Tempat, Tanggal Lahir
:
Bandung, 06 November 2001
Program Studi
:
Manajemen S1
Fakultas
:
Ekonomi dan Bisnis
Judul Skripsi
:
Pengaruh Pelatihan Kerja dan Kedisiplinan
Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
Outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA pada
bagian pengemasan di PT BIOFARMA
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang telah saya buat ini merupakan hasil
karya saya sendiri dan benar keasliannya. Apabila di kemudian hari ternyata skripsi
1
ini merupakan hasil plagiarisme atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka
saya bersedia mempertanggungjawabkannya sekaligus menerima sanksi sesuai
dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Universitas Widyatama.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar, tanpa adanya
paksaan dari pihak mana pun, dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Bandung, 03 Juni 2026
Yang Membuat Pernyataan,
Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
ii
Page 11 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 12 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
ABSTRAK
22
Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
dengan tingkat produktivitas karyawan outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA
yang bertugas pada bagian pengemasan di PT Bio Farma. Penelitian dilakukan
karena produktivitas kerja karyawan outsourcing memiliki peran penting dalam
mendukung kelancaran operasional perusahaan. Pelatihan kerja dan kedisiplinan
kerja dipandang sebagai faktor yang dapat meningkatkan kemampuan, tanggung
23
jawab, dan efektivitas karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan. Metode yang
digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif serta verifikatif.
Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada 142 karyawan outsourcing
41
PT SABIL HUDA UTAMA yang ditempatkan di PT Bio Farma. Analisis data
dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier
berganda, uji hipotesis, dan koefisien determinasi yang diolah menggunakan
50
perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja berada pada kategori
38
baik. Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa pelatihan kerja memberikan
pengaruh yang positif serta signifikan terhadap tingkat produktivitas kerja.
31
Kedisiplinan kerja juga terbukti berkontribusi secara positif dan signifikan dalam
12
meningkatkan produktivitas kerja karyawan outsourcing. Selain itu, pengujian
simultan menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara
simultan memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap peningkatan
produktivitas kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan mutu
26
pelatihan serta penerapan disiplin kerja yang konsisten dapat mendorong
peningkatan produktivitas karyawan secara berkesinambungan.
Kata Kunci: Pelatihan Kerja, Kedisiplinan Kerja, Produktivitas Kerja,
Outsourcing
iii
Page 12 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 13 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
ABSTRACT
19
This study aims to examine the relationship between job training and work
discipline on the productivity of outsourced employees of PT SABIL HUDA
UTAMA assigned to the packaging division at PT Bio Farma. The study was
conducted because employee productivity plays an important role in supporting the
smooth operation of the company. Job training and work discipline are considered
factors that can enhance employees’ capabilities, sense of responsibility, and
13
effectiveness in completing their tasks. This research employed a quantitative
method with descriptive and verificative approaches. Data were collected through
the distribution of questionnaires to 142 outsourced employees of PT SABIL
HUDA UTAMA assigned to PT Bio Farma. Data analysis was conducted using
80
validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression
21
analysis, hypothesis testing, and coefficient of determination analysis with the
assistance of IBM SPSS Statistics software. The results indicate that job training,
work discipline, and employee productivity are generally categorized as good.
26
Partial testing revealed that job training has a positive and significant effect on
employee productivity. Work discipline was also found to contribute positively and
significantly to the improvement of the productivity of outsourced employees.
19
Furthermore, simultaneous testing demonstrated that job training and work
discipline jointly have a positive and significant effect on employee productivity.
The findings suggest that improving the quality of training programs and
consistently implementing work discipline can promote sustainable improvements
in employee productivity.
Keywords: Job Training, Work Discipline, Work Productivity, Outsourced
Employees
iv
Page 13 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 14 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
KATA PENGANTAR
35
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, karunia, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pelatihan Kerja dan
Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Outsourcing PT
43
SABIL HUDA UTAMA pada bagian pengemasan di PT Biofarma” dengan
baik.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
memperoleh gelar Sarjana Manajemen pada Program Studi Manajemen, Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widyatama.
21
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih memiliki berbagai
keterbatasan dan belum sepenuhnya sempurna. Oleh sebab itu, penulis terbuka
terhadap kritik maupun saran yang bersifat membangun sebagai bahan evaluasi dan
perbaikan guna penyempurnaan karya ilmiah ini di masa mendatang.
Proses penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan berkat dukungan, bantuan,
30
bimbingan, serta doa yang diberikan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis dengan penuh rasa hormat dan terima kasih ingin
menyampaikan apresiasi kepada:
21
1. Allah SWT atas segala rahmat, karunia, kesehatan, dan kemudahan yang
diberikan kepada penulis.
2
2. Kedua orang tua tercinta yang senantiasa memberikan doa, dukungan, kasih
sayang, motivasi, serta pengorbanan yang tidak ternilai selama proses
pendidikan hingga penyusunan skripsi ini.
3. Kakak dan adik tercinta yang selalu memberikan dukungan dan semangat
kepada penulis.
v
Page 14 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 15 of 174 - Integrity Submission
67
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
4. Bapak Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum. selaku Rektor Universitas
Widyatama.
31
5. Bapak Dr. H. Nuryaman, S.E., M.Si., Ak., C.A. selaku Dekan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama.
1
6. Bapak Oliver Hasan Padmanegara, S.E., M.Sc. selaku Ketua Program Studi
Manajemen S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama.
31
7. Bapak Dr. Anton Budi Santoso, S.A.B., M.M. selaku dosen pembimbing
yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan
arahan, bimbingan, serta masukan yang sangat bermanfaat selama proses
penyusunan skripsi ini.
8. Seluruh dosen Program Studi Manajemen Universitas Widyatama yang
telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman selama masa
perkuliahan.
9. Ibu Emmy Yuningsih Rachmanissa selaku Koordinator Outsourcing PT
SHU yang telah memberikan bantuan, arahan, dukungan, serta
memfasilitasi penulis dalam proses pengumpulan data dan pelaksanaan
penelitian sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
10. Pimpinan dan seluruh pihak PT SHU serta PT Bio Farma yang telah
memberikan izin dan membantu pelaksanaan penelitian ini.
11. Zahwa Sabilla Denia Putri yang telah menjadi salah satu sumber dukungan
dan semangat bagi penulis selama menjalani masa perkuliahan hingga
penyusunan skripsi ini. Terima kasih atas perhatian, kesabaran, motivasi,
serta dukungan yang selalu diberikan dalam berbagai keadaan. Kehadiran
dan bantuan yang diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung,
sangat berarti bagi penulis dalam menghadapi berbagai tantangan selama
proses penyelesaian skripsi. Terima kasih karena selalu memberikan
dorongan untuk terus berusaha dan tidak menyerah hingga akhirnya penulis
dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.
vi
Page 15 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 16 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
12. Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan bantuan, dukungan, dan
65
kebersamaan selama masa perkuliahan.
13. Kucing peliharaan penulis yang telah memberikan hiburan dan menjadi
65
penyemangat selama proses perkuliahan hingga penyusunan skripsi ini.
30
14. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah
62
membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan
skripsi ini.
31
Akhir kata, penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis
sendiri maupun bagi pihak-pihak yang membutuhkan serta dapat menjadi referensi
bagi penelitian selanjutnya.
.
Bandung, 03 Juni 2026
Penulis,
Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
vii
Page 16 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 17 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
DAFTAR ISI
73
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................... i
SURAT PERNYATAAN ......................................................................................... ii
ABSTRAK ............................................................................................................. iii
ABSTRACT ............................................................................................................. iv
45
KATA PENGANTAR .............................................................................................. v
DAFTAR ISI ........................................................................................................ viii
DAFTAR TABEL................................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Identifikasi Masalah ...................................................................................... 8
1.3 Batasan Masalah .......................................................................................... 10
1.4 Rumusan Masalah ........................................................................................11
1.5 Tujuan Penelitian ......................................................................................... 12
1.6 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 13
1.6.1 Teoritis .................................................................................................. 13
1.6.2 Praktis ................................................................................................... 13
1.7 Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir ............................................... 14
60
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................... 16
2.1 Landasan Teori ............................................................................................ 16
2.1.1 Manajemen............................................................................................ 16
2.1.2 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) ...................................... 17
viii
Page 17 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 18 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2.1.3 Pelatihan Kerja (X1) ............................................................................. 20
2.1.4 Kedisiplinan Kerja (X2)........................................................................ 26
2.1.5 Produktivitas Kerja (Y) ......................................................................... 33
2.2 Kajian Penelitian Terdahulu (Studi Empiris) .............................................. 37
2.3 Kerangka Pemikiran .................................................................................... 42
76
2.3.1 Pengaruh Pelatihan Kerja terhadap Produktivitas Kerja....................... 42
2.3.2 Pengaruh Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas Kerja ................. 44
2.3.3 Pengaruh Pelatihan Kerja dan Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas
Kerja............................................................................................................... 45
2.4 Hipotesis ...................................................................................................... 47
70
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 49
3.1 Objek Penelitian .......................................................................................... 49
3.2 Jenis dan Metode Penelitian ........................................................................ 51
3.3 Data dan Sumber Data ................................................................................. 52
3.4 Populasi dan Sampel Penelitian .................................................................. 54
48
3.4.1 Populasi................................................................................................. 54
3.4.2 Teknik Penentuan Besar Sampel ........................................................... 54
3.4.3 Teknik Sampling ................................................................................... 56
35
3.5 Metode Pengumpulan Data ......................................................................... 56
3.6 Instrumen Penelitian .................................................................................... 58
3.7 Teknik Analisis Data .................................................................................... 61
3.7.1 Analisis Deskriptif ................................................................................ 62
3.7.2 Uji Validitas .......................................................................................... 63
3.7.3 Uji Reliabilitas ...................................................................................... 65
3.7.4 Uji Asumsi Klasik ................................................................................. 66
ix
Page 18 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 19 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3.7.5 Analisis Regresi Linear Berganda......................................................... 69
3.7.6 Uji t (Parsial) ......................................................................................... 70
3.7.7 Uji F (Simultan) .................................................................................... 70
3.7.8 Koefisien Determinasi (R²) ................................................................... 72
51
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 74
4.1 Analisis Data................................................................................................ 74
4.1.1 Gambaran Umum Responden ............................................................... 74
4.1.2 Analisis Deskriptif ................................................................................ 77
48
4.1.3 Uji Validitas .......................................................................................... 87
4.1.4 Uji Reliabilitas ...................................................................................... 91
64
4.1.5 Uji Asumsi Klasik ................................................................................. 92
4.1.6 Analisis regresi Linear Berganda .......................................................... 97
4.1.7 Uji Hipotesis ....................................................................................... 100
4.2 Pembahasan ............................................................................................... 104
1
4.2.1 Pengaruh Pelatihan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja.................... 104
4.2.2 Pengaruh Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas Kerja ............... 107
4.2.3 Pengaruh Pelatihan Kerja dan Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas
Kerja..............................................................................................................110
4.3 Implikasi Hasil Penelitian ..........................................................................114
4.3.1 Implikasi Teoritis .................................................................................114
4.3.2 Implikasi Praktis ..................................................................................117
2
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 120
5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 120
5.2 Saran .......................................................................................................... 121
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 123
x
Page 19 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 20 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Temuan Bagian Pengemasan .......................................................... 2
64
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu .............................................................................. 38
Tabel 3.1 Operasional Variabel ............................................................................. 60
2
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .......................... 74
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia .......................................... 75
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja ........................... 76
Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ................. 77
Tabel 4.5 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Pelatihan Kerja (X1) ......... 78
Tabel 4.6 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Kedisiplinan Kerja (X2).... 81
Tabel 4.7 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Produktivitas Kerja (Y) ..... 84
2
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Variabel Pelatihan Kerja (X1) ................................. 88
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Variabel Kedisiplinan Kerja (X2) ........................... 89
Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Variabel Produktivitas Kerja (Y) .......................... 90
Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas ........................................................................... 91
Tabel 4.12 Hasil Uji Normalitas............................................................................ 93
58
Tabel 4.13 Hasil Uji Multikolinearitas .................................................................. 95
Tabel 4.14 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda .............................................. 98
Tabel 4.15 Hasil Uji t (Parsial) ............................................................................ 100
Tabel 4.16 Hasil Uji F (Simultan) ....................................................................... 102
Tabel 4.17 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²) ................................................ 103
xi
Page 20 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 21 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
DAFTAR GAMBAR
45
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran .......................................................................... 46
Gambar 2.2 Paradigma Penelitian ......................................................................... 47
28
Gambar 4.1 Normal Q-Q Plot ............................................................................... 94
Gambar 4.2 Hasil Uji Heterokedastisitas Scatterplot............................................ 97
xii
Page 21 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 22 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian......................................................................... 126
Lampiran 2 Kuesioner ......................................................................................... 127
Lampiran 3 Tabulasi Data Penelitian Pelatihan Kerja (X1) ................................ 131
Lampiran 4 Tabulasi Data Penelitian Kedisiplinan Kerja (X2) .......................... 136
Lampiran 5 Tabulasi Data Penelitian Produktivitas Kerja (Y) ........................... 140
Lampiran 6 Output Hasil Pengolahan Data SPSS .............................................. 144
Lampiran 7 Kartu Bimbingan ............................................................................. 151
Lampiran 8 Curriculum Vitae Penulis................................................................. 151
xiii
58
Page 22 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 23 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
BAB I
58
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Produktivitas kerja menjadi salah satu ukuran penting yang digunakan
organisasi untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pemanfaatan sumber daya
manusia dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Konsep ini
menggambarkan kapasitas karyawan untuk mencapai kinerja yang optimal melalui
penggunaan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara tepat guna dan efisien,
baik yang berkaitan dengan waktu, tenaga, maupun biaya. Produktivitas tidak
semata-mata dinilai dari jumlah hasil kerja yang dicapai, tetapi juga memperhatikan
mutu pekerjaan serta ketelitian dalam menyelesaikan tugas, serta tingkat kepatuhan
terhadap standar operasional yang berlaku di perusahaan. Tingginya produktivitas
kerja mencerminkan bahwa aktivitas operasional organisasi berlangsung secara
terarah, efektif, dan terkoordinasi dengan baik. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa seluruh proses kerja mampu mendukung pencapaian tujuan perusahaan
secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja organisasi
secara keseluruhan (Pricilla & Octaviani, 2022).
Dalam sektor industri farmasi, produktivitas kerja memiliki peranan yang
sangat penting karena setiap proses produksi harus memenuhi standar mutu yang
ketat serta mengikuti berbagai regulasi yang berlaku. Industri farmasi dituntut untuk
menjaga kualitas produk secara konsisten sekaligus memastikan efisiensi dalam
proses produksi guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Salah satu
perusahaan farmasi nasional yang memiliki peran strategis dalam pengembangan
dan produksi vaksin serta produk bioteknologi adalah PT Bio Farma. Aktivitas
operasional perusahaan ini melibatkan berbagai tahapan produksi yang saling
terintegrasi, sehingga membutuhkan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki
kompetensi, kedisiplinan, dan tingkat produktivitas yang baik dalam setiap tahapan
proses produksi.
1
Page 23 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 24 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Salah satu tahapan penting dalam proses produksi farmasi adalah proses
pengemasan produk. Tahap pengemasan merupakan tahap akhir dalam rangkaian
proses produksi sebelum produk didistribusikan kepada masyarakat. Pada tahap ini,
ketelitian, ketepatan prosedur kerja, serta kepatuhan terhadap standar operasional
menjadi faktor yang sangat penting untuk memastikan bahwa produk telah dikemas
dengan benar, aman, dan sesuai dengan standar mutu perusahaan. Oleh karena itu,
produktivitas kerja karyawan yang terlibat pada bagian pengemasan memiliki peran
strategis dalam menjaga kelancaran proses produksi serta menjamin kualitas produk
yang dihasilkan.
Namun demikian, dalam praktik operasional masih ditemukan beberapa
kondisi yang berkaitan dengan pelaksanaan proses kerja di lingkungan produksi,
khususnya pada bagian pengemasan. Berdasarkan data temuan Quality Assurance
(QA) PT Bio Farma, masih terdapat beberapa temuan yang berkaitan dengan
perilaku kerja karyawan, pelaksanaan prosedur operasional, serta kondisi fasilitas
kerja yang digunakan dalam proses produksi dan pengemasan.
Tabel I.1 Data Temuan Bagian Pengemasan
No
Kriteria
Temuan
Deskripsi Temuan
Tingkat
Resiko
Status
Rangkaian selang untuk
koneksi aseptik cukup
1
Quality
Behaviour
panjang sehingga
operator menyimpan di
Rendah
In Progres
pundaknya supaya
rangkaian selang tidak
menyentuh lantai
2
Page 24 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 25 of 174 - Integrity Submission
No
Kriteria
Temuan
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Deskripsi Temuan
Tingkat
Resiko
Status
Kondisi lampu
indicator lollipop
2
Quality
Behaviour
(merah kuning
hijau) tidak
Rendah
In Progres
Rendah
In Progres
Sedang
In Progres
Rendah
In Progres
menyala, karena saat
interupsi kondisinya
malah mati
Masih ada sisa
3
Quality
Behaviour
produk di ruangan
produksi padahal
kondisi sedang tidak
ada proses
Masih ditemukan
kondisi timbangan,
posisi waterpass
4
Alat dan
Fasilitas
tidak di centre.
Sebaiknya meja
timbangan
menggunakan jenis
yang kokoh dan
seimbang.
Operator
5
Quality
Behaviour
pengepakan
menyiapkan
(memotong) plastik
di lantai
3
Page 25 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 26 of 174 - Integrity Submission
No
Kriteria
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Deskripsi Temuan
Temuan
Tingkat
Resiko
Status
Di temukan
beberapa operator
6
Proses
masih bermain hp
Sedang
In Progres
disaat proses
pengepakan
Sumber: Data Temuan QA PT. BioFarma
Berdasarkan data tersebut, temuan yang terjadi pada bagian pengemasan
memiliki tingkat risiko yang diklasifikasikan menjadi risiko rendah hingga sedang.
Tingkat risiko rendah menunjukkan bahwa temuan tersebut memiliki potensi
dampak yang relatif kecil terhadap kualitas produk maupun kelancaran proses
produksi, sehingga tidak secara langsung mengganggu output yang dihasilkan.
Namun demikian, kondisi tersebut tetap memerlukan perhatian karena apabila
terjadi secara berulang dan tidak segera ditangani, dapat berkembang menjadi
permasalahan yang lebih besar dalam jangka panjang.
Sementara itu, tingkat risiko sedang menunjukkan adanya potensi dampak
yang lebih signifikan terhadap efektivitas proses kerja dan kelancaran aktivitas
pengemasan. Temuan dengan kategori ini berpotensi menyebabkan penurunan
efisiensi kerja serta meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses
produksi apabila tidak segera dilakukan perbaikan. Dengan demikian, klasifikasi
tingkat risiko tersebut mencerminkan adanya variasi tingkat permasalahan dalam
pelaksanaan proses kerja yang berkaitan dengan perilaku dan kepatuhan karyawan
terhadap standar operasional, yang pada akhirnya dapat memengaruhi produktivitas
kerja.
Temuan tersebut juga menunjukkan adanya beberapa perilaku kerja yang
belum sepenuhnya sesuai dengan standar operasional perusahaan, seperti
penggunaan telepon genggam saat proses pengepakan berlangsung serta aktivitas
4
Page 26 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 27 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
penyiapan material kemasan yang dilakukan di area yang tidak sesuai. Selain itu,
terdapat pula kondisi fasilitas kerja yang belum optimal dalam mendukung aktivitas
produksi. Kondisi ini mengindikasikan adanya permasalahan yang berkaitan
dengan aspek kompetensi kerja dan kedisiplinan karyawan dalam menjalankan
tugasnya, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memengaruhi tingkat
produktivitas kerja.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia
memiliki peran strategis dalam mempertahankan stabilitas produktivitas kerja
karyawan. roduktivitas kerja bukan semata-mata ditentukan oleh aspek teknis
dalam proses produksi, melainkan juga oleh tingkat kompetensi serta perilaku kerja
karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjamin tersedianya tenaga kerja
yang terlibat dalam proses operasional memiliki kemampuan kerja yang memadai
serta menunjukkan perilaku kerja yang sesuai dengan standar operasional yang
berlaku.
Peningkatan produktivitas kerja karyawan tidak hanya ditentukan oleh
ketersediaan fasilitas dan sistem kerja, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam
melaksanakan pekerjaannya. Salah satu langkah yang dapat diterapkan perusahaan
guna mengembangkan kemampuan tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan
33
pelatihan kerja. Pelatihan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk
meningkatkan wawasan serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan yang dihadapi. Kompetensi yang semakin baik akan membantu karyawan
menjalankan tugas secara lebih efektif, meminimalkan kesalahan dalam proses
kerja, serta meningkatkan kualitas hasil pekerjaan. Oleh karena itu, pelatihan kerja
berperan sebagai salah satu media pengembangan sumber daya manusia yang dapat
mendukung peningkatan produktivitas kerja secara berkelanjutan. Sejalan dengan
hal tersebut, penelitian yang dilakukan oleh (Mutiara & Kusumayadi, 2025)
38
menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif terhadap peningkatan
produktivitas kerja karyawan.
5
Page 27 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 28 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Di samping pelatihan kerja, tingkat produktivitas karyawan juga
dipengaruhi oleh tingkat kedisiplinan yang diterapkan dalam lingkungan kerja.
Disiplin kerja tercermin melalui ketaatan karyawan terhadap ketentuan perusahaan,
ketelitian dalam melaksanakan tugas, serta tanggung jawab dalam menuntaskan
pekerjaan. Sikap kerja yang disiplin mampu mendukung terciptanya pelaksanaan
pekerjaan yang lebih tertib dan efektif sehingga berbagai aktivitas operasional dapat
7
berlangsung sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sebaliknya, rendahnya
7
tingkat disiplin berpotensi menimbulkan hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan
yang pada akhirnya dapat memengaruhi tingkat produktivitas karyawan.
Sebaliknya, rendahnya tingkat kedisiplinan dapat memunculkan berbagai
penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan yang berpotensi menghambat
26
kelancaran operasional perusahaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa disiplin
kerja merupakan salah satu faktor yang berperan dalam mendorong tercapainya
7
produktivitas kerja secara optimal. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh (Syahrian & Prakoso, 2023) yang menunjukkan bahwa disiplin kerja
29
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja.
Dalam praktiknya, faktor pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja menjadi
semakin penting ketika perusahaan memanfaatkan tenaga kerja outsourcing untuk
mendukung aktivitas operasional. Tenaga kerja outsourcing umumnya ditempatkan
pada bagian operasional seperti produksi dan pengemasan, sehingga berperan
langsung dalam menunjang kelancaran proses produksi. Namun, perbedaan status
kepegawaian dan sistem kerja kontrak sering kali memengaruhi tingkat komitmen
dan perilaku kerja karyawan outsourcing dibandingkan dengan karyawan tetap
(Asghar et al., 2025).
22
Temuan yang dikemukakan oleh (Putri et al., 2025) menunjukkan bahwa
pelatihan kerja dan disiplin kerja berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas
pegawai. Pengaruh tersebut tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui
kompetensi kerja yang berperan sebagai variabel intervening. Hasil penelitian
tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan yang efektif mampu
memperkuat kemampuan dan keterampilan pegawai dalam menjalankan tugasnya.
6
Page 28 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 29 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Selain itu, penerapan disiplin kerja yang baik turut mendukung terbentuknya
perilaku kerja yang sesuai dengan standar organisasi. Kombinasi antara kompetensi
dan disiplin kerja tersebut pada akhirnya dapat mendorong peningkatan
produktivitas kerja secara lebih optimal. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan
bahwa program pelatihan yang dilaksanakan secara efektif dapat meningkatkan
pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang diperlukan karyawan dalam
melaksanakan tugasnya. Selain memberikan dampak terhadap peningkatan
kompetensi, pelatihan juga berperan dalam mendorong terbentuknya perilaku kerja
yang lebih disiplin dan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam organisasi.
Peningkatan kompetensi yang diikuti dengan penerapan disiplin kerja yang baik
dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan secara lebih efektif dan terarah. Oleh
karena itu, pelatihan kerja tidak hanya memberikan manfaat pada aspek teknis
pekerjaan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja
pegawai secara keseluruhan melalui penguatan kompetensi dan kedisiplinan kerja.
(Maliha et al., 2025) menemukan bahwa penerapan praktik manajemen
46
sumber daya manusia, termasuk pelatihan kerja dan pengelolaan disiplin kerja,
memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kinerja serta
produktivitas tenaga kerja. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa pengelolaan
sumber daya manusia yang dilakukan secara terintegrasi mampu mendukung
efektivitas proses kerja serta meningkatkan kualitas hasil pekerjaan. Temuan ini
menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi dalam meningkatkan produktivitas
72
tenaga kerja tidak terlepas dari penerapan kebijakan pengelolaan sumber daya
12
manusia yang efektif dan dilakukan secara berkesinambungan. Oleh karena itu,
pelatihan kerja dan pengendalian disiplin kerja menjadi elemen strategis perusahaan
dalam mendorong peningkatan produktivitas serta kinerja karyawan secara
maksimal.
20
Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas hubungan antara pelatihan
kerja, disiplin kerja, serta produktivitas karyawan. Namun, sebagian besar sebagian
besar penelitian tersebut masih menitikberatkan kajian pada tenaga kerja tetap dan
belum banyak mengkaji karakteristik tenaga kerja outsourcing secara khusus. Pada
7
Page 29 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 30 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
sektor industri farmasi, penelitian yang menempatkan karyawan outsourcing
sebagai objek kajian juga masih relatif terbatas, terutama pada bagian pengemasan
yang memiliki tuntutan kerja dan karakteristik operasional yang berbeda
dibandingkan unit kerja lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih
diperlukan kajian empiris untuk menjelaskan keterkaitan antara pelatihan kerja,
kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja pada lingkungan tenaga kerja
outsourcing. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan guna menambah bukti
empiris terkait berbagai faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing di industri farmasi.
Berdasarkan pemaparan yang telah diuraikan, dapat dipahami bahwa
produktivitas kerja karyawan memegang peranan yang sangat penting dalam
mendukung efektivitas kegiatan operasional perusahaan, terutama pada bagian
pengemasan. Berbagai temuan yang berkaitan dengan perilaku kerja maupun
pelaksanaan proses operasional mengindikasikan masih adanya aspek yang perlu
diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Kondisi tersebut
menunjukkan pentingnya upaya peningkatan kompetensi kerja serta penguatan
kedisiplinan karyawan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lebih optimal.
Peningkatan pada kedua aspek tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya
tingkat produktivitas kerja yang lebih optimal dan berkesinambungan. Atas dasar
22
pertimbangan tersebut, penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji pengaruh
pelatihan kerja serta kedisiplinan kerja terhadap produktivitas karyawan
outsourcing PT Bio Farma.
1.2 Identifikasi Masalah
Pengelolaan sumber daya manusia menjadi aspek fundamental dalam
menentukan keberhasilan organisasi, khususnya pada sektor industri farmasi yang
menuntut ketelitian, konsistensi mutu, serta efisiensi proses produksi. Setiap
aktivitas operasional pada industri ini berkaitan langsung dengan standar kualitas
dan keselamatan produk, sehingga kinerja tenaga kerja berperan penting dalam
menjaga stabilitas produksi. Dalam praktiknya, perusahaan tidak hanya
mengandalkan karyawan tetap, tetapi juga memanfaatkan tenaga kerja outsourcing
8
Page 30 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 31 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
sebagai strategi fleksibilitas operasional dan efisiensi biaya. Keberadaan tenaga
kerja outsourcing membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada
lini produksi, pengemasan, dan aktivitas pendukung lainnya yang bersifat rutin
namun krusial.
Namun demikian, penggunaan tenaga kerja outsourcing menghadirkan
tantangan tersendiri dalam aspek pengelolaan sumber daya manusia. Secara
struktural, tenaga kerja outsourcing memiliki hubungan kerja tidak langsung
dengan perusahaan pengguna jasa, sehingga pengembangan kompetensi,
pembinaan, serta pengendalian perilaku kerja sering kali belum optimal. Kondisi
ini berpotensi memengaruhi keterampilan teknis, komitmen, serta kedisiplinan
kerja karyawan. Apabila pengelolaan tersebut tidak dilakukan secara sistematis,
maka efektivitas kerja dan produktivitas karyawan dapat mengalami penurunan.
Berdasarkan kondisi empiris pada karyawan outsourcing PT Sabil Huda
Utama yang ditempatkan di PT Bio Farma, masih ditemukan beberapa fenomena
operasional yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Temuan tersebut
tercermin dari laporan Quality Assurance (QA) yang menunjukkan adanya
ketidaksesuaian terhadap prosedur operasional, penggunaan telepon genggam saat
proses pengepakan berlangsung, serta beberapa temuan lain yang berpotensi
memengaruhi efektivitas pelaksanaan pekerjaan. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa masih terdapat aspek kompetensi dan kedisiplinan kerja yang perlu
mendapat perhatian perusahaan. Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan perlu
memberikan perhatian terhadap pengembangan kompetensi melalui pelatihan kerja
serta penguatan disiplin kerja sebagai upaya untuk mendukung peningkatan
produktivitas tenaga kerja outsourcing.
22
Berbagai penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan
kedisiplinan kerja berperan penting dalam meningkatkan produktivitas karyawan.
Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih dilakukan pada tenaga kerja
tetap atau pada berbagai sektor industri secara umum. Penelitian yang secara khusus
mengkaji tenaga kerja outsourcing, terutama pada industri farmasi, masih relatif
9
Page 31 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 32 of 174 - Integrity Submission
41
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
terbatas. Selain itu, penelitian yang menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan
kedisiplinan kerja secara simultan terhadap produktivitas kerja dalam konteks
penempatan tenaga kerja outsourcing juga belum banyak dilakukan. Kondisi
tersebut menunjukkan masih adanya peluang untuk memperluas kajian empiris
mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja tenaga kerja
outsourcing dalam berbagai kondisi lingkungan kerja. Dengan demikian, masih
terdapat peluang untuk melaksanakan penelitian lanjutan guna memperluas bukti
empiris terkait keterkaitan antara pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan
produktivitas kerja pada karyawan outsourcing.
1.3 Batasan Masalah
6
Penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh pelatihan kerja dan
kedisiplinan kerja terhadap produktivitas karyawan outsourcing. Penetapan fokus
penelitian dilakukan agar pembahasan yang dilakukan tetap berada dalam ruang
lingkup yang telah ditentukan dan tidak berkembang ke aspek-aspek di luar tujuan
penelitian. Adanya batasan masalah juga diperlukan untuk membantu peneliti
dalam mengarahkan proses penelitian secara lebih sistematis dan terstruktur.
Dengan ruang lingkup yang jelas, setiap variabel yang diteliti dapat dianalisis
secara lebih mendalam sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Dengan
demikian, batasan masalah disusun guna mempertahankan fokus penelitian
sekaligus menghasilkan temuan yang relevan dengan permasalahan yang dikaji.
9
Adapun batasan ruang lingkup penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Variabel penelitian dalam penelitian ini dibatasi pada pelatihan kerja
7
sebagai variabel independen pertama (X1) dan kedisiplinan kerja sebagai
variabel independen kedua (X2), serta produktivitas kerja sebagai variabel
2
dependen (Y). Penelitian ini tidak mencakup variabel lain yang berpotensi
memengaruhi produktivitas kerja, seperti motivasi kerja, kepemimpinan,
kompensasi, maupun kondisi lingkungan kerja.
10
Page 32 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 33 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2. Objek penelitian dibatasi pada karyawan outsourcing PT Sabil Huda
Utama yang ditempatkan di PT Bio Farma, sehingga hasil penelitian tidak
digeneralisasikan pada seluruh karyawan tetap maupun perusahaan lain.
3. Lokasi penelitian dilakukan pada bagian pengemasan di PT Bio Farma,
sehingga penelitian ini hanya menggambarkan kondisi kerja pada unit
tersebut dan tidak mencakup bagian produksi lainnya.
4. Subjek penelitian adalah karyawan outsourcing yang terlibat langsung
dalam aktivitas pengemasan, sehingga tidak mencakup tenaga kerja pada
bagian administrasi atau manajerial.
5. Periode penelitian dibatasi pada waktu pelaksanaan penelitian, yaitu pada
tahun 2025–2026, sehingga hasil penelitian mencerminkan kondisi pada
periode tersebut.
6. Metode pengumpulan data dibatasi menggunakan kuesioner sebagai data
utama yang didukung oleh observasi dan studi dokumentasi, sehingga hasil
penelitian sangat bergantung pada persepsi responden terhadap kondisi
kerja yang dialami.
Batasan-batasan tersebut ditetapkan agar penelitian ini lebih terfokus pada
51
permasalahan utama yang dikaji, serta dapat menghasilkan analisis yang lebih
mendalam dan akurat mengenai hubungan pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
dengan produktivitas karyawan outsourcing yang ditempatkan pada bagian
pengemasan di PT Bio Farma.
1.4 Rumusan Masalah
Keterbatasan yang ditemukan dalam berbagai penelitian terdahulu
menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan penelitian yang perlu
mendapatkan perhatian lebih lanjut melalui kajian empiris yang sesuai dengan
konteks penelitian. Kondisi tersebut membuka peluang untuk melakukan penelitian
yang lebih spesifik pada kelompok tenaga kerja outsourcing yang masih relatif
79
jarang menjadi fokus kajian. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk
29
mengkaji secara objektif dan sistematis pengaruh pelatihan kerja dan kedisiplinan
11
Page 33 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 34 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
kerja terhadap tingkat produktivitas karyawan outsourcing PT SABIL HUDA
UTAMA yang ditempatkan pada bagian pengemasan di PT Bio Farma. Melalui
penelitian ini diharapkan diperoleh pemahaman empiris yang lebih komprehensif
mengenai keterkaitan antarvariabel yang menjadi fokus penelitian. Dengan
demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian
mengenai produktivitas kerja pada tenaga kerja outsourcing, khususnya di industri
farmasi.
1
Berdasarkan uraian tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini dapat disusun
sebagai berikut:
1. Bagaimana pelaksanaan pelatihan kerja, tingkat kedisiplinan dan tingkat
produktivitas karyawan pada karyawan outsourcing PT SABIL HUDA
UTAMA?
31
2. Apakah pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan
outsourcing?
40
3. Apakah kedisiplinan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing?
4. Apakah pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara simultan berpengaruh
terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing?
9
1.5 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan untuk menguji dan menganalisis secara empiris
pengaruh pelatihan kerja serta kedisiplinan kerja terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA yang ditempatkan di PT Bio
31
Farma. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengidentifikasi pelaksanaan pelatihan kerja, tingkat kedisiplinan kerja,
dan tingkat produktivitas kerja karyawan outsourcing PT SABIL HUDA
UTAMA.
12
Page 34 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 35 of 174 - Integrity Submission
31
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2. Menganalisis pengaruh pelatihan kerja terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA.
50
3. Menganalisis pengaruh kedisiplinan kerja terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA.
29
4. Menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara
simultan terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing PT SABIL
HUDA UTAMA.
2
1.6 Manfaat Penelitian
1.6.1 Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
terhadap pengembangan kajian dalam bidang manajemen sumber daya
manusia, terutama yang berkaitan dengan hubungan antara pelatihan kerja,
kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja pada tenaga kerja outsourcing.
Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memperluas
penerapan teori pengembangan SDM dan perilaku organisasi pada konteks
industri farmasi yang memiliki karakteristik operasional khusus. Selain itu,
temuan empiris dari penelitian ini dapat menjadi dasar penguatan model
hubungan antar variabel pelatihan, disiplin, dan produktivitas, serta menjadi
referensi akademik bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji topik serupa
dalam setting organisasi yang berbeda.
1.6.2 Praktis

