Uploaded by User124783

140502131

advertisement
SKRIPSI
PENGARUH HARGA, KEMASAN DAN CITRA MEREK
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN COKELAT
PRODUK SILVER QUEEN PADA MAHASISWA
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
OLEH
ANGGITA RIZKI DEFIANI
140502131
PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
1
Universitas Sumatera Utara
2
Universitas Sumatera Utara
3
Universitas Sumatera Utara
4
Universitas Sumatera Utara
5
Universitas Sumatera Utara
6
ABSTRAK
PENGARUH HARGA, KEMASAN DAN CITRA MEREK
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN COKELAT
PRODUK SILVER QUEEN PADA MAHASISWA
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Harga,
Kemasan dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian cokelat Silver Queen
pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan dan juga untuk mengetahui dan
menganalisis faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian.
Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan .Populasi
dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Politeknik Negeri Medan yang masih aktif
pada tahun 2015-2017 yang pernah membeli dan mengkonsumsi Cokelat Produk
Silver Queen.Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif
dan metode analisis regresi linier berganda.Jenis penelitian ini adalah penelitian
asosiatif, dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang
diperoleh melalui studi dokumentasi dan daftar pertanyaan yang pengukurannya
menggunakan skala likert. Data diolah secara statistik dengan program SPSS for
windows, yaitu model uji t, uji f, dan koefisien determinan (R2). Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa secara serempak Harga, Kemasan dan Citra Merek
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian cokelat produk
Silver Queen pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan.Secara parsial, masingmasing variabel Kemasandan Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Keputusan Pembelian sedangkan variabel Harga berpengaruh positif dan
tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Kemasan merupakan variabel
yang paling dominan mempengaruhi Keputusan Pembelian Cokelat Produk Silver
Queen pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan . Nilai Adjusted R Square
sebesar 0,433 yang berarti variabilitas variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh
variabel bebas yaitu Harga, Kualitas Produk dan Citra Merek adalah sebesar
43,3% sedangkan sisanya sebesar 56,7% dapat dijelaskan oleh variabel yang tidak
diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci:
Harga, Kemasan, Citra merek dan Keputusan pembelian
Universitas Sumatera Utara
7
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF PRICE, PACKAGING AND BRAND IMAGE
ON THE DECISION OF CHOCOLATE PURCHASES
QUEEN SILVER PRODUCTS IN STUDENTS
MEDAN STATE POLYTECHNIC
The purpose of this research is to know and analyze the influence of Price,
Packaging and Brand Image to the decision of Purchase of Silver Queen chocolate
at Medan State Polytechnic Student and also to know and analyze the most
dominant factor influence buying decision. This research was conducted at Medan
State Polytechnic Students. The population in this research is Medan State
Polytechnic Student who is still active in 2015-2017 who ever bought and
consumed Silver Queen Chocolate Products. The analytical method used is
descriptive analysis method and doubled linear analysis method. The type of this
research is associative research, and the data used are primary data and secondary
data obtained through documentation study and questionnaire which measurement
using Likert scale. Data is processed statistically with SPSS for windows
program, that is t test model, f test, and determinant coefficient (R2). The results
of this study indicate that simultaneously Price, Packaging and Brand Image have
a positive and significant influence on the decision to purchase chocolate products
of Silver Queen at Medan State Polytechnic Students. Partially, each variable of
Packaging and Brand Image have positive and significant influence to Purchasing
Decision while Price variable has positive and insignificant effect to Purchase
Decision. Packaging is the most dominant variable affecting Decision Purchase
of Silver Queen Chocolate Products at Medan State Polytechnic Students.
Adjusted R Square value of 0.433 which means variability of dependent variable
which can be explained by independent variable that is Price, Product Quality and
Brand Image is equal to 43,3% while the rest equal to 56,7% can be explained by
variable not examined in this research.
Keywords:
Price, Packaging and Brand Image.
Universitas Sumatera Utara
8
KATA PENGANTAR
Alhamdullilah puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah
Subhanahu Wa Ta'ala atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada
peneliti. Sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengaruh
Harga, Kemasan dan Citra Merek Terhadap Keputusan PembelianCokelat
Silver Queen padaMahasiswaPoliteknikNegeri Medan” guna memenuhi salah
satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua
orang tua yakni, AyahandaH.Ir.RafianNauli ST.MT dan ibundaHj. Ir.
DelismaSiregar ST.MT yang telah membesarkan peneliti dengan segala
kekuatan luar biasa yang tidak dapat terbalas, peneliti mengucapkan terima kasih
yang tulus dan tak terhingga kepada kedua orang tua peneliti. Pada kesempatan ini
peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara.
2.
Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, M.Si dan Bapak Doli Muhammad Jafar
Dalimunthe, SE, M.Si selaku selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi
Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3.
Ibu Dr. Arlina Nurbaity,SE.MBA,selaku Dosen Pembimbing yang telah
banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan, dan
saran dalam penulisan skripsi ini.
Universitas Sumatera Utara
9
4.
Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea S, SE, MM dan Bapak Liasta Ginting, SE,
M.Si, selaku Dosen Pengujiyang telah membantu dan memberikan saran
untuk kesempurnaan dalam skripsi ini.
5.
Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara untuk segala jasa-jasanya selama masa perkuliahan.
6.
Kakak kandung peneliti, Lisa Medina SE,Msi dan Abang Kandung peneliti
Taufik Akbar Parluhutan SE,Msi dan juga abang ipar saya M. Ridho Tama
Lubis, SE. Terima kasih telah mendukung, memberikan semangat dan doa
kepada peneliti dalam pengerjaan skripsi ini.
7.
Sahabat-sahabat terbaik, Fira Mawaddah ,Sonia Nadia Aisyah, Yola Friliesty,
Achmed Kahfi, Arif Rahman, Puteri Mentari dan Alma Amanda Terima kasih
atas semua dukungan, semangat, doa, tenaga, waktu dan selalu bersama-sama
dalam suka maupun duka dalam menyelesaikan skripsi ini.
8.
Sahabat-sahabat terbaik sedari di SMA Negeri 2 Medan, Rosa Ahriska,
Nazlita Febrina, Syadzwina, Aulia Cardina,Ulfah Ganesha dan Sri Wulan
Astuti. Terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan kepada peneliti
dalam pengerjaan skripsi ini.
9.
Kakak dan abang senior dari Lucak-Lucak, Kak indit, Nurul, BgAfdal, Bg
Koko dan Bang ajo. Terima kasih telah memberikan arahan dan semangat
kepada peneliti dalam pengerjaan skripsi ini.
10. Terkhusus Sahabat Peneliti dari SMP Friyatna, Vita, Fira, Dian dan
NatamaTerima kasih atas arahan, dukungan, semangat, doa, tenaga dan waktu
yang diberikan kepada peneliti dalam pengerjaan skripsi ini.
Universitas Sumatera Utara
10
Akhir kata, peneliti berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua
pihak. Terima kasih.
Medan,September2018
Peneliti,
AnggitaRizki Defiani
140502131
Universitas Sumatera Utara
11
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ...............................................................................................
i
ABSTRACT .............................................................................................
ii
KATA PENGANTAR ............................................................................
iii
DAFTAR ISI ...........................................................................................
vi
DAFTAR TABEL ...................................................................................
viii
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................
ix
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................
x
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................
1
1.1
Latar Belakang ..............................................................
1
1.2
Perumusan Masalah ......................................................
8
1.3
Tujuan Penelitian ..........................................................
9
1.4
Manfaat penelitian .......................................................
9
TINJAUAN PUSTAKA .......................................................
11
2.1
Uraian Teoritis ..............................................................
11
2.1.1 Pengertian Pemasaran .......................................
11
2.1.2 Pengertian Bauran Pemasaran...........................
11
Harga ...........................................................................
11
2.2.1 Pengertian Harga ...............................................
11
2.2.2 Peranan Harga ...................................................
13
2.2.3 Tujuan Penetapan Harga ...................................
13
2.2.4 Indikator Harga .................................................
14
Kemasan .......................................................................
15
2.3.1 Pengertian Kemasan..........................................
15
BAB II
2.2
2.3
Universitas Sumatera Utara
12
2.3.2 Manfaat Kemasan .............................................
16
2.3.3 Fungsi Kemasan ................................................
17
2.3.4 Tujuan Kemasan ...............................................
18
2.3.5 Indikator Kemasan ............................................
19
Merek ...........................................................................
21
2.4.1 Pengertian Merek ..............................................
21
2.4.2 Pengertian Citra Merek .....................................
22
2.4.3 Indikator Citra Merek .......................................
22
Keputusan Pembelian Konsumen .................................
24
2.5.1 Proses pengambilan keputusan pembelian........
24
2.6
Penelitian Terdahulu .....................................................
26
2.7
Kerangka Konseptual ....................................................
28
2.8
Hipotesis .......................................................................
30
METODE PENELITIAN ....................................................
31
3.1
Jenis Penelitian .............................................................
31
3.2
Tempat dan Waktu Penelitian .......................................
31
3.3
Batasan Operasional .....................................................
31
3.4
Defenisi Operasional ....................................................
31
3.5
Skala Pengukuran Variabel...........................................
33
3.6
Populasi dan Sampel .....................................................
33
3.6.1 Populasi .............................................................
33
3.6.2 Sampel...............................................................
34
3.7
Jenis Data Penelitian .....................................................
35
3.8
Metode Pengumpulan Data...........................................
35
3.9
Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................
36
2.4
2.5
BAB III
Universitas Sumatera Utara
13
3.9.1 Uji Validitas ......................................................
36
3.9.2 Uji Reliabilitas ..................................................
37
3.10 Teknik Analisis Data ....................................................
38
3.10.1 Analisis Deskriptif ............................................
38
3.10.2 Analisis Regresi Linear Berganda ....................
38
3.11 Uji Asumsi Klasik.........................................................
39
3.12 Uji Hipotesis .................................................................
42
HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................
44
4.1
Gambaran Umum Perusahaan ......................................
44
4.1.1 Sejarah Perusahaan Silver Queen .....................
44
4.1.2 Visi dan Misi Tujuan Perusahaan .....................
47
Analisis Deskriptif ........................................................
49
4.2.1 Analisis Deskriptif Responden .........................
50
4.2.2 Analisis Deskriptif Variabel .............................
51
4.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda .....................
62
4.3
Uji Asumsi Klasik.........................................................
64
4.4
Pengujian Hipotesis ......................................................
69
4.5
Pembahasan ..................................................................
72
KESIMPULAN DAN SARAN ............................................
78
5.1
Kesimpulan ...................................................................
78
5.2
Saran .............................................................................
79
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................
81
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................
83
BAB IV
4.2
BAB V
Universitas Sumatera Utara
14
DAFTAR TABEL
No. Tabel
Judul
Halaman
Data Gross Profit Margin PT.PETRA FOOD dari tahun 2014 –
2016 ...............................................................................................
Tabel Wawancara ..........................................................................
Volume penjualan cokelat produk Silver Queen di kantin
Politeknik Negeri Medan ..............................................................
5
6
2.1
Ringkasan Penelitian Terdahulu ....................................................
27
3.1
Operasional Variabel Penelitian ....................................................
32
3.2
Instrumen Skala Likert ..................................................................
33
3.3
Uji Validitas ..................................................................................
37
3.4
Uji Realibilitas...............................................................................
38
4.1
Jenis jenis cokelat produk Silver Queen .......................................
48
4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk ...........................
51
4.3
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Harga (X1) ...
52
4.4
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kemasan
1.1
1.2
1.3
(X2) ...............................................................................................
4.5
55
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Citra Merek
(X3) ...............................................................................................
4.6
7
57
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian
(Y) .................................................................................................
60
4.7
Variables Entered ..........................................................................
69
4.8
Regresi Linier Berganda ................................................................
59
4.9
Uji Kolmogorov-Smirnov .............................................................
66
4.10
Uji Glejser .....................................................................................
67
4.11
Uji Multikolinearitas .....................................................................
68
4.12
Uji Secara Serempak (Uji F) .........................................................
69
Universitas Sumatera Utara
15
4.13
Uji Parsial (Uji t) ...........................................................................
70
4.14
Uji Koefisien Determinasi (R2) .....................................................
71
Universitas Sumatera Utara
16
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar
Judul
Halaman
2.1
Model Lima Tahap Proses Pembelian Konsumen ........................
25
2.2
Kerangka Konseptual ....................................................................
30
4.1
Histogram Uji Normalitas .............................................................
64
4.2
P-Plot Uji Normalitas ....................................................................
65
4.3
Scatterplot Uji Heteroskedastisitas................................................
67
Universitas Sumatera Utara
17
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran
Judul
Halaman
1.
2.
3.
Kuesioner ......................................................................................
Output Distribusi Jawaban Responden .........................................
Uji Validitas ..................................................................................
83
86
92
4.
Uji Realibilitas...............................................................................
92
5.
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...................
92
6.
Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk ...........................
92
7.
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Harga (X1) ...
93
8.
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kemasan
(X2) ...............................................................................................
9.
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Citra Merek
(X3)) ..............................................................................................
10.
93
93
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian
(Y) .................................................................................................
94
11.
Variables Entered ..........................................................................
94
12.
Regresi Linier Berganda ................................................................
94
13.
Histogram Uji Normalitas .............................................................
95
14.
P-Plot Uji Normalitas ....................................................................
95
15.
Uji Kolmogorov-Smirnov .............................................................
96
16.
Scatterplot Uji Heteroskedastisitas................................................
96
17.
Uji Glejser .....................................................................................
97
18.
Uji Multikolinearitas .....................................................................
97
19.
Uji Secara Serempak (Uji F) .........................................................
97
20.
Uji Parsial (Uji t) ...........................................................................
98
21.
Uji Koefisien Determinasi (R2) .....................................................
98
Universitas Sumatera Utara
18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan makanan dimulai sejak zaman prasejarah dahulu hingga
sekarang dimasa abad 21 ini. Dahulunya manusia mengkonsumsi makanan hanya
sebagai pemenuhan rasalapar saja dan memenuhi kebutuhan untuk melangsungkan
kehidupan.Cara mendapatkan nya pun sederhana, dengan cara memburu, memanah
dan mengumpulkan persediaan makanan dengan cara bercocok tanam. Lebih
tepatnya dengan cara-cara yang menyatu dengan alam. Seiring perkembangan
zaman dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang diiringi dengan
perkembangan pemikiran-pemikiran manusia, makanan bukanlah sesuatu hal yang
sederhana.
Dengan berjalan waktu diiringi dengan inovasi-inovasi teknologi, makanan
semakin beragam jenisnya. Mulai dari sifat, bentuk, rasa, bahkan tampilan yang
disajikan yang sangat beragam. Makanan menjadi sesuatu hal yang menarik dan
menjanjikan untuk digeluti dan diminati sebagai lahan bisnis, pekerjaan,
kreatifitasdan penelitian.
Dewasa ini, minat konsumen terhadap jenis makanan sangat beragam,
salah satunya dalam hal makanan ringan. Indonesia menjadi salah satu negara
dengan jumlah penduduk terpadat di dunia dengan berbagai macam profesi yang
digeluti masyarakatnya.
Universitas Sumatera Utara
19
Maka tak jarang profesi-profesi yang digeluti tersebut menyita waktu
seseorang dalam aktivitasnya dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan lama
atau tidaknya. Dengan demikian timbul suatu fenomena dikalangan para
penggelut profesi dalam menjalankan aktivitasnya bahwa terdapat aktivitas
selingan yang dapat menemani aktivitasnya yang biasa disebut dengan “ngemil”,
yaitu suatu aktivitas memakan makanan dengan jenis makanan ringan yang
dikenal dengan sebutan “cemilan” untuk menemani kegiatan yang sedang
dijalankan. Aktivitas ngemil ini sangat familiar dan digemari oleh seseorang saat
menjalankan profesinya.
Banyak jenis makanan ringan atau cemilan yang beredar dipasar
konsumen Indonesia, salah satunya yang sangat digemari masyarakat adalah
makanan ringan berupa cokelat dalam kemasanyang tak lain cokelat adalah
makanan yang di gemari semua masyarakat karena memakan sebuah cokelat bisa
membuat mood menjadi tenang dan senang . Beberapa produk cokelat dalam
kemasan yang telah beredar di pasar pada saat ini seperti Silver Queen, Fonnut,
Cadburry, Toblerone, Delfi,Dove dan lain-lain. Beberapa merek tersebut memiliki
perbedaan yang signifikan, mulai dari jenis produk, harga, kemasan, citra merek
dan kualitas yang dimiliki masing - masing produk. Hal yang perlu diperhatikan
oleh produsen makanan adalah bagaimana bisa membuat konsumen melakukan
proses pembelian terhadap produk tersebut maka menjadi gambaran bahwa
produsen dapat menguasai pasar sesuai yang ditawarkan.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:181) keputusan pembelian konsumen
adalah membeli merek yang paling disukai dari berbagai alternatif yang ada,
Universitas Sumatera Utara
20
tetapi
dua
faktor
bisa
berada
antara
niat
pembelian
dan
keputusan
pembelian.Menurut Mowen dan Minor (2002:6) keputusan pembelian konsumen
meliputi semua proses yang dilalui konsumen dalam mengenali masalah, mencari
solusi, mengevaluasi alternatif, dan memilih di antara pilihan-pilihan pembelian.
Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa untuk sampai ketahap keputusan
pembelian, diperlukan informasi yang lengkap dan menarik untuk merangsang
dan mempengaruhi keputusan konsumen. Tugas pemasar adalah menyediakan
informasi yang lengkap mengenai suatu produk sehingga konsumen mengetahui
manfaat serta hal-hal yang akan mereka peroleh dari suatu produk.Faktor-faktor
yang mempengaruhi keputusan pembelian diantaranya adalah harga, kemasan dan
citra merek yang menjadi faktor pertimbangan utama konsumen dalam membeli
dan menggunakan suatu produk.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:345) harga adalah sejumlah uang
yang ditagih atas sebuah produk atau jasa, atau sejumlah dari nilai yang
ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau
menggunakan suatu produk atau jasa
Dari segi harga Cokelat Silver Queen memiliki harga yang terjangkau
sesuai dengan rasa dan kualitas dibandingkan dengan cokelat produk lain nya .
