Uploaded by common.user152011

Public Relations & Publicity Makalah

advertisement
PUBLIC RELATIONS & PUBLICITY
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Integrated Marketing Communication
Dosen Pengampu :
Dr. Henny Utarsih.,S.E., M.Si.
Disusun oleh:
Kelompok 3
Riska Rindianti
:A10230031
Mochamad Zakky Firmansyah
:A10230086
Siti Farah Nur Syifa
:A10230092
Elsa Fitriyani
:A10230097
Nisrina Najiah
:A10230112
Muhammad Dinan Muharom
: A10230109
Raishal Dwizaki Widiandra
:A10230110
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
EKUITAS UNIVERSITY
TAHUN 2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Public Relations & Publicity” dengan baik.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Integrated Marketing
Communication (IMC) yang dibimbing oleh Ibu Dr. Henny Utarsih., S.E., M.Si. Penyusunan
makalah ini bertujuan untuk memahami peran penting public relations dan publicity dalam
membangun citra perusahaan, menciptakan hubungan yang positif dengan publik, serta
mendukung efektivitas strategi komunikasi pemasaran terpadu.
Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis berusaha menguraikan konsep, fungsi, serta contoh
penerapan public relations dan publicity dalam dunia pemasaran modern. Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih memiliki berbagai kekurangan, baik dari segi analisis maupun
kedalaman materi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan
demi penyempurnaan karya tulis di masa mendatang.
Penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Dr. Henny Utarsih., S.E., M.Si. atas
bimbingan dan ilmu yang diberikan selama perkuliahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta menambah
wawasan bagi pembaca mengenai pentingnya public relations dan publicity dalam strategi
komunikasi pemasaran modern.
Bandung, 03 Desember 2025
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan persaingan bisnis menuntut perusahaan membangun komunikasi yang
efektif dengan publik melalui strategi Integrated Marketing Communication (IMC). Dalam IMC,
Public Relations (PR) dan publicity menjadi elemen penting untuk membentuk citra positif,
menjaga reputasi, serta menciptakan hubungan harmonis dengan berbagai stakeholder.
PR berfungsi secara strategis untuk memperkuat citra perusahaan, memberikan informasi akurat,
serta mengelola hubungan dengan berbagai pihak seperti konsumen, media, pemerintah, dan
komunitas. Sementara itu, publicity merupakan penyebaran informasi melalui media massa yang
dinilai lebih kredibel karena disampaikan oleh pihak ketiga. Strategi publicity meliputi pembuatan
cerita layak publikasi, kerja sama dengan media, hingga penanganan krisis reputasi.
Kemajuan teknologi digital turut mengubah praktik PR melalui Digital PR, yang memanfaatkan
media sosial, influencer, serta analisis liputan online untuk memperluas jangkauan komunikasi dan
meningkatkan keterlibatan publik. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami penerapan PR
dan publicity baik secara konvensional maupun digital untuk mendukung efektivitas strategi IMC.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian serta fungsi utama Public Relations dalam perusahaan?
2. Bagaimana PR membantu membangun citra positif dan menjalin hubungan dengan stakeholder?
3. Bagaimana strategi publicity dilakukan, mulai dari penciptaan berita hingga kerja sama dengan
media?
4. Bagaimana perusahaan mengelola krisis dan reputasi melalui publicity?
5. Bagaimana digital PR diterapkan, termasuk penggunaan media sosial, influencer, dan analisis
liputan online?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan definisi dan fungsi PR dalam dunia pemasaran modern.
2. Menguraikan upaya PR dalam membangun citra positif perusahaan dan hubungan dengan
stakeholder.
3. Menjabarkan strategi publicity serta kerja sama dengan media
4. Menjelaskan langkah-langkah pengelolaan krisis dan reputasi perusahaan.
5. Mengidentifikasi penerapan digital PR seperti media sosial, influencer, dan analisis liputan
online.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 pengertian serta fungsi utama Public Relations
Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen yang bertanggung jawab dalam
mengelola komunikasi strategis antara organisasi dan publiknya. Tujuan utama PR adalah
membangun, menjaga, dan memperkuat citra serta reputasi positif sehingga tercipta hubungan
yang harmonis dan saling menguntungkan. PR berperan sebagai jembatan yang menghubungkan
organisasi dengan berbagai kelompok publik, seperti konsumen, karyawan, mitra bisnis,
investor, pemerintah, media, hingga masyarakat umum.
