PUBLIC RELATIONS & PUBLICITY Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Integrated Marketing Communication Dosen Pengampu : Dr. Henny Utarsih.,S.E., M.Si. Disusun oleh: Kelompok 3 Riska Rindianti :A10230031 Mochamad Zakky Firmansyah :A10230086 Siti Farah Nur Syifa :A10230092 Elsa Fitriyani :A10230097 Nisrina Najiah :A10230112 Muhammad Dinan Muharom : A10230109 Raishal Dwizaki Widiandra :A10230110 PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI EKUITAS UNIVERSITY TAHUN 2025 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Public Relations & Publicity” dengan baik. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC) yang dibimbing oleh Ibu Dr. Henny Utarsih., S.E., M.Si. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memahami peran penting public relations dan publicity dalam membangun citra perusahaan, menciptakan hubungan yang positif dengan publik, serta mendukung efektivitas strategi komunikasi pemasaran terpadu. Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis berusaha menguraikan konsep, fungsi, serta contoh penerapan public relations dan publicity dalam dunia pemasaran modern. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki berbagai kekurangan, baik dari segi analisis maupun kedalaman materi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan karya tulis di masa mendatang. Penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Dr. Henny Utarsih., S.E., M.Si. atas bimbingan dan ilmu yang diberikan selama perkuliahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi pembaca mengenai pentingnya public relations dan publicity dalam strategi komunikasi pemasaran modern. Bandung, 03 Desember 2025 Penulis DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan persaingan bisnis menuntut perusahaan membangun komunikasi yang efektif dengan publik melalui strategi Integrated Marketing Communication (IMC). Dalam IMC, Public Relations (PR) dan publicity menjadi elemen penting untuk membentuk citra positif, menjaga reputasi, serta menciptakan hubungan harmonis dengan berbagai stakeholder. PR berfungsi secara strategis untuk memperkuat citra perusahaan, memberikan informasi akurat, serta mengelola hubungan dengan berbagai pihak seperti konsumen, media, pemerintah, dan komunitas. Sementara itu, publicity merupakan penyebaran informasi melalui media massa yang dinilai lebih kredibel karena disampaikan oleh pihak ketiga. Strategi publicity meliputi pembuatan cerita layak publikasi, kerja sama dengan media, hingga penanganan krisis reputasi. Kemajuan teknologi digital turut mengubah praktik PR melalui Digital PR, yang memanfaatkan media sosial, influencer, serta analisis liputan online untuk memperluas jangkauan komunikasi dan meningkatkan keterlibatan publik. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami penerapan PR dan publicity baik secara konvensional maupun digital untuk mendukung efektivitas strategi IMC. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian serta fungsi utama Public Relations dalam perusahaan? 2. Bagaimana PR membantu membangun citra positif dan menjalin hubungan dengan stakeholder? 3. Bagaimana strategi publicity dilakukan, mulai dari penciptaan berita hingga kerja sama dengan media? 4. Bagaimana perusahaan mengelola krisis dan reputasi melalui publicity? 5. Bagaimana digital PR diterapkan, termasuk penggunaan media sosial, influencer, dan analisis liputan online? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Menjelaskan definisi dan fungsi PR dalam dunia pemasaran modern. 2. Menguraikan upaya PR dalam membangun citra positif perusahaan dan hubungan dengan stakeholder. 3. Menjabarkan strategi publicity serta kerja sama dengan media 4. Menjelaskan langkah-langkah pengelolaan krisis dan reputasi perusahaan. 