Dengansemakin
banyaknya
merek
produk
yang
ditawarkan
di
pasar,
konsumenakan semakin sensitif terhadap perubahan harga dan cenderung beralih
ke merek lain yang menawarkan harga yang lebih murah. Dan cokelat Silver
Queen juga mempunyai variasi harga sesuai dengan bentuk dan cokelat apa yang
kita inginkan dari Silver Queen
Universitas Sumatera Utara
21
Kemasan melibatkan perancangan dan produksi wadah atau pembungkus
untuk sebuah produk. Pada dasarnya fungsi utama kemasan adalah menyimpan
dan melindungi produk. Namun pada saat ini, ada banyak faktor yang membuat
kemasan menjadi saran pemasaran penting. Kemasan yang didesain dengan buruk
akan menyebabkan konsumen tidak tertarik dan menyebabkan perusahaan
kehilangan penjualan. Sebaliknya, kemasan yang inovatif bisa memberi manfaat
kepada perusahaan melebihi pesaing dan mendorong penjualan.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:275) kemasan (packaging)
merupakan aktivitas merancang dan memproduksi wadah atau bungkus suatu
produk.Pengemasan (packaging) merupakan proses yang berkaitan dengan
perancangan dan pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper)
untuk suatu produk (Tjiptono, 2008:106).
Dari segi kemasan cokelat Silver Queen memiliki kualitas kemasan yang
sangat menarik dengan sampul kertas atau karton bergambar kacang mete dengan
warna bungkus yang cerah tersebut membuat konsumen tertarik ingin membeli
produk cokelat tersebut.kemasan dari cokelat Silver Queen banyak variasi juga
kemasan dari cokelat silver Queen terbuat dari bahan plastik
Faktor selanjutnya yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah Citra
Merek.Citra merek menurut Keller (2008:51) adalah persepsi konsumen tentang
suatu merek sebagai refleksi dari asosiasi merek yang ada pada pikiran konsumen.
Menurut Rangkuti (2004:43) Selain kemasan yang baik dan menarik citra merek
juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian dikarenakan selain sebagai
pembeda dan identititas sebuah produk ditengah banyaknya persaingan produk
Universitas Sumatera Utara
22
sejenis.
Cokelat Silver Queen menjadi citra merk yang sangat di kenali masyarakat
pada umum nya di karekan cokelat Silver Queen mempunyai rasa yang berbeda
dan enak untuk di makan.
Salah satu makanan ringan dengan jenis cokelat yang beredar di pasar
persaingan adalah Cokelat Silver Queen . Cokelat SilverQueen adalah salah satu
produk yang diproduksi oleh PT.Petra Food. Dan di perkenalkan pada tahun 1950
SilverQueen adalah cemilan berbentukcokelat batang berwarna cokelat
dan memiliki kacang mete di dalamnya. SilverQueen pada awalnya mempunyai
isian kacang mete . Namun seiring berjalannya waktu, SilverQueen berinovasi
dan hadir dalam berbagai rasa misalnya cokelat putih, cokelat rasa jerukdan
sebagainya. Silver Queen sangat populer di dunia. Bahkan efek kesuksesan Silver
Queen meluas di seluruh dunia.
Seiring dengan kesuksesan yang diraih oleh produk Silver Queen dapat
dilihat dari financial review PT.PETRA FOOD dalam 3 tahun belakangan dari
tahun (2014 s/d 2016)
Tabel 1.1
Data Gross Profit Margin PT.PETRA FOOD dari tahun 2014-2016
2014
2015
2016
(31,9%)
(29,8%)
(34,8%)
Sumber:www.pt.petrafood.com
Gross profit margin / margin laba kotor adalah rasio yang digunakan untuk
menghitung presentase kelebihan laba kotor terhadap penjualan dari financial
review PT.PETRA FOOD kita dapat melihat jumlah Gross Profit Margin
mengalami penurunan dari tahun 2014 ke 2015, namun peningkatan dari tahun
Universitas Sumatera Utara
23
2015 ke 2016 di tahun 2015 29,8% sedangkan di tahun 2016 34,8% hal ini
menunjukkan bahwa PT. PETRA FOOD dapat menjalankan produksi nya secara
efisien karena harga pokok penjualannya relatif lebih rendah jika dibandingkan
dengan penjualan, Semakin tinggi gross profit margin semakin baik operasi
perusahaannya. Pertumbuhan yang dicapai pada tahun 2016 dapat dikaitkan
dengan penjualan produk premium PT.PETRA FOOD yaitu cokelat Silver Queen
dan wafer Selamat .selain itu PT.PETRA FOOD melakukan investasi untuk
memperluas jaringan distribusi yang fleksibel dengan cepat untuk merespo pangsa
pasar berkembang di Indonesia .
Salah satu strategi untuk masuk dan memperluas pangsa pasar adalah
dengan membidik para mahasiswa politeknik negeri medan yang dilakukan oleh
perusahaan Silver Queen untuk dapat meningkatkan penjualannya yaitu dengan
melakukan inovasi yang berkelanjutan dengan cara mengembangkan berbagai
macam varian bentuk makanan ringan, seperti Bites, Chunkybar, Rock’R, caramel
dan masih banyak lagi yang dapat ditemukan ditoko-toko dan mini market . Hal
tersebut menggambarkan bahwa perusahaan Silver Queen berupaya agar dapat
meningkatkan kemasan dan citra merek produk tersebut. Karena, dengan
meningkatkan desain kemasan dan citra merek akan membantu produsen dalam
pemasarannya.
Peneliti telah melakukan wawancara pada bulan September kepada 30
orang mengenai Cokelat Silver Queen pada mahasiswa Politeknik Negeri Medan.
Hal tersebut dapat terlihat pada Tabel 1.2 berikut ini.
Universitas Sumatera Utara
24
Tabel 1.2
Tabel Wawancara
Keterangan
Jumlah
Silverqueen
18
Cadbury
5
Delfi
4
Tobleron
3
Total
30
Sumber: Hasil Wawancara (2017)
Dari Tabel 1.2terdapat 18 mahasiswa yang menyukai dan menggemari
cokelat Silver Queen. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Politeknik Negeri
Medan masih berminat untuk melakukan pembelian cokelat Silver Queen dan hal
tersebut menunjukkan potensi yang baik terhadap penjualan cokelat Silver Queen,
dikarenakan kantin Politeknik Negeri Medan yang sudah mulai menjual makanan
cemilan seperti cokelat Silver Queen. Berbagai macam pilihan pembelian varian
makanan yang tersedia di kantin Politeknik Negeri Medan membuat mahasiswa
cenderung membeli makanan cemilan untuk dikonsumsi diwaktu istirahat dan
merupakan makanan yang di gemari semua mahasiswa karena memakan sebuah
cokelat bisa membuat mood menjadi tenang dan senang.
Dibuktikan dengan pandangan para mahasiswa bahwasanya Silver
Queenmemiliki rasa yang lezat dengan bermacam varian rasa dibanding
denganpesaing.
Universitas Sumatera Utara
25
Tabel 1.3
Volume penjualan cokelat produk Silver Queen di kantin
Politeknik Negeri Medan
Keterangan
Jumlah /( pcs )
September 2017
120
Oktober 2017
160
November 2017
100
Desember 2017
145
Total
525
Sumber : Data Diolah 2017
Tabel berikut menunjukkan bahwa siswa - siswi masih berminat untuk
melakukan pembelian Cokelat Produk Silver Queen .keterangan tabel tersebut
menunjukkan potensi yang baik terhadap penjualan Cokelat produk Silver Queen
walaupun dari hasil penjualannya bisa dilihat cenderung fluktuatif. Hal ini
dikarenakan di kantin Politeknik yang sudah mulai menjual makanan pokok
seperti nasi dan sayur - sayuran, olahan mie instan, dan lain – lain. Minat pembelian
Mahasiswa Politeknik Negeri Medan terhadap produk makanan ringan sudah mulai
berkurang. Berbagai macam pilihan pembelian varian makanan yang tersedia di
kantin Politeknik Negeri Medan membuat Mahasiswa
cenderung membeli
makanan pokok seperti nasi dan sayur - sayuran untuk mengatasi masalah lapar
mereka ketika waktu istirahat tiba. Makanan ringan hanya dibeli ketika Mahasiswa
tidak ingin makan terlalu kenyang dan diwaktu selingan ketika proses belajar di
kampus.
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah tersaji diatas diiringi dengan
keadaan pasar yang selalu dinamis, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul “Pengaruh Harga, Kemasan, dan Citra Merek
Universitas Sumatera Utara
26
Terhadap Keputusan Pembelian Cokelat Silver Queen Studi Kasus Pada
Mahasiswa Politeknik Negeri Medan.”
1.2
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, perumusan masalah dalam penelitian
ini adalah:
1.
Apakah harga, kemasandan citra merek secara bersama-sama berpengaruh
terhadap keputusan pembelian Cokelat Silver Queen pada Mahasiswa
Politeknik Negeri Medan?
2.
Apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian Cokelat Silver
Queen pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan?
3.
Apakah kemasan berpengaruh terhadap keputusan pembelian Cokelat Silver
Queen pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan?
4.
Apakah citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian Cokelat
SilverQueen pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan?
1.3
1.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari harga, kemasan dan citra
merek terhadap keputusan pembelian cokelat Silver Queen pada Mahasiswa
Politeknik Negeri Medan.
2.
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari harga terhadap keputusan
pembelian cokelat Silver Queen pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan.
3.
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari kemasan terhadap
keputusan pembelian cokelat Silver Queen pada Mahasiswa Politeknik
Universitas Sumatera Utara
27
Negeri Medan.
4.
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari citra merek terhadap
keputusan pembelian cokelat Silver Queen pada Mahasiswa Politeknik
Negeri Medan.
1.4
Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah:
1.
Bagi perusahaan
Penelitian ini dapat diharapkan sebagai bahan masukkan dan pertimbangan
perusahaan untuk meningkatkan daya beli konsumen melalui variabelvariabel yang mempengaruhinya
2.
Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk melatih dan memperluas
wawasan peneliti pada bidang manajemen pemasaran kaitannya dengan
keputusan pembelian konsumen.
3.
Bagi Peneliti lain
Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang memfokuskan penelitian
tentang harga, kemasandan citra merek terhadap keputusan pembelian suatu
produk.
Universitas Sumatera Utara
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Uraian Teoritis
2.1.1 Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah suatu kegiatan bisnis yang merupakan usaha untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, organisasi maupun masyarakat
secara keseluruhan. Dengan adanya kebutuhan manusia yang harus dipenuhi,
maka perusahan akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan
penciptaan produk pemuas kebutuhan yang disalurkan kepada konsumen melalui
proses pemasaran.
Menurut Kotler dan Keller (2009:5)pemasaran adalah proses sosial yang
dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas
mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.
2.1.2 Pengertian Bauran Pemasaran
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:75) bauran pemasaran adalah
seperangkat alat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan
respon yang diinginkan pasar sasaran
2.2
Harga
2.2.1 Pengertian Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:345) harga adalah sejumlah uang
yang ditagih atas sebuah produk atau jasa, atau sejumlah dari nilai yang
11
Universitas Sumatera Utara
12
ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau
menggunakan suatu produk atau jasa.
Lee dan Johnson (2007:15) menyatakan harga merupakan nilai yang
dipertukarkan dengan produk-produk dalam sebuah transaksi pemasaran. Harga
merupakan sesuatu yang harus diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan
keunggulan yang ditawarkan oleh bauran pemasaran perusahaan.
Berdasarkan pengertian harga menurut para ahli diatas dapat di simpulkan
bahwa harga dalah nilai uang yang ditentukan secara global yang harus
dikeluarkan oleh seseorang untuk mendapatkan suatu produk atau pelayanan jasa
yang diinginkan.
Harga merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam
menentukan pangsa pasar dan keuntungan suatu perusahaan. Harga merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan para pembeli. Harga dapat
mendukung citra sebuah produk, merebut penjualan dari para pesaing, atau
mempengaruhi seseorang untuk mengubah waktu pemesanan mereka.
Harga dapat menunjukkan kualitas merek dari suatu produk, dimana
konsumen mempunyai anggapan bahwa harga yang mahal biasanya mempunyai
kualitas yang baik. Pada umumnya harga mempunyai pengaruh yang positif
dengan kualitas, semakin tinggi harga maka semakin tinggi kualitas.
Konsumen mempunyai anggapan adanya hubungan yang positif antara
harga dan kualitas suatu produk, maka mereka akan membandingkan antara
produk yang satu dengan produk yang lainnya, dan barulah konsumen mengambil
keputusan untuk membeli suatu produk.
Universitas Sumatera Utara
13
2.2.2 Peranan Harga
Menurut Tjiptono (2008:152) harga memiliki dua peranan utama dalam
proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu:
1.
Peranan alokasi dari harga, yaitu fungsi dari harga dalam membantu para
pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi
yang diharapkan berdasarkan daya belinya. Dengan demikian, adanya harga
dapat membantu para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan daya
belinya pada berbagai jenis barang dan jasa. Pembeli membandingkan harga
dari berbagai alternatif yang tersedia, kemudian memutuskan alokasi dana
yang dikehendaki.
2.
Peranan informasi dari harga, yaitu fungsi harga dalam mendidi’ konsumen
mengenai faktor-faktor produk, seperti kualitas. Hal ini terutama bermanfaat
dalam situasi di mana pembeli mengalami kesulitan untuk menilai faktor
produk atau manfaatnya secara objektif. Persepsi yang sering berlaku adalah
bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi.
2.2.3
Tujuan Penetapan Harga
Kebijakan harga diawali dengan mengembangkan penetapan tujuan harga.
Menurut Situmorang (2011:163) terdapat beberapa tujuan yang dapat digunakan
dalam penetapan harga:
1.
Tujuan berorientasi pada laba
Tujuan ini mengandung makna bahwa perusahaan akan mengabaikan harga
para pesaing. Pilihan ini cocok dalam tiga kondisi yaitu, tidak ada pesaing,
perusahaan beroperasi pada kapasitas maksimum, harga bukanlah merupakan
Universitas Sumatera Utara
14
atribut yang penting bagi pembeli.
2.
Tujuan berorientasi pada volume
Tujuan ini dilandaskan pada strategi mengalahkan pesaing. Pada tujuan ini
perusahaan akan melihat harga yang dipatok oleh kompetitor kemudian
menetapkan harga di atas atau di bawahnya
3.
Tujuan berorientasi pada citra (Image)
Dalam tujuan ini, perusahaan berusaha menghindari persaingan dengan jalan
melakukan diferensiasi produk atau melayani pasar khusus. Biasanya
perusahaan memiliki value tinggi akan menerapkan premium pricing.
4.
Tujuan stabilisasi harga
Tujuan ini dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan
hubungan yang stabil antara harga satu perusahaan dan harga pemimpin
industri.
5.
Tujuan-tujuan lainnya
Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing,
mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau
menghindari campur tangan pemerintah.
2.2.4 Indikator Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:345) harga adalah sejumlah uang
yang ditagih atas sebuah produk atau jasa, atau sejumlah dari nilai yang
ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau
menggunakan suatu produk atau jasa. Harga adalah satu-satunya elemen dalam
bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, selainnya melambangkan
Universitas Sumatera Utara
15
biaya. Harga menjadi salah satu elemen yang paling penting dalam menentukan
pangsa pasar dan keuntungan perusahaan. Harga erat kaitannya dengan kualitas
produk. Dalam penelitian ini menggunakan dimensi yang mencirikan harga yaitu
(Kotler dan Amstrong, 2008:346) :
1.
Harga Produk
a. Keterjangkauan harga
b. Kesesuaian harga dengan manfaat
2.
Harga Pesaing
a. Daya saing harga
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
2.3
Kemasan
2.3.1 Pengertian Kemasan
Kemasan (packaging) merupakan aktivitas merancang dan memproduksi
wadah atau bungkus suatu produk (Kotler dan Amstrong, 2008:275). Pengemasan
(packaging) merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan
pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk
(Tjiptono, 2008:106).
Menurut Rangkuti (2009:132), pengemasan adalah aktivitas merancang
dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Pengemasan meliputi
kegiatan, perlindungan, dan penambahan nilai sebuah produk. Pengemasan dapat
menjadi hal yang penting baik bagi penjual maupun konsumen (Canon dkk,
2009:306).
Kemasan melibatkan perancangan dan produksi wadah atau pembungkus
Universitas Sumatera Utara
16
untuk sebuah produk. Pada dasarnya fungsi utama kemasan adalah menyimpan
dan melindungi produk. Namun pada saat ini, ada banyak faktor yang membuat
kemasan menjadi saran pemasaran penting. Kemasan yang didesain dengan buruk
akan menyebabkan konsumen tidak tertarik dan menyebabkan perusahaan
kehilangan penjualan. Sebaliknya, kemasan yang inovatif bisa memberi manfaat
kepada perusahaan melebihi pesaing dan mendorong penjualan.
Jadi kemasan bertindak untuk membungkus, melindungi, mengirim,
mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi, dan membedakan sebuah produk di
pasar (Klimchuck dan Krasovec, 2007:40). Pada akhirnya kemasan bertindak
sebagai pemasaran produk dengan mengkomunikasikan kepribadian atau fungsi
produk konsumsi secara unik sehingga lebih mudah untuk diidentifikasi.
2.3.2 Manfaat Kemasan
Menurut Berkowitz et al dalam Tjiptono (2008:106), pemberian kemasan
kepada suatu produk bisa memberikan tiga manfaat utama, yaitu:
1.