PR tidak hanya berfungsi dalam kegiatan komunikasi sehari-hari, tetapi juga memiliki peran
penting dalam pengelolaan persepsi publik, penguatan citra merek, serta penanganan krisis yang
berpotensi merusak reputasi organisasi. Oleh karena itu, PR menjadi komponen strategis dalam
keberlangsungan dan kesuksesan organisasi.
Fungsi dan Tujuan Public Relations
1. Mengelola Citra dan Reputasi
PR bertanggung jawab membangun dan mempertahankan citra positif organisasi. Hal ini
dilakukan melalui penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan konsisten,
sehingga persepsi publik terhadap organisasi tetap terjaga.
2. Menjadi Jembatan Komunikasi
PR menghubungkan organisasi dengan berbagai publiknya melalui komunikasi yang
terencana dan strategis. Fungsi ini memastikan bahwa kebutuhan, harapan, serta
kekhawatiran publik dapat direspons secara tepat oleh organisasi.
3. Menangani Krisis
Dalam situasi krisis, PR menjadi garda terdepan untuk menyelamatkan reputasi
organisasi. PR berperan menyampaikan klarifikasi, memastikan informasi yang beredar
tidak merugikan, serta mengendalikan persepsi publik agar situasi tidak semakin
memburuk.
4. Membangun Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
PR berperan menjalin dan memelihara hubungan baik dengan media massa, pemerintah,
komunitas, maupun mitra bisnis. Hubungan yang kuat akan mendukung kelancaran
operasi organisasi dan memperluas dukungan publik.
5. Membangun Citra Merek (Branding)
PR turut berperan dalam memperkuat brand image melalui berbagai program
komunikasi, seperti kampanye publik, konferensi pers, kegiatan CSR, hingga publikasi
media. Citra merek yang kuat membantu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas public.
Peran Penting Public Relations
1. Komunikasi Krisis
PR bertanggung jawab menyusun strategi komunikasi saat organisasi menghadapi
masalah atau skandal. Peran ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik serta
mengembalikan reputasi organisasi pascakrisis.
2. Kreativitas dalam Komunikasi
PR dituntut menghasilkan kampanye yang menarik, kreatif, dan mudah diterima publik.
Kreativitas diperlukan untuk menciptakan pesan yang efektif dan mampu mendapatkan
perhatian media.
3. Pemahaman terhadap Publik
Seorang praktisi PR harus memahami karakteristik, perilaku, serta psikologi publik.
Pemahaman ini diperlukan agar komunikasi yang dirancang dapat diterima dengan baik
dan mencapai tujuannya.
4. Dampak Jangka Panjang bagi Organisasi
PR memberikan kontribusi jangka panjang, seperti membangun budaya perusahaan yang
positif, meningkatkan kepercayaan stakeholder, memperkuat hubungan publik, hingga
menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dampak ini mendukung keberlanjutan dan
reputasi organisasi dalam jangka panjang.
2.1.1 PR membantu membangun citra positif dan menjalin hubungan dengan perusahaan
Citra perusahaan merupakan persepsi atau gambaran menyeluruh yang dimiliki publik
terhadap suatu organisasi. Citra ini terbentuk melalui berbagai faktor, seperti pengalaman
langsung pelanggan, pemberitaan media, aktivitas komunikasi perusahaan, interaksi dengan
karyawan, hingga opini masyarakat. Karena citra berpengaruh langsung terhadap kepercayaan
publik, loyalitas pelanggan, dan daya saing perusahaan, maka peran Public Relations (PR)
menjadi sangat penting dalam membangun dan menjaga citra positif tersebut.
PR berfungsi memastikan bahwa setiap tindakan, kebijakan, dan komunikasi perusahaan selaras
dengan nilai-nilai organisasi sehingga mampu menciptakan persepsi positif di mata publik.
