Uploaded by common.user150966

Modul Praktikum Patologi Anatomi: Adaptasi Sel, Radang, Tumor

advertisement
BAB 1
Adaptasi Pertumbuhan dan Diferensiasi Sel
1. Atrofi
Preparat: Endometrium
Ciri-ciri:
1) Dilapisi epitel kolumner simpleks sekretori
2) Terdapat kelenjar endometrium normal, atrofi, dan dilatasi kistik
3) Jarak antara kelenjar jauh
4) Terdapat stroma endometrium diantara kelenjar
2. Hipertrofi
Preparat: uterus
Ciri-ciri:
1) Lapisan myometrium menebal
2) Sel otot membesar
3) Serat otot membesar
4) Massa otot bertambah
5) Sitoplasma eosinofilik berjaras-jaras
6) Jarak inti berjauhan
3. Hiperplasia
Preparat: endometrium
Ciri-ciri:
1) Dilapisi epitel kolumner berlapis
2) Kelenjar Endometrium ada yang mengalami dilatasi kistik dan tubular
3) Kelenjar tersusun bersisihan (back to back).
4) Ada peningkatan rasio kelenjar:stroma
Preparat: prostat
Ciri-ciri:
1) Dilapisi epitel kolumner selapis dan sel basal
2) Epitel asini dari selapis ke berlapis hingga membentuk infolding ke dalam lumen
3) Terdapat penambahan dan pelebaran kelenjar prostat (dilatasi kistik)
4) Kelenjar tersusun back to back.
5) Terdapat stroma jaringan ikat fibromuskular
6) Terdapat corpora amilacea di kelenjar.
4. Metaplasia
Preparat: endoserviks
Ciri-ciri:
1) Epitel kolumner sekretori mengalami metaplasia squamous kompleks
2) Terdapat metaplasia squamous kompleks immatur (terlihat peralihan)
3) Terdapat kelenjar-kelenjar endoserviks di bawah epitel
4) Metaplasia terjadi di jaringan epitel yang melapisi endoserviks dan kelenjar
Preparat: esofagus
Ciri-ciri:
1) Epitel squamous kompleks non keratinized mengalami metaplasia kolumner simpleks
2) Terdapat sel goblet
3) Terdapat kelenjar dibawah epitel
4) Jika terus metaplasia tanpa perbaikan dapat menimbulkan karsinoma
Preparat: mesenkimal
Ciri-ciri:
1) Perubahan jaringan ikat menjadi tulang (penulangan)
2) Terdapat metaplasia osteoid dan kondiloid
3) Terdapat pada jaringan tumor kanker ovarium
5. Hydrophic Change
Preparat: mola hidatidosa
Ciri-ciri:
1) Terjadi perubahan hidrofik pada vili khorealis
2) Vili khorealis melebar (distended)
3) Vili khorealis dilapisi sel tropoblas yaitu sitotropoblas dan sinsitiotropoblas
4) Stroma vili avaskuler
5) Stroma vili bening dan membentuk sisternae
6) Terdapat bekuan darah
6. Fatty Change
Preparat: hepar
Ciri-ciri:
1) Terdapat globul lipid intrasitoplasmik diantara sel parenkim hati
2) Vakuola lemak berwarna jernih
3) Sel hepatosit tersusun radier
4) Inti sel hepatosit terdesak kepinggir
5) Hepatosit normalnya berbentuk poligonal tetapi karena ada lipid menjadi tidak
poligonal
7. Hyaline Change
Preparat: tubulus ginjal
Ciri-ciri:
1) Tubulus dilapisi sel epitel kuboid selapis dengan sitoplasma nekrosis
2) Sel epitel tubulus sitoplasmanya merah dan bergranular
3) Lumen tubulus berisi masa amorf eosinofilik
4) Glomerulus terdiri dari anyaman kapiler
5) Dinding arteriole mengalami hyalinisasi
BAB 2
Radang dan Penyembuhan
Sel Radang
•Sel radang akut: sel
polimorfonuklear (PMN): Basofil,
eosinofil, dan neutrofil.
•Sel radang kronis: sel
mononuklear: monosit, limfosit, dan
makrofag.
Giant Cell
• Giant cell adalah fusi dari makrofag.