Memberikan bahan evaluasi bagi PT SABIL HUDA UTAMA dalam
meningkatkan efektivitas program pelatihan kerja.

Menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembinaan dan
pengawasan kedisiplinan karyawan outsourcing.

Membantu manajemen dalam merancang strategi peningkatan produktivitas
kerja berbasis data empiris.

Memberikan informasi bagi PT Bio Farma terkait optimalisasi pengelolaan
tenaga kerja outsourcing di lingkungan produksi.
13
Page 35 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 36 of 174 - Integrity Submission

Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Menjadi pedoman praktis bagi perusahaan lain dalam mengelola pelatihan
dan disiplin kerja guna meningkatkan kinerja tenaga kerja outsourcing.
1.7 Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir

BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang penelitian yang menjelaskan
fenomena dan permasalahan yang melandasi penelitian, serta dilengkapi
dengan identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan
penelitian, dan manfaat penelitian. Selain itu, pada bab ini juga disajikan
sistematika penulisan sebagai gambaran umum isi keseluruhan penelitian.
59

BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini berisi landasan teori yang relevan dengan variabel penelitian, yaitu
pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja. Selain itu, bab
ini juga memuat kajian penelitian terdahulu sebagai dasar empiris, kerangka
pemikiran yang menggambarkan hubungan antar variabel, serta hipotesis
penelitian yang akan diuji.
15

BAB III Metode Penelitian
Bab ini menjelaskan mengenai objek penelitian, jenis dan pendekatan
penelitian yang digunakan, serta sumber data yang diperoleh. Selain itu, bab
ini juga menguraikan populasi dan sampel penelitian, teknik pengambilan
sampel, metode pengumpulan data, instrumen penelitian, serta teknik
analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis.
77

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini berisi hasil analisis data yang telah diperoleh dari penelitian,
termasuk pengujian hipotesis yang dilakukan. Selanjutnya, hasil penelitian
14
Page 36 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 37 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
tersebut dibahas secara mendalam dengan mengaitkan teori dan penelitian
terdahulu, serta diakhiri dengan implikasi hasil penelitian.
31

BAB V Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan yang merupakan jawaban atas rumusan masalah
berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Selain itu, bab ini juga
memuat saran yang ditujukan kepada pihak terkait maupun peneliti
selanjutnya sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan di masa yang akan
datang.
15
Page 37 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 38 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
BAB II
48
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Manajemen
2.1.1.1 Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses yang melibatkan serangkaian
33
kegiatan yang terstruktur dan berkesinambungan, yaitu perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya organisasi
33
untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Proses ini menuntut
adanya koordinasi yang baik antar elemen organisasi agar setiap aktivitas
33
berjalan selaras dengan arah yang telah ditetapkan. Manajemen tidak hanya
dipahami sebagai aktivitas administratif, tetapi juga sebagai proses
pengambilan keputusan yang strategis dalam mengalokasikan dan
memanfaatkan sumber daya secara optimal.
Menurut (Robbins & Judge, 2020), manajemen berfungsi sebagai
alat untuk mengoordinasikan berbagai sumber daya yang tersedia dalam
organisasi, baik sumber daya manusia, sumber daya keuangan, maupun
51
teknologi, agar dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah ditentukan. Selain itu, menurut (Terry, 2019),
33
manajemen merupakan serangkaian proses yang mencakup kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui pendayagunaan sumber daya
manusia serta berbagai sumber daya lainnya.
Berdasarkan berbagai pendapat yang dikemukakan para ahli,
manajemen dapat dipahami sebagai suatu proses yang berlangsung secara
sistematis melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
dan pengendalian dalam mengelola seluruh sumber daya organisasi. Setiap
fungsi tersebut dijalankan secara terpadu untuk memastikan pemanfaatan
9
sumber daya berlangsung secara efektif dan efisien sehingga tujuan
16
Page 38 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 39 of 174 - Integrity Submission
19
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang telah ditetapkan. Oleh karena
itu, manajemen tidak hanya dipandang sebagai serangkaian aktivitas
pengelolaan semata, melainkan juga sebagai elemen strategis yang berperan
penting dalam menentukan keberhasilan organisasi melalui pemanfaatan
dan pengoptimalan sumber daya yang dimiliki secara maksimal.
2.1.1.2 Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen terdiri dari beberapa kegiatan utama yang saling
berkaitan dan membentuk suatu siklus manajerial yang berkelanjutan, yaitu
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan
(leading), dan pengendalian (controlling). Perencanaan berfungsi untuk
menetapkan tujuan organisasi serta menentukan strategi dan langkah
operasional yang diperlukan untuk mencapainya. Tahap ini menjadi dasar
dalam menentukan arah organisasi secara keseluruhan.
Pengorganisasian berkaitan dengan proses pengelompokan tugas,
pembagian wewenang, serta penentuan struktur organisasi yang jelas agar
setiap individu memahami peran dan tanggung jawabnya. Pengarahan
berhubungan dengan aktivitas memimpin, mengarahkan, serta memotivasi
karyawan agar mampu bekerja secara optimal sesuai dengan tujuan
organisasi. Sementara itu, pengendalian berfungsi untuk mengawasi
pelaksanaan kegiatan, membandingkan hasil dengan rencana, serta
melakukan tindakan korektif apabila terjadi penyimpangan (Robbins &
Judge, 2020). Keempat fungsi ini harus dijalankan secara konsisten agar
organisasi mampu mencapai kinerja yang optimal.
2.1.2 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
36
2.1.2.1 Pengertian MSDM
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses
pengelolaan tenaga kerja dalam organisasi yang dilakukan secara sistematis
dan berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi. Proses ini meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap
17
Page 39 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 40 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
tenaga kerja guna memastikan bahwa setiap individu dapat berkontribusi
secara maksimal. MSDM tidak hanya berfokus pada pengelolaan
administratif seperti rekrutmen dan penggajian, tetapi juga mencakup
pengembangan kompetensi, peningkatan kinerja, serta pengelolaan
hubungan kerja.
Menurut (Dessler, 2020), manajemen sumber daya manusia
merupakan serangkaian aktivitas untuk merekrut, mengembangkan,
mengevaluasi, serta memberikan kompensasi kepada karyawan, serta
mengelola hubungan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, serta aspek
keadilan dalam organisasi. Selain itu, menurut (Robbins & Judge, 2020),
MSDM merupakan bagian dari manajemen yang berfokus pada pengelolaan
individu dalam organisasi agar mampu memberikan kontribusi optimal
dalam mewujudkan tujuan organisasi.
Berdasarkan berbagai pandangan para ahli tersebut, manajemen
51
sumber daya manusia dapat diartikan sebagai proses yang bersifat strategis
dalam
33
mengelola
tenaga
kerja
melalui
kegiatan
perencanaan,
pengembangan, dan pengendalian sumber daya manusia. Proses tersebut
dilakukan untuk memastikan bahwa karyawan mampu melaksanakan
59
pekerjaan secara efektif dan efisien dalam mendukung pencapaian tujuan
59
organisasi. Keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia tidak hanya
ditentukan oleh aspek administratif, tetapi juga oleh kemampuan organisasi
dalam mengembangkan serta memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap
individu secara optimal. Oleh sebab itu, MSDM memiliki peran yang
memiliki peran strategis dalam menunjang keberlangsungan serta
keberhasilan organisasi melalui pengelolaan sumber daya manusia yang
sistematis dan berkesinambungan.
18
Page 40 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 41 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2.1.2.2 Tujuan MSDM
Tujuan utama MSDM adalah untuk meningkatkan kinerja organisasi
melalui optimalisasi potensi karyawan secara menyeluruh. Hal ini
dilakukan
dengan
menciptakan
sistem
kerja
yang
mendukung
pengembangan kompetensi, membangun hubungan kerja yang harmonis
antara karyawan dan manajemen, serta meningkatkan kesejahteraan
karyawan secara berkelanjutan. Dengan terpenuhinya aspek tersebut,
karyawan diharapkan memiliki motivasi kerja yang tinggi, loyalitas
terhadap organisasi, serta kemampuan untuk memberikan kontribusi
maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasi (Armstrong & Taylor,
2020).
2.1.2.3 Fungsi MSDM
Fungsi manajemen sumber daya manusia merupakan rangkaian
kegiatan yang dilaksanakan organisasi untuk mengelola tenaga kerja agar
dapat memberikan kontribusi secara optimal guna mencapai tujuan
organisasi yang telah ditentukan. Menurut (Dessler, 2020), fungsi MSDM
mencakup berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan,
pengembangan, pengawasan, serta pemeliharaan sumber daya manusia
dalam organisasi. Setiap fungsi tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain
dan dijalankan secara terpadu dalam proses pengelolaan tenaga kerja.
Penerapan fungsi MSDM yang efektif dapat mendukung peningkatan
kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong tercapainya
produktivitas kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, fungsi-fungsi tersebut
memegang peranan berperan penting dalam mendukung keberhasilan
organisasi
melalui
pengelolaan
karyawan
yang
sistematis
dan
berkesinambungan.
19
Page 41 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 42 of 174 - Integrity Submission
72
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Adapun fungsi manajemen sumber daya manusia meliputi:

Perencanaan sumber daya manusia, yaitu proses menentukan
kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan tujuan organisasi, baik dari
segi jumlah maupun kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan (Dessler,
2
2020).

Pengembangan sumber daya manusia, yaitu upaya meningkatkan
kemampuan, keterampilan, dan kompetensi karyawan melalui
pelatihan dan pendidikan agar mampu melaksanakan pekerjaan
secara optimal (Noe, 2020).

Pengawasan sumber daya manusia, yaitu proses memastikan
bahwa karyawan bekerja sesuai dengan aturan, prosedur, dan
18
standar kerja yang telah ditetapkan organisasi (Robbins & Judge,
2020).

Pemeliharaan sumber daya manusia, yaitu kegiatan untuk
menjaga kesejahteraan, keselamatan, dan motivasi kerja karyawan
agar tetap memiliki semangat dan loyalitas terhadap organisasi
(Hasibuan, 2020).
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa fungsi
33
MSDM tidak hanya berfokus pada pengelolaan tenaga kerja secara
administratif, tetapi juga mencakup pengembangan dan pemeliharaan
karyawan agar mampu memberikan kontribusi optimal bagi organisasi.
2.1.3 Pelatihan Kerja (X1)
2.1.3.1 Pengertian Pelatihan Kerja
Pelatihan kerja merupakan suatu kegiatan pengembangan yang
dirancang secara sistematis, terencana, dan berkesinambungan untuk
11
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan karyawan
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya secara efektif.
20
Page 42 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 43 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Dalam praktik manajemen sumber daya manusia, pelatihan memiliki peran
yang penting karena menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan antara
kompetensi yang dimiliki karyawan dengan kompetensi yang dibutuhkan
oleh pekerjaan. Melalui pelatihan yang tepat, karyawan dapat memperoleh
pemahaman dan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan organisasi. Selain
itu, perkembangan teknologi dan perubahan proses kerja yang berlangsung
secara dinamis menuntut karyawan untuk terus menyesuaikan diri dengan
lingkungan kerja yang berubah. Oleh karena itu, pelatihan juga berfungsi
sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karyawan
terhadap berbagai perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Menurut (Noe, 2020), pelatihan kerja merupakan suatu usaha
terencana yang dilakukan oleh organisasi guna mendukung proses
pembelajaran karyawan terkait kemampuan yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan, yang meliputi wawasan, keterampilan, dan perilaku
2
kerja. Selain itu, menurut (Dessler, 2020), pelatihan kerja merupakan proses
mengajarkan karyawan baru maupun lama mengenai keterampilan dasar
yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif.
Berdasarkan berbagai pandangan para ahli, pelatihan kerja dapat
dimaknai sebagai kegiatan yang diselenggarakan organisasi untuk
meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan. Pelatihan tidak hanya bertujuan menambah
19
pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membantu membentuk
sikap kerja yang mendukung pelaksanaan tugas secara efektif. Melalui
pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, karyawan diharapkan
19
mampu meningkatkan kompetensinya sehingga mampu memberikan
kontribusi yang lebih maksimal dalam mendukung pencapaian tujuan
12
perusahaan. Oleh karena itu, pelatihan kerja menjadi salah satu sarana
strategis dalam upaya pengembangan sumber daya manusia secara
berkelanjutan.
21
Page 43 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 44 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2.1.3.2 Tujuan Pelatihan Kerja
Tujuan pelatihan kerja adalah untuk meningkatkan keterampilan
teknis karyawan, mengurangi kesalahan kerja, serta meningkatkan efisiensi
dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, pelatihan juga bertujuan
untuk membantu karyawan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan
sistem kerja dalam organisasi (Noe, 2020).
2.1.3.3 Manfaat Pelatihan Kerja
Manfaat pelatihan kerja dapat dilihat dari berbagai aspek, baik bagi
individu maupun organisasi. Menurut (Noe, 2020), pelatihan kerja
memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan
pengetahuan karyawan sehingga mampu melaksanakan pekerjaan secara
lebih efektif. Pelatihan juga membantu karyawan dalam menyesuaikan diri
terhadap perkembangan teknologi, prosedur kerja, serta tuntutan pekerjaan
yang terus berubah.
Bagi karyawan, pelatihan kerja dapat meningkatkan kompetensi,
kepercayaan diri, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai tuntutan
pekerjaan. Karyawan yang mendapatkan pelatihan secara memadai
32
umumnya memiliki kemampuan kerja yang lebih optimal sehingga dapat
menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien (Salas et al., 2021). Selain
32
itu, pelatihan juga mampu meningkatkan motivasi kerja karena karyawan
merasa dihargai dan diberikan kesempatan untuk berkembang dalam
organisasi.
Bagi organisasi, pelatihan kerja memberikan manfaat dalam
meningkatkan kualitas kerja, mempercepat proses adaptasi karyawan baru,
serta meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan. Organisasi yang
secara konsisten memberikan pelatihan kepada karyawannya akan lebih
33
mudah mencapai tujuan organisasi karena memiliki sumber daya manusia
yang kompeten dan siap menghadapi perubahan lingkungan kerja (Dessler,
2020).
22
Page 44 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 45 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Berdasarkan uraian tersebut, dapat dipahami bahwa pelatihan kerja
33
memberikan
manfaat
yang
signifikan,
baik
bagi
pengembangan
kemampuan individu maupun bagi peningkatan efektivitas organisasi.
33
Melalui
pelatihan,
karyawan
dapat
meningkatkan
pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuan yang dibutuhkan dalam melaksanakan
pekerjaan secara optimal. Di sisi lain, organisasi juga memperoleh manfaat
berupa peningkatan kualitas pelaksanaan kerja dan pencapaian tujuan yang
11
lebih efektif. Oleh karena itu, pelatihan kerja menjadi salah satu faktor
penting yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja
karyawan.
2.1.3.4 Jenis Pelatihan Kerja
Jenis pelatihan kerja merupakan bentuk atau metode pelatihan yang
11
digunakan organisasi untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan
karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Menurut Noe (2020), jenis
pelatihan kerja dapat disesuaikan dengan tujuan organisasi, karakteristik
pekerjaan, serta kemampuan yang ingin dikembangkan pada karyawan.
Pemilihan jenis pelatihan yang tepat akan membantu organisasi
meningkatkan
efektivitas
pelatihan
serta
mendukung
peningkatan
produktivitas kerja.
Adapun jenis pelatihan kerja meliputi:
72

Pelatihan di tempat kerja (on the job training), yaitu pelatihan
yang dilakukan secara langsung di lingkungan kerja dengan
memberikan pengalaman kerja nyata kepada karyawan dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya (Dessler, 2020).

Pelatihan di luar tempat kerja (off the job training), yaitu
pelatihan yang dilakukan di luar lingkungan kerja formal, seperti
seminar, workshop, atau pelatihan di lembaga tertentu untuk
meningkatkan kemampuan dan pengetahuan karyawan (Noe, 2020).
23
Page 45 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 46 of 174 - Integrity Submission

Pelatihan
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
teknis,
yaitu
pelatihan
yang
bertujuan
untuk
meningkatkan kemampuan teknis karyawan yang berkaitan
langsung dengan pekerjaan dan penggunaan alat atau prosedur kerja
tertentu (Salas et al., 2021).

Pelatihan soft skill, yaitu pelatihan yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan nonteknis seperti komunikasi, kerja
sama tim, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal lainnya
yang mendukung efektivitas kerja karyawan (Robbins & Judge,
2020).
Berdasarkan uraian tersebut, apat dipahami bahwa setiap jenis
pelatihan kerja memiliki karakteristik, metode, dan sasaran yang berbeda
sesuai dengan kebutuhan organisasi maupun tuntutan pekerjaan. Meskipun
demikian, seluruh jenis pelatihan pada dasarnya diarahkan untuk
mengembangkan kompetensi serta meningkatkan kemampuan kerja
23
karyawan. Melalui pelatihan yang sesuai, karyawan diharapkan mampu
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih baik serta
beradaptasi terhadap kebutuhan pekerjaan yang terus berkembang.
Berdasarkan uraian tersebut, pelatihan kerja dapat dipandang sebagai sarana
pengembangan sumber daya manusia yang membantu karyawan
meningkatkan kemampuan kerja sesuai dengan kebutuhan organisasi.
10
Melalui pelatihan yang tepat, karyawan diharapkan mampu bekerja secara
lebih efektif sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap
pencapaian tujuan perusahaan.
60
2.1.3.5 Dimensi dan Indikator Pelatihan Kerja
(Salas et al., 2021) menjelaskan bahwa pelatihan kerja merupakan
kegiatan yang dirancang secara sistematis untuk membantu peningkatan
kompetensi karyawan melalui berbagai aspek pengembangan yang relevan
dengan kebutuhan pekerjaan. Dimensi pelatihan kerja dalam penelitian ini
meliputi sebagai berikut:
24
Page 46 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 47 of 174 - Integrity Submission
2
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
1. Materi Pelatihan
Materi pelatihan merupakan isi atau bahan yang diberikan kepada
peserta pelatihan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan
agar dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan kerja karyawan
(Salas et al., 2021).
Indikator:
12
2

Kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan pekerjaan

Materi pelatihan membantu pemahaman tugas kerja
2. Metode Pelatihan
Metode pelatihan merupakan cara atau teknik yang digunakan dalam
menyampaikan materi pelatihan agar mudah dipahami dan mampu
meningkatkan keterampilan kerja peserta (Salas et al., 2021).
Indikator:

Metode pelatihan yang mudah dipahami oleh peserta

Metode pelatihan meningkatkan keterampilan kerja
3. Instruktur Pelatihan
Instruktur pelatihan merupakan pihak yang bertanggung jawab
dalam menyampaikan materi pelatihan, sehingga harus memiliki
kompetensi dan kemampuan komunikasi yang baik agar materi dapat
diterima dengan efektif oleh peserta (Salas et al., 2021).
Indikator:

Kompetensi
instruktur
dalam
menyampaikan
materi
pelatihan

Kejelasan instruktur dalam memberikan penjelasan
25
Page 47 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 48 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
4. Evaluasi Pelatihan
Evaluasi
pelatihan
merupakan
proses
penilaian
terhadap
pelaksanaan dan hasil pelatihan untuk mengetahui tingkat efektivitas
pelatihan dalam meningkatkan kompetensi karyawan (Salas et al.,
2021).
Indikator:

Evaluasi pelatihan mampu mengukur efektivitas pelatihan

Hasil evaluasi digunakan untuk meningkatkan kemampuan
kerja
2.1.4 Kedisiplinan Kerja (X2)
8
2.1.4.1 Pengertian Kedisiplinan Kerja
Kedisiplinan kerja mencerminkan sikap dan perilaku karyawan
8
dalam mematuhi berbagai ketentuan, prosedur, serta standar kerja yang
berlaku di organisasi. Tingkat kedisiplinan mencerminkan sejauh mana
10
karyawan memiliki komitmen dalam melaksanakan tugas serta tanggung
jawab yang diberikan serta kesediaannya untuk menjalankan pekerjaan
17
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penerapan disiplin kerja yang baik
mampu mewujudkan suasana kerja yang lebih tertata, terorganisasi, dan
kondusif sehingga proses pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung dengan
lancar. Selain itu, kedisiplinan juga berperan dalam meminimalkan
terjadinya penyimpangan yang dapat menghambat aktivitas organisasi.
36
Dengan demikian, disiplin kerja merupakan salah satu faktor utama yang
berperan dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi secara optimal.
18
Menurut (Robbins & Judge, 2020), disiplin kerja merupakan bentuk
kepatuhan karyawan terhadap aturan dan norma yang berlaku dalam
organisasi yang bertujuan untuk menjaga keteraturan dan efektivitas kerja.
29
Selain itu, menurut (Hasibuan, 2020), kedisiplinan kerja adalah kesadaran
26
Page 48 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 49 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
dan kesediaan seseorang dalam menaati semua peraturan perusahaan dan
norma-norma sosial yang berlaku.
Berdasarkan berbagai pandangan para ahli, kedisiplinan kerja dapat
dimaknai sebagai bentuk ketaatan karyawan terhadap berbagai ketentuan,
26
prosedur, serta tanggung jawab yang diterapkan dalam organisasi.
Kedisiplinan tercermin melalui kesediaan individu untuk menjalankan
pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan serta menjaga
konsistensi dalam pelaksanaan tugas. Tingkat disiplin kerja yang baik dapat
mendukung terciptanya suasana kerja yang lebih teratur dan mendukung
kelancaran proses operasional organisasi. Oleh karena itu, kedisiplinan
1
kerja menjadi salah satu faktor yang berkontribusi dalam meningkatkan
efektivitas pelaksanaan pekerjaan dan produktivitas karyawan.
2.1.4.2 Tujuan Kedisiplinan Kerja
Tujuan kedisiplinan kerja adalah untuk menciptakan keteraturan dan
ketertiban dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga aktivitas organisasi dapat
berjalan secara efektif dan efisien. Menurut Hasibuan (2019), disiplin kerja
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan karyawan dalam
mematuhi seluruh ketentuan serta norma yang diterapkan dalam organisasi.
Penerapan penerapan disiplin kerja secara konsisten mampu membantu
organisasi menciptakan situasi kerja yang lebih tertata serta mendukung
tercapainya target yang telah ditentukan. Melalui sikap kerja yang tertib
9
serta penuh tanggung jawab, proses operasional perusahaan dapat berjalan
secara lebih efektif dan efisien.
Adapun tujuan kedisiplinan kerja meliputi:

7
Menciptakan
keteraturan
dan
ketertiban
kerja,
yaitu
memastikan bahwa setiap aktivitas kerja berjalan sesuai dengan
aturan, prosedur, dan standar organisasi sehingga proses kerja
menjadi lebih terarah (Robbins & Judge, 2020).
27
Page 49 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 50 of 174 - Integrity Submission

Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Meningkatkan tanggung jawab karyawan, yaitu mendorong
karyawan agar melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan penuh
kesungguhan serta memiliki komitmen terhadap pekerjaan yang
dilakukan (Hasibuan, 2019).