5. Mengidentifikasi penerapan digital PR seperti media sosial, influencer, dan analisis liputan online. BAB II PEMBAHASAN 2.1 pengertian serta fungsi utama Public Relations Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen yang bertanggung jawab dalam mengelola komunikasi strategis antara organisasi dan publiknya. Tujuan utama PR adalah membangun, menjaga, dan memperkuat citra serta reputasi positif sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan. PR berperan sebagai jembatan yang menghubungkan organisasi dengan berbagai kelompok publik, seperti konsumen, karyawan, mitra bisnis, investor, pemerintah, media, hingga masyarakat umum. PR tidak hanya berfungsi dalam kegiatan komunikasi sehari-hari, tetapi juga memiliki peran penting dalam pengelolaan persepsi publik, penguatan citra merek, serta penanganan krisis yang berpotensi merusak reputasi organisasi. Oleh karena itu, PR menjadi komponen strategis dalam keberlangsungan dan kesuksesan organisasi. Fungsi dan Tujuan Public Relations 1. Mengelola Citra dan Reputasi PR bertanggung jawab membangun dan mempertahankan citra positif organisasi. Hal ini dilakukan melalui penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan konsisten, sehingga persepsi publik terhadap organisasi tetap terjaga. 2. Menjadi Jembatan Komunikasi PR menghubungkan organisasi dengan berbagai publiknya melalui komunikasi yang terencana dan strategis. Fungsi ini memastikan bahwa kebutuhan, harapan, serta kekhawatiran publik dapat direspons secara tepat oleh organisasi. 3. Menangani Krisis Dalam situasi krisis, PR menjadi garda terdepan untuk menyelamatkan reputasi organisasi. PR berperan menyampaikan klarifikasi, memastikan informasi yang beredar tidak merugikan, serta mengendalikan persepsi publik agar situasi tidak semakin memburuk. 4. Membangun Hubungan dengan Pemangku Kepentingan PR berperan menjalin dan memelihara hubungan baik dengan media massa, pemerintah, komunitas, maupun mitra bisnis. Hubungan yang kuat akan mendukung kelancaran operasi organisasi dan memperluas dukungan publik. 5. Membangun Citra Merek (Branding) PR turut berperan dalam memperkuat brand image melalui berbagai program komunikasi, seperti kampanye publik, konferensi pers, kegiatan CSR, hingga publikasi media. Citra merek yang kuat membantu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas public. Peran Penting Public Relations 1. Komunikasi Krisis PR bertanggung jawab menyusun strategi komunikasi saat organisasi menghadapi masalah atau skandal. Peran ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik serta mengembalikan reputasi organisasi pascakrisis. 2. Kreativitas dalam Komunikasi PR dituntut menghasilkan kampanye yang menarik, kreatif, dan mudah diterima publik. Kreativitas diperlukan untuk menciptakan pesan yang efektif dan mampu mendapatkan perhatian media. 3. Pemahaman terhadap Publik Seorang praktisi PR harus memahami karakteristik, perilaku, serta psikologi publik. Pemahaman ini diperlukan agar komunikasi yang dirancang dapat diterima dengan baik dan mencapai tujuannya. 4. Dampak Jangka Panjang bagi Organisasi PR memberikan kontribusi jangka panjang, seperti membangun budaya perusahaan yang positif, meningkatkan kepercayaan stakeholder, memperkuat hubungan publik, hingga menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dampak ini mendukung keberlanjutan dan reputasi organisasi dalam jangka panjang. 