SKRIPSI PENGARUH REPUTASI PERUSAHAAN DAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR DI TURNKEY DENGAN EMPLOYER BRANDING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Syarat Lulus Sarjana Terapan/Diploma IV Program Studi Manajemen Bisnis Internasional Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang Oleh: Ariana Sari Dewi 4.51.19.1.06 PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS INTERNASIONAL JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2023 HALAMAN PERSETUJUAN 1. Judul Skripsi : Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar di Turnkey dengan Employer Branding Sebagai Variabel Mediasi 2. Peneliti a. Nama : Ariana Sari Dewi b. NIM : 4.51.19.1.06 3. Jurusan : Administrasi Bisnis 4. Program Studi : Manajemen Bisnis Internasional Semarang, Agustus 2023 Menyetujui, Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing II Hadiahti Utami, S.E., M.M. Inayah, S.Psi., M.Sc. NIP. 196405041992032001 NIP. 197110032000032001 ii TANDA PENGESAHAN SKRIPSI AKHIR PENGARUH REPUTASI PERUSAHAAN DAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR DI TURNKEY DENGAN EMPLOYER BRANDING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Oleh: Ariana Sari Dewi 4.51.19.1.06 Disahkan: Penguji I Penguji II Azizah, S.Kom., M.Kom. NIP. 198312232006042001 Dr. Iwan Hermawan, S.Kom., M.T. NIP. 197704292001121001 Penguji III Drs. Paniya, M.Pd. NIP. 196010051988031003 Ketua Tim Penguji Sekretaris Tim Penguji Dra. Rara Ririn Budi U., M.Si. NIP. 196405201992032001 Irawan Malebra, S.H., M.H. NIP. 199008142019031014 Semarang, Agustus 2023 Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Dr. Dody Setyadi, SE., M.Si. NIP. 196308111990031002 iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN Work life trampoline “I don’t balance my work and my life, they are jumping in the same trampoline” (Pandji Pragiwaksono) 簡単じゃないかもね でも難しくはない 迷いながら探すの それはみんな同じ (Fujii Kaze - Ignite) Didedikasikan kepada orang-orang di balik proses belajar dan bersyukur saya di tiap harinya: Keluarga dan Teman iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SKRIPSI Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: “Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar di Turnkey Dengan Employer Branding Sebagai Variabel Mediasi” benar-benar merupakan hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam naskah skripsi ini tidak terdapat karya orang lain yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar di suatu perguruan tinggi, dan atau sepanjang pengetauhan dalam menulis terkecuali mencantumkan dalam daftar pustaka. Apabila pernyataan tidak sesuai dengan kenyataan, maka saya siap menerima sanksi akademik yang berlaku. Semarang, 23 Agustus 2023 Yang menyatakan, Ariana Sari Dewi NIM 4.51.19.1.06 v ABSTRACT THE INFLUENCE OF COMPANY REPUTATION AND SOCIAL MEDIA MARKETING ON THE INTENTION OF PROSPECTIVE EMPLOYEES TO APPLY IN TURNKEY WITH EMPLOYER BRANDING AS A MEDIATING VARIABLE Both active and latent activities of employer branding are developments of brand management, with implications for shaping an individual's perception of the company. Employer branding's focus is considered a strategic and specialized expansion by HR Marketing. The Turnkey employer branding activities were strategically launched in January 2023 with the hope of introducing the company and generating a positive impact on recruitment. This study expands the modeling that can be used in the recruitment process: company reputation, social media marketing, and employer branding activities all contribute to bridging the gap towards job application intentions. The social media platforms used are LinkedIn and Instagram. The survey was conducted online, targeting 131 respondents including final-year students, fresh graduates, and graduates, using purposive sampling. The analysis employed Structural Equation Model AMOS 24, which revealed a significant and positive relationship between company reputation, social media marketing, and employer branding. The influence of company reputation and social media marketing on job application intentions through employer branding is also found to be significant and positive. Keywords: Employer Branding (EB), Intention to Apply Job (IA), Social Media Marketing (SMM), Company Reputation (CR) vi ABSTRAK PENGARUH REPUTASI PERUSAHAAN DAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR DI TURNKEY DENGAN EMPLOYER BRANDING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Aktivitas employer branding aktif maupun laten merupakan pengembangan dari manajemen merek implikasinya menarik persepsi seseorang terhadap perusahaan. Konsentrasi employer branding dianggap strategi dan khusus perluasan oleh HR Marketing. Aktivitas employer branding Turnkey distrategikan Januari 2023 dengan harapan mampu memperkenalkan perusahaan dan menimbulkan efek positif pada rekrutmen. Studi ini memperluas pemodelan yang dapat digunakan dalam proses rekrutmen reputasi perusahaan, pemasaran media sosial, aktivitas employer branding menjembatani terhadap intensi melamar pekerjaan. Media sosial yang digunakan adalah Linkedin dan Instagram. Survei ini sebarkan secara online terhadap 131 responden mahasiswa akhir, freshgraduate, dan graduate dengan metode purposive sampling. Analisis menggunakan Structural Equation Model AMOS 24, dihasilkan reputasi perusahaan, pemasaran media sosial berhubungan terhadap employer branding secara signifikan dan positif. Pengaruh reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial terhadap intensi melamar pekerjaan melalui employer branding signifikan dan positif. Kata kunci: Employer Branding (EB), Intensi Melamar Pekerjaan (IA), Pemasaran Media Sosial (SMM), Reputasi Perusahaan (CR) vii PRAKATA Puji syukur atas kehadirat Allah SWT dengan rahmat, karunia, dan skenenario sedemikian rupa sehingga skripsi dengan judul: “Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar di Turnkey Dengan Employer Branding Sebagai Variabel Mediasi” dapat disusun dan terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai syarat kelulusan menempuh Program Studi Manajemen Bisnis Internasional, Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang. Penulisan skripsi ini dapat disusun secara baik dan bermanfaat atas dukungan berbagai pihak. Oleh sebab itu ucapan terima kasih ini ditujukan kepada: 1. Prof. Dr. Totok Prasetyo, B.Eng. (Hons), M.T., IPU., ASEAN.Eng., ACPE., Direktur Politeknik Negeri Semarang; 2. Dr. Dody Setyadi, S.E., M.Si., Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang; 3. Yusmar Ardhi Hidayat, S.E., M.Si., Ph.D, Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Internasional Politeknik Negeri Semarang; 4. Hadiahti Utami, S.E., M.M., Dosen Pembimbing I yang secara aktif dan sepenuh hati membimbing penyusunan penelitian ini; viii 5. Inayah, S.Psi., M.Sc., Dosen Pembimbing II yang memberi bimbingan dan memberi kebebasan eksploratif bagi Penulis sehingga mampu mengembangkan penelitian ini dengan baik. 6. Kedua orang tua yang telah mendidik, percaya pada Penulis bahwa sembari kuliah, magang, berorganisasi, mampu mendukung kematangan studi yang ditempuh. 7. Terkenang Oma Noor yang memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan cucunya. 8. Keluarga besar HMAB, AIESEC in Semarang, Tribun Gengs, Legacy Leavers, dan kawan-kawan MBI-4B atas dukungan moril, materiil, dan momen yang akan selalu terkenang. 9. Mentor dan teman kerja di Turnkey atas partisipasi dan kehangatannya sejak saya menjadi Employer Branding intern. Demi kesempuranan penelitian ini, diharapkan saran dan masukan. Semoga penulisan skripsi memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya Mahasiswa Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang. Semarang, 23 Agustus 2023 Ariana Sari Dewi ix DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................................ ii TANDA PENGESAHAN SKRIPSI AKHIR ......................................................... iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SKRIPSI.................................................... v ABSTRACT ........................................................................................................... vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii PRAKATA............................................................................................................ viii DAFTAR ISI ........................................................................................................... x DAFTAR TABEL.................................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 6 x 1.3 Tujuan dan Kontribusi Penelitian .................................................................. 7 1.3.1 Tujuan Penelitian ................................................................................ 7 1.3.2 Kontribusi Penelitian .......................................................................... 7 1.4 Sistematika Penelitian ................................................................................... 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 10 2.1 Teori Signaling ............................................................................................ 10 2.2 Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan..................................................11 2.3 Employer Branding ......................................................................................11 2.4 Reputasi Perusahaan.................................................................................... 12 2.5 Pemasaran Media Sosial ............................................................................. 13 2.6 Penelitan Terdahulu ..................................................................................... 14 2.7 Kerangka Pemikiran .................................................................................... 23 2.7.1 Hubungan Antar Variabel ................................................................. 23 2.8 Hipotesis...................................................................................................... 26 BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................... 28 3.1 Populasi dan Sampel ................................................................................... 28 3.1.1 Populasi ............................................................................................ 28 xi 3.1.2 Sampel .............................................................................................. 29 3.2 Teknik Pengambilan Sampel ....................................................................... 29 3.3 Data Penelitian ............................................................................................ 30 3.3.1 Data Menurut Sifatnya ..................................................................... 30 3.3.2 Data Menutut Sumbernya ................................................................. 30 3.3.3 Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 31 3.3.4 Skala Pengukuran Data .................................................................... 32 3.4 Variabel ....................................................................................................... 33 3.4.1 Variabel Independen ......................................................................... 33 3.4.2 Variabel Dependen ........................................................................... 33 3.4.3 Variabel Mediasi ............................................................................... 33 3.5 Definisi Operasional Variabel ..................................................................... 34 3.6 Metode Analisis........................................................................................... 39 3.6.1 Pengembangan Model Teori ............................................................. 39 3.6.2 Pengembangan Diagram Alur .......................................................... 39 3.6.3 Konversi Diagram Alur ke Persamaan Struktural ............................ 40 3.6.4 Evaluasi Kriteria Goodness of Fit .................................................... 44 xii 3.6.5 Interpretasi dan modifikasi model .................................................... 48 BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN ................................... 49 4.1 Profil Perusahaan ........................................................................................ 49 4.1.1 Gambaran Umum ............................................................................. 49 4.1.2 Visi dan Nilai Perusahaan................................................................. 50 4.1.3 Eksistensi Media Sosial .................................................................... 51 4.1.4 Struktur Organisasi ........................................................................... 54 4.2 Lokasi dan Jam Kerja .................................................................................. 56 4.3 Produk ......................................................................................................... 56 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................... 58 5.1 Hasil Analisis .............................................................................................. 58 5.1.1 Data Responden ................................................................................ 58 5.1.2 Analisis Deskriptif ............................................................................ 59 5.1.3 Analisis Inferensial ........................................................................... 65 5.2 Pembahasan ................................................................................................. 79 5.2.1 Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Employer Branding ......... 79 5.2.2 Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Employer Branding ... 80 xiii 5.2.3 Pengaruh Employer Branding terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan .......................................................................... 81 5.2.4 Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan .......................................................................... 81 5.2.5 Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan .......................................................................... 82 5.3 Implementasi ............................................................................................... 82 BAB VI PENUTUP ............................................................................................. 84 6.1 Kesimpulan ................................................................................................. 84 6.2 Saran ............................................................................................................ 85 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 87 LAMPIRAN .............................................................................................................. xiv DAFTAR TABEL Halaman TABEL 1 PENELITIAN TERDAHULU .......................................................... 15 TABEL 2 DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL ........................................ 35 TABEL 3 MODEL PERSAMAAN REPUTASI PERUSAHAAN.................. 41 TABEL 4 MODEL PERSAMAAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL .......... 42 TABEL 5 MODEL PERSAMAAN EMPLOYER BRANDING ...................... 43 TABEL 6 MODEL PERSAMAAN INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR PEKERJAAN ............................................................. 43 TABEL 7 NILAI CUT-OFF GOODNESS OF FIT ........................................... 44 TABEL 8 NILAI PERUSAHAAN ..................................................................... 50 TABEL 9 JAM KERJA ..................................................................................... 56 TABEL 10 IDENTIFIKASI USIA RESPONDEN ............................................ 61 TABEL 11 NILAI INDEKS VARIABEL INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR PEKERJAAN ............................................................. 63 TABEL 12 NILAI INDEKS VARIABEL REPUTASI PERUSAHAAN ......... 64 TABEL 13 NILAI INDEKS VARIABEL PEMASARAN MEDIA SOSIAL . 64 TABEL 14 NILAI INDEKS VARIABEL EMPLOYER BRANDING............. 65 TABEL 15 STANDARIZED REGRESSION MEASUREMENT MODEL ...... 66 xv TABEL 16 UJI NORMALITAS STRUCTURAL MODEL ............................... 67 TABEL 17 STANDARIZED RESIDUAL COVARIANCES ............................. 68 TABEL 18 UJI DATA OUTLIER ....................................................................... 69 TABEL 19 NILAI DETERMINAN MATRIKS KOVARIAN ......................... 70 TABEL 20 NILAI KORELASI ANTAR INDIKATOR ................................... 71 TABEL 21 UJI RELIABILITAS KONSTRUK ................................................ 72 TABEL 22 UJI VALIDITAS ............................................................................... 73 TABEL 23 KORELASI ANTAR KONSTRUK DAN AKAR KUADRAT AVE KONSTRUK ....................................................................................... 73 TABEL 24 GOODNESS OF FIT STRUCTURAL MODEL ............................. 75 TABEL 25 UJI HIPOTESIS BERDASARKAN REGRESION WEIGHT VALUE ............................................................................................... 76 TABEL 26 STANDARDIZED INDIRECT EFFECTS ...................................... 78 TABEL 27 STANDARDIZED DIRECT EFFECTS .......................................... 78 xvi DAFTAR GAMBAR Halaman GAMBAR 1 DIAGRAM BATANG TEKFIN DI INDONESIA 2011 – 2022 ... 2 GAMBAR 2 KONTEN MEDIA SOSIAL TURNKEY ...................................... 5 GAMBAR 3 KERANGKA PEMIKIRAN ....................................................... 23 GAMBAR 4 MODEL PENGUKURAN REPUTASI PERUSAHAAN ......... 41 GAMBAR 5 MODEL PENGUKURAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL ... 42 GAMBAR 6 MODEL PENGUKURAN EMPLOYER BRANDING ............... 42 GAMBAR 7 MODEL PENGUKURAN INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR PEKERJAAN ........................................................ 43 GAMBAR 8 LOGO TURNKEY....................................................................... 50 GAMBAR 9 MEDIA SOSIAL .......................................................................... 52 GAMBAR 10 LINKEDIN TURNKEY ............................................................. 53 GAMBAR 11 STRUKTUR PERUSAHAAN .................................................... 55 GAMBAR 12 IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN .......................................... 59 GAMBAR 13 IDENTIFIKASI AKTIF MENCARI LOWONGAN PEKERJAAN ................................................................................. 60 GAMBAR 14 IDENTIFIKASI STATUS RESPONDEN ................................. 62 GAMBAR 15 MEASUREMENT MODEL CFA ................................................ 66 GAMBAR 17 STRUCTURAL MODEL ............................................................. 74 GAMBAR 18 PENGARUH LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG ................. 78 xvii DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1: HASIL ANALISIS LAMPIRAN 2: KETERANGAN OBSERVASI LAMPIRAN 3: LEMBAR KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI LAMPIRAN 4: KUESIONER PENELITIAN LAMPIRAN 5: ARTIKEL LAMPIRAN 6: TURNITIN LAMPIRAN 7: DATA DIRI xviii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Riset Asian Development Bank Institute (2021), di tengah pandemi COVID-19, industri teknologi finansial (tekfin) cenderung bertahan dan memberikan dampak pemulihan ekonomi bagi Indonesia. Hal ini berkaitan dengan jangkauan internet dan kemudahan menjangkau instrumen keuangan. Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) mendefinisikan tekfin sebagai inovasi teknologi untuk memberikan pelayanan keuangan sehingga menghasilkan model bisnis baru, aplikasi, proses, maupun produk dengan dampak material terkait penyediaan layanan keuangan (Sahay et al., 2020). Pesatnya industri tekfin di Indonesia disinyalir dengan meningkatnya penetrasi digital dan interaksi positif dari investor. Dalam laporan bertajuk “Indonesia’s Fintech Industry is A Sleeping Giant Ready to Rise” dipublikasikan AC Ventures dan BGC membahas kemajuan tekfin di Indonesia dengan bermunculannya perusahaan rintisan tekfin (Boston Consulting Group & AC Ventures, 2023). Dalam satu dekade terakhir, industri tekfin di Indonesia berkembang pesat enam kali lipat yaitu 51 di tahun 2011 menjadi 334 di tahun 2022. 