Upaya membangun citra tidak dapat dilakukan secara instan; diperlukan strategi komunikasi
yang terencana, berkelanjutan, dan konsisten.
Langkah-Langkah PR dalam Membangun Citra Positif Perusahaan
1. Komunikasi yang Konsisten
PR harus memastikan bahwa seluruh saluran komunikasi perusahaan—baik website resmi,
media sosial, press release, publikasi media, maupun kegiatan tatap muka—menyampaikan
pesan yang seragam dan mencerminkan identitas perusahaan. Konsistensi ini penting untuk
menghindari kesalahpahaman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap organisasi.
2. Mempromosikan Prestasi dan Inovasi
Setiap pencapaian perusahaan, seperti penghargaan, keberhasilan proyek, inovasi produk, atau
program unggulan, perlu dikomunikasikan secara efektif kepada publik. PR mengemas prestasi
tersebut melalui berita, konten digital, video, atau liputan media untuk meningkatkan persepsi
positif serta memperkuat posisi perusahaan sebagai organisasi yang kompetitif dan berkembang.
3. Mengembangkan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
Program CSR merupakan salah satu strategi paling efektif untuk membangun citra positif.
Kegiatan seperti bantuan sosial, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, program
pendidikan, dan kesehatan menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada
keuntungan, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini meningkatkan
reputasi dan kepercayaan publik secara signifikan.
4. Pelayanan Publik yang Responsif
Citra positif terbentuk ketika publik merasa diperhatikan dan dihargai. PR berperan memastikan
bahwa setiap keluhan, pertanyaan, atau masukan dari pelanggan dan masyarakat ditangani
dengan cepat, profesional, dan empatik. Respons yang baik mencerminkan komitmen perusahaan
dalam memberikan layanan terbaik.
5.Transparansi Informasi
Keterbukaan dalam penyampaian informasi merupakan hal penting dalam mempertahankan
kepercayaan publik. PR harus menyampaikan informasi secara jujur dan transparan, terutama
ketika perusahaan menghadapi masalah atau isu internal. Sikap terbuka menunjukkan integritas
perusahaan dan membantu mencegah munculnya spekulasi negatif.
2.1.2 menjalin hubungan dengan stakeholder
Dalam dunia bisnis modern, keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh
kualitas produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi juga oleh kemampuannya membangun
hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan (stakeholder). Stakeholder adalah
individu atau kelompok yang memiliki kepentingan, pengaruh, atau keterlibatan langsung maupun
tidak langsung terhadap jalannya kegiatan perusahaan. Mereka meliputi pelanggan, karyawan,
investor, media, pemerintah, mitra bisnis, komunitas lokal, hingga masyarakat umum.
Public Relations (PR) memiliki peran sentral dalam mengelola hubungan dengan stakeholder
melalui komunikasi yang strategis, terbuka, dan berkelanjutan. Hubungan yang baik dengan
stakeholder berkontribusi besar terhadap pembentukan citra positif dan keberlangsungan
organisasi.
1. Peran PR sebagai Penghubung dengan Stakeholder
PR berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan dengan stakeholder. Peran ini
meliputi:



Menerima dan memahami kebutuhan serta harapan stakeholder
PR mengumpulkan informasi mengenai persepsi publik dan mengkomunikasikannya
kepada manajemen agar organisasi dapat mengambil keputusan yang sesuai.
Menyampaikan informasi dari perusahaan kepada stakeholder
PR bertugas memberikan informasi yang akurat dan transparan mengenai kebijakan,
kegiatan, dan prestasi perusahaan.
Menjaga hubungan yang harmonis
Melalui pendekatan komunikasi dua arah, PR memastikan hubungan yang terbangun
bersifat saling menguntungkan (mutual benefit).
2. Hubungan PR dan Stakeholder dalam Pembentukan Citra Perusahaan
Citra perusahaan terbentuk melalui pengalaman, interaksi, serta komunikasi yang diterima
stakeholder. Oleh karena itu, PR harus mengelola hubungan dengan setiap kategori stakeholder
secara tepat.