2.1.1 PR membantu membangun citra positif dan menjalin hubungan dengan perusahaan Citra perusahaan merupakan persepsi atau gambaran menyeluruh yang dimiliki publik terhadap suatu organisasi. Citra ini terbentuk melalui berbagai faktor, seperti pengalaman langsung pelanggan, pemberitaan media, aktivitas komunikasi perusahaan, interaksi dengan karyawan, hingga opini masyarakat. Karena citra berpengaruh langsung terhadap kepercayaan publik, loyalitas pelanggan, dan daya saing perusahaan, maka peran Public Relations (PR) menjadi sangat penting dalam membangun dan menjaga citra positif tersebut. PR berfungsi memastikan bahwa setiap tindakan, kebijakan, dan komunikasi perusahaan selaras dengan nilai-nilai organisasi sehingga mampu menciptakan persepsi positif di mata publik. Upaya membangun citra tidak dapat dilakukan secara instan; diperlukan strategi komunikasi yang terencana, berkelanjutan, dan konsisten. Langkah-Langkah PR dalam Membangun Citra Positif Perusahaan 1. Komunikasi yang Konsisten PR harus memastikan bahwa seluruh saluran komunikasi perusahaan—baik website resmi, media sosial, press release, publikasi media, maupun kegiatan tatap muka—menyampaikan pesan yang seragam dan mencerminkan identitas perusahaan. Konsistensi ini penting untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap organisasi. 2. Mempromosikan Prestasi dan Inovasi Setiap pencapaian perusahaan, seperti penghargaan, keberhasilan proyek, inovasi produk, atau program unggulan, perlu dikomunikasikan secara efektif kepada publik. PR mengemas prestasi tersebut melalui berita, konten digital, video, atau liputan media untuk meningkatkan persepsi positif serta memperkuat posisi perusahaan sebagai organisasi yang kompetitif dan berkembang. 3. Mengembangkan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Program CSR merupakan salah satu strategi paling efektif untuk membangun citra positif. Kegiatan seperti bantuan sosial, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, program pendidikan, dan kesehatan menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik secara signifikan. 4. Pelayanan Publik yang Responsif Citra positif terbentuk ketika publik merasa diperhatikan dan dihargai. PR berperan memastikan bahwa setiap keluhan, pertanyaan, atau masukan dari pelanggan dan masyarakat ditangani dengan cepat, profesional, dan empatik. Respons yang baik mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik. 5.Transparansi Informasi Keterbukaan dalam penyampaian informasi merupakan hal penting dalam mempertahankan kepercayaan publik. PR harus menyampaikan informasi secara jujur dan transparan, terutama ketika perusahaan menghadapi masalah atau isu internal. Sikap terbuka menunjukkan integritas perusahaan dan membantu mencegah munculnya spekulasi negatif. 2.1.2 menjalin hubungan dengan stakeholder Dalam dunia bisnis modern, keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi juga oleh kemampuannya membangun hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan (stakeholder). Stakeholder adalah individu atau kelompok yang memiliki kepentingan, pengaruh, atau keterlibatan langsung maupun tidak langsung terhadap jalannya kegiatan perusahaan. Mereka meliputi pelanggan, karyawan, investor, media, pemerintah, mitra bisnis, komunitas lokal, hingga masyarakat umum. Public Relations (PR) memiliki peran sentral dalam mengelola hubungan dengan stakeholder melalui komunikasi yang strategis, terbuka, dan berkelanjutan. Hubungan yang baik dengan stakeholder berkontribusi besar terhadap pembentukan citra positif dan keberlangsungan organisasi. 1. Peran PR sebagai Penghubung dengan Stakeholder PR berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan dengan stakeholder. Peran ini meliputi: Menerima dan memahami kebutuhan serta harapan stakeholder PR mengumpulkan informasi mengenai persepsi publik dan mengkomunikasikannya kepada manajemen agar organisasi dapat mengambil keputusan yang sesuai. Menyampaikan informasi dari perusahaan kepada stakeholder PR bertugas memberikan informasi yang akurat dan transparan mengenai kebijakan, kegiatan, dan prestasi perusahaan. Menjaga hubungan yang harmonis Melalui pendekatan komunikasi dua arah, PR memastikan hubungan yang terbangun bersifat saling menguntungkan (mutual benefit). 