FKIP_49_Ibnu SIdiq

advertisement
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN
LECTORA INSPIRE PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT
Ibnu Sidiq Ertanto 1 , Niken Wahyu Utami 2
1,2 Pendidikan Matematika,FKIP Universitas PGRI Yogyakarta
1 email: [email protected]
2 email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana langkah-langkah pengembangan media
pembelajaran matematika menggunakan lectora inspire sebagai sumber belajar untuk siswa SMP kelas VII,
(2) kualitas hasil pengembangan media pembelajaran matematika menggunakan lectora inspire sebagai
sumber belajar siswa SMP kelas VII.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan mengacu pada model Plomp, yang terdiri
dari 3 fase yaitu; (1) Fase Preliminary Research (investigasi awal), (2) Fase Development or Prototyping
(interasi analisis, desain, pengembangan, evaluasi formatif, dan revisi), dan (3) Fase Assessment (penilaian
semi sumatif). Subjek penelitian adalah 25 siswa SMP kelas VII. Teknik pengumpulan data menggunakan
angket validasi ahli, angket respon siswa, dan tes prestasi siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis
dengan teknik deskriptif kuantitatif.
Hasil yang peneliti peroleh adalah: (1) Produk yang dikembangkan layak digunakan oleh peserta
didik. (2) Media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata perolehan skor
validasi ahli materi, ahli media, dan evaluasi guru sebesar 3,68; 3,09; dan 3,88 yang termasuk dalam
kriteria baik dan cukup. (3) Media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria praktis dengan
memperoleh respon yang positif dari siswa sebesar 79,42%. (4) Media pembelajaran memenuhi kriteria
efektif digunakan dalam pembelajaran berdasarkan tes prestasi siswa dengan persentase siswa yang tuntas
mencapai 68,00% yang termasuk dalam kriteria baik.
Kata Kunci : Media Pembelajaran, Operasi Hitung Bilangan Bulat, Software Lectora Inspire
1. PENDAHULUAN
Matematika adalah salah satu mata
pelajaran penting yang dipelajari pada semua
jenjang pendidikan. Pada tingkat dasar dan
menengah matematika dimasukkan dalam
kelompok dasar yang harus dikuasai peserta
didik. Karena pentingnya matematika pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah
tersebut, maka mata pelajaran matematika
menempati urutan pertama dalam hal jumlah
jam pelajaran. Hal tersebut menunjukkan
kepada semua orang bahwa matematika
menjadi mata pelajaran wajib di sekolah,
serta menjadi salah satu mata pelajaran yang
diujikan dalam UN (Ujian Nasional). Selain
itu, matematika juga menjadi momok bagi
banyak orang termasuk peserta didik. Hal ini
dikarenakan
banyak
siswa
yang
menganggap bahwa matematika merupakan
mata pelajaran yang sulit.
Berdasarkan hasil observasi yang
peneliti lakukan, terlihat ada beberapa alat
peraga yang berada di dalam almari. Namun
tidak terlihat ada media pembelajaran yang
berbentuk CD di sekolah tersebut. Hal
tersebut disayangkan sekali karena di dalam
masing-masing kelas sudah terdapat LCD
yang dapat digunakan untuk menampilkan
media pembelajaran yang berbentuk CD
dalam proses pembelajaran. Pembelajaran
dengan menggunakan LCD dapat membuat
siswa lebih bersemangat dalam belajar.
Dilihat dari beberapa ruangan seperti
perpustakan, ruang pendaftaran siswa baru,
dan ruang TIK, terdapat banyak komputer
yang masih bagus dan dapat berjalan dengan
lancar, namun jarang digunakan oleh pihak
755
Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2016
ISBN 978-602-73690-6-1
2. METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
merupakan
jenis
penelitian pengembangan yang berorientasi
pada pengembangan produk. Produk yang
dihasilkan berupa media pembelajaran
matematika berbasis Lectora Inspire pada
materi pokok operasi hitung bilangan bulat
untuk SMP kelas VII.
Penelitian
pengembangan
ini
dilakukan dengan menggunakan model
pengembangan
Plomp.
Model
pengembangan Plomp (Plomp &Nieveen,
2013) ini memiliki 3 fase yaitu; fase
Preliminary Research (investigasi awal), fase
Development or Prototyping (interasi analisis,
desain, pengembangan, evaluasi formatif,
dan revisi), dan fase Assessment (penilaian
semi sumatif).
sekolah kecuali pada waktu pebelajaran TIK.
