EKONOMI UANG DAN BANK

advertisement
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
PERTEMUAN I & II:
LEMBAGA KEUANGAN DAN PERKEMBANGAN
PERBANKAN DI INDONESIA
Oleh: Melinda Rahma Arullia, SE
Tujuan Pembelajaran:
1. Memahami dan mengerti mengenai fungsi dan peranan lembaga keuangan bank dan
non bank, jenis-jenis lembaga keuangan bank dan non bank serta sejarah
perkembangannya.
2. Memahami dan mengerti tentang kondisi perbankan di Indonesia dalam beberapa
masa sebelum deregulasi, setelah deregulasi serta pada masa krisis ekonomi dan
pasca krisis ekonomi
Sumber:
1. Sigit Triandaru & Totok Budisantoso. 2007. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Edisi
2. Jakarta: Salemba Empat.
2. Kasmir. 2004. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Keenam. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
1. LEMBAGA KEUANGAN DAN PERBANKAN DI INDONESIA
BARTER  UANG BARANG  UANG  (UANG LOGAM & UANG KERTAS) 
LEMBAGA KEUANGAN (LKB & LKBB)
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 1
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
Sistem Keuangan Indonesia
LKB
LKBB
Bank Sentral
Pasar Modal
Bank Umum
Pasar Uang dan Valas
BPR
Koperasi simpan Pinjam
Pegadaian
Leasing
Asuransi
Anjak Piutang
Modal Ventura
Dana Pensiun
Kartu Plastik
A. PENGERTIAN, FUNGSI DAN PERANAN LEMBAGA KEUANGAN BANK DAN NON
BANK
1. LKB (Lembaga Keuangan Bank)
Adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap
dengan melakukan usaha menyalurkan dana atau memberikan kredit dan
menghimpuun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.
2. LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank)
Adalah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara
langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan
mengeluarkan surat berharga dan menyalurkan dana kepada masyarakat terutama
membiayai investasi perusahaan. Lembaga keuangan bukan bank mulai banyak
didirikan pada tahun 1972 yang tujuannya adalah untuk mendorong perkembangan
pasar uang dan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan terutama
pengusaha golongan ekonomi lemah. Dasar hukum pendirian LKBB adalah sebagai
berikut:
- UU no 15 tahun 1952 tentang bursa (lembaran negara no 67 tahun 1952)
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 2
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
-
SK menteri keuangan No.kep.38/MK/IV/1972 tanggal 18 januari 1972 tentang
perubahan dan tambahan surat keputusan menteri keuangan nokep 792/MK/IV/1970
tanggal 7 desember 1970.
Jenis lembaga keuangan
Bank
Fungsi Menghimpun dana
- Secara langsung
- Secara tidak langsung
Lembaga
Bukan Bank
-
Keuangan
Secara tidak langsung
Fungsi Menyalurkan Dana
- Modal kerja, konsumsi,
investasi
- Kepada
masyarakat
individu atau kepada
badan usaha
- Jangka pendek/jangka
menengah/jangka
panjang
- Untuk investasi
- Kepada badan usaha
- Jangka
menengah/jangka
panjang
Fungsi bank:
1. Sebagai perantara keuangan (Financial inttermediary institution)
2. Agent of trust
3. Agent of development
4. Agent of service
B. JENIS-JENIS LEMBAGA KEUANGAN BANK DAN NON BANK
1. Jenis LKB
a. Berdasarkan UU no.14 tahun 1967
1) Berdasarkan fungsinya.
Menurut UU Pokok Perbankan nomor 14 tahun 1967 jenis perbankan
menurut fungsinya terdiri dari bank umum, bank pembangunan, bank
tabungan,bank pasar, bank desa, lumbung desa, bank pegawai dan bank
lainnya. Namun setelah keluar UU pokok perbankan no 7 tahun 1992 dan
ditegaskan lagi dengan keluarnya UU Ri nomor 10 tahun 1998, jenis
perbankan terbagi menjadi dua yaitu:
a) Bank Umum (commercial bank)
- Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah
yang dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa
yang diberikan dalah umum dan wilayah operasinya dapat dilakukan
diseluruh wilayah.