• Foreign body giant cells: benda asing
• Giant cell Langhans: proses radang granulomatosa spesifik TBC
• Tuton: radang biasa atau radang akibat neoplasia.
A.
B.
C.
Langhans: inti membentuk tapal kuda
Touton: inti membentuk karangan bunga
Benda asing: inti tidak beraturan
1. Radang Akut Supuratif
Makroskopis:
Ciri-ciri:
•
Jika radang terbatas maka gambaran makroskopik mirip dengan appendiks
normal.
•
jika radang meluas sampai menembus dinding appendiks maka jaringan akan
tampak erimatous (merah) & edema
•
Jika terdapat nekrosis transmural menunjukan adanya perforasi
Mikroskopis:
Karakteristik:
•
Mukosa tanpa epitel pelapis ulserasi
•
Mukosa berlapis epitel kolumner dan sel goblet
•
Lamina propia: jaringan ikat longgar yang diinfiltrasi sel radang limfosit
dan sel radang neutrophil.
•
Neutrofil dalam jumlah dominan
2. Radang Kronik Non Spesifik
Makroskopik:
Mikroskopik:
Ciri-ciri:
•
Mukosa berlapis peitel kolumner dan sel goblet
•
Lamina propria dengan infiltrasi sel radang limfosit
•
Muskularis mukosa diinfiltrasi sel radang limfosit
•
Pada lamina propria terdapat jaringan ikat longgar dengan infiltrasi sel
radang limfosit, sel plasma & terdapat area perdarahan
3. Radang Kronis Granulomatosa Spesifik
Makroskopis:
Mikroskopis:
Ciri-ciri:
•
Terdapat Tuberkel/granuloma
•
Terdapat nekrosis perkijuan/kaseosa di sentral tuberkel/granuloma
•
Terdapat sel radang limfosit, sel plasma, sel epitheloid dan giant cell
Langhans
•
Sel-sel epitheloid dikelilingi sel radang limfosit
4. Radang Kronis Benda Asing (Gout)
Makroskopis:
Mikroskopis:
Ciri-ciri:
•
Massa amorf dikelilingi sel radang kronik dan giant cell benda asing
•
Benda asing (asam urat) di sentral dikelilingi sel radang limfosit giant cell
benda asing
•
Benda asing (asam urat) di sentral dikelilingi sel plasma
•
Benda asing (asam urat) di sentral dikelilingi giant cell benda asing
5. Hashimoto Thyroiditis
Makroskopis:
Mikroskopis:
Ciri-ciri:
•
Folikel tiroid dilapisi sel hurtle
•
•
•
Lumen folikel tiroid berisi massa koloid
Terdapat sel radang limfosit
Sel Hurtle besar dan sitoplasmanya luas eosinofilik
6. Jaringan Granulasi
Makroskopis:
Mikroskopis:
Ciri-ciri:
•
Terdapat proliferasi pembuluh darah
•
Terdapat proliferasi fibroblas sehingga membentuk jaringan fibrosa
Terdapat sel radang limfosit
7. Keloid
Makroskopis:
Mikroskopis:
Ciri-ciri:
• Epidermis berlapis epithel squamous complex berkeratin
• Lapisan mukosa datar (Rete reidge)
• Dermis terdiri dari jaringan ikat fibrokolagen
• Jaringan ikat fibrokolagen terdiri dari jaringan fibrosa dan jaringan
kolagen
• Jaringan ikat fibrokolagen didominasi oleh jaringan kolagen
Bab 3
Tumor Jinak
1. Lipoma
Ciri – ciri:
1. Memiliki kapsul jaringan ikat fibrokolagen, tetapi cenderung berbatas tidak tegas
2. Dijumpai hiperplasia adiposit uniformis
3. Nukleus adiposit (inti sel lemak) kecil dan pipih, serta terletak di tepi
4. Lobulus dipisahkan oleh jaringan ikat fibrokolagen
5. Pada jaringan fibrokolagen ditemukan pula pembuluh darah kecil hiperemis
dengan endotel tipis
6. Sitoplasma jernih karena dalam proses fiksasi, lipidnya menjadi larut.
7. Sitoplasma tersusun dalam lobulus
8. Terdapat pembuluh darah yang dilapisi endotel selapis dan di dalamnya terdapat
RBC
9. Diantara sel lemak dapat dijumpai pembuluh darah kecil hiperemis
2. Schwannoma
Ciri-ciri
1. Memiliki kapsul jaringan ikat fibrokolagen
2. Terbagi menjadi area Antoni A dan Antoni B
3. Antoni A merupakan area padat yang berisi sel spindel uniform, nukleusnya
tersusun back to back membentuk palisading dan dibatasi serat retikuler yang
halus
4. Inti sel schwann berjajar seperti pagar/palisading
5. Dijumpai verocay bodies yang tersusun atas 2 palisading sel dan diantaranya
terdapat sitoplasma
6. Area antoni B tampak sel sel schwann individual tersebar longgar dalam matrix
myoxid dan jernih
7. Pada area antoni B sering dijumpai pembuluh darah kecil berdinding tebal karena
stroma menebal dan fibrosis atau mengalami hialinisasi
3. Pleomorfik Adenoma
Ciri-ciri
1. Berbatas tegas dan memiliki kapsul
2. Dijumpai hiperplasia epitel dan mioepitel
3. Myoepitel berbentuk spindle, plasmasitoid atau jernih
4. Sel epitel dapat berupa squamous, kuboid atau basaloid yang membentuk pola
seperti kelenjar, pita, atau lembaran
5. Stroma dapat mengalami perubahan menjadi area miksoid, mukoid, khondroid,
atau khondromiksoid
6. Dapat dibagi menjadi biphasic atau triphasic
4. Nevus Pigmentosus
Ciri-ciri:
1. Terdapat sarang-sarang hiperplasia sel nervi, dengan inti bulat, kromatin halus dan
tersebar merata, serta sitoplasma eosinofilik
2. Sebagian sitoplasma terpulas pigmen melanin intrasitoplasmik
3. Nodul dilapisi epitel squamous complex serta berbentuk hampir sama besar
4. Sel-sel tumor yang berproliferasi berbatas tegas tetapi tidak ada kapsul
5. Anak inti terlihat pada sebagian sel tumor
6. Terdapat nuclear pseudoinclusion
7. Sel-sel neoplasia relatif monoton, ukuran hampir sama, serta merupakan
proliferasi melanosit
8. Tanda matur berupa: pada bagian superfisial, sel-sel berkluster. Semakin dalam,
sel lebih kecil dan single, serta sel-sel pigmen lebih sedikit
9. Terdapat adnexa kulit
5. Leiomyoma
Ciri-ciri:
1. Tidak memiliki kapsul (pseudokapsul) sehingga tampak berbatas tegas
terhadap miometrium di sekitarnya
2. Dijumpai hiperplasia sel otot polos yang uniformis dengan bentuk spindle
3. Sel otot polos tersusun seperti kumparan / whorl like
4. Terdiri dari sel – sel yang membentuk fasikel – fasikel
5. Inti sel memanjang dengan ujung blunt / cerutu, mitosis jarang dijumpai
6. Sitoplasmanya eosinofilik fibriler
7. Tidak dijupai nekrosis dan perdarahan
6. Meningioma
Ciri-ciri:
1. Adanya sel meningothelial yang besar dan uniformis, dengan nukleus bulat-oral
disertai intinya pseudoinklusi / nuclear hole juga dijumpai
2. Tampak membentuk struktur lobular dengan septa jaringan ikat fibrokolagen
3. Struktur sel seperti kumparan, ditemukan psanimoma bodies dan kalsifikasi serta
inclusion bodies
4. Membentuk struktur seperti kumparan
5. Pembuluh darah besar – besar berproliferasi
6. Endotel inti spindel lebih pipih dan pada bagian tengah berisi RBC
7. Pelapis endotel selapis, inti pipih, dijumpai fibrin eosinofilik amorf
7. Hemangioma
• Kapiler
Ciri-ciri:
1. Tidak memiliki kapsul dan berbatas tegas
2. Epitel squamosa kompleks melapisi epidermis
3. Dijumpai fibrokolagen dan glandula sudorifera pada dermis
4. Terdapat folikel rambut
5. Dijumpai proliferasi endotel sehingga banyak kapiler terbentuk
6. Lumen kapiler terisi RBC
7. Tampak lobulus – lobulus
8. Nukleus endothel pipih
• Cavernosa
Ciri-ciri:
1. Pembuluh darah besar, tanpa kapsul
2. Infiltratif dibandingkan hemangioma kapiler, sehingga tidak berbatas jelas
3. Terdapat jaringan fibrokolagen di antara pembuluh darah
4. Terdapat RBC pada lumen pembuluh darah
5. Terdapat fibrin yang merupakan massa amorf eosinofil
Bab 4
Tumor Ganas 1
1. Hodgkin Lymphoma
Ciri-ciri:
1.
