Uploaded by common.user151881

Learning log maslow khilmi mualif

advertisement
Teori Kepribadian Abraham Maslow dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling
Nama : khilmi mualif
Nim : 212411028
1. Biografi Tokoh
Abraham Harold Maslow lahir pada 1 April 1908 di Brooklyn, New York. Ia berasal dari
keluarga imigran Yahudi-Rusia dan mengalami masa kecil yang penuh tekanan serta
keterasingan. Maslow menempuh pendidikan psikologi di University of Wisconsin dan
belajar di bawah bimbingan Harry Harlow. Ia dikenal sebagai pelopor psikologi
humanistik dan menolak pandangan pesimis Freud maupun pendekatan behavioristik
yang mekanistik. Maslow wafat pada tahun 1970. Pemikirannya meninggalkan warisan
besar dalam pendidikan, manajemen, dan konseling.
2. Konsep Inti Kepribadian
Teori kepribadian Maslow berpusat pada hierarki kebutuhan manusia, yang terdiri dari
lima tingkatan:
1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan rasa aman
3. Kebutuhan cinta dan rasa memiliki
4. Kebutuhan penghargaan
5. Kebutuhan aktualisasi diri
Maslow menekankan bahwa manusia secara alami terdorong untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan ini secara bertahap. Individu yang telah memenuhi kebutuhankebutuhan dasar akan termotivasi untuk mengejar aktualisasi diri, yaitu mengembangkan
potensi, kreativitas, dan makna hidup secara maksimal.
3. Hakikat Manusia Menurut Maslow
Maslow memiliki pandangan yang optimis terhadap manusia. Ia percaya bahwa manusia
pada dasarnya adalah makhluk yang baik, berpotensi, dan memiliki dorongan untuk
berkembang. Manusia tidak hanya didorong oleh naluri dasar atau stimulus lingkungan,
tetapi oleh keinginan untuk tumbuh, menemukan makna, dan mewujudkan dirinya. Oleh
karena itu, Maslow melihat manusia sebagai agen aktif dalam kehidupannya sendiri.
4. Faktor Penentu Kepribadian
Faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan kepribadian menurut Maslow mencakup:
- Lingkungan yang mendukung pertumbuhan
- Pola asuh keluarga
- Pengalaman hidup yang signifikan (peak experiences)
- Kesadaran dan refleksi diri
Kepribadian yang sehat tumbuh dalam lingkungan yang kondusif, di mana individu dapat
memenuhi kebutuhan dasarnya dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara
emosional dan spiritual.
5. Dinamika Kepribadian
Maslow memandang kepribadian sebagai sistem dinamis yang digerakkan oleh motivasi
kebutuhan. Jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, individu akan mengalami frustrasi dan
ketegangan, sehingga proses pertumbuhan ke arah aktualisasi diri terhambat. Sebaliknya,
pemenuhan kebutuhan memungkinkan individu berkembang menjadi pribadi yang
otonom, kreatif, dan sehat secara psikologis.
6. Perkembangan Kepribadian
Perkembangan kepribadian berlangsung sesuai dengan pemenuhan kebutuhan yang
berjenjang. Anak-anak lebih fokus pada kebutuhan dasar seperti rasa aman, sementara
remaja dan dewasa mulai mencari pengakuan dan aktualisasi. Perkembangan optimal
dicapai jika individu hidup dalam lingkungan yang mendukung pertumbuhan, kebebasan,
dan ekspresi diri.
7. Implikasi terhadap Bimbingan dan Konseling
Teori Maslow memiliki berbagai implikasi praktis dalam bimbingan dan konseling:
- Konselor harus membantu klien mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi.
- Proses konseling diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, empatik, dan
mendukung pertumbuhan.
- Fokus konseling bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga membangkitkan
potensi klien.
- Pendekatan yang digunakan adalah humanistik, berpusat pada klien, dan menekankan
pertumbuhan diri serta aktualisasi.
Dengan menerapkan teori Maslow, konselor dapat membantu klien memahami diri
mereka secara utuh dan memfasilitasi pencapaian kehidupan yang lebih bermakna.
Referensi:
- Maslow, A. H. (1943). "A Theory of Human Motivation." Psychological Review, 50(4),
370–396.
- Maslow, A. H. (1954). Motivation and Personality. Harper & Row.
- Corey, G. (2017). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (10th ed.).
Cengage Learning.
- McLeod, S. (2020). "Maslow's Hierarchy of Needs." Simply Psychology.
- Taormina, R. J., & Gao, J. H. (2013). "Maslow and the Motivation Hierarchy."
American Journal of Psychology, 126(2), 155–177.
Download