- Bank umum dapat berbentul PT, Perusahaan Daerah, Koperasi,
Perusahaan Perseroan (Persero)
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 3
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
b) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
- Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan
kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah
yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dallam lalu lintas
pembayaran. Artinya disini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika
dibandingkan dengan bank umum. dapat berbentuk PT, Perusahaan
Daerah, Koperasi atau bentuk lain yang ditetapkan oleh peraturan
pemerintah.
2) Berdasarkan kepemilikan
a) Bank milik pemerintah
Dimana baik akte pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah
sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah juga. Ex:
BNI 46, BRI, BNI. Sedangkan milik pemerintah daerah BPD DIY, Bank
DKI dll
b) Bank milik swasta nasional
Bank jenis ini seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta
nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, sehingga
keuntungannya adalah milik swasta. Ex: Bank Muammalat, BCA, BII dan
lainnya.
c) Bank milik koperasi
Kepemilikan-kepemilikan saham ini dimiliki oleh perusahaan yang
berbadan hukum koperasi. Ex: Bank Umum Koperasi Indonesia.
d) Bank milik asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik
milik swasta asing atau pemerintah asing. Jjelas kepemilikannyapun
dimiliki oleh pihak luar negeri. Ex: ABN AMRO bank, Standard Chartered
bank, City Bank, Bank of Tokyo dll.
e) Bank milik campuran
Saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta
nasional dan kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh
warga negara indonesia. Ex: Bank Sakura Swadarma, Sanwa Indonesia
Bank dll.
3) Berdasarkan dari cara menentukan harga
a) Bank yang berdasarkan prinsip konvensional
Pada bank konvensional cara penentuan harganya adalah sebagai
berikut:
1) Menentukan bunga sebagai harga (spread based), baik untuk produk
simpanan seperti giro, tabungan maupun deposito.
2) Biaya biaya ditentukan dalam prosetase atau nominal tertentu (fee
based)
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 4
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
b) Bank yang berdasarkan prinsip syariah
Bank ini menetapkan harga dengan aturan perjanjian hukum islam antara
bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana atau pembiayaan usaha
atau kegiatan perbankan lainnya. Prinsip syariah seperti prinsip bagi
hasil (mudharabah).
4) Berdasarkan segi status
a) Bank Devisa
Adalah bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang
berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan. Misalnya
transfer keluar negeri, inkaso keluar negeri, pembukaan dan pembayaran
L/C, dll.
b) Bank non Devisa
Merupakan bank yang belum mempunyai ijin untuk melaksanakan
transaksi sebagai bank devisa sehingga tidak dapat melaksanakan
transaksi seperti hanya bank devisa dimana transaksi yang dilakukan
masih dalam batas-batas negara.
2. Jenis LKBB:
- Lembaga pembiayaan pembangunan (development finance corporation)
- Lembaga perantara dan penerbitan surat-surat berharga (Investmet finance
corporation) yang kini berjumlah 9 buah
- Lembaga keuangan lainnya yang diatur kemudian. Hingga kini terdapat 2 LKBB
jenis lainnya yaitu PT.Papan Sejahtera dan PT Sarana Bersama Pembiayaan
Indonesia.
C. PENGENALAN SISTIM KEUANGAN DI INDONESIA
Sistem keuangan (financial system) pada umumnya merupakan suatu kesatuan
sistem yang dibentuk dari semua lembaga keuangan yang ada dan yang kegiatan
utamanya dibidang keuangan adalah menarik dana dari dan menyalurkannya kepada
masyarakat. Keberadaan sistem keuangan ini diharapkan dapat melaksanakan
fungsinya sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediation) dan lembaga
transmisi yang mampu menjembatani mereka yang kelebihan dan kekurangan dana
serta memperlancar transaksi ekonomi.
Di Indonesia sistem keuangan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sistem
moneter dan lembaga keuangan lainnya.