Terdiri
dari
subtipe
klasik
(nodules
sklerosis, mixed cellulary, lymphocyte rich, lymphocyte depleted) dan lymphocyte
predominant
2. Tipe klasik terdiri dari lacunar cell dan owl eye cell (Reed Stenberg cell), sedangkan
lymphocyte predominant terdiri dari sel popcorn
3. Sel reed stenberg merupakan sel neoplastik giant cell, berbentuk owl eye dengan sel
besar, binuklear seperti cermin, nukleoli besar, sitoplasma banyak dan amfofilik, serta
ada halo bening mengelilinginya
4. Sel lakunar memiliki ciri sel besar, inti ireguler, kromatin halus, makronukleoli, dan
sitoplasma berongga
5. Sel popcorn memiliki sel besar, inti multilobus dan folding/berlekuk, kromatin halus,
nukleoli prominent, dan sitoplasma eosinofilik
6. Banyak nodular sclerosis dan di sekitarnya terdapat banyak sel radang
2. Retinoblastoma
Ciri-ciri:
1. Tumor membentuk massa noduler dan solid
2. Terdiri dari area differentiated (flexner wintersteiner rosettes) dan area
undifferentiated
3. Pada area differentiated (flexner wintersteiner rosettes) berisi kluster sel-sel kuboid
dan kolumner yang tersusun mengelilingi lumen sentral
4. Area undifferentiated terdiri dari sel kecil bentuk bulat dengan inti besar
hiperkromatik, sitoplasma sedikit, berada di antara rosette
3. Squamous Cell Carcinoma
Karakteristik:
1. Pada tipe keratinizing, tampak pulau-pulau skuamoid, inti pleomorfik, kromatin
hiperkromatik, vesikuler, nukleoli prominent
2. Tampak mutiara keratin (kelompok sel epitel tumbuh ke arah subepitel). Di tengah
massa ini terjadi kornifikasi, dan tampak sel dikelilingnya tersusun konsentris
4. Adenocarcinoma Recti
Ciri-ciri:
1. Massa tumor tersusun atas sel kolumner tinggi menyerupai epitel neoplastik
adenomatosa
2. Sebagian tumor menghasilkan musin ekstraseluler
3. Musin ekstraseluler telah menginvasi lapisan submukosa, muskularis propria, atau
lapisan di luar ini
5. Adenocarcinoma Recti Dengan Signet Ring Cell
Ciri-ciri:
1. Jumlah komponen signet ring cell <50% dari seluruh sel-sel neoplasia
2. Kelompok sel dengan inti terletak di tepi, dengan sitoplasma luas jernih
3. Sebagian berenang di antara genangan musin
4. Inti terdesak oleh musin intraseluler sehingga tedorong ke tepi
5. Inti eksentrik hiperkromatik/gelap
6. Ditemui musin intrasel dan genangan musin
6. Rhabdomyosarcoma
Ciri-ciri:
1. Terdapat tad pole dengan ciri sel besar, bulat/ pleomorfik, kromatin kasar, sitoplasma
luas, eosinofilik
2. Terdapat bizarre cell dengan bentuk tidak teratur dan banyak
3. Terdapat giant cell dengan inti banyak
4. Pada tad pole inti terdesak ke tepi
7. Melanoma Maligna
Ciri-ciri:
1. Sel sangat besar
2. Sel tumbuh ekspansil, nodul seperti balon atau individual sel berbagai tingakatan
epidermis dan dermis
3. Inti besar dan irreguler
4. Kromatin klumping di tepi membran inti
5. Anak inti prominent, sitoplasma eosinofilik
6. Di antara terdapat sel melanosit dengan sitoplasma yang mengandung pigmen yang
akan makin membaur dan mencampur
Bab 5
Tumor Ganas 2
1. Chondrosarcoma
Ciri-ciri :
a.