1 2 GAMBAR 1 DIAGRAM BATANG TEKFIN DI INDONESIA 2011 – 2022 Pertumbuhan Tekfin 2011 - 2022 400 350 300 250 200 150 100 50 0 2010 2012 2014 2016 2018 2020 2022 Sumber: Data yang diolah, 2023 Eksposur tekfin di masa pandemi dan perubahan norma bekerja bagi masyarakat Indonesia membuat normalisasi bekerja hibrida maupun Work From Anywhere (WFA). Menurut studi PwC “Workforce Hopes and Fears Survey 2022 (Indonesia version)” 69% sentimen publik positif mengenai aksesibilitas bekerja dari rumah maupun hibrida (Steinbrink & Niedenführ, 2020). Perkembangan di sektor ini diikuti revolusi HR 3.0 dengan pemenuhan sumber daya melalui rekrutmen. Bisnis memerlukan potensi talenta yang mampu mengembangkan produk, meningkatkan pelayanan di industri tekfin, mampu tangkas di masa serba dinamis. Hal ini sejalan dengan laporan OECD (2018) menyatakan pandangan pekerjaan masa depan yang hilang oleh otomasi namun muncul pekerjaanpekerjaan baru seperti ekonomi digital. 2 3 Peran operasional HR dalam perusahaan membawa aktivitas operasional untuk mencapai tujuan strategis, visi dan misi perusahaan (Soeling et al., 2022). Lebih lanjut dalam menurut Sivertzen (2013), HR memiliki aspek kritikal pada keunggulan kompetitif dan investasi utama perusahaan. Dalam perkembangannya, HR telah mencapai revolusi ketiga. HR 1.0 identik berfokus pada kebijakan, administrasi, dan servis berefisiensi tinggi. Selanjutnya HR 2.0 memfokuskan nilai moral, pemberdayaan talenta berkepanjangan. Distrupsi membawa sebuah resolusi, kehadiran HR 3.0 dengan ide baik perusahaan maupun manusia di dalamnya harus Agile (tangkas), diartikan mampu berubah sewaktu-waktu, bertahap dan berulang. Dengan ini, HR 3.0 memberikan efisiensi pelayanan dilengkapi kemampuan kerangka berpikir bertahap dan berulang, berorientasi pada solusi (IBM, 2020). Daya tarik organisasi, kontrak psikologi, dan sosial-ekonomi merupakan beberapa faktor yang membuat talenta potensial memilih bekerja di perusahaan. Reputasi perusahaan erat dengan prestise, sentimen eksternal maupun internal terhadap dampak performa perusahaan. Highhouse (2003) menyatakan reputasi perusahaan dimaknai secara global, stabil, berdasar penilaian evaluatif tentang organisasi yang dimiliki bersama. Penggunaan teknologi dengan pengukuran tujuan berdampak positif pada performa terencana. Riset pengoptimalan aktvitas pemasaran dengan media sosial (Agnihotri et al., 2017). Penelitian ini menggunakan aktivitas employer branding yang mampu mengendalikan, menargetkan penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran. Employer branding merupakan bagian dari manajemen strategi khususnya digunakan pada departemen HR yang mengusahakan rencana dan sarana untuk 3 4 memperkenalkan relevansi perusahaan pada talenta potensialnya. Istilah ‘Employer Branding’ diusung oleh Tim Ambler dan Simon Barrow sebagai studi ekploratori pengaplikasian merek pada perekrutan talenta potensial (Ambler & Barrow, 1996). Gap penelitian yaitu bukti empiris media sosial tidak memberikan efek antara reputasi perusahaan dan intensi melamar pekerjaan (Sivertzen et al., 2013). Fisher (2014) meramalkan pasar talenta potensial mendatang adalah Generasi Z dan Y, dalam studinya, Fisher menyebutkan Linkedin, Twitter, dan Facebook. Dalam penelitian ini menggunakan media sosial; Linkedin dan Instagram. Sedangkan website merupakan profil statis perusahaan. Media sosial dan website merupakan kesatuan yang digunakan rekrutmen PT Akses Investasi Gemilang. Obyek studi ini adalah PT Akses Investasi Gemilang (Turnkey), perusahaan rintisan di bidang tekfin. Sebagai salah satu pelaku industri tekfin, bentuk strategik untuk bersaing dalam ‘Talent War’ yaitu merintis posisi Employer Branding (EB) di awal Januari 2023. Adapun dalam proses pembentukan dan perkembangannya, media sosial merupakan tempat paling strategis untuk trial and error perekrutan, publikasi kegiatan, dan memperkenalkan perusahaan. Berikut salah satu tampilan media sosial yang digunakan untuk memperkenalkan Turnkey sebagai start up ramah WFA: 4 5 GAMBAR 2 KONTEN MEDIA SOSIAL TURNKEY Sumber: Linkedin, 2023 Studi ini menawarkan kontribusi pada research gap dan research problem peran employer branding secara teoritis dan manajerial di Turnkey dengan anteseden reputasi perusahaan, pemasaran media sosial terhadap pada intensi calon pegawai melamar pekerjaan melalui model empiris yang dianalisis dengan Structural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan uraian latar belakang maka dikembangkan judul penelitian, “Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar di Turnkey Dengan Employer Branding Sebagai Variabel Mediasi”. 5 6 1.2 Rumusan Masalah Munculnya HR 3.0 perusahaan harus memiliki talenta potensial yang mampu bertahan dengan budaya Agile (tangkas, dapat berubah sewaktu-waktu). Agar dapat memenangkan talenta potensial maka perusahaan harus membangun branding yang menarik, memiliki kesesuaian cita dan nilai. Menjamurnya perusahaan rintisan menjadi pilihan bagi talenta potensial untuk berkembang disinyalir karena lebih dinamis, inovatif, dan budaya yang humanis. Peran employer branding dalam pengembangan serta membutuhkan respon balik dari trial and error. Pada taraf implikasi penelitian ini secara teoritis menambah referensi model manajemen merek dan HR marketing menggunakan employer branding. Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, yang pertanyaan penelitian yang diajukan adalah sebagai berikut: a. Adakah pengaruh reputasi perusahaan terhadap aktivitas employer branding? b. Adakah pengaruh pemasaran media sosial terhadap aktivitas employer branding? c. Adakah pengaruh reputasi perusahaan terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan? d. Adakah pengaruh pemasaran media sosial terhadap intensi calon pegawai melamar calon pegawai pekerjaan? e. Adakah pengaruh employer branding terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan? 6 7 1.3 Tujuan dan Kontribusi Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: a. Pemodelan empiris pengaruh reputasi perusahaan, pemasaran media sosial, employer branding terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan. b. Pengaruh masing-masing variabel reputasi perusahaan, pemasaran media sosial terhadap employer branding. reputasi perusahaan, pemasaran media sosial terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan, dan employer branding terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan. c. Aktivitas employer branding sebagai variabel intervening reputasi perusahaan, pemasaran media sosial terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan di Turnkey. 1.3.2 Kontribusi Penelitian Kontribusi penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan menambah wawasan mengenai hubungan reputasi perusahaan, peran pemasaran media sosial, employer branding terhadap tahap awal perekrutan talenta potensial sebagai prediktor intensitas melamar pekerjaan. b. Bagi Perusahaan 7 8 Penelitian ini menyumbang analisis terapan manajemen strategis yang dapat memacu perkembangan peran employer branding di Turnkey. c. Bagi Politeknik Negeri Semarang Sebagai tambahan referensi untuk kegiatan penelitian yang dapat dikembangkan lebih lanjut terkait dengan HR Marketing. 1.4 Sistematika Penelitian Sistematika penulisan digunakan untuk menyajikan hasil penulisan secara teratur sehingga memudahkan pembahasan. Adapun sistematika dari penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan skripsi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menguraikan pembahasan tentang dasar teori yang digunakan untuk memecahkan masalah yang relevan dengan masalah yang diteliti, rekam jejak penelitian-penelitian terdahulu, kerangka pemikiran teoritis penelitian, serta hipotesis penelitian. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi meliputi populasi dan sampel, jenis data, teknik pengambilan sampel, variabel, dan metode analisis data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. 8 9 BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK Bab ini menguraikan tentang hal-hal umum yang relevan dengan objek penelitian meliputi antara lain profil, visi, nilai perusahaan, logo, struktur organisasi, produk perusahaan. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan serta pembahasan terkait hasil penelitian, dan implikasi hasil penelitian. BAB VI PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang dapat dilakukan pembaca. 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka berisi topik analisis dan literatur yang mendahului penelitian. Bagian ini berisi sumber teori, hasil penelitian, metodelogi yang telah digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini: 2.1 Teori Signaling Atribut organisasi sebagai pembeda antara satu dan lainnya merupakan salah satu prediksi daya tarik organisasi dan intensi melamar pekerjaan (Daniel & José, 2010). Teori signaling dicetuskan Spence untuk menjelaskan asimetri informasi dua pihak (Connelly et al., 2011), informasi yang dilihat, didengar menyediakan prospektif dengan informasi yang mereka inginkan untuk membuat keputusan tentang pekerjaan terhadap pencarian dan pilihan pekerjaan (Uggerslev et al., 2012). Sinyal diberikan dari informasi yang ada dikreasikan melalui perencanaan employer branding, pemasaran media sosial, dan reputasi perusahaan terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan. 10 11 2.2 Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Definisi intensi dalam KBBI merupakan perangkat atribut atau ciri yang menjelaskan sesuatu yang dapat diacu dengan kata tertentu (dibedakan dengan eksistensi). Intensi melamar pekerjaan merupakan prediksi evaluatif talenta potensial terhadap perusahaan dipengaruhi reputasi perusahaan dan identitas pelamar (Xie et al., 2015). Kemungkinan pelamar kerja akan menelisik tentang perusahaan melalui ekposur (Collins, 2007), kebanggaan yang diharapkan menjadi bagian organisasi berdampak positif terhadap intensi melamar pekerjaan (Xie et al., 2015). Dalam intensi mencari pekerjaan, talenta potensial mempunyai preferensi terhadap perusahaan yang sudah diketahuinya. Berdasarkan pendapat yang telah diuraikan di atas, dapat dipahami intensi melamar pekerjaan merupakan prediksi talenta potensial mengenal, memahami kecocokan dengan suatu perusahaan. Indikator intensi pada penelitian ini yaitu probabilitas penerimaan tawaran pekerjaan dan keputusan penerimaan tawaran pekerjaan (Collins, 2007; Taylor & Bergmann, 1987). 2.3 Employer Branding Definisi employer branding paket manfaat fungsional, ekonomi, dan psikologis yang diberikan oleh pekerjaan, dan diidentifikasi dengan perusahaan yang mempekerjakan (Ambler & Barrow, 1996). Ambler & Barrow (1996) dalam (Santiago, 2019), menjelaskan organisasi dapat memupuk hubungan dekat dengan karyawan, seperti yang dilakukan konsumen produk bermerek. Mosley & Schmidt (2017) mendefinisikan employer branding adalah menciptakan tempat yang sangat 12 bagus untuk bekerja dan kemudian mempromosikannya kepada talenta yang pengetahuan dan keterampilannya akan membantu memenuhi tujuan dan sasaran bisnisnya (Soeling et al., 2022). Lloyd (2002) mendeskripsikan employer branding adalah segenap usaha yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan eksistensinya pada talenta potensial sebagai tempat bekerja yang menarik/diingini (Berthon et al., 2005). Backhaus dan Tikoo (2004) menyebutkan dua perbedaan dalam penggunaan branding, tergantung pada apakah itu ditujukan kepada karyawan atau untuk mempromosikan organisasi dan produk. Pertama, employer branding secara khusus ditujukan untuk hubungan kerja dan mencirikan identitas organisasi sebagai tempat kerja. Kedua, employer branding ditujukan kepada audiens internal dan eksternal, sementara branding perusahaan dan produk umumnya ditujukan kepada audiens eksternal. Berdasarkan uraian definisi di atas, dapat dipahami employer branding merupakan segala usaha memperkenalkan perusahan kepada talenta potensial. Indikator untuk mengukur konstruk employer branding menggunakan employer brand awareness, perceived job attributes (Collins, 2007), general attractiveness (Highhouse et al., 2003). 2.4 Reputasi Perusahaan Dalam ‘The impact of reputation and identity congruence on employer brand attractiveness’, reputasi perusahaan dimaknai sebagai prestise dan status sebuah perusahaan (Xie et al., 2015). Adapun Sivertzen et al., (2013) beranggapan sebuah hasil perangkat organisasi yang dibangun untuk menghasilkan prospek masa 13 depan. Highhouse (2009) dalam (Lievens & Slaughter, 2016) menyatakan reputasi perusahaan dimaknai secara global, stabil, berdasar penilaian evaluatif tentang organisasi yang dimiliki bersama. Dalam kajian tinjauan pustaka menjelaskan perbedaan antara citra dan reputasi suatu perusahaan. Titik tinjauan perbedaan terletak pada afektif (perasaan dan emosi) yang melekat pada citra mampu membiaskan peran reputasi perusahaan. Bergami dan Bagozi (2000) menjelaskan reputasi perusahaan sebagai persepsi internal dan eksternal yang diberikan pada organisasi (Xie et al., 2015). Berdasarkan uraian definisi perusahaan maka dapat disimpulkan bahwa reputasi perusahaan merupakan hasil evaluatif secara global dan membangun reputasi lebih lama dari citra/image maupun merek/brand. Indikator reputasi perusahaan yang digunakan adalah persepsi individu dan persepsi orang lain mengenai perusahaan (Xie et al., 2015). 2.5 Pemasaran Media Sosial Pemasaran lowongan pekerjaan beralih dari konvensional menjadi serba berbasis internet. Melalui jejaring sosial seperti website, media sosial, job portal. Penggunaan media sosial sangat umum dalam dunia pemasaran. Maksud dari strategi branding di berbagai media sosial adalah untuk memberikan manfaat kepada organisasi baik dalam lingkup internal maupun eksternal. Jejaring sosial didefinisikan Boyd & Ellison berbasis website dimana seorang individu maupun publik dapat memiliki profil yang dibatasi sistem, mengartikulasikan daftar pengguna lain yang bersinggungan/bertukar koneksi, dan melihat daftar koneksi 14 yang berada dalam sistem (Sivertzen et al., 2013). Kegiatan pemasaran media sosial (SMM) didefinisikan sebagai penggunaan aplikasi dan platform media sosial online untuk melakukan hiburan, kustomisasi, tren, niat beli, interaksi dan dari mulut ke mulut (Kim & Ko, 2010). Media sosial untuk rekrutmen dapat dilakukan setelah organisasi memgkomunikasikan merek melalui website dilanjutkan dengan membangun pasar talenta (Fisher et al., 2014). Kemudahan pengunaan media sosial digunakan pada aktivitas pemasaran menjadi hemat biaya dan terintergrasi sistem. Pemasaran media sosial diharapkan mampu meningkatkan performa perusahaan jika distrategikan dengan baik. Indikator yang dipakai dalam penelitian adalah publikasi dan pengiklanan (Collins & Stevens, 2002; Sivertzen et al., 2013). 2.6 Penelitan Terdahulu Penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan dan pendukung hubungan antara variabel di penelitian dapat ditinjau pada Tabel 1. TABEL 1 PENELITIAN TERDAHULU No Judul Penelitian Jumlah Sampel/Negara Reputasi Perusahaan (CR) Objek Penelitian Metode Analisis 1 “The role of brands 11 perusahaan Analisis deskriptif, EB dengan subdimensi (employer brand in recruitment: dengan reputasi korelasi deskriptif, awareness, employer brand attractiveness, mediating role of dan memiliki dan Structural dan perceived job attributes) signifikan pada employer brand merek Equation Methods intensitas melamar pekerjaan. equity” produk/pelayanan CR memiliki kontribusi positif pada dimensi (Banerjee et al., baik EB, dan EB mampu memediasi antara CR 2020) 619/India Hasil Penelitian terhadap IA pada firma yang terpilih dalam “The Great Place to Work Institute’s Survey of India’s Best Companies to Work For and 15 No Judul Penelitian Jumlah Sampel/Negara Objek Penelitian Metode Analisis Hasil Penelitian Business Today’s study of Best Companies to Work For”. 2 “The impact of 163/Norwegia Perusahaan Structural Keselerasan identitas antara perusahaan dan reputation and offshore di Equation Methods pelamar kerja. CR Hal ini menunjukkan identity congruence Norwegia bahwa semakin terkenal, dikagumi, on employer brand dihormati, dan bergengsi perusahaan tersebut, attractiveness” (Xie semakin kuat pelamar mengidentifikasi secara et al., 2015) kognitif dengan perusahaan tersebut. Pemasaran Media Sosial 1 “How Employer Branding Attract the 200/Indonesia Generasi Z Structural Media sosial terbukti memiliki pengaruh yang Equation Methods signifikan terhadap daya tarik EB dan bagi Generation Z 16 No Judul Penelitian Jumlah Sampel/Negara Objek Penelitian Metode Analisis Hasil Penelitian Students to Join on Model Partial siswa Generasi Z di start-up unicorn Start-up Unicorn” Least Square Indonesia Pengikut media Partial Least Penelitian membuktikan bahwa dalam sektor Marketing and sosial Starbucks Square perusahaan tertentu dan tingkat merek produk Human Resource Coffee (Binu Raj, 2020) 2 The Intersection of Disciplines: 320/Indonesia dapat mempengaruhi intensi melamar pekerjaan. Employer Brand Equity as a Mediator in Recruitment Process (Andriani et al., 2019) 17 No 3 Judul Penelitian “Integration of Jumlah Objek Penelitian Sampel/Negara 87 artikel social media into Metode Analisis Hasil Penelitian Bibliometric Media sosial mendukung CR pada praktik HR Mapping Markting. Concept-Driven Ikhtisar tentang tema dan tren utama yang Systematic Review dicakup oleh literatur yang relevan seperti HRM practices: a bibliometric overview” (Hosain, 2023) 4 “Social media in marketing: A review - 144 artikel and analysis of the peran media sosial pada periklanan, kata existing literature” elektronik dari mulut ke mulut, manajemen (Alalwan et al., hubungan pelanggan, dan merek serta kinerja 2017) perusahaan Employer Branding 18 No 1 Judul Penelitian “Organizational Jumlah Objek Penelitian Sampel/Negara 425/Indonesia Mahasiswa Metode Analisis Analisis Jalur Hasil Penelitian Daya tarik EB signifikan dan positif reputation: does it tingkat akhir mempengaruhi IA. mediate the effect of Universitas Daya tarik EB signifikan pada reputasi employer brand Negeri di organisasi. Demikian, reputasi organisasi attractiveness on Indonesia berpengaruh signifikan terhadap intensi intention to apply in melamar pekerjaan, namun tidak memediasi Indonesia?” pengaruh EB pada intensi melamar pekerjaan. (Soeling et al., 2022) Karena talenta potensial khususnya freshgraduate lebih mementingkan nilai yang ditawarkan perusahaan daripada reputasi perusahaan. 19 No Judul Penelitian 2 “The relationship Jumlah Objek Penelitian Sampel/Negara 281/Portugal Dewasa muda Metode Analisis Hasil Penelitian Analisis regresi Penelitian multidimensi daya tarik EB between brand (generasi sederhana dan (Berthon et al., 2005; Santiago, 2019) attractiveness and milenial) berganda terhadap the intent to apply for mencapai 60% (Highhouse et al., 2003) generasi milineal a job” dengan mengesampingkan faktor ekonomi seperti gaji (Santiago, 2019) pengalaman kerja diatas rata-rata atau kesempatan promosi intensi melamar pekerjaan dalam melamar pekerjaan. 3 “Employer Image - Teori dan Analisis Deskriptif Anteseden EB yaitu karakter organisasi, and Employer penelitian informasi mengenai organisasi (website, Branding: What We terhadap iklan), tim rekrutmen, informasi yang berasal Know and What We penggunaan dari non-organisasi (media, WOM). Need to Know” konstruk Employer 20 No 4 Judul Penelitian Jumlah Sampel/Negara Objek Penelitian (Lievens & Branding sejak Slaughter, 2016) tahun 2001 Employer branding: Hasil Penelitian Mahasiswa Structural Hasil Employer teknik pada tiga Equation Model beberapa atribut dari perusahaan memberikan attractiveness and perusahaan dampak positif terhadap reputasi perusahaan, the use of social teknik yang yang mana kembali berhubungan dengan daya media (Sivertzen et terkenal tarik bagi calon karyawan potensial. Secara al., 2013) 184/Norwegia Metode Analisis penelitian menunjukkan bahwa khusus, hasil penelitian menyarankan bahwa nilai inovasi, nilai psikologis, nilai aplikasi, dan penggunaan media sosial berhubungan positif dengan reputasi perusahaan, yang pada gilirannya terkait positif dengan niat untuk melamar pekerjaan. Nilai psikologis, yang 21 No Judul Penelitian Jumlah Sampel/Negara Objek Penelitian Metode Analisis Hasil Penelitian merupakan prediktor terkuat, juga secara langsung terkait dengan niat untuk melamar pekerjaan. Selain itu, validasi dari skala EmpAt menghasilkan dimensi yang berbeda dari penelitian aslinya. Dimensi-dimensi baru dan penataan ulang indikator diajukan Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 22 23 2.7 Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran merupakan dasar pemikiran dari sebuah penelitian. Kerangka pemikiran antar variabel dihubungkan sehingga menjadi suatu model berdasar teori, fakta, penelitian terdahulu. Kerangka penelitian ini adalah sebagai berikut: GAMBAR 3 KERANGKA PEMIKIRAN Reputasi perusahaan H4 H1 Employer Branding H3 Intensi Melamar Pekerjaan H5 H2 Pemasaran Media Sosial Sumber: Kerangka pemikiran untuk penelitian, diolah 2023 2.7.1 Hubungan Antar Variabel Berdasarkan kerangka pemikiran pada sub penjelasan sebelumnya, berikut merupakan penjelasan hubungan antar variabel: a. Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Employer branding Daya tarik reputasi perusahaan yang baik tidak hanya berpengaruh pada karyawan saat ini namun menarik talenta potensial (Xie et al., 2015). 24 Beberapa temuan terdahulu mendiskusikan perusahaan multinasional maupun firma besar terkait dengan employer branding. Studi yang disarankan Andriani et al. (2019) untuk menggunkana perusahaan dengan jangkauan lebih kecil, obyek pada penelitian ini adalah perusahaan rintisan tekfin. Perusahaan dengan reputasi yang baik mampu dipercayai lebih tinggi oleh pelanggannya (Walsh et al., 2009). Dalam penelitian ini mengharapkan reputasi perusahaan dapat dibangun melalui aktivitas employer branding. H1: Reputasi perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Employer branding. b. Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Employer branding Pemasaran media sosial sebagai alat pemasaran untuk memperkenalkan, mempublikasikan perusahaan pada talenta potensial. Beberapa temuan terdahulu yang melibatkan media sosial yaitu: Andriani et al. (2019); Carpentier et al. (2019); Collins & Stevens (2002); Sivertzen et al. (2013) di mana media sosial mempunyai peran positif terhadap employer branding. Perusahaan yang memiliki dapat memanfaatkan media sosial dalam aktivitas employer branding termasuk dalam perancanaan strategi menarik minat pelamar kerja secara aktif maupun pasif. Konten yang dibuat, website, dan artikel akan menjadi penarik daya tarik pasif karena menjadi kilas balik aktivitas yang dapat ditinjau ulang. 25 H2: Pemasaran media sosial berpengaruh signifikan terhadap Employer branding. c. Pengaruh Employer Branding terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Employer branding merupakan bagian dari peran merek yang penelitian di bidang manajemen strategis. Penelitian terdahulu mengenai employer branding terhadap variabel intensi melamar pekerjaan (Banerjee et al., 2020; Cable & Turban, 2001; Collins, 2007) menunjukkan pengaruh signifikan dan positif antara employer branding dan intensi melamar pekerjaan. H3: Employer branding berpengaruh signifikan terhadap intensi melamar pekerjaan. d. Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Temuan penelitian model mengubungkan media sosial, reputasi perusahaan, employer branding terhadap intensi melamar pekerjaan menghasilkan media sosial berhubungan dengan reputasi dan intensi melamar pekerjaan, sedangkan untuk mendukung dimensi employer branding terdapat nilai psikologis yang berdampak langsung terhadap intensi melamar pekerjaan (Sivertzen et al., 2013). Pemasaran media sosial menampilkan reputasi perusahaan secara simbolik memberikan sinyal talenta potensial memahami perusahaan sebelum melamar 26 pekerjaan. Berdasarkan Andriani et al.(2019) employer branding mampu memediasi pemasaran media sosial dan reputasi perusahaan. H4: Reputasi perusahaan berpengaruh signifikan terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan dimediasi oleh employer branding. H5: Pemasaran media sosial berpengaruh signifikan terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan. 2.8 Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah. Jawaban yang diberikan dalam hipotesis baru didasarkan pada teori relevan, belum didasarkan pada fakta empiris yang diperoleh dari proses pengolahan data (Sugiyono, 2019). Hipotesis dalam penelitian ini adalah: a. Ho1: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Reputasi Perusahaan terhadap Employer Branding Ha1: Ada pengaruh yang signifikan antara Reputasi Perusahaan terhadap Employer Branding b. Ho2: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Pemasaran Media Sosial terhadap Employer Branding. Ha2: Ada pengaruh yang signifikan antara Pemasaran Media Sosial terhadap Employer Branding. c. Ho3: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Employer Branding terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan. 27 Ha3: Ada pengaruh yang signifikan antara Employer Branding terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan. d. H04: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Reputasi Perusahaan dan Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Ha4: Ada pengaruh yang signifikan antara Reputasi Perusahaan dan Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan e. H05: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Pemasaran Media Sosial dan Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Ha5: Ada pengaruh yang signifikan antara Pemasaran Media Sosial dan Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penentuan populasi dan sampel dalam sebuah penelitian diperlukan untuk membatasi ruang lingkup objek yang diteliti. Populasi dan sampel pada penelitian ini sebagai berikut: 3.1.1 Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi meliputi obyek/subyek yang memiliki kuantitas atau kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2018). Ferdinand (2014), populasi adalah perpaduan dari berbagai elemen berupa peristiwa, atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa sehingga menjadi pusat perhatian dalam penelitian. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa/i tingkat akhir maupun freshgraduate berusia 20 - 30 tahun, berada di wilayah Indonesia yang dapat menjangkau media sosial Turnkey, sedang atau belum lama ini membuka job portal (Linkedin) ataupun mencari pekerjaan. Penentuan populasi dan sampel dalam sebuah penelitian diperlukan untuk membatasi ruang lingkup objek yang diteliti. 29 3.1.2 Sampel Pada umumnya dikatakan penggunaan SEM membutuhkan jumlah sampel yang besar. Ukuran sampel untuk pengujian model dengan menggunakan SEM adalah antara 100-200 sampel atau tergantung pada jumlah parameter yang digunakan dalam seluruh variabel laten, yaitu jumlah parameter dikalikan rentang 5 hingga 7 (Ferdinand, 2014). Variabel parameter dalam penelitian ini berjumlah 11 indikator. Maka, perhitungan sampel adalah 9 x 7 = 63 sampel. Hasil tersebut dapat dijadikan sebagai jumlah minimal sampel untuk penelitian ini.Populasi adalah wilayah generalisasi meliputi obyek/subyek yang memiliki kuantitas atau kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2019). 3.2 Teknik Pengambilan Sampel Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling. Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi (Sugiyono, 2019). Teknik non probability sampling yang digunakan adalah purposive sampling dalam penelitian ini. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang didasarkan oleh kriteria atau pertimbangan tertentu Penelitian ini memberi batasan pada mahasiswa akhir, freshgraduate, graduate berusia dalam rentang usia 20 - 30 tahun, sedang mencari pekerjaan dalam kurun 0-3 bulan, 3-6 bulan, dan >6 bulan, dan memiliki keinginan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere). 30 3.3 Data Penelitian Data adalah kumpulan fakta yang dapat diolah sehingga menghasilkan informasi. 3.3.1 Data Menurut Sifatnya Data menurut sifatnya yang digunakan pada penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Data Kualitatif Kata kualitatif berasal dari “quality” artinya mengutamakan mutu atau kualitas. Data kualitatif berupa deskripsi atau kategori tertentu, seperti pada penelitian ini, data kualitatif berupa gambaran umum dan kategori dari objek penelitian. b. Data Kuantitatif Kata kuantitatif bersal dari kata “quantity” artinya kuantitas. Data kuantitatif yaitu data yang mengutamakan jumlah atau banyaknya data (n). Data kuantitatif identik dengan data yang berupa angka, seperti jumlah responden, data usia responden, dan skor tanggapan responden. 3.3.2 Data Menutut Sumbernya Data berdasarkan sumbernya yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut: 31 a. Data Primer Data primer adalah sumber data yang dicari langsung oleh peneliti yang berupa wawancara maupun kuesioner. Data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan wawancara singkat dengan informan. b. Data Sekunder Data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti. Dalam penelitian ini data sekunder didapatkan antara lain dari jurnal, buku, arsip, laporan. 3.3.3 Teknik Pengumpulan Data Metode pengumulan data yang digunakan dalam menyusun penelitian ini, yaitu: a. Observasi Observasi pada kegiatan magang yang dilakukan peneliti sebagai employer branding intern di awal Januari yaitu melakukan pengamatan langsung di obyek penelitian mengenai proses rekrutmen, reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial yang sedang berlangsung. b. Kuesioner Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2019). Kuesioner akan disusun dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang akan dibagikan ke 32 responden untuk mengetahui pengaruh reputasi perusahaan terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan terhadap PT Akses Investasi Gemilang dengan variabel mediasi employer branding. c. Studi Pustaka Sugiyono (2019) menyampaikan bahwa studi pustaka berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berhubungan dengan nilai, budaya, dan norma pada situasi yang diteliti. Studi pustaka pada penelitian ini menggunakan buku-buku, jurnal internasional maupun nasional, laporan riset yang berhubungan dengan tekfin, employer branding, variabel-variabel yang diajukan terhadap internsi melamar pekerjaan. 3.3.4 Skala Pengukuran Data Sugiyono (2010) menjabarkan bahwa skala pengukuran alat ukur yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya rentang nilai, sehingga dapat menghasilkan data kuantitatif. Skala pengukur yang dapat menghasilkan data berupa rentang nilai yang memiliki arti, meskipun nilai mutlaknya tidak bermakna (Ferdinand, 2014). Teknik ukur yang digunakan berbentuk Agree – Disagree scale, yang menghasilkan jawaban setuju-tidak setuju dalam berbagai rentang nilai. Penelitian ini menggunakan skala 1-10 yang berarti semakin tinggi nilainya, maka responden semakin setuju dengan indikator pernyataannya. Sebaliknya, semakin rendah nilainya, maka responden semakin tidak setuju dengan indikator pernyataannya. 33 3.4 Variabel Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti sehingga dapat dipelajari dan kemuudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2018). Penelitian ini mengambil tiga bentuk variabel, yaitu variabel independen, variabel bebas, variabel dependen atau variabel terikat, dan variabel mediasi. 3.4.1 Variabel Independen Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab perubahannya atau yang mempengaruhi variabel terikat (Sugiyono, 2019). Variabel independen dalam penelitian ini yaitu Pemasaran Media Sosial (SMM) dan Reputasi Perusahaan (CR). 3.4.2 Variabel Dependen Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang menjadi akibat atau dipengaruhi oleh variabel bebas (Sugiyono,2018). Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan (IA). 3.4.3 Variabel Mediasi Variabel mediasi adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara vaariabel bebas dan variabel terikat menjadi hubungan tidak langsung secara teroritis. Variabel ini tidak bisa diukur atau diamati (Sugiyono, 2019). Variabel mediasi dalam penelitian ini yaitu Employer Branding (EB). 34 3.5 Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel dalam penelitian ini dijelaskan dalam tabel berikut: TABEL 2 DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL Variabel Definisi Variabel Reputasi Indikator Item Pertanyaan Jenis Reputasi perusahaan dimaknai 1. Presepsi Individu (Self- [CR1] Turnkey memiliki Skala Perusahaan secara global, stabil, berdasar reputasi yang baik semantik (1-10) (CR). penilaian evaluatif organisasi yang bersama (Lievens perception) tentang 2. Persepsi orang lain dimiliki & Slaughter, 2016) mengenai perusahaan [CR2] Saya mendengar (Others perception) hal positif mengenai (Bergami dan Bagozzi Turnkey (2000) dalam (Xie et al., 2015)) Pemasaran Kegiatan pemasaran media Media Sosial sosial (SMM) didefinisikan (SMM) sebagai penggunaan aplikasi 1. Publikasi (Publicity) [SMM1] Saya melihat Skala variasi media sosial semantik (1-10) 35 Variabel Definisi Variabel Indikator Item Pertanyaan dan platform media sosial 2. Pengiklanan Lowongan konten Turnkey online untuk melakukan Pekerjaan (Advertising hiburan, kustomisasi, tren, Job Hiring) niat beli, interaksi dan dari (Adaptasi Collins & [SMM2] Terdapat mulut ke mulut (Kim & Ko, Stevens, 2002; Sivertzen et informasi detail 2010) al., 2013) mengenai lowongan Jenis (Linkedin, Instagram) pekerjaan Employer Employer branding adalah 1. Kesadaran Employer [EB1] Saya mudah Skala Branding (EB) segenap usaha yang dilakukan brand (Employer brand mengenali Turnkey semantik (1-10) perusahaan untuk awareness) sebagai salah satu mengkomunikasikan perusahaan fintech eksistensinya pada talenta potensial sebagai tempat 36 Variabel Definisi Variabel Indikator Item Pertanyaan bekerja yang menarik/diingini 2. Karakteristik pekerjaan [EB2] Turnkey mampu (Lloyd; (Berthon et al., 2005) (Perceived job attributes) memberikan lowongan (Collins, 2007) pekerjaan di lokasi yang 3. Daya tarik pemberi kerja saya idamkan dengan (Employer prospek work-life attractiveness) balance Jenis (Highhouse et al., 2003) [EB3] Turnkey merupakan tekfin yang menawarkan pekerjaan yang menarik 37 Variabel Definisi Variabel Indikator Intensi Calon Intensi melamar pekerjaan 1. Probabilitas penerimaan [IA1] Melalui penawaran Pegawai merupakan prediksi evalutif tawaran pekerjaan pekerjaan saya tertarik Melamar talenta potensial terhadap (Probability of offer bekerja di Turnkey Pekerjaan (IA) perusahaan dipengaruhi acceptance) reputasi perusahaan dan Item Pertanyaan 2. Keputusan penerimaan [IA2] Saya menerima identitas pelamar (Xie et al., tawaran pekerjaan (Job tawaran pekerjaan dari 2015). offer decision) Turnkey Jenis (Collins, 2007; Taylor & Bergmann, 1987) Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 38 39 3.6 Metode Analisis Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dengan Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan AMOS versi 24. SEM merupakan sebuah model kausal berjenjang yang mencakup dua jennis variabel utama yaitu variabel laten dan variabel observasi (Ferdinand, 2014). Variabel laten adalah variabel yang dibentuk dari beberapa proksi yang dirumuskan sebagai variabel observasi. Variabel observasi adalah variabel yang membentuk variabel baru hasil dari pengamatan serta pengukuran dalam penelitian. Tahapan analisis SEM berangkat dari pengembangan model teori, pengembangan diagram alur, konversi diagram alur ke persamaan struktural, evaluasi kriteria goodness of fit, interpretasi dan modifikasi model. 3.6.1 Pengembangan Model Teori Pengembangan model teoritis dalam penelitian ini menggunakan 10 indikator yang dipakai untuk meneliti hubungan antara reputasi perusahaan, pemasaran media sosial terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan dengan employer branding sebagai mediasi. 3.6.2 Pengembangan Diagram Alur Tujuan dari pengembangan diagram alur adalah mempermudah meneliti adanya kausalitas model pada setiap variabel. Di dalam SEM familiar dengan konstruk/faktor, yang berarti landasan teori yang berupa konsep untuk menjelaskan 40 hubungan tersebut Mustafa & Wijaya (2012) menyatakan konstruk dalam SEM sebagai berikut: a. Konstruk Eksogen Konstruk eksogen adalah istilah bagi variabel bebas, yaitu variabel yang tidak terikat dengan variabel lain dalam penelitian. Konstruk eksogen dalam penelitian ini yaitu Pemasaran Media Sosial dan Reputasi Perusahaan. b. Konstruk Endogen Konstruk endogen adalah variabel terikat dan dapat diprediksi dengan variabel lain. Dalam penelitian ini konstruk endogen yaitu intensi calon pegawai melamar pekerjaan. Diagarm alur dalam penelitian ini dibangun dari pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial terhadap Employer Branding dan berdampak pada Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan. 3.6.3 Konversi Diagram Alur ke Persamaan Struktural Berdasarkan deskripsi diagram alur di atas, model persamaan struktural penelitian sebagai berikut: a. Persamaan Strukrual Metode (Structural Equation) Formula dari persamaan struktural untuk analisis kausalitas yaitu Variabel Endogen = Variabel Eksogen + Variabel Endogen + Eror. IA= (β1.CR + β2.SMM )+ β2.EB + δ1 41 b. Model Pengukuran (Measurement Model) Model pengukuran digunakan untuk mendefinisikan sebuah konstruk melalui teknik confirmatory factor analysis (CFA). Berikut merupakan model pengukuran dalam penelitian ini: 1) Model Pengukuran Variabel Reputasi Pemasaran Model pengukuran dan model persamaan variabel reputasi perusahaan adalah sebagai berikut: GAMBAR 4 MODEL PENGUKURAN REPUTASI PERUSAHAAN Persepsi Individu Reputasi Perusahaan (CR) Persepsi orang lain mengenai perusahaan Sumber: Xie et al. (2015) TABEL 3 MODEL PERSAMAAN REPUTASI PERUSAHAAN Equation X1= λ.CR + 𝜀1 X1= λ.CR + 𝜀2 Manifest Construct Persepsi Individu Persepsi orang lain mengenai perusahaan 2) Model Pengukuran Variabel Pemasaran Media Sosial Model pengukuran dan model persamaan variabel pemasaran media sosial adalah sebagai berikut: 42 GAMBAR 5 MODEL PENGUKURAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL Publikasi Pemasaran Media Sosial (SMM) Pengiklanan Lowongan Pekerjaan Sumber: Collins (2007) TABEL 4 MODEL PERSAMAAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL Equation Manifest Construct Publikasi X1= λ.SMM + 𝜀1 Pengiklanan X2= λ.SMM + 𝜀2 3) Model Pengukuran Variabel Employer Branding Model pengukuran dan model persamaan variabel employer branding adalah sebagai berikut: GAMBAR 6 MODEL PENGUKURAN EMPLOYER BRANDING Kesadaran Employer brand Karakteristik pekerjaan Daya tarik pemberi kerja Sumber: Collins (2007), (Highhouse et al., 2003) Employer Branding (EB) 43 TABEL 5 MODEL PERSAMAAN EMPLOYER BRANDING Equation Manifest Construct X1= λ.EB + 𝜀1 Kesadaran Employer brand Karakteristik X2= λ.EB + 𝜀2 pekerjaan Daya tarik pemberi X3= λ.EB + 𝜀3 kerja 4) Model Pengukuran Variabel Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Model pengukuran dan model persamaan variabel intensi calon pegawai melamar pekerjaan adalah sebagai berikut: GAMBAR 7 MODEL PENGUKURAN INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR PEKERJAAN Probabilitas penerimaan Intensi Calon tawaran pekerjaan Pegawai Melamar Pekerjaan (IA) Keputusan penerimaan tawaran pekerjaan Sumber: Collins (2007); Taylor & Bergmann (1987) TABEL 6 MODEL PERSAMAAN INTENSI MELAMAR PEKERJAAN Equation X1= λ.EB + 𝜀1 Manifest Construct Probabilitas penerimaan tawaran pekerjaan X2= λ.EB + 𝜀2 Keputusan penerimaan tawaran pekerjaan 44 3.6.4 Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Evaluasi terhadap pemenuhan asumsi SEM untuk menilai keakuratan model. Beberapa indeks kesesuaian dan cut off value untuk menguji apakah sebuah model dapat diterima atau ditolak indeks kesesuaian dan Cut-Off Value Bila asumsi dipenuhi, maka model dapat diuji dengan menggunakan berbagai cara. Dalam analisis SEM tidak ada alat uji statistic tunggal untuk mengukur atau menguji hipotesis mengenai model. TABEL 7 NILAI CUT-OFF GOODNESS OF FIT Indeks Cut-off Values/Nilai Kritis X2-Chi Square Approximate 0 Probability ≥ 0,05 CMIN/DF ≤ 2,00 GFI ≥ 0,90 RMSEA ≤ 0,08 AFGI ≥ 0,90 TLI ≥ 0,95 CFI ≥ 0,95 Sumber: Ferdinand, 2014 a. X2 – Chi Square X2-Chi Square adalah uji statistik perbedaan antara kovarian sampel (observasi) dan kovarians populasi (estimasi) model yang dihasilkan. 