Manfaat Komunikasi
Sebagai media pengungkapan informasi produk kepada konsumen. Informasi
tersebut meliputi cara mennggunakan produk, komposisi produk, dan
informasi khusus (efek sampingan, frekuensi pemakaian yang optimal, dan
sebagainya).
2.
Manfaat Fungsional
Kemasan seringkali memastikan peranan fungsional yang penting, seperti
memberikan kemudahan, perlindungan, dan penyimpanan.
3.
Manfaat Perseptual
Universitas Sumatera Utara
17
Kemasan juga bermanfaat dalam menanamkan persepsi tertentu dalam benak
konsumen.
2.3.3 Fungsi Kemasan
Kemasan memiliki fungsi yang sangat penting, Susilo (MIX edisi
November 2010) memberikan beberapa prinsip bagi perancang kemasan agar
memahami proses kemasan antara lain :
1.
Kemasan berfungsi sebagai informasi, sehingga desain kemasan harus jujur
dan memberikan informasi tentang produk. Artinya kemasan harus sesuai
dengan desain yang tertera pada kemasan dengan isinya.
2.
Kemasan memiliki fungsi sebagai pelindung produk serta memiliki fungsi
kepraktisan yang harus sesuai dengan pandangan konsumen.
3.
Kemasan memiliki fungsi branding/merek sebagai sarana komunikasi citra
dan posisi produk dipasar
Menurut Kotler dan Keller (2009:27) berbagai faktor berperan dalam
meningkatkan penggunaan kemasan sebagai alat pemasaran antara lain :
1.
Swalayan: Produk yang dijual di dalam swalayan jumlahnya sangat banyak,
konsumen pasti melewati berbagai merek produk, jenis produk, dan lain
sebagainya. Peran kemasan di sini harus menarik perhatian, menjelaskan
tampilan produk, memberikan keyakinan pada konsumen, dan menimbulkan
kesan yang menyenangkan.
2.
Kemampuan konsumen: Meningkatkan kemampuan konsumen berarti
konsumen bersedia membayar lebih banyak untuk kenyamanan, penampilan,
dan prestige dari kemasan yang lebih baik.
Universitas Sumatera Utara
18
3.
Citra Perusahaan dan Merek: Perusahaan mengakui kekuatan kemasan yang
terancang baik dalam menghasilkan pengakuan seketika atas perusahaan atau
merek.
4.
Kesempatan Inovasi: Pengemasan yang inovatif dapat memberikan manfaat
yang besar bagi konsumen dan laba bagi produsen.
2.3.4 Tujuan Kemasan
Menurut Klimchuck dan Krasovec (2007:49) kemasan memiliki tujuan :
1.
Menampilkan atribut unik sebuah produk
2.
Memperkuat penampilan estetika
3.
Mempertahankan keseragaman dan kesatuan merek produk
4.
Memperkuat perbedaan antara ragam produk dan lini produk
5.
Mengembangkan struktur inovatif untuk mengurangi biaya dan meningkatkan
fungsionalisme
Menurut Tjipto(2008:106) penggunaan kemasan mempunyai tujuan antara
lain:
1.
Sebagai pelindung isi (protection), misalnya dari kerusakan, kehilangan,
berkurangnya kadar/isi, dan sebagainya.
2.
Untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan (operating), misalnya
supaya tidak tumpah, sebagai alat pemegang, mudah menyemprotkannya
(seperti obat nyamuk, parfum), dan lain-lain.
3.
Bermanfaat dalam pemakaian ulang (reusable) misalnya untuk diisi kembali
(refill) atau untuk wadah lain.
4.
Memberi daya tarik (promotion), yaitu aspek artistik, warna, bentuk, maupun
Universitas Sumatera Utara
19
desainnya.
5.
Sebagai identitas (image) produk, misalnya berkesan kokoh, awet, lembut,
atau mewah.
6.
Distribusi (shipping), misalnya mudah disusun, dihitung, dan ditangani.
7.
Informasi (labeling), yaitu menyangkut isi, pemakaian, dan kualitas.
8.
Sebagai cermin inovasi produk, berkaitan dengan kemajuan teknologi dan
daur ulang.
2.3.5 Indikator Kemasan
Kemasan (packaging) merupakan aktivitas merancang dan memproduksi
wadah atau bungkus suatu produk (Kotler dan Amstrong, 2008:275). Kemasan
bertindak untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan,
mengidentifikasi, dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuck dan
Krasovec, 2007:40). Pada akhirnya kemasan bertindak sebagai pemasaran produk
dengan mengkomunikasikan kepribadian atau fungsi produk konsumsi secara unik
sehingga lebih mudah untuk diidentifikasi.
Susilo, (MIX edisi November 2010) mengemukakan 4 dimensi yang
digunakan untuk menilai kemasan antara lain :
1.
Portability artinya kemudahan konsumen dalam menggunakan produk dalam
kemasan itu kapan pun tanpa kesulitan. Indikator portability adalah:
a. Praktis dibawa
b. Mudah dibuka
c. ringan dibawa
d. Mudah dipegang
Universitas Sumatera Utara
20
2.
Memorable artinya mencakup kemudahan konsumen untuk mengingat visual
dari produk (warna, desain, dan bentuk kemasan) maupun penggunaannya.
Indikator memorable adalah:
a. Warna menarik
b. Desain Mudah diingat
c. Warna gambarkan rasa
d. Bentuk menarik
e. Desain Karakter ceria
3.
Easy to read artinya mudah dibaca mencakup cetakan huruf-huruf yang berisi
informasi di dalam kemasan yang dapat dibaca oleh konsumen. Indikator
easy to read adalah:
a. Tulisan dapat dibaca
b. Dapat dimengerti
c. Merek Berpengaruh
d. Informasi Komposisi
e. Kombinasi warna unik
4.
Visual Protection artinya melindungi produk yang dikemasnya yang
mencakup fungsi, bahan, serta struktur produknya. Indikator visual protection
adalah:
a. Isi tetap segar
b. Terlindung dari cuaca
c. Tidak mudah rusak
d. Terlindung dari bau
Universitas Sumatera Utara
21
2.4
Merek
2.4.1 Pengertian Merek
Secara umum, merek adalah salah satu atribut yang sangat penting dari
sebuah produk yang penggunaannya pada saat ini sudah sangat meluas karena
beberapa alasan, dimana merek suatu produk berarti memberikan nilai tambah
produk tersebut.
Definisi lain tentang merek dijelaskan oleh Kotler dan Amstrong
(2007:70) merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi
dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengenali produk atau jasa dari
seseorang atau penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Jadi,
merek mengidentifikasi pembuat atau penjual dari suatu produk. Merek juga
merupakan janji penjual untuk menyampaikan kumpulan sifat, manfaat, dan jasa
spesifik secara konsisten kepada pembeli. Merek dapat menyampaikan empat
tingkat arti:
1.
Atribut
Merek akan mengingatkan orang pada atribut tertentu. Misalnya, keawetan
dan sebagainya sehingga hal ini memberikan suatu landasan pemosisian bagi
atribut lain dari produk tersebut.
2.
Manfaat
Pelanggan tidak membeli atribut tetapi mereka membeli manfaat dari produk
tersebut. Oleh karena itu atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat
fungsional dan emosional.
3.
Nilai
Merek juga mencerminkan sesuatu mengenai nilai-nilai pembeli. Misalnya,
Universitas Sumatera Utara
22
saja menilai prestasi, keamanan dan prestie tinggi suatu produk.
4.
Kepribadian
Merek menggambarkan kepribadian. Merek akan menarik orang yang
gambaran sebenarnya dan citra dirinya cocok dengan citra merek.
2.4.2 Pengertian Citra Merek
Citra merek menurut Kotler dan Keller (2012:215) merupakan syarat dari
merek yang kuat dan citra adalah persepsi yang relatif konsisten dalam jangka
panjang. Jika konsumen mengingat suatu produk, tentu ada iklan yang membuat
konsumen mengingat produk tersebut.
Menurut Tjiptono (2009:49) citra merek adalah deskripsi tentang asosiasi
dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu. citra merek atau brand image
merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk
dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu.
2.4.3 Indikator Citra Merek
Citra merek memiliki beberapa indikator-indikator yang mencirikan citra
merek tersebut. Menurut Freddy Rangkuti (2009:44) Bahwa terdapat beberapa
indikator yang harus diperhatikan dalam membentuk sebuah citra merek, yaitu:
1.
Brand Loyalty (Kesetiaan Merek): menyangkut ukuran dari kesetiaan
pelanggan terhadap suatu merek yang bersangkutan.
2.
Affinity (Daya Tarik): semacam daya tarik yang mempunyai hubungan
emosional dengan konsumennya.
3.
Recognition (Reputasi): tingkat dikenalnya sebuah merek oleh konsumen.
Universitas Sumatera Utara
23
4.
Reputation (Reputasi): tingkat atau status yang cukup tinggi bagi sebuah
merek karena telah terbukti mempunyai “track record” yang baik.
Menurut Mohammad (2011:61) dikutip oleh Fitria indikator citra merek
yaitu:
1.
Product Image (Citra Produk): Sekumpulan asosiasi yang dipresepsikian
konsumen terhadap suatu barang atau jasa. Meliputi atribut dari produk,
manfaat bagi konsumen, serta jaminan.
2.
Corporate Image (Citra Pembuat): yaitu sekumpulan asosiasi yang
dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu barang
atau jasa. Citra pembuat meliputi: popularitas, kredibilitas, jaringan
perusahaan, serta pemakai itu sendiri/penggunanya.
3.
User Image (Citra Pemakai): sekumpulan asosiasi yang dipresepsikan
konsumen terhadap pemakai yang menggunakan suatu barang atau jasa.
Meliputi pemakaian itu sendiri/ penggunaannya.
Ada pun indikator menurut (Kotler dan Amstrong,2008:266)dan Kertajaya
(2014)
1.
Mudah Dikenali
Merek merupakan elemen kunci strategi perusahaan. Sebuah merek pada
hakikatnya merupakan janji pemasar untuk menyerahkan kinerja produk atau
jasa yang bisa diramal dimana merek adalah janji perusahaan untuk secara
konsisten memberikan features, benefits dan services kepada para pelanggan.
Janji inilah yang membuat masyarakat mengenal merek tersebut lebih dari
merek yang lain (Kotler dan Amstrong, 2008:266).
Universitas Sumatera Utara
24
2.
Selalu diingat
Untuk menjadi sukses dan menguntungkan, merek ahrus memiliki reputasi
positif, dimana merek yang sudah terkenal dan memiliki citra positif
seringkali menjadi andalan dalam menentukan nilai akhir atau kesuksesan
suatu produk (Kertajaya, 2004).
3.
Reputasi yang baik
Reputasi adalah persepsi agregat dari pihak luar pada karakteristik perusahaan
yang menonjol. Sebuah produk dengan merek yang disukai oleh konsumen akan
lebih mudah dijual dan sebuah produk dengan persepsi memiliki kualitas yang
tinggi akan mempunyai reputasi yang baik(Kertajaya, 2004:484).
2.5
Keputusan Pembelian Konsumen
Keputusan pembelian konsumen meliputi semua proses yang dilalui
konsumen dalam mengenali masalah, mencari solusi, mengevaluasi alternatif, dan
memilih di antara pilihan-pilihan pembelian mereka menurut Mowen dan Minor
(2002:6). Sedangkan menurut Kotler & Amstrong (2008:181) keputusan
pembelian konsumen adalah membeli merek yang paling disukai dari berbagai
alternatif yang ada, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan
keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain dan yang kedua
faktor situasional yang tidak diharapkan.
2.5.1 Proses pengambilan keputusan pembelian
Menurut Kotler dan Keller (2009:184), ketika membeli produk, secara
umum konsumen mengikuti proses pembelian konsumen seperti (1) pengenalan
Universitas Sumatera Utara
25
masalah, (2) pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan
pembelian, (5) perilaku pasca pembelian. Lima tahapan ini mewakili proses
secara umum yang menggerakkan konsumen dari pengenalan produk atau jasa
ke evaluasi pembelian. Proses ini adalah petunjuk untuk mempelajari bagaimana
konsumen membuat keputusan.
Pengenalan
Masalah
Pencarian
Informasi
Evaluasi
Alternatif
Keputusan
Pembelian
Perilaku
Pasca
Pembelian
Sumber: Kotler dan Keller (2009:185)
Gambar 2.1
Model Lima Tahap Proses Pembelian Konsumen
1.
Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu masalah atau
kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Dengan
rangsangan internal, salah satu dari kebutuhan normal seseorang seperti rasa
lapar, haus, seks-naik ke tingkat maksimum dan menjadi dorongan atau
kebutuhan bisa timbul akibat rangsangan eksternal
2.
Pencarian Informasi
Sumber informasi utama dimana konsumen dibagi menjadi empat kelompok:
a.
Pribadi. Keluarga, teman, tetangga, rekan.
b. Komersial.Iklan, situs web, wiraniaga, penyalur, kemasan, tampilan.
c. Publik. Media masa, organisasi pemeringkat konsumen.
d. Eksperimental. Penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk.
3.
Evaluasi Alternatif
Setelah mendapatkan informasi dan merancang sejumlah pertimbangan dari
Universitas Sumatera Utara
26
produk alternatif yang tersedia, konsumen siap untuk membuat suatu
keputusan. Konsumen akan menggunakan infomasi yang tersimpan di dalam
ingatan, ditambah dengan infomasi yang diperoleh dari luar membangun
suatu kriteria tertentu.
4.
Keputusan Pembelian
Dalam tahap evaluasi, konsumen preferensi antar merek dalam kumpulan
pilihan dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat membentuk
lima sub keputusan: merek (merek A), penyalur (penyalur 2), kuantitas (satu
komputer), waktu (akhir minggu), dan metode pembayaran (kartu kredit).
5.
Perilaku pasca pembelian
Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami konflik dikarenakan
melihat
fitur
mengkhawatirkan
tertentu
atau
mendengar
hal-hal
menyenangkan tentang merek lain dan waspada terhadap informasi yang
mendukung keputusannya. Kepuasan pascapembelian merupakan fungsi
kedekatan antara harapan dan kinerja anggapan produk. Jika kinerja tidak
memenuhi harapan, konsumen kecewa; jika memenuhi harapan konsumen
puas;
jika
melebihi
harapan,
konsumen
sangat
puas.
Tindakan
pascapembelian jika konsumen puas, mungkin ingin membeli produk itu
kembali.
2.6
Penelitian Terdahulu
Ada beberapa penelitian terdahulu yang dapat dijadikan sebagai acuann
dalam penelitian ini, antara lain
Universitas Sumatera Utara
27
Tabel 2.2
Ringkasan Penelitian Terdahulu
N
o
1
Peneliti
JudulPenelitian
Jayanti,
Ratna Dwi
dan
Mochammad
Zalaluddin
Zuhri (2017)
Analisi Pengaruh
Iklan dan Harga
Terhadap
Keputusan
Pembelian Teh
Pucuk Harum
Pada Konsumen
De Nala
Foodcourt
2
Ni’mah, Fuji
Nurrohmatin
Ulin
(2016)
Pengaruh Harga,
Promosi, Citra
Merek dan Viral
Marketing
terhadap
Keputusan
Pembelian (Studi
Produk Bakmi
Mewah di Kota
Semarang)
3
Tumulo,
Yuliana
Safitri
(2016)
Pengaruh Iklan,
Positioning Merek
Terhadap
Keputusan
Pembelian
Konsumen
Minuman CocaCola Pada
Indomaret JL.
Williem Iskandar
Medan
Karnawati,
4
Tin Agustina
5
Azhar,
M.Yusuf
Kualitas
Produk,Merek,Ke
( masan, dan Iklan
2 yang
0 mempengaruhi
1 Keputusan
5 Pembelian
) Minuman Teh
Pucuk Harum di
Malang
Pengaruh
Harga,Iklan dan
Variabel
Iklan dan
Harga
Metode
Analisis
Analisis
regresi linier
berganda
Keputusan
Pembelian
Harga,
Promosi,
Citra Merek
dan Viral
Marketing
Keputusan
Pembelian
Iklan dan
Positioning
Merek
Analisis
Regresi
Linier
Berganda
Analisis
regresi linier
berganda
Keputusan
Pembelian
Kualitas
Produk,Merek,
Kemasan dan
Iklan
Analisis
regresi linier
berganda
Keputusan
pembelian
Harga,Iklan
dan Citra
Analisis
regresi linier
Hasil Penelitian
Hasil Penelitian ini
mengungkapkan
bahwa terdapat
pengaruh secara
simultan maupun
parsial antara
variabel iklan dan
harga terhadap
keputusan produk
Teh Pucuk Harum
Pada Konsumen De
Nala Foodcourt
Jombang
Variabel Harga,
Citra merek dan
Viral Marketing
berpengaruh positif
dan signifikan,
namun promosi
tidak berpengaruh
positif dan
signifikan terhadap
keputusan
pembelian bakmi
mewah di Kota
Semarang
Hasil dari penelitian
ini adalah variabel
iklan dan
positioning merek
berpengaruh positif
dan signifikan
terhadap keputusan
pembelian
minuman coca-cola
pada indomaret
Jl.William Iskandar
Medan
Variabel kualitas
produk,merek,kema
san dan iklan
berpengaruh
signifikan terhadap
keputusan
pembelian baik
secara parsial dan
simultan terhadap
teh pucuk harum
Semua variabel
bebas yaitu
Universitas Sumatera Utara
28
(2014)
Citra Merek
Produk Minuman
Merek
berganda
harga,iklan,dan
citra merek
Lanjutan Tabel 2.1
6
7
8
2.7
Susi S
Sihombing
(2014)
Kalhoro,
Sabir Husein
(2012)
Rismawan,
Wildan
(2011)
Club Terhadap
Keputusan
Pembelian
Konsumen (Studi
Kasus Di Giant
Waru Sidoarjo
Keputusan
Pembelian
Pengaruh Harga,
Kemasan, dan
Iklan Terhadap
Keputusan
Pembelian Minute
Maid Pulpy
Orange Pada
Siswa SMA
Negeri 1 Medan
Harga,
Kemasan, dan
Iklan
Impact of Product
Price and Quality
on Custumer
Buying Behavior:
Evidence from
Pakistan
Harga Produk
dan Kualitas
Produk
Pengaruh
Celebrity
Endorser dan
Citra Merek
Terhadap
Keputusan
Pembelian Biskuit
Oreo pada Siswa
SMPN 29
Gegerkalong
Celebrity
Endorser dan
Citra Merek
Analisis
regresi linier
berganda
Keputusan
Pembelian
Analisis
Regresi
Perilaku
Membeli
Keputusan
Pembelian
Cross
Sectional
Method
berpengaruh secara
parsial terhadap
keputusan
pembelian pada
produk minuman
club studi kasus di
giant waru sidoarjo
Variable harga dan
iklan berpengaruh
positif dan tidak
signifikan terhadap
keputusan
pembelian, Variabel
kemasan
berpengaruh positif
dan signifikan
terhadap keputusan
pembelian
Ada hubungan
positif dan
signifikan
ditemukan diantara
kualitas produk
terhadap perilaku
pembelian
Adanya pengaruh
yang tidak terlalu
signifikan antara
Celebrity Endorser
dan Citra Merek
terhadap pembelian
biskuit Oreo
Kerangka Konseptual
Berdasarkan pada tinjauan pustaka tersebut dan juga penelitian terdahulu,
maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran dalam penelitian ini dengan
penjelasan dan gambaran sebagai berikut:
Kerangka konseptual adalah pondasi utama dimana sepenuhnya proyek
penelitian ditujukan, dimana hal ini merupakan jaringan hubungan antar variabel
yang secara logis diterangkan, dikembangkan dan dielaborasi dari perumusan
masalah yang telah diidentifikasi melalui proses wawancara, observasi dan survei
Universitas Sumatera Utara
29
literatur (Kuncoro, 2009:44).