Meningkatkan
efektivitas
dan
efisiensi
kerja,
yaitu
meminimalkan kesalahan kerja, keterlambatan, dan pelanggaran
aturan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal
(Dessler, 2020).
33

Mendukung pencapaian tujuan organisasi, yaitu menciptakan
kondisi kerja yang kondusif dan produktif sehingga organisasi
mampu mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan (Robbins
& Judge, 2020).
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan
kerja memiliki tujuan penting dalam menciptakan keteraturan kerja,
meningkatkan tanggung jawab karyawan, serta mendukung efektivitas dan
efisiensi organisasi secara keseluruhan.
2.1.4.3 Faktor yang mempengaruhi Kedisiplinan
59
Kedisiplinan kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan
dengan kondisi organisasi maupun karakteristik individu karyawan.
79
Menurut Hasibuan (2019), disiplin kerja tidak hanya terbentuk dari
kesadaran individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja,
kepemimpinan, serta sistem yang diterapkan dalam organisasi. Faktorfaktor tersebut berperan penting dalam membentuk perilaku kerja karyawan
agar mampu bekerja sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi kedisiplinan kerja meliputi:
28
Page 50 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 51 of 174 - Integrity Submission

Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kepemimpinan, yaitu kemampuan pemimpin dalam memberikan
arahan, pengawasan, serta keteladanan kepada karyawan sehingga
mampu mendorong terciptanya disiplin kerja dalam organisasi
(Robbins & Judge, 2020).

Lingkungan kerja, yaitu kondisi lingkungan kerja yang mencakup
suasana kerja, hubungan antar karyawan, serta fasilitas kerja yang
74
dapat memengaruhi kenyamanan dan kepatuhan karyawan dalam
bekerja (Hasibuan, 2019).

Sistem
penghargaan,
yaitu
pemberian
penghargaan
atau
kompensasi kepada karyawan yang mampu bekerja dengan disiplin
dan mencapai target kerja tertentu sehingga dapat meningkatkan
motivasi kerja karyawan (Dessler, 2020).

Kesadaran individu, yaitu kesadaran dan kemauan dari dalam diri
karyawan untuk mematuhi aturan, menjalankan tanggung jawab,
serta menjaga komitmen terhadap pekerjaan yang dilakukan
(Robbins & Judge, 2020).
Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, dapat dipahami
bahwa kedisiplinan kerja terbentuk melalui pengaruh berbagai faktor yang
berasal dari dalam diri karyawan maupun dari lingkungan kerja. Kedua
faktor tersebut saling berinteraksi dan berkontribusi dalam membentuk
sikap serta perilaku kerja yang sesuai dengan aturan organisasi. Tingkat
kedisiplinan yang baik tidak hanya bergantung pada kesadaran individu,
tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi dan dukungan yang diberikan oleh
7
organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu membangun lingkungan kerja
yang kondusif serta menerapkan sistem manajemen yang efektif untuk
mendorong terbentuknya disiplin kerja yang optimal di kalangan karyawan.
29
Page 51 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 52 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2.1.4.4 Bentuk Kedisiplinan Kerja
Bentuk kedisiplinan kerja merupakan perilaku nyata yang
ditunjukkan karyawan dalam mematuhi aturan dan melaksanakan tanggung
jawab kerja di lingkungan organisasi. Menurut Hasibuan (2019), Penerapan
disiplin kerja dalam organisasi dapat tercermin melalui perilaku karyawan
dalam mematuhi berbagai ketentuan yang berlaku selama menjalankan
pekerjaan. Bentuk kedisiplinan tersebut dapat terlihat dari kepatuhan
terhadap jam kerja, aturan organisasi, serta kesesuaian pelaksanaan tugas
dengan standar yang telah ditentukan. Perilaku kerja yang disiplin akan
mendukung terciptanya proses kerja yang lebih tertib sehingga aktivitas
organisasi dapat berjalan secara efektif.
Adapun bentuk kedisiplinan kerja meliputi:

Disiplin waktu, yaitu kepatuhan karyawan dalam menggunakan
waktu kerja secara tepat, seperti hadir tepat waktu, tidak
meninggalkan pekerjaan tanpa izin, serta menyelesaikan pekerjaan
38
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan (Robbins & Judge,
2020).

Disiplin terhadap peraturan, yaitu kepatuhan karyawan terhadap
berbagai aturan, prosedur, dan kebijakan yang berlaku dalam
organisasi guna menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas kerja
(Hasibuan, 2019).

58
Disiplin dalam pelaksanaan pekerjaan, yaitu kesungguhan dan
tanggung jawab karyawan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan standar operasional dan target kerja yang telah ditetapkan
organisasi (Dessler, 2020).
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, bentuk kedisiplinan kerja
65
menggambarkan tingkat ketaatan serta tanggung jawab karyawan dalam
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan organisasi. Kedisiplinan
30
Page 52 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 53 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
yang diterapkan secara konsisten dapat membantu mewujudkan suasana
kerja yang lebih teratur dan mendukung kelancaran aktivitas operasional
perusahaan. Selain itu, perilaku disiplin juga berperan dalam meningkatkan
efektivitas pelaksanaan pekerjaan sehingga tujuan organisasi dapat dicapai
30
dengan lebih optimal. Dengan demikian, kedisiplinan merupakan salah satu
faktor penting yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan sumber
daya manusia.
2.1.4.5 Dimensi dan Indikator Kedisiplinan Kerja
10
Menurut
(Robbins
&
Judge,
2020),
kedisiplinan
kerja
mencerminkan tingkat kepatuhan karyawan terhadap aturan dan norma
9
yang berlaku dalam organisasi. Dimensi kedisiplinan kerja dalam penelitian
ini meliputi sebagai berikut:
1. Kehadiran
Kehadiran merupakan tingkat kehadiran karyawan dalam
9
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jadwal kerja yang telah
19
ditentukan. Kehadiran yang baik menunjukkan komitmen karyawan
dalam menjalankan kewajiban kerja secara konsisten (Robbins &
Judge, 2020).
Indikator:

Tingkat kehadiran karyawan dalam memenuhi
kewajiban kerja

Kehadiran tepat waktu sesuai jadwal kerja
2. Kepatuhan terhadap Aturan
Kepatuhan terhadap aturan merupakan tingkat ketaatan
karyawan dalam mengikuti peraturan dan prosedur kerja yang
berlaku dalam organisasi. Kepatuhan ini mencerminkan kesadaran
31
Page 53 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 54 of 174 - Integrity Submission
19
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
karyawan dalam menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang
telah ditetapkan (Robbins & Judge, 2020).
Indikator:
1

Kepatuhan terhadap peraturan kerja

Kepatuhan terhadap prosedur kerja
3. Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu merupakan kemampuan karyawan dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Ketepatan waktu menunjukkan kedisiplinan dalam
mengelola waktu kerja secara efektif (Robbins & Judge, 2020).
Indikator:
8

Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan

Kemampuan mengatur waktu kerja
4. Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan kesadaran karyawan dalam
melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan dengan penuh
kesungguhan. Tanggung jawab mencerminkan komitmen terhadap
pekerjaan yang dilakukan (Robbins & Judge, 2020).
Indikator:

Tanggung jawab dalam melaksanakan tugas

Kesungguhan dalam bekerja
32
Page 54 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 55 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2.1.5 Produktivitas Kerja (Y)
60
2.1.5.1 Pengertian Produktivitas Kerja
43
Produktivitas kerja dapat diartikan sebagai perbandingan antara
hasil kerja yang dihasilkan dengan sumber daya yang digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan (Heizer et al., 2020b) Produktivitas mencerminkan
kapasitas individu maupun organisasi dalam menghasilkan kinerja secara
efektif dan efisien melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara
maksimal.
Menurut
(Heizer et
al., 2020b)produktivitas kerja
diukur
berdasarkan rasio antara hasil kerja yang diperoleh dan sumber daya yang
dimanfaatkan, sehingga menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi
dalam proses produksi. Selain itu, menurut (Robbins & Judge, 2020),
produktivitas kerja merupakan ukuran kinerja yang menunjukkan seberapa
efektif dan efisien karyawan dalam menghasilkan output yang berkualitas
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan organisasi.
Berdasarkan berbagai pandangan para ahli, produktivitas kerja dapat
dimaknai sebagai kemampuan individu dalam menghasilkan hasil kerja
yang optimal melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara tepat.
Produktivitas mencerminkan tingkat efektivitas dan efisiensi dalam
pelaksanaan pekerjaan sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan
lebih baik. Selain berkaitan dengan hasil yang diperoleh, produktivitas juga
menunjukkan kemampuan karyawan dalam memanfaatkan waktu, tenaga,
dan berbagai sumber daya lainnya secara maksimal. Oleh karena itu, tingkat
produktivitas yang tinggi menjadi indikator penting dalam menilai
keberhasilan pelaksanaan pekerjaan serta pencapaian tujuan organisasi.
2.1.5.2 Tujuan Produktivitas Kerja
Produktivitas kerja memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas
dan efisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga organisasi mampu
mencapai hasil kerja yang optimal. Menurut Heizer et al. (2020),
33
Page 55 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 56 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
produktivitas kerja berkaitan dengan kemampuan organisasi maupun
individu dalam menghasilkan output yang maksimal dengan penggunaan
sumber daya yang efisien. Produktivitas kerja yang tinggi akan membantu
organisasi meningkatkan kualitas kerja serta memperkuat daya saing
organisasi.
Adapun tujuan produktivitas kerja meliputi:

Meningkatkan efisiensi kerja, yaitu penggunaan waktu, tenaga,
dan sumber daya secara optimal sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan dengan lebih efektif (Heizer et al., 2020).

Meningkatkan kualitas hasil kerja, yaitu menghasilkan pekerjaan
yang sesuai dengan standar dan target yang telah ditetapkan
65
organisasi sehingga mampu meminimalkan kesalahan kerja
(Robbins & Judge, 2020).

Meningkatkan daya saing organisasi, yaitu menciptakan kinerja
organisasi yang lebih baik melalui peningkatan kemampuan dan
produktivitas karyawan sehingga organisasi mampu bersaing
dengan organisasi lainnya (Dessler, 2020).

Mendukung pencapaian tujuan organisasi, yaitu membantu
organisasi mencapai target produksi, pelayanan, maupun tujuan
strategis lainnya secara optimal dan berkelanjutan (Heizer et al.,
2020).
Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, dapat dipahami
43
bahwa produktivitas kerja tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan
jumlah hasil kerja yang dicapai. Produktivitas juga berkaitan dengan
74
kemampuan organisasi dalam memanfaatkan berbagai sumber daya yang
dimiliki secara efektif dan efisien untuk menghasilkan kinerja yang optimal.
Selain itu, peningkatan produktivitas berkontribusi terhadap perbaikan
kualitas hasil kerja yang dihasilkan oleh karyawan maupun organisasi
34
Page 56 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 57 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
secara keseluruhan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat
kemampuan organisasi dalam menghadapi persaingan dan mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan produktivitas kerja
mencakup peningkatan hasil kerja, efektivitas penggunaan sumber daya,
serta penguatan kualitas dan daya saing organisasi secara menyeluruh.
2.1.5.3 Faktor yang mempengaruhi Produktivitas
Produktivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan
59
dengan kemampuan individu maupun kondisi lingkungan kerja dalam
organisasi. Menurut Heizer et al. (2020), produktivitas kerja dipengaruhi
oleh kualitas sumber daya manusia, sistem kerja, serta faktor pendukung
lainnya yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Faktor32
faktor tersebut memiliki peran penting dalam menentukan tingkat
keberhasilan karyawan dalam menghasilkan output kerja yang optimal.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja meliputi:
32

Kompetensi, yaitu kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan
yang dimiliki karyawan dalam melaksanakan pekerjaan sehingga
mampu menghasilkan kinerja yang optimal (Dessler, 2020).
14

Disiplin kerja, yaitu tingkat kepatuhan dan tanggung jawab
karyawan terhadap aturan dan standar kerja yang berlaku sehingga
pekerjaan dapat dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu
(Hasibuan, 2019).

Lingkungan kerja, yaitu kondisi fisik maupun nonfisik di
lingkungan organisasi yang dapat memengaruhi kenyamanan,
motivasi, dan semangat kerja karyawan (Robbins & Judge, 2020).

12
Pelatihan kerja, yaitu proses pengembangan kemampuan kerja
karyawan melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan yang
relevan
dengan
pekerjaan
sehingga
mampu
meningkatkan
efektivitas kerja dan produktivitas karyawan (Noe, 2020).
35
Page 57 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 58 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa produktivitas
66
kerja dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal yang saling
berkaitan dalam mendukung efektivitas kerja karyawan. Oleh karena itu,
organisasi perlu memperhatikan pengembangan kompetensi, kedisiplinan,
31
lingkungan kerja, serta pelatihan kerja untuk meningkatkan produktivitas
kerja secara optimal.
31
2.1.5.4 Dimensi dan Indikator Produktivitas Kerja
2
Menurut (Heizer et al., 2020b), produktivitas kerja merupakan
perbandingan antara output yang dihasilkan dengan input yang digunakan
dalam proses kerja, yang mencerminkan tingkat efektivitas dan efisiensi
31
kerja karyawan. Dimensi produktivitas kerja dalam penelitian ini meliputi
sebagai berikut:
1. Kuantitas Kerja
14
Kuantitas kerja merupakan jumlah output yang dihasilkan oleh
karyawan dalam periode tertentu sebagai hasil dari aktivitas kerja yang
dilakukan (Heizer et al., 2020b).
Indikator:
14

Jumlah output kerja yang dihasilkan oleh karyawan

Kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai target jumlah
2. Kualitas Kerja
Kualitas kerja mencerminkan tingkat kesesuaian hasil pekerjaan
dengan standar yang telah ditetapkan oleh organisasi (Heizer et al.,
2020b).
Indikator:
12

Kualitas hasil kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan

Tingkat kesalahan kerja yang rendah
36
Page 58 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 59 of 174 - Integrity Submission
1
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3. Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu merupakan kemampuan karyawan dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
(Heizer et al., 2020b).
Indikator:

Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai
target

Kecepatan kerja tanpa mengurangi kualitas
4. Efisiensi Kerja
1
Efisiensi kerja menunjukkan kemampuan karyawan dalam
menggunakan sumber daya secara optimal untuk menghasilkan output
yang maksimal (Heizer et al., 2020b).
Indikator:

Efisiensi dalam penggunaan sumber daya kerja

Penggunaan waktu kerja secara efektif
2.2 Kajian Penelitian Terdahulu (Studi Empiris)
Kajian penelitian terdahulu atau studi empiris dalam penelitian ini dilakukan
untuk menelaah berbagai hasil penelitian yang memiliki keterkaitan dengan
29
variabel pelatihan kerja, disiplin kerja, serta produktivitas karyawan. Berbagai
penelitian terdahulu digunakan sebagai sumber rujukan untuk memperoleh
gambaran mengenai temuan empiris yang telah dihasilkan oleh peneliti terdahulu.
Selain itu, kajian tersebut berperan dalam memperkuat dasar empiris penelitian
serta membantu mengidentifikasi kesamaan maupun perbedaan dengan penelitian
yang akan dilakukan. Hasil telaah penelitian terdahulu juga menjadi landasan dalam
menyusun kerangka pemikiran yang menggambarkan hubungan antarvariabel yang
37
Page 59 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 60 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
diteliti. Dengan demikian, kajian empiris memiliki peran yang sangat penting dalam
mendukung arah serta pengembangan penelitian secara sistematis.
Tabel II.1 Penelitian Terdahulu
8
No
1
27
38
Nama
Judul
Metode
Hasil
Peneliti
Penelitian
Penelitian
Penelitian
Gap Penelitian
Pricilla &
Pengaruh
Kuantitatif, Pelatihan kerja Fokus pada
Octaviani
pelatihan
regresi
dan disiplin
karyawan tetap,
(2022)
kerja dan
linear
kerja
belum mengkaji
disiplin kerja
berpengaruh
tenaga outsourcing
terhadap
signifikan
di sektor farmasi
produktivitas
terhadap
kerja
produktivitas
karyawan PT
kerja
Mitra Mas
29
52
2
Mutiara &
Pengaruh
Kuantitatif, Pelatihan dan
Objek penelitian
Kusumayadi pelatihan dan
analisis
disiplin kerja
instansi
(2025)
regresi
berpengaruh
pemerintah, belum
terhadap
positif
pada sektor industri
produktivitas
terhadap
farmasi
kerja pegawai
produktivitas
BKD
kerja
disiplin kerja
Kabupaten
Bima
38
Page 60 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 61 of 174 - Integrity Submission
22
3
22
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Syahrian &
Effect of
Kuantitatif, Disiplin kerja
Prakoso
work training, regresi
dan pelatihan
kinerja, belum
(2023)
motivation,
berpengaruh
spesifik pada
and discipline
signifikan
produktivitas kerja
on employee
terhadap
performance
kinerja
berganda
Variabel dependen
karyawan
4
Asghar et
Outsourcing
Kuantitatif, Praktik
Tidak membahas
al. (2025)
practices and
SEM
outsourcing
secara spesifik
organizational
berpengaruh
pelatihan dan
efficiency
terhadap
disiplin kerja
efisiensi
sebagai variabel
organisasi
utama
melalui
produktivitas
52
17
5
Putri,
Pengaruh
Kuantitatif, Pelatihan dan
Menggunakan
Yulasmi, &
pelatihan
path
disiplin
variabel
Sari (2025)
kerja dan
analysis
berpengaruh
intervening, tidak
disiplin kerja
positif
fokus langsung
terhadap
terhadap
pada hubungan
produktivitas
produktivitas
sederhana
dengan
melalui
kompetensi
kompetensi
sebagai
variabel
intervening
39
Page 61 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 62 of 174 - Integrity Submission
6
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Maliha et al. Impacts of
Kuantitatif, Praktik
Tidak spesifik pada
(2025)
SEM
MSDM
disiplin kerja dan
practices on
termasuk
konteks
workers’
pelatihan
outsourcing
performance
berpengaruh
HRM
terhadap
kinerja dan
produktivitas
Berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji hubungan antara pelatihan
20
kerja, kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja pada berbagai jenis organisasi.
20
60
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pricilia dan Octaviani (2022) menunjukkan
bahwa pelatihan kerja dan disiplin kerja memiliki kontribusi terhadap peningkatan
22
produktivitas karyawan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan
46
kompetensi melalui pelatihan yang didukung oleh penerapan disiplin kerja yang
baik dapat membantu meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan.
44
Penelitian (Mutiara & Kusumayadi, 2025) juga menunjukkan adanya
hubungan positif antara pelatihan kerja, disiplin kerja, dan produktivitas pegawai.
Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi yang
diperoleh melalui pelatihan dapat mendukung kemampuan pegawai dalam
63
melaksanakan pekerjaan. Di sisi lain, penerapan disiplin kerja yang baik membantu
menciptakan konsistensi dalam pelaksanaan tugas sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan organisasi.
18
(Syahrian & Prakoso, 2023) menemukan bahwa pelatihan kerja dan disiplin
kerja memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan. Meskipun
penelitian tersebut menggunakan kinerja sebagai variabel dependen, hasil yang
diperoleh tetap relevan karena kinerja dan produktivitas sama-sama berkaitan
dengan efektivitas pelaksanaan pekerjaan. Temuan tersebut memperkuat
40
Page 62 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 63 of 174 - Integrity Submission
23
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
pandangan bahwa pengembangan kompetensi dan penerapan disiplin kerja
memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian hasil kerja yang optimal.
7
Selain itu, penelitian oleh Asghar et al. (2025) menunjukkan bahwa praktik
outsourcing berpengaruh terhadap efisiensi organisasi melalui peningkatan
7
produktivitas karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa tenaga kerja outsourcing
memiliki peran penting dalam mendukung operasional perusahaan, meskipun tidak
secara spesifik membahas pelatihan dan disiplin kerja.
7
(Putri et al., 2025) menemukan bahwa pelatihan kerja dan disiplin kerja
memiliki hubungan dengan peningkatan produktivitas melalui kompetensi
karyawan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi berperan sebagai
19
mekanisme yang memperkuat pengaruh pelatihan dan disiplin kerja terhadap
produktivitas. Dengan kata lain, peningkatan kemampuan dan keterampilan
karyawan dapat membantu mengoptimalkan dampak pelatihan dan kedisiplinan
terhadap hasil kerja yang dicapai.
22
(Maliha et al., 2025) menjelaskan bahwa penerapan praktik manajemen
sumber daya manusia yang efektif dapat mendukung peningkatan kinerja dan
10
produktivitas tenaga kerja. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa
pengelolaan sumber daya manusia yang dilakukan secara terarah, termasuk melalui
pengembangan kompetensi karyawan, berkontribusi terhadap peningkatan
efektivitas kerja dan kualitas hasil pekerjaan.
22
Berdasarkan kajian terhadap penelitian terdahulu, dapat dipahami bahwa
pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja termasuk faktor yang memiliki keterkaitan
12
dengan produktivitas kerja karyawan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa
pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja termasuk faktor yang kemampuan kerja,
efektivitas pelaksanaan tugas, serta pencapaian hasil kerja yang lebih optimal.
Meskipun demikian, kajian yang secara khusus meneliti tenaga kerja outsourcing
10
pada industri farmasi masih relatif terbatas. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian
27
ini dilaksanakan untuk menambah bukti empiris terkait keterkaitan pelatihan kerja
41
Page 63 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 64 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
dan kedisiplinan kerja terhadap produktivitas karyawan outsourcing PT SABIL
HUDA UTAMA yang ditempatkan pada bagian pengemasan di PT Bio Farma.
2.3 Kerangka Pemikiran
Produktivitas kerja karyawan outsourcing pada bagian pengemasan di PT
Bio Farma menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini, karena masih
ditemukan ketidaksesuaian perilaku kerja, pelaksanaan prosedur, serta kondisi
operasional yang belum optimal sebagaimana ditunjukkan oleh temuan Quality
Assurance. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa efektivitas kerja belum
sepenuhnya tercapai secara konsisten, sehingga berpotensi memengaruhi
32
kelancaran proses produksi. Secara teoretis, produktivitas kerja mencerminkan
kemampuan individu dalam menghasilkan hasil kerja secara efektif dan efisien
10
yang dipengaruhi oleh beragam faktor, baik yang berasal dari dalam maupun luar
individu.
Berdasarkan kajian teoritis yang telah diuraikan, pelatihan kerja serta
kedisiplinan kerja merupakan dua faktor yang memiliki keterkaitan dengan
produktivitas kerja karyawan. Pelatihan kerja berperan dalam meningkatkan
33
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan
63
pekerjaan secara efektif. Sementara itu, kedisiplinan kerja menggambarkan tingkat
ketaatan karyawan terhadap berbagai ketentuan dan standar kerja yang diterapkan
dalam organisasi. Kombinasi antara kompetensi yang memadai dan perilaku kerja
yang disiplin dapat mendukung terciptanya pelaksanaan pekerjaan yang lebih
38
efektif sehingga produktivitas kerja dapat meningkat. Oleh karena itu, dalam
9
penelitian ini pelatihan kerja serta kedisiplinan kerja digunakan sebagai variabel
independen untuk menganalisis pengaruhnya terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing.
40
12
2.3.1 Pengaruh Pelatihan Kerja terhadap Produktivitas Kerja
Pelatihan kerja merupakan salah satu bentuk pengembangan sumber
daya manusia yang bertujuan meningkatkan kemampuan karyawan dalam
melaksanakan pekerjaan. Melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan
42
Page 64 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 65 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
pekerjaan, karyawan dapat memperoleh tambahan pengetahuan dan
keterampilan yang mendukung pelaksanaan tugas secara lebih efektif.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu membantu karyawan
mencapai hasil kerja yang lebih baik serta mendukung peningkatan
produktivitas dalam organisasi.(Noe, 2020).
Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pelatihan kerja
memiliki keterkaitan dengan peningkatan produktivitas kerja karyawan.
(Salas et al., 2021) menjelaskan bahwa pelatihan yang dirancang dan
dilaksanakan secara efektif dapat membantu meningkatkan kompetensi
71
tenaga kerja melalui pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan
9
kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Temuan tersebut sejalan
7
dengan hasil penelitian (Putri et al., 2025) yang menemukan bahwa
pelatihan kerja memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan
produktivitas pegawai. Selain itu, (Mutiara & Kusumayadi, 2025) juga
mengemukakan bahwa pelaksanaan pelatihan yang tepat dapat mendukung
pengembangan kompetensi karyawan sehingga membantu meningkatkan
produktivitas dalam pelaksanaan pekerjaan.
Berdasarkan uraian teoritis dan hasil penelitian terdahulu, pelatihan
26
kerja dapat dipandang sebagai salah satu faktor yang berperan dalam
meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Melalui pelatihan, karyawan
12
memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang relevan
dengan tuntutan pekerjaan sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan
secara lebih efektif. Kompetensi yang semakin baik akan membantu
karyawan mencapai hasil kerja yang optimal dan mendukung pencapaian
38
tujuan organisasi. Dengan demikian, pelatihan kerja diduga memiliki
pengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawa
18
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan kerja
memiliki kontribusi yang penting dalam meningkatkan produktivitas kerja
karyawan.
Melalui
pelatihan,
karyawan
dapat
mengembangkan
43
Page 65 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 66 of 174 - Integrity Submission
33
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan secara lebih efektif dan efisien. Peningkatan
kompetensi tersebut memungkinkan karyawan menghasilkan kinerja yang
74
lebih baik sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara optimal. Oleh
karena itu, pelatihan kerja diduga memiliki pengaruh positif terhadap
produktivitas kerja karyawan.
29
2.3.2 Pengaruh Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas Kerja
Kedisiplinan kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi
8
produktivitas kerja karyawan. Kedisiplinan kerja mencerminkan tingkat
kepatuhan karyawan terhadap aturan, prosedur, serta waktu kerja yang
berlaku dalam organisasi. Karyawan yang memiliki tingkat kedisiplinan
yang tinggi akan menunjukkan perilaku kerja yang konsisten, bertanggung
11
jawab, serta mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan (Robbins & Judge, 2020).
Menurut (Hasibuan, 2020), menjelaskan bahwa disiplin kerja
memiliki peranan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan pekerjaan
karena mendorong karyawan untuk mematuhi aturan dan menjalankan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Temuan tersebut didukung oleh
berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya hubungan antara
17
kedisiplinan kerja dan produktivitas karyawan. (Putri et al., 2025)
menemukan bahwa disiplin kerja berkontribusi terhadap peningkatan
produktivitas pegawai, sedangkan (Mutiara & Kusumayadi, 2025)
46
menunjukkan bahwa penerapan disiplin kerja yang baik dapat mendukung
pencapaian hasil kerja yang lebih optimal.
Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian terdahulu,
kedisiplinan kerja dapat dipandang sebagai faktor yang berkontribusi
63
terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan. Kepatuhan terhadap
aturan, tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan, serta konsistensi
dalam menjalankan tugas dapat membantu menciptakan proses kerja yang
44
Page 66 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 67 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
lebih efektif dan terarah. Oleh karena itu, semakin baik tingkat kedisiplinan
40
yang dimiliki karyawan, semakin besar peluang tercapainya produktivitas
kerja yang optimal.
2.3.3 Pengaruh Pelatihan Kerja dan Kedisiplinan Kerja terhadap
Produktivitas Kerja
7
Pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja merupakan dua faktor yang
saling mendukung dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja
karyawan. Pelatihan kerja berperan dalam mengembangkan kompetensi
yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif, sedangkan
kedisiplinan kerja membantu memastikan bahwa kompetensi tersebut
diterapkan secara konsisten sesuai dengan ketentuan organisasi. Kombinasi
57
antara kemampuan kerja yang memadai dan perilaku kerja yang disiplin
dapat menciptakan proses kerja yang lebih efektif sehingga produktivitas
karyawan dapat meningkat.
12
Berbagai penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa pelatihan
kerja dan kedisiplinan kerja memiliki keterkaitan dengan produktivitas
22
kerja. (Salas et al., 2021) menjelaskan bahwa pelatihan yang efektif dapat
membantu meningkatkan kompetensi dan kualitas kinerja karyawan. Selain
61
itu, (Putri et al., 2025) menemukan bahwa pelatihan kerja dan disiplin kerja
50
berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pegawai. Temuan
tersebut diperkuat oleh penelitian (Mutiara & Kusumayadi, 2025) yang
menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi melalui pelatihan serta
46
penerapan disiplin kerja yang baik dapat mendukung pencapaian hasil kerja
yang lebih optimal.
Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian terdahulu, pelatihan
46
kerja dan kedisiplinan kerja diduga memiliki pengaruh terhadap
produktivitas kerja karyawan. Oleh karena itu, kedua variabel tersebut
digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kerangka pemikiran dan
pengembangan hipotesis penelitian.
45
Page 67 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 68 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Gambar II.1 Kerangka Pemikiran
44
Uraian teoritis yang telah dipaparkan sebelumnya menunjukkan
adanya hubungan antara pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan produktivitas
kerja. Hubungan tersebut kemudian disajikan dalam bentuk kerangka
pemikiran untuk memberikan gambaran mengenai arah keterkaitan
antarvariabel yang diteliti. Dalam penelitian ini, pelatihan kerja dan
kedisiplinan kerja diposisikan sebagai faktor yang diduga memengaruhi
produktivitas kerja karyawan outsourcing baik secara individu maupun secara
bersama-sama.
Untuk memperjelas hubungan yang akan diuji, kerangka pemikiran
tersebut kemudian dituangkan ke dalam paradigma penelitian yang
menunjukkan arah pengaruh antarvariabel dalam penelitian ini.
46
Page 68 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 69 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Gambar II.2 Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian disusun untuk menggambarkan hubungan
9
konseptual antara variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini, pelatihan kerja
9
(X1) dan kedisiplinan kerja (X2) berperan sebagai variabel independen yang
diduga memiliki pengaruh terhadap produktivitas kerja (Y) sebagai variabel
dependen. Hubungan tersebut diuji baik secara parsial maupun secara
simultan guna mengetahui kontribusi masing-masing variabel terhadap
produktivitas kerja karyawan.
Pengaruh parsial ditunjukkan oleh hubungan langsung antara
38
pelatihan kerja terhadap produktivitas kerja (H1) dan kedisiplinan kerja
terhadap produktivitas kerja (H2). Sementara itu, pengaruh simultan
38
ditunjukkan oleh hubungan pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara
bersama-sama terhadap produktivitas kerja (H3).
Berdasarkan paradigma penelitian tersebut, maka dapat dirumuskan
hipotesis penelitian yang akan diuji pada bagian selanjutnya.
2.4 Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap hubungan antar variabel
yang masih harus diuji kebenarannya secara empiris melalui penelitian. Hipotesis
disusun berdasarkan landasan teori serta kerangka pemikiran yang telah diuraikan
sebelumnya (Sugiyono, 2021). Selain itu, hipotesis juga merupakan prediksi yang
47
Page 69 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 70 of 174 - Integrity Submission
9
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
dibuat peneliti mengenai hubungan antar variabel yang akan diuji dalam penelitian
kuantitatif (Creswell & Creswell, 2018).
Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dijelaskan, maka dapat
30
dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut:
H1:
Pelatihan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan
outsourcing.
H2:
Kedisiplinan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing.
40
H3:
Pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara simultan berpengaruh positif
terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing.
48
Page 70 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 71 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
BAB III
14
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan unsur yang menjadi pusat perhatian dalam
58
suatu penelitian karena berkaitan langsung dengan masalah yang akan diteliti dan
dianalisis. Objek tersebut dapat berupa individu, kelompok, organisasi, maupun
fenomena tertentu yang dipilih sesuai dengan tujuan dan ruang lingkup penelitian.
Melalui objek penelitian, peneliti dapat memperoleh berbagai informasi dan data
yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan penelitian. Pemilihan objek yang
tepat sangat penting agar data yang diperoleh relevan dengan fokus kajian yang
dilakukan. Oleh karena itu, objek penelitian menjadi salah satu komponen utama
yang mendukung tercapainya tujuan penelitian secara sistematis dan terarah.
Dalam penelitian ini, objek penelitian adalah karyawan outsourcing PT
Sabil Huda Utama yang ditempatkan pada bagian pengemasan di PT Bio Farma.
18
Pemilihan objek penelitian ini didasarkan pada relevansinya dengan variabel yang
diteliti, yaitu pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja.
PT Bio Farma merupakan salah satu perusahaan farmasi milik negara yang
berfokus pada produksi vaksin dan produk bioteknologi. Perusahaan ini memiliki
peranan penting dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional melalui
penyediaan vaksin dan berbagai produk kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, PT Bio Farma juga berkontribusi
dalam penyediaan vaksin untuk pasar internasional. Dalam menjalankan kegiatan
operasionalnya, perusahaan menerapkan standar mutu yang ketat serta berpedoman
pada berbagai regulasi internasional guna memastikan kualitas dan keamanan
produk yang dihasilkan. Proses produksi yang berlangsung di PT Bio Farma
melibatkan berbagai tahapan yang saling terhubung dan terintegrasi, sehingga
26
memerlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi,
49
Page 71 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 72 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
kedisiplinan, dan produktivitas kerja yang tinggi agar seluruh aktivitas operasional
dapat berjalan secara optimal.
Selain itu, tenaga kerja yang digunakan dalam mendukung aktivitas
operasional tersebut sebagian berasal dari perusahaan outsourcing, yaitu PT Sabil
Huda Utama. PT Sabil Huda Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
penyedia jasa tenaga kerja outsourcing yang bekerja sama dengan berbagai
perusahaan, termasuk PT Bio Farma. Perusahaan ini berperan dalam menyediakan
tenaga kerja yang ditempatkan pada berbagai bagian operasional sesuai dengan
kebutuhan perusahaan pengguna. Dalam praktiknya, PT Sabil Huda Utama
bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi tenaga kerja, termasuk proses
rekrutmen, pelatihan, serta pengawasan kinerja karyawan outsourcing agar dapat
32
bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan pengguna.
Penelitian ini secara khusus dilakukan pada bagian pengemasan di PT Bio
Farma. Bagian pengemasan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses
produksi farmasi karena merupakan tahap akhir sebelum produk didistribusikan
kepada masyarakat. Pada tahap ini, karyawan dituntut untuk bekerja secara teliti,
disiplin, dan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku, karena kesalahan
dalam proses pengemasan dapat berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan.
Oleh karena itu, produktivitas kerja pada bagian ini menjadi faktor penting dalam
mendukung kelancaran proses produksi secara keseluruhan.
Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah karyawan outsourcing yang
ditempatkan oleh PT Sabil Huda Utama di PT Bio Farma. Berdasarkan data yang
diperoleh, jumlah keseluruhan karyawan outsourcing yang ditempatkan di PT Bio
Farma sebanyak 1.255 karyawan, sedangkan jumlah karyawan outsourcing yang
bekerja pada bagian pengemasan sebanyak 188 orang. Hal ini menunjukkan bahwa
bagian pengemasan merupakan salah satu unit kerja yang memiliki jumlah tenaga
kerja yang cukup signifikan dalam mendukung aktivitas operasional perusahaan.
Oleh karena itu, bagian pengemasan dipilih sebagai fokus penelitian karena
50
Page 72 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 73 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
memiliki karakteristik pekerjaan yang relevan dengan variabel pelatihan kerja,
kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja.
56
3.2 Jenis dan Metode Penelitian
Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan
36
pendekatan asosiatif kausal. Metode kuantitatif merupakan pendekatan penelitian
yang berlandaskan filsafat positivisme serta digunakan untuk menelaah populasi
maupun sampel tertentu melalui pengumpulan serta analisis data yang berbentuk
66
angka guna menguji hipotesis yang telah disusun sebelumnya. (Sugiyono, 2021).
Pendekatan asosiatif kausal dipilih karena penelitian ini ditujukan untuk
menganalisis hubungan kausal antara variable yang diteliti. Dalam studi ini,
variabel independen terdiri atas pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja, sedangkan
variabel dependen yang menjadi fokus penelitian adalah produktivitas kerja
7
karyawan. Melalui pendekatan tersebut, penelitian diharapkan mampu memberikan
gambaran empiris terkait pengaruh pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja terhadap
produktivitas karyawan.
63
Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian eksplanatori, yaitu
penelitian yang dilakukan untuk menerangkan hubungan sebab-akibat antara
variabel melalui pengujian hipotesis yang telah dirumuskan. Penelitian eksplanatori
9
digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai
66
keterkaitan antarvariabel yang diteliti berdasarkan data empiris. Dalam penelitian
ini, pendekatan asosiatif kausal dipilih karena bertujuan untuk menganalisis
hubungan yang terjadi antara variabel independen dan variabel dependen secara
terukur. Melalui pendekatan tersebut, hubungan antarvariabel dapat diuji secara
sistematis guna mengetahui adanya pengaruh yang bersifat kausal. Dengan
demikian, penggunaan pendekatan asosiatif kausal dinilai sesuai dengan tujuan
penelitian yang berfokus pada pengujian hubungan antarvariabel secara empiris
(Creswell & Creswell, 2018).
Penelitian ini menggunakan metode survei sebagai teknik pengumpulan
data. Metode survei merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan
51
Page 73 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 74 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
mengumpulkan data dari responden melalui instrumen penelitian untuk
memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian (Sugiyono, 2021).
22
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disusun
berdasarkan variabel pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja.
Pengukuran jawaban responden dilakukan menggunakan skala Likert karena skala
ini mampu menggambarkan sikap, pendapat, serta persepsi individu terhadap suatu
pernyataan secara sistematis. Selain itu, penggunaan skala Likert memudahkan
proses kuantifikasi data sehingga dapat dianalisis secara statistik sesuai dengan
tujuan penelitian. Oleh karena itu, skala Likert dipilih sebagai alat ukur yang
dianggap sesuai untuk memperoleh data mengenai persepsi responden terhadap
variabel yang diteliti (Creswell & Creswell, 2018).
Pemilihan pendekatan kuantitatif melalui metode survei pada penelitian ini
50
didasarkan berdasarkan tujuan penelitian yang berfokus pada pengujian hubungan
serta pengaruh antarvariabel secara objektif serta terukur. Melalui penggunaan data
kuantitatif yang dianalisis dengan teknik statistik, penelitian ini diharapkan dapat
29
menghasilkan bukti empiris terkait pengaruh pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
terhadap produktivitas karyawan outsourcing. Pendekatan tersebut memungkinkan
peneliti untuk memperoleh hasil dapat diukur serta dianalisis secara terstruktur
sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Selain menghasilkan temuan
2
empiris, penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap
pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang manajemen sumber daya
2
manusia. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi studi
selanjutnya yang mengkaji upaya upaya peningkatan produktivitas kerja melalui
59
pengelolaan sumber daya manusia yang efektif
3.3 Data dan Sumber Data
8
Penelitian ini memanfaatkan data kuantitatif yang disajikan dalam bentuk
numerik dan diperoleh melalui proses pengukuran terhadap variabel penelitian.
7
Penggunaan data kuantitatif dipilih karena sesuai dengan karakteristik penelitian
yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh antarvariabel secara objektif dan
52
Page 74 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 75 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
terukur. Data yang diperoleh selanjutnya dapat diolah menggunakan teknik analisis
statistik untuk menghasilkan informasi yang mendukung pengujian terhadap
hipotesis penelitian. Pada penelitian ini, data kuantitatif dimanfaatkan untuk
menganalisis hubungan antara pelatihan kerja serta kedisiplinan kerja dengan
produktivitas karyawan. Dengan demikian, penggunaan data kuantitatif dinilai
tepat untuk memberikan gambaran empiris mengenai pengaruh variabel bebas
terhadap variabel terikat yang diteliti. Bentuk data yang dihimpun pada penelitian
ini berupa skor hasil kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert, sehingga
memungkinkan dilakukan pengolahan statistik untuk menguji hubungan antar
variabel (Sugiyono, 2021).
Sumber data merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan informasi
7
yang berkaitan dengan penelitian. Dalam studi ini, sumber data terdiri dari sumber
23
data primer serta sumber data sekunder.
Data primer dikumpulkan secara langsung dari responden melalui
penyebaran kuesioner kepada karyawan outsourcing PT Sabil Huda Utama yang
ditempatkan pada bagian pengemasan di PT Bio Farma. Data ini mencerminkan
pandangan responden mengenai variabel pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan
produktivitas kerja.
23
Data sekunder dikumpulkan dari dokumen perusahaan, laporan Quality
Assurance (QA), serta data jumlah karyawan yang menunjukkan bahwa terdapat
1.255 karyawan outsourcing di PT Bio Farma, dengan 188 orang di bagian
pengemasan. Data ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan populasi
penelitian serta memperkuat analisis yang dilakukan. Pemanfaatan data primer serta
data sekunder secara bersamaan bertujuan dengan tujuan untuk meningkatkan
keakuratan dan keterpercayaan hasil penelitian.
53
Page 75 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 76 of 174 - Integrity Submission
60
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3.4 Populasi dan Sampel Penelitian
3.4.1 Populasi
62
Populasi dapat diartikan sebagai wilayah generalisasi yang
mencakup objek atau subjek dengan karakteristik serta kualitas tertentu
yang ditentukan oleh peneliti untuk dikaji dan selanjutnya diambil
kesimpulannya. (Sugiyono, 2021).
31
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh
karyawan outsourcing PT Sabil Huda Utama yang ditempatkan pada bagian
pengemasan di PT Bio Farma. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah
karyawan outsourcing pada bagian pengemasan sebanyak 188 orang.
Populasi tersebut dipilih karena mempunyai karakteristik yang sejalan
dengan tujuan penelitian, yaitu karyawan yang berpartisipasi secara
langsung dalam kegiatan operasional pengemasan sehingga dinilai relevan
untuk dianalisis dalam kaitannya dengan pelatihan kerja, kedisiplinan kerja,
dan produktivitas kerja.
73
3.4.2 Teknik Penentuan Besar Sampel
Sampel merupakan sebagian anggota populasi yang dipilih untuk
mewakili karakteristik populasi dalam suatu penelitian. Menurut (Sugiyono,
1
2021), sampel merupakan sebagian dari jumlah serta karakteristik populasi
yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Penggunaan sampel
memungkinkan peneliti memperoleh informasi yang dapat menggambarkan
kondisi populasi tanpa perlu meneliti seluruh anggota populasi secara
keseluruhan. Oleh karena itu, penentuan sampel perlu dilakukan secara tepat
agar data yang diperoleh dapat mewakili karakteristik populasi yang diteliti.
Dengan demikian, sampel memiliki peran penting dalam mendukung
ketepatan dan validitas hasil penelitian..
69
Dalam penelitian ini, teknik penentuan besar sampel menggunakan
rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 5%.
54
Page 76 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 77 of 174 - Integrity Submission
66
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Rumus Slovin digunakan untuk menentukan ukuran sampel dari populasi
yang telah diketahui jumlahnya sehingga sampel yang diambil dapat
mewakili populasi secara proporsional. Penggunaan margin of error sebesar
5% dipilih karena dianggap mampu memberikan tingkat ketelitian yang
cukup tinggi serta menjaga validitas dan reliabilitas hasil penelitian
(Creswell & Creswell, 2018).
39
Adapun rumus Slovin yang digunakan adalah sebagai berikut:
𝑛=
Keterangan:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = tingkat kesalahan (5% atau 0,05)
30
Perhitungan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
𝑛=
188
1 + 188(0.05 )
𝑛=
188
1 + 188(0.0025)
𝑛=
188
1 + 0.47
𝑛=
188
1.47
𝑛 = 127.89
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, jumlah sampel dalam
penelitian ini dibulatkan menjadi 128 responden. Jumlah sampel ini
dianggap telah representatif untuk mewakili populasi sehingga hasil
55
Page 77 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 78 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
penelitian dapat digeneralisasikan dengan tingkat kesalahan yang relatif
kecil.
3.4.3 Teknik Sampling
Teknik penentuan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini
7
adalah simple random sampling. Metode ini memberikan kesempatan yang
setara kepada setiap anggota populasi untuk dipilih sebagai responden
penelitian. (Sugiyono, 2021). Pemilihan teknik simple random sampling
didasarkan pada karakteristik populasi yang relatif homogen, karena seluruh
anggota populasi merupakan karyawan outsourcing yang bekerja pada
bagian pengemasan. Kesamaan karakteristik tersebut menyebabkan setiap
individu memiliki kesempatan yang setara untuk dipilih sebagai sampel
penelitian. Dengan demikian, penggunaan teknik simple random sampling
dinilai sesuai untuk memperoleh sampel yang dapat mewakili populasi
secara objektif dan proporsional.
Penggunaan teknik simple random sampling bertujuan untuk
menghindari bias dalam pemilihan sampel serta meningkatkan tingkat
objektivitas penelitian. Selain itu, teknik ini juga mendukung validitas dan
reliabilitas data yang diperoleh karena sampel yang diambil dapat
merepresentasikan kondisi populasi secara keseluruhan. Dengan demikian,
7
hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran
yang akurat mengenai pengaruh pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
terhadap produktivitas karyawan outsourcing.
1
3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan prosedur atau teknik yang digunakan
peneliti untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan
penelitian. Pemilihan metode pengumpulan data perlu disesuaikan dengan tujuan
penelitian, karakteristik responden, serta jenis data yang akan dikumpulkan agar
56
Page 78 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 79 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Menurut (Sugiyono, 2021),
penggunaan metode pengumpulan data yang tepat akan membantu peneliti
memperoleh data yang valid dan reliabel untuk mendukung proses analisis. Oleh
karena itu, penentuan metode pengumpulan data menjadi salah satu tahapan penting
dalam penelitian karena berpengaruh terhadap kualitas data yang dihasilkan.
Dengan demikian, metode yang digunakan harus mampu mendukung pencapaian
tujuan penelitian secara efektif dan sistematis.
Pada penelitian ini, data yang dikumpulkan bersumber dari data primer serta
data sekunder yang berkaitan dengan variabel pelatihan kerja, kedisiplinan kerja,
serta produktivitas kerja.
27
Teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai sumber utama pada
penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner dimanfaatkan untuk mendapatkan data
mengenai persepsi karyawan outsourcing terkait pelatihan kerja, kedisiplinan kerja,
dan produktivitas kerja. Instrumen penelitian dirancang dalam bentuk pertanyaan
tertutup yang menggunakan skala Likert sebagai alat ukur. Menurut (Creswell &
Creswell, 2018), skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, serta
persepsi individu terhadap suatu fenomena tertentu. Dalam penelitian ini, skala
11
Likert terdiri atas lima alternatif jawaban yang berkisar dari sangat tidak setuju
hingga sangat setuju. Penggunaan kuesioner dipilih karena mampu menjangkau
responden dalam jumlah yang relatif besar secara efisien serta memudahkan proses
pengolahan dan analisis data secara statistik.
Selain menggunakan kuesioner, penelitian ini juga memanfaatkan teknik
observasi sebagai metode pengumpulan data pendukung. Observasi dilakukan
melalui pengamatan secara langsung terhadap aktivitas kerja karyawan pada bagian
pengemasan di PT Bio Farma. Teknik ini bertujuan untuk memperoleh informasi
mengenai kondisi kerja yang sebenarnya, perilaku karyawan dalam melaksanakan
tugas, serta penerapan prosedur operasional yang berlangsung di lingkungan kerja.
Pelaksanaan observasi dilakukan secara sistematis agar data yang diperoleh dapat
menggambarkan kondisi lapangan secara lebih objektif. Dengan demikian, hasil
57
Page 79 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 80 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
observasi diharapkan dapat melengkapi dan memperkuat data yang diperoleh
melalui penyebaran kuesioner.
1
Selain kuesioner dan observasi, penelitian ini juga menggunakan teknik
dokumentasi sebagai salah satu metode pengumpulan data. Dokumentasi
dimanfaatkan untuk memperoleh data sekunder yang berkaitan dengan kebutuhan
penelitian, seperti jumlah karyawan, struktur organisasi, data absensi, serta berbagai
dokumen lain yang relevan dengan objek penelitian. Data yang diperoleh melalui
dokumentasi digunakan untuk memberikan informasi pendukung yang tidak dapat
diperoleh secara langsung melalui responden. Selain itu, keberadaan data
dokumentasi dapat membantu peneliti dalam memahami kondisi organisasi secara
lebih komprehensif. Dengan demikian, data dokumentasi berfungsi sebagai
pelengkap data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan observasi sehingga
dapat mendukung proses analisis penelitian secara lebih menyeluruh.
9
Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa
tahapan yang saling melengkapi. Tahap pertama dilakukan dengan menyebarkan
kuesioner kepada responden yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian untuk
memperoleh data utama yang dibutuhkan. Setelah itu, peneliti melaksanakan
observasi guna memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dan aktivitas
yang berkaitan dengan objek penelitian. Pengumpulan data juga didukung oleh
dokumentasi yang digunakan untuk memperoleh berbagai informasi tambahan
yang relevan. Kombinasi penggunaan kuesioner, observasi, dan dokumentasi
diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih lengkap serta mendukung ketepatan
hasil penelitian. Dengan demikian, penerapan berbagai teknik pengumpulan data
20
tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat, objektif, dan sesuai
dengan tujuan penelitian (Taherdoost, 2020a).
3.6 Instrumen Penelitian
1
Instrumen penelitian merupakan sarana yang digunakan oleh peneliti untuk
memperoleh data yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah
58
Page 80 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 81 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
ditetapkan. Menurut (Sugiyono, 2021), instrumen penelitian berfungsi sebagai alat
64
pengumpul data yang digunakan untuk mengukur variabel yang menjadi fokus
penelitian. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah kuesioner atau
22
angket yang disusun berdasarkan variabel pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan
produktivitas kerja. Penyusunan kuesioner dilakukan dengan mengacu pada
9
indikator
masing-masing variabel sehingga
data
yang
diperoleh
dapat
menggambarkan kondisi yang diteliti secara lebih akurat. Dengan demikian,
penggunaan kuesioner diharapkan mampu menghasilkan data yang relevan dan
mendukung proses analisis penelitian.
Kuesioner dipilih karena mampu mengumpulkan data secara sistematis dari
responden dalam jumlah besar serta memudahkan proses pengolahan data secara
kuantitatif. Selain itu, kuesioner juga memungkinkan peneliti untuk mengukur
persepsi dan sikap responden secara objektif terhadap variabel yang diteliti
(Creswell & Creswell, 2018).
9
Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala Likert dengan lima
73
kategori jawaban, yaitu sangat tidak setuju (1), tidak setuju (2), netral (3), setuju
22
(4), dan sangat setuju (5).Penggunaan skala Likert bertujuan untuk mengukur
tanggapan responden terhadap pernyataan yang berkaitan dengan variabel
penelitian secara terstruktur dan terukur. Melalui skala ini, sikap, pendapat, serta
persepsi responden dapat dikonversi ke dalam bentuk data kuantitatif yang mudah
dianalisis. Dengan demikian, skala Likert dinilai sesuai untuk mendukung proses
pengumpulan dan pengolahan data dalam penelitian ini.
Penyusunan instrumen penelitian dilakukan dengan mengacu pada dimensi
dan indikator dari setiap variabel yang telah ditetapkan berdasarkan landasan teori.
11
Variabel pelatihan kerja diukur melalui beberapa dimensi, yaitu materi pelatihan,
metode pelatihan, instruktur pelatihan, dan evaluasi pelatihan. Selanjutnya, variabel
26
kedisiplinan kerja terdiri atas dimensi kehadiran, kepatuhan terhadap aturan,
ketepatan waktu, dan tanggung jawab sebagai indikator pengukurannya. Adapun
variabel produktivitas kerja diukur melalui dimensi kuantitas kerja, kualitas kerja,
59
Page 81 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 82 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
ketepatan waktu, dan efisiensi kerja. Penggunaan dimensi dan indikator tersebut
bertujuan untuk memastikan bahwa setiap variabel dapat diukur secara sistematis
sesuai dengan konsep yang telah dijelaskan dalam landasan teori. Dengan
demikian, instrumen penelitian diharapkan mampu menghasilkan data yang relevan
dan mencerminkan kondisi variabel yang diteliti secara lebih akurat
Tabel III.1 Operasional Variabel
12
Variabel
Dimensi
Indikator
Nomor
Item
Skala
Kesesuaian materi
19
Materi pelatihan
Pelatihan kerja merupakan proses
Metode pelatihan
mudah dipahami oleh
3, 4
1–5
5, 6
1–5
7, 8
1–5
9, 10
1–5
11, 12
1–5
13, 14
1–5
peserta
yang meliputi pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuan kerja
dan evaluasi pelatihan agar karyawan
1–5
Metode pelatihan
meningkatkan kompetensi karyawan
melalui materi, metode, instruktur,
1, 2
kebutuhan pekerjaan
Pelatihan Kerja (X1)
terencana yang bertujuan untuk
pelatihan dengan
Kompetensi instruktur
Instruktur pelatihan
dalam menyampaikan
materi
mampu melaksanakan pekerjaan
secara efektif (Salas et al., 2021).
Evaluasi pelatihan
Evaluasi pelatihan
mampu mengukur
efektivitas pelatihan
Tingkat kehadiran
Kedisiplinan Kerja (X2)
23
Kedisiplinan kerja merupakan sikap
Kehadiran
karyawan dalam
bekerja
dan perilaku karyawan yang
menunjukkan kepatuhan terhadap
Kepatuhan terhadap
Kepatuhan terhadap
peraturan, prosedur, dan tanggung
aturan
peraturan yang berlaku
jawab kerja yang tercermin melalui
kehadiran, kepatuhan terhadap
Ketepatan waktu dalam
Ketepatan waktu
aturan, ketepatan waktu, dan
menyelesaikan
pekerjaan
60
Page 82 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 83 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
tanggung jawab dalam melaksanakan
pekerjaan (Hasibuan, 2020; Robbins
Tanggung jawab
& Judge, 2020).
Kuantitas kerja
Tanggung jawab dalam
melaksanakan tugas
Jumlah output kerja
yang dihasilkan
15, 16
1–5
17, 18
1–5
19, 20
1–5
21, 22
1–5
23, 24
1–5
Produktivitas Kerja (Y)
Produktivitas kerja merupakan
Kualitas kerja
Kualitas hasil kerja
sesuai standar
kemampuan karyawan dalam
menghasilkan output secara optimal
melalui penggunaan sumber daya
Ketepatan waktu
Penyelesaian pekerjaan
sesuai target
secara efektif dan efisien yang
tercermin melalui kuantitas kerja,
Efisiensi dalam
kualitas kerja, ketepatan waktu, dan
efisiensi kerja (Heizer et al., 2020a).
Efisiensi kerja
penggunaan sumber
daya
Pengembangan instrumen dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu
menentukan variabel dan dimensi berdasarkan kajian teori, menyusun indikator dan
butir pernyataan, serta menyusun kuesioner sesuai dengan tujuan penelitian.
25
Instrumen yang telah disusun kemudian digunakan sebagai alat pengumpulan data
utama dalam penelitian ini (Taherdoost, 2020b)
25
3.7 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan prosedur yang digunakan untuk mengolah,
menafsirkan, dan menganalisis data penelitian sehingga dapat memberikan jawaban
68
terhadap rumusan masalah serta menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam
penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif
melalui penerapan metode statistik inferensial. Pendekatan tersebut dipilih karena
mampu menjelaskan hubungan antarvariabel berdasarkan data yang diperoleh dari
responden. Untuk mendukung proses pengolahan data, penelitian ini memanfaatkan
61
Page 83 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 84 of 174 - Integrity Submission
34
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Penggunaan
SPSS memungkinkan data dianalisis secara lebih sistematis, akurat, dan efisien
9
sehingga hasil analisis yang diperoleh dapat mendukung pencapaian tujuan
penelitian (Pallant, 2020a).
Analisis data dilakukan secara bertahap dan sistematis, dimulai dari
9
pengujian instrumen penelitian, pengujian asumsi klasik, hingga pengujian
35
hipotesis melalui analisis regresi linear berganda. Tahapan analisis data dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
3.7.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif merupakan salah satu teknik analisis yang
7
digunakan untuk menggambarkan karakteristik data yang diperoleh dari
responden penelitian. Teknik ini bertujuan untuk menyajikan informasi
mengenai kondisi data secara umum sehingga peneliti dapat memahami
pola dan kecenderungan jawaban responden terhadap variabel yang diteliti.
Menurut (Pallant, 2020b), analisis deskriptif dilakukan dengan melihat
27
beberapa ukuran statistik, seperti nilai rata-rata (mean), nilai minimum, nilai
maksimum, dan standar deviasi. Informasi tersebut digunakan untuk
memberikan gambaran mengenai distribusi data yang telah dikumpulkan.
Oleh karena itu, analisis deskriptif dilakukan sebelum pelaksanaan
pengujian statistik lanjutan sebagai langkah awal untuk memahami
karakteristik data penelitian secara menyeluruh.
34
Dalam penelitian ini, analisis deskriptif digunakan untuk
memberikan gambaran mengenai kondisi pelatihan kerja, kedisiplinan
kerja, dan produktivitas kerja karyawan outsourcing pada bagian
pengemasan di PT Bio Farma. Selain itu, analisis deskriptif juga digunakan
75
untuk mendeskripsikan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin,
usia, tingkat pendidikan, dan lama bekerja. Dengan demikian, hasil analisis
62
Page 84 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 85 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
deskriptif dapat membantu peneliti memahami kondisi umum data
penelitian sebelum dilakukan pengujian hipotesis.
27
Langkah-langkah analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
34
1. Memasukkan data hasil kuesioner ke dalam program Statistical Package
for the Social Sciences (SPSS).
2. Memilih menu Analyze → Descriptive Statistics → Descriptives.
3. Memasukkan variabel yang akan dianalisis.
4. Klik Options, kemudian memilih Mean, Minimum, Maximum, dan Std.
Deviation.
1
5. Klik OK untuk menampilkan hasil output analisis deskriptif.
Hasil analisis deskriptif kemudian digunakan untuk melihat
kecenderungan data responden terhadap masing-masing variabel penelitian
39
sehingga dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi data sebelum
dilakukan analisis statistik inferensial lebih lanjut.
2
3.7.2 Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk menilai kemampuan instrumen
penelitian dalam mengukur variabel yang menjadi objek pengukuran secara
52
tepat. Menurut (Sugiyono, 2021) , validitas menunjukkan tingkat ketepatan
suatu instrumen dalam mengukur konsep yang seharusnya diukur.
10
Instrumen yang memiliki tingkat validitas yang baik akan menghasilkan
data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, pengujian
validitas dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan
cara menghubungkan skor masing-masing item pernyataan dengan skor
13
total variabel. Melalui pengujian tersebut, dapat diketahui apakah setiap
item dalam instrumen penelitian layak digunakan sebagai alat pengumpulan
data.
63
Page 85 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 86 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Rumus:
𝑟=
36
𝑛 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
[𝑛 ∑ 𝑋 − (∑ 𝑋) ][𝑛 ∑ 𝑌 − (∑ 𝑌) ]
Keterangan:

𝑟 = koefisien korelasi

𝑛 = jumlah responden

𝑋 = skor item

𝑌 = skor total

𝛴 = jumlah
Langkah-langkah pengujian validitas adalah sebagai berikut:
1. Memasukkan data hasil kuesioner ke dalam SPSS
2. Klik menu Analyze → Correlate → Bivariate
3. Memasukkan seluruh item pernyataan dan skor total variabel
4. Memilih Pearson Correlation dan klik OK
5. Melihat nilai korelasi (r hitung)
Kriteria pengujian validitas adalah:
2
10
20

Jika r hitung > r tabel, maka item dinyatakan valid

Jika r hitung < r tabel, maka item dinyatakan tidak valid
Nilai r tabel diperoleh dari tabel distribusi r dengan tingkat
signifikansi 0,05 sesuai jumlah responden.
64
Page 86 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 87 of 174 - Integrity Submission
8
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3.7.3 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan proses pengujian yang dilakukan untuk
menilai tingkat konsistensi instrumen penelitian dalam menghasilkan data
ketika digunakan untuk mengukur variabel yang sama. Menurut (Creswell
47
& Creswell, 2018) , reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu instrumen
mampu memberikan hasil pengukuran yang tetap dan konsisten pada
57
kondisi yang cenderung serupa. Instrumen yang memiliki tingkat reliabilitas
yang baik akan menghasilkan data yang cenderung seragam meskipun
digunakan pada waktu maupun situasi yang berbeda. Oleh karena itu,
pengujian reliabilitas perlu dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen
tersebut mempunyai tingkat keandalan yang memadai. Dengan demikian,
instrumen yang dinyatakan reliabel dapat digunakan sebagai alat
pengumpulan data karena mampu menghasilkan pengukuran yang
konsisten dan dapat dipercaya.
Rumus:
α=
13
∑σ
𝑘
1−
𝑘−1
σ
Keterangan:

α = koefisien reliabilitas

𝑘 = jumlah item

σ = varians tiap item

σ = varians total
Langkah-langkah pengujian reliabilitas adalah sebagai berikut:
1. Klik menu Analyze → Scale → Reliability Analysis
2. Memasukkan seluruh item pernyataan dalam satu variabel
3. Memilih metode Cronbach’s Alpha
4. Klik OK dan melihat nilai Cronbach’s Alpha
65
Page 87 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 88 of 174 - Integrity Submission
1
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kriteria pengujian reliabilitas adalah:

Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,70, maka instrumen dinyatakan
reliabel

Jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,70, maka instrumen dinyatakan
tidak reliabel
Instrumen yang reliabel menunjukkan bahwa hasil pengukuran
konsisten dan dapat dipercaya.
47
3.7.4 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan tahapan pengujian yang dilakukan
sebelum analisis regresi linear berganda untuk memastikan bahwa data
78
penelitian telah memenuhi berbagai asumsi dasar yang diperlukan dalam
model regresi. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang
digunakan layak dianalisis menggunakan regresi sehingga hasil yang
diperoleh dapat dipercaya. Menurut (Ghozali, 2021) , pemenuhan asumsi
klasik sangat penting karena berpengaruh terhadap ketepatan dan kualitas
estimasi yang dihasilkan oleh model regresi. Model regresi yang memenuhi
asumsi klasik akan menghasilkan estimasi yang tidak bias, efisien, dan
17
mampu memberikan interpretasi yang lebih akurat. Oleh karena itu, uji
asumsi klasik dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan bahwa
analisis regresi dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan
statistik yang berlaku.
24
3.7.4.1 Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan salah satu pengujian yang dilakukan
untuk mengetahui apakah data penelitian memiliki distribusi yang normal
53
atau tidak. Pengujian ini diperlukan karena distribusi normal merupakan
salah satu asumsi yang harus dipenuhi dalam analisis regresi. Data yang
terdistribusi secara normal akan mendukung ketepatan hasil analisis statistik
serta meningkatkan keandalan model yang digunakan. Menurut (Ghozali,
66
Page 88 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 89 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
2021), normalitas data berpengaruh terhadap validitas hasil pengujian
sehingga perlu diperiksa sebelum dilakukan analisis lebih lanjut. Oleh
24
karena itu, uji normalitas dilakukan untuk memastikan bahwa data
penelitian memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam analisis regresi
24
dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penarikan kesimpulan penelitian.
Langkah-langkah:
1. Klik Analyze → Descriptive Statistics → Explore
2. Masukkan variabel ke dalam kolom dependent
3. Klik Plots dan centang Normality Plot with Tests
34
4. Klik OK dan lihat hasil uji Kolmogorov-Smirnov
Kriteria:

Nilai signifikansi > 0,05 → data berdistribusi normal

Nilai signifikansi < 0,05 → data tidak normal
3.7.4.2 Uji Multi Kolinearitas
55
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat
hubungan atau korelasi yang tinggi antar variabel independen dalam model
regresi. Multikolinearitas yang tinggi dapat menyebabkan ketidakstabilan
dalam estimasi koefisien regresi sehingga hasil analisis menjadi kurang
21
akurat. Oleh karena itu, pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa
setiap variabel independen memberikan kontribusi yang berbeda dalam
menjelaskan variabel dependen (Ghozali, 2021).
Langkah-langkah:
1. Klik Analyze → Regression → Linear
2. Masukkan variabel independen dan dependen
3. Klik Statistics dan centang Collinearity Diagnostics
4. Klik OK dan lihat nilai VIF dan Tolerance
67
Page 89 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 90 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kriteria:
2

Nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,10 → tidak terjadi multikolinearitas

Nilai VIF > 10 → terjadi multikolinearitas
3.7.4.3 Uji Heteroskedastisitas
44
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui ada atau
17
tidaknya ketidaksamaan varians residual pada model regresi yang
55
digunakan dalam penelitian. Pengujian ini penting karena salah satu asumsi
dalam analisis regresi adalah varians residual yang bersifat konstan atau
1
disebut homoskedastisitas. Menurut (Ghozali, 2021), model regresi yang
baik seharusnya tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas agar hasil
estimasi yang diperoleh dapat dipercaya. Apabila terjadi perbedaan varians
residual pada berbagai nilai prediksi, maka model regresi berpotensi
menghasilkan estimasi yang kurang efisien dan kurang akurat. Oleh karena
1
itu, uji heteroskedastisitas dilakukan untuk memastikan bahwa model
regresi memenuhi asumsi yang diperlukan sehingga hasil analisis dapat
diinterpretasikan dengan lebih tepat.
Langkah-langkah:
1. Klik Analyze → Regression → Linear
2. Pilih Save dan centang Unstandardized Residual
3. Klik Graphs → Scatter/Dot
9
4. Masukkan residual ke dalam grafik scatterplot
Kriteria:

Titik menyebar secara acak → tidak terjadi heteroskedastisitas

Titik membentuk pola tertentu → terjadi heteroskedastisitas
68
Page 90 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 91 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3.7.5 Analisis Regresi Linear Berganda
68
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji dan
mengetahui pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap satu
variabel dependen. Dalam penelitian ini, analisis regresi linear berganda
diterapkan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja (X₁) dan
47
kedisiplinan kerja (X₂) terhadap produktivitas kerja (Y). Melalui analisis ini,
1
dapat diketahui arah hubungan serta besarnya kontribusi masing-masing
variabel independen terhadap perubahan pada variabel dependen. Hasil
pengujian regresi juga memberikan informasi mengenai pengaruh variabel
10
secara parsial maupun simultan terhadap produktivitas kerja. Oleh karena
27
itu, analisis regresi linear berganda digunakan sebagai alat analisis utama
63
untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Model regresi
yang digunakan dalam penelitian ini dapat dinyatakan sebagai berikut:
𝑌 =𝑎+𝑏 𝑋 +𝑏 𝑋 +𝑒
9
Keterangan:
20
𝑌
= Produktivitas kerja
a
= Konstanta
𝑏 ,𝑏
= Koefisien regresi
𝑋
= Pelatihan kerja
𝑋
= Kedisiplinan kerja
𝑒
= Error
Langkah-langkah:
1. Klik Analyze → Regression → Linear
2. Masukkan variabel dependen dan independen
3. Klik OK
4. Lihat hasil output regresi
69
Page 91 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 92 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3.7.6 Uji t (Parsial)
24
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel
independen secara parsial terhadap variabel dependen. Pengujian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah setiap variabel independen memiliki
pengaruh yang signifikan secara individu terhadap pengembangan karier.
27
Hasil uji t digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial, yaitu H1 dan
H2 dalam penelitian ini.
Rumus:
𝑡=
𝑏
𝑆𝐸(𝑏 )
Keterangan:

𝑡 = nilai uji t

𝑏 = koefisien regresi

𝑆𝐸(𝑏 ) = standar error
Langkah-langkah:
1. Pilih Analyze → Regression → Linear
2. Masukkan variabel Y ke Dependent dan X ke Independent(s)
3. Klik OK
4. Lihat tabel Coefficients pada kolom t dan Sig.
3.7.7 Uji F (Simultan)
54
Uji F merupakan salah satu pengujian statistik yang digunakan
untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan terhadap
variabel dependen dalam suatu model regresi. Pengujian ini dilakukan untuk
34
menilai apakah seluruh variabel independen yang digunakan dalam
penelitian secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel
70
Page 92 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 93 of 174 - Integrity Submission
17
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
dependen. Selain itu, uji F juga bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan
model regresi dalam menjelaskan hubungan antarvariabel yang diteliti.
61
Hasil pengujian ini dapat menunjukkan apakah model yang digunakan
mampu memberikan penjelasan yang signifikan terhadap perubahan
61
variabel dependen. Dengan demikian, uji F digunakan sebagai dasar untuk
61
menilai kesesuaian dan kemampuan model regresi dalam menjelaskan
hubungan antarvariabel secara keseluruhan.
Rumus:
𝐹=
𝑆𝑆𝑅/𝑘
𝑆𝑆𝐸/(𝑛 − 𝑘 − 1)
Keterangan:

𝐹 = nilai uji F

𝑆𝑆𝑅 = jumlah kuadrat regresi

𝑆𝑆𝐸 = jumlah kuadrat error

𝑘 = jumlah variabel independen

𝑛 = jumlah sampel
Langkah-langkah:
1. Pilih Analyze → Regression → Linear
2. Masukkan variabel Y ke Dependent dan X ke Independent(s)
3. Klik OK
4. Lihat tabel ANOVA pada kolom F dan Sig.
Kriteria:

Sig < 0,05 → berpengaruh simultan

Sig > 0,05 → tidak berpengaruh
71
Page 93 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 94 of 174 - Integrity Submission
2
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3.7.8 Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi (R²) merupakan ukuran statistik yang
digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel independen mampu
menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen dalam suatu
model regresi. Nilai koefisien determinasi menggambarkan besarnya
21
proporsi variasi variabel dependen yang dapat diterangkan oleh variabel
20
independen yang digunakan dalam penelitian. Semakin tinggi nilai R² yang
diperoleh, semakin besar pula kemampuan model regresi dalam
39
menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Sebaliknya,
nilai R² yang rendah menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain di luar
model yang turut memengaruhi variabel dependen. Oleh karena itu,
20
koefisien determinasi digunakan untuk menilai tingkat kemampuan model
regresi dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel dependen.
Rumus:
𝑅 =
𝑆𝑆
𝑆𝑆
Keterangan:

𝑅 = koefisien determinasi

𝑆𝑆
= jumlah kuadrat regresi

𝑆𝑆
= jumlah kuadrat total
Langkah-langkah:
1. Pilih Analyze → Regression → Linear
2. Masukkan variabel Y ke Dependent dan X ke Independent(s)
3. Klik OK
4. Lihat tabel Model Summary pada nilai R Square (R²)
72
Page 94 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 95 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kriteria:

Nilai R² mendekati 1 → pengaruh kuat

Nilai R² mendekati 0 → pengaruh lemah
73
Page 95 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 96 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
BAB IV
51
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Data
4.1.1 Gambaran Umum Responden
Pada penelitian ini, responden yang digunakan merupakan karyawan
outsourcing PT Bio Farma dengan jumlah sebanyak 142 responden. Jumlah
responden tersebut melebihi jumlah minimal sampel yang telah dihitung
menggunakan rumus Slovin. Penambahan jumlah responden dilakukan oleh
peneliti dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi data penelitian,
memperkuat representasi populasi, serta mengantisipasi adanya data yang
tidak dapat digunakan dalam proses pengolahan data. Karakteristik
9
responden dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin,
usia, lama bekerja, dan pendidikan terakhir. Pengelompokan karakteristik
responden dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi
responden yang menjadi objek penelitian sehingga dapat mendukung
interpretasi hasil penelitian secara lebih mendalam.
60
48
a) Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel IV.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi
Persentase
Laki-laki
115
81,0%
Perempuan
27
19,0%
Total
142
100%
Sumber: Data diolah peneliti, 2026.
Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa mayoritas responden
berjenis kelamin laki-laki sebanyak 115 responden atau sebesar 81,0%,
sedangkan responden perempuan sebanyak 27 responden atau sebesar
19,0%. Dominasi responden laki-laki menunjukkan bahwa pekerjaan
outsourcing di PT Bio Farma cenderung lebih banyak ditempati oleh tenaga
74
Page 96 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 97 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
kerja laki-laki. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh karakteristik
pekerjaan outsourcing yang umumnya berkaitan dengan pekerjaan
operasional, teknis, dan lapangan yang membutuhkan ketahanan fisik serta
mobilitas kerja yang tinggi. Selain itu, beberapa jenis pekerjaan outsourcing
juga lebih banyak diminati oleh tenaga kerja laki-laki dibandingkan
perempuan. Oleh karena itu, komposisi responden yang didominasi laki-laki
dianggap mampu merepresentasikan kondisi tenaga kerja outsourcing di PT
Bio Farma.
b) Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
29
Tabel IV.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia
Frekuensi
Persentase
< 25 Tahun
92
64,8%
25–30 Tahun
43
30,3%
> 30 Tahun
7
4,9%
Total
142
100%
14
Sumber: Data diolah peneliti, 2026.
Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa mayoritas responden berada
34
pada usia kurang dari 25 tahun sebanyak 92 responden atau sebesar 64,8%.
Responden dengan usia 25–30 tahun sebanyak 43 responden atau sebesar
30,3%, sedangkan responden dengan usia di atas 30 tahun sebanyak 7
responden atau sebesar 4,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian
besar karyawan outsourcing PT Bio Farma berada pada kelompok usia
produktif. Dominasi usia muda dapat disebabkan oleh kebutuhan
perusahaan terhadap tenaga kerja yang memiliki kondisi fisik yang baik,
mampu bekerja secara cepat, serta memiliki kemampuan beradaptasi
terhadap lingkungan kerja dan teknologi yang digunakan perusahaan. Selain
itu, pekerjaan outsourcing umumnya banyak diminati oleh tenaga kerja usia
muda karena dianggap sebagai peluang untuk memperoleh pengalaman
75
Page 97 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 98 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
kerja dan mengembangkan keterampilan kerja sebelum memasuki jenjang
karier yang lebih tinggi.
c) Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
75
Tabel IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Lama Bekerja
Frekuensi
Persentase
< 1 Tahun
48
33,8%
1–3 Tahun
57
40,1%
> 3 Tahun
37
26,1%
Total
142
100%
14
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
Berdasarkan Tabel 4.3, mayoritas responden memiliki masa kerja
34
36
antara 1–3 tahun, yaitu sebanyak 57 orang atau 40,1% dari total responden.
Selanjutnya, responden yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun
25
berjumlah 48 orang atau sebesar 33,8%, sedangkan responden dengan masa
kerja lebih dari 3 tahun tercatat sebanyak 37 orang atau 26,1%. Distribusi
2
tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memiliki
pengalaman kerja yang memadai dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawab yang diberikan oleh perusahaan. Dominannya karyawan dengan
masa kerja 1–3 tahun mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki tenaga
kerja yang relatif stabil serta telah beradaptasi dengan prosedur dan
lingkungan kerja yang berlaku. Pengalaman kerja yang diperoleh selama
periode tersebut juga dapat membantu karyawan meningkatkan pemahaman
27
terhadap
pekerjaan
sehingga
berpotensi
mendukung
peningkatan
produktivitas kerja.
76
Page 98 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 99 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
d) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
37
Tabel IV.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir
Frekuensi
Persentase
SMA/SMK
113
79,6%
Sarjana
26
18,3%
Diploma
3
2,1%
Total
142
100%
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
21
Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui bahwa mayoritas responden
memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 113 responden atau
sebesar 79,6%. Responden dengan pendidikan sarjana sebanyak 26
responden atau sebesar 18,3%, sedangkan responden dengan pendidikan
diploma sebanyak 3 responden atau sebesar 2,1%. Hal tersebut
menunjukkan bahwa mayoritas karyawan outsourcing PT Bio Farma
memiliki latar belakang pendidikan menengah. Kondisi ini dapat
disebabkan oleh jenis pekerjaan outsourcing yang lebih menekankan pada
keterampilan teknis, kemampuan operasional, serta pengalaman kerja
dibandingkan pendidikan formal yang tinggi. Selain itu, lulusan SMA/SMK
dinilai lebih siap untuk bekerja secara langsung pada bidang operasional
sehingga banyak direkrut untuk posisi outsourcing di perusahaan.
1
4.1.2 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum
mengenai tanggapan responden terhadap variabel yang diteliti, yaitu
53
pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan produktivitas kerja. Dalam
penelitian ini, analisis deskriptif dilakukan dengan mengkaji distribusi
jawaban responden pada setiap pernyataan, nilai rata-rata yang diperoleh,
serta kategori penilaian untuk masing-masing variabel. Hasil analisis
tersebut digunakan untuk mengetahui kecenderungan persepsi responden
77
Page 99 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 100 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
terhadap kondisi yang diteliti. Selain itu, analisis deskriptif juga dapat
menunjukkan item pernyataan yang memperoleh nilai tertinggi maupun
terendah. Informasi tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan
pertimbangan dalam penyusunan saran dan rekomendasi penelitian yang
lebih tepat sasaran.
a) Analisis Deskriptif Variabel Pelatihan Kerja (X1)
Tabel IV.5 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Pelatihan Kerja (X1)
Kategori
8
Instrumen
Skor
rata
0 (0%) 0 (0%) 594
4,18
Baik
0 (0%) 0 (0%) 609
4,29
Sangat Baik
3
4,18
Baik
SS
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
41
Materi
Total Rata- Keterangan
pelatihan
yang (28,9%)
diberikan sesuai
85
16
(59,9%) (11,3%)
dengan
pekerjaan saya
(X1.1)
Materi
60
63
19
pelatihan
(42,3%) (44,4%) (13,4%)
membantu saya
memahami
tugas pekerjaan
dengan
lebih
baik (X1.2)
Metode
49
pelatihan
yang (34,5%)
72
18
0 (0%) 594
(50,7%) (12,7%) (2,1%)
digunakan
mudah
dipahami (X1.3)
78
Page 100 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 101 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kategori
8
Instrumen
Total Rata- Keterangan
Skor
rata
0 (0%) 601
4,23
Sangat Baik
2
602
4,24
Sangat Baik
584
4,11
Baik
SS
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
Metode
55
66
20
1
pelatihan
(38,7%) (46,5%) (14,1%) (0,7%)
membantu saya
menguasai
keterampilan
kerja
dengan
cepat (X1.4)
Instruktur
62
57
20
1
pelatihan
(43,7%) (40,1%) (14,1%) (0,7%) (1,4%)
memiliki
kemampuan
yang baik dalam
menyampaikan
materi (X1.5)
Instruktur
53
56
30
2
1
pelatihan
(37,3%) (39,4%) (21,1%) (1,4%) (0,7%)
mampu
menjawab
pertanyaan
peserta dengan
jelas (X1.6)
79
Page 101 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 102 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kategori
8
Instrumen
Total Rata- Keterangan
Skor
rata
0 (0%) 0 (0%) 601
4,23
Sangat Baik
1
4,27
Sangat Baik
SS
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
Evaluasi
48
78
16
pelatihan
(33,8%) (54,9%) (11,3%)
membantu
mengetahui
tingkat
pemahaman
saya (X1.7)
Hasil
evaluasi 56
pelatihan
69
16
0 (0%) 606
(39,4%) (48,6%) (11,3%) (0,7%)
digunakan
untuk
meningkatkan
kemampuan
kerja
saya
(X1.8)
4.791 4,22
TOTAL
Sangat
Baik
14
Sumber: Data diolah peneliti, 2026.
2
11
27
Berdasarkan Tabel 4.5, variabel pelatihan kerja memperoleh nilai
rata-rata sebesar 4,22 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil
tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan kerja yang
diberikan oleh perusahaan dinilai positif oleh responden. Penilaian tersebut
menunjukkan bahwa program pelatihan yang dilaksanakan mampu
membantu karyawan dalam memahami tugas dan tanggung jawab pekerjaan
secara lebih baik. Selain itu, pelatihan juga dinilai memberikan kontribusi
terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kerja
karyawan. Hal ini terlihat dari dominannya tanggapan setuju dan sangat
setuju yang diberikan responden pada seluruh item pernyataan yang
berkaitan dengan variabel pelatihan kerja.
80
Page 102 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 103 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Berdasarkan hasil pada Tabel 4.5, item pernyataan yang
memperoleh nilai rata-rata tertinggi adalah “Materi pelatihan membantu
saya memahami tugas pekerjaan dengan lebih baik (X1.2)” dengan nilai
rata-rata sebesar 4,29. Temuan tersebut menunjukkan bahwa materi
pelatihan yang diberikan perusahaan telah sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan sehingga mampu membantu karyawan dalam memahami tugas
dan tanggung jawabnya secara lebih baik. Tingginya penilaian responden
pada item tersebut mengindikasikan bahwa materi pelatihan dianggap
bermanfaat dan relevan dengan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Di sisi
lain, item pernyataan dengan nilai rata-rata terendah terdapat pada
pernyataan “Instruktur pelatihan mampu menjawab pertanyaan peserta
dengan jelas (X1.6)” yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,11.
Walaupun nilai tersebut masih termasuk dalam kategori baik, hasil ini
mengindikasikan bahwa kemampuan instruktur dalam memberikan
penjelasan dan menjawab pertanyaan peserta masih dapat ditingkatkan guna
mendukung efektivitas pelaksanaan pelatihan secara lebih optimal.
7
11
70
b) Analisis Deskriptif Variabel Kedisiplinan Kerja (X2)
Tabel IV.6 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Kedisiplinan Kerja (X2)
Kategori
Instrumen
Total Rata- Keterangan
rata
0 (0%) 626
4,41
Sangat Baik
1
4,51
Sangat Baik
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
Saya hadir tepat 74
53
waktu
sesuai (52,1%)
kerja
(37,3%) (9,9%)
(0,7%)
jarang 83
52
1
jadwal
Skor
SS
14
1
(X2.1)
Saya
absen
tanpa (58,5%)
alasan yang jelas
5
(36,6%) (3,5%)
641
(0,7%) (0,7%)
(X2.2)
81
Page 103 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 104 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kategori
8
Instrumen
rata
0 (0%) 613
4,32
Sangat Baik
(47,9%) (9,2%)
(0,7%)
71
0 (0%) 0 (0%) 618
4,35
Sangat Baik
1
0 (0%) 606
4,27
Sangat Baik
0 (0%) 609
4,29
Sangat Baik
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
mematuhi aturan (42,3%)
yang berlaku di
tempat
Skor
SS
selalu 60
Saya
Total Rata- Keterangan
68
13
1
kerja
(X2.3)
Saya
mengikuti 60
prosedur
kerja (42,3%)
telah
yang
11
(50,0%) (7,7%)
ditetapkan
perusahaan
(X2.4)
70
Saya
57
69
15
menyelesaikan
(40,1%) (48,6%) (10,6%) (0,7%)
pekerjaan sesuai
dengan
waktu
yang ditentukan
(X2.5)
Saya
mampu 55
mengatur waktu (38,7%)
kerja
dengan
73
13
(51,4%) (9,2%)
1
(0,7%)
baik (X2.6)
82
Page 104 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 105 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kategori
8
Instrumen
Total Rata- Keterangan
Skor
rata
0 (0%) 0 (0%) 632
4,46
Sangat Baik
0 (0%) 0 (0%) 624
4,39
Sangat Baik
SS
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
Saya
69
68
5
bertanggung
(48,6%) (47,9%) (3,5%)
jawab atas tugas
yang
diberikan
kepada
saya
(X2.7)
Saya
66
66
10
menyelesaikan
(46,5%) (46,5%) (7,0%)
pekerjaan
dengan
penuh
kesungguhan
(X2.8)
2
4.969 4,38
TOTAL
Sangat
Baik
Sumber: Data diolah peneliti, 2026.
2
Berdasarkan Tabel 4.6, variabel kedisiplinan kerja memperoleh nilai
rata-rata sebesar 4,38 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat kedisiplinan yang
tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Tingginya
nilai rata-rata yang diperoleh mengindikasikan bahwa karyawan telah
menerapkan perilaku kerja yang sesuai dengan aturan, prosedur, dan
ketentuan yang berlaku di perusahaan. Selain itu, mayoritas responden
71
memberikan tanggapan setuju dan sangat setuju terhadap seluruh item
61
pernyataan pada variabel kedisiplinan kerja. Temuan ini menunjukkan
bahwa aspek kedisiplinan telah diterapkan dengan baik oleh karyawan
83
Page 105 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 106 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan dan
pencapaian tujuan organisasi.
Berdasarkan Tabel 4.6, item pernyataan yang memperoleh nilai ratarata tertinggi adalah “Saya jarang absen tanpa alasan yang jelas (X2.2)”
dengan nilai rata-rata sebesar 4,51. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
7
sebagian besar responden memiliki tingkat kehadiran yang sangat baik serta
menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan.
7
Tingginya nilai pada indikator tersebut mengindikasikan bahwa karyawan
mampu menjaga kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban kerja sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan. Di sisi lain, item pernyataan
dengan nilai rata-rata terendah terdapat pada pernyataan “Saya
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan (X2.5)”
dengan nilai rata-rata sebesar 4,27. Walaupun masih termasuk dalam
18
kategori sangat baik, hasil ini menunjukkan bahwa aspek ketepatan waktu
dalam penyelesaian pekerjaan masih dapat ditingkatkan. Peningkatan pada
aspek tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas pelaksanaan
pekerjaan dan mendorong tercapainya produktivitas kerja yang lebih
optimal.
c) Analisis Deskriptif Variabel Produktivitas Kerja (Y)
Tabel IV.7 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Produktivitas Kerja (Y)
Kategori
Instrumen
Saya
mampu 61
menyelesaikan
Total Rata- Keterangan
SS
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
65
15
1
0
Skor
rata
612
4,31
Sangat Baik
(43,0%) (45,8%) (10,6%) (0,7%) (0%)
pekerjaan sesuai
dengan
target
84
Page 106 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 107 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kategori
8
Instrumen
jumlah
Total Rata- Keterangan
SS
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
Skor
rata
595
4,19
Baik
611
4,30
Sangat Baik
600
4,23
Sangat Baik
607
4,27
Sangat Baik
yang
ditetapkan (Y.1)
Saya
dapat 49
menyelesaikan
73
18
2
0
(34,5%) (51,4%) (12,7%) (1,4%) (0%)
pekerjaan
dalam
jumlah
yang tinggi (Y.2)
Hasil pekerjaan 58
saya
69
15
0 (0%) 0
sesuai (40,8%) (48,6%) (10,6%)
(0%)
dengan standar
yang ditetapkan
(Y.3)
Saya
52
71
18
1
0
menghasilkan
(36,6%) (50,0%) (12,7%) (0,7%) (0%)
pekerjaan
dengan tingkat
kesalahan yang
rendah (Y.4)
Saya
57
67
18
menyelesaikan
(40,1%) (47,2%) (12,7%)
0 (0%) 0
(0%)
pekerjaan tepat
waktu
sesuai
target (Y.5)
85
Page 107 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 108 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Kategori
8
Instrumen
Saya
mampu 60
Total Rata- Keterangan
SS
S
N
TS
STS
5
4
3
2
1
64
17
1
0
Skor
rata
609
4,29
Sangat Baik
596
4,20
Baik
610
4,30
Sangat Baik
bekerja dengan (42,3%) (45,1%) (12,0%) (0,7%) (0%)
cepat
tanpa
mengurangi
kualitas (Y.6)
Saya
50
menggunakan
(35,2%) (50,7%) (12,7%) (1,4%) (0%)
waktu
kerja
secara
efektif
72
18
2
0
(Y.7)
Saya
bekerja 59
67
15
1
0
secara
efisien (41,5%) (47,2%) (10,6%) (0,7%) (0%)
dalam
menggunakan
sumber
daya
(Y.8)
4.840 4,26
TOTAL
Sangat
Baik
14
Sumber: Data diolah peneliti, 2026.
2
Berdasarkan Tabel 4.7, variabel produktivitas kerja memperoleh
nilai rata-rata sebesar 4,26 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil
tersebut mengindikasikan bahwa responden memiliki tingkat produktivitas
kerja yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang
9
diberikan oleh perusahaan. Nilai rata-rata yang diperoleh menunjukkan
86
Page 108 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 109 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
41
bahwa karyawan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target
71
yang telah ditetapkan. Selain itu, mayoritas responden memberikan
tanggapan setuju dan sangat setuju terhadap seluruh item pernyataan yang
digunakan untuk mengukur variabel produktivitas kerja. Temuan ini
menunjukkan bahwa produktivitas kerja karyawan outsourcing pada bagian
pengemasan berada pada kondisi yang baik dan mendukung efektivitas
pelaksanaan operasional perusahaan.
Berdasarkan Tabel 4.7, item pernyataan yang memperoleh nilai ratarata tertinggi adalah “Saya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
target jumlah yang ditetapkan (Y.1)” dengan nilai rata-rata sebesar 4,31.
36
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden mampu
memenuhi target kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Tingginya
18
nilai pada indikator tersebut mengindikasikan bahwa karyawan memiliki
43
kemampuan yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
standar dan tuntutan yang diberikan. Di sisi lain, item pernyataan dengan
58
nilai rata-rata terendah terdapat pada pernyataan “Saya dapat menyelesaikan
18
pekerjaan dalam jumlah yang tinggi (Y.2)” dengan nilai rata-rata sebesar
4,19. Meskipun masih termasuk dalam kategori baik, hasil ini menunjukkan
bahwa kapasitas karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan volume
yang lebih besar masih dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan
upaya yang dapat mendukung peningkatan kemampuan kerja karyawan
agar produktivitas kerja dapat berkembang secara lebih optimal.
2
4.1.3 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menilai tingkat ketepatan setiap item
pernyataan dalam kuesioner dalam mengukur variabel yang diteliti. Dalam
18
penelitian ini, pengujian validitas dilakukan menggunakan metode Pearson
Product Moment dengan membandingkan nilai r hitung terhadap nilai r
39
tabel. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 142
orang, sehingga diperoleh nilai r tabel sebesar 0,165. Suatu item pernyataan
42
dinyatakan valid apabila memiliki nilai r hitung yang lebih besar daripada
87
Page 109 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 110 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
nilai r tabel. Melalui pengujian ini, dapat diketahui apakah setiap item
12
pernyataan mampu mengukur variabel penelitian secara tepat dan layak
digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil pengujian validitas pada
masing-masing variabel penelitian disajikan sebagai berikut.
13
Tabel IV.8 Hasil Uji Validitas Variabel Pelatihan Kerja (X1)
Item Pernyataan
r Hitung
r Tabel
Keterangan
X1_1
0,534
0,165
Valid
X1_2
0,610
0,165
Valid
X1_3
0,571
0,165
Valid
X1_4
0,619
0,165
Valid
X1_5
0,622
0,165
Valid
X1_6
0,457
0,165
Valid
X1_7
0,524
0,165
Valid
X1_8
0,604
0,165
Valid
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
34
Berdasarkan Tabel 4.8, seluruh item pernyataan pada variabel
pelatihan kerja memiliki nilai r hitung yang lebih besar daripada nilai r tabel
17
sebesar 0,165. Nilai r hitung tertinggi diperoleh pada item X1_5 dengan
nilai sebesar 0,622, sedangkan nilai r hitung terendah terdapat pada item
X1_6 dengan nilai sebesar 0,457. Hasil pengujian tersebut menunjukkan
1
bahwa setiap item pernyataan pada variabel pelatihan kerja telah memenuhi
34
kriteria validitas yang ditetapkan. Dengan demikian, seluruh item
pernyataan mampu merepresentasikan dan mengukur variabel pelatihan
88
Page 110 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 111 of 174 - Integrity Submission
53
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
kerja secara tepat. Oleh karena itu, semua item pada variabel pelatihan kerja
dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian
ini.
13
Tabel IV.9 Hasil Uji Validitas Variabel Kedisiplinan Kerja (X2)
Item Pernyataan
r Hitung
r Tabel
Keterangan
X2_1
0,527
0,165
Valid
X2_2
0,450
0,165
Valid
X2_3
0,405
0,165
Valid
X2_4
0,606
0,165
Valid
X2_5
0,455
0,165
Valid
X2_6
0,463
0,165
Valid
X2_7
0,461
0,165
Valid
X2_8
0,556
0,165
Valid
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
28
23
Berdasarkan Tabel 4.9, seluruh item pernyataan pada variabel
kedisiplinan kerja memiliki nilai r hitung yang lebih besar daripada nilai r
17
tabel sebesar 0,165. Nilai r hitung tertinggi terdapat pada item X2_4 dengan
nilai sebesar 0,606, sedangkan nilai r hitung terendah diperoleh pada item
X2_3 dengan nilai sebesar 0,405. Hasil pengujian tersebut menunjukkan
bahwa seluruh item pernyataan telah memenuhi kriteria validitas yang
25
ditetapkan. Dengan demikian, setiap item pada variabel kedisiplinan kerja
mampu mengukur aspek yang hendak diteliti secara tepat dan sesuai dengan
konsep variabel yang digunakan. Oleh karena itu, seluruh item pernyataan
89
Page 111 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 112 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
pada variabel kedisiplinan kerja dinyatakan valid dan layak digunakan
sebagai instrumen penelitian.
25
Tabel IV.10 Hasil Uji Validitas Variabel Produktivitas Kerja (Y)
Item
r Hitung
r Tabel
Keterangan
Y_1
0,542
0,165
Valid
Y_2
0,606
0,165
Valid
Y_3
0,553
0,165
Valid
Y_4
0,573
0,165
Valid
Y_5
0,507
0,165
Valid
Y_6
0,547
0,165
Valid
Y_7
0,390
0,165
Valid
Y_8
0,416
0,165
Valid
Pernyataan
Sumber:Data diolah peneliti, 2026
28
34
Berdasarkan Tabel 4.10, seluruh item pernyataan pada variabel
produktivitas kerja memiliki nilai r hitung yang lebih besar daripada nilai r
17
tabel sebesar 0,169. Nilai r hitung tertinggi diperoleh pada item Y_2 dengan
nilai sebesar 0,606, sedangkan nilai r hitung terendah terdapat pada item
25
Y_7 dengan nilai sebesar 0,390. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh
item pernyataan pada variabel produktivitas kerja telah memenuhi kriteria
24
validitas yang ditetapkan. Dengan demikian, setiap item pernyataan mampu
mengukur variabel produktivitas kerja secara tepat sesuai dengan tujuan
53
penelitian. Oleh karena itu, seluruh item pada variabel produktivitas kerja
dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian.
90
Page 112 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 113 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
4.1.4 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai tingkat konsistensi
instrumen penelitian dalam mengukur variabel yang diteliti. Pada penelitian
39
ini, pengujian reliabilitas menggunakan metode Cronbach’s Alpha untuk
mengetahui tingkat keandalan setiap item pernyataan dalam kuesioner.
69
Instrumen yang memiliki tingkat reliabilitas yang baik menunjukkan bahwa
jawaban responden cenderung konsisten sehingga dapat dipercaya sebagai
alat pengumpulan data penelitian. Pengujian reliabilitas juga bertujuan
21
untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan mampu menghasilkan
data yang stabil dan konsisten ketika digunakan untuk mengukur variabel
yang sama. Dengan demikian, instrumen yang memenuhi kriteria
reliabilitas dapat dinyatakan layak untuk digunakan dalam penelitian.
69
Adapun hasil pengujian reliabilitas pada masing-masing variabel penelitian
44
disajikan pada tabel berikut.
Tabel IV.11 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Cronbach’s
Standar
Alpha
Reliabilitas
Pelatihan Kerja (X1)
0,694
0,60
Reliabel
Kedisiplinan
0,545
0,60
Cukup
kerja
(X2)
Keterangan
Reliabel
Produktivitas
Kerja
0,578
0,60
(Y)
Cukup
Reliabel
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
8
Berdasarkan Tabel 4.11, variabel pelatihan kerja memperoleh nilai
Cronbach’s Alpha sebesar 0,694. Nilai tersebut menunjukkan bahwa
instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel pelatihan kerja
memiliki tingkat reliabilitas yang baik, sehingga mampu menghasilkan data
1
yang konsisten dalam proses pengukuran. Hasil ini mengindikasikan bahwa
91
Page 113 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 114 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
item-item pernyataan pada variabel pelatihan kerja memiliki tingkat
keandalan yang memadai untuk digunakan dalam penelitian.
26
Di sisi lain, variabel kedisiplinan kerja memperoleh nilai Cronbach’s
Alpha sebesar 0,545, sedangkan variabel produktivitas kerja memiliki nilai
sebesar 0,578. Meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan variabel
pelatihan kerja, kedua variabel tersebut masih menunjukkan tingkat
1
konsistensi yang cukup dalam mengukur konstruk yang diteliti. Dengan
57
demikian, seluruh item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini
dinyatakan reliabel dan tetap layak digunakan sebagai instrumen dalam
proses pengumpulan maupun analisis data pada tahap penelitian
selanjutnya..
39
4.1.5 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi
yang digunakan dalam penelitian telah memenuhi berbagai asumsi dasar
statistik sehingga hasil analisis yang diperoleh dapat dipercaya. Pengujian
ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum dilakukan analisis regresi
42
karena berpengaruh terhadap ketepatan interpretasi hasil penelitian. Dalam
penelitian
ini,
uji
asumsi
klasik
meliputi
uji
normalitas,
uji
multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas. Masing-masing pengujian
dilakukan untuk menilai kelayakan data serta model regresi yang
69
digunakan. Dengan terpenuhinya asumsi-asumsi tersebut, model regresi
diharapkan mampu menghasilkan estimasi yang lebih akurat, konsisten, dan
tidak bias. Oleh karena itu, pengujian asumsi klasik perlu dilakukan sebagai
17
dasar untuk memastikan bahwa analisis regresi dapat digunakan dalam
pengujian hipotesis penelitian.
78
a) Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data residual
42
pada model regresi memiliki distribusi normal atau tidak. Pengujian ini
42
penting dilakukan karena distribusi residual yang normal merupakan salah
92
Page 114 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 115 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
satu syarat dalam analisis regresi. Pada penelitian ini, uji normalitas
dilakukan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk,
serta didukung oleh analisis grafik Normal Q-Q Plot. Menurut (Ghozali,
17
2021) , model regresi dinyatakan memenuhi asumsi normalitas apabila nilai
10
signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05. Selain itu, pada grafik
Normal Q-Q Plot, data residual yang berdistribusi normal akan terlihat
10
menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis tersebut. Oleh
10
karena itu, hasil pengujian normalitas digunakan untuk memastikan bahwa
data penelitian telah memenuhi salah satu asumsi dasar yang diperlukan
dalam analisis regresi.
Tabel IV.12 Hasil Uji Normalitas
60
Metode
Sig.
Kolmogorov-Smirnov
0,067
0,200
Shapiro-Wilk
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
28
Berdasarkan Tabel 4.12, hasil pengujian normalitas menunjukkan
bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,067 dan nilai
62
signifikansi Shapiro-Wilk sebesar 0,200. Kedua nilai tersebut berada di atas
18
batas signifikansi 0,05, sehingga mengindikasikan bahwa data residual
dalam penelitian ini berdistribusi normal. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa salah satu asumsi dasar dalam analisis regresi telah terpenuhi dengan
62
baik. Distribusi residual yang normal menandakan bahwa data penelitian
10
21
layak digunakan untuk proses analisis statistik lebih lanjut. Dengan
demikian, model regresi yang digunakan dalam penelitian ini telah
memenuhi asumsi normalitas dan dapat digunakan dalam pengujian
hipotesis pada tahap selanjutnya.
10
Selain pengujian statistik, uji normalitas juga didukung melalui
55
grafik Normal Q-Q Plot. Berdasarkan grafik tersebut terlihat bahwa titik93
Page 115 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 116 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
titik residual menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal. Hal tersebut menunjukkan bahwa distribusi residual mendekati
distribusi normal sehingga memperkuat hasil pengujian statistik yang telah
dilakukan.
Gambar IV.1 Normal Q-Q Plot
39
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
17
Berdasarkan Gambar 4.1, terlihat bahwa titik-titik residual tersebar
di sekitar garis diagonal dan cenderung mengikuti arah garis diagonal pada
26
grafik Normal Q-Q Plot. Pola penyebaran tersebut menunjukkan bahwa
distribusi data residual mendekati distribusi normal sesuai dengan kriteria
yang digunakan dalam pengujian normalitas. Tidak adanya penyimpangan
17
yang berarti dari garis diagonal mengindikasikan bahwa residual dalam
model regresi telah memenuhi asumsi normalitas. Hasil ini memperkuat
26
temuan pada uji statistik normalitas yang menunjukkan bahwa data residual
berdistribusi normal. Dengan demikian, model regresi yang digunakan
dalam penelitian ini dinyatakan memenuhi asumsi normalitas dan layak
digunakan untuk analisis serta pengujian lebih lanjut.
94
Page 116 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 117 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
b) Uji Multikolinearitas
2
Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat
hubungan yang kuat atau korelasi yang tinggi antarvariabel independen
24
dalam model regresi. Pengujian ini penting dilakukan karena adanya
multikolinearitas dapat memengaruhi ketepatan hasil estimasi regresi dan
81
menyulitkan interpretasi pengaruh masing-masing variabel independen.
Dalam penelitian ini, uji multikolinearitas dilakukan dengan menganalisis
nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) pada setiap variabel
24
independen. Menurut (Ghozali, 2021), model regresi dinyatakan bebas dari
gejala multikolinearitas apabila memiliki nilai Tolerance lebih besar dari
0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Oleh karena itu, hasil pengujian ini
42
digunakan untuk memastikan bahwa tidak terdapat korelasi yang berlebihan
antarvariabel independen sehingga model regresi dapat digunakan secara
tepat dalam analisis penelitian.
Tabel IV.13 Hasil Uji Multikolinearitas
1
Variabel
Tolerance
VIF
Keterangan
Pelatihan Kerja
0,774
1,291
Tidak terjadi
(X1)
multikolinearitas
Kedisiplinan
0,774
1,291
Kerja (X2)
Tidak terjadi
multikolinearitas
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
Berdasarkan Tabel 4.13, variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan
10
kerja masing-masing memiliki nilai Tolerance sebesar 0,774, yang berada
42
di atas batas minimum 0,10. Selain itu, kedua variabel juga memiliki nilai
24
Variance Inflation Factor (VIF) sebesar 1,291, yang masih berada di bawah
batas maksimum 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat
korelasi yang tinggi antarvariabel independen dalam model regresi yang
digunakan. Dengan kata lain, variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
95
Page 117 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 118 of 174 - Integrity Submission
tidak
21
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
menunjukkan
adanya
gejala
multikolinearitas
yang
dapat
memengaruhi hasil analisis regresi. Oleh karena itu, model regresi dalam
penelitian ini dinyatakan telah memenuhi asumsi multikolinearitas dan
layak digunakan untuk tahap pengujian selanjutnya.
c) Uji Heterokedastisitas
77
Uji heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat
perbedaan varians residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya
dalam model regresi. Pengujian ini penting dilakukan karena salah satu
asumsi dalam analisis regresi adalah adanya varians residual yang konstan
47
pada seluruh pengamatan. Model regresi yang baik seharusnya tidak
menunjukkan gejala heterokedastisitas sehingga hasil estimasi yang
66
diperoleh dapat diinterpretasikan secara lebih akurat. Dalam penelitian ini,
uji heterokedastisitas dilakukan menggunakan metode Scatterplot dengan
mengamati pola penyebaran titik-titik residual pada grafik. Menurut
61
(Ghozali, 2021), model regresi dinyatakan bebas dari gejala
14
heterokedastisitas apabila titik-titik pada grafik menyebar secara acak di
atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y serta tidak membentuk pola
17
tertentu. Oleh karena itu, hasil pengujian ini digunakan untuk memastikan
61
bahwa model regresi memenuhi salah satu asumsi dasar yang diperlukan
dalam analisis statistik.
96
Page 118 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 119 of 174 - Integrity Submission
28
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Gambar IV.2 Hasil Uji Heterokedastisitas Scatterplot
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
19
Berdasarkan Gambar 4.2, terlihat bahwa titik-titik residual tersebar
secara acak baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y dan tidak
menunjukkan pola penyebaran tertentu. Pola tersebut mengindikasikan
bahwa varians residual pada model regresi cenderung konstan pada setiap
pengamatan. Tidak terbentuknya pola yang teratur pada grafik Scatterplot
19
menunjukkan
bahwa
model
regresi
tidak
mengalami
gejala
17
heterokedastisitas. Hasil ini menandakan bahwa salah satu asumsi penting
1
dalam analisis regresi telah terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, model
regresi yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan memenuhi asumsi
heterokedastisitas dan layak digunakan untuk analisis serta pengujian pada
tahap berikutnya.
18
4.1.6 Analisis regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis
pengaruh pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja terhadap produktivitas kerja
20
karyawan outsourcing di PT Bio Farma. Metode analisis ini dipilih karena
penelitian melibatkan lebih dari satu variabel independen yang diduga
97
Page 119 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 120 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
memengaruhi variabel dependen. Melalui analisis regresi linear berganda,
22
dapat diketahui arah hubungan yang terjadi antara variabel pelatihan kerja
21
dan kedisiplinan kerja dengan produktivitas kerja karyawan. Selain itu,
analisis ini juga digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi masingmasing variabel independen terhadap perubahan pada variabel dependen.
52
Dengan demikian, hasil analisis regresi linear berganda dapat memberikan
gambaran mengenai pengaruh pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
terhadap
produktivitas
kerja
karyawan
outsourcing
secara
lebih
komprehensif.
Tabel IV.14 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Variabel
B
Keterangan
Konstanta
9,973
-
Pelatihan Kerja (X1)
0,287
Positif
Kedisiplinan Kerja (X2) 0,418
Positif
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
28
Berdasarkan Tabel 4.14 diperoleh persamaan regresi linear berganda
sebagai berikut:
𝑌 = 9,973 + 0,287𝑋 + 0,418𝑋
7
Persamaan regresi yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel
pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja memiliki hubungan yang positif
dengan produktivitas kerja. Nilai konstanta sebesar 9,973 mengindikasikan
bahwa produktivitas kerja akan memiliki nilai sebesar 9,973 apabila
variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja diasumsikan tetap atau tidak
mengalami perubahan. Nilai tersebut menggambarkan tingkat produktivitas
kerja dasar sebelum mempertimbangkan pengaruh kedua variabel
independen yang diteliti.
98
Page 120 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 121 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Koefisien regresi pada variabel pelatihan kerja sebesar 0,287
menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap produktivitas kerja
10
karyawan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas
pelatihan kerja akan diikuti oleh peningkatan produktivitas kerja. Semakin
baik pelatihan yang diberikan perusahaan, semakin besar pula peluang
23
karyawan untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya. Pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan
dapat membantu karyawan mengembangkan pengetahuan, keterampilan,
dan kompetensi yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. Kondisi
tersebut pada akhirnya dapat mendukung penyelesaian pekerjaan secara
lebih efektif sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat.
47
Di sisi lain, koefisien regresi variabel kedisiplinan kerja sebesar
41
0,418 menunjukkan bahwa kedisiplinan kerja memiliki pengaruh positif
terhadap
produktivitas
kerja
karyawan.
Nilai
koefisien
tersebut
10
mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat kedisiplinan kerja akan diikuti
10
oleh peningkatan produktivitas kerja. Semakin tinggi tingkat kepatuhan
karyawan terhadap aturan, prosedur, dan ketentuan yang berlaku di
perusahaan, semakin baik pula produktivitas yang dapat dihasilkan.
32
Karyawan yang memiliki disiplin kerja yang baik umumnya mampu
memanfaatkan waktu kerja secara efektif, melaksanakan tugas sesuai
26
tanggung jawab, serta menyelesaikan pekerjaan berdasarkan target yang
8
telah ditetapkan. Oleh karena itu, kedisiplinan kerja menjadi salah satu
faktor penting yang mendukung peningkatan produktivitas kerja dalam
organisasi.
43
Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, diketahui bahwa variabel
kedisiplinan kerja memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap
produktivitas kerja dibandingkan dengan variabel pelatihan kerja. Hal
20
tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien regresi kedisiplinan kerja yang
lebih tinggi daripada nilai koefisien regresi pelatihan kerja. Temuan ini
57
menunjukkan
bahwa
perubahan
pada
tingkat
kedisiplinan
kerja
99
Page 121 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 122 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
memberikan kontribusi yang lebih kuat terhadap peningkatan produktivitas
54
kerja karyawan. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kepatuhan
terhadap aturan, ketepatan waktu, serta tanggung jawab dalam
melaksanakan pekerjaan memiliki peran yang sangat penting dalam
59
mendukung produktivitas. Oleh karena itu, upaya peningkatan kedisiplinan
kerja perlu menjadi perhatian utama perusahaan sebagai salah satu strategi
untuk mendorong peningkatan produktivitas kerja karyawan outsourcing PT
Bio Farma.
4.1.7 Uji Hipotesis
1. Uji T (Parsial)
20
Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel
independen terhadap variabel dependen secara parsial. Pengujian ini
bertujuan untuk menilai apakah setiap variabel independen memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja ketika diuji secara
20
terpisah. Dalam penelitian ini, uji t dilakukan dengan membandingkan nilai
t hitung yang diperoleh dengan kriteria pengujian yang telah ditetapkan
serta memperhatikan tingkat signifikansi masing-masing variabel. Hasil
pengujian tersebut digunakan untuk menentukan diterima atau ditolaknya
hipotesis yang diajukan pada setiap variabel independen. Dengan demikian,
19
uji t dapat memberikan gambaran mengenai besarnya kontribusi masingmasing variabel independen terhadap produktivitas kerja karyawan.
Tabel IV.15 Hasil Uji t (Parsial)
1
Variabel
t Hitung
Pelatihan
4,739
Sig.
<0,001
Kerja (X1)
Kedisiplinan
Keterangan
Berpengaruh
signifikan
5,582
<0,001
Kerja (X2)
Berpengaruh
signifikan
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
14
100
Page 122 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 123 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
12
Berdasarkan Tabel 4.15, variabel pelatihan kerja memperoleh nilai t
27
hitung sebesar 4,739 dengan tingkat signifikansi <0,001 yang berada di
bawah batas signifikansi 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan
8
kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja
karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas
pelatihan yang diberikan perusahaan dapat mendorong peningkatan
produktivitas kerja. Semakin efektif pelatihan yang diterima karyawan,
semakin baik pula kemampuan mereka dalam melaksanakan pekerjaan
sehingga produktivitas kerja cenderung meningkat.
Sementara itu, variabel kedisiplinan kerja memiliki nilai t hitung
23
sebesar 5,582 dengan tingkat signifikansi <0,001 yang juga lebih kecil dari
0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan kerja berpengaruh
10
positif
dan
signifikan
terhadap
produktivitas
kerja.
Temuan
ini
mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat kedisiplinan karyawan akan
diikuti oleh peningkatan produktivitas kerja. Karyawan yang mampu
mematuhi peraturan, memanfaatkan waktu kerja secara efektif, dan
menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya cenderung menghasilkan
produktivitas yang lebih tinggi.
32
Berdasarkan hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa
secara parsial variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing
10
PT Bio Farma. Dengan demikian, kedua variabel tersebut terbukti berperan
dalam mendukung peningkatan produktivitas kerja karyawan.
24
2. Uji F (Simultan)
Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen secara simultan atau bersama-sama. Pengujian
ini bertujuan untuk menilai apakah seluruh variabel independen yang
31
digunakan dalam model regresi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
variabel dependen. Dalam penelitian ini, uji F dilakukan dengan
101
Page 123 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 124 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
memperhatikan nilai F hitung serta tingkat signifikansi yang diperoleh dari