45 Diharapkan dalam pengujian adalah nilai Chi-Square yang kecil dan tidak signifikan agar hipotesis nol (H0) diterima. Model dianggap baik jika X2-Chi Square kecil (X2=0). Pernyataan ini diterima berdasarkan nilai probabilitas cut off p>0,05 atau p>0,10. b. Probability Nilai probability yang dapat diterima adalah p>0,05. c. CMIN/DF The Minimum Sample Discrepancy Function (CMIN) merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat fit sebuah model, dihasilkan dari statistik Chi – Square (CMIN) dibagi dengan Degree of Freedom (DF). CMIN/DF yang diharapkan adalah sebesar ≤ 2,0 yang menunjukkan adanya penerimaan dari model. d. GFI Goodness fit index adalah analogi R2 dalam regresi berganda. GFI termasuk indeks ketepatan model dalam menjelaskan model yang disusun. GFI merupakan kriteria yang memperkirakan besarnya proporsi varians dalam matriks kovarians sampel. Rentang nilai GFI adlaah 0 – 1,0 atau mendekati nilai 1 dianggap sempurna. e. RMSEA The Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) adalah indeks yang digunakan untuk menkompensasi statistic Chi-Square pada sampel yang besar. Model dianggap fit dengan batas RMSEA sebesar 0,08. 46 f. AGFI Adjusted Goodness of Fit (AGFI) merupakan kriteria fit index pengembangan dari GFI yang disesuaikan dengan ratio degree of freedom untuk proposed model dengan degree of freedom untuk null model. Nilai AGFI yang direkomendasikan untuk indikasi model fit adalah ≥0,90. g. TLI Tacker Lewis Index (TLI) merupakan indeks kecocokan inkremental alternatif yang membandingkan model yang diuji (proposed model) terhadap model dasar (null model). Nilai cut-off TLI yang direkomendasikan adalah ≥ 0,95. h. CFI Comparative Fit Index (CFI) adalah pada rentang nilai sebesar 0-1 dimana semakin mendekati 1, mengindikasikan tingkat fit yang paling tinggi. Nilai yang direkomendasikan CFI>0,90. Dalam suatu penelitian empiris, seorang peneliti tidak dituntut untuk memenuhi semua kriteria goodness of fit, akan tetapi tergantung dari judgment masing-masing peneliti. Menurut (Hair et al., 2017) penggunaan 4 – 5 kriteria goodness of fit dianggap sudah mencukupi untuk menilai kelayakan suatu model, asalkan masing-masing kriteria dari goodness of fit yaitu absolute fit indices, incremental fit indices, dan parsimony fit indices terwakili. 47 Setelah GOF terpenuhi terdapat pengujian unidimensionalitas dan reliabilitas. Unidimensionalitas merupakan asumsi yang digunakan dalam menghitung reliabilitas dari model untuk menunjukkan apakah indikator-indikator dalam sebuah model satu dimensi memiliki derajat kesesuaian yang baik. Realibiltas adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikatorindikator sebuah konstruk yang menunjukkan sampai dimana masing-masing indikator dapat mengindikasikan konstruk secara umum. 2 (∑ 𝑆𝑡𝑑. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔) 𝐶𝑜𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑐𝑡 − 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 = ∑(𝑆𝑡𝑑. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔)2 + ∑ 𝜀𝑗 Keterangan: - Standard Loading diperoleh dari standardized loading untuk tiap indikator yang didapat dari perhitungan komputer. - ∑ 𝜀𝑗 adalah measurement error dari tiap indikator. Measurement error diperoleh dari 1-realibilitas dari indikator. Tingkat realibilitas yang dapat diterima adalah ≥0,70. ∑ 𝑆𝑡𝑑. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔2 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛𝑐𝑒 𝐸𝑥𝑡𝑟𝑎𝑐𝑡𝑒𝑑 = ∑ 𝑆𝑡𝑑. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔2 + ∑ 𝜀𝑗 Keterangan: - Standard loading diperoleh dari standardized dari masing-masing indikator yang diambil dari hasil perhitungan komputer. - ∑ 𝜀𝑗 adalah measurement error dari tiap indikator. Tingkat realibilitas yang dapat diterima adalah ≥0,50. 48 Pengujian hipotesis mediasi dapat dilakukan dengan prosedur yang dikenal dengan uji Sobel (Sobel test). Uji Sobel dilakukan apabila pengaruh tidak langsung dimasukkan dalam hipotesis. Untuk menguji kekuatan pengaruh tidak langsung X ke Y lewat I. Rumus uji Sobel adalah sebagai berikut: 𝑧= 𝑎𝑏 √𝑏 2 𝑆𝐸𝑎2 ) + (𝑎2 𝑆𝐸𝑏 2 ) Keterangan: - a: Koefisien regresi pengaruh variabel independent ke variabel mediasi. - b: Koefisien regresi pengaruh variabel mediasi ke variabel dependen. - SEa: Standard error of estimation dari pengaruh regresi a - SEb: Standard error of estimation dari pegaruh regresi b 3.6.5 Interpretasi dan modifikasi model Model yang telah diuji dan memenuhi kriteria GOF kemudian diinterpretasikan dan dilakukan modifikasi apabila belum memenuhi syarat pengujian yang telah ditentukan. BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Gambaran Umum PT Akses Investasi Gemilang yang selanjutnya disebut Turnkey merupakan perusahaan rintisan teknologi finansial yang mengembangkan teknologi pembelajaran mesin untuk broker derivatif untuk melakukan manajemen risiko dan optimalisasi perbendaharaan. Produk yang ditawarkan adalah Straight Through Processing (STP) dan perantara keuangan menggunakan Electronic Communications Network (ECN). Turnkey telah berdiri selama 4 tahun. Melalui kompleksitas yang ada selama pandemi, saat ini pekerjaan sudah mampu diadaptasi untuk dikerjakan secara hibrida. Kebijakan mengadaptasi sistem Work From Anywhere (WFA). Tentunya dengan penyesuaian pekerjaan industri teknologi. Terdapat beberapa departemen karakteristik yang menonjol menjadi tempat magang terlepas dari perusahaan di bidang finansial lainnya. Perusahaan tekfin, memungkinkan untuk memiliki klien dari bermacam sektor dan jenis kebutuhannya beragam. Dalam era terintegrasi ini, perusahaan fintech menjangkau ranah internasional dan domestik. 50 Dalam kegiatan operasional Turnkey, menitikberatkan pada pelayanan retail perangkat lunak. Dapat dikatakan setelah membuat perangkat lunak kemudian melayani klien yang membutuhkan layanan pemrograman, pengolahan data, dan aktivitas hosting dan yang bersangkutan dengan itu. GAMBAR 8 LOGO TURNKEY Sumber: Turnkey, 2023 4.1.2 Visi dan Nilai Perusahaan Turnkey memiliki visi yang ingin dicapai ,“We Invest in People”. Pedoman ini menunjukkan manusia sebagai aset vital bagi perusahaan. Visi dijabarkan dalam nilai perusahaan merupakan keyakinan, filosofi, dan prinsip yang diyakini akan membentuk tim perusahaan lebih baik dalam melakukan kegiatan operasional. Tiap orang setidaknya mengerti dan mengaplikasikan nilai perusahaan agar terjadi sinergi. Nilai perusahaan dituliskan pada Tabel 8. TABEL 8 NILAI PERUSAHAAN H :Menjunjung tinggi kejujuran, keterbukaan, dan komunikasi yang jelas untuk menumbuhkembangkan konsistensi dan integritas. U : ”We are a team warriors” yang tidak pernah berhenti untk mengembangkan diri dalam kemampuan 51 beradaptasi , ketangkasan, dan kemampuan teknologi. M :Selalu melihat kondisi saat ini tanpa menghakimi guna melahirkan suasana kerja yang suportif dan nyaman bagi semua individu. A :Memberikan fleksibilitas bagi setiap anggota tim untuk menyesaikan cara mereka bekerja dalam menjalanka tanggung jawab N :Memupuk kepercayaan diri setiap anggota tim dalam memberikan kontribusi yang berharga bagi orang lain 4.1.3 Eksistensi Media Sosial Media sosial di era serba digital digunakan untuk memperlihatkan kehadiran, tidak terkecuali Turnkey yang memiliki beberapa media sosial untuk menunjukkan eksistensi perusahaan. Website, media sosial, kemunculan di tajuk berita dan frekuensi konten yang diposting menunjukkan keaktifan perusahaan, dalam hal ini menunjukkan sinyal pada talenta potensial untuk bekerja di Turnkey. Berikut tampilan media sosial Turnkey: 52 GAMBAR 9 MEDIA SOSIAL Sumber: https://turnkey.id/Instagram.com/lifeatturnkey Gambar 9 adalah tangkapan layar pada website dan Instagram yang menggambarkan konten dengan tujuan menarik hati dan mengelaborasikan keikutsertaan dalam aktivitas town hall, merayakan hari kemerdekaan, dan outing. 53 Secara profesional reputasi perusahaan ditunjukkan pada halaman Linkedin dan website seperti gambar di bawah ini: GAMBAR 10 LINKEDIN TURNKEY Sumber: https://www.linkedin.com/company/turnkeyid/ 54 Gambar 10 adalah tangkapan layar halaman Linkedin. Sebagai media sosial bernuansa profesional, dalam gulir menu postingan memberikan informasi mengenai aktivitas terkini perusahaan, seperti perekrutan magang, kontrak, paruh waktu, dan purna waktu. Fitur yang memudahkan pelamar kerja mengenal perusahaan yaitu pada menu Jobs, People. Menu Jobs memperlihatkan job opening apa saja yang masih berlaku. Menu People berikut menampilkan karyawan yang bekerja, demografi, lulusan universitas dengan harapan ada ekspetasi relasi dan kesamaan profil. 4.1.4 Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah mekanisme - mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap merupakan susunan dan hubungan antara setiap bagian maupun posisi yang terdapat pada sebuah organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan- kegiatan operasionalnya dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Struktur perusahaan Turnkey dapat dilihat pada Gambar 11: GAMBAR 11STRUKTUR PERUSAHAAN CEO Core Team IT Business and Partnership Management VPS Business Development Offense General Affair Trading Traffic Defense 55 Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 BD & Growth 56 Struktur yang digunakan di Turnkey merupakan struktur fungsional. Struktur ini memungkinkan adanya spesialisasi tingkat tinggi bagi karyawan, dan mudah diskalakan jika organisasi berkembang. Struktur organisasi yang mudah dijumpai pada organisasi yang dinamis, karyawan berkesempatan untuk menjajal peran-peran di perusahaan. Selain itu, struktur ini bersifat mekanistik/ keterampilan masih dapat memungkinkan mereka untuk mendalami bidang mereka dan mencari tahu apa yang mereka kuasai. 4.2 Lokasi dan Jam Kerja Lokasi perusahaan adalah di kantor PT Akses Investasi Gemilang (Turnkey) yang beralamat di Biz Lofts uResidence Jl. Boulevard Diponegoro No. 105 Karawaci, Tangerang 15810. TABEL 9 JAM KERJA No Hari Jam Kerja 1 Senin - Jumat 09.00 – 18.00 2 Jam Istirahat 12.00 – 13.00 Sumber: Dokumentasi perusahaan, 2023 4.3 Produk PT Akses Investasi Gemilang adalah perusahaan jasa penyedia perangkat lunak finansial teknologi STP dan ECN. Klien perusahaan mendapatkan akses ke teknologi mutakhir yang bisa mengurangi remittance cost dan waktu transaksi 57 melalui proses otomasi menggunakan perangkat lunak terspesialisasi STP dengan langsung mentransfer ke liquidity providers serta melalui Electronic Communications Network (ECN) financial intermediaries. a. Dealing or Hedge Account Management Membantu mengelola grup, instrumen-instrumen, dan data feed untuk mencegah masalah server MT4 dan MT5 dalam trading untuk memaksimalkan output. b. Solusi Kustomisasi Setiap klien memiliki keunikan dan masalahnya masing-masing. Oleh karena itu, kami menawarkan fleksibilitas untuk menyesuaikan jasa yang kami tawarkan sesuai dengan preferensi klien. c. Strategi Perbendaharaan Membantu mengembangkan strategi pembendarahaan perusahaan yang mencerminkan business value/cores mereka dan mendapatkan wawasan untuk bisnisnya. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan dan hasil menguraikan analisis mendalam terhadap data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Melalui tahap analisis deskriptif dan inferensial akan diungkap temuan-temuan signifikan yang memberikan wawasan baru terkait permasalahan yang diteliti. Data diolah menggunakan measurement model dan structural modeI dengan alat analisis SEM-AMOS. 5.1 Hasil Analisis Hasil analisis dijelaskan dalam analisis deskriptif dan inferensial dengan gambaran umum, karakteristik yang berkaitan. 5.1.1 Data Responden Kuesioner didistribusikan menggunakan teknik purposive sampling kepada seseorang yang sedang atau telah menempuh studi perkuliahan dengan minimal Strata 1 direntang umur 20 – 30 tahun, meningat rentang yang diberikan mencakup mahasiswa tingkat akhir, freshgraduate, dan graduate. Didapatkan responden sebanyak 130 responden yang bersedia melajutkan pengisian kuesioner. 59 Kuesioner selanjutnya diolah menggunakan aplikasi AMOS 24, sehingga menghilangkan data outlier. Kemudian didapatkan 113 yang bebas outlier multivariate. Jumlah data responden yang diolah sudah memenuhi 5 kali total indikator dan berjumlah lebih dari 100 untuk melakukan analisis SEM. 5.1.2 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif menganalisis data responden dalam penelitian ini: a. Karakteristik Responden Karakteristik responden untuk memberikan gambaran kuesioner didapatkan dan interpretasi lanjutan pada penelitian ini. Identifikasi meliputi jenis kelamin, umur, status studi responden, seberapa lama sedang aktif mencari pekerjaan. 1) Identifikasi jenis kelamin GAMBAR 12 IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar 12 menjelaskan dari jumlah 131 responden yang diterima perbandingan persentase laki-laki dan perempuan terdapat 43,3% 60 (75 orang) dan 57,7% (55 orang). Intepretasi data tersebut kesempatan akses kuesioner didominasi oleh laki-laki, namun tidak terjadi ketimpangan besar, artinya pengenalan perusahaaan tekfin ini tersebar masing-masing perempuan dan laki-laki. 2) Identifikasi Aktif Mencari Lowongan Pekerjaan Di bawah ini merupakan diagram lingkaran identifikasi responden yang aktif mencari lowongan pekerjaan: GAMBAR 13 IDENTIFIKASI AKTIF MENCARI LOWONGAN PEKERJAAN Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar 13 menunjukkan responden yang aktif mencari lowongan pekerjaan di kurun waktu 0-3 bulan 66,4% (75 orang), 4-6 bulan 18,6% (21 orang). Selanjutnya responden dengan >6 bulan aktif mencari lowongan pekerjaan sebanyak 15,0% (17 orang). Intepretasi data di atas yaitu masa tunggu kerja yang aktif mencari lowongan pekerjaan responden yang jenuh di 0-3 bulan. 61 3) Identifikasi Usia Di bawah ini merupakan tabel identifikasi usia responden yang dikategorikan sebagai Generasi Z (20 – 26 tahun) dan Generasi Y (27 – 30 tahun): TABEL 10 IDENTIFIKASI USIA RESPONDEN No Usia Responden Jumlah Persentase (%) Responden 1 20 – 26 tahun (Generasi Z) 111 98,2 % 2 27 – 30 tahun (Generasi Y) 2 1,8 % Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Pada Tabel 10 menunjukkan reponden rata-rata 98,2% (111 orang) jenuh di rentang 20-26 tahun (Generasi Z), dan 1,8% (2 orang) di rentang 27-30 tahun (Generasi Y). Sesuai dengan studi Fisher et al. (2014) yang menyatakan bahwa pasar talenta potensial di masa depan yaitu Generasi Z dan Y. 4) Identifikasi Status Pendidikan Di bawah merupakan diagram lingkaran identifikasi status pendidikan responden: 62 GAMBAR 14 IDENTIFIKASI STATUS RESPONDEN Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar 14 menunjukkan status responden rata-rata mahasiswa semester akhir (> semester 5) sebesar 52,2%, freshgraduate (0-2 tahun) sebesar 34,5%, dan graduate (>2 tahun) sebesar 13,3%. b. Deskripsi Variabel Gambaran variabel dapat dilakukan menggunakan nilai indeks untuk mengetahui distribusi persepsi responden atau variabel pada tiap item pertanyaan. Nilai diperoleh dengan kriteria three-box method. Karena skala pengukuran dimulai angka 1 hingga 10. Maka didapatkan rumus nilai indeks: Nilai Indeks=((%F1x1)+(%F2x2)+(%F3x3)+(%F4x4)+… +(%F10x10))/10 Keterangan: F1= frekuensi responden yang menjawab 1 F2= frekuensi responden yang menjawab 2 F3= frekuensi responden yang menjawab 3 F4= frekuensi responden yang menjawab 4 F5= frekuensi responden yang menjawab 5 F6= frekuensi responden yang menjawab 6 63 F7= frekuensi responden yang menjawab 7 F8= frekuensi responden yang menjawab 8 F9= frekuensi responden yang menjawab 9 F10= frekuensi responden yang menjawab 10 Nilai indeks kemudian diolah agar merepresentasikan nilai interval 10 – 90 dengan masing-masing interval 30% . Sehingga interval nilai sebagai berikut: 10,00% - 40,00% merupakan kategori nilai indeks rendah 40.01% - 70,00% merupakan kategori nilai indeks menengah, dan 70,01% - 100% merupakan kategori nilai indeks tinggi 1) Variabel Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Di bawah ini merupakan tabel deskripsi variabel intensi melamar pekerjaan: TABEL 11 NILAI INDEKS VARIABEL INTENSI CALON PEGAWAI MELAMAR PEKERJAAN Indikator IA1 IA2 1 0 0 2 0 0 3 0 0 Persentase Frekuensi 4 5 6 7 0,9 10,6 6,2 10,6 3,5 6,2 6,2 15,9 Nilai Indeks Rata-rata Sumber: Data primer yang diolah, 2023 8 32,7 33,6 9 19,5 15,9 10 19,5 18,6 Indeks Kategori 80,01 79,14 79,575 Tinggi Tinggi Tinggi 64 2) Variabel Reputasi Perusahaan Di bawah ini merupakan tabel deskripsi variabel reputasi perusahaan: TABEL 12 NILAI INDEKS VARIABEL REPUTASI PERUSAHAAN Indikator CR1 CR2 1 2 0 0,9 0 0 3 0 1,8 Persentase Frekuensi Indeks Kategori 4 5 6 7 8 9 10 1,8 9,7 5,3 20,4 33,6 20,4 8,8 77,07 Tinggi 0,9 10,6 13,3 14,2 29,2 17,7 11,5 75 Tinggi Nilai Indeks Rata-rata 76,035 Tinggi Sumber: Data primer yang diolah, 2023 3) Variabel Pemasaran Media Sosial Di bawah ini merupakan tabel deskripsi variabel pemasaran media sosial: TABEL 13 NILAI INDEKS VARIABEL PEMASARAN MEDIA SOSIAL Indikator 1 0 0 SMM1 SMM2 2 0 0 3 2,7 1,8 Persentase Frekuensi 4 5 6 7 6,2 10,6 8 19,5 0 8,8 11,5 15,9 Nilai Indeks Rata-rata 8 21,2 31 9 17,7 23,9 10 14,2 7,1 Indeks Kategori 74,13 76,38 75,255 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 4) Variabel Employer Branding Di bawah ini merupakan tabel deskripsi variabel employer branding: Tinggi Tinggi Tinggi 65 TABEL 14 NILAI INDEKS VARIABEL EMPLOYER BRANDING Indikator EB1 EB2 EB3 1 0 0,9 0 2 0 0 0 3 1,8 2,7 1,8 Persentase Frekuensi 4 5 6 7 4,4 13,3 8 24,8 1,8 8,8 14,2 16,8 1,8 3,5 4,4 9,7 Nilai Indeks Rata-rata 8 23,9 26,5 26,5 9 10,6 22,1 27,4 10 13,3 6,2 24,8 Indeks Kategori 73,07 73,59 83,1 76,5867 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sumber: Data primer yang diolah, 2023 5.1.3 Analisis Inferensial Analisis inferensial parametik dilakukan menggunakan aplikasi AMOS 24. Proses analisis dilakukan bertahap dari membuat measurement model , uji asumsi SEM, analisis structural model, uji hipotesis, uji efek langsung dan tidak langsung. a. Measurement model CFA Measurement model untuk menguji confirmatory factor analysis. Pada tahap ini konstruk eksogen dan endogen diuji unidimensionalitas dan multidimensional dari dimensi-dimensi pembentuk variabel 66 GAMBAR 15 MEASUREMENT MODEL CFA Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar 15 menunjukkan measurement model telah memenuhi goodness of fit seperti nilai Chi square= 27,295, Probabilitas= 0,127, CMIN/DF= 1,365, GFI= 0,951, RMSEA=0,057, TLI=0,979, CFI= 0,988 sedangkan terpenuhinya nilai AGFI= 0,889 dalam kategori ‘marginal fit’. TABEL 15 STANDARIZED REGRESSION MEASUREMENT MODEL Variabel EB3 EB2 <--<--- EB EB Estimate 0,760 1,000 EB1 <--EB 0,859 CR2 <--CR 1,000 CR1 <--CR 0,771 SMM2 <--- SMM 1,000 SMM1 <--- SMM 1,154 IA2 <--IA 1,000 IA1 <--IA 1,025 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Std. Estimate 0,692 0,832 C.R. 7,888 P *** 0,705 0,878 0,823 0,887 0,819 0,870 0,893 8,065 *** 10,562 *** 10,282 *** 9,209 *** Tabel 15 menunjukkan tiap indikator konstruk endogen dan eksogen mempunyai standardized loading factor >0,5 dengan signifikansi yang 67 tinggi, dan nilai CR>2,0 dengan probability <0,05. Hasil analisis tabel 4 dapat diambil kesimpulan bahwa indikator-indikator dapat mewakili konstruk-konstruk dengan baik. b. Uji Asumsi SEM pada Structural Model Uji asumsi SEM meliputi uji normalitas data, uji data outlier, uji multikolinearitas, dan uji residual. Hasil uji asumsi SEM sebagai berikut: 1) Uji Normalitas TABEL 16 UJI NORMALITAS STRUCTURAL MODEL Variabel min max skew c.r. kurtosis c.r. EB3 3,000 10,000 -1,253 -5,437 1,580 3,428 IA1 4,000 10,000 -,605 -2,624 -,402 -,873 IA2 4,000 10,000 -,626 -2,716 -,027 -,058 SMM1 3,000 10,000 -,487 -2,114 -,588 -1,276 SMM2 3,000 10,000 -,706 -3,063 ,233 ,507 CR1 4,000 10,000 -,566 -2,458 -,115 -,249 CR2 1,000 10,000 -,773 -3,356 ,766 1,662 EB1 3,000 10,000 -,296 -1,286 -,517 -1,122 EB2 1,000 10,000 -,880 -3,820 ,873 1,894 20,268 7,656 Multivariate Sumber: Data primer yang diolah, 2023 68 Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 16 dihasilkan bahwa data terdistribusi dengan normal secara univariate maupun multivariate dengan nilai skew univariate tidak ada yang melebihi batas kritis (c.r) suatu variabel ±2,58 dan kurtosis secara multivariate ±10 (Collier, 2020). Uji normalitas didukung dengan uji residual, Ferdinand (2014) menyatakan uji residual galat digunakan untuk menginterpretasi dan memodifikasi model yang berdasarkan nilai random galat pada penelitian harus di bawah 2,58. TABEL 17 STANDARIZED RESIDUAL COVARIANCES EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB3 ,000 IA1 1,674 ,000 IA2 1,209 ,000 ,000 SMM1 -,323 -,154 -,208 ,000 SMM2 -,224 ,026 ,202 ,000 ,000 CR1 ,183 ,189 -,013 ,351 ,023 ,000 CR2 -,136 -,196 ,097 ,029 -,167 ,000 ,000 EB1 -,089 1,158 1,355 ,539 ,245 -,110 -,095 ,000 EB2 ,000 -,023 -,148 -,215 ,044 -,235 ,244 ,042 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 EB2 ,000 69 Tabel 17 menunjukkan nilai kovarian residual dari setiap indikator kurang dari ±2,58 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada nilai galat dan data terdistribusi normal. 