Faktor-faktoryang
berpengaruh
keputusan
pembelian
konsumen
diantaranya adalah Harga.
Harga dapat menunjukkan kualitas merek dari suatu produk, dimana
konsumen mempunyai anggapan bahwa harga yang mahal biasanya mempunyai
kualitas yang baik. Pada umumnya harga mempunyai pengaruh yang positif
dengan kualitas, semakin tinggi harga maka semakin tinggi kualitas. Maka dari itu
penepatan harga suatu produk harus sesuai juga dengan kualitas yang ditawarkan
produk itu sendiri dalam hal mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Faktor selanjutnya yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah
kemasan. Kemasan menjelaskan segala sesuatu tentang produk sehingga berfungsi
sebagai alat untuk membangun image, karakter, meningkatkan brand awarness
serta sarana memperbesar pasar. Kemasan berperan efektif dalam keputusan
pembelian karena dapat membuat konsumen tertarik dan membeli produk.
Selanjutnyafaktor keputusan pembelian adalah Citra Merek bahwa citra
merek menjadi salah satu hal yang penting dalam pemasaran, beberapa merek
dalam produk sejenis tertentu memberikan kualitas yang berbeda bedadan hal
inilah yang menjadikan baik buruk nya persepsi konumen terhadap suatu merek
tertentu,semakin baik persepsi konsumen terhadap suatu merk makan semakin
menjadikan calon konsumen tertarik terhadap merek tersebut.sehingga merek
tersebut memiliki kualitas yang baik dan di percaya
Universitas Sumatera Utara
30
Harga
Keputusan
Pembelian
Kemasan
Citra Merek
Gambar 2.2
Kerangka Konseptual
2.8
Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban yang bersifat sementara terhadap rumusan
masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat tanya (Sugiyono,2010). Berdasarkan rumusan masalah dan
kerangka konseptual yang dikemukakan di atas, dapat dirumuskan hipotesis
sementara sebagai berikut :
1.
Harga, Kemasan, citra merek secara bersama-sama berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian Cokelat kemasan Silver Queen
pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan
2.
Harga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan
pembelian cokelat kemasan Silver Queen pada pada mahasiswa Politeknik
Negri Medan
3.
Kemasan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap
keputusan pembelian Cokelat Kemasan Silver Queen di Politeknik Negri
Medan
4.
Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap
Universitas Sumatera Utara
31
Keputusan pembelian Cokelat kemasan Silver Queen di Politeknik Negeri
Medan
Universitas Sumatera Utara
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Jenis Penelitian
Jenis
penelitian
ini
menggunakan
penelitian
asosiatif.
Menurut
Sugiyono(2012:10) Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih untuk mempelajari,
mendeskripsikan, dan melihat pengaruh antar variabel yang terumus pada
hipotesis penelitian.
3.2
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Medan Jalan Almamater No.
1 Padang Bulan Medan.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2018 sampai
dengan April 2018
3.3
Batasan Operasional
Batasan operasional dalam penelitian ini adalah:
1.
Variabel Independent (X) terdiri dariHarga (X1), Kemasan (X2) dan Citra
Merek (X3)
2.
3.4
Variabel Dependent (Y) yaitu Keputusan pembelian (Y)
Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional yaitu suatu definisi yang diberikan pada suatu
variabel dengan memberikan arti dari membenarkan kegiatan atau suatu
operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Definisi
operasional variabel dalam penelitian ini antara lain:
31
Universitas Sumatera Utara
32
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel
Definisi Operasional
Harga (X1)
Sejumlah uang yang di
tagih atas
pengkonsumsian
cokelat Silver Queen
Dimensi
1. Harga
Produk
2. Harga
Pesaing
Kemasan
(X2)
Citra
Merek (X3)
Keputusan
Pembelian
(Y)
Wadah atau bungkus
kemasan cokelat Silver
Queen serta label yang
menyertainya sehingga
mudah di kenali oleh
konsumen
Menggambarkan apa
yang konsumen
rasakan mengenai
Cokelat Silver Queen
ketika konsumen
memikirkan nya
proses penyelesaian
masalah yang terdiri
dari menganalisa atau
pengenalan kebutuhan
dan keinginan,
pencarian informasi,
penilaian sumbersumber seleksi
terhadap alternatif
pembelian, keputusan
pembelian, perilaku
setelah pembelian.
1. Portability
2. Memorable
Indikator
1. Harga
Terjangkau
2. Harga yang
ditawarkan
sesuai manfaat
1. perbandingan
harga dengan
kualitas produk
lain
2. harga yang
ditawarkan
sesuai dengan
kualitas
1. Ringan dibawa
2. Warna menarik
3. Easy to Read 3. Memberi
informasi produk
yang jelas
4. Visual
4. Isi tetap terjaga
Protection
1. Affinity
1. Reputasi yang
baik
2. Reputation
3. Recognation
1. Kesadaran
akan
kebutuhan
konsumen
2. Pencarian
Informatif
3. Evaluasi
Alternatif
4. Tindakan
Pembelian
Skala
Ukur
Likert
Likert
Likert
2. Mempunyai
Track
record
terbaik
3. Selalu di ingat
4. Mudah dikenali
1. Membeli produk
berdasarkan
kebutuhan
Likert
2. Melakukan
pencarian
informasi
sebelum
membeli produk
3. Mengevaluasi
berbagai
alternatif yang
tersedia
4. Menetapkan
pilihan pada
produk
Universitas Sumatera Utara
33
3.5
Skala Pengukuran Variabel
Sistem pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan
menggunakan Skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap,
pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial
(Situmorang & Lufti, 2012:6). Pada penelitian ini responden diharuskan memilih
salah satu jawaban yang tersedia, kemudian masing-masing diberi skor tertentu.
Total skor dihitung untuk kemudian menjadi ukuran posisi responden dalam Skala
Likert. Kriteria pengukuran untuk variabel X dan Y adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2
Instrument Skala Likert
No.
Skala Pengukuran
Bobot
1
Sangat Setuju
5
2
Setuju
4
3
Kurang Setuju
3
4
Tidak Setuju
2
5
Sangat Tidak Setuju
1
Sumber: Situmorang & Lutfi (2012:6)
3.6
Populasi dan Sampel
3.6.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2010:215) populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan maka yang menjadi
Universitas Sumatera Utara
34
populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Politeknik Negeri Medan yang
pernah mengkonsumsi Cokelat produk Silver Queen adalah 6150 orang dari
mahasiswa stambuk 2015-2017.
3.6.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2010:81). Sampel adalah suatu himpunan bagian dari
unit populasi (Kuncoro, 2009). Dalam penelitian ini sampel diambil dengan
rancangan sampel nonprobabilitas dengan teknik pengambilan accidental
sampling, yaitu teknik penentuan sampel dipilih cara acak atau tiba
tiba.Pengambilan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin
dan Sevila:
Keterangan :
n = jumlah sampel
N = jumlah seluruh total populasi
ɛ= batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Berdasarkan uraian yang telah di kemukakan maka jumlah responden yang
akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 98 orang yang pernah
Universitas Sumatera Utara
35
melakukan pembelian cokelat produk Silver Queen
Universitas Sumatera Utara
36
3.7
Jenis Data Penelitian
Jenis data yang digunakan peneliti untuk menganalisis masalah dan
menguji hipotesis, yaitu:
1.
Data Primer
Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden yang terpilih pada
lokasi penelitian. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan cara
memberikan kuesioner dengan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai
harga, kemasan dan citra merek terhadap cokelat Silver Queen.
2.
Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh melalui dokumen yang dipelajari melalui buku,
jurnal, majalah,dan internet untuk mendukung penelitian.
3.8
1.
Metode Pengumpulan Data
Kuesioner
Menyebarkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh mahasiswa Politeknik
Negeri Medan yang terpilih sebagai responden pada penelitian ini..
2.
Wawancara
Merupakan suatu jenis pengumpulan data dimana peneliti mengajukan
pertanyaan secara lisan kepada pihak organisasi untuk mendapatkan
informasi yang diperlukan.
3.
Studi Dokumentasi
Mengumpulkan data dari buku-buku, tulisan ilmiah, majalah dan internet
Universitas Sumatera Utara
37
yang memiliki relevansi dengan penelitian.
3.9
Uji Validitas dan Reliabilitas
3.9.1 Uji Validitas
Menurut Situmorang dan Lufti (2012:79) Validitas menunjukkan sejauh
mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Sekiranya peneliti
ingin mengukur kuesioner di dalam pengumpulan data penelitian, maka kuesioner
yang disusunnya harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Setelah kuesioner
tersebut tersusun dan teruji validitasnya, dalam praktek belum tentu data yang
terkumpulkan adalah data yang valid. Banyak hal-hal lain yang akan mengurangi
validitas data, misalnya apakah si pewawancara yang mengumpulkan data benarbenar mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan dalam kuesioner.
Untuk melihat validitas maka nilai Corrected Item-Total Correlation
dibandingkan dengan tabel r,misalkan untuk jumlah sampel 30, maka nilai r tabel
sebesar 0,361. Untuk itu nilai rhitung pada Corrected Item-Total
Correlationdibandingkan dengan tabel r(0,361), jika nilai Corrected Item-Total
Correlationlebih besar dari 0,361, maka butir dinyatakan valid. Begitu juga
sebaliknya (Situmorang & Lufti, 2014:79).
Uji validitas dilakukan sebagai ukuran apakah data yang telah di dapat
setelah penelitian merupakan data yang valid (data yang diperoleh melalui
kuesioner dapat menjawab tujuan penelitian) dengan alat ukur yang telah
disediakan (kuesioner). Uji validitas dan uji reabilitas dilakukan dilakukan dengan
menggunakan program SPSS versi 22 dan dilakukan pada mahasiswa Politeknik
Universitas Sumatera Utara
38
Negeri Medan stambuk 2015-2017 sebanyak 30 responden dan kuesioner terdiri
atas 16 butir pertanyaan yang menyangkut variabel bebas,yaitu harga,kemasan
dan citra merek serta variabel terikat adalah keputusan pembelian
Tabel 3.3
Uji Validitas
Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
Scale Variance
if Item Deleted
Corrected ItemTotal
Correlation
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
P1
61,0000
38,414
,828
,918
P2
61,0667
38,340
,675
,922
P3
61,1000
37,748
,857
,917
P4
61,1333
40,257
,537
,926
P5
60,9333
38,064
,819
,918
P6
61,0667
39,513
,648
,923
P7
60,9667
39,275
,671
,922
P8
61,0667
41,513
,498
,927
P9
61,0333
40,585
,533
,926
P10
61,1000
39,886
,723
,922
P11
61,3333
39,954
,501
,927
P12
61,1667
39,454
,513
,928
P13
60,9333
39,168
,744
,921
P14
61,1667
39,661
,534
,927
P15
60,9667
39,068
,632
,924
P16
60,9667
39,344
,661
,923
Sumber: Lampiran 3
Tabel 3.3 menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan adalah valid, yang
dapat dilihat dari r hitung yang lebih besar dari r tabel (0,361) pada setiap butir
Universitas Sumatera Utara
39
pertanyaan. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa 16 pertanyaan valid akan
digunakan untuk penelitian.
3.9.2 Uji Reliabilitas
Situmorang dan Lufti (2012:82) Reliabilitas adalah indeks yang
menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat
diandalkan. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang
sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur
tersebut reliabel. SPSS merupakan alat yang memiliki fungsi untuk mengukur
reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (α) suatu konstruk atau variabel
dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha> 0,60. Pengujian
dilakukan dengan menggunakan SPSS. Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan
valid dalam uji validitas ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:
1.
Jika nilai Cronbach Alpha > 0,80 maka dinyatakan reliabel.
2.
Jika nilai Cronbach Alpha < 0,80 maka dinyatakan tidak reliabel
Uji reliabilitas dilakukan kepada 30 orang di luar responden penelitian
pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan
Tabel 3.4
Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,928
16
Sumber :Lampiran 4
Universitas Sumatera Utara
40
Dari Tabel 3.4 dapat diketahui bahwa nilai Cronbach`s Alpha sebesar 0,923.
Dari hasil pengujian di atas maka nilai Cronbach Alpha > 0,80. Berdasarkan Tabel
Reliability Statistics diatas maka seluruh butir dinyatakan reliabel.
3.10 Teknik Analisis Data
3.10.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif yaitu suatu metode analisis dimana data-data yang
dikumpulkan, diklasifikasikan, dianalisis dan diintepretasikan secara objektif
sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai topik yang akan
dibahas.
3.10.2 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis linier berganda digunakan untuk mengetahui berapa besar
pengaruh variabel bebas (harga, kualitas produk dan citra merek) terhadap
variabel terikat (keputusan pembelian).
Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah :
Y = β0+ β1X1 + β2X2 + β3X3 + ɛ
Keterangan :
Y = Keputusan pembelian
Β0 = Konstanta
β1,β2,β3= Koefisien regresi berganda
Universitas Sumatera Utara
41
X1 = Harga
X2 = Kemasan
X3 = Citra Merek
ɛ = Standard error
3.11 Uji Asumsi Klasik
1.
Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel
pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui
bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi
normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid
untuk jumlah sampel kecil. Ada dua acara untuk mendeteksi apakah residual
berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.
(Ghozali, 2016:154).
a. Analisis Grafik
Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah
dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data
observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Namun
demikian hanya dengan melihat histogram hal ini dapat menyesatkan
khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode yang lebih handal
adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan
distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan
Universitas Sumatera Utara
42
membentuk satu garis lurus diagonal. Jika distribusi data residual normal,
maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti
garis diagonalnya.
b. Analisis Statistik
Uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan kalua tidak hati-hati
secara visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya.
Untuk itu uji grafik yang telah dilakukan dilengkapi dengan uji statistik
dengan menggunakan uji Kolmogorov -Smirnov (K-S). Uji K-S
dilakukan dengan menggunakan hipotesis:
H0: Data residual berdistribusi normal
Ha: Data residual tidak berdistribusi normal
Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat Asymp. Sig. (2-tailed).
Jika tingkat signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga dikatakan data residual
berdistribusi normal.
2.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan
yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengematan lain
tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteros
kedastisitas (Ghozali, 2016: 134).
Universitas Sumatera Utara
43
Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas
yaitu dengan melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variable terikat
(dependen). Selain itu dapat juga digunakan uji glejser. Uji glejser dilakukan
dengan meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen di atas
tingkat kepercayaan 5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak
mengandung adanya heteroskedastisitas.
3.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi
yang baik seharusnnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.
Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak
ortogonal.
Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas diantara variabel
indevenden dapat dilihat dari Tolerance dan nilai VIF. Kedua ukuran ini
menunjukan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh
variabel independen lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel
independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregres terhadap
variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel
independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen
lainnya. Jadi nilai Tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi
(karena VIF=1/Tolerance). Model regresi yang bebas dari multikolinearitas
adalah model yang memiliki nilai tolerance ≥ 0,1 atau nilai VIF < 10.
Sebaliknya, jika nilai Tolerance < 0,1 atau nilai VIF > 10, maka ada
Universitas Sumatera Utara
44
multikolinearitas di antara variabel independen.
3.12 Uji Hipotesis
Jika sebuah model regresi sudah memenuhi syarat asumsi klasik maka
akan digunakan untuk menganalisis, melalui pengujian hipotesis yaitu:
1.
Uji Signifikansi Serempak (Uji F)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikasi dari seluruh variabel
bebas secara bersama-sama atau secara Serempak terhadap variabel terikat.
Bentuk pengujiannya adalah:
H0: β1 = β2 = β3 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ha: Minimal satu β1 ≠ 0,artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan:
a. H0diterima jika Fhitung ≤ Ftabel pada α =5%
b. Haditolak jika Fhitung> Ftabel pada α = 5%
2.