Misalnya, komputer yang berada di
perpustakaan hanya digunakan bermain
game oleh siswa pada waktu jam istirahat.
Oleh sebab itu, perlu adanya pemanfaatan
yang maksimal dalam penggunaan sarana
dan prasarana yang disediakan sekolah.
Dengan adanya sarana dan prasarana
yang dapat digunakan untuk proses
pembelajaran, maka terdapat banyak inovasi
yang dilakukan oleh guru dalam melakukan
pembelajaran. Namun, pembelajaran yang
dilakukan masih menggunakan metode
ceramah. Metode yang sudah digunakan
sejak dulu. Metode pembelajaran yang
digunakan oleh guru dapat dibenahi supaya
siswa
tidak
merasa
jenuh
ketika
pembelajaran. Guru dapat menggunakan
berbagai media pembelajaran, metode
pembelajaran,
serta
pendekatan
pembelajaran yang berbeda. Sebelum guru
menggunakan
media,
metode,
serta
pendekatan yang akan digunakan, guru
harus mengetahui tentang karakter siswa
serta sarana dan prasarana yang dapat
digunakan. Dengan mengetahui sarana dan
prasaran serta karakteristik siswa, maka guru
dapat menggunakan media pembelajaran
ketika proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan latar belakang yang telah
dipaparkan di atas, maka perlu adanya
penelitian
pengembangan
media
pembelajaran. Media yang dikembangkan
adalah media pembelajaran interaktif
menggunakan Lectora Inspire dengan software
pendukung yaitu menggunakan Macromedia
Flash pada materi operasi bilangan bulat
untuk SMP kelas VII. Dengan penelitian
pengembangan media pembelajaran tersebut
diharapkan media yang akan digunakan
sesuai dengan kemauan guru dan siswa
menjadi tertarik dan termotivasi untuk
mengikuti pembelajaran dengan semangat.
Gambar 1.
Model Pengembangan Plomp
Pada penelitian ini subjek penelitian ini
adalah siswa kelas VII SMP N 1 Sentolo
berjumlah 25 siswa. Jenis data yang
digunakan merupakan data kuantitatif dan
kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari
hasil angket validasi ahli, angket respon
siswa, dan tes prestasi siswa. Sedangkan data
kualitatif diperoleh setelah penolahan hasil
angket dan tes prestasi siswa.
756
Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2016
ISBN 978-602-73690-6-1
Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi
subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP
N 1 Sentolo yang berjumlah 25 siswa.
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu
alat bantu yang dipilih oleh peneliti dalam
kegiatan mengumpulkan data agar penelitian
berjalan sistematis. Peneliti menggunakan
beberapa instrumen penelitian yaitu:
1. Instrumen untuk mengukur kevalidan
a. Lembar validasi angket ahli media
Lembar validasi ini dibuat
untuk memperoleh data tentang
kevalidan produk di pandang dari
segi kualitas media. Lembar ini
diberikan kepada orang yang ahli
dalam
bidang
media.
Setelah
divalidasi, kemudian analisisnya
digunakan untuk merevisi kembali
produk yang dihasilkan.
b. Lembar validasi angket ahli materi
Lembar validasi dibuat untuk
memperoleh data tentang produk di
pandang dari segi keakuratan materi
yang ada di dalam produk. Lembar
ini ditujukan kepada orang yang
sudah ahli materi. Hasil dari analisa
tersebut,
selanjutnya
digunakan
untuk merevisi produk yang dibuat.
c. Lembar validasi angket praktisi
(guru)
Lembar validasi angket ini
dibuat untuk mengetahui praktis atau
tidaknya sebuah produk sebelum
diujicoba. Lembar ini ditujukan
kepada guru karena yang sudah
mengetahui praktis atau tidaknya
media.
2. Instrumen untuk mengukur kepraktisan
a. Lembar angket respon siswa
Instrumen ini digunakan untuk
mendapatkan
data
mengenai
pendapat/respon siswa terhadap
penggunaan media pembelajaran
dengan materi operasi hitung
bilangan bulat.
b. Lembar observasi keterlaksanaan
pembelajaran
Lembar observasi digunakan
untuk
memberikan
penguatan
terhadap instrumen angket yang
diberikan kepada siswa mengenai
keterlaksanaan pembelajaran.