2) Uji Data Outlier Mahalanobis distance digunakan untuk mengukur ada tidaknya data yang menjadi outlier (data perusak) yaitu dengan melihat skor observasi yang sangat berbeda. Pada Tabel 18 terlihat jarak minimal mahalanobis yang tertera yaitu sebesar 9,752 serta jarak maksimal ialah 32,498. Data outlier dipersepsikan dari nilai mahalanobis yang melebihi nilai chi – square. Dalam penelitian ini chi – square dari derajat kebebasan 20 (jumlah indikator variabel) pada tingkat signifikansi 0,01 yaitu 45.3147 maka dinyatakan tidak terdapat outlier, (Ghozali, 2017). Sebagaimana tersaji pada Tabel 18. TABEL 18 UJI DATA OUTLIER Observation number Mahalanobis d-squared p1 p2 98 27,281 ,001 ,132 104 26,891 ,001 ,012 102 25,116 ,003 ,004 71 3,071 ,961 1,000 72 3,044 ,963 1,000 15 2,961 ,966 1,000 …. …. Sumber: Data primer yang diolah, 2023 70 3) Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk mendeteksi hubungan antar variabel independen apakah terjadi hubungan yang sempurna atau hampir, sehingga kesulitan dalam memisahkan pengaruh variabel independen dan dependen. Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat hasil sample moments di AMOS 24 sebagai berikut: TABEL 19 NILAI DETERMINAN MATRIKS KOVARIAN EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB3 2,483 IA1 1,434 2,425 IA2 1,291 1,885 2,427 SMM1 1,446 1,212 1,165 3,516 SMM2 1,284 1,097 1,113 2,042 2,249 CR1 1,243 1,195 1,118 1,597 1,301 2,047 CR2 1,515 1,434 1,482 1,949 1,631 1,800 3,029 EB1 1,320 ,823 ,741 1,939 1,587 1,327 1,727 3,060 EB2 1,557 1,327 1,259 1,958 1,778 1,513 2,130 1,785 EB2 2,975 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Condition number = 30,124 Eigenvalues 14,672 2,905 1,465 1,312 1,075 ,987 ,667 ,640 ,487 Determinant of sample covariance matrix = 18,076 Tabel 19 menunjukkan nilai determinan matriks kovarian sebesar 18,076. Angka tersebut jauh dari nilai kritis determinan yaitu 0. Joseph Hair menyatakan gejala multikolineritas bisa di lihat melalui matrix sample 71 correlations, jika nilai yang dihasilkan dari tiap-tiap indikator lebih kecil dari < 0,90 maka dapat dinyatakan tidak terdapat gejala multikoleniaritas. Tabel berikut merupakan nilai korelasi antar indikator: TABEL 20 NILAI KORELASI ANTAR INDIKATOR EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB3 1,000 IA1 ,584 1,000 IA2 ,526 ,777 1,000 SMM1 ,489 ,415 ,399 1,000 SMM2 ,543 ,470 ,476 ,726 1,000 CR1 ,552 ,536 ,502 ,595 ,606 1,000 CR2 ,552 ,529 ,547 ,597 ,625 ,723 1,000 EB1 ,479 ,302 ,272 ,591 ,605 ,530 ,567 1,000 EB2 ,573 ,494 ,469 ,606 ,687 ,613 ,710 ,592 EB2 1,000 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Condition number = 27,717 Eigenvalues 5,436 1,099 ,501 ,487 ,388 ,380 ,264 ,249 ,196 Tabel 20 menujukkan nilai korelasi antar indikator nilai yang dihasilkan dari tiap-tiap indikator lebih kecil dari < 0,90 maka dapat dinyatakan tidak terdapat gejala multikoleniaritas. c. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas menggunakan uji validitas konstruk dan validitas diskriminan. Sedangkan uji realibilitas dihasilkan dengan mencari nilai dari construct realibility. Validitas konstruk merupakan gambaran 72 kemampuan indikator merepresentasikan pengukuran bagi konstruk. Melihat ukuran standardized loading factor, composite reliability, variance extracted. Tabel 20 menunjukkan seluruh dimensi dan indikator dari konstruk penelitian memiliki nilai faktor muatan standar ≥ 0.5 sehingga seluruhnya memiliki validitas yang baik. Adapun Composite Reliability (C.R) mempunyai cut-off value 0.70 sedangkan cut-off variance cxtracted minimal 0.50 (Ferdinand, 2014). Berikut tabel hasil uji reliabilitas konstruk: TABEL 21 UJI RELIABILITAS KONSTRUK Konstruk Indikator Loading Factor IA IA1 0,893 IA2 0,87 Total 1,763 Composite Reliability 0,875 SMM SMM1 SMM2 Total 0,819 0,887 1,706 EB1 EB2 EB3 Total 0,705 0,832 0,692 2,229 EB CR CR1 CR2 Total 0,823 0,878 1,701 Variance Extract Keterangan 0,777 Reliabel Valid Valid 0,843 0,729 Reliabel Valid Valid 0,789 0,556 Reliabel Valid Valid Valid 0,84 0,724 Reliabel Valid Valid Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Maka dapat dinyatakan konsistensi internal dari indikator-indikator tiap konstruk dapat menunjukkan sampai dimana masing-masing indikator 73 dapat mengindikasikan konstruk secara umum. Berikut tabel uji validitas dan korelasi antar konstruk dan akar kuadrat AVE: TABEL 22 UJI VALIDITAS Konstruk Jumlah Indikator IA SMM EB CR 2 2 3 2 Validitas Konvergen AVE 0,724 0,729 0,556 0,777 Validitas Diskriminan Akar kuadrat AVE 0,851 0,854 0,746 0,882 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 TABEL 23 KORELASI ANTAR KONSTRUK DAN AKAR KUADRAT AVE KONSTRUK Konstruk IA SMM CR EB IA 0,851 0,59 0,702 0,668 SMM CR EB 0,854 0,827 0,924 0,746 0,933 0,882 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Uji validitas konvergen dan validitas diskriminan masing-masing diharapkan >0,5, validitas diskriminan terlihat dari hasil nilai korelasi antar konstruk (yang tidak terletak di diagonal tabel) lebih rendah nilainya dari nilai akar kuadrat dari AVE masing-masing konstruk laten (yang terletak di diagonal tabel). Adapun asumsi tingginya korelasi pada penelitian ini dapat dijelaskan dengan reputasi perusahaan, pemasaran 74 media sosial dibangun dengan aktivitas employer branding, Meski dalam teori pemasaran media sosial dan employer branding tidak berhubungan, terdapat hubungan dalam fenomena pemasaran talenta potensial (Arief Rahmatsyah Putranto, 2020; Carpentier et al., 2019). Namun hal tersebut dapat diterima dengan syarat validitas loading factor > 0,5, VE > 0,5 sehingga dapat diterima sebagai pengukur variabel laten dan hasil sebelumnya reliabel sehingga indikator mewakili semua konstruk dan dapat dilanjutkan structural model. d. Analisis Structural Model Pemodelan digambarkan sebagai berikut: GAMBAR 16 STRUCTURAL MODEL Sumber: Data primer yang diolah, 2023 75 TABEL 24 GOODNESS OF FIT STRUCTURAL MODEL Indeks Nilai Cut Off Chi Square α =0,05 Probability CMIN/DF RMSEA GFI AGFI ≥0,05 ≤2,00 ≤0,08 ≥0,90 ≥0,90 TLI CFI ≥0,95 ≥0,95 Nilai Model Modifikasi 28,776 (df=21) 0,119 1,37 0,057 0,95 0,893 Keterangan Fit Fit Fit Fit Fit Marginal Fit 0,979 Fit 0,988 Fit Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Tabel 25 menunjukkan perbandingan model yang jauh lebih baik yang diajukan dalam penelitian ini telah memenuhi nilai goodness of fit sebanyak 7 parameter, sedangkan AGFI bernilai 0,80 ≤ GFI < 0.90. Nilai ini tidak jauh dengan cut-off value sehingga nilai tersebut dianggap marginal fit dan memenuhi persyaratan (Haryono, 2019). Dapat disimpulkan model struktural dianggap fit. e. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan setelah model struktural sudah goodness of fit sudah terpenuhi. Berikut merupakan hasil uji hipotesis berdasarkan nilai regresi diolah di AMOS: 76 TABEL 25 UJI HIPOTESIS BERDASARKAN REGRESION WEIGHT VALUE Variabel Reputasi Perusahaan Media → Employer Branding Media → Employer Branding Employer Branding Intensi → Reputasi Perusahaan → → Indirect Effect Bootstrapping 95% CI Lower Upper 0 0 Ket. Indirect Effect C.R. P Ket. 3,461 *** Signifikan 0 0 3,118 ,002 Signifikan 0 0 2,563 ,010 Signifikan Intensi 0,032 4,988 Signifikan 1,128 ,259 Intensi 0,163 1,248 Signifikan - - Tidak Signifikan Signifikan Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Hipotesis diterima apabila probabilitas < 0,05 dan nilai C.R lebih besar dari sama dengan1,96 pada tingkat signifikansi < 0,05. Berdasarkan tabel di atas dapat dijabarkan uji hipotesis sebagai berikut: 1) Hipotesis 1 Tabel 26 menunjukkan bahwa nilai t-value atau C.R. sebesar 3,461≥ 1,96 atau nilai P sebesar *** < 0,05 maka Ho1 ditolak, terdapat pengaruh langsung signifikan dan postitif reputasi perusahaan terhadap employer branding (Ha1 diterima). 2) Hipotesis 2 Tabel 26 menunjukkan bahwa nilai t-value atau C.R sebesar 3,118 ≥ 1,96 dan nilai P sebesar 0,002 < 0,05 maka H02 ditolak, terdapat pengaruh langsung signifikan dan positif pemasaran media sosial terhadap employer branding (Ha2 diterima). 77 3) Hipotesis 3 Tabel 26 menunjukkan bahwa nilai t-value atau C.R sebesar 2,563 ≥ 1,96 dan nilai P sebesar 0,010 < 0,05 maka H03 ditolak, terdapat pengaruh langsung signifikan dan positif antara employer branding terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan (Ha3 diterima). 4) Hipotesis 4 Tabel 26 menunjukkan bahwa lower dan upper bound tidak jatuh di antara 0, yaitu 0,163 dan 1,248 dengan bootstrapping 95% confidence intervals dengan 5000 sampel (Collier, 2020). Hipotesis H04 ditolak, terdapat pengaruh tidak langsung signifikan dan positif antara reputasi perusahaan terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan (Ha4 diterima). 5) Hipotesis 5 Tabel 26 menunjukkan bahwa lower dan upper bound tidak jatuh di antara 0, yaitu 0,032 dan 4,988 dengan bootstrapping 95% confidence intervals dengan 5000 sampel (Collier, 2020). Melalui pengaruh langsung, C.R sebesar 1,128 ≥ 1,96 dan P sebesar 0,259 < 0,05 berarti korelasi positif dan tidak signifikan. Hipotesis H05 ditolak, terdapat pengaruh tidak langsung signifikan, positif dan pengaruh langsung positif, tidak signifikan antara pemasaran media sosial terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan (Ha4 diterima). 78 Dari data yang didapat kemudian diolah menjadi hasil visual berdasarkan kerangka penelitian tersaji di Gambar 18: TABEL 26 STANDARDIZED INDIRECT EFFECTS Variabel Employer Branding Intensi Sumber: Data yang diolah, 2023 Media 0 0,601 Reputasi Perusahaan 0 0,665 TABEL 27 STANDARDIZED DIRECT EFFECTS Variabel Media Employer 0,493 Branding Intensi -0,538 Sumber: Data yang diolah, 2023 Reputasi Perusahaan 0,546 Employer Branding 0 Intensi 0 1,218 0 0 GAMBAR 17 PENGARUH LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG Reputasi perusahaan (CR) Employer Branding (EB) Pemasaran Media Sosial (SMM) Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan (IA) Keterangan: p > 0,05, standardized Efek tidak langsung (full line) Tidak Langsung (dot line) Sumber: Data primer yang diolah, 2023 79 Dengan demikian dapat disimpulkan, employer branding dapat memediasi reputasi perusahaan terhadap intensi melamar pekerjaan dan pemasaran media sosial terhadap intensi melamar pekerjaan. Berdasarkan hasil analisis di uji hipotesis di atas, dapat disimpulkan persamaan sebagai berikut: a) EB= 0,546 CR + 0,493 SMM, artinya setiap peningkatan reputasi perusahaan, pemasaran media sosial sebanyak 1 unit akan meningkatkan employer branding masing-masing sebesar 0,546, 0,493. Apabila reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial meningkat 1 unit maka total efek pada (0,546 x 0,493)= 0,269. b) IA= 1,218 EB, artinya setiap peningkatan intensi calon pegawai melamar pekerjaan 1 unit, maka akan meningkatkan employer branding sebesar 1,218. 5.2 Pembahasan Penjabaran dari uji hipotesis yang telah dilakukan pada sub bagian dibagi menjadi lima. Adapun hasil analisis tiap hipotesis dilengkapi dengan fenomena dan penelitian terdahulu. 5.2.1 Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Employer Branding Hasil pengujian Hipotesis 1 menyatakan reputasi perusahaan berpengaruh tidak langsung signifikan dan positif terhadap employer branding. Temuan ini sejalan Andriani (2019) studi pada rekrutmen Starbucks Coffee (lisensi oleh PT 80 Sari Coffee Indonesia). Daya tarik perusahaan yang baik tidak hanya berpengaruh pada karyawan saat ini namun menarik talenta potensial (Xie et al., 2015). Perusahaan dengan reputasi yang baik mampu dipercayai lebih tinggi oleh talenta potensial (Walsh et al., 2009). Hal ini mendukung sejumlah penelitian sebelumnya bahwa reputasi perusahaan terhadap employer branding (Andriani et al., 2019; Banerjee et al., 2020; Sivertzen et al., 2013). 5.2.2 Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Employer Branding Hasil pengujian Hipotesis 2 menyatakan pemasaran media sosial berpengaruh signifikan dan positif terhadap employer branding. Temuan ini sejalan dengan media sosial sebagai alat pemasaran untuk memperkenalkan, mempublikasikan perusahaan pada talenta potensial (Andriani et al., 2019; Carpentier et al., 2019; Collins & Stevens, 2002; Sivertzen et al., 2013) di mana media sosial mempunyai peran positif terhadap employer branding. Perusahaan yang memiliki dapat memanfaatkan media sosial dalam aktivitas employer branding termasuk dalam perancanaan strategi menarik minat pelamar kerja secara aktif maupun pasif. Konten yang dibuat, website, dan artikel akan menjadi penarik daya tarik pasif karena menjadi kilas balik aktivitas yang dapat ditinjau ulang. Sedangkan aktivitas aktif employer branding mulai dari perencanaan konten, aktivitas job posting, pengikutsertaan karyawan dalam sebuah konten media sosial. 81 5.2.3 Pengaruh Employer Branding terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Hasil pengujian Hipotesis 3 menyatakan employer branding berpengaruh signifikan dan positif terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan. Kajian manajemen merek telah berkembang pada implikasi pemanfaatan menarik talenta potensial bagi perusahaan (Ambler & Barrow, 1996; Berthon et al., 2005). Employer branding berkembang pesat pemanfaatannya, mengusahakan perusahaan menjadi tempat yang menarik bagi talenta potensial. Pada studi yang melibatkan Best Employer Survey (BES) menunjukkan familiaritas dan reputasi perusahaan menjadi prediktor intensi melamar pekerjaan (Banerjee et al., 2020). Employer branding sebagai pada penelitian ini menjadi mediator reputasi perusahaan (Andriani et al., 2019), reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial (Sivertzen et al., 2013) terhadap intensi melamar pekerjaan. 5.2.4 Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Hasil pengujian Hipotesis 4 menyatakan adanya pengaruh tidak langsung melalui jalur reputasi perusahaan secara signifikan dan positif terhadap intensi melamar pekerjaan melalui employer branding. Sejumlah temuan telah menduga hubungan kausal reputasi perusahaan dan intensi melamar pekerjaan (Alifa & Sarasi, 2023; Xie et al., 2015). Reputasi perusahaan bersama pemasaran media sosial mengusahakan untuk aktivitas yang menarik bagi calon pegawai di Turnkey. Terdapat temuan pengaruh langsung cenderung kecil, tidak signifikan (Alifa & 82 Sarasi, 2023; Andriani et al., 2019). Hal tersebut bisa dijelaskan karena reputasi perusahaan tidak berdampak langsung pada intensi melamar pekerjaan, maka sejumlah usaha rekrutmen dan aktivitas branding perlu dilakukan untuk memperkenalkan pekerjaan-pekerjaan pada calon pegawai. Reputasi perusahaan dalam penelitian ini tersalurkan melalui aktivitas employer branding yang kemudian digunakan dalam rekrutmen perusahaan. 5.2.5 Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Hasil pengujian Hipotesis 5 menyatakan adanya pengaruh tidak langsung pemasaran media sosial secara signifikan dan positif terhadap intensi calon pegawai melamar pekerjaan. Pemasaran media sosial menggunakan Instagram, Linkedin dan eksistensi website perusahaan tidak dapat hadir tanpa aktivitas, maka dari itu employer branding digunakan sebagai mediator. Sejumlah penelitian (Collins, 2007; Collins & Stevens, 2002) menggunakan faktor-faktor yang terdapat media sosial sebagai prediktor intensi melamar pekerjaan. Sedangkan efek pemasaran media sosial dilakukan untuk mempengaruhi pembuatan keputusan (Kim & Ko, 2010). Selanjutnya, penelitian Carpentier (2019) menunjukkan media sosial adalah alat rekrutmen dan secara positif mencitrakan daya tarik perusahaan melalui aktivitas employer branding terhadap talenta potensial. 5.3 Implementasi Penelitian ini mampu membuktikan employer branding sebagai variabel mediasi yang positif dan signifikan terhadap variabel reputasi perusahaan dan 83 pemasaran media sosial. Gap penelitian yang diajukan mampu terjawab dalam pemodelan penelitian ini. Artinya penggunaan media sosial yang masif dan beriorentasi low cost mampu dimaksimalkan untuk rekrutmen maupun publikasi perushaan untuk membangun reputasi perusahaan yang berpengaruh pada intensi calon pegawai melamar pekerjaan di Turnkey. Pada penerapan pada merekrut talenta potensial hal ini dapat diterapkan dengan perusahaan mengaktifkan pemasaran merek perusahaan. Reputasi perusahaan berkenaan dengan persepsi individu dan orang lain, walaupun dalam membangun reputasi membutuhkan operasional yang baik. Maka diharapkan reputasi yang baik akan memikat pelamar pekerja dikemudian hari. Employer branding melalui keikutsertaan karyawan diharapkan memberikan persepsi yang dekat dan memiliki informasi perusahaan lebih detail. Hal ini bisa diupayakan tiap karyawan mengunggah pengalaman, bercerita tentang pekerjaan dan beneficial menjadi pegawai, bagaimana lingkungan perusahaan dan budaya apa yang mengakar. Keutamaan sebuah perusahaan rintisan menjadi pilihan yang menarik bagi Generasi Z dan Y adalah personal development, nilai psikologis, kesamaan visi, dan harapan untuk belajar. Pada HR 3.0 ‘talent war’ tidak dapat dihindarkan, maka perusahaan harus mampu bersaing mendapatkan talenta potensial. Salah satu usaha employer branding adalah mempromosikan EVP (Employer Value Proposition) yang bersamaan dengan visi perusahaan mempunyai tujuan membentuk perjalanan seorang karyawan dari awal mengenal hingga nanti berakhir. BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dalam bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut: a. Employer branding mampu memediasi reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial dan peranannya berpengaruh positif, hal ini mampu diterapkan pada penelitian selanjutnya untuk usaha membangun reputasi perusahaan. b. Employer branding mampu digunakan sebagai prediktor strategis rekrutmen memperjuangkan talenta potensial yang memiliki kesesuaian kualifikasi agar mereka memilih perusahaan Turnkey. c. Penggunaan pemasaran media sosial merupakan penunjang aktivitas employer branding semakin besar, mengaktifkan fitur-fitur pelamar kerja untuk menyesuaikan profilnya. Hal ini tentunya didukung dengan konsistensi konten media sosial dan employer branding agar sinyal yang diterima pelamar kerja yaitu intensi melamar pekerjaan. 