Berikut keterkaitan antara PR, stakeholder, dan citra:
a. Pelanggan (Customer)
PR berperan memberikan informasi jujur, menanggapi keluhan dengan cepat, serta
meningkatkan pengalaman pelanggan. Pelayanan yang responsif menciptakan persepsi positif
dan meningkatkan loyalitas.
b. Karyawan (Internal Public)
Karyawan adalah duta citra perusahaan. PR internal diperlukan untuk menjaga motivasi,
memberikan informasi internal, serta menciptakan budaya kerja positif. Karyawan yang merasa
dihargai akan mencerminkan citra baik kepada publik.
c. Media Massa
Media adalah pihak yang dapat memperluas informasi tentang perusahaan. PR menjaga
hubungan baik dengan media agar publikasi yang muncul akurat, objektif, dan mendukung
reputasi perusahaan.
d. Pemerintah dan Regulator
PR memastikan komunikasi yang baik terkait perizinan, kebijakan, serta kepatuhan terhadap
regulasi. Hubungan baik dengan pemerintah dapat membantu kelancaran operasional
perusahaan.
e. Investor dan Pemegang Saham
PR memberikan informasi transparan mengenai kinerja keuangan, perkembangan proyek, dan
strategi bisnis. Komunikasi yang terbuka meningkatkan kepercayaan investor.
f. Komunitas dan Masyarakat
PR melibatkan perusahaan dalam program sosial, lingkungan, dan CSR. Hubungan baik dengan
komunitas akan memperkuat citra sebagai perusahaan yang peduli dan bertanggung jawab.
3. Strategi PR dalam Mengelola Hubungan dengan Stakeholder
1. Komunikasi Transparan
PR harus menyampaikan informasi yang jelas, jujur, dan mudah dipahami agar
meningkatkan kepercayaan stakeholder.
2. Pendekatan Dua Arah (Two-Way Communication)
PR tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan,
dan kritik dari stakeholder.
3. Konsistensi Pesan
Pesan yang disampaikan ke setiap publik harus selaras agar tidak memunculkan
kebingungan dan menjaga citra positif.
4. Kolaborasi dalam Program CSR
Pelibatan stakeholder dalam kegiatan sosial meningkatkan hubungan emosional dan
memperkuat kepercayaan publik.
5. Respons Cepat dalam Krisis
Reputasi dapat rusak jika perusahaan tidak tanggap dalam menangani masalah. PR harus
cepat merespons isu agar hubungan dengan stakeholder tetap baik.
2.2 strategi publicity
Publicity merupakan salah satu strategi komunikasi dalam Public Relations (PR) yang
berfokus pada penyebaran informasi melalui media massa tanpa biaya iklan, sehingga disebut
sebagai earned media. Karena sifatnya yang tidak berbayar, publicity memiliki tingkat
kredibilitas yang lebih tinggi di mata publik, sebab informasi disampaikan oleh pihak ketiga—
yaitu jurnalis dan media—bukan oleh perusahaan itu sendiri.
Agar sebuah informasi dapat menarik perhatian media, PR harus mampu mengemas berita atau
kisah yang memiliki nilai berita (news value) atau dianggap layak dipublikasikan. Informasi
yang memenuhi kriteria tersebut akan lebih mudah diterima oleh redaksi media dan memiliki
peluang besar untuk dipublikasikan secara luas.
kriteria utama dalam menciptakan berita dan kisah yang layak publikasi
1. Kebaruan atau Inovasi (Novelty & Innovation)
Media sangat tertarik pada informasi yang bersifat baru atau inovatif. Peluncuran produk baru,
penemuan teknologi, pembukaan cabang, perubahan manajemen, atau program inovasi
perusahaan merupakan contoh peristiwa yang memiliki nilai berita tinggi. Kebaruan memberi
daya tarik karena memberikan sesuatu yang segar bagi audiens.
2. Relevansi bagi Publik (Public Relevance)
Informasi harus memiliki nilai manfaat, dampak, atau pengaruh terhadap masyarakat. Media
lebih cenderung mempublikasikan cerita yang berhubungan dengan kebutuhan publik, seperti
solusi terhadap masalah sosial, edukasi, atau program yang meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Semakin besar dampaknya bagi publik, semakin tinggi pula potensi pemberitaannya.