Di bawah ini merupakan bagan sistem keuangan Indonesia:
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 5
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
Lembaga Keuangan Bukan
Bank
Sistem Moneter
Otoritas Moneter
Lembaga Pembiayaan
Pembangunan
Sistem Perbankan
Pemerintah Pusat & lembaga
Keuangan & Moneter Pemerintah
Bank umum
Lembaga penerbitan dan
perdagangan surat-surat berharga
BI
BPR
Lembaga Keuangan non bank
lainnya
Bank Campuran
PERKEMBANGAN PERBANKAN DI INDONESIA
D. KONDISI SEBELUM DEREGULASI
Latar belakang deregulasi (perubahan-perubahan yang dimotori oleh otoritas
moneter untuk meingkatkan kinerja dunia perbankan dan kinerja sektor rill) perbankan
adalah tingkat inflasi yang tinggi serta kondisi ekonomi makro secara umum yang tidak
bagus terjadi bersamaan dengan kondisi perbankan yang tidak dapat memobilisasikan
dana dengan baik sehingga memaksa pemerintah untuk melakukan serangkaian
kebijakan berupa deregulasi sektor riil dan sektor moneter.
1. Paket 1 juni 1983
- Pengurangan KLBI kecualiuntuk sektor-sektor tertentu
- Pemberian kebebasan bank untuk menetapkan suku bunga simpanan dan
pinjaman kecuali untuk sektor-sektor tertentu.
- Penghapusan pagu kredit dan pembatasan aktiva lain sebagai instrument
pengendali jumlah uang beredar.
- Tahun 1984 BI mengeluarkan SBI
- Tahun 1985 dikeluarkannya ketentuan perdagangan SBPU dan fasilitas
diskontooleh BI
2. Paket 27 Oktober 1988 yang berisi tentang:
- Pengerahan dana masyarakat yang meliputi kemudahan pembukaan kantor
cabang pemerintah termasuk pembukaan kantor cabang baru, kejelasan aturan
pendirian bank swasta (modal disetor bank umum 10 Miliyar dan BPR minimal 50
juta, BPR dapat diangkat menjadi bank umum, BPR dapat menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dan giro dan kemudahakan
dalam mendirikan bank campuran), bank dan lembaga keuangan bukan bank
dapat menerbitkan sertifikat deposito tanpa memerlukan izin dan semua bank
dapat memberikan layanan tabanas dan tabungan lainnya.
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 6
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
-
-
Efisiensi lembaga keuangan yang meliputi BUMN dan BUMD dapat
menempatkan sampai 50% dananya pada bank nasionalmanapun, batas
maksimalpemberian kredit (BMPK) nagi lembaga keuangan dan bukan lembaga
keuangan.
Pengendalian kebijakan moneter
Pengembangan pasar modal
Dilanjutkan paket 20 desember 1988 yang berisi tentang
Kemudian dilanjutkan peket 25 maret 1989
Paket januari 1990
3. Paket 28 februari 1991
- Berisi penyempurnaan paket sebelumnya menuju lembaga keuangan dengan
prinsip kehati-hatian sehingga masyarakat tetap percaya terhadap lembaga
keuangan.
- Kemudian disusul oleh UU no. 7 tentang perbankan ditetapkan tahun 1992
4. Paket 29 mei 1993 yang berisi tentang penyempurnaan aturan kesehatan bank yang
meliputi:
- Rasio Kecukupan Modal (CAR), bank dapat memasukkan laba tahun lalu ke
dalam modal sendiri
- Cadangan minimum diturunkan dari 1% menjadi 0,5%
- Batas maksimum pemberian kredit (BPMK).
- Kredit usaha kecil(KUK)
- Pembentukan cadangan piutang
- Rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga
5. Paket Juli 1997
- Pemberian pagu kredit terhadap perusahaan pengembang property karena kredit
macet bidang property meningkat
- Sebelumnya pada bulan April BI menaikkan cadangan minimal 3% ke 5%.