Terdiri dari sel – sel tulang rawan neoplastic
b.
Tumor menghasilkan matriks kondroid
c.
Ukuran sel lebih besar dari normal
d.
Kromatin clumping dan anak inti menonjol
e.
Terdapat lacuna binuclear dan multinuclear
2. Teratoma Imatur
Komponen Ektoderm
Komponen Mesoderm
Komponen Endoderm
Komponen Imatur
Ciri-ciri :
•
Tumor berasal dari 3 lapisan yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
•
Terdapat unsur imatur berupa neuroektodermal rosette
•
Komponen ektoderm terdiri – dari epitel squamosa kompleks, folikel
rambut, syaraf, dan komponen okuli
•
Komponen mesoderm terdiri – dari kartilago, otot, dan jaringan lemak
•
Komponen endoderm terdiri – dari epitel pseudostratified bersilia, dan
epitel intestinal, serta kelenjar seromukosa
3. Ductal Carcinoma In Situ
DCIS pola cribriform
Ciri-ciri :
•
Proliferasi neoplastik terbatas pada duktal lobular payudara
•
Komponennya membentuk pola komedo carcinoma / komedo nekrosis
•
Duktus dilapisi oleh sel neoplasia
•
Terdapat zona nekrosis di sentral
•
Masih terdapat sel mioepitel
4. Invase Carcinoma of No Special Type
Histologi normal payudara
Invasive Carcinoma of No Special Type
Ciri-ciri :
•
Sel – sel tumor membentuk tubular, pulau – pulau, lembaran, pita, dan sel tunggal
•
Sel polyhedral dan besar
•
Inti pleomorfik dan vesikuler dengan anak inti yang menonjol
•
Kromatin kasar (clumping)
•
Terdapat sel yang bermitosis atipikal
•
Sitoplasma eosinofilik
•
Merupakan neoplasia epitel terminal unit sistem duktal lobular payudara yang
telah yang telah menembus membrana basalis ke dalam stroma.
5. Myxoid Liposarcoma
Ciri-ciri :
•
Perubahan dari jaringan mesenkimal membentuk jaringan lemak immature
•
Sel bulat oval di antara stroma mikroid dan pembuluh darah membentuk pola
chicken wire
•
Memiliki stroma miksoid prominent
•
Pola vaskuler bercabang
•
Memiliki sel lipoblast “small signet ring”
•
Sel bulat oval di antara stroma fibromiksoid dan pembuluh darah membentuk pola
“chicken wire”
6. Basal Cell Carcinoma
Ciri-ciri :
•
Massa tumor membentuk struktur nodular
•
Inti tersusun palisading pada bagian perifer
•
Sel basaloid memiliki sitoplasma yang sedikit
•
Inti sel hiperkromatik elongasi
7. Adenocarcinoma Prostat
SOAL-SOAL PRE TEST
PA 1: Adaptasi Sel
1. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan fatty change adalah…
A. Bisa terlihat di ekstraseluler
B. Contohnya adalah Russel’s body
C. Dapat dijumpai pada glomerulonefritis
D. Akumulasi air di intra dan ekstrasel
E. Mikroskopis dengan gambaran vakuola jernih di sitoplasma
2. Di bawah ini adalah proses adaptasi yang sifatnya irreversible…
A. Atrofi
B. Hipertrofi
C. Hiperplasia
D. Metaplasia
E. Apoptosis
3. Adaptasi sel dimana terjadi penurunan ukuran sel…
A. Atrofi
B. Hiperplasi
C. Hiperplasi
D. Metaplasi
E. Displasia
4. Pada kelenjar mammae wanita menyusui, dapat terjadi…
A. Atrofi
B. Hiperplasia fisiologis
C. Hipertrofi fisiologis
D. Hiperplasia patologis
E. Hipertrofi patologis
5. Adaptasi sel dimana terjadi perubahan sel dari bentuk dewasa satu ke dewasa
lain…
A. Atrofi
B. Hiperplasia
C. Hipertrofi
D. Metaplasia
E. Displasia
6. Pernyataan ini yang tidak sesuai dengan hyaline change adalah…
A. Bisa terlihat di ekstrasel
B. Dapat dijumpai pada sel hepatosit pasien alkoholik
C. Dapat dijumpai pada glomerulonefritis
D. Akumulasi air di intra dan ekstrasel
E. Mikroskopis tampak massa pink homogen dalam sitoplasma