Uji Signifikan Parsial (Uji t)
Uji Statistik-t dilakukan untuk melihat secara parsial (individual) bagaimana
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Model hipotesis yang
digunakan dalam Uji Statistik-t ini adalah:
H0 : βi ≤ 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan
Universitas Sumatera Utara
45
signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
H1 : βi > 0,artinya secaa parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan:
a. H0 diterima jika thitung≤ ttabel pada α = 5%
b. Ha ditolak jika thitung< ttabel pada α = 5%
3.
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi
variabel bebas (harga, kualitas produk, dan citra merek) terhadap variabel
terikat (keputusan pembelian). Jika nilai R2 mendekati satu (1) maka semakin
kuat pengaruhnya, sebaliknya jika mendekati nol (0) maka pengaruhnya
semakin lemah.
Universitas Sumatera Utara
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1 Sejarah Perusahaan Silver Queen
Silver Queen berasal dari perusahaan Ceres sebetulnya perusahaan tua
yang didirikan di Bandung, Jawa Barat, oleh orang Belanda, dengan nama NV
Ceres. Ketika Jepang menduduki Indonesia, pemilik Ceres pulang ke Belanda dan
menjualnya ke orang Indonesia dan berganti nama menjadai PT Ceres. Sejak
krisis moneter, Ceres berganti kepemilikan, kemudian statusnya berubah menjadi
PMA dengan induk perusahaan bernama PT. Petra Foods yang bermaskar di
Singapura, dan mayoritas sahamnya dikuasai keluarga Chuang. Sepak terjang
keluarga Chang di bisnis manisnya coklat ini sudah tak diragukan lagi.
BusinessWeek pernah menyebutnya sebagai pemain terbesar ketiga dunia untuk
pemasok cocoa ingredients, berada di belakang ADM (Archier Daniels Midland)
dan Cargill. “Kalau di Asia, kami yang terbesar,” kata Iramuliana Budiman,
Deputy Director PT. Nirwana Lestari, anak perusahan yang dijadikan keluarga
Chuang sebagai key succes membangun kekuatan distribusi.
Kalangan mancanegara lebih mengenal bisnis keluarga dari Garut ini
dengan bendera Petra Foods ketimbang Ceres. Itu perusahaan yang mula-mula
dibesut M.C. Chuang – di Indonesia sendiri, mereka sering disebut Grup Ceres.
Petra Foods didirikan anak sulung M.C. Chuang, John Chuang pada tahun 1984.
44
Universitas Sumatera Utara
45
Pada tahun 2004, perusahaan ini terdaftar di bursa Singapura dan langsung
menyabet penghargaan sebagai pendatang terbaik. Sebagai pemain cokelat, kiprah
Petra Foods sungguh mengagumkan.
Lewat General Food Industries menyasar bisnis konsumer berbasis
cokelat. Jajaran produknya telah dipasarkan ke 17 negara. Merek-merek utamanya
antara lain Ceres, Silver Queen, Cha-cha, Delfi, Selamat, Take-It, Top dan Tulip.
Di Indonesia merek-merek itu pun tak asing. Silver Queen misalnya, dari
hasil studi berbagai lembaga riset pemasaran, merupakan pemimpin pasar di
segmen cokelat batangan. Demikian pula Top, Cha-Cha, Delfi dan meises Ceres.
Ditaksir, keluarga Chuang menguasai 60% pasar cokelat bermerek Indonesia.
“Proporsi kontribusi bisnis pengolahan kakao sebesar 70%, dan dari bisnis cokelat
konsumer 30%,” Ira menerangkan. Di tanah Garut, bisnis keluarga Chuang
bermula dari NV Ceres, perusahaan yang didirikan orang Belanda pada masa
kolonial. Saat Jepang menguasai Indonesia, Ceres dijual dan akhirnya dibeli M.C.
Chuang. Setelah itu, diubah menjadi perseroan terbatas, PT Perusahaan Industri
Ceres. Status PT, seperti dikatakan Cynthia, mulai disandang pada 20 Januari
1950.
Sejak mengelola Ceres, M.C. Chuang sudah dikenal sebagai ahli cokelat
sehingga kabarnya Presiden Soekarno pun kalau memesan cokelat selalu buatan
Ceres. Saat Konferensi Asia-Afrika 1955, Chuang yang mendapat order cokelat
untuk acara akbar itu memindahkan usahanya dari Garut ke Bandung.Memadukan
kerja keras dan harmoni dengan lingkungan (anak buah serta tetangga di sekitar
Universitas Sumatera Utara
46
usahanya), bisnis Chuang terus berkembang. Pada 25 April 1968 dia menambah
lini bisnisnya, bidang industri pengolahan kakao, dengan bendera PT General
Food Industries. Bisnis cokelat Chuang makin melaju setelah putra-putranya yang
lulusan MBA dari sekolah bisnis di luar negeri ikut bergabung.
Tahun 1984 John Chuang mendirikan Petra Foods di Singapura, yang
kelak dijadikan perusahaan pemasaran dan distribusi untuk mengetuk pintu ekspor
sekaligus menjadi holding company. Sementara tahun 1986, Joseph Chuang, adik
John, mendirikan PT Nirwana Lestari di Indonesia yang kemudian menjadi key
success pemasaran produk-produk Grup Ceres di Indonesia.
Dalam perjalanan bisnis keluarga Chuang, kiprah Nirwana perlu mendapat
sorotan khusus. Itu karena memang menjadi salah satu kunci perkembangan bisnis
kerajaan cokelat ini. Sejak awal Nirwana didirikan untuk menggarap gerai modern
yang dipandang akan berkembang.
Waktu itu belum ada pemain distribusi yang fokus di gerai modern. Lewat
Nirwana, keluarga Chuang sengaja membangun kekuatan distribusi yang
menyasar gerai modern ini, khususnya untuk produk-produk berbasis cokelat yang
butuh alat pendingin. Dengan keseriusannya, Nirwana terus merangsek ke pasar
modern.
Meraih omset tahunan triliunan dari bisnis cokelat dan kakao tentu saja hal
yang menarik dan pasti tak mudah diraih. Apalagi, di bisnis ini rata-rata
pemainnya sudah kawakan. Distribusi yang kuat memang menjadi kunci sukses
keluarga Chuang. Namun, mereka juga memiliki kunci-kunci sukses lainnya. Apa
Universitas Sumatera Utara
47
saja?.
Tapi, menurut William, biji kakao Indonesia memiliki keunggulan yaitu
lebih banyak kandungan coklatnya ketimbang negara lain yang banyak
minyaknya. Makanya jika diperhatikan coklat produk luar lebih cepat lumer
ketimbang buatan Indonesia.Meises Ceres, misalnya. Cocoa butter dalam meises
Ceres memiliki banyak kelebihan. Fat-nya stabil, tidak mudah rusak, dan suhunya
sedikit di bawah tubuh. Bila meises ini dimakan, akan langsung meleleh di bibir.
Rasanya pun benar-benar cokelat, tidak seperti lilin. Di pasar, produk-produk ini
kemudian dilabeli dengan harga di atas para pesaingnya untuk menunjukkan
kualitasnya yang berbeda.Selain kemampuan membuat produk yang bagus, grup
ini pun tekun dan konsisten membangun pasar. Konsistensi mereka tampak dari
cara mereka menangani Silver Queen di Indonesia. Merek ini telah dipasarkan
sejak zaman M.C. Chuang, tahun 1950-an. Dan dari awal rutin dipromosikan di
berbagai media.
Produk ini juga merupakan cokelat pertama yang diiklankan di televisi
Indonesia. Dengan mengusung citra “Santai belum lengkap tanpa Silver Queen”,
sejak 1999 mereka memberikan pula aneka gimmick ke konsumennya. Hadiah
liburan santai ke Eropa, liburan domestik, dan hadiah-hadiah langsung lainnya.
Saking kuatnya di Indonesia, banyak yang mengira Silver Queen produk asing.
Keunggulan ini ditambah kekuatan distribusi mereka di gerai modern
(30%) yang dikoordinasi PT Nirwana Lestari dan di pasar tradisional (70%) yang
digarap PT Ceres. Dari sisi pemasaran, Chuang sukses karena piawai memisahkan
Universitas Sumatera Utara
48
penanganan pemasaran produk ingredient dan produk consumer branded. Itu
karena karakter pelanggannya berbeda sehingga cara-cara pemasarannya pun
berbeda.
4.1.2 Visi Misi dan Tujuan Perusahaan :
1.
Visi:
Visi dari PT.Petra Food yaitu menjadi perusahaan yang memperhatikan
jaminanmutu sebagai prioritas utama dengan menjalankan prinsip-prinsip
aman, sehat,utuh dan halal, menjadi perusahaan yang selalu konsisten,
efisien, produktif daninovatif, menjadi perusahaan yang ikut tumbuh
bersama konsumen demikesejahteraan bersama.
2.
Misi :
Menyelenggarakan usaha dibidang pengolahan makanan yaitu industry
coklat olahan lanjut (further chocolate process) dan memberdayakan sumber
dayamanusia untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian..
3.
TujuanPerusahaan :
a. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan coklat
berkualitas
tinggi,menyerap tenaga kerja dari daerah sekitar,maupun luar daerah
sekitar, sehingga dapat membantu mengurangi pengangguran dan
meningkatkan taraf hidup tenaga kerja .
b. Memproduksi coklat yang berkualitas tinggi hingga ditinjau dari sudut
ekonomi perusahaan dapat memuaskan.
Universitas Sumatera Utara
49
Tabel 4.1
Jenis jenis cokelat produk Silver Queen
Cokelat Almond Cashew
Cokelat Chunky Bar Strawberry
Coklat Cashew Silver Queen
Dark cokelat
Cokelat Silver Queen Cokelat Putih
Universitas Sumatera Utara
50
Lanjutan Tabel 4.1
Silver Queen O’Nuts
Silver Queen Bites
Silver Queen Montes
Silver Queen Rock n Roll (Dark
Cokelat)
Silver Queen chunky bar jeruk
Silver Queen Fruit and Nut
Sumber: www.pt.petrafood.com
4.2
Analisis Deskriptif
Analisis Deskriptif dalam penelitian adalah untuk merumuskan dan
Universitas Sumatera Utara
51
menginterpretasikan hasil penelitian berupa identitas responden dan deskriptif
variabel. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner yang
dibagikan ke 98 responden, dimana responden yang menjawab kuesioner ini
adalah Mahasiswa Politeknik Negeri Medan pada stambuk 2015-2017. Kuesioner
berisikan 16 butir pertanyaan yang terdiri dari 4 butir pertanyaan untuk variabel
bebas X1 (harga), 4 butir pertanyaan untuk variabel bebas X2 (kemasan), 4 butir
pertanyaan untuk variabel bebas X3 (citra merek)dan 4 butir pertanyaan untuk
variabel terikat Y (keputusan pembelian).
4.2.1 Analisis Deskriptif Responden
1.
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Program Studi
Jumlah (orang)
Persentase
Laki-Laki
41
41.84%
Perempuan
57
58.15%
Jumlah
98
100%
Sumber: Lampiran 5
Pada Tabel 4.1 diatas dapat dilihat bahwa dari 98 responden, sebanyak 41
(41.84%) orang merupakan mahasiswa dari Politeknik Negeri Medan yang
berjenis kelamin Laki laki dan 57 (58.15%) orang merupakan mahasiswa
dari politeknik Negeri Medan yang berjenis kelamin Perempuan . Dapat
disimpulkan bahwa konsumen terbanyak yang pernah membeli dan
mengkonsumsi cokelatbatangan merek Silver Queen adalah Mahasiswa
Universitas Sumatera Utara
52
Politeknik Negeri Medan yang berjenis kelamin Perempuan.
2. Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk
Stambuk
Jumlah (orang)
Persentase
2015
37
37.76%
2016
30
30.61%
2017
31
31.63%
Jumlah
98
100%
Sumber:Lampiran 6
Pada Tabel 4.2 diatas dapat dilihat bahwa Mahasiswa Politeknik Negeri
Medan stambuk 2015yang Mengkonsumsi cokelat Silver Queen sebanyak 37
(37.76%) orang. stambuk 2016 sebanyak 30 (30.61%) orang, stambuk 2017
sebanyak 31 (31.63%) orang. Dari Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa
mahasiswa stambuk 2015 lebih banyak mengkonsumsi cokelat Silver Queen
sebanyak 37 (37.76%) orang, sedangkan mahasiswa Politeknik Negeri Medan
stambuk 2016 jauh lebih sedikit yang mengkonsumsi cokelat Silver Queen
sebanyak 30 orang atau sekitar (30.61%).
4.2.2 Analisis Deskriptif Variabel
1.
Frekuensi Jawaban Responden Variabel Harga (X1)
Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada responden, maka jawaban
responden atas variabel harga (X1) dapat dideskripsikan pada Tabel 4.3
berikut ini:
Universitas Sumatera Utara
53
Tabel 4.3
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Harga (X1)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F %
Harga Terjangkau
2
2,0%
55
56,1%
38
38,8%
3
3,1%
0
0
98
Harga sesuai
manfaat
2
2,0%
63
64,3%
30
30,6%
3
3,1%
0
0
98
Perbandingan
harga dengan
produk lain
1
1,0%
56
57,1%
38
38,8%
3
3,1%
0
0
98
Harga yang
ditawarkan sesuai
dengan kualitas
16
16,3%
56
57,1%
24
24,5%
2
2,0%
0
0
98
Sumber Lampiran 7
Dari Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa:
a. Pada pernyataan butir 1, dari 98 responden terdapat 2 (2,0%) responden
yang menyatakan sangat setuju bahwa cokelat dari Silver Queen
memiliki harga yang terjangkau , 55 (56,1%) responden menyatakan
setuju, 38 (38,8%) responden menyatakan kurang setuju, 3 (3,1%)
responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden menyatakan
sangat tidak setuju dan 0(0%) responden menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa sebanyak 55 (56,1%)
responden menyatakan setuju bahwa cokelat Silver Queen memili harga
yag terjangkau. Namun, ada juga responden yang menyatakan kurang
setuju dan tidak setuju bahwacokelat Silver Queen memiliki harga yang
terjangkaukarena ada responden atau mahasiswa Politeknik Negeri
Medan yang beranggapan bahwa harga cokelat Silver Queen cukup
Universitas Sumatera Utara
54
mahal di bandingkan dengan cokelat produk lain. Karena, masih ada
merek cokelat lain yang memiliki rasa yang sama tetapi harga yang
cukup terjangkau. Sehingga di sarankan untuk PT.Petra Food
menyesuaikan harga nya dengan kualitas produk tersebut.
b. Pada pernyataan butir 2, dari 98 responden terdapat 2 (2,0%) responden
yang menyatakan sangat setuju bahwa cokelat Silver Queen memiliki
harga yang sesuai dengan manfaat 63 (64,3%) responden menyatakan
setuju, 30 (30,6%) responden menyatakan kurang setuju, 3 (3,1%)
responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden menyatakan
sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa
sebanyak 63 (64,3%) responden menyatakan setuju bahwa cokelat Silver
Queen memiliki harga yang sesuai dengan manfaat Namun, ada juga 30
(30,6%) responden yang menyatakan kurang setuju bahwa cokelat Silver
Queen memiliki harga yang sesuai dengan mafaat dikarenakan semua
jenis cokelat mempunyai rasa yang sama.
c. Pada pernyataan butir 3, dari 98 responden terdapat 1 (1,0%) responden
yang menyatakan sangat setuju bahwa cokelat Silver Queen memiliki
perbandingan harga dengan produk lain , 56 (57,1%) responden
menyatakan setuju, 38 (38,8%) responden menyatakan kurang setuju, 3
(3,1%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden
menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat
bahwa sebanyak 56 (57,1%) responden menyatakan setuju bahwa cokelat
merek Silver Queen memiliki perbandingan harga dengan produk lain .
Universitas Sumatera Utara
55
Namun, ada juga responden yang menyatakan kurang setuju dikarenakan
ada juga cokelat yang memiliki harga terjangkau dan murah. Hal tersebut
juga menjadi masukan untuk perusahaan PT.Petra Food
semakin
memperhatikan harga produk tersebut yang bervariasi dan memberikan
inovasi agar konsumen semakin tertarik mengkonsumsi cokelat Silver
Queen .
d. Pada pernyataan butir 4, dari 98 responden terdapat 16 (16,3%) responden
yang menyatakan sangat setuju bahwa Cokelat Silver Queen memiliki
harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas
,
56
(57,1%)
responden menyatakan setuju, 24 (24,5%) responden menyatakan kurang
setuju, 2 (2,0%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%)
responden menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil tersebut
dapat dilihat bahwa sebanyak 56 (57,1%) responden menyatakan setuju
cokelat merek Silver Queen memiliki harga yang di tawaran sesuai
dengan kualitas . Namun, ada juga responden yang menyatakan kurang
setuju bahwa cokelat merek Silver Queen memiliki
harga yang
ditawarkan sesuai dengan kualitas. Hal tersebut bisa menjadi masukkan
dari perusahaan PT.Petra Food agar meningkat kan lagi kualitas dari
cokelat tersebut atau dengan alternatif lain dengan menurunkan harga
cokelat Silver Queen
2.