3. Unsur Human Interest
Human interest adalah kisah yang menyentuh sisi emosional manusia. Cerita tentang perjuangan
karyawan, kontribusi perusahaan terhadap masyarakat, kisah inspiratif pelanggan, atau kegiatan sosial
perusahaan dapat menarik simpati publik. Media sering memberi ruang lebih banyak bagi cerita yang
dapat menggugah perasaan pembaca.
4. Kejadian Aktual (Timeliness)
Ketepatan waktu merupakan faktor penting dalam nilai berita. Media tertarik pada informasi
yang relevan dengan situasi terkini atau terkait isu yang sedang menjadi tren. Informasi yang
cepat, akurat, dan sesuai momentum memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan.
5. Tokoh Penting atau Prestasi Besar (Prominent Figure & Achievement)
Kegiatan yang melibatkan pemimpin perusahaan, pakar, tokoh masyarakat, atau figur publik
biasanya lebih mudah menarik liputan media. Selain itu, prestasi perusahaan—misalnya
memenangkan penghargaan, pencapaian target penting, atau kesuksesan proyek besar—memiliki
nilai berita yang kuat.
2.2.1 Menciptakan berita dan kisah yang layak publikasikan
Sub-bab ini merupakan inti dari strategi Publicity, yaitu bagaimana Public Relations (PR)
mengubah kegiatan internal perusahaan menjadi materi yang memiliki *nilai berita
(newsworthiness) sehingga media bersedia meliputnya sebagai berita, bukan sebagai iklan
berbayar.
1. Memahami Unsur Nilai Berita
Untuk mendapatkan liputan media, materi PR harus menarik perhatian jurnalis. Daya tarik ini
diukur dari beberapa kriteria:
Dampak (Impact): Sejauh mana berita tersebut memengaruhi khalayak luas. Semakin besar
dampak sosial atau ekonomi dari suatu pengumuman, semakin tinggi nilai beritanya.
Ketepatan Waktu (Timeliness): Berita harus fresh dan relevan dengan apa yang sedang terjadi.
Berita yang ketinggalan zaman akan kehilangan daya tariknya.
Prominensi (Prominence): Keterlibatan tokoh penting, selebriti, atau pemimpin industri
meningkatkan nilai berita. Media tertarik pada kisah dari entitas yang sudah dikenal publik.
Kedekatan (Proximity):Berita lokal atau regional sering kali lebih menarik bagi media setempat
karena memiliki kedekatan geografis dan emosional dengan audiens mereka.
Keunikan (Uniqueness) atau Konflik: Hal-hal yang tidak biasa, yang pertama di dunia, atau isu
yang melibatkan persaingan dan perdebatan cenderung menarik perhatian media karena unsur
human interest yang kuat.
2. Alat Utama Penciptaan Materi Berita
PR menggunakan format standar industri untuk menyajikan informasi kepada media:
Siaran Pers (Press Release): Ini adalah dokumen formal dan tertulis yang berisi fakta-fakta
penting. Siaran pers disusun menggunakan gaya Piramida Terbalik (Inverted Pyramid). Artinya,
informasi paling krusial—yaitu 5W1H (What, Who, Where, When, Why, How) harus diletakkan
di paragraf pertama (lead paragraph). Detail pendukung, latar belakang, dan kutipan (quote)
ditempatkan di paragraf berikutnya.
Pemberitahuan Media (Media Alert): Format yang lebih ringkas daripada Siaran Pers. Ini berisi
poin-poin penting seperti tanggal, waktu, lokasi, dan tujuan acara, digunakan untuk mengundang
jurnalis meliput acara yang akan datang (seperti konferensi pers atau grand launching).
Paket Media (Media Kit):Kumpulan materi komprehensif yang diberikan kepada jurnalis. Isinya
meliputi Siaran Pers, lembar fakta (Fact Sheet), sejarah perusahaan, biografi eksekutif, dan
gambar atau video beresolusi tinggi. Tujuannya adalah memastikan jurnalis memiliki semua
informasi latar belakang yang dibutuhkan untuk menulis cerita secara akurat.