3. Instrumen untuk mengukur keefektifan
a. Tes prestasi belajar
Tes prestasi belajar betujuan
untuk mengetahui sejauh mana
pemahaman
siswa
dalam
mempelajari
materi
dengan
menggunakan media pembelajaran.
Tes juga digunakan sebagai data
tambahan untuk mengukur kualitas
media pembelajaran berdasarkan
aspek keefektifan pengguna media
pembelajaran. Tes prestasi belajar
siswa ini berupa 9 butir soal essay.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil Penelitian
1) Langkah Penelitian
a) Fase Preliminary Research
Termasuk dalam fase ini adalah
identifikasi masalah, studi literatur, dan
rencana penyelesaian masalah.
(1) Identifikasi Masalah
Pada langkah ini peneliti
melakukan observasi di SMP N 1
Sentolo kelas VII untuk mengetahui
masalah dasar yang terjadi dalam
pembelajaran
operasi
hitung
bilangan bulat. Setelah melakukan
observasi langsung di SMP N 1
Sentolo dan melakukan diskusi
dengan guru mata pelajaran,
peneliti
memperoleh
beberapa
informasi diantaranya adalah : (1)
siswa kelas VII lama kelamaan
merasa bosan ketika pembelajaran
matematika
berlangsung
dikarenakan pembelajaran yang
757
Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2016
ISBN 978-602-73690-6-1
monoton; (2) metode pembelajaran
yang
diterapkan
adalah
konvensional
sehingga
siswa
kurang terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran; (3) guru masih belum
menggunakan
media
dalam
pembelajaran
operasi
hitung
bilangan bulat karena kurang
tersedianya media pembelajaran; (4)
kurang maksimalnya penggunaan
laboratorium
komputer
dalam
proses
pembelajaran
sehingga
ruangan tersebut tidak pernah
digunakan
kecuali
waktu
pembelajaran TIK.
(2) Studi Literatur
(a) Analisis Kebutuhan
Hasil
dari
analisis
kebutuhan
ini
adalah
membutuhkan
media
pembelajaran yang memberikan
manfaat sebagai berikut: (1) dapat
membantu
siswa
untuk
memvisualisasikan
sebuah
permasalahan
terkait
dengan
operasi hitung bilangan bulat; (2)
dapat membuat siswa aktif dalam
proses pembelajaran sehingga
siswa tidak hanya menerima
langsung dari penjelasan guru.
(b) Analisis topik
Pada langkah ini peneliti
melakukan analisis konsep-konsep
yang akan dimasukkan dalam
media pembelajaran. Hasilnya
adalah topik yang peneliti peroleh
yaitu pokok bahasan pada materi
operasi hitung bilangan bulat. Sub
pokok
bahasan
yaitu
penjumlahan,
pengurangan,
perkalian, dan pembagian.
Gambar 2.
Analisis Topik Operasi Hitung Bilangan
Bulat
Keterangan:
= Pokok Bahasan
= Sub Pokok Bahasan
= Sub Sub Pokok Bahasan
= Terdiri dari
(c) Tujuan pembelajaran
Pada tahap ini peneliti
merumuskan hasil topik menjadi
tujuan pembelajaran.
(3) Rencana Penyelesaian Masalah
Rancangan
penyelesaian
masalah tersebut adalah sebagai
berikut:
(a) Menggunakan
media
yang
mampu membantu siswa dalam
meningkatkan
keterampilan
dalam menyelesaikan operasi
hitung bilangan bulat, yaitu
melalui software Lectora Inspire
pada bagian evaluasi.
(b) Mengembangkan
media
menggunakan software Lectora
Inspire untuk memvisualisasikan
beberapa
contoh penerapan
operasi hitung bilangan bulat
dalam kehidupan sehari-hari.
(c) Menambahkan musik dalam
media
pembelajaran
Lectora
Inspire dengan maksud agar
siswa tidak merasa jenuh ketika
proses pembelajaran.
758
Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2016
ISBN 978-602-73690-6-1
b) Fase Development or Prototyping
Tujuan dari fase development
or prototyping ini adalah untuk
menghasilkan prototype 1 atau
draft awal. Kegiatan pada tahap
ini adalah merancang media
pembelajaran, evaluasi/validasi,
dan revisi.
(1) Rencana Awal
Hal yang dilakukan dalam
tahap ini adalah pembuatan
flowchart media. Selain flowchart,
storyboard juga dibuat untuk
menjelaskan mengenai tata letak
tampilan media pembelajaran
yang
dilengkapi
dengan
penjelasan tampilan yang ada.