Frekuensi Jawaban Responden Variabel Kemasan (X2)
Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada responden, maka jawaban
responden atas variabel kemasan (X2) dapat dideskripsikan pada Tabel
Universitas Sumatera Utara
56
4.4berikut ini
Tabel 4.4
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kemasan (X2)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
Ringan dibawa
1
1,0%
62
63,3%
30
30,6%
5
5,1%
0
0
98
Warna menarik
12
12,2%
54
55,1%
26
26,5%
6
6,1%
0
0
98
Memberi informasi
yang jelas
10
10,2%
61
62,2%
20
20,4%
7 7,1%
0
0
98
Isi tetap terjaga
dengan baik
8
8,2%
52
53,1%
34
34,7%
4 4,1%
0
0
98
Sumber Lampiran 8
Dari Tabel 4.4 dapat di lihat bahwa:
a. Pada pernyataan butir 1, dari 98 responden terdapat 1 (1,0%) responden
menyatakan sangat setuju bahwa kemasan cokelat Silver Queen Ringan
di bawa, 62(63,3%) responden menyatakan setuju, 30 (30,6%) responden
menyatakan kurang setuju, 5 (5,1%) responden menyatakan tidak setuju
dan 0 (0%) responden menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil
tersebut bahwa dapat dilihat 62(63,3%) responden menyatakan setuju
bahwa cokelat Silver Queen ringan di bawa. Namun, ada juga responden
yang kurang setuju dan tidak setuju bahwa cokelat Silver Queen ringan di
bawa dengan alasan karena bentuk kemasan dari cokelat Silver Queen
memanjang dan tinggi sehingga sedikit sulit untuk di masukin ke saku
celana dan memegang cokelat tersebut. Saran untuk PT.Petra Food
adalah dengan mendesign coklat kemasan Silver Queen dengan baik agar
Universitas Sumatera Utara
57
konsumen mudah untuk membawa nya
b. Pada pernyataan butir 2, dari 98 responden terdapat 12 (12,2%) responden
menyatakan setuju bahwa cokelat Silver Queen memiliki kemasan warna
yang menarik. 54 (55,1%) responden menyatakan setuju, 26 (26,5%)
responden menyatakan kurang setuju, 6 (6,1%) menyatakan tidak setuju
dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil tersebut
dapat dilihat bahwa kebanyakan responden setuju 54(55,1%)
bahwa
cokelat Silver Queen memiliki warna yang menarik tetapi ada juga
responden yang kurang setuju sehingga ini menjadi masukan agar
perusahaan PT.Petra Food membuat kemasan tersebut lebih menarik lagi
agar menarik perhatian para konsumen
c. Pada butir 3, dari 98 responden terdapat 10 (10,2%) responden
menyatakan setuju bahwa cokelat Silver Queen memberikan Informasi
yang jelas. 61(62,2%) responden menyatakan setuju, 20 (20,4%)
responden menyatakan kurang setuju, 7(7,1%) responden menyatakan
tidak setuju dan 0 (0%) responden menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa 61(62,2%) responden
menyatakan bahwa cokelat Silver Queen memberikan informasi yang
jelas. Namun, terdapat juga responden yang kurang setuju sehingga
menjadi bahan masukan untuk perusahaan PT.Petra Food agar
memberikan informasi yang jelas terhadap kemasan cokelat Silver Queen
d. Pada pertanyaan butir 4, dari 98 responden terdapat 8(8,2%) responden
menyatakan sangat setuju bahwa di dalam cokelat Silver Queen isi tetap
Universitas Sumatera Utara
58
terjaga dengan baik, 52 (53,1%) responden menyatakan setuju,
34(34,7%) responden menyatakan kurang setuju, 4 (4,1%) responden
menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju
dengan alasan nya adalah tidak bisa terkena udara yang panas atau sinar
matahari di karekan cokelat tersebut mudah meleleh dan lumer sehingga
ini menjadi masukkan untuk perusahaan PT.Petra Food agar membuat
kemasan cokelat Silver Queen lebih teliti lagi dan tertutup dengan baik
sehingga isi dalam cokelat tersebut terjaga dengan baik
3.
Frekuensi Jawaban Responden Variabel Citra Merek (X3)
Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada responden, maka jawaban
responden atas variabel citra merek (X3) dapat dideskripsikan pada Tabel 4.5
berikut ini
Tabel 4.5
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Citra Merek (X3)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F %
Reputasi yang
baik
8
8,2%
59
60,2%
28
28,6%
3
3,1%
0
0
98
Mempunyai track
record terbaik
15
15,3%
57
58,2%
24
24,5%
2
2,0%
0
0
98
Mudah dikenali
8
8,2%
54
55,1%
29
29,6%
7
7,1%
0
0
98
Mudah diingat
6
6,1%
45
45,9%
40
40,8%
7
7,1%
0
0
98
Sumber Lampiran 9
Dari tabel 4.5 dapat di lihat bahwa :
a. pada pernyataan butir 1, dari 98 responden terdapat 8 (8,2%) responden
Universitas Sumatera Utara
59
yang menyatakan sangat setuju bahwa cokelat Silver Queen memiliki
reputasi yang baik , 59 (60,2%) responden menyatakan setuju, 28
(28,6%) responden menyatakan kurang setuju dan 0 (0%) responden
menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan hasil tersebut sebagian responden menyatakan setuju 59
(60,2%) cokelat merek Silver Queen memiliki reputasi yang baik.
Namun, ada pula responden yang kurang setuju dan tidak setuju dengan
pernyataan tersebut. Hal tersebut juga menjadi masukan perusahaan
PT.Petra Food agar lebih memperhatikan hal yang menjadikan cokelat
Silver Queen kurang memiliki reputasi yang baik bagi konsumen nya
b. Pada pernyataan butir 2, dari 98 responden terdapat 15 (15,3%) responden
yang menyatakan sangat setuju bahwa akan membeli cokelat Silver
Queen karena memiliki track record yang baik, 57 (58,2%) responden
menyatakan setuju, 24 (24,5%) responden menyatakan kurang setuju,
2(2,0%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden
menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan lebih
banyak responden yang setuju 57(58,2%) bahwa akan membeli cokelat
Silver Queen karena memiliki track record terbaik. Namun ada juga
responden yang menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Hal tersebut
juga bisa menjadi masukan bagi perusahaan PT.Petra Food agar lebih
meningkatkan track record yang baik pada produknya
c. pada pernyataan butir 3, dari 98 responden terdapat 8 (8,2%) responden
menyatakan sangat setuju merek cokelat Silver Queen mudah di kenali
Universitas Sumatera Utara
60
ketika melihat bungkus kemasan cokelat Silver Queen dengan gambar
kacang mete di kemasan tersebut. 54 (55,1%) responden menyatakan
setuju, 29(29,6%) responden menyatakan kurang setuju, 7(7,1%)
responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden menyatakan
sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil tersebut lebih banyak responden
yang menyatakan setuju merek dari cokelat Silver Queen mudah dikenali
konsumen ketika melihat bungkus kemasan cokelat dengan gambar
kacang mete. Namunn, adapula responden yang menyatakan kurang
setuju dengan pernyataan tersebut
d. d.pada pernyataan butir 4 dari 98 responden terdapat 6 (6,1%) responden
yang menyatakan sangat setuju cokelat merek Silver Queen mudah di
ingat karena ketika ingin membeli cokelat batangan yang teringat adalah
Silver Queen karna mempunyai rasa yang lezat . 45 (45,9%) responden
menyatakan setuju, 40 (40,8%) responden menyatakan kurang setuju, 7
(7,1%) responden menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) responden
menyatakan sangat kurang setuju. Berdasarkan hasil tersebut lebih
banyak responden yang menyatakan kurang setuju bahwa cokelat Silver
Queen adalah cokelat yang mudah di ingat. Di karenakan semakin
banyak cokelat produk yang lain yang hampir menyerupakan Silver
Queen dengan rasa yang sama dan juga promosi dari Silver Queen
kurang pada jaman sekarang sehingga Silver Queen kurang di ingat
konsumen.
3.
Frekuensi Jawaban Responden Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Universitas Sumatera Utara
61
Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada responden, maka jawaban
responden atas variabel keputusan pembelian (Y) dapat dideskripsikan pada
Tabel 4.6 berikut ini:
Universitas Sumatera Utara
62
Tabel 4.6
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian (Y)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F %
Membeli produk
berdasarkan
kebutuhan
3
3,1%
54
55,1%
34
34,7%
7
7,1%
0
0
98
Melakukan pencarian
informasi sebelum
membeli produk
2
2,0%
47
48,0%
42
42,9%
7
7,1%
0
0
98
Mengevaluasi
berbagai alternatif
yang tersedia
10
10,2
%
52
53,15
32
32,7%
4
4,1%
0
0
98
Menetapkan pilihan
pada cokelat Silver
Queen
15
15,3
%
48
49,0
35
35,7%
0
0
0
0
98
Sumber: Lampiran 10
Dari Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa:
1. Pada pernyataan butir 1, dari 98 responden terdapat 3 (3,1%) responden
yang sangat setuju bahwa mereka melakukan pembelian karena
membutuhkan cokelat Silver Queen , 54 (55,1%) responden menyatakan
setuju, 34 (34,7%) responden menyatakan kurang setuju, 7 (7,1%)
menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak responden 54 (55,1%)
setuju bahwa mereka melakukan pembelian karena membutuhkan cokelat
Silver Queen. Namun, ada juga responden yang kurang setuju dan tidak
setuju
di karekan banyak merek cokelat produk lain . Hal tersebut
menjadi salah satu masukan bagi perusahaan PT.Petra Food untuk
Universitas Sumatera Utara
63
meningkatkan strategi pemasarannya dan agar konsumen tertarik untuk
melakukan pembelian.
2. Pada pernyataan butir 2, dari 98 responden terdapat 2 (2,0%) responden
yang menyatakan sangat setuju bahwa setelah mencari informasi tentang
cokelat , mereka memilih merek Silver Queen. 47 (48,0%) responden
menyatakan setuju, 42 (42,9%) responden menyatakan kurang setuju, 7,
(7,1%) menyatakan tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak
setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang
menyatakan setuju 47 (48,0%) bahwa setelah mencari informasi tentang
cokelat, mereka memilih merek
Silver Queen untuk memenuhi
kebutuhan di waktu yang senggang. Namun, ada pula responden yang
kurang setuju dengan pernyataan tersebut di karenakan pemikiran
konsumen bahwa semua cokelat memiliki bahan baku yang sama
sehingga mahasiswa Politeknik Negeri Medan kurang ingin mencari
informasi tentang Silver Queen . Hal tersebut menjadi masukan
perusahaan PT.Petra Food harus lebih meningkatkan dalam memberikan
informasi kepada konsumennya mengenai produk Silver Queen
3. Pada pernyataan butir 4, dari 98 responden terdapat 10 (10,2%) responden
menyatakan sangat setuju bahwa mereka sudah membandingkan
kelebihan cokelat Silver Queendengan produk sejenis lainnya, 52
(53,15%) responden menyatakan setuju, 32 (32,7%) responden
menyatakan kurang setuju, 4 (4,1%) responden menyatakan tidak setuju
dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan
Universitas Sumatera Utara
64
bahwa banyak responden yang berjumlah 52 (53,15%) responden setuju
bahwa mereka sudah membandingkan kelebihan cokelat Silver Queen
dengan produk sejenis lainnya. Namun,
ada juga responden yang
menyatakan kurang setuju.
4. Pada pernyataan butir 4, dari 98 responden terdapat 15 (15,3%) responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden yakin untuk membelicokelat
Silver Queen, 48 (49,0%) responden menyatakan setuju, 35 (35,7%)
responden menyatakan kurang setuju, 0 (0%) responden menyatakan
tidak setuju dan 0 (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang setuju 48 (49,0%)
yang menyatakan bahwa mereka yakin untuk membeli cokelat Silver
Queen karena sesuai kebutuhan mereka dalam mengisi waktu senggang
dikarenakan untuk di waktu senggang banyak mahasiswa Politeknik
Negeri Medan bukan hanya mengkonsumsi cokelat Silver Queen
melainkan mereka banyak mengkonsumsi permen atau roti
4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda diginakan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh variabel bebas (X) yang terdiri dari Harga (X1), Kemasan (X2) dan
Citra Merek (X3) terhadap variabel terikat (Y) yaitu Keputusan Pembelian.
Universitas Sumatera Utara
65
Tabel 4.7
Variables Entered
Variables Entered/Removed
Model
1
Variables
Removed
Variables Entered
Citra Merek,
b
Kemasan, Harga
a
.
Method
Enter
a. Dependent Variable: Absut
b. All requested variables entered.
Sumber : Lampiran 11
Pada Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa seluruh variabel independen
dimasukkan dalam analisis ini, atau dengan kata lain tidak ada variabel
independen yang tidak digunakan, atau disebut metode enter.
Tabel 4.8
Regresi Linier Berganda
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
B
1
(Constant)
Std. Error
1,707
1,689
Harga
,047
,111
Kemasan
,415
Citra Merek
,405
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Beta
1,011
,315
,037
,423
,673
,091
,387
4,566
,000
,094
,390
4,283
,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Lampiran 12
Berdasarkan hasil pengolahan data ada Tabel 4.8 dapat dirumuskan model
Universitas Sumatera Utara
66
persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y= 1,707+0,047X1+0,415X2+0,405X3
Berdasarkan persamaan tersebut dapat diuraiakan sebagai berikut:
1.
Konstan (β0) = 1,707 ini menunjukkan tingkat konstanta, dimana jika harga,
kemasan dan citra merek = 0, maka nilai variabel dependen keputusan
pembelian Cokelat merek Silver Queen adalah 1,707.
2.
Koefisien X1(b1)= 0,047. Ini menunjukkan bahwa variabel Harga (X1)
berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian Cokelat merek Silver
Queen akan meningkat sebesar 0,047
3.
Koefisien X2(b2) = 0,415. Ini menunjukkan bahwa variabel Kemasan (X2)
berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian Cokelat merek Silver
Queen akan meningkat sebesar 0,415.
4.
Koefisien X3(b3) = 0,405. Ini menunjukkan bahwa variabel Citra Merek (X3)
berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian cokelat merek Silver
Queen akan meningkat sebesar 0,405.
4.3
1.
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Ada dua acara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau
tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. (Ghozali, 2016:154).
a. Uji Normalitas Pendekatan Histogram
Uji Normalitas dengan pendekatan Histogram dapat dilihat pada gambar
Universitas Sumatera Utara
67
4.1 sebagai berikut:
Sumber: Lampiran 13
Gambar 4.1
Histogram Uji Normalitas
Uji Normalitas Data dengan pendekatan histogram diatas menunjukkan
bahwa model regresi yang digunakan telah berdistribusi normal, hal ini
dapat dilihat dari garis histogram tidak melenceng ke kiri atau ke kanan,
sehingga penyebaran datanya telah berdistribusi secara normal.
b. Uji Normalitas Pendekatan Grafik Normal Probability Plot
Uji Normalitas dengan pendekatan Grafik Normal Probability Plot dapat
di lihat pada gambar 4.2berikut :
Universitas Sumatera Utara
68
Sumber: Lampiran 14
Gambar 4.2
P-Plot Uji Normalitas
Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan pendekatan grafik diatas, dapat
diketahui bahwa data memiliki distribusi atau penyebaran yang normal,
hal ini dapat dilihat dari penyebaran titik berada disekitar sumbu diagonal
dari grafik. Namun untuk lebih memastikan bahwa data di sepanjang garis
diagonal berdistribusi normal maka dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov
(K-S). Berikut dilakukannya uji Kolmogorov-Smirnov (K-S).
c. Uji Kolmogorov-Smirnov (K-S)
Berdasarkan Tabel 4.9, diketahui nilai probabilitas
atau Asymp. Sig. (2-
tailed) sebesar 0,200. Karena nilai probabilitas , yakni0,200, lebih besar
dibandingkan tingkat signifikansi, yakni 0,05. Hal ini berarti asumsi
normalitas terpenuhi.
Tabel 4.9
Universitas Sumatera Utara
69
Uji Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
Normal Parameters
98
a,b
Mean
Std. Deviation
Most Extreme Differences
,0000000
1,26474884
Absolute
,069
Positive
,053
Negative
-,069
Test Statistic
Asymp. Sig. (2-tailed)
,069
,200
c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber:Lampiran 15
2.
Uji Heteroskedastisitas
Ada beberapa cara untuk mendeteksi adaatau tidaknya heteroskedastisitas,
yaitu:
a. Metode Grafik
Dasar analisis metode ini adalah jika tidak ada pola yang jelas, serta titiktitik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak
terjadi heteroskedastisitas, sedangkan jika ada pola tertentu, seperti titiktitik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, maka
mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
Universitas Sumatera Utara
70
Sumber: Lampiran 16
Gambar 4.3
Scatterplot Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa tidak ada pola yang jelas,
serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y,
maka berdasarkan metode grafik tidak terjadi heteroskedastisitas pada
model regresi.
b. Uji Glejser
Uji Glejser mengusulkan untuk meregresi nilai absolut residual terhadap
variabel independen. Jika variabel independen signifikan secara statistik
mempengaruhi variabel independen, maka ada indikasi terjadi
heteroskedastisitas
Tabel 4.10
Uji Glejser
Coefficients
a
Universitas Sumatera Utara
71
Standardized
Coefficients
Unstandardized Coefficients
Model
B
1
(Constant)
Std. Error
Sig.
Beta
2,077
,937
,015
,062
Kemasan
-,059
Citra Merek
-,025
Harga
t
2,216
,029
,028
,240
,811
,050
-,133
-1,180
,241
,052
-,059
-,486
,628
a. Dependent Variable: Absut
Sumber: Lampiran 17
Tabel 4.10 memperlihatkan bahwa tidak satupun variabel independen
yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen absolut
Ut (Absut). Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansi di atas tingkat
kepercayaan 5%, jadi disimpulkan model regresi tidak menunjukkan
adanya heteroskedastisitas.
3.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji adanya korelasi antara variabel
independen. Jika terjadi korelasi maka dinamakan multikol, yaitu adanya
masalah multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
korelasi antar independen.
Tabel 4.11
Uji Multikolinearitas
Coefficients
Model
Unstandardized
Coefficients
a
Standardize
d
Coefficients
T
Sig.