84 85 6.2 Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan temuan analisis data maka diperoleh saran sebagai berikut: a. Peran employer branding dikonfirmasi dapat dilanjutkan dan terdapat pengaruh reputasi perusahaan dengan bantuan media sosial terhadap intensi melamar pekerjaan. Employer branding secara empiris membantu talenta potensial mengenali perusahaan dalam proses rekrutmen. Penelitian ini berdasarkan > 90% karakteristik Generasi Z (20 – 26 tahun). b. Implikasi pada manajerial dapat menggugah tren yang ada melalui informasi yang relevan. Hal ini sejalan dengan asumsi Generasi Y dan Z merupakan pasar dominasi baik sebagai talenta potensial, klien, dan partner bisnis yang disesuaikan dengan kegunaan media sosial (Fisher et al., 2014). Citra perusahaan di media sosial dapat disesuaikan dengan karakteristik audiens namun tidak meninggalkan atribut khas perusahaan. Harapannya dengan konsistensi keaktifan tersebut, secara aktif maupun pasif, internal dan eksternal mengenali perusahaan lebih baik. c. Peran pemasaran media sosial dimaksimalkan baik profesional dan informal untuk menarik talenta potensial. Mengingat tren di tiap media sosial berbeda, diharapkan berhati-hati menanggapi dan ”riding the wave”, sudah banyak kasus oleh figur publik salah melangkah dan menjadi blunder karena tidak sesuai dengan atribut khas yang sudah melekat. Sebagai penutup, perusahaan awalnya dikembangkan oleh kelompok kecil 86 dengan sebuah cita. Alangkah baik jika kedepannya employer branding mampu mendokumentasi cita yang mengakar pada perusahaan, sehingga orang-orang yang bekerja saling bertukar nilai dan sebagai perusahaan dapat membangun pengalaman yang berarti bagi setiap orang. d. Studi ini dilakukan pada perusahaan rintisan di bidang tekfin dengan sampel kecil sehingga di penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan sampel yang lebih besar dengan indikator yang dapat dikembangkan dari jurnal terdahulu. Rujukan jurnal yang disarankan : Binu Raj (2020); Collins (2007); Collins & Stevens (2002); Kim & Ko (2010); Melewar & Karaosmanoglu (2006); Santiago (2019); Xie et al. (2015). DAFTAR PUSTAKA Alalwan, A. A., Rana, N. P., Dwivedi, Y. K., & Algharabat, R. (2017). Social media in marketing: A review and analysis of the existing literature. Telematics and Informatics, 34(7), 1177–1190. https://doi.org/10.1016/j.tele.2017.05.008 Alifa, S. M., & Sarasi, V. (2023). The Impact of Employer Branding Towards Intention to Apply on Novo Club Community Batch 1 with Corporate Reputation as Mediation Variable. In Journal of Social Science (Vol. 04, Issue 03). Ambler, T., & Barrow, S. (1996). The employer brand. Journal of Brand Management, 4(3), 185–206. https://doi.org/10.1057/bm.1996.42 Andriani, R., Tegar, W. B., & Putra, S. (2019). The Intersection of Marketing and Human Resource Disciplines: Employer Brand Equity as a Mediator in Recruitment Process. In International Journal of Innovative Science and Research Technology (Vol. 4). www.ijisrt.com465 Arief Rahmatsyah Putranto, N. (2020). The Impact of Social Media Content on Employer Branding in Startup Companies in Indonesia. In Asian Journal of Research in Business and Management (Vol. 2, Issue 3). http://myjms.moe.gov.my/index.php/ajrbm Banerjee, P., Saini, G. K., & Kalyanaram, G. (2020). The role of brands in recruitment: mediating role of employer brand equity. Asia Pacific Journal of Human Resources, 58(2), 173–196. https://doi.org/10.1111/1744-7941.12209 Berthon, P., Ewing, M., & Hah, L. L. (2005). Captivating company: Dimensions of attractiveness in employer branding. International Journal of Advertising, 24(2), 151–172. https://doi.org/10.1080/02650487.2005.11072912 Binu Raj, A. (2020). Impact of employee value proposition on employees’ intention to stay: moderating role of psychological contract and social identity. South Asian Journal of Business Studies, 10(2), 203–226. https://doi.org/10.1108/SAJBS-10-2019-0183 Boston Consulting Group, & AC Ventures. (2023). Indonesia’s Fintech Industry is Ready to Rise. March. https://www.bcg.com/publications/2023/fintechindustry-indonesia-growth 87 88 Carpentier, M., Van Hoye, G., & Weijters, B. (2019). Attracting applicants through the organization’s social media page: Signaling employer brand personality. Journal of Vocational Behavior, 115(September 2018), 103326. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2019.103326 Collier, J. (2020). Applied structural equation modeling using AMOS: Basic to advanced techniques. Routledge. Collins, C. J. (2007). The interactive effects of recruitment practices and product awareness on job seekers’ employer knowledge and application behaviors. Journal of Applied Psychology, 92(1), 180–190. https://doi.org/10.1037/00219010.92.1.180 Collins, C. J., & Stevens, C. K. (2002). The relationship between early recruitmentrelated activities and the application decisions of new labor-market entrants: A brand equity approach to recruitment. Journal of Applied Psychology, 87(6), 1121–1133. https://doi.org/10.1037/0021-9010.87.6.1121 Connelly, B. L., Certo, S. T., Ireland, R. D., & Reutzel, C. R. (2011). Signaling theory: A review and assessment. Journal of Management, 37(1), 39–67. https://doi.org/10.1177/0149206310388419 Daniel, R. G., & José, N. (2010). Employer Branding Constrains Applicants’ Job Seeking Behaviour? Revista de Psicología Del Trabajo y de Las Organizaciones, 26(3), 223–234. https://doi.org/10.5093/tr2010v26n3a6 Ferdinand, A. (2014). Metodologi pedoman penelitian untuk penulisan skripsi tesis dan disertasi ilmu manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Fisher, R., McPhail, R., You, E., & Ash, M. (2014). Using social media to recruit global supply chain managers. International Journal of Physical Distribution and Logistics Management, 44, 635–645. https://doi.org/10.1108/IJPDLM07-2013-0179 Hair, J. F., Celsi, M., Ortinau, D. J., & Bush, R. P. (2017). Essentials of Marketing Research E-Book. Haryono, S. (2019). Metode SEM untuk Penelitian Manajemen dengan AMOS, LISREL, PLS. Badan Penerbit PT. Intermedia Personalia Utama, 450. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/12640 89 Highhouse, S., Lievens, F., & Sinar, E. F. (2003). Measuring attraction to organizations. Educational and Psychological Measurement, 63(6), 986–1001. https://doi.org/10.1177/0013164403258403 Hosain, M. S. (2023). Integration of social media into HRM practices: a bibliometric overview. PSU Research Review, 7(1), 51–72. https://doi.org/10.1108/PRR-12-2020-0039 Kim, A. J., & Ko, E. (2010). Impacts of luxury fashion brand’s social media marketing on customer relationship and purchase intention. Journal of Global Fashion Marketing, 1(3), 164–171. https://doi.org/10.1080/20932685.2010.10593068 Lievens, F., & Slaughter, J. E. (2016). Employer Image and Employer Branding: What We Know and What We Need to Know. In Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior (Vol. 3, pp. 407– 440). Annual Reviews Inc. https://doi.org/10.1146/annurev-orgpsych041015-062501 Melewar, T. C., & Karaosmanoglu, E. (2006). Seven dimensions of corporate identity: A categorisation from the practitioners’ perspectives. In European Journal of Marketing (Vol. 40, Issues 7–8, pp. 846–869). https://doi.org/10.1108/03090560610670025 Mustafa, Z., & Wijaya, T. (2012). Panduan teknik statistik SEM \& PLS dengan SPSS Amos. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka. OECD. (2018). Job Creation and Local Economic Development 2018: Preparing for the Future of Work. 12. http://www.oecd.org/employment/leed/LEEDFlagship-Policy-Highlights.pdf Sahay, R., Allmen, Ulric Eriksson von Lahreche, A., Khera, P., Ogawa, S., Bazarbash, M., & Beaton, K. (2020). The Promise of Fintech; Financial Inclusion in the Post COVID-19 Era. In IMF Departmental Papers / Policy Papers from International Monetary Fund (Issue 20). https://econpapers.repec.org/paper/imfimfdps/2020_2f009.htm%0D Santiago, J. (2019). The relationship between brand attractiveness and the intent to apply for a job: A millennials’ perspective. European Journal of Management and Business Economics, 28(2), 142–157. https://doi.org/10.1108/EJMBE-122018-0136 90 Sivertzen, A. M., Nilsen, E. R., & Olafsen, A. H. (2013). Employer branding: Employer attractiveness and the use of social media. Journal of Product and Brand Management, 22(7), 473–483. https://doi.org/10.1108/JPBM-09-20130393 Soeling, P. D., Ajeng Arsanti, S. D., & Indriati, F. (2022). Organizational reputation: does it mediate the effect of employer brand attractiveness on intention to apply in Indonesia? Heliyon, 8(4). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e09208 Steinbrink, M., & Niedenführ, H. (2020). Time for a Rethink. Springer Geography, July, 9–34. https://doi.org/10.1007/978-3-030-22841-5_2 Sugandi, E. A. (2021). The COVID-19 Pandemic and Indonesia’s Fintech Markets. SSRN Electronic Journal, 1281. https://doi.org/10.2139/ssrn.3916514 Sugiyono, P. D. (2010). Metode Peneliian. Kuantitatif, Kualitatif, Dan R\&D. Sugiyono, P. D. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R\&d dan Penelitian Pendidikan). Metode Penelitian Pendidikan, 67. Taylor, M. S., & Bergmann, T. J. (1987). Organizational Recruitment Activities And Applicants’ Reactions At Different Stages Of The Recruitment Process. Personnel Psychology, 40(2), 261–285. https://doi.org/10.1111/j.17446570.1987.tb00604.x Uggerslev, K. L., Fassina, N. E., & Kraichy, D. (2012). Recruiting through the stages: A meta-analytic test of predictors of applicant attraction at different stages of the recruiting process. Personnel Psychology, 65(3), 597–660. https://doi.org/10.1111/j.1744-6570.2012.01254.x Xie, C., Bagozzi, R. P., & Meland, K. V. (2015). The impact of reputation and identity congruence on employer brand attractiveness. Marketing Intelligence and Planning, 33(2), 124–146. https://doi.org/10.1108/MIP-03-2014-0051 LAMPIRAN Modification Indices Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1) Observation number 98 104 102 107 8 17 20 1 9 80 31 48 108 109 95 28 68 57 26 11 97 74 106 30 110 99 96 101 63 19 4 6 91 Mahalanobis d-squared 27,281 26,891 25,116 24,812 20,395 19,363 19,125 18,384 18,336 18,205 17,840 17,767 17,557 17,453 17,297 17,170 16,018 15,023 14,830 14,699 14,348 13,671 13,589 13,480 13,474 13,310 13,298 13,051 13,042 12,914 12,658 12,592 12,291 p1 ,001 ,001 ,003 ,003 ,016 ,022 ,024 ,031 ,031 ,033 ,037 ,038 ,041 ,042 ,044 ,046 ,066 ,090 ,096 ,100 ,110 ,135 ,138 ,142 ,142 ,149 ,150 ,160 ,161 ,167 ,179 ,182 ,197 p2 ,132 ,012 ,004 ,001 ,033 ,041 ,020 ,025 ,010 ,004 ,003 ,001 ,001 ,000 ,000 ,000 ,001 ,013 ,011 ,008 ,012 ,046 ,034 ,027 ,015 ,015 ,008 ,011 ,006 ,005 ,008 ,006 ,010 Observation number 85 67 77 37 100 56 36 69 103 2 32 113 47 92 105 38 51 35 33 86 70 76 61 93 42 18 83 87 41 43 84 29 27 52 73 24 82 10 75 59 Mahalanobis d-squared 11,744 11,726 11,488 11,475 11,437 10,721 10,594 10,538 10,443 10,206 9,715 9,692 9,225 8,998 8,845 8,657 8,375 8,354 8,328 8,305 8,198 8,033 7,869 7,821 7,610 7,260 7,219 6,944 6,570 6,553 6,209 6,052 5,982 5,891 5,810 5,802 5,784 5,455 5,408 5,286 p1 ,228 ,229 ,244 ,245 ,247 ,295 ,305 ,309 ,316 ,334 ,374 ,376 ,417 ,437 ,452 ,470 ,497 ,499 ,501 ,504 ,514 ,531 ,547 ,552 ,574 ,610 ,614 ,643 ,682 ,684 ,719 ,735 ,742 ,751 ,759 ,760 ,761 ,793 ,797 ,809 p2 ,045 ,030 ,043 ,029 ,021 ,145 ,150 ,127 ,121 ,172 ,402 ,346 ,618 ,710 ,748 ,805 ,895 ,865 ,834 ,797 ,808 ,849 ,885 ,868 ,918 ,977 ,971 ,991 ,999 ,998 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 Observation number 111 12 78 22 88 7 23 34 5 79 39 16 13 50 58 53 21 90 65 89 62 45 14 55 71 72 15 Mahalanobis d-squared 5,137 4,931 4,850 4,702 4,615 4,556 4,549 4,545 4,435 4,354 4,253 4,233 3,841 3,738 3,677 3,588 3,544 3,487 3,446 3,338 3,313 3,166 3,164 3,108 3,071 3,044 2,961 p1 ,822 ,840 ,847 ,859 ,866 ,871 ,872 ,872 ,881 ,887 ,894 ,895 ,922 ,928 ,931 ,936 ,939 ,942 ,944 ,949 ,951 ,957 ,957 ,960 ,961 ,963 ,966 p2 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 Frekuensi Indikator Variabel Reputasi Perusahaan CR1 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 4 2 1.8 1.8 1.8 5 11 9.7 9.7 11.5 6 6 5.3 5.3 16.8 7 23 20.4 20.4 37.2 8 38 33.6 33.6 70.8 9 23 20.4 20.4 91.2 10 10 8.8 8.8 100.0 Total 113 100.0 100.0 CR2 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 1 1 .9 .9 .9 3 2 1.8 1.8 2.7 4 1 .9 .9 3.5 5 12 10.6 10.6 14.2 6 15 13.3 13.3 27.4 7 16 14.2 14.2 41.6 8 33 29.2 29.2 70.8 9 20 17.7 17.7 88.5 10 13 11.5 11.5 100.0 Total 113 100.0 100.0 Variabel Pemasaran Media Sosial SMM1 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 3 3 2.7 2.7 2.7 4 7 6.2 6.2 8.8 5 12 10.6 10.6 19.5 6 9 8.0 8.0 27.4 7 22 19.5 19.5 46.9 8 24 21.2 21.2 68.1 9 20 17.7 17.7 85.8 10 16 14.2 14.2 100.0 Total 113 100.0 100.0 SMM2 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 3 2 1.8 1.8 1.8 5 10 8.8 8.8 10.6 6 13 11.5 11.5 22.1 7 18 15.9 15.9 38.1 8 35 31.0 31.0 69.0 9 27 23.9 23.9 92.9 10 8 7.1 7.1 100.0 Total 113 100.0 100.0 Variabel Employer branding EB1 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 3 2 1.8 1.8 1.8 4 5 4.4 4.4 6.2 5 15 13.3 13.3 19.5 6 9 8.0 8.0 27.4 7 28 24.8 24.8 52.2 8 27 23.9 23.9 76.1 9 12 10.6 10.6 86.7 10 15 13.3 13.3 100.0 Total 113 100.0 100.0 EB2 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 1 1 .9 .9 .9 3 3 2.7 2.7 3.5 4 2 1.8 1.8 5.3 5 10 8.8 8.8 14.2 6 16 14.2 14.2 28.3 7 19 16.8 16.8 45.1 8 30 26.5 26.5 71.7 9 25 22.1 22.1 93.8 10 7 6.2 6.2 100.0 Total 113 100.0 100.0 EB3 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 3 2 1.8 1.8 1.8 4 2 1.8 1.8 3.5 5 4 3.5 3.5 7.1 6 5 4.4 4.4 11.5 7 11 9.7 9.7 21.2 8 30 26.5 26.5 47.8 9 31 27.4 27.4 75.2 10 28 24.8 24.8 100.0 Total 113 100.0 100.0 Variabel Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan IA1 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 4 1 .9 .9 .9 5 12 10.6 10.6 11.5 6 7 6.2 6.2 17.7 7 12 10.6 10.6 28.3 8 37 32.7 32.7 61.1 9 22 19.5 19.5 80.5 10 22 19.5 19.5 100.0 Total 113 100.0 100.0 IA2 Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 4 4 3.5 3.5 3.5 5 7 6.2 6.2 9.7 6 7 6.2 6.2 15.9 7 18 15.9 15.9 31.9 8 38 33.6 33.6 65.5 9 18 15.9 15.9 81.4 10 21 18.6 18.6 100.0 Total 113 100.0 100.0 Nilai Indeks Nilai Indeks Variabel Reputasi Perusahaan Indikator CR1 CR2 1 0 0,9 2 0 0 3 0 1,8 Persentase Frekuensi Indeks Kategori 4 5 6 7 8 9 10 1,8 9,7 5,3 20,4 33,6 20,4 8,8 77,07 Tinggi 0,9 10,6 13,3 14,2 29,2 17,7 11,5 75 Tinggi Nilai Indeks Rata-rata 76,035 Tinggi Nilai Indeks Variabel Pemasaran Media Sosial Indikator SMM1 SMM2 1 0 0 2 0 0 3 2,7 1,8 Persentase Frekuensi 4 5 6 7 6,2 10,6 8 19,5 0 8,8 11,5 15,9 Nilai Indeks Rata-rata 8 21,2 31 9 17,7 23,9 10 14,2 7,1 8 23,9 26,5 26,5 9 10,6 22,1 27,4 10 13,3 6,2 24,8 Indeks Kategori 74,13 76,38 75,255 Tinggi Tinggi Tinggi Nilai Indeks Variabel Employer Branding Indikator EB1 EB2 EB3 1 0 0,9 0 2 0 0 0 3 1,8 2,7 1,8 Persentase Frekuensi 4 5 6 7 4,4 13,3 8 24,8 1,8 8,8 14,2 16,8 1,8 3,5 4,4 9,7 Nilai Indeks Rata-rata Indeks Kategori 73,07 73,59 83,1 76,5867 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Nilai Indeks Variabel Intensi Calon Pegawai Melamar Pekerjaan Indikator IA1 IA2 1 0 0 2 0 0 Persentase Frekuensi 4 5 6 7 0,9 10,6 6,2 10,6 3,5 6,2 6,2 15,9 Nilai Indeks Rata-rata 3 0 0 8 32,7 33,6 9 19,5 15,9 10 19,5 18,6 Indeks Kategori 80,01 79,14 79,575 Tinggi Tinggi Tinggi Output Full Model Output Structural Model 2 Assessment of normality (Group number 1) Variable EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB2 Multivariate min 3,000 4,000 4,000 3,000 3,000 4,000 1,000 3,000 1,000 max 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 skew -1,253 -,605 -,626 -,487 -,706 -,566 -,773 -,296 -,880 c.r. -5,437 -2,624 -2,716 -2,114 -3,063 -2,458 -3,356 -1,286 -3,820 kurtosis 1,580 -,402 -,027 -,588 ,233 -,115 ,766 -,517 ,873 20,268 c.r. 3,428 -,873 -,058 -1,276 ,507 -,249 1,662 -1,122 1,894 7,656 Estimates (Group number 1 - Default model) Scalar Estimates (Group number 1 - Default model) Maximum Likelihood Estimates Regression Weights: (Group number 1 - Default model) Employer Branding Employer Branding Intensi Intensi EB2 Estimate S.E. C.R. P Label ,507 ,147 3,461 *** par_6 <--- Media ,524 ,168 3,118 ,002 par_7 <--- Employer Branding <--- Media <--- Employer Branding 1,183 -,555 1,000 ,461 ,491 2,563 -1,128 ,010 ,259 par_8 par_11 <--- Reputasi Perusahaan EB1 CR2 CR1 SMM2 SMM1 IA2 IA1 EB3 <--- Employer Branding Reputasi <--Perusahaan Reputasi <--Perusahaan <--- Media <--- Media <--- Intensi <--- Intensi <--- Employer Branding Estimate ,841 S.E. ,105 C.R. 7,997 P *** Label par_1 ,072 10,542 *** par_2 ,111 10,338 *** par_3 ,104 ,098 9,520 7,686 *** *** par_4 par_5 1,000 ,764 1,000 1,146 1,000 ,992 ,754 Variances: (Group number 1 - Default model) Reputasi Perusahaan Media e10 e11 e2 e3 e4 e5 e6 e7 e8 e9 e1 Estimate 2,346 1,797 ,036 ,875 ,994 1,562 ,682 ,664 ,496 1,144 ,518 ,574 1,355 S.E. ,417 ,319 ,090 ,217 ,168 ,225 ,163 ,119 ,129 ,211 ,170 ,171 ,212 C.R. 5,628 5,630 ,404 4,024 5,916 6,932 4,179 5,588 3,831 5,423 3,046 3,360 6,401 P *** *** ,686 *** *** *** *** *** *** *** ,002 *** *** Squared Multiple Correlations: (Group number 1 - Default model) Employer Branding Intensi EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB2 Estimate ,982 ,542 ,459 ,766 ,787 ,674 ,784 ,673 ,775 ,479 ,671 Label par_12 par_13 par_14 par_15 par_16 par_17 par_18 par_19 par_20 par_21 par_22 par_23 par_24 Total Effects (Group number 1 - Default model) Employer Branding Intensi EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB2 Media Reputasi Perusahaan Employer Branding Intensi ,524 ,507 ,000 ,000 ,065 ,395 ,065 ,065 1,146 1,000 ,000 ,000 ,441 ,524 ,600 ,383 ,595 ,600 ,000 ,000 ,764 1,000 ,427 ,507 1,183 ,754 1,173 1,183 ,000 ,000 ,000 ,000 ,841 1,000 ,000 ,000 ,992 1,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 Media Reputasi Perusahaan Employer Branding Intensi ,524 ,507 ,000 ,000 -,555 ,000 ,000 ,000 1,146 1,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,764 1,000 ,000 ,000 1,183 ,754 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,841 1,000 ,000 ,000 ,992 1,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 Employer Branding Intensi ,000 ,000 ,000 1,173 1,183 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 Direct Effects (Group number 1 - Default model) Employer Branding Intensi EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB2 Indirect Effects (Group number 1 - Default model) Media Employer Branding Intensi EB3 IA1 IA2 SMM1 ,000 ,620 ,395 ,065 ,065 ,000 Reputasi Perusahaan ,000 ,600 ,383 ,595 ,600 ,000 Media SMM2 CR1 CR2 EB1 EB2 ,000 ,000 ,000 ,441 ,524 Reputasi Perusahaan ,000 ,000 ,000 ,427 ,507 Employer Branding Intensi ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 Bootstrapping Indirect Effects (Group number 1 - Default model) Indirect Effects - Lower Bounds (BC) (Group number 1 - Default model) Employer Branding Intensi EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB2 Media Reputasi Perusahaan Employer Branding Intensi ,000 ,000 ,000 ,000 ,032 ,039 -,631 -,668 ,000 ,000 ,000 ,000 ,034 ,011 ,163 ,119 ,168 ,163 ,000 ,000 ,000 ,000 ,159 ,173 ,000 ,000 ,316 ,297 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 Indirect Effects - Upper Bounds (BC) (Group number 1 - Default model) Employer Branding Intensi EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 Media Reputasi Perusahaan Employer Branding Intensi ,000 ,000 ,000 ,000 4,988 ,730 ,570 ,566 ,000 ,000 ,000 ,000 ,861 1,248 ,814 1,198 1,248 ,000 ,000 ,000 ,000 ,861 ,000 ,000 4,235 4,385 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 Media EB2 ,939 Reputasi Perusahaan 1,021 Employer Branding ,000 Intensi ,000 Indirect Effects - Two Tailed Significance (BC) (Group number 1 - Default model) Employer Branding Intensi EB3 IA1 IA2 SMM1 SMM2 CR1 CR2 EB1 EB2 Media Reputasi Perusahaan Employer Branding Intensi ... ... ... ... ,038 ,039 ,780 ,777 ... ... ... ... ,042 ,048 ,009 ,002 ,009 ,009 ... ... ... ... ,002 ,002 ... ... ,009 ,009 ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Model Fit Summary CMIN Model Default model Saturated model Independence model NPAR 24 45 9 CMIN 28,776 ,000 660,189 DF 21 0 36 P ,119 CMIN/DF 1,370 ,000 18,339 RMR ,118 ,000 1,358 GFI ,950 1,000 ,282 AGFI ,893 PGFI ,443 ,103 ,226 NFI Delta1 ,956 1,000 RFI rho1 ,925 IFI Delta2 ,988 1,000 TLI rho2 ,979 RMR, GFI Model Default model Saturated model Independence model Baseline Comparisons Model Default model Saturated model CFI ,988 1,000 Model Independence model NFI Delta1 ,000 RFI rho1 ,000 IFI Delta2 ,000 TLI rho2 ,000 CFI ,000 Parsimony-Adjusted Measures Model Default model Saturated model Independence model PRATIO ,583 ,000 1,000 PNFI ,558 ,000 ,000 PCFI ,576 ,000 ,000 NCP 7,776 ,000 624,189 LO 90 ,000 ,000 544,495 NCP Model Default model Saturated model Independence model HI 90 25,986 ,000 711,307 FMIN Model Default model Saturated model Independence model FMIN ,257 ,000 5,895 F0 ,069 ,000 5,573 LO 90 ,000 ,000 4,862 HI 90 ,232 ,000 6,351 RMSEA Model Default model Independence model RMSEA ,057 ,393 LO 90 ,000 ,367 HI 90 ,105 ,420 PCLOSE ,372 ,000 AIC 76,776 90,000 678,189 BCC 81,482 98,824 679,954 BIC 142,233 212,732 702,736 AIC Model Default model Saturated model Independence model CAIC 166,233 257,732 711,736 ECVI Model Default model Saturated model ECVI ,686 ,804 LO 90 ,616 ,804 HI 90 ,848 ,804 MECVI ,728 ,882 Model Independence model ECVI 6,055 LO 90 5,344 HI 90 6,833 MECVI 6,071 HOELTER Model Default model Independence model HOELTER .05 128 9 HOELTER .01 152 10 Responden bebas outlier No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 CR1 7 8 7 8 6 8 8 5 8 7 5 10 9 8 7 9 10 5 7 8 10 8 9 8 7 10 5 4 9 9 CR2 6 8 8 6 6 6 9 5 10 7 3 9 9 9 8 8 10 5 5 6 10 9 8 7 7 10 6 3 9 10 SMM1 SMM2 8 10 8 8 7 8 7 6 6 6 10 9 8 7 4 6 10 8 7 7 3 5 9 9 8 9 7 8 8 8 8 8 6 6 5 5 4 7 8 9 10 10 9 9 7 8 9 9 8 8 8 9 5 6 4 5 8 9 10 10 EB1 5 9 7 8 