model regresi. Hasil pengujian tersebut digunakan untuk mengevaluasi
20
kelayakan model dalam menjelaskan hubungan antara variabel pelatihan
kerja dan kedisiplinan kerja dengan produktivitas kerja. Selain itu, uji F juga
1
memberikan gambaran mengenai kemampuan kedua variabel independen
dalam menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen secara
20
simultan. Dengan demikian, hasil uji F menjadi dasar dalam menentukan
apakah model regresi yang digunakan layak untuk menjelaskan hubungan
antarvariabel dalam penelitian ini.
Tabel IV.16 Hasil Uji F (Simultan)
48
F Hitung
Sig.
Keterangan
49,834
<0,001
Berpengaruh
signifikan
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
42
Berdasarkan Tabel 4.16, diperoleh nilai F hitung sebesar 49,834
dengan tingkat signifikansi <0,001 yang lebih kecil daripada 0,05. Hasil
12
tersebut menunjukkan bahwa variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa
perubahan pada kedua variabel independen dapat memberikan kontribusi
52
terhadap perubahan produktivitas kerja. Dengan kata lain, peningkatan
kualitas pelatihan kerja yang diikuti dengan penerapan kedisiplinan kerja
yang baik dapat mendukung peningkatan produktivitas karyawan. Hasil
28
pengujian ini juga menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan
mampu menjelaskan hubungan antara variabel independen dan variabel
2
dependen secara memadai. Oleh karena itu, model regresi dalam penelitian
ini dinyatakan layak digunakan untuk menganalisis pengaruh pelatihan
kerja dan kedisiplinan kerja terhadap produktivitas kerja.
102
Page 124 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 125 of 174 - Integrity Submission
28
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
3. Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya
kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi yang terjadi
pada variabel dependen. Pengujian ini memberikan informasi mengenai
20
seberapa besar kontribusi variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
51
dalam menjelaskan perubahan produktivitas kerja karyawan. Nilai koefisien
determinasi dalam penelitian ini dapat dilihat melalui nilai R Square yang
2
terdapat pada tabel Model Summary. Semakin tinggi nilai R Square yang
diperoleh, semakin besar pula kemampuan variabel independen dalam
menjelaskan variabel dependen. Sebaliknya, apabila nilai R Square rendah,
47
maka terdapat faktor-faktor lain di luar model penelitian yang turut
11
memengaruhi variabel dependen. Oleh karena itu, koefisien determinasi
digunakan untuk menilai tingkat kemampuan model regresi dalam
menjelaskan hubungan antarvariabel yang diteliti.
Tabel IV.17 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²)
19
R
R Square
Adjusted R Square
0,646
0,418
0,409
Sumber: Data diolah peneliti, 2026
49
Berdasarkan Tabel 4.17, diperoleh nilai R Square sebesar 0,418.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan
kerja mampu menjelaskan variasi produktivitas kerja sebesar 41,8%.
57
Sementara itu, sebesar 58,2% variasi produktivitas kerja dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Hasil
tersebut mengindikasikan bahwa pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja
memiliki kontribusi yang cukup besar dalam menjelaskan perubahan
49
produktivitas kerja karyawan, meskipun masih terdapat variabel lain yang
turut memengaruhi produktivitas kerja.
103
Page 125 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 126 of 174 - Integrity Submission
1
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Selain itu, nilai R sebesar 0,646 menunjukkan bahwa hubungan
antara variabel pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja dengan produktivitas
1
kerja berada pada kategori kuat serta memiliki arah hubungan yang positif.
Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pada pelatihan kerja dan
11
kedisiplinan kerja cenderung diikuti oleh peningkatan produktivitas kerja
karyawan. Dengan demikian, semakin baik pelaksanaan pelatihan kerja dan
18
semakin tinggi tingkat kedisiplinan karyawan, maka produktivitas kerja
karyawan outsourcing PT Bio Farma juga cenderung mengalami
peningkatan.
36
4.2 Pembahasan
4.2.1 Pengaruh Pelatihan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa
pelatihan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
12
produktivitas kerja karyawan outsourcing PT Bio Farma. Temuan tersebut
menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelatihan kerja yang diberikan
perusahaan dapat mendorong peningkatan produktivitas kerja karyawan.
Pelatihan yang dilaksanakan secara efektif mampu membantu karyawan
memahami tugas dan tanggung jawab pekerjaan dengan lebih baik,
71
sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Kompetensi yang semakin baik
akan memudahkan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara lebih
26
tepat, efektif, dan efisien. Oleh karena itu, pelatihan kerja dapat dipandang
9
sebagai salah satu faktor penting yang berperan dalam mendukung
peningkatan produktivitas kerja karyawan outsourcing di PT Bio Farma.
9
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pelatihan kerja yang
11
diberikan oleh perusahaan berperan dalam membantu karyawan memahami
prosedur kerja serta standar operasional yang berlaku. Karyawan yang
11
memperoleh pelatihan secara memadai cenderung memiliki pemahaman
yang lebih baik mengenai pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya
sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja secara lebih cepat.
104
Page 126 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 127 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Selain itu, pelatihan juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan
80
dan keterampilan kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas seharihari. Kompetensi yang dimiliki karyawan melalui pelatihan memungkinkan
pekerjaan diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan
perusahaan. Di samping itu, pelatihan kerja dapat membantu mengurangi
terjadinya kesalahan dalam proses kerja sehingga aktivitas operasional
33
dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien. Dalam lingkungan kerja
33
outsourcing, pelatihan memiliki peran yang sangat penting karena karyawan
dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan sistem, prosedur, dan
tuntutan pekerjaan perusahaan dalam waktu yang relatif singkat.
8
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel pelatihan
kerja berada pada kategori tinggi. Pernyataan dengan nilai rata-rata tertinggi
terdapat pada item mengenai kemampuan materi pelatihan dalam membantu
memahami pekerjaan dan penggunaan hasil evaluasi pelatihan untuk
meningkatkan kemampuan kerja. Hal tersebut menunjukkan bahwa
responden merasa pelatihan yang diberikan perusahaan telah membantu
meningkatkan pemahaman dan kemampuan kerja mereka. Namun
9
demikian, masih terdapat item dengan nilai rata-rata relatif lebih rendah
9
pada aspek metode penyampaian pelatihan. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa perusahaan masih perlu melakukan pengembangan terhadap metode
pelatihan agar proses pelatihan menjadi lebih efektif dan mudah dipahami
seluruh karyawan.
Secara teoritis, temuan penelitian ini mendukung konsep
2
manajemen sumber daya manusia yang dikemukakan oleh (Dessler, 2020) ,
yang menjelaskan bahwa pelatihan kerja merupakan upaya yang dilakukan
19
untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan
2
agar mampu melaksanakan pekerjaan secara efektif. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan perusahaan berkontribusi
terhadap peningkatan kemampuan kerja karyawan sehingga produktivitas
kerja dapat meningkat. Sejalan dengan pendapat tersebut, (Noe et al., 2021)
105
Page 127 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 128 of 174 - Integrity Submission
12
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
menyatakan bahwa pelatihan kerja merupakan salah satu bagian penting
dalam pengembangan sumber daya manusia karena berperan dalam
meningkatkan kompetensi dan efektivitas kerja. Peningkatan kompetensi
11
yang diperoleh melalui pelatihan memungkinkan karyawan melaksanakan
65
pekerjaan dengan lebih baik sesuai dengan tuntutan organisasi. Oleh karena
12
itu, pelatihan kerja dapat dipandang sebagai investasi perusahaan dalam
pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan
33
kualitas karyawan serta mendukung pencapaian tujuan organisasi secara
optimal.
67
Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan yang dikemukakan oleh
46
(Holy et al., 2023) , yang menunjukkan bahwa pelatihan kerja memiliki
pengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian tersebut
12
menjelaskan bahwa pelatihan kerja berperan dalam meningkatkan
kemampuan, efektivitas, dan kualitas kerja karyawan dalam melaksanakan
11
tugasnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan yang dirancang dan
dilaksanakan secara efektif dapat membantu karyawan mengembangkan
22
kompetensi serta keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Selain itu,
22
pelatihan juga mampu meningkatkan pemahaman karyawan terhadap
prosedur dan standar kerja yang berlaku di perusahaan. Dengan
meningkatnya kompetensi dan pemahaman kerja tersebut, karyawan dapat
melaksanakan pekerjaan secara lebih efektif sehingga produktivitas kerja
turut mengalami peningkatan.
29
Dalam
penelitian
ini,
pengaruh
pelatihan
kerja
terhadap
produktivitas kerja menunjukkan bahwa perusahaan perlu mempertahankan
dan meningkatkan kualitas program pelatihan kerja bagi karyawan
outsourcing. Pelatihan kerja yang dilakukan secara rutin, sesuai kebutuhan
pekerjaan, dan didukung metode pelatihan yang efektif akan membantu
meningkatkan kemampuan kerja karyawan. Perusahaan juga perlu
melakukan evaluasi pelatihan secara berkala agar materi pelatihan yang
diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan
106
Page 128 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 129 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
demikian, produktivitas kerja karyawan dapat terus meningkat seiring
meningkatnya kualitas pelatihan kerja yang diberikan perusahaan.
49
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan kerja
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja
40
karyawan outsourcing PT Bio Farma. Semakin baik pelatihan kerja yang
diberikan perusahaan, maka semakin tinggi produktivitas kerja karyawan
yang dihasilkan.
4.2.2 Pengaruh Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas Kerja
23
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa
20
kedisiplinan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan outsourcing PT Bio Farma. Temuan tersebut
10
menunjukkan bahwa peningkatan tingkat kedisiplinan kerja akan diikuti
oleh peningkatan produktivitas kerja karyawan. Kedisiplinan kerja berperan
penting dalam mendukung terciptanya pelaksanaan pekerjaan yang teratur,
41
efektif, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
11
Oleh karena itu, kedisiplinan kerja menjadi salah satu faktor yang
11
berkontribusi terhadap keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan
produktivitas karyawan.
19
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa karyawan yang
memiliki tingkat disiplin kerja yang baik cenderung mampu mematuhi
berbagai peraturan yang berlaku, hadir sesuai jadwal kerja, menyelesaikan
tugas berdasarkan target yang telah ditentukan, serta menjalankan tanggung
23
jawab pekerjaan dengan baik. Penerapan disiplin kerja yang tinggi dapat
membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertib dan mendukung
kelancaran aktivitas operasional perusahaan. Selain itu, kedisiplinan kerja
54
juga mendorong karyawan untuk bekerja secara konsisten sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan organisasi. Dalam konteks tenaga kerja
18
outsourcing, disiplin kerja memiliki peran yang sangat penting karena
107
Page 129 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 130 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
karyawan dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan ketentuan
perusahaan serta menjaga kualitas pekerjaan secara berkelanjutan.
8
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel kedisiplinan
kerja berada pada kategori tinggi. Pernyataan dengan nilai rata-rata tertinggi
terdapat pada aspek kehadiran kerja dan tanggung jawab kerja karyawan.
36
Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki
kesadaran yang baik terhadap tanggung jawab pekerjaan dan aturan kerja
53
perusahaan. Namun demikian, masih terdapat beberapa item dengan nilai
rata-rata relatif lebih rendah pada aspek pengelolaan waktu kerja dan
konsistensi disiplin kerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan
masih perlu meningkatkan pengawasan dan pembinaan disiplin kerja agar
18
kedisiplinan kerja karyawan dapat meningkat secara lebih optimal.
Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung konsep disiplin kerja
7
yang dikemukakan oleh (Hasibuan, 2020), yang menyatakan bahwa disiplin
kerja mencerminkan kesadaran dan kesediaan individu untuk mematuhi
berbagai peraturan serta ketentuan yang berlaku dalam lingkungan kerja.
14
Tingkat kedisiplinan yang baik akan mendorong karyawan untuk
melaksanakan pekerjaan secara lebih teratur, bertanggung jawab, dan sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan organisasi. Kondisi tersebut
memungkinkan pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih efektif sehingga
produktivitas kerja dapat meningkat. Selain itu, dalam perspektif
manajemen sumber daya manusia, kedisiplinan kerja dipandang sebagai
19
salah satu faktor yang berperan penting dalam mendukung efektivitas
14
pelaksanaan pekerjaan dan pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu,
penerapan disiplin kerja yang baik menjadi aspek yang perlu diperhatikan
perusahaan dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
35
Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan yang dikemukakan oleh
(Wahyuni & Tupti, 2021) , yang menunjukkan bahwa disiplin kerja
memiliki pengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian
108
Page 130 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 131 of 174 - Integrity Submission
tersebut
19
menjelaskan
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
bahwa
tingkat
disiplin
yang
tinggi
dapat
meningkatkan tanggung jawab karyawan dalam melaksanakan pekerjaan
serta mendorong penyelesaian tugas secara lebih efektif. Karyawan yang
disiplin cenderung mampu mematuhi aturan, memanfaatkan waktu kerja
23
dengan baik, dan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan perusahaan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung
14
peningkatan produktivitas kerja. Selain itu, hasil penelitian ini juga
didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Ahmad & Nurhayati, 2022),
yang menemukan bahwa disiplin kerja memberikan kontribusi positif
terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan. Penelitian tersebut
menjelaskan bahwa penerapan disiplin kerja yang baik mampu menciptakan
keteraturan dalam pelaksanaan pekerjaan serta meningkatkan kualitas hasil
kerja yang dihasilkan. Dengan adanya kedisiplinan yang tinggi, proses kerja
dapat berlangsung secara lebih terarah dan efisien sehingga produktivitas
kerja karyawan dapat meningkat secara optimal.
29
Dalam penelitian ini, variabel kedisiplinan kerja terbukti memiliki
pengaruh yang lebih dominan terhadap produktivitas kerja dibandingkan
50
dengan variabel pelatihan kerja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa
41
tingkat kedisiplinan karyawan memegang peranan yang sangat penting
dalam mendukung pencapaian produktivitas kerja pada karyawan
54
outsourcing PT Bio Farma. Tingginya tingkat kedisiplinan dapat mendorong
karyawan untuk bekerja sesuai dengan aturan, memanfaatkan waktu kerja
secara efektif, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara
konsisten. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap kelancaran proses kerja
7
dan pencapaian target perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus
mempertahankan dan meningkatkan penerapan disiplin kerja melalui
pengawasan yang efektif, penerapan aturan yang jelas, pemberian
penghargaan dan sanksi secara proporsional, serta penguatan budaya kerja
yang profesional dan tertib.
109
Page 131 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 132 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan,
dapat
disimpulkan bahwa kedisiplinan kerja memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing PT Bio
1
Farma. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat
kedisiplinan yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula produktivitas
kerja yang dapat dicapai. Dengan demikian, peningkatan kedisiplinan kerja
32
dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mendukung
peningkatan produktivitas kerja karyawan secara berkelanjutan.
40
4.2.3 Pengaruh Pelatihan Kerja dan Kedisiplinan Kerja terhadap
Produktivitas Kerja
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa
45
pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara simultan memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing PT
26
Bio
Farma.
Temuan
tersebut
menunjukkan
bahwa
peningkatan
produktivitas kerja tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, tetapi
merupakan hasil dari kombinasi berbagai aspek yang saling mendukung.
19
Pelatihan kerja berperan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan, sedangkan
65
kedisiplinan kerja berperan dalam membentuk perilaku kerja yang tertib,
bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan perusahaan. Ketika kedua
faktor tersebut diterapkan secara optimal, karyawan akan memiliki
kompetensi yang memadai sekaligus mampu menjalankan pekerjaan
dengan disiplin yang tinggi. Kondisi tersebut dapat mendukung pelaksanaan
77
pekerjaan yang lebih efektif dan efisien sehingga produktivitas kerja
karyawan meningkat secara optimal.
9
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan kerja memiliki
38
pengaruh yang lebih dominan dibandingkan pelatihan kerja terhadap
produktivitas kerja. Hal tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan
kerja, perusahaan juga membutuhkan perilaku kerja yang baik agar
32
pekerjaan dapat berjalan secara efektif. Karyawan yang memiliki
110
Page 132 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 133 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
kemampuan kerja yang baik tetapi tidak disiplin cenderung mengalami
32
hambatan dalam mencapai target kerja. Sebaliknya, kedisiplinan kerja yang
tinggi akan membantu karyawan menjalankan pekerjaan secara lebih
teratur, tepat waktu, dan sesuai standar perusahaan sehingga produktivitas
kerja meningkat.
23
Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel
pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja memiliki kemampuan yang cukup
kuat dalam menjelaskan variasi produktivitas kerja karyawan outsourcing
PT Bio Farma. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kedua variabel
memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan produktivitas
12
kerja karyawan. Pelatihan kerja berperan dalam meningkatkan kompetensi
dan kemampuan kerja, sedangkan kedisiplinan kerja mendukung
terciptanya perilaku kerja yang teratur dan bertanggung jawab. Kombinasi
kedua faktor tersebut dapat membantu karyawan mencapai kinerja yang
lebih baik sehingga produktivitas kerja meningkat. Meskipun demikian,
produktivitas kerja tidak hanya dipengaruhi oleh pelatihan kerja dan
47
kedisiplinan kerja. Masih terdapat berbagai faktor lain di luar penelitian ini
49
yang berpotensi memengaruhi produktivitas kerja, seperti motivasi kerja,
lingkungan kerja, kepuasan kerja, kompensasi, serta budaya organisasi yang
diterapkan dalam perusahaan.
1
Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung konsep manajemen
sumber daya manusia yang dikemukakan oleh (Dessler, 2020) , yang
menyatakan bahwa produktivitas kerja dipengaruhi oleh kemampuan kerja
dan perilaku kerja karyawan. Kemampuan kerja dapat ditingkatkan melalui
pelatihan yang memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi
yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. Sementara itu, kedisiplinan
kerja berperan dalam membentuk perilaku kerja yang sesuai dengan aturan,
54
prosedur, dan tujuan organisasi. Karyawan yang memiliki kompetensi yang
baik serta tingkat kedisiplinan yang tinggi cenderung mampu melaksanakan
50
pekerjaan secara lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, kombinasi antara
111
Page 133 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 134 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
peningkatan kemampuan kerja melalui pelatihan dan penerapan disiplin
57
kerja yang baik dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap
18
peningkatan produktivitas kerja karyawan. Temuan penelitian ini
menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut saling melengkapi dalam
22
mendukung pencapaian produktivitas kerja yang lebih tinggi.
Selain itu, (Noe et al., 2021) menjelaskan bahwa pengembangan
22
sumber daya manusia melalui pelatihan kerja yang didukung oleh penerapan
46
disiplin kerja yang baik dapat membantu organisasi meningkatkan
efektivitas dan produktivitas kerja karyawan. Pelatihan kerja berperan
dalam meningkatkan kompetensi karyawan melalui pengembangan
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan. Sementara itu, kedisiplinan kerja berfungsi sebagai
54
mekanisme yang mendorong karyawan untuk menjalankan pekerjaan sesuai
dengan aturan, prosedur, dan standar yang telah ditetapkan perusahaan.
Dalam
penelitian
ini,
pelatihan
kerja
berperan
sebagai
sarana
pengembangan kompetensi, sedangkan kedisiplinan kerja berfungsi sebagai
faktor yang mengarahkan perilaku kerja agar tetap selaras dengan tujuan
organisasi. Dengan demikian, kombinasi antara peningkatan kompetensi
46
dan penerapan disiplin kerja yang baik dapat mendukung terciptanya
produktivitas kerja yang lebih tinggi.
67
Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan yang dikemukakan oleh
43
(Holy et al., 2023) , yang menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan disiplin
kerja memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produktivitas
kerja karyawan. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa produktivitas kerja
dapat meningkat apabila karyawan memiliki kompetensi yang memadai
serta didukung oleh perilaku kerja yang disiplin. Pelatihan kerja membantu
22
meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan, sedangkan disiplin kerja berperan dalam
14
memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan aturan dan target
yang telah ditetapkan perusahaan.
112
Page 134 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 135 of 174 - Integrity Submission
35
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Selain itu, hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan
oleh (Wahyuni & Tupti, 2021), yang menunjukkan bahwa peningkatan
produktivitas kerja dapat dicapai melalui pengembangan kompetensi kerja
yang diimbangi dengan penerapan disiplin kerja yang baik. Temuan tersebut
11
mengindikasikan bahwa produktivitas kerja merupakan hasil dari
kombinasi antara kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan
dan kepatuhan terhadap standar kerja yang berlaku. Oleh karena itu,
perusahaan perlu mengelola kedua aspek tersebut secara bersamaan agar
produktivitas kerja karyawan dapat meningkat secara optimal dan
berkelanjutan.
12
Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa
perusahaan perlu mengelola pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara
11
terpadu sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan
11
dapat membantu karyawan meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan
pemahaman terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Di sisi
7
lain, penerapan disiplin kerja yang konsisten melalui pengawasan yang
efektif dan penegakan aturan yang jelas dapat mendorong terciptanya
7
perilaku kerja yang lebih tertib dan bertanggung jawab. Selain itu,
perusahaan juga perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung
pengembangan kemampuan serta pembentukan budaya kerja yang disiplin.
49
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu karyawan bekerja secara lebih
efektif dan efisien sehingga produktivitas kerja dapat meningkat secara
berkelanjutan.
45
Berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan,
dapat
disimpulkan bahwa pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara simultan
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja
44
karyawan outsourcing PT Bio Farma. Temuan ini menunjukkan bahwa
113
Page 135 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 136 of 174 - Integrity Submission
12
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
peningkatan produktivitas kerja dapat dicapai melalui kombinasi antara
pengembangan kompetensi karyawan dan penerapan disiplin kerja yang
baik. Dengan demikian, semakin baik pelaksanaan pelatihan kerja dan
1
semakin tinggi tingkat kedisiplinan kerja yang diterapkan, maka semakin
tinggi pula produktivitas kerja yang dapat dihasilkan oleh karyawan.
40
52
4.3 Implikasi Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa
pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan outsourcing PT Bio Farma. Temuan tersebut
menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja serta
46
penerapan disiplin kerja yang baik dapat mendukung peningkatan produktivitas
kerja karyawan. Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran empiris
mengenai hubungan antarvariabel yang diteliti, tetapi juga menunjukkan
72
pentingnya peran pengelolaan sumber daya manusia dalam mendukung pencapaian
tujuan organisasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memiliki implikasi baik dari
9
sisi teoritis maupun praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan
17
dalam pengambilan keputusan manajerial. Selain itu, temuan penelitian ini juga
diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen
sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan produktivitas kerja
karyawan outsourcing.
4.3.1 Implikasi Teoritis
1
Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung teori manajemen
sumber daya manusia yang dikemukakan oleh (Dessler, 2020) , yang
2
menjelaskan bahwa pelatihan kerja merupakan proses yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan agar
11
dapat melaksanakan pekerjaan secara lebih efektif. Temuan penelitian ini
menunjukkan bahwa pelatihan kerja memiliki peran penting dalam
meningkatkan produktivitas kerja karyawan outsourcing PT Bio Farma.
Melalui pelatihan yang diberikan, karyawan memperoleh pemahaman yang
lebih baik mengenai tugas, prosedur kerja, dan standar operasional yang
114
Page 136 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 137 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
berlaku di perusahaan. Selain itu, pelatihan juga membantu meningkatkan
kompetensi kerja sehingga karyawan mampu melaksanakan pekerjaan
44
dengan lebih tepat dan efisien. Dengan demikian, hasil penelitian ini
12
memperkuat pandangan bahwa pelatihan kerja merupakan salah satu
strategi pengembangan sumber daya manusia yang dapat mendukung
7
7
peningkatan produktivitas kerja karyawan.
Hasil penelitian ini juga mendukung teori disiplin kerja yang
dikemukakan oleh (Hasibuan, 2020) , yang menjelaskan bahwa disiplin
kerja merupakan bentuk kesadaran dan kesediaan individu untuk mematuhi
berbagai peraturan serta norma kerja yang berlaku dalam organisasi.
41
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan kerja memiliki
pengaruh yang lebih besar terhadap produktivitas kerja dibandingkan
dengan pelatihan kerja. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa perilaku
kerja yang tertib, konsisten, dan bertanggung jawab memiliki kontribusi
32
yang sangat penting dalam mendukung peningkatan produktivitas
karyawan. Karyawan yang mampu mematuhi aturan, memanfaatkan waktu
kerja secara efektif, serta melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung
9
jawabnya cenderung menghasilkan kinerja yang lebih baik. Oleh karena itu,
25
hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kedisiplinan kerja
merupakan salah satu faktor utama yang berperan dalam meningkatkan
produktivitas kerja karyawan outsourcing.
27
Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung Human Capital
Theory yang menjelaskan bahwa investasi organisasi dalam pengembangan
sumber daya manusia dapat memberikan manfaat jangka panjang berupa
peningkatan kualitas dan produktivitas kerja karyawan. Dalam penelitian
ini, pelatihan kerja berperan sebagai bentuk investasi perusahaan dalam
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang dimiliki
karyawan. Sementara itu, kedisiplinan kerja berfungsi sebagai mekanisme
yang membantu mengarahkan perilaku kerja agar sesuai dengan aturan,
standar, dan tujuan organisasi. Kedua aspek tersebut saling melengkapi
115
Page 137 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 138 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan yang lebih efektif dan efisien.
Oleh karena itu, kombinasi antara peningkatan kompetensi melalui
pelatihan kerja dan penerapan disiplin kerja yang baik dapat menjadi
32
strategi yang efektif dalam mendorong peningkatan produktivitas kerja
karyawan secara optimal.
Penelitian
11
ini
juga
memberikan
kontribusi
empiris
bagi
pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam
6
kajian yang berkaitan dengan pelatihan kerja, kedisiplinan kerja, dan
produktivitas kerja pada tenaga kerja outsourcing di industri farmasi.
Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini dapat memperkaya bukti
59
empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja serta
memperluas pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya manusia pada
2
tenaga kerja outsourcing. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi salah satu referensi bagi peneliti selanjutnya yang memiliki fokus
49
kajian serupa. Mengingat masih terdapat faktor-faktor lain yang berpotensi
memengaruhi produktivitas kerja, penelitian selanjutnya disarankan untuk
memasukkan variabel tambahan, seperti motivasi kerja, kepuasan kerja,
lingkungan kerja, kompensasi, maupun budaya organisasi. Dengan
demikian, kajian mengenai produktivitas kerja dapat dikembangkan secara
1
lebih komprehensif dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam
mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya.
Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan
11
kerja dan kedisiplinan kerja merupakan faktor yang memiliki peran penting
dalam
meningkatkan
produktivitas
kerja
karyawan
outsourcing.
Peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja serta penerapan disiplin
32
kerja yang baik terbukti mampu mendukung pelaksanaan pekerjaan secara
lebih efektif dan efisien. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa
perusahaan perlu memberikan perhatian yang berkelanjutan terhadap kedua
aspek tersebut sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya
manusia. Melalui pengelolaan pelatihan dan kedisiplinan kerja yang
116
Page 138 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 139 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
optimal, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja
7
karyawan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini selanjutnya menjadi
dasar dalam penyusunan kesimpulan dan rekomendasi yang diajukan dalam
penelitian.
4.3.2 Implikasi Praktis
29
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja memiliki
pengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing PT Bio
Farma. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas
18
pelatihan kerja dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan
produktivitas
karyawan.
Oleh
karena
itu,
perusahaan
perlu
mempertahankan sekaligus mengembangkan program pelatihan kerja yang
telah diterapkan. Pelatihan yang disusun secara terencana, berkelanjutan,
dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan akan membantu karyawan
11
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan teknis yang
diperlukan dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, pelatihan juga dapat
11
memperkuat pemahaman karyawan terhadap prosedur dan standar
operasional yang berlaku di perusahaan. Dengan terselenggaranya program
pelatihan yang efektif, karyawan diharapkan mampu melaksanakan
pekerjaan secara lebih efisien sehingga produktivitas kerja dapat terus
meningkat.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif, indikator pelatihan kerja
dengan nilai relatif lebih rendah terdapat pada aspek metode penyampaian
pelatihan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perlu
mengembangkan metode pelatihan yang lebih efektif agar materi pelatihan
dapat dipahami dengan lebih baik oleh seluruh karyawan. Perusahaan dapat
menggunakan metode pelatihan yang lebih interaktif, memberikan praktik
kerja secara langsung, serta memanfaatkan media pembelajaran berbasis
teknologi agar proses pelatihan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
117
Page 139 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 140 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan evaluasi terhadap
efektivitas pelatihan kerja yang telah diberikan. Evaluasi tersebut penting
untuk mengetahui apakah materi pelatihan yang diberikan telah sesuai
dengan kebutuhan operasional perusahaan dan mampu meningkatkan
kemampuan kerja karyawan. Dengan adanya evaluasi pelatihan secara
berkala, perusahaan dapat melakukan perbaikan terhadap program pelatihan
sehingga kualitas pelatihan kerja dapat terus meningkat.
1
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kedisiplinan kerja
memiliki pengaruh positif dan lebih dominan terhadap produktivitas kerja
karyawan outsourcing PT Bio Farma dibandingkan variabel pelatihan kerja.
18
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin kerja dapat
memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan produktivitas
karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus memperkuat penerapan
50
disiplin kerja melalui pengawasan yang efektif, penegakan aturan kerja
7
yang jelas, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan
7
secara adil dan konsisten. Selain itu, perusahaan juga perlu membangun
budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab agar perilaku disiplin
dapat tertanam dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan tingkat
kedisiplinan yang baik, karyawan akan lebih mampu menjalankan tugas
sesuai ketentuan, memanfaatkan waktu kerja secara optimal, serta mencapai
target yang telah ditetapkan perusahaan. Kondisi tersebut pada akhirnya
dapat mendukung peningkatan produktivitas kerja dan efektivitas
operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif, indikator kedisiplinan kerja
dengan nilai relatif lebih rendah terdapat pada aspek pengelolaan waktu
kerja dan konsistensi disiplin kerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa
perusahaan perlu meningkatkan pembinaan disiplin kerja agar karyawan
mampu menggunakan waktu kerja secara lebih efektif dan menjaga
konsistensi kedisiplinan dalam bekerja. Perusahaan juga perlu membangun
118
Page 140 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 141 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab agar kedisiplinan
kerja dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh karyawan.
Selain itu, perusahaan dapat meningkatkan komunikasi internal dan
memberikan motivasi kerja kepada karyawan agar mereka memiliki
kesadaran untuk menjaga disiplin kerja dalam melaksanakan pekerjaan
27
sehari-hari. Dengan meningkatnya kualitas pelatihan kerja dan kedisiplinan
kerja, diharapkan produktivitas kerja karyawan outsourcing PT Bio Farma
2
dapat terus meningkat secara optimal
119
Page 141 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 142 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh pelatihan kerja dan
kedisiplinan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing PT SABIL
76
HUDA UTAMA yang ditempatkan di PT Bio Farma, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pelatihan kerja, tingkat kedisiplinan kerja, dan produktivitas
kerja karyawan outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA yang ditempatkan
79
di PT Bio Farma secara umum berada pada kategori baik. Hal tersebut
menunjukkan bahwa perusahaan telah mampu memberikan pelatihan kerja
yang cukup baik, menerapkan disiplin kerja dengan baik, serta mendukung
terciptanya produktivitas kerja karyawan yang optimal. Namun demikian,
masih terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan, terutama pada
aspek metode penyampaian pelatihan, pengelolaan waktu kerja, dan upaya
meminimalkan tingkat kesalahan kerja.
1
2. Pelatihan kerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA yang
10
ditempatkan di PT Bio Farma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
peningkatan kualitas pelatihan kerja akan diikuti oleh peningkatan
produktivitas kerja karyawan. Melalui pelatihan yang efektif, karyawan
31
dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman terhadap
17
pekerjaan sehingga tugas dapat diselesaikan secara lebih efektif dan efisien.
41
3. Kedisiplinan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA yang
1
ditempatkan di PT Bio Farma. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa
semakin tinggi tingkat kedisiplinan yang dimiliki karyawan, semakin tinggi
pula produktivitas kerja yang dapat dicapai. Kedisiplinan kerja berperan
120
Page 142 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 143 of 174 - Integrity Submission
dalam
47
menciptakan
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
keteraturan
dalam
pelaksanaan
pekerjaan,
meningkatkan tanggung jawab karyawan, serta mendukung pencapaian
target kerja yang telah ditetapkan perusahaan.
30
4. Pelatihan kerja dan kedisiplinan kerja secara simultan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing PT
46
SABIL HUDA UTAMA yang ditempatkan di PT Bio Farma. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa produktivitas kerja dipengaruhi oleh
kombinasi antara kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan kerja dan
perilaku kerja yang tercermin dalam kedisiplinan kerja. Oleh karena itu,
2
perusahaan perlu terus meningkatkan kualitas program pelatihan serta
memperkuat penerapan disiplin kerja agar produktivitas kerja karyawan
dapat meningkat secara berkelanjutan.
13
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti
memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Saran Praktis
a. Perusahaan perlu meningkatkan efektivitas metode penyampaian
pelatihan agar materi pelatihan dapat dipahami dengan lebih baik oleh
seluruh karyawan outsourcing. Perusahaan dapat menggunakan metode
pelatihan yang lebih interaktif, memberikan praktik kerja secara
langsung, serta memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi
agar proses pelatihan menjadi lebih menarik dan efektif.
b. Perusahaan perlu meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan
waktu kerja karyawan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target
yang telah ditentukan. Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan
pembinaan disiplin kerja secara berkala agar karyawan mampu menjaga
konsistensi disiplin kerja dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari.
c. Perusahaan perlu meningkatkan evaluasi terhadap hasil kerja karyawan
untuk meminimalkan tingkat kesalahan kerja dan meningkatkan
121
Page 143 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 144 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
ketelitian dalam bekerja. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui
evaluasi kerja secara berkala, pemberian arahan kerja yang jelas, serta
peningkatan komunikasi antara atasan dan karyawan.
d. Perusahaan perlu mempertahankan penerapan disiplin kerja dan kualitas
pelatihan kerja yang telah berjalan dengan baik karena kedua faktor
tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas kerja karyawan
outsourcing PT SABIL HUDA UTAMA yang ditempatkan di PT Bio
Farma.
2. Saran Teoritis
27
a. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel lain yang
belum dibahas dalam penelitian ini, seperti motivasi kerja, lingkungan
kerja, kepuasan kerja, kompensasi, maupun budaya organisasi.
49
Penambahan
variabel
tersebut
diharapkan
dapat
memberikan
pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai faktor yang
memengaruhi
1
produktivitas
kerja
karyawan
serta
memperluas
pengembangan kajian dalam bidang manajemen sumber daya manusia..
b. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas objek penelitian
pada perusahaan atau sektor industri yang berbeda sehingga hasil
penelitian dapat dibandingkan secara lebih komprehensif dan
memberikan gambaran yang lebih luas mengenai produktivitas kerja
karyawan outsourcing.
122
Page 144 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 145 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, F., & Nurhayati. (2022). Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas
Kerja Karyawan. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 19(1), 77–86.
Armstrong, M., & Taylor, S. (2020). Armstrong’s Handbook of Human Resource
Management Practice (15th Editi). Kogan Page.
Asghar, M., Kalwar, M. S., Shah, S. M. A., & Amjad, A. (2025). Outsourcing
practices and organizational efficiency: Exploring the mediating roles of HRM
practices and employee productivity under the moderation of leadership
effectiveness. Journal of Business and Management Research, 4(3), 800–813.
https://doi.org/10.64105/jbmr.04.03.547
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative,
quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.
Dessler, G. (2020). Human Resource Management (16th Editi). Pearson.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hasibuan, M. S. P. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020a). Operations Management:
Sustainability and Supply Chain Management. Pearson.
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020b). Operations Management (13th
Editi). Pearson.
Holy, I., Haedar, H., & Dewi, S. R. (2023). Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan
Karyawan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Jesya: Jurnal Ekonomi
Dan