Storyboard
dibuat
untuk
mempermudah
proses
penggabungan
komponenkomponen media pembelajaran.
Instrumen yang digunakan
untuk mengevaluasi produk
yang telah dibuat. Penyusunan
instrumen
dilakukan
berdasarkan aspek-aspek yang
disesuaikan
dengan
tujuan
angket.
Instrumen
yang
digunakan pada penelitian ini
adalah angket validasi ahli,
angket evaluasi guru, angket
respon siswa, dan tes prestasi
belajar.
(2) Evaluasi/Validasi
Dalam
penelitian
ini,
proses validasi memilih validator
yang kompeten dan mengerti
tentang pengembangan media
pembelajaran
serta
mampu
memberi masukan/saran untuk
menyempurnakan produk yang
dibuat.
Saran-saran
dari
validator tersebut akan dijadikan
bahan untuk merevisi prototype 1.
(3) Revisi
Berdasarkan hasil validasi,
terdapat beberapa hal yang
harus diperbaiki. Berikut ini
adalah hasil revisi produk
berdasarkan saran dari ahli
materi dan ahli media.
(a) Perubahan halaman pembuka
yang sebelum revisi terlihat
seperti presentasi biasa.
(b) Penyesuaian background, judul
pada
setiap
halaman,
penambahan animasi, dan
tombol pada setiap halaman
agar tidak motonon
(c) Perubahan tombol agar
terlihat menarik
(d) Menyesuaikan angka pada
garis bilangan dengan soal
cerita
(e) Pengubahan
contoh
soal
cerita pada operasi perkalian
dan
pembagian
operasi
hitung bilangan bulat agar
terlihat praktis
(f) Perubahan soal cerita dalam
setiap operasi hitung bilangan
bulat ditambahkan tombol
koreksi
(g) Pada halaman evaluasi di
ubah karena terdapat eror
system dalam menampilkan
hasil tes evaluasi.
(h) Penambahan
background
musik pengiring pada setiap
halaman agar siswa tidak
merasa jenuh
c) Fase Assessment
Dalam fase assessment ini
dilakukan uji coba terhadap
media pembelajaran yang sudah
dinilai valid oleh para ahli. Uji
coba dilaksanakan di dalam
laboratorium komputer dengan
diikuti 25 siswa kelas VII A.
Waktu penelitian ini pada
759
Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2016
ISBN 978-602-73690-6-1
Tabel 3
Hasil Angket Evaluasi Media
oleh Guru
tanggal 28 Juni 2016 s/d 28
September 2016.
2) Kelayakan Media Pembelajaran
a) Validasi
Media
Pembelajaran
Menurut Ahli Media
Validasi
media
pembelajaran menurut ahli media
divalidasi oleh 2 ahli media.
Hasilnya adalah sebagai berikut.
Tabel 1
Hasil Angket Validasi Ahli
Media
Dari hasil tersebut, maka media
pembelajaran dapat dikatakan
valid.
d) Kepraktisan Media Pembelajaran
Untuk
mengetahui
kepraktisan
suatu
media
pembelajaran, di dapat dari angket
respon siswa. Berikut ini adalah
hasil
angket
respon
yang
diberikan siswa.
Tabel 4
Hasil Angket Respon Siswa
Maka,
media
pembelajaran
dikatakan valid oleh ahli media
b) Validasi
Media
Pembelajaran
Menurut Ahli Materi
Validasi
media
pembelajaran menurut ahli materi
divalidasi oleh 2 ahli media.
Hasilnya adalah sebagai berikut.
Tabel 2
Hasil Angket Validasi Ahli
Materi
Dari data angket tersebut,
dapat disimpulkan bahwa produk
yang dikembangkan memiliki
tingkat kepraktisan dengan respon
positif
dari
siswa
dengan
persentase
sebesar
79,42%
sehingga media pembelajaran
dapat dinyatakan praktis.
e) Keefektifan Media Pembelajaran
Untuk
mengetahui
keefektifan
suatu
media
pembelajaran, data yang diperoleh
adalah dari tes prestasi siswa yang
dikerjakan. Hasilnya adalah 68%
siswa yang tuntas mengerjakan tes
tersebut. Jadi, media dapat
dikatakan
efektif
digunakan
dalam proses pembelajaran.
Maka,
media
pembelajaran
dikatakan valid menurut ahli
materi
c) Validasi
Media
Pembelajaran
Menurut Praktisi
Validasi
media
pembelajaran menurut praktisi,
hasil yang di dapat adalah sebagai
berikut.