Collinearity
Statistics
Universitas Sumatera Utara
72
B
1 (Constant)
Std. Error
1,707
1,689
Harga
,047
,111
Kemasan
,415
Citra Merek
,405
Beta
Tolerance
VIF
1,011
,315
,037
,423
,673
,777
1,287
,091
,387
4,566
,000
,812
1,232
,094
,390
4,283
,000
,706
1,417
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Lampiran 18
Dari Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa:
a. Nilai VIF dari variabel harga, kemasan dan citra merek lebih kecil atau
dibawah 10 (VIF <10), ini berarti tidak terdapat multikolineritas antar
variabel independen dalam model regresi.
b. Nilai Tolerance dari variabel harga, kemasan dan citra merek lebih besar
dari 0,1 (Nilai Tolerance > 0,1) ini berarti tidak terdapat multikolinearitas
antar variabel independen dalam model regresi.
4.4
1.
Pengujian Hipotesis
Uji Secara Serempak (Uji F)
Untuk menentukan nilai Ftabel, maka diperlukan adanya derajat bebas
pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
df (Pembilanng) = k-1
df (Penyebut) = n-k
Keterangan:
Universitas Sumatera Utara
73
n = jumlah sampel penelitian
k = jumlah variabel bebas dan terikat.
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) adalah 98 dan jumlah
keseluruhan variabel (k) adalah 4. Sehingga diperoleh :
df1 = k – 1 = 4 – 1 = 3
df2 = n – k = 98 – 4 = 94
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS, kemudian
akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat α = 5%
Tabel 4.12
Uji Secara Serempak (Uji F)
a
ANOVA
Model
1
Sum of
Squares
Df
Mean Square
Regression
127,299
3
42,433
Residual
155,160
94
1,651
Total
282,459
97
F
Sig.
25,707
b
,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
b. Predictors: (Constant), Citra Merek, Kemasan, Harga
Sumber: Lampiran 19
Maka, dapat dilihat bahwa Fhitung adalah 25,707 dengan tingkat signifikansi
0,000. Sedangkan Ftabelpada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 2,70.
Oleh karena itu, Fhitung (25,707) > Ftabel(2,70) dan tingkat signifikansinya 0,000 <
0,05 menunjukkan bahwa variabel bebas (harga, kemasan dan citra merek)
Universitas Sumatera Utara
74
secara serempak adalah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian cokelat merek Silver Queen pada Mahasiswa Politeknik Negeri
Medan
2.
Uji Secara Parsial (Uji-t)
Uji-t digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas
secara parsial terhadap variabel terikat. Kriteria pengujiannya :
Hasil pengujian adalah:
Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k) = 98 – 4 = 94
ttabel yang digunakan adalah 0,05% (94) = 1,661
Tabel 4.13
Uji Parsial (Uji t)
Coefficients
Unstandardized Coefficients
Model
B
1
(Constant)
Std. Error
1,707
1,689
Harga
,047
,111
Kemasan
,415
Citra Merek
,405
a
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Beta
1,011
,315
,037
,423
,673
,091
,387
4,566
,000
,094
,390
4,283
,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Lampiran 20
Berdasarkan Tabel 4.13 terlihat bahwa:
a. Variabel harga berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial
Universitas Sumatera Utara
75
terhadap keputusan pembelian, hal ini terlihat dari thitung (0,423)
>ttabel(1,661) dan signifikan (0,673) > 0,05. Artinya, jika variabel harga
ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian tidak akan
meningkat sebesar 0,047.
b. Variabel kemasan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial
terhadap keputusan pembelian, hal ini terlihat dari thitung (4,566) >
ttabel(1,661) dan signifikan (0,000) < 0,05. Artinya, jika variabel kemasan
ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian akan meningkat
sebesar 0,415.
c. Variabel citra merek berpengaruh positif dan signifikan secara parsial
terhadap keputusan pembelian, hal ini terlihat dari thitung (4,283) > ttabel
(1,661) dan signifikan (0,000) < 0,05. Artinya, jika variabel citra merek
ditingkatkan satu satuan maka keputusan pembelian akan meningkat
sebesar 0,405.
3.
Pengujian Koefisien Determinasi (
)
Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai R square dapat dilihat
pada Tabel 4.14:
Tabel 4.14
Uji Koefisien Determinasi (R2)
b
Model Summary
Model
R
1
,671
a
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
,451
,433
1,28477
a. Predictors: (Constant), Citra Merek, Kemasan, Harga
Universitas Sumatera Utara
76
b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Lampiran 21
Berdasarkan Tabel 4.14 terlihat bahwa nilai R sebagai berikut:
a.
Nilai R sebesar 0,671 berarti 67,1% menunjukkan bahwa hubungan
antara variabel harga, kemasan dan citra merek terhadap keputusan
pembelian hubungannya erat.
b.
Nilai Adjusted R Square sebesar 0,433 berarti 43,3% faktor-faktor
keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh harga, kemasan dan citra
merek. Sedangkan sisanya sebesar 56,7% dijelaskan oleh faktor-faktor
lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.6
Pembahasan
Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peniliti, variabel
harga, kemasan dan citra merek secara serempak berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian cokelatmerek Silver Queen pada
Mahasiswa Politeknik Negeri Medan . Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Fhitung yang
menunjukkan bahwa nilai Fhitung pada kolom (F) adalah sebesar 25,707 lebih besar
dari nilai Ftabelsebesar 2,70. Nilai signifikan Fhitung pada kolom (sig.) adalah 0,000
nilai ini lebih kecil dari tingkat kesalahan (α) 0,05. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa variabel bebas yang terdiri dari harga, kemasan dan citra merek secara
serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan
pembelian.
Dari analisis karakteristik reponden berdasarkan jurusan yang di teliti,
Universitas Sumatera Utara
77
maka dapat disimpulkan bahwa cokelatmerek Silver Queen lebih banyak jenis
kelamin perempuan yang mengkonsumsi cokelat merek Silver Queen. Karena
perempuan lebih menyukai cokelat untuk mengemil. Dari analisis karakteristik
responden berdasarkan stambuk yang diteliti, maka dapat disimpulkan bahwa
cokelatmerek Silver Queen lebih besar populasi mahasiswa stambuk 2015.
Berdasarkan dari uji-t dapat diketahui bahwa dari variabel harga
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian,
sedangkan variabel kemasan dan citra merek, berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian. Penjelasannya sebagai berikut:
1.
Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel harga
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, hal
ini terlihat dari thitung (0,423) > ttabel (1,661) dan signifikan (0,673) > 0,05.
Artinya, jika variabel harga ditingkatkan satu satuan maka keputusan
pembelian tidak akan meningkat sebesar 0,047. Dari distribusi jawaban
responden untuk variabel harga dapat dilihat bahwa 55 (56,1%) responden
menyatakan setuju harga yang ditawarkan cokelat Silver Queenterjangkau,
63 (64,3%) responden menyatakan setuju harga cokelat Silver Queen sesuai
manfaat, 56 (57,1%) responden menyatakan setuju harga cokelat Silver
Queen lebih murah dibanding merek sejenis, 56(57,1%) responden
menyatakan setuju harga cokelat Silver Queen yang di tawarkan sesuai
dengan kualitas.
Universitas Sumatera Utara
78
Hasil analisis pernyataan sebagian besar responden setuju bahwa harga yang
ditawarkan cokelat Silver Queen sesuai dengan manfaat. Hal itu sesuai yang
dikemukakan oleh ahli. Menurut Kotler dan Armstrong (2008:345) harga
adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk jumlah manfaat
dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa, harga merupakan
salah satu faktor penentu yang mempengaruhi pilihan pembelian oleh
konsumen. Apabila harga yang ditawarkan sesuai dengan manfaat dan
kualitas yang di harapkan konsumen, maka semakin tinggi minat konsumen
dalam melakukan pembelian. Namun, sebagian besar responden juga
menyatakan kurang setuju dan tidak setuju dengan pernyataan bahwa
hargacokelat Silver Queen lebih murah dibandingkan dengan merek lainnya.
Hal ini mungkin dibandingkan dengan merek sejenis lainnya, seperti
Cadburry, Toblerone,Fonnut dan lain-lain yang mungkin harganya lebih
murah dibanding cokelat Silver Queen.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sushi S Sihombing
(2011) dengan judul “Pengaruh Harga, Kemasan dan Iklan terhadap
Keputusan Pembelian Minuman Pulpy Orange pada SiswaSMA Negeri 1
Medan”. Dalam hal ini menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan
tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
2.
Pengaruh Kemasan Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel kemasan
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, hal
ini dapat dilihat dari nilai thitung(4,566) > ttabel(1,661) dan signifikan (0,000) <
Universitas Sumatera Utara
79
(0,05). Artinya jika variabel kualitas produk ditingkatkan satu satuan, maka
keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,415. Dari distribusi jawaban
responden untuk variabel kemasan menunjukkan bahwa 62% (63,3%)
responden menyatakan setuju bahwa cokelat Silver Queen ringan untuk di
bawa kemana mana , 54 (55,1%) responden setuju bahwa cokelat Silver
Queen mempunyai kemasan yang menarik, 61 (62,2%) responden
menyatakan setuju bahwa cokelat Silver Queen memberikan Komposisi dan
informasi yang menarik , 52 (53,1%) responden setuju bahwa isi tetap terjaga
dengan baik
Hasil analisis sebagian besar responden menunjukkan setuju bahwa kemasan
yang dimiliki cokelat Silver QueenRingan di bawa dan sesuai
yang
diinginkan mereka. Hal itu sesuai dengan yang dikemukakan oleh ahli.
Menurut Rangkuti (2009:132), pengemasan adalah aktivitas merancang dan
memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Pengemasan meliputi
kegiatan, perlindungan, dan penambahan nilai sebuah produk. Pengemasan
dapat menjadi hal yang penting baik bagi penjual maupun konsumen (Canon
dkk, 2009:306).
. Namun, sebagian besar responden menyatakan kurang setuju dengan
pernyataan Kemasan cokelat Silver Queen bahwa isi tetap terjaga dengan baik .
Hal tersebut mungkin dikarenakan kemasan dari cokelat Silver Queen kurang
mendalami bentuk kertas bungkus cokelat tersebut sehingga cokelat Silver
Queen gampang meleleh saat terkena sinar matahari
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sushi S Sihombing
Universitas Sumatera Utara
80
(2012) dengan judul “Pengaruh Harga, Kualitas dan Iklan terhadap
Keputusan Pembelian Minuman Minute Maid Pulpy Orange pada Siswa
SMA Negeri 1 Medan ”. Dalam hal ini menunjukkan bahwa kemasan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
3.
Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel citra merek
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini
dapat dilihat dari nilai thitung (4,283) > ttabel(1,661) dan signifikan (0,010) <
0,05. Artinya, jika variabel citra merek ditingkatkan satu satuan maka
keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,405. Dari distribusi jawaban
responden untuk variabel citra merek menunjukkan 59 (60,2%) responden
menyatakan setuju bahwa merek cokelat Silver Queen memiliki Reputasi
yang baik, 57 (58,2%) responden menyatakan setuju cokelat Silver Queen
track record terbaik, 54 (55,1%) responden menyatakan setuju bahwacokelat
Silver Queen mudah di kenali, 45 (45,9%) responden setuju bahwa cokelat
Silver Queen mudah di ingat Hasil analisis pernyataan, sebagian besar
responden setuju bahwa mereka mengakui bahwa cokelat Silver Queen
memiliki reputasi yang baik. Hal ini dikarenakan Cokelat Silver
Queenmemiliki reputasi yang baik di mata konsumen di karenakan konsumen
percaya atas kualitas cokelat Silver Queen .Hal ini sesuai dengan yang
disebutkan oleh ahli. Menurut Kotler dan Keller (2009:346) citra merek
adalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti yang
tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam ingatan konsumen. Persepsi dan
Universitas Sumatera Utara
81
keyakinan konsumen atas suatu merek yang baik akan menjadi hal yang
positif yaitu akan terjadinya pembelian terhadap suatu produk, konsumen
juga tidak segan untuk mengeluarkan harga yang mahal demi mendapatkan
citra merek produk tersebut. Hal ini menunjukan perilaku konsumen yang
terjadi setelah konsumen mempunyai persepsi dan keyakinan dengan suatu
produk. Dengan adanya citra merek yang baik, konsumen akan mengetahui
dan percaya bahwa produk yang dikonsumsi bermanfaat dalam memenuhi
kebutuhannya. Namun, sebagian responden kurang setuju bahwa coklat Silver
Queen mudah di ingat , konsumen berpendapat selain Silver Queen merek
lain juga mudah di ingat yang tidak kalah baiknya dengan Silver Queen
seperti pesaingnya yaitu Cadburry, Toblerone dan Fonnut. Tetapi, sebagian
responden setuju bahwa cokelat Silver Queen mudah di ingat yang baik
dibanding merek sejenis lainnya. Hal ini juga harus lebih diperhatikan
perusahaan Silver Queen agar tidak kalah dalam bersaing dengan kompetitor
lain dikemudian hari.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Azhar M Yusuf (2014)
dengan judul “Pengaruh Harga, Iklan dan Citra Merek terhadap Keputusan
Pembelian Minuman Club terhadap keputusan pembelian konsumen (studi
kasus di Giant Waru Sidoarjo) ”. Dalam hal ini menunjukkan bahwa citra
merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Universitas Sumatera Utara
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah didapatkan, maka kesimpulannya adalah
sebagai berikut:
1.
Hasil uji (F), menunjukkan bahwa harga, kemasan dan citra merek secara
serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
cokelatmerek Silver Queen pada mahasiwa Politeknik Negeri Medan
2.
Hasil uji (t), menunjukkan bahwa secara parsial harga berpengaruh positif dan
tidak signifikan terhadap keputusan pembelian cokelatmerek Silver Queen
pada Mahasiswa Politeknik Negeri Medan. Kemasan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian cokelatmerek Silver Queen pada
Mahasiswa Politeknik Negeri Medan. Citra merek berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian cokelatmerek Silver Queen pada
Mahasiswa Politeknik Negeri Medan
3.
Jika Koefisien determinasi semakin besar (mendekati 1) maka, semakin baik
kemampuan variabel bebas (harga, kemasan dan citra merek) terhadap
variabel terikat yaitu keputusan pembelian semakin erat. Dalam penelitian ini
di peroleh nilai R sebesar 0,671 berarti 67,1% menunjukkan bahwa hubungan
antara variabel harga, kemasan dan citra merek terhadap keputusan pembelian
hubungannya erat. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,433 berarti 43,3%
faktor-faktor keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh harga, kualitas
78
Universitas Sumatera Utara
79
produk dan citra merek. Sedangkan sisanya sebesar 56,7% dijelaskan oleh
faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.
Dari penelitian ini diketahui bahwa kemasan memiliki pengaruh yang paling
dominan terhadap keputusan pembelian Cokelat merek Silver Queen pada
Mahasiswa Politeknik Negeri Medan. Dimana hasil yang di peroleh yaitu,
nilai thitung 4,566 > ttabel 1,661 dengan tingkat signifikan (0,000) < 0,05.
5.2
1.
Saran
Variabelharga memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap
keputusan pembelian cokelat merek Silver Queen pada mahasiswa Politeknik
Negeri Medan. Banyak mahasiswa yang menyatakan kurang setuju dan tidak
setuju dengan pernyataan, hargacokelat merek Silver Queen terjangkau. PT.
Petra Food disarankan perlu melakukan lagi penyesuaian harga yang
sebanding dengan kualitasnya dan juga jangan terlalu mahal. Karena jika
harga yang ditawarkan terlalu mahal, maka akan menurunkan minat
konsumen untuk membeli. Harga yang ditawarkan oleh perusahaan kepada
konsumen juga harus sesuai dengan kualitas dan manfaat yang diinginkan
oleh konsumen. Karena, konsumen selalu berfikir harga atau nilai yang
mereka keluarkan harus sebanding dengan kualitas dan manfaatnya. Karena,
kebanyakan konsumen tidak keberatan jika mengeluarkan harga yang mahal
apabila produk yang ditawarkan sebanding dengan kualitas yang diharapkan
demi memenuhi kebutuhannya. Sehingga, ini menjadi masukan lagi untuk
perusahaan PT. Petra Food agar lebih memperhatikan dalam menetapkan
harga yang sebanding dengan manfaatnya sebelum perusahaan akan
Universitas Sumatera Utara
80
memasarkan produk tersebut.
2.
Variabel Kemasan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian cokelat merek Silver Queen pada mahasiswa Politeknik
Negeri Medan. Banyak mahasiswa yang kurang setuju dengan pernyataan isi
dari coelat Silver Queen tetap terjaga dengan baik. Hal ini sebagai masukkan
bagi PT. Petra Food agar semakin memperhatikan dalam proses pengemasan
agar cokelat Silver Queen tetap terjaga keutuhannya dan kosumen tidak
kecewa ketika membeli cokelat merek Silver Queen.
3.
Variabel Citra Merek memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian cokelat merek Silver Queen pada mahasiswa Politeknik
Negeri Medan. PT. Petra Fooddisarankan perlu melakukan peningkatan
eksistensi seperti dalam hal pemasaran dan juga menjaga reputasinya sebagai
cokelat yang berkualitas. Kemudian yang diperhatikan adalah untuk selalu
menjaga mutu kualitas produknya, sebab hal ini juga yang membangun citra
merek suatu produk itu baik atau tidak. Karena, semakin baik kualitas sebuah
produk maka semakin baik citra merek produk tersebut.
4.
Sebaiknya peneliti yang akan datang disarankan untuk menambahkan
variabel independen selain Harga, Kemasan dan Citra Merek yang tentunya
dapat mempengaruhi variabel dependen yaitu Keputusan Pembelian agar
lebih melengkapi penelitian ini karena masih ada variabel-variabel
independen lainnya seperti Iklan, Promosi, Gaya Hidup, Sikap Konsumen dan
lainnya yang mungkin bisa mempengaruhi Keputusan Pembelian.