7. Adaptasi sel dimana terjadinya penambahan jumlah sel disebut…
A. Hiperplasia
B. Metaplasia
C. Atrofi
D. Hipertrofi
E. Displasia
8. Di bawah salah satu contoh hiperplasia pada lesi non neoplasia dapat terlihat
dalam keadaan…
A. Endometrium wanita menopause
B. Barret’s oesophagus
C. Hiperplasia endometrium
D. Carcinoma endometrium
E. Skar
9. Proses hipertrofi patologis dapat dijumpai pada keadaan…
A. Uterus wanita hamil
B. Otot pada atlit
C. Left ventricular hypertrofi akibat respon meningkatnya preload dan
afterload
D. Hipertrofi otot kandung kemih akibat obstruksi
E. C dan D benar
10. Pada kondisi mola hidatidosa, perubahan seluler apa saja yang dapat terjadi…
A. Atrofi
B. Hipertrofi
C. Perlemakkan sel
D. Perubahan hialin
E. Perubahan hidrofik
PA2: Radang
1. Tuliskan 3 macam sel radang akut
A. Basofil, neutrofil, limfosit
B. Neutrofil, eosinofil, makrofag
C. Limfosit, makrofag, sel plasma
D. Basofil, neutrofil, eosinofil
2. Tuliskan 3 macam sel radang kronis
A. Basofil, neutrofil, limfosit
B. Neutrofil, eosinofil, makrofag
C. Limfosit, makrofag, sel plasma
D. Basofil, neutrofil, eosinofil
3. Tuliskan macam giant cell pada radang benda asing
A. Touton giant cell
B. Langhans giant cell
C. Foreign bodies giant cell
D. Giant cell osteoklast
4. Tuliskan jaringan nekrosis yang terdapat pada radang kronis granulomatosa spesifik
tuberkulosis
A. Nekrosis kaseosa
B. Nekrosis liquefactive
C. Nekrosis fibrinoid
D. Nekrosis koagulativa
5. Tuliskan radang yang disebabkan oleh gangguan autoimun pada praktikum ini
A. Radang kronik granuolomatosa
B. Radang kronik benda asing
C. Hashimoto tiroiditis
D. Radang akut supuratif
6. Tuliskan jaringan fibrosa yang terbentuk pada proses penyembuhan
A. Jaringan granulasi
B. keloid
C. skar
D. Hipertrphic scar
7. Epitel pelapis folikel pada hashimoto tiroiditis
A. Kuboid
B. Kolumnar
C. Transisional
D. Hurtle cell
8. Tuliskan sel radang kronik yang menghasilkan antibodi
A. Makrofag
B. sel plasma
C. neutrofil
D. eosinofil
9. Tuliskan fungsi makrofag
A. Melisiskan
B. mensekresi
C. memfagositosis
D. merekrut
10. Proses radang yang menhasilkan pus dalam jumlah banyak
A. Radang kronik granulomatosa
B. Radang kronik benda asing
C. hashimoto tiroiditis
D. radang akut supuratif (sepertinya)
PA3: Tumor Jinak
1. Pada tumor apa dapat dijumpai sel plasmasitoid myoepitel dengan inti eksentrik dan
sitoplasma luas mirip sel plasma
A. Lipoma
B. Schwannoma
C. Nevus
D. Pleomporphic adenoma
E. Meningioma
2. Gambaran verocay bodies didapatkan pada tumor
A. Lipoma
B. Schwannoma
C. Nevus
D. Pleomporphic adenoma
E. Meningioma
3. Gambaran mikroskopik di bawah ini merupakan
A. Lipoma
B. Schwannoma
C. Nevus
D. Pleomporphic adenoma
E. Meningioma
4. Gambaran di bawah ini merupakan gambaran tumor
A. Lipoma
B. Schwannoma
C. Nevus
D. Pleomporphic adenoma
E. Meningioma
5. Gambaran mikroskopik ini merupakan gambaran tumor
A. Lipoma
B. Schwannoma
C. Nevus
D. Pleomporphic adenoma
E. Meningioma
6. Tumor jinak yang mempunyai daerah antoni a dan antoni b
A. Lipoma
B. Schwannoma
C. Nevus
D. Pleomporphic adenoma
E. Meningioma
7. Neoplasma terdiri dari sel-sel berbentuk spindle, proliferasi membentuk struktur
kumparan atau ‘whorl’ dapat dijumpai pada
A. Schwannoma
B. Leiomyoma
C. Pleomorphic adenoma
D. Lipoma
E. Meningioma
8. Dijumpai pada tumor apa sel uniformis, inti oval, dengan nuclear holes dan nuclear
pseudoinclusion?