760
Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2016
ISBN 978-602-73690-6-1
b. Pembahasan
Penelitian pengembangan ini
menggunakan model pengembangan
Plomp (Plomp &Nieveen, 2013), yaitu
fase preliminary research, fase development
or prototyping, dan fase assessment. Fase
premilinary
research
meliputi:
(1)
Identifikasi masalah yang membahas
tentang masalah yang dihadapi siswa
kelas VII SMP N 1 Sentolo dan
pemanfaatan laboratorium yang kurang
maksimal; (2) Studi literatur yang
meliputi: analisis kebutuhan, analisis
topik, dan tujuan pembelajaran. Dalam
mengidentifikasi masalah dan studi
literatur peneliti berdiskusi dengan guru
mata pelajaran matematika; (3) Rencana
penyelesaian masalah yang membahas
mengenai
penyusunan
rencana
penyelesaian permasalahan yang telah
dianalisa sebelumnya.
Pada
fase
development
or
prototyping dilakukan kegiatan (1)
rancangan awal yakni mendesain media
pembelajaran pada materi operasi
hitung bilangan bulat yang akan
menghasilkan prototype 1 beserta
instrumen
penelitian.
(2)
Evaluasi/Validasi, yakni penilaian dari
para ahli mengenai media pembelajaran
yang sedang dikembangkan. Dalam hal
ini, peneliti memilih 3 validator yang
ahli
dalam
bidangnya
untuk
mengevaluasi/memvalidasi
media
pembelajaran. Kemudian (3) Revisi
yakni perbaikan terhadap produk yang
sedang dikembangkan berdasarkan
saran oleh para ahli/validator sehingga
diperoleh media pembelajaran yang siap
diujicobakan.
Pada fase ketiga adalah fase
assessment yakni penilaian terhadap
media
pembelajaran
mengenai
kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan
perangkat pembelajaran, sedangkan
untuk mengetahui efektifitas media
pembelajaran maka dilakukan uji coba
di kelas. Kualitas media pembelajaran
tersebut dijabarkan di bawah ini:
1) Kevalidan Hasil Media Pembelajaran
a) Validasi Ahli Materi
Media pembelajaran yang
dikembangkan pada penelitian ini
dari validasi ahli materi memiliki
rata-rata total validitas sebesar 3,68
yang berarti media pembelajaran
yang dikembangkan tersebut telah
valid
b) Validasi Ahli Media
Media pembelajaran yang
dikembangkan pada penelitian ini
dari validasi ahli media memiliki
rata-rata total validitas sebesar 3,10
yang berarti dari segi media produk
ini telah valid
c) Validasi Media Untuk Guru
Media pembelajaran yang
dikembangkan pada penelitian ini
dari hasil validasi media untuk guru
memiliki rata-rata validasi sebesar
3,88 yang berarti dari penilaian guru
media yang dikembangkan ini telah
valid
2) Kepraktisan
Hasil
Media
Pembelajaran
Hasil penelitian pada lembar
angket respon siswa terlihat bahwa
respon
siswa
terhadap
media
pembelajaran adalah positif dengan
persentase
79,42%.
Hal
ini
menunjukkan bahwa produk yang
dikembangkan
dapat
diterima
dengan baik oleh siswa dan
dinyatakan praktis.
3) Keefektifan Media Pembelajaran
Hasil analisis tes prestasi
belajar siswa menunjukkan bahwa 17
siswa yang tuntas dan 8 siswa yang
belum tuntas dengan perolehan ratarata persentase sebesar 68,00%. Dari 8
siswa yang belum tuntas disebabkan
karena
kurang
teliti
dalam
761
Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2016
menemukan hasil
bilangan bulat.
ISBN 978-602-73690-6-1
pengoperasian
4. KESIMPULAN
Pengembangan media pembelajaran ini
menggunakan model pengembangan Plomp,
yang terdiri dari 3 fase yaitu fase preliminary
research, fase development or prototyping, dan
fase assessment.
Media pembelajaran menggunakan
lectora inspire ini dikatakan memiliki
kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran karena media pembelajaran
tersebut dikatakan valid oleh validasi ahli,
praktis
digunakan
dalam
proses
pembelajaran, dan efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Plomp, T and Nieveen, N. 2013. Educational
Design Research. Netherlands: SLO,
Esnchede.
762
Download