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR PUSTAKA
Azhar, M. Y. (2014). Pengaruh Harga Iklan dan Citra Merek Produk Minuman
Club Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Kasus di Giant
Waru Sidoarjo) [skripsi]. Surabaya (ID): Universitas Bhayangkara.
Fatlahah, A. (2013). Pengaruh Kualitas Produk dan Citra Merek Terhadap
Keputusan Pembelian Wall’s Magnum. Jurnal Ilmu Manajemen. 1(2).
Jayanti, R. D.,&Zukhri, M. Z.(2017). Analisis Pengaruh \\Iklan dan Harga
Terhadap Keputusan Pembelian Teh Pucuk Harum Pada Konsumen De
Nala FoodCourt.Jurnal EKSIS.2(1).
Kotler, P.,&Keller, K. L.(2012). Manajemen Pemasaran,(Edisi Keempat Belas,
Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Kotler, P.,& Keller, K. L.(2009). Manajemen Pemasaran,(Edisi Ketiga Belas,Jilid
1). Jakarta: Erlangga.
Kotler, P.,&Armstrong, G.(2012). Prinsip-Prinsip Pemasaran,(Edisi Ketiga
Belas,Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Kotler, P.,& Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran,(Edisi Kedua
Belas,Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Kalhoro, S.H. (2012). Impact of Product Price and Quality on Custumer Buying
Behavior: Evidence from Pakistan. Journal Of Contemporary Research
Business,4(4).
Kotler,
P.,& Armstrong, G. (2007). Dasar-dasar
Kesembilan,Jilid 1).Jakarta: PT Indeks.
Pemasaran,(Edisi
Kuncoro, M. (2009). Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi.Jakarta: PT.
Erlangga.
Klimchuck, M. R., & Krasovec, S. A. (2007).Desain kemasan. Jakarta: Erlangga
Karnawati, T. A. (2015). Kualitas Produk, Merek, Kemasan dan Iklan Yang
Mempengaruhi Keputusan Pembelian teh Pucuk Harum Di Kota Malang.
Jurnal Dinamika Manajemen.
Lee, M.,&Johnson, C.(2007). Prinsip-Prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif
Global. Jakarta: Kencana.
Ni’mah, F. N. U. (2016). Pengaruh Harga, Promosi, Citra Merek dan Viral
Marketing Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Produk Bakmi Mewah
di Kota Semarang) [skripsi]. Semarang (ID): Universitas Dian Nuswantoro
Semarang.
Petra Food. Retrieved From http://www.petrafood.com/en/
Rangkuti, F. (2009). Strategi promosi yang kreatifdan Analisis Kasus Integrated
Marketing Communication.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
81
Universitas Sumatera Utara
82
Rismawan, W. (2011). Pengaruh Celebrity Endroser dan Citra Merek Terhadap
Keputusan Pembelian Biskuit Oreo Pada Siswa SMPN 29 Gegerkalong
[skripsi]. Bandung (ID): Universitas Pendidikan Indonesia.
Situmorang , S. H.,&Lutfi, M. (2011). Analisis Data Untuk Riset Manajemen dan
Bisnis.Medan: USU Press.
Situmorang , S. H.,& Lutfi, M. (2012).Analisis Data untuk RisetManajemen dan
Bisnis.Medan: USU Press.
Situmorang , S. H.,& Lutfi, M. (2014).Analisis Data,(Edisi Ketiga).
Medan: USU Press.
Sugiyono.(2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono.(2010). Metode Peneitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Supramono, & Haryanto, J. O.(2006). Desain Proposal Studi Pemasaran.
Yogyakarta: Andi.
Sihombing, S. S. (2014). Pengaruh Harga, Kemasan, dan Iklan Terhadap
Keputusan Pembelian Minute Maid Pulpy Orange Pada Siswa SMA
Negeri 1 Medan [skripsi]. Medan (ID): Universitas Sumatera Utara.
Tjiptono, F. (2009). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Tjiptono, F. (2008). Pemasaran Strategi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Tumolo, Y. S.(2016). Pengaruh Iklan, Positioning Merek Terhadap Keputusan
Pembelian Konsumen Minuman Coca-Cola Pada Indomaret Jl. Williem
Iskandar Medan [skripsi]. Medan (ID): Universitas Negeri Medan.
Universitas Sumatera Utara
83
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
No. Responden : .............
PENGARUH HARGA, KEMASAN DAN CITRA MEREK
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN COKELAT
PRODUK SILVER QUEEN PADA MAHASISWA
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
Responden yang terhormat,
Saya mohon kesediaan anda untuk menjawab pertanyaan maupun
pernyataan pada lembar kuesioner penelitian ini. Informasi yang anda berikan
adalah sebagai data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi. Atas waktu dan
kesediaan anda dalam mengisi kuesioner, saya mengucapkan banyak terima kasih
I. Identitas Responden
Jenis Kelamin : L / P
Stambuk : 2015-2017
II. Isilah kuesioner ini sesuai dengan penilaian anda, dengan memberitanda
(√) pada kolom yang tersedia
Sangat Setuju = SS
Setuju = S
Kurang Setuju = KS
Tidak Setuju = TS
Universitas Sumatera Utara
84
Sangat Tidak Setuju = STS
Pernyataan yang berhubungan dengan Harga (X1)
NO.
Pernyataan
1.
Harga Cokelat Silver Queen
terjangkau
2.
Harga Cokelat Silver Queen sesuai
dengan manfaat
3.
Cokelat Silver Queen memiliki
harga yang bersaing dengan produk
Cokelat sejenis yang lain
4.
Harga cokelat Silver Queen sesuai
dengan kualitas produk tersebut
1.
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan yang berhubungan dengan Kemasan (X2)
NO.
Pernyataan
1.
Pengemasan Produk Silver Queen
ringan dibawa
2.
Warna Kemasan cokelat Silver
Queen menarik
3.
Informasi produk kemasan Cokelat
Silver Queen jelas
4.
Isi pada cokelat Silver Queen tetap
terjaga dengan baik
SS
S
KS
TS
STS
Universitas Sumatera Utara
85
2.
NO.
Pernyataan yang berhubungan dengan Citra Merek (X3)
Pernyataan
1.
Cokelat Silver Queen memiliki
reputasi yang baik
2.
Cokelat Silver Queen karna
memiliki track record yang baik
3.
Atribut yang dipakai oleh Cokelat
Silver Queen mudah saya kenali
saat saya melihatnya
4.
Ketika saya ingin membeli cokelat
batangan,di pikiran saya langsung
mengingat cokelat Silver Queen
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan yang berhubungan dengan Keputusan Pembelian (Y)
3.
NO.
Pernyataan
1.
Saya membeli Cokelat Silver
Queen untuk memenuhi kebutuhan
di waktu senggang
2.
Saya tertarik mancari informasi
tentang Cokelat Silver Queen
sebelum membelinya
3.
Saya sudah membandingkan
dengan produk lain sebelum
membeli Cokelat Silver Queen
4.
Saya yakin untuk membeli Cokelat
Silver Queen
SS
S
KS
TS
STS
Universitas Sumatera Utara
86
Lampiran2 :
OUTPUT DISTRIBUSI JAWABAN RESPONDEN
P1
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
3
3,1
3,1
3,1
3,00
38
38,8
38,8
41,8
4,00
55
56,1
56,1
98,0
5,00
2
2,0
2,0
100,0
Total
98
100,0
100,0
P2
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
3
3,1
3,1
3,1
3,00
30
30,6
30,6
33,7
4,00
63
64,3
64,3
98,0
5,00
2
2,0
2,0
100,0
Total
98
100,0
100,0
P3
Universitas Sumatera Utara
87
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
3
3,1
3,1
3,1
3,00
38
38,8
38,8
41,8
4,00
56
57,1
57,1
99,0
5,00
1
1,0
1,0
100,0
Total
98
100,0
100,0
P4
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
2
2,0
2,0
2,0
3,00
24
24,5
24,5
26,5
4,00
56
57,1
57,1
83,7
5,00
16
16,3
16,3
100,0
Total
98
100,0
100,0
P5
Cumulative
Frequency
Valid
2,00
5
Percent
5,1
Valid Percent
5,1
Percent
5,1
Universitas Sumatera Utara
88
3,00
30
30,6
30,6
35,7
4,00
62
63,3
63,3
99,0
5,00
1
1,0
1,0
100,0
Total
98
100,0
100,0
P6
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
6
6,1
6,1
6,1
3,00
26
26,5
26,5
32,7
4,00
54
55,1
55,1
87,8
5,00
12
12,2
12,2
100,0
Total
98
100,0
100,0
Universitas Sumatera Utara
89
P7
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
7
7,1
7,1
7,1
3,00
20
20,4
20,4
27,6
4,00
61
62,2
62,2
89,8
5,00
10
10,2
10,2
100,0
Total
98
100,0
100,0
P8
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
4
4,1
4,1
4,1
3,00
34
34,7
34,7
38,8
4,00
52
53,1
53,1
91,8
5,00
8
8,2
8,2
100,0
Total
98
100,0
100,0
P9
Cumulative
Frequency
Percent
Valid Percent
Percent
Universitas Sumatera Utara
90
Valid
2,00
3
3,1
3,1
3,1
3,00
28
28,6
28,6
31,6
4,00
59
60,2
60,2
91,8
5,00
8
8,2
8,2
100,0
Total
98
100,0
100,0
Universitas Sumatera Utara
91
P10
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
2
2,0
2,0
2,0
3,00
24
24,5
24,5
26,5
4,00
57
58,2
58,2
84,7
5,00
15
15,3
15,3
100,0
Total
98
100,0
100,0
P11
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
7
7,1
7,1
7,1
3,00
29
29,6
29,6
36,7
4,00
54
55,1
55,1
91,8
5,00
8
8,2
8,2
100,0
Total
98
100,0
100,0
P12
Cumulative
Frequency
Percent
Valid Percent
Percent
Universitas Sumatera Utara
92
Valid
2,00
7
7,1
7,1
7,1
3,00
40
40,8
40,8
48,0
4,00
45
45,9
45,9
93,9
5,00
6
6,1
6,1
100,0
Total
98
100,0
100,0
Universitas Sumatera Utara
93
P13
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
7
7,1
7,1
7,1
3,00
34
34,7
34,7
41,8
4,00
54
55,1
55,1
96,9
5,00
3
3,1
3,1
100,0
Total
98
100,0
100,0
P14
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2,00
7
7,1
7,1
7,1
3,00
42
42,9
42,9
50,0
4,00
47
48,0
48,0
98,0
5,00
2
2,0
2,0
100,0
Total
98
100,0
100,0
P15
Cumulative
Frequency
Percent
Valid Percent
Percent
Universitas Sumatera Utara
94
Valid
2,00
4
4,1
4,1
4,1
3,00
32
32,7
32,7
36,7
4,00
52
53,1
53,1
89,8
5,00
10
10,2
10,2
100,0
Total
98
100,0
100,0
Universitas Sumatera Utara
95
P16
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
3,00
35
35,7
35,7
35,7
4,00
48
49,0
49,0
84,7
5,00
15
15,3
15,3
100,0
Total
98
100,0
100,0
Universitas Sumatera Utara
96
Lampiran 3
Uji Validitas
Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
Scale Variance
if Item Deleted
Corrected ItemTotal
Correlation
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
P1
61,0000
38,414
,828
,918
P2
61,0667
38,340
,675
,922
P3
61,1000
37,748
,857
,917
P4
61,1333
40,257
,537
,926
P5
60,9333
38,064
,819
,918
P6
61,0667
39,513
,648
,923
P7
60,9667
39,275
,671
,922
P8
61,0667
41,513
,498
,927
P9
61,0333
40,585
,533
,926
P10
61,1000
39,886
,723
,922
P11
61,3333
39,954
,501
,927
P12
61,1667
39,454
,513
,928
P13
60,9333
39,168
,744
,921
P14
61,1667
39,661
,534
,927
P15
60,9667
39,068
,632
,924
P16
60,9667
39,344
,661
,923
Universitas Sumatera Utara
97
Lampiran 4
Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,928
16
Lampiran 5
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Program Studi
Jumlah (orang)
Persentase
Laki-Laki
41
41.84%
Perempuan
57
58.15%
Jumlah
98
100%
Lampiran 6
Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk
Stambuk
Jumlah (orang)
Persentase
2015
37
37.76%
2016
30
30.61%
2017
31
31.63%
Jumlah
98
100%
Lampiran 7
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Harga (X1)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F %
Universitas Sumatera Utara
98
Harga Terjangkau
2
2,0%
55
56,1%
38
38,8%
3
3,1%
0
0
98
Harga sesuai
manfaat
2
2,0%
63
64,3%
30
30,6%
3
3,1%
0
0
98
Perbandingan
harga dengan
produk lain
1
1,0%
56
57,1%
38
38,8%
3
3,1%
0
0
98
Harga yang
ditawarkan sesuai
dengan kualitas
16
16,3%
56
57,1%
24
24,5%
2
2,0%
0
0
98
Lampiran 8
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kemasan (X2)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
Ringan dibawa
1
1,0%
62
63,3%
30
30,6%
5
5,1%
0
0
98
Warna menarik
12
12,2%
54
55,1%
26
26,5%
6
6,1%
0
0
98
Memberi informasi
yang jelas
10
10,2%
61
62,2%
20
20,4%
7 7,1%
0
0
98
Isi tetap terjaga
dengan baik
8
8,2%
52
53,1%
34
34,7%
4 4,1%
0
0
98
Lampiran 9
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Citra Merek (X3)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F %
Reputasi yang
baik
8
8,2%
59
60,2%
28
28,6%
3
3,1%
0
0
98
Mempunyai track
record terbaik
15
15,3%
57
58,2%
24
24,5%
2
2,0%
0
0
98
Mudah dikenali
8
8,2%
54
55,1%
29
29,6%
7
7,1%
0
0
98
Mudah diingat
6
6,1%
45
45,9%
40
40,8%
7
7,1%
0
0
98
Universitas Sumatera Utara
99
Universitas Sumatera Utara
100
Lampiran 10
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian (Y)
SS
S
KS
TS
STS
Pernyataan
Total
F
%
F
%
F
%
F
%
F %
Membeli produk
berdasarkan
kebutuhan
3
3,1%
54
55,1%
34
34,7%
7
7,1%
0
0
98
Melakukan pencarian
informasi sebelum
membeli produk
2
2,0%
47
48,0%
42
42,9%
7
7,1%
0
0
98
Mengevaluasi
berbagai alternatif
yang tersedia
10
10,2
%
52
53,15
32
32,7%
4
4,1%
0
0
98
Menetapkan pilihan
pada cokelat Silver
Queen
15
15,3
%
48
49,0
35
35,7%
0
0
0
0
98
Lampiran 11
Variables Entered
Variables Entered/Removed
Model
1
Variables
Removed
Variables Entered
Citra Merek,
b
Kemasan, Harga
a
.
Method
Enter
a. Dependent Variable: Absut
b. All requested variables entered.
Lampiran 12
Regresi Linier Berganda
Coefficients
Model
Unstandardized Coefficients
a
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Universitas Sumatera Utara
101
B
1
(Constant)
Std. Error
1,707
1,689
Harga
,047
,111
Kemasan
,415
Citra Merek
,405
Beta
1,011
,315
,037
,423
,673
,091
,387
4,566
,000
,094
,390
4,283
,000
Universitas Sumatera Utara
102
Lampiran 13
Gambar 4.2
Histogram Uji Normalitas
Lampiran 14
Gambar 4.3
P-Plot Uji Normalitas
Universitas Sumatera Utara
103
Lampiran 15
Uji Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
98
Normal Parameters
a,b
Mean
,0000000
Std. Deviation
Most Extreme Differences
1,26474884
Absolute
,069
Positive
,053
Negative
-,069
Test Statistic
,069
Asymp. Sig. (2-tailed)
,200
c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Lampiran 16
Sumber: Hasil Penelitian (Data Diolah, 2018)
Universitas Sumatera Utara
104
Gambar 4.4
Scatterplot Uji Heteroskedastisitas
Lampiran 17
Uji Glejser
Coefficients
a
Standardized
Coefficients
Unstandardized Coefficients
Model
B
1
(Constant)
Std. Error
Sig.
Beta
2,077
,937
,015
,062
Kemasan
-,059
Citra Merek
-,025
Harga
t
2,216
,029
,028
,240
,811
,050
-,133
-1,180
,241
,052
-,059
-,486
,628
a. Dependent Variable: Absut
Lampiran 18
Uji Multikolinearitas
Coefficients
Model
Unstandardized
Coefficients
B
1 (Constant)
Standardize
d
Coefficients
Std. Error
1,707
1,689
Harga
,047
,111
Kemasan
,415
Citra Merek
,405
a
T
Sig.
Beta
Collinearity
Statistics
Tolerance
VIF
1,011
,315
,037
,423
,673
,777
1,287
,091
,387
4,566
,000
,812
1,232
,094
,390
4,283
,000
,706
1,417
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Universitas Sumatera Utara
105
Lampiran 19
Uji Secara Serempak (Uji F)
a
ANOVA
Sum of
Squares
Model
1
df
Mean Square
Regression
127,299
3
42,433
Residual
155,160
94
1,651
Total
282,459
97
F
25,707
Sig.
b
,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
b. Predictors: (Constant), Citra Merek, Kemasan, Harga
Universitas Sumatera Utara
106
Lampiran 20
Uji Parsial (Uji t)
Coefficients
a
Standardized
Coefficients
Unstandardized Coefficients
Model
B
1
(Constant)
Std. Error
t
Sig.
Beta
1,707
1,689
1,011
,315
Harga
,047
,111
,037
,423
,673
Kemasan
,415
,091
,387
4,566
,000
Citra Merek
,405
,094
,390
4,283
,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Lampiran 21
Uji Koefisien Determinasi (R2)
b
Model Summary
Model
R
1
,671
a
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
,451
,433
1,28477
a. Predictors: (Constant), Citra Merek, Kemasan, Harga
b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Universitas Sumatera Utara
Download