A. Schwannoma
B. Leiomyoma
C. Pleomorphic adenoma
D. Lipoma
E. Meningioma
9. Gambaran mikroskopik di bawah ini merupakan bagian dari tumor
A. Schwannoma
B. Leiomyoma
C. Pleomorphic adenoma
D. Lipoma
E. Meningioma
10. Gambaran mikroskopik di bawah ini merupakan bagian dari tumor
A. Schwannoma
B. Leiomyoma
C. Pleomorphic adenoma
D. Hemangioma kapilare
E. Meningioma
PA4: Tumor Ganas 1
1. Tumor ganas jaringan limfoid kelenjar getah bening dengan gambaran reed sternberg
cell adalah
F. Limfadenitis
G. Squamous cell carcinoma
H. Hodgkin lymphoma
I.
Melanoma maligna
J. Rhabdimyosarcoma
2. Tumor ganas pada usia dekade 6-7 dengan gambaran mikroskopik ditemukan adanya
sel besar, bulat atau pleomorfik, sitoplasma luas dna esosinofilik, inti terdesak ke
tepi (tadpole and racket cell), longgar, tersusun tidak teratur, terdapat bizarre dan
giant cell. Kemungkinan diagnosis pasien ini adalah?
A. Embryonal rhabdomyosarcoma
B. Spindle cell carcinoma
C. Alveolar rhabdomyosarcoma
D. Pleomorphic rhabdomyosarcoma
E. Bukan salah satu di atas
3. Tumor ganas neuroepithelial pada anak usia 4 tahun dengan gambaran adanya
Flexner-Wintersteiner rosettes yang berisi kluster-kluster sel kuboid dan
kolmuner yang tersusun mengelilingi lumen sentral. DIagnosis pasien ini adalah
A. Melanoma maligna
B. Hodgkin lymphoma
C. Pleomorfik rhabdomyosarcoma
D. Retinoblastoma
E. Adenocarcinoma recti
4. Pasien 60 tahun dengan benjolan diperut selama 3 bulan, keluhan BAB campur
darah. Pasien tersebut dioperasi lalu jaringan tersebut di PA kan, didapatakn
gambaran sel epitel kolumner tinggi dan menyerupai epitel neoplastik
adenomatosa dan telah menginvasi ke dalam lapisan submukosa atau lebih,
sebagian tumor menghasilkan musin ekstrasel. Kemungkinan diagnosis pasien ini
adalah
A. Colitis
B. Adenoma recti
C. Adenocarcinoma recti
D. Hirchsprung disease
E. Polip recti
5. Pasien wanita usia 45 tahun dengan keluhan keluar darah dari kelamin sejak 6 bulan
lalu. Pasien berobat lalu jaringan di PA kan. Terdapat gambaran mikroskopik
massa tumor berstruktur pulau-pulau terdiri dari kelompok sel-sel relatif besar,
inti pleomorfik hiperkromatik dan vesikuler, kromatin padat dan kasar sebagian
anak inti promninent, mitosis abnormal, sitoplasma luas esosinofilik sebagian
jernih, berkeratin. Diagnosis?
A. Polip serviks
B. Servisitis
C. Condiloma
D. Candidiasis
E. Squamous cell carcinoma
6. Penyebab tersering nomor 5 adalah
A. Jamur
B. Bakteri
C. HPV
D. Personal hygiene yang buruk
E. Penggunaan obat KB
7. Tumor ganas dengna gambaran mikroskopis kelompok-kelompok sel dengan inti
terletak di tepi, dengan sitoplasma luas jernih (<50%), sebagian tampak
“berenang’ diantara genangan musin yang dihasilkannya. Diagnosis?