2. Hubungan PR dan Stakeholder dalam Pembentukan Citra Perusahaan Citra perusahaan terbentuk melalui pengalaman, interaksi, serta komunikasi yang diterima stakeholder. Oleh karena itu, PR harus mengelola hubungan dengan setiap kategori stakeholder secara tepat. Berikut keterkaitan antara PR, stakeholder, dan citra: a. Pelanggan (Customer) PR berperan memberikan informasi jujur, menanggapi keluhan dengan cepat, serta meningkatkan pengalaman pelanggan. Pelayanan yang responsif menciptakan persepsi positif dan meningkatkan loyalitas. b. Karyawan (Internal Public) Karyawan adalah duta citra perusahaan. PR internal diperlukan untuk menjaga motivasi, memberikan informasi internal, serta menciptakan budaya kerja positif. Karyawan yang merasa dihargai akan mencerminkan citra baik kepada publik. c. Media Massa Media adalah pihak yang dapat memperluas informasi tentang perusahaan. PR menjaga hubungan baik dengan media agar publikasi yang muncul akurat, objektif, dan mendukung reputasi perusahaan. d. Pemerintah dan Regulator PR memastikan komunikasi yang baik terkait perizinan, kebijakan, serta kepatuhan terhadap regulasi. Hubungan baik dengan pemerintah dapat membantu kelancaran operasional perusahaan. e. Investor dan Pemegang Saham PR memberikan informasi transparan mengenai kinerja keuangan, perkembangan proyek, dan strategi bisnis. Komunikasi yang terbuka meningkatkan kepercayaan investor. f. Komunitas dan Masyarakat PR melibatkan perusahaan dalam program sosial, lingkungan, dan CSR. Hubungan baik dengan komunitas akan memperkuat citra sebagai perusahaan yang peduli dan bertanggung jawab. 3. Strategi PR dalam Mengelola Hubungan dengan Stakeholder 1. Komunikasi Transparan PR harus menyampaikan informasi yang jelas, jujur, dan mudah dipahami agar meningkatkan kepercayaan stakeholder. 2. Pendekatan Dua Arah (Two-Way Communication) PR tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik dari stakeholder. 3. Konsistensi Pesan Pesan yang disampaikan ke setiap publik harus selaras agar tidak memunculkan kebingungan dan menjaga citra positif. 4. Kolaborasi dalam Program CSR Pelibatan stakeholder dalam kegiatan sosial meningkatkan hubungan emosional dan memperkuat kepercayaan publik. 5. Respons Cepat dalam Krisis Reputasi dapat rusak jika perusahaan tidak tanggap dalam menangani masalah. PR harus cepat merespons isu agar hubungan dengan stakeholder tetap baik. 2.2 strategi publicity Publicity merupakan salah satu strategi komunikasi dalam Public Relations (PR) yang berfokus pada penyebaran informasi melalui media massa tanpa biaya iklan, sehingga disebut sebagai earned media. Karena sifatnya yang tidak berbayar, publicity memiliki tingkat kredibilitas yang lebih tinggi di mata publik, sebab informasi disampaikan oleh pihak ketiga— yaitu jurnalis dan media—bukan oleh perusahaan itu sendiri. Agar sebuah informasi dapat menarik perhatian media, PR harus mampu mengemas berita atau kisah yang memiliki nilai berita (news value) atau dianggap layak dipublikasikan. Informasi yang memenuhi kriteria tersebut akan lebih mudah diterima oleh redaksi media dan memiliki peluang besar untuk dipublikasikan secara luas. kriteria utama dalam menciptakan berita dan kisah yang layak publikasi 1. Kebaruan atau Inovasi (Novelty & Innovation) Media sangat tertarik pada informasi yang bersifat baru atau inovatif. Peluncuran produk baru, penemuan teknologi, pembukaan cabang, perubahan manajemen, atau program inovasi perusahaan merupakan contoh peristiwa yang memiliki nilai berita tinggi. Kebaruan memberi daya tarik karena memberikan sesuatu yang segar bagi audiens. 