Materi_7_-_PPh_Pasal_24

advertisement
Materi 7
Pengertian PPh Ps 24
Penghitungan PPh Ps 24
Pelaporan PPh Ps 24
Akuntansi PPh Ps 24
PENGERTIAN PPh Ps 24
Merupakan pajak yang terutang atau dibayarkan
di luar negeri atas penghasilan yang diterima atau
diperoleh dari luar negeri yang dapat dikreditkan
terhadap pajak penghasilan yang terutang atas
seluruh penghasilan Wajib Pajak Dalam Negeri.
Pengkreditan pajak luar negeri tersebut dilakukan
dalam tahun pajak digabungkannya penghasilan
dari luar negeri tersebut dengan penghasilan di
Indonesia.
Penggabungan Penghasilan
Untuk menghitung PPh yang terutang atas seluruh penghasilan
yang diterima atau diperoleh WP DN, baik dari dalam negeri
maupun dari luar negeri maka seluruh penghasilan WP tersebut
digabungkan.
Untuk penggabungan penghasilan yang berasal dari luar negeri
dilakukan untuk:
1. Penghasilan dari usaha dilakukan dalam tahun pajak
diperolehnya penghasilan tersebut.
2. Penghasilan lainnya dilakukan dalam tahun pajak
diterimanya penghasilan tersebut.
3. Penghasilan berupa dividen, dilakukan dalam tahun pajak
pada saat perolehan dividen tersebut ditetapkan sesuai
dengan Kep.MenKeu.
Batas Maksimum Kredit Pajak
Diambil diantara 3 unsur/perhitungan berikut ini:
1. Jumlah pajak yang terutang atau dibayar di
luar negeri
2. (Penghasilan luar negeri : Seluruh Penghasilan
Kena Pajak) x PPh atas seluruh yang
dikenakan tarih pasal 17
3. Jumlah pajak yang terutang untuk seluruh
penghasilan kena pajak (dalam hal penghasilan
kena pajak adalah lebih kecil daripada
penghasilan luar negeri).
Cara Menghitung PPh Ps 24
Batas Maksimum Kredit Pajak untuk Setiap Negara (Per Country
Limitation):
Apabila penghasilan luar negeri berasal dari beberapa negara,
maka penghitungan batas maksimum kredit pajak dilakukan
untuk masing-masing negara.
Contoh:
PT ABC memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2009 sbb:
1. Di negara A, memperoleh laba Rp 2 milyar dengan tarif pajak
35% (Rp 700 juta)
2. Di negara B, memperoleh laba Rp 1 milyar dengan tarif pajak
20% (Rp 200 juta)
3. Penghasilan usaha di Indonesia Rp 5 milyar
Cara Menghitung PPh Ps 24
Penghitungan jumlah maksimum kredit pajak luar negeri adalah:
1. Penghasilan dalam negeri
Rp 5 milyar
Penghasilan luar negeri (A)
Rp 2 milyar
Penghasilan luar negeri (B)
Rp 1 milyar
Jumlah penghasilan neto
Rp 8 milyar
2. Apabila jumlah penghasilan neto sama dengan PKP,
maka sesuai dengan tarif Pasal 17, pajak Penghasilan yang
terutang adalah:
28% x Rp 8 milyar =
Rp 2.240 juta
Batas maksimum kredit pajak luar negeri adalah:
a. Untuk negara A:
(Rp 2 milyar : Rp 8 milyar) x Rp 2.240 = Rp 560 juta
Pajak terutang di negara A Rp 700 juta, maka maksimum
kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah Rp 560 juta
Cara Menghitung PPh Ps 24
Batas maksimum kredit pajak luar negeri adalah:
b. Untuk negara B:
(Rp 1 milyar : Rp 8 milyar) x Rp 2.240 = Rp 280 juta
Pajak terutang di negara B Rp 200 juta, maka maksimum
kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah Rp 200 juta
Jumlah kredit pajak luar negeri yang diperkenankan adalah:
Rp 560 juta + Rp 200 juta = Rp 760 juta
Akuntansi PPh Ps 24
Dengan demikian kredit pajak yang
diperkenankan berdasarkan perhitungan di atas
adalah Rp 760 juta.
Jurnal :
Angsuran Badan PPh Pasal 24 Rp 760 juta
Kas/Bank
Rp 760 juta
Cara Melaksanakan
Kredit Pajak Luar Negeri
Untuk melaksanakan pengkreditan pajak yang terutang atau
dibayar di luar negeri, Wajib Pajak wajib menyampaikan
permohonan kepada Direktur Jenderal Pajak dengan dilampiri:
1. Laporan keuangan dari penghasilan yang berasal dari luar
negeri.
2. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak yang disampaikan di
luar negeri
3. Dokumen pembayaran pajak di luar negeri
Penyampaian permohonan kredit pajak yang terutang atau
dibayar di luar negeri tersebut dilakukan bersamaan dengan
penyampaian SPT Tahunan PPh.
Download