Ajuan Cerita (Pitching Feature Stories):PR sering mengajukan ide cerita yang lebih panjang dan
mendalam (bukan hanya pengumuman cepat) langsung kepada editor atau jurnalis tertentu.
Cerita jenis ini fokus pada nilai inspiratif atau analisis mendalam.
3. Strategi Pengiriman Pesan yang Efektif (Pitching)
Materi yang baik harus disampaikan dengan cara yang strategis agar diliput: Menemukan Sudut
Pandang (Finding the Angle):PR harus mampu mengemas fakta perusahaan menjadi sebuah
narasi yang menarik. Misalnya, daripada mengumumkan "perusahaan meluncurkan produk
baru," PR harus membingkainya sebagai "solusi inovatif untuk tantangan sosial X." Penargetan
yang Tepat: Tidak semua media relevan untuk semua berita. Penting untuk mengirim Siaran Pers
ke jurnalis atau redaksi yang spesifik menangani topik tersebut (misalnya, mengirim berita
keuangan ke desk bisnis dan berita CSR ke desk sosial).
Menciptakan Eksklusivitas: Terkadang, memberikan cerita penting secara eksklusif kepada satu
outlet media besar dapat menghasilkan liputan yang jauh lebih dalam dan menonjol,
dibandingkan mengirimkannya ke banyak media secara bersamaan.
2.2.2 Bekerja sama dengan jurnalis dan media
Hubungan antara Public Relations (PR) dan media merupakan salah satu aspek paling
penting dalam dunia komunikasi. Media—baik media cetak, elektronik, maupun digital—
memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, PR harus mampu
membangun kerja sama yang strategis, profesional, dan berkelanjutan dengan para jurnalis dan
institusi media.
Kerja sama ini bukan hanya sekadar mengirimkan informasi atau press release, tetapi
membangun relasi yang saling menguntungkan (mutual benefit). PR membutuhkan media untuk
menyampaikan pesan perusahaan kepada publik, sementara media membutuhkan informasi yang
akurat, relevan, dan layak diberitakan untuk memenuhi kebutuhan Pembaca, pendengar, atau
penonton.
Poinnt point penting dalam menjalin kerja sama dengan jurnalis media
1.Menjalin Hubungan Baik dengan Wartawan
Hubungan PR dengan wartawan tidak terbangun secara instan, tetapi membutuhkan proses yang
konsisten, berbasis pada kepercayaan dan profesionalisme.
a. Komunikasi dua arah yang transparan
Komunikasi tidak boleh bersifat sepihak dan hanya dilakukan ketika PR membutuhkan media.
Hubungan harus bersifat kontinu, terbuka, dan responsif.
Beberapa praktik yang sering dilakukan PR antara lain:





Mengucapkan terima kasih atas publikasi berita
Mengirimkan greeting pada momen tertentu
Memberikan update informasi secara berkala
Mengundang wartawan dalam kegiatan perusahaan
Menjalin interaksi personal secara etis
Komunikasi dua arah membangun hubungan emosional yang positif dan citra profesional.
b. Memahami kebutuhan dan gaya kerja wartawan
Setiap media memiliki karakteristik, gaya penulisan, serta kebutuhan informasi yang berbeda.
Wartawan bekerja di bawah tekanan deadline dan kecepatan informasi, sehingga PR harus:




Mengidentifikasi beat (bidang liputan) wartawan
Memahami format berita dan gaya penulisan media
Menghormati tenggat waktu
Mengirimkan informasi yang relevan dan siap pakai
Kepedulian terhadap ritme kerja media akan menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas.
c. Menghindari tekanan atau intervensi
PR tidak boleh:



Memaksa jurnalis menulis sudut pandang tertentu
Menutup-nutupi fakta yang relevan
Memberikan suap untuk pemberitaan positif
Praktik tersebut melanggar etika jurnalistik dan dapat merusak reputasi organisasi. Hubungan
jangka panjang lebih penting daripada pemberitaan sesaat.
Download