2. Relevansi bagi Publik (Public Relevance) Informasi harus memiliki nilai manfaat, dampak, atau pengaruh terhadap masyarakat. Media lebih cenderung mempublikasikan cerita yang berhubungan dengan kebutuhan publik, seperti solusi terhadap masalah sosial, edukasi, atau program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semakin besar dampaknya bagi publik, semakin tinggi pula potensi pemberitaannya. 3. Unsur Human Interest Human interest adalah kisah yang menyentuh sisi emosional manusia. Cerita tentang perjuangan karyawan, kontribusi perusahaan terhadap masyarakat, kisah inspiratif pelanggan, atau kegiatan sosial perusahaan dapat menarik simpati publik. Media sering memberi ruang lebih banyak bagi cerita yang dapat menggugah perasaan pembaca. 4. Kejadian Aktual (Timeliness) Ketepatan waktu merupakan faktor penting dalam nilai berita. Media tertarik pada informasi yang relevan dengan situasi terkini atau terkait isu yang sedang menjadi tren. Informasi yang cepat, akurat, dan sesuai momentum memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan. 5. Tokoh Penting atau Prestasi Besar (Prominent Figure & Achievement) Kegiatan yang melibatkan pemimpin perusahaan, pakar, tokoh masyarakat, atau figur publik biasanya lebih mudah menarik liputan media. Selain itu, prestasi perusahaan—misalnya memenangkan penghargaan, pencapaian target penting, atau kesuksesan proyek besar—memiliki nilai berita yang kuat. 2.2.1 Menciptakan berita dan kisah yang layak publikasikan Sub-bab ini merupakan inti dari strategi Publicity, yaitu bagaimana Public Relations (PR) mengubah kegiatan internal perusahaan menjadi materi yang memiliki *nilai berita (newsworthiness) sehingga media bersedia meliputnya sebagai berita, bukan sebagai iklan berbayar. 1. Memahami Unsur Nilai Berita Untuk mendapatkan liputan media, materi PR harus menarik perhatian jurnalis. Daya tarik ini diukur dari beberapa kriteria: Dampak (Impact): Sejauh mana berita tersebut memengaruhi khalayak luas. Semakin besar dampak sosial atau ekonomi dari suatu pengumuman, semakin tinggi nilai beritanya. Ketepatan Waktu (Timeliness): Berita harus fresh dan relevan dengan apa yang sedang terjadi. Berita yang ketinggalan zaman akan kehilangan daya tariknya. Prominensi (Prominence): Keterlibatan tokoh penting, selebriti, atau pemimpin industri meningkatkan nilai berita. Media tertarik pada kisah dari entitas yang sudah dikenal publik. Kedekatan (Proximity):Berita lokal atau regional sering kali lebih menarik bagi media setempat karena memiliki kedekatan geografis dan emosional dengan audiens mereka. Keunikan (Uniqueness) atau Konflik: Hal-hal yang tidak biasa, yang pertama di dunia, atau isu yang melibatkan persaingan dan perdebatan cenderung menarik perhatian media karena unsur human interest yang kuat. 2. Alat Utama Penciptaan Materi Berita PR menggunakan format standar industri untuk menyajikan informasi kepada media: Siaran Pers (Press Release): Ini adalah dokumen formal dan tertulis yang berisi fakta-fakta penting. Siaran pers disusun menggunakan gaya Piramida Terbalik (Inverted Pyramid). Artinya, informasi paling krusial—yaitu 5W1H (What, Who, Where, When, Why, How) harus diletakkan di paragraf pertama (lead paragraph). Detail pendukung, latar belakang, dan kutipan (quote) ditempatkan di paragraf berikutnya. Pemberitahuan Media (Media Alert): Format yang lebih ringkas daripada Siaran Pers. Ini berisi poin-poin penting seperti tanggal, waktu, lokasi, dan tujuan acara, digunakan untuk mengundang jurnalis meliput acara yang akan datang (seperti konferensi pers atau grand launching). Paket Media (Media Kit):Kumpulan materi komprehensif yang diberikan kepada jurnalis. Isinya meliputi Siaran Pers, lembar fakta (Fact Sheet), sejarah perusahaan, biografi eksekutif, dan gambar atau video beresolusi tinggi. Tujuannya adalah memastikan jurnalis memiliki semua informasi latar belakang yang dibutuhkan untuk menulis cerita secara akurat. Ajuan Cerita (Pitching Feature Stories):PR sering mengajukan ide cerita yang lebih panjang dan mendalam (bukan hanya pengumuman cepat) langsung kepada editor atau jurnalis tertentu. Cerita jenis ini fokus pada nilai inspiratif atau analisis mendalam. 