E. KONDISI SETELAH DEREGULASI
Ciri kondisi perbankan setelah deregulasi:
1. Meningkatnya kepastian hukum terutama yang berkaitan dengan usaha
perbankan
2. Jumlah bank swasta meningkat karena mudahnya prosedur pendirian
bankswasta
3. Tingkat persaingan bank semakin kuat dan kebijakan diskriminatif yang
menguntungkan bank-bank tertentu semakin dihindari
4. Adanya SBI dan SBPU
5. Kepercayaan meningkat karena merasa amana dan untung menyimpan maupun
meminjam dana di bank
6. Mobilisasi dana meningkat demi semakin kuatnya sektor riil.
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 7
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
F. KONDISI SAAT KRISIS EKONOMI
Perkembangan perbankan yang kuat terhenti karena adanya krisis ekonomi yangterjadi
pada akhir 1990 an. Kondisi perbankan di Indonesia pasca krisis ekonomi adalah
sebagai berikut:
1. Tingkat kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri menurun drastis.
- Kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dana pada bank turun karena
masyarakat banyak memperoleh informasi tentang permasalahan yang terdapat
pada bank-bank yang ada. Banyak bank yang melanggar aturan-aturan kesehatan
bank dari bank Indonesia, banyak bank yang kesulitan likuiditas, banyak cerita
tentang kredit macet, banyak bank yang ditutup, adanya masalah pengembalian
dana simpanan nasabah dan masalah perbankan lain.
- Kepercayaan bank untuk menyalurkan dananya kepada masyarakat juga hilang
karena khawatir masyarakat tidak mampu mengembalikan pinjamandengan
berbagai macam sebab baik karena sektor rill yang sedang acau, debitor tidak
mampu membayar bunga yang tinggi atau banyak debitor yang tidak mau
membayar pinjaman meskipun sebenarnya mampu.
2. Sebagian bank dalam keadaan tidak sehat
3. Kebijakan spread (dilakukan karena kebijkan uang ketat yang dilakukan otoritas
moneter dengan dinaikkannya SBI) negatif sehingga bank harus menanggung rugi
dalam kegiatan usahanya.
4. Munculnya peraturan perundangan yang baru yang menjamin independensi bank
sentral dan lebih menjamin kegiatan bank yang bebas korupsi dan kolusi.
5. Jumlah bank menurun karena sektor riil yang lemah, proporsikredit bermasalah
yang tinggi dan likuiditas yang rendah sehingga memaksa BI untuk melikuidasi
beberapa bank.
G. KONDISI PERBANKAN TERKINI.
Tiga hal penting menandai kondisi terakhir sektorperbankan di Indonesia.ketiga hal
tersebut adalah:
1. Selesainya penyusunan arsitektur perbankan Indonesia (API). Munculnya API ini
dipicu oleh adanya krisis perbankan dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia
mulai tahun 1997. Salah satu landasan penting penyusunan API adalah usaha BI
untuk menerapkan 25 basel core prinsiple.
2. Serangkaian rencana dan komitmen pemerintah, DPR dan BI untuk membentuk dan
menyusun:
a) lembaga penjamin simpanan
b) lembaga pengawas perbankan yang independen
c) otoritas jasa keuangan
3. Kinerja keuangan lebih menunjukkan kondisi masa peralihan atau masa pemulihan
dari krisis ekonomi kearah kondisi perbankan yang lebih sesuai dengan praktikpraktik perbankan yang lebih baik. Praktik perbankan yang lebih baik ini antara lain
mengarah pada:
a) manajemen pengelolaan resiko yang lebih baik
b) struktur perbankannasional yang lebih baik
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 8
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan & Perkembangan Perbankan di Indonesia
melinda_rahma.staff.gunadarma.ac.id
c) penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) yang konsisten
d) menyalurkan dana masyarakat kearah yang lebih mencerminkan bank sebagai
perantara keuangan (financial intermediary) dengan tetap berlandaskan prinsip
kehati-hatian.
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA
Page 9
Download