Ekonomi
Syariah,
6(2),
1761–1771.
https://doi.org/10.36778/jesya.v6i2.1134
Maliha, M. N., Tayeh, B. A., & Abu Aisheh, Y. I. (2025). Impacts of Human
Resources Management Strategies and Practices on Workers’ Performance.
Journal
of
Civil
Page 145 of 174 - Integrity Submission
Engineering and
123
Management,
31(1),
20–37.
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 146 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
https://doi.org/10.3846/jcem.2024.20989
Mutiara, & Kusumayadi, F. (2025). Pengaruh pelatihan dan disiplin kerja terhadap
produktivitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
Kabupaten
Bima.
Indonesia
Economic
Journal,
1(2),
542–555.
https://doi.org/10.63822/0fyg3w36
Noe, R. A. (2020). Employee Training and Development (8th Editio). McGraw-Hill.
Noe, R. A., Hollenbeck, J. R., Gerhart, B., & Wright, P. M. (2021). Fundamentals
of Human Resource Management (8th Edition). McGraw-Hill Education.
Pallant, J. (2020a). SPSS Survival Manual: A Step by Step Guide to Data Analysis
Using IBM SPSS. McGraw-Hill Education.
Pallant, J. (2020b). SPSS Survival Manual (7th Edition). McGraw-Hill Education.
Pricilla, L., & Octaviani, I. S. (2022). Pengaruh pelatihan kerja dan disiplin kerja
terhadap produktivitas kerja karyawan PT Mitra Mas. Jurnal Arastirma, 2(2),
269–276. https://doi.org/10.32493/arastirma.v2i2.23178
Putri, F. N., Yulasmi, S., & Sari, S. Y. (2025). Pengaruh pelatihan kerja dan disiplin
kerja terhadap produktivitas kerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai
variabel intervening. Jurnal Ilmu Manajemen Dan Pendidikan, 1(4), 287–302.
https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jimp/article/view/679
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2020). Organizational Behavior (18th Editi).
Pearson.
Salas, E., Tannenbaum, S. I., Kraiger, K., & Smith-Jentsch, K. A. (2021). The
Science of Training and Development in Organizations: What Matters in
Practice. Psychological Science in the Public Interest, 22(2), 74–101.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syahrian, S., & Prakoso, D. (2023). Effect of work training, work motivation, and
work discipline on employee performance. International Journal of
124
Page 146 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 147 of 174 - Integrity Submission
Economics,
Business
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
and
Accounting
Research,
7(2),
661–673.
https://doi.org/10.29040/ijebar.v7i2.9561
Taherdoost, H. (2020a). Data Collection Methods and Tools for Research; A Stepby-Step Guide. International Journal of Academic Research in Management,
5(1), 1–10.
Taherdoost, H. (2020b). Validity and Reliability of the Research Instrument; How
to Test the Validation of a Questionnaire/Survey in a Research. International
Journal of Academic Research in Management, 5(3), 28–36.
Terry, G. R. (2019). Principles of Management. Richard D. Irwin.
Wahyuni, R., & Tupti, Z. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas
Kerja Karyawan. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 4(2), 181–
192. https://doi.org/10.30596/maneggio.v4i2.8048
125
Page 147 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 148 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian
126
Page 148 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 149 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Lampiran 2 Kuesioner
a. Kata Pengantar
Kuesioner ini disusun dalam rangka pengumpulan data untuk penelitian yang
berjudul:
“Pengaruh Pelatihan Kerja dan Kedisiplinan Kerja terhadap Produktivitas
Kerja Karyawan Outsourcing pada Bagian Pengemasan di PT Bio Farma.”
53
Perkenalkan, saya Raden Gilang Prabangkara Suryalaga, mahasiswa Program
Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widyatama.
Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari penyusunan tugas akhir (skripsi).
50
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan
kerja dan kedisiplinan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan outsourcing.
8
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara akademis
69
maupun praktis, khususnya dalam pengembangan manajemen sumber daya
manusia.
28
Sehubungan dengan hal tersebut, saya memohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i
untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner yang telah
43
disediakan. Setiap jawaban yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya
digunakan untuk kepentingan penelitian.
Saya sangat mengharapkan agar kuesioner ini diisi dengan jujur, objektif, dan sesuai
dengan kondisi yang sebenarnya. Tidak terdapat jawaban benar atau salah dalam
43
kuesioner ini, sehingga diharapkan responden dapat memberikan jawaban yang
paling sesuai dengan pengalaman dan persepsi masing-masing.
Atas kesediaan dan partisipasi yang diberikan, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
127
Page 149 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 150 of 174 - Integrity Submission
55
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
b. Identitas Responden
1. Jenis Kelamin
☐ Laki-laki
☐ Perempuan
15
2. Usia
☐ < 25 tahun
☐ 25–30 tahun
☐ > 30 tahun
3. Lama Bekerja
☐ < 1 tahun
☐ 1–3 tahun
☐ > 3 tahun
4. Pendidikan Terakhir (opsional)
☐ SMA/SMK
☐ Diploma
☐ Sarjana
c. Petunjuk Pengisian dan Penilaian
1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti
2. Berikan jawaban sesuai dengan kondisi yang Anda alami
3. Pilih salah satu jawaban yang paling sesuai
68
35
4. Tidak ada jawaban benar atau salah
Skor Keterangan
1
Sangat Tidak Setuju
2
Tidak Setuju
3
Netral
4
Setuju
5
Sangat Setuju
d. Variabel Pelatihan kerja (X1) – 8 Butir Pernyataan
128
Page 150 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 151 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
No Pernyataan
1
2
3
4
5
1
Materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
pekerjaan saya
2
Materi pelatihan membantu saya memahami tugas ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
pekerjaan dengan lebih baik
3
Metode pelatihan yang digunakan mudah dipahami
4
Metode pelatihan membantu
keterampilan kerja dengan cepat
5
Instruktur pelatihan memiliki kemampuan yang baik ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
dalam menyampaikan materi
6
Instruktur pelatihan mampu menjawab pertanyaan ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
peserta dengan jelas
7
Evaluasi pelatihan membantu mengetahui tingkat ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
pemahaman saya
8
Hasil evaluasi pelatihan digunakan
meningkatkan kemampuan kerja saya
saya
☐ ☐ ☐ ☐ ☐
menguasai ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
untuk ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
e. Variabel Kedisiplinan kerja (X2) – 8 Butir Pernyataan
56
NO PERNYATAAN
1
2
3
4
5
9
Saya hadir tepat waktu sesuai jadwal kerja
☐ ☐ ☐ ☐ ☐
10
Saya jarang absen tanpa alasan yang jelas
☐ ☐ ☐ ☐ ☐
11
Saya selalu mematuhi aturan yang berlaku di tempat ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
kerja
12
Saya mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
perusahaan
13
Saya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
yang ditentukan
14
Saya mampu mengatur waktu kerja dengan baik
15
Saya bertanggung jawab atas tugas yang diberikan ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
kepada saya
☐ ☐ ☐ ☐ ☐
129
Page 151 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 152 of 174 - Integrity Submission
16
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Saya menyelesaikan pekerjaan dengan penuh ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
kesungguhan
f. Variabel Produktivitas kerja (Y) – 8 Butir Pernyataan
NO PERNYATAAN
43
1
2
3
4
5
17
Saya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
dengan target jumlah yang ditetapkan
18
Saya dapat menyelesaikan pekerjaan dalam jumlah ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
yang tinggi
19
Hasil pekerjaan saya sesuai dengan standar yang ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
ditetapkan
20
Saya menghasilkan pekerjaan dengan tingkat ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
kesalahan yang rendah
21
Saya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
target
22
Saya mampu bekerja dengan cepat tanpa mengurangi ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
kualitas
23
Saya menggunakan waktu kerja secara efektif
24
Saya bekerja secara efisien dalam menggunakan ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
sumber daya
☐ ☐ ☐ ☐ ☐
g. Penutup
9
Terima kasih atas kesediaan dan partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/i dalam
mengisi kuesioner penelitian ini.
Jawaban yang diberikan sangat berarti dan bermanfaat bagi kelancaran
penelitian skripsi yang sedang saya lakukan.
Semoga Bapak/Ibu/Saudara/i selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan
kemudahan dalam setiap aktivitas.
Salam hormat,
Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
130
Page 152 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 153 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Lampiran 3 Tabulasi Data Penelitian Pelatihan Kerja (X1)
4
4
NO
1
1
4
2
1
3
1
4
5
1
6
4
7
8
1
9
56
10
1
11
4
12
4
13
1
14
1
15
16
1
17
1
18
4
19
20
21
5
56
22
23
5
24
25
JK
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Usia
25 - 30
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
> 30
Tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
> 30
Tahun
25 - 30
tahun
> 30
Tahun
25 - 30
tahun
> 30
Tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
> 30
Tahun
LamaKerja
Pendidikan
X1_1
X1_2
X1_3
X1_4
X1_5
X1_6
X1_7
X1_8
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
3
3
4
4
> 3 Tahun
Diploma
3
4
4
4
4
4
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
3
4
4
4
3
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
5
5
5
5
5
> 3 Tahun
Sarjana
3
3
3
3
3
3
3
3
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
3
3
3
4
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
3
2
1
4
5
> 3 Tahun
Diploma
5
5
5
5
5
5
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
3
3
4
3
5
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
3
3
3
3
3
2
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
4
4
5
5
> 3 Tahun
SMA/SMK
3
3
3
3
3
3
3
3
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
5
4
5
5
4
3
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
4
4
3
4
4
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
4
5
4
5
5
5
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
3
3
3
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
> 3 Tahun
Sarjana
3
3
4
3
3
5
3
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
4
4
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
4
4
3
3
3
3
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
5
5
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
5
4
4
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
4
4
5
5
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
5
5
5
5
131
Page 153 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 154 of 174 - Integrity Submission
16
3
26
27
6
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
< 25
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
> 30
Tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
5
3
4
4
4
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
4
4
3
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
4
4
4
4
4
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
4
4
5
4
4
> 3 Tahun
Sarjana
5
4
4
4
5
4
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
3
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
4
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
3
4
4
5
3
4
3
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
5
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
4
4
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
4
5
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
4
3
5
4
5
> 3 Tahun
Sarjana
4
5
4
4
5
4
5
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
4
4
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
3
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
5
5
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
3
4
5
5
4
3
< 1 Tahun
Sarjana
5
5
4
5
4
4
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
4
3
5
3
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
5
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
5
5
3
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
4
3
5
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
3
5
4
4
3
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
5
4
5
4
3
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
4
5
4
132
Page 154 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 155 of 174 - Integrity Submission
37
3
54
3
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
5
4
5
3
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
5
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
5
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
5
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
3
4
5
3
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
5
4
5
4
> 3 Tahun
Sarjana
3
4
5
4
4
3
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
3
5
5
5
4
< 1 Tahun
Sarjana
4
3
4
3
5
5
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
4
5
4
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
5
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
2
4
3
2
4
2
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
5
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
5
3
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
5
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
4
3
4
5
> 3 Tahun
Sarjana
4
3
2
3
3
4
4
3
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
3
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
4
4
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
5
4
4
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
4
5
5
5
4
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
5
5
5
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
4
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
5
5
5
3
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
4
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
5
4
5
3
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
5
5
4
4
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
5
5
4
4
5
4
3
133
Page 155 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 156 of 174 - Integrity Submission
6
82
16
83
3
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
5
5
4
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
4
3
4
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
5
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
3
4
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
5
4
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
5
3
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
4
3
4
4
5
3
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
4
4
5
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
5
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
4
5
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
4
5
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
4
5
5
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
4
5
> 3 Tahun
Sarjana
4
5
5
4
5
4
5
4
< 1 Tahun
Sarjana
4
4
3
3
4
5
4
4
1 - 3 Tahun
Diploma
3
4
4
5
5
4
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
4
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
3
4
5
4
5
< 1 Tahun
Sarjana
5
4
5
5
4
5
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
3
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
5
5
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
3
5
4
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
3
4
5
1
5
5
3
< 1 Tahun
Sarjana
4
5
4
5
4
5
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
3
4
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
3
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
5
5
4
5
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
3
4
5
4
5
5
4
134
Page 156 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 157 of 174 - Integrity Submission
110
111
37
16
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
3
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
> 30
Tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
3
4
5
3
5
4
5
1 - 3 Tahun
Sarjana
3
3
4
3
5
3
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
5
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
5
4
5
3
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
3
3
5
4
3
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
5
4
5
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
3
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
5
4
3
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
4
5
4
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
3
4
4
5
5
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
3
3
4
3
< 1 Tahun
Sarjana
5
5
4
4
5
4
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
4
4
3
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
4
5
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
3
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
4
3
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
4
5
5
4
3
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
5
4
3
5
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
2
2
1
4
4
3
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
3
3
5
3
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
5
4
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
3
4
5
5
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
4
4
4
4
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
3
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
5
4
4
4
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
5
4
4
4
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
5
4
3
4
5
135
Page 157 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 158 of 174 - Integrity Submission
138
15
139
140
141
142
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
25 - 30
tahun
< 25
tahun
25 - 30
tahun
< 25
tahun
< 25
tahun
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
4
4
4
5
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
5
5
4
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
3
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
4
3
4
5
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
3
4
5
Lampiran 4 Tabulasi Data Penelitian Kedisiplinan Kerja (X2)
2
6
6
30
15
NO
JK
Usia
LamaKerja
Pendidikan
X2_1
X2_2
X2_3
X2_4
X2_5
X2_6
X2_7
X2_8
1
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
3
4
5
4
4
4
2
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Diploma
3
3
4
4
4
4
4
4
3
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
3
3
5
4
4
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
5
5
5
Perempuan
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
3
3
3
3
3
3
3
3
6
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
7
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
4
4
5
5
8
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Diploma
5
5
4
4
5
5
5
5
9
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
5
5
5
5
4
5
5
10
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
4
5
5
5
11
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
5
5
5
5
5
12
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
2
5
3
4
5
5
5
5
13
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
4
4
4
4
14
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
3
4
5
5
15
Perempuan
< 25 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
3
4
5
4
5
4
16
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
5
5
5
5
17
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
4
5
5
4
18
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
1
5
5
5
5
5
5
19
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
4
5
5
5
5
5
5
20
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
4
5
21
Perempuan
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
3
4
4
4
4
4
4
4
22
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
5
5
5
5
23
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
4
4
24
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
25
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
5
5
5
5
26
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
4
4
5
4
4
4
27
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
5
5
5
5
28
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
29
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
4
4
4
4
30
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Sarjana
3
5
4
4
4
4
4
4
136
Page 158 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 159 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
31
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
5
4
4
4
5
5
4
32
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
5
4
4
5
33
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
5
4
4
34
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
3
4
5
4
5
1
35
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
3
5
3
4
4
1
36
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
4
4
4
1
37
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
4
4
5
4
4
1
38
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
4
5
4
1
39
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
5
5
4
5
1
40
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
4
5
5
41
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
4
4
4
5
4
5
5
42
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
4
4
4
5
4
43
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
5
4
1
44
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
5
3
4
5
1
45
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
5
4
5
5
46
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
4
3
5
4
47
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
3
4
5
3
4
1
48
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
5
5
4
1
49
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
4
5
4
5
5
50
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
4
5
5
5
1
51
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
3
5
4
4
4
1
52
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
3
5
1
53
Perempuan
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
4
4
3
1
54
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
3
4
5
4
4
1
55
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
5
4
4
4
1
56
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
3
4
5
1
57
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
4
4
5
5
4
58
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
3
4
5
3
4
5
3
1
59
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
5
4
5
4
60
Perempuan
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
3
5
4
5
5
3
4
61
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
4
4
62
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
4
4
3
3
4
5
4
4
63
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
3
4
4
5
64
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
4
4
5
1
65
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
2
4
2
3
5
2
1
66
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
4
5
5
4
1
67
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
5
4
3
15
68
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
5
4
5
5
69
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
4
3
5
5
56
70
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
4
4
5
4
3
71
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
5
4
4
5
4
5
5
72
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
5
5
4
5
56
5
1
1
1
5
5
1
5
137
Page 159 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 160 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
73
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
4
5
5
4
74
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
4
5
4
4
5
5
4
1
75
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
1
76
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
5
77
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
4
4
5
4
78
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
4
5
5
4
5
1
79
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
3
4
5
4
5
1
80
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
5
5
4
81
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
4
3
4
4
5
4
5
4
82
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
3
4
5
4
1
83
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
5
5
4
5
1
84
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
4
4
5
5
1
85
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
5
5
4
4
5
1
86
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
5
5
1
87
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
5
5
4
4
1
88
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
3
3
3
3
4
1
89
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
5
4
5
90
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
4
4
5
5
91
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
5
5
4
92
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
3
5
4
93
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
5
4
4
3
94
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
4
5
95
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
5
5
4
4
5
5
5
96
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
5
5
5
4
3
3
4
5
97
Perempuan
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
Diploma
4
5
3
5
4
4
4
5
1
98
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
4
4
4
5
3
1
99
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
2
5
4
4
5
3
4
100
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
5
5
4
5
4
4
5
5
5
101
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
5
5
102
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
4
5
4
5
5
56
103
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
5
4
4
5
3
5
4
104
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
2
4
5
5
105
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
4
5
4
5
4
3
4
5
106
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
3
4
5
4
107
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
4
5
5
108
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
5
4
109
Perempuan
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
5
4
4
5
5
4
5
110
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
3
3
4
4
4
5
111
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
3
5
4
4
5
4
5
3
1
112
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
3
5
4
4
5
4
5
4
1
113
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
3
4
3
5
114
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
3
3
4
5
4
5
5
15
1
4
5
5
5
5
1
15
138
Page 160 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 161 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
115
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
4
5
4
5
1
116
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
5
4
5
5
5
1
117
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
5
4
4
1
118
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
5
5
4
4
5
1
119
Perempuan
> 30 Tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
5
4
3
1
120
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
3
3
5
5
4
121
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
3
4
4
4
122
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
4
5
4
5
123
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
3
4
5
5
124
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
4
5
4
5
125
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
3
3
4
5
4
126
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
4
4
5
5
1
127
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
3
5
4
4
5
1
128
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
3
5
5
5
1
129
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
2
4
4
1
130
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
3
3
4
1
131
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
5
5
5
5
4
132
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
4
5
4
1
133
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
1
134
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
135
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
136
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
137
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
1
138
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
139
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
15
5
140
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
141
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
142
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
4
4
5
5
5
5
4
5
5
5
5
5
4
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
5
4
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
5
5
5
4
4
5
4
5
4
5
4
5
4
5
4
4
4
5
4
3
4
3
3
4
3
4
3
4
1
4
4
1
5
5
139
Page 161 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 162 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Lampiran 5 Tabulasi Data Penelitian Produktivitas Kerja (Y)
40
6
3
15
30
52
NO
JK
Usia
LamaKerja
Pendidikan
Y_1
Y_2
Y_3
Y_4
Y_5
Y_6
Y_7
Y_8
1
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
3
3
4
5
3
2
3
2
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Diploma
4
4
4
4
4
4
4
4
3
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
3
4
4
4
4
4
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
4
4
5
5
5
Perempuan
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
3
3
3
3
3
3
3
3
6
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
7
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
3
5
4
4
4
4
4
8
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Diploma
5
5
5
5
5
5
5
5
9
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
5
5
5
5
4
3
3
10
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
4
5
5
11
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
4
5
5
4
4
12
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
4
4
5
3
4
13
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
4
4
14
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
3
3
4
4
5
15
Perempuan
< 25 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
5
4
16
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
4
4
4
4
4
4
4
17
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
3
3
3
4
4
18
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
19
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
5
4
4
5
5
5
5
20
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
5
4
5
21
Perempuan
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
3
4
4
4
4
22
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
4
4
5
5
5
23
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
4
4
24
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
5
25
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
5
5
5
5
5
5
26
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
5
4
4
4
4
3
27
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
3
4
3
4
4
4
4
28
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
5
5
4
29
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
4
4
4
5
4
30
Laki-laki
> 30 Tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
4
4
4
4
4
31
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
4
4
4
4
4
4
5
5
32
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
5
4
4
5
33
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
5
4
34
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
3
5
4
3
4
5
4
3
35
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
4
5
4
4
36
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
5
5
4
5
37
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
5
4
5
38
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
4
4
39
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
3
4
4
5
4
140
Page 162 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 163 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
40
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
5
4
41
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
4
4
5
5
4
5
4
4
42
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
3
4
5
5
4
1
43
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
4
5
1
44
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
5
4
5
5
45
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
4
5
4
5
46
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
3
4
4
3
4
5
4
5
1
47
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
3
4
4
3
5
1
48
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
3
4
5
4
4
1
49
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
3
5
4
4
4
1
50
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
4
5
5
1
51
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
4
5
3
1
52
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
4
5
1
53
Perempuan
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
3
5
3
4
5
5
4
3
1
54
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
5
4
5
3
5
4
1
55
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
4
4
5
5
4
1
56
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
3
5
4
5
4
4
57
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
4
5
4
5
4
58
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
3
4
5
3
4
5
3
1
59
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
4
4
5
60
Perempuan
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
4
4
3
5
4
5
5
61
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
5
5
4
4
62
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
5
3
3
4
4
3
5
5
4
63
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
3
4
4
5
1
64
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
3
4
5
5
65
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
2
3
2
3
5
4
5
66
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
4
5
4
4
5
67
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
3
4
5
3
5
68
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
5
5
5
4
69
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
3
5
4
4
5
56
70
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
3
4
4
4
3
5
5
71
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
5
3
72
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
5
4
5
4
73
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
5
4
5
5
56
74
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
5
5
5
4
4
4
5
1
75
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
5
5
5
4
5
5
1
76
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
5
5
5
5
1
77
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
5
5
3
4
4
1
78
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
5
5
4
4
1
79
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
4
5
3
5
4
1
80
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
5
4
81
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
5
5
4
4
4
5
4
5
1
1
1
4
4
5
1
5
141
Page 163 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 164 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
82
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
3
5
4
4
4
83
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
4
4
5
4
1
84
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
5
5
4
5
1
85
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
4
4
4
4
86
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
3
5
4
5
5
1
87
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
5
4
4
5
4
1
88
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
5
5
4
5
5
1
89
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
3
4
4
5
1
90
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
4
5
5
5
1
91
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
4
5
5
1
92
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
4
5
5
4
1
93
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
3
5
5
4
5
1
94
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
4
5
4
5
95
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
Sarjana
5
5
4
5
5
4
4
4
96
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
4
3
4
3
4
5
4
5
97
Perempuan
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
Diploma
5
3
5
4
4
5
3
5
98
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
5
4
5
99
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
5
4
5
100
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
4
5
4
5
4
5
4
5
101
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
5
4
4
5
4
102
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
4
5
4
5
3
103
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
5
3
5
5
3
104
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
5
5
1
4
5
5
105
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
4
5
4
5
4
5
4
5
106
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
3
4
5
5
4
4
107
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
5
5
4
4
108
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
5
4
3
4
5
5
109
Perempuan
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
4
5
5
5
5
3
4
5
110
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
5
5
5
5
4
111
Perempuan
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
Sarjana
5
3
4
3
3
4
3
3
1
112
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
5
4
5
5
4
4
113
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
5
4
4
4
5
5
114
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
3
4
5
4
5
1
115
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
5
5
5
4
4
116
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
3
4
4
5
4
1
117
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
3
4
5
5
4
4
1
118
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
4
4
3
5
119
Perempuan
> 30 Tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
3
4
5
4
120
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
4
3
3
5
121
Laki-laki
< 25 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
3
5
5
5
122
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
Sarjana
5
4
5
4
5
5
5
4
123
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
5
4
4
3
4
4
1
1
4
4
5
1
1
1
4
1
5
142
Page 164 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 165 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
124
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
3
4
5
4
5
1
125
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
5
5
3
3
4
126
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
3
4
3
4
4
4
5
1
127
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
3
4
5
5
4
1
128
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
5
5
4
5
4
1
129
Perempuan
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
3
4
3
5
3
3
5
4
1
130
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
3
3
4
4
4
4
5
131
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
5
5
4
4
4
5
5
5
132
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
5
4
4
5
4
4
5
133
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
4
4
3
4
1
134
Laki-laki
25 - 30 tahun
> 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
3
4
4
135
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
4
4
4
4
3
5
1
136
Laki-laki
25 - 30 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
5
4
5
1
137
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
4
4
4
1
138
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
4
4
4
5
3
5
4
139
Laki-laki
< 25 tahun
1 - 3 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
4
4
4
5
1
140
Laki-laki
25 - 30 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
4
5
3
4
1
141
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
5
4
5
4
4
4
3
5
4
142
Laki-laki
< 25 tahun
< 1 Tahun
SMA/SMK
4
4
5
4
4
5
4
5
1
4
5
143
Page 165 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 166 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Lampiran 6 Output Hasil Pengolahan Data SPSS
a. Tabel Frekuensi
31
b. Analisis Deskriptif Variabel Pelatihan Kerja (X1)
144
Page 166 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 167 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
c. Analisis Deskriptif Variabel Kedisiplinan Kerja (X2)
145
Page 167 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 168 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
d. Analisis Deskriptif variable Produktivitas Kerja (Y)
146
Page 168 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 169 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
e. Uji Validitas
31
i. Variabel Pelatihan Kerja (X1)
ii. Variabel Kedisiplinan Kerja (X2)
iii. Variabel Produktivitas Kerja
147
Page 169 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 170 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
f. Uji Reliabilitas
31
iv. Variabel Pelatihan Kerja (X1)
v. Variabel Kedisiplinan Kerja (X2)
148
Page 170 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 171 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
vi. Variabel Produktivitas Kerja
g. Uji Normalitas
15
h. Uji Asumsi Klasik : Uji Multikolinearitas
i. Uji Asumsi Klasik : Uji Heterokedastisitas
149
Page 171 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 172 of 174 - Integrity Submission
41
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
j. Analisis Regresi Linier Berganda
k. Uji Hipotesis
vii. Uji T
viii. Analisis Regresi Linier Berganda : Uji F
150
Page 172 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 173 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
ix. Koefisien Determinasi
Lampiran 7 Kartu Bimbingan
Lampiran 8 Curriculum Vitae Penulis
CURRICULUM VITAE
IDENTITAS DIRI
Nama
: Raden Gilang Prabangkara Suryalaga
Tempat, Tanggal Lahir
: Bandung, 06 November 2001
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Agama
: Islam
Alamat
: Jl. Tanjakan Panjang No. 12, Ujung
Berung, Bandung 40618
Email
: [email protected]
RIWAYAT PENDIDIKAN
Tahun
Pendidikan
2008–2014
SDN Ujung Berung 1 Bandung
2014–2017
SMPN 8 Bandung
2017–2020
SMKN 4 Bandung, Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak
2022–2026
Universitas Widyatama, Program Studi Manajemen
PENGALAMAN ORGANISASI
151
Page 173 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Page 174 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Anggota ORBIT (Organization of Basic Information Technology)
Periode: 2017 sampai 2020
PENGALAMAN MAGANG
BIRUTEKNO INC – Android Developer
Periode: Oktober 2019 sampai Desember 2019
PENGALAMAN KERJA
PT Bio Farma (Persero), Divisi Produksi Farmasi – Bagian Pengemasan
Periode: Januari 2022 sampai Sekarang
SERTIFIKASI
TOEFL Lembaga Bahasa Universitas Widyatama (Skor: 510)
152
Page 174 of 174 - Integrity Submission
Submission ID trn:oid:::1:3591117157
Download