3. Strategi Pengiriman Pesan yang Efektif (Pitching) Materi yang baik harus disampaikan dengan cara yang strategis agar diliput: Menemukan Sudut Pandang (Finding the Angle):PR harus mampu mengemas fakta perusahaan menjadi sebuah narasi yang menarik. Misalnya, daripada mengumumkan "perusahaan meluncurkan produk baru," PR harus membingkainya sebagai "solusi inovatif untuk tantangan sosial X." Penargetan yang Tepat: Tidak semua media relevan untuk semua berita. Penting untuk mengirim Siaran Pers ke jurnalis atau redaksi yang spesifik menangani topik tersebut (misalnya, mengirim berita keuangan ke desk bisnis dan berita CSR ke desk sosial). Menciptakan Eksklusivitas: Terkadang, memberikan cerita penting secara eksklusif kepada satu outlet media besar dapat menghasilkan liputan yang jauh lebih dalam dan menonjol, dibandingkan mengirimkannya ke banyak media secara bersamaan. 2.2.2 Bekerja sama dengan jurnalis dan media Hubungan antara Public Relations (PR) dan media merupakan salah satu aspek paling penting dalam dunia komunikasi. Media—baik media cetak, elektronik, maupun digital— memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, PR harus mampu membangun kerja sama yang strategis, profesional, dan berkelanjutan dengan para jurnalis dan institusi media. Kerja sama ini bukan hanya sekadar mengirimkan informasi atau press release, tetapi membangun relasi yang saling menguntungkan (mutual benefit). PR membutuhkan media untuk menyampaikan pesan perusahaan kepada publik, sementara media membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan layak diberitakan untuk memenuhi kebutuhan Pembaca, pendengar, atau penonton. Poinnt point penting dalam menjalin kerja sama dengan jurnalis media 1.Menjalin Hubungan Baik dengan Wartawan Hubungan PR dengan wartawan tidak terbangun secara instan, tetapi membutuhkan proses yang konsisten, berbasis pada kepercayaan dan profesionalisme. a. Komunikasi dua arah yang transparan Komunikasi tidak boleh bersifat sepihak dan hanya dilakukan ketika PR membutuhkan media. Hubungan harus bersifat kontinu, terbuka, dan responsif. Beberapa praktik yang sering dilakukan PR antara lain: Mengucapkan terima kasih atas publikasi berita Mengirimkan greeting pada momen tertentu Memberikan update informasi secara berkala Mengundang wartawan dalam kegiatan perusahaan Menjalin interaksi personal secara etis Komunikasi dua arah membangun hubungan emosional yang positif dan citra profesional. b. Memahami kebutuhan dan gaya kerja wartawan Setiap media memiliki karakteristik, gaya penulisan, serta kebutuhan informasi yang berbeda. Wartawan bekerja di bawah tekanan deadline dan kecepatan informasi, sehingga PR harus: Mengidentifikasi beat (bidang liputan) wartawan Memahami format berita dan gaya penulisan media Menghormati tenggat waktu Mengirimkan informasi yang relevan dan siap pakai Kepedulian terhadap ritme kerja media akan menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas. c. Menghindari tekanan atau intervensi PR tidak boleh: Memaksa jurnalis menulis sudut pandang tertentu Menutup-nutupi fakta yang relevan Memberikan suap untuk pemberitaan positif Praktik tersebut melanggar etika jurnalistik dan dapat merusak reputasi organisasi. Hubungan jangka panjang lebih penting daripada pemberitaan sesaat.