7 10 8 8 10 7 3 9 7 7 7 7 5 5 6 10 9 10 8 10 8 8 5 6 6 9 EB2 9 6 7 8 5 8 7 4 10 7 5 9 8 7 8 8 6 5 8 7 10 8 9 8 8 6 6 3 8 9 EB3 10 8 8 10 6 10 9 9 7 7 5 10 9 8 9 10 10 8 9 6 10 8 9 10 8 8 7 8 8 10 IA1 10 10 8 7 7 7 9 5 10 5 7 8 8 8 9 9 10 8 9 6 10 8 10 8 8 10 7 8 8 6 IA2 10 8 8 8 7 8 8 4 8 5 5 9 9 8 8 10 10 7 8 4 10 8 9 8 8 9 6 7 8 6 No 33 34 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 55 58 59 60 62 63 64 65 66 67 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 CR1 8 7 5 9 8 5 6 7 9 7 6 9 9 8 9 7 8 7 7 6 8 7 8 8 8 7 8 8 7 9 7 9 5 7 9 8 8 9 10 8 7 10 CR2 8 7 6 9 8 6 5 6 8 8 5 10 10 8 9 7 8 7 7 6 10 6 8 8 8 7 5 8 8 8 7 8 4 8 9 8 5 7 9 9 7 9 SMM1 SMM2 5 5 7 7 7 7 10 10 7 8 6 8 5 6 7 6 8 8 7 8 8 8 8 10 10 9 8 8 10 9 7 8 5 8 5 8 7 8 7 6 9 8 7 8 9 8 8 9 7 7 6 8 9 7 7 8 9 8 8 9 10 9 10 9 4 5 8 7 9 9 8 8 4 6 9 8 8 8 7 9 8 9 9 9 EB1 7 5 7 10 9 5 5 6 7 7 7 7 10 8 10 7 8 7 7 5 8 8 8 8 9 7 4 8 8 9 8 8 4 7 9 7 7 5 7 6 8 9 EB2 7 8 7 10 6 6 4 6 7 8 6 9 8 8 9 7 7 5 8 6 10 6 9 9 8 7 6 8 9 8 9 8 3 8 8 7 6 5 9 8 8 9 EB3 5 9 7 10 10 8 4 6 10 8 8 9 10 9 10 8 9 8 8 7 8 9 10 9 9 9 7 10 9 9 9 9 3 8 9 8 9 10 7 7 9 10 IA1 5 6 5 10 8 8 5 5 10 7 8 9 9 9 9 8 10 5 8 7 9 7 9 8 8 5 8 8 8 9 8 8 5 8 10 8 8 10 10 8 8 9 IA2 7 6 5 10 7 9 4 4 9 7 8 10 10 8 9 7 10 8 8 7 8 6 8 9 8 7 7 7 9 9 9 8 6 8 10 8 8 10 9 9 8 9 No 84 85 86 87 88 89 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 105 106 107 109 110 111 112 113 114 116 117 119 120 122 123 124 125 126 127 128 129 131 CR1 7 7 6 7 8 9 10 8 8 9 9 9 8 8 8 9 9 8 5 7 6 9 8 8 8 5 8 9 8 5 8 8 8 10 4 7 10 9 10 8 5 CR2 7 8 6 7 7 9 10 8 8 8 8 8 7 10 9 9 9 9 5 6 5 8 10 8 5 5 8 10 7 9 10 9 8 8 1 8 6 6 9 8 5 SMM1 SMM2 8 8 5 8 6 7 5 5 3 5 10 10 9 9 10 7 8 8 9 7 9 10 10 9 5 6 7 8 7 7 10 9 9 8 9 9 3 3 6 7 7 6 9 9 10 8 4 7 4 6 5 5 6 8 8 9 10 9 9 7 8 7 7 5 6 7 9 6 5 3 6 9 9 7 7 8 10 10 9 9 5 5 EB1 6 4 8 7 5 10 10 4 7 9 8 10 8 7 8 10 8 8 5 5 5 8 7 7 3 5 7 10 6 8 9 6 8 8 4 7 6 10 10 9 5 EB2 8 6 8 7 5 9 9 7 8 8 9 8 9 10 7 9 9 9 3 6 6 9 9 9 5 5 8 7 7 6 7 10 9 7 1 9 5 9 10 8 5 EB3 7 8 8 6 8 10 10 10 9 9 8 8 8 10 8 8 10 10 5 5 7 9 10 10 8 4 9 8 7 9 10 9 8 9 3 6 8 9 10 9 9 IA1 6 7 7 6 8 9 10 10 9 9 10 7 9 10 7 8 9 9 5 5 8 8 10 10 9 6 5 9 8 9 9 6 10 8 4 10 8 8 10 8 8 IA2 7 7 7 6 8 10 10 10 9 8 9 7 8 10 9 8 8 8 5 5 6 8 7 10 8 10 5 10 10 10 8 8 10 7 5 9 8 7 10 8 8 KUESIONER PENELITIAN Dengan hormat, Sehubungan dengan penyelesaian tugas akhir sebagai mahasiswa Program Sarjana Terapan Politeknik Negeri Semarang, saya: Nama : Ariana Sari Dewi Program studi : D4-Manajemen Bisnis Internasional Melalui penelitian dengan judul “Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar di Turnkey Dengan Employer Branding Sebagai Variabel Mediasi”, mengharapkan kesediaan mahasiswa untuk mengisi lembar kuesioner ini. Dalam partisipasi ini peneliti akan menjaga kerahasiaan jawaban. Jawaban tersebut hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dalam rangka penyusunan skripsi. Atas kesediaan dan kerja sama saya ucapkan terima kasih. Peneliti Ariana Sari Dewi 4.51.19.1.06 A. IDENTITAS RESPONDEN Untuk kelengkapan data penelitian, dimohon Saudara untuk mengisi data dibawah ini: 1. Nama : ………………………………… 2. Jenis Kelamin : Laki-laki /Perempuan 3. Usia : ………………………………… 4. Saya aktif mencari : Lowongan pekerjaan 0-3 bulan 4-6 bulan >6 bulan 6. Status Responden : Mahasiswa semester akhir (>semester 5) Freshgraduate (0-2 tahun) Graduate (>2 tahun) B. PETUNJUK PENGISIAN 1. Reputasi Perusahaan Reputasi perusahaan dimaknai secara global, stabil, berdasar penilaian evaluatif tentang organisasi yang dimiliki bersama (Lievens & Slaughter, 2016) No. Semakin Tidak Setuju Pernyataan 1 CR1 Turnkey memiliki reputasi yang baik CR2 Saya mendengar hal positif mengenai Turnkey 2 3 4 Semakin Setuju 5 6 Sumber: Xie et al. (2015) dikembangkan oleh Penulis, 2023 2. Pemasaran Media Sosial 7 8 9 10 Kegiatan pemasaran media sosial (SMM) didefinisikan sebagai penggunaan aplikasi dan platform media sosial online untuk melakukan hiburan, kustomisasi, tren, niat beli, interaksi dan dari mulut ke mulut (Kim & Ko, 2010) No. Semakin Tidak Setuju Pernyataan 1 SMM1 Saya melihat variasi media sosial konten Turnkey (Linkedin, Instagram) SMM2 Terdapat informasi detail mengenai lowongan pekerjaan 2 3 4 Semakin Setuju 5 6 7 8 9 Sumber: Collins (2007) dikembangkan oleh Penulis, 2023 3. Employer Branding Employer branding adalah segenap usaha yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan eksistensinya pada talenta potensial sebagai tempat bekerja yang menarik/diingini (Lloyd; (Berthon, Ewing, & Hah, 2005) No. Pernyataan EB1 Saya mudah mengenali Turnkey sebagai salah satu perusahaan fintech EB2 Turnkey mampu memberikan lowongan pekerjaan di lokasi yang Semakin Tidak Setuju 1 2 3 4 5 Semakin Setuju 6 7 8 9 10 10 No. Pernyataan Semakin Tidak Setuju 1 2 3 4 5 Semakin Setuju 6 7 8 9 10 saya idamkan dengan prospek worklife balance EB3 Turnkey merupakan tekfin yang menawarkan pekerjaan yang menarik Sumber:Collins (2007), Highhouse et al. (2003) dikembangkan oleh penulis, 2023 4. Intensi Melamar Pekerjaan Intensi melamar pekerjaan merupakan prediksi evalutif talenta potensial terhadap perusahaan dipengaruhi reputasi perusahaan dan identitas pelamar (Xie et al., 2015). No. Pernyataan IA1 Melalui penawaran pekerjaan saya tertarik bekerja di Turnkey IA2 Saya menerima tawaran pekerjaan dari Turnkey Semakin Tidak Setuju 1 2 3 4 5 Semakin Setuju 6 7 8 9 Sumber: Pengembangan Collins (2007), Taylor & Bergmann (1987), 2023 10 DOES EMPLOYER BRANDING CONSIDERED POSITIVELY TOWARDS INTENTION TO APPLY IN START UP FINTECH? Penulis: Ariana Sari Dewi1, Hadiahti Utami2, Inayah3 123 Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Soedarto S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Kode Pos 50275, Indonesia Email: [email protected](Penulis Korespondensi) Telp/WA: 0859-1065-26745 (Corresponding authors) ABTRACT Both active and latent activities of employer branding are developments of brand management, with implications for shaping an individual's perception of the company. Employer branding's focus is considered a strategic and specialized expansion by HR Marketing. The Turnkey employer branding activities were strategically launched in January 2023 with the hope of introducing the company and generating a positive impact on recruitment. This study expands the modeling that can be used in the recruitment process: company reputation, social media marketing, and employer branding activities all contribute to bridging the gap towards job application intentions. The social media platforms used are LinkedIn and Instagram. The survey was conducted online, targeting 131 respondents including final-year students, fresh graduates, and graduates, using purposive sampling. The analysis employed Structural Equation Model AMOS 24, which revealed a significant and positive relationship between company reputation, social media marketing, and employer branding. The influence of company reputation and social media marketing on job application intentions through employer branding is also found to be significant and positive. Keywords: Employer branding (EB), Intention to Apply Job (IA), Social Media Marketing (SMM), Company Reputation (CR) ABSTRAK Aktivitas employer branding aktif maupun laten merupakan pengembangan dari manajemen merek implikasinya menarik persepsi seseorang terhadap perusahaan. Konsentrasi employer branding dianggap strategi dan khusus perluasan oleh HR Marketing. Aktivitas employer branding Turnkey distrategikan Januari 2023 dengan harapan mampu memperkenalkan perusahaan dan menimbulkan efek positif pada rekrutmen. Studi ini memperluas pemodelan yang dapat digunakan dalam proses rekrutmen reputasi perusahaan, pemasaran media sosial, aktivitas employer branding menjembatani terhadap intensi melamar pekerjaan. Media sosial yang digunakan adalah Linkedin dan Instagram. Survei ini sebarkan secara online terhadap 131 responden mahasiswa akhir, freshgraduate, dan graduate dengan metode purposive sampling. Analisis menggunakan Structural Equation Model AMOS 24, dihasilkan reputasi perusahaan, pemasaran media sosial berhubungan terhadap employer branding secara signifikan dan positif. Pengaruh reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial terhadap intensi melamar pekerjaan melalui employer branding signifikan dan positif. Kata kunci: Employer branding (EB), Intensi Melamar Pekerjaan (IA), Pemasaran Media Sosial (SMM), Reputasi Perusahaan (CR) PENDAHULUAN Riset Asian Development Bank Institute (2021), di tengah pandemi COVID-19, industri teknologi finansial (tekfin) cenderung bertahan dan memberikan dampak pemulihan ekonomi bagi Indonesia. Hal ini berkaitan dengan jangkauan internet dan kemudahan menjangkau instrumen keuangan. Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) mendefinisikan tekfin sebagai inovasi teknologi untuk memberikan pelayanan keuangan sehingga menghasilkan model bisnis baru, aplikasi, proses, maupun produk dengan dampak material terkait penyediaan layanan keuangan (Sahay et al., 2020). Pesatnya industri tekfin di Indonesia disinyalir dengan meningkatnya penetrasi digital dan interaksi positif dari investor. Dalam laporan bertajuk “Indonesia’s Fintech Industry is A Sleeping Giant Ready to Rise” dipublikasikan AC Ventures dan BGC membahas kemajuan tekfin di Indonesia dengan bermunculannya perusahaan rintisan tekfin (Boston Consulting Group & AC Ventures, 2023). Dalam satu dekade terakhir, industri tekfin di Indonesia berkembang pesat enam kali lipat yaitu 51 di tahun 2011 menjadi 334 di tahun 2022. GAMBAR 18 PERTUMBUHAN TEKFIN Pertumbuhan Tekfin 2011 - 2022 400 350 300 250 200 150 100 50 0 2010 2012 2014 2016 2018 2020 2022 Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 Eksposur tekfin di masa pandemi dan perubahan norma bekerja bagi masyarakat Indonesia membuat normalisasi bekerja hibrida maupun Work From Anywhere (WFA). Menurut studi PWC “Workforce Hopes and Fears Survey 2022 (Indonesia version)” 69% sentimen publik positif mengenai aksesibilitas bekerja dari rumah maupun hibrida (Steinbrink & Niedenführ, 2020). Perkembangan di sektor ini diikuti revolusi HR 3.0 dengan pemenuhan sumber daya melalui rekrutmen. Bisnis memerlukan potensi talenta yang mampu mengembangkan produk, meningkatkan pelayanan di industri tekfin, mampu tangkas di masa serba dinamis. Hal ini sejalan dengan laporan OECD (2018) menyatakan pandangan pekerjaan masa depan yang hilang oleh otomasi namun muncul pekerjaanpekerjaan baru seperti ekonomi digital. Peran operasional HR dalam perusahaan membawa aktivitas operasional untuk mencapai tujuan strategis, visi dan misi perusahaan (Soeling et al., 2022). Lebih lanjut dalam menurut Sivertzen (2013), HR memiliki aspek kritikal pada keunggulan kompetitif dan investasi utama perusahaan. Dalam perkembangannya, HR telah mencapai revolusi ketiga. HR 1.0 identik berfokus pada kebijakan, administrasi, dan servis berefisiensi tinggi. Selanjutnya HR 2.0 memfokuskan nilai moral, pemberdayaan talenta berkepanjangan. Distrupsi membawa sebuah resolusi, kehadiran HR 3.0 dengan ide baik perusahaan maupun manusia di dalamnya harus Agile (tangkas), diartikan mampu berubah sewaktuwaktu, bertahap dan berulang. Dengan ini, HR 3.0 memberikan efisiensi pelayanan dilengkapi kemampuan kerangka berpikir bertahap dan berulang, berorientasi pada solusi (IBM, 2020). Daya tarik organisasi, kontrak psikologi, dan sosial-ekonomi merupakan beberapa faktor yang membuat talenta potensial memilih bekerja di perusahaan. Reputasi perusahaan erat dengan prestise, sentimen eksternal maupun internal terhadap dampak performa perusahaan. Highhouse (2003) menyatakan reputasi perusahaan dimaknai secara global, stabil, berdasar penilaian evaluatif tentang organisasi yang dimiliki bersama. Penggunaan teknologi dengan pengukuran tujuan berdampak positif pada performa terencana. Riset pengoptimalan aktvitas pemasaran dengan media sosial (Agnihotri et al., 2017). Penelitian ini menggunakan aktivitas employer branding yang mampu mengendalikan, menargetkan penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran. Employer branding merupakan bagian dari manajemen strategi khususnya digunakan pada departemen HR yang mengusahakan rencana dan sarana untuk memperkenalkan relevansi perusahaan pada talenta potensialnya. Istilah ‘Employer branding’ diusung oleh Tim Ambler dan Simon Barrow sebagai studi ekploratori pengaplikasian merek pada perekrutan talenta potensial (Ambler & Barrow, 1996). Gap penelitian yaitu bukti empiris media sosial tidak memberikan efek antara reputasi perusahaan dan intensi melamar pekerjaan (Sivertzen et al., 2013). Fisher et al. (2014) meramalkan pasar talenta potensial mendatang adalah Generasi Z dan Y, dalam studinya, Fisher menyebutkan Linkedin, Twitter, dan Facebook. Dalam penelitian ini menggunakan media sosial; Linkedin dan Instagram. Sedangkan website merupakan profil statis perusahaan. Media sosial dan website merupakan kesatuan yang digunakan rekrutmen PT Akses Investasi Gemilang.Objek studi ini adalah PT Akses Investasi Gemilang (Turnkey), perusahaan rintisan di bidang tekfin. Sebagai salah satu pelaku industri tekfin, bentuk strategik untuk bersaing dalam ‘Talent War’ yaitu merintis posisi Employer branding (EB) di awal Januari 2023. Adapun dalam proses pembentukan dan perkembangnya, media sosial merupakan tempat paling strategis untuk trial and error perekrutan, publikasi kegiatan, dan memperkenalkan perusahaan. Berikut salah satu tampilan media sosial yang digunakan: GAMBAR 2 KONTEN MEDIA SOSIAL TURNKEY Sumber: Linkedin, 2023 Studi ini menawarkan kontribusi pada research gap dan research problem peran employer branding secara teoritis dan manajerial di Turnkey dengan anteseden reputasi perusahaan, pemasaran media sosial terhadap pada intensi melamar pekerjaan melalui model empiris yang dianalisis dengan Structural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan uraian latar belakang maka dikembangkan judul penelitian, “Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Intensi Calon Pegawai Melamar di Turnkey Dengan Employer Branding Sebagai Variabel Mediasi”. LANDASAN TEORI Teori Signalling Atribut organisasi sebagai pembeda antara satu dan lainnya merupakan salah satu prediksi daya tarik organisasi dan intensi melamar pekerjaan (Daniel & José, 2010). Teori signaling dicetuskan Spence untuk menjelaskan asimetri informasi dua pihak (Connelly et al., 2011), informasi yang dilihat, didengar menyediakan prospektif dengan informasi yang mereka inginkan untuk membuat keputusan tentang pekerjaan terhadap pencarian dan pilihan pekerjaan (Uggerslev et al., 2012). Sinyal diberikan dari informasi yang ada dikreasikan melalui perencanaan employer branding, pemasaran sosial media, dan reputasi perusahaan terhadap intensi melamar pekerjaan. Intensi Melamar Pekerjaan (IA) Definisi intensi dalam KBBI merupakan perangkat atribut atau ciri yang menjelaskan sesuatu yang dapat diacu dengan kata tertentu (dibedakan dengan eksistensi). Intensi melamar pekerjaan merupakan prediksi evaluatif talenta potensial terhadap perusahaan dipengaruhi reputasi perusahaan dan identitas pelamar (Xie et al., 2015). Kemungkinan pelamar kerja akan menelisik tentang perusahaan melalui ekposur (Collins, 2007), kebanggaan yang diharapkan menjadi bagian organisasi berdampak positif terhadap intensi melamar pekerjaan (Xie et al., 2015). Dalam intensi mencari pekerjaan, talenta potensial mempunyai preferensi terhadap perusahaan yang sudah diketahuinya Berdasarkan pendapat yang telah diuraikan di atas, dapat dipahami intensi melamar pekerjaan merupakan prediksi talenta potensial mengenal, memahami kecocokan dengan suatu perusahaan. Indikator intensi pada penelitian ini yaitu probabilitas penerimaan tawaran pekerjaan dan keputusan penerimaan tawaran pekerjaan (Collins, 2007; Taylor & Bergmann, 1987). Employer branding (EB) Ambler & Barrow (1996) dalam (Santiago, 2019), menjelaskan organisasi dapat memupuk hubungan dekat dengan karyawan, seperti yang dilakukan konsumen produk bermerek. Mosley & Schmidt (2017) mendefinisikan employer branding adalah menciptakan tempat yang sangat bagus untuk bekerja dan kemudian mempromosikannya kepada talenta yang pengetahuan dan keterampilannya akan membantu memenuhi tujuan dan sasaran bisnisnya (Soeling et al., 2022). Lloyd (2002) mendeskripsikan employer branding adalah segenap usaha yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan eksistensinya pada talenta potensial sebagai tempat bekerja yang menarik/diingini (Berthon et al., 2005). Berdasarkan uraian definisi di atas, dapat dipahami employer branding merupakan segala usaha memperkenalkan perusahan kepada talenta potensial. Indikator untuk mengukur konstruk employer branding menggunakan employer brand awareness, perceived job attributes (Collins, 2007), general attractiveness (Highhouse et al., 2003). Reputasi Perusahaan (CR) Dalam ‘The impact of reputation and identity congruence on employer brand attractiveness’, reputasi perusahaan dimaknai sebagai prestise dan status sebuah perusahaan (Xie et al., 2015). Adapun Sivertzen et al., (2013) beranggapan sebuah hasil perangkat organisasi yang dibangun untuk menghasilkan prospek masa depan. Highhouse (2009) dalam (Lievens & Slaughter, 2016) menyatakan reputasi perusahaan dimaknai secara global, stabil, berdasar penilaian evaluatif tentang organisasi yang dimiliki bersama. Dalam kajian tinjauan pustaka menjelaskan perbedaan antara citra dan reputasi suatu perusahaan. Titik tinjauan perbedaan terletak pada afektif (perasaan dan emosi) yang melekat pada citra mampu membiaskan peran reputasi perusahaan. Bergami dan Bagozi (2000) menjelaskan reputasi perusahaan sebagai persepsi internal dan eksternal yang diberikan pada organisasi (Xie et al., 2015). Berdasarkan uraian definisi perusahaan maka dapat disimpulkan bahwa reputasi perusahaan merupakan hasil evaluatif secara global dan membangun reputasi lebih lama dari citra/image maupun merek/brand. Indikator reputasi perusahaan yang digunakan adalah persepsi individu dan persepsi orang lain mengenai perusahaan (Xie et al., 2015). Pemasaran Media Sosial (SMM) Pemasaran lowongan pekerjaan beralih dari konvensional menjadi serba berbasis internet. Melalui jejaring sosial seperti website, media sosial, job portal. Jejaring sosial didefinisikan Boyd & Ellison berbasis website dimana seorang individu maupun publik dapat memiliki profil yang dibatasi sistem, mengartikulasikan daftar pengguna lain yang bersinggungan/bertukar koneksi, dan melihat daftar koneksi yang berada dalam sistem (Sivertzen et al., 2013). Kegiatan pemasaran media sosial (SMM) didefinisikan sebagai penggunaan aplikasi dan platform media sosial online untuk melakukan hiburan, kustomisasi, tren, niat beli, interaksi dan dari mulut ke mulut (Kim & Ko, 2010). Indikator yang dipakai dalam penelitian adalah publikasi, aktivitas sponsorship, dukungan word of mouth (WOM), dan pengiklanan (Collins & Stevens, 2002; Sivertzen et al., 2013). Hipotesis Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Employer branding Daya tarik reputasi perusahaan yang baik tidak hanya berpengaruh pada karyawan saat ini namun menarik talenta potensial (Xie et al., 2015). Perusahaan dengan reputasi yang baik mampu dipercayai lebih tinggi oleh pelanggannya (Walsh et al., 2009). H1: Reputasi perusahaan berpengaruh signifikan terhadap employer branding. Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Employer branding Pemasaran sosial media sebagai alat pemasaran untuk memperkenalkan, mempublikasikan perusahaan pada talenta potensial (Andriani et al., 2019; Carpentier et al., 2019; Collins & Stevens, 2002; Sivertzen et al., 2013) di mana media sosial mempunyai peran positif terhadap employer branding. Perusahaan yang memiliki dapat memanfaatkan media sosial dalam aktivitas employer branding termasuk dalam perancanaan strategi menarik minat pelamar kerja secara aktif maupun pasif. Konten yang dibuat, website, dan artikel akan menjadi penarik daya tarik pasif karena menjadi kilas balik aktivitas yang dapat ditinjau ulang. H2: Pemasaran media sosial berpengaruh signifikan terhadap Employer branding. Pengaruh Employer branding terhadap Intensi Melamar Pekerjaan Employer branding merupakan bagian dari peran merek yang penelitian di bidang manajemen strategis. Penelitian terdahulu mengenai employer branding terhadap variabel intensi melamar pekerjaan (Banerjee et al., 2020; Cable & Turban, 2001; Collins, 2007) menunjukkan pengaruh signifikan dan positif antara employer branding dan intensi melamar pekerjaan. H3: Employer branding berpengaruh signifikan terhadap intensi melamar pekerjaan Pengaruh Reputasi Perusahaan dan Pemasaran Media Sosial Terhadap Employer branding Temuan penelitian model mengubungkan media sosial, reputasi perusahaan, employer branding terhadap intensi melamar pekerjaan menghasilkan sosial media berhubungan dengan reputasi dan intensi melamar pekerjaan, sedangkan untuk mendukung dimensi employer branding terdapat nilai psikologis yang berdampak langsung terhadap intensi melamar pekerjaan (Sivertzen et al., 2013). Pemasaran media sosial menampilan reputasi perusahaan secara simbolik memberikan sinyal talenta potensial memahami perusahaan sebelum melamar pekerjaan. H4: Melalui employer branding terdapat pengaruh reputasi perusahaan terhadap intensi melamar pekerjaan H5: Employer branding mampu memediasi secara keseluruhan antara pemasaran media sosial dan intensi melamar pekerjaan Hubungan tiap variabel digambarkan di bawah ini: Reputasi perusahaan H4 H1 Employer branding H2 Pemasaran Media Sosial H5 H3 Intensi Melamar Pekerjaan : efek langsung antar variabel : efek tidak langsung melewati variabel employer branding Sumber: Kerangka pemikiran untuk penelitian, diolah 2023 METODE PENELITIAN Prosedur dan Partisipan Populasi dalam studi ini adalah mahasiswa akhir, fresh graduate, graduate yang berada di wilayah Indonesia dan mampu mengakses media sosial Turnkey (Linkedin, Instagram). Responden minimal mengikuti metode SEM dengan 11 indikator adalah 77 orang. Teknik sampling adalah purposive sampling dengan kriteria: mahasiswa akhir, fresh graduate, graduate dalam rentang umur 20- 30 tahun, mencari lowongan kerja belum lama ini. Kuesioner didistribusikan melalui WhatsApp, Instagram, dan Twitter. Didapatkan 131 responden dan setelah difilter 113 bebas dari data outlier sehingga dapat digunakan untuk analisis SEM. Reputasi perusahaan, pemasaran media sosial merupakan variabel eksogen. Variabel intervening atau yang berperan sebagai mediator adalah employer branding, dan intensi melamar pekerjaan adalah intensi melamar pekerjaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kuesioner didistribusikan menggunakan teknik purposive sampling kepada seseorang yang sedang atau telah menempuh studi perkuliahan dengan minimal Strata 1 direntang umur 20 – 30 tahun, meningat rentang yang diberikan mencakup mahasiswa tingkat akhir, freshgraduate, dan graduate. Didapatkan responden sebanyak 130 responden yang bersedia melajutkan pengisian kuesioner. Kuesioner selanjutnya diolah menggunakan aplikasi AMOS 24, sehingga menghilangkan data outlier. Kemudian didapatkan 113 yang bebas outlier multivariate. Jumlah data responden yang diolah sudah memenuhi 5 kali total indikator dan berjumlah lebih dari 100 untuk melakukan analisis SEM. Analisis menganalisis data responden dalam penelitian ini: Karakteristik responden untuk memberikan gambaran kuesioner didapatkan dan interpretasi lanjutan pada penelitian ini. Identifikasi meliputi jenis kelamin, umur, status studi responden, seberapa lama sedang aktif mencari pekerjaan. 4) Identifikasi jenis kelamin GAMBAR 3 IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar 12 menjelaskan dari jumlah 131 responden yang diterima perbandingan persentase laki-laki dan perempuan terdapat 43,3% (75 orang) dan 57,7% (55 orang). Intepretasi data tersebut kesempatan akses kuesioner didominasi oleh laki-laki, namun tidak terjadi ketimpangan besar, artinya pengenalan perusahaaan tekfin ini tersebar masing-masing perempuan dan laki-laki. 5) Identifikasi Aktif Mencari Lowongan Pekerjaan Di bawah ini merupakan diagram lingkaran identifikasi responden yang aktif mencari lowongan pekerjaan: GAMBAR 4 IDENTIFIKASI AKTIF MENCARI LOWONGAN PEKERJAAN Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar 13 menunjukkan responden yang aktif mencari lowongan pekerjaan di kurun waktu 0-3 bulan 66,4% (75 orang), 4-6 bulan 18,6% (21 orang). Selanjutnya responden dengan >6 bulan aktif mencari lowongan pekerjaan sebanyak 15,0% (17 orang). Intepretasi data di atas yaitu masa tunggu kerja yang aktif mencari lowongan pekerjaan responden yang jenuh di 0-3 bulan. 6) Identifikasi Usia Di bawah ini merupakan tabel identifikasi usia responden yang dikategorikan sebagai Generasi Z (20 – 26 tahun) dan Generasi Y (27 – 30 tahun): TABEL 28 IDENTIFIKASI USIA RESPONDEN No Usia Responden Persentase (%) 20 – 26 tahun (Generasi Z) Jumlah Responden 111 1 2 27 – 30 tahun (Generasi Y) 2 1,8 % 98,2 % Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Pada Tabel 10 menunjukkan reponden rata-rata 98,2% (111 orang) jenuh di rentang 20-26 tahun (Generasi Z), dan 1,8% (2 orang) di rentang 27-30 tahun (Generasi Y). Sesuai dengan studi Fisher et al. (2014) yang menyatakan bahwa pasar talenta potensial di masa depan yaitu Generasi Z dan Y. 7) Identifikasi Status Pendidikan Di bawah merupakan diagram lingkaran identifikasi status pendidikan responden: GAMBAR 5 IDENTIFIKASI STATUS RESPONDEN Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Gambar 14 menunjukkan status responden rata-rata mahasiswa semester akhir (> semester 5) sebesar 52,2%, freshgraduate (0-2 tahun) sebesar 34,5%, dan graduate (>2 tahun) sebesar 13,3%. TABEL 29 UJI HIPOTESIS Variabel Reputasi Perusahaan Media → → Employer Branding Employer Branding Indirect Effect Bootstrapping 95% CI Lower Upper 0 0 0 0 Ket. Indirect Effect C.R. P Ket. 3,461 *** Signifikan 3,118 ,002 Signifikan Employer Branding Media → Intensi 0 0 → Intensi 0,032 4,988 Reputasi Perusahaan → Intensi 0,163 1,248 2,563 ,010 Signifikan Signifikan 1,128 ,259 Signifikan - - Tidak Signifikan Signifikan Sumber: Data yang diolah, 2023 GAMBAR 6 MODEL STRUKTURAL Sumber: Data yang diolah, 2023 Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Employer branding Hasil pengujian Hipotesis 1 menyatakan reputasi perusahaan berpengaruh tidak langsung signifikan dan positif terhadap employer branding. Temuan ini sejalan Andriani (2019) studi pada rekrutmen Starbucks Coffee (lisensi oleh PT Sari Coffee Indonesia). Daya tarik perusahaan yang baik tidak hanya berpengaruh pada karyawan saat ini namun menarik talenta potensial (Xie et al., 2015). Perusahaan dengan reputasi yang baik mampu dipercayai lebih tinggi oleh talenta potensial (Walsh et al., 2009). Hal ini mendukung sejumlah penelitian sebelumnya bahwa reputasi perusahaan terhadap employer branding (Andriani et al., 2019; Banerjee et al., 2020; Sivertzen et al., 2013). Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Employer branding Hasil pengujian Hipotesis 2 menyatakan pemasaran media sosial berpengaruh signifikan dan positif terhadap employer branding. Temuan ini sejalan dengan media sosial sebagai alat pemasaran untuk memperkenalkan, mempublikasikan perusahaan pada talenta potensial (Andriani et al., 2019; Carpentier et al., 2019; Collins & Stevens, 2002; Sivertzen et al., 2013) di mana media sosial mempunyai peran positif terhadap employer branding. Perusahaan yang memiliki dapat memanfaatkan media sosial dalam aktivitas employer branding termasuk dalam perancanaan strategi menarik minat pelamar kerja secara aktif maupun pasif. Konten yang dibuat, website, dan artikel akan menjadi penarik daya tarik pasif karena menjadi kilas balik aktivitas yang dapat ditinjau ulang. Sedangkan aktivitas aktif employer branding mulai dari perencanaan konten, aktivitas job posting, pengikutsertaan karyawan dalam sebuah konten media sosial. Pengaruh Employer branding terhadap Intensi Melamar Pekerjaan Hasil pengujian Hipotesis 3 menyatakan employer branding berpengaruh signifikan dan positif terhadap intensi melamar pekerjaan. Kajian manajemen merek telah berkembang pada implikasi pemanfaatan menarik talenta potensial bagi perusahaan (Ambler & Barrow, 1996; Berthon et al., 2005). Employer branding berkembang pesat pemanfaatannya, mengusahakan perusahaan menjadi tempat yang menarik bagi talenta potensial. Pada studi yang melibatkan Best Employer Survey (BES) menunjukkan familiaritas dan reputasi perusahaan menjadi prediktor intensi melamar pekerjaan (Banerjee et al., 2020). Employer branding sebagai pada penelitian ini menjadi mediator reputasi perusahaan (Andriani et al., 2019), reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial (Sivertzen et al., 2013) terhadap intensi melamar pekerjaan. Pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Intensi Melamar Pekerjaan Hasil pengujian Hipotesis 4 menyatakan adanya pengaruh tidak langsung melalui jalur reputasi perusahaan secara signifikan dan positif terhadap intensi melamar pekerjaan melalui employer branding. Sejumlah temuan telah menduga hubungan kausal reputasi perusahaan dan intensi melamar pekerjaan (Alifa & Sarasi, 2023; Xie et al., 2015). Reputasi perusahaan bersama pemasaran media sosial mengusahakan untuk aktivitas yang menarik bagi calon pegawai di Turnkey. Terdapat temuan pengaruh langsung cenderung kecil, tidak signifikan (Alifa & Sarasi, 2023; Andriani et al., 2019). Hal tersebut bisa dijelaskan karena reputasi perusahaan tidak berdampak langsung pada intensi melamar pekerjaan, maka sejumlah usaha rekrutmen dan aktivitas branding perlu dilakukan untuk memperkenalkan pekerjaan-pekerjaan pada calon pegawai. Reputasi perusahaan dalam penelitian ini tersalurkan melalui aktivitas employer branding yang kemudian digunakan dalam rekrutmen perusahaan. Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Intensi Melamar Pekerjaan Hasil pengujian Hipotesis 5 menyatakan adanya pengaruh tidak langsung pemasaran media sosial secara signifikan dan positif terhadap intensi melamar pekerjaan. Pemasaran media sosial menggunakan Instagram, Linkedin dan eksistensi website perusahaan tidak dapat hadir tanpa aktivitas, maka dari itu employer branding digunakan sebagai mediator. Sejumlah penelitian (Collins, 2007; Collins & Stevens, 2002) menggunakan faktor-faktor yang terdapat media sosial sebagai prediktor intensi melamar pekerjaan. Sedangkan efek pemasaran media sosial dilakukan untuk mempengaruhi intensi keputusan membeli (Kim & Ko, 2010). Selanjutnya, penelitian Carpentier (2019) menunjukkan media sosial adalah alat rekrutmen dan secara positif mencitrakan daya tarik perusahaan melalui aktivitas employer branding terhadap talenta potensial. SIMPULAN Employer branding mampu memediasi reputasi perusahaan dan pemasaran media sosial dan peranannya berpengaruh positif, hal ini mampu diterapkan pada penelitian selanjutnya untuk usaha membangun reputasi perusahaan. Employer branding mampu digunakan sebagai prediktor perusahaan dan dalam usahanya memperjuangkan talenta potensial yang memiliki kesesuaian kualifikasi agar mereka memilih perusahaan. Penggunaan media sosial merupakan penunjang aktivitas employer branding semakin besar, mengaktifkan fitur-fitur pelamar kerja untuk menyesuaikan profilnya. Hal ini tentunya didukung dengan konsistensi konten sosial media dan employer branding agar sinyal yang diterima pelamar kerja adalah intensi melamar pekerjaan. SARAN Peran employer branding dikonfirmasi dapat dilanjutkan dan terdapat pengaruh reputasi perusahaan dengan bantuan media sosial terhadap intensi melamar pekerjaan. Employer branding secara empiris membantu talenta potensial mengenali perusahaan dalam proses rekrutmen. Penelitian ini berdasarkan > 90% karakteristik Generasi Z (20 – 26 tahun). Implikasi pada manajerial dapat menggugah tren yang ada melalui informasi yang relevan. Hal ini sejalan dengan asumsi Generasi Y dan Z merupakan pasar dominasi baik sebagai talenta potensial, klien, dan partner bisnis yang disesuaikan dengan kegunaan media sosial (Fisher et al., 2014). Citra perusahaan di media sosial dapat disesuaikan dengan karakteristik audiens namun tidak meninggalkan atribut khas perusahaan. Harapannya dengan konsistensi keaktifan tersebut, secara aktif maupun pasif, internal dan eksternal mengenali perusahaan lebih baik. Peran pemasaran media sosial dimaksimalkan baik profesional dan informal untuk menarik talenta potensial. Mengingat tren di tiap media sosial berbeda, diharapkan berhati-hati menanggapi dan ”riding the wave”, sudah banyak kasus oleh figur publik salah melangkah dan menjadi blunder karena tidak sesuai dengan atribut khas yang sudah melekat. Sebagai penutup, perusahaan awalnya dikembangkan oleh kelompok kecil dengan sebuah cita. Alangkah baik jika kedepannya employer branding mampu mendokumentasi cita yang mengakar pada perusahaan, sehingga orang-orang yang bekerja saling bertukar nilai dan sebagai perusahaan dapat membangun pengalaman yang berarti bagi setiap orang. Studi ini dilakukan pada perusahaan rintisan di bidang tekfin dengan sampel kecil sehingga di penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan sampel yang lebih besar dengan indikator yang dapat dikembangkan dari jurnal terdahulu. Rujukan jurnal yang disarankan : Binu Raj (2020); Collins (2007); Collins & Stevens (2002); Kim & Ko (2010); Melewar & Karaosmanoglu (2006); Santiago (2019); Xie et al. (2015). LIMITASI Penelitian mediasi employer branding pada reputasi perusahaan, pemasaran media sosial terbatas survei dengan responden baru mengenali perusahaan dari kuesioner di bagikan. Sehingga, responden baru mengenal dan berpotensial mempunyai intensi melamar bekerja. Pada penelitian ini tidak mencantumkan demografi responden untuk melengkapi interpretasi data, maupun tempat berkuliah sehingga bisa dijadikan acuan diferensiasi peminat, dan demografi. REFERENSI Andriani, R., Tegar, W. B., & Putra, S. (2019). The Intersection of Marketing and Human Resource Disciplines: Employer Brand Equity as a Mediator in Recruitment Process. In International Journal of Innovative Science and Research Technology (Vol 4). www.ijisrt.com465 Banerjee, P., Saini, G. K., & Kalyanaram, G. (2020). The role of brands in recruitment: mediating role of employer brand equity. Asia Pacific Journal of Human Resources, 58(2), 173–196. https://doi.org/10.1111/1744-7941.12209 Carpentier, M., Van Hoye, G., & Weijters, B. (2019). Attracting applicants through the organization’s social media page: Signaling employer brand personality. Journal of Vocational Behavior, 115(September 2018), 103326. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2019.103326 Collins, C. J. (2007). The interactive effects of recruitment practices and product awareness on job seekers’ employer knowledge and application behaviors. Journal of Applied Psychology, 92(1), 180–190. https://doi.org/10.1037/0021-9010.92.1.180 Collins, C. J., & Stevens, C. K. (2002). The relationship between early recruitment-related activities and the application decisions of new labor-market entrants: A brand equity approach to recruitment. Journal of Applied Psychology, 87(6), 1121–1133. https://doi.org/10.1037/00219010.87.6.1121 Daniel, R. G., & José, N. (2010). Employer branding Constrains Applicants’ Job Seeking Behaviour? Revista de Psicología Del Trabajo y de Las Organizaciones, 26(3), 223–234. https://doi.org/10.5093/tr2010v26n3a6 Kim, A. J., & Ko, E. (2010). Impacts of luxury fashion brand’s social media marketing on customer relationship and purchase intention. Journal of Global Fashion Marketing, 1(3), 164–171. https://doi.org/10.1080/20932685.2010.10593068 Xie, C., Bagozzi, R. P., & Meland, K. V. (2015). The impact of reputation and identity congruence on employer brand attractiveness. Marketing Intelligence and Planning, 33(2), 124–146. https://doi.org/10.1108/MIP-03-2014-0051 Ariana Sari Dewi Semarang, Jawa Tengah | +62 859106526745| [email protected] |linkedin.com/in/ariana-sari-857851193/ I'm a fresh graduate student of International Business Management studies at Polytechnic State of Semarang. Strong-willed enthusiast in Project Management, Leadership and Creative fields reflect on various involvement in project based work and activeness in academic. WORKING EXPERIENCE PORTOFOLIO INDONESIA – Tangerang, Indonesia Employer Branding Intern January 2023 – present - Initiated EVP Research Participated in GrowthTeam for making Brand, Life At Turnkey Guidelines. Being actively synergize with Business Development, Strategic, and HR team. KOMPAS GRAMEDIA (Growth Center) – Jakarta, Indonesia Project Management Officer Intern August 2022 – December 2022 - Participated in hybrid working research Actively involved in Jurnalisme Berkebangsaan Batch 1 – 4 (a social project held by Growth Center) Surveying sample engagement of Jurnalisme Berkebangsaan from batch 1 – 4 for total 300+ persons Adapt with virtual workspace (Google Workspace, Jira Software, Mailchimp, Tableu) PT Inspirasi Mandiri Nusantara Community Development Intern April 2021 – June 2021 - Gained and maintained customers (12 online seminars) by using social media strategy, personalizing email. Teamwork with an agile mindset based on 12 online seminars divided into 4 diverse teams. EXPERIENCE AIESEC in Semarang – Semarang, Indonesia Project Manager of UPreneur 10.0 - 11.0 February 2022 – February 2023 - - - Design an entrepreneurship local project align to SDG no.8 Decent Works and Economic Growth. Arise awareness legalization supports government program and raise partnership with NGO. Gained revenue more than IDR3,000,000 from social initiave program. Manage 4 functionalities in UPreneur 10.0 (Program, FGL, Brand and Marketing, and Customer Experience), supervise budgeting, delegate traction, proper promotional tools based on AIESEC bluebook and UPreneur brand guideline. Focusing in SME and Youth with International exposure and work impactfully in SDG and Semarang needs. Designated local project to held in hybrid among project bidding system in AIESEC in Indonesia which in AIESEC in Semarang has five projects and two projects are selected to run hybrid. Organizing Committee Brand and Marketing of UPreneur 8.0 - 9.0 March 2021 – February 2022 - Collaborated in promotional tools in a small team to run social projects for SMEs in Semarang. Created a social campaign, and partnered with Emina, Marketleader.id, UKM Jateng. Delivering design topic in Business Academy in topic ‘Simple yet Mesmerizing Design with Canva’. Organizing Committee Brand and Design in Kita Pulang 2020 February – November 2020 - Designed and did concepts for 100+ posts in IG: @kitapulang. Raised awareness about sociopreneur among youth resembles 69 delegates within 5 weeks. The preparation included in pre-program, main program, and postprogram lasts 6 months and realization lasts 6 months. AIESEC in SFC – Fujisawa, Japan Brand and Marketing Officer September 2021 – February 2022 - - Rebranding ‘Shooting Star’ project’s brand design, showcasing in promotional tools. Collaborate with delegates from 4 countries: Indonesia, Japan, India, and Thailand to discuss social issues based on SDGs and solution that we could give. Maintain communication with Indonesian and Japanese committees with weekly meeting and networking space. Prepare 8 days project long with 4 months solid concept, speaker, and delegates. HMAB Politeknik Negeri Semarang Kadiv Public Relations June 2020 – July 2021 - Aligned with others 6 functional departments that focused on sharing actual and informative. Managed team with valuing powerful performance and organizational impact (1 year ahead of schedule). Organizing and making content planning also taught my team to keep in brand guidelines. Keep updated on design trends proven in one year concept is not monotonous. Listed in 8 projects as contributor mostly active in event division and publication. Participating actively to held synergy meeting among 5 student association (Himpunan) in State Polytechnic of Semarang EDUCATION State Polytechnic of Semarang – Semarang 2019 - 2023 Bachelor of International Business Management, Business Administration; Cumulative GPA: 3.64 Undergraduate thesis has given ‘A’ mark titled, “The Influence of Company Reputation and Social Media Marketing on The Intention of Prospective Employees to Apply in Turnkey with Employer Branding as A Mediating Variable” ADDITIONAL C1 English Proficiency Certified by EF SET (English First Standard English Test) TOEIC Score 745 Volunteer October 2021 - January 2022 BGV at AIESEC in Japan (SFCLC, Sophia/JO)