A. Adenocarcinoma dengan signet ring cell
B. Adenocarcinoma dengna komponen musin
C. Musinous adenocarcinoma
D. Poorly cohesive adenocarcinoma
E. Signet ring cell adenocarcinoma
8. Pasien laki-laki usia 66 tahun bekerja sebagai petani, dtaang sengan keluhan benjolan
di kulit. Pasien berobat kemudian jaringan di PA kan, didapatkan gambaran
mikroskopik individual sel melanoma sangat besar dibandingan dengan inti
nevus. Inti besar dengan kontur irreguler dan pigmentasi, kromatin klumping
terletakdi tepi membran inti, anak inti prominent, sitoplasma eosinofilik.
Diagnosis?
A. Squamous cell carcinoma
B. Basal cell carcinoma
C. Melanoma maligna
D. Nevus pigmentosus
E. Splitz nevi
9. Penyebab tersering pada pasien ini adalah
A. Infeksi virus
B. Paparan sinar matahari
C. Penyakit genetik
D. Bahan kimia
E. Trauma
10. Pasien anak datang dengan keluhan benjolan di pipi membesar dalam 3 bulan. Pasien
di operasi lalu jaringan di PA kan dengan gambaran tad pole/ racket cell.
Diagnosis?
A. Melanoma maligna
B. Hodgkin lymphoma
C. Retinoblastoma
D. Squamous cell carcinoma
E. Rhabdomyosarcoma
PA5: Tumor Ganas 2
1. Gambaran mikroskopik berupa berupa massa tumor yang membentuk struktur
nodular dengan inti pallisading pada bagiang perifer dapat dijumpai pada
F. Nodular basal cell carcinoma
G. Adenocarcinoma prostat
H. Myxoid liposarcoma
I.
Ductal carcinoma in situ pada payudara
2. Salah satu komponen ektoderm pada teratoma adalah
A. Adnexa kulit
B. Jaringan adiposa
C. Jaringan kartilago
D. Epitel kolumner dengan sel goblet
3. Salah satu komponen mesoderm teratoma adalah
A. Adnexa kulit
B. Epitel skuamosa kompleks berkeratin
C. Jaringan tulang matur
D. Jaringan glial
4. Salah satu komponen endoderm teratoma adalah
A. Adnexa kulit
B. Jaringan adiposa
C. Jaringan kartilago
D. Epitel kolumner dengan sel goblet
5. Salah satu gambaran invasive carcinoma of no special type yang membedakan
dengan ductal carcinoma in situ adalah
A. Adanya pola komedo nekrosis
B. Duktus yang dilapisi neoplasia dengan zona nekrosis di sentral
C. Adanya sel-sel neoplasia yang menginvasi/menyusup ke stroma jaringan ikat
D. Masih dijumpai sel myoepitel
6. Gambaran berupa sel-sel primtif nonlipogenik dan sel-sel lipoblast dengan small
signet ring cell di dalam stroma miksoid yang prominen serta ditandai dengan
pola vaskular becabang dijumpai pada
A. Nodular basal cell carcinoma
B. Adenocarcinoma prostat
C. Myxoid liposarcoma
D. Ductal carcinoma in situ pada payudara
7. Gambaran mikroskopik sel-sel tumor adenokarsinoma jika dibandingkan dengan
kelenjar jinak, dapat dibedakan dari
A. 2 lapis sel
B. nukeloli terlihat
C. adanya mitosis
D. menembus membran basalis
8. Adenocarcinoma prostat lebih sering terjadi pada prostat bagian
A. zona transisional
B. zona perifer
C. zona sentral
D. zona periurethral
9. Salah satu gambaran mikroskopik adenokarsinoma berupa kelenjar-kelenjar yang
poorly formed, dapat dijumpai pada gleason pattern
A. 5
B. 2
C. 3
D. 4
10. Gambaran mikroskopik struktur vaskular arborizing ‘chicken wire’ dapat dijumpai
pada
A. Nodular basal cell carcinoma
B. Adenocarcinoma prostat
C. Myxoid liposarcoma
D. Ductal carcinoma in situ pada payudara
Download